Arsip Kategori: Berita

24
Mar

Penghuni Huntap Cangkringan Terima IMB


Bupati Sleman melakukan penyerahan IMB hunian tetap (Huntap) pasca bencana erupsi Merapi pada 81 warga yang merupakan perwakilan dari total 922 IMB yang tersebar di 9 desa se Kecamatan Cangkringan pada Rabu (23/3). Acara serah terima dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Cangkringan dan merupakan rangkaian kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pasca bencana yang diselenggarakan oleh BPBD DIY bersama Pemkab Sleman.
Sekretaris BPBD DIY Heru Suroso menyampaikan bahwa erupsdi Merapi 2010 mengakibatkan kerusakan 2.682 rumah warga dan  341 kk lain kehilangan rumah tinggal akibat lahar dingin. Namun dari total jumlah tersebut hanya 2.739 kk yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan program rehabilitasi dan rekonstruksi (perumahan). Hingga 2016 ini pemerintah sudah memfasilitasi huntap sebanyak 2.132 unit dengan fasilitas bangunan tahan gempa, listrik, air, SHM dan IMB.
“Dari huntap yang sudah terfasilitasi, sudah kami serahkan sertifikat tanah hak milik sebanyak 1.688 dan 1 sertifikat fasilitas sosial dan fasilitas umum kepada Pemerintah Kabupaten sedangkan 444 sisanya belum jadi karena masih dalam proses”, ungkap Heru.
Sembilan desa di Kecamatan Cangkringan yang sudah terfasilitasi huntap adalah Umbulharjo 208 unit, Kepuhharjo 727 unit, Glagahharjo 361 unit, Argomulyo 299 unit, Wukirsari 420 unit, Sindumartani 88 unit, Bimomartani 3 unit, Sendangagung 15 unit, Selomartani 1 unit. Namun baru Desa Bimomartani saja yang SHMnya telah selesai.
Heru juga menambahkan bahwa berdasarkan Peraturan Kepala BNPB no.17 tahun 2010 tentang pedoman umum penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana terdapat lima sektor yang dapat direhabilitasi dan direkonstruksi yaitu infrastruktur, perumahan, ekonomi, sosial, dan lintas sektor.
Dalam serah terima tersebut Bupati Sleman menyampaikan bahwa dengan diterbitkannya IMB  maka sebuah bangunan telah dinyatakan memenuhi persyaratan baik dalam aspek kelayakan penggunaan maupun dalam aspek lingkungan, yang tentu saja berimplikasi pada peningkatan nilai ekonomis bangunan itu sendiri. Bupati juga menghimbau warga penerima IMB untuk dapat memanfaatkan  legalitas kepemilikan aset ini secara bijaksana serta dapat menjaga sebaik mungkin aset yang telah diberikan pemerintah guna terwujudnya kesejahteraan warga di Cangkringan.

 


24
Mar

Wantimpres Dengar Langsung Serap Aspirasi Petani Sleman

Kunjungan kerja  anggota Dewan Pertimbangan Presiden di kabupaten sleman yang dipimpin Ketua Wantimpres Sri Adiningsih didampingi antara lain Jan Darmadi, IGK. Manila, Hermanu Tri Widodo, Dede Mulyadi, Nanda Nugrahanti, dll. Diterima bupati Sleman Drs. Sri Purnomo di ruang rapat sekda B, Rabu 23 Maret 2016. Ikut mendampingi bupati sleman pada kesempatan tersebut antara lain Plt. Sekda Sleman Drs. Iswoyo Hadiwarno, Plt. Asekda Bidang Pemerintahaan Jazim Sumirat, SH, Kepala Kantor SDEAM Ir. Sapto Winarno, Camat Sleman Iriansya, Kepala Desa Pendowoharjo, dll.

Pada kesempatan tersebut Sri Adiningsih menyampaikan bahwa kunjungannya di Kabupaten Sleman dalam rangka penyerapan aspirasi dan melihat langsung apa yang dilakukan dan harapan petani dan peternak di Kabupaten Sleman khususnya di desa Pendowoharjo. Lebih lanjut disampaikan bahwa karena pangan merupakan sektor utama bagi pemerintah, maka pemerintah harus mendorong para petani agar lebih maju lagi untuk menuju swasembada pangan. Kalau pemerintah/masyarakat sudah swasembada pangan tentunya tidak perlu lagi impor beras.
Untuk mewujudkan swasembada pangan tentu tidak hanya melibatkan satu departemen saja, akan tetapi multi departemen yang harus terlibat, seperti Kementerian pertanian, Pengairan, bahkan kalangan akademisi seperti IPB, ITB, dll.
Sementara itu Bupati Sleman pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pada tahun 2015 sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak yang mencapai 23,01% dari jumlah penduduk Sleman yang mencapai 1.063.984 jiwa. Sektor pertanian juga menjadi penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Sleman yaitu sebesar 13,15% pada tahun 2015.
Untuk hasil pertanian padi, pada tahun 2015 mengalami surplus hasil produksi. Dimana tercatat pada tahun 2014 hasil produksi sebesar 314.298 ton gabah kering giling  dengan luas panen 52.232 Ha dan produktivitas 60,17 ku/ha, meningkat pada tahun 2015 menjadi 328.683 ton gabah kering giling dengan luas panen 50.356 Ha dan produktivitas 66,91 ku/ha. Walaupun luas panen pada tahun 2015 menurun dari tahun 2014 namun produksi padi yang dihasilkan justru mengalami peningkatan karena produktivitas yang meningkat.
Sedangkan untuk sasaran luas panen padi pada tahun 2016 tercatat pada bulan Oktober – Maret 2015/2016 sebesar 26.181 Ha dan pada bulan April – September 2016 sebesar 24.65 Ha, sehingga sasaran luas tanam total pada bulan Oktober hingga September sebesar 50.831 Ha. Kami optimis produksi padi pada tahun 2016 dapat kembali mengalami surplus.
Untuk bidang perikanan di Kabupaten Sleman juga menjadi usaha pokok masyarakat. Saat ini sub sektor perikanan banyak diminati masyarakat sebagai mata pencaharian alternatif yang menjanjikan. Dibuktikan dengan semakin meningkatnya luasan lahan budidaya perikanan, tahun 2010 luas kolam 629,13 ha kemudian meningkat sebesar 39,06% menjadi 874,85 ha pada tahun 2014. Produksi ikan juga menunjukkan prospek yang bagus, pada tahun 2014 produksi ikan mencapai 31.120,5 ton meningkat menjadi 36.627 di tahun 2015.
Produksi ikan per tahun secara total di Kabupaten Sleman juga mengalami  kenaikan yang tinggi. Ikan konsumsi pada tahun 2010 produksinya sebesar 14.574,68 ton dan pada tahun 2014 meningkat pesat menjadi 31.120,50 ton atau 113,49%. Untuk benih ikan terjadi peningkatan sebesar 26,98% yang ditunjukkan dengan pencapaian pada tahun 2010 sebanyak 785.857.500 ekor dan pada tahun 2014 menjadi 997.881.400 ekor. Ketersediaan  ikan perkapita pada tahun 2010 sebesar 26,73 kg/kapita/tahun dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 30,41 kg/kapita/tahun.
Secara teknis pengembangan usaha perikanan di Kabupaten Sleman ini diorientasikan pada 3 pola pengembangan. Wilayah Sleman Barat dominan untuk pembesaran khususnya jenis ikan Lele, Gurami dan Udang Galah karena kondisi tanahnya yang berlumpur. Wilayah ini menjadi penghasil utama ikan konsumsi untuk Kabupaten Sleman. Sebagian wilayah Sleman Tengah dan Timur, dengan air  jernih dan jumlah yang cukup, memberikan banyak variasi jenis ikan yang dikembangkan seperti Ikan Karper, Grass Carp, Nila dan bahkan juga ikan hias seperti ikan koi.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah mengembangkan metode budi daya ikan air tawar di sawah pertanian padi atau minapadi. Atas keberhasilan penerapan minapadi ini, Kabupaten Sleman ditunjuk oleh FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB) sebagai salah satu wilayah percontohan untuk budidaya minapadi. Metode minapadi ini dikembangkan di Dusun Kandangan, Desa Margodadi dan Desa Cibuk Kidul, Desa Margoluwih dengan luas lahan sekitar 25 hektare pada akhir 2015. Kelebihan minapadi tidak perlu penyiangan gulma, serangan hama dan penyakit berkurang. Ini karena telur hama sebelum menetas sudah dimakan ikan, sehingga tidak sempat berkemban
Dalam kunjungan tersebut rombongan Wantimpres juga mengunjungi kelompok tani  Sari Bumi padukuhan Plalangan Pendowoharjo Sleman , dan meninjau Dam  Setalang di padukuhan Krandon, serta kelompok ternak Sumber Ayu di Brayut Pandowoharjo Sleman dilanjutkan dialog dengan kelompok Tani dan Ternak di  Java Village Resort.


23
Mar

Seluruh Pejabat Sleman BEBAS Narkoba

Sejumlah 70 orang pejabat struktural eselon III terdiri dari Sekretaris DInas, Badan, Kabid, Kepala UPT, Sekcam mengikuti Sosialisasi penyelenggaraan kegiatan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan narkoba bagi aparatur sipil negara, Selasa, 22 Maret 2016 di Aula Lantai III Pemkab Sleman. Acara dibuka oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI didampingi Pj Sekda, dan Kepala BNN Sleman Drs. Kuntadi.

Bupati Sleman dalam sambatannya menyampaikan penyelenggaraan kegiatan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan narkobabagi aparatur sipil negara (ASN) merupakan salah satu upaya dalam memerangi narkoba. Perang terhadap narkoba perlu terus kita lakukan.Hal ini karena masalah narkoba

merupakan ancaman serius bagi seluruh warga masyarakat. Sebagai ASN diharapkan menjajdi panutan bagi masyarakat di lingkungan oleh karena itu  sosialisasi diharapkan tidak hanya berhenti di kalangan ASN saja melainkan juga diteruskan kepada seluruh ASN di SKPD , anggota keluarga bahkan lebih jauh kepada warga masyarakat Bupati sangat prihatin dengan semakin maraknya penyalahgunaan narkoba karena Sleman yang notabene merupakan daerah rujukan pendidikan bagi kalangan pelajar dan mahasiswa merupakan sasaran empuk  peredaran gelap narkoba.Untuk itu kepada seluruh aparatur Sleman untuk bersama-sama mencegah penyebaran narkoba. Setiap perwakilan SKPD bertanggung jawab untuk mengefektifkan pengawasan di dalam internal organisasi sehingga jika ditemukan kejanggalan pada rekan kerja, dapat segera diantisipasi sejak dini. Bupati menyampaikan pula bahwa Pemkab. Sleman lebih menekankan pada upaya pencegahan terhadap narkoba daripada upaya rehabilitasi korban narkoba, sehingga

aktivitas pemberantasan Narkoba diarahkan untuk mencegah masyarakat, khususnya generasi muda dari bahaya narkoba.

Kepala BNK Sleman menyampaikan data BNNK Sleman menunjukkan bahwa kasus narkoba Sleman merupakan peringkat tertinggi di DIY. Untuk menanggulangi hal ini sejumlah langkah pencegahan diantaranya dengan membentuk Satgas mulai dari tingkat pelajar SMA dan SMK dan kader satgas di kecamatan. Tahun 2015, telah terbentuk 23 satgas anti narkoba di level desa dan 15 satgas anti narkoba di level kecamatan sedangkan 2 kecamatan lainnya yakni Cangkringan dan Moyudan akan segera mengukuhkan satgas anti narkoba pada tahun ini. Disampaikan pula bahwa, di setiap Puskesmas di Kab. Sleman memiliki program khusus penanganan masalah narkoba. Terlebih dikawasan-kawasan potensial seperti wilayah Kecamatan Depok, Pemkab. Sleman melalui Puskesmas Depok 3, memiliki program khusus dalam menanganiNarkoba sejak tiga tahun yang lalu. Dari seluruh pemakai narkoba yang tangani Puskesmas Depok 3, sebagian besarberasal dari kalangan generasi muda.

Acara ini juga dilanjutkan dengan tes urin dari pejabat Sleman untuk mengetahui ada tidaknya penggunaan narkoba bagi pejabat. Dari hasil test urin yang dilakukan terhadap 70 pejabat, dua terindikasi dan akan dikirim untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut ke Lab RS Grasia,  PJ Sekda Sleman Iswoyo Hadiwarno memberi keterangan bahwa yang bersangkutan kedua pejabat menurut keterangan sedang dalam kondisi sakit dan sedang mengkonsumsi obat. Untuk memberikan keakuratan dalam tindaklanjut hasil tes, obat dengan resep dokter yang dikonsumsi  yang bersangkutan akan diserahkan ke BNN Sleman esok hari untuk pemeriksaan lebih lanjut. BNN telah memeriksa ulang kedua pejabat tersebut dan keduanya dapat menunjukkan resep obat yang diminum mengandung benzoid untuk mengatasi keluhan hipertensi dan infeksi saluran kencing yang tengah dideritanya. Dengan demikian, seluruh pejabat Sleman terbukti negatif dalam pemeriksanaan urin ini

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.