Arsip Kategori: Berita

5
Sep

915 Calhaj Sleman Berpamitan

Sebanyak 915 calon haji dari Kabupaten Sleman berpamitan kepada Bupati Sleman, Sri Purnomo di Pendopo Parasamya, Rabu 4 Mei 2013. pada kesempatan tersebut, Bupati berpesan agar semua calon jemaah haji untuk meningkatkan stamina guna menjaga kesehatan. Terlebih lagi setelah melihat hasil cek kesehatan tahap kedua kepada 909 calon haji, kondisi kesehatan Ibu/Bapak paling banyak mengalami gangguan saluran kencing 35%, gangguan jantung dan pembuluh darah 27%, hipertensi 11%, penyakit saluran pernafasan, ginjal, serta diabetes. Semua calon jemaah haji juga harus selalu disiplin, mengikuti aturan dan petunjuk yang telah ditetapkan oleh Pemerintah RI, demi kelancaran dan kemabruran ibadah haji. Ditambahkan bupati sleman agar calon jamaah haji yang sudah berusia diatas 65 tahun agar tidak terlalu ngoyo dan memaksakan kehendak, tetapi juga jangan seenaknya, tetapi mengutamakan yang wajibnya.

Jamaah calon haji Sleman terdiri dari pria sebanyak 437 orang dan wanita sebanyak 478 0rang. Usia calon haji didominasi usia 51-60 tahun sebanyak 354 orang dan paling sedikit diusia 81-90 tahun yang hanya 2 orang. Calon haji tertua pria yaitu Mardi Raharjo dari Ngebo, Sukoharjo Ngaglik yang berusia 81 tahun 9 bulan, dan calon haji wanita tertua yaitu  Tuminah binti Dariyo dari Krajan Wedomartani, Ngemplak  yang berusia 85 tahun 11 bulan, mereka mendapat tali asih dari bupati Sleman dan istri.

Sebelum pemberangkatan haji berlangsung para calon jamaah haji kabupaten Sleman telah diberi beberapa pembekalan antara lain pembimbingan pembinaan pra manasik haji sebanyak 18 kali, bimbingan klasikal (manasik Haji) sebanyak 7 kali, bimbingan klasikal massal selama 2 hari di Maasjid Agung dan praktik manasih haji massal bersama sebanyak 1 kali.

4
Sep

Festival Asia Tri Digelar 23-25 September 2013 di Ullen Sentalu

Festival Asia Tri merupakan sebuah festival seni pertunjukan keliling yang diprakarsai oleh seniman seniman tiga negara yaitu Korea, Jepang dan Indonesia (Yogyakarta). Pemrakarsa festival tahunan tersebut yaitu Yang Hye Jin dari Korea, Soga Masaru dari Jepang, dan Bimo Wiwohatmo serta Bambang Paningron dari Indonesia (Jogja). Festival diagendakan tanggal 23-25 September 2013 di Musium  Seni dan Budaya Jawa Ullen Sentalu, Kaliurang. Hal tersebut disampaikan BPPS saat melakukan audiensi dengan bupati Sleman, yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Asekda bidang Pembangunan Dra. Suyamsih , Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ir. AA. Ayu Laksmi Dewi. Dari BPPS hadir  Jono Lesmana, Bambang  Paningron, KRT. Thomas Haryono, dan Puji Kuswanda.

Baik Jono Lesmana maupun Bambang Paningron pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Festival Asi Tri yang sudah berlangsung ke 8 kali tahun 2013 tersebut akan diikuti berbagai seniman dari berbagai negara antara lain Indonesia sendiri, Jepang, Korea, Tahiland, Canada, Spanyol, juga dari Asia Meet Asia ( Hongkong, India, Korea, Japan dan China). Mereka akan menampilkan berbagai kesenian dari negara masing-masing, antara lain tari, musik, performance art. Seniman-seniman tersebut antara lain Kazco Takemoto,Japan Contemporary Dance,Jun Amanto, Jocelyne Montpetit (Canada), Waewdao Sirisook (Thailand), akan hadir dan tampil pula seniman dari Belanda, Australia, Jerman, Libanan dll. Disamping seniman dari mancanegara , akan tampil pula komunitas-komunitas seni tradisi yang hidup  disekitar kabupaten sleman misalnya komunitas Kaliurang, sanggar tari Ullen Sentalu. Penonton tidak dipungut biaya/gratis.
Sementara itu Asekda bidang pembangunan Dra. Suyamsih menyampaikan bahwa dengan tampilnya seniman dari berbagai mancanegara akan menggugah kreasi bagi seniman Indonesia/Yogyakarta dalam mengembangkan kesenian. Lebih lanjut disampaikan bahwa daalan dunia kesenian juga bisa berkembang dalam dunia indsutri, misalnya seni dan tari yang menggunakan kipas akan tidak lepas dari Bambu. Dari seni tari yang menggunakan kipas tersebut tidak bisa lepas dari penggunaan komoditas bambu. Taerutama di sleman keberadaan Bambu ,memang masih cukup, namun belum semuanya memenuhi kualifikasi. Untuk itu sleman sebagai pilot pengembangan Bambu dengan target 30 Ha dan sudah menjadi program. Kegunaan Bambu itu sendiri menurut Suyamsih sangat luar biasa, karena bisa menjadi 25 manfaat.
3
Sep

Masyarakat Berbah Dihimbau Kembangkan Budaya Lokal

Berbah, 31 Agustus 2013, bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Berbah, dilakukan acara penyerahan bantuan gamelan untuk Kecamatan Berbah, hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman, Sri Purnomo yang juga sekaligus memberikan hPdiah kepada para juara lomba dalam rangka HUT RI ke-68 yang diadakan di Kecamata Berbah, dan juga lomba-lomba yang lainnya.  Selain itu Bupati Sleman, juga memberikan akte kelahiran secara simbolis kepada  warga masyarakat Berbah, dan juga menyerahkan bantuan alat produksi kepada Wanita Lansia Produktif dari Dinas Tenaga Kerja dan Sosial.

Dalam laporannya Camat Berbah, Drs. Iriansya menyatakan bahwa kegiatan penyerahan bantuan seperangkat gamelan tersebut adalah acara puncak hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Berbah.  Pada peringatan HUT RI ke-68 kali ini pemerintah kecamatan berbah mengadakan berbagai kegiatan lomba, yaitu lomba evaluasi administrasi pemerintah desa, dengan juara I: Desa Tegaltirto, juara II: Desa Kalitirto, Juara III: Desa Sendangtirto, dan juara IV: Desa Jogotirto, sedangkan untuk lomba kebersihan dusun, juara I: Padukuhan Morobangun Jogotirto, juara II: Padukuhan Kalipentung, Kalitirto, juara III: Padukuhan Kuton tegaltirto, Juara IV: Padukuhan demangan Kalitirto.

Dalam sambutannya Bupati Sleman, Sri Purnomo menyatakan bahwa pemberian bantuan separangkat gamelan tersebut merupakan dukungan terhadap pencanangan Kecamatan sebagai pusat pengembangan kebudayaan, oleh karena itu dengan pemberian bantuan seperangkat gamelan ini, masyarakat dapat memaksimalkan gamelan tersebut.  Terlebih lagi di kecamatan berbah banyak sekali potensi kesenian yang dapat diangkat.  Bupati Sleman, juga mengingatkan agar masyarakat juga segera mengurus akta kelahiran , karena akta kelahiran adalah hak anak.

Pada puncak gelar budaya yang diadakan di Kecamatan Berbah tersebut, ditampilkan berbagai kesenian seperti, Gejog Lesung, tari Gambyong, Tari Saman, Tari kreasi baru, dan puncaknya adalah pementasan ketoprak.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.