Arsip Kategori: Berita

9
Feb

Sleman Terima Bantuan Kabupaten Indra Giri Hulu

Kabupaten Sleman menerima bantuan dari masyarakat Kabupaten Indra Giri Hulu sejumlah Rp. 75.000.000 (tujuh puluh lima juta rupiah) Selasa, 8 Februari 2011. Bantuan tersebut diserahkan Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Indra Giri Hulu Drs. M. Nasrul yang dalam kesempatan tersebut juga didampingi tokoh masyarakat Indra Giri Hulu Muhammad Imron. Bantuan sejumlah 75 juta rupiah tersebut diterima Asekda bidang Administrasi Djoko Handoyo, SH mewakili Bupati Sleman. Dalam kesempatan tersebut Djoko Handoyo didampingi Kepala Dinas Nakersos Drs. Kriswanto, M.Sc, Kepala Badan Kesbanglimas dan Penanggulangan Bencana, Drs. Urip Bahagia dan Ka. Bag Humas Dra. Endah Sri Widiastuti, MPA.

Menurut M. Nasrul bahwa bantuan tersebut tidak seberapa besarnya, namun hendaknya dapat dimanfaatkan untuk masyarakat Sleman. Bukan besar kecilnya bantuan yang dilihat namun bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat kabupaten Indra Giri Hulu atas musibah yang diterima masyarakat Kabupaten Sleman.  Sementara itu Djoko Handoyo yang mewakili Bupati Sleman menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Sleman dan akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat Sleman. Dengan bantuan tersebut akan banyak mengurangi beban yang ditanggung masyarakat Sleman.

8
Feb

KENAIKAN PAJAK PENGAMBILAN GALIAN C KARENA KENAIKAN HARGA PASAR

Setoran pajak yang diwajibkan bagi para pemanfaat /pengolah material Merapi ( pasir / batu ) di aliran sungai  Gendol, Krasak, Kuning, Boyong di daerah yang telah ditetapkan tidak melebihi ketentuan dalam Perda Nomor 2 tahun 1998 Tentang Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan Galian golongan C.  Yang termasuk bahan galian golongan C diantaranya pasir, pasir batu, andesit, marmer, mika, dsb.  Berdasarkan Perda tersebut besarnya pajak yang harus disetor kepada Pemerintah Kabupaten Sleman  oleh pihak yang  menyelenggarakan eksploitasi bahan galian glongan C paling tinggi adalah  20 % dari nilai pasar. Padahal nilai pasar ini secara periodik ditinjau kembali dan ditetapkan oleh bupati/ kepala daerah sesuai dengan harga rata rata yang berlaku di lokasi setempat.

Sejak Perda tersebut ditetapkan tahun 1998 Pemkab Sleman telah 3 kali meninjau kembali nilai pasar tersebut  yang ditetapkan dengan SK Bupati.  Khusus untuk bahan galian C jenis pasir pada  tahun 1998 nilai pasar yang ditetapkan adalah sebesar Rp 3.500 / m2, tahun 2007 ditetapkan sebesar Rp 12.500. Pada tahun 2010 Pemkab Sleman kembali menetapkan nilai pasar bahan galian golongan C yang tertuang dalam SK Bupati Sleman nomor 33 tahun 2010 tanggal 1 Desember 2010.  Berdasarkan  SK tersebut  nilai pasar bahan galian C untuk pasir bahan bangunan ditetapkan sebesar  Rp 25.000/ M2.  Ketetapan nilai pasar ini diambil berdasarkan hasil survey di lapangan tentang harga pasir di masyarakat yang saat ini telah mencapai  Rp 30.000 –  Rp 50.000 / m2 atau Rp  120.000 – 150.000 / truk.  Dalam hal ini pemkab Sleman juga telah berkoordinasi dengan pemkab Magelang dalam menentukan harga pasar pasir.  Dalam SK tersebut juga dimuat tentang nilai pasar bahan galian golongan C lainnya seperti tanah uruh, sirtu, batu kapur, breksi apung dan tanah liat.

Dengan demikian besarnya pajak yang harus disetor oleh para wajib pajak  bahan galian golongan C jenis pasir  untuk setiap meter kubik yang dimanfaatkannya  adalah 15 %  x Rp 25.000  =   Rp 3.500 / m2.  Bila setiap truk  dihitung 4M3 berarti setiap truk dikenakan pajak Rp 4 x Rp 3500 = Rp 15.000. / truk.

Dengan demikian  kenaikan  pajak galian golongan C  saat ini mengalami kenaikan,  karena nilai pasar nya juga telah mengalami kenaikan.

Saat ini Pemkab Sleman telah mengirimkan draft perubahan Perda Pajak Pengambilan Dan pengolahan Bahan Galian Golongan C ke dewan.  Ditargetkan Perda tersebut dapat ditetapkan pada tahun 2011.

7
Feb

Merti Dusun Kalirase Tampilkan Tajuk Tri Rasa Guna

Masyarakat Dusun Kalirase Trimulyo Sleman menyelenggarakan merti dusun dengan tajuk “Tri Rasa Guna”, Minggu 6 Februari 2011 Pukul 14.00 WIB di dusun setempat. Menurut  ketua Panitia, Walidi, SPd., merti dusun tersebut dimaksudkan selain melestarikan budaya, juga sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas begitu banyak nikmat yang diberikan termasuk hasil bumi. Merti dusun ini juga sebagai wujud harapan agar masyarakat setempat terhindar dari bencana dan ha-hal yang tidak diharapkan. Untuk itu masyarakat Kalirase menyelenggarakan merti dusun tiap tahun.

Bupati Sri Purnomo dalam sambutannya mengatakan sangat mendukung kebersamaan masyarakat Kalirase yang menyelenggarakan merti dusun dan mengeluarkan seluruh potensinya dalam acara tersebut. Merti dusun tersebut juga diharapkan dapat mengangkat perekonomian masyarakat menuju wisata  desa. Dengan dukungan masyarakat, dusun Kalirase menjadi semakin lestari, subur dan akhirnya masyarakatnya hidup sejahtera. Bupati kemudian memotong tumpeng yang selanjutnya diserahkan kepada kepala dukuh Kalirase.

Rangkaian merti dusun diawali pada hari Sabtu 5 Februari 2011 pukul 17.00 WIB berupa pengambilan air kehidupan dari Sumber Petung dan Sumber Malang oleh para santri dan sesepuh dusun. Dilanjutkan pada malam harinya dengan mujahadah dan pengajian bagi warga masyarakat setempat.

Minggu 6 Februari 2011 pukul 10.00 WIB dipentaskan Seni Kubrosiswo dan Jathilan dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB dengan Kirab Tirto “Tri Rasa Guna” dan Hasil Bumi mengelilingi dusun setempat diiringi dengan berbagai macam kelompok kesenian. Pukul 15.00 WIB dilaksanakan peresmian air bersih dusun setempat dilanjutkan dengan upacara seremonial yang diikuti oleh segenap warga masyarakat dan tamu undangan. Mengakhiri rangkaian merti dusun dilaksanakan kenduri massal dilanjutkan dengan “kembul bujana”-

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.