Arsip Kategori: Berita

24
Jan

6 Orang Eselon II Sleman Dilantik

Bertempat di Pendopo Parasamya, pada Kamis 23 Januari 2014, Bupati Sleman melantik pejabat eselon II, III, IV, V dan Kepala Sekolah serta kepala sekolah yang terdiri dari 48 orang pejabat struktural dan 6 kepala sekolah di lingkungan Pemkab Sleman. Pejabat eselon II yang dilantik adalah 5 orang staf ahli dan 1 kepala dinas yaitu Sri Murni Rahayu staf ahli bidang kemasyarakatan dan SDM, Jazim Sumirat staf ahli bidang hukum dan politik, Sudarningsih staf ahli bidang ekonomi dan keuangan, Purwanto staf ahli bidang pembangunan, Fransisca Retno Wisudawati staf ahli bidang pemerintahan, dan R. Sapto Winarno sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi, dan mineral.

Dalam sambutannya Bupati Sleman menyampaikan bahwa, pelantikan ini merupakan proses regenerasi kepemimpinan untuk menghindari potensi stagnasi dan kesenjangan operasional dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik agar tetap berjalan dengan baik, terlebih lagi BKN telah menetapkan batas usia pensiun PNS adalah 58 tahun bagi pejabat administrasi dan 60 tahun bagi pejabat pimpinan tinggi sehingga aturan ini harus kita sikapi dengan komitmen untuk memberikan kontribusi dan inovasi yang lebih baik di masa kerja mendatang.

Sri Purnomo, juga menyampaikan bahwa, pengisian jabatan staf ahli Bupati ini, tidak lain untuk menyempurnakan struktur kelembagaan sesuai dengan Perda Kabupaten Sleman No.9 Tahun 2009 tentang organisasi perangkat daerah. Sekaligus untuk mengoptimalkan kinerja Bupati dan Wakil Bupati. Keberadaan staf ahli merupakan posisi strategis untuk membantu Bupati menciptakan kebijakan ideal. Staf ahli harus aktif memberikan masukan dan pertimbangan penyelesaian masalah kepada Kepala Daerah bahkan tanpa diminta.

Sri purnomo juga mengingatkan bahwa tugas kepala dinas SDAEM kedepan semakin berat, karena permasalahan yang dihadapi Kabupaten Sleman saat ini juga terkait konservasi alam. Kabupaten Sleman dikaruniai sumber daya tambang pasir yang melimpah. Meskipun demikian kita perlu mengelola kekayaan alam ini dengan bijaksana. Melimpahnya pasir Merapi yang dihasilkan dari erupsi gunung berapi ini tidak berarti sumber daya ini dapat terus diperbaharui. Dibutuhkan kebijakan penataan penambangan sehingga tidak terjadi kerusakan alam akibat penambangan berlebihan dan juga tidak lagi mengorbankan hak masyarakat lain, yang tidak melakukan penambangan pasir.

Bupati Sleman juga berpesan kepada para camat yang dilantik agar dapat mewujudkan ketertiban dan kemanan wilayah. Terlebih pada tahun 2014 ini Pemerintah Daerah memiliki tanggungjawab jawab yang besar untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif untuk pelaksanaan pemilihan Kepala Desa, anggota legislatif, Presiden. Camat sebagai perangkat daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah dan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan.
21
Jan

Pemilahan Arsip Penting Dilakukan

Dalam rangka menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, menjamin perlindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan masyarakat serta mendinamiskan sistem kearsipan Pemerintah Kabupaten Sleman maka diperlukan penyelenggaraan kearsipan yang sesuai prinsip, kaidah dan stándar kearsipan sebagaimana dibutuhkan oleh suatu sistem penyelenggaraan kearsipan yang handal. Terkait nilai guna arsip, bahwa fungsi arsip dalam berbangsa dan bernegara sangat menentukan dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, saya harap seluruh jajaran Pemkab Sleman agar turut menjaga dan melestarikan arsipnya dengan baik dan benar serta dijaga kehati-hatiannya, karena ketika arsip itu diproses pemusnahan atau penyusutannya berarti arsip tidak dapat diciptakan kembali sebab memusnahkan arsip berarti menghilangkan atau menghapuskan wujud fisik arsip itu sendiri dan informasi yang ditimbulkan oleh arsip tersebut, oleh sebab itulah sesuai dengan amanat Undang-Undang tidak boleh memusnahkan arsip tanpa dinilai terlebih dahulu melalui prosedur yang benar. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakaan Sekda dr. Sunartono,M.Kes pada penandatanganan berita acara pemusnahan Arsip Kepegawaiaan di BKD Selaasa 21 Januari 2014.
Lebih lanjut disampaikan bahwa
Arsip sebagai rekaman kegiatan lembaga mempunyai manfaat sebagai bahan pengambilan kebijakan, bukti akuntabilitas kinerja, memori dan identitas serta bahan pertanggungjawaban. Untuk itu arsip perlu dikelola, dipelihara dan diselamatkan agar arsip dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan publik. Namun seiring banyaknya kegiatan tentunya volume arsip terus bertambah. Meski demikian, tidak semua arsip disimpan selamanya sebagai arsip statis, sebagian besar arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna, telah habis retensinya dan berketerangan dimusnahkan berdasarkan Jadwal Retensi Arsip, tidak ada peraturan perundangan yang melarang dan tidak berkaitan dengan penyelesaian proses suatu perkara, harus dimusnahkan.

Pemusnahan arsip telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 pasal 52 ayat (1) yang menyatakan bahwa : “Setiap Lembaga Negara dan lembaga yang terkena kewajiban berdasarkan undang-undang ini dilarang melaksanakan pemusnahan arsip tanpa prosedur yang benar. Pemusnahan arsip merupakan tanggungjawab pimpinan pencipta arsip. Adapun prosedur dan tata cara pemusnahan arsip telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemusnahan Arsip.

Adapun tujuan pemusnahan arsip antara lain untuk efisiensi dan efektivitas kerja, serta penyelamatan informasi arsip itu sendiri dari pihak-pihak yang tidak berhak untuk mengetahuinya. Yang menjadi pertimbangan mendasar dalam pemusnahan arsip yaitu harus memperhatikan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Pemerintah Kabupaten Sleman di tahun 2013 yang lalu telah memproses pengajuan persetujuan pemusnahan arsip kepegawaian ke Arsip Nasional Republik Indonesia dan telah disetujui yaitu dengan Surat Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia. Berdasarkan surat persetujuan dari Arsip Nasional Republik Indonesia tersebut maka ditetapkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 523/Kep.KDH/A/2013 tanggal 18 Desember 2013 tentang Pemusnahan Arsip Kepegawaian.
Sedangkan kepala Kantor Arsip Daerah Dra. Hj. Sudarningsih, Msi pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa maksud dan tujuan pemusnahaan arsip tersebut untuk mengurangi volume arsip yang tidak mempunyai nilai guna sehingga dapat diketahui arsip-arsip yang bernilai guna dapat diselamatkan daan arsip yang tidak memiliki nilai guna dapat dimuasnahkan sesuai peraturan perundangt-undangan yang berlaku, dan untuk efisiensi sarana dan prasaarana serta memudahkan penemuan kembali arsip.Sasaran pemusnahan arsip adalah arsip kepegaawaian milik BKD yang sudah tidak memiliki nilai guna primer dan sekunder antara lain Arsip tentang laaporan Diklat Pegawai, aarsip tentang daftar hadir, arsip tentang permohonan satya lancana, arsip tentang ijin belajar, laporan selesai tugas belajar dan arsip tentang Dupak guru. Sementara metode pemusnahan arsip dilakukan secara total sehingga tidak dikenal lagi baik fisik maaupun informasinya dengan cara metode kimiawi (peleburan kertas) beklerjasama dengan UD. Samak Jaya Karton di Magelang. Sedang arsip kepegawaian yang dimuasnahkan sebanyak 7.488 berkas dan 3.377 buku, sebagimana tercantum dalam daftar arsip musnah.

Pemusnahan ditandai dengan penandatanganan berita acaara oleh Kepala Arsip Daerah Kabupaten Sleman dan pimpinan UD Samak Jaya Karton dan sebagai saksi Kepala BKD Drs. Iswoyo Hadiwarno, Kepala Inspektur Kabupaten Suyono, SH. M.Hum, Kepala Bagian Hukum Hery Dwikuryanto, SH.M.Hum dan disaksikan Sekda Sleman. Disamping itu juga penyerahan arsip yang dimusnahkan oleh Sekda daan diterima Kepala Arsip Daerah dan pemusnahan arsip di UD Samak Jaya Karton di Bojong Mungkit Magelang yang dimulai oleh Kepala Inspektur Kabupaten dan diikuti oleh Kepala Arsip Daerah.
20
Jan

Aset Bank Sleman Meningkat 20%

Bank Sleman diawal tahun baru 2014 mengadakan penarikan undian Tabungan Mutiara Ke VI, Jum’at, 17 Januari 2014 di Grha Sarina Vidi Jl. Magelang Mulungan Sendangadi Mlati Sleman. Menurut Muh Sigit, SE, MSI. Direktur Utama Bank Sleman hadiah yang disediakan yakni untuk hadiah utama 1 buah mobil New Zenia dan hadiah hiburan berupa 3 buah motor honda beat, 5 buah TV LED 29 In, 5 lemari es, 5 mesin cuci, 2 speaker aktif, 4 kompor gas dan 6 open. Penyediaan hadiah ini sebagai salah satu media untuk menarik nasabah menabung di Bank Sleman dan menurut Notaris Nuning Rahayu, SH. Jumlah point yang diundi mencapai 6,5 juta lebih.

Masih menurut Muh Sigit selama tahun 2013 asset Bank Sleman mencapai 432 M, tumbuh 20 % dibanding tahun 2012, kredit yang disalurkan 336 M tumbuh 21 % dan simpanan masyarakat dalam bentuk deposito dan tabungan mencapai 262 M. Sementara pertumbuhan laba mencapai 34 % yakni sebesar 15,5 M. Sementara untuk tahun 2014 telah disetujui oleh eksekutif dan DPRD dengan modal dasar sebesr 110 M yang pada tahun 2013 modal disetor sebesar 52 M.

Bank Sleman selama 4 tahun terakhir juga telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dan memberikan porsi kredit yang besar kepada UKM di Sleman, terbukti debitur dari UKM sebesar 55 % sisanya untuk umum. Dan komitmen Bank Sleman pada tahun 2014 menjadi banknya UKM Sleman. Pada tahun 2014 juga akan menyalurkan program baru yakni kredit murah Sembada bagi kelompok usaha mikro dengan bunga 0,78 % per bulan.

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan pengundian Tabungan Mutiara VI ini dapat menjadi salah satu pengungkit perekonomian di Kabupaten Sleman agar lebih maju dan semakin baik dari tahun-tahun. Hal ini dapat terjadi kalau strategi pengundian ini mampu menimbulkan efek ganda, yakni peningkatan nasabah, tabungan dan deposito, peningkatan realisasi kredit, peningkatan pendapatan/keuntungan dan pada gilirannya juga akan berpengaruh langsung pada sektor riil di Sleman. Pengundian hadiah ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menabung dan memberi motivasi untuk menekan sikap konsumerisme. Dana masyarakat yang terkumpul dalam tabungan dapat dimanfaatkan untuk menambah investasi, sehingga akan memacu kegiatan-kegiatan yang bersifat produktif dan memberi nilai tambah suatu produk yang mampu menarik pasar, dan akhirnya dapat meningkatkan perekonomian daerah.

Bupati juga berharap agar sebagai BUMD, Bank Sleman juga dapat semakin berperan dalam upaya Pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian. Dengan peran yang semakin penting, maka kehadiran BUMD ini semakin dirasakan kontribusinya untuk menopang dan memacu dinamika perekonomian daerah dan pada gilirananya dapat memberi peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di Kabupaten Sleman.

Setelah dilakukan pengundian oleh Bupati Sleman yang didampingi oleh Direktur Utama Bank Sleman maka keluar sebagai peraih hadiah utama New Xenia yakni Tri Haryono nomer rekening 1-11368-6. Sebelumnya untuk tabungan dari pemerintah desa Sinduharjo berkali-kali mendapat undian yang pertama mendapat kompor gas kemudian meningkat menjadi mesin cuci, kulkas dan terakhir mendapat sepeda motor honda beat dan berdasarkan peraturan yang dibacakan notaris sebelumnya yang diraih adalah hadiah tertinggi yakni berhak mendapat hadiah motor honda beat.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.