Arsip Kategori: Berita

14
Dec

SMP 1 Seyegan Dicanangkan Menjadi Sekolah Sehat Jiwa

SMP Negeri 1 Seyegan dicanangkan sebagai Sekolah Sehat Jiwa. Pencanangan dilakukan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun Rabu (12/12) bertempat di Aula SMP Negeri 1 Seyegan.

Dalam sambutannya, Sri Muslimatun mengatakan bahwa kegiatan pencanangan ini sebagai upaya mewujudkan peningkatan kesehatan jiwa masyarakat sejak dini. Terlebih tingkat emosi dan perilaku anak usia sekolah, terutama pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)  perlu mendapat perhatian ekstra.

“Pencanangan Sekolah Sehat Jiwa ini merupakan langkah awal dalam mengurangi gangguan kesehatan jiwa pada masyarakat, khususnya pada anak usia sekolah di Kabupaten Sleman,” kata Muslimatun.

Berkenaan dengan hal tersebut, menurut Muslimatun sekolah memegang peran penting dalam meningkatkan kesehatan jiwa yang berdampak pada kesehatan mental masyarakat. Namun pada kenyataannya, peran sekolah masih sangat terbatas. Hal ini disebabkan kurikulum yang diberlakukan hanya fokus pada ranah akademik.

“Sedangkan fokus untuk pemberdayaan anak agar dapat berfungsi secara baik dalam hubungan sosial belum terumuskan secara optimal,”ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan bahwa dari hasil sampling yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terhadap 390 orang siswa usia Sekolah Menengah Pertama/sederajat menunjukkan bahwa 24,62 % atau 96 orang siswa memiliki masalah psikososial. “Hal tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan selanjutnya untuk mengetahui permasalahan psikososial apa yang dialami siswa, agar tepat penanganannya,” jelas Joko.

Menurutnya, pengembangan kesehatan jiwa di sekolah tidak berbeda dengan pelaksanaan kesehatan lainnya yang telah dikembangkan di sekolah melalui Trias UKS pada program UKS. Usaha yang diberikan pada pengembangan kesehatan jiwa berupa bimbingan, pelatihan keterampilan sosial dan tuntunan kepada peserta didik tentang kesehatan jiwa.

“Pendidikan kesehatan jiwa meliputi perkembangan fisik dan jiwa sesuai kelompok usia peserta didik, permasalahan yang dihadapi dan keterampilan sosial dalam meningkatkan ketahanan mental agar kepribadian peserta didik dapat tumbuh dengan baik,” tutur Joko.

Joko menambahkan bahwa Sekolah Sehat Jiwa sebelumnya sudah pernah dicanangkan pada tahun 2017 di SMPN 2 Kalasan. “Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader kesehatan sekolah yang telah mendapat pembekalan secara optimal dan berkelanjutan, sehingga tahu dan mampu melaksanakan kegiatan Sekolah Sehat Jiwa di wilayah sekolah masing-masing,” tambah Joko.

11
Dec

Penghujung 2018, Sleman Borong Lima Penghargaan Nasioal

Dipenghujung tahun 2018 ini, Pemerintah Kabupaten Sleman terus menorehkan prestasi. Tidak tanggung-tanggung, Senin (10/12/18) di Jakarta, Sleman sabet tiga penghargaan berbeda. Penghargaan tersebut yaitu Kabupaten Sleman memperoleh Predikat Kepatuhan Tinggi dalam Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik yang diadakan oleh Ombudsman RI. Selain itu Sleman meraih Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai anggota  Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH)  terbaik kedua yang diadakan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI.

Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Ombudsman RI dilakukan terhadap produk pelayanan administrasi di Pemkab Sleman. Dari 56 produk layanan administrasi yang ada di Sleman diperoleh nilai 83,99 dan masuk Zona Hijau dengan Predikat Kepatuhan Tinggi. Predikat Kepatuhan Tinggi tersebut diperoleh dari rentang nilai 81-100. Untuk Predikat Kepatuhan Sedang atau Zona Kuning diperoleh dari rentang nilai 51-80 dan Predikat Kepatuhan Rendah atau Zona Merah diperoleh dari rentang nilai 0-50.

Sementara itu  Penghargaan Anugerah Peduli HAM ini diperoleh karena Kabupaten Sleman dinilai memiliki kesadaran dan komitmen dalam menghormati, melindungi, memajukan, menegakkan dan memenuhi Hak Asasi Manusia terhadap masyarakat di Sleman. Menurut Permenkumham nomor 34 Tahun 2016 penilaian didasarkan terhadap 7 kriteria, diantaranya hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak atas perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas perumahan yang layak, hak atas pekerjaan, serta hak atas lingkungan yang berkelanjutan. Pemberian penghargaan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari HAM se-Dunia yang ke-70.

Sedangkan penghargaan JDIH diberikan berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2012 tentang JDIHN dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 2 Tahun 2013 tentang Standarisasi Pengelolaan Teknis Dokumentasi dan Informasi Hukum, yang dilakukan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional BPHN tentang Pemberian Penghargaan bagi Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. Penghargaan ini diberikan kepada 12 (dua belas) Anggota JDIH Terbaik untuk kategori Instansi Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota.

Tidak berhenti disitu, pada hari berikutnya, Selasa (11/12/18), di Hotel Bidakara Grand Pancoran Jakarta Selatan, Sleman kembali meraih dua penghargaan dalam Bhumandala Award Tahun 2018 yang diselenggarakan Badan Informasi Geospasial (BIG). Adapun kedua penghargaan yang diraih Pemerintah Kabupaten Sleman dalam Bhumandala Award kali ini yaitu Simpul Jaringan terbaik tingkat Kabupaten/Kota dengan peringkat Bhumandala Kanaka dan Bhumandala Kencana Geoportal Terbaik Tahun 2018 tingkat Kabupaten/Kota.

Bupati Sleman, Sri Purnomo yang hadir sekaligus menerima langsung kelima penghargaan tersebut menyampaikan rasa syukurnya atas apresiasi yang diberikan Pemerintah Pusat kepada kinerja Pemerintah Kabupaten Sleman.  Menurutnya pencapaian ini merupakan kerja keras Pemkab Sleman yang didukung seluruh stakeholder dan masyarakat.

“Dengan adanya penghargaan tersebut, diharapkan mampu untuk semakin memotivasi kinerja Pemerintah Kabupaten Sleman agar terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tuturnya selepas menerima Penghargaan Bhumandala.

The Events Calendar

10
Dec

Sleman Raih Penghargaan TOP IT on Smart City Application 2018

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman tidak berhenti menoreh prestasi dalam pelaksanaan Pemerintahannya. Dalam kurun waktu satu tahun, berbagai penghargaan mampu diraih Pemkab Sleman. Kali ini, Pemkab Sleman meraih penghargaan sebagai TOP IT on Smart City Application 2018 yang diberikan oleh Staf Ahli Bidang Hukum Kominfo bersama Pemimpin Redaksi majalah It Works, M. Lutfi Handayani di Golden Ballroom – The Sultan Hotel Jakarta, Kamis, (6/12/2018).

Penghargaan tersebut diberikan dalam penyelenggaraan penghargaan IT & TELCO terbesar dan paling kredibel di Indonesia yang diselenggarakan oleh Majalah It Works yang bekerjasama dengan beberapa asosiasi IT TELCO dan Konsultan IT Independen. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui beberapa tahapan dalam penilaian penghargaan tersebut. Penilaian ini menyasar kepada implementasi dan pemanfaatan IT TELCO dalam pelaksanaan Pemerintahannya.

“Ada 3 metode penilaianya, pertama adalah kuisioner dan wawancara penjurian Penjurian untuk menilai keberhasilan implementasi dan pemanfaatan solusi TI TELCOnya. Kedua, uesioner dan riset tentang Rekomendasi User IT TELCO untuk penilaian kategori Business Solution, dan ketiga adalah Market Research di enam kota besar yaitu Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Medan, Makasar, dan Balikpapan, mendapatkan index penilaian customer/ masyarakat terhadap produk-produk IT TELCO.” Papar Pemimpin Redaksi majalah It Works, M. Lutfi Handayani.

Lebih lanjut, Lutfi menjelaskan bahwa kegiatan TOP IT & TELCO ini diikuti oleh 200 perusahaan dan instansi terbaik yang direkomendasikan oleh para pakar IT TELCO, lalu terpilih 150 perusahaan finalis. Salah satu finalis tersebut merupakan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang hadir sekaligus menerima langsung penghargaan tersebut  menyampaikan rasa syukur dengan diterimanya penghargaan ini krn sesuai dengan visi misi sleman  Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan Terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency (kabupaten cerdas) pada tahun 2021.

“Dengan diterimanya penghargaan ini akan menjadi pendorong yang kuat dan menambah semangat dari skpd di kabupaten sleman untuk terus meningkatkan pelayanan dengan menggunakan IT,” kata Sri Muslimatun.

Dalam event yang diselenggarakan ke 5 kalinya ini juga dilakukan forum group discusion untuk mengetahui permasalahan yg muncul sekaligus mencari solusi pemecahannya. Peserta juga melakukan presentasi dan mengikuti presentasi peserta lainya sehingga sekaligus dapat belajar dari peserta yang lain untuk dapat meningkatkan kualitas aplikasi dilingkungan kerja masing – masing.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.