Arsip Kategori: Berita

5
Jul

Desa Donoharjo Bentuk GAZENDO

Bertempat di Balai Desa Donoharjo Kecamatan Ngaglik telah berlangsung pengukuhan satgas narkoba oleh Wakil Bupati Sleman Yuni Satya Rahayu S.S. M.Hum. Pelantikan satgas narkoba Desa Donoharjo ( GAZENDO)  yang di ikuti oleh 35 anggota satgas Desa Donoharjo tersebut adalah satgas Narkoba berbasis Masyarakat yang ke 17 dari 86 Desa se Kabupaten Sleman. Pelantikan tersebut dihadiri oleh Ka Dinas Nakersos Kab Sleman,  Camat Ngaglik. Kapolsek Ngaglik, KUA Kecamatan Ngaglik, serta para anggota satgas Desa Donoharjo. Dalam laporannya Ka,Dinas Naker Sos Kabupaten Sleman Drs. Untoro Budiharjo,MM bahwa penyalahgunaan narkoba di indonesia merupakan masalah yang perkembangannya dewasa ini sangat memprihatinkan.
Penyalahgunaan Narkoba melanda hampir semua lapisan masyarakat mulai dari strata sosial ekonomi atas sampai paling bawah. Tidak hanya dari anak-anak dari keluarga broken home tetapi juga dari keluarga harmonis dan agamis serta dari kampus-kampus perguruan tinggi sampai ke sekolah-sekolah dasar. Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Sleman  memandang masalah ini sebagai masalah yang memerlukan penanganan secara sinergis dan berkesinambungan, maka perlu mengembangkan peran aktif masyarakat dalam penanggulangan NARKOBA dengan membangun kembali ikatan sosial dan kepedulian sosial melalui rintisan Desa Pelopor Bebas Narkoba berbasis Masyarakat dan berlangsung selama  dua hari bertempat di Balai Desa Donoharjo.
Pada awal kesempatan ini Wakil Bupati Sleman memberikan apresiasi kepada masyarakat Donoharjo kecamatan Ngaglik atas pengukuhan Satgas ”GAZENDO”. Dengan dikukuhkannya SatgasGAZENDOini saya harapkan akan semakin menumbuhkembangkan budaya dan gerakan anti napza. Mengingat penanggulangan masalah narkoba adalah kewajiban kita semua, maka keberadaan satgas di desa-desa diharapkan mampu meminimalisir terjadinya penyalahgunaan napza khususnya di kalangan masyarakat kita yang terdekat. Pada kesempatan ini pula, saya berharap satgas ini dapat menunjukkan kinerjanya dengan maksimal dan senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak agar perang melawan napza ini dapat berjalan efektif.
Berkenaan dengan hal tersebut di harapkan satgas juga kepa­da seluruh anggota organisasi kemasya­rakatan untuk meningkatkan peran dan kepeduliannya kepada anak-anak dan generasi muda kita. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan dengan selalu memberi perhatian tanpa mengekang kebebasan generasi muda kita dalam berekspresi. Peran orang tua juga sangat diperlukan untuk memberikan pengawasan lebih pada putra-putrinya. Saat ini penyebaran narkoba dilakukan melalui berbagai cara yang tidak terduga, karena pengawasan orang tua terhadap pergaulan putra-putrinya mutlak diperlukan.
Pemkab Sleman terus berkomitmen memberantas penyalahgunaan narkoba terutama di kalangan generasi muda. Hal ini terkait dengan upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing di tahun 2015, sebagai visi pembangunan Kabupaten Sleman, harus diawali dengan terwujudnya generasi muda yang berkualitas. Pemkab. Sleman lebih menekankan pada upaya pencegahan terhadap narkoba daripada upaya rehabilitasi korban narkoba, sehingga aktivitas pemberantasan Narkoba diarahkan untuk mencegah masyarakat, khususnya generasi muda dari bahaya narkoba. Oleh karena itu, Saya meminta para guru, pendidik, dan pihak sekolah lebih aktif dan kreatif dalam memberikan pengertian kepada peserta didik akan bahaya narkoba.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman berupaya untuk terus melakukan upaya preventif untuk mencegah peredaran narkoba yang berkoordinasi dengan sejumlah LSM penanganan NAPZA. Disamping itu, seluruh Puskesmas di Kabupaten Sleman juga terus melakukan sosialisasi dan screening ke sekolah-sekolah seperti yang telah dilaksanakan di beberapa SMK. Dan diharapkan pula setelah dibentuknya satgas ini jangan jadi mati suri namun diharapkan lebih bermakna dan benar-benar berperan aktif didalam meminimalisir peredaran narkoba yang ada di Desa Donoharjo kususnya dan kabupaten Sleman Umumnya, serta buatlah laporan setiap ada pertemuan yang secara berkesinambungan sehingga nantinya akan mudah mengevaluasi dengan segenap anggota Satgas kegiatan-kegiatan apa saja yang sudah dilakukan dan program apa yang di jalankan oleh satgas.

3
Jul

Bupati Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Bersih

Puncak  Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kabupaten Sleman dilaksanakan, Rabu, 3 Juli 2013 di Pendopo Ambarukmo. Acara dihadiri oleh Bupati Sleman beserta ibu, Ketua DPRD Sleman, Camat,serta pejabat lainnya.

Menurut Dra. Epipana Kritiyani, MM, Kepala Kantor LH Sleman Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2013 ini “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan”. Kegiatan yang dilakukan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yakni Lomba Lingkungan Hidup yang diikuti 9 kecamatan untuk 4 kategori yaitu perintis lingkungan hidup juara I Winarta dari Turi dengan kegiatan Pemanfaatan Nutrisi Hayati untuk Pertanian Organik, Kategori penyelamat Lingkungan Hidup Juara I Kelompok Bank Sampah Sayuti Melik Pakem dengan kegiatan pengelolaan sampah mandiri dan lingkungan, Kategori pengabdi lingkungan hidup Juara I Muslikah, AMKL, Petugas Sanitarian UPT Puskesmas Sleman dengan kegiatan penampingan dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan kesehatan dan lingkungan, Kategori Pembina lingkungan hidup Juara I H. Habib Habudin Ngemplak dengan kegiatan Peternakan Syariah dan Pertanian Organik. Juga dilaksanakan Lomba Cerdas Cermat Bidang Lingkungan Hidup tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, Evaluasi Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan (Adiwiyata), Evaluasi Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan, Lomba Emisi dan Uji Petik Kendaraan bermotor roda empat, lomba kebersihan dan keteduhan kota kecamatan dan pendistribusian tanaman 8428 ke sekolah, perumahan, mahasiswa KKN, LSM, Perguruan Tinggi, Padukuhan desa dll.

Bupati Sleman dalam sambutannya mengemukakan tema ini hari lingkungan hidup memberikan gambaran yang mudah serta membuka kesadaran masyarakat atas pentingnya menyikapi pemanfaatan makanan dan sumber daya alam termasuk pemanfaatan bahan makanan secara bijak. Upaya merubah pola konsumsi merupakan sebuah budaya yang harus diciptakan untuk mengubah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang memboroskan dan ‘memubazirkan’ makanan menjadi limbah dapat merugikan tidak hanya dari sisi keuangan namun juga menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan. Untuk itu perlu mengedukasi anak-anak membiasakan diri makan secukupnya sesuai dengan porsi makanan yang tepat.

Pemeliharaan lingkungan hidup bukan hanya menjadi tanggung jawab instansi lingkungan hidup namun juga seluruh stakeholder termasuk swasta dan masyarakat. Oleh karena itu perlu usaha bersama untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman. Upaya pelestarian ekosistem juga dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan memaksimalkan pemanfaatan halaman dan pekarangan dengan tanaman sayur dan tanaman obat keluarga. Upaya ini tentu dapat sekaligus membantu ekonomi keluarga. Yang tidak kalah pentingnya harus menata kembali manajemen pengelolaan sampah. Masyarakat harus menghilangkan budaya membakar sampah yang dapat merusak lingkungan. Membiasakan diri memilah sampah sesuai sifatnya juga akan sangat membantu menjaga lingkungan. Upaya pemilahan sampah juga harus didukung dengan mengurangi penggunaan plastic dalam kehidupan sehari-hari.

Terkait dengan upaya pelestarian hutan, Sleman masih memiliki tugas berat. Di wilayah Kabupaten Sleman ini juga terdapat lahan kritis dan lahan potensial kritis seluas 40.570,58 ha yang harus segera ditangani.  Oleh karena itu, dengan momentum Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Bupati mengajak untuk  meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan serta upaya untuk pemulihan dan pelestarian hutan. Untuk menyelamatkan lingkungan dengan gerakan menanam pohon, khususnya di lokasi lahan kritis.

Acara juga diisi dengan pentas kesenian Tari Sapu Erina Dwiyoga dari MTS I Yogyakarta dan dilanjutkan dengan penanaman pohon di depan Pendopo Ambarukmo yakni pohon Kalpataru Oleh Bupati Sleman, pohon Lerak oleh Ketua DPRD Sleman, pohon Kanthil oleh GM Ambarukmo Plaza dan pohon Kenari oleh GM Royal Ambarukmo.

3
Jul

SMK Muhammadiyah Pakem Penuhi ISO 9001:2008

Pada Hari Selasa tanggal 2 Juli 2013 SMK Muhammadiyah Pakem menerima sertifikat ISO dari PT. TUV Rheinland Indonesia yang bertempat di Aula SMK Muhammadiyah Pakem. Acara tersebut di hadiri oleh Bupati Sleman Drs.H. Sri Purnomo,Msi mengatakan dengan di terimanya sertifikat ISO ini diharapkan SMK Muhammadiyah Pakem harus menjadi langkah awal dalam mewujudkan manajemen sekolah dengan standar yang lebih baik.

Berdasarkan peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan (SNP) Pasal 2 ayat 1 disebutkan bahwa: lingkup standar Nasional Pendidikan yang harus di penuhi dan dikembangkan oleh sekolah meliputi delapan standar, yakni standar isi, standar proses, standar kelulusan, standar sarana prasarana, standar pendidikan, standar tenaga kependidikan, standar pengelolahan, standar penilaian, dan standar pembiyayaan.Sebagai sekolah baru dengan standar manajemen mutu ISO 9001:2008 memiliki tugas dan tantangan yang menarik untuk merealisasikan delapan standar nasional tersebut. Diterimanya Sertifikat ISO ini merupakan bukti pengakuan atas kualitas SMK Muhammadiyah Pakem agar seluruh keluarga SMK Muhammadiyah Pakem tidak berpuas diri dan terlena. Penyerahan sertifikat ISO ini juga memiliki konsekuensi kepada SMK Muhammadiyah Pakem, yaitu terus mempertahankan konsitensi kualitasnya, baik di dalam sistim dan proses pembelajarannya maupun tata kelola sebagai sebuah organisasi sekolah. Oleh karena itu guru dan pembina sekolah harus mendidik siswa sehingga memiliki kopetensi dan profesionalisme di bidangnya masing-masing. Lebih lanjut Bupati Sleman memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada SMK Muhammadiyah 1 Moyudan yang telah memberikan bimbingan dan pendampingan kepada SMK Muhammadiyah Pakem sehingga mampu memperoleh sertifikat ISO dan bagi SMK Muhammadiyah Pakem prestasi ini menjadi sangat membanggakan karena itu mampu memperoleh sertifikat ISO dengan biaya mandiri tanpa bantuan dari Pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Pakem Drs. Muhadi Tuante mengucapkan terimakasi atas bantuannya dari semuah pihak sehingga bisa diterimanya ISO 9001:2008 sehingga akan menambah kualitas mutu pendidikan di SMK Muhammadiyah Pakem ini dan sehingga mampu .bersaing. Selanjutnya direktur PT. TUV Rheiland Indonesia Cornelius Tono Enfantrianto memberikan apresiasi bahwa SMK Muhammadiyah Pakem dapat menjadi pilot atas kemadiriannya untuk memperoleh sertifikat ISO 9001-2008.

Setelah memperoleh Sertifikat ISO 9001-2008, mempertahankan itu lebih sulit dari pada mendapatkannya, jadi konsistensi dari penerapan ISO ini sangat di butuhkan dan tentunya didukung oleh komitmen dari seluruh warga SMK Muhammadiyah Pakem ini . Dirut PT. TUV mengingatkan bahwa pencapaian ini bukan menjadi tujuan akhir tapi masih harus berupaya mencapai yang jauh kedepan, dan mengucapkan selamat atas pencapaian sistem manajemen mutu ini diharapkan bahwa SMK Muhammadyah Pakem ini semakin mantap sebagai insitusi, memberikan pelayanan yang terbaik untuk siswa hingga pada akhirnya nanti para tamatan bisa menapaki kehidupan yang mendatang dengan lebih baik.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.