Arsip Kategori: Berita

Untuk Informasi Selengkapnya tentang Penanganan Bencana Gunung Merapi 2010 :
28
Oct

Mbah Maridjan Dimakamkan di Sisi Kuburan Kakeknya

Kamis siang sekitar pukul 11.00 wib, juru kuci gunung Merapi yang akrab dipanggil Mbah Maridjan dikebumikan di komplak kuburan Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mbah Maridjan dimakamkan di sisi barat kuburan kakeknya yang bernama Parto Setiko. Bersamaan saat ia dikuburkan juga dikebumikan empat keluarga Maridjan yaitu Ngudi, Nardi, Mursiam dan Nurul.

Siang itu kuburan srunen dipenuhi para pelayat yang ingin mengantarkan jasad sesepuh kinahrejo ini.Keluarga Mbah Maridjan semua hadir termasuk istrinya Ponirah, 73 tahun.  Tampak pula yang melayat adalah Abu Rizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar, Sri Purnomo, Bupati Sleman, GKR Pambayun, puteri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X, raja Keraton Ngayogyakarta, GBPH Prambukusumo, adik Sultan dan tokoh-tokoh lainnya.

Prosesi pemakaman Mbah Maridjan dipimpin langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo. Saat memimpin prosesi pemakaman Sri Purnomo menyampaikan kepada para pelayat bahwa kejadian tragis ini perlu diambil hikmahnya oleh masyarakat sehingga diharapkan tidak lagi terjadi di kemudian hari. Menurutnya kekuatan alam tidak boleh dilawan namun harus dihindari dengan cara mematuhi rambu-rambu perintah dan larangan yang sudah disampaikan oleh pemerintah. Sebelum dimakamkan dilakukan sholat jenazah yang diikuti oleh para pelayat yang hadir. Prabukusumo mewakili Keraton menyatakan penghormatan kepada Mbah Maridjan yang telah setia menjaga amanat keraton untuk menjaga budaya keraton di lereng Merapi hingga akhir hayatnya.

Sementara itu 20 orang korban erupsi Merapi lainnya dimakamkan secara masal di makam Sidorejo Umbulharjo Cangkringan.

28
Oct

Dalam Capaian Pajak, Sleman Over Target

Kamis, 28 Oktober 2010 Kantor Pajak Pratama Sleman memberikan penghargaan kepada Sleman atas prestasi Sleman yang selama 2 tahun berturut-turut  Sleman selalu over target. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ka.Kantor Pajak Pratama Sleman, Djangkung Sujarwadi diterima oleh Bupati Sri Purnomo yang didampingi oleh Ka Dinas Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah, Samsidi dan Kabag Humas Endah Sri Widiastuti di ruang tamu Bupati.

Diungkapkan pula bahwa Sleman menduduki peringkat pertama dalam hal kepatuhan pajak di DIY dan diatas rata-rata nasional. Hal ini juga membuat Propinsi DIY berada dalam posisi ”biru” yang artinya tinggi dalam pencapaian pajak. Dari ke 31 kanwil pajak hanya ada 4 kanwil yang berwarna ”biru” yaitu DIY, Solo, DKI dan Semarang. Untuk itu Djangkung berterimakasih atas dukungan Sleman pada umumnya dan wajib pajak di Sleman khususnya atas prestasi ini. Sebagai ungkapan terimakasih ini Djangkung menyampaikan buket bunga.

Pada kesempatan tersebut, Djangkung juga menyampaikan bantuan untuk korban letusan Merapi. Djangkung juga menyampaikan belasungkawa dari Ditjen Pajak Pusat atas meninggalnya para korban. Lebih lanjut diungkapkan pula bahwa sejak Selasa 26 Oktober 2010, KPP Sleman telah mengirim relawan, dokter, medis termasuk pendongeng dan ustad untuk pembinaan mental korban merapi yang bekerjasama dengan Mer-C dan PMI di Glagaharjo. Dan pada hari Kamis ini KPP telah memiliki posko sendiri juga di Glagaharjo. Bantuan yang diserahkan pada hari ini yaitu berupa beras, susu, susu bayi, mie, sabun mandi, pasta gigi dan pembalut wanita yang jumlahnya diangkut 4 buah mobil (3 mobil langsung menuju posko merapi) total sejumlahRp 11 juta rupiah. Djangkung juga mengatakan bahwa seminggu sebelum bencana Merapi terjadi, KPP dalam rangka Hari Sumpah Pemuda juga mengadakan bhakti sosial, donor darah untuk mengajak komponen masyarakat agar jangan sampai melupakan semangat Hari Sumpah Pemuda untuk menggelorakan kepedulian kepada sesama.

Djangkung juga mohon saran dan kritik mengenai apa saja yang harus dibenahi dalam perpajakan. Diungkapkan pula bahwa pada hari Sabtu 30 Oktober dalam rangka Hari Keuangan, secara simbolis juga akan disampaikan bantuan peduli Merapi dari seluruh pegawai kementerian keuangan.

Bupati Sleman, Sri Purnomo berterimakasih atas bantuan dan dukungan tersebut. Dikatakan SP bahwa mungkin untuk beberapa hari ini pengungsi masih belum begitu terasa namun seminggu kedepan mungkin baru merasakan bosan dll.

28
Oct

Sosialisasi Penguatan Modal Untuk UPPKS

Pemerintah Kab. Sleman bekerja sama dengan  Bank BPD Cabang Sleman, melaksanakan sosialisasi dana penguatan modal  bagi Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera ( UPPKS ) Rabu, 27 Oktober 2010 di Gedung Serbaguna Kab. Sleman.

Menurut Kabid Keluarga Sejahtera Badan Keluarga Berencana pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak ( BKBPP dan PA ) Dra. Umi Pujilestari tujuan sosialisasi ini adalah Agar para kelompok UPPKS mengetahui mekanisme atau prosedur pengajuan dana penguatan modal dari APBD Kab. Sleman, Menambah wawasan kelompok UPPKS dalam mengembangkan kegiatan ekonomis produktif, dan Menjalin tali persaudaraan sekaligus bertukar informasi antar kelompok kegiatan ekonomis produktif.,

Melalui kelompok UPPKS merupakan  Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Sleman  menumbuhkembangkan potensi ekonomi bagi keluarga serta meningkatkan tingkat kesejahteraan bagi para keluarga di wilayah Kab. Sleman. Selain itu melalui Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) memotivasi keluarga untuk meningkatkan pendapatan keluarga, dengan para peserta kelompok UPPKS Kecamatan se Kab. Sleman.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman mengatakan bahwa penyelenggaraan acara sosialisasi ini diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan dan pemahaman yang benar terhadap dana penguatan modal, baik cara pengajuannya, peruntukan pemanfaatan dana, proses pengembalian dan pelaporannya.

Ditambahkan oleh Bupati bahwa dana penguatan modal yang bersumber dari APBD jumlahnya terbatas sehingga  belum menjangkau seluruh kebutuhan kelompok yang ada di 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman. Oleh karena itu, tidak semua pengajuan proposal otomatis akan diberikan dana karena harus dilakukan seleksi dan diverifikasi, untuk menentukan kelompok usaha yang layak mendapatkan dana penguatan modal.

Pencairan dana pemberdayaan dari pemerintah ada mekanisme baku yang harus dijalankan. Untuk dana penguatan modal yang dikelola oleh Kantor Penanaman, Penguatan dan Penyertaan Modal (KP3M) telah diatur dengan Peraturan Bupati No 7 Tahun 2010 tentang Standar Operasional Prosedur Dana Penguatan Modal. Oleh karena itu, tidak serta merta semua permohonan bantuan dana penguatan modal dapat memperoleh bantuan, peruntukan dan penggunaannya pun diatur, serta waktunya pun tidak bisa kita tentukan sesuka kita. Karena pada prinsipnya, dana bantuan yang berasal dari APBD ini juga harus mematuhi prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Tujuan program penguatan modal ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui kelompok-kelompok usaha ekonomi produktif. Apabila usaha ekonomi produktif yang dikelola kelompok dapat berkembang dengan baik, maka hal tersebut akan mendukung upaya Pemkab Sleman dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di daerah.

Oleh karena itu untuk memberdayakan masyarakat, Pemkab Sleman tidak hanya sebatas membantu permodalan saja, tetapi harus juga dibantu technical know hownya atau pengetahuan teknis dan praktis tentang usaha

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.