Arsip Kategori: Berita

5
Sep

Dalam Seleksi CPNS, Sleman Berlakukan Syarat Khusus

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Iswoyo Hadi Warno mengharapkan kelompok kerja Pelaksanaan Pengadaan CPNS Tahun 2014 bekerja dan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada para calon pelamar.  Proses penerimaan Formasi  CPNS Kabupaten Sleman telah dimulai dengan  pendaftaran online ke portal panselnas yakni http://tegpanselnas.menpan.go.id mulai tanggal 5 sampai 17 September 2014. Penyerahan berkas akan dimulai tgl 8 September dan ditutup tgl 22 September bertempat di lower ground Gedung BKD dengan jam pelayanan 08.00 – 13.00 WIB untuk hari Senin hingga Kamis, dan untuk hari Jumat pkl 08.00 – 11.00 WIB.  Untuk fasilitasi penerimaan berkas akan disiapkan 4 loket untuk petugas barcode yang akan mencocokan apakah calon pelamar telah mendaftarkan diri secara online.
Formasi CPNS pelamar umum yang disediaan adalah 39 formasi yang terdiri dari 37 formasi guru kelas SD Pertama dengan kualifikasi pendidikan S1 PGSD , dan 2 formasi penyuluh Keluarga Berencana Pertama dengan kualifikasi pendidikan S1 semua jurusan kecuali pendidikan. Untuk proses seleksi, Pemkab Sleman memberlakukan persyaratan khusus yakni:

1. IPK minimal 3.00 (dalam skala 4), dengan akreditasi program studi B. Jika akreditasi belum tercantum dalam ijazah maka wajib melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi yg bersangkutan atau foto copy surat keputusan yang dikeluarkan BAN Perguruan tinggi sesuai ijazah yang dikeluarkan. Sedangkan ijazah yg diperoleh dari perguruan tinggi swasta sebelum berlakunya akrefitasi BAN PT, program studinya berstatus disamakan atau diakui.

2. Bersedia untuk tidak mengajukan permohonan pindah instansi dari Pemkan Sleman sebelum memiliki masa kerja aktif sekurang kurangnya 8 tahun sejak diangkat CPNS.

Bagi Pelamar yang telah menerima nomer test, akan mengikuti ujian dengan sistem Computer Assisted test ( CAT) di Badan Kepegawaian Negara  Regional 1 Yogyakarta. Jadwal test untuk pelamar  Pemkab Sleman pada tanggal 8-11 oktober. Sampai dengan jam 09.45 tanggal 5 September jumlah pelamar 39 dengan perincian 24 pelamar guru kelas dan 15 pelamar penyuluh KB

4
Sep

Sleman Jadi Pilot Project Program Rehabilitasi Pecandu dan Penyalahguna Narkoba

Kabupaten Sleman bersama 15 kota/kabupaten lainnya ditetapkan sebagai pilot project penerapan peraturan rehabilitasi bagi pecandu narkoba dan penyalahgunaan narkotka. Kesempatan tersebut sekaligus tantangan bagi Sleman untuk semakin waspada, semakin cermat dalam melakukan deteksi dini terhadap kasus-kasus penyalahgunaan narkoba di Sleman. Dengan penduduk  satu juta lebih ditambah dengan pelajar dan mahasiswa dari berbagai penjuru daerah di Indonesia adalah tantangan yang tidak semakin ringan namun semakin berat. Demikian disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo saat penyampaian SK Kepala BNN tentang penunjukan BNNK Sleman sebagai Pilot Project program Rahabilitasi. Dalam menangani masalah penyalahgunaan napza, diperlukan kerja sama seluruh komponen masyarakat, baik lembaga maupun individu, sehingga upaya penanganan narkoba dapat saling melengkapi. Di Kabupaten Sleman, selain telah dibentuk satgas narkoba di 20 desa, juga telah terbentuk satgas narkoba di sekolah-sekolah yang jumlahnya hampir mencapai 30% dari seluruh sekolah yang ada. Keberadaan satgas narkoba di sekolah diharapkan dapat semakin mengefektifkan upaya pencegahan karena komunikasi yang terjalin adalah dari teman untuk teman.

Sedangkan Kepala BNN DIY Drs. Budiharso pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa aksi BNN saat ini telah ditunggu oleh masyarakat terutama dalam memerangi peredaran dan penyalah gunaan narkoba. Lebih lanjut disampaikan bahwa penunjukan sleman sebagai pilot project atas pertimbangan antara lain petugasnya sudah siap, Polda ada di Sleman, RSUP Dr Sardjito terletak di Sleman PSPP (Panti Sosial Pamardi Putra) berada di Sleman dan tempat rehab sudah siap, dll. Ditambahkan pula bahwa meskipun pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika telah direhab tetapi proses hukum tetap berjalan.
Surat Keputusan  Kepala BNN tentang penunjukan BNNK Sleman sebagai pilot project program rehabilitasi tersebut diserahkan olek Kepala BNN DIY dan diterima Kepala BNNK Sleman Drs. Kuntadi, dan juga diberikan kepada PSPP Kalasan Purwoto, SH. ***
4
Sep

Film Mahaguru Merapi Dilaunching DI MGM

Launching Film Mahaguru Merapi sebagai pelengkap Dokumantasi Museum Gunung Merapi secara resmi telah dilaunching oleh  Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM Dr. Surono pada Rabu 3 September 2014 di MGM yang ditandai dengan pemotongan Tumpeng dan penyerahan Film Mahaguru Merapi oleh DR. Surono yang diserahkan kepada bupati sleman Drs. Sri Purnomo. Disamping itu juga dilakukan pemutaran Film Mahaguru Merapi untuk yang pertama kalinya. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Plt. Kepala BPBD DIY Gatot Saptadi, Kepala BPPTKG Drs. Subandriyo, Kepala PVMBG Ir. M. Hendrasto, MSc, Kepala BPBD kabupaten Sleman Drs. Julisetiono Dwi Wasito, Kepala Dinas Budpar Ir. AA Ayu Laksmidewi, dll.

Sedangkan Kepala PVMBG  Ir. M. Hendrasto pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Film Mahaguru Merapi dibuat oleh Pusat Vulkaonolgi dan Mitigasi Bencana Geologi, yang bertujuan sebagai sarana sosialisaasi tentang kebencanaan gunungapi pada umumnya, dan Gunung Merapi khususnya, sebagai salah satu wujud daari upaya mitigasi bencana gunungapi. Lebih lanjut disampaikan bahwa melalui Film Mahaguru Merapi masyarakat bisa belajaar mengenai lebih dalam karakteristik Gunung Merapi dan bagaimana  melakukan upaya mitigasi yang lebih efektif dimasa mendatang, agar bisa meminimalisir kerugian akibat bencana yang ditimbulkan dan tentu jangan sampai ada korban akibat letusan.
Sementara itu Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa launching film dokumenter ini merupakan langkah yang penting bagi Museum Gunung Merapi tidak hanya untuk menambah koleksi tetapi juga media edukasi bagi masyarakat terutama di kawasan gunung Merapi baik yang di wilayah Daerah Istimewa , Jawa tengah khususnya dan pengunjung museum secara umum. Film Dokumenter yang bersumber pada kejadian erupsi Merapi tahun 2010 yang menimbulkan korban jiwa dan materi yang cukup besar, sangat strategis sebagai bahan pembelajaran para stakeholder dalam melakukan mitigasi bencana,  mengingat dalam film ini juga dimaksudkan sebagai upaya pengurangan resiko bencana. film ini harus dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran bersama mengenai hal-hal yang berkaitan dengan gunung api. Hal ini sangat diperlukan terlebih masyarakat Sleman mau tidak mau harus hidup berdampingan dengan Gunung Merapi.
Disampaikan pula bahwa untuk menyiapkan masyarakat khususnya anak-anak sekolah dalam menghadapi bencana, hingga saat ini, di Sleman telah terbentuk 6 sekolah siaga bencana yang terdiri dari 2 sekolah dasar, 1 SMP dan 3 SMK. Jumlah tersebut akan bertambah satu sekolah lagi yang akan menjadi SSB yaitu SDN Umbulharjo II. Selain itu juga telah terbentuk desa tanggap dan tangguh bencana di Sindumartani, Ngemplak dan Wukirsari, Cangkringan.
Film dokumenter tersebut juga merupakan salah satu upaya strategis untuk menarik masyarakat mengunjungi museum Gunung Merapi ini. Kami laporkan bahwa pengunjung Museum Gunung Merapi dari tahun ke tahun terus meningkat. Terlebih sejak erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Pada tahun 2010 pengunjung MGM sebanyak 41.471 orang, pada tahun 2013 sebanyak 128.625 orang., meningkat 330% . Pengunjung Museum sampai bulan Agustus 2014  sebanyak 86.599 orang.
Usai launching Film Mahaguru Merapi dan pemutaran film perdana Bupati juga menyempatkan diri meninjau pelaksanaan renovasi Museum Gunung Merapi yang masih berjalan. Kepala pelaksana renovasi bupati minta agar pelaksanaan renovasi berjalan lancar dan baik, tentu harus menjaga standar kualitas agaar tidak mudah rusak lagi.
Sementara itu Dr. Surono saat Press Conference antara lain menyampaikan bahwa Merapi adalah Mahaguru yang arif dan masyarakat hendaknya mengetahui hal tersebut. Dan yang tidak bolih dilupakan bahwa merapi punya hak untuk meletus dan masyarakat tidak bisa memusuhi namun bisa menjadikan sahabat, hanya saja kita harus bisa menyiasatinya. Lebih lanjut disampaikan bahwa alam adalah guru kita dan jangan memaksakan kehendak pada alam, kalau kita memaksakan kehendak sama saja kita menyemai bibit dan bencana. Ditambahkan Surono bahwa masyarakat Indonesia saat ini ada 4 juta yang berada pada Zona rawan bencana gunung berapi.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.