Arsip Kategori: Berita

20
Sep

Wasbang Goes To School Tingkatkan Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme

Dalam rangka meningkatkan kesadaran pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman selenggarakan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Goes To School di SMP Negeri 2 Sleman, Kamis (20/9/18).

Kepala Kesbangpol Kabupaten Sleman, Heri Dwi Kuryanto mengatakan bahwa acara yang diikuti oleh 200 pelajar kelas IX tersebut juga dilaksanakan dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Pendidikan bukan hanya hal-hal yang sifatnya pengetahuan yang ada dikurikulum, namun kami ingin memberikan sentuhan lain. Sentuhan tersebut kami sesuaikan program kami yaitu menciptakan generasi sadar akan wawasan kebangsaan dengan edukasi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Heri.

Heri juga menyampaikan melalui kegiatan ini pihaknya ingin bersama-sama sekolah mendampingi dan membekali para siswa dalam perjalanan meniti karir mencapai cita-cita. Untuk mencapainya siswa harus memiliki kualitas tidak hanya akademik saja, namun juga perlu dibekali budi pekerti yang luhur. “Budi pekerti yang luhur jadi bekal diri untuk menangkal pengaruh luar yang tidak sesuai dengan budaya lokal kita,” ucap Heri.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sleman, Ahmad Nur Triatmo mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesbangpol  Kabupaten Sleman tersebut. Menurutnya dipilihnya SMP N 2 Sleman menjadi kesempatan yang luar biasa bagi pihak sekolah karena sangat mengesan dan terkait dengan visi sekolah yaitu berkualitas nasional, berbasis budi pekerti luhur, dan menjadi contoh sekolah lain.

Dirinya berharap melalui kegiatan yang bertema ‘Menciptakan Generasi Sadar Akan Wawasan Kebangsaan dengan Edukasi Untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa’ tersebut, para siswa bisa belajar banyak mengenai wawasan kebangsaan untuk meningkatkan rasa nasionalisme.

Acara Wasbang Goes To School menghadirkan narasumber Dr. Guntur, M.Pd (Kaprodi Pendidikan Olahraga UNY) dengan materi ‘Upaya pengembangan bakat olahraga generasi muda untuk kepentingan bangsa dan negara’, M. Farid A. Siregar, S.Kom, (SMYLE Consulting) dengan materi ‘Membangun karakter pelajar yang berwawasan kebangsaan’, dan Dr. Hery Santoso (Pusat Studi Pancasila UGM) dengan materi ‘Penguatan dan aktualisasi Pancasila dalam konteks generasi muda masa kini’.

Para pelajar sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, terlebih dipenghujung acara pihak penyelenggara juga menghadirkan penyanyi grup Hip Hop Dangdut NDX A.K.A Yonanda Frisna Damara yang memberikan materi ‘Pembudayaan wawasan kebangsaan melalui seni’ dan ditutup dengan pentas musik.

Acara Wasbang Goes To School selanjutnya akan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kalasan pada hari Senin 24 September 2018.

ReplyReply allForward
19
Sep

Dukung Germas, Dispora Sleman dan Kemenpora Gelar Tes Kebugaran

Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta selenggarakan kegiatan Tes Pengukuran Sport Development Index (SDI) di Stadion Tridadi Sleman, Rabu pagi (19/9/18).

Kepala Dispora Kabupaten Sleman, Agung Armawanta menjelaskan bahwa kegiatan dalam tes kebugaran tersebut melibatkan 100 orang warga Sleman dari berbagai elemen dan profesi (non atlit) seperti anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. “Tes dilakukan dengan lari multi tahap berjarak 20 meter untuk sampel mengukur kebugaran warga Sleman,” kata Agung.

Agung berharap melalui tes ini dapat terukur index kebugaran warga Sleman serta mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kabupaten Sleman. “Hasil tes ini akan menjadi parameter bagaimana pembinaan olahraga bisa dibangun dan terukur di wilayah Kabupaten Sleman,” tambahnya.

Aris Nugroho selaku tim teknis Kemenpora dari UNS Surakarta menjelaskan bahwa SDI adalah salah satu metode untuk mengukur atau menilai tingkat kemajuan pembangunan olahraga di suatu daerah bahkan negara. Ada empat indicator, yaitu tersedianya ruang publik untuk berolahraga, partisipasi masyarakat dalam berolahraga, SDM yang ada dalam bidang olahraga seperti pelatih, guru olah raga maupun instruktur, serta yang keempat adalah tingkat kebugaraan masyarakat.

Menurutnya, tes kebugaran tidak hanya tes kardiovaskular saja namun ada tes kekuatan, daya tahan kekuatan, kelentukan, fleksibility. “Untuk memudahkan kita ambil tes daya tahan kekuatan otot. Dominasi tingkat kebugaran adalah daya tahan kekuatan otot karena ada kekuatan otot tungkai, otot jantung, dan otot paru-paru. Ini bisa menggambarkan seberapa besar kebugaran,” jelasnya.

Sementara itu Bambang Pamungkas dari Bidang Pengembangan Sanggar Kemenpora RI mengatakan bahwa kegiatan Tes Pengukuran SDI dilakukan di 34 kabupaten kota yang mewakili 34 provinsi seluruh Indonesia. Dari hasil data tes yang telah diolah, akan menjadi bahan evaluasi seandainya ada kekurangan. “Jika hasilnya kurang,  akan ada tim yang datang untuk meninjau apakah karena kurangnya sarana prasarana atau program kegiatannya,” kata Bambang.

Bambang berharap melalui tes ini kebugaran masyarakat Kabupaten Sleman dapat terangkat. “Kita coba berusaha agar program –program Kemenpora bisa masuk di Kabupaten Sleman. Saat ini sudah ada dua program yang masuk, yaitu Gala Desa dan kami sudah berbicara dengan dinas kalau bisa diadakan olahraga tantangan, wisata, dan ekstrim,” jelasnya.

19
Sep

29 Karyawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman Menerbitkan Buku

Dalam rangka meningkatkan minat baca di Kabupaten Sleman, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menerbitkan buku yang bertajuk “Merajut Kebersamaan Menjadi Kekuatan”. Buku tersebut diterbitkan pada acara Gemilang Perpustakaan, Selasa (18/9), di P4TK Kesenian Yogyakarta. Hadir pula pada acara tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Sumadi, SH. MH. Dia mengaku bangga dan mengapresiasi atas diterbitkannya buku tersebut. Menurutnya buku tersebut merupakan wujud komitmen Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman dalam mengembangkan budaya literasi di Kabupaten Sleman. “Semangat literasi untuk membaca kemudian menulis semoga tidak hanya dilingkungan birokrasi saja,  namun hal tersebut dapat diikuti oleh masyarakat luas. Saya berharap kedepannya 80 % penduduk Sleman terbiasa mengunjungi perpus di Kabupaten Sleman”, tambahnya.

Sementara itu, Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman melalui launching buku yang ditulis oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, ia berharap hal tersebut dapat menjadi contoh kepada masyakarat untuk menumbuhkan minat baca yang dilanjutkan menulis. Melalui buku yang ini Ayu ingin menyampaikan pesan akan pentingnya menyatukan kekuatan untuk mencapai tujuan. Dalam hal tersebut ia menggambarkan penyatuan Dinas Kearsipan dan Dinas Perpustakaan yang dulunya berbeda institusi, sekarang menjadi satu institusi.

Lebih lanjut Ayu menjelaskan bahwa buku tersebut adalah hasil tulisan dari pegawai struktural dan fungsional Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Ada sebanyak 29 penulis yang terlibat dalam penyusunan buku tersebut. Terbitnya buku ini berkat arahan dan bimbingan dari Wartawan Utama Dewan Pers, Y.B. Margantoro. “Menyatukan dua kantor secara fisik memang mudah, tapi tidak dengan penghuninya. Menyatukan staf dari dua kantor berbeda memiliki seni tersendiri dan perlu proses serta motivasi dan komitmen yang tinggi,” kata Ayu.

Acara Gemilang Perpustakaan ini diadakan dalam rangka menyambut Hari Kunjung Perpustakaan Nasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan niat baca dan memberikan apresiasi kepada para penggiat literasi di Kabupaten Sleman. Acara tersebut diawali dengan Talkshow Gerakan Literasi menuju Smart Regency yang menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Drs. Widiyanto, M.Si (Perpustakaan Nasional RI), Dra Monika Nur L., MM. (Kepala BPAD DIY), Dra. Irene Nusanti, MA., (P4TK Kesenian Yogyakarta).Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sebanyak 44 penghargaan kejuaraan/lomba yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Acara kemudian diakhiri dengan softlaunching Sleman One Search, yaitu aplikasi katalog perpustakaan yang dapat diakses bersama. Ada 8 desa yang menandatangani MoU terkait softlauncing aplikasi tersebut.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.