Arsip Kategori: Berita

29
Jan

RSUD Prambanan Kini Telah Dilengkapi PICU


Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menghadiri perayaan puncak Hari Jadi yang ke-13 RSUD Prambanan, Minggu (29/1). Pada hari jadinya kali ini RSUD Prambanan mengangkat tema “Bersama, Masyarakat Sehat, Bahagia dan Sejahtera”. Dalam sambutannya, Kustini mengucapkan selamat atas digelarnya acara peringatan Hari Jadi RSUD Prambanan ini. Ia berharap dengan bertambahnya usia, RSUD Prambanan semakin meningkatkan pelayanan kesehatannya agar lebih bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. “Terlebih RSUD Prambanan ini adalah rumah wisata yang menunjang medical tourism di wilayah Sleman timur, maka fasilitas-fasilitas kesehatannya harus selalu ditingkatkan,” kaya Kustini.

dr. Wisnu Murti Yani, M.Sc., Dirut RSUD Prambanan, menjelaskan pada momen Hari Jadi ini, RSUD Prambanan juga mendapatkan akreditasi Paripurna dari LAFKI atau Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia. 
“Alhamdulillah dari hasil survey selama tiga hari yakni tanggal 6,9 dan 10 Januari, membuahkan hasil predikat Paripurna. Terimakasih untuk Dewas yang telah hadir saat survey, dan terimakasih kepada Bupati Sleman yang telah menjawab semua wawancara dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut Wisnu menjelaskan pada perayaan hari jadi ini RSUD Prambanan juga telah membuka layanan kesehatan baru, yakni layanan klinik kulit dan kelamin. Selain itu, pada acara tersebut juga diresmikan ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) RSUD Prambanan.
RSUD Prambanan juga mengadakan sejumlah kegiatan dalam rangkaian acara Hari Jadi yang ke-13 ini. Diantaranya melalui aksi RSUD Prambanan Peduli Karyawan, yang dilakukan dengan membagikan paket sembako kepada para karyawan RSUD Prambanan. Selanjutnya RSUD Prambanan Peduli Pendidikan dan Kesehatan, yang diisi dengan kegiatan pembagian alat sekolah, donor darah dan khitanan masal.


29
Jan

Hadiri Apel Akbar PCNU, Bupati Sleman Ajak NU Bersama Wujudkan Sleman Menjadi Rumah Bersama


Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengajak Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) terus bersinergi dengan Pemerintah dalam menjaga kerukunan dan stabilitas antar umat beragama khususnya di wilayah Kabupaten Sleman. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam kegiatan Apel Akbar Pengurus Cabang NU Kabupaten Sleman bertempat di Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Minggu (29/1).

Menurut Kustini, pada peringatan 1 Abad NU ini juga menjadi momentum Jamaah NU bersama Pemerintah Kabupaten Sleman untuk bersama – sama mewujudkan Sleman sebagai Rumah Bersama bagi seluruh elemen masyarakat.  Dalam kesempatan tersebut Kustini juga menyampaikan bahwa berbagai fenomena di masyarakat saat ini menjadi indikasi adanya krisis  spiritualitas masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, menurut Kustini perlu keterlibatan berbagai pihak salah satunya kader NU yang menjadi komponen krusial dan ujung tombak eksistensi organisasi NU di masyarakat. 

“Berpijak dari kesadaran akan pentingnya pondasi moral dan spiritual masyarakat, maka kamiberharap PCNU dapat memperkuat program dan kegiatan yang muaranya dapat memberikan bekal dan pondasi nilai spiritual bagi masyarakat terutama generasi muda. Sehingga harapannya masyarakat memiliki prinsip dan tujuan yang kuat ditengah gencarnya arus informasi dan globalisasi,” jelas Kustini. 
Senada dengan Bupati Sleman, Ketua PCNU Kabupaten Sleman Sidik Pramono dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa mewujudkan Sleman sebagai rumah bersama seharusnya dapat dilakukan bersama terlebih oleh Kader NU. Hal tersebut dikarenakan prinsip rumah bersama telah melekat di organisasi NU yang juga merupakan rumah bersama untuk seluruh kader. 
Menurut Sidik, melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, merupakan bagian dari konsolidasi sebagai wujud riil menghidupkan organisasi NU yang sesungguhnya. ”Semua harus tersambung sebagai keluarga besar, diawali dengan rapatkan barisan organisasi di dalam konteks struktural maupun kultural. Tidak ada yang bergerak sendiri – sendiri. Semuanya terhimpun menjadi bagian besar dan manfaatnya untuk keseluruhan,” jelasnya.


28
Jan

Beri Arahan Kepada Petani Cabai Tempel, Bupati Ajak Kembangkan Potensi Lokal


Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, hadir sekaligus memberikan arahan pada kegiatan Pembinaan Petani Cabai di Komplek Sub Terminal Agribisnis (STA), Kapanewon Tempel. Pembinaan yang dilaksanakan pada Sabtu (28/1), juga dibarengi dengan agenda Gebyar UMKM dari warga setempat. Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak petani kapanewon Tempel untuk bekerja sama dalam mengembangkan potensi pertanian di Kabupaten Sleman. Terlebih lagi, cabai menjadi komoditas unggulan yang dihasilkan Kabupaten Sleman sebagai lumbung pangan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bupati memberikan arahan agar para petani terus mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi dalam mengembangkan usaha. “Petani itu menanam, memelihara, dan menjual. Kalau menanam saja dan tidak dipelihara nanti mati. Begitu juga pemeliharanya, juga dibutuhkan tenaga dan pemikiran. Ada aturan-aturannya dalam menanam,” ujar Bupati. Bupati berharap agar silaturahmi dan komunikasi antara petani dapat terus terjaga. Sehingga kerjasama antar petani dapat terjalin dengan baik dan mampu menghasilkan inovasi dalam memperkuat ketahanan pangan Sleman.
“Sleman adalah penyangga pertanian, peternakan, maupun perikanan. Dengan diadakan pertemuan rutin di sini, diharapkan bapak ibu bisa berdiskusi bersama dalam memperkuat ketahanan pangan di Sleman khususnya,” kata Kustini.
Sementara itu, Panewu Tempel Suyanto, melaporkan hingga saat ini terdapat 2.900 petani di area Tempel. Untuk mewujudkan petani yang mandiri dan sejahtera, kelompok petani Tempel mendapatkan bimbingan teknis serta melakukan pertemuan rutin untuk berdiskusi mengenai pengembangan usaha pertanian.
“Setiap hari Jumat juga diadakan semacam pasar tani di STA ini, seperti yang dilaksanakan seperti di area Pemkab Sleman,” ucap Suyanto.
Pada pertemuan itu, Suyanto berharap kerjasama antara pemerintah Kabupaten Sleman dengan petani Tempel dapat terus berjalan dengan baik. Sehingga pembinaan terhadap petani dapat terus dilakukan dan memberikan dampak yang lebih luas.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.