Arsip Kategori: Berita

26
Jan

Sleman Duduki Peringkat Pertama SAKIP se-DIY


Sleman kembali meraih penghargaan Sakip dengan predikat BB dengan nilai 76,90 diantara kabupaten/kota se Sumatera dan DIY. Penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara  Reformasi dan Birokrasi Yudi Krisnady di Gedung JEC Jogjakarta Senin 25 Januari 2016.  Di antara Kabupaten Sleman terdapat 150-an kabupaten /kota yang ada di pulau Sumatera dan DIY. Sedang yang menerima penghargaan  Sakip dengan predikat BB tersebut hanya  Kota Tanjung Pinang dengan nilai 75,89, Kabupaten Bantul dengan nilai 70,26, Kota Jogjakarta dengan nilai 70,12 dan kabupaten Karimun dengan nilai 70,06. Sedang diluar lima kabupaten/kota tersebut mendapatkan predikat CC maupun DD.
Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang mendampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara  Reformasi daan Birokrasi, para bupati/walikota se Sumatera dan DIY, juga para kepala Inspektorat, dll, yang jelas hadir 800 an peserta forum koordinasi.
Penjabat Bupati Sleman Ir. Gatot Saptadi memaparkan bahwa ketentuan  pelaksanaan akuntabilitas kinerja meliputi perencanaaan kinerja menjadi dasar dalam proses  perencanaan anggaran, pengendalian dan monitoring dilakukan secara periodik yaitu,    Rakor Dalbang setiap 3 bulan sekali, Rakorpim setiap bulan dan forum akselerasi  kinerja Pemerintah Daerah  seminggu sekali, Disamping itu pemanfaatan  sistem informasi terintegrasi  ( perencanaan, anggaran, pelaksanaan evaluasi kinerja).
Sementara Menpan Yudi Krisnady menyampaikan bahwa kompetisi adalah hal yang mutlak untuk mencapai kinerja yang baik. Dengan tata kelola pemerintahan yang baik akan menjadikan pemerintahan yang baik, untuk menuju pemerintahan yang good Governance. Kedepan untuk mencapai pemerintahan yang baik diperlukan SDM yang memiliki program yang terukur, mempunyai perencanaan kerja. Yang jelas setiap instansi pemerintah  mempunyai kinerja yang terukur dan memiliki laporan kinerja.
Yang juga penting menurut Yudi Krisnady bahwa penyelenggaraan kinerja bukan terukur hanya penyerapan anggaran, akan tetapi sejauh mana manfaat tersebut dapat dirasakan. Menyangkut  BPK dalam melakukan pemeriksaan dengan predikat  yang baik, kedepan tentunya paradigma tersebut harus diubah, dalam melakukan audit BPKP hendaknya bukan pada akhir tahun akan tetapi pada pertengahan pelaksanaan kegiatan, tentu fungsi preventif dan pembinaan perlu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan.

 

25
Jan

Ribuan Pelajar Tergabung Dalam SIMPEL di Hari Pertama Peluncurannya

Mengawali tahun 2016 Bank Sleman mempersiapkan produk Simpanan Pelajar (SIMPEL) sebagai salah upaya memberikan edukasi pengelolaan keuangan sejak dini dan menciptakan budaya gemar menabung bagi pelajar. Kegiatan ini untuk mendukung dan berperan aktif dalam pengembangan produk simpanan pelajar (Simpel) sejalan dengan program pemerintah dan amanat strategi nasional literasi keuangan Indonesia yakni memperluas akses keuangan pada prioritas sasaran dan kegiatan literasi dan inkulisi keuangan tahun 2015 yakni pelajar. Hal itu disampaikan  Moh Sigit, SE, MSI Direktur Utama PD BPR Bank Sleman, Jum’at, 22 Januari 2016 saat peluncuran SimPel di Pendopo Parasamya Sleman. Hadir dalam kesempatan ini Pj Bupati Sleman Ir. Gatot Saptadi, Pj Sekda, Assekda, Kepala Perwakilan BI Arie Budi Santosa, perwakilan dari OJK DIY Probo Sukesi, Kepala Dinas Pendidikan Sleman, pejabat Sleman lainya serta Kepala Sekolah dan para pelajar.

Dikatakan lebih lanjut oleh sigit syarat Simpel sangat mudah dan ringan dengan setoran awal minimal 5 rb dan setoran selanjutnya seribu rupiah. Saat ini pelajar yang telah tergabung mencapai 2.383 anak. Sigit juga menyampaikan tahun 2016 bertepatan dengan peringatan satu abad Kabupaten Sleman Bank Sleman akan memberikan bea siswa kepada 100 pelajar kurang mampu dan tahap pertama disampaikan bersamaan dengan  peluncuran Simpel ini yakni untuk 25 pelajar yakni 5 pelajar SDN Ledoknongko, 5 pelajar SDN Semarangan 2, 3 pelajar SDN Bhakti Karya, masing-masing rp 750 rb, untuk juga untuk 7 pelajar SMPN I Seyegan, masing-masing rp 1 juta dan 5 pelajar SMK N I Tempel masing-masing Rp 1.250 Rb. Bank Sleman juga akan memberikan kepedulian berupa pinjaman tanpa bunga kepada 100 UKM yang berdomisili di Sleman. Sigit dalam kesempatan  ini juga menyampaikan perkembangan kinerja Bank Sleman akhir 2015 yakni total aset Rp 630 M, Dana masyarakat Rp 455 M, Kredit yang disalurkan rp 478 M dan laba yang diperoleh Rp 23,18 M.

Sementara itu Penjabat Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut baik peluncuran tabungan yang dikhususkan bagi pelajar ini. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mendidik generasi muda untuk dapat mengendalikan diri dan bijak membelanjakan uang yang dimiliki.Dengan berbagai karakteristik dan fitur yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pelajar, produk tabungan “Simpel” ini merupakan salah satu layanan untuk memancing minat pelajar dalam menabung. Tercatat bahwa jumlah populasi pelajar SD hingga SMA di Indonesia mencapai 20% dari total populasi di Indonesia. Kondisi ini merupakan peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan yang masih sangat.

Dalam acara peluncuran ini juga dimeriahkan dengan dongeng tentang menabung oleh Dominique Naura Ilari Namorin beserta gerak lagu siswa-siswi SD serta tari Gareng dari Snggar Sakura.

22
Jan

Dubes RI Gali Potensi Sleman Untuk Promosi Internasional

Kepala perwakilan RI/ Duta Besar RI dan Calon Kepala Perwakilan Republik Indonesia/ Duta Besar RI yang diangkat tahun 2015 melakukan perjalanan ke Yogyakarta dimulai tanggal 18 – 21 Januari 2016. Adapun kunjungan kerja 21 calon duta besar RI ke Yogyakarta ini meliputi kunjungan ke kabupaten yang ada di Yogyakarta yaitu Kulon progo, Bantul, Gunung Kidul dan terakhir kunjungan ke Kabupaten Sleman yang dilakukan pada Kamis, 21 Januari 2016 di Museum Ullen Sentalu yang merupakan salah satu kawasan wisata di Kaliurang. Di museum ini, Duta Besar Indonesia disambut oleh Penjabat Bupati Sleman Ir. Gatot Saptadi, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Iswoyo Hadiwarno, Asisten sekretaris Daerah bidang Administrasi R. Djoko Handoyo, SH, Kepala Dinas Perindustrian, perdagangan dan Koperasi Drs. Pustopo, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral, Ir. Sapto Winarno, MT, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ir. AAA. Laksmidewi MM, dan pejabat eksekutif Kabupaten Sleman lainnya serta Direjtur Museum Ullen Sentalu KRHT Daniel Haryodiningrat, BA, M.Hum.

Di lokasi ini para duta besar disuguhi keindahan sejarah yang dicetakan di Museum Ullen Sentalu serta melihat pameran potensi produk unggulan Kabupaten Sleman seperti kerajinan batik, kerajinan kayu, tas bahan alami, kopi Merapi, salak pondoh dan aneka jamu tradisiional yang kemudian diperdalam dengan ramah tamah mengenai pengenalan potensi di Kabupaten Sleman serta paparan dari para pelaku usaha Sleman serta dialog dengan para duta besar.

Dalam pengenalan potensi tersebut, Penjabat Bupati Sleman Ir. Gatot Saptadi menyampaikan bahwa sebanyak 12,9% mata pencaharian Kabupaten Sleman yaitu di sektor pertanian, sedangkan sebesar 23,19% lainnya didukung oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran. Pemkab Sleman berupaya terus menyokong industri kecil dan menengah  agar siap menghadapi MEA dan persaingan internasional ke depannya.

Dalam kesempatan ini turut hadir pula Ketua Asosiasi Petani Salak prima Sembada Sleman, Maryono yang juga turut hadir memaparkan potensi Kabupaten Sleman yaitu salak. Uniknya dari UKM adalah biji salak pondoh asli Kabupaten Sleman pun turut dimanfaatkan sebagai bahan baku kopi untuk produk kopi salak. Dan yang lebih membanggakan lagi, produk salak pondoh dari Asosiasi PetanI Salak Prima Sembada Sleman ini sudah diekspor di beberapa negara.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.