Arsip Kategori: Berita

30
Oct

Seyegan Dikunjungi Tim Evaluasi KSI DIY

Seyegan 29 Oktober 2014,  Tim Evaluasi KSI DIY mengunjungi Kecamatan Seyegan dipimpin oleh dr.Eti Kumalawati, M.Kes beserta rombongan diterima oleh Assekda II Ibu Dra.Hj.Suyamsih, MPd didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Ibu Kustini Sri Purnomo beserta Camat Seyegan, dan Kepala Desa Margomulyo. Kedatangan Tim Disambut dengan Senam Lansia Dari Desa Margoluwih dan Karawitan dari Desa Margoagung dilanjutkan penerimaan secara Resmi di Pendopo Kecamatan Seyegan  oleh ibu Asisten II Bidang Pembangunan. Bupati Sleman dalam sambutan yang dibacakan Assek II mengatakan bahwa Pembangunan di bidang kesehatan merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dengan program pembangunan secara keseluruhan. Untuk mewujudkan hal tersebut sangat dibutuhkan dukungan dan kerja keras dari segenap aparat pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dan peran serta aktif seluruh masyarakat.

Sementara itu Camat Seyegan Budi Sutamba menyampaikan untuk memotivasi masyarakat agar memperhatikan dan mengupayakan peningkatan dibidang kesehatan khususnya dalam gerakan saying ibu didukung semua stake holder dari semua SKPD baik tingkat Kabupaten, Kecamatan dan desa. Upaya yang telah dilakukan antara lain membentuk Tim Kecamatan Sayang ibu di tingkat kecamatan dan desa dan pembentukan POSYANDU di tingkat padukuhan yang jumlahnya mencapai 68 POSYANDU. Dari sisi social telah terbentuk adanya kelompok donor darah, suami siaga, ambulan desa, 312 kader kesehatan, deklarasi bebas BABS dan TB, adanya BKB,  BKR, BKL dan bimbingan konseling, PIK R, PKK dan dasa wisma, Kader IMP dan FPK2PA. Sementara dari sisi pelayanan kesehatan upaya yang dilakukan yakni pemeriksaan ibu hamil secara rutin, senam ibu hamil, konseling ibu hamil dan keluarga, pelaksanaan asi exlusif, penyediaan pojok laktasi dan pemberian PMT pada ibu hamil dan balita kurang gizi.

Ketua Tim Evaluasi Kecamatan Sayang Ibu dr Eti Kumalawati, M.Kes dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi adanya Ambulan Desa / mobil layanan untuk pertolongan kepada masyarakat sejumlah 5 buah di tiap desa sudah ada dan 2 buah mobil dari masyarakat sudah siap setiap saat untuk pertolongan kesehatan. Dan  angka kematian ibu dalam melahirkan  di kecamatan Seyegan sampai bulan Oktober Nol / tidak ada.

Tim disuguhi acara drama oleh Muda-mudi Desa Margoagung Kampanye Anti Rokok dan Suami Siaga. Selanjutnya diadakan Kunjungan di Stand Bazar, di Halaman Kecamatan Seyegan dilanjutkan ke Balai Desa Margomulyo melihat langsung simulasi PIKR dan BKR, GSI Desa serta adminsitrasinya dan ke Pos Kes Des melihat kegiatan Donor Darah, pelaksanaan Papsmear, pojok laktasi, ASI Eksklusif dan pemeriksaan kesehatan

29
Oct

Penghargaan Bahasa dan Sastra, Pemacu dan Pemicu Penggunaan Bahasa Indonesia

Balai Bahasa Provinsi DIY menggelar kompetisi “Penghargaan Bahasa dan Sastra Tahun 2014”, sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berbahasa Indonesia dalam penulisan tata naskah dinas, (2) menumbuhkan apresiasi sastra Indonesia di DIY, dan (3) dikenalnya secara lebih luas karya sastra Indonesia terbaik di DIY. Penghargaan Bahasa dan Sastra 2014 merupakan wujud komitmen dan kepedulian Balai Bahasa Provinsi DIY terhadap lembaga pemerintah, swasta, atau pribadi yang telah menunjukkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia.

Khusus untuk penghargaan bahasa di tahun 2014, diberikan kepada pengguna bahasa Indonesia terbaik dalam tata naskah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota dan majalah sekolah menengah atas. Penilaian dilakukan terhadap produk naskah dinas instansi pemerintah kabupaten/kota se-DIY, khususnya pada naskah dinas hasil kerja tahun 2013, yang ditekankan pada aspek penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman berhasil meraih nilai tertinggi dalam kompetisi Penghargaan Bahasa dan Sastra Tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi DIY. Penyerahan penghargaan dikemas dalam acara “Malam Penghargaan Bahasa dan Sastra 2014” pada hari Rabu tanggal 22 Oktober 2014 bertempat di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Penghargaan berupa trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan sebesar Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) diserahkan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY dan diterima oleh Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M.

Prestasi tersebut tidak terlepas dari peran seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah dalam terus berupaya mengimplementasikan dan menaati Peraturan Bupati Sleman Nomor 5 Tahun 2012 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, yang di dalamnya termasuk kaidah-kaidah penggunaan bahasa Indonesia.

Prestasi tersebut telah menjadi pemicu dan pemacu bagi jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman untuk terus berbenah dan memotivasi diri agar dapat menjadi teladan dalam penggunaan Bahasa Indonesia, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

28
Oct

Gendruwo dan Ogoh-Ogoh Ramaikan Pelangi Budaya Bumi Merapi


Minggu 26 Oktober 2014 mulai pukul 10.00 WIB kawasan Jalan Pringgodiningrat Kompleks Pemkab Sleman menjadi pusat perhatian bagi masyarakat dan wisatawan baik domestik maupun manca negara. Pasalnya ribuan peserta kirab budaya menghibur pengunjung yang datang dari berbagai penjuru dalam acara Pelangi Budaya Bumi Merapi 2014.
Kirab Pelangi Budaya Bumi Merapi merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman. Pada tahun ini dalam penyelenggaraannya bekerjasama dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Sleman. Kali ini lebih dari 30 (tiga puluh) kelompok peserta bakal meramaikan kirab budaya dalam event. Jalur kirab budaya sepanjang 3 (tiga) kilometer tersebut diawali dari kawasan Eks Pasar Sleman melintasi Jalan Magelang dan Jalan Pringgodiningrat serta berakhir di lapangan Pemkab Sleman.
Peserta tersebut diantaranya meliputi komunitas “gendruwo” dan “ogoh-ogoh” dari Kecamatan Gamping, bregada prajurit tradisional (Bregada Pringgodiningrat, bregada Mangkubumen, bregada Kwagon, bregada Wirosuto, bregada Bathok Bolu, dll), desa wisata, komunitas sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, perguruan tinggi, museum, upacara adat, pelaku usaha pariwisata, hotel dan restoran yang menampilkan andong hias, gerobag hias dan mobil hias. Bahkan komunitas rias Sekar Sedah dan TNI AU Dirgantara Mandala juga akan meramaikan event ini dengan kekhasannya masing-masing.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, event tersebut dikemas dalam rangka untuk mengekspose dan menginternalisasikan potensi ragam budaya sekaligus untuk mempromosikan sektor pariwisata daerah. Event ini dikemas dalam bentuk kirab budaya ini merupakan wujud ekspresi kehidupan seni budaya masyarakat Sleman. Masyarakat Sleman adalah masyarakat “Bumi Merapi” yang secara riil memiliki kompleksitas dan realita budaya yang masih kental dan terinternalisasi di kalangan masyarakat.
Event Pelangi Budaya Bumi Merapi juga sekaligus dimaksudkan untuk memperingati Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober serta Hari Pariwisata Internasional tanggal 27 September.  Lebih lanjut diharapkan agar kemasan event seni budaya seperti halnya Pelangi Budaya Bumi Merapi ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan manca negara sehingga pada gilirannya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman.

 


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.