Arsip Kategori: Berita

13
Sep

Java Summer Camp Digelar di Pentingsari

Di Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat 12 September dilaksanakan Penyambutan Peserta Java Summer Camp 2014 perwakilan  Pemuda – Pemudi 8 Negara Asia  Antara lain dari Malaysia, Singapura, Vietnam, Jepang, Australia, Madagaskar, dll dengan jumlah peserta 160 orang.

Penyambutan peserta Java Summer Camp diawali dengan Tari Punglor yang dibawakan.Wiwit, Lita dan Hepy dari Sanggar Tari Binaan Dinas Pariwisata Kab.Sleman. Dilanjutkan dengan Penyambutan Secara Resmi Oleh Ibu Dra Suyamsih, MPd Asisten Sekda Bidang Pembangunan mewakili Bupati Sleman dalam sambutannya  menyatakan apresiasi kepada para peserta yang mengikuti event ini karena keikutsertaan pada event tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan bagi Pemkab Sleman untuk semakin menggiatkan bidang kepariwisataan. Momen Java Summer Camp juga sangat strategis sebagai upaya untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan menjalin kerjasama diantara kabupaten, propinsi bahkan antar negara agar kita saling dapat mengenal budaya dan tradisi satu dengan yang lainnya. Hal tersebut akan memperluas wawasan dan pengetahuan bagi para peserta sehingga semua pihak.

Juga diharapkan agar para peserta Java Summer Camp ini agar dapat berkesempatan untuk mengunjungi obyek-obyek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Sleman atau di sekitar Desa Wisata Pentingsari, kecamatan Cangkringan. Di kecamatan Cangkringan terdapat banyak potensi wisata dan potensi lainnya yang menjadi aktifitas produktif masyarakat.


10
Sep

Surono : 4 Juta Penduduk Tinggal di Daerah Rawan Gunung Api

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Surono, mengatakan sekitar 4 juta orang penduduk yang tinggal di daerah rawan gunung api di Indonesia. Meski begitu, tidak mudah untuk memaksakan mereka untuk direlokasi sehingga dibutuhkan komunikasi dan penambahan pengetahuan pada mereka dalam hal penanggulangan bencana. “Hidup harmoni dengan alam adalah jalan untuk menjembatani kejujuran gunung api dan kemauan manusia hidup di sekitar gunung berapi. Bukan tidak boleh ditempati, tapi asal diperhitungkan risikonya,” kata Surono usai membuka Konferensi Tingkat Dunia bidang Kegunungapian atau Cities on Volcanoes ke- 8 yang berlangsung di Kampus UGM, Selasa (9/9).

Konferensi internasional ini dihadiri Sebanyak 485 ilmuwan, pengamat dan relawan dari 39 negara.  Mereka membahas berbagai pengalaman, riset dan teknologi kegunungapian, serta mitigasi bencana erupsi gunungapi yang pernah diterapkan di kota-kota di seluruh dunia.
Surono menambahkan, ilmu vulkanologi atau kegunungapian sangat dibutuhkan oleh peneliti dan pengambil kebijakan untuk mengetahui perilaku dan karakter gunung api. Namun begitu, beberapa negara yang memiliki banyak gunung api seperti Indonesia justru memiliki keterbatasan dalam iptek. Konferensi semacam ini menurutnya penting untuk meningkatkan kerjasama antar negara agar saling membantu demi kemajuan ilmu pengetahuan kegunungapian dan mitigasi bahaya gunung api. “Kita tidak bisa merekayasa keinginan alam yang selalu berproses mencari keseimbangan baru, dampak erupsi tidak dibatasi batas wilayah. Sehingga tanggungjawab para peneliti, instansi dan masyarakat sekitar,” kata Surono.
Surono menyebutkan saat ini Indonesia memiliki 129 gunung api aktif yang sewaktu-waktu bisa meletus. Tidak hanya bencana erupsi, Indonesia juga dihadapkan pada risiko bencana gempa bumi. Bahkan terhitung sejak tahun 2000, ada 12 kali kejadian bencana gempa bumi besar di seluruh dunia yang sudah menelan korban lebih dari 1.000 jiwa. “Dari 12 kejadian itu, empat diantaranya terjadi di Indonesia,” katanya.
Surono berharap agar pemerintah baru mendatang lebih memberikan perhatian dalam hal penanggulangan risiko bencana. Selain itu, dia juga berharap agar Universitas Gadjah Mada segera menjadi pusat unggulan dunia di bidang vulkanologi.  “Syukur-syukur kalo UGM juga buka jurusan vulkanologi,” ujarnya.
Dosen Jurusan Geologi sekaligus Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Soc., Sc., mengatakan kejadian bencana seperti gempa bumi, tsunami dan gunung berapi bisa berisiko menghancurkan perekonomian sebuah bangsa. Perguruan tinggi menurutnya harus berperan penting dengan bekerjasama dengan perguruan tinggi lain dalam pendidikan, riset dan teknologi dalam menularkan pengalamannya mengatasi bencana. “Saya harap isu kebencanaan bisa menjadi perhatian pemerintah yang baru,” katanya.

Sementara ketua International Association for Volcanology and Chemistry of the Earth’s Interior (IAVCEI), Raymond Cas, mengatakan salah satu model penanggulangan bencana erupsi gunung berapi yang diterapkan di seluruh dunia saat ini adalah dengan memahami perilaku gunung api yang akan meletus. Hal itu bisa dilakukan  lewat kemajuan pengetahuan dan teknologi, pengawasan dan observasi, sistem peringatan dini, serta komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat yang didukung media massa dan peneliti.”komunikasi dan informasi yang disampaikan harus seimbang. Yang tidak kalah penting pendidikan tentunya tentang bahaya risiko bencananya,” pungkasnya.***

10
Sep

Jamaah Haji Kloter 23 dan 24 SOC Dilepas Bupati Sleman

Sebanyak 366 calon jamaah haji kloter 23 SOC telah dilepas bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI di Masjid Agung Dr. Sudirohusodo, Selasa 9 September 2014. Sedangkan Kloter 24 SOC dengan jumlah 154 orang dilepas siang harinya oleh Bupati Sleman. Hadir ikut mendampingi Bupati Sleman antara lain Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten sleman Drs.  H. M. Lutfi Hamid, M.Ag, Kepala BKD Drs. Iswoyo Hadiwarno, dll. Jemaah haji Kloter 23 SOC tersebut menuju Asrama Haji Donohudan dengan menggunakan 9 bus. Bupati Sleman pada kesempatan berharap agar  para jamaah haji untuk memanfaatkan kesempatan berhaji dengan niat untuk tujuan beribadah semata. Bupati mengharapkan agar jamaah haji mengedepankan rasa toleransi diantara jamaah haji agar  dapat beribadah dengan baik dan lancar. Selain itu bupati juga berpesan agar calon jamaah haji tidak  terpengaruh dengan hal-hal yang baru di tanah suci sehingga dapat mengganggu jalannya ibadah. “Jangan pula tergoda untuk melakukan hal-hal yang dapat mengurangi kualitas ibadah haji. Apabila terdapat kesulitan, bersabarlah dan hindarilah untuk marah karena segala kendala dan masalah akan ada jalan keluarnya”‘ demikian himbau Bupati. ***

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.