Arsip Kategori: Berita

16
Sep

UPK Berbah Miliki Aset 2,2 Milyar

Bupati Sleman, Sri Purnomo didampingi Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu mengibarkan bendera start jalan santai dalam rangka penutupan rangkaian kegiatan  HUT ke 69 RI sekaligus launching dana sosial PNPM Mandiri Pedesaan. Gerak jalan diikuti oleh siswa-siswi sekolah SD, SMP, SMA/SMK beserta warga masyarakat kecamatan Berbah dengan memperebutkan berbagai doorprize seperti TV, sepeda, kipas angin dll.

Sri Purnomo kemudian melaunching dana sosial UPK PNPM Mandiri pedesaan yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan selokan. Dalam sambutannya bupati menyampaikan bahwa pembangunan berbagai sarana dan prasarana di pedesaan harus ada peningkatan jika dibandingkan sebelum adanya PNPM. UPK kecamatan Berbah sat ini memiliki aset 2,2 milyar dari total 22 milyar aset se Kabupaten Sleman. Hal ini merupakan prestasi tersendiri bagi Berbah karena kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dilaksanakan. Bupati juga menyampaikan bahwa nantinya di tahun 2015, dana-dana yang turun ke desa akan lebih banyak lagi sehingga masyarakat juga harus terdorong untuk makin meningkatkan kelembagaan yang harus semakin diperkuat. Bupati juga memberikan penghargaan kepada perempuan mandiri dan tangguh kepada 4 orang perempuan yang terbukti memiliki kemauan yang kuat untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Melalui usahanya, mereka telah berhasil dan menginspirasi perempuan-perempuan di lingkungannya.
Bupati berharap masyarakat untuk tidak menyerahkan semuanya kepada program pemerintah karena Pemkab Sleman hanya dapat membantu plesterisasi dengan dana 1 juta per rumah yang diwujudkan dalam bentuk 10 sak semen dan 2 rit pasir. Tentu saja dana tersebut masih kurang untuk membuat lantai atau memplester tembok namun setidaknya itu untuk memotivasi masyarakat untuk secara mandiri melakukan pembangunan.
Pada tahun 2014, alokasi 51 juta akan digunakan untuk kegiatan lantainisasi dan plesterisasi tembok dengan sasaran 49 rumah tangga miskin yang juga merupakan anggota SPP UPK (Simpan pinjam khusus perempuan Unit Pengelola Kegiatan) Berbah. Selanjutnya bupati berkesempatan untuk meletakkan batu pertama pembangunan selokan sedangkan Wakil bupati melakukan plesterisasi tembok di rumah Pardiyo, di dusun Munggon, Sendangtirto. Pardiyo mengatakan rasa senangnya karena sebelumnya juga telah dibantu membangun rumahnya dengan dana PNPM perkotaan dan kemudian memperoleh bantuan plesterisasi tersebut.  Wabup berharap dalam setiap upaya pembangunan di desa ini selalu terjalin koordinasi yang baik, sejak di TPK dusun hingga TPK desa.


15
Sep

Festival Kethoprak, Tantangan Untuk Kembangkan Kreativitas

Untuk menjaga kelestarian budaya lokal, khususnya kethoprak, Dinas Budpar Sleman menyelenggarakan Festival Kethoprak yang diikuti oleh 17 kecamatan Se Kabupaten Sleman. Pembukaan telah dilaksanakan oleh Bupati Sleman dan  berlangsung dari tanggal 10 hingga 18 September 2014 di lapangan Parkir Denggung Sleman. Tiap malam dipentaskan 2 grup dan masing-masing menampilkan pentas selama 1 jam. Adapun jadwal pementasa untuk tanggal 10 hari pertama Moyudan dan Prambanan, hari kedua Minggir dan Seyegan, hari ketiga Cangkringan dan Kalasan, hari ke empat Sleman dan Pakem, hari ke lima Ngaglik dan Gamping, hari ke enam Godean dan Turi, hari ke tujuh Ngemplak dan Berbah, hari ke delapan Tempel dan Mlati dan terakhir Depok.

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI. dalam sambutan pada pembukaan festival mengatakan melalui festival kethoprak ini, masyarakat Sleman, terutama dikalangan generasi mudanya akan semakin merasa “handarbeni” dan bangga terhadap budaya sendiri. Mengingat selama ini generasi muda kita lebih mengenal budaya-budaya kontemporer yang sebagian besar merupakan produk budaya asing. Melalui festival kethoprak ini para seniman kethoprak di kecamatan dituntut untuk menunjukkan dan mengembangkan kreativitasnya, sehingga kethoprak yang disajikannya mampu menarik minat masyarakat untuk menyaksikannya. Diharapkan melalui festival kethoprak ini muncul bibit-bibit seniman kethoprak baru untuk menghindari terputusnya regenerasi seniman kethoprak di Sleman. Kecamatan sebagai pusat perkembangan dan pelestarian budaya merupakan upaya yang harus terus menerus dilakukan secara berkesinambungan mengingat upaya tersebut juga merupakan dukungan terhadap keistimewaan Yogyakarta.

Untuk menjaga kelestarian budaya lokal, khususnya kethoprak, Dinas Budpar Sleman menyelenggarakan Festival Kethoprak yang diikuti oleh 17 kecamatan Se Kabupaten Sleman. Pembukaan telah dilaksanakan oleh Bupati Sleman dan akan berlangsung dari tanggal 10 hingga 18 September 2014 di lapangan Parkir Denggung Sleman. Tiap malam dipentaskan 2 grup dan masing-masing menampilkan pentas selama 1 jam. Adapun jadwal pementasa untuk tanggal 10 hari pertama Moyudan dan Prambanan, hari kedua Minggir dan Seyegan, hari ketiga Cangkringan dan Kalasan, hari ke empat Sleman dan Pakem, hari ke lima Ngaglik dan Gamping, hari ke enam Godean dan Turi, hari ke tujuh Ngemplak dan Berbah, hari ke delapan Tempel dan Mlati dan terakhir Depok. Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, Msi. dalam sambutan pada pembukaan festival mengatakan melalui festival kethoprak ini, masyarakat Sleman, terutama dikalangan generasi mudanya akan semakin merasa “handarbeni” dan bangga terhadap budaya sendiri. Mengingat selama ini generasi muda kita lebih mengenal buaya-budaya kontemporer yang sebagian besar merupakan produk budaya asing. Melalui festival kethoprak ini para seniman kethoprak di kecamatan dituntut untuk menunjukkan dan mengembangkan kreativitasnya, sehingga kethoprak yang disajikannya mampu menarik minat masyarakat untuk menyaksikannya. Diharapkan melalui festival kethoprak ini muncul bibit-bibit seniman kethoprak baru untuk menghindari terputusnya regenerasi seniman kethoprak di Sleman. Kecamatan sebagai pusat perkembangan dan pelestarian budaya merupakan upaya yang harus terus menerus dilakukan secara berkesinambungan mengingat upaya tersebut juga merupakan dukungan terhadap keistimewaan Yogyakarta.

13
Sep

Java Summer Camp Digelar di Pentingsari

Di Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat 12 September dilaksanakan Penyambutan Peserta Java Summer Camp 2014 perwakilan  Pemuda – Pemudi 8 Negara Asia  Antara lain dari Malaysia, Singapura, Vietnam, Jepang, Australia, Madagaskar, dll dengan jumlah peserta 160 orang.

Penyambutan peserta Java Summer Camp diawali dengan Tari Punglor yang dibawakan.Wiwit, Lita dan Hepy dari Sanggar Tari Binaan Dinas Pariwisata Kab.Sleman. Dilanjutkan dengan Penyambutan Secara Resmi Oleh Ibu Dra Suyamsih, MPd Asisten Sekda Bidang Pembangunan mewakili Bupati Sleman dalam sambutannya  menyatakan apresiasi kepada para peserta yang mengikuti event ini karena keikutsertaan pada event tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan bagi Pemkab Sleman untuk semakin menggiatkan bidang kepariwisataan. Momen Java Summer Camp juga sangat strategis sebagai upaya untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan menjalin kerjasama diantara kabupaten, propinsi bahkan antar negara agar kita saling dapat mengenal budaya dan tradisi satu dengan yang lainnya. Hal tersebut akan memperluas wawasan dan pengetahuan bagi para peserta sehingga semua pihak.

Juga diharapkan agar para peserta Java Summer Camp ini agar dapat berkesempatan untuk mengunjungi obyek-obyek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Sleman atau di sekitar Desa Wisata Pentingsari, kecamatan Cangkringan. Di kecamatan Cangkringan terdapat banyak potensi wisata dan potensi lainnya yang menjadi aktifitas produktif masyarakat.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.