Arsip Kategori: Berita

4
Dec

350 Siswa Terima Bantuan Biaya Pendidikan

Senin, 3 Desember 2012 bertempat di Lantai III gedung Setda Kabupaten Sleman, Bupati Sleman yang dalam hal ini di wakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang ESDM dan Kemasyarakatan Drs. H. Dwi Supriyatno.MS menyerahkan bantuan anak asuh pada para siswa penerima.
Menurut Kabag Kesra Setda Kabupaten Sleman Drs. H. Kuntadi melaporkan bahwa jumlah penerimaan bantuan anak asuh pada saat ini berjumlah 350 siswa, yang terdiri dari 30 Sekolah Dasar dan 5 Madrasah Ibtidaiyah, yang masing-masing siswa mendapat alokasi bantuan sebesar Rp 120.000,- jadi total dari keseluruhan yang di terimakan sebanyak Rp 42.000.000 ( Empat Puluh dua Juta Rupiah). Hingga saat ini berhubung di berlakukannya Permendagri no; 32Tahun 2011 maka bantuan pendampingan untuk anak asuh di Kabupaten Sleman belum terfasilitasi.  Selanjut nya Kabag Kesra meminta kepada para Kepala Sekolah SD/MI untuk segera menyalurkan kepada siswa-siswanya yang berhak menerima bantuan GN-OTA Kabupaten Sleman.
Dalam kesempatan tersebut dihadiri pula Ketua GN-OTA DIY. Drs. Tuyadi.Wignyo Subraoto, dan perwakilan dari PT  Sari Husada Gema Mahardika ( SGM) Endah Prasetyo Ning Tyas, Kabag Kesra, Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Sleman serta pengurus GN-OTA Kabupaten Sleman, Penerima bantuan anak asuh dan kepala Sekolah  SD/MI se kabupaten Sleman yang berhak menerima GN_OTA untuk tahun ini. Ketua GN-OTA DIY Drs. Tuyadi Wignyo Subrato dalam sambutannya sangat berterimakasih sekali terhadap pengurus atau yang terkait GN-OTA Kabupaten Sleman yang telah mencarikan Siswa yang berhak, karena hal ini tidak mudah.  GN-OTA Kabupaten Sleman telah memberikan data yang sangat pas dan tepat yang berdasarkan kartu miskin dari anak-anak yang berhak menerimanya. 
Untuk tahun ini di Kabupaten Sleman telah mendapatkan alokasi sebesar Rp 42 Juta yang terbagi terhadap 350 Siswa dan masing-masing siswa mendapatkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 120.000,- ini memang tidak seberapa besarnya namun diharapkan bisa mengurangi beban biaya pendidikan bagi anak-anak yang kurang beruntung ini, dan bisa menambah semangat untuk maju dan cerdas. Hal ini berkat bantuan dari PT sari Husada Gema Mahardikan( PT.SGM) yang telah peduli terhadap anak didik di DIY selama kurang lebih 15 tahun lama nya, dalam ikut serta berusaha mencerdaskan anak-anak di DIY ini khususnya di Kabuipaten Sleman.
Dalam kesempatan tersebut perwakilan dari PT SGM Endah Prasetya Ning Rahayu, mengatakan bahwa PT. SGM sangat komitmen terhadap kecerdasan anak dari dini yaitu semenjak anak itu dikandungan  Ibu hingga anak itu tumbuh dewasa , karena terpenuhinya nutrisi sejak sianak itu di kandungan ibu akan membuat kecerdasan si anak itu . Saai ini PT SGM juga bekerja sama dengan PAUD di DIY supaya nantinya tidak salah dalam mendidik anak-anak di usia Emas  tentunya, dan berpesan kepada anak-anak  dengan bantuan yang sedikit ini mudah-mudahan dapat mengapresiasi terhadap pengusaha-pegusaha yang lainnya yang berusaha di DIY seingga nantinya akan menambah besarnya bantuan yang diterima oleh-anak-anak yang memang berhak menerimanya, dan mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kesuksesan para anak-anak yang saat ini kurang beruntung.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan Drs.H. Dwi Supriyatno,MS Bupati Seman antara lain mengatakan  bahwa pemberian bantuan anak asuh ini merupakan salah satu wujud kepedulian  kita  bersama terhadap kesinambungan pendidikan putra-putri kita karena tidak semua anak-anak bebas dari masalah kesulitan biaya pendidikan. Agar dapat melanjutkan pendidikan, mereka ini membutuhkan perhatian dan bantuan kita semua. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya memberikan bantuan bagi anak-anak kurang mampu. Pemkab Sleman berkomitmen untuk menjalankan visi dan misi mensejahterakan masyarakat lahir dan batin. Dalam mewujutkan kualitas sumberdaya manusia untuk menciptakan masyarakat Sleman sejashtera lahir dan batin, kualitas anak selalu menjadi prioritas, tidak hanya di bidang kesehatan, pendidikan namun juga juga di bidang yang lain. Upaya Pemkab Sleman tersebut harus didukung oleh segenap elemenmasyarakat Sleman.
Salah satu dukungan yang harus ditunjukkan masyarakat adalah kesadaran bahwa pengasuhan anak merupakan salah satu yang urgen.
Dalam kesempatan tersebut Drs. Dwi Supriyatno berharap kepada anak-anak penerima bantuan ini untuk mensyukurinya dengan belajar tekun dan rajin. Dengan manfaatkan waktu dengan baik agar kelak mereka  dapat menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan Negara serta bagi diri sendiri.
Serta kepada orang tua  seluruh warga masyarakat, kalangan pendidik dan semua pihak yang peduli terhadap pendidikan anak-anak kita, untuk bersama-sama dengan pemerintah mempersiapkan putra-putri kita menjadi generasi penerus yang baik yang tegar, yang kuat dan yang berkualitas yang mempunyai keimanan dan intelktual yang baik sebagaimodal untuk membangun daerah bangsa dan Negara.
Ia juga mengucpkan banyakterimakasih kepada PT SGM yang selama ini telah peduli dan berperan aktif dalam membantu anak-anak dari keluarga yang tidak mampu apa pun bentuknya,  untuk itu agar semua pihak dapat bersama-sama membantu upaya pemeritah untukterus dapat berperan aktif membantu anak-anak dari keluarga yang tidak mampu agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini juga merupakan dukungan atas kebijakan Pemkab Sleman agar anak-anak di Sleman dapat setidaknya mengenyam pendidikan hingga jenjang SMA/SMK. Dengan demikian kita dapat semakin berperan dalam meningkatkan kualitas bangsa melalui peningkatan pendidikan bagi generasi diKabuaten Sleman yang kita cintai ini.

4
Dec

Sri Purnomo, PGRI Bukanlah Alat Politik

Hari Ulang Tahun Ke 67 PGRI DIY telah menyelenggarakan Resepsi HUT PGRI yang tahun ini bertempat di Kabupaten Sleman yaitu di Gedung Serbaguna yang diikuti segenap anggota PGRI se DIY sekitar 1000 orang. Dalam laporan yang disampaikan oleh Ketua PGRI DIY Zaenal Fanani, Mpd bahwa kegiatan hari Guru Nasional dan juga HUT Ke 67 PGRI DIY ini yang dilakukan panitia semua kegiatan, dan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI tiap tahun selalu diperingati bersama antara Kementrian Dikbud, Kemenag dan PGRI, akhirnya dilanjutkan di tiap tingkatan Propinsi, Kabupaten dan Kota diseluruh Indonesia. Hari Guru Nasional dan HUT ke 67 PGRI untuk tahun ini mngambil tema ” Memacu Profesionalisme Guru melalui Peningkatan Kompetensi Yang Menekan Kode Etik ” sekarang pada saatnya kita memang akan menuju ke Profesionalisme dengan jumlah anggota PGRi seluruhnya ada 13.244 orang.
Pada acara Hari Guru Nasional dan HUT Ke 67 PGRI juga disampaikan penghargaan kepada para guru dan lainnya yang berpretasi disampaikan oleh Gubernur DIY yang diwakilkan Ka Dinas Dikpora DIY Drs. R Kadarmanta Baskara Aji dan Bupati Sleman Drs. H Sri Purnomo, Msi.

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, Msi, dalam kesempatan tersebut antara lain mengatakan ia berharap melalui  peringatan HUT PGRI dan hari Guru ini, dapat menjadi cambuk pendorong bagi kita semua, khususnya para guru untuk lebih meningkatkan lagi kapasitas, kapabilitas, dan profesionalitas, sehingga mampu mewujudkan cita-cita kita bersama yakni terwujudnya generasi yang cerdas, berahlak mulia serta berkepribadian.
Ditambahkan pula bahwa PGRI kabupaten Sleman, saat ini beranggotakan 13.244 orang, yang terdiri dari 7.257 guru sekolah negeri dan 5.978 guru sekolah swasta. Dari jumlah tersebut sebanyak 7.121 guru telah bersertifikasi. Kami berharap melalui sertifikasi tersebut, kualitas guru juga semakin meningkat untuk mendukung ujian kompetensi guru (UKG) sebagai dasar guna mengetahui pemetaan kualitas guru. Namun demikian kepada guru yang belum bersertifikasi juga kami motivasi bukan saja untuk memenuhi persyaratan sertifikasi, tetapi juga untuk bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan anak didiknya.
Selain itu, terkait dengan dikenakannya kewajiban penilaian kinerja guru (PKG) dan program keprofesian berkelanjutan (PKB) bagi guru sekolah negeri, saya harapkan guru sekolah swasta juga dapat mengadopsi hal tersebut untuk meningkatkan kapasitasnya. 
Dunia pendidikan adalah dunia yang sangat kompleks, baik permasalahan dan tantangannya. Misalnya saja upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik, selain harus ditunjang sistim pendidikan yang baik, infrastruktur prasarana dan sarana sekolah yang memadai, juga erat kaitanya dengan profesionalisme dan kesejahteraan guru.  Boleh dikatakan masalah satu dengan yang lain saling kait-mengkait dan saling mempengaruhi.
Kesejahteraan guru telah diperhatikan oleh pemerintah. Bagi guru yang bersertifikasi tentunya juga telah mendapatkan tunjangan profesi sehingga kinerja dan kompetensi guru seharusnya juga meningkat. PGRI sebagai wadah para guru ini diharapkan dapat mengawal kinerja guru dan harus terus mendorong agar guru yang bersertifikasi memiliki kinerja dan kualitas yang lebih baik daripada sebelumnya.
Pada kesempatan ini Sri Purnomo juga kembali mengingatkan bahwa profesi guru tidak boleh diselewengkan untuk tujuan yang lain sehingga sudah semestinya bila PGRI sebagai organisasi profesional guru untuk tidak menjadi alat politik. PGRI sebagai wadah organisasi guru haruslah mengutamakan kepentingan pendidikan, memperhatikan kemajuan guru dan pengembangan pendidikan.
Sri Purnomo juga berharap dengan dikenakannya seragam PGRI pada setiap hari Sabtu, nantinya menjadi salah satu upaya untuk memotivasi diri bahwa menjadi guru juga berarti menjadi teladan dan memiliki tanggung-jawab untuk mencerdaskan anak didik.
Gubernur DIY dalam sambutan tertulis yang dibacakan  Kepala Dinas Dikpora DIY Drs. R Kadarmanta Baskara Aji bahwa kita semua menyadari bahwa pendidikan merupakan sistem sosial terbaru untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan dan kemartabatan suatu bangsa. Kitapun menyadari dan meyakini bahwa guru merupakan tonggak utama dalam dunia pendidikan, untuk itu sangatlah tepat bahwa guru dijadikan sebagai profesi yang harus mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan profesiotasnya, sehingga untuk perlindungan kesejahteraan semakin lama semakin bertambah baik. Meskipun demikian masih ada  pertanyaan  yang sangat mendasar yang harus kita jawab yaitu : Apakah Guru Sebagai Profesi dengan segala konskuensinya terutama dengan peningkatan kesejahteraan, sudah mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, jawabannya tentunya ya.

3
Dec

Pemkab Himbau Masyarakat Berhati-Hati Menggunakan Obat Tradisional

Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi obat dan obat tradisional, karena sebagian besar terutama  obat tradisional yang beredar di masyarakat banyak mengandung BKO ( Bahan Kimia Obat). Sebetulnya sesuai dengan ketentuan obat tradisional tidak boleh mengandung dan menggunakaan BKO. Hal tersebut  disampaikan  Kepala Seksi Farmakmin Bidang  Sumbar Daya Kesehatan Dinkes Gunanto, Skm, Msc saat  Evaluasi hasil pemantauan peredaran obat tahun 2012 di Dinkes Senin 3 Desember 2012. Lebih lanjut disampaikan bahwa  untuk mengkonsumsi obat tradisional masyarakat harus hati-hati dan tidak sembarang dalam membeli, karena berbagai jenis obat tradisional tersebut dengan mudahnya didapat di pasar-pasar tradisional dan di warung-warung. Sementara untuk memproduksi obat tradisional harus memenuhi berbagai criteria, dan untuk dapat memiliki izin edar, obat tradisional, obat herbal terstandar dan fitofarmaka harus memenuhi criteria sebagai berikut : menggunakan bahan berkhasiat dan bahan tambahan yang memenuhi persyaratan mutu, keamanan dan kemanfaatan/khasiat.  Dibuat sesuai dengan ketentuan tentang pedoman cara pembuatan obat tradisional yang baik atau cara pembuatan obat yang baik yang berlaku dan  penandaan berisi informasi yang lengkap dan obyektif yang dapat menjamin penggunaan obat tradisional, obat herbal terstandar dan fitofarmaka secara tepat, raasional dan aman sesuai dengan hasil evaluasi dalam rangka pendaftaran. Yang perlu diperhatikan pula bahwa obat tradisional tidak boleh mengandung bahan kimia hasil isolasi/sintetik yang berkhasiat obat, berbentuk suppositoria, intravaginal, tetes mata, obat suntik dan bentuk cairan dengan kadar etanol > 1%.

Sedangkan pemantauan peredaran obat itu sendiri dilaksanakan mulai tanggal 17 Oktober sampai dengan 28 Nopember 2012 dengan frekuensi 8 kali yang meliputi toko obat 4 tempat, depot jamu 12  tempat, kios pasar tradisional 6 tempat, toko kelontong 2 tempat, toko obat herbal 2 tempat, dan rumah sakit 1 tempat. Dari hasil pemantauan tersebut sebagian besar tidak ada Ijin HO nya. Sedang  berbagai jenis obat tradisional yanh dijumpai di depot jamu yang mengandung BKO antara lain  Urat Madu, Tapak Liman cikungunya dll. Yang dijumpai di kios pasar tradisional  Akar Desa encok asam urat dan di Toko Kelontong yang dijumpai antara lain Super Jos flu tulang.Sementara pemantauan yang dilakukan di  Toko Obat Herbal dijumpai  The rossela mesir. Ditambahkan Gunanto masih banyak jenis obat tradisional yang beredar di masyarakat yang mengandung BKO.

Sementara itu tindakan yang telah dilakukan dengan berita acara pemeriksaan dengan tembusan yang bersangkutan, penyegelan dan perusakan kemasan si tempat, sosialisasi public warning obat tardisional yang dilarang beredar dan koordinasi dengan sector terkait. Dari hasil pemantauan dan evalusi tersebut antara lain pengelola/pemilik depot jamu sebagian besar adalah pendatang dari luar jawa, beberapa produk yang dilarang beredar jarang ditemukan di perkotaan, tetapi banyak ditemukan di daerah pedesaan/pinggiran. Disamping itu kebersihan peralatan peracikan kurang diperhatikan pengelola depot. Bertindak sebagai  tim pemantau aadalah Dinas Kesehatan, Dinas Perindakop, Dinas Pol PP dan Baalai Besar POM.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.