Arsip Kategori: Berita

10
Nov

Siswa SD Muhammdiyah Pakem Jadi Duta CFP Indonesia

Prestasi luar biasa diraih SARAH KEYSHA ADI siswa kelas IV SD Muhamadiyah Pakembinangun Pakem, karena menjadi salah satu duta CFP (Children’s Forest Program) , yaitu duta lingkungan anak-anak. Sarah Keysha Adi yang merupakan anak dari pasangan Yahya Reza Adi  dengan Nindya Paramitha yang beralamat di Maron RT. 04/11 Donoharjo Ngaglik Sleman. Hal tersebut disampaikan Nur Partiningsih Koordinator CFP Yogyakarta saat dijumpai disela-sela Gladi lapang penanggulangan bencana di SD Muhammadiyah Pakem Selasa (8/11).

Sebelum berangkat ke Jepang Sarah Keysha Adi akan digembleng lebih dahulu di OISCA(Organisation Industria Spiritual Cultural Advancement) TC Sukabumi mulai tanggal 9-14 November 2016, daengan materi-materi seperti  pengenalan keragaman hayati  dan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan  hidup. Selain itu  materi penguatan karakter individu  dan peningkatan  keterampilan  berbahasa asing juga diberikan  untuk meningkatkan kapasitas duta CFP. Duta CFP tersebut akn  berangkat ke Jepang tanggal 15 November 2016. Disamping Sarah Keysha Adi masih ada satu peserta yang berasal dari Pati Jawa Tengah, hingga duta dari Indonesia hanya dua siswa. Keduanya akan didampingi Koordinator CFP Yogyakarta Nur Partiningsih.

Di Jepang nanti kedua duta Indonesia tersebut akan  tinggal di Tokyo tanggal 16-22 November 2016 dan tanggal 23-27 November 2016 tinggal di Okinawa. Di Jepang nanti dua duta Indoensia tersebut akan mempresentasikan kegiatan pendidikan lingkungan yang ada di Indonesia dan budaya Indonesia.

Yang jelas dengan keberangkatan siswa SD Muhammadiyah Pakem tersebut merupakan kebanggaan bukan saja bagi Kabupaten Sleman, namun juga bagi  DIY, terlebih SD Muhammadiyah Pakem tempat dimana Sarah Keysha Adi menimba ilmu, tambah tambah Nur Partiningsih.
8
Nov

Sleman Dorong Pengembangan Wisata Berbasis Pertanian

Peluncuran Wisata Mina Padi di Cibuk Kidul Sayegan akan dilakukan pada hari Rabu tanggal 9 November 2016 oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.SI. Dusun Cibuk Kidul Sayegan merupakan sebuah dusun yang berada kawasan Sleman bagian barat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi dalam jumpa pers menjelaskan bahwa minapadi merupakan metode pertanian yang memadukan budidaya ikan dengan tanaman padi. Manfaat minapadi ini mampu meningkatkan produktivitas padi organik, hasil tanaman padi lebih produktif, sekaligus serangan hama berkurang dengan adanya ikan yang ikut membersihkan gulma secara alami. Dalam pengembangan wisata ini dibentuk Pokdarwis “Mina Murakabi”, karena sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani ikan sejak 2003 yang lalu. Pembangunan pariwisata Sleman harus berwawasan lingkungan, gagasan dan inovasi sehingga dalam pengemasan potensi pertanian dapat menjadi potensi wisata, melihat program unggulan di Sleman adalah pariwisata. Diharapkan dengan pengembangan minapadi ini menjadi khas wisata Sleman, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat khususnya Sleman, tambah Ayu dalam kesempatan ini.

Sedangkan, Kepala Bidang Perikanan Ir. Suparmono, MM menjelaskan bahwa pariwisata dapat mendorong peningkatan perekonomian untuk lebih kreatif dalam mengembangkan sistem minapadi. Sistem minapadi tersebut dilakukan dengan pola tanam bareng sehingga memungkinkan pelaksanaan panen bersamaan. Wisatawan yang akan datang pun dapat melihat langsung proses penanaman maupun hasil panen dari sistem minapadi tersebut.

Potensi wisata minapadi ini meliputi wisata alam, wisata edukasi, kuliner, seni budaya, homestay dan pemandu wisata. Uniknya, desa wisata ini memiliki makanan khas seperti dawet nila, onde-onde nila, martabak nila dan jenang upih.  Selain itu, menariknya adanya desa wisata ini memperkenalkan budaya jawa seperti rumah Joglo, sholawatan, karawitan, kenduri, merti dusun, kesenian angklung, sehingga wisatawan dapat belajar dengan Pokdarwis “Mina Murakabi”. Sistem minapadi ini dapat meningkatkan ketahanan pangan karena dapat meningkatkan produksi padi dan ikan serta mensejahterakan masyarakat.

8
Nov

SMP Santo Aloysius Menjadi Penyangga SD Tarakanita Turi Bila Terjadi Bencana Merapi

Beberapa  siswa SD Tarakanita Ngrembesan  Turi mengalami luka, ada yang patah tulang dan yang paling banyak mengalami luka ringan serta memar-memar karena berebut menyelamatkan diri saat terjadi bencana erupsi merapi Senin (7/11).Masih untung karena para guru SD tersebut menenangkan siswa untuk tidak panik dan teratur untuk menyelamatkan diri denga dievakuasi menggunakan beberapa mobil bak terbuka. Hingga akibat yang laebih parah tidak terjadi. Hal tersebut sebagai gambaran saat gladi lapang penanggulangan  bencana /paseduluran Sekolahdi  Sister School di SMP Santo Asloysius Turi.

Sementara itu bupati sleman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan wakil bupati sleman Dra. Sri Muslimatun ,M.Kes antara lain menyampaikan bahwa Gladi lapang menjadi momen strategis bagi sekolah terdampak bencana SD Tarakanita Ngrembesan dan sekolah penyangga bencana SMP Santo Aloysius Turi untuk meningkatkan  kesiapsiagaan dan kewaspadaan segenap elemen sekolah terkait bencana erupsi Gunung Merapi. Segenap elemen sekolah harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana, dengan harapan kesiapsiagaan tersebut dapat bermanfaat dalam menentukan langkah-langkah yang tepat dalam kondisi kedaruratan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kabupaten Sleman dianugerahi karakteristik wilayah yang beragam, setiap wilayah memiliki potensi bencana yang berbeda. Namun demikian hal tersebut bukan menjadi alasan bagi kita untuk tidak mensyukuri keistimewaan wilayah yang kita miliki. Kita semua tidak mengharapkan terjadinya bencana namun kita harus siap menghadapinya bila hal itu terjadi. Kata kuncinya adalah kita harus memiliki kesiapan dan kewaspadaan dalam menghadapi resiko bencana yang mungkin terjadi, tambah wakil bupati.

Menyadari kondisi tersebut Pemkab Sleman berupaya melakukan langkah mitigasi bencana. Tidak hanya meminimalisir jumlah korban namun juga memastikan proses belajar mengajar anak didik tidak terhambat akibat terjadinya bencana. Berlatarbelakang hal tersebut, Pemkab Sleman melaksanakan kegiatan pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat dengan mengembangkan sister school atau paseduluran sekolah.

Melalui kegiatan tersebut sekolah terdampak dipersaudarakan melalui pembuatan MOU paseduluran sekolah dengan sekolah penyangga yang berada di wilayah yang relatif aman. Dengan demikian, saat terjadi kondisi darurat dimana tidak memungkinkan dilaksanakannya proses belajar mengajar maka untuk menjamin tetap terlaksananya kegiatan belajar, seluruh komponen sekolah yang terdampak bencana akan dipindahkan ke sekolah penyangga.

Pada kesemptan tersebut juga dilakukan penandatangan MOU antara Kepala Sekolah  SD Tarakanita Turi dan Kepala Sekolah SMP Aolysius  Donokerto Turi terkait Sekolah yang berdampak erupsi Merapi dan SMP Aloysius Turi sebagai sekolah penyangga.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.