Arsip Kategori: Berita

28
Dec

Dishubkominfo Sleman Terapkan Kebijakan Satu Jalur Pada Malam Pergantian Tahun

Guna menanggulangi tingginya lonjakan jumlah kendaraan pada malam pergantian tahun 31 Desember 2013 mendatang, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sleman telah menyusun sejumlah rencana pengaturan lalu lintas di daerah jalan-jalan utama yang rawan kemacetan. Menurut Kepala Dinas Hubkominfo Sleman, Drs. Agoes Soesilo Endiarto,MSi menyampaikan bahwa pada dasarnya pengaturan sistem lalu lintas  pada malam tahun baru 2013 dibagi menjadi dua yakni lalu lintas di sekitar kota (di lingkar Ring Road) dan jalur menuju objek wisata khususnya Kaliurang.

Untuk jalur ruas jalan sekitar kota tidak dilakukan pengaturan khusus, semua jalur mengikuti manajeman lalu lintas yang saat ini berlaku dan akan diatur sesuai kebutuhan dengan melihat kondisi dan situasi setempat. Sedangkan untuk jalur menuju daerah objek wisata khususnya daerah Kaliurang akan diatur sistem jalur satu arah, yaitu untuk menuju ke arah utara Kalirang diarahkan lewat simpang empat Monjali menuju arah Pulowatu, belok kanan kea rah Pakem kemudian ke simpang tiga Mangunan ke Utara berlanjut je simpang empat Tanen ke utara menuju simpang tiga barat Wara (kaliurang), sedangkan untuk turun kea rah selatan Kota Yogyakarta diarahkan melewati Jalan Kaliurang.

Para pengguna jalan dihimbau untuk menghindari lokasi rawan kemacetan yaitu di simpang Palbapang Tempel hingga simpang empat Jombor, simpang tiga Gamping, sepanjang Jalan Kaliurang, Jalan Affandi, Jalan Nyi Condrolukito, dan Jalan Solo.

27
Dec

Wali Murid SD Kejambon I Demo Penggantian Kepala Sekolah

Demo wali murid beserta murid SD Kejambon I berlangsung damai tidak ada perbuatan anarkis. dan berlangsung di halaman dinas Dikpora Rabu 26 Desember 2012. Demo dengan melibatkan sebagian wali murid dan murid tersebut secara perwakilan diterima  kepada Dinas Dikpora Kabupaten Sleman Arif Haryono, SH yang didampingi Kepala Bidang  Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Dikpora Drs. Tri Pujantoro, sementara para wali murid SD Kejambon I didampingi Camat Ngemplak Musta’in Aminun, SH. Dalam kesempatan tersebut para pendemo yang diwakili antara lain Basuni Mukhtar dan Haryana antara lain menyampaikan keberatannya atas dipindahkannya Tapa Mardiyanta sebagai kepala sekolah Kejambon I menjadi guru biasa di SD Negeri Banteng Ngaglik. Yang jelas para wali murid dan murid SD Kejambon I keberatan dengan dipindahkannya Tapa Mardiyanta ke SD lain, apalagi menjadi guru biasa. Beberapa hal yang disampaikan para wali murid baik pada waktu orasi di halaman Dinas Dikpora maupun pada waktu menghadap Kepala Dinas Pendidikan antara lain kalau Kasek SD Kejambon I Tapa Mardiyanta tetap dipindah maka wali murid semantara akan meliburkan siswanya dalam waktu seminggu sampai 10 hari. Disamping itu akan mewacanakan untuk pindah ke SD lain.

Alasan keberatannya kasek SD Kejambon I dipindah antara lain keberhasilan Tapa Mardiyanta  dalam memimpin dan memajukan SD Kejambon I, terlebih banyak prestasi yang diperoleh oleh siswa maupun sekolah. Juga   keberhasilannya dalam membangun komunikasi yang sehat dan penuh keterbukaan antara  Kasek, tenaga pendidik, komite sekolah dan semua wali murid serta tokoh masyarakat setempat. Dan yang penting menurut mereka bahwa sebagai kasek Tapa Mardiyanta mampu membangun minat belajar siswa yang cukup tinggi sehingga membawa keberhasilan mutu pendidikan yang cukup tinggi. Disamping itu juga mampu membangun kedisiplinan anak didik sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. Dan mampu menciptakan kondisi belajar yang bernuansa religi yang sesuai dengan situasi dan kondisi kultur maasyarakat sekitar. Yang jelas wali murid menginginkan agar kasek Tapa Mardiyanta jangan dipindahkan dulu dan paling tidak diberi satu kali periode lagi.

Sedangkan Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Sleman Arif Haryono, SH  dalam menanggapi para pendemo antara lain mengatakan bahwa dalam menugaskan seseorang guru menjadi kepala sekolah ada ketentuannya, yaitu kepala sekolah diberi satu kesempatan masa tugas, dan kalau ternyata dalam penilaian baik bisa diperpanjang satu kali masa tugas.  Dan penilaian terhadap kepala sekolah dilakukan oleh sebuah tim penilai dinas. Ditambahkan Arif Haryono bahwa jabatan kepala sekolah itu bukan jabatan struktural, tetapi guru yang diberi tambahan tanggung jawab dan tugas menjadi kepala sekolah. Ditambahkan pula bahwa kepala sekolah yang baru, adalah kepala sekolah yang  baru saja dilantik dan belum menjalankan tugasnya. “Kok sudah dinilai?”, mestinya kalau sudah menjabat dan menjalankaan tugasnya baru bisa dilihat mampu dan tidaknya menjalankan amanah sebagai kepala sekolah. Yang jelas Arif minta agar kepala sekolah yang baru biar menunjukkan kemampuannya dulu dalam memimpin SD Kejambon I. Ditekankan pula oleh Arif Haryono bahwa Dikpora tidak bermaksud menjadikan siswa SD Kejambon I sebagai kelinci percobaan.

27
Dec

Prodes Cangkringan, Salah Satu Peserta PMPS Di Anjungan Sleman

Pada pelaksanaan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) tahun ini Pemerintah Kabupaten Sleman menampilkan beberapa keunggulan potensi daerahnya (kerajinan batik, kerajinan batu, makanan olahan, dan lain-lain) dan juga memberikan informasi bagi masyarakat tentang kemajuan perkembangan pembangunan yang ada di Kabupaten Sleman.  Pelaksanaan PMPS berlangsung dari tanggal 21 Desember 2012-24 Januari 2013.  Salah satu yang menjadi peserta pameran adalah Promosi Desa (prodes) dari Kecamatan Cangkringan.  Prodes adalah upaya masyarakat korban erupsi merapi yang berada di wilayah Kecamatan Cangkringan yang berusaha untuk memasarkan produk-produknya secara bersama-sama baik yang berupa olahan makanan ataupun produk kerajinan secara bersama-sama.  Selama ini banyak sekali pengrajin yang memiliki produk-produk yang mampu bersaing dipasaran, tetapi tidak mampu memasarkannya atau menjual produknya.  Sehingga akhirnya banyak sekali pengrajin-pengrajin yang potensial yang tidak mampu meneruskan usahanya.
Prodes ini baru dimulai pada tahun 2012, anggota prodes kebanyakan  berasal dari warga huntap (hunian tetap) yang juga menjadi binaan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional yang bergerak dibidang migrasi penduduk.  Sebelumnya kelompok yang paling awal didalam keanggotaan Prodes adalah binaan dari Disperindagkop Kab. Sleman, yang kebanyakan adalah korban erupsi merapi yang mempunyai tekad untuk bangkit kembali demi meningkatkan kesejahteraan mereka, para korban erupsi merapi inilah yang mengajukan proposal untuk  mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari Disperindagkop Kab. Sleman, ada juga beberapa anggota kelompok yang mendapatkan dampingan dari LSM.  Pameran Prodes Kecamatan Cangkringan kali ini adalah pameran perdana yang berada di anjungan pameran pembangunan Kabupaten Sleman dalam kegiatan PMPS 2012.  Pada kegiatan pameran kali ini Prodes kecamatan Cangkringan memamerkan 7 produk yang terdiri dari 6 produk olahan makanan yang
terdiri dari kripik tales, kripik telo, bakpia telo ungu, kripik pisang, abon lele, minuman kemasan jahe wangi dan 1 produk kerajinan tas dan dompet.  Anggota prodes sendiri terdiri dari 21 anggota yang berasal dari 5 desa di kecamatan cangkringan.  Jadi masih banyak dari anggota kelompok yang belum ikut berpameran dikarenakan keterbatasan waktu dalam mempersiapkan pameran yang diberikan oleh penyelenggara.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.