Arsip Kategori: Berita

28
Mar

KORPRI Pusat Bantu Korban Merapi

Bantuan yang nilainya tidak seberapa dibanding dengan korban yang dialami Kabupaten Sleman yang mencapai 5,4 trilyun memang masih jauh, tetapi yang penting dengan bantuan tersebut  dapat mengurangi beban korban bencana alam gunung Merapi di Yogyakarta terutama kabupaten Sleman. Hal tersebut disampaikan Sekjen DP KORPRI Nasional Tasdik Kinanto,SH. M.Hum saat menyerahkan bantuan KORPRI PEDULI untuk anggota Korpri ruang rapat Sekda B Jumat 25 Maret 20ll.

Lebih lanjut disampaikan Tasdik Kinanto bahwa  bantuan tersebut memang hanya  Rp.100 juta  namun bantuan tersebut merupakan aktualisasi kegiatan Dewan  Pengurus  KORPRI Nasional yang dikoordinir oleh ketua III Bidang pengabdian masyarakat, Kesehatan dan peningkatan perempuan. Bantuan serupa juga disampaikan kepada Kabupaten Magelang yang penyerahannya bersamaan pada waktu tersebut.

Disamping itu Dewan pengurus Korpri Naasional juga  memberikan bantuan saat terjadi bencana gempabumi tahun 2006 di Yogyakarta dan korban Tsunami 2004 di Aceh, dan Mentawai tahun 2009 dll. Juga bantuan tersebut merupakan implementasi rasa kesetiakawanan sesama anggota Korpri yang merupakan wujud dari semangat solidaritas dan soliditas untuk saling membantu dengan melakukan penghimpunan dana melalui rekening Korpri Peduli yang berasal dari anggota Korpri diseluruh Indonesia yang dikoordinir oleh masing-masing dewan pengurus Korpri Propinsi dan kabupaten. Diharapkan pula  bahwa kegiatan kemanusiaan ini terus dipupuk, bukan saja hanya sebatas pemberian bantuan pada saat terjadi bencana namun yang lebih penting adalah kegiatan semacam ini dapat memupuk rasa jiwa korsa kepada seluruh anggota Korpri dimanapun bertugas untuk mewujutkan persatuan dan kesatuaan dalam rangka NKRI. Ditekankan pula oleh Tasdik bahwa sesuai amanah pengurus KORPRI pusat bantuan tersebut diprioritaskan untuk membantu anggota KORPRI menjadi korban bencana Gunung Merapi. Selebihnya diperuntukkan juga bagi korban erupsi Merapi lainnya.  Ia meminta agar bantuan nanti diwujudkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, karena kalau tidak sesuai dengan kebutuhan maka nilainya manfaatnya akan berkurang.


Sedangkan Bupati sleman Drs. Sri Purnomo dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa  erupsi Merapi tahun 2010 yang lalu telah menyebabkan kerusakan dan kerugian yang tidak sedikit. Kerugian akibat erupsi Merapi ditaksir mencapai 5,407 trilyun lebih. Erupsi Merapi juga telah meluluhlantakkan lebih dari 31 dusun di 5 desa kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Sebanyak 2.613 KK kehilangan tempat tinggalnya. Selain itu juga akibat banjir lahar dingin telah mengakibatkan kerusakan 142 unit rumah warga, 4 orang korban luka dan kerusakan sarana dan prasarana lingkungan seperti jembatan, bendung, gorong-gorong dan jalan desa. Selain itu juga mengakibatkan sebagian sumur warga di Cangkringan dan Ngemplak tercemar lumpur dan bau belerang sehingga tidak dapat digunakan. Seperti yang sudah dilaporkan pula bahwa akibat erupsi Merapi tahun 2010 lalu juga mengakibatkan sebanyak 781 PNS Sleman turut mengungsi, sebanyak 43 orang PNS rumahnya roboh, 1 orang mengalami sakit dan 2 orang PNS  Sleman meninggal karena erupsi Merapi 2010 lalu. Oleh karena itu kami sangat menyambut baik adanya bantuan dari Dewan Pengurus Nasional KORPRI ini. Terlebih lagi bantuan ini juga menunjukkan adanya kepedulian dari Dewan Pengurus Nasional KORPRI kepada anggota KORPRI di Kabupaten Sleman.


Sementaraa itu DP KORPRI Sleman Ir. Sutrisno, MES melaporkan bahwa Dewan pengurus Korpri juga telah terbentuk sebanyak 47 Unit, terdiri atas 17 Unit Kecamatan, 28 Korpri Unit SKPD dan 2 Korpri Unit BUMD. Disamping itu  dalam rangka ikut melindungi kawasan konservasi alam yang rusak akibat erupsi merapi, DP Korpri kabupaten Sleman mengadakan kegiatan gerakan penghijauan 13.000 pohon di lokasi bencana erupsi merapi. Dan mengupayakan bantuan pendidikan bagi putra/putri anggota Korpri yang berprestasi lewat DP Korpri Nasional.

28
Mar

Launching Perdana Pupuk Organik Produksi Klomtan Ngudi Makmur

Bumi kita yang dahulu dikenal subur makmur dan kaya raya tinggal kenangan dalam lagu Koes Plus, yang ada saat ini bumi miskin dan sakit. Melihat kondisi demikian sudah menjadi tanggungjawab masyarakat, swasta dan Pemerintah untuk memperbaiki dan melestarikan lingkungan. Hal itu dikatakan Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI. Dalam acara Launching Perdana Pupuk Organik Produksi Kelompok Tani Ngudi Makmur Plumbon Kidul Mororejo Tempel. Acara dilaksanakan Kamis, 24 Maret 2011 di halaman bekas SD Inpres yang saat ini digunakan sebagai Unit Usaha Produksi Pupuk Organik. Ditambahkan oleh Sri Purnomo, upaya kelompok tani Ngudi makmur memproduksi pupuk organic merupakan upaya mengembalikan lagi kesuburan tanah. Bila di masa lalu pupuk organic banyak dimanfaatkan oleh orang-orang luar daerah karena merasa jijik, bau dan bahkan hanya dibuang percuma, namun sudah saatnya saat ini kita harus mampu memanfaatkan dan mengolah menjadi pupuk organic yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah sehingga dapat meningkatkan produktivitas hasil tanaman para petani. Dalam bagian akhir sambutannya Sri Purnomo memberikan motivasi kepada kelompok tani Ngudi Makmur untuk dapat bekerja keras sehingga dapat meningkatkan produksi pupuk, juga dikelola dengan manajemen yang baik dan pemerintah daerah akan senantiasa memberikan fasilitasi yang dibutuhkan bagi kemajuan kelompok.

Sementara Suwarman, SPD selaku Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur menyampaikan kelompoknya saat ini mempunyai 30 buah kandang permanen, 4 sapi jantan dan 30 sapi betina serta 17 pedet. Dan dalam memproduksi pupuk organic menggunakan 1 mesin giling dibawah bimbingan dari Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta. Saat ini telah berhasil memproduksi pupuk organic siap pasar 5 ton, dalam proses fermentasi 5 ton dan bahan mentah 2 ton.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MOU antara Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta dengan Kecamatan Tempel dalam upaya peningkatan produksi pupuk organic di Kecamatan Tempel.

Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman Ir. S. Riyadi Martoyo, MM, Dekan Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta, Camat Tempel serta Muspika dan anggota kelompok tani Ngudi Makmur Mororejo Tempel.

Acara diakhiri dengan pembukaan selubung papan naman Unit Usaha Produksi Pupuk Organik dan peninjauan proses penggilingan pupuk. Dalam kesempatan ini  Bupati juga memberi semangat dengan ikut terlibat dalam proses penggilingan pupuk.

24
Mar

Peringati Hari TB Sedunia, Dinkes Sleman Bagi Bunga dan Leaflet

Peringatan hari Tuberkulosis ( TB ) sedunia diperingati setiap tanggal 24 Maret. Untuk kabupaten Sleman Hari Tb diperingati dengan berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut diantaranya SMS Gateways yakni pesan pesan ajakan peduli TB dengan sasaran 5000 pelanggan Telkomsel dan Indosat di wilayah Kabupaten Sleman yang pelaksanaannya tanggal 24 Maret 20ll jam 06.00 wib. Disamping itu juga Radiospot himbauan untuk pemeriksaan dini terhadap gejala TB dengan sasaran pendengar radio PTDI Medari tanggal 24 Maret 20ll jam 12.00 wib.

Yang cukup menarik adalah aksi simpatik tebar bunga dan leaflet. Untuk lebih mengenalkan pada masyarakat juga dilakukan aksi simpatik tebar bunga dan pesan bahaya TP lewat leaflet yang dibagikan kepada pengguna jalan di Perempatan Kentungan, Perempatan Monjali, Perempatan Denggung dan Perempatan jl. Magelang Beran Lor. Sebagai puncak acara peringatan hati TB sedunia Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman juga mengadakan sarasehan TB dengan sasaran lintas sektoral, penderita, mantan penderita TB, petugas kesehatan, dokter praktek swasta dan kelompok masyarakat pelaksanaan tanggal 24 Maret 20ll.

Untuk  kegiatan simpatik dengan tebar bunga dan pembagian leaflet dengan sasaran pengguna jalan dengan membagikan 1100 bunga dan leaflet di empat perempatan. Juga membagikan bunga dan leaflet kepada para pejabat Pemkab Sleman antara lain kepada Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, para Asekda, para kepala instansi juga para Kepala Bagian Setda Kabupaten Sleman

Bupati sleman Sri Purnomo saat menerima Bunga , leaflet dan Stiker di ruang kerjanya mengatakan bahwa dengan hari TB sedunia yang diperingati dengan penyebaran bunga, leaflet dan stiker ini diharapkan lebih menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan, terutama bahayanya TB. Meskipun TB bisa disembuhkan tetapi harus dengan secara rutin, dan agar tidak kena TB maka kesehatan harus dijaga sejak dini.

Setelah pembagian bunga dan leaflet serta stiker kemudian dilanjutkan kegiatan sarasesehan hari TB se Dunia di Unit I pemda Sleman dengan peserta 60 orang termasuk 2 orang mantan penderita TB.

Tujuan kegiatan sarasehan ini adalah : 1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai TB dan bahayanya, 2. Mobilisasi pemangku kepentingan/stake holder, pemberi layanan kesehatan dan masyarakat untuk turut serta dalam penanggulangan Tuberkulosis. Dan 3. Meningkatkan penemuan penderita TB secara dini.

Dalam laporannya Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kab. Sleman dr. Cahya Purnama, Mkes mengatakan bahwa dengan sarasehan tersebut diharapkan tumbuhnya kesadaran dan peran serta pemangku kepentingan terkait/stake holder, pemberi layanan kesehatan dan masyarakat dalam penanggulangan penyakit TB dan Peningkatan penemuan penderita TB secara dini.

Sedangkan Assiten Sekda Bidang pembangunan dr. Sunartono, Mkes, ketika membuka sarasehan tersebut antara lain mengatakan bahwa da rangka mewujudkan masyarakat yang sehat, Pemkab Sleman terus mengupayakan peningkatan kesehatan masyarakat. Dalam pelaksanaanya, upaya yang dilakukan menitikberatkan pada perubahan perilaku dan kebiasaan masyarakat dalam berpola hidup sehat. Kita juga menyadari bahwa upaya mengubah perilaku atau kebiasaan sangatlah sulit. Namun dengan langkah persuatif dan disertai dengan contoh nyata, maka masyarakat akan mengikuti dan akhirnya melaksanakan pola hidup sehat.

Di Kabupaten Sleman, capaian angka penemuan kasus baru di tahun 2010 yaitu 44,84 % masih dibawah target nasional yaitu 70 %, sedangkan angka kesembuhan 79,3 % juga masih belum mencapai target 80 %. Penemuan penderita baru oleh petugas kesehatan belum mencapai prevalensi penderita yang ada.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.