Arsip Kategori: Berita

4
Sep

Qurban Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial

Sholat Hari Raya Idul Adha  1438 H, Jumat (1/9) di lapangan Denggung Sleman dengan Imam dan Khotib  Dr. Yayan Suryana, M.Ag (Dosen Universitas Islam Negeri Yogyakarta) dipadati jamaah termasuk Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, Msi dan Wakil Bupati Sleman Dra. Sri Muslimatun, M.Kes. Sholat Idul Adha di lingkungan Pemkab Sleman juga dilakukan di Masjid Agung Dr. Wahidin Sudorohusodo yang bertindak sebagai Imam dan Khotib  Moh. Hasyim yang merupakan Dosen Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

Yayan Suryana,M.Ag dalam khutbahnya antara lain menyampaikan bahwa Hari raya Idul Adha disebut juga Hari Raya Qurban, sebab hari raya tersebut terkait dengan pengorbanan Nabi Ibrahim As yang pernah diperintahkan Allah SWT lewat mimpi untuk menyembelih putra tercintanya Ismail As kemudian diganti dengan seekor kambing qibas karena perintah tersebut hanyalah ujian. “Pada hari ini atau tiga hari sesudahnya (hari tasyrik)  disyariatkan kepada kaum muslimin  agar menyembelih hewan qurban bagi orang-orang  yang memiliki kemampuan untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan baik meminta ataupun  tidak meminta, mengikuti semangat pengorbanan yaang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim as.” kata Yayan.

Menurutnya qurban merupakan amal kebajikan yang mempunyai implikasi sosial yang sangat penting. Daging hewan qurban yang dibagikan adalah sebagai bentuk rasa empati, simpati serta kepedulian  kita kepada masyarakat yang berhak, kaum lemah, kaum papa, yatim piatu, dan fakir miskin tanpa membedakan serta melihat mereka beragama, bersuku, berbangsa, dan berwarna kulit apa. Pesan yang lebih penting lagi dari ibadah qurban tersebut adalah munculnya kesadaran berupa kepedulian untuk berbagi kepada sesama, bukan hanya dalam bentuk material seperti daging qurban, tetapi kepedulian lainnya dalam memuliakan orang lain sebagai wujud dari ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Sementara itu Moh. Hasyim saat khotbah di Masjid Dr. Wahidin Sudirohusodo sleman menyampaikan bahwa hidup dan kehidupan yang kita jalani haruslah berorientasi kepada akhirat. Maka  aktifitas apapun yang kita lakukan termasuk yang dianggap sebagai aktifitas keduniaan, seperti bekerja, belajar, mengembangkan iptek, dan lainnya haruslah berorientasi kepada kehidupan akhirat. Artinya motivasi untuk mengerjakan semua itu adalah semata-mata ikhlas karena Allah, untuk mengharap ridhaNya agar kemudian  menjadi amal shalih yang akan mendapat balasan dariNya di akhirat nanti maupun di dunia saat ini.

“Hidup kita  ini kita jalani bukan untuk menuruti kemauan-kemauan atau keinginan-keinginan kita sendiri, melainkan harus disesuaikan dengan kehendak Allah. Seluruh aktivitas hidup haruslah diorientasikan untuk beribadah kepadaNya seraya mengharap untuk memperoleh ridlaNya sehingga mencapai hidup bahagia dunia akhirat.”, kata Hasyim.

Beberapa lokasi di Kabupaten Sleman yang dijadikan tempat Sholat Idul Adha antara lain Halaman Polda DIY dengan Imam/Khatib Prof.Dr.Hamim Zarkasyi P,M.Si, Lapangan 403 dengan Imam/Khatib Dr.H.Tulus Mustafa,LC,MA, GOR UNY dengan Imam/Khatib Dr. Chairil Anwar,M.Si, Halaman Kampus UIN dengan Imam/khatib Prof. Dr. Maragustam Siregar, halaman Graha Sabha Pramana Prof. Dr. Yunahar Ilyas. Sementara di Halaman Mapolres Sleman bertindak sebagai Imam/khatib KH. Arif Munaajaad, S.Pd dan di lapangan Pandowoharjo dengan Imam/khatib  KH. Bahron Farachi.

4
Sep

DPRD Sleman Lakukan Pemberhentian dan Pengangkatan PAW Anggotanya

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman menggelar Sidang Paripurna Istimewan pada hari Kamis tanggal 31 Agustus 2017 di Gedung DPRD Kabupaten Sleman. Agenda Rapat Paripurna Istimewan tersebut adalah Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Sleman Masa Jabatan 2014-2019.

Agenda tersebut merupakan tidak lanjut dari Surat Bupati Sleman nomor 170/01535 pada tanggal 20 Juli 2017 lalu, yang telah diajukan kepada Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Surat tersebut terkait perihal Pemberhentian dan Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Sleman Masa Jabatan 2014-2019. Pada agenda tersebut diresmikan pemberhentian dengan hormat Ida Suryanti, S.T. sebagai anggota DPRD Kabupaten Sleman dikarenakan mengundurkan diri. Anggota DPRD dari fraksi PAN tersebut kemudian digantikan oleh Respati Agus Sasangka, S.IP.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, berharap dengan pelantikan tersebut kinerja DPRD Kabupaten Sleman akan semakin dinamis danmeningkatkan profesionalisme. ”Kami sangat menghargai keputusan penggantian anggota Komisi B DPRD ini guna me-refresh kinerja DPRD guna meningkatkan kinerjanya,”jelasnya.

Lebih lanjut Sri Purnomo menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman akan menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Menurutnya tantangan tersebut semakin berat, khususnya terkait bagaimana mempertahankan berbagai prestasi yang telah diperoleh Pemkab Sleman. Maka dari itu Sri Purnomo berharap dari pelantikan ini dapat semakin meningkatkan kerjasama antara legislatif dan eksekutif serta menjadi mitra dalam melaksanakan berbagai program pembangunan. ”Kontrol dari legislatif sangat kami harapkan, agar pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan di Kabupaten Sleman ini tetap on the right track dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujarnya.



4
Sep

Pemkab Sleman Antisipasi Kelangkaan Gas Melon


Pemkab Sleman bekerjasama dengan Pertamina Divre Yogyakarta Dan Hiswana Migas DIY akan melakukan penambahan fakultatif LPG subsidi 3 Kg pada bulan September 2017 ini. Dwi Anta Sudibya selaku Plt. Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan LPG . “Kuota LPG reguler pada September nanti sebanyak 920.560 tabung, tambahan fakultatif  5,8% atau sebanyak 54.160 tabung”, kata Dibya.
Menurutnya Pemkab Sleman pada minggu ke empat bulan Agustus 2017 juga sudah menambah stok LPG subsidi 3 Kg sebanyak 5,45% atau 52.880 tabung  dari total kuota sebanyak 954.640 tabung. “Dengan jumlah tersebut kami prediksi ketersediaan LPG subsidi 3 Kg untuk bulan September nanti cukup karena ada kemungkinan ada sisa dari stok Agustus”, tegasnya.
Harga dari pangkalan ke pengecer saat ini  Rp. 15.500, sedangkan harga dari pengecer ke konsumen berkisar antara Rp 19.000-21.000.Dibya menghimbau pada pelaku usaha agar menggunakan gas non subsidi ‘bright’ berukuran 5 Kg dan 10 Kg. Hal tersebut terkait dengan temuan Rumah Pemotongan Ayam beberapa waktu lalu di daerah Maguwoharjo yang menggunakan LPG subsidi 3 Kg dalam menjalankan usahanya.
“LPG subsidi 3 Kg kan untuk masyarakat tidak mampu, kami harap para pelaku usaha untuk menggunakan bright gas 5Kg atau 10 Kg”, tambahnya.



Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.