Arsip Kategori: Berita

15
May

Parut dan Wader Bacem, Potensi Minggir yang Potensial

Parut tradisional dari bahan kayu mlinjo dan kawat ternyata sampai saat ini masih eksis diproduksi warga Pojok 2 Sendangagung Minggir Sleman. Bahkan 80 % ibu rumah tangga ditempat ini menggeluti produksi parut ini sebagai kegiatan sampingan selain bercocok tanam. Namun ada pula yang menggantungkan hidupnya dari hasil membuat parut ini, seperti halnya yang dilakukan Mbah Jilah sejak usia muda sampai saat ini telah berusia 85 tahun masih aktif membuat parut.

Menurut Mbah Jilah, sehari bisa memproduksi 10 parut namun bila digarap sambil menggarap sawah hanya 4 – 5 parut saja. Untuk modal produksi ini kayu Rp 2 rb, kawat R 1 rb dan dijual Rp 5 rb, sehingga didapat keuntungan Rp 2 rb setiap parut yang dibuat. Dan untuk pemasaran tidak ada masalah karena sudah ada pedagang yang mengambil.

Sementara itu menurut Kadus Pojok 2 Y Budiono  pembuatan parut oleh warganya telah berlangsung secara turun temurun sejak puluhan tahun yang lalu dan ada sekitar 60 orang pengrajin sehingga setiap hari rata-rata bisa menghasilkan 200 buah parut. Keuntungan yang didapat walaupun kecil dapat membantu kebutuhan rumah tangga.

Sementara itu potensi wader yang berasal dari sungai progo juga diproduksi warga Kliran Sendangagung Minggir. Digarap oleh warga yang tergabung dalam kelompok (POKLAHSAR) Citra Wader yakni Kelompok Pengolah dan Pemasar Wader yang beranggotakan 10 orang dengan ketuanya  Sri Handayani. Kelompok ini setiap hari masing-masing anggotanya memproduksi ikan wader 20 kg. Olahan yang dihasilkan yakni wader kripsi, wader presto, pepes wader, mangut wader dan bacem wader dibuat rasa gurih dan rasa manis. Produksi wader saat ini masih dipasarkan di wilayah lokal saja yakni pasar Bonagung, Pasar Balangan, Pasar Dekso dan pedagang tenong keliling, juga melayani pesanan. Sri Handayani menekuni olahan wader terinspirasi dari kegiatan suaminya yang mencari ikan di sungai Progo dengan hasil ikan yang didapat ikan wader. Karena hasilnya cukup banyak dan bila dimakan sendiri dirasa masih sisa maka timbul keinginan untuk memasak dalam jumlah yang banyak untuk kemudian dijual di lingkungan sekitar dan akhirnya sampai saat ini berkembang cukup baik.

Potensi kuliner yang menjadi ciri khas  Sleman di wilayah Godean yakni Kripik belut. Sekda yang pada kesempatan tersebut menyempatkan hadir, menyampaikan bahwa untuk mengatasi kemacetan lalulintas di sepanjang jalan Godean tepatnya selatan Pasar Godean dilakukan relokasi pedagang kripik belut. Sejak setahun lalu Pemkab Sleman membangun Kuliner Belut di Timur Pasar Godean yang saat ini dihuni 35 pedagang terdiri dari 30 pedagang olahan kering  dan 5 pedagang olahan basah. Untuk olahan basah buka dari pagi jam 09.00 sampai dengan 10.00 malam.***

12
May

Festival Jathilan Diikuti 30 Grup, Kalasan Juara I

Kesenian jathilan merupakan kesenian rakyat yang digemari masyarakat dan berkembang cukup baik di Sleman terbukti dengan banyaknya grup kesenian jathilan di hampir setiap desa se Kabupaten Sleman. Melihat potensi yang cukup besar ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Jathilan yang diikuti oleh 30 group. Pelaksanaan festival 9 dan 10 Mei 2015 berlangsung di depan Gedung Kesenian Sleman dibuka oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI.

Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan dengan digelarnya festival ini diharapkan kesenian jatilan akan semakin berkembang dengan kreasi dan inovasi yang baik sehingga dapat menjadi tontonan yang menarik  bagi masyarakat. Selain itu dengan bertemunya para seniman jatilan akan dapat dimanfaatkan untuk saling mengevaluasi kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga akan menambah wawasan untuk meningkatkan kualitas kesenian yang dimiliki. Bupati juga mengapresiasi kegiatan ini karena terbukti dapat menarik massa untuk menonton sehingga dapat menyemarakkan rangkaian peringatan Hari Jadi Sleman ke 99.
Setelah ke 30 grup pentas dan dinilai oleh dewan juri maka yang berhasil keluar sebagai juara I yakni Grup Jathilan Melati Tegalrejo Tamanmartani Kalasan, Juara II Sadar Budoyo, Daratan Sendangarum, Minggir, Juara III Turonggo Mudo Budoyo Medari Caturharjo Sleman, Juara IV Turonggo Panca Wisesa Ngawen Sidokarto Godean dan Juara V Ngesti Turonggo Budoyo Kragilan Sinduadi Mlati Sleman.***


11
May

Jemparingan Diikuti Generasi Muda, Gateball 11 Propinsi

Lomba panahan jemparingan Gaya Mataraman Bupati Cup ke 99 yang berlangsung di Lapangan Denggung Minggu 10 Mei 2015 sekaligus peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 99 diikuti 100 peserta dari berbagai daerah, seperti Kalimantan Timur, Klaten, Jepara dan Karanganyar. Lomba dibuka oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo yang ditandai dengan memanah Balon berhadiah. Yang menarik dalam lomba panahan tersebut peserta usia dini juga banyak baik laki-laki maupun perempuan. Itu sangat mengembirakan ternyata olah raga panahan yang sementara orang mengatakan tidak populer ternyata memiliki generasi penerusnya.

Pada kesempatan tersebut bupati menyampaikan bahwa maraknya masyarakat yang mencintai panahan merupakan upaya melestarikan dan mengembangkan kegiatan panahan gaya Mataraman. Jemparingan gaya Mataraman  melatih ketahanan, kesabaran dan konsentrasi individu, yang sangat strategis untuk menempa pembentukan karakter masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedepan Bupati berharap atlit panahan tersebut semakin banyak sebagai kader atlit panahan dimasa depan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa manfaat yang diperoleh dalam lomba ini, selain adu ketrampilan juga menjadi sarana untuk bersilaturahmi dan berkomunikasi para peserta yang berasal dari berbagai wilayah. Bupati mengharapkan dalam lomba tersebut, bukan kemenangan yang menjadi tujuan akhir, tetapi lebih pada bagaimana para peserta memperlihatkan semangat dan sportifitasnya.
Sementara itu pertandingan Gateball yang berlangsung di Stadion Tridadi Sleman diikuti oleh 11 Propinsi di Indonesia dan dibuka langsung oleh Ketua Hari Jadi Kabupaten Sleman yang juga kepala Bagian Umum Sukarno, SH. Sebelumnya pada malam harinya Bupati menjamu para atlet Gateball dengan acara Gala Dinner yang berlangsung di Pendopo Parasamya Sleman dengan sajian kuliner khas Sleman.***
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.