Arsip Kategori: Berita

2
Aug

Gubernur DIY : Danais Dapat Digunakan Untuk Infrastruktur

Gubernur DIY Sri Sultan Hamenku Buwono X mengatakan danais yang cukup besar sampai saat ini penyerapan anggarannya masih sangat kecil, sementara anggaran danais itu sendiri bisa digunakan untuk pengembangan seni dan budaya bukan hanya dalam arti sempit, namun bisa digunakan untuk pengembangan budaya dalam arti yang luas salah satunya untuk Infrastruktur. Hal ini disampaikan Gubernur DIY dalam acara Sawalan yang di gelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, senin 1 Agustus 2016.

Menurut Gubernur pengembangan insfrastruktur yang mendukung pengembangan budaya dan pariwisata dapat dibangun dengan menggunakan danais. Gubernur mencontohkan bahwa danais dapat digunakan untuk pengembangan wisata merapi seperti untuk menyediaan tempat parkir untuk menampung  banyak wisatawan yang datang. Pengembangan sarana pariwisata lain juga dapat menggunakan danais.

Sementara itu Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo menyampaikan bahwa dalam mendukung keistimewaan DIY, berbagai upaya dilakukan untuk mengaktualisasikan aktivitas masyarakat. Berkaitan dengan kegiatan yang bersumber dari dana keistimewaan, diupayakan agar dana keistimewaan dapat dioptimalkan untuk kegiatan seni dan budaya serta  mendukung keberadaan obyek wisata di sleman. Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam upaya mendukung keistimewaan DIY, Pemkab Sleman juga menjadikan budaya sebagai landasan pengembangan    kepariwisataan .

Bupati mengatakan Pemkab sleman juga berupaya mengekspos budaya sleman agar tidak hanya dapat dinikmati di sleman saja, namun juga di berbagai wilayah nusantara. Pada tahun ini pemkab sleman telah melakukan misi kebudayan dengan pengembangan kerjasama seni budaya ke propinsi Bali. Agenda kebudayaan lain yang akan segera direalisasikan adalah pengiriman misi kebudayaan ke kota Probolinggo dan Kutai Kartanegara.

Ditambahkan bupati sleman bahwa hingga Juli lalu realisasi danais kabupaten sleman telah mencapai Rp. 2,1 M dari total dana sebesar Rp. 3,7 M atau sekitar 56 % dari total anggaran. Dana tersebut telah dialokasikan untuk berbagai program kegiatan seperti pengembangan nilai budaya, pelestarian cagar budaya dan aktualisasi kesenian tradisional dan budaya kontemporer.

29
Jul

KORPRI Sleman Serahkan “Tali Asih” Pada Purna Tugas


Sebanyak 283 anggota KORPRI menerima Tali Asih dari Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Sleman pada Kamis (28/7) di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Tali Asih tersebut diberikan pada anggota KORPRI yang purna tugas per 1 Januari-1 Juni 2016.
Wakil Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Sleman Iswoyo Hadiwarno menyampaikan bahwa penyerahan tali asih dilaksanakan 2 kali dalam setahun.  Adapun maksud dan tujuan dari program tali asih bagi anggota KORPRI menurut Iswoyo adalah untuk memberikan penghargaan bagi anggota yang purna tugas.
“Sumber dana tali asih KORPRI berasal dari iuran anggota secara rutin setiap bulan Rp 5.000,- per anggota, mulai Fevruari 2013 sampai dengan Juni 2016 per anggota memberikan total iuran sebanyak Rp 205.000,-. Sehingga total jumlah penerimaan tali asih KORPRI ditambahkan dengan subsidi silang masing-masing anggota menerima sebesar Rp 1.000.000,-”, jelas Iswoyo.
Iswoyo menambahkan bahwa dari 283 orang anggota yang mendapat tali asih KORPRI terdiri dari 234 anggota KORPRI yang purna tugas sesuai batas usia pensiun, 24 orang anggota yang pensiun dini, 24 orang anggota yang meninggal dunia sebelum memasuki batas usia pensiun, dan 1 orang anggota yang alih tugas/mutasi keluar daerah.
Program tali asih merupakan program usulan dari berbagai anggota KORPRI dalam rangka merespon adanya PP 32 tahun 2010 yang ditetapkan dalam Rapat Kerja Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Sleman pada bulan Desember 2012 dan telah dijadikan program prioritas bagi Dewan Pengurus KORPRI sejak tahun 2013.
Bupati Sleman Sri Purnomo yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi pada anggota KORPRI yang telah purna tugas. Dedikasi yang diberikan selama ini meurut Sri Purnomo merupakan sebuah kontribusi yang besar dalam membangun negeri khususnya Kabupaten Sleman. Sri Purnomo berharap agar anggota yang masih aktif dapat meneruskan pengembangan KORPRI kedepan dengan lebih baik.

 


28
Jul

Satpol PP Menjaring Puluhan Pembuang Sampah Liar

Selama ini masyarakat masih banyak yang membuang sampah sembarangan, baik di jembatan, tepi jalan bahkan mereka membuang sampah di sungai. Mereka tidak menyadari bahwa hal tersebut melanggar aturan/perda yang bisa menjerat mereka berupa pidana maupun perdata. Untuk mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan yang tidak baik tersebut memang bukan perkara mudah, semua tergantung dari beberapa unsur, baik dari pemerintah maupun masyarakat sendiri.

Tentunya masyarakat sudah paham apa yang mereka lakukan dengan membuang sampah sembarangan adalah melanggar hukum dengan berbagai konsekuensi yang harus ditanggung, apabila mereka terjaring atau tertangkap basah membuang sampah sembarangan yang bukan pada tempatnya.

Seperti yang baru saja dilakukan tim gabungan dari BLH Sleman, Satpol PP Sleman, juga dari unsur kepolisian (Polres Sleman) yang pada hari Selasa (26/7) melakukan sweeping di sepanjang jalan Kabupaten Sleman mulai jam 16.30 – 20.00 didapati 8 (delapan) pembuang sampah sembarangan mereka membuang sampah diluar Tranfer Depo Nogotirto Gamping, karena  tempat Transfer Depo memang sudah tutup. Sedangkan operasi sebelumnya yang telah berlangsung selama 5 (lima) kali juga berhasil menjaring pembuang sampah sebanyak 52 orang, hingga total selama operasi selama 6 kali berhasil menjaring 60 orang pembuang sampah. Kendati mereka membuang sampah didekat Transfer Depo mereka tetap dinyatakan melanggar perda karena tidak membung sampah pada tempatnya yaitu didalan Transfer Depo, sedang transfer Depo itu sendiri beroperasi/ buka mulai jam 07.30 – 14.00 Wib.

Mereka yang membuang sampah tersebut mayoritas warga wilayah kecamatan Gamping yaitu 7 orang dan yang satu berdomisili di wilayah kecamatan Godean. Kedelapan orang yang membung sampah sembarangan tersebut untuk sementara hanya dilakukan pembinaan dengan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, apabila mereka kemudian kedapatan lagi membuang sampah sembarangan maka mereka kan diajukan ke pengadilan dengan ancaman pelanggaran Tipiring, yang sangsinya bisa sangsi administrasi .

Sesuai Perda kabupaten sleman Nomor 4 Tahun 2015 dalam pasal  49 disebutkan bahwa setiap orang dilarang: membunag sampah diluar tempat pembuangan sampah yang telah ditentukan, membuang sampah spesifik tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, membakar sampah ditempat terbuka yang dapat menimbulkan polusi dan/atau mengganggu lingkungan dan/atau menggunakan lahannya untuk dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan akhir sampah.

Sementara dalam pasal 50 bahwa sangsi administrasi dapat berupa peringatan tertulis, pembekuan ijin, penyegelan, penghentian sementara, sebagian atau seluruhnya berupa pengeloln sampah, pencabutan ijin dan/atau rekomendasi  pencabutan dan pembekuan ijin operasional.

Sedangkan Kepala BLH Sleman Drs. Purwanto maupun Kepala Seksi Trantib Sri Madu Rakyanto saat dijumpai diruang kerjanya menyampaikan bahwa operasi dan pembinaan serupa akan terus dilakukan agar masyarakat tahu dan memahami apa yang harus dilakukan terkait dengan pembuangan sampah, agar mereka terbebas dari sangsi administrasi.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.