Arsip Kategori: Berita

15
Dec

Berantas DBD, Pemkab Sleman Kerahkan Pasukan Nyamuk ber-Wolbachia

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diakibatkan oleh Nyamuk Aedes Aegypti saat ini cukup memprihatinkan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini menyampaikan bahwa  kasus DBD banyak terjadi di daerah dengan populasi dan mobilitas penduduk yang tinggi. Seperti halnya di Sleman, tahun 2016 ini Kecamatan Depok sebagai kecamatan dengan populasi penduduk terbanyak di  Sleman menduduki peringkat pertama kasus DBD.

“Kecamatan Depok sebagai kecamatan dengan penduduk terpadat di Sleman menjadi peringkat pertama dengan 123 kasus DBD. Disusul Godean dengan 109 kasus, Gamping 97 kasus, Kalasan 96, dan Mlati 70 kasus”, kata Linda dalam audiensi Wakil Bupati Sleman dengan Project Leader EDP di ruang kerja Wakil Bupati Sleman pada Kamis (16/12).

Melihat keprihatinan akan kasus DBD tersebut Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyampaikan bahwa Pemkab Sleman sejak tahun 2014 telah bekerjasama dengan Eliminate Dengue Project (EDP) sebagai program kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dengan mengembangkan metode alami untuk mengurangi penyebaran virus dengue menggunakan bakteri  Wolbachia.

“Dari evaluasi penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa bakteri Wolbachia mampu menurunkan atau menghambat penularan virus dengue. Saya berharap penelitian ini dapat terus dilanjutkan dan dapat diaplikasikan di seluruh wilayah Sleman sebagai upaya mengantisipasi dan menurunkan penularan virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti”, jelas Muslimatun.

Prof . dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., PhD selaku Project Leader EDP-Yogya menjelaskan bahwa Wolbachia merupakan bakteri alami yang terdapat pada lebih dari 60% jenis serangga seperti kupu-kupu, lalat buah, capung, kumbang, dan sebagian nyamuk yang menggigit manusia. “Wolbachia aman bagi manusia, hewan dan lingkungan. Bakteri ini mampu menekan replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk sehingga diharapkan dapat menurunkan kemampuan nyamuk untuk menularkan DBD dari satu orang ke orang lain”, kata Utarini.

Utarini mengatakan bahwa dalam penelitian yang dilakukan dengan pelepasan nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia di wilayah Nogotirto dan Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman pada bulan Januari-Juni 2014 didapatkan hasil bahwa nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia mampu berkembang biak di lingkungan alaminya namun tidak mampu menyebar dan berkembang biak di luar wilayah pelepasan. Bakteri tersebut terbukti mampu menghambat perkembangan virus dengue dan tidak ada bukti penularan lokal ketika frekuensi Wolbachia di populasi nyamuk Aedes Aegypti mencapai tingkat yang tinggi.

Dari hasil penelitian di kedua wilayah tersebut didapatkan hasil yang cukup signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman kasus DBD pada tahun 2013 di Desa Trihanggo sebanyak 21 kasus dan Nogotirto sebanyak 19 kasus. Setelah dilepaskan nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia pada awal 2014 jumlah kasus DBD menurun hanya terjadi 2 kasus di Desa Trihanggo saja. Pada 2015 hingga 2016 tidak ditemukan adanya kasus DBD di kedua wilayah tersebut.

15
Dec

Sleman Peringati Maulid Nabi Muhammad

Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohoesodo pada Rabu [14/12]. Peserta pembinaan sebanyak 600 orang terdiri dari PNS, TNI, Polri Pemkab Sleman, Penyuluh Agama Honorer, calon penerima dana bantuan dari BAZNAZ (Bantuan Amil Zakat Nasional), serta siswa/siswi SMK/SMA sekitar Sleman.

Dalam sambutan Bupati Sleman Sri Purnomo yang dibacakan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Drs. H. Hery Sutopo, MM, M.Sc menyampaikan bahwa sebagai umat Rasullah kita harus menjaga dan menjalankan ajaran Nabi Muhammad SAW secara sungguh-sungguh dan menjadikan figur pribadi Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah atau tauladan yang baik. Lebih lanjut disampaikan bahwa Kabupaten Sleman sebagai kabupaten yang dapat dikatakan cukup berkembang juga seharusnya dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publiknya. Hal ini dikarenakan pegawai negeri adalah pamong projo yang dituntut untuk senantiasa profesional dibidangnya.

Sri Purnomo berharap kegiatan tersebut mampu memotivasi diri kita untuk memperbaiki pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Terlebih lagi saat ini, masyarakat sudah semakin kritis akan kebijakan dan pelayanan yang diberikan pemerintah. “Dengan senantiasa meneladani Nabi Muhammad SAW, Insyaallah, kita dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan Kabupaten Sleman yang kita cintai ini. Sehingga akan semakin terwujud, masyarakat Sleman yang lebih sejahtera lahir dan batin,” jelasnya.

Dalam pengajian tersebut, H. Imam Syafi’i S.Pd.I sebagai penceramah menyampaikan bahwa setiap manusia yang suka mengajak dan menyiarkan agama akan diberi pengampunan, pertolongan, petunjuk, rahmat, rizki, kemenangan, keselamatan dan keberhasilan. “Jangan lupakan shalat berjamaah, mengaji kalau hidupnya ingin dimudahkan. Kalau ngajinya baik, maka usaha yang dilakukan akan lancar,” ujar Syafi’I dalam ceramahnya.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan dana Baznas secara simbolis kepada pengurus masjid, mushola, dan kegiatan keagamaan sebanyak 300 juta rupiah diantaranya Masjid Al Ikhlas Sawabi, Romadon Apdhulajhis masing-masing sebesar Rp.500.000, Puji Hardayani, Sri Mulyati, Ismi Utami, Budi Susilo masing-masing sebesar Rp.3.000.000, Ahmad Ulil Albab, Kusno Wibowo masing-masing sebesar Rp.1.000.000, SMKN 1 Cangkringan Rp.8.332.500, Budi Winarti Rp.6.300.000.

14
Dec

Pemkab Sleman dan BPJS Kesehatan Tandatangani MoU Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan

Bupati Sleman menandatangani  MoU dan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BPJS Kesehatan tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan Melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI). Penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerjasana tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman pada Rabu (14/12). Langkah ini dilakukan Pemkab Sleman untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sleman yang merata dan menyeluruh sebagai upaya dalam peningkatan derajat kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sleman,

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa dalam kerjasama tersebut Pemkab Sleman mendaftarkan 51.924 jiwa warganya untuk peserta PBI APBD. Sedangkan untuk PBPU kolektif sebanyak 33.491 jiwa. Menurut komitmen kerjasama melalui penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan BPJS Kesehatan tentang Integrasi Pelayanan Jaminan Kesehatan di Kabupaten Sleman ini berdasar pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat wajib dan mencakup seluruh penduduk Indonesia, dan penduduk yang belum termasuk sebagai Peserta Jaminan Kesehatan dapat diikutsertakan dalam program Jaminan Kesehatan pada BPJS kesehatan oleh pemerintah daerah provinsi atau pemerintah daerah kabupaten/kota.

“Saya berharap kerjasama ini dapat menjadi media strategis dalam meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui integrasi penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi penduduk Kabupaten Sleman”, kata Sri Purnomo.

Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional VI dr. Aris Jatmiko MM., AAK., menyampaikan bahwa warga yang didaftarkan sebagai peserta PBI APBD Kabupaten Sleman adalah warga miskin dan tidak mampu yang belum mendapatkan jaminan kesehatan baik dari Jamkesmas (PBI APBN) maupun kepesertaan JKN non PBI. Sedangkan warga yang didaftarkan sebagai peserta PBPU kolektif adalah dari unsur kader, TKSK, perangkat desa diluar PPNPN dan anggota keluarga”, jelas Aris.

Aris menjelaskan bahwa kepesertaan di wilayah Kabupaten Sleman per 31 Oktober 2016 telah mencapai 712.840 jiwa atau telah mencakup 66% dari total  penduduk Kabupaten Sleman sebanyak 1.079.053 jiwa. Rincian jumlah peserta PBI APBN  sebanyak 331.042 jiwa, PPU Pemerintah 106.428 jiwa, Bukan Pekerja (BP) 55.874 jiwa, PPU non pemerintah 131.092 jiwa dan Peserta Mandiri (pbpu) 88.404 jiwa.

Menurut Aris jumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Sleman yang saat ini telah bekerjasama yaitu 25 Puskesmas, 48 dokter umum, 17 dokter gigi, 19 klinik pratama, 3 faskes milik TNI Polri. Sedangkan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan yang telah bekerjasama yaitu 5 rumah sakit pemerintah dan 17 rumah sakit swasta.

“Menindaklanjuti kerjasama yang disepakati hari ini antara BPJS Kesehatan dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, kami akan terus melakukan koordinasi secara lebih intensif dengan Pemkab Sleman baik dalam hal pelayanan maupun kepesertaan  sehingga kami berharap dengan kerjasama ini dapat mengakselerasi tercapainya cita-cita bersama yaitu Indonesia Universal Health Coverage pada tahun 2019”, jelas Aris.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.