Arsip Kategori: Berita

13
Jul

Pemkab Sambangi 4 Perusahaan di Sleman

Sebanyak empat perusahaan/pabrik di Sleman yang sempat disambangi Bupati Sleman Sri Purnomo. Empat perusahaan tersebut PT. GE Lighting di Denggung Sleman, PT Mataram Tunggal Garmen di Ngaglik, PT. GKBI Medari dan PT. Westa Kusuma Pustaka. Dalam kunjungan tersebut Bupati didampingi antara lain Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Untoro Budiharjo, Kepala Bidang Tenaga Kerja, Sutiasih, SP,MM, Kabag Humas Sri Winarti,  SPSI Sleman Legowo.

Di PT. GE. Lighting Sleman  Bupati sleman diterima Dirut Hendriyani Gundana yang pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa PT. GE Lighting Sleman mempunyai karyawan sebanyak 444 orang dan terbagi dalam 3 shif kerja, dengan 8 jam kerja perhari. Lebih lanjut disampaikan bahwa saat ini untuk bisnis lampu penerangan memang sangat berat dengan banyaknya produk impor, namun dengan kerja keras dan keuletan dari manajemen dan karyawan maka PT. GE tetap bertahan dan dapat menghidupi karyawannya. Disampaikan pula bahwa di Indonesia saat ini perusahaan lampu penerangan yang masih eksis hanya ada tiga yaitu PT. GE Lighting Sleman, PT Asram dan Philips.
Menurut Hendriyani, karyawan PT . GE sampai saat ini tetap eksis dengan berbagai fasilitas, antara lain fasilitas kesehatan baik untuk karyawan sendiri maupun keluarganya , termasuk hubungan antara perusahaan dan keluarganya cukup baik, dengan dilakukannya kegiatan yang melibatkan keluarga karyawan . Misalnya Family Gathering yang secara rutin dilakukan dengan melibatkan keluarga besar PT, GE. Termasuk beberapa fasilitas yang ada di PT.GE seperti adanya Klinik kesehatan secara gratis bagi karyawan perusahaan tersedia dokter dan perawat setiap saat, hingga kesehatan karyawan perusahaan sangat terjamin dan diperhatikan dengan baik, karena adanya komunikasi yang baik antara menejemen dan karyawan, termasuk bantuan kesehatan bagi yang sakit dan melahirkan,dan sumbangan uang duka bagi karyawan yang kena musibah. Tidak ketinggalan Refreshing selalu dilakukan setiap tahun bagi karyawan.
Disamping kegiatan tersebut PT GE juga ada CSR nya dengan kegiatan sosial kemasyarakatan termasuk menyalurkan dana untuk masyarakat dengan melibatkan karyawan. Ditambahkan pula fasilitas untuk kesejahteraan karyawan antara lain adanya THR sebesar 1,25 kali Gaji, adanya premi hadir, uang lembur, bonus, insentif setiap bulan. Salah satu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan karyawan maka PT GE menyediakan makan bagi karyawan, dengan setiap saat menu tersebut sebelum disampaikan kepada karyawan akan diambil sampelnya dulu apakah makanan tersebut sehat dan memenuhi syarat kadar kalorinya atau tidak.
Sedang di PT Mataram Tunggal Garmen Bupati Sleman diterima Direktur HRD. Robby Kusumaharta dan beberapa staf manajemen. Usai diterima Bupati Sleman di empat perusahaan tersebut melakukan peninjauan di beberapa ruang produksi.***


10
Jul

Olahan Nila “Ninajo” dari Nayan Juga Alami Peningkatan Permintaan

Dusun Nayan, salah satu Dusun yang terletak di wilayah Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman ternyata menyimpan potensi kuliner yang tidak biasa. Jika biasanya ikan nila hanya diolah dengan cara digoreng, dipepes atau dibakar, ditangan Heri Santoso dan petani Nila di Dusun Nayan, ikan Nila dapat diolah menjadi produk olahan yang lebih beragam, seperti Nugget Nila, Sosis Nila, Bakso Nila, Otak-Otak, Baby Nila Crispy bahkan dawet Nila.
Berdiri pada pertengahan tahun 2012 Unit Pengelolaan Ikan Mino Ngudi Lestari yang digawangi oleh Heri Santoso terinspirasi dari Program CSR (Corporate Social Responsibility) yang diselenggarakan oleh Pertamina di Tahun 2011. Terobosan yang dilakukan dalam pengolahan ikan nila ternyata berdampak positif terhadap penghasilan para petani nila di Dusun Nayan. Jika ikan nila segar dibandrol dengan harga 20.000/Kg, ketika sudah diolah menjadi produk olahan bisa menjadi dua kali lipat dari harga bahan mentah. Dalam sehari bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi produk olahan bisa mencapai 20 Kg/produk.
Dengan Merk dagang Ninajo, produk olahan nila saat ini dipasarkan tidak hanya di wilayah Yogyakarta, namun sudah merambah ke daerah-daerah lain seperti Bandung, Solo, Magelang dan Cirebon. Namun untuk wilayah diluar Yogyakarta, produk olahan yang dipasarkan hanya berupa olahan kering, seperti  Baby Nila Crispy, karena produk olahan ini sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet dan MSG.
Tingginya minat konsumen terhadap produk olahan tersebut terlebih di saat musim Lebaran seperti sekarang ini dirasa sedikit sulit untuk dipenuhi. Hal ini terkendala dari SDM produksi yang minim yakni hanya berjumlah 5 (lima) orang dan bahan baku yang terbatas. Tidak jarang bahan baku harus didatangkan dari Kecamatan Cangkringan dan Kecamatan Berbah.***
9
Jul

SMP di Sleman Menjadi Favorit Pendaftar Siswa Baru

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI. memantau  penerimaan siswa SMP dihari terakhir, Rabu, 8 Juli 2015. Pantauan dilakukan di SMP N 2 Sleman, SMPN 1 Sleman, SMPN 2 Turi dan SMP N 4 Pakem. Dalam pemantauan ini  Bupati didampingi Assek II Dra. Suyamsih, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Sleman Arif Haryono SH.

Dalam pantauan di SMPN 2 Sleman baik orang tua dan siswa pendaftar banyak yang datang untuk memantau nilai di layar monitor yang disediakan di Aula setempat. Sementara di SMPN 1 Sleman dan SMPN 4 Pakem baik orang tua maupun siswa tidak ada yang memantau di Sekolahan karena mereka bisa memantau dari rumah masing-masing. DI SMPN 2 Sleman daya tampung 192 siswa sementara pendaftar yang berminat ada 225 dan yang mengambil formulir 435 siswa. Nilai tertinggi 28,80 terendah 25.25 siswa. Untuk SMPN I Sleman daya tampung 224 siswa sementara pendaftar yang berminat ada 240 dan yang mengambil formulir 425 siswa. Nilai tertinggi 29,60 terendah 24 siswa. Pantauan di SMPN 2 Turi sampai dengan jam 13.30 masih kekurangan 6 murid dari daya tampung  128 siswa baru ada pendaftar 122 siswa.Sedangkan untuk nem tertinggi 28,45 dan terendah 20,9. Beda kondisi di SMPN 4 Pakem  yang memiliki kouta 160 siswa terpenuhi dengan nilai tertinggi 30,1 terendah 27.7, sebagian besar sebanyak 34 siswa dari SD percobaan 3, SD MOdel 17 siswa dan sisanya dari SD sekitar maupun dari SD Sapen.
Bupati Sleman dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa tingkat kesiapan orang tua dan siswa sudah baik karena mereka memilih sekolah berdasarkan NEM dan memantau peluang-peluang yang pasti bisa diterima sehingga tidak ada kepanikan dalam memilih sekolah. Sementara untuk sekolah yang kekurangan murid tidak masalah karena prinsip semua murid dapat tertampung di sekolah. Justru yang bermasalah bila kelebihan murid harus menyediakan tambahan faslitas untuk dapat memenuhi kebutuhan belajar mengajar.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.