Arsip Kategori: Berita

29
Nov

Hari Menanam Pohon Indonesia di DIY Ditandai dengan Penanaman 883.900 Bibit Pohon

Hari Menanam Pohon Indonesia tingkat DIY diperingati di Sleman di Lapangan Turgo Hargobinangun Pakem Sleman, Kamis, 28 November 2013. Peringatan ditandai dengan penanaman pohon dan pemberian penghargaan Kinerja Gerakan penanaman satu milyar pohon tahun 2012 tingkat DIY kepada Bupati Kulon Progo, Organisasi Peduli penanaman satu milyar pohon kepada Bank Pasar Kulon Progo, Kelompok Masyarakat pelaksana kebun bibit rakyat terbaik I Pokmas Sejahtera Kokap Kulon Progo, II Pokmas Sidodadi I Pajangan Bantul, III Pokmas Maju Makmur Tanjungsari Gunung Kidul dan harapan I Pokmas Maju Makmur Tanjungsari Gunung Kidul. Kemudian penyerahan bibit tanaman kepada masyarakat Turgo.

Pohon yang ditanam di TUrgo adalah bibit kayu-kayuan dan buah-buahan sebanyak 883.900 bibit tanaman yang terdiri dari bibit dari DAK kehutanan sebanyak 114.200 batang, dari kebun bibit rakyat sebanyak 750.000 batang,dari bangda sebanyak 17.200 batang serta dari CSR sebanyak 2.500 batang.

Bupati yang diwakili Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman Ir. Widi Sutikno, MSI. dalam kesempatan tersebut  menyampaikan Upaya penanaman pohon di lereng Merapi ini diharapkan tidak hanya penanaman saja namun juga ditindaklanjuti dengan perawatan dan pemeliharaan agar bibit yang ditanam dapat benar-benar tumbuh dengan baiksehingga dapat memberi manfaat yang maksimal pula.

Sementara itu Gubernur DIY dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Biro Perekonomian dan SDA DIY, Ir. Sri Haryanto, menyampaikan gerakan menanam pohon ini merupakan langkah strategis dan perlu dikembangkan dengan adanya isu kerusakan hutan. Menanam 1 pohon memberikan makna 1 juta bagi kelangsungan hidup manusia dan satwa. Terlebih dengan pesatnya kemajuan pembangunan saat ini mengakibatkan banyak pohon-pohon ditebang dan ini memutuskan mata rantai kehidupan. Untuk itu perlu gerakan membibit, menanam, melindungi, menghutani dan melestarikan pohon.

27
Nov

Siswa National Junior College Kunjungi Sleman

Sebanyak 10 orang siswa-siswi National Junior College Singapura melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman untuk belajar tentang kebudayaan dan pemerintahan di Indonesia. Siswa Singapura ini merupakan siswa tingkat 10 dan 11. Dengan didampingi oleh 2 orang guru yaitu Mr Teaw (guru ekonomi) dan Ms Oh Wen Ci (guru sejarah), para siswa ini diterima kedatangannya oleh Wakil Bupati Yuni Satia Rahayu yang didampingi oleh Kabag Kesra, Heri Sutopo dan Kabid Pembinaan dan Kurikulum Dikpora, Dra. Sri Wantini di ruang pantry.

Pada kesempatan tersebut Wabup Yuni Satia menjelaskan mengenai kondisi Sleman khususnya kondisi penduduk yang sangat heterogen, ditambah dengan kehadiran mahasiswa yang menuntut ilmu di perguruan tinggi di Sleman. Selain itu juga menjelaskan tentang kewenangan yang dimiliki Sleman dalam mengelola daerahnya dalam era otonomi daerah sejak dicanangkan pada tahun 1999.

Menjawab pertanyaan seorang siswa National Junior College tentang apa yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Sleman dan bagaimana menyelesaikannya, wabup menjelaskan bahwa masalah yang rutin dihadapi oleh Sleman adalah mitigasi bencana terkait erupsi Merapi yang terjadi secara periodik. Heterogenitas penduduk Sleman juga merupakan tantangan tersendiri bagi Sleman dalam menjaga stabilitas keamanan. Hal ini terkait dengan perbedaan budaya yang ada di masyarakat Sleman sehingga terjadi kesalahpahaman yang dapat berakhir dengan konflik.

Sementara itu Dra. Sri Wantini juga menambahkan informasi tentang pendidikan karakter yang dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Hal ini dimaksudkan untuk memberi pembinaan pada siswa untuk menghindarkan konflik antar pelajar. Selain itu juga telah dibentuk forum komunikasi OSIS (organisasi siswa intra sekolah). Terkait dengan mitigasi bencana, siswa juga diberikan pendidikan mitigasi bencana yang bekerjasama dengan BPBD Sleman. Dan untuk mendukung keistimewaan DIY, bahasa dan sastra Jawa merupakan muatan lokal wajib.

Ditanya mengenai pengaruh desentralisasi pada masyarakat dan pemerintah Sleman, Wabup menjelaskan bahwa sebelum era otonomi daerah, semua urusan harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Namun setelah itu, kewenangan untuk mengelola pembangunan daerah diserahkan pada daerah (kabupaten/kota). Setelah berdialog dengan Wabup, para siswa kemudian berkeliling di kantor sekretariat daerah untuk melihat-lihat suasana kantor.

25
Nov

Desa Wisata Jetak dan Tanjung Peroleh Penghargaan Desa Wisata 2013

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu, Sabtu, 23 November 2013 di desa wisata Pentingsari Umbulharjo Cangkringan, memberikan penghargaan Desa Wisata tahun 2013 untuk desa wisata penerima bantuan PNPM Mandiri Pariwisata. Menurut Elka penerima penghargaan dipilih 10 besar yang mampu mengelola desa wisata sehingga meningkatkan kualitas desa wisata sebagai daya tarik wisata dan mendukung daya tarik wisata yang berbasis kepada pemberdayaan masyarakat. Penghargaan yang diberikan diharapkan dapat memotivasi masyarakat desa yang memiliki potensi pariwisata untuk terus aktif mengembangkan kepariwisataan melalui bantuan PNPM Mandiri Pariwisata guna menggerakkan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan membuka lapangan usaha baru.

Disampaikan pula bahwa pertumbuhan PNPM Mandiri Pariwisata sejak diluncurkan pada tahun 2009 dengan 104 desa dengan pagu anggaran 8,75 m, selanjutnya desa yang menerima bantuan mengalami kenaikan 92 % pada tahun 2010 menjadi 200 desa dengan pagu anggaran 19,575 m, Pada tahun 2011 naik 71 % menjadi 569 desa ddengan pagu anggaran 61 M, tahun 2012 naik 184 % menjadi 978 desa dengan pagu anggaran 121,45 M dan pada tahun 2013 naik 0,2 % menjadi 980 desa dengan pagu anggaran 123,25 M Target sampai dengan tahun 2014 direncanakan mencapai 2000 desa dengan pagu anggaran menyesuaikan kemampuan pemerintah. Menurut Mari Elka program PNPM Mandiri melalui desa wisata merupakan bentuk nyata kontribusi pariwisata untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan perekonomian daerah setempat.

Untuk tahun ini di Kabupaten Sleman terdapat dua desa wisata yang mampu menembus 10 besar yakni desa Wisata Jetak, Sidokarto Godean dan Desa Wisata Tanjung, Donoharjo Ngaglik Sleman.

Kedatangan Menteri disambut oleh Bupati Sleman, Ketua DPRD Sleman, Sekda Sleman, Kepala Dinas Budpar Sleman serta persembahan tari tradisional setempat. Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan keberadaan desa wisata di Kab Sleman, merupakan aset yang sangat penting dalam pembangunan kepariwisataan di Sleman. Desa wisata– desa wisata yang memiliki keunikan tersendiri, tentunya menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Sleman. Sampai saat ini sudah terdapat lebih dari 38 desa wisata di Kabupaten Sleman dengan karakter dan keunggulannya masing-masing. Dari ke 38 desa wisata tersebut memiliki 3 kategori, yaitu 12 desa wisata mandiri, 13 desa wisata tumbuh, dan 13 desa wisata berkembang.***

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.