Arsip Kategori: Berita

28
Aug

Sleman Lakukan Simulasi CAT

Rencana seleksi CPNS dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) terus dimantapkan dengan dilaksanakannya Simulasi CAT kerjasama Pemkab Sleman dengan BKN Regional I Yogyakarta. Simulasi dilaksanakan di BKN Yogya Rabu, 27 Agustus 2014 yang dikuti oleh 500 peserta dan dibagi dalam 5 angkatan. Dalam simulasi ini Bupati Sleman berkenan meninjau pelaksanaan CAT didampingi Kepala BKN DIY DR. Purwanto, dan Kepala BKD Sleman Drs. H. Iswoyo Hadiwarno.

Bupati Sleman menyampaikan bahwa Pemkab Sleman mendukung kebijakan pemerintah pusat yang akan menerapkan sistem CAT dalam penerimaan CPNS 2014. “Ini adalah sistem baru dengan mendasarkan proses penerimaan menggunakan IT, oleh karena itu, Saya menyambut baik simulasi ini, karena disamping media sosialisasi, juga dapat menjadikan masyarakat lebih siap mengikuti seleksi CPNS”, kata Bupati Sleman. Dengan sistem ini pelaksanaan rekruitmen CPNS benar-benar mandiri, transparan dan singkat waktu karena begitu selesai test langsung dapat diketuhui hasilnya. Dengan sistem ini juga akan dapat memperoleh putra putri terbaik yang akan lolos test.

Sementara itu Kepala BKN juga mengatakan kesiapannya apabila tahun 2014 dilaksanakan sistem CAT. Sistem ini akan mengeliminir isu KKN yang selama ini sering muncul dalam proses Penerimaan CPNS. BKN siap memfasilitasi pelaksanaan CAT dengan menyediakan 100 komputer dan dalam sehari bisa 500 peserta dapat mengikuti test. BKN memperkirakan jumlah peserta seleksi CPNS mendatang berjumlah kurang lebih 5000 orang. Jika jumlah peserta test CPNS melebihi kapasitas sarana yang dimiliki BKN, BKN akan menggandeng pihak perguruan tinggi untuk menyelnggarakan test CPNS, tentunya dengan kendali dan supervisi dari BKN. Sementara itu Pemda juga diharapkan bisa menyiapkan komputer untuk menambah kapasitas peserta.

Dalam simulasi kali ini, peserta diberi alokasi waktu 30 menit untuk mengerjakan 30 soal yang tiap peserta tidak sama soal yang dikerjakan, namun untuk test sesungguhnya 100 soal yang diberikan. Dalam kesempatan tesebut, Bupati juga menyerahkan kenang-kenangan atau bingkisan bagi peserta simulai yang meraih nilai tertinggi.

Sementara itu, untuk pelaksanaan penerimaan CPNS Tahun 2014 ini, Pemkab Sleman memperoleh 39 formasi. Dari 39 formasi ini, 37 formasi untuk guru kelas dan 2 formasi untuk penyuluh KB. Sedangkan pelaksanaan ujian masuk, dengan menggunakan system Computer Assisted Test atau CAT. Dalam pelaksanaan CAT ini, Pemkab Sleman bekerjasama dengan BKN sesuai dengan regulasi kemenpan.

27
Aug

Camat Harus Siap Implementasikan Perbup 13 Tahun 2014


Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Sleman mengadakan Syawalan, Selasa, 26 Agustus 2014 di RM West Lake Trihanggo Gamping. Acara ini juga dihadiri Bupati Sleman, Assek III, Staf Ahli Bupati dan pejabat lainnya. Dalam kesempatan ini ikrar syawalan disampaikan oleh Ketua Paguyuban Kepala Desa Suryo Dadari, Sismantoro.
Dalam acara ini oleh Bupati Sleman mensosialisasikan tentang peningkatan pelayanan masyarakat. Pemkab Sleman pada bulan Agustus 2014 mengesahkan Perbup No.13 tahun 2014 tentang pedoman pelimpahan kewenangan Bupati kepada Camat dan Keputusan Bupati Sleman Nomor 59/Kep. KDH/A/2014 tentang pelimpahan kewenanangan bupati kepada Camat. Untuk itu, mau tidak mau camat dan aparat kecamatan harus segera menyiapkan diri dalam melaksanakan implementasi dari Perbup No.13 tahun 2014. Camat juga diberikan kewenangan untuk mengelola pelayanan perizinan dan izin gangguan (izin HO). Berkenaan dengan pelimpahan kewenangan tersebut Pemkab Sleman juga akan memberikan bimtek terkait dengan pelaksanaan dan aturannya.  Implementasi regulasi tersebut tentu harus didukung oleh kesiapan pemerintah desa. UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan dampak baik positif dan negatif yang harus diantisipasi oleh pemerintah desa dan masyarakatnya.  Dengan dana yang besar dari pemerintah pusat, maka pemerintah desa tidak perlu lagi kesulitan menunggu dana dari pemerintah daerah, bisa langsung merealisasikan usulan pembangunan infrastruktur dan peningkatan perekonomian masyarakatnya.  Namun dampak negatif yang harus diwaspadai adalah, pengelolaan dana yang besar ini tidak mendatangkan masalah di kemudian hari. Selain itu yang harus diperhatikan dalam perbaikan tata kelola desa adalah soal aset desa, dimana semua infrastruktur yang berada di desa berupa jalan, jembatan, bangunan bahkan kekayaan alam yang ada di desa harus diinventarisasi dan didaftar sebagai aset desa. Desa dengan demikian tidak hanya memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB-Des) tetapi juga menyusun Neraca Desa yang diantaranya berisi daftar aset dan nilainya yang dimiliki desa.  Mengingat segala potensi dan tantangan maka sudah selayaknya pemerintah desa bersiap diri menghadapi perubahan tersebut.
Acara juga diisi dengan pengajian oleh H. Tamam Ismail  yang menyampaikan pentingnya silaturahmi dengan siapapun, walaupun berbeda agama, keyakinan maupun suku dll dan juga sebagai aparat dalam memberikan pelayanan tidak boleh membeda-bedakan serta dalam  bekerja bisa kerjasama dengan siapapun juga. Dalam memberikan pelayanan gunakan rasa dalam bertindak bukan hanya rasio dab nalar saja. Selain itu sesama umat muslim harus saling menjaga ukuwah Islamiah walaupun berbeda paham dan pendapat tetapi harus tetap rukun.***



26
Aug

Kini PD BPR Bank Sleman Miliki Layanan ATM

Untuk Pertama kali di DIY, Bank Milik Pemerintah yang memiliki layanan ATM yakni BPR Bank Sleman. Peresmian Layanan ATM Bank Sleman dilakukan Senin, 25 Agustus 2014 dengan acara yang cukup meriah dengan menghadirkan Artis Legendaris dari Ibukota Rafika Duri. Acara juga dihadiri oleh Bupati Sleman, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda, Assekda Pejabat Sleman, Camat dan Kades Serta Pimpinan OJK DIY, Pimpinan DI DIY, serta Direktur IT Bank Syariah Mandiri, Fahmi Ridho.

Dalam kesempatan ini Direktur Bank Sleman Moh Sigit, SE. MSI mengatakan peresmian layanan ATM dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah dalam bertransaksi dan sebagai wujud persembahan terbaik kepada nasabah dan dalam rangka meningkatkan daya saing Bank Sleman dalam menghadapi diberlakukannya masyarakat ekonomi Asean (AEC) 2015. Layanan ATM Bank Sleman ini terwujud berkat kerjasama BSM, PT X Link Jakarta dan PT SInergi Prakarsa Jakarta. Kartu Atm Bank Sleman nantinya dapat digunakan diseluruh mesin ATM BSM dan Bank Mandiri di seluruh Indonesia. Dan setelah peresmian akan dilakukan upgrade oleh BSM yang dapat digunakan untuk transfer dan belanja di semua merchant yang ada EDC BCA Prima dan EDC mandiri.
Ditambahkan oleh Sigit perkembangan kinerja Bank Sleman sampai bulan Juli 2014 yakni total aktiva 447 M naik 18 % dari tahun 2013, Dana masyarakat 310 M naik 26 %, Laba 12, 4 M naik 33 % dari tahun 2014 dan NPL(kredit macet) 0,2 %. Serta mendapat tambahan modal sebesar 59 M dari Pemkab Sleman sehingga jumlah keseluruhan modal disetor dari Pemkab Sleman sebesar 110 M.  Bank Sleman juga baru saja menerima penghargaan Golden Award dari infobank atas kinerja terbaik selama 5 tahun berturut-turut.
Sementara itu Firman Ridho (Dirut IT BSM) mengharapkan BSM dapat menjadi Anchor Bank yang selalu dapat memberikan pelayanan dan solusi yang terbaik dalam hal financial inclusion kepada BPR atau lembaga keuangan lainnya. Kerjasama Host To Host Co Branding Kartu ATM BSM dengan BPR Bank Sleman adalah kerjasama penerbitan kartu Co Branding serta penggunaan fasilitas ATM BSM dan jaringan ATM bank lain yang terkoneksi kartu (issuer kartu).  BSM merupakan anak usaha dari Bank Mandiri dan saat ini menguasai pangsa pasar untuk asset, dana pihak ketiga dan pembiayaan rata-rata diatas 25 %. Sejak berdiri 1 November 1999 hingga sekarang BSM telah memiliki 860 outlet di seluruh Indonesia. Per Juni 2014 asset BSM mencapai 62,78 Trilyun, Pembiayaan 49,6 Trilyun, dan pendanaan 55,14 trilyun. Nasabah per Juni mencapai 6 juta.
Sementara itu Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, dalam sambutannya menyambut baik peresmian ATM Bank Sleman karena akan memudahkan dan mempercepat pelayanan karena tidak terpengaruh dengan buka tutup kantor dan berharap dapat dibangun di semua kecamatan di Sleman. Sementara dengan adanya tambahan modal dari Pemkab Sleman yang longgar dalam pemanfaatannya dapat digunakan untuk membiayai aktivitas perekonomian masyarakat dan disisi lain Pemkab Sleman mendapatkan masukan laba sehingga jajaran Bank Sleman dituntut untuk menjalankan roda perbankan lebih baik untuk mencapai laba yang lebih besar.
Peresmian ATM ditandai dengan penyerahan Kartu ATM oleh Direktur Bank Sleman Kepada Bupati Sleman dan Perwakilan nasabah dilanjutkan dengan penarikan di atm oeh Bupati dan dapat berhasil.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.