Arsip Kategori: Berita

13
Nov

Tim Mabes TNI Meninjau TMMD Sleman

Wakil Bupati Sleman menerima kunjungan Tim Pengawas dan Evaluasi dari Mabes TNI bertempat di Rumah Makan Kandang Ingkung, Desa Balecatur, Gamping, Sleman, pada Senin (12/11/2018). Kunjungan tersebut bertujuan meninjau program TMMD Reguler Ke 103 Tahun 2018 Kodim 0732/Sleman yang bertempat di wilayah Desa Balecatur Kecamatan Gamping, Sleman.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyampaikan apresiasinya atas program TMMD yang sangat membantu pemerintah dalam memajukan pembangunan di wilayah Kabupaten Sleman. Salah satunya dengan pembangunan talud yang sudah dibangun yang dapat dimanfaatkan bagi para pejalan kaki. Selain itu, melalui sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan kesehatan warga Sleman mengingat Sleman akan mendapatkan bonus demografi ditahun 2020.

Sementara itu Birgjen TNI Syarifudin Harahaf selaku Tim Pengawas Evaluasi dari Mabes TNI sangat berterimakasih atas semua pihak yang mendukung terlaksananya program tersebut. Selanjutnya ia juga memberikan terima kasih kepada media online maupun cetak karena telah berperan aktif memberikan informasi yang positif kepada masyarakat terkait pembangunan TMMD.

Kedepannya ia berharap program tersebut tidak hanya dilakukan TNI dan pemerintah akan tetapi juga melibatkan kepolisian. Menurutnya, program ini sangat strategis karena melibatkan beberapa semua komponen masyarakat, hal tersebut merupakan cikal bakal terbentuknya persatuan guna mempertahankan NKRI.

Kodim Wilayah Sleman, Letkol Infanteri Diantoro, menyebutkan program TMMD kali ini menyasar pada pembangunan fisik dan non-fisik bagi warga desa. “Sasaran fisiknya adalah pembuatan talut, rehab mesjid, corblok, pembuatan Poskamling, dan pembangunan 7 rumah tinggal layak huni,” ujar Diyantoro dalam laporannya. Sasaran non-fisik meliputi sosialisasi kewirausahaan, sosiaisasi kanker servik, sosialisasi peran kominfo, sosialisasi pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), sosialisasi wisata lokal, sosialisasi mitigasi bencana dan sosialisasi pengelolaan sampah.

12
Nov

Peringatan Hari Pahlawan, Bupati Ajak Pemuda Peka Terhadap Permasalahan Sosial

Peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara namun harus sarat makna. Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Sleman, Sri Purnomo pada Peringatan Hari Pahlawan Ke-73 Tahun 2018 di Lapangan Pemda Sleman, Sabtu (10/11/18). “Peringatan Hari Pahlawan bukan hanya sebagai prosesi namun substansi. Setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Agus.

Menurutnya hal tersebut penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. “Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia,” tutur Agus. Agus menambahkan bahwa Hari Pahlawan Ke-73 Tahun 2018 yang bertemakan “Semangat Pahlawan Di Dadaku” mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan, oleh karenanya siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga Negara Indonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabadikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan Negara.

Dalam mengimplementasikan semangat kepahlawanan di era sekarang menurutnya negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan sosial sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial, memberikan pelayanan sosial bagi mereka yang membutuhkan pertolongan sosial. “Negeri ini juga membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan Negara lain khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industri,” tambah Agus.

Dalam Peringatan Hari Pahlawan Ke-73 2018, selain melakukan upacara yang diikuti ASN, TNI/Polri, dan siswa-siswi sekolah, para pejabat juga melakukan Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Dr. Wahidin Soedirohusono, Sendangadi, Mlati, Sleman. Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. Acara kemudian diakhiri dengan prosesi tabur bunga di komplek pemakaman.

9
Nov

Bupati Pantau Pelaksanaan Tes CPNS

Bupati Sleman pantau pelaksanaan hari kedua ujian Computer Assisted Tes (CAT) Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kabupaten Sleman di Gedung Graha Wana Bhakti Yasa, Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (9/11/18). Dalam pantauan tersebut Bupati didampingi Plt Kepala BKPP, Suyono, Asekda Bidang Administrasi Umum, Arif Haryono, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten SLeman, Sri Wantini.

Sri Purnomo mengatakan berdasarkan dari pantauannya, pelaksanaan tes pada hari kedua tersebut berjalan lancar. Menurutnya para peserta mengikuti tes sesuai ketentuan yang berlaku dan sarana prasarana sudah dipersiapkan dengan baik oleh panitia. “Saya berharap dengan sistem CAT ini bisa terseleksi CPNS yang terbaik sehingga dapat mendukung performa pemerintah daerah semakin lebih baik lagi,” kata Sri Purnomo.

Menyikapi kelulusan peserta di DIY-Jateng yang rata-rata baru sekitar 7-8 %, Sri Purnomo mengatakan bahwa Pemkab Sleman mengikuti kebijakan passing grade SKD yang diberlakukan pemerintah pusat. Menurutnya passing grade dengan skor total minimal 298, dengan perincian minimal skor di setiap tes yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75, Tes Intelegensia Umum (TIU) 80 dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 143 cukup memberatkan peserta.

“Ya monggo inikan penyelenggara pemerintah pusat, pemerintah daerah hanya melaksanakan. Kalau memang menggunakan passing grade yang telah ditentukan tapi kenyataan banyak yang belum masuk artinya kalau ini dipertahankan maka akan banyak formasi yang tidak terisi,” kata Sri Purnomo.

Sementara itu Plt. Kepala BKPP Kabupaten Sleman, Suyono menjelaskan bahwa pada pelaksanaan tes pada hari pertama peserta yang terdata yaitu 1663 orang, namun 30 peserta tidak hadir. “Dari total peserta hari pertama yang mengikuti tes baru sekitar 6% yang lolos passing grade,” kata Suyono.

Lebih lanjut Suyono mengatakan bahwa peserta lolos administrasi dan mengikuti SKD di Kabupaten Sleman sebanyak 5261 orang terdiri dari 1 pelamar tenaga honorer, 68 pelamar lulusan terbaik dan 5192 pelamar umum. “Tes dilaksanakan selama tiga hari yaitu 8-10 November 2018 di Gedung Graha Wana Bhakti Yasa. Hari pertama dan kedua empat sesi dan hari terakhir lima sesi,” tambahnya.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.