Arsip Kategori: Berita

31
Oct

Penanaman Modal di Sleman Alami Kenaikan

Perkembangan penanaman modal di Kabupaten Sleman selama 5 tahun terakhir, baik investasi PMA, PMDN maupun Non PMA/PMDN mengalami peningkatan baik jumlah unit usaha maupun nilai investasi. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, Msi saat penandatangan MOU PMA/PMDN dengaan UKM di Rich Hotel Senin (30/10).

Pada tahun 2016 jumlah unit usaha PMA sebanyak 66 unit usaha dengan nilai investasi mencapai US$ 233.58 juta mengalami kenaikan sebesar 0,68% dibandingkan dengan nilai investasi tahun 2015 sebesar US$ 233,54 juta (0,017%).  Kenaikan antara lain disebabkan adanya tambahan 9perusahaan PMA. Jumlah unit usaha PMDN pada tahun 2016 mencapai 60 unit usaha dengan nilai investasinya mencapai 3.370,88 Milyar Rupiah  meningkat 6,70% dibandingkan dengan nilai investasi tahun 2015 sebesar 3.159,44  Milyar Rupiah.

Sementara dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, Kabupaten Sleman membuka diri untuk penanaman investasi. Potensi investasi di Kabupaten Sleman terdiri dari berbagai sektor/bidang. Potensi investasi di bidang pertanian meliputi komoditas hasil pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan. Bidang pariwisata antara lain meliputi usaha wisata alam, wisata candi, museum, wisata olahraga, wisata pendidikan, wisata budaya, dan wisata agro. Bidang industri meliputi industri pengemasan, industri pengolahan, dan industri pengolahan bahan galian golongan C.

Pemerintah Kabupaten Sleman  juga senantiasa mendukung investasi pengembangan usaha. Berbagai program kebijakan yang kami kembangkan adalah untuk menciptakan iklim usaha yang terbuka, kondusif dan aman. Berbagai regulasi telah kami siapkan untuk mendukung upaya ini seperti pola pengaturan pajak dan restribusi yang berimbang, yang tentunya sangat mendukung dunia usaha.

Sri Purnomo berharap dengan kemitraan dan penandatanganan MOU PMA/PMDN dengan UKM  dapat mengangkat potensi-potensi yang ada di Kabupaten Sleman sehingga nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ”Sleman merupakan kawasan yang strategis sehingga  berpeluang bagi pengembangan investasi dan juga memiliki prospek secara ekonomi karena menyimpan beragam potensi yang siap untuk digali dan dikembangkan. Oleh karena itu, Sleman sangat terbuka dan berpotensi bagi pengembangan usaha-usaha kreatif,” katanya.

Sektor pendorong pertumbuhan ekonomi Sleman antara lain dari sub sektor bangunan, dan sub sektor perdagangan, hotel dan restoran khususnya bidang restoran. Perkembangan sub sektor ini dapat dilihat melalui semakin banyaknya investasi dalam sektor restoran / rumah makan dan pembangunan bangunan gedung serta ditunjang dengan pertumbuhan sub sektor jasa lainnya.

Sementara itu Kepala DPMPPT Sutadi Gunarto, SH.M.Hum, melaporkan bahwa tujuan  temu kemitraan tersebut dalam rangka peningkatan kerjasama antara usaha besar PMA/PMDN dengan UKM, dengan prinsip  saling memerlukan, saling menguatkan dan saling menguntungkan. Sedangkan kemitraan terdiri dari enam PMA/PMDN dan 15 UKM Kabupaten Sleman, yaitu Bank Sleman dengan 3 UKM, Bank BPD dengan 2 UKM, PT. Primisima dengan 5 UKM, Hotel Easpars dengan 2 UKM,Gendhis Bag dengan 2 UKM, Tosy Sentosa Parction dengan 1 UKM dan PT. Mirota KSM Inc, dengan 1 Usaha Menengah. Kerjasama ditandai dengan penandatangan MOU antara  keenam PMA/PMDN dengan 15 UKM dan Kepala DPMPPT yang disaksikan Bupati Sleman.

30
Oct

105 Pleton Ikuti LBB Kreasi Putra Bangsa

Sebanyak 105 pleton mengikuti Lomba Baris Berbaris (LBB) Kreasi Putra Bangsa yang didakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Minggu (29/10) di Lapangan Pemda Sleman. Peserta merupakan siswa siswi sekolah negeri maupun swasta di Kabupaten Sleman yang terdiri dari 28 SMP/MTs sebanyak 53 pleton dan 33 SMA/SMK/MA sebanyak 52 pleton.
Kepala Bidang Pembinaan Pemuda Dispora Sleman, Rahman Subadi S. IP,  M. Si,  mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menanamkan kedisiplinan dan nasionalisme pada siswa.  Selain itu melalui LBB juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan memimpin dan dipimpin serta membina kekompakan atau kerjasama.
Kegiatan ini menurutnya melibatkan berbagai unsur,  antara lain Polres Sleman,  Lanud Adisucipto,  Lanan Yogyakarta,  Paskhas Yogyakarta, Yonif 403 Yogyakarta,  Denpom Yogyakarta,  AAU Yogyakarta, Brimobda Yogyakarta,  LKP Silia Yogyakarta,  dan PPI kabupaten/kota.
‌        Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Dispora Sleman,  Agung Armawanta menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan LBB tersebut.  Menurutnya kegiatan ini dapat melatih sikap disiplin,  sportifitas,  dan kebersamaan para siswa.  Selain itu kegiatan ini juga menjadi ajang  silaturahmi antar pelajar di Kabupaten Sleman untuk dapat saling mengenal dan membuka wawasan mereka.
‌           Terkait dengan pesatnya kemajuan teknologi, dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman berpesan agar para siswa memanfaatkan teknologi secara bijak. Pasalnya dunia maya saat ini dapat diakses secara bebas termasuk konten-konten negatif seperti pornografi. “Perbanyaklah kegiatan positif karena pemuda merupakan tumpuan harapan bangsa kedepan,”  pesan Bupati Sleman diakhir sambutannya
30
Oct

Bank Sleman Adakan Bakti Sosial Khitanan Masal

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial pada  masyarakat kurang mampu, Bank Sleman dalam rangkaian kegiatan HUT ke-36 tahun 2017 melaksanakan kegiatan Bank Sleman Peduli dalam bentuk Khitanan massal, Sabtu,  28 Oktober 2017  di Halaman Belakang Bank Sleman Jl. Magelang Tridadi Sleman,

Dirut Bank Sleman Muh Sigit, SE, MSI menyampaikan bahwa kegiatan khitanan massal dilaksanakan setiap tahun dan animo masyarakat dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini erbukti hanya selang 2 hari dibukanya pendaftaran dari target 105 peserta langsung terpenuhi. Sehingga bagi masyarakat yang akan mengkhitankan putranya bisa mendaftar lebih awal ke Bank Sleman untuk mengikuti kegiatan tahun depan. Kegiatan lain yang telah dan akan dilaksanakan dalam rangkaian HUT Bank Sleman yang ke-36, adalah bedah rumah, bantuan sarana prasarana untuk mendukung sekolah dan desa ramah anak, pembagian sembako, serta pemberian bantuan bagi usaha mikro.

Kegiatan khitanan masal diawali dengan pemberian motivasi kepada  anak-anak peserta khitan yang didampingi oleh orang tua masing-masing oleh dr. Kunto Budi Santosa, selaku pelaksana kegiatan khitanan massal. Untuk melaksankan khitanan massal ini didukung oleh 17 tenaga medis dengan menggunakan peralatan laser dan disediakan 8 bed.  Pelaksanaan khitan sebelumnya diawali dengan screening yakni observasi kondisi alat kelamin anak dan kesehatan lainnya. Hal ini penting untuk mengetahui apakah anak bisa diikutkan dalam khitanan massal. Bila diketahui adanya kelainan pada alat vital anak seperti micro penis dan hipospodia maka anak tidak bisa diikutkan dalam khitanan masal dan harus dilakukan dirumah sakit. Namun dalam screening yang dilakukkan tidak ditemukan gejala kelainan pada anak sehingga 105 anak dapat diikutkan dalam khitanan massal.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.