Arsip Kategori: Berita

22
May

Peringatan Harkitnas, Pemkab Sleman Gelar Upacara dan Ziarah

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) ke 110, Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan upacara dan ziarah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DIY di Makam pahlawan dr Wahidin Soediro Hoesodo, Senin (21/5/18). Selain para pejabat di lingkungan Pemkab Sleman dan Pemprov DIY, Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh keluarga dari dr. Wahidin Soediro Hoesodo.

Peringatan HARKITNAS ke 110 tersebut diawali dengan upacara penghormatan dan doa yang dipimpin oleh Inspektur upacara yaitu Wakapolda DIY, Kombes Pol Teguh Sarwono. Kegiatan ini diakhiri dengan tabur bunga oleh seluruh pejabat Pemkab Sleman dan Pemprov DIY di Makam dr. Wahidin Soediro hoesodo.

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dalam memperingati HARKITNAS ke 110, pihaknya mengajak kepada masyarakat untuk bersama – sama membangun Negara Republik Indonesia. “Kita mengajak kepada masyarakat semangat untuk bangkit melangkah bersatu bersama-sama membangun negara kita, mempertahankan persatuan ini jangan sampai kita rapuh, kita harus tegak dan kuat,” ujar Sri Purnomo.

Dalam kesempatan ini juga Sri Purnomo mengimbau agar masyarakat tetap bersatu dan mempertahankan NKRI terlebih dalam kondisi saat ini dengan adanya teror-teror di sejumlah tempat harus menjadikan masyarakat menjaga kesatuan NKRI.

22
May

SATRIYA Diharapkan Menjadi Budaya Kerja ASN

Budaya Pemerintahan SATRIYA merupakan bagian dari pembinaan yang diharapkan menjadi budaya kerja ASN/PNS di lingkungan Pemkab Sleman. Berdasarkan hal tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Organisasi Setda Kabupaten Sleman bersama Biro Organisasi Setda DIY menyelenggarakan Sosialisasi Pelaksanaan Budaya Pemerintahan ‘SATRIYA’.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada hari Senin dan Selasa 21-22 Mei 2018 di Aula lantai III Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman yang dihadiri oleh sekretaris dinas dan kepala bagian masing-masing OPD serta kepala UPT di lingkup Pemkab Sleman.

Kabag Organisasi Setda Kabupaten Sleman, Susmiarto menjelaskan bahwa budaya SATRIYA diatur dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 72 Tahun 2008 tentang Budaya Pemerintahan dan Peraturan Gubernur DIY Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Budaya Pemerintahan yang kemudian dikenal dengan Budaya Pemerintahan SATRIYA.

“Pergub tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penetapan Peraturan Bupati Sleman Nomor 14 tahun 2018 tentang pelaksanaan budaya pemerintahan SATRIYA di Kabupaten Sleman,” kata Susmiarto.

Menurutnya, tujuan dibentuknya Peraturan Bupati tersebut supaya pemerintah daerah dan pemerintah desa memiliki sikap dan perilaku sesuai dengan budaya pemerintahan dalam kehidupan pribadi, keluarga, tugas kedinasan, dan bermasyarakat. Landasan filosofi budaya pemerintahan SATRIYA adalah Hamemayu Hayuning Bawana. “Filosofi tersebut mengandung makna sebagai kewajiban melindungi, memelihara serta membina keselamatan dunia dan lebih mementingkan berkarya untuk masyarakat daripada memnuhi ambisi pribadi,” jelasnya.

SATRIYA memiliki dua makna, yaitu pertama sebagai watak ksatria yang memiliki sikap memegang teguh ajaran moral sawiji, greget, sengguh ora mingkuh (konsentrasi, semangat, percaya diri, rendah hati dan bertanggungjawab). Kedua, SATRIYA merupakan akronim dari selaras, akal budi luhur-jati diri, teladan-keteladanan, rela melayani, inovatif, yakin percaya diri dan ahli profesional.

Sosialisasi pada hari pertama menghadirkan tiga narasumber, yaitu Sumadi selaku Sekda Kabupaten Sleman dengan materi Peran Aparatur Dalam Menyukseskan Gerakan Revolusi Mental dan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi, Arif Haryono selaku Asekda Bidang Administrasi Umum dengan materi Pelaksanaan Budaya Pemerintahan SATRIYA di Kabupaten Sleman. Sedangkan materi ketiga diisi oleh Jarot Budi Harjo selaku Kabiro Organisasi Serda DIY dengan materi Model Monitoring dan Evaluasi Penerapan Budaya Pemerintahan di Pemda DIY.

Sementara itu Sekda Kabupaten Sleman dalam paparannya menyampaikan bahwa pelaksanaan nilai-nilai revolusi mental memperkuat pelaksanaan reformasi birokrasi. Menurutnya segenap aparatur pemerintah harus menyukseskan Gerakan Revolusi Mental dan pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang mendukung Budaya Pemerintahan SATRIYA.

“Untuk mewujudkannya, aparatur pemerintah harus berkomitmen dan semangat hijrah melakukan perubahan mental dan meningkatkan kompetensi. Selain itu bekerja keras, cerdas dan ikhlas agar pemerintah lebih amanah dan akuntabel,” kata Sumadi.

Sedangkan untuk pimpinan menurutnya harus dapat memberikan motivasi dan inspirasi yang meneladani dalam melakukan reformasi di lingkungannya. Pemimpin juga harus mencegah terjadinya praktek KKN, meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja organisasi melalui transparasi/keterbukaan informasi, menjaga reputasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Kekuatan terdahsyat seorang pemimpin adalah keteladanan,” jelas Sumadi.

21
May

Antisipasi Terorisme, Masyarakat Diharapkan Data Warga Pendatang

Berkaca dari kasus terorisme yang terjadi beberapa waktu lalu,  Bupati Sleman Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk lebih waspada lagi. Salah satunya dengan mendata warga pendatang.
“Hal ini sebagai upaya untuk mengantisipasi dan mendetekai hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Sri Purnomo dalam Safari Tarawih keliling Pemkab Sleman di Masjid Ash Sholikun, Padukuhan Banjarharjo, Pondokrejo, Tempel, pada Jumat (18/4).
Selain itu masyarakat juga diharap menggiatkan kembali siskamling. Terlebih Kecamatan Tempel adalah wilayah perbatasan dengan Jawa Tengah.
Dalam kegiatan tersebut Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa safari tarling sebagai salah satu ajang untuk memperat silaturahmi serta menciptakan suasana kerukunan. Safari ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman serta  tim 1 dari jajaran pegawai di lingkup Pemkab Sleman yang dipimpin oleh Sekda Kabupaten Sleman, Sumadi.
“Melalui kegiatan ini mari kita ciptakan dan tunjukkan bahwa umat Islam yang saling menyayangi dan membawa kedamaian. Kita ciptakan suasana tersebut bersama-sama,”  kata Sri Purnomo.
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan untuk masjid,  yaitu dari Pemkab Sleman Rp 5.000.000,-, Baznas Rp 4.000.000, Bank BPD DIY Rp 1.500.000,-, Kecamatan Tempel Rp 1.500.000,-, Pemerintah Desa Pondokrejo Rp 3.000.000,-,  dan Infaq Rp 2.814.000,-.  Selain itu juga diberikan bantuan Mukena dan Al Quran dari Kemenag Sleman, SMA 1 Tempel,  dan SMK 1 Tempel, dan paket untuk anak yatim dari Lumbung Zakat Kecamatan Tempel.
Marwoto, selaku Takmir Masjid Ash Sholikun mengapresiasi  kegiatan safari tarawih keliling yang diselenggarakan oleh Pemkab Sleman. Menurutnya kegiatan ini dapat memakmurkan masjid-masjid di Kabupaten Sleman. Selain itu bantuan yang diserahkan dapat digunakan untuk mendukung kegiatan dan pembangunan masjid seperti pembangunan tempat wudhu yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun ini.
Marwoto menambahkan bahwa  selama Ramadhan 1439 H Masjid Ash Sholikun mengadakan kegiatan TPA, tadarus, pengajian, dan shalat berjamaah.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.