Arsip Kategori: Berita

10
Jul

Pemkab Sleman Himbau Ketertiban Pemasangan Alat Peraga Kampanye

Pemkab Sleman berupaya untuk mewujudkan komitmen menyukseskan Pemilu di tahun 2013 baik pilpres, pemilukada maupun pemilihan legislatif. Upaya tersebut diwujudkan dengan menertibkan alat peraga kampanye.  Sesuai dengan Perbup nomor 13 tahun 2013 tentang alat peraga kampanye tertanggal 23 Mei 2013, Pemkab Sleman memperbarui perbub lama perihal yang sama dikarenakan perbup yang lama belum mengatur mengenai ijin reklame dan retribusi bagi alat peraga kampanye.

Disampaikan oleh, Drs. Ardani, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Kabupaten Sleman bahwa dalam perbup tersebut diatur bahwa alat peraga kampanye berdasar perda nomor 14 tahun 2003 harus melalui ijin pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, sedangkan untuk retribusinya mengacu pada perda nomor 6 tahun 2011 kecuali apabila alat peraga kampanye tersebut menggunakan aset daerah maka perizinannya harus melalui Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.  Dalam pasal 2 ayat 4 disebutkan bahwa pemberian ijin pemasangan alat peraga kampanye diberikan berdasarkan rekomendasi dari kepala kantor kesbang dan atau ijin dari kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah apabila menggunakan barang milik daerah.

Dalam perbub juga diatur adanya lokasi yang dilarang untuk dipasangi alat peraga kampanye serta lokasi-lokasi yang diperbolehkan. Perizinan yang dikenakan pada pemasang alat peraga kampanye lebih merupakan pengendalian agar sesuai dengan perbup yang berlaku.

Sedangkan untuk materi yang dimuat dalam alat peraga kampanye diwajibkan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan : sopan, tertib, mendidik, bijak dan beradab, tidak mengandung unsur SARA, tidak bersifat pornografi dan tidak bersifat provokasi. Pemasangan alat peraga kampanye pada masa kampanye sesuai dengan jadwal kampanye yang disusun oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Sleman. Untuk pemasangan diluar masa kampanye paling lama 5 (lima) hari sebelum dan sesudah kegiatan-kegiatan seperti HUT partai, pendirian partai dan rapat koordinasi partai meliputi muktamar, musyawarah besar/musyawarah nasional, konggres, kegiatan social dan budaya, perlombaan olahraga, istighosah, senam, jalan santai, tabligh akbar, kesenian dan bazaar.

Ardani juga mengatakan bahwa saat ini sudah banyak yang memasang atribut kampanye yang belum berizin, untuk itu Ardani menghimbau agar segera mengajukan perizinannya. Bagi pelanggar akan diberikan teguran dari Panwas yaitu 3 kali teguran tertulis kemudian baru dilakukan tindakan langsung berupa penurunan atribut yang dipasang.  Untuk itu masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam melakukan melakukan pengawasan. Apabila terjadi pelanggaran, dapat dilaporkan pada Panwas Kabupaten di nomor 865753 atau panwas kecamatan. Masyarakat juga diminta untuk mengawasi kegiatan-kegiatan kampanye yang dilakukan caleg/parpol dalam bulan Romadhon.

9
Jul

Nilai Kegotongroyongan Menjadi Modal Pembangunan Daerah

Puncak acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat di Kabupaten Sleman dilaksanakan, Senin, 7 Juli 2013 di Balai Desa Sardonoharjo Ngaglik. Sebelumnya Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI. Didampingi Ketua DPRD Sleman, Kuswanto, SH. Assek II dan pejabat Sleman lainnya mengadakan serangkaian peresmian proyek.

Proyek yang diresmikan meliputi peresmian jalan Gondang legi, Randu Gowang dan Karangmloko Sariharjo, peresmian jembatan penghubung padukuhan  Wonosari dan Wonosobo Sardonoharjo, peresmian instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal dan pos Kamling Bulusan Sardonoharjo, peninjauan pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di Puskesmas Ngaglik I dan peresmian pembangunan kantor Kecamatan Ngaglik.

Selesai rangkaian acara peresmian dilanjutkan dengan peninjauan basar dan pasar murah kegiatan UP2K se Kabupaten Sleman serta simulasi kegiatan PKK KB Kesehatan di lapangan depan Balai Desa Sardonoharjo. Kemudian Puncak acara BulanBhakti Gotong Royong yang dilaksanakan di Balai Desa Sardonoharjo. Dalam acara ini Bupati Sleman membagikan trophy dan piagam penghargaan kepada para prestator bidang KB dan kesehatan serta penguatan modal bagi 3 kelompok UPPKS yakni UPPKS Makmur Randugowang Sariharjo Rp 5 juta, UPPKS Kamboja Gemutri Sukoharjo Rp 10 juta dan UPPKS Makmur Blekik Sardonoharjo Rp 10 juta.

Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan kegotongroyongan dan keswadayaan membuat masyarakat senantiasa hidup rukun di setiap wilayah bersama-sama mengembangkan kehidupan keluarga dan kerabat.

8
Jul

Bupati : Jalan Usaha Tani dan Jaringan Irigasi Diharapkan Mampu Pertahankan Surplus Beras

Sabtu  6 Juli 2013, dilaksanakan peresmian Jalan usaha tani di dusun Dliring dan jaringan irigasi di dusun Kauman Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan.  Dalam kesempatan tersebut hadir Bupati Sleman, Sri Purnomo bersama Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Widi Sutikono, perwakilan dari Dinas pertanian DIY, camat cangkringan Bambang Nurwiyono, beserta muspika dan jajaran pemerintah desa Argomulyo.

Jalan usaha tani dan jaringan irigasi tersebut dibangun atas upaya swadaya masyarakat dan bantuan stimulan dari masyarkat.  Pelaksanaan pembangunan jaringan irigasi dimulai pada tanggal 12 Mei -8 juni 2013 sepanjang 440 M dengan menghabiskan biaya Rp.38.840.000,-.  Pembangunan jaringan irigasi tersbut mendapat bantuan dari Dirjen PSP Kementrian Pertanian melalui Pemkab. Sleman sebesar Rp. 25.000.000,-.  Pembangunan jalan usaha tani sepanjang 987 M, dengan lebar 5 M dengan menghabiskan  biaya Rp. 68.650.000,- dan mendapatkan bantuan dari Dirjen PSP Kementrian Pertanian melalui Pemkab. Sleman sebesar Rp. 50.000.000,-.  Stimulan yang diberikan oleh pemerintah mampu membangkitkan keswadayaan masyarakat sehingga pembangunan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan dapat melampaui target yang diberikan oleh pemerintah, yaitu jalan usaha tani target awal yang diberikan pemkab. Sleman adalah 700 M dan untuk jaringan irigasi target awal yang diberikan pemerintah Kabupaten Sleman adalah 250 M, namun dengan upaya dan kerja sama dari warga di dusun Dliring dan Kauman berhasil mewujudkan Jalan Usaha Tani menjadi 987 M dan jaringan irigasi sepanjang 440 M.  Warga masyarakat di dusun Dliring dan Kauman menyadari bahwa jalan usaha tani dan jaringan irigasi sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat khususnya para petani.  Selain itu warga masyarakat di pedukuhan Dliring dan Kauman telah melakukan pembanguanan jalan Rabat Beton secara swadaya sepanjang  850 M, yang berada di Bulak Kauman yang menghubungkan dengan desa Sindumartani Ngemplak dan menghabiskan dana sebesar Rp. 66.972.500,-.  Di bulan Mei yang lalu warga masyarakat Dliring dan Kauman telah melaksanakan rehab jalan aspal sepanjang 1320 M dengan lebar 3 M dengan menghabiskan dana Rp. 39.530.000,- dan mendapatkan bantuan dari Pemkab. Sleman sebanyak 30 drum Aspal.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat dusun Dliring dan Kauman karena dengan upaya dan kerja kerasnya mampu mewujudkan Jalan Usaha Tani dan Jalur Irigasi yang menjadi instrumen penting bagi para petani dalam menjalankan aktifitasnya.  Sri Purnomo, berharap agar keswadayaan dan gotong royong terus dipupuk dan dimaksimalkan, karena Pemkab. Sleman sangat terbatas sumber dananya, sehingga tidak mampu memenuhi seluruh usulan pembangunan di masyarakat sehingga peran serta masyarakat dalam pembangunan dapat diwujudkan dalam gotong royong dan keswadayaan masyarakat.  Sri Purnomo berharap agar jalan usaha tani dan jaringan irigasi yang telah diwujudkan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan para petani, dan Kabupaten Sleman juga dapat kembali mempertahankan surplus beras yang telah dicapai pada tahun 2012.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.