Arsip Kategori: Berita

13
May

Delapan Pasang Pengantin Memulai Hidup Baru Jelang Hari Jadi Sleman

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, Senin, 13 Mei 2013, di Rumah Dinas Bupati, menggelar acara mantu. Yang berbahagia dalam perhelatan Bupati mantu ini yakni 8 pasang pengantin yang digelar dalam acara nikah massal dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 97 Kab. Sleman tahun 2013.

Perhelatan nikah massal sedianya diikuti oleh 10 pasang namun karena yang satu pasang sakit dan yang satu pasang lagi syarat administrasi tidak dapat terpenuhi sehingga hanya delapan pasang yang bisa melaksanakan nikah masal. Ke delapan pasang pengantin ini 3 pasang dari kecamatan Sleman yakni pasangan tertua Sudiran 64 tahun dan Surip, Yatmi dan Siti Ngatiyah, Nursigit dan Erbiana Susanti. Sementara untuk Kecamatan Ngaglik 5 pasang yakni Mardi Raharjo 61 tahun dan Erlina, Sukamto dan Giyanti, Is Suparnanto dan Dani Kartikawati, Rizki Sulistyo Nugroho dan Ani Purwani serta Komar dan Srinur Widayanti. Kedelapan pasangan ini 5 diantaranya merupakan pasangan mempelai baru dan yang 3 pasang merupakan pasangan baru tapi lama karena sudah menikah namun belum mempunyai surat-surat resmi dan ada yang sudah mempunyai anak cucu.

Dalam kesempatan ini Bupati Sleman memberikan sambutan sekaligus kotbah nikah mengatakan bahwa banyak yang bertanya Bupati mantu siapa karena di rumah dinas terjadi kesibukan seperti perhelatan layaknya mantu karena memang seting tempat seperti layaknya orang sedang mantu ada dekor, bunga-bunga dan perlengkapan pernikahan. Pertanyaan ini dijawab oleh Bupati memang Bupati sedang mantu namun yang menjadi pengantin adalah masayarakat dari wilayah Sleman dan Ngaglik. Acara ini tentu menimbulkan perasaan bahagia karena sebenarnya yang dirasa dalam suatu pernikahan. Bahagia karena sebagai umat beragama telah menjalankan perintah agama , khususnya tentang sahnya suatu ikatan antara seorang laki-laki dan wanita dalam suatu pernikahan, sehingga keluarga yang dibentuk benar-benar menjadi keluarga yang sakinah, mawadah wa rammah. Selain sah secara agama, yang juga tak kalah pentingnya adalah sah secara hukum, sehingga legalitas pernikahan di mata hukum negara juga diakui. Dengan demikian hak-hak sipil yang kemudian melekat pada pernikahan itu juga diakui keberadaannya di masyarakat.

Sementara itu Drs. Mardiono selaku ketua pantitia mengatakan ke delapan pasangan pengantin ini mendapatkan bantuan Mahar nikah berupa seperangkat alat sholat dan Al-Qur’an dengan terjemahan serta bingkisan satu buah kompor gas yang diserahkan oleh Bupati Sleman beserta ibu.

11
May

Peringati Hari Jadi, Pemkab Sleman Gelar Doa Bersama

Jumat, 10 Mei 2013, bertempat di Masjid Agung Dr.Wahidin Sudiro Husodo Sleman diadakan do’a bersama dalam rangka hari jadi ke-97 Kabupaten Sleman.  Do’a tersebut diadakan setelah pelaksanaan Sholat Jum’at secara berjama’ah.  Rangkaian do’a tersebut diawali dengan berdzikir bersama yang dipimpin oleh KH. Khalimi dari Forum Pondok Pesantren Kab. Sleman.  Setelah dilaksanakan dzikir bersama kemudian dilakukan do’a bersama oleh KH. Kholik Mohtar dari MUI Kab. Sleman.  Dalam laporan oleh ketua penyelenggara, H.M Lutfi Hamid Kepala Kemenag Kab. Sleman menyatakan bahwa penyelenggaraan do’a bersama ini adalah wujud rasa syukur segenap unsur yang ada, baik dari pegawai di lingkungan pemkab sleman, TNI, Polri, dan masyarakat.  Penyelenggaran do’a bersama ini adalah kerja sama pemkab. Sleman dan Kemenag Kab. Sleman melalui APBD Kab. Sleman

Dalam sambutannya Bupati Sleman menyatakan bahwa, Pemerintah Kabupaten Sleman membutuhkan dukungan dari semua pihak baik dari unsur, TNI, Polri, aparat pemerintah, dan juga masyarakat, karena kedepan tantangan pembangunan Kab. Sleman semakin berat.  Berbagai permasalahan yang ada sudah berada didepan mata.  Penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas oleh Kab. Sleman.  Bupati Sleman mengajak seluruh masyarakat agar memberikan sumbang sihnya baik berupa kritik, saran dan gagasan.

10
May

Bhakti Sosial TNI KB Kes Terpadu 2013 Dimulai

Pencanangan Bhakti Sosial  TNI KB Kesehatan terpadu tahun 2013 di mulai Mei 2013 sampai dengan Oktober 2013 atau selama 6 bulan yang berlangsung di Aula Kodim 0732 Sleman yang di Buka oleh Wakil Bupati Sleman Hj. Yuni Satiya Rahayu.S.Sos.M.Hum.Dalam acara tersebut Komandan Kodim 0732 Sleman Letkol Inf Satriyo Pinandiyo dalam sambutannya bahwa Pencanangan Bhakti Sosial TNI KB Kesehatan kali ini bertujuan untuk melakukan percepatan pelaksanaan revitalisasi program KB secara Nasional disemua tingkatan, sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman.Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama lintas sektoral yang meliputi Institusi TNI, BKKBN,Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan komponen bangsa lainnya. Bhakti KB TNI Kesehatan  terpadu kali ini adalah pPengobatan masal, Sunatan Masal, Donor darah, Pelayanan MOP dan lain-lain.   Lebih lanjut Komandan Kodim 0732 Sleman berharap agar kegiatan bhakti Sosial TNI ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan lebih baik lagi, di tindaklanjuti dan dikembangkan oleh semua pihak sebagai bentuk partisipasi nyata yang sehat dan sejahtera.  Pencanangan Bhakti Sosial TNI KB, Kesehatan tersebut Wakil Bupati Sleman memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan memberikan sambutan  yang antara lain bahwa pelak­sana­an kegiatan ini merupakan momen yang sangat tepat untuk memantau, menge­va­luasi dan memotivasi masyara­kat untuk melaksa­na­kan pola hidup bersih dan sehat. Disamping itu kegiatan ini juga merupakan sarana untuk menjaga kehar­monisan hubungan dan komunikasi antara jajaran TNI dengan jajaran masyarakat serta jajaran aparat Sleman. Diharapkan dengan adanya dukungan dan bantuan dari TNI, maka pelaksanaan program KB da kesehatan di Sleman dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Jumlah penduduk Sleman berdasarkan hasil sensus sementara mencapai 1.137.365 jiwa Berdasarkan hasil tersebut maka sudah sudah sepantasnya jika kita berkewajiban untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Terlebih lagi jika dikaitkan dengan program pemerintah pusat yang mencanangkan pertumbuhan penduduk yang seimbang di tahun 2015 nanti.  Jumlah penduduk yang besar ini disatu sisi dapat merupakan potensi SDM yang potensial, namun bila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat justru akan menambah beban kerja pemerintah daerah.  Terlebih lagi dengan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman sampai akhir tahun 2012 lalu mencapai  15,85%. Tantangan kita ke depan adalah bagaimana memanfaatkan potensi SDM Sleman ini, agar semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya mengajak seluruh pihak baik, pemerintah, eksekutif dan legislatif, juga masyarakat dan swasta untuk bekerja bersama-sama membangun Sleman kita tercinta.  Penanganan masalah kemiskinan memerlukan pena­nganan secara terpadu oleh seluruh instansi dan lembaga, baik pemerintah maupun swasta yang ada di Sleman serta dari warga masyarakat yang bersangkutan. Penanganan tersebut hendaknya juga meliputi berbagai aspek, baik sikap mental, permodalan maupun kesempatan berusaha. Agar penanganan kemiskinan di Sleman memberikan hasil yang optimal, maka penanganannya harus memperhatikan kondisi masyarakat. Untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dan mengatasi masalah kemiskinan, upaya yang dilakukan bukan hanya sebatas pada pembatasan jumlah kelahiran, tetapi juga menca­kup upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu pelaksanaan program KB juga mencakup program Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Unit Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Melalui kelompok-kelompok tersebut, masyarakat mendapat kesem­pat­an dan akses untuk meningkatkan kesejahteraan keluar­ganya. Kondisi derajat kesehatan masyarakat Sleman pada tahun 2012 yakni Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu 5,22 per seribu kelahiran hidup, AKI Kabupaten Sleman yaitu 81,88 per seratus ribu kelahiran hidup. Kondisi gizi masyarakat dengan gizi buruk menurun menjadi 0,45%. Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat meningkat menjadi 76,08 tahun. Kondisi kesehatan tersebut memberikan kontribusi pada pencapaian IPM Sleman yang senantiasa meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ditempuh melalui standarisasi pelayanan melalui implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 di Puskesmas, dan Penerapan Jaminan Mutu. Saat ini sudah 21 Puskesmas di Sleman  telah meraih sertifikat ISO 9001:2000. Dinas Kesehatan dan RSUD Sleman juga telah meraih sertifikasi ini. Acara tersebut di hadiri  Perwakilan dari Dan Rem 072 Pamungkas, BKKBN DIY, Ka Badan KB PPPM Sleman,Camat Se Kabupaten Sleman, Dan Ramil Se Kabupaten Sleman, Ka, Puskesmas Se Kabupaten Sleman, PLKB Se Kabupaten Sleman,Babinsa Jajaran DIM 0732 Sleman dan tamu undangan lainnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.