Arsip Kategori: Berita

20
Jan

Sri Purnomo-Orang Tua Bertanggung Jawab dalam Pembentukan Karakter Anak

Maraknya tindak kriminalitas di DIY yang dilakukan pelajar mendorong semua pihak untuk peduli dan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Hal ini dilakukan oleh Badan Pendidikan Menengah  Kabupaten Sleman dengan mengadakan pembinaan  penguatan pendidikan karakter di Sekolah SMA/SMK Se Kabupaten Sleman. Acara dilaksanakan Kamis, 20 Januari 2017 di Youth Centre, diikuti oleh Kepala Sekolah dan Ketua Komite dari 57 SMK dan 49 SMA. Bertindak sebagai nara sumber Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI dan Kapolres Sleman AKBP. Burkhan Rudi Satrio.

Bupati Sleman dalam kesempatan ini menyampaikan kondisi kenakalan remaja saat ini memang menjadi keprihatinan sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi jawaban atas permasalahan dan kenakalan remaja dapat tertangani.

Lebih Lanjut Sri Purnomo mengatakan ada tiga hal yang terlibat dalam pembentukan perilaku anak-anak yaitu orang tua, sekolah dan lingkungan. Apabila salah satu dari tiga hal tersebut tidak berfungsi dengan baik maka salah satu dampaknya adalah munculnya kenakalan remaja. Orang tua bertanggungjawab terhadap pembentukan karakter dan pendidikan anak-anak ketika berada di rumah. Banyak orang tua sekarang yang terlalu sibuk bekerja sehingga perhatian kepada anak menjadi berkurang. Mereka mengumbar berbagai fasilitas untuk anak mereka tanpa adanya kontrol sehingga terkadang hal tersebut justru menjerumuskan anak ke dalam kenakalan. Pembentukan karakter anak selanjutnya dipengaruhi oleh sekolah dalam hal ini yang memiliki peran penting adalah guru. Tidak mudah memang untuk menjadi guru yang ideal, namun selayaknya cita-cita untuk menjadi guru didasari oleh sebuah idealisme yang luhur, untuk menciptakan para remaja sebagai generasi penerus yang berkualitas. Ini menjadi tantangan untuk menciptakan pendidikan karakter di sekolah sebagai upaya pencegahan terjadinya kenakalan remaja.Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah kondisi lingkungan pergaulan. Menciptakan lingkungan pergaulan yang kondusif ini menjadi tanggung jawab bersama. Peran Lingkungan pun harus lebih peduli, dengan menganggap para remaja yang ada di lingkungannya adalah tanggung jawab bersama, tentunya lingkungan pun akan dapat memberikan informasi yang benar kepada orang tua tentang tindak tanduk si remaja tersebut dan kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangannya agar tidak terjebak dalam kenakalan remaja.

Tak kalah penting untuk diperhatikan adalah perkembangan teknologi informasi saat ini. Teknologi informasi membawa banyak manfaat, namun ternyata juga membawa pengaruh negatif. Apalagi anak-anak sudah dengan bebas dan mudahnya mengakses informasi melalui dunia maya. Jika tanpa pengawasan orang tua, guru dan tanpa kepedulian masyarakat, akan mengakibatkan terjadinya kenakalan anak. Bupati berpesan kepada para Kepala Sekolah untuk tingkat SMK agar dapat melakukan inovasi dan evaluasi terhadap sarana dan prasarana praktek sekolah, Karena SMK diharapkan dapat menyiapkan siswa lulus siap kerja dan bersaing baik di negeri sendiri maupun di luar negeri. Hal ini karena saat ini sudah dimulai persaingan tenaga kerja dengan maraknya tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Selanjutnya bagi Kepala Sekolah SMA agar dapat menyiapkan siswanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan kuatir bagi siswa yang kurang mampu bila prestasinya bagus banyak biasiswa yang telah disiapkan oleh Pemerintah maupun swasta yang peduli terhadap pendidikan.

Sementara itu Kapolres Sleman memaparkan penanganan masalah kriminalitas Pelajar. Kapolres menyebut kriminalitas karena tindakan pelajar saat ini sudah bukan lagi kenakalan remaja karena sudah merupakan tindakan kriminal mengingat para pelajar bertindak bukan dengan tangan kosong lagii tetapi sudah menggunakan senjata tajam  yagn bertujuan untuk melukai orang lain. Kejadian yang terjadi di DIY sampai dengan akhir November kemarin 43 kasus dan di Sleman mencapai 21 kasus. Polres Sleman berupaya membatasi gerak dengan menempatkan 2 anggotanya disekolah-sekolah yang dicurigaisebagai pemicu pada saat pulang sekolah dan melakukan operasi dititik-titik kumpul. Dan untuk menimbulkan efek jera terhadap pelanggar hukum bila ancaman hukuman di atas 7 tahun pelaku langsung ditahan dan diproses secara hukum. Saat ini ada 14 anak yang di tahan di Polsek Pakem, Turi dan Gamping.

19
Jan

2018, Sleman Prioritaskan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Tahun 2018 Pemkab Sleman akan mengangkat 6 prioritas pembangunan dengan 15 sasaran daerah dan 30 indikator sasaran dengan tujuan utama peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sumadi SH., MH., mewakili sambutan Bupati Sleman dalam pembukaan acara Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sleman di Aula Kantor Bappeda pada Kamis (19/1).

Sumadi menjelaskan bahwa 6 prioritas tersebut adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik yang bersih dan efektif, mewujudkan kemandirian dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi lokal untuk dapat bersaing di pasar internasional, pemerataan pembangunan sampai ke tingkat desa, meningkatkan kualitas hidup manusia, meningkatkan ketentraman, ketertiban, dan kenyamanan, serta meningkatkan kerukunan masyarakat dengan mengangkat kebudayaan lokal dan kesetaraan gender.

Mengacu pada sistem perencanaan pembangunan nasional, maka RKPD 2018 diharuskan merujuk pada dokumen–dokumen perencanaan RPJP Nasional, RPJM Nasional, RKP Tahun 2018, RPJP DIY, RPJM DIY, RPJPD Kabupaten Sleman, RPJMD Kabupaten Sleman, dan RKPD DIY Tahun 2018 terutama dilihat dari keterkaitan prioritas pembangunan, kebijakan dan arah pembangunan yang akan dilaksanakan tahun 2018.

“Dengan berpedoman pada arah pembangunan berdasarkan RPJPD Kabupaten Sleman dan RPJDM Kabupaten Sleman Tahun 2016-2021, maka tema pembangunan Kabupaten Sleman tahun 2018 adalah meningkatkan pendampingan dan pemberdayaan sektor unggulan daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya, jelas Sumadi.

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Sleman Drs. Kunto Riyadi MPPM., menyampaikan bahwa acara yang dihadiri 125 orang dari unsur pemda, DPRD, akademisi, LSM/Ormas, tokoh masyarakat, perwakilan perempuan dan anak serta unsur pengusaha bertujuan untuk mendapatkan masukan dan pengayaan substansi guna penyempurnaan draft rancangan awal RKPD tahun 2018 yang memuat gambaran umum kondisi daerah, rancangan kerangka ekonomi daerah dan kebijakan keuangan daerah, prioritas dan sasaran pembangunan daerah, serta program pembangunan daerah tahun 2018.

“Hasil yang diharapkan dari forum komunikasi publik RKPD ini adalah penyempurnaan draft rancangan awal RKPD Kabupaten Sleman 2018 untuk menjadi rancangan awal yang akan digunakan sebagai pedoman musrenbang untuk menyusun dokumen perencanaan dan penganggaran tahun 2018”, harap Kunto.

19
Jan

Sri Sultan Serahkan 58 IMB Bagi Korban Erupsi Merapi

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta Bupati Sleman Sri Purnomo dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY  Drs. Krido Suprayitno S.E., M.Si. menghadiri acara penyerahan sertifikat hak milik hunian tetap serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada korban erupsi Merapi tahun 2010 silam di Kantor Kecamatan Cangkringan pada Rabu (18/17). Adapun sertifikat hunian tetap dan IMB yang diserahkan pada kesempatan tersebut berjumlah 76 sertifikat hunian tetap dan 58 IMB. Penyerahan sertifikat serta IMB merupakan bentuk bantuan pemerintah DIY dalam membantu rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana erupsi merapi pada tahun 2010 silam.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Drs. Krido Suprayitno S.E., M.Si menyampaikan bahwa rencana hunian tetap tersebar di 18 lokasi di Sleman,  dengan total luas tanah 451.085 meter persegi dengan rencana alokasi  2.982 KK. Hingga akhir tahun 2015 sudah terlaksana 140.607 meter persegi lahan untuk 2.132 hunian tetap serta 1.680 sertifikat tanah hak milik yang diberikan. Namun masih terdapat 607 KK belum lengkap berkas dan belum dapat diproses sehingga masih menetap di Area Terdampak Langsung (ATL). Hal tersebut mengacu pada Keputusan Bupati Sleman terkait lokasi rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana erupsi merapi 2010 sehingga masyarakat yang terdampak dapat dipindahkan ke lokasi yang aman dari erupsi Merapi dengan rumah yang telah distandarisasi.

Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono menyampaikan bahwa pada tahun 2016 hingga sekarang Pemda DIY terus berkomitmen untuk melanjutkan rehabilitasi dan merekontruksi  wilayah yang terkena dampak erupsi Merapi dengan menerbitkan sertifikat tanah hak milik sebanyak 76 buah dan 758 buah IMB. Dimana 76 sertifikat hak milik dan 58 IMB diserahkan pada kesempatan ini dan 700 IMB telah diterbitkan pada tahun 2016 lalu guna masyarakat dihunian tetap yang ingin memperbesar rumah yang telah diberikan. Gubernur berharap seluruh masyarakat yang terdampak erupsi merapi khususnya di Kecamatan Cangkringan dapat bangkit dari keterpurukan pada saat terdampak erupsi merapi 2010 silam. Dengan adanya bantuan dari pemerintah DIY berupa huntap dapat membantu masyarakat yang terdampak erupsi Merapi agar mendapat kehidupan kedepan yang lebih baik.

Bupati Sleman Sri Purnomo juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang telah memfasilitasi kepemilikan sertifikat huntap korban erupsiMerapi. Sri Purnomo berharap, melalui kegiatan tersebut masyarakat Cangkringan dapat menjalani kehidupan dengan lebih tentram karena telah memiliki kepastian hukum dengan diserah terimakannya sertifikat tanah dan IMB atas hunian yang ada.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.