Arsip Kategori: Berita

1
Oct

Masyarakat Turi Tampilkan Kesenian Langentoyo

Kesenian di Kecamatan Turi begitu beragam dan belum semua berkembang sebagaimana yang kita harapkan bersama. Hal tersebut disampaikan kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA. Ayu Laksmidewi saat memberi pengarahan pada pementasan Kesenian Langentoyo Ngesti Budoyo di Sorowangsan, Babadan, Girikerto, Turi, Sabtu 28 September 2013. Disampaikan pula bahwa kesenian yang adiluhung hendaknya kita lestarikan bersama sebagai warisaan budaya yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Kesenian seperti Langentoyo untuk dapat lestari tidak hanya membutuhkan pelaku seni dalam upaya nguri-uri kesenian tersebut, tetapi juga memerlukan apresiasi dari masyarakat umum untuk mengangkat kesenian Langentoyo untuk tetap dapat eksis ditengah masyarakat. Kesenian Langentoyo yang sudah jarang dipentasakan tersebut perlu kita lestarikan bersama, karena selain sebagai hiburan juga mengandung nilai-nilai ajaran yang wajib diketahui generasi sekarang. Pada kesempatan di depan ratusan masyarakat yang menyaksikan pementasan tersebut, Ayu Laksmidewi memberikan apresiasi kepada para seniman dan masyarakat atas ditampilkannya kesenian Langentoyo dengan antusiasme masyarakat terhadap aset budaya tersebut.

Kesenian Langentoyo sepintas memang seperti kesenian Wayang Orang, tetapi dalam dialognya sangat berbeda. Dalam kesenian Langentoyo cenderung dialog dengan tembang. Sebagai generasi penerus bangsa hendaknya kita mengembangkan dan nguri-uri budaya tersebut agar terus bertahan dan berkembang dengan baik, kalau budaya tersebut tidak kita jaga dan kembangkan bersama dikawatirkan akan hilang diantara kesenian modern, padahal kesenian daerah tidak kalah dengan kesenian modern, terutama dalam mengajarkan perilaku.

Sedangkan Kepala Bidang Kesenian Dinas Budpar Kabupaten Sleman Edy Winarya pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa maksud revitalisasi seni adalah kegiatan untuk meningkatkan peran dan fungsi unsur-unsur budaya lama yang masih hidup di masyarakat dalam konteks baru dengan tetap mempertahankan keasliannya. Esensi mengangkat kembali kesenian yang hampir punah agar terjaga kelestariannya, minimal mendokumentasi secara visual. Disamping itu revitalisasi seni tersebut bertujuan mengembalikan eksistensi kesenian Lengentoyo Ngesti Budoyo di tengah masyarakat. Pementasan kesenian Langentoyo Ngesti Budoyo dengan melibatkan generasi muda dan seluruh komponen masyarakat, merupakan bentuk komitmen bersama dalam eksistensi budaya lokal masyarakat.

Pementasan kesenian Langentoyo Ngesti Budoyo tersebut mendapat sambutan dari masyarakat dengan berjejalnya penonton dalam event budaya.
30
Sep

Empat Sekolah Wakili Sleman Dalam LSS tingkat DIY

Untuk mendukung upaya kesehatan sekolah, Pemkab melalui Kantor Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman (Dinas PUP) memberi fasilitasi berupa komposter dan kompartemen tempat sampah pilah bagi sekolah maupun masyarakat yang menginginkannya. Masyarakat dapat mengajukan surat maupun proposal kepada Kantor Lingkungan Hidup dan Dinas PUP untuk kemudian akan dilakukan survei lokasi. Selama tahun 2013 ini Kantor lingkungan hidup telah mendistribusikan 242 kompartemen tempat sampah pilah dan 275 buah komposter.

Demikian disampaikan Bupati Sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Arif Haryono saat menerima tim evaluasi lomba sekolah sehat tingkat DIY di TK Budi Mulia Dua, Rabu 25 September 2013.
Sedangkan tim evaluasi sekolah sehat tingkat DIY yang dipimpin Al Mustafa, A.Ag dengan 7 anggotanya pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa anggota tim evaluasi terdiri dari beberapa instansi antara lain dari Dinas Kesehatan, Dinas pendidikan, PKK juga LSM. Lebih lanjut disampaaikan bahwa tim penilai terbagi dalam 2 kelompok, kelompok pertama menilai tingkat TK dan MTS,  sedang tim kedua menilai tingkat SD dan SMA. Kelompok pertama menilai TK Budi MUlia Dua dan MTS Pakem, sedangkan tim kedua menilai SDN Kaliajir Berbah dan SMKN 1 Kalasan. Yang jelas penilaian tersebut bukan semata-mata untuk meraih juara, tetapi yang penting adalah sebagai pembinaan dan pemberdayaan siswa dan wali murid untuk berpola bidup bersih dan sehat.
27
Sep

BP3K Madurejo, Prambanan dan UPT Poskeswan Dievaluasi Tim Pusat

UPT BP3K Wilayah III dan UPT Pelayanan Kesehatan Hewan dievaluasi kinerjanya oleh tim dari tingkat nasional. Penilaian tersebut diharapkan  menambah semangat dan dedikasi para penyuluh pertanian baik di UPT BP3K wilayah II, UPT Yankeswan maupun seluruh penyuluh lain di Kabupaten Sleman. Bahkan kinerja para petugas diharapkan semakin meningkat, seiring dengan dukungan keberadaan gedung BPP yang relatif baru. Peningkatan kinerja tersebut tentunya akan mendorong peningkatan pelayanan  masyarakat. Hal tersebut disampaikan bupati sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kabupaten sleman Ir. Widi Sutikno saat menerima tim penilai  tingkat pusat  dalam penilaian kinerja pelayanan publik pada UKPP bidang pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan wilayah VIII Prambanan Kamis, 26 September 2013. Lebih lanjut disampaikan bahwa Seiring dengan komitmen untuk meningkatkan ketahan pangan masyarakat, Pemkab Sleman senantiasa berupaya untuk  meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dibidang pertanian, perikanan dan peternakan. Para penyuluh lapangan, dokter hewan maupun para petugas harus memberikan pelayanan langsung pada  masyarakat,  tanpa mengenal waktu sehingga harus stand by 24 jam. Untuk memotivasi realisasi komitmen tersebut,  selain mendapatkan tunjangan fungsional dari kementerian pertanian bagi penyuluh, medik dan paramedik, Sleman juga mengupayakan fasilitas sarana transportasi, BBM, perjalanan tetap serta biaya operasional bimbingan dari APBD.

Keberadaan UPT BP3K  mampu  mendinamisasikan masyarakat Prambanan dan Kalasan  dalam  mengembangkan pertanian, perikanan, peternakan  dan kehutanan. Keaktifan dan kegigihan para penyuluh UPT BP3K telah berhasil mendorong masyarakat Prambanan menjadikan usaha pertanian, peternakan dan kehutanan sebagai sumber pendapatan. Dengan kegigihan para penyuluh, masyarakat Prambanan dapat mengatasi kendala kondisi alam wilayahnya.  Selain itu BP3K Prambanan ini mampu mendorong berkembangnya usaha minapolitan di Kecamatan Kalasan. Bupati menyatakan salut dan apresiasi yang tinggi kepada para penyuluh lapangan khususnya yang berada di UPT BP3K Rejondani, Madurejo, Prambanan ini yang telah berdedikasi melakukan pelayanan dan pendampingan pada masyarakat. Terlebih kondisi wilayah di Madurejo ini sangat berbeda dengan kondisi di wilayah Kabupaten Sleman lainnya. Wilayah Prambanan  sebagian besar adalah lahan kritis dan berbatu serta sebagian besar masyarakatnya masuk dalam keluarga miskin. Yang jelas bahwa keberadaan UPT  Poskeswan telah berperan sangat besar dalam melakukan evakuasi hewan ternak pada saat terjadinya erupsi Merapi di tahun 2010. Petugas UPT Poskeswan melalui forum pro faunanya,  mampu melakukan evakuasi hewan ternak dengan baik. Selain itu keberadaannya juga telah mampu membangkitkan kembali usaha ternak di kabupaten Sleman paska erupsi Merapi.

Sementara itu tim penilai yang terdiri 3 orang dari Kementerian Pertanian RI yaitu Dra. Esti Hermiyati, MM (Kabag. Organisasi Biro Organisasi  dan Kepegawaian Setjen kementan RI/ketua tim), Anna Amelia (anggota) dan Imam Noviadi Jatmiko (anggota) pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dalam evaluasi tersebut yaang terbanyak adalah bidang pertanian, dan untuk SDM di kabupaten sleman (Balai  penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan wilayah prambanan ) sangat baik. Yang jelas SDM tidak bisa dibeli dalam waktu dekat tetapi perlu persiapan yang cukup panjang. Pada kesempatan tersebut tim penilai berharap agar lahan pertanian yang ada di Sleman bisa dipertahankan agar tidak mudah berkurang sebagai penopang bahan pangan. Ditambahkan pula agar keberadaan Balai penyuluhan tersebut bermanfaat bagi petani .

Disamping penilaian administrasi di balai penyuluhan prambanan, tim penilai juga mengunjungi dan diaalog dengan petani dan anggota kelompok, obyek yang menjadi penilaian tersebut di Lumbung pangan Ngudi Makmur di Madurejo Prambanan, kelompok tani Tani Mulyo di Sembur Tirtomartani Kalasan, selanjutnya tim penilai mengunjungi UPT Pelayanan kesehatan hewan di Sleman dan Kandang kelompok sapi di Krapyak, Triharjo Sleman.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.