Arsip Kategori: Berita

9
Apr

Desa Hargobinangun Jadi Desa ke 5 Desa Tangguh Bencana

Kondisi Kabupaten Sleman yang rawan bencana membutuhkan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi bencana yang dapat terjadi kapan saja. Masyarakat yang  tangguh bencana yakni masyarakat yang mampu mengantisipasi dan meminimalisir kekuatan yang merusak melalui proses adaptasi. Mereka juga mampu mengelola dan menjaga struktur dan fungsi dasar tertentu ketika terjadi bencana. Dan jika terkena dampak bencana, mereka dapat membangun kehidupannya menjadi normal kembali atau paling tidak dengan cepat memulihkan diri secara mandiri. Hal itu disampaikan Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI. Saat mengukuhkan Desa Hargobinangun Kec Pakem sebagai desa Tangguh Bencana, Kamis, 8 April 2015 di Barak Pengungsian Pandanpuro Hargobinangun Pakem.

Lebih lanjut Sri Purnomo menambahkan bahwa sampai saat ini sudah ada 5 desa tangguh bencana setelah sebelumnya sepanjang tahun 2014 telah dibentuk 4 desa tangguh bencana di antaranya di Desa Wukirsari, Kepuharjo, Sindumartani dan Girikerto.
Selain mengembangkan desa tangguh bencana,  berbagai pemangku kepentingan turut serta menguatkan kapasitas lokal karena penanggulangan bencana harus dilakukan sinergis antara masyarakat, pemerintah dan swasta.
Sebelum dilakukan pengukuhan juga diadakan gladi lapang penanggulan bencana letusan gunung Merapi kerjasama BPBD DIY dengan BPBD Sleman, yang diikuti sekitar 210 peserta dari 12 padukuhan di Hargobinangun serta dilakukan penandatanganan MoU komitmen pemanfaatan sarana milik swasta yang dapat digunakan untuk mitigasi bencana bagi pengamanan masyarakat yakni UII, PPPG Kesenian dan RS Ghrasia. Juga MOU pemanfaatan sarana antar desa yakni dengan desa tetangga Harjobinangun dan Pakembinangun. Kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan prasasti sekolah tangguh bencana bagi SDN Kiyaran I Wukirsari Cangkringan, SDN Umbulharjo Cangkringan dan SMPN I Cangkringan yang ketiga sekolah tersebut juga mendapat bantuan 1 buah HT dari Pemkab Sleman. Dalam kesempatan ini Kepala BPBD DIY juga menyerahkan bantuan 1 buah Chainsaw kepada Pemerintah Desa Hargobinangun Pakem.***


8
Apr

Pameran Potensi Daerah Semarakkan HUT ke 99 Sleman

Untuk mendorong potensi-potensi Sleman agar lebih berdaya saing dan mampu mendorong kepariwisataan dengan lebih optimal. BPPS (Badan Promosi Pariwisata Sleman ) didukung Pemkab Sleman akan menyelenggarakan Pameran Potensi Daerah dan Gelar Budaya Sleman 2015. Pameran ini diselenggarakan dalam rangkamenyemarakkan peringatan Hari jadi Kabupaten Sleman ke 99 tahun 2015. Pameran dan gelar budaya tersebut  untuk lebih mendekatkan dan mengenalkan potensi ekonomi dan keragaman budaya dari 17 kecamatan, produk UKM, swasta, dan Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman. Disisi lain Pameran Potensi Daerah dan Gelar Budaya Kabupaten Sleman memiliki potensi yang besar untuk menjadi event tujuan wisata. Kegiatan ini akan digelar selama 10 hari di Kompleks Gedung Serbaguna Denggung mulai 24 April s/d 3 Mei 2015.

Pengunjung yang akan meramaikan kegiatan ini berasal dari berbagai lapisan masyarakat Sleman, dan diharapkan kegiatan tersebut dapat menarik  pengunjung dari luar kabupaten Sleman dan bahkan juga dapat menjadi salah satu bagian  agenda wisata Sleman. Pameran Potensi Daerah dan Gelar Budaya Kabupaten Sleman Tahun 2015 akan menampilkan dan mengenalkan  berbagai kegiatan budaya dan seni  tradisional dari 17 Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sleman. Selain juga mengekspose potensi hasil karya siswa seluruh sekolah di Kabupaten Sleman. Menurut rencana stan yang disediakan sebanyak 239 stan, yang menyajikan informasi kebijakan Pemerinah Kabupaten Sleman, display  dan penjualan produk hasil UKM dan Hasil Pertanian, potensi dan karya siswa, serta sajian atraksi gelar budaya dan seni 17 kecamatan yang dimeriahkan dengan berbagai lomba dan festival seni siswa.

Ketua BPPS Jono Lesmana sebagai penyelenggara menjelaskan bahwa kemasan pameran dan gelar budaya kali ini dikemas secara berbeda yang tujuannya adalah memberikan kenyamanan bagi pengunjung maupun peserta pameran dan gelar budaya. Kepesertaan Kecamatan dalam pameran yang biasanya tiap kecamatan hanya membuka 2 stand kali ini dari 17 kecamatan rata-rata membuka 3 sampai dengan 4 stand. Dengan demikian stand kecamatan akan mempunyai ruang lebih sebagai media display potensi-potensi desa dari wilayah kecamatan tersebut. Layout pintu masuk utama berada pada sisi utara lapangan denggung menghadap ke timur, dan pintu pendukung ada berada pada sisi selatan ruas jalan Turgo. Dan untuk dapat memberikan kenyamanan bagi penonton dan pengisi acara gelar budaya, layout panggung budaya berada di depan Gedung Kesenian Sleman menghadap ke timur. Pameran Potensi Daerah dan Gelar Budaya Kabupaten Sleman Tahun 2015 mengangkat tema: “PENGUATAN KERAGAMAN BUDAYA DAN POTENSI EKONOMI LOKAL UNTUK WUJUDKAN KEMANDIRIAN DALAM MENYONGSONG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015”

Stand akan dibagi dalam 6 zone yakni stand zona A(Gedung Serbaguna) sebanyak 33 unit . Zone ini diperuntukan :PerusahaanSwasta, Instansi Pemerintah, BUMN/BUMD, Perbankan, Perguruan Tinggi,Penerbit, toko buku dengan kontribusi Rp1.750.000/ per unit. Zona  B (lingkungan parkir Gedung Serbaguna) sebanyak 53 unit. Sebanyak 30 stan untuk binaan Dikpora berupa Stand Pendidikan dengan nilai kontribusi khususRp13.500.000. Sebanyak 20 stan digunakan untuk: stan instansi pemerintah di luar pemkab Sleman @ Rp900.000 (instansi luar Sleman), Stand UKM Sleman binaan pemkab Sleman @ Rp750.000, non binaan/ mandiri Rp.900.000UKM dari luar pemkab Sleman Rp900.000. Sebanyak 3 stan untuk perusahaan otomotif (tanpa Fasilitas Tenda) @Rp3.000.000. Stand  zona C (Jl. Turgo) sebanyak 62 unit untuk stand instansi pemerintah, kecamatan, desa, swasta dan UKM dengan kontribusi Stand Instansi Pemkab Sleman dan dari luar Pemkab Sleman Rp 850.000, Stand UKM Pemkab Sleman @ Rp1.000.000, Stand Perusahaan non otomotif dan perbankan  @ Rp1.000.000. Stand zona D Pertanian (Parkir taman Denggung sisi Barat), sebanyak 36 stand diperuntukan stand Pertanian,UKM, Untuk kontribusi Dinas P2K dan binaan @ Rp. 700.000, UKM non Binaan dari Kabupaten Sleman @ Rp. 850.000, UKM dari luar kabupaten Sleman @ Rp. 1000.000. Stand E  (Parkir taman Denggung sisi selatan), sebanyak 14 stand kuliner, UKM dan  Permainan anak.Kontribusi untuk stand kuliner dan ukm binaan SKPD Pemkab  Sleman @ Rp500.000, Untuk stand kuliner, ukm non binaan  @Rp650.000, Untuk stand kuliner dan ukm dari luar Pemkab Sleman @ Rp750.000, Kapling permainan anak 10×10 Rp12.500.000. Sementara untukStand F (Jl Turgo sisi Utara Lapangan Denggung) sebanyak 38 untuk stand Pemerintah, Museum, lembaga/ organisasi profesi, display produk UKM, dan 3 perusahaan otomotif. Kontribusi untuk stand instansi Pemerintah @ Rp 750.000,Museum @ Rp 850.000, lembaga/ organisasi profesi @ Rp 850.000, Stand perusahaan otomotif @Rp3.000.000

Untuk Pendaftaran stand dilaksanakan tanggal 6 April- 22 April 2015 dengan alamat di Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman, Jl Parasamya Tridadi Sleman, Telp 0274-868405 ekstensi 1150.

6
Apr

Kepala Dikpora : Masih 5.367 Guru Sleman Belum Sertifikasi

Sebanyak 363 guru terdiri dari non PNS 148 dan PNS 216 guru, menerima sertifikasi, Kamis, 2 April 2015 di Gedung Serbaguna Sleman. Sertifikasi guru diserahkan Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Sleman dan jajarannya. Arif Haryono SH, mengemukakan bahwa pola sertifikasi yang diikuti guru melalui pemberian sertifikat pendidik secara langsung, porto folio, pendidikan dan latihan profesi guru atau pendidikan profesi guru. Sedangkan pola sertifikasi yang diikuti pada tahun 2014 adalah melalui pola PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru). Dan mulai tahun 2015, perolehan sertifikat pendidik bagi guru dalam jabatan yang memenuhi persyaratan dilakukan melalui Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ). Untuk prosesnya pada tahun 2015 saat ini  baru sampai pada tahap verifikasi peserta dan uji kompetensi awal yang dilaksanakan pada pertengahan Maret lalu.

Adapun rekap data guru yang lulus sertifikasi tahun 2014 yakni untuk TK 176 meliputi non PNS 108 PNS 68 guru, SD 165 meliputi non PNS 28 PNS 137 guru, SMP 10 meliputi non PNS 4 PNS 6 guru, SMA  3 meliputi non PNS 2 PNS 1 guru, SMK 9 meliputi non PNS 6 PNS 3 guru.
Arif Haryono juga melaporkan jumlah guru bersertifikasi pendidik sampai dengan Januari 2015 sebanyak 7.783 dari total guru sebanyak 13.309 dengan rincian Guru PNS bersertifikasi  sebanyak 7.783 meliputi PNS 6.046 dan non PNS 1.737, sementara guru Depag yang lulus mencapai 159 orang. Untuk guru yang belum sertifikasi sebanyak 5.367 meliputi PNS 1.068 dan non PNS 4.299 guru.***
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.