Arsip Kategori: Berita

5
Mar

Stok Beras di Sleman Masih Aman

Tingginya harga beras dipasaran saat ini bukan karena produksi padi yang kurang dan akibat gagal panen namun kemungkinan masalah ada pada distribusi dan manajemen perdagangan di pasaran. Selain itu juga selama in beras raskin juga belum terdistribusi sehingga kebutuhan beras meningkat di masyarakat mengakibatkan kenaikan harga beras. Hal itu disampaikan Ir. Widi Sutikno, MSI. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman pada acara panen perdana padi di Karongan Jogotirto Berbah. Dikemukakan untuk wilayah Berbah padi yang siap di panen mencapai 400 Ha dan untuk total se Kabupaten Sleman mulai pertengahan Maret nanti siap dipanen 4.700 Ha.

Panen perdana ini dilakukan oleh Bupati Sleman bersama Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian RI  Ir. Sri Sulihanti, MSI selaku Penanggungjawab Program Padi Jagung Kedelai Sleman dan Kulon Progo, Kepala Dinas Pertanian Sleman, Kepala BPPT DIY DR. Sudarmaji, Camat Berbah Serta kades Jogotirto.

Hasil ubinan untuk panen raya kelompok tani Tekat Makmur Rejosari dari 4 sampel mencapai 9,92 ton/ha GKP. Sementara untuk kelompok lain yakni Sido Rukun Klampengan 9,47 ton/ha GKP, Klomtan Rukun Krasaan 5 sampel  9,28 ton/ha GKP, Klomtan Ngesti Tunggal II Bercak 3 sampel 9,52 ton/ha GKP dan Klomtan Sedyo Rahayu Kranggan II 4 sampel 10,02 ton/ha GKP sehingga diperoleh rata-rata 9,57 ton / ha GKP.

Sebelum melakukan panen raya Bupati Sleman bersama rombongan meninjau budidaya ayam KUB “Sawung Maju”. Ayam KUB merupakan Ayam Kampung Unggul hasil penelitian Ternak Balitbang Pertanian RI yang dialakukan sejak tahun 1997 dan telah dilisensikan kepada PT AKI (Ayam Kampung Indonesia) untuk dikembangkan menghasilkan produk-produk parent stock ayam kampung petelur unggul, final stock pedaging dan petelur mulai tahun 2011. Keunggulan ayam KUB ini menurut Sudarmaji yakni produksi telur mencapai 180 butir pertahun dan siklusnya cepat dan tidak mau mengerami, dan pertumbuhan ayamnya cepat selama 70 hari dengan pakan 90 gram per hari akan mencapai bobot 1 kg. Kelompok budidaya yang mengembangkan ayam KUB ini yakni Sawung Maju Karongan Jogotirto Berbah yang beranggotakan 25 orang dengan 15 pembudidaya indukan dan 10 usaha pembesaran. Untuk volume penjualan ayam (bibit umur 0 – 1 minggu) seminggu dapat terjual 300 bibit ayam dengan harga Rp 6.500 per DOC. Menurut Camat Berbah  Dra. Tina Hastani, MM, menyampaikan kelompok Sawung Maju telah memberikan kontribusi dengan memberikan 5 butir telur per anggota per bulan untuk kegiatan Posyandu sehingga hal ini menunjukkan bukti partisipasi masyarakat dalam meningkatkan program pemenuhan gizi wilayahnya.

Bupati Sleman dalam kesempatan ini juga meresmikan Lumbung Pangan KWT Sido Rukun Klampengan Jlatren Jogotirto Berbah dan menyerahkan bantuan benih padi dan papan nama dalam rangka Program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPTT) di wilayah Berbah seluas 500 ha dengan bantuan keseluruhan mencapai Rp 725 juta. Kegiatan yang telah dilakukan oleh Lumbung Pangan KWT Sido Rukun yang beranggotakan 38 orang ini meliputi arisan gabah kering dan pinjaman untuk anggota yang mempunyai hajat yang memerlukan kebutuhan beras yang cukup banyak dan dikembalikan saat musim panen.

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan kecamatan Berbah mempunyai banyak prestasi khususnya dalam bidang perikanan, peternakan, pertanian padi dan perkebunan yakni Jambu Dalhari.Prestasi ini dapat dicapai dengan semangat yang tinggi dan kerja keras dari para petani dengan kelompoknya untuk selalu menerapkan inovasi teknologi baik ternak melalui ayam KUB maupun pertanian dengan penerapan teknologi pertanian terpadu hasil penelitian para ahli khususnya BPPT DIY. Dengan penerapan teknologi yang tepat terbukti dapat berhasil meraih panen yang cukup bagus untuk padi. Dan untuk ayam KUB semakin banyak diminati masyarkat dan kebutuhan akan semakin meningkat mengingat Sleman merupakan pusat kuliner DIY yang membutuhkan suply bahan pokok seperti ayam KUB yang dikembangkan di Berbah ini.

4
Mar

Bupati Kukuhkan PEPADI Komda Sleman


Kondisi pedalangan Sleman dari segi kuantitas dan kualitas Kabupaten Sleman tidak kalah dengan Kabupaten yang lain. Jumlah dalang yang ada saat ini mencapai 105 untuk dalang dewasa dan remaja sementara dalang terdapat 20 dalang. Hal ini disampaikan Sekretaris Pepadi Sleman periode 2015 – 2020, Wiji Raharjo saat pengukuhan Pengurus Pepadi Sleman periode 2015 – 2020, Senin, 2 Maret 2015 di Komplek Studio Konco Tani Sidokarto Godean. Untuk itu pengurus baru di bawah pimpinan R Sugiyo akan berupaya memajukan pedhalangan Sleman untuk dapat terdengar gaungnya dan kontribusi nyata dalam kegiatannya di Kabupaten Sleman dan khususnya dalam mendukung keistimewaan DIY.
Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya mengharapkan dengan kepengurusan yang baru ini, dunia pedalangan di Kabupaten Sleman dapat semakin berjalan dinamis agar masyarakat juga semakin memiliki apresiasi terhadap kebudayaan sendiri. Wayang adalah hasil peradaban yang adiluhung, sarat dengan makna. Wayang adalah aset yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dalang adalah kunci keberlangsungan kesenian wayang. Bagaimana seorang dalang memahami dan mendalami wayang akan terwujud dalam caranya mengemas dan menyajikan cerita wayang secara menarik, bahkan tidak mungkin menggabungkannya dengan cerita realita dan dinamika kehidupan saat sekarang ini. Dalang, adalah bagian dari penutur tradisional yang merupakan bagian dari bentuk komunikasi lisan antar generasi yang saat ini sulit dijumpai. Dalang adalah tempat bergantung hidup matinya kesenian  wayang. Bagaimana seorang dalang mampu memahami hidup dan melihat dunia akan memberikan nuansa yang berbeda dalam setiap lakon yang dimainkannya.
Pengukuhan ditandai dengan pembacaan dan penyerahan SK pengurus oleh Ketua Pepadi DIY Ki Edi Suwondo dan pengukuhan oleh Bupati Sleman. Pengurus Pepadi 2015 – 2020 di ketuai oleh R Sugiyo dan wakil ketua Gandung Jatmiko Sekretaris I Jasminto dan II Wiji Raharjo. Didukung dengan bendahara dan beberapa seksi. Dilanjutkan dengan pagelaran wayang padat durasi 30 menit oleh dhalang Utoro Wijiyanto dengan lakon Shinta Suci dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Dhalang Ki Sakri dengan lakon Parikesit Winisudo.***

 

3
Mar

Desa Margomulyo Upayakan Penurunan Kemiskinan Melalui Penataan Pemukiman


Launching PLP-BK (Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas) Desa Argomulyo Seyegan yang tepatnya di Sendang Gerjen Margomulyo telah dilakukan oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo yang ditandai dengan penandatangan prasasti. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Camat Seyegan Budi Sutamba, Kepala desa Margomulyo Sunarman, masyarakat Dusun Gerjan dan sekitarnya.
Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman menyambut baik penye­lenggaraan program Penataan Lingkungan dan Permukiman Berbasis Komunitas atau PLPBK di Desa Margomulyo ini. Melalui kegiatan PLPBK, diharapkan akan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di Marmulyo, sehingga menjadi layak huni, produktif, serta mampu menciptakan suasana yang harmonis atau living in harmony. Pada akhirnya, melalui PLPBK, dapat semakin menurunkan angka kemiskinan di Margomulyo.
Pemkab Sleman telah berupaya melakukan penanganan masalah kemiskinan secara terintegrasi dan terpadu. Secara umum apabila dilihat dari prosentasi KK miskin, angka kemiskinan memperlihatkan penurunan. Angka kemiskinan, pada tahun 2014 menjadi 11,85% dengan jumlah KK miskin 43.798 KK (150.002 jiwa miskin dan 53.763 rentan miskin). Sedangkan jumlah KK pada tahun 2014 yaitu 369.534 KK.
Sementara pada tahun 2013 lalu presentase kk miskin masih sebesar 13,89% dengan jumlah KK miskin yaitu 45.037 KK (155.914 jiwa miskin dan 59.502 rentan miskin). Total jumlah KK tahun 2013 yaitu 324.141 KK. Kegiatan tersebut mampu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan serta merupakan bukti kongkrit kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menata lingkungan di Desa Margomulyo. PLBK merupakan cerminan dari sebuah proses pembangunan yang bersifat bottom up, maka dari itu kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan hendaknya dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. Bupati berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan termasuk organisasi pemeliharaan dan pemanfaatan yang telah dibentuk, untuk dapat melaksanakan kegiatan yang ada secara berkesinambungan dan mengembangkannya sesuai dinamika masyarakat setempat. Yang terpenting adalah dengan kegiatan PLPBK ini, Desa Margomulyo harus menjadi kawasan yang sehat, harmoni serta harus sesuai dengan Tata Ruang yang telah ditetapkan.
Yang jelas dalam menangani masalah kemiskinan, Pemkab Sleman telah melaksanakan beberapa kebijakan mulai dari program distribusi asset, perguliran modal, pemberian kredit lunak, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan industri rumah tangga dan industri menengah. Pada kesempatan tersebut bupati minta agar bangunan yang menelan biaya yang tidak sedikit tersebut dirawat dan digunakan dengan baik, mengingat merawat dan membangun sama beratnya.
Sementara itu ketua panitia pembangunan Drs, Suwandi melaporkan bahwa pembangunan fisik program PLP-BK desa Margomulyo menggunakan dana BLM PLP-BK sebesaar 850 Juta rupiah dan digunakan untuk membiayai 3 kegiatan yaitu pembangunan jalan dan drainase dengan dana 350 juta rupiah dilaksanakan oleh kelompok swadaya masyarakat (SKM) Mulyo Manunggaal, pembangunan penerangan jalan umum (PJU) deengan alokasi daanaa sebesar 130 juta rupiah dilaksanakan oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM) Asri Mulyo dan pembangunan Ruang Terbuka Hijau dengan dana sebesar 370 juta dilaksanakan oleh kelompok swaadaya masyarakat (KSM)  Sumber Mulyo.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.