Arsip Kategori: Berita

30
Nov

Sleman Raih Penghargaan Tertinggi Bidang Kesehatan

Akhirnya Kabupaten Sleman memperoleh penghargaan Swasti Sabha Wistara yakni sebuah penghargaan tertinggi dalam bidang pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan Kabupaten Sehat di Kabupaten Sleman. Pada tahun 2009 lalu Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba Padapa untuk Kabupaten Sehat klasifikasi pemantapan dengan tatanan yang terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi serta kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri; kemudian pada tahun 2011 Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba, dengan klasifikasi pembinaan (Wiwerda) untuk 4 (empat) tatanan terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kawasan permukiman sarana prasarana sehat dan  kawasan pariwisata sehat; pada tahun 2013 Kabupaten Sleman kembali memperoleh Swasti Saba Wiwerda dengan 5 (lima) tatanan yang terpilih yaitu kawasan permukiman sarana prasarana sehat, ketahanan pangan dan gizi, kawasan pariwisata sehat, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri serta kehidupan sosial yang sehat. Sedangkan pada tahun ini Kabupaten Sleman mengajukan 7 (tujuh) tatanan yaitu, kawasan permukiman sarana prasarana sehat, kawasan tertib lalu lintas dan transportasi, kawasan pariwisata sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat. Ketujuh tatanan tersebut masing-masing memiliki program unggulan yang telah dilaksanakan dan telah memenuhi indikator yang telah ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraan Kabupaten Sehat, selain itu masing-masing dari tatanan tersebut telah memperoleh penghargaan dari berbagai pihak. Seperti untuk kawasan permukiman sarana prasarana sehat, Pemkab Sleman memperoleh penghargaan MDG award dalam kategori layanan air bersih dan sanitasi serta penghargaan dalam tatanan lainnya. Dan pada puncak peringatan HKN 2015, Jum’at, 27 Nov 2015, di Hotel Bidakara Jakarta Kabupaten Sleman dapat memperoleh penghargaan Swasti Saba klasifikasi pengembangan (Wistara), yang diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI Dr. Dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M.

Dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Sleman menyampaikan pelaksanaan Kabupaten Sleman meliputi yakni 7 tatanan sebagai program unggulan. Untuk unggulan tatanan lalu lintas tertib dan transportasi dengan program unggulan pelayanan pemeriksaan kendaraan atau kir di Dinas Perhubungan Kominfo dilanjutkan ke ketatanan kehidupan sosial yang sehat dengan lokasi unggulan di TPA An Nur Triharjo Sleman. Tatanan permukiman sarana dan prasarana sehat dengan lokasi TK Budi Mulia 2 Condongcatur dan pelayanan pos pembinaan terpadu di pasar sehat Sambilegi Depok. Tatanan Industri dan perkantoran sehat yang diunggulkan yakni Khansa snack di condongcatur depok yakni industri olahan abon tuna, lele, bakso, nugget dan otak-otak, kemudian tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dengan PIK R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Genderang Kecamatan Ngaglik. Pengelolaan lingkungan permukiman di Nglempong Surodadi Girikerto Turi (pengelolaan sampah mandiri). Untuk tatanan ketahanan pangan dan gizi dengan program unggulan budidaya tanaman hortikultura oleh kelompok masyarakat di Dusun Cancangan wukirsari cangkringan. Dan yang terakhir tatanan pariwisata sehat dengan unggulan desa wisata pulesari Wonokerto Turi. Dengan diperolehnya penghargaan ini merupakan wujud kerjasama dan keterpaduan dari berbagai instansi terkait dan masyarakat Sleman untuk menuju masyarakat Sleman yang sehat. Ke depan implementasi masing-masing tatanan akan diperluas ke wilayah kecamatan sesuai dengan potensi masing-masing, sehingga dapat mempertahankan prestasi yang telah diraih.

27
Nov

TP PKK Pakem Tampil Luwes Kenakan Kebaya


Lomba keluwesan dalam rangka peringatan Hari Ibu ke 87 tahun 2015  kecamatan Pakem dibanjiri peserta ibu-ibu, meskipun tiap desa di Kecamatan Pakem sesuai ketentuan hanya mengirimkan 5 orang, namun pesertanya melebihi ketentuan. Peserta dalam lomba keluwesan yang diadakan PKK Kecamatan Pakem tersebut diikuti lebih dari 35 peserta. Lomba itu sendiri dilakukan di Pendopo Kecamatan Pakem Kamis 26 Nopmebre 2015. Bertindak sebagai juri pada lomba keluwesaan tersebut Alex Mulyo Suharyo, Nuke, dan Uki Wira Atmaja.
Dalam laporannya Ketua PKK Kecamatan Pakem, Siwi Yuniati yang sekaligus ketua panitia menyampaikan bahwa tujuan lomba keluwesan tersebut  untuk melestarikan  budaya jawa, terutama dalam berbusana (kebaya), disamping itu dengan lomba tersebut diharapkan generasi muda bisa lebih menghargai  kebudayaan jawa khususnya kebaya yng memperlihatkan keanggunan wanita Indonesia walaupun mengikuti trend saat ini. Lebih lanjut disampaikan bahwa para pemenang juara I – 5 akan mendapatkan trophy dan uang pembinaan.
Sementara itu ketua TP PKK Kabupaten Sleman Sri Wahyuni-Gatot Saptadi yang membuka lomba keluwesan tersebut dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa peran perempuan/ibu saat ini sangat menonjol dibanding dengan jaman dulu, untuk itu perlu penguasaan diri termasuk keluwesan dalam berbusana. Karena tugas perempuan/ibu saat ini cukup banyak yaitu sebagai isteri pendamping suami, pendidik dan pendamping anak-anak, sebagai penerus keturunan, membantu pendapatan keluarga lewat peningkatan perekonomian daan juga sebagai anggota masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam lomba tersebut bukan bertujuan untuk mendapatkan trophy dan hadian bagi peserta, namun yang lebih penting adalah  sebagai pendorong untuk meningkatkan kreativitasnya, dengan harapan  melalui lomba tersebut dapat mendidik dan menunjukkan  kepada generasi muda/anak-anak , bagaimana cara berpakaian yang sopan, serasi dan menarik. Yang jelas berpakaian tidak harus mewah dan mahal, namun yang penting adalah pakaian tersebut yang nyaman dipakai dan sopan.
Hadir pada kesempataan tersebut antra lain Camat Pakem Djoni Suhartono, SH, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman dan rombongan. Setelah melalui penjurian yang cukup ketat, karena pesertanya kemampuaannya hampir sama, maka juri menentukan sebagai juara I Indra Kirana, juara II Sulastri, juaara III Tin Sugeng, juara harapan I  Rusmihati, dan juara harapan II Hariyani Astuti.

 


26
Nov

Akhir Tahun 2015, Pasar Sleman Selesai Dibangun

Tahun 2015 ini sebagian proyek di Kabupaten Sleman ada yang belum selesai, karena memang proyeknya multiyears, seperti pembangunan Pasar Sleman yang sampai saat peninjauan Rabu 25 November 2015  yang dilakukan penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi baru 95 % . Namun sampai batas akhir bulan Desember nanti dijadwalkan akan selesai 100 %. Untuk pembangunan Pasar Sleman nilai kontraknya Rp. 2.400.200.000,- dan waktu pelaksanaan pekerjaan  16 Juni – 14 Desember 2015.

Ikut mendampingi kunjungan kerja Penjabat Bupati Sleman tersebut antara lain Kepala Bappeda drg. Intri Yudatiningsih, M.Kes, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral Ir. Sapto Winarno, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sungkono, Kepala Inspektorat Kabupaten Suyono, SH,  dan SKPD terkait.
Lokasi kunjungan kerja Penjabat Bupati dalam rangka monitoring pelaksanaan pekerjaan tahun 2015 tersebut selain Pasar Sleman, juga pembangunan kantor  Kecamatan Tempel, Pembangunan Gedung Pelayanan Terpadu RSUD Sleman tahan III, Pembangunan Embung Gedongan Wedomartani Ngemplak dan terakhir rombongan penjabat meninjau pembangunan Pasar Prambanan tahap III.
Untuk pembangunan Kantor Kecamatan Sleman sampai dengan tanggal 25 Nopember 2015 sudah mencapai 87 % dengan nilai kontrak Rp. 2.438.193.000,- dengan waktu pelaksanaan pekerjaan tanggal 27 Juli – 23 Desember 2015. Sedangkan untuk pembangunan gedung Pelayanan terpadu RSUD Slaeman tahap III nilai kontraknya Rp. 46.373.757.000,- dengan waktu pelaksanaan pekerjaan tanggal 22 Juli – 23 Desember 2015 dan saat peninjauan pembangunan sudah mencapai 67 %. Dan sesuai dengan pelaksanaan sampai batas waktu tanggal 23 Desember 2015 nanti akan selesai.
Saementara itu untuk pembangunan Embung Gedongan Wedomartani Ngemplak saat dilakukan peninjauan untuk tahap I sudah selesai dengan nilai kontrak Rp. 2.115.753.000,- waktu pelaksanaan pekerjaan tanggal 10 Juni – 7 Desember 2015. Dan untuk Pasar Prambanan lokasi terakir yang dikunjungi Penjabat Bupati Sleman, pembangunan pasar tahap III dengan waktu pelaksanaan pekerjaan tanggal 6 Agustus – 18 Desember 2015, dengan nilai kontrak Rp. 28.187.083.000,-.
Dijumpai disela sela kunjungan Penjabat Bupati Sleman menyampaikan bahwa pembangunan beberapa proyek yang belum selesai tersebut diharapkan sampai batas waktu yang ditentukan bisa selasai 100 %. Dengan selesainya pembangunan sesuai target tersebut kedepan agar pembangunan  tahap berikutnya bisa lebih lancar, yang pada akhirnya dapaat dimanfaatkan dengan baik.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.