Arsip Kategori: Berita

17
Mar

Tegaltirto Dicanangkan Menjadi Desa Siaga Bencana

Berbah, 15 Maret 2014, bertempat di Desa Tegal Tirto, dusun Kadisobo dilakukan peresmian gardu siaga bencana oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo. Gardu siaga bencana tersebut merupakan bantuan dari dinas sosial Pemerintah Daerah DIY. Dalam laporannya, Kades Tegaltirto, Susilo Nugroho menyampaikan bahwa pembangunan gardu siaga bencana ini memakan waktu 1 bulan yang dilakukan secara gotong royong masyarakat dusun Kadisobo, sedangkan untuk tanah disediakan oleh Pemerintah Desa Tegaltirto. Sebelum diresmikan, gardu siaga bencana ini telah dimanfaatkan oleh warga untuk kegiatan tumbuh kembang anak, kegiatan lansia dan juga untuk kegiatan sosialisasi antisipasi bencana.

Menurut kepala dinas sosial Pemerintah DIY, Untung Sukaryadi, bantuan gedung ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga masyarakat, Untung juga berharap agar gedung ini jangan sampai mangkrak, dan juga setiap hari ada yang piket di gardu sosial tersbut. Untung juga mengatakan bahwa nantinya kalau gardu sosial ini berhasil nantinya dinas sosial akan menambhakan dengan gardu logistik yang nantinya bantuan logistiknya akan disuplai dari dinas sosial DIY. Selain itu dengan adanya gardu logistik ini nantinya kegiatan pemberdayaan lansia di Desa tegaltirto ini dapat terus berjalan dengan lebih baik, karena desa tegaltirto ini merupakan desa percontohan untuk program pemberdayaan lansia. Untung juga berharap nantinya agar di desa tegaltirto ini dapat mewujudkan klinik lansia untuk mengantisipasi kejadian darurat, dan nantinya kalau hal ini bisa berjalan Dinas Sosial DIY akan membantu Ambulan untuk warga.

Dalam sambutannya Bupati Sleman, Sri Purnomo menayatakan bahwa sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah Sleman kita harus menyadari bahwa kita hidup berdampingan dengan bencana, dari bencana gempa bumi, bencana gunung berapi, bencana angin puting beliung, tanah longsor dan lain-lain. Untuk menghadapi hal tersebut sesuai Undang- Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat, harus tanggap terhadap ancaman bencana bukan hanya saat terjadi tanggap darurat bencana, tetapi juga pada pra bencana dan pasca bencana. Paradigma penanggulangan bencana, tidak lagi di titik beratkan pada penanganan kedaruratan, namun lebih pada upaya pengurangan resiko bencana, menuntut adanya kesiapsiagaan masyarakat. Mitigasi bencana harus menjadi bagian dari budaya dan local wisdom masyarakat Sleman. Oleh karena itu, pemanfaatan gardu siaga bencana ini harus dioptimalkan bukan hanya pada masa terjadinya bencana namun juga digunakan sebagai skretariat pusat layanan bagi para petugas sosial dan bencana alam diantaranya seperti Taruna Siaga Bencana, aparat keamanan, aktivis lingkungan, Pramuka dan masyarakat umum.

Setelah melakukan peresmian gardu siaga bencana, Sri Purnomo kemudian membuka pelatihan mitigasi bencana bagi komunitas “Jogja Rescue” dan dilanjutkan dengan penyebaran bibit ikan nila merah dan hitam sejumlah 2 kwintal di embung Candirejo Tegaltirto yang luasnya 6000 M2.
16
Mar

Kampanye Simpatik Untuk Membangun dan Meneguhkan Komitmen Peserta Pemilu

Pawai kampanye simpatik digelar oleh KPU Sleman mengambil start dari Halaman Parkir Monjali, Sabtu, 15 Maret 2014. Menurut Ketua KPU Sleman digelarnya pawai simpatik ini untuk sosialisasi dan mengenalkan peserta pemilu mengelilingi 6 dapil di wilayah Sleman berikut dengan atribut, identitas dan visi misi parpol kepada masyarakat Sleman. Pawai ini juga betujuan untuk membangun dan meneguhkan kembali komitmen penyelenggara dan peserta pemilu untuk melaksakan kampaye dengan secara damai, aman tanpa menimbulkan konflik dan gesekan apapun. Dalam kesempatan ini juga dilakukan pembacaan dan penandatanganan komitemen akan mengendalikan kontestan agar tercipta suasana aman dan damai. Pawai ini diikuti dan melibatkan semua parpol perwakilan 3 mobil, juga Panwas, Pemda, Polres, dan menyuguhkan atraksi kesenian sehingga dapat menarik simpatik masyarakat.
Kapolres Sleman mengajak agar kampanye yang dilaksanakan menjadi kegiatan yang berbudaya dan meraih simpati masyarakat, dengan harapan  kampanye yang dilaksanakan dapat berjalan lancar dan kondusif. Untuk mengawal kampanye parpol Polres Sleman menyiapkan 600 personil setiap hari.
Sementara itu Sekda Sleman dr. Sunartono, MKes mewakili Bupati dalam sambutannya mengatakan kampanye damai merupakan tonggak awal kontrak poltik untuk menyelenggarakan pemilu jujur dan adil. Kesuksesan pemilu merupakan penentu kesinambungan pembangunan nasional khususnya di Kabupaten Sleman. Untuk itu diingatkan kepada peserta pemilu agar dapat melaksanakan kampanye damai dengan mentaati peraturan yang telah ditetapkan yakni tidak melibatkan anak, menyinggung SARA, tidak mengganggu arus lalu lintas dan tidak merusak fasilitas umum.
Pawai dilepas oleh Sekda Sleman dengan pelepasan balon oleh Sekda Sleman didampingi Ketua KPU Sleman, Kapolres Sleman dan Ketua DPRD Sleman serta Panwaslu.

16
Mar

Dewan Masjid Diharapkan Mampu Optimalkan Fungsi Masjid

Di Rumah Dinas Bupati, Selasa tanggal 11 Maret 2014lalu  Bupati Sleman Drs H. Sri Purnomo, MSI melantik dan mengesahkan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman dan Pimpinan Dewan Masjid Kecamatan se-Kabupaten Sleman periode 2014-2019 yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan bendahara. Bupati Sleman berpesan kepada Pengurus Dewan Masjid agar bisa mengoptimalkan fungsi masjid sebagai tempat beribadah, pengembangan masyarakat dan persatuan umat dipilihnya saudara sebagai pengurus menunjukkan bahwa saudara memiliki kemampuan yang dapat diandalkan untuk mendukung perkembangan organisasi. Oleh karena itu sebagai pengu­rus Dewan Masjid Indonesia memiliki tanggung­jawab yang cukup berat, yakni menghidupkan dan membesarkan organisasi.

Sejak awal didirikannya Dewan Masjid Indonesia pada 22 Juni 1972, Dewan Masjid bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, akhlak mulia dan kecerdasan umat serta tercapainya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Terkait dengan tujuan tersebut Bupati berharap Pengurus Dewan Masjid berpikiran terbuka untuk memakmurkan masjid baik dari segi agama maupun dari aspek-aspek lain, yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. sungguh merupakan potensi sangat besar dapat menggerakkan berbagai kegiatan masjid untuk kemaslahatan umat, serta membangun moral dan akhlak masyarakat.

Para Pimpinan Daerah Dewan Pengurus Masjid juga diaharapkan dapat menjadi pelopor pembinaan generasi muda yang agamis dan juga nasionalis serta berwawasan kebangsaan, agar generasi muda memiliki kecintaan dan semangat untuk membangun bangsa dan negaranya serta dapat menjauhkanlah generasi muda dari pemikiran-pemikiran yang menyesatkan dan dapat merusak jiwa dan masa depannya dari sikap dan perilaku yang dapat merusak kerukunan, persatuan dan kebersamaan.

Terkait dengan agenda nasional Pemilu pada tanggal 19 April 2014 Dewan Pengurus Masjid dapat berpartisipasi aktif dalam menciptakan kondisi yang kondusif, baik sebelum, saat, dan pasca Pemilu 9 April 2014, untuk terlaksananya proses demokrasi di Indonesia.***
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.