Arsip Kategori: Berita

19
Sep

Warga Klumprit, Prambanan Peroleh Bantuan Air Bersih

Dampak kemarau panjang tahun 2014 ini mengakibatkan sebagian wilayah di Kecamatan Prambanan kekurangan Air bersih, seperti yang terjadi di pedukuhan Klumprit  Wukirharjo Prambanan. Dari 144 KK di pedukuhan Klumprit sebagian besar kekurangan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut sebagian masyarakat membeli tangki air, meskipun harganya cukup tinggi antara Rp. 100.000 – Rp  120.000 tetapi karena kebutuhan yang pokok masyarakat tetap membeli air.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, pada Jumat 19 september 2014 panitia peringatan Hari Besar Kristiani Kabupaten Sleman memberikan bantuan 20 tangki air bersih, yang diwujudkan dalam bentuk uang sejumlah Rp.2.500.000,-. Uang tersebut diharapkan dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih atau kebutuhan yang lain.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Asekda bidang Adminsitrasi Djoko Handoyo, SH,  dan yang pada kesempatan tersebut didampingi Ketua Umum Panitia Peringatan Hari Besar Kristiani Kabupaten Sleman Dra. F. Retno Wisudawati, dan diterima Kepala Desa Wukirharjo Prambanaan.

Baik Djoko Handoyo, SH maupun Retno Wisudowati saat penyerahan bantuan yang ditandai dengan pengisian air ke drigen milik masyarakat antara lain menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan kepedulian kaum Nasrani kabupataen sleman yaang tergabung daalam panitai peringataan hari besar Kristiani kabupataen sleman, sebagai  upaya dalam berbagi kasih pasa sesama terutama mereka yang membutuhkan seperti masyarakat pedukuhan Klumprit  prambanan.

19
Sep

Sosialisasi Internet Sehat Dan Aman Bagi Pengelola Warnet Dan Game Online

Pemkab Sleman melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menyelenggarakan acara sosialisasi Internet Sehat dan Aman kepada para pengelola warnet dan game online di wilayah Kabupaten Sleman pada hari Kamis (18/9)

Acara yang diselenggarakan di Ruang Aula Lantai 3 Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman ini dihadiri 70 orang peserta yang terdiri dari para pengusaha dan pengelola warnet serta game online. Sosialisasi yang dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, menghadirkan nara sumber dari APJIII, Satpol PP, Kantor Pelayanan Perizinan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. Materi sosialisasi meliputi internet sehat dan perlindungan anak, pembinaan perizinan usaha warnet dan game online, ketertiban umum dan penegakan hukum,

Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu dalam sambutannya menyampaikan keprihatinannya dengan banyaknya anak-anak yang selama ini telah menjadi korban dari penggunaan internet. Secara khusus Yuni Satia Rahayu meminta kepada para pengusaha dan pengelola warnet dan game online yang hadir untuk lebih memperhatikan anak-anak dan memberikan perlindungan dari penggunaan internet yang tidak sehat.

Wakil Bupati berharap agar anak-anak di wilayah Sleman mendapatkan keamanan secara fisik dan psikis. Untuk itu dirinya juga mengajak kepada para orangtua dan masyarakat, khususnya pengelola warnet dan game online untuk turut serta dalam menjaga anak-anak saat mengakses internet. Ditegaskan oleh Wakil Bupati bahwa anak-anak adalah aset bangsa di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Krido Suprayitno melaporkan bahwa di wilayah Sleman terdapat 180 warnet yang sudah berijin. Pertumbuhan warnet dan game online di Sleman tergolong pesat namun belum seluruhnya memiliki kelengkapan legalitas yang diperlukan.

Disampaikan pula salah satu usaha Pemkab Sleman dalam mewujudkan warnet sehat, Pemkab Sleman saat ini sedang memformulasikan Peraturan Bupati tentang Penyelenggaraan Usaha Warung Internet (warnet) dan Game Online. Tujuannya agar keberadaan warnet mampu menjadi bagian infrastruktur pendidikan yang ikut bertanggungjawab terhadap kualitas SDM dalam mengantisipasi meningkatnya kejahatan dan permasalahan sosial yang bersumber dari penggunaan warnet.

Cara untuk mewujudkan warnet yang sehat diantaranya melalui penertiban lokasi jasa usaha warnet dan game online agar tidak lagi diperbolehkan dengan penyekat yang tertutup, yang memungkinkan untuk disalahgubakan. Demikian pula disarankan dengan pemasangan filter-filter untuk membatasi akses pada situs-situs yang dilarang dan berbahaya. Selain itu, pengusaha warnet diharapkan untuk membatasi anak-anak mengakses internet selama jam sekolah. Apabila siswa berkunjung pada jam sekolah, diharuskan untuk menunjukkan surat ijin atau pemberitahuan dari sekolah untuk keperluan tugas sekolah.

Sunarto dari Satpol PP mengatakan bahwa saat melakukan sidak di warnet dan game online yang pertama ditanyakan adalah kelengkapan perizinan usaha, SIUP untuk ijin warnet, dan TDP untuk game online. Semua proses perijinan tercantum pada Perbup pasal 17 tahun 2013.

Hasil sosialisasi disepakati bahwa upaya menuju masyarakat peduli internet sehat dan aman, menjadi kebutuhan bagi kita bersama. Tentunya beban tidak hanya ditujukan kepada pemerintah, dan masyarakat namun pengusaha dan pengelola warnet juga berkewajiban untuk terlibat secara proaktif menyukseskan warnet yang sehat dan aman, terutama bagi anak-anak.***

18
Sep

Siswa Dituntut Peroleh Materi Pendukung dengan Scientific Discovery Learning

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Arif Haryono, SH mengatakan bahwa sekolah dasar di seluruh Sleman telah 100% menerima distribusi buku ajar untuk kurikulum 2013 yang diterapkan pada tahun ajaran 2014/2015 ini. Sedangkan untuk tingkat SMP selain 6 SMP yang dijadikan pilot project pada tahun 2013 yang lalu, belum satupun SMP yang menerima distribusi buku ajar kurikulum baru. Pendanaan untuk pengadaan buku ajar tersebut melalui 5% dana BOS dan dana Bansos. Sementara untuk tingkat SMA/SMK distribusi baru mencapai 35% dari sejumlah 42 SMA dan 55 SMK.  Diakui oleh Arif Haryono bahwa kendala distribusi tersebut menjadikan proses pembelajaran menjadi terhambat. Untuk mengantisipasi permasalahan belajar mengajar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan surat edaran untuk kabupaten dan kota, agar sekolah yang belum menerima buku ajar diminta untuk mem-fotokopi dari CD yang dibagikan. Pemfotokopian tersebut sesuai dengan kebutuhan saja, misal dalam jangka waktu untuk keperluan pelajaran dalam 2 minggu kedepan, tidak perlu seluruhnya difotokopi. Penggandaan materi tersebut menggunakan dana BOS.

Dari materi Kurikulum 2013, untuk jenjang SMA/SMK para siswa dituntut untuk menemukan sendiri materi-materi pendukung pembelajarannya dengan metode scientific discovery learning, yang salah satu media untuk mencari referensi materi dapat menggunakan internet. Untuk sekolah dasar, karena proses pembelajarannya berbeda yaitu dengan menggunakan metode tematik maka penilaiannya adalah authentic assesment, dengan cara deskriptif naratif. Sedangkan untuk buku pendamping, Arif Haryono menjelaskan bahwa sekolah dapat menggunakan buku yang konten materinya telah disahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Terkait dengan jaringan internet untuk kemudahan akses internet, Kabid Kominfo, Eka Surya P, mengatakan bahwa seluruh kecamatan di Sleman telah memiliki hotspot, sedangkan untuk desa sudah mencapai 50 desa. Diharapkan tahun 2015, seluruh desa di Sleman ditargetkan  dapat memiliki  jaringan internet. Sedangkan untuk ruang publik sudah tersedia jaringan internet di stadion Maguwoharjo, Lapangan Denggung, MGM dan Taman Kuliner Condongcatur. Bagi siswa yang berdomisili di seputar tempat-tempat tersebut dapat memanfaatkan fasilitas yang ada.
Lebih lanjut Eka menjelaskan bahwa kesulitan mengunduh materi ajar pada website  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lebih disebabkan oleh tingginya traffic pada server kementerian. Untuk mengatasi lambatnya proses mengunduh materi, Pemkab Sleman akan memfasilitasinya dengan mengunggahnya di website www.slemankab.go.id dengan menggunakan lokal server. Menurut Eka, pengunduhan materi ajar tersebut dapat dilakukan mulai bulan Oktober 2014. Ditambahkan oleh Arif Haryono, untuk memberikan kemudahan akses internet di sekolah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menyediakan kapasitas jaringan internet yang lebih sebagai pendukung proses belajar mengajar di sekolah.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.