Arsip Kategori: Berita

29
Sep

448 Siswa Ikuti MTQ Sekolah Umum


Sleman, 27 September 2014 bertempat di SMKN 2 Depok Mrican Gejayan, dilaksanakan MTQ pelajar umum (SD,SMP,SMA,SMK) se kabupaten Sleman tahun 2014.  Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.  Dalam kesempatan tersebut turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sleman Yuni Satya Rahayu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sunartono, Assekda Bidang Pembangunan Suyamsih, Ka. Dis Dikpora Sleman Arif Haryono, dan jajaran forum koordinasi komunikasi Kecamatan Depok.
Dalam laporannya, Arif Haryono menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan ketrampilan baca tulis Al-quran serta pendalaman isinya, memupuk rasa cinta Al-Quran, meingkatkan penghayatan dan pengamalan agama islam dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan motivasi membaca Al-Quran, dan menumbuh kembangkan minat bakat kemampuan bidang seni keagamaan.  Jenis Musabaqoh yaitu, MTQ dan puitisasi saritilawah putra-putri SD, Musabaqoh Tilawah Al-Quran putra dan putri SMP,SMA/SMK, Musabaqoh Tartil Al-Quran (MTtQ) putra-putri SD,SMP,SMA/SMK, Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) putra-putri SD,SMP,SMA/SMK, Musabaqoh Adzan (MAz), lomba pidato/ceramah agama islam putra-putri SD,SMP,SMA/SMK, Lomba Cerdas Cermat Agama (CCA) SD,SMP,SMA/SMK, Musabaqoh Seni Lukis Islam SD, Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ) SMP,SMA/SMK, lomba nasyid putra SMA/SMK, lomba kaligrafi putra-putri SMP,SMA/SMK, lomba kebersihan dan kemakmuran mushola sekolah (LKKMS) SD, SMP,SMA/SMK.  Kegiatan ini diikuti oleh 448 orang siswa-siswi dari sekolah umum yang ada di Sleman.  Kegiatan ini juga merupakan ajang seleksi bagi siswa-siswi yang akan dikirimkan ke MTQpelajar sekolah umum tingkat DIY yang akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2014.  Arif haryono juga melantik dewan hakim yang akan bertugas pada kegiatan tersebut, dewan hakim yang dilantik berjumlah 78 orang.
Bupati Sleman,Sri Purnomo membuka yang membuka kegiatan tersebut, yang sekaligus memberikan sambutan dan pengarahan pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa, kegiatan ini sangatlah positif karena kegiatan ini dapat membentuk generasi muda yang yang berakhlakul karimah dan Qur’ani.  Sesuai dengan tema MTQ kali ini yaitu “dengan musabaqah tilawatil qur’an pelajar, kita wujudkan generasi muda yang berakhlakul karimah dan Qura’ni”.  Sri Purnomo, menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk, pedoman hidup, peringatan merupakan wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, orang yang membaca Al-Qur’an akan memperoleh ketenangan hati dalam kehidupannya.  Selain itu dengan mengajarkan Agama Islam dan Al-Qur’an sejak dini, berarti mempersiapkan generasi muda yang berakhlakul karimah, Qur’ani dan tentunya mampu bersaing di tengah persaingan era gobalisasi.  Sehingga mampu mewujudkan Indonesia yang baldatun toyibatu warabbun ghafur sesuai yang dicita-citakan.



26
Sep

Pameran Produk Organik Lereng Merapi

Dalam rangka menyongsong Hari Pangan Sedunia, Pemkab Sleman mulai besok Jumat 26 September 2014 akan mengadakan Pameran Organik Merapi di Plaza Ambarukmo lantai 3. Pameran tersebut akan berlangsung selama 3 hari, dalam pameran tersebut akan ditampilkan aneka produk organik dari Kabupaten Sleman. Produk tersebut antara lain salak Beras Organik, Susu Organik, Jamur Organik, Salak Organik dan jenis olahan lain dengan bahan dasar tersebut. Disamping itu akan ditampilkan pula Jambu Organik Dalhari. Momen ini sekaligus untuk memberikan dukungan kebangkitan petani lereng Merapi yang tidak hanya sudah mulai beraktivitas dalam sektor pertanian, tetapi lebih jauh lagi telah dapat meningkatkan kualitas produk pertanian berikut olahan produknya. Dalam event tersebut juga akan tampil produk lereng Merapi baik dari Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabuypaten Klaten dan Sleman sebagai tuan rumah.

Masyarakat umum bisa menyaksikan aneka produk dari keempat kabupaten tersebut yang akan menampilkan aneka produk organik. Yang jelas pameran tersebut merupakan rangkaian Hari Pangan Sedunia yang puncaknya untuk kabupaten sleman akan berlangsung tanggal 9 Oktober 2014. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno disela sela pantauan Hewan Kurban di Pasar Hewan Gamping Kamis 25 September 2014. Lebih lanjut disampaikan Widi bahwa selama ini yang bisa masuk di Mall kebanyakan produk souvenir, tapi untuk saat ini produk makanan organik mulai menembus mall.
Dengan produk Organik diharapkan masyarakat akan lebih familier terhadap produk organik   yang ternyata lebih sehat dibanding produk dengan treatment bahan kimia. Diakui memang produk organik relatif lebih mahal dibanding produk dengan bahan kimia, tetapi dari segi kesehatan jauh lebih banyak memberikan keuntungan.
26
Sep

Sri Purnomo Tinjau Langsung Kesiapan Hewan Kurban

Untuk menjamin bahwa hewan kurban betul-betul sehat dan memenuhi persyaratan Dinas pertanian, perikanan dan kehutanan kabupaten sleman melalui Bidang Peternakan mulai melakukan pantauan disejumlah pasar hewan di Sleman. Untuk memantau kesehataan hewan korban di beberapa pasar tersebut telah dikerahkan   beberapa petugas. Disamping itu pada pelaksanaan hari Raya Idul Adha nanti pada waktu penyembelihan  juga akan dikerahkan petugas pemantau  sebanyak 187  petugas, 55 diantaranya dari kedokteran UGM.  Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo  saat pantauan hewan kurban di Pasar Gamping Kamis 25 September 2014. Lebih lanjut disampaikan bahwa disamping pantauan kesehatan hewan kurban, petugas juga akan memantau cara dan tehnik penyembelihan hewan kurban. Hal tersebut dilakukan agar baik cara penyembelihan maupun hewan kurbannya sendiri memenuhi persayaratan yang ditentukan menurut agama. Ikut mendampingi pada kesempataan tersebut Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan kehutanan Ir. Widi Sutikno, Msi, Kepala Bidang Peternakan Ir. Suwandi Aziz.  Camat Gamping Priyo Handoyo, SH. Msi, Kepala UPT Pasar Hewan Gamping Ir. Rudi Suryanto.

Pada kesempataan tersebut Bupati Sleman secara simbolis juga menyerahkan buku panduan Pemotongan Hewan Qurban kepada pedagang dan masyarakat di pasar Hewan Gamping. Diharapkan dengan buku panduan tersebut masyarakat akan lebih paham dalam memilih hewan kurban yang sesuai dengan ketentuan antara  lain hewan tersebut tidak sakit, cacat dll. Disamping itu pada waktu penyembelihan nanti hewan kurbannya waktu disembelih tidak mengalami kesakitan, itu semua adaa tata caranya dalam buku panduan. Yang tidak kalah pentingnya menurut bupati waktu penyembelihan nanti bila dijumpai daging sapi kurban ada cacing hatinya diatas 50 % harus dimusnahkan, tidak boleh dibagikan untuk dikonsumsi. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Parikanan dan Kehutanan kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno menambahkan bahwa pantauan hewan kurban tersebut dalam upaya agar hewan kurban tersebut benar sehat dari berbagai penyakit yang sering menjangkiti hewan, beberapa penyakit hewan yang perlu diwaspadai tersebut antara lain  Anthrax, sebab pada beberapa tahun lalu wilayah pakem termasuk endemis antrax. Disamping itu masuknya hewan kurban yang masuk di Sleman perlu pengawasan yang baik untuk menghindari kemungkinan yang paling buruk.

Untuk korban tahun ini kebanyakan masyarakat mencari hewan untuk korban langsung ke pasar, berbeda dengan tahun sebelumnya masyarakat mencari hewan kurban pada petani. Kalau mencari hewan kurban ke pasar akan lebih mudah dengan berbagai pilihan dan harga tergantung kemampuan keuangan yang ada. Diharapkan pula pada waktu penyembelihan hewan kurban yang perlu dipertikan adalah penggunaan alas untuk penempatan daging, artinya tidak hanya ditaruh dilantai saja hal tersebut untuk menjaga kesehatan dan keberrsiha daging. Ditekankan pula untuk pendistribusian daging kurban dianjurkan untuk memakai plastik yang berwarna putih meskipun semuanya mengandung kimia, tetapi akan lebih baik dibanding menggunakan plastik yang berwarna hitam atau yang lain. Yang jelas tambah Widi Sutikno untuk menjaga kehatan hewan kurban  setiap hewan yang masuk di pasar hewan selalu diperiksa, termasuk hewan yang keluar pasar. Hal tersebut semata-mata untuk menjaga kesehataan dan keamanan hewan kurban. Kedepan tambah Widi Pemerintah pusat akaan memfasilitasi  sarana untuk penimbangan hewan kurban, artinya hewan kurban tersebut akaan ditimbang berapa beratnya, tinggal mengalikan berapa hargaa daging perkilogramnya saaat traksaksi terjadi. Hingga masyarakat akan lebih pasti  besaaran sapi/daging tersebut, karena saat ini masyarakat dalaam membeli hewan kurban hanya berdasarkan perkiraan/taksiran.

Sementara itu jumlah hewan kurban yang masuk di Pasar Hewan Gamping  pada tahun 2011 untuk Sapi sebanyak 40.009 Kerbau 148, Kambing 4.214. Taahun 2012 Sapi 40.006, Kerbau 95 dan Kambing 3.834 ekor dan pada tahun 2013 Sapi 34.615 ekor Kerbau 56 ekor dan Kambing 3.475 ekor. Sedang yang terjual pada tahun 2011 untuk Sapi sebanyak 22.272, Kerbau  99 dan Kambing 1.395 ekor. Tahun 2012 Sapi yang terjual 26.426 ekor, Kerbau 66 dan Kambing 1.218 ekor dan paada tahun 2013 Sapi yang terjual mencapai 20.648, Kerbau 43 dan Kambing 1.178 ekor. Nilai transaksi  penjualan hewan kurban pada tahun 2011 mencapai Rp. 157.545.400.000. tahun 2012 naik menjadi Rp. 197.931.650.000 dan pada tahun 2013 turun lagi menjadi Rp. 167.176.650.000.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.