Arsip Kategori: Berita

30
Oct

Sri Purnomo: Kenaikan Pangkat harus Berbanding Lurus Dengan Profesionalisme

Sleman, 30 Oktober 2013 bertempat di ruang aula BKD Kabupaten Sleman dilakukan penyampaian SK kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2013 untuk Gol IVa-IVc di lingkungan pemerintah Kabupaten Sleman. Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman, Sri Purnomo menghadiri kegiatan tersebut dan juga menyerahkan langsung SK kenaikan pangkat Golongan IVa-IVc periode 1 Oktober 2013.

Dalam laporannya Kepala BKD Kab. Sleman Iswoyo Hadiwarno, menyampaikan bahwa penetapan kenaikan pangkat PNS untuk menjadi pembina golongan ruang IV/a dan Pembina Tk.I golongan ruang IV/b dilaksanakan dengan keputusan Gubernur DIY setelah mendapat nota persetujuan dari BKN berdasarkan usul dari pejabat pembina kepegawaian, sedangkan untuk penetapan kenaikan pangkat PNS untuk menjadi pembina utama muda golongan IVc keatas oleh ditetapkan oleh Keputusan Presiden setelah mendapat nota persetujuan dari BKN pusat. Adapun rincian realisasi kenaikan pangkat Golongan IVa-IVc periode 1 Oktober 2013 adalah, kenaikan pangkat pilihan fungsional 55 orang, kenaikan pangkat pilihan struktural 17 orang, dan kenaikan pangkat reguler 1 orang, jumlah total 73 orang. Kenaikan pangkat pada periode 1 Oktober 2013 ini didominasi oleh jabatan fungsional guru sebanyak 42 orang, jabatan struktural 17 orang, auditor 2 orang, dokter 2 orang, dokter gigi 1 orang, arsiparis 1 orang, instruktur 1 orang, pengawas sekolah 1 orang, penyuluh KB 1 orang, penyuluh perikanan 1 orang, penyuluh pertanian 1 orang, PMHP (pengawas mutu hasil pertanian) 1 orang, pranata labkes 1 orang, dan staf 1 orang. Adapun berdasarkan rincian golongannya adalah golongan IV/a 61 orang, golongan IV/b 10 orang, dan golongan IV/c 2 orang.

Dalam sambutannya Bupati Sleman menyampaikan bahwa, pemberian SK kenaikan pangkat dan kenaikan jabatan ini merupakan bentuk penghargaan atas kinerja PNS dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada para PNS selama ini. Kenaikan pangkat dan jabatan ini juga memberikan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar bagi para PNS untuk menunjukkan bahwa saudara berhak atas kenaikan pangkat dan jabatan ini. Dengan demikian nantinya dapat dilihat bahwa tingginya pangkat seseorang juga harus disertai dengan pengabdian dan kinerja yang lebih baik. Oleh karenanya peningkatan kapasitas setiap personil sangat diperlukan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban tersebut. Berkenaan dengan hal tersebut, mengingat SDM menjadi aspek paling penting dalam penyelenggaraan tata pemerintahan, oleh karena itu Sri Purnomo mengharapkan agar aparat Pemkab Sleman yang telah menerima surat keputusan kenaikan pangkat dan kenaikan jabatan ini harus mampu memperlihatkan kompetensi dan kinerja yang lebih baik bahkan mampu meraih prestasi. Untuk itu Bupati Sleman mengajak seluruh aparat pemkab Sleman untuk menunjukkan bahwa semakin tinggi prestasi kita, semakin tinggi golongan pangkat dan jabatan juga semakin tinggi profesionalisme yang harus ditunjukkan. Terlebih Golongan IVa-IVc tidak saja memperlihatkan senioritas waktu dalam menjalankan tugas sebagai PNS tetapi juga memperlihatkan senioritas dalam melaksanakan tugas penyelenggara pemerintahan. Jangan sampai setelah menerima SK kenaikan pangkat dan jabatan ini, prestasi kerja, semangat dan kedisiplinan saudara justru menurun.
30
Oct

Bulan Dana PMI 2013 Berhasil Lampaui Target

Pelaksanaan bulan dana PMI Tahun 2013 , Selasa, 29 Oktober 2013 resmi ditutup. Acara penutupan bulan dana PMI dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Hadir dalam acara Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, dr. Sunartono, M.Kes, Asisten Sekda Bidang Administrasi, R. Djoko Handoyo dan sejumlah pejabat daerah terkait. Bulan dana PMI 2013 ditetapkan mulai tanggal 1 Juni hingga 31 Agustus 2013 namun pelaksanaannya diperpanjang 1 bulan hingga tanggal 30 September 2013.

Dalam laporannya Ketua Harian Panitia Bulan Dana PMI 2013, R. Djoko Handoyo, SH menyampaikan bahwa total dana yang berhasil dikumpulkan tahun ini mencapai Rp. 659.111.050,00. Jumlah ini melampaui target yang ditentukan yakni Rp. 500.000.000,00 atau lebih dari 132%. Pencapaian ini tidak terlepas dari kerjasama banyak pihak dalam mensukseskan bulan dana PMI. Oleh karena itu pada kesempatan ini R. Djoko Handoyo menyampaikan terima kasih atas kerjasama banyak pihak diantaranya Samsat Sleman, Dipenda Sleman, Kantor Perijinan Sleman, Anggota DPRD, para perangkat desa, Dishubkominfo dan pihak-pihak lain yang telah membantu mensukseskan bulan dana PMI.

Mewakili Bupati Sleman, dr. Sunartono M.Kes menyerahkan hasil pengumpulan dana kepada Sekretaris PMI, H. Sarijan S.Pdi. Dalam sambutannya, dr. Sunartono, M.Kes menyampaikan harapannya agar PMI Cabang Sleman meningkatkan profesionalitas dalam mengelola dana ini. Dana yang terkumpul harus dipergunakan kembali untuk kepentingan masyarakat. Oleh karena itu PMI harus memberikan informasi tentang pengelolaan dana tersebut secara transparan dan diaudit oleh auditor independen. Selain itu dr. Sunartono, M. Kes berpesan kepada pengurus PMI untuk menata kembali database pendonor untuk mengingatkan pendonor akan jangka waktu donor darah berikutnya. Database ini juga dapat membantu menemukan jenis-jenis darah yang sulit didapatkan. Diharapkan dengan penataan database ini dapat membantu menolong masyarakat lebih baik.

29
Oct

20 Finalis Tampil dalam Penutupan Lomba Minat Baca

Sebanyak 20 finalis tampil dalam Penutupan Lomba Minat Baca yang digelar pada 29 Oktober 2013 bertempat di Aula Bappeda Kab. Sleman. Finalis terdiri dari 10 finalis dari tingkat SD/MI dan 10 finalis dari tingkat SMP/MTs. Dalam laporannya, Kepala Kantor Perpustakaan Sleman,  Sri Hartati, menyampaikan bahwa kegiatan lomba minat baca tingkat SD/MI dan SMP/MTs tersebut diikuti oleh 753 siswa, yang terdiri dari 318 siswa SD/MI dan 435 siswa SMP/MTs.  Lomba minat baca tahun 2013 ini mengambil tema “menumbuhkan budaya baca melalui cerita rakyat, guna memperkokoh karakter anak”.

Maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut adalah sebagai sarana memasyaratkan hari kunjung perpustakaan pada tanggal 14 September, membudayakan anak gemar membaca, menulis dan sekaligus bercerita dengan referensi bahan-bahan/buku-buku perpustakaan, meningkatkan pengetahuan siswa untuk mengembangkan kepribadian dengan membaca, dan mendukung Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak.  Kegiatan ini dilaksanakan melalui 3 tahap, yaitu, tahap penyisihan dengan menuliskan synopsis buku cerita rakyat untuk tingkat SD dan cerita kepahlawanan Indonesia untuk tingkat SMP pada bulan Agustus sampai September, tahap semifinal, yaitu mendongeng isi cerita bagi peserta yang masuk 50 besar yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 22 Oktober 2013, dan tahap final peserta yang terpilih 10 besar yang dilaksanakan pada hari selasa 29 Oktober 2013.

Dalam sambutan Bupati Sleman yang dibacakan oleh Asisten bidang Administrasi, Joko Handoyo, menyampaikan bahwa kegiatan untuk mengajak orang membaca, merupakan ajakan yang sangat bijak. Karena itu diharapkan semua pihak memberikan dukungan untuk meningkatkan minat baca masyarakat termasuk anak-anak dan remaja secara terus menerus melalui pemanfaatan perpustakaan dimanapun berada, karena Semakin tinggi minat baca masyarakat, semakin tinggi pula kepeduliannya terhadap pembangunan. Membaca juga meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri. Bupati Sleman berpesan kepada para peserta agar melakukan kegiatan yang sehat, ceria, baik dan yang berguna bagi masa depan. “Gunakan waktu untuk belajar, gemarlah membaca menuntut ilmu setinggi-tingginya dan berkreasilah agar kelak memperoleh pekerjaan sesuai dengan cita-cita dan, berlaku santun hormatilah orang tua dan hormatilah guru-guru kalian, berbuat baik dan sayang menyayangilah kepada teman”, demikian ajak Bupati.

Pada kesempatan tersebut Joko Handoyo juga menyerahkan  hadiah dan tropi kepada para pemenang.  Pemenang I untuk tingkat SMP/MTs, yaitu Jihan Nisfu Sya’bani dari SMPN 4 Pakem dan pemenang I tingkat SD/MI adalah Ahmad Kamal dari SD Muhammadiyah Prambanan.***

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.