Arsip Kategori: Berita

30
Sep

Warga Gayamharjo Peroleh Bantuan Air dari BPD DIY

Dampak kemarau panjang tahun 2014 ini banyak masyarakat yang kekurangan Air bersih, terutama mereka yang berada di wilayah kecamatan Prambanan. warga masyarakat Gayamharjo Prambanan memperoleh bantuan Air bersih sebanyak 250 tangki dari BAZIS PT.Bank BPD DIY. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Dirut PT.Bank BPD DIY Bambang Setiawan dan diterima Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo di ruang rapat Bupati Senin 29 September 2014. Bantuan Air bersih tersebut diserahkan kepada Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Julisetiono untuk ditindaklanjuti. Selanjutnya Dirut PT.Bank BPD DIY didampingi Jajaran Direksi yakni Direktur Pemasaran Bambang Kuncoro, Direktur Kepatuhan Santoso Rohmad, Direktur Umum Cahya Widi dan Pemimpin Cabang Bank BPD Sleman Nur Iswantoro,langsung menuju Lokasi untuk secara simbolis memberikan bantuan kepada masyrarakat di Depan Masjid Al Barokah  Jatisari Nawung Gayamharjo, disaksikan Camat Prambanan dan Kepala Desa Gayamharjo Sugiyanto dan Kadus Nawung.

Bantuan Air bersih 250 tangki untuk warga Gayamharjo Prambanan tersebut didistribusikan untuk pedukuhan Nawung 40 tangki, sementara untuk padukuhan Lemahbang, padukuhan Gayam, Padukuhan Karangnongko Kidul , padukuhan Karangnongko Lor, padukuhan Jali dan padukuhan Njontro masing-masing 35 tangki akan direalisasikan dalam waktu 1 bulan.
Pada kesempatan tersebut Dirut PT.Bank BPD DIY mengatakan bahwa bantuan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat Gayamharjo, terutama dalam memenuhi akan kebutuhan Air Bersih. Sedangkan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo menyambut baik atas perhatian dan bantuan Air Bersih tersebut. Dengan bantuan tersebut paling tidak kebutuhan Air Bersih warga Gayamharjo akan terpenuhi meskipun belum semuanya. Lebih lanjut isampaikan
bahwa Kemarau tahun 2014 ini memang cukup panjang namun Pemkab Sleman selalu mengantisipasi dampak dari kemarau panjang tersebut.
Sementara itu Kepala Desa Gayamharjo mengatakan bahwa 7 padukuhan di wilayah Gayamharjo semua mengalami kekeringan namun ada beberapa padukuhan yang sudah tercukupi dengan adanya jaringan air bersih dari sumur bor. Untuk tahun ini juga telah diupayakan penambahan jaringan air bersih namun karena kemarau panjang sumur bor yang ada tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih diwilayahnya sehingga masih perlu droping.
Pada bagian lain kepada Bupati Sleman sebelum penyerahan bantuan air bersih Dirut PT.BPD DIY juga memperkenalkan diri sebagai Direktur Utama PT.BPD DIY yang baru saja dilantik dan mengatakan Sleman merupakan salah satu pemegang saham PT.Bank BPD DIY sebesar 95,4 M (sampai akhir 2013). Disampaikan juga PT.BPD DIY ke depan akan menjadi Bank Devisa setelah modal mencapai 1 Trilyun. Sementara itu kinerja PT.BPD DIY Cabang Sleman bagus, bahkan masyarakat lebih senang menabung dari pada mengambil kredit. Saat ini dana dari pihak 3 mencapai Rp 1,2 T dengan asset 1,3 T dan distribusi pengalokasian kredit mencapai Rp 870 M sebagian besar yakni 80 % yang menggunakan adalah UMKM.
Sementara itu Bupati Sleman merespon baik atas upaya BPD DIY untuk jadi Bank Devisa dan berkomitmen untuk meluncurkan APBD perubahan sejumlah 34,3 M untuk penyertaan modal PT.Bank BPD DIY, dan untuk tahun 2015 direncanakan sebesar Rp 18,5 M, sehingga total dana penyertaan modal dari Pemkab Sleman sebesar 148,2 M


29
Sep

448 Siswa Ikuti MTQ Sekolah Umum


Sleman, 27 September 2014 bertempat di SMKN 2 Depok Mrican Gejayan, dilaksanakan MTQ pelajar umum (SD,SMP,SMA,SMK) se kabupaten Sleman tahun 2014.  Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.  Dalam kesempatan tersebut turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sleman Yuni Satya Rahayu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sunartono, Assekda Bidang Pembangunan Suyamsih, Ka. Dis Dikpora Sleman Arif Haryono, dan jajaran forum koordinasi komunikasi Kecamatan Depok.
Dalam laporannya, Arif Haryono menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan ketrampilan baca tulis Al-quran serta pendalaman isinya, memupuk rasa cinta Al-Quran, meingkatkan penghayatan dan pengamalan agama islam dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan motivasi membaca Al-Quran, dan menumbuh kembangkan minat bakat kemampuan bidang seni keagamaan.  Jenis Musabaqoh yaitu, MTQ dan puitisasi saritilawah putra-putri SD, Musabaqoh Tilawah Al-Quran putra dan putri SMP,SMA/SMK, Musabaqoh Tartil Al-Quran (MTtQ) putra-putri SD,SMP,SMA/SMK, Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) putra-putri SD,SMP,SMA/SMK, Musabaqoh Adzan (MAz), lomba pidato/ceramah agama islam putra-putri SD,SMP,SMA/SMK, Lomba Cerdas Cermat Agama (CCA) SD,SMP,SMA/SMK, Musabaqoh Seni Lukis Islam SD, Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ) SMP,SMA/SMK, lomba nasyid putra SMA/SMK, lomba kaligrafi putra-putri SMP,SMA/SMK, lomba kebersihan dan kemakmuran mushola sekolah (LKKMS) SD, SMP,SMA/SMK.  Kegiatan ini diikuti oleh 448 orang siswa-siswi dari sekolah umum yang ada di Sleman.  Kegiatan ini juga merupakan ajang seleksi bagi siswa-siswi yang akan dikirimkan ke MTQpelajar sekolah umum tingkat DIY yang akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2014.  Arif haryono juga melantik dewan hakim yang akan bertugas pada kegiatan tersebut, dewan hakim yang dilantik berjumlah 78 orang.
Bupati Sleman,Sri Purnomo membuka yang membuka kegiatan tersebut, yang sekaligus memberikan sambutan dan pengarahan pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa, kegiatan ini sangatlah positif karena kegiatan ini dapat membentuk generasi muda yang yang berakhlakul karimah dan Qur’ani.  Sesuai dengan tema MTQ kali ini yaitu “dengan musabaqah tilawatil qur’an pelajar, kita wujudkan generasi muda yang berakhlakul karimah dan Qura’ni”.  Sri Purnomo, menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk, pedoman hidup, peringatan merupakan wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, orang yang membaca Al-Qur’an akan memperoleh ketenangan hati dalam kehidupannya.  Selain itu dengan mengajarkan Agama Islam dan Al-Qur’an sejak dini, berarti mempersiapkan generasi muda yang berakhlakul karimah, Qur’ani dan tentunya mampu bersaing di tengah persaingan era gobalisasi.  Sehingga mampu mewujudkan Indonesia yang baldatun toyibatu warabbun ghafur sesuai yang dicita-citakan.



26
Sep

Pameran Produk Organik Lereng Merapi

Dalam rangka menyongsong Hari Pangan Sedunia, Pemkab Sleman mulai besok Jumat 26 September 2014 akan mengadakan Pameran Organik Merapi di Plaza Ambarukmo lantai 3. Pameran tersebut akan berlangsung selama 3 hari, dalam pameran tersebut akan ditampilkan aneka produk organik dari Kabupaten Sleman. Produk tersebut antara lain salak Beras Organik, Susu Organik, Jamur Organik, Salak Organik dan jenis olahan lain dengan bahan dasar tersebut. Disamping itu akan ditampilkan pula Jambu Organik Dalhari. Momen ini sekaligus untuk memberikan dukungan kebangkitan petani lereng Merapi yang tidak hanya sudah mulai beraktivitas dalam sektor pertanian, tetapi lebih jauh lagi telah dapat meningkatkan kualitas produk pertanian berikut olahan produknya. Dalam event tersebut juga akan tampil produk lereng Merapi baik dari Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabuypaten Klaten dan Sleman sebagai tuan rumah.

Masyarakat umum bisa menyaksikan aneka produk dari keempat kabupaten tersebut yang akan menampilkan aneka produk organik. Yang jelas pameran tersebut merupakan rangkaian Hari Pangan Sedunia yang puncaknya untuk kabupaten sleman akan berlangsung tanggal 9 Oktober 2014. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno disela sela pantauan Hewan Kurban di Pasar Hewan Gamping Kamis 25 September 2014. Lebih lanjut disampaikan Widi bahwa selama ini yang bisa masuk di Mall kebanyakan produk souvenir, tapi untuk saat ini produk makanan organik mulai menembus mall.
Dengan produk Organik diharapkan masyarakat akan lebih familier terhadap produk organik   yang ternyata lebih sehat dibanding produk dengan treatment bahan kimia. Diakui memang produk organik relatif lebih mahal dibanding produk dengan bahan kimia, tetapi dari segi kesehatan jauh lebih banyak memberikan keuntungan.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.