Arsip Kategori: Berita

13
Mar

Bupati Tinjau Langsung Pelayanan Jamkesda di Puskesmas Sleman dan Ngemplak

Kebutuhan masyarakat terhadap akses kesehatan yang semakin hari semakin meningkat, menyebabkan pemerintah harus benar-benar menyediakan dan menyiapkan sarana prasarana kesehatan dan pelayanan yang memadai bagi masyarakat.  Pemerintah Kabupaten Sleman sangat serius dalam memberikan pelayanan dan penyiapan sarana dan prasarana kesehatan tersebut, dengan memberikan Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi seluruh masyarakat yang tidak memiliki atau belum memiliki jaminan kesehatan.  Senin 11 Maret 2013 bertempat di Puskesmas Sleman, Bupati Sleman menyerahkan kartu jamkesda secara simbolis kepada masyarakat, selain itu Bupati Sleman juga melakukan dialog dengan masyarakat yang mendapatkan pelayanan di puskesmas Sleman.  dalam laporannya Kepala Dinas Kesehatan mengatakan bahwa untuk pelayanan Jamkesda sekarang sudah dilayani di lokasi yang baru di Jl. Kalimantan Gang Ambalat Sinduadi Mlati Slema, dan peminat jamkesda hingga sekarang ini terus
mengalami kenaikan tidak kurang setiap harinya ada sekitar 200 orang pendaftar baru. Menurut data dinas kesehatan dari jumlah penduduk 1.107.309 jiwa sudah 70% menjadi anggota jamkesda sehingga masih ada sekitar 30% yang belum menjadi anggota.  Berikutnya target 30% yang belum menjadi anggota agar nanti tahun 2015 bisa memenuhi target 100%.  Dinas kesehatan juga terus meningkatkan jenis-jenis pelayanan yang bisa diakses oleh para pemilik jamkesda, seperti untuk pasien gagal ginjal (cuci darah), dan dinas kesehatan juga memperluas jaringan sehingga peserta jamkesda dapat dilayani diwilayah lain. 
Dalam arahannya Bupati Sleman memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada dinas kesehatan terhadap capaian yang telah diraih.  Pemkab Sleman melalui dinas Kesehatan sangat bersungguh-sungguh memberikan sarana dan prasarana serta pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam bidang kesehatan, RSUD Sleman yang sudah memperoleh akreditasi B agar terus ditingkatkan lagi dan terus dijaga dalam pelayanannya.  Bupati juga berharap agar semua masyarakat segera mendaftar menjadi anggota Jamkesda, karena pelayanannya sekarang sudah dipermudah, nantinya pelayanan kelas III untuk Jamkesda akan diperbanyak sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tidak terlayani.  nantinya puskesmas-puskesmas akan ditingkatkan agar bisa memiliki fasilitas rawat inap minimal kelas III.  Bupati juga berharap agar masyarakat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya fasilitas kesehatan yang disediakan oleh pemerintah, terlebih lagi masyarakat yang telah memiliki Jamkesda. Sehingga nantinya visi Sleman sehat dapat segera terwujud.
Setelah melakukan kunjungan dan penyerahan secara simbolis kartu jamkesda kepada masyarakat, kemudian Bupati melanjutkan kunjungan ke Rumah Besalin Nyaen Kecamatan Sleman yang sudah selesai direnovasi, dan puskesmas Ngemplak I yang sudah melayani pasien rawat inap.

11
Mar

SMK Muhammadiyah Cangkringan Menjadi Sekolah Siaga Bencana

Walaupun pada tahun 2010, Kabupaten Sleman di landa musibah erupsi  besar gunung  merapi, namun Smk Muhammadiah Cangkringan yang letaknya berjarak 100 an meter dari kali gendol dan kurang lebih 12 KM dari Merapi, mampu bangkit untuk meraih prestasi. Prestasi tersebut adalah dengan diresmikannya Smk Muhammadiah Cangkringan sebagai Sekolah Siaga Bencana dan Hand Over  SMM ISO 9001:2008. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI, dalam kegiatan Hand Over sertivikat ISO kepada SMK Muh Cangkringan dan peresmian SMK Muh Cangkringan sebagai Sekolah Siaga Bencana, pada Hari Sabtu 9/3-2013 di Halaman SMK Muhammadiyah Cangkringan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa selain ISO  Smk Muhammadiah Cangkringan juga telah menerapkan kurikulum berbasis bencana sebagai sekolah siaga bencana. Smk Muhammadiah Cangkringan adalah yang sudah mendapatkan Sekolah Siaga Bencana, setelah SMK Nasional Berbah.
Disampaikan pula bahwa penetapan standar ISO yang menerapkan standar Internasional, dan mendapatkan sertifikat, tetapi yang terpenting adalah bagaimana Istiqomah, kontinyu menerapkan standar ISO yang akhirnya membawa lulusan SMK Muhammadiyah Cangkringan menjadi lulusan yang berkualitas dan Berdaya saing dan bisa bersaing, bahkan di tingkat global.

Sedangkan kepala sekolah Smk Muhammadiah cangkringan Drs. Sudaryono dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa Smk Muhammadiah cangkringan memiliki 4 kompetensi keahlian yakni KK. Akuntansi, KK. Pemasaran (Marketing), KK. Teknik Otomotif (mobil) dan KK. Teknik Otomotif sepeda motor. Dengan jumlah guru 48 orang, jumlah karyawan 12 orang. Lebih lanjut dilaporkan bahwa pada tahun ajaran baru 2013/2014 nanti Smk Muhammadiah Cangkkringan akan membuka kompetensi keahlian tata busana Butik. Dan diharapkan dinas dikpora sleman mengijinkan karena sarana dan prasarananya sudah siap dan sudah di verifikasi oleh dikpora sleman.

Disampaikan pula bahwa dengan jumlah siswa, guru dan karyawan yang tidak sedik tersebut kedepan lebih berkembang dan berkualitas dan mampu bersaing serta menjadi sekoah yang besar dengan lulusan yang berkompetensi sesuai kompetensinya dan tidak ada lulusan yang menganggur. Untuk mewujudkan hal tersebut semua guru dan karyawan berkomitmen mengeloa dengan menejemen yang baik yakni dengan sistem menejemen ISO 9001:2008. Agar pengelolaannya bisa efektif dan efisien sehingga biaya pendidikan bias murah tetapi tetap berkualitas.

Ditambahkan pula bahwa SMK Muhammadiah Cangkringan sebetulnya telah direkomendasikan oleh PT.TUV Rheiland Indonesia untuk memperoleh SMM ISO 9001:2008 tanggal 26 desember 2012 lalu, tetapi karena setelah tanggal 26 desember 2012 SMK muhammadiah Cangkringan banyak kegiatan dan baru tanggal 9/3-2013 ini bias mengadakan Hand Over.
Kegitatan-kegiatan yang telah diakukan SMK Muhammadiah Cangkringan tersebut yakni sosialisasi pengurangan resiko bencana (PRB) bagi seluruh warga besar SMK Muhammadiah Cangkringan. Pelatihan dan penyusunan kurikulum PRB terintegrasi kedalam kurikulum sekolah. Pelatihan bagi guru  dan siswa dalam hal PMI, SAR, PPPK, Dapur Umum, dan Komunikasi. Penyusunan rencana dokumen kontijensi bencana banjir lahar dingin Gunung Merapi dan gadi/simulasi bencana banjir lahar hujan Gunung Merapi.

Dalam peresmian sekolah siaga bencana tersebut ditandai dengan penendatanganan prasasti oleh bupati sleman.
Sementara itu penyerahan sertifikat ISO dilakukan oleh Brand Manajer PT.TUV Indonesia Tono Invantriono diserahkan kepada Bupati Sleman selanjutnya diserahkan kepada Kepala sekolah SMK Muhammadiah Cangkringan.

8
Mar

Desa Caturharjo Deklarasikan Stop BABS

Memiliki sebuah jamban di setiap rumah adalah sebuah hal yang perlu diperjuangkan oleh kepala desa dan kepala dusun dan kader-kader STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Desa Caturharjo dengan sungguh-sungguh, agar warga Desa Caturharjo Kecamatan Sleman tak lagi buang air besar di sembarang tempat, Baik di sungai, kebun, ataupun tempat lainnya.  Bertempat dibalai desa Caturharjo, jumat 8 Maret 2013 warga masyarakat Desa Caturharjo melakukan komitmen dan deklarasi Desa Stop BABS, pencanangan STBM, penandatanganan MOU antara Fakultas Pertanian UPN Veteran Jogjakarta dan Kecamatan Sleman dan pengukuhan forum kemitraan pengusaha Desa se-Caturharjo.  Dalam laporannya Camat Sleman Drs. H. Hery Sutopo, MM, M.Sc, terdapat lima pilar utama dalam STBM, yaitu stop buang besar sembarangan, cuci tangan dengan memakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri, pengelolaan limbah cair rumah tangga.  Lima komponen ini
sebagai inti dasar STBM, kegiatan ini sangat strategis dan bermanfaat bagi warga desa Caturharjo khususnya dan juga warga di Kabupaten Sleman pada umumnya.  Dalam laporan kegiatan STBM yang dibacakan oleh Kepala Puskesmas Sleman dr. Trisni Nur Andrayani, bahwa dalam rangka menyongsong tujuan MDGs, yang salah satunya adalah akses air minum/bersih dan sanitasi dasar, yang tantangan terbesarnya adalah mengubah perilaku masyarakat dalam hal ini adalah yang berkaitan dengan buang air besar sembarangan (BABS).  Untuk Kecamatan Sleman, cakupan jamban keluarga di Desa Caturharjo adalah 67%, Desa Pendowoharjo 67%, Desa Triharjo 70%, Desa Tridadi 75%, dan Desa Trimulyo 65%, dengan rata-rata 25-30 penduduk diwilayah kecamatan Sleman belum menggunakan jamban dengan sebagaimana mestinya, yang memicu kejadian penyakit diare di Kecamatan Sleman beberapa waktu yang lalu.  Pada bulan Juni tahun 2012 sudah dilakukan pemicuan,yang dilakukan dari dusun ke dusun dari yang
sebelumnya 856 KK tidak mempunyai WC dan masih BABS di sungai/kolam, sebanyak 812KK terpicu ingin berubah dengan rencana pembuatan WC Umum maupun WC pribadi, dengan menggerakkan dan mengubah perilaku masyarakat untuk Stop Buang Air Besar Sembarangan, yang nantinya bisa diikuti desa-desa yang lainnya. Pada tahun 2013, desa Pandowoharjo, Desa Triharjo, dan untuk tahun 2014 desa Tridadi dan Trimulyo. Dengan harapan pada tahun 2015 wilayah kecamatan Sleman tidak ada yang BABS.  Dana yang digunakan berasal dari bantuan operasional Kesehatan, dana pemerintah Kecamatan Sleman, dana Pemerintah Desa dan swadana masyarakat.  Deklarasi ini diikuti oleh 20 dusun dari Kecamatan Sleman, yaitu Dusun Ganjuran, Ngangkruk, Kemloko, Medari Gede, Jetis, Medari Cilik, Mrisen, Sidorejo, Sanggrahan, Nambongan, Mangunan, Ngemplak, Kendangan, Dalangan, Klumprit, Kleben, Bejen, Keceme, Ngaglik, dan Malang.
Dalam Sambutannya Bupati Sleman, memberikan apresiasi, mendukung, dan menyambut dengan baik dengan diadakannya kegiatan ini, dan didukung oleh dunia usaha yang ada disekitar desa Caturharjo.  Dengan adanya kerjasama yang baik ini, potensi yang ada di desa Caturharjo dapat terangkat dan bisa memajukan warga desa Caturharjo, selain itu Bupati Sleman juga berterima kasih kepada Fakultas Pertanian UPN Veteran Jogjakarta yang selama ini bersama-sama Pemkab. Sleman membangun Sleman demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sleman.  Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Desa Caturharjo yang  mendeklarasikan Stop BABS.  Karena deklarasi ini adalah komitmen yang luar biasa, dalam hal meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan kualitas hidup.  Di kabupaten Sleman masyarakat yang sudah menggunakan jamban keluarga sekitar 75%, dan penggunaan air bersih adalah 95,14%.  Dengan penggunaan air bersih akan membawa efek yang positif di segala
aspek kehidupan.  Sesuai dengan tujuan MDGs semua keluarga harus memiliki jamban keluarga, sehingga harus diupayakan kedepan, kalaupun belum ada jamban keluarga bisa diusahakan dengan jamban umum.  Bupati berharap kerja sama yang baik ini agar di tahun-tahun mendatang dapat dilanjutkan sehingga masyarakat bisa semakin harmonis,sukses, makmur dan sejahtera.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.