Arsip Kategori: Berita

24
May

Siswa SMA Sleman Terampil Berwirausaha

Sebagai rangkaian Kegiatan Peringatan 1 Abad Kabupaten Sleman, diselenggarakan Pameran Potensi Daerah 2016 yang bertempat di blok SMA Kompleks Gedung Serbaguna selama 20 – 29 Mei 2016. Sejumlah sekolah turut andil dalam pameran yang terselenggara setiap peringatan ulang tahun Sleman ini diantaranya adalah SMA N 1 Cangkringan, SMK Muhammadiyah Prambanan, SMA N I Ngaglik, SMA N I Depok, SMK Nasional Berbah, SMK Muhammadiyah Moyudan dsb.

Uniknya setiap sekolah menampilkan karya-karya yang bernilai ekonomis tinggi. Salah satunya adalah SMA N I Cangkringan. Di tangan siswa-siswa terampil ini, ikan lele disajikan dalam bentuk yang berbeda diantaranya adalah nugget, bakso bakar, keripik kulit dan keripik duri ikan lele. Meski bukan sekolah kejuruan, siswa siswi ini mengaku tertarik mempelajari pembuatan olahan pangan ini. Menurut Andreano Ade Wicaksono, siswa kelas XI SMA N I Cangkringan ini, mendapatkan keterampilan ini berbekal ilmu dari mata pelajaran kewirausahaan yang didapat dari sekolahnya.

Bahan baku berupa ikan lele ia dapatkan dari budidaya lele di kolam sekolahnya. Andre dalam kesempatan ini menjelaskan cara pembuatan bakso bakar ikan lele. Dimulai dengan membersihkan ikan kemudian di fillet untuk memisahkan daging, duri dan kulit lele. Daging untuk dibuat menjadi nugget dan bakso sedangkan duri dan kulit diolah kembali menjadi keripik. Guna menghilangkan bau amis, Hanifah mencuci daging ikan dengan perasan air jeruk, ditunggu selama kurang lebih 5 menit  untuk kemudian digiling menggunakan alat giling daging.

Untuk menambah cita rasa, daging kemudian dicampur bumbu berupa bawang putih, merica, tepung terigu, kanji dan telur. Uniknya olahan ini  terasa lezat dan sehat karena tidak mengandung MSG.  Setelah tercampur kalis, daging dibentuk bulat-bulat kemudian direbus lalu dimasukkan ke air dingin, tusuk lalu dibakar menggunakan kompor.

Pengolahan ikan lele mulai dari bahan baku hingga menjadi berbagai olahan pangan ini hanya menghabiskan biaya berkisar Rp.150.000- Rp.180.000 untuk mengolah lebih dari 6 kg lele. Dari total olahan tersebut menghasilkan 170 nugget, 165 bakso, 82 bungkus keripik .

Sementara ini pemasaran produk ikan lele ini dipasarkan di event mingguan Sunday morning di kawasan UGM, di TVRI masuk sekolah, PIK-R. Selain itu Andre dan kawan-kawannya juga memasarkannya diberbagai event yang digelar di sekolah dan di Kecamatan Cangkringan. Andre mengaku sempat membuat produk olahan beku ikan lele ini sejak tahun 2015 untuk dipasarkan di beberapa toko dan supermarket.

Tidak kalah dengan SMA N I Cangkringan, SMK Muhammadiyah Prambanan juga memiliki produk unggulan berupa lampu hias caping. SMK Muhammadiyah Prambanan memiliki sejumlah jurusan diantaranya otomotif, multimedia,Elin, Mesin, Otomotif Honda Astra. Untuk mengolah berbagai bahan bekas yang banyak terbuang, Jurusan Otomotif SMK Muhammadiyah Prambanan memanfaatkan limbah onderdil motor berupa shock, gear (depan dan belakang), piringan cakram menjadi produk lampu hias cantik dengan tutup lampu dari caping. Berbagai bahan baku ini dengan mudah didapatkan oleh siswa siswi SMK Muhammadiyah Prambanan. Penggagas ide pembuatan lampu hias, Habib Yasin siswa kelas XI menyampaikan bahwa pembuatan lampu hias ini menghabiskan dana kurang lebih Rp. 82.000,- per bijinya namun laku dijual seharga Rp. 105.000,- di Sunday morning dan event-event di Kabupaten Sleman.

23
May

Fasilitasi Promosi UKM, Sleman Luncurkan sleman-mall.com

Laman e-commerce sleman-mall.com dilaunching oleh Bupati Sleman dalam pembukaan Pameran Potensi Daerah (PPD) Kabupaten Sleman pada Sabtu (21/5) di Lapangan Denggung, Tridadi, Sleman.

Drs. Pustopo selaku ketua panitia PPD mengungkapkan bahwa launching laman e-commerce tersebut merupakan kerjasama Dinas Perindagkop Kabupaten Sleman sebagai panitia PPD dengan Bank BNI 46. Menurutnya laman tersebut bertujuan untuk memfasilitasi promosi digital produk baik barang dan jasa khususnya bagi para UKM Sleman.

“Tujuan dari peluncuran sleman-mall ini disamping sebagai ajang promosi juga kedepan kita rancang sebagai ajang edukasi kepada para UKM untuk merancang ide kreatifitas baik kualitas produk, kontinuitas,kemasan, pengiriman, harga sampai dengan tampilan promosi digital agar produk UKM tidak hanya penetrasi pasar lokal akan tetapi dimungkinkan bisa tembus pasar mancanegara”, ungkap Pustopo.

Pustopo juga menambahkan bahwa guna optimalisasi laman tersebut sudah dibangun tempat beserta fasilitas yang diberi nama “Pojok sleman mall’ yang difungsikan sebagai studio tempat UKM mengakses dan mengelola lapak e-commerce di showroom Disperindagkop Sleman.

Penyelenggaraan pameran yang dimulai tanggal 20- 29 Mei 2016 ini menurut Pustopo bertujuan untuk mengenalkan dan mempromosikan berbagai potensi produk daerah khususnya produk UKM serta sebagai tes pasar dalam rangka menghadapi pasar global. “PPD ini selain untuk mengenalkan potensi produk daerah juga persiapan kami untuk menghadapi MEA”, terang Pustopo.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi PPD Kabupaten 2016 dengan peluncuran e-commerce sleman-mall.com tersebut. Menurutnya dengan peluncuran sleman-mall.com dapat memberikan kesempatan untuk memasarkan potensi dari UKM yang ada di Kabupaten Sleman. “Mau tidak mau UKM kita harus siap bersaing di pasar global, sleman-mall.com ini bisa membantu mempromosikan potensi UKM di Kabupaten Sleman”, ungkap Sri Purnomo.

Dalam acara tersebut sebanyak 28 Kontingen Industri Kecil Menengah (IKM) dari seluruh Kecamatan se Sleman juga turut meramaikan pembukaan dalam karnaval yang melibatkan 780 orang dengan menampilkan potensi daerah masing-masing.


19
May

Pelaksanaan UN SD/MI di Sleman berjalan Lancar

Penyelenggaraan Ujian Nasional Tingkat SD/MI di Sleman hari pertama terpantau berjalan lancar. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dalam pantauan UN bersama Kepala Disdikpora Kabupaten Sleman Arif Haryono SH, di SD Jumeneng Sumberadi, Mlati Sleman pada Senin (16/5).

Berdasarkan hasil pantauan UN di 4 Sekolah dasar yaitu SD Sleman 1, SD Muhammadiyah Sleman, SD Jumeneng, SD Cebongan menurut Sri Purnomo tidak ditemukan adanya kendala. “Distribusi soal lancar dan kualitas kertas serta cetakan soal ujian bagus, diharapkan siswa dapat mengerjakan soal dengan serius sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal”, tutur Sri Purnomo.

Sementara itu Arif Haryono menjelaskan bahwa UN tingkat SD/MI tahun ini diikuti oleh 15.066 siswa dari 528 sekolah. “Dari 528 sekolah tersebut sebanyak 516 sekolah merupakan sekolah penyelenggara dan 12 sekolah merupakan sekolah gabungan UN”, jelas Arif.

Dari pantauan UN hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia di 4 sekolah tersebut seluruh siswa yang mengikuti ujian hadir meskipun didapati 1 siswa di SD Muhammadiyah Sleman sedang sakit dan harus menggunakan alat bantu jalan. Arif menambahkan bahwa pada UN tahun ini peserta yang mengikuti ujian di SD Sleman 1 35 siswa, SD Muhammadiyah Sleman 111 siswa, SD Jumeneng 37 siswa, SD Cebongan 83 siswa.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.