Arsip Kategori: Berita

20
Mar

Pemilihan Dimas Diajeng Sleman Buka Peluang Jadi Duta Budaya

Pemilihan Dimas Diajeng Sleman tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Ikatan Dimas Diajeng Sleman (IDDS) akan ditutup pada hari Sabtu 29 Maret 2014 besok. Pemilihan Dimas Diajeng Sleman ini berhadiah total sebesar Rp.25 juta. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM Rabu 19 Maret 2014 di kantornya Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman Yogyakarta.

Ayu mengajak agar para calon peserta yang sudah mengambil ataupun mendownload formulir pendaftaran agar segera dilengkapi dan dikirimkan kembali di tempat-tempat penerimaan pendaftaran, yaitu di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman, Radio Geronimo Jl. Gayam Yogyakarta, Radio Unisi Jl. Demangan No. 24 dan Radio Swaragama Bulaksumur Blok H No.5.

Ayu juga mengajak generasi muda yang memiliki kriteria sesuai persyaratan pemilihan Dimas Diajeng Sleman agar memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan tersebut. Karena komunitas Dimas Diajeng Sleman ternyata dapat memberikan pembelajaran yang sangat positif bagi pengembangan kepribadian, keilmuan maupun pengembangan karir bagi para anggotanya. Paling tidak melalui bergabungnya dengan komunitas Dimas Diajeng Sleman para anggotanya akan memiliki pengaalaman, ketrampilan dan kecakapan yang nyata dalam berbagai hal, diantaranya public speaking, human relation, media relation, dsb.

Pemilihan Dimas Diajeng Sleman merupakan upaya yang strategis dalam mendidik generasi muda secara dini untuk menjadi generasi yang memiliki kesadaran dan ketahanan budaya yang tinggi. Dimas Diajeng Sleman diharapkan bisa menjadi motivator dan teladan bagi generasi muda dan keberadaannya sebagai salah satu ikon sumberdaya manusia yang berbudaya, berkarakter, cerdas, kreatif dan, berwawasan luas. Diharapkan pula mereka mampu mengedepankan jati diri budaya lokal serta mendukung kemajuan Kabupaten Sleman, khususnya di bidang kebudayaan dan pariwisata.

Oleh karenanya kedepan diharapkan calon-calon yang terpilih dalam ajang Pemilihan Dimas Diajeng Sleman ini memiliki peran yang strategis sebagai generasi panutan bagi generasi muda dan dapat mengemban misi sebagai duta budaya dan pariwisata bagi Kabupaten Sleman pada khususnya dan DIY pada umumnya.

Syarat yang harus dipenuhi para peserta Pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2014 adalah WNI usia 17 – 24 tahun, belum menikah, berat dan tinggi badan proporsional dengan tinggi badan minimal 165 cm untuk Dimas dan 160 cm untuk Diajeng. Selain itu juga sehat jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang menarik, berprestasi, dinamis, kreatif dan komunikatif serta menguasai bahasa asing minimal bahasa Inggris.

Peserta mengisi formulir pendaftaran, menyerahkan 2 lembar pas foto berwarna ukuran 4 x 6, foto close-up dan seluruh badan  terbaru dengan background putih, foto copy KTP dan KTM, foto copy ijazah SMA/ sederajad, mengisi formulir yang disediakan atau dapat didownload di twitter @dimjengsleman dan www.tourismsleman.com serta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp.50.000,-

Pendaftaran dibuka hingga Sabtu 22 Maret 2014. Pendaftaran dapat dilakukan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Jalan KRT. Pringgodiningrat 13, Beran, Tridadi, Sleman, telpon (0274) 869613 pada jam kerja dan di Radio Geronimo Jl. Gayam Yogyakarta, Radio Unisi Jl. Demangan No. 24 dan Radio Swaragama Bulaksumur Blok H No.5. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Dimas Anindita (0878-3969-2730) dan Dimas Billy (0857-4797-9696).

Dalam seleksi tersebut akan ditentukan pemenang lima besar, yaitu Dimas Diajeng Sleman 2013, Wakil I, Wakil II, Harapan I dan Harapan II serta Pemenang Atributif lainnya meliputi Dimas Diajeng Favorit dan Persahabatan.

Secara rinci seleksi yang harus dilalui para peserta meliputi test tertulis (pilihan ganda dan isian singkat tentang pengetahuan pariwisata dan kebudayaan Yogyakarta, khususnya Sleman), wawancara ( pariwisata, kebudayaan Jawa, intelegensia, pengetahuan umum, public speaking, dan unjuk bakat).
19
Mar

Kelompok Tani Sedyo Makmur Jadi Tujuan Studi Banding

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, Rabu, 19 Maret 2014 menandatangani Prasasti kandang kelompok sapi Sedyo Makmur di Ngemplak I Umbulmartani Ngemplak. Jumlah kandang 36 buah dengan populasi sapi sebanyak 115 ekor milik 42 anggota kelompok. Menurut Ketua Kelompok Sedyo Makmur Drs. H. Wiharjana kandang kelompoknya berdiri di atas lahan tanah kas desa Umbulmartani pada akhir tahun 2013 lalu mendapat bantuan 35 ekor sapi dan saat ini telah berkembang menjadi 52 ekor. Dan selanjutnya untuk pupuk organik dari kotoran sapi akan diberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkannya. Dengan bangga Wiharjono juga menyampaikan kelompoknya telah menjadi tempat tujuan untuk study banding dari luar daerah di antaranya dari UNDIP Semarang, dari Kalimantan Tengah, Wai Kanan Lampung, Rongkop Gunung Kidul, Sulawesi Selatan, Kab Tulang Bawang  bersama Bupati serta perangkatnya dan masih banyak lagi tamu dari luar daerah.

Sebelum meninjau kandang kelompok Sedyo Makmur, Bupati juga menyempatkan meninjau hasil pembangunan bantuan dari PNPM Mandiri Desa Umbulmartani yang dimanfaatkan untuk pembangunan Sekolah PAUD, dan lahan pertanian dan perkebunan yang nantinya akan dimanfaatkan untuk wisata keluarga. Anak-anak PAUD diajari menanam dan nantinya memanen sendiri hasil pertanian dan perkebunan dan selanjutnya yang memasak adalah guru dan orang tua siswa. Bupati kemudian meresmikan jalan usaha tani dan pembangunan talud masyarakat Ngemplak I sepanjang 267 m dengan dana Rp 97,7 juta. Dalam kesempatan ini Bupati Sleman didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan dan Jajarannya, Ketua Komisi A DPRD Sleman, Rendradi Suprihandoko, SH, Camat Ngemplak dan Kades Umbulmartani.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan setelah mengadakan peninjauan ke kandang kelompok merasakan bahwa para peternak telah bekerja dengan profesional terbukti dengan peningkatan populasi ternak sapi selama satu tahun telah dapat berkembang dengan baik. Dengan upaya masyarakat Umbulmartani yang secara gotong royong telah berhasil pula mewujudkan pembangunan jalan usaha tani, kandang kelompok dari bantuan Kementerian Pertanian.  Selain itu juga swadaya masyarakat dalam membangun jalan usaha tani ini juga patut diberi apresiasi yang tinggi mengingat dari bantuan 50 juta untuk pembangunan jalan, masyarakat Umbulmartani mampu menggali swadaya hingga  100 juta. Keberhasilan masyara­kat dalam membangun sarana jalan ini menunjukkan tingginya kesadaran dan rasa handarbeni masyarakat terhadap pembangunan daerahnya. Semoga hal ini dapat dijadikan contoh bagi kelompok masyarakat lainnya dalam berpartisipasi membangun daerahnya.  Selain itu, kegotongroyongan dalam mewujudkan unit pengolah pupuk organik (UPPO) juga memberi nilai plus bagi para petani yang ada di wilayah Umbulmartani dan sekitarnya. Keberadaan UPPO diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik bagi petani di Umblmartani dan sekitarnya. Terlebih di wilayah Sleman ini memiliki potensi bahan baku produksi pupuk organik. Kotoran ternak bila dikelola dengan baik dan benar juga dapat memiliki nilai ekonomis.***

19
Mar

Keluarga Adalah Kunci Kesuksesan Anak-Anak

Bertempat di Balai Umbul Dusun Degolan Desa Umbul Martani Kecamatan Ngemplak berlangsung penerimaan tim evaluasi BKB Tk DIY tanggal 18 Maret 2014. Tim evaluasi BKB Tk DIY yang di pimpin oleh Rohdiana Sumaryati,S.Sos.MSC Kepala Bidang KS-PK BKKBN DIY dan  diterima oleh Kepala Badan KBPMPP Kabupaten Sleman dr.Nurul Hayah M.Kes. Acara tersebut dihadiri pula Ketua tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, Muspika Kecamatan Ngemplak, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahlaga serta Kepala Desa dan perangkat Desa Umbulmartani beserta masyarakat Degolan dan sekitarnya. Ucapan Selamat datang yang di sampaikan oleh dr. Nurul Hayah,M.Kes bahwa,  Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) harus dimulai sejak dini, bahkan sejak janin masih di dalam kandungan, karena pada saat itu proses pertumbuhan dan perkembangan manusia sudah berlangsung. Dalam keseluruhan siklus hidup manusia, masa di bawah lima tahun (balita) disebut “golden periode”, periode yang paling kritis dalam menentukan kualitas SDM karena pada saat itu proses tumbuh kembang berlangsung sangat cepat. Apabila tidak mendapat pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang dengan baik, anak akan mengalami gangguan dalam perkembangan emosi, sosial dan kecerdasan. Hal tersebut disampaikan Nurul Hayah saat menerima tim evaluasi kelompok Bina Keluarga Balita tingkat DIY di Degolan Umbulmartani Ngemplak Selasa 18 Maret 2014. Lebih lanjut disampaikan bahwa keluarga mempunyai peranan sangat penting dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak, mengingat keluarga merupakan wahana pertama dan utama bagi kehidupan anak. Potensi yang dimiliki seseorang akan mencapai kondisi optimal apabila mendapat pengasuhan yang tepat sesuai dengan tahapan usianya. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak dilakukan melalui Program Ketahanan Bina Keluarga Balita dan Anak, yang diwadahi dalam kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB).

Pembentukan Kelompok BKB dilakukan sebagai wadah pembinaan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak.  Pengembangan kelompok BKB dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kelompok melalui kerjasama dengan mitra terkait baik sektor pemerintah maupun swasta. Salah satu bentuk pengembangannya adalah keterpaduan BKB-Posyandu-PAUD (pendidikan) dan pembentukan kelompok BKB percontohan di setiap kecamatan.

Untuk mengembangkan Program Ketahanan Bina Keluarga Balita dan Anak dengan baik, diperlukan kerjasama dengan lintas sektor dan mitra-mitra kerja terkait yang menangani keluarga dan anak. Kerjasama dengan lintas sektor dan mitra kerja ini dimaksudkan untuk meningkatkan koordinasi dalam menyusun kesepakatan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Disamping mitra kerja perlu meningkatkan peran serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh agama (TOGA), tokoh masyarakat (TOMA), masyarakat dan keluarga dalam upaya mengembangkan Program ketahanan Bina Keluarga Balita dan Anak.

Ditambahkan pula bahwa dengan mengikuti BKB diharapkan, setiap keluarga mampu meningkatkan kemampuannya dalam membina anak balita sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera sesuai yang dicita-citakan bersama, Pemerintah Kabupaten Sleman terus  meningkatkan pembangunan dibidang kesehatan. Berbagai kegiatan pembangunan di bidang kesehatan di Kabupaten Sleman menunjukkan hasil yang menggem­bi­ra­kan. Berbagai program dan kegiatan mampu mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat, rata-rata usia harapan hidup 76,01 tahun di atas rata-rata provinsi 74 tahun dan nasional 70,6 tahun.

Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup sebesar 4,60, lebih baik dibandingkan dengan angka provinsi sebesar 16 dan nasional 34 per 1.000 KH. Pada tahun 2013 angka kematian ibu melahirkan 63,70 orang per 100.000 kelahiran hidup, dibawah angka provinsi yaitu 124 per 100.000 kelahiran hidup dan angka nasional 226 per 100.000 kelahiran hidup. Kondisi persentase gizi buruk balita 0,37% masih lebih baik dibanding provinsi (0,68%) dan nasional (4,9%),  dan persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan pada tahun 2013 sebesar 99,90% lebih baik dari angka nasional yaitu 95%.

Pengembangan BKB di Sleman merupakan salah satu bagian untuk wujudkan Kabupaten Sleman menuju layak anak. Melalui BKB ini, masyarakat diajak untuk memberikan kesempatan bagi anak untuk untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sesuai yang diamanatkan UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Guna meningkatkan peran kelurga dalam membina Balita, Pemkab Sleman tengah melaksanakan pembinaan pembinaan kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita, yang jumlahnya saat ini mencapai 236 kelompok jumlah ini meningkat dari tahun lalu yaitu 209 kelompok. Jumlah keluarga yang menjadi sasaran BKB yaitu 12.511 meningkat dari tahun lalu yaitu 11.530 orang dan sebanyak 8295  mengikuti program KB. Pada tahun 2013 jumlah Balita (usia 0-5 tahun)  di Sleman sebanyak 51.365 anak. Di dalam pengembangan balita yang berkualitas,  pendidikan khususnya bagi anak-anak balita juga menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Sleman.  Pendidikan yang dimaksud lebih diarahkan untuk mengasah ketrampilan motorik, sosialisasi kepada lingkungan dan penanaman budi pekerti. Pemberian pendidikan tersebut dilakukan melalui pengembangan 224 taman bermain 573 paud dan 534 sekolah taman kanak kanak.

Sementara itu Ketua BKB RIAS Padukuhan Degolan Dian Anggraini.SE melaporkan bahwa BKB degolan ini berdiri sejak tahun 2005  tetapi banyak kendala sehingga belum begitu kelihatan hasilnya namun pada tahun 2013 yang lalu BKB RIAS ini di pusatkan di Balai Umbul ini yang di Bngun di atas tanah Kas Desa Umbul Martani dan hingga sekarang juga perkembangannya sangat luar biasa, ibu-ibu  mempunyai semangat yang begitu luarbiasa untuk mencetak generasi yang tangguh di masa yang akan datang juga diperlukan pendidikan dini, hal ini sangat membantu sekali pembentukan mental anak didik nantinya untuk mengikuti jenjang pendidikan di sekolah berikutnya. Selain di bidang pendidikan ibu-ibu juga sangat maju di bidang perekonomian, pertanian dan di usaha-usaha lainnya juga sangat dihandalkan karena Balai Umbul ini tempatnya yang sangat strategis , dekat Kampus, dekat Perumahan dan pemukiman warga sehingga hal ini sangat menunjang perkembangan dan kemajuan baik BKB maupun usaha-usaha lainnya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat degolam kususnya dan Sleman pada umumnya.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.