Arsip Kategori: Berita

1
Mar

KPRI KP2KS Serahkan Bantuan Sosial Dalam Rapat Anggota Tahunan

Koperasi Pegawai Republik Indonesia Koperasi  Pegawai Pemerintah Kabupaten Sleman ( KPRI KP2KS ) mengadakan Rapat Anggota Tahunan ( RAT ) di gedung Serbaguna, Kamis 28 Pebruari 2013.  Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman Sri Purnomo, semua anggota pengurus, pengawas dan anggota.  Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan beasiswa secara simbolis oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo.
Dalam sambutannya Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahwa penyelenggaraan Rapat anggota tahunan ini merupakan suatu kesempatan strategis bagi seluruh anggota dan pengurus koperasi dapat bertemu dalam satu ruangan untuk membicarakan pengelolaan dan pengembangan KP2KS kedepan. Bertemunya anggota dan pengurus dalam RAT ini juga merupakan sebagai ajang mensinergikan antara kebutuhan anggota dan pengurusnya. Dengan adanya sinergi tersebut maka KP2KS ini diharapkan dapat menampung aspirasi anggota koperasi sehingga dapat benar-benar meningkatkan kesejahteraan anggotanya.  
KPRI  KP2KS melalui program-program kedepan saya harapkan dapat semakin memberi manfaat dan semakin maju dari tahun-tahun sebelumnya. KP2KS patut bersyukur karena saat ini KP2KS telah menempati gedung baru. Dari tahun ke tahun KP2KS juga dapat meningkatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) hingga 7,36%, meningkatkan plafond pemberian pinjaman hingga 50 juta serta meningkatkan jumlah bantuan sosial kepada anggotanya. Hal ini tentu saja disambut dengan baik oleh anggota koperasi serta para pengurusnya karena atas kerja keras pengurus serta partisipasi anggota-lah, maka KPRI KP2KS dapat mengalami kemajuan ini. 
Agar perkembangan koperasi juga lebih maju maka diperlukan dukungan manajemen yang baik sehingga mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi anggotanya. Program kerja di tahun 2012 yang belum terlaksana diharapkan dapat segera diwujudkan khususnya mengenai peningkatan manajemen administrasi koperasi. Manajemen administrasi yang baik tentu saja akan mempermudah bagi pengurus untuk melakukan pengelolaan koperasi.  
KP2KS seharusnya memiliki trik dan terobosan-terobosan baru dalam programnya agar para pegawai negeri di lingkungan Pemkab Sleman tertarik untuk menjadi anggota KP2KS dan berpartisipasi aktif didalamnya. 
Dalam laporannya pertanggungjawabanya ketua koperasi KP2KS  Sulistya, SE antara lain menyampaikan bahwa Sisa Hasil Usaha ( SHU )  Koperasi Pegawai Republik Indonesia Koperasi  Pegawai Pemerintah Kabupaten Sleman ( KPRI KP2KS ) tutup buku tahun 2012 sebesar Rp.40.054.486.  Dibanding tutup buku tahun 2011 yang hanya Rp.37.310.113 SHU ini mengalami kenaikan sebesar Rp. 3.744.373 . Sementara  total assetnya pada tahun 2011 Rp.7.768.375.498,31 sedang pada tutup buku tahun 2012 tersebut naik menjadi Rp.8.385.406.924,31. Lebih lanjut disampaikan bahwa dari jumlah anggota hanya   mengalami kenaikan sedikit hanya 0,7 % dibanding tahun 2011 yaitu pada tahun 2011 jumlah anggota 3.415 sedang pada tahun 2012 menjadi 3.439 orang.. Dari jumlah tersebut terdiri dari anggota aktif 3.283 orang dan anggota baru sebanyak 149 orang, sedang anggota keluar sebanyak 125 orang (meninggal dunia 8 orang, keluar/pindah 5 orang dan purna tugas sebanyak 112 orang) dan anggota non aktif sebanyak 132 orang.
Disampaikan pula oleh Sulistya bahwa selain simpan pinjam kop KP2KS juga menyelenggarakan arisan motor dengan jumlah peserta yang cukup banyak dan terbagi dalam 7 gelombang maasing-masing gelombang rata-rata 160 peserta. Hal tersebut semata-mata sebagai pelayanan pada anggota , disamping itu KPRI KP2KS juga mengadakan pengadaan kapling tanah di beberapa lokasi, yaitu  di warak II sumberadi 11 kapling , di warak II sumberadi 14 kapling.
Sedangkan unit pertokoan yang sudah pindah ke lokasi yang baru dengan letak yang sangat strategis hingga anggota dengan mudah untuk mendapatkan barang kebutuhan yang diinginkan. Toko yang sudah beroperasi sejak tanggal 15 Agustus 2012 tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok, juga berbagai pakaian termasuk pakaian seragam, dengan pendapatan usaha pertokoan selama tahun 2012 mencapai Rp.14.331.088. Dalaam bidang social KP2KS pada tahun 2012 telah menyalurkan bantuan social sebesar Rp.25.000.000,- dana tersebut disalurkan untuk santunan anggota yang meninggal dunia sebanyak 14 orang dan keluarga meninggal dunia sebanyak 5 orang, serta pemberian beasiswa sebanyak Rp 10.000.000 kepada putra-putri anggota koperasi yang berprestasi sebanyak 20 orang.

1
Mar

Kepala Seksi Trantib 17 Kecamatan Ikuti Pembinaan Satlinmas

Untuk meningkatkan kinerja Linmas Kab. Sleman maka hari ini Kamis, 28 Pebruari 2013 di Unit I Kab. Sleman telah diselenggarakan Pembinaan Satlinmas se Kab Sleman dengan jumlah peserta terdiri dari Kepala Seksi Trantib 17 Kec. Kabag Pemerintahan Satuan Tugas Satlinmas di 86 Desa dan Perlindungan Masyarakat se Kab. Sleman 6.077 petugas terbagi dalam 59 angkatan.
Maksud dan tujuan pembinaan bagi anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (SATLINMAS) ini adalah untuk melakukan inventarisasi baik personal, dan penyelenggaraan dalam pelaksanaan tugas bagi anggota Linmas Kab. Sleman.
Dengan materi baris berbaris, Pengendalian Huru Hara/Pengamanan Pemilu, Pengaturan Lalu Lintas, dan Pengendalian Bahaya Kebakaran/Kedaruratan Bencana oleh Kodim, Polres Linmas.

Bupati Drs. H Sri Purnomo, MSI, dalam sambutannya mengatakan bahwa Satlinmas memiliki peran yang strategis dalam mendukung dan menyukseskan agenda-agenda pembangunan di Kabupaten Sleman ini. Dalam upaya mewujudkan visi pembangunan yaitu masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya saing dan berkeadilan gender di tahun 2015, syarat utama yang harus terlebih dahulu diwujudkan adalah terciptanya kondisi yang kondusif bagi segenap komponen masyarakat, menjalankan agenda pembangunan. 
Untuk itu, Satuan Linmas diharapkan dapat mendorong dan memotivasi peran aktif masyarakat, untuk ikut mewaspadai berbagai hal, yang berpotensi menjadi ancaman terhadap gangguan kamtibmas. Dengan tingginya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan masyarakat dapat mengenali dan mengetahui sejak dini, kemungkinan adanya faktor-faktor pemicu dan tanda-tanda terjadinya gangguan kamtibmas dengan mengamati indikasi-indikasinya, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan sejak dini.
Pada saat ini warga Sleman dituntut untuk memiliki kewaspadaan terhadap kondisi keamanan dan ketertiban. Terlebih lagi masyarakat Sleman ini merupakan masyarakat yang heterogen dengan berbagai latar belakang suku, bahasa, agama dan bangsa. Kita patut bersyukur bahwa pada saat ini kondisi kamtibmas di Sleman, masih dalam kondisi yang stabil. Namun demikian, kita harus tetap  waspada. Jangan sampai kondisi Sleman yang tertib, aman dan tenang ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, yang ingin merusak kemananan dan ketenangan masyarakat. 
Berkenaan dengan hal tersebut, pada kesempatan ini saya mengharapkan, agar kondisi Sleman yang aman, tertib dan tenang ini tetap terjaga. Oleh karena itu, Satlinmas harus berperan aktif dalam mewujudkan kewaspadaan dini masyarakat. Sehingga setiap ada indikasi terjadinya ancaman dapat dideteksi sedini mungkin. Selain itu, Satlinmas diharapkan aktif mendorong dan memotivasi masyarakat untuk peduli dengan lingkungannya. Galakkan kembali kegiatan siskamling. Jadilah motor penggerak bagi masyarakat untuk menggalakan siskamling dan kewaspadaan dini masyarakat.

28
Feb

Pengelolaan Sampah Jadi Tantangan Sleman

Sebagai wilayah hulu Propinsi DIY yang berada di lereng Merapi, Kabupaten Sleman merupakan daerah resapan air dan sumber air bersih bagi wilayah DIY dan sekitarnya. Kondisi tersebut mengakibatkan semua kegiatan pembangunan di Kabupaten Sleman secara langsung mempengaruhi pertumbuhan kabupaten/kota yang wilayahnya berada di bawah Kabupaten Sleman. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat peringatan Hari sampah nasional di Carrefour Maguwoharjo Rabu 27 Pebruari 2013. Lebih lanjut disampaikan bahwa  dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkurangnya lahan terbuka akibat perluasan area
pemukiman, Sleman juga dihadapkan pada tantangan untuk mengelola persampahan dengan baik. Apalagi  Persampahan bisa dianggap sebagai potensi apabila dikelola secara profesional. Namun bisa juga menjadi masalah bila kita tak mampu mengelolanya.
Hadirnya Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah, telah mengatur  bagaimana mengelola sampah bisa menjadi sesuatu hal yang bermanfaat bagi manusia dengan 3 R, yaitu Re-use atau menggunakan kembali, Re-duce atau mengurangi produk sampah, dan Re-cycle atau mendaur ulang sampah. Oleh karenanya, Kabupaten Sleman sebagai daerah tujuan wisata, pengelolaan sampah adalah kewajiban dan tugas bersama. Bagaimana sampah bisa dikelola dengan baik oleh setiap orang penghasil sampah, baik masyarakat, perkantoran, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan fasilitas umum dan sosial, juga kawasan wisata. Dengan adanya peringatan Hari Peduli Sampah ini, sekecil apapun peran kita terhadap sampah, hendaknya kita bisa mengelola sampah dengan baik dan benar, yang diawali dari rumah tangga masing-masing guna mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan ramah lingkungan di wilayah Kabupaten Sleman ini.
Disampaikan pula bahwa tekad peduli sampah, sebagaimana ditunjukkan oleh Cerrefour ini, harus dijalankan secara konsisten, misalnya dengan menyediakan kemasan pengganti yang ramah lingkungan, sehingga tidak menambah beban konsumen untuk menyediakan sendiri atau membeli kemasan pengganti kantong plastik dengan kemasan yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, pusat perbelanjaan, atau pertokoan, diharuskan menyediakan secara gratis tas belanja yang ramah lingkungan, sebagai bagian dari servis kepada konsumen.
Sedangkan Adji Srihandoyo dari Carrefour dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan hari peduli sampah nasional yang diadakan di Carrefour tersebut diisi berbagaai kegiataan antara lain lomba melukis slogan lingkungan yang diikuti oleh perwakilan 50 sekolah Adiwiyata se Kabupaten Sleman, juga diadakan pelatihan membuat kerajinan daur ulang dan simulasi implementasi bank sampah bagi masyarakat disekitar gerai Carrefour Maguwo. Disamping itu juga diadakan talkshow mengenai peran dunia usaha terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan, yang dihadiri oleh perwakilan dunia usaha, pemerintah, LSM, komunitas serta anggota masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan trophy bergilir juara umum mural, karya tulis dan blog tingkat SLTP, juga penandatanganan prasasti Go Green oleh Bupati Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.