Arsip Kategori: Berita

22
Mar

Sleman Peroleh Government Award dari SINDO Weekly

Keberhasilan Sleman  dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman mendapat apresiasi dan penghargaan dari Majalah SINDO Weekly. Penghargaan diberikan oleh Sekjen  Depdagri kepada Bupati Sleman, Kamis, 19 Maret 2015 di Hotel Sultan bertepatan dengan ulang tahun ke – 3 majalah  SINDO Weekly yang dikemas dalam acara SINDO Weekly Goverment Award 2015. Hadir dalam kesempatan ini Menteri PPN dan Kepala BAPPENAS Andrinof Chaniago, Ketua DPD RI Irman Gusman juga hadir dalam acara ini. Sementara itu CEO MNC Group, Hary Tanoesodibjo  mengatakan, penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada pemerintah daerah atas peran aktif dalam pembangunan daerah sebagai ujung tombak pembangunan nasional. “Saya rasa penghargaan ini bisa diambil hikmahnya, semoga kepala daerah akan menjadi besar. Indonesia dapat lebih maju, dan tentu kita akan banggakan bersama,” ujar HT dalam sambutannya di Grand Ballroom Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2015) malam.

Goverment Award 2015 ini, telah menyediakan penghargaan 17 kategori, seperti, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kreatif, peduli lingkungan, investasi, layanan publik, pariwisata, perempuan dan anak, tata kelola pemerintahan, keamanan dan toleransi, kreativitas peningkatan PAD, pemuda dan olahraga, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, UMKM dan koperasi, dan heritage. Penilaian penghargaan ini dilakukan oleh tim redaksi Sindo Weekly yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Prof Dr Sudarsono Hardjosoekarto. Diawali oleh riset dari berbagai referensi, kemudian tim redaksi menentukan tiga nominator pemenang untuk masing-masing kategori.

Bupati Sleman dalam kesempatan ini mengatakan Pemkab Sleman dalam mengembangkan kreativitas masyarakat tidak hanya memfasilitasi peningkatan keterampilan masyarakat tetapi juga telah memfasilitasi kepengurusan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) produk-produk hasil karya masyarakat. Selain itu Pemkab Sleman juga memfasilitasi pengenalan produk dengan penyediaan showroom dan kegiatan pameran, memberikan kemudahan permodalan baik dengan dana pemberdayaan, perguliran modal serta menumbuhkan kemitraan dengan pemerintah, pebisnis dan akademisi.
20
Mar

Sekda Sleman Himbau Jangan Beli “Awul-Awul”


Maraknya peredaran pakaian bekas import pada kios-kios di sejumlah ruas jalan di wilayah Sleman  selama ini dinilai perlu mendapat perhatian yang serius. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman dr. Sunartono, M.Kes saat dijumpai diruang kerjanya Kamis 19 Maret 2015. Konsumen dari pakaian-pakaian bekas import tersebut tidak dapat terjamin perlindungannya karena pakaian-pakaian tersebut potensial terkontaminasi bakteri, virus, atau jamur dari negara asal. Perlu dipahami bersama bahwa pakaian tersebut dinegara asal sudah termasuk dalam kategori limbah.
Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk melindungi konsumen/masyarakat dari potensi penularan penyakit dari pakaian bekas tersebut Pemerintah Kabupaten Sleman menganjurkan kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Sleman agar tidak membeli dan menggunakan pakaian bekas asal impor, dan lebih memilih pekaian baru produk dalam negeri. Himbauan tersebut dimaksudkan untuk menghindarkan dari segala macam penyakit yang mungkin timbul bagi konsumen serta dalam rangka mendukung upaya menjaga harkat dan martabat bangsa. Dalam kesempatan tersebut Sunartono juga mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk lebih menghargai dan menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk upaya bersama dalam mengangkat perekonomian daerah dan nasional.
Himbauan tersebut disampaikan berdasarkan surat edaran Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdaagngn RI Nomor 48/SPK/SD/2/2015 tanggal 11 Pebruari 2015 tentang penanganan pakaian bekas asal impor. Disamping itu kementerian perdagangan RI telah melakukan pengujian terhadap pakaian bekas asal impor yang beredar dipasar, dan dipastikan adanya cemaran bakteri dan jamur patogen yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, tamah Sunartono. Disamping itu himbauan yang dilakukan Pemkab Sleman tersebut  sesuai dengan surat edaran dari  Direktorat Jenderal Standarisasi dan perlindungan Konsumen yang salah satu poinnya menyebutkan   bahwa pengujian terhadap 25 contoh pakaiaan bekas impor yang beredar di pasaran, hasil pengujian tersebut disamping  adanya cemaren bekteri dan jamur patogen yaang ditunjukkan oleh parameter pengujian Angka Lempeng Total (ALT) dan kapang pada semua contoh pakaian bekas yang nilainya cukup tinggi. Sedang kandungan mikroba pada pakaian bekas diantaranya memiliki nilai total mikroba sebesar 216.000 koloni/g  dan kapang sebesar 36.000 koloni/g.
Yang jelas cemaran mikroba yang sangat tinggi pada pakaian bekas tersebut dapat menimbulkan penyakit yang berawal dari kontak langsung  dengan kulit atau ditransmisikan oleh tangan manusia yang kemudian membawa infeksi masuk lewat mulut, hidung dan mata. Cemaran bakteri dan kapang dapat menyebabkan beragam gangguan kesehatan seperti gatal-gatal, bisul, jerawat, infeksi luka pada kulit manusia, gangguan pencernaan bahkan infeksi padaa saluran kelamin.

 

19
Mar

Irjen Kementan : Luas Tanaman Padi DIY Peringkat Satu Nasional

Kelompok tani Sedyo Maju Karongan, Jogotirto Berbah  melakukan panen padi kegiatan SL PTT di bulak kelompok tani. Panen dimulai oleh Irjen Kementan RI, Ir Azis Hidayat MM, Bupati Sleman, Kepala Dinas Pertanian DIY, Kadinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Kepala BPTP DIY, serta 2 orang peneliti dari IRRI (International Rice Research Institute).

Ketua KT Sedyo Maju, Siswanto melaporkan bahwa padi yang akan dipanen tersebut ditanam di sawah seluas 45 hektar dengan jenis padi inpari 10. KT Sedyo Maju merasa terbantu dengan adanya teknologi yang ditawarkan yaitu dengan tabela (tanam benih langsung) AWD (alternate wetting and drying) atau pengairan basah-kering untuk menghemat air serta sistem tajarwo. Menurut Siswanto kebanyakan anggota kelompok meminati sistem tabela. Dalam hasil ubinan diperoleh hasil 8 hingga 10 ton gabah kering.

Sedangkan bupati Sleman, Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih dengan adanya bantuan teknologi serta pendampingan dan pelatihan dari berbagai pihak (BPTP DIY, IRRI, Kementan) sehingga mampu meningkatkan hasil panen padi para petani. Dengan hasil yang makin meningkat tersebut kedepan, swasembada pangan juga dapat diwujudkan.

Irjen kementan, Ir. Aziz Hidayat, MM mengungkapkan bahwa alokasi anggaran untuk pengembangan pertanian total sejumlah 70 trilliun. Dengan anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk berswasembada pangan. Juga disampaikan bahwa luas tanaman padi sudah mencapai kurang lebih 96.000 hektar dan angka tersebut menduduki peringkat satu nasional. Harga gabah pun saat ini meningkat menjadi Rp 3700/kg daripada sebelumnya yang hanya Rp 3200/kg. Aziz yakin wilayah DIY dapat mencapai panen padi sebanyak rata-rata 10 ton/hektar mengingat sebelumnya ketika panen di Bantul bisa mencapai 11 ton/hektar dan di prambanan 9,7 ton/hektar.

Selanjutnya Aziz Hidayat menyerahkan secara simbolis alat tanam tabela dan Jarwo kepada kelompok tani. Acara dilanjutkan dengan sarasehan dan diskusi dengan narasumber dari BPTP DIY, IRRI dengan moderator dari PPL UPT BP3K Berbah.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.