Penduduk usia kerja di Kabupaten Sleman selama 5 tahun terakhir meningkat rata-rata 0,34% per tahun yaitu 808.015 orang pada tahun 2004 menjadi 818.846 orang pada tahun 2009. Tingkat pengangguran terbuka, yaitu rasio antara mereka yang mencari kerja dan angkatan kerja, pada tahun 2009 tercatat 15,69%.

Selama periode 2004-2009, banyaknya angkatan kerja meningkat dari 486.995 jiwa menjadi 548.145 jiwa, bertambah sebanyak 61.150 jiwa atau meningkat rata-rata 3,00% per tahun. Dengan demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja mengalami peningkatan dari 60,27% pada tahun 2004 menjadi 66,94% pada tahun 2009.

Empat sektor perekonomian yang secara proporsional menyerap tenaga kerja paling banyak pada tahun 2009 adalah sektor pertanian (30,76%), perdagangan (24,52%), jasa-jasa (16,82%), dan industri (11,81%). Perusahaan yang telah menerapkan UMP sebanyak 43 perusahaan (90%) dari 48 perusahaan, perselisihan perburuhan diselesaikan 34 kasus (80,95%) dari 42 kasus, keselamatan & kesehatan kerja (K3) sebesar 55%.

Balai Latihan Kerja (BLK) Sleman berperan penting dalam meningkatkan kualitas pencari kerja melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan institusional maupun non-intitusional. Pelatihan yang diberikan meliputi: kejuruan otomotif, listrik, otomotif, teknologi mekanik, bangunan, aneka kejuruan, tata niaga, dan pertanian.

Pada tahun 2009, animo pelatihan di BLK Sleman sebanyak 1.514 orang dan berhasil dididik sebanyak 762 orang (50,33%) dan dinyatakan lulus 756 orang (99,21%). Penyerapan lulusan pasca pendidikan dan pelatihan pada tahun 2005 mencapai 55,5%, pada tahun 2006 meningkat menjadi 71,5%, dan pada tahun 2007 diharapkan lebih meningkat lagi di atas 72%.