Arsip Kategori: Berita

19
Jun

Kelompok Petani Salak Sleman Kerjasama Pemasaran Salak

Peringatan ulang tahun ke 5 Paguyuban Petani Salak Mitra Turindo Dusun Kembang  Desa Wonokerto, Kecamatan Turi pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 dihadiri oleh Bupati Sleman, Kepala Dinas Pertanian Popinsi DIY, Kadinas Pertanian Sleman, Camat Turi dan Kepala Desa Wonokerto. Bupati Sleman, dalam sambutannya mengatakan untuk menghadapi pasar global di tahun 2015 dimana perdagangan antar negara  di Asia akan dibuka bebas sehingga membutuhkan kesiapan pelaku usaha untuk dapat menghadapi persaingan pasar.

Lebih lanjut, bupati mengatakan bahwa Sleman mempunyai potensi budidaya salak pondoh yang cukup besar. Pada tahun 2013 setidaknya terdapat 23 kelompok petani salak yang telah melakukan registrasi terhadap kebunnya dengan luas 313 Ha, 537.388 rumpun, 1.090 kebun. Sementara itu sebagai upaya meningkatkan kualitas dan  kwantitas   produksi salak yang berkelanjutan, sertifikasi salak yang telah terdaftar berupa Sertifikasi Prima 3 sebanyak 17 kelompok; Sertifikasi Organik sebanyak 2 kelompok; dan Sertifikasi Global GAP yang masih dalam proses.

Persentase pemenuhan untuk pasar lokal sejumlah 30%, domestik (Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan) sejumlah 68%, dan 2% untuk memenuhi permintaan ekspor ke China dan Singapura. Sedangkan produksi salak pada tahun 2013 mencapai 70.376,61 terus meningkat tiap tahun.

Sementara Paguyuban Mitra Turindo sendiri pada tahun 2013 telah mengirimkan produksi salaknya sebanyak  234,160 kilogram melalui kerjasama  kemitraan dengan PT Agung Mustika Selaras (AMS). Pada tahun 2014 ini sudah mencapai 108,120 kilogram. Hal ini tentunya sangat memotivasi para petani untuk meningkatkan produktifitasnya sehingga  jumlah ekspornya kian meningkat.

Hal ini adalah untuk mengantisipasi menurunnya harga salak ketika terjadi panen raya. Dengan pendampingan dan kerja sama ini diharapkan kesejahteraan petani salak juga semakin meningkat.
18
Jun

Kelompok Tani Sedyo Mulyo Peroleh Bantuan Pengembangan Klaster Sapi Perah

Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi daerah di wilayah kerja  DIY, kantor perwakilan Bank Indonesia  DIY telah berperan aktif dalam mengembangkan program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui pengembangan komoditi/produk/jasa usaha (KPJU)yang memiliki prospek untuk berkembang dan sesuai dengan potensi sumberdaya alam/ lingkungan dan ketrampilan masyarakat diwilayah  tersebut. Bertempat di Kantor BI perwakilan DIY dilakukan penandatanganan kesepakatan antara BI dan Pemkab Sleman.  Dalam sambutannya, direktur BI kantor perwakilan DIY Arief Budi Santoso menyampaikan bahwa, bentuk kegiatan yang dilakukan oleh BI, meliputi bantuan teknis, penguatan kelembagaan, dan bantuan fisik, bank Indonesia bersama-sama dengan stakeholders di daerah menjalin sinergi dalam upaya meningkatkan produks, kapasitas usaha, nilai tambah ekonomi masyarakat serta meningkatkan profesionalitas kelompok masyarakat dalam menjalankan usahanya . Hal tersebut sesuai dengan diberlakukannya UU no.23/1999, bahwasanya peranan BI dalam pengembangan UMKM menjadi tidak langsung.  Kebijakan BI diarahkan kepada 2 sisi, yaitu: kebijakan supply side (pengembangan kebijakan yang difokuskan pada berbagai kebijakan dan program untuk membantu Bank dalam menyalurkan kredit kepada UMKM) dan kebijakan demand side(kebijakan yang diarahkan untuk mendorong UMKM agar mampu meningkatkan elektabilitas dan kapabilitasnya sehingga mampu memenuhi persyaratan dari bank (bankable).

Sebagai implementasinya, kegiatan dilakukan melalui pendekatan klaster yang bersifat terintegrasi, meningkatkan daya tawar dan efisiensi biaya serta berdampak pada pengembangan ekonomi wilayah, pengembangan komoditas unggulan, yang didukung program sosial BI.

Untuk menjaga keberlanjutan kerja sama pengembangan UMKM dengan Pemda, khususnya pemkab Sleman, dan BI juga akan melakukan pembinaa terhadap UMKM, yang dalam tahun ini, komoditas yang dipilih menjadi mitra binaan adalah komoditas sapi perah kelompok Sedyo Mulyo yang berada di Boyong, Pakem, Sleman.

BI berharap agar kerja sama yang dibangun dengan Pemkab. Sleman dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaku usaha UMKM dan kedepannya dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga mampu menghasilkan karya yamh nyata, bermanfaat dan memberikan nilai tambah serta daya saing bagi pelaku UMKM khususnya komoditas sapi perah Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo yang hadir dalam penanda tanganan tersebut, menyampaikan bahwa, bantuan pengembangan klaster sapi perah ini merupakan salah satu upaya untuk melakukan penataan lokasi peternakan. Klastering in  juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi susu sapi di Kabupaten Sleman.  Tahun 2013, di KabupatenSleman  terdapat  751  kelompok tani ternak dan 511 kelompok ternak sapi. Jumlah populasi ternak sapi perah sebanyak 3.614ekor. Dengan produksi susu sebanyak 3.565,85 ton. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan produksi tahun 2013 yaitu 3.149,54  ton. Potensi produksi susu dari lereng Merapi tersebut memang menjadi salah satu unggulan dari kecamatan Pakem. Kedepannya, Bupati berharap masyarakat Sleman dapat membudidayakan ternak sapi dengan lebih optimal. Jika masyarakat dapat memulai budidaya ternak sapi ini sejak awal, mulai dari pembibitan maka peternak sapi perah di Sleman dapat semakin meningkat kesejahteraannya. Hal ini sangat mendesak dilakukan mengingat kenyataan di lapangan membuktikan bahwa sangat sulit untuk mencari bibit sapi perah yang berkualitas dan juga harga yang relatif tinggi.  Bupati Sleman juga memberikan apresiasi kepada BI atas kegiatan ini, beliau berharap agar di kemudian hari kerjasama antara BI dan pemkab Sleman dapat lebih ditingkatkan.***
18
Jun

Sri Purnomo Menerima Tim Verifikasi Sekolah Sehat Tingkat Nasional

Lomba sekolah sehat yang diselenggarakan secara periodik ini, memiliki tujuan untuk menanamkan perilaku hidup sehat sejak dini,selain itu kegiatan ini juga merupakan salah satu cara untuk memotivasi sekolah-sekolah di kabupaten Sleman dalam menciptakan dan menjaga kondisi kebersihan serta kesehatan lingkungan sekolah.

Kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, secara tidak langsung dapat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar para siswa, dengan mengimplementasikan PHBS tentunya diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan siswa-siswi sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi semakin efektif. Namun demikian jangan sampai lomba sekolah sehat ini hanya memacu sekolah untuk tampil pada saat penilaian saja namun harus menjadi budaya sehari-hari dalam menjaga kebersihahan dan kesehatan lingkungan sekolah.

Hal tersebut disaampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat menerima tim evaluasi/Lomba sekolah sehat tingkat Nasional di TK Budimulia Dua Rabu 18 Juni 2014 . Lebih lanjut didsampaikan bahwa kesehatan dilingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama antara peserta didik, guru, masyarakat dan pemerintah. Di antara mereka perlu adanya penyamaan persepsi dalam rangka memantapkan kegiatan kesehatan lingkungan ini  di masa mendatang.

Untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, diperlukan niat dan upaya konkrit dalam menerapkan pola hidup sehat, baik di rumah maupun di sekolah. Guru, karyawan maupun murid di sekolah, dituntut untuk bisa menciptakan dan menjaga sekolah yang memiliki lingkungan dan sanitasi bersih, sehat, nyaman serta rindang dengan pepohonannya. Di sekolah, guru adalah ujung tombak pelaksanaan sekolah sehat, karena guru berinteraksi langsung dengan siswa.

Guna lebih mengoptimalkan upaya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat, selain melalui UKS, pihak sekolah menerapkan adanya Bank Sampah Sekolah yang bisa mendidik siswa agar tidak membuang sampah sembarangan dan bisa memanfaatkan sampah yang sudah dipilah untuk membuat prakarya sekolah.

Untuk mendukung upaya tersebut ini, Pemkab melalui Kantor Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman (Dinas PUP) memberi fasilitasi berupa komposter dan kompartemen tempat sampah pilah bagi sekolah maupun masyarakat yang menginginkannya. Masyarakat dapat mengajukan surat maupun proposal kepada Kantor Lingkungan Hidup dan Dinas PUP untuk kemudian akan dilakukan survei lokasi. Selama tahun 2013 Kantor lingkungan hidup telah mendistribusikan 242 kompartemen tempat sampah pilah dan 275 buah komposter.

Sedangkan Ketua tim evaluasi/lomba Sekolah Sehat tingkat nasional Prof. Rahmad Mulyono (Kemenag)yang didampingi 6 anggota tim dari berbagai kementerian yaitu Marno (Kementerian Kesehatan), Nurlaila (Kemenag), budi Purnama (Kemenkes), Agus (Kemendikbud), Teguh (Kemendikbud) dan Tukimin (kemendikbud) menyampaikan bahwa kondisi TK Budimulia dua luar biasa, baik fisik maupun kegiatannya , termasuk dukungan dari berbagai pihak. Sementara saat pelepasan yang dilakukan di Dinas Pendidikan , Pemuda dan Olah Raga Rahmad Mulyono memberikan apresiasi yang tinggi atas penerimaannya. Tetapi yang jelas tim dalam mengevaluasi secara profesional kalau memang baik akan dinilai baik, tapi memaang diakui kondisi di TK Budimulia Dua memang baik.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.