Arsip Kategori: Berita

Untuk Informasi Selengkapnya tentang Penanganan Bencana Gunung Merapi 2010 :
5
Nov

Kebutuhan mendesak para pengungsi per Jumat, 5 November 2010

Berikut daftar kebutuhan pengungsi :

1. minyak tanah.

2. pakaian dalam pria, wanita dan pakaian anak-anak.

3.tikar,  alas tidur dan bantal

4. selimut

5. pakaian dewasa, kerudung/jibab, alat sholat

6. pembalut wanita

7. pempers

8. minyak kayu putih

9. obat tetes mata

10. masker

11. bahan makanan (sembako)

12. sayur mayur

13. tirai plastik dengan ketinggian 5 meter

14. perlengkapan sekolah dan alat tulis

15. mainan anak-anak dan balita

5
Nov

Korban luka akibat erupsi Merapi 4 November 2010 sd pukul 12.00 WIB



Selain korban meninggal, juga terdapat korban luka yang dirawat dirumah sakit sebanyak  129 orang yang terdiri dari :

1.       Pasien rawat inap RS Sarjito sebanyak 12 orang

2.       IGD RS Sarjito sebanyak 72 orang (luka bakar)

3.       RS Bethesda sebanyak 7 orang (luka bakar)

4.       RS Puri Husada sebanyak 2 orang (luka bakar)

5.       RSUD Murangan sebanyak 4 orang (luka bakar)

6.       RS Panti Rapih sebanyak 32 orang (luka bakar)

Jumlah ini belum termasuk korban luka yang berasal dari SLeman namun dirawat di RS Tegalyoso Klaten.

4
Nov

Antisipasi Pemkab Tentang Rekomendasi Badan Geologi

Berdasarkan surat dari Badan Geologi Kementerian ESDM nomor 2312/45/BGL.V/2010 tanggal 4 Nopember 2010  tentang Laporan aktifitas Merapi 3 November 2010 pukul 18.00-24.00 WIB  yang dimaksud dengan radius 15 km dari puncak Merapi adalah di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung  Merapi sektor selatan, tenggara dan barat daya. Alur sungai tersebut meliputi kali Boyong, Kuning, Gendol, Woro, Bebeng, Krasak dan Bedog. Sesuai surat tersebut,wilayah kabupaten Sleman, agar tetap berada di pengungsian/daerah yang aman bagi penduduk yang bermukim de desa Purwobinangun (Dusun Turgo, Kemiri dan Ngepring), desa wonokerto (dusun Tunggularum), desa Girikerto (Dusun Ngandong, Tritis dan Nganggring), Desa Hargobinangun (dusun kaliurang barat, dusun boyong, Kaliurang Timur dan Ngipik Sari), Desa Umbulharjo (Dusun Kinahrejo, Pangukrejo dan Gondang), Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem, Petung, Jambu dan Kopeng), Desa Glagaharjo (Dusun Kali Tengah Lor, Kali tengah Kidul, Srunen dan  Singlar)

Dengan demikian berdasarkan surat tersebut sebenarnya tidak ada penambahan daerah rawan bencana. Namun kenyataan di lapangan masyarakat memiliki asumsi bahwa 15 km dari puncak Merapi adalah benar-benar 15 KM, sehingga menimbulkan kekhawatiran dan mereka yang sebenarnya tidak masuk dalam daerah rawan bencana tersebut ikut mengungsi, bahkan masyakarat di wilayah  yang masuk KRB II-pun juga ikut mengungsi.

Oleh karena itu menanggapi rekomendasi Badan Geologi Kementerian ESDM tanggal 4 November 2010 tersebut, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan bahwa Pemkab Sleman telah melakukan langkah-langkah yakni dengan menyiapkan barak-barak baru di Harjobinangun, Argomulyo, Lapangan Banjarsari Glagaharjo, Lapangan Candibinangun, Lapangan Ngablak Bangunkerto. Juga telah dipersiapkan kelengkapan barak berupa pendirian tenda-tenda, MCK, hidran umum, persiapan 25 tanki air bersih yang sudah dimulai sejak Rabu 3 November 2010 malam. Selain itu juga dipersiapkan gedung-gedung sekolah di sekitar lokasi barak pengungsian yang baru. Masyarakatpun juga ikut menyatakan kesiapannya untuk menerima para pengungsi mandiri yang akan tinggal sementara di rumah-rumah penduduk. Total jumlah pengungsi per Rabu 3 November 2010 pukul 22.00 sejumlah 22.591 jiwa.   Untuk wilayah Desa umbulharjo ditempatkan di Balai Desa Wukirsari 1400 orang, Barak Kiaran 400, Pondok Pesantren 260, SD Kiyaran 200 dan GOR UII 360 serta di rumah rumah person 350 dan panti social 200 orang. Untuk Desa Kepuharjo ditempatkan di Balai Desa Umbulmartani 1500, Balai  Desa Wukirsari 400, Posko UII 100 dan rumah person 750. Sedangkan dari Glagaharjo ditempatkan di Balai Desa Glagaharjo dan SD Muhamadiyah Glagaharjo 2500 orang.

Dengan perpindahan para pengungsi di beberapa barak itu, maka barak-barak pengungsian yang sebelumnya digunakan para pengungsi telah dikosongkan yang meliputi Barak Kepuharjo (Pagerjurang), Barak Glagaharjo, Balai Desa  Umbulharjo , SD Pandanpuro, dan Pusbang Muhammadiyah Ngipiksari.

Erupsi Merapi tanggal 3 November 2010 juga telah mengakibatkan 5 rumah terbakar di Dusun Jambu dan Batur Desa Kepuharjo. Pada tanggal 3 November juga telah terjadi banjir lahar dingin di Kali gendol, Kali Kuning dan Kali Boyong. Banjir tersebut telah merusak jaringan pipa PDAM.  Dengan kondisi ini  Pemkab Sleman meminta kepada masyarakat agar tidak  melintas S Gendol , Boyong dan Kali Kuning.

Bupati Sleman menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan Pemkab Sleman akan berupaya memberikan pelayanan yang baik, baik secara material maupun non material termasuk informasi. Media massa baik cetak maupun elektronik dimohon untuk ikut menenangkan masyarakat dan tidak berlebihan dalam pemberitaan terkait dengan Merapi yang mengakibatkan kepanikan masyarakat.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.