Arsip Kategori: Berita

Untuk Informasi Selengkapnya tentang Penanganan Bencana Gunung Merapi 2010 :
3
Nov

Mensos Akan Santuni Korban Meninggal 4 Juta per Orang

Menteri Sosial RI Salim Segaf Al Jufri, mengadakan kunjungan ke Barak Pengungsian Wukirsari, Selasa, 2 Nop 2010 disertai dengan istri dan didampingi oleh Camat Cangkringan. Dalam kunjungannya Mensos memberikan bantuan sebesar Rp 500 juta yang diserahkan kepada Kepala Dinas Sosial DIY untuk mendukung keperluan logistik para pengungsi. Mensos juga menyempatkan berdialog dengan keluarga para korban yang meninggal yakni keluarga Mbah Marijan diwakili anaknya Asih, dan Tugiyem istri relawan Tutur. Dalam kesempatan dialog ini Mensos akan memberikan santuan bagi keluarga korban yang meninggal sebesar @ Rp 4 juta dan setelah keadaan membaik rumah-rumah yang rusak tentu juga akan dibangun kembali.

Dalam kesempatan ini Mensos juga mengunjungi kegiatan PAUD yang diadakan para relawan dengan menanyakan kondisi kesehatan anak-anak dan mengunjungi Posko Tagana Jawa Timur.

3
Nov

Diharapkan Tidak Menyumbang Nasi Bungkus

Pemerintah Kabupaten Sleman mengharapkan masyarakat tidak memberikan bantuan kepada pengungsi berupa nasi bungkus. Hal ini dikarenakan di setiap barak pengungsian sudah ada dapur umum yang memasak makanan bagi pengungsi sesuai dengan jumlah yang ada. Berdasarkan pantauan petugas, bantuan berupa nasi bungkus banyak yang akhirnya terbuang karena tidak termakan oleh pengungsi atau keburu basi karena tidak segera dimakan.

Bantuan masyarakat diharapkan berupa bahan makanan mentah yang diserahkan kepada dapur umum. Bantuan dapat berupa sayur, bumbu, beras dan bahan makanan mentah lainnya. Sebelum mengirimkan bantuan diharapkan masyarakat memberitahukan terlebih dahulu agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal di barak pengungsian dan tidak terbuang sia-sia.

Pemkab Sleman juga menyampaikan terima kasih kepada segenap pihak yang selama ini telah memberikan bantuan baik moral maupun material dalam penanganan bencana Merapi.

3
Nov

SBY:Permasalahan di Pengungsian, Jangan Saling Menyalahkan

Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY) mengharapkan semua pihak tidak saling menyalahkan dalam menangani bencana Merapi.  “Namanya pengungsian ya seperti itu karena semua darurat!” ungkap SBY saat mengunjungi posko utama Merapi di Pakem Sleman. SBY mengatakan ketika mengunjungi lokasi bencana di Indonesia dan di negara manapun, pengungsian selalu ada kekurangan sehingga jangan saling menyalahkan.

Untuk penanganan bencana Merapi ini sebenarnya pemerintah sudah menyiapkan tempat pengungsian dengan daya tampung yang mencukupi, namun karena adanya kondisi yang berbeda dan masyarakat menjadi panik maka jumlah pengungsi menjadi meningkat sehingga barak pengungsian dan sarana prasarana menjadi kurang. Hal ini menurut SBY harus bisa dipahami oleh semua pihak. SBY juga mengajak semua pihak untuk bekerjasama untuk mengatasi permasalahan yang ada di pengungsian.

SBY mengatakan otoritas untuk menyatakan bahwa kondisi Merapi aman atau tidak dan daerah mana yang aman ada pada Badan Geologi, sehingga informasi yang disampaikan oleh badan ini harus dipatuhi oleh warga. “Bila diinformasikan harus mengungsi ya segera mengungsi,” tegas SBY.

SBY juga menambahkan tahap setelah darurat selesai adalah rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk itu diharapkan Gubernur dan menteri terkait segera berembug karena pemda yang lebih tahu kondisi masyarakatnya. Dana untuk rehab rekon disatukan dari APBD dan APBN . SBY juga berharap BUMN-BUMN untuk menggunakan dana CSR (corporate social responsibility) untuk membantu penanganan bencana.

Dalam kesempatan tersebut SBY juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak termasuk para relawan yang telah membantu siang dan malam dalam penanganan bencana Merapi dan dalam rangka menjaga keselamatan penduduk.

Saat SBY berkunjung ke Posko Utama Pakem, tampak pula mendampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menko Kesra Agung Laksono dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.