Arsip Kategori: Berita

22
Apr

Lestarikan Budaya, Sleman Gelar Festival Byar Sumunar

Sebagai upaya memperkenalkan kembali budaya yang ada di Indonesia khususnya Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesbudayaan Sleman selenggarakan kegiatan Byar Sumunar tahun 2019. Penyelenggaraan kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo di Parkir utara Lapangan Denggung pada hari Sabtu, (20/4). Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan Byar Sumunar tahun 2019 dibagi menjadi tiga kategori yaitu, Festival Seni Dolanan Anak, Gelar Budaya Jogja, dan Revitalisasi Gedung Pentas Seni. Lebih lanjut, Aji Wulantara juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan Byar Sumunar Kabupaten Sleman tahun 2019 ini merupakan upaya Pemerintah kabupaten Sleman memperkenalkan budaya serta mewujudkan masyarakat sleman yang berbudaya. “Kegiatan ini bermaksud bahwa puncak-puncak seni budaya di Kabupaten Sleman semakin bercahaya sekaligus juga sebagai implementasi visi Pemerintah Kabupaten Sleman yang salah satunya mewujudkan masyarakat sleman yang berbudaya,” jelasnya.

Selain itu, Aji Wulantara menuturkan bagaimana kondisi seni budaya yang ada di masyarakat khususnya Sleman. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini tidak bisa dipungkiri mengubah gaya hidup masyarakat terlebih anak-anak. Tidak sedikit yang mulai melupakan seni budaya tradisional yang memiliki nilai-nilai penting. Maka dari itu, dirinya menyebut melalui kegiatan Byar Sumunar tahun 2019 Pemkab Sleman ingin memperkenalkan kembali seni budaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seperti interaksi sosial, kekeluargaan dan lainnya.

Dalam kegiatan pembukaan tersebut, digelar juga festival dolanan anak yang diikuti oleh kontingen dari masing-masing kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman. Setiap kontingen tersebut terdiri dari 6 sampai 8 anak siswa Sekolah Dasar yang menampilkan seni dolanan anak.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan Byar Sumunar tahun 2019 oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. Menurut Sri Purnomo Byar Sumunar mengandung makna bahwa kebudayaan dapat memberikan cahaya bagi aspek kehidupan masyarakat di Kabupaten Sleman. Sri Purnomo menilai penyelenggaraan kegiatan Byar Sumunar bisa menjadi salah satu cara melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya di Sleman.

“Pentingnya seni dan budaya dalam kehidupan masyarakat seringkali dilupakan. Padahal seni dianggap sebagai sarana yang penting bagi prestasi kehidupan. Seni memliki daya magis dan harus dimanfaatkan untuk menciptakan pribadi manusia yang baik. Seni harus mampu membuat kemajuan sosial,” katanya.

18
Apr

Pemilu Sleman Berjalan Lancar

Bupati Sleman, Sri Purnomo bersama keluarga menggunakan hak pilih dalam penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 di  TPS 38 Dusun Jaban, Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman pada hari Rabu (17/4). “Saya bersama istri dan anak melakukan pencoblosan di TPS 38 Dusun Jaban, Kecamatan Sleman. Alhamdulillah berjalan lancar. Di sini juga suasana kekeluargaannya cukup bagus. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar,” kata Sri Purnomo.

Menurut Sri Purnomo, dalam Pemilu 2019 ini siapapun yang terpilih baik calon DPRD, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD, maupun Presiden dan Wakil Presiden merupakan yang terbaik serta mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk 5 tahun ke depan. Usai menggunakan hak pilihnya, Bupati Sleman, Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun bersama dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman lakukan peninjauan ke beberapa tempat penyelenggaraan Pemilu di Wilayah Kabupaten Sleman. Salah satu tempat yang dikunjungi yaitu TPS 126 Balai Dusun Tambakbayan, Caturtunggal, Kecamatan Depok. Di lokasi tersebut, Forkopimda Kabupaten Sleman melakukan peninjauan bersama dengan Forkopimda DIY.

Dalam kesempatan tersebut juga Bupati Sleman beserta Forkopimda Sleman dan Forkopimda DIY berkesempatan memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat yang mendapatkan kendala terkait informasi dan ketentuan daftar pemilih  dalam pemilu tahun 2019. Sementara itu, Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri dalam kesempatan tersebut menuturkan bahwa dalam pninjauan tersebut terdapat aduan dari masyarakat. Dia mencontohkan aduan langsung masyarakat saat melakukan peninjauan yaitu dimana secara  ketentuan, yang bersangkutan tidak bisa menggunakan hak pilihnya di Wilayah Kabupaten Sleman atau DIY dikarenakan hanya menyertakan E-KTP dengan Domisili di luar DIY. “Tadi ada permasalahan, ada yang memang secara ketentuan tidak boleh seperti misalnya yang punya KTP elektronik tapi ketentuannya sudah jelas. Domisilinya di luar Jogja jadi tidak bisa. Tadi sudah dijelaskan memang,” jelasnya.

Setelah ditelusuri, keluhan tersebut diketahui akibat tidak akuratnya informasi yang didapat oleh masyarakat yang melakukan aduan. Dalam hal ini Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri menyayangkan hal tersebut. Maka dari itu Irjen Pol Ahmad Dofiri menghimbau untuk lebih memperhatikan informasi yang lebih akurat.

18
Apr

Sleman Raih WTP untuk Kedelapan Kalinya

Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2018 kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kedelapan kalinya. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DIY, Yusnadewi, kepada Bupati Sleman, Sri Purnomo, di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DIY, Senin (15/4).

Bupati Sleman mengaku bangga dengan hasil tersebut. Namun menurutnya hasil pemeriksaan tersebut bukanlah tujuan utama Pemerintah Kabupaten Sleman. Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman selalu berupaya untuk mewujudkan good governance serta menciptakan budaya kerja birokrasi yang optimal demi kesejahteraan warga Kabupaten Sleman. Lebih lanjut Sri Purnomo mengapresiasi semua pihak di lingkungan Pemkab Sleman yang telah bekerja dengan baik sehingga bisa meraih hasil yang memuaskan. “Terima kasih, saya mengapresiasi kerja keras teman-teman. Semoga masyarakat Sleman bisa lebih sejahtera serta menikmati pembangunan di Kabupaten Sleman”, ungkapnya.

Sementara Yusnadewi mengatakan bahwa opini WTP merupakan pernyataan professional pemeriksaan mengenai kewajaran laporan keuangan. Menurutnya opini WTP bukan berarti sebuah jaminan tidak adanya penyimpangan atau fraud yang ditemukan, atau kemungkinan timbulnya fraud di kemudian hari. Maka Yusnadewi berharap hal ini menjadi momentum untuk mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. “Dengan begitu kita harapkan kemakmuran rakyat yang kita cita-citakan dapat terwujud”, ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan LHP DPRD Kabupaten Sleman kepada Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Haris Sugiharta. Hasil yang sama juga diraih oleh DPRD Kabupaten Sleman, yakni opini WTP. Hadir pula pada kesempatan tersebut Sekda Kabupaten Sleman, Sumadi, serta sejumlah Kepala OPD terkait.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.