Arsip Kategori: Berita

5
Mar

Pemkab Sleman Bersama Bank BPD DIY Luncurkan Infaq Masjid Melalui QRIS

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bekerjasama dengan Bank BPD DIY Cabang Sleman meluncurkan Infak Masjid melalui QRIS Bank BPD DIY, Kamis (4/3/2021). Launching secara simbolis dilakukan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dengan melakukan infak ke Masjid Agung Sleman melalui aplikasi yang dimiliki.

Kustini mengapresiasi serta menyambut baik penerapan QRIS yang ada di Masjid Agung Sleman tersebut. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk fasilitasi Pemkab Sleman bagi masyarakat yang ingin beramal secara lebih mudah. Sehingga dengan pemanfaatan teknologi,  kegiatan berinfak menjadi lebih efektif, praktis, dan mudah.

“Saya berharap inovasi ini dapat diterapkan di masjid-masjid lain di wilayah Sleman dan Masjid Agung Sleman ini bisa menjadi pelopor dalam penerapannya”, ungkapnya.

Lebih lanjut Kustini menyebutkan bahwa pemanfaatan sistem ini hendaknya terus disempurnakan dan disosialisasikan. Menurutnya hal ini penting dilakukan agar masyarakat paham penggunaannya, demi membantu kepentingan umat melalui teknologi yang berkembang saat ini.

Kustini juga mengharapkan agar ta’mir masjid di wilayah Kabupaten Sleman yang masih tertutup untuk umum dapat membuka semua masjid untuk kepentingan ibadah bagi warga maupun masyarakat umum tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan di masa pandemi covid-19 saat ini.

Sementara Efendi Sutopo Yuwono selaku Pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman menjelaskan bahwa transaksi non tunai yang diluncurkan tersebut menggunakan QRIS. Menurutnya QRIS sendiri adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank  Indonesia agar proses transaski dapat dilakukan lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya.

Saat ini QRIS telah dimanfaatkan di pasar-pasar, mall-mal, tempat wisata, museum dan sudah menjadi bagian dari pembayaran. QRIS juga digunakan untuk penerimaan Pemda antara lain Puskesmas, retribusi wisata di Kaliurang, tera mesin di Dinas Perindag, MGM, dan Candi-candi. Selanjutnya saat ini menerima infaq di masjid.

“Dana Infak, kata Efendi, akan langsung masuk ke rekening tabungan masjid yang bersangkutan online secara real time, tanpa jeda dan rekapitulasi dapat di saat itu juga. Hal ini pasti akan memudahkan takmir masjid saat menghitung uang infak”, ujarnya.

Selain itu, Efendi menjelaskan dengan adanya sistem QRIS ini akan memudahkan masyarakat berinfak dari mana pun, meski tidak sedang di dalam masjid. Maka hal ini juga akan membantu masyarakat mengurangi kontak dengan orang lain di masa pandemi seperti saat ini. Dengan penerapan infak online ini juga bisa mencegah risiko pencurian kotak amal masjid. Selain itu juga memudahkan penggalangan dana untuk pembangunan maupun renovasi masjid.

5
Mar

Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tinjau Wilayah Terdampak Hujan Disertai Angin

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa melakukan tinjauan langsung ke dua lokasi terdampak hujan deras di wilayah Kabupaten Sleman, Kamis (4/3). Kedua lokasi tersebut yaitu pertama Padukuhan Blunyah Gede, Kalurahan Sinduadi, Mlati dan lokasi kedua Dusun Gatep, Kalurahan Purwobinangun, Pakem.

Pada lokasi pertama Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman didampingi jajarannya dan BPBD Sleman menyusuri pemukiman warga yang terdampak banjir akibat luapan air drainase dan irigasi saat hujan deras pada hari Rabu (3/3) lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto menuturkan adanya luapan air tersebut menyebabkan pemukiman warga terkena banjir. Joko menyebut warga terdampak di lokasi tersebut sebanyak 7 Rumah yang dengan total penghuni sebanyak 15 Kepala Keluarga.

Sementara untuk lokasi kedua yaitu wilayah Dusun Gatep, Kalurahan Purwobinangun, Pakem, rombongan Bupati dan Wakil Bupati Sleman menyambangi sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan di bagian atap rumah disebabkan hujan yang disertai angin kencang.

Tampak sejumlah rumah yang berdekatan di lokasi tersebut didapatkan mengalami kerusakan yang sama akibat robohnya pohon di sekitarnya dan mengenai atap rumah warga.

Joko Supriyanto juga menyampaikan di lokasi kedua ini, terdapat sebanyak 30 rumah terdampak dari hujan disertai angin kencang. Menurutnya kerusakan pada rumah warga tersebut sebagian besar pada bagian atap atau genteng rumah.

Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa pada saat kejadian hujan disertai angin kencang, BPBD Sleman melalui sejumlah relawan bergerak menuju sejumlah lokasi di antaranya kedua lokasi tersebut. Pertolongan juga diberikan secara langsung disertai dengan pemberian bantuan berupa logistic dan kebutuhan warga seperti selimut dan lainnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam tinjauan tersebut menyampaikan sejumlah bantuan kepada masyarakat terdampak adanya hujan disertai angin kencang.

Lebih lanjut, Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa Ia mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya bencana tersebut. Ia mengaku telah melakukan koordinasi bersama dengan BPBD Sleman untuk turun langsung dalam penanganan dampak dari hujan disertai angin kencang.

“Kami lakukan peninjauan langsung dan melakukan koordinasi kepada Lurah dan RT/RW setempat untuk ke depan antisipasi dari penyebab luapan air dan antisipasi dampak hujan disertai angin kencang,” katanya.

Di samping itu, Kustini Sri Purnomo menyebut saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman melalui BPBD Sleman tengah melakukan pendataan warga dan jumlah kerusakan yang dialami warga terdampak hujan disertai angin kencang.

Dari hasil pendataan tersebut, menurut Kustini Sri Purnomo akan menjadi dasar dari langkah Pemerintah Kabupaten Sleman dalam penanganan dampak hujan disertai angin kencang dan menjadi dasar bantuan yang akan diberikan Pemerintah Kabupaten Sleman.

3
Mar

Bupati Sleman Panen Ikan Sitem Bioflok Di Samberembe

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo bersama Wakilnya, Danang Maharsa melakukan panen ikan budidaya sistem Bioflok pada Rabu (3/3/2021) di Kampung Mina Padi Samberembe.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menjelaskan bahwa program kegiatan budidaya ikan sistem bioflok cukup signifikan untuk meningkatkan produksi perikanan di Kabupaten Sleman.

“Teknologi Budidaya Ikan Sistem Bioflok adalah suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas air dalam budidaya melalui penyeimbangan karbon dan nitrogen dalam sistem budidaya,” jelas Kustini.

Sistem bioflok memiliki padat tebar tinggi sekitar 500 ekor per meter kubik, sedangkan kolam biasa sekitar 200 hingga 250 ekor per meter kubik. “Hal ini jelas meningkatkan keuntungan, terbukti untuk 1 kali musim panen bioflok sekitar 6 juta rupiah selama 3 bulan atau 1 siklus panen dibandingkan dengan cara konvensional yang menghasilkan sekitar 2, 4 juta rupiah hingga 3 juta rupiah,” kata Kustini.

Menurutnya, sebanyak 70 % produksi perikanan DIY di suplai oleh produksi perikanan Kabupaten Sleman. Terbukti dalam kurun waktu tahun 2014 sampai dengan tahun 2019 produksi ikan konsumsi di Kabupaten Sleman meningkat rata-rata 16,89 % pertahun.

Kustini juga menambahkan berbagai teknologi telah dikembangkan di Kabupaten Sleman untuk meningkatkan produksi perikanan. Diantaranya adalah budidaya ikan dengan sentuhan teknologi kincir atau SIBUDI DIKUCIR, minapadi, budidaya udang dengan padi atau UGADI, budidaya ikan gurami dengan sistem booster dan budidaya ikan dengan sistem bioflok untuk ikan lele.

“Untuk teknologi yang kita panen saat ini adalah teknologi bioflok untuk ikan lele, bioflok di Kabupaten Sleman ada 6 lokasi pengembangan yaitu di Kapanewon Pakem, Prambanan, Sleman dan Depok,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Heru Saptono mengatakan bahwa pendekatan pembangunan pertanian saat ini didorong untuk pengembangan berbasis kluster atau kawasaan. Pemkab Sleman telah menginisiasi masyarakat untuk mengembangkan kolam Bioflok.

“Keunggulan teknologi ini adalah hemat air, tidak berbau, sistem aerasinya membuat kondisi air menjadi ideal untuk pertumbuhan bakteri sebagai sumber makanan bagi ikan. Sementara untuk budidaya lele konvensional cenderung berbau sehingga perlu pergantian air secara periodik dan air menjadi boros. sehingga cocok dikembangkan di wilayah perkotaan,” jelasnya.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.