Arsip Kategori: Berita

22
Mar

Antisipasi Praktek Korupsi, Sleman Adakan Forum Komunikasi Bersama KPK

Sebagai salah satu upaya dalam pencegahan korupsi dilingkup Pemerintah Kabupaten Sleman, Bagian layanan Pengadaan Sekertariat Daerah Kabupaten Sleman mengadakan Forum Komunikasi pengadaan Barang dan Jasa pada Rabu (21/3) bertempat di Aula lantai III Kantor Setda Kabupaten Sleman.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Setda Kabupaten Sleman, Mirza Anfansuri mengatakan bahwa kegiatan yang diikuti oleh Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Sleman ini menghadirkan narasumber Kepala Satuan Tugas wilayah IV Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Wuryono Prakoso yang memberikan materi ’Upaya pencegahan titik rawan korupsi dalam pengadaan barang/ jasa pemerintah’.

Menurutnya kegiatan tersebut bertujuan untuk mengepung titik rawan terjadinya korupsi dalam pengadaan barang dan jasa serta upaya mencegahnya. “Kegiatan ini sekaligus sebagai wadah meningkatkan integritas Aparatur Pemerintah Kabupaten Sleman dalam bidang pengadaan sehingga dalam prosedur pelaksaaannya dapat berjalan dengan bersih,” kata Mirza.

Sementara itu Bupati Sleman Sri purnomo yang secara langsung membuka acara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kabupaten Sleman dalam membangun komitmen bersama untuk melakukan pencegahan dan memerangi korupsi. Ia berpesan kepada peserta forum untuk menggali sebanyak mungkin informasi arahan dari narasumber terkait titik rawan terjadinya kroupsi sehingga dalam hal pengadaan barang dan jasa sesuai prosedur.

Sri Purnomo menjelaskan bahwa pengadaan barang/jasa pemerintah di Kabupaten Sleman tahun 2018 yang melalui proses E-Procurement di Bagian layanan Pengadaan sebanyak 295 paket pekerjaaan dengan total pagu Rp 363 miliar lebih sudah dimulai sejak akhir Desember 2017. “Berkaitan dengan hal tersebut pada kesempatan ini saya tekankan kepada semua yang terlibat dalam pengadaan barang/ jasa agar memahami bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan merupakan amanah yang harus memiliki manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu semua pihak harus dapat melaksanakannya secara prefesional dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sri Purnomo juga menyampaikan Pemkab Sleman membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para penyedia barang/jasa untuk mengikuti lelang. Namun dirinya menekankan agar pemenang lelang untuk lebih mendahulukan kualitas dan harga yang kompetitif.

22
Mar

Tingkatkan Kemampuan Literasi, Sleman Selenggarakan Lomba Menulis

Sebanyak 300 siswa ikuti Lomba Menulis Tingkat SMP/MTs se Kabupaten Sleman di  Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (20/3). Lomba ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman dalam rangka melakukan pembinaan dan memotivasi bakat menulis siswa untuk mewujudkan masyarakat pembelajar di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ir. AA.Ayu Laksmidewi, MM., mengatakan bahwa ada tiga pilihan tema yang diberikan dalam lomba tersebut untuk dikembangkan siswa dalam karya tulisnya. “Ada tiga tema yang harus dipilih siswa, yaitu Remaja dan Smartphone, Mencintai Indonesia Melalui Bahasa, dan Mencintai Lingkungan Hidup Sebagai Budaya Bangsa,” kata Ayu.

Pemilihan tema tersebut menurutnya untuk mendapatkan umpan balik atau masukan dari siswa terkait tema yang diberikan. Ayu mencontohkan smartphone merupakan fakta yang tidak terlepaskan dari remaja saat ini dengan aneka  ragam informasi didalamnya. Terkait smartphone tersebut pihaknya juga telah melakukan sosialisasi informasi digital dan sosialisasi penggunaan smartphone secara bijak dengan tujuan menyelamatkan generasi muda dari informasi negatif yang saat ini sangat bebas untuk  diakses.

Ayu juga menuturkan bahwa lomba menulis tersebut sebagai salah satu wadah untuk menumbuhkan minat baca bagi para siswa. Menulis sangat penting untuk meningkatkan kemampuan literasi karena dari membaca akan memahami dan bisa membiasakan diri untuk menuliskan apa yang diketahui dari membaca dan pengalaman yang dilihat sehari-hari. “Target kegiatan lomba menulis ini yaitu untuk mendorong tumbuhnya gerakan literasi dan budaya membaca pada siswa. PHasil karya pemenang dan nominasi rencananya akan kami buat menjadi buku,” tambah Ayu.

Sementara itu Asekda Bidang Administrasi Umum, Arif Haryana SH., yang membuka lomba tersebut mengapresiasi langkah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman dalam rangka menumbuhkan minat baca di Kabupaten Sleman. Menurutnya membaca dan menulis merupakan bagian dari proses pendidikan. “Pada hakekatnya pendidikan itu berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban untuk mencerdaskan,” kata Arif.

Senada dengan Ayu, Arif mengatakan untuk dapat menulis bisa dimulai dari gemar membaca. Hal tersebut dapat diaplikasikan secara sederhana dalam dunia pendidikan seperti sebelum pelajaran dimulai maupun diakhiri dalam kelas maka ada gerakan gemar membaca selama lima atau sepuluh. “Kalau hal tersebut bisa dilakukan maka bukan mustahil suatu saat anak akan pandai menulis,” tambahnya.

Dalam lomba menulis tersebut akan diambil 5 (lima) karya tulisan terbaik yang akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, trophy dan sertifikat. Untuk juara I mendapatkan uang pembinaan Rp 2.000.000,-, juara II Rp, 1.750,000,- juara III Rp, 1.500.000,- juara harapan satu Rp, 1.300.000,- dan juara harapan II uang pembinaan sebesar Rp. 1.100.000,-. Sedangkan hasil pengumuman pemenang lomba menulis tingkat SMP/MTs se Sleman rencananya akan diumumkan pada tanggal 26 Maret 2018.

20
Mar

Pemkab Sleman Tinjau Ulang Perda RTRW

Pemerintah Kabupaten Sleman lakukan Peninjauan Kembali (PK) Peraturan Daerah (Perda) No.12 tahun 2012  tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah  (RTRW). Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kegiatan jumpa pers yang bertempat di Warung Pak Lanjar, Ngaglik, Sleman, Senin (19/3/18).  Kondisi pembangunan yang berjalan relatif cepat di Kabupaten Sleman, menjadi salah satu faktor pertimbangan dilakukannya PK RTRW.

Sri Purnomo juga mengatakan bahwa nantinya di Kabupaten Sleman akan dibangun underpass serta peralihan sejumlah jalan provinsi menjadi jalan nasional yang dimulai dari Tempel, Turi, Pakem kemudian Cangkringan sampai dengan Kalasan.

Sejumlah proyek tersebut menyesuaikan dengan prioritas pembangunan nasional yaitu infrastruktur. Hal ini juga merupakan upaya Pemkab Sleman untuk bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi maupun dengan program pemerintah Pusat.

Sedangkan Kepala Dinas Pertahanan dan Tata Ruang (Pertaru) Sleman, Muhammad Sugandi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan PK dalam hal ini yaitu menilai apakah rencana tata ruang yang sudah sesuai atau tidak dengan pemanfaatannya.

“Dengan adanya PK itu nanti ada langkah-langkah yang akan dilakukan. Di tahun 2018 ini dibuat satu tim pengkaji RTRW yang berdasarkan SK Bupati No.14 tahun 2018,” papar Sugandi saat mendampingi Bupati Sleman dalam jumpa pers.

Setelah dibentuk tim pengkaji, kemudian dilakukan tahapan-tahapan selanjutnya yaitu pengkajian, kemudan tahapan evaluasi,  dan yang ketiga adalah tahapan pemberian rekomendasi. “Rekomendasi inilah yang dilakukan oleh para ahli apakah sesuai dengan tata ruang yang ada,” katanya.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.