Arsip Kategori: Berita

7
Jun

Bupati Akan Terbitkan Surat Edaran Penghentian Aktivitas Saat Adzan Berkumandang

Bupati Sleman Sri Purnomo akan menerbitkan surat edaran berkaitan dengan penghentian seluruh kegiatan ketika adzan berkumandang dilingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Sleman. Hal tersebut diungkapkan Sri Purnomo di sela-sela tausiah  shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Agung Dr. Wahidin Soedirohoesodo Beran, Tridadi, Sleman pada Senin (6/6).
Dalam surat edaran tersebut Sri Purnomo  menghimbau agar seluruh SKPD dilingkungan Pemkab Sleman untuk menghentikan kegiatan dinas seperti rapat di jam shalat fardhu serta mengharapkan seluruh PNS di Lingkungan Kabupaten Sleman untuk menyelenggarakan shalat berjamaah di masjid. Menurutnya sesuai dengan ajaran agama Islam, shalat berjamaah lebih utama karena mendapat pahala 27 kali lipat dibanding mengerjakan shalat sendiri.
”Surat edaran tersebut kami keluarkan agar Pegawai Negeri Sipil di lingkungan kerja Pemkab Sleman dalam pelaksanaan ibadah di bulan suci ramadhan tetap dapat berjalan dengan khusyuk khususnya shalat wajib karena shalat merupakan ibadah yang paling utama yang harus dijalankan oleh setiap muslim”, ungkap Sri Purnomo.
Dalam kesempatan tersebut Sri Purnomo juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi pasar dimana kebutuhan bahan-bahan pokok ketika menjelang ramadhan selalu naik. Menurutnya hal tersebut wajar dikarenakan permintaan pasar meningkat mengakibatkan proses pemenuhan kebutuhan dalam hal distribusi terkadang tidak seimbang.
”Kenaikan harga ketika bulan ramadhan ini merupakan hal yang wajar,  jika permintaan pasar meningkat terkadang stok barang ada namun distribusi kurang lancar. Hal tersebut mengakibatkan ketidakseimbangan di pasar yang berimbas pada kenaikan harga”, tambah Sri Purnomo.
Menurut Sri Purnomo seharusnya selama bulan ramadhan tingkat konsumsi kebutuhan makanan masyarakat turun, namun yang terjadi justru sebaliknya. Hal tersebut menurutnya justru bertolak belakang dengan hikmah semangat ramadhan. “Bulan ramadhan membimbing kita untuk mengekang hawa nafsu termasuk makan minum. Jika seluruh masyarakat sadar akan hal ini Insya Allah tingkat konsumsi terhadap kebutuhan bakan pangan stabil”, jelas Sri Purnomo.
Terkait dengan kenaikan harga tersebut Sri Purnomo berharap masyarakat bisa menyikapi secara positif dan Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus melakukan pemantauan harga barang kebutuhan pokok agar kenaikan harga kebutuhan barang pokok dapat dikendalikan.
3
Jun

Sleman Surplus Stok Bahan Pangan

Ketersediaan bahan pangan pokok di Kabupaten Sleman tercatat mengalami surplus. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sleman Sri Purnomo dalam acara Launching Pemasaran Beras Dari Gapoktan ke Toko Tani Indonesia bersama Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X pada Rabu (2/6) di Gancahan, Sidomulyo, Godean.

Menurut Sri Purnomo Hingga bulan Mei 2016 surplus beras di Kabupaten Sleman mencapai 201.491 ton. “Untuk komoditi bahan pokok lainnya seperti kacang tanah surplus sebesar 6.564 ton, cabe merah surplus mencapai 10.633 ton. Kondisi surplus ini juga dijumpai pada  komoditi daging sapi yang mencapai surplus 417 ton, daging ayam sebesar 18.501 ton, dan telur ayam surplus sebesar 15.687 ton”, terang Sri Purnomo.

Sedangkan untuk sasaran luas panen padi pada tahun 2016 tercatat pada bulan Oktober – Maret 2015/2016 sebesar 26.181 Ha dan pada bulan April – September 2016 sebesar 24.65 Ha, sehingga sasaran luas tanam total pada bulan Oktober hingga September sebesar 50.831 Ha. Hingga bulan Mei 2016 cadangan pangan pemerintah daerah mencapai 27,850 ton beras sedangkan cadangan pangan masyarakat mencapai 112 ton GKG (Gabah Kering Giling).

Sri Purnomo menambahkan bahwa penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) telah didistribusikan kepada sejumlah Gapoktan di Kabupaten Sleman. LDPM Pra Penumbuhan melalui bantuan Sosial APBD DIY telah disalurkan pada tiga Gapoktan yakni Gapoktan Peduli Tani-Prambanan, Gapoktan Ngudi Lestari-Pakem masing-masing sebesar Rp. 20 juta pada tahun 2012 dan Gapoktan Sumber Makmur-Prambanan sebesar 20 juta pada tahun 2015.

Sedangkan Bantuan APBN juga telah didistribusikan kepada 18 gapoktan mulai tahun 2009 hingga tahun 2015. Bantuan LDPM  diberikan secara bertahap, yakni tahap penumbuhan kepada 2 gapoktan pada tahun 2016 sebesar Rp. 150 juta. Tahap berikutnya yakni tahap pengembangan telah disalurkan bagi 2 gapoktan melalui Bansos 2015 sebesar Rp. 150 juta, dan bantuan pemerintah sebesar Rp. 50 juta. Tahap akhir yakni tahap kemandirian didistribusikan kepada 15 gapoktan mulai dari tahun 2009 hingga 2015.

Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY, Aroofa Noor Indriani yang juga hadir dalam acara tersebut membenarkan bahwa secara umum kondisi ketersediaan pangan di DIY saat ini dalam kondisi yang memadai. Menurutnya berdasarkan angka prediksi tahun 2016 ketersedian beras dari produksi di DIY sebesar 515.824 ton. “Untuk peningkatan ketersediaan pangan dan cadangan pangan pemerintah daerah tersedia 222 ton cadangan pangan dalam bentuk beras, untuk Sleman sendiri disediakan 27 ton”, tutur Aroofa.

2
Jun

Anak Difabel Tampil Menarik di Hadapan Wakil Bupati

Festival, lomba dan Gelar siswa  pendidikan khusus dan layanan khusus DIY secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sri Muslimatun ditandai dengan pemukulan gong didampingi oleh kepala Dinas Pendidikan DIY Drs. Kadarmanto Baskoro Aji dan Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Arif Haryono SH di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman Rabu (1/6). Acara juga dimeriahkan dengan penampilan para siswa meliputi menyanyi dan menari

Kepala Dinas Pendidikan DIY didepan Wakil Bupati Sleman menyampaikan maksud dan tujuan acara tersebut yaitu menggali dan melestarikan seni budaya, membina dan meningkatkan kreativitas, dan mewujudkan perluasan dan pemerataan pembinanaan dan pengembangan bakat dan prestasi peserta didik anak berkebutuhan khusus (ABK).

170 siswa dari 34 cabang lomba diikuti 5 siswa dari kabupaten/kota se-DIY, lomba dilaksanakan selama 2 hari. Tiga cabang lomba yaitu FLS2N meliputi menyanyi, melukis, baca puisi, menari, design grafis, MTQ dan pantonim. O2SN meliputi balap kursi roda dan catur turna netra. Lomba Keterampilan meliputi tata boga, merangkai bunga, membatik, kecantikan, IT, hantaran dan modeling.

Bupati Sleman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sri Muslimatun antara lain menyampaikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya atas terlaksananya kegiatan Festival, Lomba, dan Gebyar Siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Tingkat DIY. Menurut Sri Muslimatun, anak-anak berkebutuhan khusus, memiliki potensi dan keunggulan yang luar biasa dan berbeda dengan anak-anak lainnya. Mereka diberikan karunia khusus, sehingga tidak boleh diremehkan. Untuk itu, Wakil Buoati berpesan agar potensi ini terus diasah dan dikemas secara baik oleh para guru sehingga bisa menjadi modal bagi masa depannya.

Anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Sleman saat ini berjumlah 977 anak terdiri dari 564 anak lak-laki dan 413 anak perempuan. Jumlah ini perlu dijadikan  catatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membekali ABK dengan berbagai kemampuan dan keterampilan sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan memiliki daya juang tinggi.

Selain mengasah potensi siswa, Wabup berharap agar siswa-siswa pendidikan khusus dan layanankhusus, juga mendapatkan pendidikan karakter yang bias membina anak tidak saja cerdas secara intelektual, tetapi juga emosional dan spiritualnya. Sehingga para siswa ini memiliki kemampuan daya juang dan mentalitas yang kuat serta rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan dan memenuhi tujuan hidup.

Pada akhir sambutannya Wakil Bupati berpesan pada anak-anak yang pada hari ini akan melak­sana­kan lomba, untuk berprestasi dan mengembangkan diri secara maksimal. Tunjukkanlah bahwa kalian memiliki kelebihan dan keunggulan. Tetap percaya diri dan berusaha untuk hidup mandiri.Festival, lomba dan Gelar siswa  pendidikan khusus dan layanan khusus DIY secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sri Muslimatun ditandai dengan pemukulan gong didampingi oleh kepala Dinas Pendidikan DIY Drs. Kadarmanto Baskoro Aji dan Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Arif Haryono SH di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman Rabu (1/6). Acara juga dimeriahkan dengan penampilan para siswa meliputi menyanyi dan menari

Kepala Dinas Pendidikan DIY didepan Wakil Bupati Sleman menyampaikan maksud dan tujuan acara tersebut yaitu menggali dan melestarikan seni budaya, membina dan meningkatkan kreativitas, dan mewujudkan perluasan dan pemerataan pembinanaan dan pengembangan bakat dan prestasi peserta didik anak berkebutuhan khusus (ABK).

170 siswa dari 34 cabang lomba diikuti 5 siswa dari kabupaten/kota se-DIY, lomba dilaksanakan selama 2 hari. Tiga cabang lomba yaitu FLS2N meliputi menyanyi, melukis, baca puisi, menari, design grafis, MTQ dan pantonim. O2SN meliputi balap kursi roda dan catur turna netra. Lomba Keterampilan meliputi tata boga, merangkai bunga, membatik, kecantikan, IT, hantaran dan modeling.

Bupati Sleman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sri Muslimatun antara lain menyampaikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya atas terlaksananya kegiatan Festival, Lomba, dan Gebyar Siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Tingkat DIY. Menurut Sri Muslimatun, anak-anak berkebutuhan khusus, memiliki potensi dan keunggulan yang luar biasa dan berbeda dengan anak-anak lainnya. Mereka diberikan karunia khusus, sehingga tidak boleh diremehkan. Untuk itu, Wakil Buoati berpesan agar potensi ini terus diasah dan dikemas secara baik oleh para guru sehingga bisa menjadi modal bagi masa depannya.

Anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Sleman saat ini berjumlah 977 anak terdiri dari 564 anak lak-laki dan 413 anak perempuan. Jumlah ini perlu dijadikan  catatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membekali ABK dengan berbagai kemampuan dan keterampilan sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan memiliki daya juang tinggi.

Selain mengasah potensi siswa, Wabup berharap agar siswa-siswa pendidikan khusus dan layanankhusus, juga mendapatkan pendidikan karakter yang bias membina anak tidak saja cerdas secara intelektual, tetapi juga emosional dan spiritualnya. Sehingga para siswa ini memiliki kemampuan daya juang dan mentalitas yang kuat serta rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan dan memenuhi tujuan hidup.

Pada akhir sambutannya Wakil Bupati berpesan pada anak-anak yang pada hari ini akan melak­sana­kan lomba, untuk berprestasi dan mengembangkan diri secara maksimal. Tunjukkanlah bahwa kalian memiliki kelebihan dan keunggulan. Tetap percaya diri dan berusaha untuk hidup mandiri.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.