Arsip Kategori: Berita

Untuk Informasi Selengkapnya tentang Penanganan Bencana Gunung Merapi 2010 :
20
Jan

Jatah hidup penghuni shelter siap dibagikan


Pemkab Sleman pada tan ggal 21 Januari 2011, akan menyerahkan jatah hidup bagi korban merapi yang telah menempati Shelter. Bantuan hidup yang diberikan berupa uang Rp 5 ribu perjiwa selama 30 hari. Diharapkan jatah hidup ini dapat membantu para penghuni shelter untuk memenuhi kebutuhan makan harian.

Jatah hidup yang didistribusikan besuk baru untuk 150 KK yang secara resmi sudah tinggal di shelter Kowang dan Ploso Kereb. Untuk penghuni shelter di Kowang yang masih menempel pada keluarga lain, belum menempati shelter milik sendiri belum diberikan jatah Hidup. Hal ini sesuai dengan Arahan Menteri Sosial ketika berkunjung di shelter ploso kereb.

Jatah hidup belum dapat langsung dibagikan oleh Pemkab Sleman setelah alokasi jadup untuk pengungsi Sleman di serahkan Menteri Sosial pada tanggal 11 januari kepada Bupati Sleman, karena harus melalui dan melengkapi prioses administrasi. Jadup yang diterima pemkab Sleman senilai Rp. 1.959.750.000 untuk 13.065 pengungsi penghuni Shelter.

Pendistribusian Jatah Hidup akan langsung diberikan oleh petugas Nakersos langsung kepada kepala keluarga di shelter masing-masing. Dinas nakersos akan menerjunkan 23 petugas. Untuk pendistribusian bantuan Kementrian Sosial berupa kasur dan bantal akan dilaksanakan oleh Propinsi DIY dan realisasinya masih menunggu proses pengadaan.


19
Jan

Gerakan Menanam 1 Miliar Pohon BRI

Dari tahun ketahun Pemkab Sleman selalu mengadakan penghijauan, terutama di Lereng Gunung Merapi dengan menggerakkan relawan, termasuk juga  gerakan Wanita Menanam.  Tetapi hanya dalam waktu sekejap semuaa tanaman habis dibakar oleh erupsi merapi yang begitu luar biasa. Hingga kerugian yang terjadi di Kabupaten Sleman bisa mencapai Rp 5,5 trilyun dan terbesar pada pemulihan hutan lindung di Lereng Merapi. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat memberi sambutan pada  Gerakan Menanam l Milyar Pohon yang diselenggarakan oleh PT BRI Tbk Kanwil Yogyakarta di Pangukrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Rabu 19 Januari 2011. Disampaikan Sri Purnomo bahwa kerugian yang paling banyak adalah di Kementrian Kehutanan, karena semua tanaman di hutan lindung semua menjadi gundul. Dengan gerakan menanam pohon ini diharapkan akan menggugah masyarakat untuk ikut menanam terutama di lahan yang terkena erupsi merapi.

Saat ini dimana-mana terjadi banjir karena musim hujan yang sulit diprediksi dan itu perlu diantisipasi, dengan aksi penanaman pohon untuk menjaga agar air hujan tidak begitu saja lari, tetapi dapat ditahan oleh pepohonan. Ditambahkan pula bahwa dengan kegiatan yang dilakukan Bank BRI ini akan menggugah instansi yang lain baik negeri maupun swasta untuk melakukan hal yang sama. Dengan penghujauan ini diharapkan mampu menampung air pada musim penghujan dan bila nanti terjadi musim kemarau makan hutan tersebut mampu menahan air. Penanaman pohon tersebut juga bernilai ekonomis tinggi dengan menanam pohon buah-buahan, dimana disamping sebegai penahan air pohon tersebut juga menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Hingga nanti akan terjadi  ekosistem yang baik.

Dalam kesempatan tersebut diharapkan masyarakat yang ada di sekitar lokasi untuk merawat, terutama pada musim kemarau nanti,misalnya tanaman tersebut disiangi/disirami dengan air. Dengan penghijauan ini diharapkan hutan tersebut akan segera hijau kembali dan akan menjadi pemandangan yang indah. Itu tidak lepas dari peran masyarakat sekitar untuk merawat.

Sedangkan  pimpinan wilayah PT. Bank BRI Kantor Wilayah Yogyakarta Eko Wahyu Andriastono mengatakan bahwa untuk penghijauan di kecamatan Cangkringan  ditanam sebanyak 10.000 pohon dan untuk penghijauan di bukit Bangkel, Dusun Karang Wetan Tegaltirto Berbah Sleman ditanam sebanyak 3.000 pohon.

Gerakan penanaman pohon tersebut ditandai dengan penyerahan pohon secara simbolis oleh Bupati Sleman kepada kepala Desa Umbulharjo dan penyerahan pohon oleh  Pinwil BRI wilayah Yogyakarta kepada Kepala Desa Tegaltirto Berbah dan dilanjutkan penanaman pohon oleh Bupati Sleman, Pinwil BRI wilayah Yogyakarta dan para undangan.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan  Ir. S. Riyadi Martoyo, MM, Kepala kantor PDL DRA. Ephipama Kristiyani, MM dll.  Jenis pohon  yang ditanam tersebut antara lain pohon Duku, Manggis, Jabon,Sawo , Trembesi, Jati dll.

18
Jan

Swadaya Masyarakat Sleman Tetap Tinggi

Swadaya masyarakat Sleman dalam membangun daerahnya masih tetap tinggi, hal ini dibuktikan dengan jumlah swadaya masyarakat pada tahun 2010 yang mencapai Rp 36.159.123.567. Padahal bantuan stimulan yang dialokasikan Pemkab Sleman untuk masyarakat pada tahun tersebut hanya Rp 3,5 milyar.

Bantuan stimulan tersebut terinci untuk 2.329 proposal dari 2.874 proposal yang masuk ke Pemkab Sleman. Program-program pembangunan yang dilakukan masyarakat Sleman pada umumnya adalah prasarana dasar permukiman (PDP) seperti talud, koblok jalan, drainase dll yaitu sebanyak 1.655 kegiatan dan irigasi sebanyak 369 kegiatan. Sedangkan pembangunan saluran peresapan air hujan (SPAH) sebanyak 92 kegiatan, pembangunan pasar desa sebanyak 5 kegiatan dan 208 kegiatan untuk pembangunan tempat ibadah.

Kegiatan pembangunan PDP berhasil menggali swadaya masyarakat sejumlah Rp 21,4 milyar sedangkan bantuan yang diberikan untuk kegiatan ini yaitu Rp 2,4 milyar. Sementara untuk kegiatan tempat ibadah berhasil menggali swadaya masyarakat sebesar Rp 7,2 milyar dari bantuan Pemkab yang sebesar Rp 471.700.000. Swadaya masyarakat untuk membangun irigasi (pertanian) di wilayahnya mencapai Rp 6,6 milyar dari bantuan stimulan yaitu Rp 437.500.000,- dan untuk kegiatan SPAH dari bantuan stimulan Rp 110.850.000 dapat menggali swadaya sebesar Rp 726.979.389.

Untuk tahun 2011 ini Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 Milyar atau menurun dari tahun lalu. Hal ini dikarenakan saat ini Pemkab memfokuskan pada recovery pasca erupsi Merapi. Dana stimulan tersebut akan disalurkan sekitar bulan Juni-Juli 2011 stelah dilakukan rekapitulasi oleh kecamatan dan kemudian dikaji dan ditetapkan proposal mana saja yang memperoleh bantuan serta besaran atau jumlah bantuannya.

Bagi masyarakat yang ingin mengajukan permohonan bantuan dana stimulan kepada Pemkab Sleman dapat mengajukan surat permohonannya yang diketahui oleh Dukuh, Kades dan Camat dan ditujukan kepada Bupati c/q Camat. Surat permohonan tersebut harus dilengkapi dengan proposal yang isinya meliputi maksud dan tujuan pembangunan, denah/sket lokasi, gambar-gambar kegiatan, volume, rencana anggaran belanja (RAB), jumlah swadaya yang dimiliki, susunan kepanitiaan, daftar hadir rembug warga, surat pernyatan bermeterai yang menyatakan bahwa lokasi tersebut jelas kepemilikannya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.