Arsip Kategori: Berita

17
Dec

Hotel Royal Ambarrukmo Peroleh Pengembalian Pajak Terbesar

Untuk memberikan penghargaan terhadap wajib pajak yang tertib, melakukan pembukuan sesuai dengan sistem akuntansi yang berlaku umum serta tepat waktu dalam pelaporan dan pembayaran pajak, maka Pemkab Sleman memberikan penghargaan dan pengembalian sebagian pajak yang telah disetorkan bagi wajib pajak hotel dan restoran. Hal itu disampaikan H. Hardo Kiswoyo, SE. MSI, PLT Kepala DIPENDA Sleman dalam acara pengembalian pajak hotel dan restoran di rumah dinas Bupati Sleman, Selasa, 16 Desember 2014. Lebih lanjut dikatakan untuk tahun 2014 pengembalian pajak hotel kepada 65 wajib pajak dengan total pengembalian Rp 469,975.376 sedangkan untuk wajib pajak restoran ada 118 wajib pajak dengan total pengembalian Rp 208,298.243. Untuk pajak hotel yang menerima pengembalian terbesar yakni Hotel Royal Ambarukmo sebesar Rp 70,578.116 dan untuk pajak restoran pengembalian terbesar yakni PT Rekso Nasional Food (Mc. Donald’s) sebesar Rp14.176.173.

Acara dihadiri oleh Bupati, Assekda III, Ketua DPRD Sleman, dan anggota Komisi B DPRD Sleman, KPP Pratama Sleman dan Direktur BRI Syariah, Ketua DPC PHRI Sleman Asteria. Juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman. Sedangkan penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Bupati kepada 10 perwakilan perwakilan wajib pajak hotel dan 10 wajib pajak restourant, didampingi Ketua DPRD Sleman dan PLT Dipenda Sleman.
Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan  terima kasih kepada para pengelola dan pengusaha hotel dan restoran serta para wajib pajak yang telah memenuhi kewajibannya untuk membayar pajak, khususnya kepada 16 wajib pajak hotel dan 118 wajib pajak restoran yang  menerima pengembalian seba­gi­an pajak yang telah dibayarkan kepada Dinas Pendapatan Daerah.
Sri Purnomo menambahkan perolehan PAD selama tahun 2014 mencapai Rp. 474,91 Milyar rupiah lebih atau mencapai 24,12% dari total pendapatan daerah. Sedangkan tahun 2013 lalu mencapai Rp 415,66 Milyar atau 23,73% dari total pendapatan. Jumlah tersebut disumbang oleh perolehan Pajak daerah yang mencapai Rp 274.628 Milyar lebih dan Retribusi daerah mencapai Rp 2,263 Milyar. Peningkatan tersebut tentunya patut disyukuri karena dengan pajak tersebut, Pemkab Sleman dapat membiayai berba­­gai kegiatan pembangunan untuk meningkat­kan kese­jah­­te­raan dan memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama tentang pelayanan pembayaran PBB P2. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada masyarakat dalam hal pembayaran PBB P2. Melalui BRI Syariah masyarakat dapat melakukan pembayaran PBB P2 di kantor layanan dan ATM di seluruh wilayah Indonesia dan seluruh jaringan Koperasi Unit Desa (KUD) yang tergabung dalam jaringan PUSKUD MATARAM di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kerjasama ini dimaksudkan untuk mempermudah wajib pajak dalam membayar pajaknya karena selama ini kendala yang terjadi tanah dan bangunan yang ada di Sleman pemiliknya orang luar Sleman sehingga menyulitkan dalam membayar PBB.***


17
Dec

Bupati Ngecat Bareng Siswa SMK Berbah


Sleman, 16 Desember 2014, bertempat di SMK Nasional Berbah dilaksanakan pencanangan anti vandalisme pelajar se kecamatan Berbah.  Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sleman Sri Purnomo, Kepala Dinas Dikpora Sleman Arif Haryono, beserta segenap forum komunikasi pimpinan kecamatan Berbah dan juga para kepala sekolah di lingkungan Kecamatan Berbah.
Dalam laporannya Dwi Ahmadi, Kepala Sekolah SMK Nasional Berbah, menyampaikan bahwa hal tersebut adalah tindak lanjut hasil rapat pleno kelompok kerja Kepala Sekolah Kab. Sleman, pada tanggal 8 Nopember 2014 di SMKN 1 Tempel, dimana dalam rapat tersebut Ka. Dinas Dikpora Sleman menunjuk SMK Nasional Berbah sebagai koordinator untuk penghapusan Vandalisme berupa corat-coret di tembok dan fasilitas umum,  dari hasil rapat tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan mengadakan gerakan anti vandalisme di lingkungan pelajar pada tanggal 16 Desember 2014 ini yang mengambil lokasi di wilayah kecamatan Berbah.  Dalam kegiatan ini akan dilakukan penghapusan corat-coret di wilayah Kec. Berbah yang dilaksanakan oleh 120 pelajar dari tingkat SMP, SMA, dan SMK di kec. Berbah yang didampingi oleh 20 orang dari unsur petugas Satpol PP, Linmas, Kepolisian dan TNI.  Lokasi kegiatan ini dibagi menjadi  4 zona, dengan zona 1 Desa Kalitirto, Zona 2 Desa Tegaltirto, Zona 3 Desa Sendangtirto, dan Zona 4 Desa Jogotirto.
Dalam sambutannya Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang positif bagi para pelajar.  Terlebih lagi generasi muda harus menyalurkan energinya untuk hal-hal yang positif. Selain itu kegiatan ini adalah untuk mendidik para pelajar agar selalu disiplin dalam berbagai hal.  Sri Purnomo, menyampaikan bahwa slogan dari Sleman adalah SEMBADA, yang merupakan akronim Sehat, Elok Edi, Makmur Merata, Bersih Berbudaya, Aman dan Adil, Damai Dinamis, dan Agamis.  Sri Purnomo menekankan pada huruf B yaitu bersih, kegiatan ini adalah dalam rangka mewujudkan lingkungan yang bersih ini, lingkungan yang bersih ini bukan hanya pada lingkungan sekitarnya, tetapi seluruh wilayah Kabupaten Sleman. Kebersihan juga merupakan kunci untuk mewujudkan kesehatan lingkungan, kesehatan badan dan kesehatan jiwa. Sri Purnomo berpesan agar nantinya setelah bersih dari corat-coret nantinya para pelajar dan seluruh masyarakat Berbah diminta untuk menjaga kebersihan tersebut, jangan sampai ada lagi aksi vandalisme. Pada hari jadi Kab. Sleman ke 99 pada tahun 2015 nanti, akan dilaksanakan evaluasi kebersihan lingkungan di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Sleman.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan apel kesiapan pembersihan dari aksi vandalisme, dan juga pengucapan ikrar bersama dari peserta untuk sepakat tidak melakukan aksi vandalisme, tidak melakukan tawuran, tidak melakukan perbuatan asusila, dan tidak melakukan penyalahgunaan narkoba.

 

15
Dec

Ratusan Siswa Hijaukan Lingkungan Melalui Kemah Konservasi

Kemah konservasi ini diharapkan mampu mendukung  upaya perbaikan kerusakan pada habitat dan alam di wilayah Kabupaten Sleman yang merupakan daerah resapan air wilayah DIY. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan, serta menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah dan masyarakat Sleman dalam usaha penghijauan serta menanggulangi pemanasan global. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat  penanaman pohon dalam rangka kemah konservasi dan Hari menanam pohon Indonesia  di Bumi Perkemahan Sidorejo Turi Sabtu 13 Desember 20143. Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan kegiatan kemah bakti konservasi ini para peserta dapat merasakan hidup di alam, berinteraksi dengan alam dan belajar tentang peran ekologi dalam kehidupan manusia sehari-hari. Namun demikian yang tidak kalah pentingnya adalah kegiatan kemah konservasi dan Hari Menanam Pohon Indonesia di Sleman ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran peserta untuk menjadi agen perubahan perilaku, khususnya perilaku terhadap lingkungan. Yang jelas peserta kemah bakti konservasi ini memiliki kewajiban untuk menyebarkan pesan-pesan moral tentang menjaga kelestarian lingkungan ini pada lingkungannya, baik di sekolah maupun keluarganya. Terlebih lagi akhir-akhir ini sebagian kecil generasi muda banyak disoroti dengan aksi vandalismenya. Pada kesempatan tersebut bupati berharap kegiatan tersebut untuk diarahkan kepada hal-hal posititf yang bermanfaat bagi alam dan masyarakat. Diharapkan pula, dengan mencintai alam dan lingkungan maka keinginan untuk merusak alam dan merugikan masyarakat bisa diredam. Menjaga dan melestarikan lingkungan hidup sama pentingnya dengan menjaga hidup itu sendiri. Lingkungan yang baik dan terjaga kelestariannya merupakan warisan yang tidak ternilai bagi generasi penerus.

Upaya konservasi seperti yang  lakukan saat ini tidak boleh terhenti setelah acara usai. Kegiatan semacam ini harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan terpadu.  disampaikan pula bahwa Pemkab Sleman saat ini tengah berupaya untuk melakukan penanaman bambu sebagai kekayaan alam Hasil Hutan Bukan Kayu di Cangkringan, Tempel, Moyudan dan Seyegan. Dari sisi ekologi, bambu berperan penting dalam konservasi air dan konservasi lahan di koridor sempadan sungai sebagai kawasan perlindungan. Saya harapkan para peserta kemah juga melakukan hal yang sama pada setiap jengkal tanah yang tidak terpakai untuk ditanami pohon yang mampu menyimpan air dan bermanfaat bagi kehidupan. Ditambahkan bupati sleman bahwa pada tahun ini Dinas pertanian, perikanan dan kehutanan Sleman telah membangun kebun bibit rakyat sebanyak 8 unit atau setara dengan 400.000 batang bibit. Pembangunan kebun bibit ini dimaksudkan agar masyarakat membuat pembibitan tanaman, menanam, memelihara dan memanen untuk perbaikan kesejahteraannya. Dinas pertanian juga akan melakukan penanaman lebih dari 650.000 batang pohon yang bersumber dari berbagai kegiatan.
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan kehutanan Kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno, Msi melaporkan bahwa maksud dan tujuan peringatan Hari Menenam Pohon Indonesia dan bulan Menanam Nasional tersebut bertujuan membangkitkan semangat, motivasi dan membudayakan seluruh masyarakat Indonesia untuk menanam daan memelihara pohon dalam rangka membangun ekosistem hutan, serta untuk memperbaiki, merehabilitasi dan merestorasi hutan dan lahan di seluruh Indonesia. Di samping penanaman pohon  kegiatan tersebut juga diadakan Kemah Konservasi yang diikuti 600 siswa yang diikuti sekolah SLTA di Kabupaten Sleman, serta gerakan penanaman 16.200 batang bibit tanaaman oleh peserta kemah, undangan dan masyarakat sekitar.
Kegiatan Kemah konservasi dan Hari menanam pohon Indonesia tersebut ditandai dengan pelepasan burung dan penanaman pohon oleh Bupati Sleman, diikuti oleh ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo, ketua DPRD Sleman, Komandan Kodim Sleman Letkol Inf. Bambang Yudi Kustiwa, Kepala dinas Pertanian, Perikanaan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, dll. Ikut mendampingi Bupati sleman antara lain Asekda Bidang Pemerintahan Sunaryo, SH, Mkn, Asekda bidang Pembangunan Dra. Suyamsih, Asekda bidang Administrasi Djoko Handoyo, SH, dll.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.