Arsip Kategori: Berita

20
Sep

Bupati ajak Masyarakat Sleman Melek Digital

Perkembangan teknologi digital saat ini semakin berkembang pesat. Perkembangan tersebut merambah segala sektor kehidupan masyarakat. Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) salah satu yang menerima dampak dari perkembangan tersebut. Terkait hal tersebut, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari salah satunya yaitu mengkolaborasikan teknologi digital dengan inovasi dalam UMKM.

Hal tersebut disampaikan Sri Purnomo dalam kegiatan pembukaan seminar Pandu Digital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika di Gedung FISIP Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Kamis (19/9). “Saat ini di Sleman terdapat sekitar tiga puluh ribuan lebih UMKM. Sebagian dari mereka sudah memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produknya. Akan tetapi sebagian lainnya masih banyak yang belum memanfaatkan teknologi digital,” tutur Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong masyarakat untuk sadar teknologi. Menurutnya, mengkolaborasikan teknologi digital kehadalam aktivitas perekonomian masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam bersaing. “Maka dari itu saya berharap, dengan adanya seminar pandu digital ini nantinya dapat memberikan pendampigan hingga ke desa-desa yang bersifat teknologi digital,” katanya.

Adapun dalam kegiatan seminar pandu digital ini, turut hadir juga Kasubdit Literasi Digital Direktorat Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo, Harry Hartono.

Dalam kesempatan tersebut, Harry Hartono menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar pandu digital ini berangkat dari semakin maraknya penggunaan internet secara langsung melalui handphone yang terlalu bebas.

“Dengan adanya penggunaan internet yang terlalu bebas ini bisa berdampak positif maupun negatif. Maka dari itu dibentuklah pandu digital yaitu, program yang melibatkan masyarakat umum dengan pemahaman, kemampuan dan kompetensi mendasar terkait literasi digital untuk mendampingi pengembangan teknologi digital di Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Harry Hartono juga menuturkan bahwa program pandu digital ini merupakan program yang dimulai pada tahun 2019  dan mulai bergerak pada bulan maret dengan membentuk pandu digital yang dilaksanakan di beberapa lokasi, salah satunya Kabupaten Sleman.

19
Sep

80 Tabung Gas Elpiji Bersubsidi Diamankan

Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Pertamina Cabang Yogyakarta kembali lakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi, Rabu (18/9).

Kali ini, sidak dilakukan di sepanjang Jalan Kaliurang dengan menyasar pada usaha rumah makan yang tidak termasuk dalam kategori usaha mikro atau sudah memakai modal yang besar. Dalam sidak  tersebut, berhasil diamankan sebanyak 80 tabung gas elpiji bersubidi (gas 3kg) dari 5 Rumah Makan di sepanjang Jalan Kaliurang.

Sales Executive LPG VI Pertamina Cabang Yogyakarta, Ali Akbar Felayati mengatakan bahwa langkah yang dilakukan Pertamina bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman merupakan upaya untuk mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan gas elpiji bersubdi.

“Sebenarnya ini sudah menjadi program rutin Pertamina bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memberikan edukasi kepada masyarakat supaya masyarakat itu tau bahwa gas 3kg itu digunakan untuk siapa karena ada yang berhak dan tidak berhak menggunakan gas elpiji bersubsidi,” katanya.

Adapun pemanfaatan gas elpiji bersusidi tersebut diperuntukan bagi masyarakat dalam kategori tidak mampu (miskin) serta bagi usaha mikro.

Menurut Ali, dengan adanya penyalahgunaan pemanfaatan gas elpiji bersubsidi oleh beberapa usaha rumah makan kategori non-mikro, dapat mengurangi alokasi yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bagi Pertamina. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu faktor kelangkaan dan distribusi yang tidak tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Emmy Retnosasi dalam kesempatan tersebut menuturkan bahwa seluruh tabung gas elpiji bersubsidi yang telah diamankan dalam sidak tersebut, dilakukan penukaran yaitu setiap dua tabung elpiji bersusidi ditukar dengan satu tabung 5,5kg non-subsidi (brightgas).

Menurut Emmy, selama ini Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya untuk terus melakukan pengawasan terhadap distribusi gas elpiji bersubsidi di wilayah Kabupaten Sleman. Selain itu, kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Pertamina terus menerus dilakukan dalam pengawasan gas elpiji bersubsidi termasuk penindakan baik dalam penyalahgunaan maupun penindakan bagi agen atau pangkalan nakal yang mengakibatkan distribusi gas elpiji bersubsidi tidak tepat sasaran.

19
Sep

Awasi Keberadaan Orang Asing, Timpora Kabupaten Sleman Dikukuhkan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta disaksikan Bupati Sleman, Sri Purnomo bersama Forkopimda Kabupaten Sleman melantik Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat kecamatan se Kabupaten Sleman. Pengukuhan yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Rabu (18/9/19) ini secara simbolis dilakukan dengan pemasangan rompi pada anggota dan penandatanagan piagam.

Kakanwil Kemenkumham DIY, Krismono menjelaskan bahwa tujuan pembentukan Timpora tingkat kecamatan adalah untuk meningkatkan kerjasama dan koordinasi antara instansi terkait sampai dengan tingkat kecamatan dalam hal pengawasan orang asing di wilayah tersebut. Anggota Timpora yang dikukuhkan terdiri dari 18 orang unsur pemerintah, instansi vertikal, TNI, Polri, ditambah 17 orang Camat, 17 orang Danramil dan 17 orang Kapolsek di wilayah tugas Kabupaten Sleman.

“Pembentukan Timpora di Kabupaten Sleman karena wilayah ini merupakan salah satu pintu masuk dan keluar bagi orang asing dengan adanya keberadaan Bandara Adi Sucipto yang setiap tahunnya dikunjungi oleh ratusan ribu pengunjung,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian Dirjen Imigrasi, pada tahun 2018 sebanyak 262.935 Warga Negara Asing (WNA) masuk dan keluar dari wilayah Indonesia melalui Bandara Adi Sucipto. Pada tahun tersebut pemberian izin sementara sebanyak 1.629 WNA, izin tetap 38 WNA dan izin tinggal kunjungan sebanyak 4.110 WNA.       Sementara untuk jumlah pemberian izin tinggal mahasiswa dan peneliti asing se DIY sebanyak 815 WNA dengan rincian 812 orang mahasiswa dan 3 orang peneliti.

Krismono mengatakan bahwa dengan jumlah tersebut perlu adanya pengawasan ketat terhadap lalu lintas orang asing di wilayah DIY. Hal ini karena permasalahan ketidaklengkapan dokumen imigrasi sering ditemui.

“Seringkali orang asing datang ke Indonesia dengan misi yang berbeda, misalnya kunjungan wisata tapi ternyata di Indonesia untuk bekerja,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo menyambut baik pengukuhan Timpora ini. Pasalnya upaya pengawasan orang asing memerlukan dukungan dari berbagai institusi untuk bekerja bersama-sama dalam rangka menjamin keamanan wilayah.

“Hal ini dilakukan untuk menjamin keberadaan atau kegiatan orang asing tidak disalahgunakan serta tidak membahayakan keamanan nasional,” tutur Sri Purnomo.

Sri Purnomo berharap dengan pembentukan Timpora hingga tingkat kecamatan tersebut, keberadaan orang asing akan dapat dipantau dengan lebih baik. “Dengan pengukuhan yang diberikan pada pengukuhan ini saya harap Timpora tidak segan-segan menindak pelanggaran yang dilakukan orang asing,” tambahnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.