Arsip Kategori: Berita

21
Dec

Sleman Simpan Potensi Yang Siap Digali dan Dikembangkan

Sleman merupakan kawasan yang strategis sehingga  berpeluang bagi pengembangan investasi. Sleman juga memiliki prospek secara ekonomi, merupakan  pilihan tepat bagi tujuan pendidikan serta memiliki beragam obyek wisata. Sleman juga menyimpan beragam potensi yang siap untuk digali dan dikembangkan. Oleh karena itu, Sleman sangat terbuka dan berpotensi bagi pengembangan usaha-usaha kreatif. Demikian dikatakan oleh Asisten Sekda Bidang Pembangunan  Kabupaten Sleman Dra Suyamsih, MPd pada acara penerimaan misi investasi Kamis 20 Desember 2012 di R. Melati Hotel Cakra Kusuma, Jl.Kaliurang No. 25 KM 2,5 Yogyakarta. Acara diikuti oleh para pelaku usaha dan pimpinan SKPD di Kabupaten Sleman. Acara tersebut juga menampilkan nara sumber dari BKPM DIY Heru Sukoco dan Yuyun Astuti Daud dari  KADIN Yogyakarta.

Ditambahkan juga oleh Dra Suyamsih bahwa di Kabupaten Sleman, investasi yang mengalami pertumbuhan yang tinggi adalah investasi non fasilitas. Jumlah unit usaha dari investasi tersebut pada tahun 2009 sebanyak 29.222 dengan nilai investasi Rp2,289 triliun dan jumlah tenaga kerja 228.268 orang. Pada tahun 2010 jumlah unit usaha meningkat menjadi 30.179 dengan nilai investasi Rp2,502 triliun atau meningkat sebesar 9.28 % dengan jumlah tenaga kerja 234.508 orang. Oleh karena itu, Pemerintah mengharap agar investasi non fasilitas ini bisa meningkat nilainya. Terlebih dalam upaya recovery musibah erupsi merapi, membutuhkan investasi usaha yang bisa menggerakan perekonomian masyarakat. Walaupun Erupsi Besar Gunung Merapi di akhir tahun lalu, telah memporak-porandakan 31 dusun di wilayah Cangkringan, dan sempat menghentikan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, namun saat ini, kondisi Sleman telah mulai pulih kembali. Demikian juga dengan iklim investasi di 
Kab. Sleman. Di luar wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana, banyak peluang investasi yang bisa dikembangkan.  Pemerintah Kabupaten Sleman senantiasa mendukung investasi pengembangan usaha. Berbagai program kebijakan yang kami kembangan adalah untuk menciptakan iklim usaha yang terbuka, kondusif dan aman. 
Disampaikan juga bahwa pada tahun 2010, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sleman mencapai 4,11%. Namun demikian angka ini menurun dari pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sleman pada tahun sebelumnya yang mencapai 5,13% dan merupakan pertumbuhan ekonomi yang paling pesat diantara lima kabupaten/kota yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tahun 2010 PDRB perkapita Kabupaten Sleman mencapai Rp 12,09 juta. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang baru mencapai Rp 11,47 juta. Dalam penciptaan PDRB Provinsi, Kabupaten Sleman memberikan kotribusi yang paling besar, yakni mencapai 30,78 % atau mencapai Rp 11,455  trilyun.  
Sebagai daerah yang tumbuh cepat dengan dukungan keberadaan fasilitas  pendidikan, perdagangan, potensi pariwisata serta fasilitas pendukung lainnya, perekonomian Kabupaten Sleman didominasi oleh sektor tersier. Peran sektor tersier pada PDRB Sleman tahun 2010  mencapai sebesar 56,20%. Sedangkan sumbangan sektor sekunder sebesar 27,32 % dan sektor primer sebesar 16,48 %.
Suyamsih juga berharap agar investor senantiasa bisa memanfaatkan tenaga kerja lokal. Kebijakan ini diambil untuk melindungi masyarakat Sleman dari dampak-dampak negatif pengembangan usaha yang tidak melibatkan masyarakat sebagai tuan di rumah sendiri. Dengan demikian, akan dapat tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara masyarakat dan pengusaha. Upaya ini sekaligus untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pasca erupsi Merapi.
Dalam menumbuhkan perekonomian daerah, Kabupaten Sleman membuka diri untuk penanaman investasi yang bersih, yakni bersih dari berbagai limbah dan pencemaran, mengingat posisi geografis Sleman yang menjadi kawasan konservasi air bagi daerah-daerah lain di DIY.  Pemkab Sleman berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan yang mensyaratkan setiap aktivitas seperti sosial dan ekonomi, untuk ramah lingkungan. Dengan demikian akan lebih menjamin terwujudnya masyarakat yang sejahtera.  
Dalam laporanya  Kepala Dinas KP3M Retno Susiati SH, MM  mengatakan bahwa penyelenggaraan penerimaan misi investasi ini bertujuan untuk memberikan citra yang positif kepada calon investor ataupun pelaku usaha di Kabupaten Sleman disamping memberikan gambaran tentang kondisi iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Sleman. Pada akhir acara diadakan one on one meeting bagi pelaku usaha yang berkeinginan mendiskusikan permasalahan  ataupun minat pada potensi di Kabupaten Sleman.

21
Dec

Pengembalian Pajak Hotel dan Restoran Dorong Peningkatan Kesadaran Wajib Pajak

Pengembalian sebagian pemungutan pajak merupakan salah satu bentuk penghargaan dan perhatian dari Pemkab Sleman kepada para wajib pajak yang taat melaksanakan administrasi perpajakan, patuh melaksanakan Perda serta memiliki tanggung jawab atas kewajiban yang harus dilaksanakan. Meskipun pengembalian sebagian pungutan pajak ini jumlahnya tidak besar, hendaknya jangan dilihat dari jumlahnya namun hal ini merupakan ungkapan rasa terima kasih atas terjalinnya kerja sama selama ini. Demikian dikatakan oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo dalam acara Pemberian Piagam Penghargaan dan Pengembalian sebagian Pemungutan Pajak Hotel dan Restoran Tahun 2011 Rabu 19 Desember 2012 di Aula DPKAD Sleman.
Bupati berharap agar pengembalian pajak hotel dan restoran ini dapat memberikan motivasi kepada para wajib pajak untuk senantiasa membayarkan pajaknya dengan tertib administrasi dan tepat waktu. Hal ini merupakan teladan bagi para wajib pajak lainnya dalam membayar pajak. Mengingat, bahwa belum semua anggota masyarakat kita, termasuk para pengusaha hotel dan restoran memiliki kesadaran penuh untuk membayar pajak, apalagi membayar tepat pada waktunya dan tertib administrasi.
Bupati menambahkan bahwa selama tahun 2011 lalu perolehan PAD Kabupaten Sleman mencapai 226.686 Milyar rupiah lebih atau mencapai 103,05% dari target total perolehan PAD. Dari jumlah ini  Pajak daerah mencapai Rp 142,698 Milyar lebih atau 116,30% dari target. Retribusi daerah mencapai Rp 33,163 Milyar lebih atau 110,29% dari target dan pendapatan lain-lain yang sah total mencapai Rp 39,787 Milyar lebih atau 100,42% dari target.
Sedangkan pada tahun 2012 ini, realisasi penerimaan daerah sampai dengan bulan Oktober yang lalu, sebesar     Rp. 235,48 Milyar atau 97,71 % dari target PAD sebesar Rp. 241 Milyar. Dari perolehan PAD tersebut, pajak hotel mencapai Rp. 29,38 Milyar atau 117,52% dari target, pajak restoran mencapai Rp. 15,86 Milyar atau 113,31% dari target.
Dari hasil pembayaran pajak ini Pemkab Sleman dapat membiayai berbagai kegiatan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat.  Namun demikian, kata Bupati Sleman, bukan berarti bahwa Pemkab Sleman hanya akan menarik pajak dari masyarakat tanpa diimbangi dengan peningkatan pelayanan pada masyarakat. Pemkab Sleman juga senantiasa berupaya untuk mengembangkan potensi kepariwisataan yang ada di wilayah Sleman yaitu wisata pendidikan, wisata agro, wisata atraksi dan wisata sejarah. Pemkab Sleman akan melakukan berbagai upaya untuk kembali menggairahkan dunia pariwisata yang menjadi salah satu tumpuan perekonomian di Kabupaten Sleman.
Adapun nama-nama wajib pajak restoran yang menerima piagam dan pengembalian sebagian pemungutan pajak secara simbolis adalah (5 berturut-turut dari yang terbesar): PT. Sari Melati/Pizza Hut, PT Sari Melati Kencana, Hoka-Hoka Bento PT. Ekaboga inti, PT Fast Foot Indonesia (KFC), RM. AG.NY. Suharti. Sedangkan nama-nama wajib pajak hotel yang menerima piagam dan pengembalian sebagian pemungutan pajak secara simbolis (5 berturut-turut dari yang terbesar):Hotel Hyatt Regency Yogya, PT. Mustika Princes Hotel, PT. Griya Asri Hidup Abadi, Jogjakarta Plaza Hotel, Hotel Royal Ambarukmo.

21
Dec

96 Pejabat Sleman Dilantik

Bupati Sleman, Kamis 20 Desember 2012 melantik pejabat eselon III , IV dan kepala sekolah SD, SMP dan SLTA di lingkungan Pemkab Sleman. Pejabat yang dilantik berjumlah 96 orang diantaranya Retno Susiati, SH,MM sebagai Kepala Kantor Penanaman Penguatan dan Penyertaan Modal, Drs Susmiyarto, MM sebagai Kepala Bagian Organisasi,Dra. F.retno Wisudowati sebagai Sekretaris Dinas Pengendalian Pertanahan Daerah,  Wildan Solichin,SIP sebagai Camat Tempel, Dra. Sumiyarsih sebagai kepala Tata Usaha Sekretariat DPRD, Dra.Puji Astuti, sebagai Sekretaris Badan KB PM dan PP dsb.
Dalam sambutan pengarahanya Bupati Sleman Sri Purnomo antara lain mengatakan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah, yang menandai perubahan dan pengisihan pejabat ini, juga dimaksudkan untuk mewujudkan kinerja pemerintahan yang lebih baik. Sekaligus memantapkan pelaksanaan program kerja tahun 2013 yang sebentar lagi akan di laksanakan, sehingga akan menghasilkan out put maupun out come yang lebih baik dalam merealisasikan visi kita bersama yaitu terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya saing dan berkeadilan gender.

Dikatakan juga bahwa sebagai pejabat eselon III, IV, maupun Kepala Sekolah, juga dituntut memiliki jiwa kepeminpinan atau leadership yang kuat. Seorang pemimpin, harus punya visi untuk mengarahkan segenap sumber daya organisasi mencapai tujuan organisasi. Seorang pemimpin emiliki tanggungjawab menjamin organisasi berkinerja dengan baik. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dapat membuat perintah dan keputusan tentunya sesuai dengan bidang kewenangannya, tidak hanya sekedar berlaku sebagai koordinator kerja organisasi.
Ditambahkan oleh Sri Purnomo bahwa berdasarkan Peraturan Bupati No. 42 tahun 2009 tentang Uraian Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Kantor Penanaman, Penguatan, dan Penyertaan Modal, Kantor P3M memiliki Tupoksi merumuskan kebijakan teknis, melaksanakan tugas, menyelenggarakan pelayanan umum, dan pembinaan bidang penanaman, penguatan, dan penyertaan modal. Saya berharap Kepala kantor yang baru saja dilantik, bisa membawa Kantor P3M melaksanakan tupoksinya secara efektif dan efisien. Masih banyak permasalahan investasi dan penguatan modal yang harus diselesaikan. Kita harus terus berupaya mengembangkan investasi, serta menguatakan kapasitas UMKM sebagai sokoguru perekonomian daerah.
Demikian juga dengan para Camat sebagai kepala wilayah kecamatan. Bupati mengharapkan keberadaan Camat diwilayah  didalam melaksanakan tugasnya tidak  hanya didominasi tugas kemasyarakatan atau  menjalankan tugas seremonial saja. Seorang camat harus mampu menjalankan tugas manajerial yang mensinergikan berbagai kebijakan teknis operasional berbagai SKPD teknis dengan kondisi dan potensi di masyarakat dan wilayahnya. Dengan kata lain keberadaan camat dituntut mampu mengembangkan konseptual dalam menjalankan fungsi sebagai fasilitator, motivator bahkan motor penggerak  pelaksanaan sebagian urusan otonomi daerah, tugas umum pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah kerjanya.
Bupati  juga mengharapkan agar para camat dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat sesuai kewenangannya. Didalam penyelesaian tentu saja harus berkoordinasi secara lintas SKPD. Dengan demikian tidak semua  permaslaahan masyarakat harus diselesaikan di tingkat Kabupaten. Oleh karena itu, saudara harus bisa menerapkan gaya kepemimpinan dan komunikasi yang tepat, sesuai dengan kondisi sosilogis, psikologis masyarakat serta situasi yang dihadapi.
Kepada sekretaris dinas Bupati berharap bahwa seorang sekretaris dinas/badan memiliki tugas menyelengarakan urusan umum, kepegawean, keuangan, perencanaan, evaluasi, dan mengoordinasikan pelaksanaan tugas satuan organisasi. Oleh karena itu, Seorang Sekretaris harus, tidak hanya memiliki kemampuan manajemen administratif perkantoran saja. Sebagai orang kedua di SKPD, seorang sekretaris juga harus paham terhadap kebijakan tekhnis operasional dan mengkoordinasikan seluruh sumberdaya organisasi dalam mewujudkan visi dan misi organisasi serta tugas pokok instansi.
Khusus kepada para kepala sekolah yang baru saja dilantik, Sri Purnomo  mengingatkan bahwa menjadi kepala sekolah juga berarti menjadi manajer di sekolahnya, artinya saudara harus mampu mengelola sekolah secara keseluruhan, baik tugas meningkatkan kualitas pendidikan maupun dalam menyelenggarakan ketertiban administrasi keuangan, aset maupun pembelajaran.
Saat ini dan kedepan, Kepala sekolah dituntut dapat mengelola administrasi keuangan dan asset  dengan baik. Kepala sekolah harus memahami dan mengerti seluruh peraturan perundang-undagan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan asset sekolah. Jangan sampai karena ketidak-pahamannya, kepala sekolah menemuhi masalah, terlebih masalah hukum.  Oleh karena itu, seluruh kepala sekolah harus memahami serta senantiasa berpedoman pada aturan hukum yang berlaku dalam setiap tindakannya. Jangan sungkan-sungkan untuk berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan atau instansi tehnis, jika menemui kesulitan.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.