Sleman – Keluarga memiliki peran penting bagi bangsa karena keluarga merupakan sumber kekuatan pembangunan bangsa. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kegiatan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV di Lapangan Pemda Sleman, Selasa (7/8/18). Dalam kesempatan tersebut juga Sri Purnomo mengatakan bahwa keluarga merupakan subjek sekaligus objek dari pembangunan sehingga peran keluarga sangat menentukan keberhasilan bangsa ini dalam mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera.

“Oleh karena itu peringatan Harganas kita laksanakan setiap tahun ini memiliki fungsi strategis untuk menggugah kembali kesadaran kita akan arti pentingnya keluarga.” paparnya. Selain memperingati Harganas XXV, kegiatan tersebut juga sekaligus memperintai Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Sleman. “Seperti halnya Harganas. peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ini juga memiliki fungsi strategis untuk mengingatkan kembali setiap elemen bangsa sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing dalam memenuhi hak dan melindungi anak-anak kita yang merupakan calon-calon penerus bangsa.” Ujar Sri Purnomo.

Kegiatan yang mengusung  tema ‘Hari Keluarga : Hari Kita Semua” ini juga dihadiri oleh para stakeholder di lingkungan Kabupaten Sleman dan anak-anak di wilayah Kabupaten Sleman setidaknya berjumlah 2000 orang. Selain itu juga terdapat berbagai kegiatan yang memeriahkan kegiatan tersebut yaitu diantaranya ekspose berbagai produk UPPKS, gelar kreativitas dan prestasi anak Sleman, penyampaian aspirasi dan saudara anak sleman serta pengukuhan FOKUSS Kabupaten Sleman.

Terdapat empat konsep pendekatan keluarga yang digunakan pada Harganas XXV 2018. Pertama, Keluarga Berkumpul, yaitu meluangkan waktu tanpa disibukkan dengan gawai (gadget), televisi, atau alat elektronik lainnya. Kedua Keluarga Berinteraksi. dengan meluangkan waktu berkumpul dan saling bercengkrama, serta saling tukar pengalaman dengan komunikasi yang lebih berkualitas. Ketiga Keluarga Berdaya. Dimana keluarga mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya untuk membuat diri dan keluarganya tidak bergantung pada pihak lain. Keempat Keluarga Peduli dan Berbagi. Keluarga yang mampu dan lebih beruntung mempunyai kepedulian dan keinginan untuk berbagi dan menolong orang lain.

Sebelumya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan  dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini menjelaskan bahwa secara umum penyelenggaraan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran serta pemerintah dan peran daerah, mitra kerja dan swasta terkait penringnya penerapan 8 fungsi keluarga yaitu agama, sosial budaya, cinta kasih perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan. “Tujuan umum lainnya dari penyelenggaraan kegiatan ini yaitu mendorong pengembangan kebijakan Kabupaten layak anak hingga ke tingkat Kecamatan, Desa, Padukuhan, RW, RT, dan keluarga dengan melibatkan masyarakat secara terpadu dalam perlindungan anak,” jelas Mafilinda.

Seluruh anak-anak yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut nampak antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan beberapa pertunjukan yang melibatkan anak-anak yaitu flashmob lagu aku anak Indonesia oleh Forum anak Sleman Band SMAN 1, menampilkan orkestra oleh siswa SD Budi Mulia 2 serta pembacaan suara anak sleman.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan penyerahan bagi para pemenang lomba yang diselenggarakan sebelumnya oleh DP3AP2KB oleh Bupati Sleman, dan juga penyerahan sejumlah bantuan yaitu  10 sepeda diberikan oleh Baznas Sleman kepada anak-anak Sleman, 10 sepeda oleh Bank Sleman, penyerahan beasiswa anak berprestasi (tidak mampu) secara simbolis kepada 5 anak, serta penyerahan bantuan CSR untuk pengembangan sekolah ramah anak kepada sekolah SMPN 2 Ngemplak dan SMPN 2 Pakem.