Arsip Kategori: Berita

18
Aug

Usai Upacara HUT Ke-75 RI, Bupati Bersama Jajaran ‘Gebrak Masker’

Berbeda dengan biasanya, Pemerintah Kabupaten Sleman pada tahun 2020 ini menggelar upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus secara sederhana demi mencegah penularan Covid-19. Upacara yang biasanya digelar secara meriah di lapangan denggung, kini berganti tempat di lapangan pemda dan hanya diikuti oleh 200 orang saja.

Jumlah Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pun hanya berjumlah tiga orang saja dari yang biasanya berjumlah 36 pasukan. Pada upacara ini juga diterapkan protokol kesehatan dengan pemeriksaan suhu tubuh, wajib memakai masker dan jaga jarak. Namun begitu, secara keseluruhan upacara dapat berjalan dengan lancar dan hikmad.

Dalam pidatonya, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengharap masyarakat menumbuhkan rasa empatinya di tengah bencana pandemi yang merebak ke seluruh dunia ini. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan hal-hal sederhana namun berarti besar bagi sesama. Menurutnya kita harus saling bahu membahu dan bergotong royong demi meringankan beban saudara sebangsa kita.

“Pemkab Sleman juga telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Harapan kita semua semoga pandemi ini akan cepat berlalu”, ucapnya.

Setelah prosesi upacara usai, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan “Gebrak Masker”. Dalam kegiatan ini Bupati Sleman beserta seluruh jajarannya membagi-bagikan masker secara gratis kepada pengguna jalan yang melewati jalan Parasamya, atau sisi sebelah barat lapangan Pemda Sleman. Total ada 1000 masker yang dibagikan pada kesempatan tersebut. Sri Purnomo menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memakai masker kapan pun dan di mana pun berada.

“Kita harap masyarakat juga tidak menyepelekan Covid-19 ini”, kata Sri Purnomo.

14
Aug

Sri Purnomo Harapkan Pramuka Berperan Aktif Dalam Penanggulangan Covid-19

Pramuka sebagai wadah generasi muda diharapkan ikut berperan secara aktif dalam penaggulangan bencana pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Sri Purnomo dalam kegiatan peringatan HUT ke-59 Pramuka di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman, Kamis (13/8).

“Mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat banyak yang harus terhenti untuk mencegah semakin merebaknya COVID-19. Maka dari itu generasi muda sudah seharusnya ikut berperan secara aktif dalam penanggulangan bencana Covid-19,” ujar Sri Purnomo.

Meskipun Pramuka merupakan suatu organisasi pendidikan yang fokus kepada pendidikan bagi anak-anak dan remaja, gerakan Pramuka dinilai tetap aktif ikut serta melaksanakan berbagai kegiatan sosial, bakti masyarakat dan pembangunan masyarakat.

“Keberadaan Pramuka sebagai salah satu pemicu kesadaran sosial diharapkan untuk memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial masyarakat kita pada saat ini. Pramuka harus mampu menjadi teladanan bagi semua pihak,” katanya.

Menurut Sri Purnomo, semangat generasi muda dalam penanggulangan bencana Covid-19 sesuai dengan tema yang diambil pada peringatan HUT ke-59 Pramuka yaitu Peran Gerakan Pramuka Ikut Membantu Dalam Penanggulangan Bencana COVID-19 dan Bela Negara.

Ketua Kwarda DIY, GKR Mangkubumi yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menuturkan bahwa adanya pandemi Covid-19 ini membawa dampak bagi kegiatan kepramukaan di gugus depan yang berpangkalan di Sekolah, Kampus dan Satuan pendidikan lainnya.

Meskipun demikian, GKR Mangkubumi tetap mendorong para pembina Pramuka untuk dapat terus melakukan pembinaan terhadap peserta didiknya dengan metode proses pembinaan yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Saat ini kami sedang menyusun pedoman penyelenggaraan kegiatan kepramukaan menuju masa adaptasi kebiasaan baru sehingga nanti bisa dijadikan acuan dalam pelaksanaan kegiatan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan sejumlah penghargaan berupa lencana Pancawarsa dan piagam bagi 15 orang yang telah mengabdi untuk Pramuka tingkat Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY.

13
Aug

Karang Taruna Sleman Kini Miliki Gedung Sekretariat

Bupati Sleman, Sri purnomo, meresmikan gedung sekretariat Karang Taruna Kabupaten Sleman, Rabu (12/8). Sekretariat baru Karang Taruna Kabupaten Sleman ini menempati Rumah Jabatan Pemerintah Daerah Sleman No.12.

Bupati Sleman berharap dengan adanya gedung baru ini dapat memberikan semangat baru pula bagi Karang Taruna Kabupaten Sleman. Ia juga berharap dengan adanya sekretariat baru ini dapat menunjang kegiatan anggotanya untuk lebih baik lagi ke depannya.

“Diharapkan Karang Taruna bisa memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan, khususnya di tingkat desa”, ucapnya.

Menurutnya, Karang Taruna yang mampu menggerakkan generasi muda. Maka Karang Taruna Sleman diharapkan bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengkampanyekan tata cara kehidupan baru dengan selalu menerapkan gaya hidup sehat sesuai protokol kesehatan yang ada.

“Oleh karena itu di masa pandemi covid-19 ini, peran Karang Taruna sangat dibutuhkan”, lanjutnya.

Samirin selaku Ketua Karang Taruna Sleman periode 2020-2025 mengaku antusias sekaligus berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dengan diresmikannya gedung sekretariat baru tersebut. Menurutnya gedung ini sangat representatif untuk menjalankan program-program Karang Taruna Sleman kedepannya. Ia juga menjelaskan pihaknya akan membagi anggotanya untuk piket jaga di sekretariat tersebut pada setiap harinya.

“Itu juga untuk mempermudah jika ada masyarakat yang ingin bertemu dengan kita”, jelasnya.

Peresmian dilakukan dengan penyerahan kunci secara simbolis oleh Bupati Sleman kepada Ketua  Karang Taruna Kabupaten Sleman. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Ketua TP PKK Kustini Sri Purnomo, lalu dilanjutkan dengan peninjauan ke dalam gedung sekretariat baru Karang Taruna Kabupaten Sleman. Hadir pula pada kegiatan tersebut Ketua Komisi C DPRD Sleman, Danang Maharsa, Wakil Ketua Komisi D, Raudi Akmal, Kepala Dinas Sosial, Eko Suhargono dan Kepala Dinas PMD, Budiharjo.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.