Arsip Kategori: Berita

1
Aug

Kerajinan Dompet dan Tas dari Kulit Ikan Pari di Sleman

Perajin Sleman tak hanya memproduksi kerajinan yang berbahan baku bambu, serat alam maupun mendong. terdapat beberapa perajin yang memproduksi dompet, tas dan barang lainnya yang berbahan baku kulit ikan pari, biawak, ular, maupun kulit sapi. seperti yang dikerjakan oleh  Sri Sulasmi, 44 tahun seorang warga Godean. Usaha kerajinan kulit ikan pari tersebut ditekuninya sejak  2009. Sebelumnya Sri Sulasmi dan suami berusaha di bidang pengecoran logam dan kerajinan sandal sepatu. Keterampilan membuat dompet diperolehnya dari jurusan bahan kulit, karet dan plastik akademik teknologi kulit Jogja. berbagai produk seperti tas, dompet untuk laki-laki maupun perempuan mampu dikerjakannya. Kulit ikan pari didatangkan dari Kalimantan. Harga produk tas berkisar hingga 1 juta, sedangkan dompet berkisar antara dari 200rb-450rb. Dompet untuk laki-laki berkisar  95 hingga 240 ribu rupiah. edangkan dompet dengan bahan kulit biawak harganya lebih murah yaitu untuk dompet laki-laki 70 hingga 80 ribu sedangkan untuk perempuan antara 115 hingga 200 ribu rupiah.
Pemasarannya kerajinan dompet ini sebagian untuk grosir di daerah Jawa Timur, Jawa Barat dan Kalimantan. karyawan dari kerajinan ini merupakan warga sekitar. omset dari usaha tersebut menurut Sri Sulasmi bisa mencapai 25 hingga 30 juta rupiah perbulannya.***

28
Jul

Meski Libur Cuti Bersama, Kecamatan Tetap Beri Pelayanan

Banyak hal yang perlu dipersiapkan bagi abdi masyarakat terutama dalam memberikan pelayanan pada masyarakat saat cuti bersama bagi PNS di kabupaten Sleman. Meskipun para PNS di Kabupaten Sleman menikmati cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1435 H, namun untuk pelayanan terhadap masyarakat beberapa SKPD harus tetap buka untuk memberikan pelayanan pada masyarakat. Hal tersebut disampaikan bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat dijumpai disela-sela pantauan angkutan lebaran. Lebih lanjut disampaikan bahwa SKPD tertentu misal Dishubkominfo, Dinas kesehatan dan kecamatan meskipun cuti bersama tetap memberikan pelayanan pada masyarakat tentu dengan jadual, artinya tidak semua PNS masuk serentak.

Menyikapi momen mudik lebaran, malam takbiran sampai Sholat Ied dilapangan-lapangan  bupati minta untuk mengantisipasi kemungkinan dampak  yang timbul dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, baik SKPD maupun camat untuk memfasilitasi pelaksanaan perayaan hari raya juga persiapan mudik, sehingga masyarakat dapat beribadah  dan pemudik tetap merasa aman dan nyaman. Dalam menghadapi dan setelah lebaran aparat Pemkab Sleman, terlebih yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat sudah siap sesuai dengan tugas dan wewenang masing-masing.

Terkait dengan angkutan lebaran dengan segala kemungkinan yang terjadi Dinas Hubkominfo sudah menyiapkan sarana dan prasarana lalulintas ( armada, kesiapan terminal, rambu lalulintas dll) dan selalu melakukan pemantauan dengan instansi terkait. Sementara itu. terkait dengan pelayanan kesehatan, UPT Puskesmas dan rumah sakit Umum di wilayah kabupaten sleman sudah menyiapkan segala sesuatu sejak H-7 sampai H+7 termasuk fasilitas UGD dan Unit Ambulance. Termasuk pengaturan pelayanan kesehatan dan personil dan [posko siaga 24 jam untuk pemudik dan masyarakat.

Termasuk kepada Camat  diharapkan mengatur piket kecamatan agar pelayanan administrasi kependudukan tidak terhenti dan masyarakat perantau yang mudik  dapat memanfaatkan waktu liburan untuk mengurus administrasi kependudukannya dapat terlayani dengan baik. Camat juga diminta untuk menginformasikan pada pemerintahan desa . Yang jelas selama cuti bersama masyarakat masih dapat terlayani , tentu waktunya juga terbatas tidak seperti  jam kerja hari-hari biasa.

Seperti disampaikan camat Tempel Wildan Solichin bahwa selama cuti lebaran tanggal 30-1 Agustus untuk kecamatan tetap memberikan pelayanan sampai jam 13.00 Wib dengan sistim piket satu hari rata -rata 7 orang. Sementara untuk kecamatan Gamping selama cuti bersama juga tetap melayani loket pelayanan umum dari jam 09.00 – 11.00 dan diayani sekitar 2 orang. Untuk Desa di Kecamatan Gamping menyesuaikan kecamatan, demikian dijelaskan camat Gamping Priyo Handoyo.
28
Jul

Bupati Sleman Sholat Ied di Lapangan Denggung

Umat Islam di kabupaten Sleman serentak melaksanakan sholat Idul Fitri (Ied) yang tersebar di sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Sleman, tidak terkecuali di lapangan Denggung maupun Masjid Agung Dr. Wahidin Sudirohusodo, Beran Tridadi Sleman,  Senin 28 Juli 2014. Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo dan pejabat Pemkab Sleman baik yang masih aktif maupun yang sudah purna tugas berbaur dengan masyarakat melaksanakan ibadah Sholat Idul Fitri. Dalam melaksanakan sholat Ied 1435 H, hampir tidak bisa dibedakan antara pejabat dan masyarakat umum. Hal itu mengisyaratkan bahwa dihadapan Allah untuk beribadah tidak membedakan status sosial dan itu disadari oleh semua pihak. Disamping sholat Ied dalam kehidupan sosial kemasyarakatan merupakan media silaturahmi antara umaro, ulama, dan masyarakat. Bertindak sebagai Imam dan Khotib di lapangan Denggung Drs. H. Oman Fathurohman, M.Ag, sedang di Masjid Agung Dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai Imam dan Khotib Drs. H. Abdul Ghofar, MBA.

Dalam tausiahnya yang berjudul Peningkatan kualitas diri , Abdul Ghofar antara lain menyampaikan bahwa puasa ramadhan juga telah mengajarkan kepada kita untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baik dan mulia. Diantara amalan yang biasa dilakukan di bulan ramadhan itu adalah shalat tarawih dan kegemaran membaca al-Qur’an. Amalan-amalan ini adalah sesuatu yang sangat didorong dan terus menerus ditingkatkan kualitasnya. Disamping itu yang perlu dilakukan di bulan ramadhan adalah mudah sekali bersedekah, atau malah senang bersedekah. Ini sesuatu yang patut dipertahankan, dan kalau bisa ditingkatkan. Sedekah adalah suatu amalan yang sangat didorong dalam Islam dan menjadi salah satu sarana untuk mencapai derajat taqwa (Ali imran: 134). Sedekah merupakan salah satu instrumen untuk mengatasi kesenjangan sosial dan sarana yang sangat ampuh untuk membangun kepedulian sosial dan rasa kebersamaan.

Lebih lanjut disampaikan Abdul Ghofar “Ada tiga jenis orang yang Allah akan memudahkan hisabnya nanti di hari kiamat, dan Allah akan memasukkannya ke dalam surgaNya dengan rahmatNya. Para sahabat bertanya: siapa mereka itu ya Rasulullah? Rasul menjawab: kamu memberi kepada orang yang mengharamkan hartanya untukmu, kamu menyambung silaturrahim kepada orang yang memutuskannya kepadamu, dan kamu memaafkan kepada orang yang pernah dhalim kepadamu”.Ditambahkan pula bahwa kriteria manusia yang baik itu, di antaranya adalah orang yang beriman, yang beramal shalih, yang suka bersedekah, yang mendirikan shalat, yang membayarkan zakat, yang memenuhi janjinya, yang sabar, yang bertaqwa, dan sebagainya masih banyak lagi.

Ditambahkan Abdul Ghofar bahwa agar pencapaian  dalam menjalankan ibadah puasa  yang lalu menjadi sempurna, maka beberapa hal ini layak kita renungkan untuk dilakukan antara lain terus berusaha untuk melatih diri menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang mubadzir, lebih-lebih perbuatan-perbuatan yang mengandung unsur maksiat dan dosa.

Pertahankan kebiasaan-kebiasaan baik yang telah dilakukan di bulan ramadhan untuk tetap dilakukan di bulan-bulan berikutnya, seperti shalat malam, membaca Al Qur’an dan kegemaran kita bersedekah. Serta semangat syawwal atau peningkatan ini dengan terus menerus melakukan evaluasi diri atau audit internal karena kita ingin masuk kelompok ‘orang-orang yang beruntung’, yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, hari esok lebih baik dari hari ini, dan seterusnya, yang insya Allah dalam perjalanan hidup kita nanti diakhiri dengan chusnul khatimah.

Sementara itu Drs. Oman Fathurohman saat khotbah di lapangan Denggung dengan tema indikator orang yang beriman antara lain menyampaikan bahwa  indikator orang yang beriman antara lain menginfakkan sebagian rizki yang tekag dianugerahkan Allah, mampu menahan amarah , suka memaafkan, gemar berbuat baik atau perbuatan ihsan dan bersegara minta ampun dan taubat kepada Allah.

Pada hari Raya Idul Fitri 1435 Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo melaksanakan Sholat Ied di Lapangan Denggung, sedang wakil bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS.M.Hum melaksanakaan sholat Ied di Masjid Pugeran Maguwoharjo, Depok. Pada hari yang sama mulai jam 09.00 WIB Open House dilakukan serentak di tiga tempat, yaitu untuk bupati Sleman dilakukan di Rumah Dinas Bupati, Wakil bupati di Rumah Dinas Wakil Bupati dan Sekda Sleman dr. Sunartono, M.Kes bertempat di Rumah Dinas Jl. Rajiman Sucen Sleman.

Sedang tempat sholat Ied di wilayah Kabupaten Sleman juga dilakukan di Masjid-masjid maupun lapangan, antara lain untuk Kecamatan Sleman dilakukan antara lain di Masjid Agung Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Lapangan Denggung. Untuk kecamatan Turi di Lapangan Ngablak, Lapangan Turi dll. Kecamatan Berbah di Lapangan Tegaltirto, wilayah Pakem antara lain di Masjid Lapas Pakem dll. Sedang untuk wilayah kecamatan Depok Sholat Ied dilakukan di lapangan Kentungan, Lapangan Polda DIY, dll untuk kecamatan Kalasan di lapangan Ronggo.***
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.