Arsip Kategori: Berita

23
Dec

Rp. 4,5 Milyar Digelontorkan Bagi 85 Kelompok Pertanian

Salah satu upaya penguatan Perekonomian masyarakat dilakukan melalui fasilitasi pemerintah kepada kelompok petani yang mengajukan proposal bantuan sarana prasarana pertanian. Dengan sarana prasarana saudara penerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan sarana dan prasarana ini seoptimal mungkin, hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo saat penyerahan bantuan sarana prasarana di Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Kabupaten Sleman pada Senin 23 Desember 2013

Lebih lanjut disaampaikan bahwa bantuan yang diserahkan berupa sarana prasaaran pertanian tersebut sebesar Rp. 4.699.027.000,00 kepada 85 kelompok tani. Diharapkan kepada para petani yang memperoleh bantuan sarana prasarana pertanian dapat memaksimalkan bantuan tersebut untuk meningkatkan produksi pertaniannya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Sleman masihmenjadi salah satu unggulan perekonomian. Berdasarkan struktur perekonomian daerah, pertanian memberikan kontribusi sebesar 12,99% dalam PDRB atas harga berlaku Tahun 2012, dan berdasar struktur mata pencaharian penduduk terdapatsekitar 28% masyarakat Sleman bergerak pada sektor tersebut. Oleh karena itu,untuk rencana pembangunan daerah ke depan, kami telah menetapkanpembangunan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas, sebagai bagian dariupaya kami menjaga stabilitas ketahanan pangan. Sebagai wilayah penyanggakebutuhan pangan DIY, Kabupaten Sleman perlu untuk menjaga keswasembadaanpangan yang merupakan prioritas penting. Untuk menjaga ketersediaan kebutuhanpokok pangan bagi masyarakat pemerintah Kabupaten Sleman melakukan berbagaiupaya, seperti pada aspek kebijakan, pelaksanaan teknis di lapangan baik sektortanaman pangan, pertanian dan perkebunan, serta perikanan. Upaya stabilisasiketahanan danketersediaan pangan dilakukan dari aspek peningkatan SDM,kelembagaan, sarana prasarana maupun pemanfaatan lahan.

Peningkatan produksi tanaman pangan memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan, sementara pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat sehingga kebutuhan panganpun menjadi terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini terlihat dari surplus beras dari ke tahun yang selalu meningkat, sehingga Sleman menjadi penyangga produksi beras di DIY. Padatahun 2012 Kabupaten Sleman masih mampu mempertahankan predikat sebagailumbung beras di Provinsi DIY. Surplus beras tahun 2012 sebanyak 109.724 tonmengalami peningkatan 41,79% dibandingkan dengan surplus beras tahun 2011sebanyak 63.865 ton. Sedangkan pada tahun 2013 ini diharapkan produksi padi Sleman sebesar 279.798 ton dapat tercapai.

Dalam kesempatan bupati mengingatkan bahwa selain beras ada juga komoditas pertanian yang saat ini sedang mengalami kelangkaan yaitu kedelai. Sampai bulan Agustus 2013 produksi kedelai sleman hanya mencapai 6 ton dengan luas tanam 99 Ha dan luas panen 4 Ha. Rendahnya produksi kedelai Sleman untuk periode tanam yang lalu mengalami gagal panen karena disebabkan oleh hujan tinggi dibulan mei juni. Saya berharap agar Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan membuat perencanaan dan menerapkan teknologi tepat guna untuk mengembangkan produksi kedelai. Terlebih lagi di wilayah Kabupaten Sleman banyak UKM yang memanfaatkan dan membutuhkan kedelai.

Selain itu saya menghimbau kepada dinas instansi terkait agar terus berusaha menggairahkan swasembada perikanan dan daging, terlebih lagi di Kabupaten Sleman pada sektor perikanan mengembangkan produk unggulanperikanan khususnya Ikan Nila. Jumlah produksi ikan konsumsi pada tahun 2012sebesar 19,25%, produksi ikan hias meningkat sebesar 11,00%, dan produksi benihikan meningkat sebesar 7,44%. Tingkat ketersediaan ikan konsumsi pada tahun2012 meningkat 3,13% menjadi 28,65 kg/kapita/tahun dari 27,78 kg/kapita/tahunpada tahun 2011. Demikian juga pada sektor peternakan terjadi perkembanganpopulasi ternak, yang diikuti dengan peningkatan produksi telur sebesar 5,99%, sususebesar 12,19% dan daging sebesar 2,51%. Upaya tersebut harus terus dijaga olehdinas instansi terkait dengan melakukan pendampingan secara berkesinambungandan juga menjaga kestabilan harga. Sehingga para petani dan peternak dapat terusmenjaga ketersediaan dan kontinuitas komoditas masing-masing.

Sedangkan kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan kehutanaan kabupataen sleman Ir. Widi Sutikno, Msi pada kesempataan tersebut melaporkan bahwa tujuan pemberian bantuan tersebut guna memperlancar proses produksi daan pemasaran produk pertanian , perikanan dan kehutanan di kabupaten sleman dengan menyerahkan paeralatan pertanian yang dibagikan kepada 88 kelompok tani/Gapoktan/Koperasi tani di kabupaataen sleman.Bantuan tersebut berupa Traktor sebanyak 8 unit, Pompa air 8 Unit, Lumbung Pangan masyarakat pada DAK Pertanian 5 unit, Sumur dan pompa Air pada kegiatan DAK perikanan 10 unit, Kolam pada kegiatan DAK perikanan 20 unit, power threser dan terpal 6 unit dan 30 unit, Alat pengolah pupuk organik 26 Unit, Kendaraan roda tiga 8 unit, Traktor roda empat 2 unit, choper 4 unit.

23
Dec

Makanan Ringan dari Rumput Laut Produksi Sleman Tembus Supermarket

Satu lagi produk makanan ringan yang berbahan baku Rumput Laut yang diproduksi dengan kemasan yang saangat menarik. Bukan hanya kemasannya yang menarik, tetapi dari segi rasa beda dengan produk makanan ringan/camilan yang lain. Tentu ini sangat menarik, terbukti saat mengisi anjungan pameran PMPS kabupaten sleman sangat menarik pengunjung untuk mencicpi, bahkan boleh dikata banyak diminati pengunjung anjungan. Rasa penasaran dengan kemasan rasa dan khasiatnya berminat membawa pulang. Makanan ringan yang diproduksi baru dua tahun yang lalu tersebut sudah mampu menembus super market yang ada di Jogja, Bahkan mampu menembus pasar di Magelang dan Solo. Hanya saja di pasaran umum memang belum banyak dikenal, tetapi kalau di super market, seperti di semua Mirota mudah dijumpai. Produk Panda Food tersebut diproduksi di Jl Kaliurang Km. 7 Jogjakarta tepatnya di Griya Palem Indah.

Sebagai pemilik dan produsen, Stanly Handy Affanda menyampaikan bahwa produk Panda Rumput Laut ada tiga macam, yaitu Panda Rumput Laut Seaweed Chips Barbeque (rasa Barbeque), Panda Rumput Laut Spicy (rasa pedas) dan Panda Rumput Laut Seaweed Chips Original. Sedang harga per kemasannya Rp.9.000,- dengan berat bersih 20 gram. Yang jelas tambah Stanly bahwa makanan ringat berbahan dasar Rumput Laut jenis porpyra tersebut merupakaan rumput laut pilihan dan diolah dengan dapur yang modern hingga mampu menghasilkan rumput laut yang renyah dan hegeinis. Sementara kapasitas produksinya mencapai 16-20 Karton perhari dengan 6 tenaga kerja.

Disamping sebagai cemilan, Rumput Laut bermanfaat untuk tubuh, yaitu mampu meningkatkan daya tahan tubuh, mengendalikan berat badan, mencegah Anemia, daan mempercepat penyembuhan luka serta mencegah keropos tulang.

23
Dec

Pengunjung Rumah Dome Bisa Nikmati Menu Khas Olahan Masyarakat

Saat ini di komplek Rumah Dome Prambanan sedang musim panen Mangga Madu, hingga masyarakat pengunjung bisa menikmati buah mangga tersebut tentu dengan harga yang murah dengan menikmati pemandangan yang indah. Disamping musim mangga madu masyarakat pengunjung bisa menikmati produk olahan yang jarang dijumpai di tempat lain. Hal tersebut disampaikan ketua desa wisata Rumah Dome Prambanan Sulasmono saat mengikuti pameran di anjungan kabupaten Sleman di PMPS Alun-alun utaara Jogjakarta. Lebih lanjut disampaikan Sulasmono bahwa desa wisata rumah Dome menempati lahan seluas 2,8 Ha dengan 81 bangunan rumah Dome. Dari 81 rumah dome tersebut 72 diantaranya merupakan rumah tinggal dan sisanya merupakan Mushola, Aula, Poskesdes daan 6 unit merupakan MCK.

Desa wisata Rumah Dome juga menyediakan fasilitas dan berbagai menu makanan olahan. Fasilitas tersebut Outbond dan Tracking yang selama ini sering digunakan daan dimanfaatkan dari luar daerah sembari menikmaati pemandangan indah dan juga tersedia Home Stay untuk menginap. Sedangkan beberapa souvenir dan makanan olahan warga desa wisata Rumah dome antara lain produk Kaos dengan harga cukup Rp.35.000,- dengan ciri khas Rumah Dome, souvenir gantungan kunci, taplak meja, replika rumah dome dengan harga yang terjangkau.

Produk makanan olahan warga rumah dome antara lain Pati Garut dengan haarga Rp. 13.000 – Rp[. 15.000/kemasan. Emping Garut mentah dan emping garut matang, Masih banyak makanan olahan lainnya seperti Bronis ketela, kripik Bayam, kripik Pisang , Singkon Tape. Khusus singkong Tape selama ini belum diproduksi massal, hanya berdasarkan pesanan, Penasaran dengan Singkong Tape, datang saja ke desa wisata Rumah Dome Prambanan. Juga Stik bonggol Pisang, yang tidak dibuat dari  sembarang bonggol pisang namun hanya bonggol pisang Klutuk, Kepok dan Utri/awak.

Sementara menu minuman di ruma Dome yaitu  Wedang udak sere, wedang Jahe dan Wedang Secang. Yang menarik tambah Sulasmono bahwa di desa wisata rumah dome pengunjung bisaa mendapatkan “intip” asli (kerak nasi yang diliwet), artinya intip dari hasil liwetan bukan intip yang khusus dibuat. Untuk rasa jelas jauh lebih enak, gurih dan nikmat. ***


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.