Arsip Kategori: Berita

22
Nov

Perpustakaan Desa Condongcatur Menempati Gedung Baru

Bupati Sleman Sri Purnomo resmikan gedung Perpustakaan Desa Condongcatur atau yang disebut Pustaka Loka. Selain itu, , Kamis (21/11) Rangkaian acara yang berpusat di Balai Desa Condongcatur tersebut dilanjutkan dengan Sarasehan Gerakan Minat membaca, Workshop Gerakan Cinta Membaca Hasil Karya, dan pengukuhan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Kecamatan Depok.

Bupati Sleman berharap komitmen desa Condongcatur tersebut dapat dicontoh oleh pemerintah desa lainya sehingga meningkatkan minat baca generasi muda serta seluruh komponen masyarakat.

Menurutnya, penyelenggaraan Gerakan Minat Baca dan Workshop Gerakan Cinta Membaca Karya (Genta Cahaya) tersebut merupakan momen yang strategis untuk mendukung minat masyarakat dalam memperluasan wawasan dan pengetahuannya dengan membaca.

“Meski demikian kita tahu bahwa proses finta membaca tidak tercipta begitu saja, dibutuhkan upaya pembiasaan diri secara konsisten.” Katanya.

Oleh karene itu, Sri Purnomo menghimbau kepada seluruh pihak agar agar memulai gerakan literasi dengan membiasakan anak membaca minimal 15 menit setiap harinya sejak dini bahkan sejak anak belum bisa membaca kenalkanlah dengan buku.

“Selain itu, Untuk menunjang hal tersebut, Pemkab Sleman berkewajiban menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan melalui layanan perpustakaan,” tambahnya.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab Sleman Arif Haryono mengatakan Maksud dilaksanakannya rintisan Desa Gemar membaca adalah untuk meninngkatkan pengelolaan perpustakaan dan membudayakan gemar membaca kepada masyarakat.

Adapun kriterian rintisan gemar membaca  Arif mengatakan yakni, organisasi dan SOTK, gedung dan sarpras, koleksi bahan perpustakaan, perlengkapan dan peralatan, sistem/mode, anggaran dan tenaga.

22
Nov

Sleman Luncurkan Laku Pandai Agar Pedagang Mudah Bayar Retribusi Pasar

Sleman, Rabu, 20/11/19 bertempat di Pasar Cebongan Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman diadakan Sosialisasi e-Retribusi dan aplikasi Laku Pandai oleh Bank BPD DIY. Diadakannya sosialisasi ini untuk memberikan informasi dan simulasi penggunaan Aplikasi E-Retribusi kepada warga maupun pedagang di sekitaran Pasar Cebongan, guna mempermudah transaksi pembayaran oleh para pedagang di pasar tradisional. Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi daerah pertama yang menerapkan sistem e-Retribusi tersebut yang membuat Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi Percontohan Digitalisasi Pemerintah Daerah.

Acara dihadiri oleh Bupati Sleman Drs.H. Sri Purnomo, MSI. PLT  Disperindag Drs. Pustopo, Direktur Utama PT. Bank BPD DIY Santoso Rochmad, Direktur Umum PT Bank BPD DIY Cahya Widi, Kepala DISKOMINFO Eka Surya Prihantoro, S.si, M.kom, Kepala BKAD Harda Kiswaya SE., Msi, Kepala DLH Ir. Dwi Anta Sudibya, M.T, Camat Mlati Drs. Yakti Yutanto, Kepala OJK DIY Budi Saptono serta perwakilan BI Yogyakarta Neldy. Acara dibuka dengan penampilan Paguyuban Guyon Maton Paguyuban Pedagang Pasar Cebongan yang juga menyampaikan fragment simulasi e-retribusi.

PLT Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drs. Pustopo, dalam laporan penyelenggaraan menyampaikan untuk tahun 2018 E-Retribusi telah diterapkan di 3 pasar Cebongan, Godean dan Prambanan, dan untuk tahun ini ada 6 pasar lagi yakni Gentan, Turi, Jangkang, Gendol, Gentan dan Balangan yang telah diterapkan e retrubuisi dan harapannya semua pasar yang dikelola oleh Pemkab Sleman maupun desa seluruhnya dapat menerapkan e-Retribusi. Diharapkan penerimaan retribusi dapat optimal dan dikembalikan kembali untuk perbaikan sarana dan prasarana pasar sehingga pasar bersih dan kesejahteraan pedagang pasar meningkat dan masyarakat senang belanja di pasar tradisional.

Sementara itu Direktur Utama PT Bank BPD DIY Bapak Santoso Rochmad, berharap agar nantinya e-Retribusi ini bisa dirasakan manfaatnya oleh  para pedagang di pasar tradisional Cebongan maupun pada pasar tradisional lainnya. E-Retribusi telah digunakan oleh 3 Dinas di Pemkab Sleman yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman (Retribusi Pasar), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Retribusi Rusunawa), dan Dinas Lingkungan Hidup (Retribusi Sampah). Santoso Rochmad juga menambahkan, “Kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman karna telah memberikan kesempatan kepada Bank BPD DIY” Upaya ini membawa Sleman menjadi percontohan Digitaliasasu Pemerintah Daerah melalui kerjasama dengan Bank Indonesia.

Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo. dalam sambutannya mengapresiasi dan sangat mendukung sekali dengan adanya E-Retribusi guna mempermudah para pedagang pasar dalam membayar biaya Retribusi kedepannya. Ditambahkan, “Total terdapat 43 Pasar Tradisional yang berada dibawah pengawasan Kabupaten Sleman, Tahun kemarin baru 3 pasar, tahun ini nambah lagi 6 pasar lainnya sehingga nantinya semua pasar tradisional kami harapkan akan semuanya secara bertahap bisa terintegrasi dengan E-Retribusi”.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan simulasi cara pembayaran menggunakan aplikasi E-Retribusi oleh perwakilan pedagang dari pasar cebongan yakni Hayadi & Ahmad Fauzi yang disaksikan langsung oleh para pedagan dan Bupati Sleman. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan sertifikat kepada 22 orang, Agen Laku Pandai BPD DIY yakni Mitra Bank BPD DIY yang menyediakan layanan perbankan pada masyarakat. Pelayanan yang dapat dilakukan oleh Agen Laku Pandai tersebut diantaranya Pembukaan Tabungan Sutera Pandai dan Simpel Pandai, Setor & Tarik Tunai, Transfer antar Rekening Bank BPD DIY serta melakukan pembayaran PBB, Pajak Daerah, PDAM dan Retribusi Sleman. Penyerahan sertifikat secara simbolis diserahkan oleh Pemimpin Cabang Bank BPD DIY dan disaksikan Oleh Bupati Sleman, Direksi Bank BPD DIY serta Kepala DISPERINDAG Kabupaten Sleman.

22
Nov

Pemkab Sleman Bentuk TPAKD Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Kamis (21/11). TPAKD merupakan forum koordinasi antar instansi dan pemangku kepentingan yang bertujuan untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di Kabupaten Sleman. Sri Purnomo menjelaskan bahwa Pengukuhan TPAKD dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.  Tim ini diisi 24 personil dari unsur aparatur Pemkab Sleman, Otoritas Jasa Keuangan, Kamar Dagang dan Industri, perbankan dan akademisi.

Menurutnya, TPAKD merupakan perwujudan dari keinginan pemerintah untuk dapat hadir dalam merespon kebutuhan rakyat, terutama dalam membuka akses keuangan. “Saya harap keberadaan TPAKD dapat melakukan berbagai terobosan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah, termasuk menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di Kabupaten Sleman terdapat tidak kurang dari 37.000 UMKM dan hingga bulan Oktober tahun 2019 Dana Penguatan Modal (DPM) mencapai Rp 340,78 Milyar. Untuk itu seluruh komponen yang tergabung dalam TPAKD diharapkan saling bekerja sama dan bersinergi agar program yang disusun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sleman.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Untung Nugroho menyampaikan bahwa TPAKD awalnya digagas oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama dengan OJK pusat sekitar tahun 2015. Berdasarkan kesepakatan itu Kemendagri menyampaikan intruksi kepada Gubernur dan Bupati Walikota masing-masing membentuk TPAKD. “Sebenarnya tidak menjadi masalah di Sleman ya, karena terus terang banyak program TPAKD ditempat lain itu melaksanakan apa-apa yang sudah Sleman kerjakan,” tuturnya.

Berdasarkan hasil survey, Untung mengatakan bahwa tingkat akses keuangan di DIY sudah mencapai 76% dari target yang ditetapkan Presiden yaitu sebanyak 75%. “Sementara untuk  literasi dari target 75% sudah mencapai 58% tersisa sedikit lagi untuk meningkatkan literasi,” jelasnya. Sementara itu Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito dalam kesempatan tersebut berpesan agar para personil TPAKD yang telah dikukuhkan untuk terus melakukan pertemuan-pertemuan untuk memajukan Kabupaten Sleman. Pesan saya kepada tim TPAKD, seringlah bertemu pikirkan kira-kira apa yang dapat memajukan daerah. Lembaga jasa keuangan juga harus membantu jangan sampai pikirannya hanya untung saja,” ungkap Sarjito

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.