Arsip Kategori: Berita

10
Feb

Perpustakaan Sleman Ajak Anak-Anak Bermain Sambil Belajar

Membaca bagi anak-anak dahulu sangat digemari, namun berbeda dengan saat ini anak-anak lebih senang bermain game baik lewat Hp maupun Komputer. Kondisi ini mendorong semua pihak untuk kembali mengajak anak-anak gemar membaca bahkan berupaya membaca menjadi budaya bagi anak-anak. Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah merasa prihatin dengan kondisi ini, untuk itu melalui wisata pustaka, menurut AA. Laksmi Dewi (Kepala Dinas) diharapkan tumbuh kembali minat baca bagi anak-anak. Kegiatan ini menurut Ayu merupakan layanan untuk meningkatkan minat baca anak-anak khususnya, kepada murid SD yang jaraknya dengan perpustakaan jauh yakni SD Kanisius Ngembesan Wonokerto Turi. Kegiatan ini juga untuk menarik anak-anak datang ke perpustakaan, karena perpustakaan merupakan jendela pengetahuan yang perlu ditumbuhkan sejak dini untuk memberikan bekal bagi anak-anak agar bisa memilah milih dan mensortir  informasi yang berguna, sehingga secara bijaksana dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.

Anak-anak sebelumnya melihat-lihat buku dan membaca diperpustakaan kemudian diberi dongeng tentang legenda Bandung Bondowoso oleh petugas Perpustakaan Sleman. Selanjutnya diajak langsung ke lapangan dengan mengunjungi Candi Prambanan dan Candi Sewu sebagai sumber pustaka. Anak-anak SD Kanisius Ngembesan sebelumnya pernah menjadi juara lomba yang diadakan oleh Perpustakaan Sleman, sehingga untuk memberikan penghargaan bagi mereka diajak untuk kegiatan wisata Pustaka. Kegiatan ini dilaksanakan Kamis, 9 Februari 2017 diikuti oleh 45 anak SD Kanisius Ngembesan didampingi oleh 4 guru pendamping. Anak-anak tampak senang ketika sampai lokasi Candi Prambanan dan dengan antusias melihat-lihat Candi. Anak anak juga diajak berkeliling Candi dengan kereta selanjutnya menuju Candi Sewu serta melihat audio Visual tentang Candi.

Oleh para guru anak-anak juga diberi tugas untuk menulis tentang kegiatan yang dilakukan sehingga menumbuhkan rasa tanggungjawab bukan sekedar bermain dan berkeliling candi namun bisa menjadi pengalaman yang berharga untuk memahami dan mengerti salah  satu peninggalan sejarah budaya bangsa Indonesia.

9
Feb

Sleman Wujudkan Keuangan yang Akuntabel Melalui Pemeriksaan BPK

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan kembali melaksanakan  pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sleman tahun anggaran 2016 yang dimulai Kamis 9 Februari 2017 hingga 15 Maret 2017.

Bupati Sleman Sri Purnomo dalam acara Pembukaan Pemeriksaan Interim oleh BPK di Aula lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman pada Kamis (9/2) menyampaikan bahwa pemeriksaan ini menjadi salah satu komponen evaluasi yang strategis bagi Pemkab Sleman untuk melihat seberapa efisien penggunaan anggaran di tahun 2016 lalu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Proses pemeriksaan laporan keuangan yang dilakukan BPK merupakan upaya yang bertujuan untuk memastikan penggunaan anggaran pemerintah digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Bupati menghimbau pada seluruh Kepala Perangkat Daerah  di lingkup Kabupaten Sleman untuk dapat membantu kelancaran  jalannya  pemeriksaan oleh BPK dengan menyiapkan dan memberikan dokumen-dokumen yang dibutuhkan BPK dalam pemeriksaan. Laporan Keuangan diharapkan dapat disampaikan ke BPK tepat waktu sehingga tidak mengganggu tahapan proses selanjutnya.

“Saya berharap dalam pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2016 ini Pemkab Sleman memperoleh hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya sehingga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)”, harap Sri Purnomo.

Kepala Sub auditorat BPK Perwakilan Provinsi DIY Tahun 2015 Nur Miftahul Lail, S.E.,Ak. yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang sudah terjalin dari tahun ke tahun dengan Pemkab Sleman. “BPK sebagai fungsi auditif dan Pemkab Sleman sebagai fungsi eksekutif bahu membahu bersinergi dalam rangka mempercepat terwujudnya pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan yang akuntabel dan transparan”, jelas Miftahul.

Miftahul juga menyampaikan apresiasi atas prestasi LKPD Pemkab Sleman tahun 2015 yang memperoleh opini WTP. Menurutnya Pemkab Sleman sendiri telah lima kali memperoleh opini WTP. “Saya berharap dengan adanya penataan OPD baru di Pemkab Sleman, prestasi tersebut dapat dipertahankan, karena opini yang telah diraih merupakan keberhasilan bersama yang merupakan hasil kerja dari semua OPD. Saya berharap dokumen LKPD tahun 2016 yang akan diperiksa dapat dikumpulkan paling lambat pada tanggal 10 Februari 2017.”, tambah Miftahul.

7
Feb

Sri Purnomo, Waspada “Hoax”, Warga Harus Selektif Mengolah Informasi

Kasus kebakaran atau terduga dibakar yang terjadi di 8 lokasi wilayah Kecamatan Godean dan Kecamatan Gamping yang terjadi pada Minggu (5/2) lalu menjadi salah satu perhatian Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sleman dalam acara Coffe Morning Bupati Sleman dan Forkopimda di Kodim 0732/Sleman pada Selasa (7/2).

Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria, S.IK., yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa kejadian kebakaran di 4 lokasi di wilayah Sidokarto Godean dan 4 lokasi di wilayah Mejing Gamping memiliki pola yang hampir sama.  Menurutnya kejadian memiliki jeda waktu sekitar 30 menit dengan jarak lokasi pertama ke lokasi kedua dan ke lokasi ketiga berjarak 400-500 meter. Baru pada lokasi keempat jaraknya agak jauh sekitar satu sampai dua kilometer. Untuk motif pelaku, pihaknya belum bisa menentukan dan berharap dalam minggu ini kasus kebakaran tersebut dapat terungkap.

Atas kejadian tersebut Bupati Sleman Sri Purnomo menghimbau pada masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengintensifkan siskamling, karena berkaca dari kejadian tersebut yang terjadi justru disiang dan menjelang sore hari. Sri Purnomo berharap agar masyarakat selalu memonitor setiap warga asing yang datang dilingkungannya untuk mengantisipasi kejadian serupa dan tindak kriminal lainnya.

Selain membahas masalah kebakaran, Sri Purnomo dalam acara tersebut juga menyampaikan keprihatinanya terhadap berita hoax (diragukan kebenarannya) yang banyak beredar di media sosial saat ini. Sri Purnomo mengajak masyarakat agar cerdas dalam memilih, memilah, dan mengolah berita yang ada serta tidak menyebarkan berita-berita hoax tersebut yang tidak jelas sumbernya dan belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam forum tersebut Forkompimda juga membahas permasalahan lainnya seperti kebencanaan, keamanan, perijinan, jaminan kesehatan, dan lainnya yang bertujuan untuk menciptakan sinergi lintas sektor untuk berkoordinasi mengantisipasi maupun menyelesaikan permasalahan di Kabupaten Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.