Arsip Kategori: Berita

5
Dec

Satlinmas Sleman Gelar Apel Siaga Menyongsong Pileg dan Pilpres

Bupati Sleman Sri Purnomo  menjadi Irup pada gelar apel siaga Satuan Perlindungan Masyarakat di lapangan Pemkab Sleman, Selasa 3 Desember 2013. Menurut Bupati penyelenggaraan apel menandakan kesiapan dan kesiapsiagaan seluruh anggota Satlinmas dalam mewujudkan perlindungan bagi masyarakat. Melindungi masyarakat berarti menjaga dan menertibkan kondisi keamanan di lingkungan Kabupaten Sleman.

Apel tersebut dihadiri Kapolres Sleman AKBP Iksan Amin, Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS.M.Hum, Dandim, Kapolsek se Kabupaten Sleman, Camat se kabupaten sleman, Danramil dan KPU Kabupaten Sleman. Sedang peserta apel sebanyak 1500 orang dari litmas se kabupaten Sleman.

Disampaikan pula oleh Sri Purnomo bahwa agenda nasional tahun 2014 merupakan pelaksanaan pesta demokrasi yang akan diawali dengan pemilihan calon anggota legislatif, kemudian dilanjutkan pemilihan presiden dan wakil presiden. Dalam rangka mengamankan agenda nasional tersebut diperlukan sebuah upaya untuk menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat agar tercipta situasi yang kondusif sehingga semuanya dapat berjalan aman, tertib dan lancar. Bukan hal yang tidak mungkin terjadinya benturan dan gesekan antara elemen masyarakat maupun kelompok masyarakat karena adanya perbedaan paham dan perbedaan kepentingan. Untuk itu, peran Satuan Perlindungan Masyarakat sangat dibutuhkan guna mengeliminir kemungkinan-kemungkinan di atas. Pelatihan dan pembinaan yang diberikan Pemerintah Daerah kiranya dapat menjadi bekal dalam melaksanakan tugas perlindungan masyarakat.

Kepala Sat[pol PP Sleman, Joko Supriyanto pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa kegiatan perlindungan masyarakat melalui pembinaan bagi anggota Satlinmas telah dilakukan terhadap 6.393 anggota dalam 60 angkatan yang diselenggarakan di kabupaten sleman sebanyak 1 angkatan dan 59 angkatan di kecamaatan se kabupaaten sleman. Materi dalam pembinaan dan pembekalan tersebut antara lain pengetahuan mengenai dasar-dasar Linmas, pelatihan pengaturan lalu lintas, peraturan baris berbaris, pengetahuan deteksi dini cegah dini. Laebih lanjut dilaporkan bahwa keseluruhan satuan perlindungan masyarakat memiliki kekuatan 6.393 personil terdiri dari Satlinmas kabupaten sejumlah 100 anggota, Satlinmas Peleton inti kecamatan masing-masing 31 personil, Satlinmas Regu Inti Desa dimana setiap Desa masing-masing 11 personil dan 4.780 anggota disiapkan untuk tugas di TPS masing-masing 2 anggota.***

5
Dec

PT ASKES KCU Yogyakarta Sosialisasikan JKN pada Kades di Sleman

Pada tahun 2014 mendatang akan dilakukan reformasi jaminan kesehatan nasional. Mulai 1 Januari 2014 seluruh masyarakat akan dijamin kesehatannya dengan Jaminan Kesehatan Nasional. Demikian disampaikan oleh dr. Donni Hendrawan, MPH. Kepala Cabang PT Askes (persero) Yogyakarta dalam acara Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional bagi SKPD dan Kades se-Kabupaten Sleman. Acara ini digelar untuk memberikan kesadaran bagi SKPD, camat dan kepala desa tentang pentingnya jaminan kesehatan nasional bagi masyarakat.

Sosialisasi dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu pada Selasa, 3 Desember 2013 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Dalam sambutannya, Yuni Satia Rahayu menyampaikan bahwa penyelenggaraan sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional ini merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan terintegrasi pada tahun 2014 nanti, oleh karena itu disamping sosialisasi ini, Pemda Sleman juga menggalakkan sosialisasi serupa kepada kelompok informasi desa dan perangkat desa yang akan diselenggarakan oleh Bagian Humas pada Kamis, 5 Desember 2013 mendatang.

Peserta jaminan kesehatan di Kabupaten Sleman terdiri dari peserta Jamkesda miskin yaitu sebanyak 72.011 jiwa, peserta Jamkesda rentan miskin sebanyak 64.138 jiwa, peserta Jamkesos miskin sebanyak 19.000 jiwa, Jamkesos Kader sebanyak 7.503 jiwa dan Jamkesda mandiri sebanyak 24.000 jiwa, peserta askes 139.863 jiwa, peserta jamkesmas 317.180 jiwa, peserta Jamsostek: 25.792 jiwa dan peserta TNI/POLRI sebanyak. 8.479. Dari sejumlah 1.137.365 jiwa penduduk Sleman sejumlah 40% diantaranya telah memiliki jaminan kesehatan. Yuni Satia Rahayu berharap program JKN menjadi langkah strategis untuk memberikan layanan jaminan kesehatan bagi seluruh warga masyarakat Sleman.

3
Dec

PMI Pakem Terima Bantuan Ambulance Dalam Apel HUT Satgana Cakra ke-19

Apel Siaga dan HUT Satgana Cakra ke-19  berlangsung di halaman Kecamatan Pakem, Minggu 1 Desember 2013. Apel Siaga dihadiri antara lain Bupati Sleman Sri Purnomo yang sekaligus sebagai Irup pada Apel tersebut. Disamping itu juga ketua II PMI Sleman, Agus Susilo Endiriarto, Camat Pakem Subagyo, MM, Danramil dan Kapolsek Pakem, serta anggota Tagana yang didukung Divisi Trail.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pula serah terima kendaraan ambulance sumbangan dari Hotel Lido dan diterima ketua II PMI Sleman Agus SE , selanjutnya kendaraan Ambulance tersebut diserahkan kepada PMI Pakem yang diterima Ketuanya, Suranto. Penyerahan bantuan ditandai dengan penandatanganan berita acara dan pembukaan kerudung mobil dan pemecahaan Kendi oleh Bupati Sleman dan Camat Pakem.

Bupati Sri Purnomo dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan usianya yang ke 19 Satgana Cakra tentunya semakin matang, dan semakin profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya. Satgana Cakra PMI adalah satuan atau tim yang khusus dibentuk dan dibina oleh pengurus PMI cabang dalam rangka upaya turut serta dalam penanggulangan bencana secara keseluruhan.Salah satu maksud dari pembentukan Tim Satgana adalah agar pengurus PMI Daerah selaku Koordinator dapatmengatur pengerahan tenaga bantuan dalam membantu cabang yang wilayah kerjanya mengalami bencana. Sebagai daerah yang memiliki potensi bencana, Kabupaten Sleman sangat membutuhkan Satgana yang dapatmenembus berbagai hambatan yang muncul akibat bencana. Dalam suatu keadaan darurat bencana baik dalam skalakecil, menengah dan besar, Satgana sangat berperan dalam menentukan keberhasilan dan bahkan kegagalan darisuatu operasi penyelamatan (search and rescue), pengerahan bantuan penanganan serta penanggulangan terhadapkejadian musibah/bencana. Dipilihnya Kecamatan Pakem sebagai lokasi apel siaga ini adalah langkah yang strategis, karena wilayah Pakem banyak memiliki lokasi wisata, dan selain itu juga berdekatan dengan wilayah Cangkringan yang dekat Gunung Merapi sehingga menuntut seluruh anggota Satgana untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaannya.

Disampaikan pula bahwa PMI merupakan oganisasi sosial kemanusiaan lintas daerah seluruh Indonesia. Kerjasama,swadaya, dan gotong royong dan netralitas adalah fondasi utama PMI dalam menjalankan tugas. Untuk lebihmemotivasi peran serta masyarakat dalam pelaksanaan berbagai kegiatan PMI, hendaknya PMI mampu memperbaiki image atau citra PMI di mata masyarakat. PMI Sleman harus mampu menghilangkan persepsi atau anggapan masyarakat bahwa masyarakat harus membeli darah. Hal ini merupakan salah satu tantangan bagi PMI cabang Sleman dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat khususnya bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Andaikan dalam memperoleh darah tersebut masyarakat dikenakan charge untuk biaya penggantian kantong darah, hendaknya hal tersebut dapat diinformasikan secara transparan kepada masyarakat dengan besaran yang jelasdan terstandar. Dengan transparansi pembiayaan dapat menciptakan citra positif PMI di mata masyarakat sehingga PMI dapat mempertahankan eksistensinya sebagai sebuah pionir lembaga sosial kemanusiaan. Disamping itu, bupati berharap PMI Sleman menata database pendonor yang pernah mendonor di PMI Sleman. Database ini dapat dipergunakan untuk mengingatkan jangka waktu donor darah berikutnya kepada pendonor.Pembenahan database ini juga diperuntukkan untuk memudahkan menemukan golongan darah yang sulit ditemukan.Saya harap dengan pembenahan database yang baik dapat memudahkan kita mendapatkan darah yang dibutuhkanmasyarakat guna menolong sesama.***


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.