Arsip Kategori: Berita

23
Apr

Akibat Luapan Air Hujan, Jembatan Pules Lor Putus

Akibat hujan yang terjadi Rabu sore 22 April 2015 mengakibatkan beberapa jembatan dan sejumlah pemukiman rusak. Terparah terjadi di jalan propinsi yang menghubungkan Kecamatan Turi dan Pakem yang merupakan jalur alternatif Kecamatan Tempel-Kecamatan Pakem, tepatnya di Pules Lor/ Surodadi Girikerto Turi. Jembatan yang putus sepanjang kurang lebih 6 meter dengan kedalaman sungai 4 meter. Akibat putusnya jembatan tersebut arus lalu lintas dialihkan ke jalur selatan, dari lampu merah kecamatan Turi ketimur  hingga Pulowatu.

Kondisi jembatan ditinjau Bupati Sleman Sri Purnomo, yang didampingi antara lain Kepala BPBD Kabupaten Sleman Julisetiono Dwi Wasita, Kepala Dinas PUP Nurbandi, Camat Turi dan Camat Pakem. Putusnya jembatan tersebut mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Pada kesempatan Bupati Sleman menyampaikan bahwa putusnya jembatan tersebut menjadikan arus lalu lintas jalur selatan menjadi semakin padat. Untuk mengatasi tersebut Pemkab Sleman akan segera memperbaiki meskipun darurat agar cepat berfungsi lagi, sedang untuk membangun jembatan secara permanen tentu membutuhkan waktu yang lama. Lebih lanjut disampaikan bupati bahwa jembatan yang putus tersebut merupakan jembatan lama yang masih berupa gorong-gorong.
Disamping meninjau jembatan di Pules Lor, bupati melajutkan peninjauan jembatan Desa Kali Mangut di Surodadi Lor yang juga putus akibat hujan, sedang jalan kabupaten di Nangsri Lor  yang semula mulus juga rusak tergerus luapan kali di sisi kiri-kanan jalan. Sedangkan banjir di Padukuhan Glagah Ombo mengakibatkan lonsornya talud, dan di Cepet Purwobinangun Pakem talud sepanjang 25 meter longsor dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta. Sementara di Kalireso Talud jalan Propoinsi  ambrol termasuk rumah yang ada di dekatnya sebagian tergerus air kerugian talud diperkirakan mencapai 50 jutaan.
Sementara tiga rumah yang tertimpa pohon beberapa waktu lalu yang menimpa rumah Yuliono di Duwet Sendangadi Mlati , Wiratmono di Gondang Banyurejo Tempel dan salah satu warga Ngino juga mendapat bantuan dari PT. Taman wisata candi Prambanan, Borobudur dan Boko berupa uang total Rp20 juta. Bantuan diserahkan oleh Kepala Program Kerja Bina Lingkungan PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur dan Boko, Repto Pranowo dan diterima Bupati Sleman, dan selanjutnya diserahkan kepada tiga warga yang mendapat bantuan. Penyerahan tersebut berlangsung di Duwet Sendangadi Mlati.
Ditempat lain tepatnya di Padukuhan Mrican Pringgodani Depok sebanyak 48 rumah juga terendam air hingga sepinggang akibat luapan kali Gajah Wong. Ditempat tersebut bupati menyerahkan bantuan karung/bagor sebagai tanggul kali. Sedang di padukuhan Grinjing Papringan Caturtunggal Depok sebanyak 46 rumah juga terendam air setinggi 1 meter yang diakibatkan juga meluapnya kali Gajahwong. Ditempat tersebut bupati juga menyerahkan bantuan peralatan kerja berupa antara lain Angkong, Sekop dll.


23
Apr

Pengumuman Hasil Seleksi Final Calon PPK Kab Sleman

Berikut kami umumkan hasil seleksi final calon PPK di Kabupaten Sleman :

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN BERBAH

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN CANGKRINGAN

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN DEPOK

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN GAMPING

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN GODEAN

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN KALASAN

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN MINGGIR

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN MLATI

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN MOYUDAN

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN NGAGLIK

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN NGEMPLAK

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN PAKEM

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN PRAMBANAN

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN SEYEGAN

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN SLEMAN

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN TEMPEL

PENGUMUMAN PPK TERPILIH KECAMATAN TURI

23
Apr

Bupati : Keterlibatan Perempuan dalam Pembangunan Masih Belum Maksimal

Salah satu rangkaian peringatan Hari Kartini ke 135 tahun 2015 tingkat Kabupaten Sleman, di selenggarakan Sarasehan dengan tema, Dengan Semangat Kartini, Kita Tingkatkan Kesetaraan Gender untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga. Sarasehan bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa 21 April 2015, yang dihadiri Bupati Sleman, Ketua Tim Penggerak PKK, Ka.BPPM DIY, Ka,Badan KBPMPP, Tim Pengerak PKK DIY, Ketua GOW, Dharma Wanita, UP2k-PKK,  dan Para Istri Muspida Kabupaten Sleman.

Kegiatan sarasehan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo. Bupati Sleman mengaharapkan perempuan-perempuan di Sleman dapat menjadi Kartini-Kartini di zaman modern ini, yang secara aktif berjuang dengan gigih demi keberlanjutan pembangunan daerah. Peringatan Hari Kartini menjadi momen yang penting, untuk merefleksikan seberapa jauh peran perempuan dalam dalam proses pembangunan daerah.

Menurut Sri Purnomo, peran serta perempuan dalam proses pembangunan sudah terbukti mampu mempengaruhi peningkatan perekonomian baik di level keluarga maupun pembangunan di tingkat yang lebih luas. ”Meski demikian jika kita melihat realita keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan, baik secara kuantatif maupun kwalitatif, keterlibatan perempuan masih belum maksimal”. sambung Bupati Sleman.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan, meskipun Pemerintah telah memberikan kesempatan yang sama dan membuka ruang bagi kaum perempuan untuk berperan di ruang publik, kesempatan ini tidak berguna bila kaum perempuan sendiri tidak mampu memanfaatkan kesempatan yang telah terbuka. Kenyataan di masyarakat selama ini kaum perempuan tidak dapat bebas berkiprah apabila masalah domestik keluarganya belum selesai. Selama ini, kiprah kaum perempuan di masyarakat selalu terbatasi oleh permasalahan ekonomi dan keluarga sehingga hanya perempuan dengan latar belakang keluarga yang kuat yang mampu berkiprah aktif dalam setiap proses pembangunan.

Pada akhir sambutannya, bupati mengatakan bahwa tantangan yang perlu mendapat perhatian dan pemikiran bersama adalah bagaimana memberikan pemahaman pada masyarakat tentang peran perempuan yang sesungguhnya. Sebagai makhluk Tuhan, perempuan memiliki hak dan peran yang sama dengan laki-laki. Namun yang perlu diingat adalah peran perempuan dalam lingkup domestik yang tidak kalah penting. Para perempuan adalah ibu dari anak-anak yang menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Para perempuan harus bisa membentuk karakter anak-anaknya, menjadi generasi yang memiliki kemampuan daya juang dan mentalitas yang kuat, serta rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan dan memenuhi tujuan hidup.

Sarasehan itu sendiri menghadirkan narasumber dari akademisi yaitu Nurul Indarti dan dari kalangan pengusaha yaitu Sri Ekanti Subardini. Menurut Nurul Indarti S, untuk mewujudkan keseteraan gender, antara perempuan dan laki-laki harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah khususnya disektor publik. Sementara menurut Sri Ekanti S, nasib perempuan sangat dipengaruhi oleh bagaimana perempuan beraktualisasi. Untuk bisa berkiprah maksimal khususnya dalam sektor publik, perempuan harus memiliki kemampuan, kemampuan dan berani mengimplementasikan kemauan dan kemampuannya dalam aktifitas nyata.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.