Arsip Kategori: Berita

19
May

Sleman Raih Penghargaan Anugerah Kearsipan


Pemerintah Kabupaten Sleman Kembali menoreh prestasi. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Sleman menerima penghargaan dalam Anugerah Kearsipan Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bersama Kamenterian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi ( PANRB) di Grand Ballroom Hotel Pangeran, Pekanbaru, Riau, Rabu (18/5).
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh kementerian, lembaga negara serta Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia ini, disampaikan bahwa Kabupaten Sleman mendapat penghargaan peringkat kedua Pengawasan Kearsipan Tahun 2021 dengan nilai 90.66 (Sangat Memuaskan). Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo kepada Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan kepada Pimpinan Instansi serta Kepala Daerah lainnya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo usai menerima penghargaan tersebut menyampaikan bahwa prestasi yang diraih oleh Kabupaten Sleman dinilai sebagai wujud nyata upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara. “Penghargaan ini (Anugerah Kearsipan) dapat menjadi motivasi untuk terus bersama sama, bersinergi dalam mewujudkan pengelolaan kearsipan yang handal dan akurat untuk kemajuan bangsa dan negara.” katanya.
Selain Penghargaan Nilai Terbaik Hasil Pengawasan Kearsipan, dalam kegiatan ini juga diserahkan sejumlah penghargain lainnya yaitu Simpul Jaringan Terbaik Nasional, Penghargaan Penetapan Memori Kolektif Bangsa, Penghargaan Komitmen Tinggi Unsur Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota terhadap Bidang Kearsipan dan Penyelamatan Budaya.

 


19
May

Dukung Partisipasi Perempuan Dalam Politik, Danang: Perempuan Harus Percaya Diri


Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mendukung serta mendorong partisipasi perempuan dalam politik. Terlebih menurutnya perempuan saat ini mempunyai peran yang cukup besar dalam kegiatan dan organisasi kemasyarakatan. Hal tersebut ia sampaikan dalam seminar Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Politik yang diselnggarakan oleh Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Rabu (18/5), di Puri Mataram, Sleman.
Lebih lanjut Danang menyebut bahwa dalam undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum dan UU Nomor 02 Tahun 2011 tentang Perubahan UU Nomor 02 Tahun 2008 tentang Partai Politik mengamanatkan setidaknya ada 30 persen perempuan dicalonkan dalam daftar anggota parlemen. Pada pemilu 2019 lalu, keterwakilan perempuan di Lembaga Legislatif Nasional (DPR-RI) ada sebanyak 20,8 persen atau 120 anggota legislatif perempuan dari 575 anggota DPR RI. Sedangakan di Kabupaten Sleman pada Pileg tahun 2019 ada sebesar 28 persen atau 14 orang. Jumlah tersebut menurutnya mengalami peningkatan dibandingkan pada pemilu 2014, yakni 13 orang. “Maka melalui kegiatan ini di harapkan perempuan lebih percaya diri dan yakin untuk berkiprah dalam politik,” ujarnya.
Sekertaris Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Indra Darmawan, S.Sos., M.Sc., mengatakan  kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diadakan sebanyak empat kali dalam satu tahun sejak 2018 lalu. Kegiatan seminar Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Politik kali ini diikuti oleh perwakilan dari 16 partai politik. Dikatakan bahwa kegiatan ini telah memberikan dampak positif bagi partisipasi perempuan dalam perpolitikan di Kabupaten Sleman. “Seperti contohnya Bupati kita juga perempuan kan. Itu contoh yang paling signifikan,” kata Indra.Lebih lanjut ia menjelaskan kegiatan seperti ini akan terus diadakan guna memberikan edukasi dan motivasi dalam partisipasi politik, khususnya untuk perempuan. Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan bahwa kedepannya juga akan mengadakan kegiatan serupa untuk kalangan umum di luar anggota partai politik.

 


18
May

Tanggapi Kesulitan Warga, Pemda Sosialisasikan Edaran Pembelian Bio Solar Bagi Petani dan UMKM


Wakil Bupati Sleman sosialisasikan Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 542/00124 tertanggal 28 April 2022 tentang pembelian BBM jenis bio solar bagi petani dan UMKM di Ruang Sembada, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (17/5).
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh sejumlah OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, Hiswana Migas Yogyakarta,  Perwakilan SPBU Kabupaten Sleman dan UPTD BP4 wilayah I sampai VIII.
Dalam sosialisasi tersebut, Danang menyampaikan awal mula pentingnya Surat Edaran tersebut berangkat dari seringnya mendapatkan keluhan dari petani terkait sulitnya pembelian BBM jenis bio solar di SPBU menggunakan jerigen.
“Banyak sekali masukan dan keluhan dari petani selama saya mendampingi petani dan UMKM di Sleman, makanya sangat penting Surat Edaran ini untuk membantu mereka dan mohon untuk menjadi perhatian kita semua,” ucap Danang.
Dalam sosialisasi tersebut, Danang menjelaskan Surat Edaran ini berlandaskan pada Peraturan Presiden No.191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakan Minyak (BBM) sebagaimana dirubah dengan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2021.
Selanjutnya Danang memberikan arahan kepada dinas terkait untuk mempermudah memberikan surat rekomendasi kepada para petani dan UMKM sesuai dengan tugas dan fungsinya. “Kita harus membantu para petani dan UMKM kita jangan sampai mempersulit mereka karena merekalah adalah penyanggah ketahanan pangan kita dan agar nantinya mereka dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dimasa pemulihan ekonomi paska pandemi covid-19,” ujar Danang.
Sementara itu perwakilan PT Pertamina Cabang Yogyakarta William Handoko Gotama sekalu Sales Branch Manajer menyampaikan dengan adanya Surat Edaran ini tentu sangat membantu dalam pendistribusian BBM jenis solar kepada masyarakat. “Sebelumnya mungkin kita masih simpang siur terkait surat rekomendasi, kita berterimakasih dengan adanya Surat Edaran ini akhirnya kita bisa mengetahui kejelasan surat rekomendasi dari dinas terkait,” ucapnya.
William juga memastikan akan menjalankan Surat Edaran ini disetiap SPBU yang ada di Kabupaten Sleman.

 


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.