Desa Mororejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman dikukuhkan sebagai Desa Tangguh Bencaa (Destana) pada hari Rabu (9/10). Pengukuhan dilakukan oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sleman, Purwatno Widodo.

Pengukuhan Destana ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengurangi resiko bencana yang kerap kali melanda Kabupaten Sleman. Purwatno mengatakan bahwa upaya ini tidak dapat berjalan optimal jika dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten sleman saja. Namun menurutnya harus ada kesadaran dari masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen dalam menghadapi bencana. “Jadi ketika terjadi bencana nanti masyarakat tidak gagap” ungkapnya.

Sementara Joko Supriyatno selaku Kepala BPBD Kabupaten Sleman berharap nantinya Kabupaten Sleman akan menjadi kabupaten yang tangguh terhadap bencana. Hingga saat ini menurut Joko telah ada 54 Destana yang tersebar di Kabupaten Sleman. Pihaknya menargetkan di tahun 2021 seluruh desa di Kabupaten Sleman yang berjumlah sebanyak 86 desa seluruhnya menjadi Destana. “Pengukuhan ini untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana”, jelasnya.

Skenario yang disimulasikan dalam Gladi Lapang kali ini yaitu penanggulangan bencana angin puting beliung. Dalam simulasi ini ada sebanyak 200 masyarakat Desa Mororejo yang telibat. Adapun tim Tangguh Bencana Desa Mororejo yang dikukuhkan sebanyak 30 orang. Sebelumnya tim tersebut telah mendapatkan pelatihan sebanyak lima kali.