Arsip Kategori: Berita

28
Aug

Guru TK Ikuti Advokasi P4GN

Sebagai upaya pencegahan dini terhadap penyalahgunaan Narkoba BNN Sleman menyelenggarakan Advokasi tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bagi penanggungjawab program KB Kes Kecamatan se Kabupaten Sleman 17 orang dan 30 orang Guru TK. Acara dilaksanakan Kamis, 28 Agustus 2014 di Rumah Makan Pringsewu, dengan  narasumber Ane Permatasari Ketua Pusat Study Wanita UMY dan Drs. Budiharso, MSC Kepala BNNP DIY.

Dalam kesempatan ini Kepala BNN Sleman Drs. H. Kuntadi menyampaikan peserta yang diundang saat ini para  guru TK, karena mereka sangat dekat dengan anak-anak sehingga  pesan dan nasehat yang disampaikan kepada anak-anak akan mudah dimengerti dan dilaksanakan oleh anak-anak tentang bahaya narkoba. Sementara dari institusi KB Kes di Kecamatan mempunyai banyak jaringan kepada ibu-ibu, kader maupun kelompok PKK di tingkat desa dan padukuhan. Lebih lanjut Kuntadi mengatakan pecandu narkoba di DIY saat ini kecenderungannya meningkat bukan menurun ini menjadi masalah serius untuk mencegahnya dan bagi pecandu bisa diobati dan direhabilitasi bukan dipenjara karena penjara bukanlah jalan keluar yang baik.
Sementara itu dalam makalahnya, Ane Permatasari menyampaikan bahaya narkoba dan teknik penyampaian kepada anak-anak. Disampaikan juga data dari BNN, 80 % dari 5 juta pengguna narkoba adalah remaja dalam rentang usia 14 – 19 tahun, dan rokok adalah salah satu jalan masuk pada anak mengenal narkoba dan rokok mudah didapat sehingga menjadi salah satu penyebab mudahnya anak-anak menjadi perokok. Untuk itulah peran orang tua sebagai modal, oarng tua merupakan panutan dalam kehidupan anak. Segala hal yang dikatakan dan dilakukan orang tua berkaitan dengan narkoba akan mempengaruhi sikap dan keputusan yang akan mereka ambil mengenai narkoba.


28
Aug

Sleman Lakukan Simulasi CAT

Rencana seleksi CPNS dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) terus dimantapkan dengan dilaksanakannya Simulasi CAT kerjasama Pemkab Sleman dengan BKN Regional I Yogyakarta. Simulasi dilaksanakan di BKN Yogya Rabu, 27 Agustus 2014 yang dikuti oleh 500 peserta dan dibagi dalam 5 angkatan. Dalam simulasi ini Bupati Sleman berkenan meninjau pelaksanaan CAT didampingi Kepala BKN DIY DR. Purwanto, dan Kepala BKD Sleman Drs. H. Iswoyo Hadiwarno.

Bupati Sleman menyampaikan bahwa Pemkab Sleman mendukung kebijakan pemerintah pusat yang akan menerapkan sistem CAT dalam penerimaan CPNS 2014. “Ini adalah sistem baru dengan mendasarkan proses penerimaan menggunakan IT, oleh karena itu, Saya menyambut baik simulasi ini, karena disamping media sosialisasi, juga dapat menjadikan masyarakat lebih siap mengikuti seleksi CPNS”, kata Bupati Sleman. Dengan sistem ini pelaksanaan rekruitmen CPNS benar-benar mandiri, transparan dan singkat waktu karena begitu selesai test langsung dapat diketuhui hasilnya. Dengan sistem ini juga akan dapat memperoleh putra putri terbaik yang akan lolos test.

Sementara itu Kepala BKN juga mengatakan kesiapannya apabila tahun 2014 dilaksanakan sistem CAT. Sistem ini akan mengeliminir isu KKN yang selama ini sering muncul dalam proses Penerimaan CPNS. BKN siap memfasilitasi pelaksanaan CAT dengan menyediakan 100 komputer dan dalam sehari bisa 500 peserta dapat mengikuti test. BKN memperkirakan jumlah peserta seleksi CPNS mendatang berjumlah kurang lebih 5000 orang. Jika jumlah peserta test CPNS melebihi kapasitas sarana yang dimiliki BKN, BKN akan menggandeng pihak perguruan tinggi untuk menyelnggarakan test CPNS, tentunya dengan kendali dan supervisi dari BKN. Sementara itu Pemda juga diharapkan bisa menyiapkan komputer untuk menambah kapasitas peserta.

Dalam simulasi kali ini, peserta diberi alokasi waktu 30 menit untuk mengerjakan 30 soal yang tiap peserta tidak sama soal yang dikerjakan, namun untuk test sesungguhnya 100 soal yang diberikan. Dalam kesempatan tesebut, Bupati juga menyerahkan kenang-kenangan atau bingkisan bagi peserta simulai yang meraih nilai tertinggi.

Sementara itu, untuk pelaksanaan penerimaan CPNS Tahun 2014 ini, Pemkab Sleman memperoleh 39 formasi. Dari 39 formasi ini, 37 formasi untuk guru kelas dan 2 formasi untuk penyuluh KB. Sedangkan pelaksanaan ujian masuk, dengan menggunakan system Computer Assisted Test atau CAT. Dalam pelaksanaan CAT ini, Pemkab Sleman bekerjasama dengan BKN sesuai dengan regulasi kemenpan.

27
Aug

Camat Harus Siap Implementasikan Perbup 13 Tahun 2014


Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Sleman mengadakan Syawalan, Selasa, 26 Agustus 2014 di RM West Lake Trihanggo Gamping. Acara ini juga dihadiri Bupati Sleman, Assek III, Staf Ahli Bupati dan pejabat lainnya. Dalam kesempatan ini ikrar syawalan disampaikan oleh Ketua Paguyuban Kepala Desa Suryo Dadari, Sismantoro.
Dalam acara ini oleh Bupati Sleman mensosialisasikan tentang peningkatan pelayanan masyarakat. Pemkab Sleman pada bulan Agustus 2014 mengesahkan Perbup No.13 tahun 2014 tentang pedoman pelimpahan kewenangan Bupati kepada Camat dan Keputusan Bupati Sleman Nomor 59/Kep. KDH/A/2014 tentang pelimpahan kewenanangan bupati kepada Camat. Untuk itu, mau tidak mau camat dan aparat kecamatan harus segera menyiapkan diri dalam melaksanakan implementasi dari Perbup No.13 tahun 2014. Camat juga diberikan kewenangan untuk mengelola pelayanan perizinan dan izin gangguan (izin HO). Berkenaan dengan pelimpahan kewenangan tersebut Pemkab Sleman juga akan memberikan bimtek terkait dengan pelaksanaan dan aturannya.  Implementasi regulasi tersebut tentu harus didukung oleh kesiapan pemerintah desa. UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan dampak baik positif dan negatif yang harus diantisipasi oleh pemerintah desa dan masyarakatnya.  Dengan dana yang besar dari pemerintah pusat, maka pemerintah desa tidak perlu lagi kesulitan menunggu dana dari pemerintah daerah, bisa langsung merealisasikan usulan pembangunan infrastruktur dan peningkatan perekonomian masyarakatnya.  Namun dampak negatif yang harus diwaspadai adalah, pengelolaan dana yang besar ini tidak mendatangkan masalah di kemudian hari. Selain itu yang harus diperhatikan dalam perbaikan tata kelola desa adalah soal aset desa, dimana semua infrastruktur yang berada di desa berupa jalan, jembatan, bangunan bahkan kekayaan alam yang ada di desa harus diinventarisasi dan didaftar sebagai aset desa. Desa dengan demikian tidak hanya memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB-Des) tetapi juga menyusun Neraca Desa yang diantaranya berisi daftar aset dan nilainya yang dimiliki desa.  Mengingat segala potensi dan tantangan maka sudah selayaknya pemerintah desa bersiap diri menghadapi perubahan tersebut.
Acara juga diisi dengan pengajian oleh H. Tamam Ismail  yang menyampaikan pentingnya silaturahmi dengan siapapun, walaupun berbeda agama, keyakinan maupun suku dll dan juga sebagai aparat dalam memberikan pelayanan tidak boleh membeda-bedakan serta dalam  bekerja bisa kerjasama dengan siapapun juga. Dalam memberikan pelayanan gunakan rasa dalam bertindak bukan hanya rasio dab nalar saja. Selain itu sesama umat muslim harus saling menjaga ukuwah Islamiah walaupun berbeda paham dan pendapat tetapi harus tetap rukun.***



Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.