Arsip Kategori: Berita

Untuk Informasi Selengkapnya tentang Penanganan Bencana Gunung Merapi 2010 :
11
Nov

aktivitas G. Merapi tanggal 11 November 2010 pukul 00:00 sampai dengan pukul 18:00 WIB

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Badan Geologi pukul 00:00-18:00 WIB erupsi masih berlangsung dengan intensitas yang menurun.

Laporan pengamatan visual, suara gemuruh terdengar dengan intensitas lemah dan hujan abu dengan intensitas ringan-lebat teramati di sektor Barat Daya hingga Barat Laut. Asap terlihat dengan tinggi 800 m dari puncak G. Merapi condong ke arah Barat hingga Barat Laut.
Teramati guguran ke arah K. Gendol dengan jarak luncur 1 km pada pukul 10:35 WIB. Dari CCTV yang dipasang di Deles, teramati awanpanas dengan jarak luncur 3 km ke arah K. Gendol pada pukul 05:20 WIB. Teramati kolom asap berwarna putih kecoklatan bertekanan kuat setinggi 1500 m.

Secara umum, endapan lahar telah teramati di semua sungai yang berhulu di puncak G. Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Barat Laut meliputi, K. Woro, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu. Lahar di K. Boyong telah terendapkan di Dusun Kardangan Desa Purwobinangun, Kab, Sleman berjarak 16 km dari puncak G. Merapi. Lahar di K. Kuning telah mengisi penuh jembatan Sidorejo, Dusun Sidorejo, Desa Hargobinangun yang berjarak 9,5 km dari puncak G. Merapi. Sedangkan di alur K. Gendol, lahar telah mengisi penuh dam di Dusun Morangan Desa Sindumartani yang berjarak 16,5 km dari puncak G. Merapi.

Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada 11 November 2010 dari pukul 00:00 WIB sampai dengan pukul 18:00 WIB menunjukkan aktivitas G. Merapi masih tinggi. Dengan kondisi tersebut, maka status aktivitas Gunung Merapi pada tingkat Awas (level 4). Ancaman bahaya G Merapi dapat berupa awanpanas dan lahar.

Sehubungan masih tingginya aktivitas vulkanik G. Merapi dan status masih ditetapkan pada level Awas, maka direkomendasikan sebagai berikut:
1. Agar dilakukan penyelidikan abu gunungapi yang dapat berpotensi mengganggu jalur penerbangan dari dan ke Lapangan Udara Internasional Adisucipto di Yogyakarta.
2. Tidak ada aktivitas penduduk di daerah rawan bencana III, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai (ancaman bahaya awanpanas dan lahar) yang berhulu di G. Merapi sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Barat Laut dalam jarak 20 km dari puncak G. Merapi meliputi, K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu.
3. Segera memindahkan para pengungsi ke tempat yang aman di luar radius 20 km dari puncak G. Merapi.
4. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G. Merapi.
5. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awanpanas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.
6. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

11
Nov

Pembinaan rohani PNS : aparat harus kompak dan solid dalam penanganan bencana Merapi

Pengajian dalam rangka pembinaan rohani ini merupakan ajang silaturahmi bagi PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman dan juga masyarakat sekitar sehingga dapat semakin mempererat ukhuwah. Menyadari bahwa untuk membangun sebuah keterpaduan dalam suatu komunitas baik keluarga, perusahaan, pemerintah ataupun komunitas lainnya, maka diperlukan semangat kekompakan, kebersamaan dan persatuan. Dengan adanya persatuan yang berlandaskan pengertian dan kepercayaan antar pribadi akan memunculkan sinergi yang solid dan mantap. Dengan modal tersebut, Insya Allah Pemkab Sleman sebagai sebuah komunitas dapat berkembang menuju keberhasilan yang diharapkan. Demikian pula dengan permasalahan yang masih melanda wilayah dan masyarakat Sleman dapat segera dicarikan solusinya. Hal tersebut disampaikan Bupati SLeman yang diwakili  oleh Kabag Kesra, Jazim Sumirat , saat memberi sambutan dihadapan jamaah pengajian di Masjid Agung Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kamis 11 Nopember 2010. Peserta dalam pengajian itu sendiri antara lain PNS dilingkungan Pemkab Sleman dan para pengungsi korban erupsi Merapi yang jumlahnya sekitar 750 orang.

Lebih lanjut disampaikan bahwa saat ini masyarakat di Kabupaten Sleman dan sekitarnya tengah mengalami ujian dari Allah SWT yakni erupsi Gunung Merapi yang telah membawa korban jiwa dan harta benda dan ratusan ribu orang Sleman yang harus mengungsi ke tempat yang aman. Bagi aparat di Kabupaten Sleman peristiwa ini membutuhkan kerja keras dan keseriusan untuk menangani warga yang terkena dampak erupsi Merapi. Para PNS di Sleman harus kompak  dan memiliki kesadaran yang sama bahwa ini adalah masalah bersama dan harus diatasi bersama. Penanganan bencana ini bukan hanya milik Bidang Penananggulangan Bencana ataupun Bidang Sosial tetapi merupakan tugas seluruh aparat di Pemkab Sleman tanpa membeda-bedakan  tupoksi.

Untuk itu pada kesempatan tersebut Bupati Sleman menyampaikan sebuah perenungan bagi kita semua yang diberi mandat untuk menjadi aparat di lingkungan pemerintah Kabupaten Sleman, maupun di instansi lainnya. Menjadi aparat pemerintah berarti kita diberi amanah sebagai pelayan masyarakat. Dalam upaya  mengatasi permasalahan dalam bencana Merapi ini apakah kita telah berbuat sesuatu untuk melayani mereka?  Bila belum inilah saatnya bekerja lebih giat lagi dan berperan lebih aktif lagi. Dapat dilihat masyarakat luar Sleman yang begitu besar perhatian dan bantuannya kepada warga Sleman, bagaimana dengan Sleman ? apa yang telah warga Sleman lakukan untuk menolong dan membantu warga Sleman ? Banyak yang dapat dilakukan saat ini, baik sebagai aparat pemerintah maupun selaku warga masyarakat. Memberikan bantuan uang, makan, pakaian, alat ibadah, dan  kebutuhan lainnya bahkan tenaga untuk membantu para pengungsi saat ini masih diperlukan. Sebagai aparat hendaknya juga harus mampu menjadi penenang masyarakat, jangan justru terbawa arus terhadap informasi yang menyesatkan sehingga semakin membuat masyarakat resah. Bila harus ikut mengungsi, maka hendaknya menjadi pengungsi yang dapat menjadi contoh dan patuh pada instruksi pemerintah, dalam hal apapun.

Sedangkan KH. Drs. Bardan Usman dari Kementerian Agama Prop. DIY dalam tausiahnya antara lain menyampaikan bahwa kenyataan alam yang terjadi saat ini, bisa dimaknai sebagai musibah agar kita sabar dan ikhlas, sebagai ujian kita diminta evaluasi, sebagai nikmat agar kita mensyukuri, sebagai azab kita wajib mohon ampun. Untuk bisa melihat kenyataan dengan menata hati, sehingga bencana yang terjadi saat ini, tinggal bagaimana kita memaknai, dan mensikapi bencana itu.

11
Nov

Update Data Pengungsi Per 11 November 2010 pukul 19.30 WIB

DATA PENGUNGSI BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI
TANGGAL 11 NOVEMBER 2010
JAM   : 20.00 WIB
NO Lokasi Pengungsian Jumlah
1 Stadion Maguwoharjo 9463
2 Youth centre 2500
3 Per kecamatan
kecamatan desa
(1) ngaglik sariharjo (asal kalidem) 1127
minomartani 609
Sinduharjo (geraja banteng dan SJY) 827
Sardonoharjo 163
Sukoharjo 0
jumlah 2726
(2) sleman Triharjo 1223
Tridadi (GOR,Masjid agung, Kanisius, dll) 5320
Caturharjo (20 titik) 5118
Pendowoharjo 5226
jumlah 16887
(3) mlati Sendangadi (7 titik; karanggeneng, Balai desa, Jatirejo, Mulungan wetan, Jongke lor, Masjid LDII, Mlati Krajan, Mlati Tegal 1225
Sinduadi (190 titik; titik yang besar= Pogung kidul; SD Sindu timur, Sendowo (gelanggang;Purna budaya) 3937
Sumberadi (17 titik; bale desa, 4 sekolahan, wisma sudomo, kapel warak, Pedukuhan bedingin, Danen, Konteng, Cabaan, dlll) 3925
Tirtoadi 16 titik (Baledesa dan rumah-rumah penduduk) 1661
Tlogoadi 2091
jumlah 12839
(4) minggir Sendangrejo (70 barak) 550
Sendang agung (9 padukuhan) 282
Sendangsari ( 506 barak) 1017
Sendangmulyo (6 padukuhan) 180
sendangarum (9padukuhan) 397
jumlah 2426
(5) Tempel sumberejo 2058
banyurejo 1886
Pondokrejo 1100
mororejo 770
margorejo 845
Lumbungrejo 1900
Tambakrejo 1023
jumlah 9582
(6) Ngemplak Wedomartani ( 20 titik ) 7042
jumlah 7042
(7) Godean Sidoarum 252
Sidoluhur 93
jumlah 345
(8) Kalasan Desa Purwomartani ( 23 titik ) 2529
Desa Tirtomartani ( 8 titik ) 3006
Desa Tamanmartani ( 4 titik ) 1107
Kantor Kecamatan 243
jumlah 6885
(9) Berbah Kalitirto 2059
Jogotirto 1135
Sendangtirto 1148
Tegaltirto 1990
jumlah 6332
(10) Prambanan Balai Desa Bokoharjo 5296
Desa Sambirejo 743
Madurejo 1423
Sumberharjo 1519
Desa Gayamharjo 285
Desa Wukirharjo 83
jumlah 9349
(11) Gamping Desa Balecatur 842
Desa Ambarketawang 736
Desa Banyuraden 827
Desa Nogotirto 443
Desa Trihanggo 1642
jumlah 4490
(12) Depok maguwoharjo (11 lokasi) 3276
condongcatur (101 lokasi) 3879
caturtunggal (16 lokasi) 3655
jumlah 10810
(13) Seyegan Margoluwih 898
Margodadi 1935
Margokaton 1144
Margomulyo 2067
Margoagung 1107
Kantor Kecamatan 144
Jumlah 7295
(14) Moyudan Sumberrahayu 422
Sumbersari 425
Sumberagung 604
Sumberarum 307
Jumlah 1758
Jumlah di Wilayah Sleman 110729
4 Wilayah Kab Bantul 9972
JEC 500
Jumlah 10472
5 Wilayah kab Kulonprogo Jumlah 5563
6 Wilayah Kota Yogyakarta 2934
UKDW 340
Jumlah 3274
8 Wilayah Kab Gunungkidul Jumlah 3958
Jumlah Total Pengungsi 133996
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.