Arsip Kategori: Berita

29
Oct

Pemuda Sleman Diharap Mampu Menjaga Kualitas Lingkungan

34 pasang pemuda-pemudi berpakaian adat kekayaan budaya bangsa Indonesia turut serta ambil bagian dalam upacara bendera peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87 tahun 2015 di lapangan Pemda Sleman. Selanjutnya mereka maju membacakan teks keputusan konggres pemuda 1928.

Upacara dipimpin oleh Penjabat Bupati Sleman Ir. Gatot Saptadi dihadiri oleh Kapolres Sleman, Wakil Ketua DPRD, Sekda, Assekda, Kepala  Dinas dan Instansi serta peserta upacara dari PNS, TNI Polri dan siswa sekolah.

Penjabat Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk peningkatan kapasitas pengetahuan. Namun, pada sisi yang lain membawa dampak negatif. Informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya tanpa dapat kita bendung. Lahir generasi baru yang memiliki pola pikir serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik dan pragmatik. Keprihatinan kedua terkait fenomena pengelolaan sumber daya alam kita yang belum sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Sebagai negara tropis, Indonesia menjadi tumpuan dunia untuk menjaga keseimbangan iklim. Namun, kita justru menjadi negara yang menyumbang polusi terbesar di kawasan Asia Tenggara melalui kabut asap. Kita sendiri sudah merasakan dampak kesehatan yang juga berimbas pada  perekonomian akibat sistem transportasi yang tidak bisa berjalan dengan baik.

Salah satu ikrar penting dalam Sumpah Pemuda 1928 adalah “satu tanah air, tanah air Indonesia”. Poin ini memberikan tekanan yang sangat kuat kepada para pemuda akan pentingnya menjaga tanah dan air sebagai bagian penting dari komponen bumi yang kita pijak ini demi keberlangsungan masa depan generasi penerus kita. Melalui tema Sumpah Pemuda satu bumi, Bupati mengajak Pemuda Indonesia untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab. Hanya dengan menjaga dan merawatnya kita bisa menjaga keberlangsungan bumi hingga masa yang akan datang seiring dengan pembangunan peradaban kita. Melalui Revolusi Mental Pemuda kita berharap lahir generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, mandiri dan rela berjuang untuk kepentingan bangsa dan negaranya. Rela berkorban menanggalkan ego sukunya, ego agamanya, ego kedaerahannya, ego kelompoknya dan ego pribadinya demi kepentingan yang lebih besar yaitu Indonesia, seperti yang pernah dilakukan oleh para pemuda pendahulu kita. Inilah tanah air kita, inilah bumi kita, inilah masa depan kita.

Dalam kesempatan ini juga dibagikan  Penghargaan kepada Pemuda Pelopor yakni bidang Pendidikan Janu Muhammad Ngemplak Caturharjo, Bidang Sosial Budaya dan Pariwisata dan Bela Negara Jevin Muhammad Reza Pahlawan Plumbon Tengah Mororejo Tempel, Bidang Pangan Lidiana Septi Susanti Selorejo Sardonoharjo Ngaglik, pengelolaan Sumber Daya Alam Rejodani Madurejo Prambanan.

29
Oct

Ratusan Guru terima Satyalancana Karya Satya

Sebanyak 388 PNS dilingkungan pemerintah kabupaten sleman menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya  30 tahun dan 20 tahun. Dari jumlah tersebut paling banyak dari lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, yaitu sebanyak  194 orang dan lainnya sersebar di beberapa SKPD.

Penyerahan piagam penghargaan Satya Lencana disampaikan penjabat bupati sleman Gatoto Saptadi di Pendopo Parasamya Rabu 28 Oktober 2015. Dalam sambutannya penjabat bupati sleman antara lain menyampaikan bahwa Penghargaan tersebut diberikan kepada PNS sebagai penghargaan atas jasa  sebagaiPNS dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Satya Lencana Karya Satya diberikan kepada PegawaiNegeri Sipil yang dalam melaksanakan tugasnya mampu selalu mengedepankan prinsip-prinsip kesetiaan,pengabdian, kecakapan, kejujuran dan kedisiplinan. Lebih lanjut disampaikan bahwa pemberian penghargaan tidak berarti sebuah puncak didalam pengabdian. Namun harus diletakkan sebagai sebuah pemacu untuk terus maju dengan sebuah tekad agar hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik lagi dari hari ini. Sebagai bagian dari dinamika kehidupan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, PNS dituntut untuk senantiasa  memperbaiki diri dan meningkatkan pelayanan. Sudah sepantasnya penghargaan tersebut diterima dengan rasa syukur dan sukacita, karena para PNS dalam melaksanakan tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dinilai telah menunjukkan kesetiaan, kejujuran, kecakapan, kedisiplinan dan pengabdian serta telah bekerja secara terus menerus sekurang-kurangnya 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun, tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang maupun berat, serta tidak pernah mengambil cuti di luar tanggungan Negara sesuai dengan Pasal (22) Peraturan Pemerintah No.35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan UU No.20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.  Selain itu, pemberian penghargaan ini sebagai motivasi agar PNS dapat meningkatkan pengabdian dan prestasinya. Kita juga berharap agar PNS yang mendapatkan penghargaan ini dapat memotivasi PNS lainnya. Tambah Gatot Saptadi.

Setelah para PNS menerima tanda kehormatan ini, maka tugas dan tanggungjawab  sebagai PNS semakin berat. Karena dituntut untuk lebih berprestasi dan meningkatkan pengabdian serta mampu memberikan keteladanan kepada para PNS yang lain. karena pengabdian yang saudara berikan kepada negara.

Penghargaan yang diberikan tersebut diharapkan dapat menguatkan komitmen dan memotivasi para PNSsebagai aparatur negara untuk selalu haus akan prestasi.

Keinginan untuk berprestasi akan mendorongseseorang untuk melaku­kan pekerjaan dengan baik. Pencapaian prestasi atau achievement dalam melakukanpekerjaan akan mengge­rakan kita untuk melakukan tugas-tugas berikutnya dengan lebih baik lagi. Dengandemikian prestasi yang dicapai dalam pekerjaan akan menimbulkan sikap positif sikap yang selalu inginmelakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu sebagai PNS hendaknya saudara

selalumengupayakan perkem­bangan dan kemajuan dirinya dari waktu ke waktu tidak bersifat statis atau beku, tetapi harus menghendaki adanya perubahan ke arah yang lebih baik.

Sedangkan Kepala BKD Drs, Iswoyo Hadiwarno melaporkan bahwa  Tanda kehormatan Satya Lencana yang diserahkan tersebut sebanyak 388 yang terdiri 171 orang Tanda kehormatan 30 tahun dan 209 orang tanda kehormatan 20 tahun dan 8 orang tanda kehormatan 10 tahun.

28
Oct

Dana PNPM Kecamatan Prambanan Berkembang Hingga Milyaran Rupiah


Sejak diluncurkan tahun 2005, dana PNPM Kecamatan Prambanan sekitar Rp 30 juta hingga September 2015 telah berkembang menjadi Rp 4,96 M dengan jumlah kelompok mencapai 212 kelompok dengan 2.299 orang penerima manfaat. Hal itu disampaikan Ketua Badan Koordinasi Antar Desa Kecamatan Prambanan Agus Pudiyanto saat penyerahan dana Sosial 2015 di Pendopo Kecamatan Prambanan, Selasa 27 Oktober 2015.Total dana yang disalurkan mencapai Rp 137,722 Juta terdiri dari Kambing 18 ekor, Etalase 44 buah, Sepeda 12 buah, dan alat-alat sarana produksi.113 serta reward kepada 12 kelompok yang tepat dalam pengembalian modal. Turut hadir menyaksikan Camat Prambanan, Danramil Prambanan dan Kapolsek Prambanan serta para Kades.
Sementara itu Penjabat Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Sleman adalah meningkatkan kemandirian ekonomi, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan penanggulangan kemiskinan. Upaya yang dapat dilakukan guna mensukseskan misi tersebut adalah mencanangkan program penanggulangan kemiskinan.   Penyerahan Dana sosial BKAD-PNPM Mandiri Perdesaan merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Sleman.
Pada permulaan kegiatan PNPM-MP, modal dana awal saat itu sebesar ± Rp.3 Milyar, dan pada perkembanganya melalui unit-unit asset kelembagaan dan asset SDM pada saat ini (per Mei 2015) dana UPK (Unit Pengelola Kegiatan) Kabupaten Sleman telah mencapai Rp.30,85 Milyar. Untuk asset kelembagaan masyarakat Sleman telah memiliki 75 BKM/LKM tingkat Desa dan 4.033 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Sedangkan asset SDM di masyarakat yang ada di Sleman sejumlah 1.175 Relawan Masyarakat yang terlatih; 875 Anggota BKM/LKM yang terlatih; dan 1.630 Anggota KSM yang terorganisir. Asset lain berupa asset pendamping sejumlah 38 Fasilitator Pendamping Masyarakat, serta 8 orang Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat. Semoga kedepannya aset yang ada dapat terus berkembang dan bertambah, sehingga dapat memberikan kontribusi lebih dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.
Berkurangnya jumlah keluarga miskin merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan dalam suatu suatu daerah. Walaupun untuk menuntaskan kemiskinan secara menyeluruh bukan merupakan hal yang mudah, namun juga bukan menjadi hal yang mustahil. Pencapaian ini bertahap dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, hal ini dapat terlihat dari menurunnya jumlah keluarga miskin di Sleman setiap tahunnya. Pada tahun 2014 tercatat jumlah KK miskin sebanyak 43.790 menurun dari tahun 2013 dengan jumlah 45.037. Penurunan jumlah keluarga miskin di Kabupaten Sleman setiap tahunnya menjadi perwujudan akan hasil upaya pemerintah dalam program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman.

 


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.