Arsip Kategori: Berita

1
Feb

Warga Prambanan Gotong Royong Bersihkan Taman Perdamaian

Sekitar 200 orang personil dari Pegawai Kecamatan Prambanan, Kodim Sleman, Kodim Klaten, PT Taman Wisata Prambanan, Desa Bokoharjo, Paguyuban PKL Prambanan, Tukang Ojek Prambanan, Koramil Prambanan, Polsek Prambanan Paguyuban Bandung Bondowoso serta masyarakat, melakukan gotong royong massal di lingkungan Taman Perdamaian Depan Kantor Kecamatan Prambanan. Gotong royong dilaksanakan Jum’at, 30 Januari 2015 dilakukan dalam kegiatan Jum,’at bersih.

Menurut Camat Prambanan Abu Bakar. S.Sos. MSI kegiatan gotong royong ini difokuskan untuk membersihkan  Taman Perdamaian Prambanan yang selama ini kondisinya terbengkelai, banyak rumput, sampah, pohon tidak terawat dan lampu-lampu penerangan yang sebagian mati dan rusak. Taman ini menurut Abu Bakar sebenarnya sudah dibangun dengan cukup bagus dan bila difungsikan dengan semestinya akan mendukung keindahan lingkungan dan dapat dijadikan tempat istirahat dan santai mengingat lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Sleman dan Klaten. Namun karena kewenangan pemeliharaan belum jelas karena pembangunan oleh Dinas PU DIY dan selama ini Kecamatan juga belum menerima pelimpahan untuk pemerliharaan, ke depan menurut Abu Bakar akan dikelola dengan sebaik-baiknya dan untuk keberadaan PKL akan ditata untuk mendukung keindahan kota Kecamatan Prambanan.

Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Pasar Kabupaten Sleman dengan menurunkan 1 buah armada truk serta 1 buah truk dari PT Taman Wisata dan 2 buah armada dari bantuan masyarakat.***
30
Jan

Olahan Salak “Cristal”, Salah Satu Upaya Tingkatkan Nilai Jual Salak

Sri Sujarwati, warga Kembangarum, Donokerto, Turi mengolah salak menjadi berbagai macam produk seperti dodol, wajik, karamel, geplak, manisan, asinan dan bahkan biji salak pun diolah menjadi bubuk minuman seperti kopi. Usaha Sujarwati tersebut adalah untuk mengangkat harga salak pada saat panen raya. Apalagi salak merupakan buah yang mudah rusak sehingga harus cepat diolah. Buah salak segar yang diolah harus berusia 4 bulan atau masih muda. Jika terlalu tua, buah salak menjadi empuk dan tidak manis lagi.  Setoran salak segar diperoleh Sujarwati dari para petani salak di sekitar Turi, Tempel dan sekitarnya. Sujarwati juga bekerjasama dengan beberapa KWT (Kelompok Wanita Tani) Sri Rejeki, KWT Dono Mandiri dan KWT lainnya.

Keuntungan yang diperoleh dengan olahan salak inipun menurut Sujarwati bisa berkali lipat.  Peluang usaha juga masih sangat terbuka lebar apalagi jika menjelang event-event tahunan seperti hari raya, hari natal, serta liburan. Selain dipasarkan langsung, Sujarwati juga membuka toko online dan memenuhi delivery order. Harga olahan salak yang ditawarkan juga bervariasi tergantung jenis olahannya. Untuk satu cup manisan atau asinan dijual seharga Rp3000,- sedangkan untuk ukuran yang lebih besar dengan kemasan kaca botol seharga Rp17.500,-. Dodol salak dan kripik salak dijual seharga Rp15.000,- per pak.
Produk olahan salak dengan nama “Cristal” ini juga telah mengantongi sertifikasi Global GAP sedangkan sertifikasi HACCP belum diperoleh. Pemasaran produk olahan salak tak hanya merambah pasaran domestik namun sudah mencapai Amerika Serikat. Anda tertarik mencicipinya? Hubungi 085868379492***
29
Jan

Tahun Ini 980 Calhaj Sleman Akan Diberangkatkan

Sebanyak 980 calon haji yang akan berangkat haji tahun 2015 mengikuti ta’aruf di masjid Agung Sleman, Minggu, 25 Januari 2015. Menurut Drs. H. Hery Sutopo, MM, MSc (Kabag Kesra) jumlah calon haji tersebut terdiri dari calhaj kecamatan Mlati 83 orang, Sleman 54 orang, Tempel 50 orang, Seyegan 25 orang, Minggir 18 orang, Moyudan 33 orang, Godean 66 orang, Gamping 81 orang, Ngaglik 129 orang, Pakem 42 orang, Cangkringan 11 orang, Ngemplak 58 orang, Kalasan 64 orang, Berbah 67 orang, Prambanan 26 orang, Depok 148 orang dan Turi 25 orang. Setelah taaruf juga akan dilaksanakan pengajian pra manasik haji sebanyak 16 kali di Masjid Agung Sleman. Sementara itu untuk pemberangkatan gelombang I jama’ah calon haji  DIY dimulai 21 Agustus 2015.

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI dalam sambutannya mengatakan ibadah haji yang akan dijalani memiliki banyak manfaat yang bersifat personal dan juga sosial. Manfaat personal dari ibadah haji antara lain adalah dengan ibadah ini dosa-dosa kecil diampunkan dan jiwa akan dibersihkan dari kotoran maksiat. Bahkan dalam pandangan sejumlah ulama menyebutkan bahwa ibadah haji juga menghapus dosa besar. Ibadah haji juga menguatkan iman, membantu mengingat kembali janji dengan Allah dan tobat yang sempurna, menyiapkan jiwa, dan mempertajam perasaan.  Ibadah haji juga mengingatkan para mukmin akan Islam di masa awal, perjuangan Nabi s.a.w. dan para sahabat serta para ulama dalam menyiarkan ajaran ilahi dengan amalan shalih.

Dengan niat tulus dan hati bersih kepada Allah, maka akan dapat melaksanakan ibadah haji yang bukan hanya sekedar kemampuan materi manusia. Kesucian hati sangat penting untuk mendapatkan hikmah dari haji. Jika seseorang memperoleh hikmah dari haji, maka ia mendapat kebaikan yang banyak termasuk haji mabrur.***
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.