Arsip Kategori: Berita

12
Mar

Sukseskan KB, Kini 3 Kecamatan Miliki Balai Penyuluhan KB

Pencanangan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PKS)  dapat dimaknai secara mendalam oleh seluruh Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dan seluruh anggota PPKS Harmoni sebagai momen untuk menunjukkan bahwa PPKS Harmoni dan IMP dengan segala kegiatannya semakin solid dan dinamis serta memberi manfaat yang optimal bagi masyarakat. Demikian permintaan bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat pencanangan PKS dan Balai Penyuluhan KB Kec. Depok di Pendopo Kecamatan Depok Selasa (11-3-14) . PKS dan Balai Penyuluhan KB yang dicanangkan bupati sleman tersebut untuk tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sleman, Depok dan Kecamatan Ngemplak, yang dipusatkan di kecamatan Depok. Balai penyuluhan KB tingkat kecamatan ini difungsikan untuk membantu kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi petugas lapangan KB (PLKB) dalam program pembangunan kependudukan dan KB di tingkat kecamatan . Lebih lanjut disampaikan bupati sleman bahwa Balai Penyuluhan KB ini merupakan salah satu bentuk perhatian serius dari Pemkab Sleman.

Disampaikan pula bahwa pembangunan balai penyuluhan KB ini menggunakan dana alokasi khusus tahun 2013 dan pendampingan APBD Sleman tahun 2013 dengan total biaya sebesar RP. 1,355 milyar. Diharapkan oleh bupati sleman bahwa keberadaan Balai Penyuluhan KB ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai informasi mengenai keluarga berencana. Keberadaan balai penyuluhan ini harus dioptimalkan untuk pembinaan dan penyuluhan sehingga berdampak pada pemenuhan KB Baru dan KB Aktif serta meningkatkan pengembangan dan ketahanan keluarga seperti BKB, BKR, BKL, UPPKS dan PIK-Remaja. Untuk mengoptimalkan penggunaan gedung penyuluhan KB Kecamatan Depok agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas maka telah direalisasikan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Harmoni Kabupaten Sleman.  Sesuai dengan namanya PPKS Harmoni diharapkan  dapat memberikan pelayanan yang Humanis, Agamis, Raharja, Mandiri, Optimal, Nyaman dan Integrasi.

Kehadiran PPKS bertujuan untuk menyelenggarakan pelayanan konseling keluarga yang meliputi pelayanan komunikasi informasi dan edukasi kependudukan dan keluarga, layanan konseling terhadap keluarga balita, pasangan pranikah, keluarga remaja dan remaja, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, keluarga harmonis, keluarga lansia dan lansia, pembinaan usaha ekonomi keluarga serta pelayanan kontrasepsi yang memungkinkan sehingga dapat mempercepat terwujudnya keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Kehadiran PPKS diharapkan mampu semakin menggelorakan program Kependudukan dan KB di Kabupaten Sleman serta dapat dimanfaatkan keluarga-keluarga dalam mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera di tahun-tahun mendatang. Pada tahun 2013 BKBPMPP Kabupaten Sleman telah memiliki 219 Kelompok BKB, 149 Kelompok BKR, 190 Kelompok BKL dan 861 Kelompok UPPKS serta 80 kelompok PIK-R. Saya harap jumlah ini dapat terus ditingkatkan di masa-masa mendatang.

Dalam rangka mendukung keberhasilan program Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera di Kabupaten Sleman telah dibentuk Paguyuban Institusi Masyarakat Pedesaan Kabupaten Sleman dengan masa bhakti 2014-2017. Pembentukan kader IMP ini mbertujuan untuk mengoptimalkan peran IMP  dalam melakukan kegiatan komunikasi informasi dan edukasi serta penyuluhan KB kepada masyarakat pedesaan. Pada kesempatan tersebut dilantik pula Paguyuban IMP  Kab Sleman . Semoga dengan pelantikan ini Kabupaten Sleman mampu meningkatkan perannya dalam pembangunan saat ini dan dimasa yang akan datang. Diharap[kan pula pengurus Paguyuban IMP yang baru ini juga mampu mewujudkan kekompakan dan kebersamaan dalam setiap kegiatannya, dan melakukan pelayanan KB dengan optimal.

Sedangkan Kepala Badan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan dr. Nurulhayah, M.Kes melaporkan bahwa dalam rangka mendukung keberhasilan program KB dan Keluarga Sejahtera di kabupaten sleman telah dibentuk paguyuban Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) kabupaten sleman dengan mengoptimalkan 6 peran bhakti IMP yaitu pengorganisasian, pertemuan, KIE dan penyuluhan, pencatatan dan pendataan, pelayanan kegiatan dan upaya kemandirian.

Pengukuhan Pengurus Paguyuban Kader IMP kabupaten sleman itu sendiri dilakukan olah bupati sleman , sekaligus peresmian Balai Penyuluhan untuk tiga kecamatan yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan buntal serta pembukaan pintu dan peninjauan ruangan. Ikut hadir pada kesempatan tersebut Kepala nperwakilan BKKBN DIY Dra. Tjondrorini, M.Kes, Ketua TP PKK kabupaten sleman Hj.  Kustini  Sri Purnomo, dan tiga camat yang ikut diresmikan yaitu Camat Depok, camat Ngemplak dan camat Sleman. Pada kesempatan tersebut kepala BKKBN DIY menyampaikan bahwa saat ini di semua kabupaten/kota di DIY masing-masing telah memiliki Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) yang keberadaannya di balai penyuluhan KB kecamatan. Lebih lanjut disampaikan bahwa berbagai pelayanan dalam rangka membangun ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang diselenggarakan di Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera antara lain pelayanan data dan informasi kependudukan dan KB, pelayanan konsultasi dan konseling keluarga balita dan anak, pelayanan konsultasi dan konseling keluarga remaja dan remaja, pelayanan konsultasi dan konseling keluarga lansia dan lansia, dll.

12
Mar

Nikmati Berbagai Hasil Olahan Belut di Pasar Kuliner Belut Godean

Pusat kuliner belut Godean diresmikan penggunaannya oleh Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, MSI, Selasa, 11 Maret 2014. Dalam kesempatan ini hadir Ketua DPRD Sleman, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pasar, Camat Gamping, Moyudan, Minggir dan Godean. Serta pejabat lainnya.

Dra. Tri Endah Yitnani, Msi (Kepala Dinas Pasar) menyampaikan pasar kuliner belut ini merupakan upaya penataan pedagang kripik belut di lingkungan pasar Godean yang dirasakan sudah mendesak untuk dipindah karena lokasi dipinggir jalan yang padat lalu lintasnya sehingga rawan menimbulkan kemacetan lalu lintas. Pasar kuliner ini berdiri di atas tanah kas desa Sidoagung bekas Kantor Kecamatan Godean seluas 2.690 m2 dengan luas bangunan 1.273  m2 . Saat ini sudah ditempati 30 pedagang yang tergabung dalam paguyuban pedagang kripik belut wilayah Sleman Barat, Godean, Seyegan, Minggir dan Moyudan.  Nantinya jjuga akan dibangun setral pasar klitikan dan sentral pasar hewan dilingkungan pasar Godean.

Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan Pusat Kuliner Belut Godean ini diharap memberi kemudahan, baik bagi para pedagang dan konsumen bertransaksi hasil olahan kripik belut secara nyaman dan aman., dan menjadi icon pusat oleh oleh khas Godean.

Lebih dari itu dengan tersentralnya penjualan hasil olahan keripik belut ini tentunya memberikan nilai estetika yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Sentralisasi penjualan hasil olahan kripik belut ini  mengembalikan fungsi areal halaman pasar Godean yang  selama ini digunakan untuk lapak para penjual kripik belut dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan akan memperlancar arus lalu lintas yang sudah cukup padat di area Pasar Godean dan mengurangi kemacetan di area pasar, sehingga akan lebih menertibkan dan memberikan kenyamanan pengunjung Pasar Godean. Kepada seluruh pedagang pasar  belut di pusat kuliner belut ini, yang menggunakan model pasar tradisional ini untuk konsisten berjualan disini  dan ikut memelihara sarana Pusat Kuliner Belut ini dengan menjaga kebersihan serta keamanannya. Saya ingin menggemakan kembali tentang slogan Pasare Resik Rejekine Apik. Jika para pedagang dan pembeli sama-sama menerapkan prinsip ini maka saya yakin keberadaan pasar belut ini akan memberikan keuntungan lebih bagi penggunanya.     Untuk menjadikan pusat kuliner ini ramai pengunjung, pengelola dan para pedagang dapat bersinergi, melaksanakan beberapa kegiatan yang menarik pengunjung. Selain itu  Kepala Dinas Pasar untuk bersinergi dengan Kepala Dinas Pariwisata didalam mempromosikan keberdaan pusat kuliner ini, sehingga pusat kuliner ini menjadi jujugan para wisatawan.

Salah satu tujuan pembangunan Pasar Kuliner Belut Godean ini dilakukan untuk menunjang penataan kawasan Kecamatan Godean. Dengan dibangunnya Sentra Kuliner Belut ini tentunya semakin menguatkan citra belut sebagai komoditas unggulan Sleman yang bahkan banyak diminati para wisatawan sebagai oleh-oleh khas Sleman. Sentralisasi pemasaran komoditas ini diharapkan dapat meningkatkan promosi aneka produk olahan belut sebagai komoditas unggulan Kecamatan Godean, yang akhirnya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah. Saya harap inovasi dapat terus dilakukan untuk meberikan beragam pilihan bagi konsumen. Tidak hanya terbatas pada keripik, belut juga menarik untuk disajikan dalam bentuk lain seperti diantaranya dendeng belut, abon belut, sambel belut kemasan dan lain sebagainya. Penganekaragaman pangan ini menggarisbawahi upaya kita untuk meningkatkan porsi produk olahan buatan dalam negeri.

Ditambahkan Pemkab Sleman terus berupaya mempertahankan dan mengembangkan keberadaan pasar tradisional. Pada saat ini jumlah pasar di Kabupaten Sleman mencapai 39 pasar kabupaten tersebar di 17 kecamatan, serta 36 pasar desa.     Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para konsumen, dan menciptakan kondisi pasar yang bersih dan nyaman, Pemkab Sleman juga telah merehabilitasi dan merevitalisasi 9 pasar tradisional, pembinaan bagi pedagang pasar untuk penataan pasar desa, fasilitasi pembentukan dan pembinaan pengurus paguyuban pasar, penataan tempat dagangan dan jenis mata dagangan di 7 UPT Pelayanan Pasar dan peningkatan pelayanan pedagang pasar di 40 pasar dan Taman Kuliner.

Acara peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh  Bupati Sleman dan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada perwakilan pedagang. Dan untuik memeriahkan acara dihibur dengan Gruop Hadroh Gayuh Swargo serta bintang tamu Mbokde Beruk dan Dalijo. Dan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi ke los-los para pedagang kripik belut.

11
Mar

Jelang Pileg, Pol PP dan Hubkominfo Sleman Tertibkan Alat Peraga Kampanye

Panwaslu ,KPUD,POL PP, POLRES Sleman, PUP dan HUBKOMINFO bersama-sama menertibkan alat peraga Kampanye di Wilayah Kabupaten Sleman yang berlangsung pada hari Senin tanggal 10 Maret 2014 dengan  melibatkan 50 personil yang terbagi dua regu. Untuk regu I Wilayah Sleman Timur di pimpin Kabid Trantib Dinas POL PP kabupaten Sleman dan Wilayah Sleman  Barat atau Regu II di pimpin oleh Kasie Trantib pada Dinas POL PP Kabupaten Sleman. Untuk wilayah timur meliputi Perempatan Beran, Denggung, Jombor, Ringrod Utara Maguwoharjo, Jalan Solo Prambanan  Amplaz, Demangan, Gejayan dan Jalan Kaliurang. Sedangkan untuk wilayah barat antara lain: Perempatan Beran, Pasar Sleman, Tempel, Pasar Sleman, Denggung,Jombor kekanan Kronggahan, Demak ijo,Gamping, Jalan Wates Godean, Seyegan.

Dalam penertiban alat peraga kampanye tersebut menurut Panwaslu  para peserta pemilu untuk tahun ini sudah di sosialisasikan terkait  pemasangan alat peraga kampanye oleh para Caleg, dalam sosialisasi tersebut para Caleg tidak diperbolehkan memperagakan alat peraga kampanye tersebut melalui alat peraga seperti Foto calon Caleg di Baleho, Umbul-umbul dan Rontek tetapi kalau menggunakan alat peraga seperti sepanduk boleh.

Penertiban alat peraga kampanye pada hari ini terdapat berbagai pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye, ada yang betul-betul tidak menghiraukan bahkan ada pula peserta pemilu yang menempelkan baliho di tempat sosialisasi KPU, ada pula yang menutupi berbagai iklan yang terpampang di berbagai tempat reklame di tempat-tempat yang sangat strategis. Dalam penertiban alat peraga kampanye ini akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 10 Maret sampai tanggal 12 maret dan hari ini di fokuskan untuk baleho bahkan hari ini baleho belum selesai akan di lanjutkan hari berikutnya beserta rontek dan umbul-umbul, Penertiban baleho hari ini di wilayah Sleman timur telah menurunkan baleho sejumlah 33 titik pelanggaran dan di wilayah barat terdapat 25 titik pelanggaran, baleho-baleho tersebut memang meanggar peraturan Panwaslu maka dari itu panwaslu beserta Instansi terkait untuk menertibkannya.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.