Arsip Kategori: Berita

17
Dec

Hyatt Regency Yogya Mendapat Pengembalian Pajak Terbesar

Untuk memberikan penghargaan terhadap wajib pajak yang tertib, melakukan pembukuan sesuai dengan sistem akuntansi yang berlaku umum serta tepat waktu dalam pelaporan dan pembayaran pajak, maka Pemkab Sleman memberikan penghargaan dan pengembalian sebagian pajak yang telah disetorkan bagi wajib pajak hotel dan restoran. Hal itu disampaika H. Hardo Kiswoyo, SE. MSI, PLT Kepala DIPENDA Sleman dalam acara pengembalian pajak hotel dan restoran di rumah dinas Bupati Sleman, Selasa, 17 Desember 2013. Lebih lanjut dikatakan untuk tahun 2013 pengembalian pajak hotel kepada 67 wajib pajak dengan total pengembalian Rp442,743 juta sedangkan untuk wajib pajak restoran ada 116 wajib pajak dengan total pengembalian Rp187,775 juta. Untuk pajak hotel yang menerima pengembalian terbesar yakni Hyatt Regency Yogya sebesar Rp83,9 juta dan untuk pajak restoran pengembalian terbesar yakni PT Sari Melati/Pizza Hut sebesar Rp13,4 juta.

Acara dihadiri oleh Bupati, Assekda III, Wakil ketua DPRD Sleman, dan anggota Komisi E DPRD Sleman, Ketua Forum Komunikasi Hotel dan Restoran Kab Sleman Drs. HE. Suharyo W. MM dan Ketua DPC PHRI Sleman Indi Printianto. Juga Kepala Dinas Pariwisata Sleman yang sekaligus mengenalkan produk minuman Salak Pondoh (SALAKA) produk UKM Sleman yang dapat dijadikan minuman selamat datang di hotel dan restoran di Sleman. Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Bupati kepada perwakilan wajib pajak didampingi Wakil Ketua DPRD Sleman dan PLT Kepala Dipenda Sleman.

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan Pengembalian dan penghargaan ini jugamerupakan ungkapan rasa terima kasih atas terjalinnya kerja sama Pemkab Sleman dengan para wajib. Bupati juga bersyukurkarena perolehan PAD selama tahun 2012 mencapai Rp241,003 Milyar rupiah lebih atau mencapai 103,05% dari target totalperolehan PAD. Jumlah ini disumbang oleh perolehan Pajak daerah yang mencapai Rp148,350 Milyar lebih. Retribusi daerahmencapai Rp22,241 Milyar lebih, Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan mencapai Rp11,713 Milyar, dan pendapatan lain-lain yang sah total mencapai Rp58,698 Milyar lebih.

Sedangkan pada tahun 2013 ini, realisasi penerimaan daerah sampai dengan bulan Septemberyang lalu, penerimaandari pos pajak baru mencapai 109% dari target. Dari perlolehan pajak daerah, pajak hotel dan pajak restoran memberikan kontribusi paling besar yaitu untuk pajak hotel sebesar Rp28,57 Milyar, untuk pajak restoran menyumbang Rp15,21 Milyar. Hal ini semakin menegaskan bahwa bidang pariwisata memang masih menjadi unggulan di Kabupaten Sleman. Sementara itu pos retribusi sudah mencapai 105,82% dari target, pos laba mencapai 96,35%, dan lain-lain PAD mencapai 212% dari target.

Dari hasil pem ba yaran pajak inilah Pemkab Sleman dapat membiayai berba gai kegiatan pembangunan untukmeningkat kan kese jah te raan dan memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat. Namun demikian, bukan berartibahwa Pemkab Sleman hanya akan menarik pajak dari masyarakat tanpa diimbangi dengan peningkatan pelayanan padamasyarakat. Pemkab Sleman juga senantiasa berupaya untuk mengembangkan potensi kepariwisataan yang ada di wilayah Sleman yaitu wisata pendidikan, wisata agro, wisata atraksi dan wisata sejarah. Sleman berupaya melakukan berbagai carauntuk menggairah kan dunia pariwisata yang menjadi salah satu tumpuan perekonomian di Kabupaten Sleman. Menggali dan mengembangkan potensi sebagai daya tarik wisata baru terus diupayakan untuk menarik dan memperpanjang lama tinggal wisatawan. Keberadaan 2 desa wisata yaitu desa wisata Jetak, Sidokarto Godean dan Desa Wisata Tanjung, Donoharjo Ngaglik Sleman mendapat penghargaan nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, merupakan upaya nyata yang perlu ditindaklanjuti oleh seluruh stakeholder.

17
Dec

Ribuan Botol Minuman Keras Kembali Dimusnahkan

Sebanyak 3.002 baraang bukti Miras berbagai merek dimusnahkan di halaman sebelah utara lapangan Pemda Sleman Senin 16 Desember 2013. Barang bukti Miras tersebut berupa minuman beralkohol berstandar pabrik sebanyak 2.395 botol dan 479 kaleng, serta minuman beralkohol jenis Ciu/Oplosan sebanyak 128 botol. Dari jumlah tersebut paling banyak minuman Bir Bintang sebanyak 1.108 botol, Bir Guinness sebanyak 345 dan Bir Anker 339 botol dan paling sedikit Red Label hanya 1 botol dan lainnya berupa antara lain Anggur Merah, Anggur Putih, Vodka, Whisky, Sunmig Light, dll. Pemusnahan dilakukan dengan Stom Walles yang diawali oleh bupati sleman Drs. Sri Purnomo yang ditandai dengan penandatanganan berita acara dan pemecahan botol miras di roda Stom Walles. Ikut dalam pemusnahan tersebut Ketua DPRD kabupaten Sleman Koeswanto, SIP, Perwakilan dari Kejari, pengadilan Negeri dan Polres Sleman.

Pada kesempatan tersebut bupati sleman antara lain menyampaikan bahwa dengan dimusnahkannya barang bukti Miras tersebut diharapkan akan mengurangi jumlah peredaran Miras di Kabupaten Sleman. Bupati mengapresiasi Satpol PP yang telah melakukan rasia Miras baik di toko-toko swalayan maupun di warung-warung, bahkan rasia juga dilakukan terhadap para pengoplos miras. Lebih lanjut disampaikan bahwa penegakaan Perda Miras harus dilakukan dan ditingkatkan, karena biasanya kejahatan apapun diawali daari Miras. Karena akibat miras seseorang akan menjadi tidak stabil dan keberaniannya akan muncul termasuk untuk tindak kejahatan. Untuk itulah Bupati minta pada Satpol PP untuk menekan peredaran Miras ilegal di masyarakat.

Sedangkan Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman Drs. Joko Supriyanto, Msi pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa barang bukti miras yang dimusnahkan tersebut hasil pelaksaanaan operasi sebanyak 18 kali, dan pelaksanaan sidang di pengadilan Negeri Sleman sebanyaak 6 kali. Sementara jumlah pelanggar yang diajukan ke sidang Pengadilan Negeri Sleman sebanyak 43 orang pelanggar yang merupakan penjual minuman beralkohol. Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan semakin bertambahnya jumlah pelaksanaan operasi miras di tahun 2013 tersebut, maka semakin banyak pula jumlah pelanggar yang berhasil dijaring. Kalau ditahun 2012 lalu ada 18 orang pelanggar, maka di tahun 2013 ini pelanggar yang berhasil dijaring sebanyak 43 pelanggar. Begitu juga dengan jumlah Miras beralkohol yang berhasil disita, juga mengalami peningkatan yang yang sangat signifikan. Data penyitaan barang bukti Miras tercatat pada tahun 2012 lalu ada 1.519 botol, maka tahun 2013 berhasil disita sebanyak 3.002 botol miras.

16
Dec

Hujan Tidak Menghalangi Masyarakat Wonolelo Selenggarakan Upacara Adat

Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI menyambut gembira pelaksanaan kegiatan upacara adat Saparan Wonolelo ini karena dapat dijadikan sarana untuk melestarikan budaya peninggalan para leluhur. Untuk itu diharapkan kegiatan ini dapat membawa kemajuan masyarakat Wonolelo, Widodomartani, Ngemplak. Demikian disampaikan Sri Purnomo dalam sambutan pada acara Upacara adat Saparan Wonolelo Jum’at, 13 Desember 2013. Acara pendahuluan yang digelar di halaman Masjid Wonolelo ini dimeriahkan dengan penampilan tari golek dan fragmen yang menceriterakan perjalanan sejarah Ki Ageng Wonolelo. Selanjutnya kirab benda-benda peninggalan Ki Ageng Wonolelo yang berupa Al Qur’an, Sajadah, kopiah (peci), tongkat, pakaian, dan mustoko masjid, serta yang menjadi ciri khas upacara adat Wonolelo adalah 2 gunungan apem. Perlengkapan tersebut diarak keliling kampung ditengah guyuran hujan lebat yang menyertai perjalanan kirab menuju makam Ki Ageng Wonolelo. Setelah diadakan upacara tahlil dan dzikir serta doa di makam, selanjutnya gunungan apem dibagikan kepada masyarakat yang telah memadati halaman makam, dan tidak memperdulikan hujan deras yang mengguyur sepanjang upacara adat berlangsung. Selain dua buah gunungan apem yang diperebutkan ditengah halaman makam juga disediakan panggung apem tempat ribuan apem yang telah disiapkan warga wonolelo untuk dibagikan kepada pengunjung yang datang dari wilayah Sleman bahkan banyak pula pengunjung dari luar Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.