Arsip Kategori: Berita

31
Mar

Bupati Larang Pelaksanaan Kegiatan Malam Hari Pada Aset Daerah Jelang UNAS

Dalam rangka mendukung persiapan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional, Bupati Sleman Sri Purnomo mengeluarkan kebijakan untuk tidak mengeluarkan ijin penggunaan aset Pemkab Sleman untuk menggelar acara hiburan pada  malam hari. Aset yang tidak diberikan ijin penggunaanya selama Ujian Nasional berlangsung tersebut seperti lapangan Denggung, stadion Tridadi dan Klebengan, dan Gedung Olahraga Pangukan dan Taman Kuliner Condongcatur. Hal ini disampaikan agar anak didik yang akan menghadapi UAN dapat lebih fokus dalam persiapan mental maupun materi UAN.

Ujian Nasional 2017 sendiri Kabupaten Sleman mengampu tingkat SD dan SMP dengan perincian siswa SD yang mengikuti ujian sebanyak 14.982 siswa yang dimulai 15 Mei 2017 dan SMP 14.575 siswa dimulai 2 Mei 2017 untuk siswa SMP dan tanggal 15 Mei untuk UAN siswa sekolah dasar . Sedangkan untuk tingkat SMA dan SMK pelaksanaanya ditangani oleh Pemprov DIY.

Selain itu Sri Purnomo juga akan mengundur pelaksanaan Pameran Potensi Daerah dalam rangka hari jadi Kabupaten Sleman yang pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya hampir bersamaan dengan pelaksanaan Unas sekolah. Namun menurut Sri Purnomo aset tersebut dapat digunakan jika dibutuhkan untuk kegiatan yang mendukung persiapan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional seperti pelaksanaan try out. Sri Purnomo juga menegaskan agar seluruh masyarakat memperhatikan 3 (tiga) kunci sukses UAN yaitu kesiapan siswa itu sendiri, dukungan orang tua dan keluarga, serta dukungan masyarakat untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi UAN.

30
Mar

Optimalkan Hasil Ternak , Rumah Pengolahan Pakan Kambing PE Nganggring Diresmikan

Saat ini populasi ternak kambing PE di Kabupaten Sleman mencapai 5.994 ekor dengan produksi susu rata-rata 0,85 liter/hari/ekor. Populasi kambing tersebut tersebar di 9 Kecamatan dari 17 Kecamatan di Kabupaten Sleman, 8 kelompok ternak dengan 539 anggota. Bupati Sleman Sri Purnomo dalam acara peresmian rumah pakan Klaster Susu Kambing PE Kelompok Tani Ternak Mandiri di Nganggring, Girikerto, Turi pada Rabu (29/3) menyampaikan bahwa Salah satu daerah yang telah dikembangkan untuk ternak kambing PE adalah desa Girikerto, Kecamatan Turi Kabupaten Sleman yang terdiri dari beberapa kelompok tani ternak kambing.

Menurut Sri Purnomo Kabupaten Sleman merupakan salah sentra populasi kambing Peranakan Etewa (PE) cukup besar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Populasi ternak kambing PE dari tahun ke tahun terus bertambah, hal ini disebabkan karena minat peternak terhadap kambing PE semakin meningkat. Alasan utama peternak di Kabupaten Sleman memelihara karnbing PE adalah untuk mendapatkan keuntungan dari hasil pemerahan susu disamping mendapatkan anak kambing.Pemerintah Daerah Sleman telah menetapkan komoditas kambing PE sebagai salah satu roadmap Sistem Inovasi Daerah (SIDa) tahun 2014 s/d 2019 bersama dengan komoditas lainnya seperti salak, bambo dan padi.

“Terkait hal tersebut, kami berharap sinergisitas dan kerjasama ini dapat menjadi langkah strategis dalam mengembangkan komoditas kambing PE di Kabupaten Sleman. Selain itu, saya berharap upaya pengembangan klaster susu kambing PE dapat disinergikan dengan kegiatan  yang telah diprogramkan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, agar upaya peningkatan kesejahteraan peternak dapat terwujud secara optimal. Kami juga juga membuka diri untuk kerjasama dalam bidang lainnya, mengingat besarnya potensi pengembangan peternakan dan juga perikanan di Kabupaten Sleman”, kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo mengapresiasi berdirinya rumah pakan ternak yang merupakan bantuan dari Bank Indonesia Ternak dalam upaya pengembangan klaster susu kambing Peranakan Etawa (PE) di Kelompok Tani Ternak Mandiri. “Melalui keberadaan rumah pakan ternak ini diharapkan peningkatan tidak hanya terjadi pada kuantitas susu tapi juga pada kualitas susu yang dihasilkan, sekaligus mampu menjadi solusi bagi permasalahan atas tingginya harga pakan ternak pabrikan”, tambah Sri Purnomo.

Sementara itu Budi Hanoto selaku Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan bahwa rumah pakan klaster susu kambing PE Kelompok Tani Ternak Mandiri merupakan program pendampingan Bank Indonesia guna pemberdayaan masyarakat. Menurutnya potensi pakan ternak di wilayah Girikerto tergolong tinggi karena menjadi salah satu sentra perkebunan salak di Sleman. “Daripada daun dibuang lebih baik diolah untuk dimanfaatkan menjadi pakan ternak, dan di rumah pakan ternak ini sudah tersedia mesin pengolahnya”, jelas Budi.

29
Mar

Tingkatkan Kreatifitas dan Inovasi Perikanan, Forikan Sleman Dilantik

Bupati Sleman melantik Forikan (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Daerah Kabupaten Sleman), Senin, 27 Maret 2017, di Pasar Ikan KPI Mina Kepis Burikan Sumberadi Mlati Sleman. Acara bersamaan dengan pertemuan tiga bulanan kelompok tani ikan se Kabupaten Sleman ke 75. Bertindak selaku ketua umum Ny. Hj. Kustini Sri Purnomo, dengan ketua Harian Kepala Bidang Perikanan Sleman Ir. Sri Purwaningsih, M.MA. Pengurus lainya dari Tim Penggerak PKK Sleman, dan lintas sektor SKPD antara lain, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Bagian Humas dan Bagian Perekonomian. Se Indonesia ini merupakan pembentukan Forikan yang ke 321.

Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan Forikan yang melibatkan lintas sektor diharapkan secara kreatif melakukan inovasi untuk mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan karena  ikan terbukti sangat baik bagi anak-anak untuk meningkatkan kecerdasan otak mereka. Dikatakan lebih lanjut salah satu produk unggulan Kabupaten Sleman adalah ikan air tawar yang kondisi dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dalam produksi ikan konsumsi dari tahun 2014 hingga tahun 2016 mengalami peningkatan dari 31.120,50 ton menjadi 42.875,20 ton. Peningkatan produksi ikan konsumsi ini berbanding lurus dengan permintaan pasar, ini juga dapat diartikan bahwa kesadaran masyarakat dalam kebutuhan mengkonsumsi ikan dari tahun ke tahun terus meningkat.

Secara nasional data trend konsumsi ikan selama 3 tahun terakhir menunjukkan angka rata-rata konsumsi ikan sebesar 38,15 kg/kapita/tahun. Di kabupaten Sleman rata-rata konsumsi ikan dari taun 2014 sampai dengan 2016 sebesar  31,25 kg/kapita/tahun. Walaupun angka konsumsi ikan rata-rata di Sleman dibawah angka nasional, tetapi masih diatas angka rata-rata konsumsi ikan di DIY yang pada angka 22,17 kg/kap/tahun.

Melihat data tersebut, Sleman harus mampu mengejar untuk mendekati angka konsumsi ikan tingkat nasional dengan meningkatkan angka konsumsi ikan sebesar 6,90 kg/kapita/tahun untuk sama dengan rata-rata nasional. Semakin tinggi tingkat konsumsi ikan masyarakat akan berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan ekonomi petani ikan, dengan catatan kebutuhan ikan di wilayah Sleman dapat tercukupi oleh produksi petani ikan Sleman itu sendiri.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.