Arsip Kategori: Berita

21
Mar

Nikolaus Kondomo, Kajari Sleman yang Baru

Sleman, 19 Maret 2014 bertempat di ruang Keraton Ballroom lantai 2 Royal Ambarukmo Hotel berlangsung  pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Sleman.  Dalam kesempatan tersebut hadir Bupati Sleman beserta forum komunikasi pimpinan daerah.  Hendrik P, kepala kejaksaan negeri sleman yang lama mendapatkan ketugasan baru sebagai Asisten Intel kejaksaan tinggi Jawa tengah dan sebagai kepala kejaksaan negeri Sleman yang baru adalah Nikolaus Kondomo yang berasal dari Merauke.  Dalam sambutannya Hendrik P, menyatakan bahwa selama menjalani ketugasan sebagai Kajari Sleman, dirinya merasa sangat terbantu dengan pimpinan-pimpinan lintas sektoral yang intens dalam berkomunikasi, sehingga apabila terjadi permasalahan dapat segera ditangani, Hendrik P, berharap agar kerja sama yang baik ini dapat terus ditingkatkan, walaupun nantinya dirinya sudah tidak bertugas di Sleman, tentunya Kajari Sleman yang baru, Nikolaus Kondomo dapat meneruskan kerja sama yang baik selama ini.

Bupati Sleman mengucapkan Selamat kepada Nikolaus Kondomo yang akan menjalankan amanah seba­gai Kepala Kejaksaan Negeri Sleman. Sri Purnomo berharap agar Kajari yang baru dapat segera menyesuaikan dengan suasana dan tanggung-jawab kerja yang baru dan kepada Hendrik P, Bupati Sleman atas nama Pemkab Sleman mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas kerjasama, karya, dan dedikasinya dalam usaha mengawal penegakan hukum di wilayah Kabupaten Sleman selama bertugas di Sleman. Bupati Sleman juga mengingatkan bahwa tugas dan tantangan ketugasan di Sleman ini cukup berat, karena Sleman memiliki angka kriminalitas yang cukup tinggi, tetapi dengan upaya yang strategis penegakan hukum dengan prinsip-prinsip keadilan tentunya hal tersebut dapat ditekan.***


20
Mar

Pemilihan Dimas Diajeng Sleman Buka Peluang Jadi Duta Budaya

Pemilihan Dimas Diajeng Sleman tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Ikatan Dimas Diajeng Sleman (IDDS) akan ditutup pada hari Sabtu 29 Maret 2014 besok. Pemilihan Dimas Diajeng Sleman ini berhadiah total sebesar Rp.25 juta. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM Rabu 19 Maret 2014 di kantornya Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman Yogyakarta.

Ayu mengajak agar para calon peserta yang sudah mengambil ataupun mendownload formulir pendaftaran agar segera dilengkapi dan dikirimkan kembali di tempat-tempat penerimaan pendaftaran, yaitu di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman, Radio Geronimo Jl. Gayam Yogyakarta, Radio Unisi Jl. Demangan No. 24 dan Radio Swaragama Bulaksumur Blok H No.5.

Ayu juga mengajak generasi muda yang memiliki kriteria sesuai persyaratan pemilihan Dimas Diajeng Sleman agar memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan tersebut. Karena komunitas Dimas Diajeng Sleman ternyata dapat memberikan pembelajaran yang sangat positif bagi pengembangan kepribadian, keilmuan maupun pengembangan karir bagi para anggotanya. Paling tidak melalui bergabungnya dengan komunitas Dimas Diajeng Sleman para anggotanya akan memiliki pengaalaman, ketrampilan dan kecakapan yang nyata dalam berbagai hal, diantaranya public speaking, human relation, media relation, dsb.

Pemilihan Dimas Diajeng Sleman merupakan upaya yang strategis dalam mendidik generasi muda secara dini untuk menjadi generasi yang memiliki kesadaran dan ketahanan budaya yang tinggi. Dimas Diajeng Sleman diharapkan bisa menjadi motivator dan teladan bagi generasi muda dan keberadaannya sebagai salah satu ikon sumberdaya manusia yang berbudaya, berkarakter, cerdas, kreatif dan, berwawasan luas. Diharapkan pula mereka mampu mengedepankan jati diri budaya lokal serta mendukung kemajuan Kabupaten Sleman, khususnya di bidang kebudayaan dan pariwisata.

Oleh karenanya kedepan diharapkan calon-calon yang terpilih dalam ajang Pemilihan Dimas Diajeng Sleman ini memiliki peran yang strategis sebagai generasi panutan bagi generasi muda dan dapat mengemban misi sebagai duta budaya dan pariwisata bagi Kabupaten Sleman pada khususnya dan DIY pada umumnya.

Syarat yang harus dipenuhi para peserta Pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2014 adalah WNI usia 17 – 24 tahun, belum menikah, berat dan tinggi badan proporsional dengan tinggi badan minimal 165 cm untuk Dimas dan 160 cm untuk Diajeng. Selain itu juga sehat jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang menarik, berprestasi, dinamis, kreatif dan komunikatif serta menguasai bahasa asing minimal bahasa Inggris.

Peserta mengisi formulir pendaftaran, menyerahkan 2 lembar pas foto berwarna ukuran 4 x 6, foto close-up dan seluruh badan  terbaru dengan background putih, foto copy KTP dan KTM, foto copy ijazah SMA/ sederajad, mengisi formulir yang disediakan atau dapat didownload di twitter @dimjengsleman dan www.tourismsleman.com serta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp.50.000,-

Pendaftaran dibuka hingga Sabtu 22 Maret 2014. Pendaftaran dapat dilakukan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Jalan KRT. Pringgodiningrat 13, Beran, Tridadi, Sleman, telpon (0274) 869613 pada jam kerja dan di Radio Geronimo Jl. Gayam Yogyakarta, Radio Unisi Jl. Demangan No. 24 dan Radio Swaragama Bulaksumur Blok H No.5. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Dimas Anindita (0878-3969-2730) dan Dimas Billy (0857-4797-9696).

Dalam seleksi tersebut akan ditentukan pemenang lima besar, yaitu Dimas Diajeng Sleman 2013, Wakil I, Wakil II, Harapan I dan Harapan II serta Pemenang Atributif lainnya meliputi Dimas Diajeng Favorit dan Persahabatan.

Secara rinci seleksi yang harus dilalui para peserta meliputi test tertulis (pilihan ganda dan isian singkat tentang pengetahuan pariwisata dan kebudayaan Yogyakarta, khususnya Sleman), wawancara ( pariwisata, kebudayaan Jawa, intelegensia, pengetahuan umum, public speaking, dan unjuk bakat).
19
Mar

Kelompok Tani Sedyo Makmur Jadi Tujuan Studi Banding

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, Rabu, 19 Maret 2014 menandatangani Prasasti kandang kelompok sapi Sedyo Makmur di Ngemplak I Umbulmartani Ngemplak. Jumlah kandang 36 buah dengan populasi sapi sebanyak 115 ekor milik 42 anggota kelompok. Menurut Ketua Kelompok Sedyo Makmur Drs. H. Wiharjana kandang kelompoknya berdiri di atas lahan tanah kas desa Umbulmartani pada akhir tahun 2013 lalu mendapat bantuan 35 ekor sapi dan saat ini telah berkembang menjadi 52 ekor. Dan selanjutnya untuk pupuk organik dari kotoran sapi akan diberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkannya. Dengan bangga Wiharjono juga menyampaikan kelompoknya telah menjadi tempat tujuan untuk study banding dari luar daerah di antaranya dari UNDIP Semarang, dari Kalimantan Tengah, Wai Kanan Lampung, Rongkop Gunung Kidul, Sulawesi Selatan, Kab Tulang Bawang  bersama Bupati serta perangkatnya dan masih banyak lagi tamu dari luar daerah.

Sebelum meninjau kandang kelompok Sedyo Makmur, Bupati juga menyempatkan meninjau hasil pembangunan bantuan dari PNPM Mandiri Desa Umbulmartani yang dimanfaatkan untuk pembangunan Sekolah PAUD, dan lahan pertanian dan perkebunan yang nantinya akan dimanfaatkan untuk wisata keluarga. Anak-anak PAUD diajari menanam dan nantinya memanen sendiri hasil pertanian dan perkebunan dan selanjutnya yang memasak adalah guru dan orang tua siswa. Bupati kemudian meresmikan jalan usaha tani dan pembangunan talud masyarakat Ngemplak I sepanjang 267 m dengan dana Rp 97,7 juta. Dalam kesempatan ini Bupati Sleman didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan dan Jajarannya, Ketua Komisi A DPRD Sleman, Rendradi Suprihandoko, SH, Camat Ngemplak dan Kades Umbulmartani.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan setelah mengadakan peninjauan ke kandang kelompok merasakan bahwa para peternak telah bekerja dengan profesional terbukti dengan peningkatan populasi ternak sapi selama satu tahun telah dapat berkembang dengan baik. Dengan upaya masyarakat Umbulmartani yang secara gotong royong telah berhasil pula mewujudkan pembangunan jalan usaha tani, kandang kelompok dari bantuan Kementerian Pertanian.  Selain itu juga swadaya masyarakat dalam membangun jalan usaha tani ini juga patut diberi apresiasi yang tinggi mengingat dari bantuan 50 juta untuk pembangunan jalan, masyarakat Umbulmartani mampu menggali swadaya hingga  100 juta. Keberhasilan masyara­kat dalam membangun sarana jalan ini menunjukkan tingginya kesadaran dan rasa handarbeni masyarakat terhadap pembangunan daerahnya. Semoga hal ini dapat dijadikan contoh bagi kelompok masyarakat lainnya dalam berpartisipasi membangun daerahnya.  Selain itu, kegotongroyongan dalam mewujudkan unit pengolah pupuk organik (UPPO) juga memberi nilai plus bagi para petani yang ada di wilayah Umbulmartani dan sekitarnya. Keberadaan UPPO diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik bagi petani di Umblmartani dan sekitarnya. Terlebih di wilayah Sleman ini memiliki potensi bahan baku produksi pupuk organik. Kotoran ternak bila dikelola dengan baik dan benar juga dapat memiliki nilai ekonomis.***

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.