Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2012 – 2014 (dalam ton)

No

Produk

Tahun

2012

2013

2014

1.

Padi sawah

311.378,00

306.201,00

312.891,00

2.

Padi ladang

1.437,00

1.668,00

1.511,00

3.

Beras

1.97.073,00

194.573,21

198.702,06

4.

Jagung

33.792,00

36.465,00

33.431,00

5.

Kedelai

479,00

54,00

530,00

6.

Ubi kayu

11.670,00

11.482,00

13.418,00

7.

Pisang

4.280,00

19280,00

15.371,10

8.

Rambutan

13.788,00

8.768,00

18.437,60

9.

Cabe

3.314,00

3.277,60

4.081,90

10.

Kacang panjang

1.452,00

1.980,40

2.304,90

11.

Salak

53.978,00

70.376,61

74.165,80

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Program dan kegiatan urusan pertanian pada tahun 2014 mampu mendukung produksi tanaman pangan berupa padi sawah dan ladang sebanyak 314.402 ton. Produksi padi mengalami peningkatan 2,12% dibandingkan produksi padi tahun 2013 yang mencapai 307.869 ton. Hal ini disebabkan adanya kenaikan luas panen sebesar 5,49% dari 49.083 ha pada tahun 2013 menjadi 51.780 ha di tahun 2014, pendampingan di tingkat petani dan penurunan serangan Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT). Sementara produksi jagung mengalami penurunan akibat terjadi penurunan luas tanam jagung dan beralih ke tanaman padi.

Produksi komoditas hortikultura secara umum mengalami peningkatan. Produksi salak meningkat sebesar 5,38%, rambutan 10,28%, cabe meningkat 24,54% dan kacang panjang sebesar 16,39% karena adanya peningkatan penerapan teknologi dan iklim yang mendukung. Sedangkan produksi pisang menurun 20,27% sebagai akibat dari dilakukannya peremajaan pisang di tahun 2013.

Produksi Perkebunan Tahun 2012-2014 (dalam kwintal)

No

Produk

Tahun

2012

2013

2014

1.

Cengkeh

55,68

79,35

65,90

2.

Kelapa

78.429,30

78.444,04

77.995,55

3.

Kopi

201,34

78.444,04

360,20

4.

Tembakau rakyat

9.246,56

4.779,66

7.575,00

5.

Tembakau virginia

632,50

244,26

-

6.

Mendong

22.967,13

23.673,38

23.560,00

7.

Tebu

59.931,64

38.873,32

35.816,73

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Beberapa komoditas perkebunan mengalami peningkatan produksi diantaranya kopi sebesar 3,19% dan tembakau rakyat 58,92%. Produksi tembakau virginia mengalami penurunan sebesar 100%, hal ini disebabkan petani tembakau virginia beralih ke tembakau rakyat. Komoditas tebu mengalami penurunan sebesar 7,86% dibandingkan tahun 2013. Hal ini disebabkan karena pengaruh anomali iklim di tahun 2014 menyebabkan rendemen gula menjadi rendah dan serangan organisme penganggu tanaman (OPT).

Pada bidang peternakan terjadi perkembangan jumlah populasi ternak sebagaiman tabel berikut.

Populasi ternak tahun 2012 – 2014 (dalam ekor)

No

Ternak

Tahun

2012

2013

2014

1.

Sapi potong

54.921

51.642

52.651

2.

Sapi perah

3.556

3.614

3.722

3.

Kerbau

757

743

603

4.

Kambing

35.895

36.798

36.279

5.

Domba

71.021

71.412

71.731

6.

Ayam buras

1.539.392

1.541.088

1.542.352

7.

Ayam petelur

1.670.150

1.672.005

1.672.162

8.

Ayam pedaging

2.716.054

2.718.617

2.728.925

9.

Itik

206.376

206.419

206.520

10

Burung puyuh

950.513

651.332

951.367

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Populasi ternak pada tahun 2014 secara umum mengalami peningkatan, dibandingkan tahun 2013. Peningkaran ini berkisar antara 0,1% sampai dengan 2,29%. Peningkatan terbesar terjadi pada populasi sapi perah, hal ini karena ketersediaan pakan cukup dan mulai pulihnya kegiatan peternakan sapi perah di lereng Merapi pasca Erupsi Merapi 2010. Adapun ternak kerbau mengalami penurunan, karena relatif kurang bernilai ekonomis dan siklus reproduksinya sulit dikontrol

Produksi Hasil Ternak Tahun 2012 – 2014 (dalam ton)

Produksi hasil ternak meliputi daging, telur dan susu mengalami peningkatan di tahun 2014 yaitu daging meningkat sebesar 0,55%, telur meningkat sebesar 0,12% dan susu meningkat sebesar 0,55%. Hal ini disebabkan meningkatnya populasi ternak.

Produksi Ikan Tahun 2012 – 2014

No

Produksi Ikan

Tahun

2012

2013

2014

1.

Ikan konsumsi (ton)

21.899,20

25.883,79

31.120,5

2.

Ikan Hias (ekor)

13.219.300

14.647.600

16.127.000

3.

Benih ikan (ekor)

902.701.500

947.330.900

994.616.500

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Peningkatan jumlah produksi ikan konsumsi tahun 2013 sebesar 20,25%, produksi ikan hias meningkat sebesar 4,99%. Peningkatan produksi perikanan tersebut karena adanya peningkatan luas kolam 6,98%, peningkatan jumlah kelompok pembudidaya 1,09%, peningkatan produktivitas alat tangka perairan umum serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pembudidayaan ikan.


Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2012 – 2014 (dalam ton)

No

Produk

Tahun

2012

2013

2014

1.

Padi sawah

311.378,00

306.201,00

312.891,00

2.

Padi ladang

1.437,00

1.668,00

1.511,00

3.

Beras

1.97.073,00

194.573,21

198.702,06

4.

Jagung

33.792,00

36.465,00

33.431,00

5.

Kedelai

479,00

54,00

530,00

6.

Ubi kayu

11.670,00

11.482,00

13.418,00

7.

Pisang

4.280,00

19280,00

15.371,10

8.

Rambutan

13.788,00

8.768,00

18.437,60

9.

Cabe

3.314,00

3.277,60

4.081,90

10.

Kacang panjang

1.452,00

1.980,40

2.304,90

11.

Salak

53.978,00

70.376,61

74.165,80

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Program dan kegiatan urusan pertanian pada tahun 2014 mampu mendukung produksi tanaman pangan berupa padi sawah dan ladang sebanyak 314.402 ton. Produksi padi mengalami peningkatan 2,12% dibandingkan produksi padi tahun 2013 yang mencapai 307.869 ton. Hal ini disebabkan adanya kenaikan luas panen sebesar 5,49% dari 49.083 ha pada tahun 2013 menjadi 51.780 ha di tahun 2014, pendampingan di tingkat petani dan penurunan serangan Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT). Sementara produksi jagung mengalami penurunan akibat terjadi penurunan luas tanam jagung dan beralih ke tanaman padi.

Produksi komoditas hortikultura secara umum mengalami peningkatan. Produksi salak meningkat sebesar 5,38%, rambutan 10,28%, cabe meningkat 24,54% dan kacang panjang sebesar 16,39% karena adanya peningkatan penerapan teknologi dan iklim yang mendukung. Sedangkan produksi pisang menurun 20,27% sebagai akibat dari dilakukannya peremajaan pisang di tahun 2013.

Produksi Perkebunan Tahun 2012-2014 (dalam kwintal)

No

Produk

Tahun

2012

2013

2014

1.

Cengkeh

55,68

79,35

65,90

2.

Kelapa

78.429,30

78.444,04

77.995,55

3.

Kopi

201,34

78.444,04

360,20

4.

Tembakau rakyat

9.246,56

4.779,66

7.575,00

5.

Tembakau virginia

632,50

244,26

-

6.

Mendong

22.967,13

23.673,38

23.560,00

7.

Tebu

59.931,64

38.873,32

35.816,73

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Beberapa komoditas perkebunan mengalami peningkatan produksi diantaranya kopi sebesar 3,19% dan tembakau rakyat 58,92%. Produksi tembakau virginia mengalami penurunan sebesar 100%, hal ini disebabkan petani tembakau virginia beralih ke tembakau rakyat. Komoditas tebu mengalami penurunan sebesar 7,86% dibandingkan tahun 2013. Hal ini disebabkan karena pengaruh anomali iklim di tahun 2014 menyebabkan rendemen gula menjadi rendah dan serangan organisme penganggu tanaman (OPT).

Pada bidang peternakan terjadi perkembangan jumlah populasi ternak sebagaiman tabel berikut.

Populasi ternak tahun 2012 – 2014 (dalam ekor)

No

Ternak

Tahun

2012

2013

2014

1.

Sapi potong

54.921

51.642

52.651

2.

Sapi perah

3.556

3.614

3.722

3.

Kerbau

757

743

603

4.

Kambing

35.895

36.798

36.279

5.

Domba

71.021

71.412

71.731

6.

Ayam buras

1.539.392

1.541.088

1.542.352

7.

Ayam petelur

1.670.150

1.672.005

1.672.162

8.

Ayam pedaging

2.716.054

2.718.617

2.728.925

9.

Itik

206.376

206.419

206.520

10

Burung puyuh

950.513

651.332

951.367

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Populasi ternak pada tahun 2014 secara umum mengalami peningkatan, dibandingkan tahun 2013. Peningkaran ini berkisar antara 0,1% sampai dengan 2,29%. Peningkatan terbesar terjadi pada populasi sapi perah, hal ini karena ketersediaan pakan cukup dan mulai pulihnya kegiatan peternakan sapi perah di lereng Merapi pasca Erupsi Merapi 2010. Adapun ternak kerbau mengalami penurunan, karena relatif kurang bernilai ekonomis dan siklus reproduksinya sulit dikontrol

Produksi Hasil Ternak Tahun 2012 – 2014 (dalam ton)

Produksi hasil ternak meliputi daging, telur dan susu mengalami peningkatan di tahun 2014 yaitu daging meningkat sebesar 0,55%, telur meningkat sebesar 0,12% dan susu meningkat sebesar 0,55%. Hal ini disebabkan meningkatnya populasi ternak.

Produksi Ikan Tahun 2012 – 2014

No

Produksi Ikan

Tahun

2012

2013

2014

1.

Ikan konsumsi (ton)

21.899,20

25.883,79

31.120,5

2.

Ikan Hias (ekor)

13.219.300

14.647.600

16.127.000

3.

Benih ikan (ekor)

902.701.500

947.330.900

994.616.500

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Peningkatan jumlah produksi ikan konsumsi tahun 2013 sebesar 20,25%, produksi ikan hias meningkat sebesar 4,99%. Peningkatan produksi perikanan tersebut karena adanya peningkatan luas kolam 6,98%, peningkatan jumlah kelompok pembudidaya 1,09%, peningkatan produktivitas alat tangka perairan umum serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pembudidayaan ikan.

Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2012 – 2014 (dalam ton)

No

Produk

Tahun

2012

2013

2014

1.

Padi sawah

311.378,00

306.201,00

312.891,00

2.

Padi ladang

1.437,00

1.668,00

1.511,00

3.

Beras

1.97.073,00

194.573,21

198.702,06

4.

Jagung

33.792,00

36.465,00

33.431,00

5.

Kedelai

479,00

54,00

530,00

6.

Ubi kayu

11.670,00

11.482,00

13.418,00

7.

Pisang

4.280,00

19280,00

15.371,10

8.

Rambutan

13.788,00

8.768,00

18.437,60

9.

Cabe

3.314,00

3.277,60

4.081,90

10.

Kacang panjang

1.452,00

1.980,40

2.304,90

11.

Salak

53.978,00

70.376,61

74.165,80

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Program dan kegiatan urusan pertanian pada tahun 2014 mampu mendukung produksi tanaman pangan berupa padi sawah dan ladang sebanyak 314.402 ton. Produksi padi mengalami peningkatan 2,12% dibandingkan produksi padi tahun 2013 yang mencapai 307.869 ton. Hal ini disebabkan adanya kenaikan luas panen sebesar 5,49% dari 49.083 ha pada tahun 2013 menjadi 51.780 ha di tahun 2014, pendampingan di tingkat petani dan penurunan serangan Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT). Sementara produksi jagung mengalami penurunan akibat terjadi penurunan luas tanam jagung dan beralih ke tanaman padi.

Produksi komoditas hortikultura secara umum mengalami peningkatan. Produksi salak meningkat sebesar 5,38%, rambutan 10,28%, cabe meningkat 24,54% dan kacang panjang sebesar 16,39% karena adanya peningkatan penerapan teknologi dan iklim yang mendukung. Sedangkan produksi pisang menurun 20,27% sebagai akibat dari dilakukannya peremajaan pisang di tahun 2013.

Produksi Perkebunan Tahun 2012-2014 (dalam kwintal)

No

Produk

Tahun

2012

2013

2014

1.

Cengkeh

55,68

79,35

65,90

2.

Kelapa

78.429,30

78.444,04

77.995,55

3.

Kopi

201,34

78.444,04

360,20

4.

Tembakau rakyat

9.246,56

4.779,66

7.575,00

5.

Tembakau virginia

632,50

244,26

-

6.

Mendong

22.967,13

23.673,38

23.560,00

7.

Tebu

59.931,64

38.873,32

35.816,73

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Beberapa komoditas perkebunan mengalami peningkatan produksi diantaranya kopi sebesar 3,19% dan tembakau rakyat 58,92%. Produksi tembakau virginia mengalami penurunan sebesar 100%, hal ini disebabkan petani tembakau virginia beralih ke tembakau rakyat. Komoditas tebu mengalami penurunan sebesar 7,86% dibandingkan tahun 2013. Hal ini disebabkan karena pengaruh anomali iklim di tahun 2014 menyebabkan rendemen gula menjadi rendah dan serangan organisme penganggu tanaman (OPT).

Pada bidang peternakan terjadi perkembangan jumlah populasi ternak sebagaiman tabel berikut.

Populasi ternak tahun 2012 – 2014 (dalam ekor)

No

Ternak

Tahun

2012

2013

2014

1.

Sapi potong

54.921

51.642

52.651

2.

Sapi perah

3.556

3.614

3.722

3.

Kerbau

757

743

603

4.

Kambing

35.895

36.798

36.279

5.

Domba

71.021

71.412

71.731

6.

Ayam buras

1.539.392

1.541.088

1.542.352

7.

Ayam petelur

1.670.150

1.672.005

1.672.162

8.

Ayam pedaging

2.716.054

2.718.617

2.728.925

9.

Itik

206.376

206.419

206.520

10

Burung puyuh

950.513

651.332

951.367

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Populasi ternak pada tahun 2014 secara umum mengalami peningkatan, dibandingkan tahun 2013. Peningkaran ini berkisar antara 0,1% sampai dengan 2,29%. Peningkatan terbesar terjadi pada populasi sapi perah, hal ini karena ketersediaan pakan cukup dan mulai pulihnya kegiatan peternakan sapi perah di lereng Merapi pasca Erupsi Merapi 2010. Adapun ternak kerbau mengalami penurunan, karena relatif kurang bernilai ekonomis dan siklus reproduksinya sulit dikontrol

Produksi Hasil Ternak Tahun 2012 – 2014 (dalam ton)

Produksi hasil ternak meliputi daging, telur dan susu mengalami peningkatan di tahun 2014 yaitu daging meningkat sebesar 0,55%, telur meningkat sebesar 0,12% dan susu meningkat sebesar 0,55%. Hal ini disebabkan meningkatnya populasi ternak.

Produksi Ikan Tahun 2012 – 2014

No

Produksi Ikan

Tahun

2012

2013

2014

1.

Ikan konsumsi (ton)

21.899,20

25.883,79

31.120,5

2.

Ikan Hias (ekor)

13.219.300

14.647.600

16.127.000

3.

Benih ikan (ekor)

902.701.500

947.330.900

994.616.500

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Peningkatan jumlah produksi ikan konsumsi tahun 2013 sebesar 20,25%, produksi ikan hias meningkat sebesar 4,99%. Peningkatan produksi perikanan tersebut karena adanya peningkatan luas kolam 6,98%, peningkatan jumlah kelompok pembudidaya 1,09%, peningkatan produktivitas alat tangka perairan umum serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pembudidayaan ikan.

 

Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2012 – 2014 (dalam ton)

No

Produk

Tahun

2012

2013

2014

1.

Padi sawah

311.378.00

306.201.00

312.891.00

2.

Padi ladang

1.437.00

1.668.00

1.511.00

3.

Beras

1.97.073.00

194.573.21

198.702.06

4.

Jagung

33.792.00

36.465.00

33.431.00

5.

Kedelai

479.00

54.00

530.00

6.

Ubi kayu

11.670.00

11.482.00

13.418.00

7.

Pisang

4.280.00

19280.00

15.371.10

8.

Rambutan

13.788.00

8.768.00

18.437.60

9.

Cabe

3.314.00

3.277.60

4.081.90

10.

Kacang panjang

1.452.00

1.980.40

2.304.90

11.

Salak

53.978.00

70.376.61

74.165.80

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan KehutananProduksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2012 – 2014 (dalam ton)

No

Produk

Tahun

2012

2013

2014

1.

Padi sawah

311.378,00

306.201,00

312.891,00

2.

Padi ladang

1.437,00

1.668,00

1.511,00

3.

Beras

1.97.073,00

194.573,21

198.702,06

4.

Jagung

33.792,00

36.465,00

33.431,00

5.

Kedelai

479,00

54,00

530,00

6.

Ubi kayu

11.670,00

11.482,00

13.418,00

7.

Pisang

4.280,00

19280,00

15.371,10

8.

Rambutan

13.788,00

8.768,00

18.437,60

9.

Cabe

3.314,00

3.277,60

4.081,90

10.

Kacang panjang

1.452,00

1.980,40

2.304,90

11.

Salak

53.978,00

70.376,61

74.165,80

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Program dan kegiatan urusan pertanian pada tahun 2014 mampu mendukung produksi tanaman pangan berupa padi sawah dan ladang sebanyak 314.402 ton. Produksi padi mengalami peningkatan 2,12% dibandingkan produksi padi tahun 2013 yang mencapai 307.869 ton. Hal ini disebabkan adanya kenaikan luas panen sebesar 5,49% dari 49.083 ha pada tahun 2013 menjadi 51.780 ha di tahun 2014, pendampingan di tingkat petani dan penurunan serangan Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT). Sementara produksi jagung mengalami penurunan akibat terjadi penurunan luas tanam jagung dan beralih ke tanaman padi.

Produksi komoditas hortikultura secara umum mengalami peningkatan. Produksi salak meningkat sebesar 5,38%, rambutan 10,28%, cabe meningkat 24,54% dan kacang panjang sebesar 16,39% karena adanya peningkatan penerapan teknologi dan iklim yang mendukung. Sedangkan produksi pisang menurun 20,27% sebagai akibat dari dilakukannya peremajaan pisang di tahun 2013.

Produksi Perkebunan Tahun 2012-2014 (dalam kwintal)

No

Produk

Tahun

2012

2013

2014

1.

Cengkeh

55,68

79,35

65,90

2.

Kelapa

78.429,30

78.444,04

77.995,55

3.

Kopi

201,34

78.444,04

360,20

4.

Tembakau rakyat

9.246,56

4.779,66

7.575,00

5.

Tembakau virginia

632,50

244,26

-

6.

Mendong

22.967,13

23.673,38

23.560,00

7.

Tebu

59.931,64

38.873,32

35.816,73

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Beberapa komoditas perkebunan mengalami peningkatan produksi diantaranya kopi sebesar 3,19% dan tembakau rakyat 58,92%. Produksi tembakau virginia mengalami penurunan sebesar 100%, hal ini disebabkan petani tembakau virginia beralih ke tembakau rakyat. Komoditas tebu mengalami penurunan sebesar 7,86% dibandingkan tahun 2013. Hal ini disebabkan karena pengaruh anomali iklim di tahun 2014 menyebabkan rendemen gula menjadi rendah dan serangan organisme penganggu tanaman (OPT).

Pada bidang peternakan terjadi perkembangan jumlah populasi ternak sebagaiman tabel berikut.

Populasi ternak tahun 2012 – 2014 (dalam ekor)

No

Ternak

Tahun

2012

2013

2014

1.

Sapi potong

54.921

51.642

52.651

2.

Sapi perah

3.556

3.614

3.722

3.

Kerbau

757

743

603

4.

Kambing

35.895

36.798

36.279

5.

Domba

71.021

71.412

71.731

6.

Ayam buras

1.539.392

1.541.088

1.542.352

7.

Ayam petelur

1.670.150

1.672.005

1.672.162

8.

Ayam pedaging

2.716.054

2.718.617

2.728.925

9.

Itik

206.376

206.419

206.520

10

Burung puyuh

950.513

651.332

951.367

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Populasi ternak pada tahun 2014 secara umum mengalami peningkatan, dibandingkan tahun 2013. Peningkaran ini berkisar antara 0,1% sampai dengan 2,29%. Peningkatan terbesar terjadi pada populasi sapi perah, hal ini karena ketersediaan pakan cukup dan mulai pulihnya kegiatan peternakan sapi perah di lereng Merapi pasca Erupsi Merapi 2010. Adapun ternak kerbau mengalami penurunan, karena relatif kurang bernilai ekonomis dan siklus reproduksinya sulit dikontrol

Produksi Hasil Ternak Tahun 2012 – 2014 (dalam ton)

Produksi hasil ternak meliputi daging, telur dan susu mengalami peningkatan di tahun 2014 yaitu daging meningkat sebesar 0,55%, telur meningkat sebesar 0,12% dan susu meningkat sebesar 0,55%. Hal ini disebabkan meningkatnya populasi ternak.

Produksi Ikan Tahun 2012 – 2014

No

Produksi Ikan

Tahun

2012

2013

2014

1.

Ikan konsumsi (ton)

21.899,20

25.883,79

31.120,5

2.

Ikan Hias (ekor)

13.219.300

14.647.600

16.127.000

3.

Benih ikan (ekor)

902.701.500

947.330.900

994.616.500

Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan

Peningkatan jumlah produksi ikan konsumsi tahun 2013 sebesar 20,25%, produksi ikan hias meningkat sebesar 4,99%. Peningkatan produksi perikanan tersebut karena adanya peningkatan luas kolam 6,98%, peningkatan jumlah kelompok pembudidaya 1,09%, peningkatan produktivitas alat tangka perairan umum serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pembudidayaan ikan.