Arsip Kategori: Berita

9
Sep

Bupati : Jangan Percaya Janji Oknum Untuk Pencairan Bantuan Aspal

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyerahkan bantuan aspal pada masyarakat di lantai III pemkab Sleman Kamis 5 September 2013. Pada penyerahan tersebut, bupati menyampaikan bahwa setelah aspal diterima maka masyarakat hendaknya segera menggunakan untuk membangun /mengaspal jalan yang telah diprogramkan sejak awal, terlebih saat ini musimnya kemarau saat yang baik untuk mengaspal jalan.  Jumlah aspal yang telah disalurkan pada tahap I dan II sejumlah 130 NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) atau 1.451 drum. Penyerahan aspal hari pada kesempatan tersebut sebanyak 105 NPHD (1172 drum) yang disalurkan kepada 105 panitia pembangunan jalan yang dilaksanakan oleh masyarakat dari 17 kecamatan.

Setelah pengaspalan jalan selesai, diharapkan masyarakat segera membuat laporan pertanggung jawaban pelaksanaan kegiatannya. Yang perlu diperhatikan, imbuh bupati bahwa yang mendapat bantuan aspal adalah mereka/panitia pembangunan yang telah mempersiapkan diri sejak awal, artinya mereka yang sudah mempersiapkan material yang lain sebagai bahan pengaspalan jalan. Pemberian bantuan aspal tidak serta merta langsung diberikan sesuai dengan permohonan, tetapi dengan survey awal apakah jalan yang diajukan untuk diaspal sesuai dengan permohonannya atau tidak dan memenuhi persyaratan atau tidak.

Ditambahkan bupati bahwa untuk mengajukan permohonan bantuan aspal jangan percaya dengan seseorang atau perantara dengan janji-janji akan segera cair, karena pemberian bantuan didasarkan pada survey di lapangan. Yang perlu diketahui pula bahwa pemerintah tidak mampu untuk membangun semua jalan yang ada di Kabupaten Sleman, untuk itu masyarakat yang harus aktif, karena bantuan pemerintah hanya bersifat stimulan untuk menggali swadaya masyarakat. Untuk jalan kabupaten memang yang membangun dan merawat pemkab tetapi nuntuk jalan dusun menjadi tanggung jawab masyarakat. Sementara untuk perbaikan jalan kabupaten dilakukan dengan skala prioritas. Untuk bantuan aspal pada Pemerintah, Pemkab Sleman selalu berupaya meningkatkan pengadaan aspal agar mampu memberi bantuan pada masyarakat lebih banyak lagi, tetapi semua tergantung kemampuan keuangan yang ada.

Sedangkan kepala bagian administrasi pembangunan Drs. Agung Armamanta pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa pada tahun 2012 pemkab sleman telah melakukan pengadaan aaspal sejumlah 2.623 drum. Bantuan stimulan diberikan berupa aspal dalam kemasan drum dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat, tingkat partisipasi termasuk pelaporan pertanggung jawaban dan ketersediaan jumlah aspal keseluruhan dibandingkan jumlah permohonan masyarakat.
5
Sep

Kampung Digital Harus Diikuti dengan Literasi Masyarakat

Kampoeng Digital Samirono telah diresmikan oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo dan GM. PT Telkom Jogja Firdaus Roeswandi  dengan ditandai pembukaan selubung papan nama Rabu 4 September 2013. Di samping itu juga dilakukan penandatanganan berita acara  Broad Band Leasing Center antara Camat Minggir Drs. Budi Sutamba dan dari PT. Telkom

Sementara itu GM. PT Telkom Jogja Firdaus Roeswandi pada kesempatan tersebut antara lain menyampaikan bahwa Kampung Digital di Yogyakarta sampai saat ini ada 18 tempat, sementara 10 diantaranya ada di kabupaten Sleman  dan dari 10 tempat tersebut 9 di antaranya ada di kecamatan Depok, satu lagi ada di kecamatan Sleman yaitu di dusun Brayut. Ke 10 Kampoeng Digital tersebut  Tambak Bayan, Samirono, Karang Malang, Klebengan, Kocoran, Karang Wuni, Karang Asem, Swakarya, Manggung dan Brayut. Lebih lanjut disampaikan Firdaus bahwa dengan kemajuan teknologi yaang pesat tersebut segala informasi akan dengan cepat diakses melalui berbagai media termasuk internet. Hanya saja kita harus pandai-pandai memanfaatkan terlebih bagi anak-anak, karena kalau tidak pandai-pandai maka informasi yang diterima bisa berdampak negatif.

Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan pembangunan  kampung digital di wilayah Kabupaten Sleman, diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses internet, tetapi lebih jauh itu mampu meningkatkan  produktivitas masyarakat dan mendorong mewujudkan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin yang begitu cepat, tidak hanya memberikan manfaat tetapi juga  dapat menimbulkan dampak negatif yakni berbagai permasalahan sosial dan kriminalitas.  Oleh karena itu, upaya pengembangan kampung digital juga diikuti dengan pemberian literasi masyarakat, dan hal ini tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, institusi pengelola telekomunikasi, institusi pendidikan dan pemilik usaha jasa telekomunikasi dan juga keluarga.

Informasi tentang  berbagai modus kejahatan yang mengintai pengguna internet  perlu terus disosialisasikan. Selain itu Bupati menghimbau agar setiap orang tua memperkuat komunikasi antar anggota keluarga serta mengawasi penggunaan internet di lingkungan keluarga, Tentu saja hal ini menuntut para orang tua untuk tahu, paham dan bahkan dapat menggunakan internet. Dengan pengawasan di lingkungan keluarga diharapkan dapat meminimalisir kriminalitas dan kekerasan pada remaja yang kerap dijumpai akhir-akhir ini.

Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh warga masyarakat yang di wilayahnya telah dibangun kampung digital, untuk memanfaatkan internet  untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan jejaring usaha. Selain itu saya mengharap keberadaan kampung ditigal pada akhirnya nanti dapat dikelola oleh masyarakat sendiri untuk kesejahteraan bersama dan mejadi bagian dari aktifitas program desa.
5
Sep

UPK Kecamatan Berbah Me-launching Kegiatan Sosial

UPK (Unit Pengelola Kegiatan) kecamatan Berbah melakukan launching kegiatan sosial dan syawalan Forum UPK PNPM Mandiri Pedesaan di Pendopo Kepanjen, Kecamatan Berbah, Rabu 4 September 2013. Sebelum acara launching tersebut, dilakukan peletakan pertama cor lantainisasi oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo di dusun Plembangan, Bulu, Jogotirto. Peletakan cor lantainisasi dilakukan di rumah Ny. Anita Suci, anggota SPP Plembangan. Kepala Desa Jogotirto, Guntur Yoga mengungkapkan kebahagiaan masyarakat Jogotirto karena kehadiran dan kunjungan Bupati di dusun Plembangan. Diharapkan kunjungan dalam rangka cor lantainisasi tersebut dapat memotivasi masyarakat dalam membangun desanya. Dalam sambutannya Bupati mengharapkan lantainisasi dapat dilanjutkan dan dikerjakan dengan baik oleh para penerima bantuan serta dapat meningkatkan kebersihan dan kesehatan pemilik rumah.

Jumlah total dana sosial yang digunakan untuk kegiatan tersebut sejumlah Rp 40 juta. Lantainisasi diprioritaskan bagi anggota SPP (Simpan Pinjam kelompok Perempuan) UPK yang termasuk dalam keluarga miskin. Sebanyak 16% anggota SPP UPK Berbah berasal dari keluarga miskin absolut. Menurut Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) PNPM MPd, Drs. H Tulus Yasir, dalam laporannya menjelaskan bahwa penerima bantuan lantainisasi harus memenuhi kriteria anggota SPP aktif, lahan milik dan dipergunakan sendiri, lokasi 0% berupa tanah atau lantai semen rusak, bersedia mengerjakan sendiri sebagai bentuk swadaya dan tidak boleh mengubah peruntukan bantuan. Rumah tangga miskin yang mengajukan bantuan sejumlah 55 RTM yang kemudian terseleksi oleh tim verifikasi independen sebanyak 44 RTM. Wujud bantuan berupa semen dan pasir dengan maksimal luas bantuan 36 meter persegi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sri Purnomo menyampaikan UPK award kepada 4 kelompok SPP terbaik yang tertib administrasi, aktif berkegiatan dan tidak bermasalah dalam angsuran yaitu SPP Munggon I Sendangtirto, SPP Anggrek II Jagalan Tegaltirto, SPP Berbah Kalitirto dan SPP Srikandi Bangkit, Plembangan, Jogotirto. Selain itu juga diberikan penghargaan kepada 4 orang “perempuan inspiratif” yang merupakan anggota kelompok yang menginsipirasi sehingga menjadi kekuatan kelompoknya untuk bangkit dari permasalahan yang ada. Bupati juga menyampaikan bantuan cor lantainisasi secara simbolis kepada Ny. Siti Jazariah. Bupati berharap kegiatan PNPM MPd dapat meningkat dari tahun ke tahun sehingga dapat memberi manfaat yang maksimal kepada masyarakat sehingga meningkat kesejahteraannya. Acara diakhiri dengan tausyiah syawalan oleh Dr. Agung Budiyanto, dosen program doktor Pasca Sarjana UGM.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.