Arsip Kategori: Berita

12
Mar

Masyarakat Antusias Ikuti Uji Emisi dan Uji Petik Gas Buang

Pelaksanaan uji emisi dan uji petik oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman yang berlangsung di Lapangan Denggung Rabu 11 Maret 2015 mampu menarik  minat instansi di lingkungan Kabupaten Sleman dan masyarakat umum untuk memeriksakan gas buang dari kendaraan yang dimiliki. Menurut jadwal uji, hari Rabu 11 Maret, pengujian hanya diperuntukkan Mobil Dinas dilingkungan Pemkab Sleman saja. Namun demikian penyelenggara uji emisi harus melayani permintaan masyarakat mengingat animo dari masyarakat pengguna jalan Magelang luar biasa. Antusias masyarakat terlihat dari jumlah kendaraan pribadi yang mengikuti uji emisi sejumlah 359 kendaraan plat hitam. Sedangkan untuk kendaraan dinas melebihi target dengan jumlah 101 kendaraan dinas dari target sebanyak 80 mobil plat merah.

Dari jumlah kendaraan dinas yang diuji tersebut kendaraan berbahan bakar Bensin sebanyak 84 kendaraan, dengan jumlah kendaraan yang tidak lulus uji sejumlah 12 kendaraan dan yang lulus uji sebanyak 72 kendaraan. Sedangkan kendaraan berbahan bakar Solar yang mengikuti uji emisi sebanyak 17 kendaraan, yang lulus uji emisi 8 kendaraan dan yang tidak lulus sejumlah 6 kendaraan dinas.
Sementara kendaraan umum plat hitam yang mengikuti uji emisi sebanyak 359 kendaraan yang terdiri kendaraan berbahan bakar Bensin ada 278 kendaraaan dan yang berbahan bakar solar sebanyak 81 kendaraan. Uji emisi tersebut dibuka oleh Kepala BLH kabupaten Sleman, Purwanto yang ditandai dengan menguji Mobil Dinas Bupati Sleman dan selanjutnya diikuti oleh mobil dinas SKPD yang lain.***
11
Mar

Suranaree University of Tecnology Kunjungi Sleman

Pertukaran Budaya Thailand-Indonesia (Suranaree University of Technology, Thailand dan Yogyakarta, Indonesia) yang dipimpin oleh  assistent Professor Suranaree University, DR. Sirithorn Seepho dari Suranaree University of Technology Thailand mengunjungi Kabupaten Sleman. Kunjungan diterima Wakil Bupati Sleman DR. Yuni Satia Rahayu, Senin malam, 9 Maret 2015 di Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman. Para mahasiswa Thailand menampilkan Tarian “Zong Kra Por” dan Sleman menampilkan Tarian Klana Alus oleh Ikatan Dimas Diajeng Sleman – Dimas Fajar Widjanarko. DR. Sirithorn dari Suranaree univ of technology berkeinginan untuk dapat bekerjasama dengan Sleman khususnya di bidang kebudayaan dan pendidikan. Hal ini  disambut baik oleh Yuni mengingat Indonesia dan Thailand memiliki kesamaan kekayaan berupa candi dan bagaimana memasarkan candi itu dengan balutan kesenian tradisional masing-masing.

Kerjasama ini perlu dikembangkan mengingat seluruh negara ASEAN resmi menjadi satu komunitas di 2015. Hal tersebut merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk lebih mempelajari tentang sejarah, bahasa dan berbagai budaya dari negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat pemahaman dan kerjasama antara negara ASEAN dimasa akan datang. Setiap tahunnya, Suranaree University of Technology (SUT) mendorong staf dan mahasiswa yang merupakan grup seni tradisional Thailand di bidang tarian dan musik untuk mengadakan sebuah acara pertukaran budaya dengan berbagai universitas di negara ASEAN. Hal ini dilakukan untuk mempromosikan seni dan budaya Thailand dan juga untuk mempererat silaturahmi. Tahun ini, SUT memilih Yogyakarta, Indonesia yang terkenal kaya akan nilai sejarah, budaya, kesenian dan kerajinan. 23 perwakilan yang merupakan mahasiswa dan staf dari Suranaree University of Technology, Nakhon Ratchasima , Thailand akan mengunjungi 4 universitas (UGM, UAD, UII dan UMY), 2 stasiun TV (RBTV dan ADITV), dan radio Megaswara FM .***


10
Mar

Pemkab Sleman Terus Memberdayakan Kaum Difabel


Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman telah berlangsung pengukuhan Pengurus Penyandang Dissabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Sleman yang di kukuhkan oleh Dewan Pengurus Daerah PPDI DIY Ir. Muchamad Nuryadin. Dalam kesempatan Kepala Dinas Tenagakerja dan Sosial Kabupaten Sleman Drs. Untoro Budiharjo.MM sebagai ketua penyelenggara mengatakan dengan diadakannya  pelantikan pengurus ini maka dengan adanya peleburan dua organisasi menjadi satu tentu saja memberikan harapan bagi kita bersama baik dari pemerintah daerah masyarakat umumnya khususnya penyandang dissabilitas , karena dua potensi yang bergabung menjadi satu sehingga potensinya semakin besar dengan demikian PPDI perannya kedepan semakin besar pula bisa memberikan arti yang lebih dalam lagi bagi anggotanya dan mudah-mudahan bagi penyandang desabilitas di kabupaten Sleman semakin baik lagi kondisinyakedepan.
Bupati Sleman  Drs.H. Sri Purnomo. MSI dalam arahannya menyampaikan bahwa para penyandang dissabilitas adalah bagian dari masyarakat Sleman yang memiliki hak yang sama. Bahkan para penyandang desabilitas ini, juga memberikan pengaruh besar bagi pembangunan mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera yang merupakan visi pembangunan yang ingin kita capai. Oleh karena itu Bupati Sleman menyambut baik segala upaya pemberdayaan maupun paningkatan kapasitas bagi para penyandang desabilitas, termasuk keberadaan Persatuan Penyandang Desabilitas ini.  Keberadaan dissabilitas harus di diberdayakan dengan memberikan kemampuan sehingga para desabilitas dapat tetap produktif.
Untuk membantu para difabel Kabupaten Sleman memberikan bantuan asistensi sebesar Rp 300.000,- per bulan selama satu tahun bagi para penyandang desabilitas  berat di kabupaten Sleman. Pada tahun 2014 bantuan ini telah didistribusikan kepada 107 orang penyandang desabilitas. Selain itu sejumlah 53 alat bantu juga telah disalurkan pada tahun 2014. Pemerintah kabupaten Sleman juga memberikan bantuan dana pemberdayaan bagi para kelompok usaha desabilitas. Untuk itu diharapkan para penyandang dissabilitas yang membutuhkan dana pemberdayaan untuk mengajukan proposal bantuan usaha ke dinas terkait lanjut Bupati.  Di harapkan pula seluruh lembaga sosial kemasyarakatan dan pihak-pihak yang peduli pada para penyandang desabilitas mampu menjalin koordinasi dan masuk ke dalam suatu jaringan kerja sehingga kegiatan lebih terintegrasi. Diharapkan dengan dikukuhkannya pengurus persatuan desabilitas Indonesia Kabupaten Sleman dapat memberikan program yang lebih kreatif, sinergis dan berkelanjutan.
Adapun sambutan ketua PPDI Dr.Akhmad Sholeh, M.SI. berharap agar para pengurus PPDI yang baru saja dilantik periode 2015 sd 2019 ini agar berjalan sesuai dengan AD,ART organisasi  sehingga PPDI bisa bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Lebih lanjut Dr.Akhmad Sholeh. M.SI. berpesan kepada para pengurus PPDI agar para pengurus tidak bosan-bosan selalu memperjuangkan kesamaan dan kesetaraan dalam segi aspek kehidupan, dan perlu diketahui PPDI itu adalah mitra kerja pemerintah dan juga mitra mayarakat.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.