Arsip Kategori: Berita

29
May

Wakil Bupati Sleman Edukasi Pencegahan Covid-19 Di Pasar Sambilegi

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, kembali memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait prosedur pencegahan penularan Covid-19, Kamis (28/5). Kali ini ia melakukan kegiatan tersebut di pasar Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Ia mengaku saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman saat ini tengah berupaya mencegah adanya klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sleman. Hal tersebut salah satunya dilakukan dengan melakukan pemantauan ke pasar-pasar yang lazimnya menjadi tempat interaksi orang banyak. Ia juga mengapresiasi para pengunjung pasar yang sudah banyak memakai masker dan menerapkan social distancing satu sama lain.

“Tapi memakai maskernya juga harus benar, hidungnya harus tertutup. Bahkan tadi ada juga yang memakai face shield, sangat saya apresiasi”, ucapnya.

Lebih lanjut ia mengimbau masyarakat untuk mulai berbelanja di pasar secara online. Menurutnya Pemerintah Kabupaten Sleman telah bekerja sama dengan pihak Grab dan Gojek dalam memfasilitasi masyarakat yang ingin berbelanja ke pasar cukup melalui aplikasi saja. Dengan begitu diharapkan dapat menekan risiko penularan Covid-19 di dalam pasar.

“Dengan aplikasi tersebut, masyarakat bisa berbelanja meskipun di rumah saja”, jelas Sri Muslimatun.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Sleman ditemani oleh pengurus GKJ (Gereja Kristen Jawa) Maguwoharjo. Sri Muslimatun pada kesempatan tersebut juga membagi-bagikan masker kepada pengunjung pasar. Ia juga membawakan lagu yang baru ia luncurkan, “Sabar Sayang”. Lagu hasil kolaborasi dengan After Shine tersebut berisi imbauan kepada masyarakat untuk bersikap waspada terhadap penyebaran virus Corona.

28
May

Bupati Sleman Lantik Dewan Pengawas PDAM

Bupati Sleman Sri Purnomo melantik dua anggota Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada pada hari Rabu, (27/5). Pelantikan dilakukan di Aula lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Kedua anggota Dewan Pengawas PDAM yang dilantik oleh Bupati Sleman yaitu Arif Haryono dengan masa jabatan tahun 2020 – 2021. Arif Haryono merupakan anggota Dewan Pengawas yang sebelumnya telah menjabat untuk periode 2017 sampai dengan 2020 yang saat ini dilantik kembali oleh Bupati Sleman.

Sementara anggota Dewan Pengawas PDAM yang juga dilantik pada kesempatan yang sama yaitu Kunto Riyadi dengan masa jabatan periode tahun 2020 sampai dengan tahun 2024. Keduanya dilantik dan disumpah secara langsung oleh Bupati Sleman.

Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa PDAM memiliki peran penting dalam pembangunan di Kabupaten Sleman untuk menciptakan masyarakat Sleman yang sejahtera dengan adanya jaminan ketersediaan air bersih. Maka dari itu, peran Dewas Pengawas PDAM menjadi sangatlah penting. “Tantangan ke depan untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat semakin berat seiring dengan dinamika pembangunan di Sleman. Maka Dewan Pengawas harus mampu melakukan kajian yang mendalam terhadap potensi dan permasalahan yang dihadapi PDAM,” katanya

Selain itu, Sri Purnomo juga dalam sambutannya meminta kepada Direksi PDAM dan jajarannya untuk terus tekun bekerja dan dapat menjalin kerjasama dengan Dewan Pengawas untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Menurut Sri Purnomo, perkembangan kinerja PDAM Sleman dari tahun 2015 hingga 2019 secara keseluruhan menunjukkan peningkatan. Dia menuturkan, menurut penilaian Kepmendagri, PDAM Sleman tergolong baik dan tingkat kesehatan menurut BPPSPAM tergolong sehat. “PDAM Sleman mampu meningkatkan jumlah pelanggan dan menurunkan tingkat kehilangan air. Pada tahun 2015 jumlah pelanggan sebanyak 29.975 unit, sementara tahun 2019 menjadi 37.146 unit.” Jelas Sri Purnomo.

Sementara dari sisi kinerja keuangan, Sri Purnomo mengatakan PDAM Sleman mampu meningkatkan perlehan laba atau keuntungan dari 1,310 Milyar lebih di tahun 2015 menjadi 2,4 Milyar rupiah di tahun 2019. “Saya berharap prestasi ini terus ditingkatkan. Dan Dewan Pengawas harus mengambil peran untuk mendorong kinerja PDAM agar semakin baik lagi,” ujar Sri Purnomo.

27
May

Anisipasi Corona, Pemkab Sleman Gelar Syawalan Secara Sederhana

Bertepatan dengan hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran, Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar acara Syawalan, Selasa (26/5), di halaman kantor Setda Sleman. Berbeda denga tahun-tahun sebelumnya, syawalan kali ini digelar secara sederhana dan hanya diikuti oleh pegawai Setda Sleman saja.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, menjelaskan hal ini dilakukan guna mengantisipasi penularan wabah virus Corona. Maka menurutnya syawalan kali ini pun dilakukan secara simbolis, yakni dengan menangkupkan kedua telapak tangan di depan dada tanpa saling bersentuhan. Meski hanya diikuti oleh pegawai di lingkup Setda Sleman saja, namun menurut Sri Purnomo acara syawalan ini juga mewakili seluruh ASN di Kabupaten Sleman.

“Tadi pak Sekda juga telah mewakili seluruh PNS di Kabupaten Sleman mambacakan ikrar Syawalan”, ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sejumlah kegiatan syawalan juga ditiadakan. Salah satunya yakni silaturrahmi ke kediaman para tokoh masyarakat dan ulama oleh Bupati Sleman beserta jajarannya sekaligus Forkomimda Kabupaten Sleman, yang sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Ia berharap semua pihak dapat menghadapi kondisi ini dengan sabar dan tetap mematuhi anjuran pemerintah. Ia juga berharap suasana Idul Fitri ini dapat mendorong semangat ASN di Kabupaten Sleman dalam menjalankan pekerjaannya.

“Walaupun dengan adanya virus ini mengubah kebiasaan kita yang lama, namun prinsipnya kita Pemerintah Kabupaten Sleman akan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi masyarakat”, kata Sri Purnomo.

Turut hadir pada acara Syawalan tersebut Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun dan Ketua TP PKK Sleman, Kustini Sri Purnomo. Acara diawali dengan ikrar syawal yang dibacakan oleh Sekda Sleman, Harda Kiswaya, kemudian dilanjutkan dengan tanggapan oleh Bupati Sleman. Setelah itu diakhiri dengan acara salam-salaman secara simbolis dengan tetap menjaga jarak.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.