Arsip Kategori: Berita

6
Sep

PERKUAT TOLERANSI, KEBERSAMAAN, DAN KEGOTONGROYONGAN DALAM MENGHADAPI BERBAGAI TANTANGAN PEMBANGUNAN

Tantangan yang akan dihadapi masyarakat Sleman kedepan, akan lebih berat. Oleh karena itu seluruh masyarakat harus bisa memperkuat semangat toleransi, kebersamaan dan kegotongroyongan. Demikian salah satu poin sambutan yang disampaikan Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo, M.Si, dalam safari tarawih Pemkab Sleman di Masjid Al Hikmah pada hari Jumat, 03 September 2010. Lebih lanjut, Bupati mengatakan, masyarakat Kalasan yang bercirikan masyarakat heterogen dengan keberagaman agama, suku, dan mata pencaharian, harus bisa mewujudkan kerukunan dan kebersamaan diantara warga masyarakatnya. Dengan terwujudnya kerukunan dan kebersamaan ini, maka pembangunan bisa lebih berjalan lancar yang pada akhirnya akan terwujud masyarakat Kalasan yang sejahtera.

Selain itu, banyaknya tumbuh perumahan serta masyarakat pendatang yang bertempat tinggal di Kalasan, sebenarnya menjadi potensi yang sangat baik bagi keberhasilan pembangunan di kalasan. Hal ini bisa terwujud jika diantara masyarakat pendatang dangan masyarakat asli bisa terjalin silaturahim,dan saling bantu-membantu. Masyarakat asli dan pendatang bisa saling take and give.

Semangat persatuan, kegotongroyongan dan  Kerukunan hidup antar umat beragama ini, sebenarnya juga sangat ditekankan dalam ajaran agama Islam. Menurut  Ust, Teguh Pramono, dalam tauziyahnya mengungkapkan bahwa persatuan menjadi kunci keberhasilan pembangunan umat. Agama menghendaki adanya persatuan seluruh komponen umat. Bahkan Allah SWT menghendaki tumbuhnya rasa kasih sayang diantara umat. Kasih sayang ini diwujudkan dalam saling bersilaturahim dinatara masyarakat. “Salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah mau dan gemar bersilaturahim”, kata Ust Teguh Pramono,  Selain itu, berkaitan dengan toleransi antar umat beragama, Ust, Teguh Pramono mengungkapkan kunci kerukunan antar umat bergama adalah saling hormat-menghormati. Al Qur’an memberikan rambu-rambu dalam konteks hubungan antar agama dengan ungkapan “lakum dinukum waliyadin” atau bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Mari kita bersama-sama membangun masyarakat jika sudah datang waktunya beribadah, silahkan beribadah menurut agamanya masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman juga memberikan bantuan dana bagi pengembangan Masjid Al Hikmah sebesar Rp. 10.150.500. Bantuan tersebut berasal dari APBD, BAZ, Infaq dari Dinas/Instansi, dan Infaq tarawih malam itu. Selain itu  juga menyerahkan bantuan berupa 10 buah Mushaf Al Qur’an yang diterima Takmir Masjid setempat.

6
Sep

Perpustakaan Sleman 10 Besar Nasional

Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman Pemerintah Kabupaten Sleman dinilai oleh Tim Yuri Tingkat Nasional Lomba Perpustakaan Umum kabupaten /kota  Jum’at, 3 September 2010. Tim Yuri yang terdiri dari 8 orang dengan Ketua Tim Yuri Drs. Supriyanto, Msi ( Deputy Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan ) diterima Bupati Sleman Sri Purnomo di ruang Rapat Sekda.

Menurut tim Yuri kedatangannya adalah untuk melihat secara dekat Perpustakaan daerah Kabupaten Sleman karena Perpustakaan Daerah Kab. Sleman terpilih menjadi 10 besar dari 100 Perputakaan Kabupaten/Kota se-Indonesia yang menerima Block Grant / dana bantuan dari Perpustakaan Nasional RI. Artinya bahwa perpustakaan umum Kabupaten dikehendaki menjadi perpanjangan tangan Perpustakaan Propinsi, selanjutnya Perpustakaan Propinsi dikehendaki menjadi perpanjangan tangan Perpustakaan Nasional, sehingga nanti secara senergi bersama-sama membina, mengembangkan Perpustakaan di Republik ini.  Ditambahkan oleh Drs.Supriyanto bahwa tugas kita menurut Undang-Undang adalah melaksanakan tugas-tugas pemerintahan bidang perpustakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan perwujudan, perpustakaan pelestarian, perpustakaan penelitian, perpustakaan deposit dan pusat jejaring perpustakaan.  Dari 6 fungsi itu kalau disederhanakan punya 2 fungsi besar, dan perpustakaan daerah Sleman sebagai  perpustakaan pembina.

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI mengatakan bahwa upaya pengembangan dan pemberdayaan perpusta­kaan yang ada di Sleman merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi, mengingat Sleman memiliki predikat seba­gai kota pendidikan. Dengan adanya perpustakaan yang re­pre­­sen­tatif dan didukung dengan koleksi buku yang leng­kap, diharapkan akan memotivasi para pelajar dan maha­siswa untuk memanfaatkan perpustakaan yang ada di Sleman. Keberadaan perpustakaan di daerah sangat mem­bantu para siswa dan mahasiswa untuk mendapat berbagai pengetahuan tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak.

Keberadaan perpustakaan di Sleman selain ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada para pelajar, maha­siswa dan masyarakat umum, juga memberikan pelayanan bagi anak-anak. Pelayanan pada anak-anak tersebut sangat penting dalam membang­kitkan minat baca untuk meningkat­kan pengetahuan masya­rakat. Apabila anak-anak sudah terbiasa dengan kebiasaan memba­ca, maka anak-anak akan menyerap ilmu pengeta­huan dengan mudah.

Koleksi buku yang dimiliki oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman pada tahun 2010 ini mencapai 26.631 judul buku dengan jumlah eksemplar sebanyak 47.520 eksemplar.

Dalam rangka memberikan pelayanan kepada ma­sya­­rakat di pelosok-pelosok daerah, Pemkab telah memiliki 3 armada untuk menjangkau 43 lokasi perpustakaan keliling. Animo masyarakat dalam meman­faatkan fasilitas perpustakaan keliling tersebut cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya kunjungan masyarakat ke perpustakaan keliling. Setidaknya 100 hingga 200 orang mengunjungi perpustakaan keliling yang datang ke wilayah­nya.

Selain itu untuk memberikan pelayanan pada masya­rakat di Sleman juga terdapat kantong-kantong perpus­takaan yang dikelola oleh desa dan masyarakat setempat. Pada saat ini di Sleman terdapat 9 kantong perpustakaan yaitu : perpustakaan ”Mandiri” Desa Banyuraden-Gamping, perpustakaan ”Tunas Mekar” Desa Sendangagung-Minggir, perpustakaan ”Melati” Desa Sumberagung-Moyudan, perpustakaan ”Kosakata” Desa Argomulyo-Cangkringan,  perpustakaan ”Pustaka Karta” dan ”Tunas Bangsa” Desa Sidokarto-Godean, perpustakaan ”Mesra” Desa Merdikorejo-Tempel, perpustakaan ”Pustaka Widya” Desa Margokaton-Seyegan dan perpustakaan ”Mentari” Desa Sumberrahayu-Moyudan. De­ngan pengelolaan yang profesional, bukan tidak mungkin kantong-kantong perpusta­ka­an tersebut akan berkembang menjadi perpustakaan desa yang memiliki koleksi buku yang lengkap.

Selain itu untuk memperkenalkan keberadaan infor­masi teknologi kepada masyarakat, Perpustakaan daerah milik Pemkab Sleman telah dilengkapi dengan warintek atau warung informasi teknologi. Melalui fasilitas warintek ini, pengun­jung dapat menikmati akses internet dan mempe­lajari pengetahuan melalui situs warintek yang dapat diakses melaluiweb warintek.slemankab.go.id dan alamat email pinayungan02@yahoo.com. Pengelolaan koleksi dan layanan perpustakaan sudah menggunakan Sistem Informasi Perpustakaan (SIMPUS) yang juga dapat diakses melalui intranet.

3
Sep

Banyak Produk Yang Belum Dipatenkan

Banyak produk dari Sleman yang sampai saat ini tidak dipatenkan, padahal produk tersebut sudah banyak beredar di pasaran dan dinikmati oleh masyarakat luas bahkan sudah ada yang masuk Supermarket. Hal tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak ubntuk menfasilitasi hal tersebut. Tentu pemkab sleman akan menfasilitasi hal tersebut agar apa yang telah dihasilkan oleh masyarakat sleman tidak dijiplak/ditiru oleh pihak lain apalagi mempatenkan produk tersebut. Hal tersebut disampaikan Asekda bidang pembangunan dr. Sunartono, M.Kes saat membuka sosialisasi sertifikasi HKI di aula lantai III pemkab sleman Jumat 3 september 2010. Leebih lanjut disampaikan bahwa  pemkab sleman mulai tahun kemarin telah menfasilitasi untuk mematenkan produk dari UKM di sleman, tetapi dari alokasi yang disediakan belum semuanya dapat terserap. Dan untuk tahun ini dialokasikan 8, namun bila banyak produk yang bisa dipatenkan bisa ditambah lagi, tentunya bagi produk yang memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan ketentuan yaang harus dipenuhi. Disampaikan pula bahwa  sampai saat ini masih banyak produk dari sleman yang berkualitas baik namun belum banyak yang dipatenkan. Yang lebih memprihatinkan masih banyak UKM/produsen yang berpola seperti tukang jahit, yaitu membuat produk kalau ada pesanan, padahal untuk kelangsungan kegiatan mestinya produksi harus secara rutin agar dapat memenuhi permintaan pasar. Untuk itu masalah pemasaran adalah hal yang sangat penting  agar kelangsungan produksi bisa berl;angsung terus. Sebagai contoh saat ini produk yang telah dipatenkan adalah salak Organik.

Sedangkan Kepala bagian Perekonomian Ir. AA. Ayu Laksmidewi TP, MM dalam kesempatan tersebut melaporkan bahw salah satu wujut pengembangan ekonomi kreatif adalah pengembangan kegiatan ekonomi berdasarkan kreativitas, ketrampilan, dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. Hak kekayaan Intelektual yang tertuang dalam rencana aksi pengembangan ekonomi kreatif dengan sasaran Industri yang unggul di pasar dalam dan luar negeri dengan peran dominan wirausahawan lokal dengan arah kebijakan peningkatan daya tarik industri dibidang ekonomi kreatif , dengan strategi mendorong penegakan hukum atas penyelundupan, impor illegal,  pembajakan serta pelanggaran atas Hal Kekayaan Intelektual (HKI). Lebih lanjut disampaikan bahwa  sasaran berikutnya/kelima  adalah masyarakat yang menghargai HKI dan mengkomsumsi produk kreatif lokal , dengan arah kebijakan penghargaan terhadap HKI dan sosialisasi pentingnya HKI. Sementara strategi yang diambil antara lain dengan mengkampanyekan pentingnya kreativitas dan HKI sebagai modal utama keunggulan bersaing dalam era ekonomi kreatif. Juga  menyusun dan mengimplementasikan kebijakan HKI secara konsisten. Sedang maksud dan tujuan sosialisasi ini antara lain memberikan tambahan pengetahuan tentang hak kekayaan intelektual, meningkatkan kesadaran masyarakat sleman akan arti pentingnta HKI, dan memberikan pengetahuan mengenai tatacara pengajuan sertifikat HKI serta melindungi cipta karya kelompok’/perorangan yang menghasilkan produk/kreativitas yang berguna bagi masyarakat. Peserta dalam sosilaisasi tersebut UKM di kabupaten sleman yang jumlahnya 50 UKM/orang. Bertindak sebagai nara sumber Prof. Drs. Karna Wijaya,M.Eng. Dr. Rer.nat, Yusril Yusuf, S.Si, M.Eng, D.Eng dan Nugroho Amin Setijarso, SH, M.Si dari LPPM UGM.

Untuk menfasilitasi sertifikasi HKI maka  UKM untuk mengajukan fasilitasi Sertifikasi HKI baik kelompok maupun perorangan yang berminat untuk mengajukan sertifikasi HKI diharapkan mengajukan proposal bantuan dana kepada bupati Sleman cq. Kepala baagian Perekonomian Setda kabupaten Sleman. Untuk tahun 2010 ini pemkab sleman memberikan fasilitas pengurusan sebanyak 4 nominator hak paten dan 4 nominator merek dagang, seandainya masih ada yang mengajukan dan memenuhi persyaratan juga akan difasilitasi. Sementara  pengumpulan proposal bantuan dana untuk sertifikasi HKI paling lambat diterima di Bagian Perekonomian tanggal 27 September 2010.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.