Arsip Kategori: Berita

20
Oct

Panen Raya, Kelompok Tani Sri Rejeki Lakukan Wiwit Budaya Tani

Kelompok tani Sri Rejeki melakukan panen raya demplot padi, Kamis (19/10)di Dusun Gedongan, Sinduadi, Mlati, kabupaten Sleman. yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun berserta pejabat dinas terkait.

Acara yang juga dihadiri oleh  Wakil Bupati Sleman, Camat Mlati, dan Kepala Desa Sinduadi, tersebut diharapkan mampu memotivasi para petani dalam memproduksi padi secara maksimal. Sehingga Sleman mampu mempertahankan predikatnya sebagai gudang berasnya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan tradisi perayaan Wiwit Budaya Tani dan ubinan.  Perayaan wiwit ini sebagai salah satu upacara awal memanen padi dan juga merupakan satu upaya menunjung kearifan lokal.

Wakil Bupati Sleman , Sri Muslimatun menyampaiakan bahwa perayaan wiwit sebagai salah satu kekayaan budaya yang patut dipertahankan agar tradisi dapat mengakar dalam budaya masyarakat serta dapat juga dinikmati oleh  masyarakat dan generasi penerusa. “Perayaan ini masih dipertahankan oleh masyarakat Sleman sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas panen yang berlimpah”, jelasnya.

Dari waktu ke waktu upaya untuk mempertahankan produksi beras di Sleman menghadapi tantangan yang sangat berat. Terlebih lagi luas lahan pertanian yang ada di Sleman dari tahun ke tahun semakin menyusut. Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk meningkatkan inovasi dalam menjawab tantangan yang ada dalam pertanian. Selain itu juga meningkatkan, ketrampilan dan minat kelompok tani untuk menggunakan varietas yang unggul baru, pemupukan yang berimbang, penggunaan unsur hara mikro dan sistem tanam tajarwo (tanam, jajar, legowo)

Dalam panen tersebut demplot padi terbagi menjadi 2  yaitu, petak A merupakan kebiasaan atau perlakuan petani, dan petak B yagn merupakan perlakuan dengan sistem pola baru (demplot). Sehingga hasil akhir menunjukan perbedaan hasil produksi mencapai 3,7 kwintal. Dengan sampel 3 titik, dengan ukuran 2,5m x 2,5m. Petak A (kebiasan petani) menghasilkan 6,8 kwintal, sedangkan petak B (sistem pola baru) menghasilkan 10,5 kwintal.

20
Oct

Kenalkan Wisata Sleman, Dinas Pariwisata Ajak Fun Trip 20 Blogger

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bersama 20 Blogger melakukan penjelajahan ke objek-objek wisata baru di Kecamatan Prambanan dengan tajuk Fun Trip, Kamis (19/10). Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan dan memviralkan destinasi wisata baru yang ada di Kecamatan Prambanan.

Bupati Sleman, Sri Purnomo yang turut serta pada kegiatan tersebut berharap potensi wisata yang ada di kabupaten Sleman bisa diberdayakan semaksimal mungkin. Menurutnya objek wisata pada suatu wilayah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut jika dikelola dengan baik. “Apabila kegiatan pariwisata ini bisa berjalan, maka akan berimbas juga pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Disamping itu, Sri Purnomo menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan destinasi wisata salah satunya ditentukan oleh sosialisai yang baik. Lebih lanjut ia mengatakan, pada era perkembangan Teknologi Informasi (TI)ini harus mampu memanfaatkan media sosialisasi yang berbasis TI. “Makanya kita ajak blogger ini kan tujuannya agar nanti hasil kegiatan ini tadi bisa diupload, sehingga bisa diketahui masyarakat luas,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dra. Tri Endah Yitnani, M.Si, mengungkapkan bahwa objek wisata bisa menjadi lahan pekerjaan bagi warga di sekitarnya. Ia berharap, para pemuda dan masyarakat pada umumnya untuk terus menumbuhkan kreatifitasnya untuk memberdayakan potensi objek wisata yang ada di wilayahnya. “Sebenarnya itu bisa jadi lapangan pekerjaan juga ya. Saya harap para pemuda bisa terus berkreasi lagi,” ungkapnya.

Ada tiga destinasi wisata yang dikunjungi dalam kegiatan Fun Trip tersebut, dengan meeting point di Obyek Wisata Tebing Breksi. Pertama, peserta diajak menjelajahi Selo Langit, disana peserta disuguhi pemandangan Rowo Jombor di Kabupaten Klaten yang luar biasa dari ketinggian Selo Langit. Kedua peserta berpindah Bukit Teletubies. Disana peserta bisa melihat Rumah Dome Teletubies dari ketinggian. Terakhir, peserta menikmati sunset di Bukit Klumprit yang sangat eksotis. Dari Bukit Klumprit peserta bisa melihat city view dengan latar belakang sunset yang sempurna.

19
Oct

Tim Penilaian Leadership Award Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Sleman

Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Bupati Sleman beserta seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sleman kembali digelar di Aula lantai III Setda Sleman, Rabu (18/10). Namun ada yang berbeda  pada Rakorpim kali ini. Turut hadir pada rapat tersebut perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).

Margaretha Ari Anggorowati, salah satu tim Penilaian Leadership Award Kemendagri yang hadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi kinerja seluruh karyawan di Pemerintah Kabupaten Sleman. Ia juga tak sungkan  mengungkapkan kekagumannya terhadap partisipasi seluruh pihak untuk turut  memajukan  Kabupaten  Sleman.

“Kabupaten Sleman ini inovatif sekali. Ini kekayaan yang luar biasa. Semua elemen ikut bergerak membuat inovasi-inovasi. Disini  saya  baru  melihat  apa  kunci  dari k eberhasilan Kabupaten Sleman,” ungkapnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengungkapkan bahwa rapat tersebut  merupakan kegiatan rutin  bulanan Pemerintah  Kabupaten  Sleman. Ia menjelaskan bahwa apa yang dilihat oleh para tim dari Kemendagri tersebut bukanlah hal yang dibuat-buat. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pihaknya selalu mengadakan koordinasi baik formal ataupun non-formal untuk dapat mengetahui permasalahan yang terjadi di lapangan. “Ini acara rutin, jadi tidak kita buat-buat. Setiap bulan seperti ini, apa adanya,” jelas Sri Purnomo.

Sebelumnya tim Penilaian Leadership Award Kemendagri telah terlebih dahulu melakukan penilaian terhadap kepemimpinan Bupati Kabupaten Sleman. Penilaian dimulai pada hari Senin 16 Oktober lalu dan berakhir pada hari Rabu 18 Oktober 2017. Adapun aspek penilaian meliputi Kepemimpinan Birokrasi dengan 5 indikator, yaitu visioner, kapabilitas, akseptabilitas, integritas dan gaya kepemimpinan. Selain itu ada Kepemimpinan Sosial dengan 6 indikator yang meliputi jujur dan transparan, disiplin, tanggungjawab, toleransi, gotong royong dan santun. Penyerahan penghargaan  dijadwalkan akan  diserahkan oleh  Menteri Dalam  Negeri pada akhir November.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.