Arsip Kategori: Berita

11
Dec

KORPRI Sleman Dorong PNS yang Purna Tugas Untuk Terus Berkarya

Sebanyak 197 orang  purna tugas per 1 Juli s.d 1 Desember 2015 menerima tali asih dari Korpri Kabupaten Sleman, di Pendopo Parasamya Kamis 10 Desember 2015. Ke 197 orang purna tugas tersebut terdiri 160 orang  karena batas usia pensiun, 7 orang purna tugas atas permintaan sendiri, 29 orang kaarena meninggal dunia dan 1 orang karena pindah tugas ke daerah lain. Penyerahan tali asih disampaikan penjabat bupati Sleman Ir. Gatot Saptadi, yang pada kesempatan tersebut didampingi antara lain Sri Rahayu mewakili Ketua DP Korpri DIY, pj. Sekretaris Daerah Drs. Iswoyo Hadiwarno, Asekda Bidang Administrasi Djoko Handoyo, SH, Ketua panitia Hari Jadi Korpri Drs. Pustopo, dll. Diantara penerima tali asih tersebut Mantan Sekretaris Daerah dr. Sunartono,M.Kes, Mantan Asekda Bidang Pemerintahan Sunaryo, SH,Cn, dll.

Penjabat Bupati Sleman saat memberi sambutan antara lain menyampaikan bahwa memasuki masa purna tugas, bagi seorang aparat pemerin­tah, merupakan suatu prestasi yang cukup membanggakan. Keberhasilan dalam melaksanakan tugas dan tanggung­jawab yang dibeban­kan dengan baik merupakan hal yang patut disyu­kuri karena tidak setiap pegawai dapat mencapai prestasi tersebut, mungkin karena sakit sehingga di tengah jalan mengajukan pensiun dini  atau karena sebab lainnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pada saat ini dalam kehidupan bermasyarakat kita, masih membutuhkan peran dan partisipasi aktif dari para penerima tali asih. Meskipun telah pensiun, tidak sedikit diantara para PNS yang telah purna tugas ternyata justru memegang peranan penting di dalam tata kehidupan sosial-kemasyarakatan. Oleh karena itu meskipun telah memasuki masa purna tugas diharapkan para penerima tali asih tetap mampu terus berkarya.

Setelah memasuki masa purna tugas, para penerima tali asih dituntut untuk merintis karier kedua secara nyata di masyarakat. Karena setelah purna tugas sebagai PNS, akan banyak waktu untuk aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Dengan bekal dan pengalaman selama aktif menjadi aparat pemerintah,para penerima tali asih dapat berperan positif dalam masyarakat untuk menggalakkan semangat gotong-royong dan menggiatkan pembangunan secara swadaya dan mandiri sesuai dengan keinginan masyarakat setempat

Penyampaian penghargaan dan tali asih dari Pemerintah Kabupaten Sleman ini merupakan wujud dari perhatian dan rasa terima kasih atas pengabdian selama bekerja sebagai PNS. Sedangkan Ketua panitia hari jadi Korpri Pustopo melaporkan bahwa  maksud dan tujuan program pemberian tali asih bagi anggota Korpri adalah untuk memberikan penghargaan bagi anggota yang purna tugas, serta sebagai sarana silaturahmi bagi purna tugas.  Lebih lanjut dilaporkan bahwa setoran dari para purna tugas tersebut sampai saat ini baru sejumlah Rp. 170.000,- sehingga PNS yang masih aktif mensubsidi kepada anggota Korpri yang purna tugas, karena tali asih yang diberikan tersebut jumlahnya Rp. 1.000.000,-.

10
Dec

Masyarakat Sleman Antusias Sukseskan PILKADA

Kesuksesan PILKADA Sleman 9 Desember 2015 mendapat perhatian serius Pemkab Sleman dengan dilakukan pemantauan oleh Penjabat Bupati Sleman Ir. Gatot Saptadi beserta Dandim Sleman, Kapolres serta Kajari Sleman, serta pejabat Sleman lainnya. Pantauan pelaksanaan Pilkada dibagi dalam 3 kelompok  Untuk kelompok I memantau wilayah Godean, Depok dan Kalasan serta Lapas Cebongan. Kelompok II wilayah Sleman, Seyegan dan Gamping. Sementara untuk kelompok III ke wilayah Turi, Pakem dan Cangkringan.
Dalam pemantauan di TPS 3 Sentul Sidoagung Godean petugas TPS menggunakan Busana Surjan Jawa Lengkap dengan jumlah pemilih 360 orang. Demikian pula petugas TPS 22 Lapas Cebongan juga mengenakan Busana Jawa dengan jumlah pemilih 90 orang terdiri dari 72 tahanan dan 18 petugas Lapas.
Dalam setiap pantauannya rombongan meninjau sampai di TPS untuk memantau pelaksanaan PILKADA dari berbagai aspek meliputi petugas dengan segala perlengkapannya, saksi-saksi dan perlengkapan lainnya yang mendukung suksesnya pelaksanaan PILKADA di Kabupaten Sleman. Malam sebelumnya PJ Bupati juga memimpin pantauan jelang PILKADA meliputi kesiapan dirstribusi logistik maupun situasi dan kondisi kamtibmas menjelang PILKADA.
Usai pantuan Pj Bupati mengatakan secara keseluruhan pelaksanaan PILIKADA di Sleman berjalan dengan aman dan lancar tidak ada hal yang mengkhawatirkan. Tingkat partisipasi masyarakat dalam ikut dalam PILKADA sampai pukul 12 hingga 1 jam sebelum berakhirnya pelaksanaan pencoblosan diatas 70 %  namun untuk lingkungan perumahan masih berkisar 50 %, Namun secara umum tingkat partisipasi masyarakat sudah cukup tinggi dan akan dapat diketahui setelah batas waktu selesai.
7
Dec

Berbagai Makanan Khas Sleman Disuguhkan di Stand Sekaten

Pemkab Sleman pada tahun 2015 ini kembali mengikuti Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-alun Utara Yogyakarta. Kali ini, dengan lokasi yang sama yaitu sebelah barat Panggung Kesenian.  Anjungan Sleman tampil beda dengan mengedepankan unsur bambu sebagai material konstruksi anjungan dengan mengedepankan kenyamanan bagi pengunjung dan pengisi anjungan, serta berupaya memunculkan tampilan dengan estetika budaya lokal. Anjungan Sleman menggunakan material bambu sebagai upaya pemanfaatan produk Hasil Hutan bukan Kayu (HHBK) sebagai salah satu unggulan di Kabupaten Sleman. PMPS yang berlangsung selama 20 hari tersebut telah dibuka sejak Jumat 4 Desember 2015.

Usai pembukaan secara seremonial yang dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan DIY Didik Purwadi , yang pada kesempatan tersebut didampingi Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Dan seperti usai pembukaan dilakukan peninjauan stand, termasuk stan/anjungan Pemkab Sleman dikunjungi Didik Purwadi dan Haryadi Suyuti, termasuk mereka mencicipi makanan khas Kabupaten Sleman seperti Legondo, Pisang Buntal Jadah Bakar dan juga minuman khas lereng merapi.
Dalam anjungan Sleman ditampilkan beberapa UKM kerajinan dan industri makanan olahan, tak ketinggalan makanan khas jadah tempe Kaliurang serta desa wisata. Untuk mengisi angjungan pemkab sleman diisi dan dikelola asosiasi yang ada di kabupaten sleman. Beberapa asosiasi tersebut antara lain Ikapim, Aspartan, Asosiasi Batik Mukti Manunggal, Aspika, dan Aspartan.
Selama mengikuti PMPS asosiasi akan memamerkan produk-produk anggotanya. hal tersebut dimaksudkan sebagai upaya pengenalan produk-produk UKM yang tergabung dalam asosiasi dan juga sebagai bentuk pemberdayaan kreatifitas anggota-anggota asosiasi.
Sebagai upaya untuk memperkenalkan motif batik khas Sleman, Asosiasi Batik Mukti Manunggal juga mengisi anjungan Sleman dengan produk-produk batiknya berupa Parijotho Salak dan Gajah Kombinasi Parang Rusak Barong.  Sementara itu anjungan Pemkab Sleman dihijaukan oleh Kampung Flori dan Anggrek dari Asosiasi Aspartan dengan berbagai tanaman buah,  tanaman hias, dan anggrek yang mampu menambah nilai estetika penampilan anjungan. Kampung Flory sendiri merupakan kampung di Jugang, Pangukan, Sleman yang kegiatan utama warganya bergerak di bidang pembibitan tanaman hias dan buah unggul.
Jika masyarakat tertarik untuk melihat potensi Sleman, kunjungilah Anjungan Sleman dalam PMPS 2015 di Alun-Alun Utara hingga 24 Desember 2015. Yang jelas bila berkunjung di anjungan sleman dijamin akan puas, karena tersedia berbagai kebutuhan, mulai dari berbagai jenis tanaman, kerajinan kulit dari bahan kulit telur sampai dengan kulit sapi, rajut, pernak-pernik, batik  berbagai motif khas Sleman, makanan olahan, jajanan tradisional termasuk makanan ciri khas Sleman berupa jadah/tempe. Untuk menambah suasana khas daerah setiap harinya dalam anjungan ditampilkan  kesenian khas seperti Klentingsari, Gejog Lesung, Cokek’an, dan kesenian khas lainnya. Kabag Humas Setda Sleman Sri Winarti sebagai penanggungjawab Anjungan Kabupaten Sleman mengatakan, dengan nuansa pedesaan dijamin pengunjung akan betah melihat-lihat produk-produk UKM Sleman sembari menikmati jadah-tempe dan tiwul yang sudah tentu higenis dan sehat.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.