Arsip Kategori: Berita

23
Nov

Sebanyak 10 Siswa Terjaring Sweeping

Sweeping siswa hari ketiga,  Kamis 22 Nopember 2012  yang dilaksanakan oleh gabungan Dinas pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, Polres Sleman, Pol PP dan Bagian Humas menyisir sejumlah warnet di wilayah Sleman tengah yang meliputi kecamatan Depok, Ngaglik, Sleman, Mlati dan Gamping. Sweeping  berhasil menjaring 10  siswa yang berada di warnet. Sweeping terbagi dalam tiga kelompok, kelompok pertama wilayah Depok tim mendapati 8 siswa yang berada di warnet. 2 siswa berada di warnet diseputaran Jambusari. Berdasarkan keterangan yang diperoleh  mereka beralasan berada di warnet karena sekolahnya mengadakan pengajian dan pilih tidak mengikuti pengajian. Kedua siswa tersebut berasal dari sebuah SMA dan SMK di Yogyakarta.
Selain itu  tim juga menjumpai 6 siswa  yang  tengah  di warnet di seputaran ruko di Babarsari. Mereka beralasan bolos karena masuknya sudah terlambat sehingga mereka tidak masuk sekalian.  Sebagian dari mereka tidak mengenakan  seragam dan  ganti dengan pakaian bebas/kaos. Mereka juga ada yang tidak membawa buku maupun pulpen meskipun membawa tas. Kedelapan siswa tersebut sebagian besar berasal dari sekolah di luar Sleman.

Sementara tim yang menyisisr wilayah Gamping dan Mlati mendapati 2 siswa juga berada di warnet.  Sedangkan untuk wilayah Ngaglik dan Sleman tidak mendapati siswa di warnet.

Meskipun siswa yang kedapatan di warnet bukan berasal dari sekolah di wilayah Sleman, mereka tetap diberi pembinaan dengan membuat surat pernyataan yang harus ditandatangani oleh siswa yang bersangkutan, orang tua/wali yang harus diserahkan kepada sekolahnya msing-masing yang selanjutnya harus diserahkan kepada Dinas pendidikannya masing-masing.

22
Nov

Wabup Yuni Satia Rahayu Buka Seleksi Tilawatil Qur’an Tingkat Kabupaten Sleman

Bertempat di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman telah di buka Lomba STQ tingkat Kabupaten Sleman pada tanggal 21 Nopember 2012, yang di buka Wakil Bupati Sleman Yuni Satiya Rahayu SS.M.Hum. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wakil Bupati Sleman.
Pada kesempatan tersebut Wabup mengatakan bahwa penyelenggaraan STQ ini menjadi sangat strategis sebagai upaya pembentukan karakater generasi muda mengingat mereka saat ini dalam tahap mencari jati diri. Jika generasi kita ini tidak memperoleh bimbingan yang benar maka tidak dapat dipungkiri generasi muda kita mengalami perikaku-perilaku negatif seperti tawuran, seks bebas, hingga penyalahgunaan narkoba. Dari berbagai kejadian-kejadian tersebut, tentunya menggugah kesadaran untuk menekankan kembali ajaran Al Quran.
Wabup menambahkan bahwa pendidikan karakter merupakan sebuah proses membentuk akhlak, kepribadian dan watak yang baik, yang bertanggung jawab akan tugas yang diberikan Allah kepadanya di dunia, serta mampu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Karena itu dalam Islam, pendidikan karakter adalah pendidikan agama yang berbasis akhlak. Islam melihat pentingnya membentuk pribadi muslim dengan nilai-nilai yang universal. Konsep akhlak dalam Islam merupakan konsep hidup yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan alam sekitarnya dan manusia dengan manusia itu sendiri. Keseluruhan konsep-konsep akhlak tersebut diatur dalam sebuah ruang lingkup akhlak. Konsep ruang lingkup akhlak ini sangat luas karena mencakup seluruh aspek kehidupan manusia mulai dari hubungan manusia kepada Allah maupun hubungan manusia kepada sesamanya.
Hal tersebutlah yang disebut karakter yang sebenarnya, bukan karakter yang mudah berubah-ubah. Jika watak dan kepribadian seseorang berubah-ubah, hal ini menunjukan lemahnya karakter. Perubahan-perubahan tersebut disebabkan pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai relatif yang terus berkembang. Oleh karena itu, jika kita ingin menanamkan karakter yang tak lekang dengan waktu, maka referensi yang digunakan juga adalah referensi yang tak lekang dan universal, dan referensi tersebut terletak pada pada konsep akhlak dalam Islam. Dalam Al Quran terkandung nilai-nilai akhlaqul karimah yang seharusnya menjadi perilaku setiap muslim. Terlebih lagi Al-Qurán merupakan sumber utama syariát Islam. Maka dari itu marilah kita jadikan STQ ini sebagai sarana pembelajaran dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Al Quran, khususnya dikalangan remaja.
Dalam kesempatan tersebut di laporkan oleh penyelenggara lomba yang di sampaikan oleh  Kabag. Kesra Drs. Kuntadi bahwa maksud dan tujuan diadakannya lomba ini adalah untuk memberikan motifasi kepada semua peserta untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam hal menghafal dan memahami isi kandungan Al-Qur’an, sebagai wahana untuk mengembangkan bakat bagi para kafilah serta sebagai wahana mencari wakil duta Kabupaten Sleman mengikuti STQ tingkat DIY. Penyelenggaraan lomba STQ berlangsung selama satu hari yaitu tanggal 21 Nopember 2012, sedangkan penyelenggaraan lomba ini menggunakan  5 tempat diantaranya, Gedung Serbaguna untuk cabang tilawah, Masjid Agung Sudiro Husodo untuk cabang Tahfidz 10 juz, Masjid Darojatun Ulya untuk cabang tilawah anak-anak, Pendopo Parasamya untuk cabang Tahfidz 1 juz dan 5 juz dan Mushola Kantor Kementerian Agama yang lama untuk cabang Tahfidz 30 juz dan tafsir Bahasa Arab. Sedang untuk cabang yang dilombakan yaitu Tilawah,Tahfidz
dan Tafsir. Peserta STQ adalah Kalifah dari perwakilan 17 Kecamatan yang berjumlah 91 orang. Pemenang STQ nantinya akan diambil juara I putra dan Putri, Juara II Putra dan Putri dan Juara III Putra dan Putri.
Acara tersebut dihadiri pula Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY  Drs.H.Masqul Haji. M.PdI. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Muspida Kabupaten Sleman serta para Kalifah dan tamu undangan lainnya.
Sleman 21 Nopember 2012.

22
Nov

Wakil Presiden Boediono Serahkan Penghargaan Baksyacaraka Pada Sleman Dan Tangerang

Pemkab Sleman menerima penghargaan Baksyacaraka yakni penghargaan sebagai kabupaten yang unggul dalam melakukan beragam upaya dan mewujudkan aneka hasil untuk pembudayaan kreativitas dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dari Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Penghargaan diserahkan Wapres Budiono kepada Pemkab Sleman yang diwakili sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sunartono pada peresmian pekan produk kreatif Indonesia (PPKI) tahun 2012 di epicentrum walk Kuningan. Penghargaan tersebut baru pertama kalinya diselenggarakan dan kedepan penilaian akan dilaksanakan 2 tahun sekali. Untuk tingkat pemerintah Kota penghargaan baksyacaraka diberikan kepada Kota Tangerang.
Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, Marie Pangestu melaporkan bahwa PPKI bukan sebuah event pameran tetapi rangkaian dari program inovasi yang mendorong budaya dan pengembangan perekonomian kreatif. PPKI terus dikembangkan, jika tahun lalu hanya pekan budaya kreatif tetapi mulai tahun 2012 diupayakan diberikan pengakuan terhadap upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mengembangkan budaya kreatif masyarakat dalam menindaklanjuti inpres 6 tahun 2009 tentang pengembangan ekonomi kreatif. Komitmen pengembangan ekonomi kreatif di indonesia dilakukan dgn pembentukan kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun 2011. Indonesia adalah salah satu dari 2 negara (lainnya Inggris) yang memasukkan ekonomi kreatif dalam kelembagaan negara. Marie Pangestu juga mengajak kaum muda untuk terjun dan mengembangkan industri kreatif.
Wapres dalam sambutannya menekankan bahwa usia pengembangan ekonomi kreatif masih muda. Sejak dicanangkan tahun 2006 langkah-langkah strategi kreatif telah diambil termasuk telah diterbitkannya Inpres dan cetak biru pengembangan ekonomi kreatif. Walaupun pengembangan ekonomi kreatif masih terhitung baru namun telah mampu meningkatkan perkembangan budaya kreatif masyarakat. Hal tersebut merupakan cerminan sebuah keyakinan bahwa ekonomi kreatif dapat mem bawa kemajuan dan kesejahteraan bangsa indonesia. Dalam sambutannya wapres menekankan bahwa dalam pengembangan Ekonomi kreatif masih dihadapkan masalah antara lain aspek SDM , perlindungan haki, infrastrukktur TI belum optimal, akses permodalan.
Berkenaan dengan hal tersebut wapres mengharapkan pengembangan ekonomi kreatif harus meningkatkan koordinasi dan keterpaduan semua aspek.
Pemberian penghargaan baksyacaraka untuk kabupaten Sleman merupakan sebuah apresiasi terhadap keguyuban masyarakat dalam mengembangkan kreatifitas dan usaha pemkab sleman untuk menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas masyarakat. Pemkab Sleman tidak hanya memfasilitasi masyarakat dengan peningkatan ketrampilan, tetapi juga telah memfasilitasi kepengurusan HAKI produk-produk hasil karya masyarakat Sleman, memfasilitasi pengenalan produk dengan penyediaan showroom dan kegiatan pameran, juga telah berubaya memberikan kemudahakan masyarakat dalam mengakses permodalam baik dengan dana pemberdayaan, perguliran modal maupun skeme kredit sepisan bagi UKM yg baru tumbuh di PD BPR Bank Sleman dan menumbuhkan kemitraan antara UKM dengan pemerintah, pebisnis dan akademisi.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.