Arsip Kategori: Berita

8
Jan

Badan Lingkungan Hidup Miliki Tanggung Jawab dan Kewenangan yang Makin Luas

Untuk meningkatkan kualitas dalam upaya perlindungan dan pengelolaan linkungan hidup perlu dilakukan penataan kelembagaan yang semula  Kantor Lingkungan Hidup, menjadi Badan Lingkungan Hidup. Sebagian kewenangan masih sama sewaktu berbentuk Kantor Lingkungan Hidup (KLH) dan sekarang menjadi Badan Lingkungan Hidup (BLH). Kewenangan tersebut antara lain bahwa baik KLH maupun BLH mempunyai tugas yang sama yaitu melaksanaakan penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang lingkungan hidup, kebersihan dan pertamanan yang dulunya kebersihan dan pertamanan merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman. Dengan lebih luasnya kewenangan tersebut menjadi tantangan bagi BLH dibawah pimpinan Drs. Purwanto.

Saat dijumpai diruang kerjanya Drs. Puwanto yang sekarang mengepalai di BLH Kabupaten Sleman mengatakan bahwa dengan dibentuknya KLH menjadi BLH menjadikan tanggung jawab  yang lebih besar dan memiliki kewenangan yang makin luas, namun itu menjadikan tantangan yang harus dihadapi. Lebih lanjut disampaikan bahwa fungsi BLH saat ini  merumuskan kebijakan teknis bidang lingkungan hidup, kebersihan dan pertamanan, serta sekaligus melaksanakan ketugasan tersebut. Disamping itu juga memberikan pelayanan khususnya pada bidang  lingkungan hidup, kebersihan dan pertamanan, serta unsur pembinaan.
Dengan kewenangan yang lebih besar tersebut BLH diharuskan membawa dampak yang lebih positif dalam mempertahankan dan meningkatkan daya dukung lingkungan di wilayah Kabupaten Sleman. Upaya tersebut tentunya tidak terlepas dari peran dan partisipasi semua elemen baik masyarakat maupun swasta untuk menciptakan kondisi lingkungan yang ideal. Dengan kewenangan yang lebih luas tersebut BLH sebagai salah satu organisasi perangkat daerah akan lebih dapat mengupayakan keselarasan antara dinamisnya pembangunan dengan keberadaan daya dukung lingkungan yang memadahi. Dinamisnya pembangunan merupakan salah satu konsekuensi dari pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin meningkat.
Sesuai dengan Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup memberikan kewenangan yang luas kepada kabupaten dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di daerah masing-masing yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakan hukum.***


6
Jan

Bupati Resmikan Jalan Aspal dan Masjid di Kledokan, Selomartani

Jalan beraspal mulus sepanjang 600 meter dengan lebar 3 meter telah berhasil dibangun warga di dusun Kledokan Selomartani Kalasan dengan biaya Rp. 111.700.000  diresmikan Sleman Drs. Sri Purnomo yang ditandai dengan pengguntingan pita yang dilajutkan peninjauan dengan naik kereta kencana yang dikusiri kepala desa Selomartani, dengan diringi Bregodo dari warga setempat berjumlah 40 orang. Biaya sebesar tersebut berkat swadaya masyarakat dusun kledokan, yang kebetulan juga sebagai tempat tinggal Kepala Desa Selomartani Dra. Nur Hidayati. Ikut  serta dalam kereta tersebut Muspika kecamatan Kalasan antara lain Camat Kalasan Drs. Samsul Bakri, MM dan tokoh masyarakat  Syafarudin Alwi yang juga donatur pembangunan Masjid Al-Islam.

Disamping peresmian jalan bupati Sleman juga menandatangani prasasti dimulainya pemugaran Masjid Al-Islam. Masjid dengan anggaran biaya 800 juta rupiah sampai saat ini sudah menghabiskan biaya 184 juta rupiah dengan kondisi baru lantai satu dan dua, sementara untuk dinding dan atas belum dimulai.
Pada kesempatan tersebut bupati Sleman minta agar jalan yang telah dibangun dengan biaya yang tidak sedikit tersebut dirawat dengan baik agar mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan tahan lama, dan apabila ada kerusakan agar segera diperbaiki tidak perlu ditunda bahkan menunggu lebih lama, hal tersebut agar tidak lebih parah lagi. Menyinggung kondisi Masjid yang belum selesai dipugar, seandainya bisa digunakan untuk ibadah sebaiknya digunakan . Karena bedanya Masjid dan bangunan yang lain, kalau Masjid meskipun belum jadi tetapi bisa digunakan atau ditempati untuk ibadah, tetapi kalau bangunan yang lain sebelum jadi belum bisa digunakan.***
5
Jan

Festival Memasak dan Pameran Belut Untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Festival memasak belut di pasar kuliner belut Godean dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, pada hari Minggu tanggal 4 Januari 2015 bertempat pasar kuliner belut Godean tepatnya di gedung kecamatan lama Godean yang berdekatan dengan pasar godean. Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman Dra. Tri Endah Yitnani MSi mengatakan bahwa diadakannya festival memasak belut dan pameran belut tersebut untuk menarik konsumen dan sebagai promosi telah dibukanya pasar belut Godean atau pasar kuliner belut Godean, dan juga sebagai salah satu upaya penataan padagang kaki lima atau PKL yang selama ini menempati tepi jalan Godean tersebut yang sudah tidak muat lagi untuk berjualan. Kepala Dinas Pasar juga berjanji bahwa kegiatan tersebut minimal akan di laksanakan setahun dua kali, dan lomba tersebut di ikuti dari pedagang Pasar belut Godean dan dari UNY jurusan tata boga sehingga lomba tersebut akan menghasilkan pedagang yang dari segi rasa memang bisa dijajakan di pasar Kuliner tersebut sehingga bisa di nikmati para penikmat kuliner. Lebih lanjut Kepala Dinas pasar Tri Endah Yitnani mengatakan memang belut masih di dapat dari luar daerah Sleman namun pasar Godean adalah sudah lama menjadi ikon yang sudah menyatu dengan pasar Godean dan mudah-mudahan dengan diadakannya festival memasak belut dan pameran belut ini akan menambah semangat dan menambah omset para pedagang khususnya belut. Festival ini terselenggara atas kerjasama Dinas Pasar Sleman dengan Bank BPD Cabang Sleman, Omah Belut, pedagang belut dan komunitas pedagang pasar Godean.

Dalam sambutannya Bupati Sleman berharap kegiatan tersebut nantinya benar-benar akan membawa dampak yang sangat bagus terhadap perkembangan perekonomian khususnya di Kecamatan Godean dan umumnya kabupaten Sleman. Bupati Sleman secara simbolis membuka festival tersebut dengan memasak masakan yang luar biasa yaitu masakan Nasi goreng belut, ternyata belut bukan hanya bisa di masak sebagai keripik belut dan sambal belut saja namun bisa di buat masakan berbagai jenis diantaranya Asam manis belut, garang asem belut, bakar belut, tongseng belut, naget belut, bakso belut, rica-rica belut, rendang belut yang semuanya merupakan kreativitas ibu-ibu pedang pasar Godean yang mendapatkan ilmu dari UNY. Dan ternyata benar-benar luar biasa dan oseng-oseng mercon belut yang pedasnya luar biasa.

Bupati Sleman berharap kedepan bahan baku belut mentah dapat dibudidayakan di Sleman. Dinas  Pertanian ,Perikanan dan Kehutanan diharapkan nantinya yang akan menanganinya secara baik dan tepat karena semua ikan air tawar di Kabupaten Sleman berkembang dengan baik bahkan ikan Arwana pun  juga bisa di kembangkan di Sleman yaitu di Kecamatan Berbah ini dengan baik bahkan udangpun juga bisa di budi dayakan di kabupaten Sleman dengan baik.  Serta harapan kedepan nantinya Kabupaten Sleman ini khususnya Kecamatan Godean akan menjadi pusat oleh-oleh nasional khususnya Belut.***

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.