Arsip Kategori: Berita

27
Nov

Pemkab Sleman Bersama Kementerian ATR/BPN Pasang Papan Himbauan

Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) lakukan pemasangan papan himbauan pengawasan dan pengendalian terhadap pemanfaatan ruang di Kawasan Perkotaan Kabupaten Sleman, Kamis (26/11).

Pemasangan papan himbauan dilakukan langsung oleh Kementerian ATR/BPN di dua lokasi yaitu wilayah Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok dan Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati.

Kasubdit Penegakkan Hukum dan Penanganan Sengketa Penataan Ruang (PSPR) Kementerian ATR/BPN, Muhammad Darmun mengatakan, pihaknya melakukan audit kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan menghasilkan 9 lokasi yang terindikasi adanya ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dan menjurus kepada pelanggaran.

Setelah ditindaklanjut, pada tahapan akhir, Darmun menyebut ada dua dari sembilan lokasi tersebut dihapus dalam daftar dikarenakan telah memiliki kelengkapan izin dalam pemanfaatan ruang sehingga menyisakan tujuh lokasi.

“Pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Sleman ini cukup baik. Namun demikian, pemenuhan kewajiban (izin pemanfaatan ruang) telah diatur dalam undang – undang dan menjadi bagian yang harus diselesaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispertaru Sleman, Sugandi menuturkan bahwa dari tujuh lokasi yang masuk dalam daftar audit Kementerian ATR/BPN, hanya dilakukan pemasangan di dua lokasi. Tindakan tersebut atas dasar pertimbangan sebagai pengingat dan pengawasan dari Pemkab Sleman.

“Ketujuh lokasi memang masih berproses (penyelesaian izin) semuanya. Hanya dua lokasi yang dipasang sebagai pengingat dan informasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Adapun terkait adanya indikasi pelanggaran pemanfaatan ruang di kawasan perkotaan Kabupaten Sleman, terdapat beberapa tahapan dan ada sanksi administrasi yang telah disiapkan yaitu berupa surat peringatan, penghentian kegiatan sementara, penutupan lokasi sampai dengan denda administratif.

27
Nov

327 Anggota KORPRI Purna Tugas Terima Tali Asih

Korps Pegawai Negeri (KORPRI) Kabupaten Sleman kembali menyampaikan Tali Asih kepada anggotanya yang purna tugas periode 1 Agustus sampai 1 Desember 2020. Demi menghindari kerumunan, penyerahan Tali Asih kali ini tidak dilakukan secara bersamaan sekaligus. Namun dibagi menjadi tiga hari, yakni pada tanggal 24, 25 dan 26 November 2020, bertempat di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Harda Kiswaya, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para purna tugas yang telah mengabdikan dirinya di Pemerintahan Kabupaten Sleman. Ia juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi para purna tugas untuk menyampaikan gagasan dan masukannya lewat berbagai media, tentunya agar supaya kinerja ASN di Pemkab Sleman bisa terus meningkat.

“Semoga silaturahmi di antara kita semua masih terus bisa terjalin dengan baik”, kata Harda.

Plh. Ketua DP KORPRI Kabupaten Sleman, Pustopo, menyebutkan bahwa ada sebanyak 327 purna tugas yang menerima tali asih kali ini. Jumlah tersebut diantaranya terdiri dari 249 orang PNS, 38 dari unsur Kepala Desa dan Perangkat Desa, dan 12 orang dari unit BUMD. Adapun jumlah tali asih yang diterima setiap purna tugas yaitu sebesar 1,5 juta rupiah.

“Tali asih ini bersumber dari iuran anggota KORPRI Sleman secara rutin setiap bulan sebesar 10 ribu rupiah”, jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Pustopo penyerahan tali asih kepada purna tugas ini dilakukan dua kali dalam setahun. Adapun tujuannya ialah untuk memberikan penghargaan bagi anggota KORPRI Kabupaten Sleman yang purna tugas.

26
Nov

HUT Ke 75 PGRI dan Hari Guru Nasional, Bupati Sleman Berikan Pesan

Seiring perkembangan jaman, guru merupakan agent of change atau agen perubahan. Seorang agen perubahan harus memiliki semangat berubah dan menjadi pribadi pembelajar yang haus akan ilmu pengetahuan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Sleman, Harda Kiswaya pada acara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke 75 PGRI di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Sleman, Rabu (25/11/2020).

Bupati Sleman mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi oleh para pendidik kedepan akan semakin kompleks namun juga menarik. PGRI sebagai organisasi profesi juga ditantang agar mampu menggerakkan guru, pendidik dan tenaga kependidikan untuk memberikan andil tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

“Tetapi lebih dari itu, harus merasa terpanggil untuk ikut melahirkan pemikiran transformatif dalam pengembangan kebijakan pemerintah serta melahirkan gagasan dan tindakan inovatif sesuai tantangan abad 21,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman juga mengajak semua guru untuk terus berkreatifitas dan juga tetap menunjukkan dedikasi yang sangat dibutuhkan didalam situasi pandemi saat ini agar proses pembelajaran dapat berjalan maksimal.

“Pembelajaran di dalam kelas adalah metode terbaik dalam belajar mengajar. Namun demikian  di saat pandemi ini para guru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring,” tambahnya.

Sementara itu Ketua PGRI Sleman, Sudiyo mengatakan bahwa peringatan Hari Guru dan HUT PGRI tahun 2020 ini diselenggarakan secara sederhana karena kondisi pandemi. Adapun tema yang diangkat pada Hari Guru Nasional dan HUT PGRI di Kabupaten Sleman tahun ini adalah ‘Kreatifitas dan Dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju’.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.