Arsip Kategori: Berita

3
Dec

Bupati Terima Penghargaan Satya Lencana Pembangunan di Bidang Pendidikan

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, Kamis, 2 Des/2010 menerima Penghargaan Satya Lencana Pembangunan di Bidang Pendidikan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Penghargaan diserahkan Presiden bersamaan dengan acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke 65 PGRI di Gedung Indoor Tenis Senayan Jakarta, bersamaan dengan Kepala Daerah lainnya yakni Gubernur DIY dan Jateng serta tujuh Bupati/Walikota se Indonesia dan 4 guru, 4 kepala sekolah dan dua orang pengawas berprestasi dan berdedikasi luar biasa dalam melaksanakan tugas profesionalnya.

Penghargaan ini diterima Bupati atas keberhasilan dalam meningkatkan pembangunan pendidikan dengan melaksanakan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun sampai wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Sleman. Selain itu juga pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di daerah khusus, peningkatan profesionalisme guru serta kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal dan sekolah bertaraf internasional sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Bupati Sleman menyatakan rasa gembiranya karena usaha yang dilakukan dalam mengembangkan dunia pendidikan di Kabupaten Sleman mendapat pengakuan dari tingkat nasional sehingga dapat memberikan semangat dan memacu upaya dalam usaha peningkatan pendidikan dimasa depan supaya semakin maju. Upaya yang telah dilakukan selama ini yakni mengusahakan sekolah-sekolah negeri untuk mengimplementasikan sertifikasi ISO 9001 dan diharapkan dapat diikuti oleh sekolah-sekolah swasta. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang terstandar sehingga mutunya terjamin pada akhirnya anak didik mampu bersaing ditingkat nasional maupun internasional.

Selain itu dengan upaya semangat pendidikan 12 tahun yang dengan mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor:  27 Tahun 2009, dengan membantu KK miskin untuk memutus mata rantai kemiskinan jangan sampai melahirkan generasi miskin berikutnya dengan kebijakan memberikan bantuan Rp 1,8 juta per siswa/tahun yang bagi  sekolah di SMK di Sleman dan untuk SMA sebesar Rp 1,6 juta per siswa/tahun, langsung diberikan ke sekolahan yang mengampu siswa dari KK miskin. Dan juga menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Sekolah (RAPBS) agar apa yang dilaksanakan dunia pendidikan dalam satu tahun direncanakan terlebih dahulu dengan baik dan dengan upaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sleman.


3
Dec

Minggu Pelaksanaan Test CPNS Kabupaten Sleman

Ujian tertulis seleksi CPNS di Kabupaten Sleman akan dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2010 dan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Dimohon para peserta seleksi CPNS, yang mengikuti ujian tertulis  tidak lupa membawa kartu tanda ujian dan tidak terlambat masuk. Peserta yang terlambat mengikuti test 15 menit atau lebih dari bel pengerjaan ujian tidak diperkenankan masuk. Demikian juga bagi peserta seleksi yang tidak membawa kartu tanda ujian tidak diperkenankan mengikuti seleksi.

Seleksi CPNS ujian tertulis di Kabupaten Sleman akan dilaksanakan di 14 sekolah dengan menggunakan197 ruang di 4 wilayah kecamatan. Di Kecamatan Sleman akan digunakan 5 sekolah yakni MTSN Sleman Kota, SD Muhamadiyah Sleman, SMA YPKK 2 Sleman, SMA Sulaiman Sleman dan SD Negeri Sleman I. Di Kecamatan Mlati sekolah yang digunakan untuk lokasi ujian tertulis adalah SMAN I Mlati, SMPN 3 Mlati dan SMPN I Mlati. Di Kecamatan Seyegan sekolah yang digunakan adalah SMPN I Seyegan dan SMKN I Seyegan. Di kecamatan Godean terdapat 4 sekolah yang digunakan lokasi ujian yakni SMPN I Godean, SMKN 2 Godean, SMKN I Godean dan MTSN Godean. Pelaksanaan seleksi tulis tersebut akan diawasi 374 pengawas.

Seleksi CPNS Kabupaten Sleman tahun 2010 akan diikuti oleh peserta  yang telah lolos administrasi yang terdiri dari 697 pelamar untuk tenaga pendidikan, 1639 pelamar untuk tenaga kesehatan dan 1204 pelamar untuk tenaga teknis. Peserta ujian tahun ini didominasi oleh peserta wanita. Dari 3540 peserta, peserta wanita sebanyak 2663 (75,2%) dan peserta laki-laki sebanyak 877 orang ( 24,8% ). Tingkat persaingan peserta sangat ketat. Untuk formasi teknis rasio tertinggi terjadi untuk formasi penyuluh perindustrian dan perdagangan yakni 1 : 96 ( formasi yang disediakan 1), sedangkan yang terendah 1:5 untuk formasi teknisi bangunan ( formasi yang disediakan 3). Sedangkan  formasi arsiparis tidak terdapat peserta seleksi, karena 1 orang pendaftar tidak lolos seleksi administratif. Untuk formasi pendidikan rasio kompetisi tertinggi adalah formasi guru pendidikan jasmani dan kesehatan yakni 1 : 28  dan untuk formasi kesehatan rasio kompetisi tertinggi adalah untuk formasi bidan yakni 1 : 60 dan yang terendah adalah 1:1 untuk formasi dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Pengumuman peserta yang lulus test seleksi tersebut akan dilaksanakan tanggal 20 Desember 2010 di website http://cpns.slemankab.go.id

3
Dec

Status Merapi turun menjadi Siaga (level 3)

Terkait dengan penurunan status Merpai dari Awas menjadi Siaga  mulai  hari jumat tanggal 3 Desember 2010, Bupati Sleman meminta agar masyarakat yang kembali ke rumah untuk tetap berhati-hati dan waspada terutama yang berada di pinggir kali yang berhulu pada Merapi.,  meliputi Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Krasak, Kali Opak. Dengan slogan Sleman Bangkit, Bupati Sleman meminta masyarakat mengadakan gerakan gotong royong; untuk pembersihan lingkungan menggerakan roda perekonomian masyarakat dan menumbuhkan kehidupan baru yang lebih baik.

Jika pembersihan rumah para pengungsi, Pemerintah Kabupaten Sleman tetap memfasilitasi pengungsi  jika masih berada di pengungsian. Bagi para pengungsi yang kehilangan rumah tinggal diminta untuk tetap di pengungsian menunggu penyelesaian pembangunan shelter.

Sesuai dengan rekomendasi Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, jika terjadi peningkatan atau penurunan aktivitas G. Merapi, status aktivitas G. Merapi akan dinaikkan atau diturunkan, oleh karena itu masyarakat tetap mengikuti arahan pemerintah yang dirumuskan berdasarkan data aktivitas merapi. Selain itu diminta tidak ada kegiatan di daerah Kawasan Rawan Bencana III Gunung Merapi dalam radius 2,5 km dari puncak G. Merapi terutama di wilayah Cangkringan, Ngemplak dan Pakem. Demikian juga masyarakat yang berada pada jarak 300 meter dari bibir sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi, pada saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi untuk tidak melakukan kegiatan pada wilayah bahaya lahar tersebut.

Untuk membantu meringankan beban masyarakat yang berada di kawasan bencana Merapi, Pemkab Sleman pada tanggal 1 Desember 2010 telah mengirimkan surat permohonan bantuan Jaminan hidup (Jadup) kepada Kepala Badan nasional Penanggulangan Bencana, yang ditembuskan Menteri Sosial republik Indonesia dan Gubernur Propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Pengusulan jadup berupa 0,4 kg beras per jiwa per hari dan uang lauk pauk Rp 5.000 perjiwa perhari untuk :

1. Pengungsi di Shelter sebanyak 13.065 jiwa untuk 30 hari,

2. Pengungsi non shelter yang berada di wilayah Cangkringan sebanyak 19.985 jiwa selama 30 hari,

3. Untuk pengungsi zona 10 km sebanyak 12.046 untuk 20 hari,

4. Untuk pengungsi zona 15 km sebanyak 54.784 jiwa untuk 10 hari,

5. Zona 20 km dengan jumlah 22.541 pengungsi untuk 5 hari.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.