Arsip Kategori: Berita

11
Nov

Seluruh Puskesmas di Sleman Sudah Terapkan Pola BLUD Secara Penuh

Hari Kesehatan Nasional ke 50 yang jatuh pada tanggal 12 November akan diperingati di Sleman pada puncak acara tanggal 4 Desember 2014. HKN diperingati dengan berbagai kegiatan yang telah dimulai sejak Oktober 2014 diantaranya dengan lomba keteladanan untuk memacu kinerja petugas fungsional serta para kepala UPT. Selain itu juga diselenggarakan lomba posyandu, lomba PHBS, ziarah makam  mantan kepala dinas kesehatan serta seminar tentang halitosis dan pelaksanaannya pada penderita Diabetes Mellitus (DM). Pada tanggal 16 November 2014 akan dilaksanakan komitmen untuk tidak merokok dengan cap 5 jari, sedangkan pada tanggal 21 November akan digelar gebyar husada berbarengan dengan peringatan hari guru serta deklarasi stop buang air besar sembarangan (BABS).

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Mafilindati Nuraeni, M.Kes menjelaskan bahwa untuk menunjang pelayanan kesehatan di puskesmas, saat ini seluruh puskesmas di Sleman (25 puskesmas) telah memiliki alat spirometer yang berfungsi untuk mengukur faal paru-paru. Dengan alat tersebut, pasien dapat diperiksa kondisi kesehatan paru-parunya, terlebih lagi setelah peristiwa hujan abu vulkanik baik dari gunung Merapi maupun Gunung Kelud beberapa waktu yang lalu. Ditambahkan pula bahwa seluruh puskesmas di Sleman sejak Januari 2014 telah menerapkan pola BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) termasuk pada UPT JPKM dan UPT Laboratorium Kesehatan. Penerapan pola BLUD telah dimulai sejak Januari 2011. Seluruh puskesmas di Sleman-pun juga telah tersertifikasi ISO. (pensertifikasian dimulai sejak tahun 2004 hingga 2014 untuk 25 puskesmas), yang terakhir memperoleh sertifikasi ISO yaitu Puskesmas Ngaglik 2 dan Puskesmas Cangkringan.
Dengan status penuh BLUD tersebut maka Sleman menjadi yang pertama kalinya di DIY yang menerapkan pola BLUD pada seluruh puskesmas yang ada. Dengan penerapan pola BLUD ini pula maka puskesmas dapat langsung memperoleh dana kapitasi yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Dana kapitasi yang ditransfer oleh BPJS tersebut yaitu sebesar 2 milyar per bulan untuk 25 puskesmas (dengan perhitungan Rp 6 ribu rupiah/jiwa/bulan). Jika puskesmas belum menerapkan pola BLUD maka dana kapitasi tersebut akan masuk ke kas daerah terlebih dulu, menunggu hingga puskesmas tersebut menerapkan pola BLUD.
Bahkan dengan pola BLUD, puskesmas/dinas kesehatan sudah dapat merekrut tenaga BLUD non PNS yaitu 25 dokter, 25 psikolog dan 27 tenaga ekonomi akuntansi. Selain itu juga telah merekrut tenaga bidan dan perawat bagi puskesmas rawat inap.
10
Nov

Kafilah Ngaglik Juarai STQ Kabupaten Sleman

STQ Sleman 2014 dilaksanakan Sabtu, 8 Nopember 2014 di Kompleks Kecamatan Ngaglik dan dibuka oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI. dengan pemukulan bedug. Menurut Kabag Kesra Drs. H. Hery Sutopo, MM,Msc, penyelenggaan STQ dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kemampuan dan pemahaman isi kandungan Al Qur’an dan meningkatkan ukuwah Islamiah antar kafilah. STQ diikuti oleh 166 kafilah dengan cabang yang dilombakan meliputi tilawah dewasa 33 kafilah, tilawah anak-anak 30 kafilah, hifdzil Qur’an  1 juz dan tilawah 29 kafilah, hifdzil Qur’an  5 juz dan tilawah 17 kafilah, hifdzil Qur’an  10 juz 15 kafilah, hifdzil Qur’an  20 juz 20 kafilah, hifdzil Qur’an  30 juz dan tilawah 15 kafilah, tafsir bahasa Arab  juz 3 dan tahfidz 30 juz 7 kafilah.

Dalam kesempatan ini Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo juga memberikan kata sambutan bahwa STQ merupakan salah satu ajang aktualisasi dari pembentukan karakter anak-anak muda. Penyelenggaraan STQ ini menjadi sangat strategis sebagai upaya pembentukan karakater  generasi muda mengingat mereka saat ini dalam tahap mencari jatidiri. Jika generasi kita ini tidak memperoleh bimbingan yang benar maka tidak dapat dipungkiri generasi muda kita mengalami perikaku-perilaku negative seperti tawuran,seks bebas,hingga penyalahgunaan narkoba.Dari berbagai kejadian-kejadian tersebut, tentunya menggugah kesadaran kita untuk menekankan kembali ajaran AlQu’ran.

Sebelum pelaksanaan STQ didahului dengan pelantikan dewan hakim yang diketuai Drs. H. Sagimin A. Hasbi, MPDI oleh Kepala Kementrian Agama Sleman dan pengukuhan Pengurus LPTQ (Lembaga Tilawatil Qur’an) Sleman masa bhakti 2014 – 2019 yang diketuai Dra. Suyamsih. Assek II, oleh Bupati Sleman. Selanjutnya pelaksanaan lomba dilaksanakan dalam 5 tempat yang berbeda dilingkungan kantor Kecamatan Ngaglik. Bersamaan dengan pelaksanaan lomba juga dilaksanakan Rakerda LPTQ kabupaten Sleman yang diikuti oleh pengurus LPTQ Sleman, ulama dan Kepala KUA se Kabupaten Sleman.

Pada sore harinya STQ ditutup oleh Sekda Sleman dr. Sunartono, MKES, dengan keluar sebagai juara I tilawah dewasa putra Ahmad Nabil Mubarok, Juara I tilawah dewasa putri Rasti Sulistika, juara I tilawah anak putra M. Syaudi Fadhlullah dan putri Wachida Okta. Sementara untuk keseluruhan Kecamatan Ngaglik berhasil memperoleh 4 kafilah sebagai juara I, diikuti Kecamatan Mlati, Tempel, Ngemplak dan Minggir masing-masing 2 kafilah sebagai juara I dan  Prambanan, Cangkringan, dan Sleman masing-masih 1 kafilahnya memperoleh juara I.

7
Nov

Sleman Berkomitmen Kembangkan Bambu Untuk Kesejahteraan

Komitmen Pemkab Sleman untuk mengembangkan bambu untuk kesejahteraan masyarakat, ditindaklanjuti dengan meningkatkan produksi bambu baik dari sisi budidaya hingga produk olahan bambu. Potensi bambu di Kabupaten Sleman masih terbuka lebar. Dilihat dari segi ekonomis, bambu merupakan tanaman  yang mudah ditanam, murah dan mudah didapat serta dapat diolah menjadi berbagai olahan kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi. Terlebih saat ini hasil hutan berupa kayu semakin berkurang dan berharga mahal.Dari sisi ekologi, bambu juga berperan penting dalam konservasi air dan konservasi lahan di koridor sempadan sungai sebagai kawasanperlindungan. Hal tersebut disampaikan bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat pengukuhan Asosiasi Sentra Bambu Sembada di UGM Kamis 6 Nopember 2014. Lebih lanjut disampaikasn bahwa melihat potensi bambu yang begitu menguntungkan, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menjadikan Sleman sebagai sentra bambu dengan mengoptimalkan potensi bambu dari hulu ke hilir. Salah satu langkah yang diambil Pemkab Sleman untuk menjadikan bambu sebagai komoditas unggulan diantaranya dengan menetapkan bambu sebagai hasilhutan bukan kayu (HHBK) Unggulan di Kabupaten Sleman melalui SK Bupati Sleman No. 306/Kep.KDH/A/2013.

Sudah saatnya bambu di wilayah Sleman dikembangkan  sebagai budidaya dengan penanganan yang optimal, sehingga memiliki nilai tambah ekonomi produk yang tinggi, yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan para petani maupun pengrajin Populasi tanaman bambu di Sleman cukup besar, walaupun dalam areal yang terpecah pecah. Pada tahun 2013 telah dikembangkan tanaman bambu seluas 30 Ha, dan direncanakan akan ditambah 55 Ha pada tahun 2014 dengan dana dari APBN dan APBD Kabupaten Sleman. Disisi lain Di Sleman terdapat 1.759 unit usaha pengelola bambu yang selama ini dalam proses produksinya harus mengambil bahan baku dari keluar wilayah Sleman. Berbagai permasalah yang diurai dari kondisi tersebut.

Kedepan para petani bambu, pengrajin bambu, ahli perbambuan, pemerhati bambu dan pemerintah harus bersinergi dan berkolaborasi   mengembangkan bambu untuk kesejahteraan masyarakat Sleman. Diharapkan tidak terjadi lagi, para pengrajin bambu hanya berpikir keuntungan usahanya semata, tetapi juga mampu berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan petani bambu. Keberadaan Asosiasi bambu Sleman Sembada diha-rapkan mampu mendorong terwujudnya hal tersebut. Asosiasi bambu Sleman Sembada ini diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan komitmen mengembangkan bambu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman. Pada kesempatan ini, bupati mengajak seluruh anggota assosiasi ini untuk bersama-sama Pemkab Sleman mewujudkan Kabupaten Sleman sebagai sentra bambu dan produk kerajinan bambu berkualitas. Tidak lupa pula saya mengucapkan selamat atas terbentuknya Asosiasi Bambu Sleman Sembada.

Susunan kepengurusaan Asosiasi Sentra Bambu Sembada Sleman tersebut antara lain Eko Wuryanto sebagai Ketua, Suryadi sebagai Wakil ketua, Muryadi Sekretaris dan Sukirman sebagai bendahara dan dilengkapi beberapa seksi/devisi.Pengukuhan dilakukan oleh bupati sleman dan dilanjutkan penyerahan SK pengukuhan yang diterima ketua asosiasi. Dalam pengukuhan tersebut dilanjutkan dengan seminarNasional Hasil Hutan Non Kayu yang diikuti antara lain SKPD, LSM, Akedemisi/mahasiswa, pengusaha , pemerhati bambu dll dengan peserta sejumlah 300 orang. Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan mesin mengawet bambu yang hanya membutuhkan waktu 7 menit untuk proses penguatan bambu, juga diserahkan bantuan 5 alat pengawet bambu kepada Asosiasi Sentra Bambu Sembada oleh Dirjen BPDASPS Kemenhut RI.

Sementara itu Dirjen Bina pengelolaan daerah aliran sunagai dan perhutanan sosial kementerian Kehutanan RI  Dr. Ir. Hilman Nugroho, MP dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa dalam budidaya tanaman bambu yang perlu diperhatikan antara lain harus memperhatikan mutu bibit yang baik/berkualitas, disamping itu produk yaanga akan dibuat dan yang lebih penting adalaah pemasaraan prosuk tersebut.***

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.