Arsip Kategori: Berita

15
Jul

Bupati Sleman Terima Penghargaan Satyalancana Pembangunan

Dinilai telah berhasil menumbuhkembangkan Koperasi dan UMKM  melalui dukungan kelembagaan, alokasi anggaran, serta sarana dan prasarana, sehingga memberikan kontribusi bagi peningkatan  kesejahteraan anggota Koperasi dan UMKM dan masyarakat Kabupaten Sleman pada umumnya. Sri Purnomo mendapat penghargaan Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI.

Komitmen Bupati Sleman terhadap koperasi dapat dilihat dari dorongan dan semangat yang diberikan kepada koperasi-koperasi di Sleman. Dorongan dan semangat terhadap koperasi tersebut salah satunya diwujudkan oleh Bupati Sleman dengan menjadi Dewan Pengawas Syariah dan anggota di beberapa koperasi yang ada di Sleman.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam acara Peringatan Hari Koperasi ke 68 Tingkat Nasional yang di Pusatkan di Kupang NTT pada hari Minggu tanggal 12 Juli 2015. Dalam sambutannya Wakil Presiden mengatakan bahwa pemerintah berusaha memberikan penghargaan bagi pimpinan daerah maupun tokoh masyarakat yang telah menggeliatkan usaha mikro dan kecil salah satunya adalah koperasi.

Dukungan dan komitmen Bupati Sleman terhadap pengembangan koperasi tahun ini telah membawa hasil, salah satunya Koperasi Taman Wisata Prambanan Sleman sebagai Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional Jenis Koperasi Jasa tahun 2015.***

15
Jul

Ketersediaan BBM dan LPG di Sleman Tidak Perlu Dikhawatirkan

Ketersediaan BBM dan LPG untuk DIY khususnya Kabupaten Sleman tidak perlu dikawatirkan karena PT Pertamina sudah mengantisipasi sejak awal, meskipun kebutuhan BBM dan LPJ di bulan Ramadhan dan lebaran tersebut permintaan jauh lebih besar. Namun masyarakat tidak perlu kawatir karena stok cukup untuk  memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Drs. Siswanto, MM dari Hiswana Migas DIY ( Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas) saat paparan di lantai 3 Pemkab Sleman Selasa 14 Juli 2015. Disampaikan bahwa Agen LPG di Sleman terdapat 17 agen dan tersebar di hampir kecamatan di Kabupaten Sleman, sementara untuk DIY terdapat 45 agen tersebar di 4 kabupaten dan 1 kota. Dengan banyaknya agen tersebut diharapkan kebutuhan masyarakat  akan terpenuhi. Dan SPDE nya ada 3 dan itu cukup membantu kebutuhan masyarakat yang semnakin meningkat.

Disampaikan pula bahwa adanya perbedaan harga LPG terutama yang 3 kg di pasaran itu memang dimungkinkan mengingat jalur dan mata rantai distribusi yang panjang dan berbeda-beda, termasuk jarak penyaluran dari agen maupun pangkalan.  Perbedaan harga LPJ di pasaran masih dalam taraf wajar, karena apabila ada agen yang menjual  menyalahi aturan maka akan terkena sanksi skorsing dua  minggu dan dikurangi jatah pengirimannya. Untuk Sleman, terdapat 1.500 pangkalan. dengan harga di pangkalan LPG 3 kg Rp. 15.500-. Untuk sampai ke konsumen memang diakui harganya bervariasi bahkan bisa sampai Rp. 20.000 karena memang mata rantainya cukup panjang.

Menurut Siswanto pemerintah daerah bisa melakukan pengawasan terhadap agen dan pangkalan agar perbedaan harga di pasaran tidak terlalu jauh. Jatah untuk Sleman LPG 3 kg mengalami kenaikan menjadi 986.721 tabung dan itu dirasa cukup meskipun pada bulan Ramadhan kebutuhan meningkat.***
15
Jul

BNNP : DIY Peringkat 5 Pengguna Narkoba di Indonesia

Senin siang tanggal 13 Juli 2015 bertempat di Ruang Tamu Bupati Sleman, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) melakukan Audiensi ke Pemerintah Kabupaten Sleman. Diterima oleh Wakil Bupati Sleman, Yuni Setia Rahayu beserta jajaran SKPD dan Instansi vertikal yaitu BNN Kabupaten Sleman, Dinas Kesehatan, Dinas Nakersos, Dinas Pendidikan, Bagian Hukum, Bagian Kesra serta Bagian Humas.

Kedatangan Soetarmono Kepala BNNP berserta Kabid Rehabilitasi Iswandari ke Pemkab Sleman untuk membahas langkah-langkah apa yang dapat dilakukan bersama antara Pemkab Sleman dan BNNP terkait tingginya pengguna Narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tercatat pada Tahun 2015 DIY menduduki peringkat ke-5 pengguna narkoba di Indonesia atau sebesar 62.028 jiwa, jumlah yang cukup tinggi dibanding Provinsi Jateng yang menduduki peringkat ke-16, dimana segmen pengguna narkoba terdiri dari siswa, mahasiswa hingga pekerja. Menurut Soetarmono beberapa alasan yang melatari ke-3 segmen masyarakat ini menggunakan narkoba, diantaranya tekanan dalam pekerjaan, stres atas permasalahan kehidupan serta lingkungan keluarga yang tidak kondusif.

BNNP menargetkan 1.369 pengguna untuk direhabilitasi, baik rehab jalan maupun rehab inap, dimana sumber dana berasal dari APBN. Untuk rawat inap, anggaran yang disediakan 3.500.000/orang sedangkan untuk rawat jalan 1.200.000/orang/paket.

Untuk rehab inap BNNP berharap kedepan dapat dilakukan kerja sama dengan Pemkab Sleman dalam penyediaan fasilitas lewat Rumah sakit pemerintah di Kabupaten Sleman. Selain itu pembuaan MOU/dasar hukum dengan SKPD terkait juga diperlukan untuk menghindari masalah dikemudian hari.

Menanggapi ini, Wakil Bupati Sleman, Yuni Setia Rahayu menyambut baik dan mengharapkan kedepan SKPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Nakersos serta Dinas Pendidikan dapat berkoordinasi lebih lanjut dengan BNNP untuk menyusun langkah strategis dalam mewujudkan kerjasama tersebut.***
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.