Arsip Kategori: Berita

4
Jun

Bulan Dana PMI 2013 Targetkan Perolehan 500 juta

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2013 ini kembali diselenggarakan Bulan Dana PMI 2013. Kali ini bulan dana PMI diselenggarakan lebih awal yakni mulai 1 Juni sampai dengan 31 Agustus 2013 mendatang. Penyelenggaraan ini dilakukan lebih awal guna mengejar target perolehan dana yang naik 40% disbanding  target tahun 2012 yang lalu menjadi Rp. 500.000.000,00. Demikian disampaikan oleh Bupati Sleman selaku Ketua Umum PMI Sleman dalam sambutannya pada pembukaan Bulan Dana PMI yang diselenggarakan pada Selasa, 4 Juni 2013 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Bulan Dana PMI ini menyasar sejumlah sasaran utama yaitu PNS, anggota DPRD, pamong desa dan Badan Perwakilan Desa, pemohon perpanjangan STNK, para pembuat SIM, pemohon perijinan, pemohon balik nama, pengguna jembatan timbang dan perusahaan non perbankan. Disamping itu bulan dana kali ini juga menyasar para wisatawan di kawasan wisata Kaliurang dan penikmat lava tour yang menggunakan jeep wisata Kaliurang. Dengan strategi ini diharapkan pengumpulan dana ini dapat mencapat target yang telah ditentukan. Demikian seperti yang disampaikan Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2013, R. Djoko Handoyo, SH

Dalam kesempatan ini, Bupati Sleman menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut mensukseskan penyelenggaraan bulan dana PMI dengan turut memberikan sumbangsihnya dalam bulan dana ini. Dana yang disalurkan nanti hendaknya juga dikelola dengan baik oleh panitia PMI serta dilaporkan penggunaannya kepada masyarakat secara transparan. Dengan transparansi penggunaan dana, masyarakat tahu bahwa dana yang diberikan dipergunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat umum. Ditambahkan pula oleh Bupati Sleman agar para petugas dapat membangun komunikasi yang efektif tentang misi bulan dana PMI. Pemahaman dan pelayanan yang baik kepada masyarakat dapat menghindari misspersepsi tentang tujuan pengumpulan dana tersebut.

4
Jun

SD Srunen Kini Telah Dibangun Kembali

Bantuan pembangunan SDN Srunen yang diberikan ini tentunya sangat memudahkan dan membantu  masyarakat, terutama anak-anak diwilayah Srunen dan sekitarnya memperoleh sarana dan prasarana  belajar dan bersekolah  yang layak, sehingga bisa mendapatkan prestasi pendidikan  yang lebih baik. Hal tersebut disampaikan bupati sleman saat peresmian SD Srunen Glagaharjo Cangkringan Selasa 4 Juni 2013. Lebih lanjut disampaikan bahwa program rekonstruksi pasca bencana Gunung Merapi dilaksanakan sampai tahun 2013 dan maksimal sampai dengan tahun 2014. Hingga akhir bulan Mei di wilayah Sleman  sudah dibangun  2.129 unit rumah hunian tetap sesuai rencana fasilitasi tahun 2012. direncana tahun ini akan dibangun 2.739 huntap yang telah lolos verifikasi pada tahun 2012. Dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi  sarana prasarana pendidikan yang telah dibangun kembali di wilayah Cangkringan sebanyak sebanyak 5 TK dan PAUD,  10 gedung SD yaitu  dan 1 gedung SMK.

Dalam pelaksanaan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi ini, Pemkab Sleman menyadari memiliki keterbatasan sumber daya sehingga memerlukan kerjasama dan keterlibatan dari semua pihak. Kami berharap dengan kerjasama dan partisipasi dari Media Group  dapat menjadi contoh bagi keterlibatan lembaga non pemerintah dan masyarakat lainnya dalam upaya mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana ini.  Sementara itu di wilayah KRB ada 9 dusun yang tidak layak huni maka sarana sekolah yang ada diwilayah KRB itu akan dipindahkan  di luar KRB.

Disampaikan pula bahwa Upaya yang telah dilakukan Pemerintah bersama berbagai pihak pasca erupsi 2010 yang lalu membuahkan hasil yang signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan prestasi siswa-siswa di Kecamatan Cangkringan yang tidak banyak terpengaruh oleh adanya erupsi merapi. Sejak tahun ajaran 2010/2011 yang lalu menunjukkan prestasi yang cukup baik siswa-siswi SD di Kecamatan Cangkringan telah lulus 100% dengan rata-rata kelulusan 19,5 Prestasi ini telah menempatkan Kecamatan Cangkringan menjadi urutan ke-16 diantara 17 kecamatan di Kabupaten Sleman. Pada tahun ajaran 2011/2012 kecamatan Cangkringan naik menempati urutan ke-15 se-Kabupaten Sleman dengan rata-rata 19,70. Sedangkan pada tahun ajaran ini sejumlah 430 anak didik di Kecamatan Cangkringan berhasil lulus 100%. Diharapkan kedepan prestasi dan nilai ujian akhir nasional lebih baik lagi.

Berkaitan dengan hal tesebut, bupati berharaap  SD Srunen ini menjadi SD yang siaga bencana. Sekolah yang mampu mambantu masyarakat selain mengatasi dirinya sendiri yakni guru dan siswa ketika terjadi bencana erupsi Merapi. Pada saat ini di cangkringan baru 2 sekolah yang menyatakan diri sebagai sekolah yang siaga bencana yakni SMK Muhammadiyah  Cangkringan dan SMP Negeri II  Cangkringan.  Kepada para tenaga pendidik di Kecamatan Cangkringan bupati berharap untuk senantiasa mengutamakan keselamatan  anak didik dalam kegiatan belajar mengajar. Terlebih lagi SD Srunen berada di tepi jalan raya yang menjadi lalu lintas penambangan dan Kawasan yang memiliki kondisi curam. Lebih lanjut, saya berharap agar para pendidik juga memberikan pendidikan mitigasi bencana sehingga anak didik terpola menjadi generasi siaga bencana.

Peresmian SD Srunen ditandai dengan penandatanganan Prasasti dan pengguntingan buntal oleh bupati sleman dan direktur utama Metro TV & Adviser Media group Adrianto Machribi yang dilanjutkan dengan peninjauaan ruangan kelas. Sedangkan Direktur Utama Metro TV & Adviser Media Group Adrianto Machribi pada kesempataan tersebut antara lain menyampaikan bahwa pembangunan SD Srunen menghabiskan dana senilai Rp.1.546.101.227. Bangunan sekolah tersebut dibangun dari dana masyarakat melalui dompet kemanusiaan Media Group.

4
Jun

Kafilah Prambanan Juara I MTQ Tingkat Kabupaten Sleman

Kafilah Prambanan berhasil meraih kejuaraan terbanyak yakni 8 kategori berhasil menjadi juarai I, disusul Kecamatan Ngaglik 6 Kategori dan Kecamatan Kalasan 4 Kategori. Hal ini merupakan hasil penyelenggaraan MTQ Tingkat Kabupaten Sleman yang digelar Sabtu, 1 Juni 2013 di Desa Sidoarum Kecamatan Godean. Menurut Drs. H. Kuntadi selaku penyelenggara MTQ, kegiatan ini melibatkan peserta kafilah dari 17 kecamatan berjumlah 310 orang yang terbagi dalam 10 cabang. Meliputi cabang Tilawah Dewasa 23 orang, cabang M2KQ 8 orang, Cabang Tahfidz 1 – 5 Juz 32 orang, Cabang Tiiilawah Remaja 33 orang, Cabang Tilawah Anak 33 orang, Cabang Fahmil Qur’an 33 orang, Cabang Tartil 31 orang, Cabang Syahril Qur’an 36 orang, Cabang Tahfiz 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juz, Cabang Kaligrafi dank hot 50 orang.

Menurut Kuntadi kegiatan ini dimaksudkan sebagai wahana mencari wakil Kabupaten Sleman mengikuti MTQ Tingkat DIY sekaligus untuk memberikan motivasi kepada peserta untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam menghafal dan memahami isi Al Qur’an, meningkatkan ukuwah antar kafilah dan untuk mengembangkan bakat kafilah.

Kajuaraan MTQ dibuka oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI pada pagi hari dan pada sore harinya ditutup oleh Sekda dr. Sunartono, M.Kes. sekaligus memberikan hadiah berupa trophy, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Bupati Sleman dalam sambutan pembukaannya  sangat mengapresiasi generasi muda yang ikut serta dalam kompetisi ini karena melalui MTQ inilah dapat semakin mendekatkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Yang perlu diperhatikan yaitu bahwa dengan membaca dan memahami Al qur’an semakin sering maka diharapkan generasi muda juga dapat semakin menjadi manusia yang memiliki akhlaqul karimah. Ditambahkan tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini kondisi keimanan dan akhlaqgenerasi muda semakin memprihatinkan. Di mass media, tindakan kriminal yang melibatkan remaja, anarkisme, seks bebas, hingga kasus narkoba semakin banyak dan semakin sering terjadi. Tidak hanya di perkotaan, saat ini kasus-kasus tersebut juga makin sering terjadi di pedesaan. Hal tersebut sudah barang tentu menjadi perhatian dan memerlukan penanganan segera.

Salah satu upaya untuk menggugah kesadaran akan pentingnya kembali kepada ajaran adalah dengan menekankan kembali ajaran Al Quran terutama generasimuda. Nilai-nilai Al Qur’an diharapkan bisa menjadi dasar pembangunan karakter generasi muda.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.