Nilai Indeks Gini berkisar antara 0 hingga 1. Jika nilai Indeks Gini semakin mendekati satu maka dikatakan tingkat ketimpangan pendapatan penduduk makin melebar, atau mendekati ketimpangan sempurna. Sebaliknya, semakin mendekati 0 maka distribusi pendapatan semakin merata, atau mendekati pemerataan sempurna.

Indeks Gini Tahun 2010-2016 Kabupaten Sleman

No

Tahun

Indeks Gini

1. 2010 0,37
2. 2011 0,41
3. 2012 0,44
4. 2013 0,38
5. 2014 0,41
6. 2015 0,45
7. 2016 0,39
8. 2017 0,41

Sumber: Susenas, 2017

Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa Indeks Gini Kabupaten Sleman sampai dengan 2017 selalu diatas 0,30 yang berarti bahwa Kabupaten Sleman termasuk wilayah yang ketimpangan pendapatannya termasuk dalam kriteria moderat.


Indikator Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia(IPM)

Kabupaten Sleman, 2013-2017

No

Uraian

Tahun

2013

2014

2015

2016

2017

IndikatorPenyusunan IPM






1.

Angka Harapan Hidup (tahun)

74,47

74,47

74,57

74,60

74,63

2.

Harapan Lama Sekolah (tahun)

15,52

15,64

15,77

16,08

16,48

3.

Rata-rata Lama Sekolah (tahun)

10,03

10,28

10,30

10,64

10,65

4.

Pengeluaran Perkapita Riil Setahun Disesuaikan

14.085

14.170

14.562

14.921

15.365








Indeks IPM






1.

Indeks Kesehatan

0,84

0,84

0,84

0,84

0,84

2.

Indeks Pengetahuan

0,77

0,78

0,78

0,80

0,81


Indeks Harapan Lama Sekolah

0,86

0,87

0,88

0,89

0,92


Indeks Rata-rata Lama Sekolah

0,67

0,69

0,69

0,71

0,71

3.

Indeks Pengeluaran

0,81

0,81

0,82

0,82

0,83

IPM KabupatenSleman

80,26

80,73

81,20

82,15

82,85

Sumber: BPS Kabupaten Sleman

IPM Kabupaten Sleman terlihat semakin meningkat dan masih konsisten pada kategori sangat tinggi (IPM ≥ 80). Sleman merupakan satu di antara dua kabupaten se-Indonesia yang berstatus “sangat tinggi”.  Meskipun berstatus kabupaten, Sleman nyatanya mampu bersaing dengan wilayah kota. Kabupaten Sleman cukup maju dari segi  pembangunan manusia. Kabupaten ini cukup komprehensif pada semua dimensi pembangunan manusia, baik dari segi kesehatan, pendidikan maupun ekonomi.

 

Indikator Penyusunan IPM Kabupaten/Kota

di DIY dan Nasional, 2017

No

Uraian

KP

BTL

GK

SLM

YK

DIY

Nasional

IndikatorPenyusunan IPM








1.

Angka Harapan Hidup (tahun)

75,06

73,56

73,82

74,63

74,35

74,74

71,06

2.

Harapan Lama Sekolah (tahun)

14,23

14,74

12,94

16,48

16,82

15,42

12,85

3.

Rata-rata Lama Sekolah (tahun)

8,64

9,20

6,99

10,65

11,43

9,19

8,10

4.

Pengeluaran Perkapita Riil(000 Rp)

9.277

14.995

8.788

15.365

18.005

13.521

10.660










Nilai Indeks Penyusun IPM








1.

Indeks Kesehatan

0,85

0,842

0,83

0,84

0,84

0,84

0,79

2.

Indeks Pengetahuan

0,68

0,72

0,59

0,81

0,85

0,73

0,63


Indeks Harapan Lama Sekolah

0,79

0,82

0,72

0,92

0,93

0,86

0,71


Indeks Rata-rata Lama Sekolah

0,58

0,61

0,47

0,71

0,76

0,61

0,54

3.

Indeks Pengeluaran

0,68

0,83

0,66

0,83

0,88

0,79

0,72

IPM

73,23

78,67

68,73

82,85

85,49

78,89

70,81

Sumber: BPS Kabupaten Sleman

Keunggulan Kabupaten Sleman  terletak pada aspek  kesehatan, sedangkan Kota Yogyakarta lebih unggul pada aspek  pengetahuan dan daya beli.  Sementara, Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo lebih tertinggal  dari aspek pengetahuan dan aspek daya beli. Secara keseluruhan fenomena di atas menggambarkan ada kesenjangan yang cukup lebar dalam hal capaian kualitas pembangunan manusia antar kabupaten/kota di D.I Yogyakarta.