Arsip Kategori: Berita

21
Oct

Sleman Pertahankan Juara Umum PORDA XV DIY

Sleman kembali pertahankan juara umum Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XV DIY tahun 2019. Trophy juara umum Porda XV DIY diserahkan Ketua KONI DIY, Joko Pekik Irianto kepada Bupati Sleman Sri Purnomo di halaman Balai Kota Yogyakarta, Jumat malam (18/10/19).

Dari 455 medali emas yang diperebutkan, Sleman unggul dengan raihan 140 medali emas, 122 perak, dan 157 perunggu. Pada event ini, Kabupaten Sleman mengirim 757 atlet dan 220 official dalam ajang olahraga dua tahunan ini. Jumlah tersebut terdiri dari 435 atlet putra dan 322 atlet putri. Kontingen Kabupaten Sleman pada PORDA XV mengikuti sebanyak 426 nomor.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengucap syukur dan berterimakasih atas raihan prestasi para atlit Kabupaten Sleman tersebut. Pada PORDA XVI dan Peparda III akan digelar kembali pada 2021 mendatang. Sebagai juara umum, Kabupaten Sleman akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan olahraga multi event terbesar di DIY tersebut.

“Kami siap menjadi tuan rumah dan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan prestasi ini,” tegasnya.

 


21
Oct

Festival Pelangi Budaya Merapi Berlangsung Meriah

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi tahun 2019. Event yang diselenggarakan ketujuh kalinya ini resmi dibuka oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo di Lapangan Pemda Sleman, Minggu (20/10). Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari kelompok seni, paguyuban, masyarakat, pelajar, mahasiswa dan pelaku pariwisata turut serta dalam kegiatan Pelangi Budaya Bumi Merapi tahun 2019 ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih mengatakan bahwa kegiatan Pelangi Budaya Bumi Merapi ini merupakan ajang kreativitas tampilan keberagaman seni, budaya dan pariwisata yang berada di seluruh Kabupaten Sleman. “Maksud dan tujuan penyelenggaraan kegiatan ini (Pelangi Budaya Bumi Merapi) memang ajang kreativitas keberagaman seni, budaya, dan pariwisata yang dikemas menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Kabupaten Sleman dan menjadi event tahunan unggulan yang mendukung kepariwisataan di Sleman,” kata Sudarningsih.

Dalam kegiatan yang mengusung tema Ning Nong Ning Gung ini, para peserta mengikuti pawai budaya yang dimulai dari Lapangan Tridadi menuju lapangan Pemda Sleman. Selain melakukan pawai budaya, seluruh peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan display dengan menampilkan berbagai potensi budaya dan seni.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo yang berkesempatan membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas penyelenggaraan Pelangi Budaya Bumi Merapi tahun 2019. “Pelaksanaan Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi ini merupakan salah satu  wujud nyata dari rasa cinta kita yang tinggi terhadap dunia kesenian dan kebudayaan serta upaya kita dalam pelestariannya,” kata Sri Purnomo. Menurut Sri Purnomo, kebudayaan memegang peranan penting dalam kemajuan suatu bangsa. Kebudayaan dinilai sebagai investasi untuk membangun masa depan. “Keberagaman budaya daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah dinamika perkembangan dunia,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Sri Purnomo bersama dengan sejumlah pejabat OPD Pemerintah Kabupaten Sleman berkesempatan menyaksikan secara langsung penampilan budaya dan seni dari sejumlah peserta Pelangi Budaya Bumi Merapi 2019.

18
Oct

Sleman Kembali Raih Penghargaan dalam Ajang Bhumandala Award

Sistem Informasi Kebencanaan Kabupaten Sleman berhasil meraih penghargaan dalam Bhumandala Award 2019 dengan predikat Unggulan. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro, kepada Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, di Kantor Badan Iinformasi Geospasial (BIG) Cibinong Bogor pada hari Kamis (17/10). Penghargaan ini merupakan bukti bahwa Kabupaten Sleman telah mampu secara mandiri mengembangkan sekaligus menerapkan Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial dalam tata kelola pemerintahan. Di samping itu, penghargaan ini juga wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menanggulangi risiko bencana di Kabupaten Sleman.

Sri Muslimatun mengatakan bahwa penghargaan ini besar artinya bagi Pemerintah Kabupaten Sleman mengingat banyaknya potensi bencana yang mangancam Kabupaten Sleman. Maka dengan adanya aplikasi Informasi Bencana ini pemerintah Kabupaten Sleman dapat mengambil langkah dengan cepat dan tepat ketika terjadi bencana, sehinga risiko bencana dapat diminimalisir. “Ini sesuai dengan visi misi Kabupaten Sleman yang sebagai kabupaten yang cerdas dan pintar (Smart Regency)”, jelasnya.

Sementara Kepala BPBD Sleman, Joko Supriyanto, yang juga turut hadir pada acara tersebut mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman dalam menyusun aplikasi tersebut. ia mengaku perlu aplikasi ini untuk mempermudah pihaknya memetakan serta mengambil langkah terkait mitigasi bencana di Kabupaten Sleman. “Dengan aplikasi ini masyarakat dapat melapor dengan mengirim foto kejadian bencana ke aplikasi ini. Dan apabila kita memasuki kawasan berbahaya dari puncak merapi maka HP yang dilengkapi aplikasi ini akan mengirim niotifikasi otomatis”, ungkapnya.

Bambang mengatakan bahwa negara kepulauan seperti Indonesia harus didukung dengan informasi geospasial yang baik. Hal ini menurutnya sangat penting untuk memetakan wilayah  berdasarkan karakteristiknya, sehingga dapat menjadi acuan pembangunan secara lebih tepat di masa yang akan datang. Demi terwujudnya informasi Geospasial yang baik menurutnya diperlukan partisipasi dan kerjasama dari berbagai pihak. “Selamat bagi yang berhasil meraih penghargaan. Semoga bisa menjadi pemantik tumbuhnya pemahaman terkait pemanfaatan informasi geospasial untuk kehidupan”. Penyerahan penghargaan ini bertepatan dengan Hari Informasi Geospasial ke-50 yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2019. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan 50 buku Geospasial serta penyerahan duplikasi arsip Geospasial secara simbolis kepada beberapa tamu undangan.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.