Arsip Kategori: Berita

19
Jun

Tidak Sesuai Aturan, Papan Reklame Di Jalan Affandi Ditertibkan

Satuan Polisi Pamong Praja atau yang biasa dikenal dengan Satpol PP Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman, Jumat (16/6) malam melakukan penertiban baliho reklame di sepanjang Jalan Affandi Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Penertiban tersebut difokuskan pada pelanggaran baliho reklame yang dipasang di median jalan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Heri Sutopo Mengatakan ada lima titik baliho reklame yang akan ditertibkan di sepanjang Jalan Affandi. Lima titik tersebut diantaranya berada di depan hotel Yellow Star, depan SMA Tiga Maret, depan Auditorium Sanata Dharma, depan Jogjakarta Plaza dan depan Auditorium RRI. Menurut Heri Sutopo kelima baliho tersebut melanggar Perda No. 14 Tahun 2003 tentang Ijin Reklame dan Perbup No. 53 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Reklame.

“Pemasangan papan reklame sudah diatur, tinggi lima meter, tidak boleh menjorok horizontal, tidak boleh di median jalan”, kata Heri.

Lebih lanjut Heri menuturkan pihaknya telah memberikan peringatan sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, pihak Satpol PP telah tiga kali memberikan peringatan kepada para pengusaha reklame yang melanggar tersebut untuk menertibkan papan reklamenya, namun tidak diindahkan. “Sudah kita kasih peringatan satu, dua, tiga namun tidak ditanggapi. Selanjutnya akan kita lakukan pemanggilan pada yang bersangkutan setelah penertiban ini”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penegakan Satpol PP Kabupaten Sleman, Supriyanto mengatakan total ada sebanyak 16 titik papan reklame yang akan ditertibkan. 16 papan reklame yang tersebar di beberapa tempat tersebut seluruhnya berada di median jalan dan akan segera ditertibkan. Supriyanto mengatakan seluruh papan baliho yang melanggar tersebut akan ditertibkan bulan ini. “Kita fokus pada pelanggaran reklame yang di median jalan. Target akan kita tertibkan satu bulan ini”, tutur Supriyanto. Materi papan reklame tersebut selanjutnya diganti dengan materi dari Pemda yang berisikan informasi terkait palanggaran penyelenggaraan papan reklame. Supriyanto menghimbau kepada penyelenggara reklame untuk menertibkan sendiri papan reklamenya yang belum ditertibkan oleh Satpol PP Kabupaten Sleman.

16
Jun

Wakil Bupati Serahkan Penghargaan PSKS

Selama ini, permasalahan kemiskinan menjadi hambatan dari upaya  untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Sleman, khususnya dalam mewujudkan  masyarakat yang lebih sejahtera  dan mandiri. Oleh karena itu, upaya penanggulangan kemiskinan masih menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan daerah di Kabupaten Sleman. Dalam menangani masalah kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Sleman telah melaksanakan beberapa kebijakan  mulai dari program distribusi asset, perguliran modal, pemberian kredit lunak, pelatihan ketrampilan, hingga pengembangan industri rumah tangga dan industri menengah. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Sleman Dra. Sri Muslimatun M, Kes, saat penyerahan penghargaan PSKS (Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial) di aula lantai 3 Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Kamis(15/6).

Lebih lanjut disampaikan bahwa upaya evaluasi PSKS tingkat kabupaten ini bukan semata-mata mencari yang terbaik saja, tetapi juga merupakan media untuk melakukan pembinaan terhadap semua pilar PSKS yang ada di Kabupaten Sleman, agar semakin baik dan optimal dalam memberikan kontribusi penanganan permasalahan sosial yang ada ditengah masyarakat. Selain itu, melalui kegiatan evaluasi ini mampu memberikan gambaran best practise bagi masing-masing pilar PSKS, serta menjadi ruang standar minimal dalam bertukar pengalaman dan juga transfer of knowledge satu sama lain, untuk peningkatan dan membuka wawasan bersama.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Sri Murni Rahayu SH, MM, melaporkan bahwa kegiatan evaluasi dan penilaian PSKS tahun 2017, terdiri dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna (KT), Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Setelah melalui penilain yang ketat maka kejuaraan Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Berprestasi Tahun 2017 juaranya sebagai berikut: Juara 1 Karang Taruna Bina Karya, Desa Tamanmartani Kalasan, Juara 2 Karang Taruna Gelora Muda, Desa Sinduharjo Kecamatan Ngaglik, Juara 3 Karang Taruna Giri Taruna Bhakti, Desa Girikerto Kecamatan Turi.

Untuk Pekerja Sosial Masyarakat  juara 1 diraih oleh PSM Kecamatan Tempel, Dewi Sulastri, S.Si, juara 2 PSM Kecamatan Cangkringn, Bavit Margo Utomo, juara 3 PSM Kecamatan Moyudan, Sugiyem. Kemudian untuk juara Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat juara 1 diraih oleh WKSBM Sejahtera, Sukomartani Merdikorejo Tempel, juara 2 WKSBM Ngupoyo Mukti, Balong Bimomartani Ngemplak, juara 3 WKSBM Dadi Sejahtera, Pete Margodadi Seyegan. Dan yang terakhir yaitu juara Lembaga Kesejahteran Sosial juara 1 diraih oleh LKS Yayasan Anak Kanker Indonesia Jogjakarta,  juara 2 LKS Yayasan Rumah Impian, juara 3 LKSA Yayasan Al-Islam. Masing-masing juara mendapatkan hadian berupa  uang pembinaan yang diserahkan oleh wakil bupati sleman.

16
Jun

Gaji 13 dan 14 Cair

Gaji ke-13 dan ke-14 PNS (Pegawai Negeri Sipil) Kabupaten Sleman akhirnya cair. Kepala BKAD Badan Keuangan dan Aset Daerah, Hardo Kiswaya, SE, Msi mengungkapkan bahwa gaji ke-14 akan cair pada hari Senin tanggal 19 Juni 2017, sedangkan gaji  ke-13 PNS akan cair pada tanggal 5 Juli 2017. Hal tersebut disampaikannya dalam acara jumpa pers di Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman, Kamis (15/6). Selain PNS, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman juga akan menerima gaji ke-13 pada tanggal 19 Juni 2017.

Keputusan tersebut menindaklanjuti PP No. 27 tahun 2017 tentang Gaji PNS, TNI, Polri dan Pejabat Negara yang rilis pada hari Rabu (14/6) lalu. Meskipun rentang waktu yang cukup singkat, yaitu mulai terbitnya PP tengtang gaji tersebut hingga waktu pencairan gaji ke-14, Namun BKAD bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kabupaten Sleman mengaku siap mengakomodasi kebutuhan pegawai tersebut sehingga bisa dicairkan tepat pada waktunya.

Pemimpin Cabang PT Bank BPD DIY Cabang Sleman, R Agus Trimurjanto SE MM mengatakan jumlah kotor gaji ke-14 yang akan cair tang 19 Juni mendatang sebesar Rp 35.562.340.600,00, kemudian dikurangi PPH menjadi Rp 34.856.636.200,00. Jumlah tersebut akan dibagikan kepada 9659 PNS di Kabupaten Sleman. Sedangkan gaji ke-14 untuk anggota DPRD Kabupaten berjumlah Rp 79.590.ooo,00 dengan jumlah penerima sebanyak 50 orang.

Adapun jumlah gaji ke -13 untuk PNS seluruhnya berjumlah 41,55 Milyar yang akan dibagikan kepada 9659 penerima. Sedangkan anggotan dewan akan menerima gaji ke-13 seluruhnya berjumlah Rp 202.000.000,00. Sementara untuk para pensiunan hanya akan menerima gaji ke-13 saja.

Hardo mengatakan jumlah gaji ke-13 lebih banyak dibandingkan gaji ke-14. Menurutnya hal tersebut dikarenakan gaji ke-13 pada prinsipnya merupakan tunjangan pendidikan untuk anak para penerima gaji tersebut. Sehingga jumlahnya relatif lebih banyak dindingkan dengan gaji ke-14 yang merupakan tunjangan untuk Hari Raya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.