Arsip Kategori: Berita

1
Sep

KPU Sleman Audiensi ke Bupati Sleman

Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresisai kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah ( KPUD ) Sleman yang telah berhasil menjalankan tugasnya menyelenggarakan dan mengawal Pemilihan Kepala Daerah ( Pemilukada ) tahun 2010 yang telah berlangsung dengan aman dan lancar.  Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman ketika menerima ketua dan Sekretaris , serta  anggota KPUD Sleman  dalam audiensi dengan Bupati Sleman Selasa, 31 Agustus 2010.  Ketua KPUD Sleman DJajadi  dan rombongan diterima  oleh Bupati Sleman yang didampingi oleh Asisten Sekda Bidang Administrasi R.Djoko Handoyo, SH dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Purwatno Widodo di ruang tamu Bupati Sleman.

Bupati Sleman juga mengucapkan terima kasih atas dukungan KPUD Sleman dalam mengawal proses demokrasi dengan baik di Sleman. Ia berharap semoga lima tahun ke depan dapat menjalankan tugas dan meneruskan pembangunan di Kabupaten Sleman dengan lebih sukses lagi. Pemilukada di Sleman telah berjalan secara kondusif , meskipun  sempat terjadi sedikit upaya untuk menolak pelantikan Bupati. Sri Purnomo juga mengatakan bahwa KPUD Sleman sangat bijaksana, tidak terlalu kaku dalam menjalankan tugasnya. tidak mempersulit para calon bupati yang mengumpulkan persayaratan, sehingga Pemilukada berjalan lancar.

Sedangkan Ketua KPUD Sleman DJajadi dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu yang telah memenangkan  pemilukada tahun 2010 dengan lancar tidak ada permasalahan yang berarti.  Beberapa permasalahan yang terjadi lebih kepada  permaslahan internal di KPU.  Misalnya tentang adanya aturan yang membolehkan calon independent yang menggunakan Fotocopy KK, maupun KTP. Hal tersebut menimbulkan masalah karena ada calon bupati yang berasal dari independent  yang mengumpulkan dukungan  dari satu desa, dan setelah dicek ternyata jumlah FC KTP pendukung tersebut  lebih banyak daripada jumlah pemilih di desa tersebut.

Selain itu permasalahan anggaran yakni  anggaran  yang  baru dapat dicairkan setelah  tahapan Pilkada harus dijalankan juga membuat KPUD Sleman kerepotan. Namun demikian KPU dapat mengatasi permaslahan tersebut sehingga segala tahapan Pemilukada dapat berjalan dengan lancar.  Oleh karena itu pada kesempatan ini KPU menyerahkan laporan penyelenggaraan Pemilukada. Sedangkan laporan pengelolaan keuangan akan diserahkan pada akhir September 2010.

Audiensi diakhiri dengan penyerahan secara resmi laporan penyelenggaraan Pemilukada tahun 2010 dari Ketua KPUD Sleman DJajadi kepada Bupati Sleman Sri Purnomo.

1
Sep

SLEMAN RAIH juara I dan III DALAM LOMBA DESA WISATA TINGKAT PROPINSI DIY TAHUN 2010

Kabupaten Sleman memiliki berbagai potensi wisata yang cukup menarik bagi wisatawan misalnya potensi Desa Wisata. Dalam kejuaraan Lomba Desa Wisata Tingkat Propinsi DIY tahun 2010 ini Sleman berhasil meraih 3 juara yakni : Juara I atas nama Desa Wisata Kembangarum, Turi, Juara III atas nama Desa Wisata Tanjung, Ngaglik dan Juara harapan III atas nama Desa Wisata Sukunan, Gamping.

Lomba Desa Wisata tersebut diikuti oleh lima Kabupaten/Kota se-Propinsi DIY dengan jumlah peserta sebanyak 16 Desa Wisata. Kabupaten Sleman mengirim 5 Desa Wisata yaitu Desa Wisata Kembangarum, Desa Wisata Tanjung, Desa Wisata Petung, Desa Wisata Sukunan dan Desa Wisata Garongan.

Pengumuman dan Penyerahan hadiah hasil lomba dilaksanakan pada hari Senin 9 Agustus 2010 bertempat di Desa Wisata Kembangarum Donokerto Turi Sleman.  Dengan pretasi tersebut  Desa Wisata Kembangarum, Donokerto, Turi, Sleman, mendapatkan Tropi dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 4.000.000,00,  Juara III Desa Wisata Tanjung, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, mendapatkan Tropi dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 3.000.000,00, dan Juara Harapan III Desa Wisata Sukunan, Banyuraden, Gamping, Sleman mendapat Tropi dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 1.500.000,00.

1
Sep

Pasar Lebaran Pemkab Sleman – BPD DIY Cabang Sleman Untuk promosikan produk masyarakat

Pasar Lebaran Tahun 2010 ini meru­pakan salah satu upaya Pemkab Sleman dalam membantu masyarakat  Sleman khususnya yang berada di sekitar Kantor Pemda Sleman dalam memenuhi berbagai kebutuhan pokok menjelang hari raya Idul Fitri dengan harga yang relatif terjangkau dan lokasi yang dekat. Dengan pasar lebaran ini pula, pengusaha industri kecil di Sleman dapat memper­kenal­kan dan mempromosikan produknya kepada masyarakat Sleman. Dengan dikenal­nya produk tersebut, masyarakat Sleman akan mem­per­gunakan produk-produk yang dihasilkan oleh pengusaha Sleman. Hal tersebut disampaikan bupati sleman Drs. Sri Purnomo, Msi saat membuka pasar lebaran 2010 di halalam Dinas Perindakop Senin 30 Agustus 2010.

Dalam kesempatan tersebut Sri Purnomo berharap  kepada seluruh warga masyarakat Sleman untuk selektif dan bersikap sederhana dalam memenuhi kebu­tuhan hari raya. Masih banyak kebutuhan keluarga yang lebih penting, seperti misalnya kebutuhan anak sekolah yang juga harus dipenuhi.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Hj. Kustini Sri Purnomo, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Drs. Kriswaanto, Msc Kepala BKD Drs. Iswoyo Hadiwarno, dll.

Sedangkan Kepala Dinas Perindakop Pranowo, SH, MM dalam laporannya antara lain mengatakan bahwa maksud dan tujuan pasar lebaran ini untuk memfasilitasi ketersediaan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dalam menyambut hari Raya Idul Fitri tahun 1431 H/2010 dengan tujuan supaya masyarakat memperoleh kemudahan dalam usaha memenuhi sebagian dari kebutuhannya.

Penyelenggaraan pasar lebaran ini didukung pelaku usaha  di Kabupaten Sleman dan BPD DIY Cabang sleman. Pasar Lebaran  akan berlangsung selama 5 (lima) hari mulai Senin 30 Agustus s.d. 3 September 2010 jam 09.00 – 15.00 WIB. Peserta dalam pasar lebaran tersebut terdiri dari UMKM di kabupaten sleman baik yang tergabung dalam kelompok usaha, asosiasi, koperasi maupun perorangan berjumlah 33 unit usaha. Sedang komoditas yang disediakan pada pasar lebaran ini meliputi sandang, pangan dan barang lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat dengan harga yang semurah mungkin dengan kualitas yang tetap terjaga sehingga akan menjadi nilai lebih pada pasar ini.

Dalam pasar lebaran tersebut juga dijual paket sembako murah khusus untuk KK miskin yang didukung oleh dana/program dekonsentrasi Kementerian Koperasi dan UKM sebanyak 400 (empat ratus) paket masing-masing senilai Rp. 40.000,- untuk dijual seharga Rp. 20.000,- Paket sembako murah tersebut didistribusikan di desa Tridadi, Pendowoharjo, Sendangadi, Sariharjo dan Tlogoadi masing-masing 80 (delapan puluh) paket.

Terkait dengan dukungannya dalam kegiatan ini Munaryati dari BPD DIY Cabang Sleman mengatakan bahwa Bank BPD DIY sebagai bank umum yang melakukan fungsi intermediasi, menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan kredit kepada masyarakat  serta  sesuai dengan visi dan misinya yaitu  mendorong pertumbuhan pemberdayaan perekonomian daerah, selalu berusaha memberikan kontribusi nyata dalam upaya tersebut.  Salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan pasar lebaran 2010 yang merupakan agenda tahunan Pemda Kabupaten Sleman khususnya Disperindagkop Kabupaten Sleman, dimana kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Bank BPD DIY memberikan fasilitas kepada para UMKM di Kabupaten Sleman untuk memamerkan dan menjual secara langsung kepada masyarakat hasil industrinya.

Ditambahkan oleh Muna bahwa kegiatan ini sebagai wujud nyata bahwa Bank BPD DIY melakukan pembinaan dan fasilitasi UMKM di Kabupaten Sleman. Disamping itu, Bank BPD DIY juga bekerjasama dengan Disperindagkop Kabupaten Sleman untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para UMKM untuk dapat mengakses permodalan di bank. Dengan Sosialisasi dan edukasi tersebut diharapkan para UMKM tidak mengalami kesulitan lagi terkait dengan permodalan untuk pengembangan usahanya,  karena para UMKM dapat memanfaatkan fasilitas kredit di Bank BPD DIY dengan berbagai skim kredit usaha  yang dimiliki BPD DIY.

Pembukaan pasar lebaran tersebut ditandai dengan pelepasan balon oleh Bupati Sleman dan penyerahan paket sembako secara simbolis.



Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.