Arsip Kategori: Berita

10
Aug

HUT RI Ke-75, Satpol PP Kabupaten Sleman Bagikan 9.500 Masker

Sebagai salah satu bentuk upaya mencegah penyebaran atau penularan Covid-19, serta bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75, Pemerintah Kabupaten Sleman dengan dikoordinasikan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman membagikan masker secara serentak di 17 Kecamatan pada Jumat (7/8/2020).
Bupati Sleman Sri Purnomo yang hadir di Lapangan Denggung bersama Forkompimda berkesempatan langsung membagikan masker kepada pengendara yang melintas. Kemudian dilanjutkan ke Pasar Denggung dan Foodcourt Denggung.
Sri Purnomo mengatakan dari pantauan tersebut kesadaran masyarakat Sleman sangat tinggi untuk menerapkan protokol kesehatan. Dari pantauan tersebut, hanya terdapat 2 hingga 3 orang yang tidak menggunakan masker.
“Hanya sedikit yang tidak menggunakan masker, karena alasannya lupa dan terburu-buru, selebihnya semua sudah menggunakan masker,” katanya.
Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun sebelum bepergian. “Jangan sampai karena terburu-buru menjadi kita lupa dan mengabaikan protokol kesehatan,” katanya.
Saat ini, Pemkab Sleman belum memberlakukan sanksi bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat umum.Menurutnya, sebelum memberlakukan peraturan presiden tentang tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Civud 19, memberikan edukasi dan sosialisasi jauh lebih penting sebelum menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.
Kedepannya jika memang dibutuhkan menurut Sri Purnomo sanksi sosial lebih tepat untuk memberikan efek jera. Selain hasilnya bermanfaat untuk orang lain, menjadi edukasi buat pelanggar, misal dalam bentuk kerja bakti bersih-bersih lingkungan.
Sementara itu, Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman Arif Pramana mengatakan masker yang dibagikan di setiap kecamatan sejumlah 500 (lima ratus) masker, kecuali di lokasi Denggung (wilayah Kecamatan Sleman) dan Kecamatan Berbah dibagikan sejumlah 1000 (seribu) masker. Total ada 9500 masker yang dibagikan.
7
Aug

Teten Masduki Sebut Keju dan Susu Produksi Sleman Berstandar Dunia

Rabu (5/8) sore, Bupati Sleman, Sri Purnomo, dan jajarannya menerima kunjungan menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, beserta rombongan. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara kunjungan menteri Koperasi dan UKM RI di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Pada kesempatan itu menteri Koperasi dan UKM melakukan kunjungan ke dua tempat yang berada di Kecamatan Cangkringan. Pertama Teten meninjau pengelolaan peternakan sapi perah di KUD Sapi Merapi Sejahtera (Samesta), di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Kemudian dilanjutkan dengan meninjau produksi keju milik Mazaraat Cheese di Desa Wukirsari , Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Di sela-sela acara tersebut, Bupati Sleman mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman ke depannya akan terus mendorong dan memberikan pembinaan koperasi di Kabupaten Sleman, khususnya  KUD Samesta. Tujuannya agar KUD Samesta dapat memberikan supply susu sapi yang baik dan berkualitas sebagai bahan baku produksi keju.

“Saya percaya ke depan kebutuhan keju di Indonesia akan meningkat. Harapannya salah satunya dari lereng merapi ini” ujarnya.

Sementara itu, Teten yang pada kesempatan tersebut juga sempat mencicipi keju produksi Mazaraat Cheese mengatakan bahwa keju tersebut tidak kalah dengan keju impor, bahkan telah berstandar internasional. Bahkan, menurutnya produksi keju di Kabupaten Sleman sangat potensial untuk mampu bersaing di pasar dunia. Maka ia mendorong agar pemerintah daerah bersama pengusaha untuk memperhatikan kualitas dan ketersediaan pasokan bahan baku berupa susu tersebut.

“Ini kan kaitannya dengan gaya hidup dari masyarakat kelas menengah Indonesia meningkat 30 persen detiap tahunnya. Selain itu, quality of living terkait makanan sehat sekarang ini kan jadi trend”, jelas Teten.

Ia mengatakan bahan baku susu beserta produk keju selama ini masih impor dari luar. Namun, masa pandemi seperti saat ini turut menghambat kegiatan impor susu dan keju. Maka ia berharap hal ini dapat menjadi peluang bagi produsen  susu dan keju lokal untuk memenuhi permintaan konsumen di dalam negeri.

6
Aug

Tekan Penyebaran Covid-19, ASN Pemkab Sleman Menjadi Teladan Protokol Kesehatan

Kasus positif COVID-19 di Sleman menunjukkan angka lonjakan yang signifikan. Hingga Rabu (5/8/2020) pukul 12.00 WIB tercatat kasus positif di Kabupaten Sleman sebanyak 306 orang. Atas kondisi ini berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Sleman guna menekan penyebaran dan penambahan kasus COVID-19 terutama munculnya klaster perkantoran.
Diantaranya untuk pelayanan publik dengan menerapkan wajib masker, baik pegawai maupun masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Bagi masyarakat yang tidak memakai masker, petugas dapat menolak memberikan pelayanan.
Kewajiban ini tertuang dalam surat edaran (SE) nomor 443/ 01807 tertanggal 4 Agustus 2020 tentang keteladanan pegawai dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ditandatangai Sekda Hardo Kiswoyo.
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman, Savitri Nurmala Dewi mengatakan dalam SE tersebut ada tiga poin penting tentang protokol kesehatan COVID-19 yang harus ditaati dan dilaksanakan, baik pegawai maupun masyarakat. Salah satunya mewajibkan instansi penyelenggara pelayanan publik memasang tulisan “Area Wajib Masker” di titik-titik terdepan lokasi pelayanan. Petugas pelayanan agar menolak pengguna layanan yang tidak mengenakan masker. Untuk itu pengguna layanan harus menaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19 ini.
Dua poin lainnya, yakni seluruh pegawai wajib menjadi teladan dan memberikan keteladanan dalam penggunaan masker, menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Seluruh pegawai juga wajib mengenakan masker selama bekerja atau berada di dalam ruang kerja dan kantor.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.