Arsip Kategori: Berita

Untuk Informasi Selengkapnya tentang Penanganan Bencana Gunung Merapi 2010 :
23
Dec

KP2KS Beri Bantuan Sosial Korban Bencana Erupsi Merapi

Hari Rabu, 22 Desember 2010, KP2KS Kabupaten Sleman telah menyerahkan bantuan sosial bencana alam Erupsi Merapi kepada anggotanya sebanyak 12 orang dari warga beberapa desa yang terkena dampak bencana erupsi Merapi..

Wakil Ketua KP2KS, Sulistya dalam pengarahannya mengatakan bahwa ada anggota KP2KS Kab. Sleman yang terkan dampak bencana erupsi Merapi. Pemberian bantuan ini diharapkan bisa membawa manfaat pada anggotanya. Sesuai dengan program KP2KS memang mengalokasikan dana untuk dana sosial, yaitu untuk korban bencana alam dan untuk bea siswa.

Untuk dana bencana alam memang sudah ada alokasi namun dananya tidak seberapa. Kali ini KP2KS memberikan bantuan bagi anggotanya yang rumahnya mengalami kerusakan akibat erupsi Merapi masing-masing sebesar Rp. 1.500.000,-  Bantuan ini diberikan kepada 12 orang anggotanya, yaitu 1. Badriyah dari Badan KB dan P3A, 2. Badiman dariDinas SDAEM, 3. Darwo Susanto, 4. Edi Supriyanta dari Kec. Cangkringan, 5. Drs. Subagya, MM dari Kec. Pakem, 6. Sunardi, Maryana, Suraji, Unif, Sudar, Suryoto semuanya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Sleman.

Khusus untuk Sabari selain mendapat uang Rp. 1.500.000,- juga mendapat santunan karena istri dan 2 anaknya meninggal karena kena erupsi Merapi yaitu kematian istri mendapat Rp. 500.000,- dan 2 orang anaknya masing-masing mendapat dana sebesar Rp. 300.000,- dan bantuan pengobatan di Rumas Sakit sebesar Rp. 1.000.000,- jadi total semuanya pak Sabari mendapat dana Rp. 3.600.000,- semoga bantuan ini bermanfaat.



22
Dec

Menteri Pertanian Canangkan Gerakan Ayo Bangkit

Gerakan Ayo Bangkit Menanam, Memelihara dan Berbisnis Buah dan Sayur pasca erupsi Merapi, dicanangkan oleh Menteri Pertanian RI di Dusun Batur Kepuharjo Cangkringan, Selasa, 21 Desember 2010. Gerakan ini ditandai dengan penanaman pohon pisang varietas raja bulu, mas kirana dan ambon seluas 25 ha. Pada kesempatan tersebut Menteri Pertanian didampingi oleh Dirjen Hortikultura, sementara Gubernur DIY diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian DIY.

Dalam kesempatan ini Menteri juga menyerahkan secara simbolis uang ganti rugi ternak sapi yang mati dalam bentuk tabungan BPD DIY yang dalam pencairannya apabila sapi sudah siap dibeli, sehingga uang tabungan tidak dapat diambil untuk keperluan konsumtif tetapi untuk beli sapi kembali.  Menteri menyampaikan proses ganti rugi agak lama namun perlu waktu untuk pendataan sehingga betul-betul bantuan sampai pada sasaran yang tepat. Menyinggung pertanyaan warga mengenai penggantian kambing dan ayam Menteri menegaskan akan diupayakan dalam program reguler bukan dalam kegiatan tanggap darurat. Dan pemerintah masih akan terus memberi bantuan sampai petani mampu untuk mandiri dan untuk menyampaikan keluhan atau pengaduan masyarakat lewat SMS Menteri memberikan nomor 081383034444 dan akan ditanggapi.

Menteri juga menyampaikan kegiatan ini dilakukan untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat yang terpuruk akibat erupsi gunung merapi yang juga meluluhlantakan harta benda juga tanaman dan hewan peliharaan. Ke depan akan diupayakan apabila penduduk diungsikan sekaligus juga dengan hewan ternak juga diungsikan ke dekat tempat pengungsian sehingga masyarakat tenang tidak bolak-balik ke daerah bencana. Hal ini dilakukan mengingat tanda-tanda erupsi merapi sudah dapat diketahuai sebelumnya sehingga tidak timbul korban lagi.

Usai acara Menteri menyempatkan melakukan peninjauan ke lokasi pasca erupsi Merapi dan meninjau kawasan Kaliurang.

22
Dec

Komisi IX DPR RI Kunjungi Sleman

Komisi IX DPR RI mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman Rabu, 22 Desember 2010. Rombongan yang dipimpin oleh Ribka Tjiptaning selaku ketua komisi IX DPR RI diterima oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman Yuni Satia          Rahayu di Aula lantai 3 sekretariat daerah kabupaten sleman. Kunjungan ini terdiri dari 12 orang anggota dewan dan merupakan hari ketiga kunjunganya di Yogyakarta. Dalam kunjungannya ketua komisi IX menjelaskan maksud kedatangannya adalah membantu apa yang menjadi masalah didaerah bencana, khususnya dampak erupsi merapi.

            Dalam kunjungan ini ketua pimpinan komisi menanyakan bagaimana cara mengatasi korban bencana erupsi merapi 2010. Dan dijelaskan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo secara langsung menyatakan bahwa, “langkah awal yang kami lakukan adalah bersama Pemerintah Provinsi DIY membangun shelter untuk para korban bencana yang tidak memiliki tempat tinggal di 6 lokasi”. Selain itu dijelaskan juga oleh  Sri Purnomo, selain membangun shelter, untuk membangkitkan perekonomian didaerah yang terkena bencana adalah dengan melakukan berbagai program padat karya cash for work untuk pengelolaan lahan pertanian yang rusak dan pembersihan lingkungan pemukiman melalui dana dari BNPB.

            Dalam kunjungan ini  beberapa anggota dewan yang lain juga menanyakan tentang program transmigrasi yang ditawarkan oleh pemerintah untuk korban erupsi merapi. Dijelaskan juga oleh kepala dinas transmigrasi sampai bulan November 2010, warga pendaftar pasca erupsi merapi yang ingin mengikuti program transmigrasi berjumlah 401 KK yang berada di KRB III. Program transmigrasi ini akan dipublikasikan kepada warga secara efektif dan efisien yaitu saat warga sudah ditempatkan ke shelter masing-masing.

            Selain membahas transmigrasi, bidang lain seperti kesehatan psikologi, seperti pemberian trauma healing pada korban erupsi merapi sangat diperhatikan. Bahkan menurut Kepala Dinas Kesehatan, di RSUD  sudah ada psikiater sejak tahun 2004 yang bekerjasama dengan UGM dan puskesmas-puskesmas setempat yang menjadi daerah rawan bencana. Bupati juga menambahkan setengah dari puskesmas yang ada dikabupaten sleman sudah berstandar ISO. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan trauma yang terjadi pasca erupsi merapi.

            Usai acara rombongan kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI menyempatkan melakukan peninjauan ke lokasi pasca erupsi Merapi dan mengunjungi shelter yang sedang dibangun.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.