Arsip Kategori: Berita

17
Dec

BPKP Serahkan Pekerjaan Pendampingan SIA BLUD

Untuk dapat menyusun laporan keuangan sesuai pedoman Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) secara tepat waktu dan akurat melalui implementasi Sistem Informasi Akuntasi Badan Layanan Umum Daerah (SIA-BLUD), Dinas Kesehatan Sleman menggandeng BPKP Perwakilan DIY untuk mendampingi 27 UPT BLUD Dinas kesehatan yakni 25 Puskesmas dan 2 UPT JPKM dan UPT Laboratorium Kesehatan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes. dalam  acara penyerahan pekerjaan Pendampingan Penerapan SIA BLUD oleh BPKP Perwakilan DIY kepada Dinas Kesehatan Sleman. Acara dilaksanakan Selasa, 16 Desember 2014 di Aula Dinas Kesehatan Sleman.

Dalam kesempatan ini diadakan penandatanganan Berita Acara Penyerahan Proyek oleh Kepala Perwakilan BPKP DIY, Titut Ratih Kusuma dan Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI. Ruang lingkup kegiatan meliputi Workshop sosialisasi SIA BLUD kepada Dinas Kesehatan, Lintas Sektor  dan 27 UPT BLUD, Survey pendahuluan jaringan LAN dan pendukung implementasi SIA BLUD, instal aplikasi, pelatihan aplikasi, pendampingan penerapan SIA BLUD, dan review hasil implementasi SIA BLUD.
Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan  Pemkab Sleman sangat terbantu dengan adanya SIA ini sehingga penerapan BLUD di 27 UPT Dinas Kesehatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dan ke 27 BLUD tersebut dapat memperoleh status BLUD penuh sejak 1 Januari 2014. Penerapan SIA pada UPT BLUD tersebut mendukung upaya dalam meningkatkan kualitas kinerja serta mewujudkan transparasi dan akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Sleman. Karena dengan pendampingan BPKP, mempermudah dalam menyusun laporan keuangan acrual basis.
Dengan status penuh BLUD tersebut maka Pemkab Sleman menjadi yang pertama kalinya di DIY yang menerapkan pola BLUD pada seluruh puskesmas yang ada. Dengan penerapan pola BLUD ini pula maka puskesmas di Sleman dapat langsung memperoleh dana kapitasi yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Dana kapitasi sebesar 2 milyar yang ditransfer oleh BPJS untuk 25 puskesmas dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien. Hal ini tentunya akan sangat berbeda jika puskesmas belum menerapkan pola BLUD maka dana kapitasi tersebut akan masuk ke kas daerah terlebih dulu, menunggu hingga puskesmas tersebut menerapkan pola BLUD. Bahkan dengan pola BLUD, puskesmas/dinas kesehatan sudah dapat merekrut tenaga BLUD non PNS yaitu 25 dokter, 25 psikolog dan 27 tenaga ekonomi akuntansi. Selain itu juga telah merekrut tenaga bidan dan perawat bagi puskesmas rawat inap.***
17
Dec

Hotel Royal Ambarrukmo Peroleh Pengembalian Pajak Terbesar

Untuk memberikan penghargaan terhadap wajib pajak yang tertib, melakukan pembukuan sesuai dengan sistem akuntansi yang berlaku umum serta tepat waktu dalam pelaporan dan pembayaran pajak, maka Pemkab Sleman memberikan penghargaan dan pengembalian sebagian pajak yang telah disetorkan bagi wajib pajak hotel dan restoran. Hal itu disampaikan H. Hardo Kiswoyo, SE. MSI, PLT Kepala DIPENDA Sleman dalam acara pengembalian pajak hotel dan restoran di rumah dinas Bupati Sleman, Selasa, 16 Desember 2014. Lebih lanjut dikatakan untuk tahun 2014 pengembalian pajak hotel kepada 65 wajib pajak dengan total pengembalian Rp 469,975.376 sedangkan untuk wajib pajak restoran ada 118 wajib pajak dengan total pengembalian Rp 208,298.243. Untuk pajak hotel yang menerima pengembalian terbesar yakni Hotel Royal Ambarukmo sebesar Rp 70,578.116 dan untuk pajak restoran pengembalian terbesar yakni PT Rekso Nasional Food (Mc. Donald’s) sebesar Rp14.176.173.

Acara dihadiri oleh Bupati, Assekda III, Ketua DPRD Sleman, dan anggota Komisi B DPRD Sleman, KPP Pratama Sleman dan Direktur BRI Syariah, Ketua DPC PHRI Sleman Asteria. Juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman. Sedangkan penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Bupati kepada 10 perwakilan perwakilan wajib pajak hotel dan 10 wajib pajak restourant, didampingi Ketua DPRD Sleman dan PLT Dipenda Sleman.
Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan  terima kasih kepada para pengelola dan pengusaha hotel dan restoran serta para wajib pajak yang telah memenuhi kewajibannya untuk membayar pajak, khususnya kepada 16 wajib pajak hotel dan 118 wajib pajak restoran yang  menerima pengembalian seba­gi­an pajak yang telah dibayarkan kepada Dinas Pendapatan Daerah.
Sri Purnomo menambahkan perolehan PAD selama tahun 2014 mencapai Rp. 474,91 Milyar rupiah lebih atau mencapai 24,12% dari total pendapatan daerah. Sedangkan tahun 2013 lalu mencapai Rp 415,66 Milyar atau 23,73% dari total pendapatan. Jumlah tersebut disumbang oleh perolehan Pajak daerah yang mencapai Rp 274.628 Milyar lebih dan Retribusi daerah mencapai Rp 2,263 Milyar. Peningkatan tersebut tentunya patut disyukuri karena dengan pajak tersebut, Pemkab Sleman dapat membiayai berba­­gai kegiatan pembangunan untuk meningkat­kan kese­jah­­te­raan dan memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama tentang pelayanan pembayaran PBB P2. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada masyarakat dalam hal pembayaran PBB P2. Melalui BRI Syariah masyarakat dapat melakukan pembayaran PBB P2 di kantor layanan dan ATM di seluruh wilayah Indonesia dan seluruh jaringan Koperasi Unit Desa (KUD) yang tergabung dalam jaringan PUSKUD MATARAM di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kerjasama ini dimaksudkan untuk mempermudah wajib pajak dalam membayar pajaknya karena selama ini kendala yang terjadi tanah dan bangunan yang ada di Sleman pemiliknya orang luar Sleman sehingga menyulitkan dalam membayar PBB.***


17
Dec

Bupati Ngecat Bareng Siswa SMK Berbah


Sleman, 16 Desember 2014, bertempat di SMK Nasional Berbah dilaksanakan pencanangan anti vandalisme pelajar se kecamatan Berbah.  Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sleman Sri Purnomo, Kepala Dinas Dikpora Sleman Arif Haryono, beserta segenap forum komunikasi pimpinan kecamatan Berbah dan juga para kepala sekolah di lingkungan Kecamatan Berbah.
Dalam laporannya Dwi Ahmadi, Kepala Sekolah SMK Nasional Berbah, menyampaikan bahwa hal tersebut adalah tindak lanjut hasil rapat pleno kelompok kerja Kepala Sekolah Kab. Sleman, pada tanggal 8 Nopember 2014 di SMKN 1 Tempel, dimana dalam rapat tersebut Ka. Dinas Dikpora Sleman menunjuk SMK Nasional Berbah sebagai koordinator untuk penghapusan Vandalisme berupa corat-coret di tembok dan fasilitas umum,  dari hasil rapat tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan mengadakan gerakan anti vandalisme di lingkungan pelajar pada tanggal 16 Desember 2014 ini yang mengambil lokasi di wilayah kecamatan Berbah.  Dalam kegiatan ini akan dilakukan penghapusan corat-coret di wilayah Kec. Berbah yang dilaksanakan oleh 120 pelajar dari tingkat SMP, SMA, dan SMK di kec. Berbah yang didampingi oleh 20 orang dari unsur petugas Satpol PP, Linmas, Kepolisian dan TNI.  Lokasi kegiatan ini dibagi menjadi  4 zona, dengan zona 1 Desa Kalitirto, Zona 2 Desa Tegaltirto, Zona 3 Desa Sendangtirto, dan Zona 4 Desa Jogotirto.
Dalam sambutannya Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang positif bagi para pelajar.  Terlebih lagi generasi muda harus menyalurkan energinya untuk hal-hal yang positif. Selain itu kegiatan ini adalah untuk mendidik para pelajar agar selalu disiplin dalam berbagai hal.  Sri Purnomo, menyampaikan bahwa slogan dari Sleman adalah SEMBADA, yang merupakan akronim Sehat, Elok Edi, Makmur Merata, Bersih Berbudaya, Aman dan Adil, Damai Dinamis, dan Agamis.  Sri Purnomo menekankan pada huruf B yaitu bersih, kegiatan ini adalah dalam rangka mewujudkan lingkungan yang bersih ini, lingkungan yang bersih ini bukan hanya pada lingkungan sekitarnya, tetapi seluruh wilayah Kabupaten Sleman. Kebersihan juga merupakan kunci untuk mewujudkan kesehatan lingkungan, kesehatan badan dan kesehatan jiwa. Sri Purnomo berpesan agar nantinya setelah bersih dari corat-coret nantinya para pelajar dan seluruh masyarakat Berbah diminta untuk menjaga kebersihan tersebut, jangan sampai ada lagi aksi vandalisme. Pada hari jadi Kab. Sleman ke 99 pada tahun 2015 nanti, akan dilaksanakan evaluasi kebersihan lingkungan di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Sleman.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan apel kesiapan pembersihan dari aksi vandalisme, dan juga pengucapan ikrar bersama dari peserta untuk sepakat tidak melakukan aksi vandalisme, tidak melakukan tawuran, tidak melakukan perbuatan asusila, dan tidak melakukan penyalahgunaan narkoba.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.