Arsip Kategori: Berita

10
Jul

Olahan Nila “Ninajo” dari Nayan Juga Alami Peningkatan Permintaan

Dusun Nayan, salah satu Dusun yang terletak di wilayah Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman ternyata menyimpan potensi kuliner yang tidak biasa. Jika biasanya ikan nila hanya diolah dengan cara digoreng, dipepes atau dibakar, ditangan Heri Santoso dan petani Nila di Dusun Nayan, ikan Nila dapat diolah menjadi produk olahan yang lebih beragam, seperti Nugget Nila, Sosis Nila, Bakso Nila, Otak-Otak, Baby Nila Crispy bahkan dawet Nila.
Berdiri pada pertengahan tahun 2012 Unit Pengelolaan Ikan Mino Ngudi Lestari yang digawangi oleh Heri Santoso terinspirasi dari Program CSR (Corporate Social Responsibility) yang diselenggarakan oleh Pertamina di Tahun 2011. Terobosan yang dilakukan dalam pengolahan ikan nila ternyata berdampak positif terhadap penghasilan para petani nila di Dusun Nayan. Jika ikan nila segar dibandrol dengan harga 20.000/Kg, ketika sudah diolah menjadi produk olahan bisa menjadi dua kali lipat dari harga bahan mentah. Dalam sehari bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi produk olahan bisa mencapai 20 Kg/produk.
Dengan Merk dagang Ninajo, produk olahan nila saat ini dipasarkan tidak hanya di wilayah Yogyakarta, namun sudah merambah ke daerah-daerah lain seperti Bandung, Solo, Magelang dan Cirebon. Namun untuk wilayah diluar Yogyakarta, produk olahan yang dipasarkan hanya berupa olahan kering, seperti  Baby Nila Crispy, karena produk olahan ini sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet dan MSG.
Tingginya minat konsumen terhadap produk olahan tersebut terlebih di saat musim Lebaran seperti sekarang ini dirasa sedikit sulit untuk dipenuhi. Hal ini terkendala dari SDM produksi yang minim yakni hanya berjumlah 5 (lima) orang dan bahan baku yang terbatas. Tidak jarang bahan baku harus didatangkan dari Kecamatan Cangkringan dan Kecamatan Berbah.***
9
Jul

SMP di Sleman Menjadi Favorit Pendaftar Siswa Baru

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI. memantau  penerimaan siswa SMP dihari terakhir, Rabu, 8 Juli 2015. Pantauan dilakukan di SMP N 2 Sleman, SMPN 1 Sleman, SMPN 2 Turi dan SMP N 4 Pakem. Dalam pemantauan ini  Bupati didampingi Assek II Dra. Suyamsih, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Sleman Arif Haryono SH.

Dalam pantauan di SMPN 2 Sleman baik orang tua dan siswa pendaftar banyak yang datang untuk memantau nilai di layar monitor yang disediakan di Aula setempat. Sementara di SMPN 1 Sleman dan SMPN 4 Pakem baik orang tua maupun siswa tidak ada yang memantau di Sekolahan karena mereka bisa memantau dari rumah masing-masing. DI SMPN 2 Sleman daya tampung 192 siswa sementara pendaftar yang berminat ada 225 dan yang mengambil formulir 435 siswa. Nilai tertinggi 28,80 terendah 25.25 siswa. Untuk SMPN I Sleman daya tampung 224 siswa sementara pendaftar yang berminat ada 240 dan yang mengambil formulir 425 siswa. Nilai tertinggi 29,60 terendah 24 siswa. Pantauan di SMPN 2 Turi sampai dengan jam 13.30 masih kekurangan 6 murid dari daya tampung  128 siswa baru ada pendaftar 122 siswa.Sedangkan untuk nem tertinggi 28,45 dan terendah 20,9. Beda kondisi di SMPN 4 Pakem  yang memiliki kouta 160 siswa terpenuhi dengan nilai tertinggi 30,1 terendah 27.7, sebagian besar sebanyak 34 siswa dari SD percobaan 3, SD MOdel 17 siswa dan sisanya dari SD sekitar maupun dari SD Sapen.
Bupati Sleman dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa tingkat kesiapan orang tua dan siswa sudah baik karena mereka memilih sekolah berdasarkan NEM dan memantau peluang-peluang yang pasti bisa diterima sehingga tidak ada kepanikan dalam memilih sekolah. Sementara untuk sekolah yang kekurangan murid tidak masalah karena prinsip semua murid dapat tertampung di sekolah. Justru yang bermasalah bila kelebihan murid harus menyediakan tambahan faslitas untuk dapat memenuhi kebutuhan belajar mengajar.
8
Jul

Pengemudi, Relawan, Pengelola Parkir Peroleh Pembekalan

Pembekalan teknis dalam rangka pelaksanaan monitoring angkutan lebaran tahun 2015 yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati menghadirkan nara sumber Ipda Margono dari Polres Sleman, juga Kepala Dishubkominfo Drs. Agoes Soesilo Endriarto. Pembekalan dibuka oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, yang menyampaikan bahwa sebagai penopang angkutan lebaran dan dunia pariwisata di Sleman, baik pengusaha bengkel, pengelola perparkiran , relawan maupun pengemudi angkutan umum agar memberikan pelayanan yang terbaik bagi pemudik dan pengguna jasa angkutan. Lebih lanjut disampaikan bahwa tempat-tempat yang rawan kemacetan maupun rawan kecelakaan harus diantisipasi dari awal.

Disampaikan pula bahwa  dengan pelayanan yang baik dan sopan maka masyarakat yang meninggalkan sleman akan terkesan baik, dan itu merupakan modal perkembangan pariwisata di Sleman. Terlebih bagi mereka yang bertugas dan beraktivitas di lokasi-lokasi keramaian dan wisata.  Yang jelas bila kita memberi pelayanan yang baik dan memuaskan bagi pengunjung dan pengguna jasa transportasi di kabupaten sleman maka kabar dan berita tersebut akan mudah tersebar, yang pada akhirnya akan memberi nilai positif bagi Kabupaten Sleman.
Menyinggung tempat-tempat rawan kecelakaan dan kemacetan di berbagai ruas jalan, bupati minta agar instansi terkait mengantisipasi hal tersebut, termasuk mendirikan pos-pos pengamanan di titik yang dianggap rawan.
Sedangkan Agoes Soesilo melaporkan bahwa peserta dalam pembekalan tersebut 50 orang relawan, 30 orang pengemudi  angkutan umum, 10 orang pengusaha bengkel dan 10 orang pengelola perparkiran.
Sementara itu Ipda Margono dari Polres Sleman menyampaikan bahwa angka kecelakaan tahun ini mulai bulan Januari sampai dengan Juni 2015  terjadi 264 kecelakaan, dengan 18 luka berat, 73 meninggal dunia dan 964 luka ringan. Dan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan yang melintas di area Kabupaten Sleman akan didirikan beberapa Posko pengamanan lebaran, antara lain di perbatasan Jateng DIY di Tempel, Jalan Wates dan Jalan Solo.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.