Arsip Kategori: Berita

21
Feb

PAUD Percontohan dan TK Pertiwi Caturharjo Diresmikan

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun resmikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Percontohan dan Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi, Caturharjo, Sleman pada Rabu (20/2/19). Gedung yang diresmikan tersebut merupakan bantuan renovasi dari Dirjen Pembina PAUD Kemendikbud.

Peresmian PAUD Percontohan dan TK Pertiwi ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Sleman didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Camat Sleman, Kepala sekolah, dan anggota DPR Pusat Esti Wijayati.

Sri Muslimatun mengatakan bahwa bantuan tersebut membantu pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan sarana prasarana sekolah yang memadai guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan anak-anak di Sleman.

“Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Dirjen Pembina PAUD Kemendibud ini. Bantuan ini membantu Pemkab Sleman dalam memajukan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini,” jelas Muslimatun.

Menurutnya pendidikan anak usia dini perlu dilakukan bahkan sejak anak masih dalam hitungan bulan. Hingga tahun 2018, Pemkab Sleman membuktikan komitmennya dengan menyediakan sebanyak 502 TK dan 599 PAUD non formal. Jumlah tersebut terdiri dari 243 Kelompok Bermain, 78 lembaga Taman Penitipan Anak dan 278 lembaga PAUD.

“Saya menaruh harapan besar atas berdirinya PAUD Percontohan dan TK Pertiwi agar dapat menjadi rujukan, mengingat pentingnya pendidikan anak usia dini dalam membantu kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya,” kata Muslimatun.

Nurhidayati, Kepala Sekolah PAUD Percontohan dan TK Pertiwi mengatakan bahwa sekolah yang dikelolanya tersebut dikembangkan dengan menyewa Tanah Kas Desa Caturharjo seluas 3.500 meter. Bantuan Sebesar Rp 500 juta yang diberikan Dirjen Pembina PAUD Kemendikbud digunakan untuk pembangunan dua ruang kelas masing-masing berukuran 7×7 meter, pengadaan mebeler, dua kamar mandi dan satu ruang gudang ukuran 2,5×7 meter. Selain itu bantuan juga digunakan untuk melengkapi sarana prasarana sekolah seperti pompa air, listrik, pagar, tamanisasi, rehab pintu dan jendela.

“Pembangunan tersebut kami laksanakan mulai pertengahan September 2018 dan selesai pada awal bulan Desember 2018,” jelas Nurhidayati.

20
Feb

SAKIP Sleman Raih Predikat “A “

Berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola administrasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman. Hal tersebut terus didorong demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Sleman yang lebih sejahtera dan berdaya saing. Hasil kinerja tersebut salah satunya dapat dilihat dari berbagai prestasi yang mampu diraih Pemerintah Kabupaten Sleman baik di tingkat daerah maupun nasional.

Terbukti kali ini Pemerintah Kabupaten Sleman berhasil meraih prestasi terkait implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Pada hari Selasa,19 Februari 2019, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin, menyerahkan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE AKIP) tahun 2018, bertempat di Makassar. Laporan evaluasi tersebut diserahkan kepada 186 Pemerintah Daerah Wilayah III yang terdiri dari 174 Pemerintah Kabupaten/Kota dan 12 Pemerintah Provinsi yang meliputi Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut SAKIP Pemerintah Kabupaten Sleman mampu meraih nilai 81,72 atau dengan predikat A. Hanya ada 9 Kabupaten/Kota se-Indonesia yang mendapatkan predikat A, salah satunya Kabupaten Sleman. Predikat ini adalah kategori dengan interpretasi memuaskan, memimpin perubahan, berkinerja tinggi dan sangat akuntabel. Nilai ini mengalami peningkatan dibandingkan hasil penilaian tahun sebelumnya, yakni 78,02 atau dengan predikat BB.

Pemerintah Kabupaten Sleman memang terus melakukan upaya perbaikan SAKIP. Di antaranya melakukan monitoring dan evaluasi kinerja secara terus menerus, sehingga perencanaan dan pelaksanaan kinerja dapat ditingkatkan secara efektif dan efisien. Di samping itu Pemerintah Kabupaten Sleman gencar mendorong OPD untuk memanfaatkan IT secara optimal dalam melakukan pelayanan publik serta berbagai sektor pembangunan, seperti e-planning, e-budgeting, e-sakip, dll. Bukan itu saja, motivasi serta pengendalian dari pimpinan juga sangat berpengaruh terhadap kinerja di Pemerintah Kabupaten Sleman.

Bupati Kabupaten Sleman, Sri Purnomo, mengapresiasi kinerja semua pihak di Kabupaten Sleman sehingga mendapat nilai yang memuaskan. Hasil penilaian ini menurutnya bukan tujuan akhir, melainkan sebagai gambaran kinerja seluruh OPD di Kabupaten Sleman baik. Dikatakan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah. Dan dapat memberi efek dalam mensejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman”, kata Sri Prunomo.

Selanjutnya dia berharap pencapaian ini dapat dipertahankan serta ditingkatkan lagi ke depannya. Maka  dia mendorong seluruh OPD untuk lebih meningkatkan lagi kinerjanya sehingga APBD dapat dikelola secara terencana dengan baik, profesional dan tepat waktu.  “Karena di atasnya lagi masih ada predikat AA”, jelas Sri Purnomo

Sementara Menteri PANRB, Syafruddin, mengatakan bahwa penyerahan hasil evaluasi SAKIP tidak untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Namun penyerahan hasil evaluasi tersebut bertujuan sebagai catatan atau peninggalan para abdi negara dalam menciptakan perubahan kinerja. Dia juga berharap para penerima hasil evaluasi tidak cepat berpuas diri dengan hasil yang telah di dapat.

“Tidaklah berhenti dan berakhir disini, melainkan terus memperbaiki tata kelola pemerintahan yang lebih baik, dan lebih baik lagi  di tahun mendatang,” ujarnya.

Nilai hasil evaluasi tersebut merupakan akumulasi penilaian seluruh komponen manajemen kinerja di Pemerintah Kabupaten Sleman. Hasil penilaian komponen tersebut diantaranya Perencanaan Kinerja sebesar 27,49 dari bobot 30, Pengukuran Kinerja sebesar 20,98 dari bobo 25, Pelaporan Kinerja sebesar 13,06 dari bobot 15, Evaluasi Internal sebesar 8,23 dari bobot 15 dan Pencapaian Kinerja sebesar 11,97 dari bobot 20.

19
Feb

Bupati Sleman Dukung Pencanangan Zona Integritas Bebas Korupsi Kejari Sleman

Bupati Sleman, Sri Purnomo mendukung pencanangan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang dilakukan Kejaksaan Negeri Sleman, Senin (18/2/19).

Sri Purnomo mengatakan bahwa pencanangan zona integritas yang dilakukan di halaman Kantor Kejari Sleman tersebut merupakan langkah strategis untuk para pengguna layanan Kejaksaan Negeri Sleman. Kemudian Ia juga sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Kepala Kejari Kabupaten Sleman. Menurutnya, di zaman keterbukaan informasi sekarang ini,  pelayanan profesional yang diberikan tentu sangat dibutuhkan demi memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat Kabupaten Sleman.

Sementara itu Kajari Sleman, Bambang Surya Irawan menuturkan bahwa pemberantasan korupsi merupakan upaya meningkatkan kinerja. Tidak hanya demi mewujudkan reformasi birokrasi kejaksaan yang telah ditetapkan dalam membentuk institusi kejaksaan modern. Akan tetapi sudah menjadi keharusan yang utamanya adalah untuk dapat memenuhi harapan dan aspirasi masyarakat dalam penegakan supremasi hukum.

“Penerapan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani ini adalah salah satu formulasi yang tepat untuk dapat mengembalikan dan meningkatkan wibawa serta citra kejaksaan,” jelasnya

Bambang berharap dengan pencanangan zona integritas tersebut terdapat perbaikan nyata di masa yang akan datang sebagai sebuah landasan yang kokoh. “Dengan integritas yang kokoh ini terwujudnya penegak hukum yang berkeadilan dan berhati nurani sesuai dengan harapan masyarakat dapat terealisasi,” tambahnya.

Selain pencanangan zona integritas menuju WBK dan WBBM, Kejari Sleman juga melakukan penandatanganan pakta integritas. Penandatangan tersebut dilakukan oleh seluruh pegawai Kejari Sleman yang disaksikan oleh Bupati, Ketua DPRD, Wakapolres, Ketua Pengadilan, Ketua Pengadilan Agama, dan perwakilan Kodim/0732 Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.