Arsip Kategori: Berita

12
Jun

Desa Triharjo Maju Lomba Desa Tingkat DIY


Prestasi yang diraih Desa Triharjo Sleman patut diacungi jempol karena mampu menyisihkan 86 desa yang ada di kabupaten sleman dan maju mewakili kabupaten sleman dalam lomba desa tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Berkat kerja keras bersama antara perangkat desa dan masyarakat Triharjo akhirnya membuahkan hasil mewakili Kabupaten Sleman. Tentu prestasi tersebut tidak begitu saja diraih, tetapi perlu perjalanan panjang, namun pembangunan yang dilakukan desa Triharjo bukan semata-mata untuk menuju lomba desa. Pembangunan yang dilakukan memang semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat.
Untuk menentukan lolos tidaknya Desa Trimulyo maju ke tingkat nasional, maka evaluasi tingkat DIY telah dilakukan Rabu 10 Juni 2015, evaluasi tersebut melibatkan beberapa SKPD tingkat DIY. Sedang obyek yang menjadi penilaian bidang adminsitrasi dan lapangan. Untuk obyek adminsitrasi dilakukan di Balai Desa Trimulyo, dan untuk lapangan dilakukan di tiga lokasi yaitu Krapyak, Kring Morangan 8 dan Temulawak.
Dalam evaluasi tersebut tim tingkat DIY diterima wakil bupati sleman Yuni Satia Rahayu, SS. M.Hum mewakili bupati sleman, yang dalam sambutan tertulisnya menyampaikan bahwa penilaian tersebut dapat memacu semangat dalam melaksanakan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di desa dengan lebih baik. Melalui proses evaluasi dan verifikasi ini diharapkan memacu peningkatan kualitas dan kinerja pemerintahan desa dan pembangunan, serta mengetahui kekurangan yang ada, sebagai bahan pembenahan kedepan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Desa memiliki peran yang strategis dalam mewujudkan Visi Pemerintah kabupaten Sleman mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera lahir batin, berdaya saing dan berkeadilan gender pada tahun 2015. Pemerintah Desa sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat  menjadi motor dinamika pembangunan di wilayah desanya. Pemerintah Desa  Triharjo, merupakan salah satu desa di wilayah ibukota Kabupaten. Tentu saja dengan kondisi tersebut, tidak hanya dituntut untuk dapat menyelenggarakan kinerja yang baik tetapi juga memiliki nilai plus, baik dari sisi penyelenggaraan administrasi pemerintahan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, penciptaan ketentraman dan ketertiban umum, pemeliharaan  sarana dan prasarana publiknya maupun didalam mengembangkan potensi wilayahnya.
Disampaikan pula bahwa Sistem penyelenggaraan pemerintahan desa  Triharjo juga sudah mengacu pada penyelenggaraan good governance, dan bahkan sistem pelayanan yang satu pintu sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Desa Triharjo telah mendeklarasikan diri sebagai Desa yang berkomitmen terhadap kebersihan lingkungan dengan deklarasi Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan), selain itu lingkungan desa Triharjo telah tertata dan masyarakat juga telah mengelola sampah dengan baik.  Selain itu Desa Triharjo memiliki kegiatan pemberantasan sarang nyamuk melalui TABO (Tanggap Bocah ), yang telah ditinjau oleh tim Kabupaten Sehat tingkat nasional beberapa waktu yang lalu.
Sementara itu tim penilai DIY yang dipimpin Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY Drs. Beny Suharsono dengan anggota tim antara lain Dra. Arum Sari Wulandari (Dinkes DIY) , Drs. Sumarno (Biro Hukum dan Protokol DIY) ,Drs. Sunaryo, dll. Dalam sambutan tertulisnya Gubernur DIY yang dibacakan Beny Suharsono pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Perlombaaan desa daan kelurahan hendaknya jangan hanya dipandang sebagai ajang untuk mendapatkan kejuaraan. Namun ajang tersebut merupakan kesempatan untuk mendapatkan pembinaan dan yang terpenting dan utama untuk pembangunan jangka kedepan. Hal tersebut akan bermanfaat dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat di wilayah maasing-masing.
Lebih lanjut disampaikan bahwa lomba desa dan kelurahan semata-mata bukan untuk mengejar target juara, melainkan mengevaluasi terwujutnya kemandirian desa dan wilayah sesuai dengan indikator pembangunan, diantaranya aspek pendidikan,kesehatan, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemerintahaan serta perkembangan kemasyarakatan. Lomba desa dan kelurahan  juga merupakan salah satu indikator untuk mengevaluasi  keberhasilan aparatur desa dan kelurahan bersama  masyarakat dalam membangun wilayahnya.

 


11
Jun

UKM Sleman Perlu Siapkan Strategi Hadapi MEA

Pemerintah Kabupaten Sleman mengajak Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sleman mempersiapkan diri menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Sleman Drs. Pustopo mengatakan pada 1 Januari 2016 nanti MEA mulai diberlakukan sehingga semua harus siap. “Tidak ada pembatasan peredaran barang jadi mau tidak mau, suka tidak suka harus siap karena sudah disepakati dengan negara-negara Asia.” Ungkap Pustopo dalam acara Workshop dan Sosialisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN Rabu, 10 Juni 2015 di Dinas Perindagkop Sleman.

Menurut Pustopo, UKM Sleman harus siap agar tidak jadi penonton dan terlibas ketika MEA diberlakukan. Pustopo mengatakan pemerintah terus berupaya mendukung UKM di Sleman. Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari upaya menambah wawasan UKM agar dapat mempersiapkan langkah menghadapi MEA. Pustopo berharap ketika MEA sudah jalan semua UKM siap, sudah punya trik dan strategi untuk menghadapinya sehingga adanya MEA menjadi peluang.

Fransiska Simanjuntak, pembicara workshop dari Direktorat Kerjasama ASEAN Kementerian Perdagangan RI mengatakan untuk menghadapi MEA yg harus dilakukan adalah menguasai bahasa asing, meningkatkan ketrampilan melalui pelatihan bersertifikat bertaraf ASEAN dan internasional, perluasan networking dan memahami isi perjanjian2 di ASEAN.

Sementara itu M.Prayoga Permana, MPP dari Pusat Studi ASEAN UGM mengatakan UKM menjadi tulang punggung perekonomian negara-negara ASEAN. Jumlah UKM di negara ASEAN mencapai lebih dari 96% dari total seluruh sektor usaha. Namun demikian untuk menghadapi pasar bebas masih ada permasalahan yg dihadapi UKM di Indonesia yaitu keterbatasan modal, pengetahuan tentang pasar, organisasi dan manajemen, legalisasi, jaringan pasar terbatas lokal, sentuhan teknologi dan inovasi desain.

Beberapa hal menurut Prayoga yang harus dilakukan diantaranya adalah UKM perlu dibekali pemahaman konsep pasar tunggal dan basis produksi regional, pembentukan trading house di daerah, peningkatan kapasitas UKM, peningkatan kemitraan, dan reformasi birokrasi terkait prosedur perizinan, eksport dan percepatan pembangunan infrastruktur. Prayoga juga mengatakan persiapan menuju MEA masih perlu diperbaiki terutama terkait perlunya sinergi berbagai pihak dan berbagai sektor.***

10
Jun

PPDB Kelas Khusus Olahraga Dimulai Rabu 10 Juni 2015

Pendaftaran peserta didik baru (PPDB)  tahun 2015 untuk kelas khusus olahraga (KKO) dimulai pada tanggal 10 hingga 12 Juni 2015 untuk jenjang SMA. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sleman, Arif Haryono Selasa 9 Juni 2015. Sedangkan untuk jenjang SMP dimulai pada tanggal 11 hingga 13 Juni 2015. sekolah-sekolah yang menyelenggarakan KKO yaitu SMPN 2 Tempel, SMPN 1 Kalasan, SMP Negeri 3 Sleman, SMAN 1 Seyegan dan SMAN 2 Ngaglik.

PPDB kelas khusus olahraga ini berdasarkan kententuan dari Kementrian Pendidikan Nasional dan dilaksanakan dengan cara manual. Persyaratan untuk PPDB kelas khusus ini sama dengan PPDB sekolah umum lainnya ditambah dengan : surat keterangan sehat dari dokter, memiliki prestasi di bidang olahraga dan juga dilakukan tes kecabangan olahraga dan tes psikologi. Peserta KKO ini diperuntukkan khusus bagi siswa yang memiliki KK Sleman. Arif juga mengatakan bahwa jika siswa belum bisa diterima melalui KKO ini, siswa dapat mendaftar pada sekolah reguler.
Arif Haryono juga menjelaskan mengenai PPDB realtime online (RTO) yang akan dimulai pada 6 – 8 Juli untuk SMP Negeri dan tanggal 6 – 11 Juli untuk SMP swasta. Sedangkan untuk jenjang SMA negeri dimulai pada 1-3 Juli, dan tanggal 1 – 7 Juli untuk SMA swasta.
Jumlah sekolah yang melakukan pendaftaran dengan sistem RTO untuk jenjang SMP yariu sebanyak 44 sekolah dari 54 SMP negeri di Sleman. Sedangan sistem RTO untuk jenjang SMA dilaksanakan oleh sebanyak 17 SMA. Jumlah SMP yang melaksanakan RTO tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya dilaksanakan oleh 29 SMP.  Menurut Arif, masih adanya 10 SMP yang belum bisa melakukan RTO dikarenakan koneksi internet yang masih belum maksimal di 3 wilayah yaitu Prambanan, Cangkrngan dan Tempel. ***
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.