Arsip Kategori: Berita

30
Sep

PEMKAB SLEMAN BERIKAN BANSOS BAGI PENYANDANG CACAT BERAT

Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan Bantuan Sosial (Bansos) bagi penyandang cacat berat berupa uang jaminan sosial, Selasa (29/9), bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Bansos ini merupakan amanat dari Peraturan Bupati Sleman dan ditindaklanjuti dengan terbitnya Keputusan Bupati tentang penerimaan bantuan sosial berupa uang jaminan sosial bagi penyandang cacat berat pada Dinas Sosial Tahun Anggaran 2020.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyerahkan Bansos tersebut secara simbolis kepada perwakilan penerima, didampingi oleh Dirut Bank Sleman, Muhammad Sigit.

Ditemui usai acara, Sri Purnomo berharap Bansos ini dapat membantu para penyandang cacat berat dalam memenuhi dan meringankan kebutuhan sehari-harinya. Selain itu, lanjutnya, bantuan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan tekad bagi anak-anak penyandang cacat berat untuk menatap masa depannya.

“Bantuan ini diberikan dalam bentuk buku tabungan “TABUNGANKU” dari  Bank Sleman, agar dapat dipakai seperlunya saja. Tentunya dengan memiliki buku tabungan ini, selain untuk menabung, juga akan mendapatkan undian khusus dari Bank Sleman”, ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono, menjelaskan bahwa  penerima Bansos ini ada sebanyak 110 orang. Menurutnya Bansos ini diberikan selaman 1 tahun, dengan jumlah bantuan setiap bulan sebesar Rp. 300.000,-. Ia juga menyebutkan bantuan ini akan diberikan dalam dua tahap.

“Untuk tahap satu ini baru diterimakan untuk 8 bulan (Januari s.d. Agustus 2020) sebesar Rp. 2.400.000,- dan untuk 4 bulan (September s.d. Desember ) akan disampaikan pada periode kedua”, jelasnya.

Lebih lanjut Eko menyampaikan bahwa pada Anggaran Perubahan Tahun 2020 juga akan diberikan Bansos kepada 115 orang yang berbeda. Namun masing-masing penerima bantuan tersebut hanya akan mendapatkan bantuan selama 4 bulan ( September s.d. Desember ), atau sebesar Rp. 1.200.000,-.

“Total keseluruhan bansos yang diberikan adalah Rp. 534.000.000,-”, ungkap Eko.

30
Sep

BUPATI SLEMAN KUKUHKAN SATGAS PENDATAAN DAN PENANGANAN ANAK USIA SEKOLAH YANG PUTUS SEKOLAH DAN TIDAK SEKOLAH

Sleman – Bupati Sleman , Sri Purnomo mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) pendataan dan penanganan anak usia sekolah yang putus sekolah dan tidak sekolah. Pengukuhan ditandai dengan penyematan pin satgas oleh Bupati Sleman kepada 10 perwakilan satgas di Arjuna Hall Hotel Prima SR, Selasa (29/9).

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa dibentuk dan dikukuhkannya Satgas tersebut bertujuan untuk menurunkan kemiskinan di Kabupaten Sleman melalui peningkatan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.

Lebih lanjut, Sri Purnomo menjelaskan tingkat pendidikan penduduk Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun cenderung semakin baik. Hal tersebut dapat dilihat melalui capaian sasaran indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yaitu Angka Partisipasi Kasar (APK) maupun Angka Partisipasi Murni (APM) jenjang PAUD, SD maupun SMP, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, nilai rata-rata ujian SD, nilai rata-rata ujian SMP.

“Rata-rata lama sekolah pada tahun 2019 sebesar 10,66 tahun naik 0,01 tahun dibandingkan pada tahun 2018 yaitu 10,65 tahun. Capaian rata-rata lama sekolah ini lebih baik dibandingkan rata-rata lama sekolah Provinsi DIY sebesar 9,32 tahun. sehingga dapat disimpulkan tingkat pendidikan penduduk Kabupaten Sleman semakin baik.” Jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Ery Widaryana dalam kesempatan tersebut menuturkan bahwa dalam mewujudkan apa yang menjadi tujuan dari dibentuknya Satgas pendataan dan penanganan anak usia sekolah yang putus sekolah dan tidak sekolah ini, akan dilakukan koordinasi dan bersama dengan sejumlah OPD yang terkait dengan pendataan dan penanganan anak usia sekolah yang putus sekolah dan tidak sekolah.

OPD yang turut serta dalam satgas tersebut meliputi Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Dinas Kesehatan Sleman, DP3AP2KB Sleman, Disnaker Sleman, Balai Pemasyarakatan DIY, Bappeda Sleman, BKAD Sleman, dan sejumlah OPD lainnya.

Lebih lanjut, Ery juga menuturkan bahwa pendataan bagi anak usia sekolah ini juga mulai dilakukan pada bulan Oktober sampai November tahun 2019. Ery menyebut data yang telah dihimpun ini dilakukan pencermatan dan dilakukan validasi data sehingga dipilah kembali dan akan ditindaklanjuti oleh Satgas pendataan dan penanganan anak usia sekolah yang putus sekolah dan tidak sekolah yang telah dikukuhkan.

25
Sep

GELAR YATIM CERIA #3, BAZNAS SLEMAN SANTUNI 500 ANAK YATIM/PIATU

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyerahkan santunan kepada anak yatim/piatu tahap II, Jumat (25/9). Kegiatan yang bertajuk Yatim Ceria #3 ini digelar di pendopo kantor Kapanewon Ngemplak.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Panewu Ngemplak, Dra. Siti Wahyu Purwaningsih, menyambut gembira dengan adanya kegiatan santunan kepada anak yatim ini. Menurutnya agenda rutin BAZNAS Kabupaten Sleman ini merupakan wujud tanggung jawab pemerintah untuk turut serta mensejahterakan masyarakat, khususnya anak yatim.

“Anak Yatim Piatu adalah bagian dari generasi muda yang nantinya akan melanjutkan kiprah pembangunan Sleman mendatang. Maka ini wujud upaya Pemkab Sleman mewujudkan sumber daya manusia yang lebih sejahtera dan kualitas”, ungkapnya.

Sementara Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kriswanto, menyebutkan santunan ini menyasar anak yatim sebanyak 500 anak, dengan total bantuan 265 juta rupiah. 500 anak yatim yang mendapat santunan tersebut, lanjutnya, tersebar di 17 kapanewon, dengan jumlah rata-rata 25 anak di setiap kapanewon. Bantuan yang diberikan kepada masing-masing anak yakni berupa uang santunan sebesar Rp 300.000,00, tas sekolah, aneka makanan bergizi dan hygiene kit.

“Program Yatim Ceria ini merupakan kegitan rutin untuk membahagiakan anak yatim, piatu dan dhuafa. Yatim Ceria ini sudah tahun ke-3 kita laksanakan sejak tahun 2018 lalu”, ujarnya.

Sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Sleman pada tanggal 29 Agustus 2020 yang lalu juga telah menyerahkan bantuan serupa untuk tahap pertama. Dalam tahap I tersebut, BAZNAS Sleman menyantuni 50 anak yatim dan dhuafa di Panti Asuhan Yatim Piatu & Dhuafa Al-Barokah Serut, Madurejo, Prambanan dan 29 anak yatim dan dhuafa di Panti Asuhan Muhammadiyah Seyegan. Dalam kegiatan ini BAZNAS Kabupaten Sleman memberikan santunan dan sembako berupa beras, minyak, telur, gula, biskuit dan susu. Diharapkan dalam masa pandemi seperti ini anak yatim dan dhuafa mendapatkan asupan gizi yang baik.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.