Keberhasialn peningkatan kualitas penduduk di Kabupaten Sleman ditunjukkan oleh tingginya angka indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 75,57 pada tahun 2007, dan meningkat menjdai 77,24 pada tahun 2008 yang termasuk kelompok tertinggi di Indonesia. Proporsi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) tahun 2008 menurun tajam dibandingkan tahun 2007, yaitu dari 27,9% (247.581 jiwa) menjadi 3,8 (54.342 jiwa). Demikian pula banyaknya KK miskin berkurang cukup signifikan dari 62.518 KK (25,5%) pada tahun 2007 menjadi 58.701 KK (21,7%) pada tahun 2008.

Banyaknya kelompok USEP mengalami peningkatan dari 159 kelompok pada thun 2007 menjadi 348 kelompok pada tahun 2009, dan banyaknya anggota juga mengalami peningkatan dari 6.454 orang menjadi 6.664 orang. Modal usaha bergulir anggota kelompok USEP pada tahun 2007 sebesar R1.991 juta dan pada tahun 2008 telah berkembang menjadi Rp2.133,8 juta terdiri dari modal usaha bergulir Rp1.594,4 juta dan tabungan anggota Rp396,9 juta.

Pada tahun 2009, panti asuhan (PA) yang ada di Kabupaten Sleman sebanyak 35 buah yang terdiri dari 30 PA milik swasta dengan klien yang diasuh sebanyak 1.018 orang anak  dan 5 PA milik pemerintah dengan klien yang diasuh 419 orang. Selain PA, terdapat pula 47 buah organisasi non panti. Potensial dan sumberdaya kesejahteraan sosial meliputi 410 orang PSM (Pekerja Sosial Masyarakat), 86 Karang Taruna Desa, dan 9 tempat penitipan anak