Arsip Kategori: Berita

22
Jan

Dinkes Sleman Tegaskan Kondisi Positif Covid 19 Bupati Tidak Ada Kaitannya dengan Pemberian Vaksin Sinovac

Sekda Sleman menggelar jumpa pers bersama Assekda II, III dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman berkaitan dengan kesehatan Bupati Sleman. Sekda Sleman Hardo Kiswoyo menyampaikan bahwa saat ini Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo melakukan isolasi mandiri di Rumah Dinas Bupati. Karena berdasarkan hasil swab antigen yang dilakukan Rabu, 20 Januari 2021 dinyatakan Positif dan diulangi dengan test PCR hasilnya juga positif. Kemudian tanggal 21 Januari dilakukan tes  CT Scan Thorax di rumah sakit yang menyatakan hasilnya bagus dan paru-paru bersih. Dan kondisi saat ini dalam keadaan baik dan tidak ada gejala apapun, walaupun Rabu malam sempat demam mencapai 37,6 drajat Celsius dan batuk ringan. Sehingga mulai saat ini sampai 14 hari ke depan Pak Bupati Sleman melakukan isolasi mandiri di Rumah Dinas dan tetap menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan secara daring dari Rumah Dinas Bupati.
Sementara itu dr. Joko Hastaryo Kadinkes Sleman menegaskan bahwa kondisi positif Bapak Bupati tidak ada hubungannya dengan pemberian Vaksin pada tanggal 14 Januari 2021 bersamaan dengan 10 tokoh Sleman saat launching pelaksanaan Vaksin Di Kabupaten Sleman. Dan akan mendapatkan vaksin tahap kedua sekitar tanggal 28 Januari 2021 (minimal 2 minggu). Sehingga kalau baru sekali diberikan vaksin belum memberikan efek kekebalan atau pembentukan anti bodi belum memadai sehingga harus diberikan booster/suntikan kedua, yang akan membentuk kekebalan secara optimal. Lebih lanjut Joko menegaskan Bapak Bupati kondisinya positif bukan karena divaksin, justru kalau sudah divaksin gejala covid tersebut tidak akan terlalu berat dibanding bila belum divaksin. Joko menjelaskan karena aktivitas Bapak Bupati yang tinggi dan bertemu dengan banyak tamu-tamu dimungkinkan tertular dari aktivitas tersebut. Saat ini sudah dilakukan tracing terhadap istri dan anak dan hasilnya dinyatakan negatif. Untuk besok pagi Jum’at 22 Januari akan dilakukan tracing terhadap staf yang melakukan kontak erat dengan beliau di lingkup Sekretariat Kabupaten Sleman di Pendopo Parasmya.
Pada bagian akhir Sekda Sleman menegaskan juga bahwa program pemberian pemberian vaksin akan tetap berjalan sesuai dengan yang amanat dari Pemerintah Pusat dan diharapkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif untuk mensukseskan program vaksin Covid-19 agar kondisi masyarakat Sleman segera terhindar dari Covid-19 dan terus menjalankan protokol kesehatan secara lebih disiplin.

19
Jan

Patok Trase Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Mulai Dipasang

Patok trase jalan tol Yogyakarta-Bawen, Selasa (19/1/2021) mulai dipasang. Pemasangan patok jalan tol sepanjang 8,25 kilometer di awali di Desa Banyurejo dengan lokasi Selokan Mataram yang berada di selatan SMP Negeri 2 Tempel. Proses pemasangan secara simbolis diawali dengan pengecoran semen oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Krido Suprayitno menjelaskan bahwa lokasi jalan tol Yogyakarta-Bawen melintasi 3 Kapanewon yaitu Mlati, Tempel dan Seyegan yang meliputi  7 Kaluruhan dan 28 padukuhan.

Wilayah Kapanewon Tempel meliputi Kalurahan Banyurejo, Tambakrejo dan Sumberrejo. Kapanewon Seyegan meliputi Kalurahan Margokaton, Margodadi dan Margomulyo. Sedangkan untuk Kapanewon Mlati melintasi Kalurahan Tirtoadi.

“Jumlah bidang terdampak kurang lebih 915 bidang dengan luas mencapai 49,6 hektar dan panjang 8,25 kilometer. Pemasangan patok ini diperkirakan akan selesai dalam dua bulan,” jelasnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan bahwa saat ini rencana pembangunan Jalan Tol di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi perhatian utama terkait dengan Proyek Strategis Nasional yang bertujuan untuk kelancaran akses antar wilayah serta mewujudkan pemerataan pembangunan dalam pengembangan wilayah.

“Sebagian besar pembangunan Jalan Tol di Daerah Istimewa Yogyakarta ini melalui wilayah Kabupaten Sleman sehingga akan memiliki dampak dan manfaat yang cukup besar bagi pembangunan wilayah dan sangat berpengaruh pada struktur keruangan wilayah Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 12 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman Tahun 2011-2031 yang telah mengamanatkan pembangunan Jalan Tol yang terdiri dari 2 ruas yaitu Yogyakarta – Bawen dan Yogyakarta – Surakarta.

“Kami berharap proses pembangunan jalan tol ini akan semakin lancar kedepannya tanpa hambatan dan halangan suatu apapun, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” kata Sri Purnomo.

Sementara itu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan bahwa Trase jalan tol ini  terbagi menjadi enam seksi yang menyatukan kawasan Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar).

“Dengan adanya infrastruktur jalan tol ini jelas akan mempermudah konektivitas. Mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan pendapatan antar wilayah,” kata Sri Sultan.

19
Jan

Menteri Kelautan Dan Perikanan Indonesia Bersama Bupati Sleman Tebar Benih Ikan

Dalam upaya mensinergikan budidaya ikan dengan pelestarian lingkungan, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono bersama dengan Bupati Sleman Sri Purnomo lakukan penebaran ribuan benih ikan di Embung Gadingan, Sinduharjo, Ngaglik, Senin (18/1).

Sakti Wahyu Trenggono menyebut penebaran ribuan benih ikan tersebut merupakan sebuah symbol budidaya yang saat ini tengah digalakkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Ini (penebaran benih ikan) adalah simbol dari pada budidaya yang menjadi tagline Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2021 kita mulai menggerakan,” jelas Sakti Wahyu Trenggono usai melakukan penebaran benih ikan.

Lebih lanjut, Sakti Wahyu Trenggono juga menuturkan bahwa budaya merupakan bagian dari kelestarian untuk dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

“Baik di laut maupun di darat, kita akan gerakkan yang namanya budi daya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sakti Wahyu Trenggono mengapresiasi Kabupaten Sleman terkait budidaya ikan yang selalu mengalami surplus. Namun demikian, dirinya berharap tingginya budidaya ikan konsumsi tersebut juga diiringi dengan berkembangnya jenis pakan yang diproduksi sendiri oleh daerah dan tidak lagi harus impor.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan budidaya ikan dengan menebar benih ikan sebanyak 2 ton setiap tahunnya.

Hal tersebut dinilai selaras dengan apa yang menjadi spirit Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam gerakkan budi daya dan pelestarian lingkungan.

“Pelestarian akan berjalan dengan catatan kita harus melarang penyetruman ikan atau pemakaian obat-obatan berbahaya dalam menangkap ikan. Karena hal tersebut dapat mematikan ekosistem yang ada di perairan. Jadi memancing itu boleh, tetapi tidak menggunakan penyetrum atau obat-obatan,” ujar Sri Purnomo.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.