Arsip Kategori: Berita

7
Jan

Korban Puting Beliung 7 Desember 2012 Terima Bantuan

Bagi masyarakat yang terkena bencana angin puting beliung, Pemkab Sleman berupaya untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena bencana dengan pemberian bantuan sosial. Bantuan tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati nomor 3 tahun 2010, dengan ketentuan bagi rumah rusak berat diberikan bantuan 2 juta rupiah, rumah rusak sedang diberikan bantuan 1 juta rupiah dan rumah rusak ringan diberikan bantuan sebesar 500 ribu rupiah. Disamping bantuan untuk perbaikan rumah, Pemkab Sleman juga memberikan bantuan dana bagi 23 orang korban yang mendapatkan perawatan kesehatan, baik rawat inap maupun rawat jalan, bantuan tersebut agar mampu meringankan beban korban. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat memberikan bantuan korban bencana puting beliung di Balatsos Bromonilan, Kalasan, Jumat 4 Januari 2013.   
Yang dapat dilakukan saat ini, menurut Bupati adalah menjaga lingkungan sekitar rumah dengan memangkas dahan-dahan dan ranting pohon yang sekiranya terlalu tinggi dan terlalu rimbun, sehingga mudah tumbang dan membahayakan rumah maupun penghuninya.
Ditambahkan pula bahwa selain puting beliung, masyarakat juga harus siaga terhadap bencana banjir, mengingat curah hujan yang semakin tinggi.Masyarakat harus bergotong royong membersihkan selokan dan saluran air dari material-material yang dapat menghambat laju air yang berpotensi menimbulkan banjir dilingkungan tempat tinggal.

Dalam kesempatan tersebut Kepala BPBD Kabupaten Sleman Drs. Urip Bahagia melaporkan bahwa tujuan pemberian bantuan tersebut untuk sekedar meringankan beban masyarakat dalam penanganan bencana puting beliung yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu yang melanda wilayah Kalasan. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat korban puting beliung tersebut total sebanyak Rp 744.255.000 untuk  980 rumah yang berada di 10 pedukuhan baik yang rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Kesepuluh padukuhan tersebut padukuhan Sempu baik yang mengalami rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan ada 48 rumah, padukuhan Karangmojo 2 rumah, padukuhan Bromonilan 284 rumah, paadukuhan Kadisoka 82 rumah, padukuhan Sidokarto 299 rumah, padukuhan Sambiroto 56 rumah, padukuhan Sambisari 80 rumah, padukuhan Demangan 14 rumah, padukuhan Tempelsari 40 rumah dan padukuhan Sambego 75 rumah. Perincian keseluruhan rumah yang mengalami rusak barat ada 26 rumah, rumah rusak sedang 129 rumah dan rumah rusak ringan ada 825 rumah.


Ditambahkan Urip Bahagia bahwa selama tanggap darurat kegiatan yang telah dilakukan antara lain pendirina posko di dusun Bromonilan, pendirian dapur umum, evakuasi korban bencana kerumah sakit, pembersihan pohon-pohon yang roboh, distribuasi logistik dan peralatan gotong royong, juga evakuasi puing-puing bangunan. Disamping itu selama masa tanggap darurat terdapat bantuan yang berasal dari BPBD Prop. DIY berupa peralatan gotong royong, juga bantuan dari swasta diantaranya dari PKK kabupaten Sleman,Partai Nasdem, Pasar Buah Gamping, dan perkumpulan motor besar.

7
Jan

Kerja Bakti Di Sepanjang Selokan Mataram Libatkan Warga di 5 Padukuhan

Hari Minggu, tanggal 6 Januari 2013  dilaksanakan kerja bakti  disepanjang selokan mataram yang masuk diwilayah desa Catur Tunggal, yaitu kegiatan kebersihan lingkungan, kebersihan selokan Mataram.  Kegiatan gotong royong kerja bakti ini diikuti oleh beberapa pedukuhan yang ada diwilayah desa Catur Tunggal, yaitu dusun Kocoran, Karang Gayam, Santren, Karang Malang dan Mrican. 5 pedukuhan ini memang harus dilibatkan dalam proses kegiatan ini karena untuk pembelajaran berkaitan dengan pola pengelolaan sampah selokan Mataram, yang mana sasarannya adalah melibatkan unsur-unsur pelaku yaitu dari jejaring sampah Kab. Sleman, koloni sampah wilayah Kecamatan Depok dan sekitarnya, dan dari Mapala.  Oleh karena itu diharakan nantinya ada pola berkelanjutan dalam pengelolaan sampah disekitar selokan Mataram sehingga nantinya bisa dibentuk unit bank sampah mandiri dimasing-masing pedukuhan yang dilewati selokan Mataram. Nantinya juga diadakan program lanjutan yang tersistem dan terstrukur dalam rangka pengelolaan sampah disekitar selokan Mataram dengan cara mengadakan kampanye tindak lanjut dari kegiatan hari ini salah satunya dengan membuat unit pengelolaan bank sampah mandiri dimasing-masing pedukuhan, untuk itu nantinya target dari Kecamatan Depok untuk memiliki 7 unit pengelola Bank Sampah yang nantinya akan kita lombakan.

Untuk mengawali program ini memang dimulai dari selokan Mataram dikarenakan Selokan Mataram ini adalah jantungnya Kecamatan Depok, karena disekitar selokan Mataram adalah tempat yang terus berkembang baik dari penduduknya juga kawasannya, yang tentunya harus diantisipasi segala pengaruhnya bagi kecamatan Depok, baik pengaruh yang positif  maupun pengaruh yang negatif, sehingga nantinya 2-3 tahun kedepan wilayah disekitar selokan Mataram pola pengelolaan sampah sudah bisa berjalan dengan baik. Yang mana ditahun pertama targetnya adalah
terbentuknya unit-unit pengelolaan sampah secara mandiri, terstruktur, berkelanjutan, dan lestari yang melibatkan berbagai hal.  Untuk itu diwilayah perbatasan selokan Mataram perlu dibuatkan jaring penangkap sampah yang tujuan untuk melindungi sampah agar tidak masuk ke masing-masing wilayah yang dilewati selokan Mataram.  Pada kegiatan kali ini yang dikedepankan adalah pola edukasi dan transformasi  terhadap masyarakatnya, agar tidak hanya gotong royong dan kerja bakti setelah itu selesai tapi ada kelanjutan kegiatannya, dan juga transformasi perubahan perilaku masyarakat dalam rangka menjaga lingkungan disekitar selokan Mataram.  Yang nantinya 3 bulan kedepan akan diagendakan lagi yaitu dari jalan Gejayan hingga Seturan yang meliputi 2 desa Catur Tunggal dan Condong Catur.  Kegiatan yang dilaksanakan hari ini baru sekedar “woro-woro” sehingga kegiatan ini masih butuh dukungan dari banyak pihak baik dari Kabupaten Sleman sendiri dan juga dari Pemerintah DIY sehingga masyarakat juga bisa tergerakkan dan dapat memunculkan karakter dan potensi di tiap-tiap wilayah, karena di Kecamatan Depok ini tidak hanya masyarakat Depok saja yang dilayani tapi juga dari warga-warga yang berasal dari luar kecamatan Depok banyak melakukan usaha  disekitar Kecamatan Depok, terutama yang melalukan kegiatan usahanya disekitar selokan Mataram, mau tidak mau masalah sampah ini harus dipecahkan bersama.  Sehingga nantinya selokan Mataram ini bisa menjadi kawasan yang lestari, sehat dan indah.   Agar kegiatan ini bisa berjalan secara periodik nantinya akan dilaksanakan kegiatan kerja bakti dan diberikan pedampingan, dan nantinya ditahun ini akan dilombakan dengan tema wajah pedukuhan selokan mataram, untuk menilai keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat dalam program ini.  Sehingga nantinya bisa diikuti oleh wilayah lain yang dilewati oleh selokan Mataram ini, sebagai pionirnya adalah kecamatan Depok. 
Bupati Sleman berharap  dengan kegiatan ini agar dapat dilaksanakan secara terus menerus secara periodik, dan juga masayarakat dapat menyadari  selokan Mataram itu bukan tempat untuk membuang sampah.  Khususnya pelaku usaha yang ada disekitar selokan Mataram agar bisa melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.  Kalau sekitar selokan bersih dan asri tentunya orang yang datang ke wilayah Kabupaten Sleman akan memberikan apresiasi positif juga, apalagi disekitar selokan mataram ditanami tanaman-tanaman yang bermanfaat bagi masyarakat.  Warga masyarakat juga bisa mengajukan proposal kepada Pemkab Sleman lewat Dinas Pertanian dan Kantor Lingkungan Hidup untuk mendapatkan tanaman yang bisa ditanam disekitar selokan mataram.  Kegiatan kebersihan lingkungan yang berbasis masyarakat ini manfaatnya akan dinikmati secara bersama-sama,  dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat.  Bupati Sleman juga memberikan bantuan secara simbolis kepada masing-masing pedukuhan berupa peralatan pengolah sampah dan tanaman yang nantinya akan ditanam disekitar selokan.

4
Jan

Kementerian Agama Serahkan 11 Sertifikat Tanah Wakaf

Pada hari Kamis tanggal 3 Januari 2013 diadakan upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-67 Kementrian Agama Kab. Sleman yang bertempat di Lapangan Pemerintah Kab. Sleman.  Upacara HAB ke-67 diikuti oleh seluruh pegawai Kementrian Agama di Kabupaten Sleman.  Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si bertindak sebagai pembina upacara dan juga membacakan sambutan dari Menteri Agama Republik Indonesia Suryadharma Ali.  Kementerian Agama berdiri pada 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama yang pertama almarhum Haji Mohammad Rasjidi. Setiap memperingati tanggal bersejarah ini Kementrian Agama selalu diingatkan betapa penting dan terhormatnya tugas dan peran Kementerian Agama dari masa ke masa. Agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan negara, dan Kementerian Agama hadir untuk memelihara dan menjamin kepentingan agama serta pemeluk-pemeluknya.

Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-67 Tahun 2013, yaitu “Meningkatkan Kinerja Kementerian Agama dengan Profesionalitas dan Integritas”, Kementerian Agama meminta komitmen seluruh jajaran aparatur Kementerian Agama agar bekerja secara profesional dan memiliki integritas. Profesionalitas tanpa integritas akan membawa kerugian dan kehancuran, sedangkan integritas tanpa profesionalitas akan menyebabkan kita jalan di tempat di tengah dunia yang kompetitif ini. Oleh karena itu, pengembangan Sumber Daya Manusia menjadi salah satu agenda penting dalam reformasi birokrasi Kementerian Agama. Langkah itu dilakukan sejak dari tahap perekrutan calon pegawai melalui sistem yang transparan dan memenuhi standar manajemen mutu ISO sampai pada pengembangan jenjang karir yang memenuhi unsur keadilan dan menghargai prestasi kerja perorangan.

Dalam rangka HAB ke-67 Kementerian Agama Kab. Sleman memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada Motivator BAZ (Badan Amil Zakat) Kec. Minggir H.R. Agung Nugroho S.Ag, pemberian setifikat tanah wakaf kepada perwakilan 11 Kecamatan di Kab. Sleman yaitu Kec. Sleman 2 lokasi, Kec. Prambanan 2 Lokasi, Kec. Minggir 4 lokasi, Kec. Ngaglik 5 lokasi, Kec. Gamping 2 lokasi, Kec. Moyudan 2 lokasi, Kec. Seyegan 2 lokasi, Kec. Mlati 2 lokasi, Kec. Tempel 1 lokasi, Kec. Godean 1 lokasi, Kec. Pakem 1 lokasi, dan juga SK dan Piagam Pendirian Sekolah kepada RA Harapan Mulia Moyudan, MI An-Nur Triharjo, MTs Ma’Arif Darussholihin Sumberadi, MTs Hidayatullah Donoharjo, dan MTs Anwar Futuhiyyah Wedomartani.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.