Arsip Kategori: Berita

10
Dec

Bupati : SPIP di Sleman Harus Diperluas Targetnya Hingga Pemerintahan Desa

SPIP (sistem pengendalian intern pemerintah) bertujuan mencapai pengelolaan pemerintahan dan pembangunan yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Dengan demikian, melalui SPIP yang telah terpatri dalam mindset setiap aparatur, diharapkan akan terwujud budaya kerja yang disiplin, efektif dan efisien. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Sleman dr. Sunartono, M.Kes saat membuka gelar SPIP di Aula Unit I Senin 9 Desember 2013. Lebih lanjut disampaikan bahwa obsesi tersebut memerlukan komitmen dan konsistensi seluruh jajaran pejabat dan aparat Pemkab Sleman. Mengingat tujuan utama penerapan SPIP adalah perubahan mindset seluruh aparat didalam melaksanakan pekerjaan, penataan sistem penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta penanaman budaya kerja.

Upaya yang telah dilakukan Pemkab Sleman untuk menerapkan SPIP tidak hanya pada tataran sosialisasi, tetapi juga penyusunan kelengkapan instrumen pendukungnya, diantaranya menyusun instrumen pemetaan SPIP pada entitas kabupaten. Selain itu juga memasukan aspek pelaksanaan SPIP dalam setiap penilaian kinerja SKPD. Untuk mempercepat implementasi SPIP di semua SKPD, Bimbingan teknis, monitoring dan evaluasi SPIP yang dilaksanakan inspektorat harus terus ditingkatkan. Selain itu sosialisasi SPIP pada tataran knowing yang dilakukan hingga ke semua UPT (unit pelaksana teknis) sejumlah 74 UPT harus diperluas sasaran targetnya tidak hanya pada anggota satgas tetapi bertahap kepada semua pejabat dan aparat. Bahkan diharapkan implementasi SPIP juga juga dilaksanakan di Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

Sedangkan Ibu Dessy Adim dari perwakilan BPKP DIY dalaam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman telah berhasil melakukan penilaian resiko untuk kegiataan utama pada SKPD, kebijakan dan SOP juga telah dibangun dan dievaluasi secara periodik dan dipantau tindak lanjutnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan gelar SPIP tersebut menjadi salah satu upaya untuk mencapai SPIP yaitu memberi keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan negara, keandalan laporan keuangan, pengamanan asset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien dapat tercapai.

Kabag Organisasi, Drs. Susmiyarto, MM melaporkan bahwa maksud dan tujuan gelar SPIP tersebut sebagai ajang pembelajaran bersama terhadap substansi unsur maupun sub unsur SPIP, dan mendorong aktualisasi pengendalian intern didalam pelaksanaan program dan kegiatan diseluruh OPD dan untuk mengetahui dan evaluasi tingkat pemahaman SPIP oleh para anggota Satgas SPIP OPD. Disampaikan pula bahwa kegiatan gelar SPIP berupa cerdas tangkas atar satgas SPIP OPD dalam menjawab pertanyaan atas materi SPIP oleh tim Yuri dari BPKP Perwakilan Yogyakarta dan paparan materi pelaksanaan dan rencana pengembangan pelaksanaan SPIP bagi finalis. Sedang peserta yang diundang sebanyak 48 OPD, masing-masing mengirimkan 1 regu dengan anggota 3 orang. Babak penyisihan berlangsung Senin 9 Desember 2013 dan Rabu 11 Desember 2013. Sementara babak final berlangsung Jumat 13 Desember 2013 untuk 5 OPD peraih nilai tertinggi.

9
Dec

Family Gathering Meriahkan Puncak Acara HUT KORPRI Di Sleman

Puncak acara HUT KORPRI Sleman cukup meriah dengan diadakannya Family Getering di Desa Wisata Grogol, Margodadi, Seyegan Sleman, Minggu, 8 Desember 2013. Acara dihadiri sekitar 1000 PNS di lingkungan Pemkab Sleman yang diawali dengan senam sehat bersama dilanjutkan dengan gerak jalan santai mengitarai wilayah dusun Grogol. Sebagai ciri khas Desa Wisata Grogol dalam gerak jalan santai ini dipandu oleh Punokawan yang berseragam lengkap wayang orang. Di sepanjang perjalanan tengah desa Grogol tampak warga melakukan aktivitas tradisional seperti pembuatan grabah serta kain batik. Peserta bisa melihat aktivitas masyarakat sekaligus juga bisa membeli hasil karya masyarakat dusun Grogol. Sementara  di pinggiran dusun Grogol peserta gerak jalan dapat melihat pemandangan hamparan sawah yang padinya menguning dan aktitifas penduduk memanen padi. Peserta Family Gatering juga melewati jalan setapak saluran irigasi dan jembatan bambu selanjutnya juga melewati sumber mata air Grogol yang airnya jernih dan tidak pernah surut walaupun musin kemarau.

Sampai kembali dilapangan halaman masjid Grogol tempati dipusatkannya acara peserta disuguhi dengan makanan tradisional setempat sambil menikmati alunan musik keroncong serta tari tolak bala “Edan-Edanan”. Ditempat ini juga digelar pasar murah sembako serta pemeriksanaan kesehatan gratis bagi para peserta maupun masyarakat sekitar.. Juga pembagian hadiah berbagai lomba yang diadakan dalam rangka memeriahkan HUT KORPRI ke 42 seperti lomba Catur, tenis meja, bulu tangkir, menyanyi duet, mamasak nasi goreng, pembacaan Pembukaan UUD 45, lomba perpustakaan dll, serta pemotongan tumpeng oleh Sekda Sleman dan diserahkan kepada Ketua KORPRI Sleman Drs. Iswoyo Hadiwarno.

Ketua KORPRI Sleman Drs. Iswoyo Hadiwarno dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana hiburan dan rekreasi bagi PNS Pemkab Sleman, sebagai bentuk kepedulian KORPRI kepada masyarakat sekitar, sebagai sarana promosi wisata pedesaan serta sarana melestarikan kesenian tradisional masyarakat.


Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutan yang dibacakan Sekda Sleman dr. Sunartono, M.Kes. mengatakan dengan ulang tahun KORPRI diharapkan kinerja aparat pemerintah semakin meningkat dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dengan kegiatan puncak acara yang diselenggarakan ditengah-tengah mayarakat diharapkan kegiatan KORPRI dapat dirasakan oleh masyarakat luas disamping upaya peningkatan profesionalisme yang dituntut dalam menghadapi tantangan ke depan yang makin kompleks. . Dengan ulang tahunnya KORPRI juga dapat mengadakan evaluasi dan instrospeksi terhadap kegiatan yang dilakukan selama satu tahun yang lalu dan dalam menatap kegiatan tahun yang akan datang. Bupati juga berpesan kepada Camat dan Kades yang mempunyai desa wisata untuk menjaga potensi desa wisata tersebut dan dikelola oleh masyarakat sendiri, tidak usah ditawarkan kepada investor sehingga keasilan desa wisata dapat tetap terjaga dan hasilnya juga dimanfaatkan oleh masyarakat sendiri  .
9
Dec

Puncak PPKAN Ditandai dengan Penanaman Pohon dan Pelepasan Burung

Penanaman pohon di Ponteng, Hargobinangun menandai peringatan PPKAN di Kabupaten Sleman, Jumat, 6 Desember 2013. Upaya tersebut  merupakan salah satu momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya arti pemeliharaan kelestarian lingkungan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan wakil bupati sleman Yuni Satia Rahayu, SS.M.Hum pada acara tersebut. Puncak PPKAN ini juga dihadiri antara lain Sekda Sleman dr. Sunartono, M.Kes,Asekda bidang Administrasi Djoko Handoyo, SH. Kepala BKD Drs. Iswoyo Hadiwarno, Kepala Badan Lingkungan Hidup DIY, dll.

Sedangkan Ketua Panitia PPKAN ke 53 dan HUT Korpri  ke 42, Suyono, SH yang juga kepala Inspektorat kabupaten pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa tujuan penenaman pohon tersebut sebagai upaya penyelamatan hutan, air dan tanah, juga untuk memotivasi masyarakat untuk ikut memahami dan melestarikan sumber daya alam agar tercipta keseimbangan ekosistem yang dapat menjamin kelangsungan hidup baik bagi manusia maupun makluk hidup lainnya, serta memacu meningkatkan peran serta masyarakat dan swadaya masyarakat dalam melestarikan hutan, air dan tanah melalui gerakan penghijauan. Jenis tanaman yang ditanam pada kesempatan tersebut sebanyak 6.600 batang yang terdiri antara lain Maahoni 1.000 batang, Sengon 750 batang, Jabon 750 batang Duku 800 batang Pete 300 batang dan janis yang lain. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelepasan burung oleh Wabup dan Sekda Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.