Arsip Kategori: Berita

29
Nov

UKM Sleman Bantu Pertumbuhan Perekonomian Sleman

Perdagangan, restoran dan hotel diwilayah Kabupaten Sleman memiliki kontribusi yang tinggi bagi perekonomian di Kabupaten Sleman yaitu 22,87% dari total distribusi prosentase perekonomian sektor unggulan Kabupaten Sleman. Kunjungan wisatawan domestik dan manca Negara yag terus mengalami kenaikan menyebabkan pertumbuhan hotel dan restoran yang sangat cepat di Kabupaten Sleman.   Peluang investasi dari sektor tersebut sangat menggiurkan bagi pengusaha mikro maupun pengusaha makro.
Melihat kondisi dilapangan yang sedemikian rupa, Pemerintah Kabupaten Sleman berusaha membuka seluas-luasnya peluang tersebut agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.  Pemerintah Kabupaten Sleman lewat Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengadakan acara yang bertajuk Temu Kemitraan UKM yang bergerak dibidang kerajinan, makanan dan minuman dengan pihak pengelola dan pengusaha Hotel yang ada di Kabupaten Sleman.
Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, M.Si ini dihadiri oleh 25 UKM, 12 bergerak dibidang makanan dan minuman dan 13 UKM dibidang kerajinan.  Dalam sambutannya Bupati Sleman mengharapkan kepada pelaku UKM agar bisa memanfaatkan kegiatan-kegiatan yang diberikan oleh Pemkab. Sleman, terlebih lagi even seperti pertemuan antara pelaku UKM dengan pengelola dan pengusaha hotel, karena UKM kebanyakan memiliki kendala dalam pemasaran produk-produk mereka, dengan bertemunya pihak pengelola dan pengusaha hotel dengan UKM, tentunya tidak hanya menguntungkan UKM saja, pihak Hotel juga diuntungkan, karena pihak Hotel bisa langsung membeli lewat produsen, sehingga harga dapat ditekan karena tidak lewat perantara.  Bupati Sleman juga berharap kepada pihak pengusaha dan pengelola Hotel untuk memberikan masukan kepada UKM agar produknya dapat diserap oleh pihak Hotel, karena menurut beliau UKM terkadang belum mengerti tentang standar-standar
yang diterapkan oleh Hotel.  Di akhir sambutannya Bupati Sleman berharap kepada dinas instansi terkait agar kegiatan yang positif ini bisa dilaksanakan secara rutin, dan juga terdapat transaksi diantara kedua belah pihak, kalau Hotelnya laris, UKMnya laris, perekonomian kuat, daerahnya menjadi aman, kunjungan wisata menjadi lebih banyak dan lebih lama.

29
Nov

450 PNS Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya

Sebanyak 450 PNS dilingkungan Pemkab Sleman menerima penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya, dengan perincian 153 orang tanda kehormatan 30 tahun dan 297 orang tanda kehormatan 20 tahun. Penganugerahan oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, di Pendopo Parasamya Sleman, Kamis, 29 Nopember 2012 bertepatan dengan HUT KORPRI ke 41 tahun 2012. Acara dihadiri pula oleh Ketua DPRD Sleman, serta pejabat instansi yang stafnya menerima penghargaan.
Dalam kesempatan ini Bupati Sleman menyampaikan pemberian penghargaan ini tidak berarti sebuah puncak didalam pengabdian. Namun harus diletakkan sebagai sebuah pemacu untuk terus maju dengan sebuah tekad agar hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik lagi dari hari ini. Sebagai bagian dari dinamika kehidupan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, PNS dituntut untuk senantiasa  untuk senantiaa perbaiki diri dan meningkatkan pelayanan.
Penghargaan yang diberikan ini diharapkan dapat menguatkan komitmen dan memotivasi para PNS sebagai aparatur negara untuk selalu haus akan prestasi. Keinginan untuk berprestasi akan mendorong seseorang untuk melaku­kan pekerjaan dengan baik. Pencapaian prestasi atau achievement dalam melakukan pekerjaan akan mengge­rakan  untuk melakukan tugas-tugas berikutnya dengan lebih baik lagi. Dengan demikian prestasi yang dicapai dalam pekerjaan akan menimbulkan sikap positif, sikap yang selalu ingin melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu sebagai PNS hendaknya selalu mengupayakan perkem­bangan dan kemajuan dirinya dari waktu ke waktu tidak bersifat statis atau beku, tetapi harus menghendaki adanya perubahan ke arah yang lebih baik.
Terlebih lagi di era global saat ini PNS dituntut terus meningkatkan kualitas diri dalam berbagai aspek kehidupan sehingga mampu melayani masyarakat sesuai kebutuhannya.Dengan senantiasa meningkatkan kemampuan dan kulitas diri, maka setiap PNS akan  mampu mengikuti dinamika dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Juga dalam era reformasi birokrasi, semua  PNS Kabupaten Sleman harus merubah mindset, sebagai PNS yang  proaktif memberikan pelayanan, mampu berpikir kedepan dan bekerja secara profesional.  Image kurang baik yang sering ditujukan kepada PNS, hanya akan hilang jika para PNS mampu memperlihatkan kinerja yang baik, bekerja secara profesional dan pribadi yang mengedepankan  etika profesi dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab.

29
Nov

Sleman Selenggarakan Seminar Desa Sejahtera

Pemerintah Kabupaten Sleman di Rumah Makan Pandan Resto Monjali hari Rabu, 28 Nopember 2012 menyelenggarakan Seminar Dalam Rangka Launching Indikator Desa Menuju Sejahtera.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJMD) Kab. Sleman 2011 – 2015 menetapkan visi yang merupakan cita-cita yang ingin dicapai, yaitu ”Terwujudnya Masyarakat Sleman yang lebih sejahtera lahir batin, berdaya saing, dan berkeadilan gender pada tahun 2015”. Menurut Kepala Bappeda, drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes tujuan seminar adalah untuk mensosialisasikan indikator desa menuju sejahtera agar dapat digunakan oleh kecamatan dan desa untuk mengukur tingkat kesejahteraan, dan memperoleh data dasar guna pembinaan menuju desa sejahtera berikutnya.

Masyarakat Sleman yang lebih sejahtera lahir batin adalah masyarakat yang lebih sehat, cerdas dan berkemampuan ekonomi memadai sehingga dapat mengembangkan kehidupan sosial dan spiritualnya dengan baik. Secara kuantitatif keadaan ini tampak dalam angka pencapaian indeks Pembangunan manusia (IPM) yang pada tahun sebelumnya adalah 78 diharapkan menjadi 80 pada akhir tahun 2015.
Pencapaian visi kabupaten tersebut sangat dipengaruhi kondisi riil dari tingkat dusun, desa sampai dengan kabupaten. Sebagai data dasar guna mengetahui tingkat kesejahteraan tiap desa perlu pemetaan indikator munuju desa sejahtera tersebut, untuk turut mendorong pencapaian masyarakat sleman yang lebih sejahtera maka perlu disusun indikator menuju desa sejahtera agar dapat digunakan di tingkat dusun, desa dalam pembangunan. Sehingga data dan gambaran yang dihasilkan bisa digunakan sebagai perencanaan untuk mencari solusi/pemecahannya baik oleh SKPD di pemerintah kabupaten maupun oleh masyarakat atau perguruan tinggi. Dengan Peserta sejumlah 150 orang terdiri dari SKPD di lingkungan kab. Sleman, Camat dan Desa se Kab. Sleman.

Selanjutnya sambutan Bupati yang dibacakan oleh Sekda dr. Sunanrtono, M.Kes. bahwa Kegiatan seminar dalam rangka launching indikator menuju desa sejahtera ini, merupakan suatu terobosan untuk mempercepat pencapaian visi Kabupaten Sleman yaitu ”Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera lahir batin, berdaya saing dan berkeadilan gender pada tahun 2015”. Seringkali selama ini, upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat terkendela dengan ketidakjelasan indikator yang harus dituju.
Di dalam menentukan indikator, juga harus memperhatikan bagaimana proses mencapai indikator tersebut. Janganlah hanya terpaku pada capaian indikator semata. Kalau kita hanya terpaku pada capaian indikator, tanpa memperhatikan proses di dalamnya, hasil yang kita dapatkan tidak akan maksimal, bahkan sangat mungkin, indikator yang tampak, tidak menggambarkan kondisi yang sesungguhnya terjadi. Misalnya, indikator perekonomian menunjukkan bahwa kondisi pendapatan penduduk sangat baik atau lebih tinggi jika dibandingkan indikator yang sama pada tahun lalu. Berdasarkan hasil indikator tersebut, menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. Namun realitanya tidak semua masyarakat meningkat kesejahteraannya secara signifikan.
Jika dilihat lebih dalam lagi apa, ternyata masih terdapat gap yang cukup lebar antara masyarakat yang pendapatannya tinggi, dengan masyarakat yang pendapatannya rendah. Terdapat masyarakat yang pendapatannya sangat tinggi, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang cukup besar dalam pencapaian indikator perekonomian. Disisi lain terdapat masyarakat yang berpendapatan rendah, dan tidak memberikan kontribusi signifikan dalam capaian indikator perekonomian. Oleh karena itu, seluruh proses agar indikator itu dicapai dengan semua partisipasi masyarakat, juga harus diperhatikan.
Dalam penyusunan indikator Menuju Desa Sejahtera, juga harus melihat seluruh komponen aspek kehidupan masyarakat. Jangan dilupakan, aspek budaya, yang sebenarnya justru menjadi roh dari dinamika masyarakat Sleman. Di dalam indikator utama dan penunjang, Bupati melihat belum ada indikator budaya. Padahal, sebagai bagian dari masyarakat DIY, budaya justru menjadi aspek utama keistimewaan masyarakat DIY.
Penetapan indikator-indikator Menuju Desa Sejahtera juga harus jelas dan harus konsisten. Selain itu, harus selaras dengan ukuran indikator yang telah disepakati secara nasional. Dengan demikian, apabila kita melihat kondisi masyarakat, kita menjadi tahu kondisi masyarakat Sleman serta posisi masyarakat Sleman jika di bandingkan dengan masyarakat daerah yang lain.
Dalam melihat indikator keadilan gender, harus ditentukan indikator yang tepat. Melihat keadilan gender, tidak hanya melihat ukuran-ukuran kuantitas peran laki-laki dan perempuan semata, namun yang lebih penting adalah bagaimana laki-laki dan perempuan dapat berkiprah dan berperan dalam proses-proses pembangunan secara optimal.
Pada kesempatan tersebut,diingatkan bahwa kabupaten Sleman sudah berkomitmen untuk menuju Kabupaten Layak Anak. Diharapkan dalam menetapkan indikator Menuju Desa Sejahtera, juga harus mencakup indikator terpenuhinya hak-hak dan perlindungan anak.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.