Arsip Kategori: Berita

Untuk Informasi Selengkapnya tentang Penanganan Bencana Gunung Merapi 2010 :
31
Oct

Menteri Pemberdayaan Perempuan Kunjungi Pengungsi

Menteri pemberdayaan Perempuan RI, Linda Amaliasari Gumelar memberikan bantuan dan mengunjungi pengungsi Merapi , Minggu, 31 Oktober 2010. Bantuan secara simbolis diterima oleh Bupati Sleman Sri Purnomo  di Posko Utama Penanganan Bencana Merapi di Pakem.  Bantuan yang diserahkan berupa makanan bayi, minuman kotak, pakaian dalam wanita, dan keperluan kaum perempuan lainnya. Linda Gumelar yang disertai  dengan para pelawak Yati Pesek, Polo dan Marwoto  juga mengunjungi  barak pengungsian di Girikerto, Turi. Di depan para pengungsi di barak tersebut Linda Gumelar dan rombongan memberi  semangat  para pengungsi dan juga mengajak bernyanyi.

Menteri Linda Gumelar antara lain meminta kepada para pengungsi untuk   tetap tabah dan semanagt menghadapi cobaan ini. Ia mengajak para pengungsi untuk berdoa  agar cobaan ini segera berlalu. Ia juga meminta agar para pengungsi mengikuti perintah dan himbauan dari Lurah, Camat dan Bupati untuk tetap berada di barak pengungsian sampai keadaan dinyatakan aman. Linda juga meminta agar anak – anak balita dan orang tua untuk diperhatikan, diberi kasih sayang dan dijaga betul kesehatannya. Jangan sampai anak anak itu terabaikan.

Dalam kesempatan tersebut para pengungsi juga diajak bernyanyi dan dihibur oleh Yati Pesek, Marwoto dan Polo.  Bahkan Yati Pesek  mengajak mereka  menyanyi  tembang  Ilir- Ilir yang ditirukan para pengungsi. Bahkan ketika penutup tembang ilir ilir para pengungsi secara serentak menyanyikan sorak “ hore….”.  Kontan saja  aula balai desa tersebut dipenuhi oleh tepukan dan sorakan dari para pengungsi.

30
Oct

Luncuran awan panas Merapi tidak akan lebih dari 10 km, warga diharap tidak panik

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, Surono, menyatakan bahwa bahaya luncuran awan panas dan Erupsi Merapi tidak akan mencapai lebih dari 10 km. Oleh karena itu, masyarakat yang tidak berada di kawasan rawan bencana dihimbau untuk tidak panik.

Pernyataan ini disampaikan Surono dalam rapat koordinasi Sabtu, 30/10/2010 malam bersama Bupati Sleman, sehubungan dengan kejadian pada hari Jumat, 29/10/2010 malam yang mengakibatkan kepanikan warga.

Masyarakat yang tinggal di luar kawasan rawan bencana diharap tetap tenang dan tidak panik sehingga tidak menambah kepadatan lalulintas khususnya di jalur evakuasi.

30
Oct

DIY Green And Clean 2010 Agar Warga Hidup Bersih dan Sehat

Program Yogyakarta Green And Clean tahun 2008/2009 mendapat  sambutan luar biasa dari masyarakat DIY sehingga mmpu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah sehingga tercipta lingkungan Prop. DIY bersih dan hijau, kondisi ini  didukung oleh kegotong royongan masyarakat DIY yang sangat kental dengn kebudayaan local yang berkembang untuk wujudkan Indonesia sehat. Hal tersebut disampaikan oleh Akhmad Lutfie stake holder Big Bang DIY Green and Clean 2010   dalam acara Pengumunan Best Of The Best DIY Green and Clean 2010 Tingkat Kabupaten Sleman, Kamis, 28 Oktober 2010 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Ditambahkan oleh ahmad Lutfie bahwa Peserta program DIY-GC 2010 dari Kabupaten Sleman 38 pedukuhan/RW. Dilaksanakan sejak Agustus sampai September 2010. Penilaian dilaksanakan bulan September untuk menentukan 12 pedukuhan /RW semifinlis. Dari 12 itu dilakukan bedah lingkungan tahap II dan dilkukan penilaian lagi untuk menentukan Best of The Best dan Runner up perkategori di Tingkat Kabupaten yaitu Kategori Kepadatan Tinggi terdiri dari 5 peserta Sukunan Banyuraden Gamping sebagai Best of The Best mendapat Tropy dan Piagam dengan uang pembinaan Rp. 2,5 juta dan yang lainnya sebagai Ranner up mendapat piagam dan uang Rp. 1,2 juta.  Kemudian Kategori Kepadatan rendah juga ada 5 peserta yaitu : Wirokraman Sidokarto Godean sebagai Best of The Best mendapat Tropy dan Piagam juga uang Rp. 2,5 juta dan 4 Raner up masing mendapat piagam dan uang Rp. 1,2 juta.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala KLH Kab. Sleman Dra. Ephipama Kristiani, MM antara lain mengatakan bahwa kegiatan ini memotivasi dan mendukung upaya kami untuk membudayakan pola hidup bersih dan sehat pada kehidupan sehari-hari masyarakat Sleman.

Saya berharap agar kegiatan YGC hendaknya mampu menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk menciptakan lingkungan bersih, hijau dan sehat di seputar tempat tinggal, dengan melakukan bedah lingkungan, memilah sampah dan sanitasi lingkungan. Saya harapkan segala upaya masyarakat Sleman untuk menjadi wilayah terbaik dalam YGC, bukan hasil akhir dari komitmen untuk saling menjaga lingkungan. Namun semangat komitmen dan solidaritas dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan hijau adalah lebih dari segalanya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya kegiatan YGC, semakin mempercepat dan memotivasi masyarakat dalam mewujudkan kebersihan, keindahan, penghijauan serta sanitasi lingkungan. Berkenaan dengan hal tersebut pelaksanaan kegiatan Yogya Green and Clean ini merupakan wadah dan sarana sinergi yang terpadu dan terarah dalam meningkatksan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam  menciptakan lingkungan yang bersih dan hijau.  Hal ini terlihat dari semakin banyaknya waga masyarakat di Sleman yang sadar dalam mengelola sampah secara mandiri. Kami berharap agar kerjasama ini dapat kita lanjutkan dimasa yang akan datang  dengan pola dan program lebih atraktif. Sehingga dapat memotivasi masyarakat yang belum tergerak untuk ikuti serta secara aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan hijau. Bahkan untuk memotivasi masyarakat dalam mengelola kebersihan dan pelestarian lingkungan, Pemkab Sleman memberikan stimulan APBD kepada kelompok-kelompok masyarakat yang benar-benar memiliki komitmen yang kuat.

Upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat dan hijau tidaklah cukup hanya dengan slogan. Perlu tindakan nyata, sekecil apapun, untuk mewujudkannya seperti tidak membuang sampah sembarangan. Apabila hal yang sederhana tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan oleh seluruh warga masyarakat, maka hasil yang akan dicapai akan memberikan pengaruh yang signifikan . Kita patut bersyukur bahwa di masyarakat Sleman telah mulai terbentuk kesadaran untuk menjadi warga yang bergaya hidup modern, yakni yang biasanya hanya membuang sampah saja, kini sudah dibiasakan untuk memilah dan menempatkan sampah sesuai jenisnya. Pada akhirnya saat berada pada level mengolah, maka sampah bisa menjadi sebuah sumber daya yang menghasilkan rupiah. Pada saat ini di Sleman terdapat 44 lembaga pengelolaan sampah mandiri yang aktif mengelola sampah secara mandiri di masyarakat.

Melalui pengelolaan samapah mandiri ini diharapkan   kondisi lingkungan permukiman di Sleman menjadi bersih, sehat dan hijau maka masyarakat Sleman menjadi adem ayem (sejuk dan nyaman). Pengelolaan masalah sampah juga berkaitan dengan pola hidup dan budaya masyarakat, sehingga penanganan sampah memerlukan pembiasaan cara hidup yang sehat kepada masyarakat. Pembiasaan pola hidup bersih dan sehat merupakan upaya preventif bagi penanganan masalah sampah dan limbah. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan adanya peran serta aktif dari berbagai tokoh masyarakat dan LSM atau NGO untuk membantu upaya pembiasaan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Diharapkan dari lingkungan yang bersih, sehat dan hijau ini akan terlahir generasi yang sehat, kuat dan cerdas dan kemudian hari akan melahirkan generasi yang menjadi harapan bangsa ini.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.