|
| .:: Berita Aktual ::. |
Puncak Hari Lingkungan Hidup Prop DIY di Sleman
Pengelolaan lingkungan hidup di Sleman, ditekankan pada pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab. Sleman senantiasa berusaha dapat membawa perubahan pada masyarakat sehingga membuat masyarakat senantiasa peduli pada lingkungannya. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sleman, Sri Purnomo, ketika memberikan sambutan dalam acara Puncak Hari Lingkungan Hidup Tingkat Propinsi DIY pada hari Rabu 30 Juni 2010 di Embung Tambakboyo Depok Sleman. |
|
|
|
Pasar Hewan Gamping Diresmikan
Pasar Hewan Gamping yang terletak di Bulak Bengkok, Watu Langkah, Ambarketawang, Gamping diresmikan Kamis, 16 Maret 2006. Peresmian dilakukan oleh Bupati Sleman Drs. Ibnu Subiyanto, Akt. dan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto dihadiri pula oleh Wakil Walikota H. Syukri Fadoli, Muspida dan pejabat terkait dari Pemkab Sleman dan Pemkot Yogyakarta.
Pasar Hewan Gamping merupakan pindahan dari pasar Kuncen Kota Yogya, dengan demikian asar Kuncen saat ini sudah tidak ada lagi dan ditandai dengan boyongan para pedagang ke Pasar Hewan Gamping. Pada Kesempatan ini Walikota Yogya mengungkapkan bahwa Hijarahnya para pedagang diibaratkan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW, sehingga diharapkan kepindahan ke tempat baru nantinya akan menjadi lebih baik. Karena saat ini Pasar Kuncen yang berada di Pusat Kota Yogya dirasa sudah kurang tepat, sehingga perlu dicarikan alternatif lokasi yang lebih baik dan ketemunya di Gamping Sleman. Sementara itu Kepala Bidang Peternakan Sleman Ir Suwandi Azis menjelaskan bahwa pasar hewan Gamping dibangun diatas tanah kas desa Ambarketawang seluas 3,7 Ha. Dimulai pembangunan sejak tahun 2003 dengan adanya kesepakatan Pemkot Yogyakarta dengan Pemkab Sleman tentang relokasi Pasar Hewan Kuncen. Untuk dana yang telah dikeluarkan sampai tahun 2005 mencapai Rp 4, 4, meliputi pembangunan pasar Rp 2,2 M, Kantor Rp 220 Juta, Halaman Rp 1,1 M dan Fasilitas Umum Rp 880 juta. Sarana yang dibangun meliputi Loket, penimbangan ternak, tambatan kambing dan sapi, jalan dilingkungan pasar, tempat duduk pedagang, los burung dan PKL, jaringan air bersih serta pengolahan limbah. Sedangkan untuk tahun 2006 akan dilanjutkan pembangunan dengan menggunakan dana APBD Sleman Rp 1,9 M, dan APBN Rp 603, 5 Juta. Peresmian pasar ditandai dengan penyerahan sapi simetal oleh Walikota Yogya kepada Bupati Sleman disaksikan Wakil Walikota dan Ketua DPRD Sleman serta pejabat lainnya. Dalam kesempatan ini Bupati Sleman Drs. Ibnu Subiyanto, Akt mengemukakan baha pembangunan pasar hewan ini merupakan jawaban dari dua pemerintah daerah, yakni Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Sleman atas aspirasi para pedagang hewan yang beraktifitas di Pasar Hewan Kuncen. Mereka pada intinya merasa kurang nyaman lagi beraktifitas di Pasar Hewan Kuncen dan mengharapkan dibuatkan pasar hewan yang letaknya di pinggir kota dan transportasinya mudah. Tentu saja sebagai pemerintah daerah, kita berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat termasuk kepada para pedagang hewan. Oleh karena itu sejak tahun 2002 Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Sleman telah menjalin komunikasi untuk memenuhi aspirasi tersebut dan mengkaji pemanfaatan yang lebih berguna bagi masyarakat Kota Yogyakarta tentang lokasi Pasar Hewan Kuncen dan pemindahan ke Gamping. Lebih lanjut Ibnu menambahkan Pembangunan Pasar Hewan Gamping ini telah melalui kajian dan studi kelayakan yang cermat dan teliti. Semua itu dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik dan memberi fasilitasi tempat jual beli ternak kepada para pedagang ternak di Kabupaten Sleman khusunya, dan DI. Yogyakarta pada umumnya. Terlebih bila kita mencermati faktor pendukung di Sleman yang memiliki 264 kelompok tani ternak yang telah dikukuhkan, sedang yang belum dikukuhkan tak kurang ada 80 kelompok, Selain itu jumlah pedagang sapi di Kabupaten Sleman ada 104 orang, pedagang kambing / domba 25 orang, pedagang burung 37 orang, pedagang ayam 109 orang dan pedagang burung merpati ada 20 orang. Sementara jumlah pemotongan ternak sapi di Kabupaten Sleman rata-rata 4.155 ekor per tahun dan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai sekita 22.843 ekor per tahun. Sedangkan untuk pemotongan kerbau per tahun di Sleman ada sekitar 117 ekor, domba 14.224 per tahun, kambing mencapai 1.541 ekor per tahun dan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta sekitar 23.959 ekor per tahun. Untuk pemotongan kuda di Sleman per tahun mencapai 20 ekor, sedang Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 1.096 ekor. Melihat faktor pendukung yang cukup kuat tersebut, saya yakin Pasar Hewan Gamping ini akan berkembang cepat di kemudian hari. Bahkan untuk lebih mempercepat pengembangannya, pengelolaan Pasar Hewan Gamping ini akan dikelola oleh seorang manager yang langsung bertanggung-jawab kepada bupati melalui Sekretaris Daerah selaku pembina dan Pengawas Kegiatan Pengelolaan Pasar Hewan. Namun untuk mencapai tujuan tersebut tentu saja harus didukung oleh semua pihak yang terlibat dan beraktifitas di Pasar Hewan Gamping dari mulai pedagang, pembeli sampai ke petugas juru parkir, petugas kebersihan dan bahkan petugas di kamar mandi / WC yang harus menjaga kerbersihan. Kalau semua pihak paham dan tahu tanggung-jawabnya masing-masing, Pasar hewan Gamping ini bukan tidak mungkin menjadi pasar hewan yang bersih, sehingga membuat nyaman pedagang dan pembelinya. Bila kita merasa nyaman, pasti Pasar Hewan Gamping ini akan ramai dan menjadi pusat perdagangan hewan di DI. Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan. Persemian pasar diakhiri dengan pembukaan selubung papan nama Pasar serta peninjauan lokasi keliling oleh Bupati Sleman dan Walikota Yogyakarta didampingi Wakil Walikota dan pejabat terkait.
( humas ) |

Kembali
|
|