Arsip Kategori: Berita

21
Nov

Pemkab Sleman Adakan Senam Masal Peringati HUT KORPRI, PGRI, dan HKN

Lebih dari 1000 orang terdiri dari PNS, Karyawan BUMD, dan siswa sekolah dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman mengikuti senam masal di Lapangan Denggung Jumat (18/11). Senam masal tersebut dalam rangka memperingati HUT KORPRI, HUT PGRI serta Peringatan Hari Kesehatan Nasional.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang turut dalam senam masal tersebut menyampaikan bahwa penyelenggaraan senam massal sebagai salah satu upaya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran pada masyarakat. “Kegiatan senam massal ini adalah kegiatan yang sangat positif, karena banyak PNS dilingkungan Pemkab Sleman karena kesibukannya bekerja mungkin jarang sekali berolahraga, sehingga dapat berpengaruh terhadap kesehatan yang pada akhirnya juga dapat mempengaruhi produktivitas kerja”, kata Muslimatun.

Muslimatun berharap, dengan kegiatan Senam Massal tersebut dapat semakin menggugah kesadaran PNS dan masyarakat, untuk senantiasa berpola hidup sehat. ” Saya berharap agar para PNS di lingkungan Pemkab. Sleman dapat meluangkan waktu untuk melakukan olah raga secara rutin, terutama pada hari Jumat, karena pada hari jumat merupakan hari krida.  Pada hari krida PNS dihimbau untuk meluangkan waktunya selama 30 menit untuk berolahraga”, tambah Muslimatun

Dalam acara senam masal tersebut juga dilakukan tes kebugaran, donor darah, serta  cek kesehatan tulang. Selesainya senam masal, untuk menambah kemeriahan acara juga  diadakan lomba permainan tradisional seperti bakiak, lari egrang, dan gobaksodor antar SKPD di lingkungan Pemkab Sleman.
17
Nov

Kelompok Ternak Ngudi Makmur Tani Mampu Hasilkan Pupuk 2 Ton per Hari

Kelompok Ternak Ngudi Makmur Tani terletak di Desa Wonorejo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman yang berdiri sejak 2009 merupakan salah satu tempat produksi untuk mengolah pupuk kandang dengan bahan baku kotoran sapi dan kambing. Ketua Kelompok Ternak  Ngudi Makmur Tani, Sugimin ketika ditemui saat press tour  Paguyuban Wartawan Pemkab Sleman (PWPS) pada Rabu (16/11) di lokasi produksinya menjelaskan bahwa bahan baku untuk pembuatan pupuk didatang kan dari kelompok ternak Kec. Ngaglik dan kecamatan sekitarnya.

“Untuk memproduksi pupuk memerlukan 1 (satu) minggu sampai dengan 15 (lima belas) hari, dan siap jual sampai 21 hari. Sebanyak 9 orang bekerja setiap harinya untuk memproduksi pupuk kandang, pupuk yang dihasilkan mencapai 2 ton perhari yang harga jualnya Rp 800,- per kg dengan keuntungan rata-rata 10%”, jelas Sugimin.

Dalam pengolahan pupuk kandang menurutnya memerlukan 5 proses, yakni proses pertama mengolah dengan biostater, kedua mencacah campuran tanah dengan pupuk, ketiga mengeringkan pupuk tersebut secara alami dengan sinar matahari, keempat memasukkan tanah tersebut ke dalam mesin penggiling yang nantinya akan disaring, dan terakhir pupuk tersebut dipacking ke dalam karung dan siap untuk jual. Pemasaran selama ini tidak ada kendala, Sugimin mengungkapkan bahwa sudah ada kelompok tani dan universitas terkait yang berlangganan membeli pupuk produksinya. Pupuk kandang tersebut juga dapat digunakan untuk semua jenis tanaman dan tanah.

Selain produksi pupuk kandang, di sekitar lokasi juga terdapat kebun sayur, serta kawasan outbond sebagai kawasan edukasi untuk lingkungan anak-anak. Wahyudi sebagai Ketua pengelola outbond menyampaikan bahwa kawasan outbond  tersebut dibentuk karena melihat kondisi lokasi terdapat banyak perumahan, hotel, rumah makan maka pengelola ingin lebih lebih mengarah pada edukasi untuk anak-anak tentang lingkungan. Kegiatan tersebut meliputi bajak sawah, tanam padi, tangkap ikan, permainan halang rintang, jembatan goyang, naik jaring, tarzan, serta terdapat kolam renang.

Tidak jauh dari lokasi tersebut prees tour berlanjut ke paguyuban produksi pengrajin las di Padukuhan Donolayan, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Rolis Noverta  salah satu pemiliki usaha bengkel las menyampaikan bahwa mengalami peningkatan dan pemasaran berjalan lancar walaupun berada di lingkungan desa. Sebagai pemilik bengkel las, Rolis mengutamakan kualitas bahan baku dan sumber daya manusia yang dapat mengolah secara professional agar konsumen merasa puas dengan pesanannya.

17
Nov

Sleman Adakan Forkom Keprotokolan dan Workshop Pengembangan Kepribadian

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Humas menyelenggarakan Forkom Keprotokolan dan Workshop Pengembangan Kepribadian. Kasubag Keprotokolan Agaerul, SIP mengatakan tujuan  Forkom dan Workshop tersebut untuk menyatukan pemahaamaan bagi aparat keprotokolan dalam melaksanakaan tugas keprotokolan  dan menyikapi perkembangan keprotokolan, juga sebagaai wadaah komunikasi untuk menyatukan dan menyamakan persepsi tentang pelaksanaakan kegiatan keprotokolan, serta meningkatkan kapasitas kepribadian para apaarat dalam bersikap dan mengekpresikan potensi diri.

Forkom dan worshop dilaksanakan selama 2 hari tanggal 16-17 November 2016, dengan peserta staf  Pemerintah Desa se kabupaten sleman sebanyak 86 orang. Bertindak sebaagaai nara sumber  Winarno dari protokol Istana Gedung Agung Yogyakarta dengan materi Pelaksaanaan Manajemen Keprotokolan di daerah dan Dra. Isnurin Bonowiyati, Msi (Direktur Ardana Development And Communication Training Yogyakarta)

Bupati sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf ahli bupati bidang Ekonomi daan Keuangan Dra. Sudarningsih, Msi menyampaikan bahwa Semua SKPD dan aparat pemerintah di dalam menyelenggarakan pemerintahan tidak dapat terlepas dari pelaksanaan keprotokolan. Penyelenggaraan acara resmi seperti sosialisasi, rapat koordinasi, penerimaan tamu, penandatanganan nota kesepahaman dan lain-lainnya yang diselenggarakan oleh SKPD tidak dapat dilepaskan dari kegiatan keprotokolan. Walaupun di SKPD teknis lingkup kabupaten, kantor kecamatan dan desa tidak memiliki aparat yang tupoksinya melaksanakan kegiatan keprotokolan namun penyelenggaraan keprotokolan tetap harus dilaksanakan. Di sinilah pentingnya memahami dengan baik keprotokolan baik secara teknis maupun non teknis.

Lebih Lanjut disampaikan bahwa selain itu, dalam acara tersebut juga diberikan materi pengembangan kepribadian yang tak kalah pentingnya karena protokol bertugas menciptakan situasi yang menyenangkan dan harmonis dalam kegiatan, tentunya ini membutuhkan sikap disiplin, ramah, peduli dan senantiasa aktif berkomunikasi untuk menunjang kelancaran tugas.

Disampaikan pula bahwa  peran petugas protokol memang seringkali tidak terlihat. Orang hanya tahu bahwa suatu acara sukses diselenggarakan. Padahal, untuk sebuah kesuksesan sebuah acara, tidak jarang persiapan yang dilakukan sampai berminggu-minggu. Sebaliknya apabila terjadi kesemrawutan dalam sebuah acara, maka petugas protokol akan langsung menjadi pihak yang disalahkan. Secara lebih luas, efeknya akan mempengaruhi citra suatu daerah dan pemimpin daerah tersebut. Singkatnya, jika dikaitkan dengan citra pelayanan prima, menjalankan keprotokolan bisa menjadi cerminan citra pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan bagi masyarakat.

Keprotokolan memang digunakan untuk membuat suatu acara lebih tertata dengan rapi agar tidak semrawut, berlangsung hikmat dan lebih baik. Namun demikian, aturan yang ada harus dapat lebih fleksibel dalam mengikuti perkembangan lapangan. Jangan sampai aturan tersebut justru membuat para pemimpin atau pejabat menjadi semakin jauh dengan masyarakat.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.