Arsip Kategori: Berita

11
Oct

112 Bakal Calon Kades se-Sleman Tandatangani Kesepakatan Bersama

Untuk menciptakan Pilkades yang kondusif aman dan adem ayem di Sleman, Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Sleman, Kapolres Sleman, Dandim 0732 Sleman, Kejari Sleman dan Bakal calon Kepala Desa se kabupaten Sleman melakukan kesepakatan bersama yang ditandai dengan penandatanganan bersama diatas kain spanduk sepanjang 5 meter yang terbentang di Aula Bappeda Sleman, Kamis 10 Oktober 2013.


Isi kesepakatan bersama tersebut yaitu : 1. Melaksanakan kampanye secara tertib, santun, bersih, tidak berbau sara dan menyinggung calon lain. 2. mendukung pelaksanaan Pilkades secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil serta menerima hasil pilkades yang telah ditetapkan panitia, 3. Menjaga suasana yang kondusif , tidak berbuat onar/menimbulkan keresahan, serta sanggup mengendalikan massa dan pendukungnya, apabila kalah maupun menang.4.Mendukung kepala desa terpilih.

Bupati Sri Purnomo pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa pada tahun 2013 ini, Pemkab Sleman akan melaksanakan pilihan Kepala Desa (Pilkades) di 33 desa yang akan dimulai pada tanggal 17 Oktober 2013 sampai dengan 10 Nopember 2013. Jumlah bakal calon kades yang akan mengikuti pilkades tersebut sebanyak 112 calon. Lebih lanjut disampaikan bahwa didalam demokrasi Pancasila, kehendak rakyat yang dimusyawarahkan oleh perwakilannya dengan menggunakan kebijaksanaan pengetahuan dan nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang dilandasi oleh Ketuhanan Yang Maha Esa (Takwa), sehingga melahirkan hikmah yang diharapkan menjadi solusi bagi kehendak itu. Dan hikmah itu boleh jadi mengakomodasi, menolak, memberi jalan yang lain, atau mungkin berupa jalan tengah. Disampaikan pula bahwa salah satu wujud demokrasi Pancasila adalah munculnya sistim pemilihan umum yang ”luber‟. Masyarakat memperoleh hak untuk dapat memilih pemimpinnya sendiri secara jujur, adil, bersih dan tanpa ada paksaan dari oknum-oknum tertentu.

Pada kesempatan tersebut bupati menginginkan agar pelaksanaan pilkades sesuai dengan asas-asas Demokrasi Pancasila. Pemilihan kades harus diselenggarakan dengan baik sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku dan menjunjung tinggi nilai kejujuran, adil, bersih dan tanpa ada paksaan dari oknum-oknum tertentu. Sebab kondisi keamanan dan ketertiban di Daerah Istimewa Yogjakarta termasuk wilayah Sleman menjadi barometer keamanan dan ketertiban Nasional. Oleh karena itu pilkades sebagai awal demokrasi rakyat kita selenggarakan sebaik-baiknya dan memiliki keistimewaan. Bupati mengajak warga Sleman untuk menunjukkan sebagai masyarakat Daerah Istimewa Yogjakarta memiliki kesadaran politik dan melaksanakannya sesuai demokrasi Pancasila. “Tampilkan pelaksanaan pemilihan Kades yang memperlihatkan kecerdasan calon yang dipilih dan yang memilih”, ajak Sri Purnomo.

Sedangkan Kapolres Sleman Iksan Amin pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bagi yang menag dalam pilkades nanti diharapkan tidak sombong/umuk tetapi harus tetap santun dan merangkul pada yang kalah untuk mewujutkan program kerja kedepan. Kapolres yakin betul bahwa keamanan adalah investasi dalam menyongsong pembangunan untuk itulah semua pihak harus tetap menjaga keamanan dan keamanan bukan hanya tanggung jawan aparat saja. Menjadi pemimpin yang baik tidak mudah dan tanggung jawabnya besar karena harus mempertanggung jawabkan dunia dan akherat. Yang perlu diwaspadai menurut Kapolres, adanya kampanye hitam yang bisa memicu kerawanan, sedang peta-peta potensi kerawanan perlu diwaspadai , dan untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi Polres sleman akan menerjunkan 823 personil. Untuk menjaga keamanan tiap TPS memang tidak harus sama, tergantung kondisinya sesuai dengan prediksi misalnya diprediksi kondisi rawan bisa lebih dari satu personil, tetapi bisa jadi hanya satu personil.Timbulnya konflik biasanya tidak adanya kesepahaman dalam menafsirkan tata tertib.

Sementara itu Dandim 0732 Sleman Letkol Inf. Bambang Kustiwa menyampaikan bahwa semua pihak harus meningkatkan Kamtibmas terutama menjelang dan sesudah Pilkades . Untuk meningkaatkan kamtibmas tersebut bisa koordinasi dengan Danramil setempat, yang jelas aparat Kodim dan Koramil mendukung pelaksanaan pilkades yang kondusif aman dan tertib, untuk mewujudkan hal tersebut perlunya koordinasi semua pihak.

Asekda bidang Pemerintahan Sunaryo, SH, MKn pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa tahapan Pilkades sudah berlangsung sejak 21 Mei 2013. Dan pelaksanaan Pilkades diikuti 112 orang bakal calon dan dilaksanakan secara bertahap dengan 6 hari pelaksanaannya Kamis 17 Oktober 2013 untuk 6 desa yaitu Sindumartani, Widodomartani, Caturharjo, Sendangrejo, Argomulyo dan Kepuharjo. Sabtu 19 Oktober 2013 3 desa yaitu Pandowoharjo, Donokerto dan Purwobinangun, Minggu 20 Oktober 2013 untuk 21 desa, Senin 21 Oktober 2013 untuk 1 desa yaitu Hargobinangun, Rabu 23 Oktober 2013 untuk 1 desa yaitu Tirtomartani dan Minggu 10 Nopember 2013 untuk desa Purwomartani. Untuk jumlah pemilih semuanya ada 319.173 orang dengan jumlah TPS 645, Kades Incumbent yang masih mengikuti terdapat 9 orang, Calon dari Sekdes PNS 2 orang, calon dari BPD 3 orang, bakal calon terbanyak 9 orang dan bakan calon terkecil 1 di 3 desa.Sementara jumlah DPS terbanyak 35,000 di Caturtunggal dan jumlah DPS terkecil 3.500 di Sumberejo.

10
Oct

Bupati Sambut Peserta Konferensi SEAAIR Di Candi Boko

Sleman,8 Oktober, bertempat di komplek candi Ratu Boko berlangsung jamuan makan malam dalam rangka Konfrensi Internasional SEAAIR (South East Asian Association for Institional Research 2013) dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman, Sri Purnomo beserta jajarannya berkesempatan menghadiri acara tersebut.  Dalam sambutannya Bupati Sleman mengatakan bahwa kegiatan konferensi SEAAIR ini adalah kegiatan yang sangat positif, karena diharapkan dari hasil penelitian akademisi tersebut dapat dijadikan referensi bagi pemerintah daerah untuk dapat menggali potensi-potensi yang ada di wilayahnya.  Terlebih lagi tema besar kegiatan ini adalah untuk menggalakkan entrepreneur (kewirausahaan).  Menurut Sri Purnomo, kewirausahaan adalah salah satu solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dalam sambutannya, rektor Universitas Ciputra, Toni Antonio menyatakan bahwa tujuan konfrensi SEAAIR adalah, meningkatkan kualitas penelitian institusi pendidikan tinggi, diseminasi informasi dan pertukaran ide tentang permasalahan dan topik penelitian Institusi, meningkatkan profesionalisme individu yang terlibat dalam penelitian, meningkatkan kesatuan kerjasama antar peneliti, meningkatkan kualitas outcome institusi pendidikan tinggi dan menyempurnakan pelaksanaan entrepreneurship di lembaga pendidikan tingkat lanjut.  Toni Antonio mengatakan bahwa di wilayah DI. Yogyakarta khususnya Sleman, banyak sekali obyek-obyek pariwisata yang sangat menarik, oleh karena itu para peserta diharapkan tetap fokus pada penelitian yang dilakukan. Toni Antonio juga mengingatkan agar para peserta dapat kembali ke Sleman untuk melakukan penelitian atau melakukan kunjungan wisata di wilayah Sleman, karena dengan keterbatasan waktu yang ada tentunya para peserta tidak mungkin bisa mengunjungi semua potensi pariwisata yang ada.
Universitas Ciputra selaku panitia penyelenggaraan South East Asian Association for Institional Research 2013 (SEAAIR) yang berlangsung pada tanggal 7-10 Oktober 2013.  SEAAIR adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan untuk mengumpulkan para akademisi di pendidikan tinggi diberbagai negara-negara Asia Tenggara untuk melakukan diseminasi hasil penelitian institusi dari berbagai bidang ilmu pendidikan.  Universitas Ciputra pada tahun ini ditunjuk menjadi komite lokal dan memilih DI. Yogyakarta sebagai lokasi pelaksanaan acara tersebut sekaligus mempromosikan Indonesia, khususnya D.I Yogyakarta ke dunia luar.
Pada hari Rabu, 9 Oktober Bupati Sleman, Sri Purnomo menjadi keynote speaker bersama Antonius Tanan, Presiden Direktur Universitas Ciputra.  Bupati Sleman memberikan paparan mengenai kondisi Kabupaten Sleman saat ini dan perkembangan kewirausahaan Sleman sebagai salah satu solusi pengentasan kemiskinan di Sleman.
10
Oct

Metode SRI Mampu Tingkatkan 50% Panen

Kelompok Tani Ngudi Mekar Sorogedug Lor Madurejo Prambanan Panen perdana padi Pengembangan System of Rice Intensification (SRI), Rabu, 9 Oktober 2013. Kelompok Tani mengundang Bupati Sleman, Kepala Dinas Pertanian Sleman dan Kepala Dinas Pertanian DIY serta Camat dan Kades untuk mengawali panen perdana di Bulak Sorogedug Lor. Dijelaskan oleh Hartono, Ketua Kelompok Tani Ngudi Mekar bahwa untuk tahun 2013 kegiatan yang dilakukan yaitu SL PTT padi pemantapan seluas 450 ha meliputi 18 kelompok tani dan 1 kegitan SRI seluas 20 ha yang di laksanakan oleh Kelompok Tani Ngudi Mekar yang di panen perdana. Padi yang di tanam 8 Juli 2013 dengan benih inpari 11, sebesar 10 kg benih/ha, 2000 kg pupuk organik/ha, 200 kg NPK/ha. Hasil ubinan yang telah dilaksanakan oleh 7 lahan petani rata-rata produksi sebesar 7,8 kg sehingga hasil yang dicapai 12,54 ton/ha gabah kering panen. Dikemukakan oleh Hartono kelompoknya masih mengalami kendala kurangnya air dimusim kemarau, belum punya traktor dan belum punya alat peremuk pupuk organik padat, Namun berkat kerja keras petani dan dengan menaati pola tanam padi padi polowijo, tanam serempak dan benih unggul mampu meningkatkan produktivitas padi.

Sementara itu Bupati Sleman usai melakukan panen perdana mengatakan ikut merasakan kegembiraan dengan hasil panen yang dicapai oleh kelompok tani Ngudi Mekar. Karena upaya untuk mempertahankan produksi beras di Sleman menghadapi tantangan yang sangat berat. Terle­bih lagi luas lahan pertanian yang ada di Sleman ini dari tahun ke tahun semakin menyusut. De­ngan demikian pelak­­­sa­­na­an panen raya padi ini dapat memotivasi kelom­pok-kelompok tani lainnya untuk mengoptimalkan produk­sinya.

Metode SRI mampu meningkatkan produktifitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara,dan telah terbukti berhasil meningkatkan produktifitas padi sebesar 50% , bahkan di beberapa tempat mencapai lebih dari 100%. Teknik SRI ini telah berkembang di banyak negara terutama di negara-negara Asia.

Ditambahkan oleh Sri Purnomo pada tahun 2012 Kabupaten Sleman masih mampu mempertahankan predikat sebagai lumbung beras di Provinsi DIY. Surplus beras tahun 2012 sebanyak 109.724 ton mengalami peningkatan 41,79% dibandingkan dengan surplus beras tahun 2011 sebanyak 63.865 ton. Kenaikan tersebut ditunjang oleh peningkatan produktivitas padi dari 56,93 kuintal/ha menjadi 67,94 kuintal/ha, sehingga mampu meningkatkan produksi beras dari 232.713 ton menjadi 312.815 ton.

Sementara sasaran tanam untuk tahun 2013 ini adalah 44.426 Ha, dengan sasaran produktivitas 64,18 Kw/Ha diharapkan produksi padi Sleman sebesar 279.798 ton dapat tercapai, namun demikian upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi Kabupaten Sleman terkendala beberapa hal yang pada saat ini terus diupayakan pengendaliannya seperti, serangan hama wereng dan tikus, alih fungsi lahan, dan menurunnya kesuburan tanah disebagian wilayah Kabupaten Sleman.

Pada akhir acara juga diadakan dialog antara para petani dengan Kabid Tanaman Pangan Sleman, Camat dan Kabid Tanaman Pangan DIY.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.