Arsip Kategori: Berita

26
Aug

Kini PD BPR Bank Sleman Miliki Layanan ATM

Untuk Pertama kali di DIY, Bank Milik Pemerintah yang memiliki layanan ATM yakni BPR Bank Sleman. Peresmian Layanan ATM Bank Sleman dilakukan Senin, 25 Agustus 2014 dengan acara yang cukup meriah dengan menghadirkan Artis Legendaris dari Ibukota Rafika Duri. Acara juga dihadiri oleh Bupati Sleman, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda, Assekda Pejabat Sleman, Camat dan Kades Serta Pimpinan OJK DIY, Pimpinan DI DIY, serta Direktur IT Bank Syariah Mandiri, Fahmi Ridho.

Dalam kesempatan ini Direktur Bank Sleman Moh Sigit, SE. MSI mengatakan peresmian layanan ATM dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah dalam bertransaksi dan sebagai wujud persembahan terbaik kepada nasabah dan dalam rangka meningkatkan daya saing Bank Sleman dalam menghadapi diberlakukannya masyarakat ekonomi Asean (AEC) 2015. Layanan ATM Bank Sleman ini terwujud berkat kerjasama BSM, PT X Link Jakarta dan PT SInergi Prakarsa Jakarta. Kartu Atm Bank Sleman nantinya dapat digunakan diseluruh mesin ATM BSM dan Bank Mandiri di seluruh Indonesia. Dan setelah peresmian akan dilakukan upgrade oleh BSM yang dapat digunakan untuk transfer dan belanja di semua merchant yang ada EDC BCA Prima dan EDC mandiri.
Ditambahkan oleh Sigit perkembangan kinerja Bank Sleman sampai bulan Juli 2014 yakni total aktiva 447 M naik 18 % dari tahun 2013, Dana masyarakat 310 M naik 26 %, Laba 12, 4 M naik 33 % dari tahun 2014 dan NPL(kredit macet) 0,2 %. Serta mendapat tambahan modal sebesar 59 M dari Pemkab Sleman sehingga jumlah keseluruhan modal disetor dari Pemkab Sleman sebesar 110 M.  Bank Sleman juga baru saja menerima penghargaan Golden Award dari infobank atas kinerja terbaik selama 5 tahun berturut-turut.
Sementara itu Firman Ridho (Dirut IT BSM) mengharapkan BSM dapat menjadi Anchor Bank yang selalu dapat memberikan pelayanan dan solusi yang terbaik dalam hal financial inclusion kepada BPR atau lembaga keuangan lainnya. Kerjasama Host To Host Co Branding Kartu ATM BSM dengan BPR Bank Sleman adalah kerjasama penerbitan kartu Co Branding serta penggunaan fasilitas ATM BSM dan jaringan ATM bank lain yang terkoneksi kartu (issuer kartu).  BSM merupakan anak usaha dari Bank Mandiri dan saat ini menguasai pangsa pasar untuk asset, dana pihak ketiga dan pembiayaan rata-rata diatas 25 %. Sejak berdiri 1 November 1999 hingga sekarang BSM telah memiliki 860 outlet di seluruh Indonesia. Per Juni 2014 asset BSM mencapai 62,78 Trilyun, Pembiayaan 49,6 Trilyun, dan pendanaan 55,14 trilyun. Nasabah per Juni mencapai 6 juta.
Sementara itu Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, dalam sambutannya menyambut baik peresmian ATM Bank Sleman karena akan memudahkan dan mempercepat pelayanan karena tidak terpengaruh dengan buka tutup kantor dan berharap dapat dibangun di semua kecamatan di Sleman. Sementara dengan adanya tambahan modal dari Pemkab Sleman yang longgar dalam pemanfaatannya dapat digunakan untuk membiayai aktivitas perekonomian masyarakat dan disisi lain Pemkab Sleman mendapatkan masukan laba sehingga jajaran Bank Sleman dituntut untuk menjalankan roda perbankan lebih baik untuk mencapai laba yang lebih besar.
Peresmian ATM ditandai dengan penyerahan Kartu ATM oleh Direktur Bank Sleman Kepada Bupati Sleman dan Perwakilan nasabah dilanjutkan dengan penarikan di atm oeh Bupati dan dapat berhasil.


24
Aug

Merti Dusun Tlogowono-Blendangan Dimeriahkan Drumband Gita Dirgantara AAU

Warga masyarakat dusun Blendangan dan Tlogowono mengungkapkan rasa syukurnya dengan menyelenggarakan kirab budaya dan merti dusun, Sabtu 23 Agustus 2014. Rasa syukur tersebut karena telah diberi hasil panen yang melimpah dan kondisi damai, aman dan tenteram. Kirab dan merti dusun melibatkan segenap unsur dan potensi. Iring-iringan kirab diawali oleh drumband Gita Dirgantara AAU Yogyakarta, kemudian diikuti oleh bregodo pajurit tlogo sandang, bregodo prajurit manunggaling kawulo, bregodo prajurit Purbaya, punokawan, punggawa prajadan bregodo prajurit Tegaltirto. Tidak ketinggalan berbagai potensi seni seperti gejog lesung Ngudi Lestari, kelompok othek ogleng, kelompok seni Jatilan Turonggo Seto Jagalan. Gunungan yang berisi hasil bumi dan kelompok paskiraka juga kelompok pemuda AKRAB unit anti NAPZA (GAMAN). Kirab dilepas oleh Camat Berbah, Tina Hastani. Kirab dimulai dari Lapangan desa Tegaltirto menuju dusun Tlogowono-Blendangan. Bregodo kiab kemudian diterima di Tlogowono dengan inspektur Bupati Sleman, Sri Purnomo. Kirab disaksikan oleh warga masyarakat di sepanjang jalan yang dialui kirab, dan yang menjadi pusat perhatian adalah drumband AAU Gita Dirgantara yang memukau warga yang jarang melihat aksi drumband AAU tersebut.

Menurut Kades Tegaltirto, Susilo Nugroho bahwa merti dusun tersebut telah dilakukan sejak tahun 2004 yang dimaksudkan selain sebagai wujud rasa syukur juga untuk menggalang segenap potensi masyarakat dan mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan dan gotong royong diantara warga masyarakat. Dijelaskan pula oleh ketua panitia, Ferry Siswanto bahwa segenap masyarakat terlibat dalam persiapan kirab sampai pelaksanaan, penyediaan nasi konsumsi, penggalangan dana dan kerjabakti. Susilo menambahkan bahwa acara tersebut juga merupakan pelaksanaan pencanangan Desa Budaya dan kantong budaya Tegaltirto dengan bantuan dana dari Danais melalui Dinas Budpar Sleman. Juga merupakan bagian dari pengembangan desa wisata BUMI JELITA (Budaya Mina Jelajah Wisata)

24
Aug

924 Calhaj Sleman Ikuti Manasik

Proses pelaksanaan Haji Kabupaten Sleman tahun 1435 H tahun 2014 telah dimulai dengan Manasik Calon Jamaah Haji yang dilaksanakan Sabtu 23 Agustus 2014 di komplek Stadion Tridadi Sleman. Manasik Haji itu sendiri dimulai dengan berkumpulnya calon jamaah haji di Stadion Tridadi yang diibaratkan sebagai Mekah, sedangkan miniatur Arafah ditempatkan di lapangan Denggung, Muzdalifah ditempatkan di depan Gedung Kesenian, sementara miniatur Mina ada di depan Puskesmas Pembantu Sleman, juga sebagai tempat jamarot. Jalannya manasik Haji diibartakan layaknya pelaksanaan ibadah Haji yang sebenarnya. Dengan pelaksanaan manasik Haji tersebut diharapkan calon jamaah Haji tidak mengalami kesulitan saat pelaksanaan haji nanti. Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat memberi pengarahan saat manasik Haji antara lain menyampaikan bahwa bimbingan dalam manasik haji merupakan salah satu persiapan penting bagi calon haji karena dengan manasik, para calon jamaah haji dapat mengetahui sekaligus mempraktekkan tata cara ibadah haji, sehingga rukun dan syarat sahnya ibadah haji dapat dilakukan dengan baik dan benar. Manasik melatih kita agar mengetahui apa saja yang harus dilakukan selama menunaikan ibadah disana serta sebagai penyesuaian dengan segala hal yang akan dilakukan selama berada di tanah suci. Bimbingan manasik haji merupakan kunci penyelenggaraan ibadah haji yang juga ikut menentukan kemabruran haji seseorang.

Berbagai persiapan harus dilakukan calon haji. Niat yang ikhlas semata-mata karena ridhoNya, kualitas dan kuantitas ibadahnya yang semakin meningkat serta pengetahuan akan tatacara melaksanakan rukun haji sesuai tuntunan Rasullullah merupakan beberapa hal yang harus dipersiapkan dengan baik.  Dengan adanya manasik haji, maka kita semua dapat melakukan rukun haji yang sama sesuai dengan ajaran Rasullah. Selain itu, manasik haji pun bermanfaat untuk mempelajari doa-doa sunah mulai dari keluar rumah untuk melaksanakan ibadah haji sampai kembali ke Indonesia dari Makkah. Calon jamaah haji juga menjadi tahu dan paham mana yang wajib, rukun, sunah, dan haram saat melaksanakan ibadah haji. Calon jamaah haji juga harus mengetahui kondisi Makkah dan Madinah yang akan berguna untuk persiapan ibadah haji nantinya.

Sedangkan Kepala Bagian Kesra Drs. Hery Sutapa, MM melaporkan bahwa maksud dan tujuan manasik Haji tersebut antara lain untuk memberikan bekal pengetahuan dan praktik pelaksanaan ibadah haji kepada jamaah calon haji kabupaten sleman, juga memberikan gambaran tata cara pelaksanaan ibadah haji secara langsung kepada jamaah calon haji, disamping itu untuk melatih ketahanan fisik jamaah. Peserta praktik manasik haji kabupaten sleman diikuti sebanyak 924 orang yang terbagi dalam 6 kloter, dengan rincian Kloter 23 SOC dengan jumlah jamaah 368 orang, kloter 24 SOC dengan 154 orang, kloter 25 SOC jumlah jamaah 2 orang, kloter 26 SOC jumlah jamaah 190 orang, kloter 27 SOC jumlah jamaah 157 orang dan kloter 29 SOC dengan jumlah jamaah 53 orang.***
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.