Arsip Kategori: Berita

30
Jan

Dari Forum Kesiapsiagaan Cuaca Ekstrim : Waspadai Puting Beliung Dan Banjir Lahar

Cuaca ekstrim yang sering terjadi akhir-akhir ini perlu diwaspadai sejak dini karena sering terjadi bencana akibat cuaca ekstrim. Dengan kewaspadaan sejak dini, maka dampak bencana dapat lebih diminimalisir. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo  saat membuka Forum kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrim di lantai III Pemkab Sleman Selasa (29-1-2013). Lebih lanjut disampaikan bahwa  dalam penanganan  bencana harus terbangun sistem koordinasi dan   sinergi yang baik, masing-masing pihak harus dapat berperan maksimal sesuai dengan kapasitasnya. Juga harus terbangun jaringan informasi yang solid, valid, serta didasarkan atas akurasi data. Yang perlu diperhatikan bahwa  untuk menghindari kesimpang siuran informasi maka  informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus mengacu pada informasi dari BMKG dan BPPTK, jangan sampai masyarakat justru menjadikan isu atau informasi yang tidak bertanggung jawab sebagai informasi yang tidak bertanggung jawab sebagai informasi yang dipercaya, sehingga seringkali menimbulkan kepanikan yang justru kontraproduktif  pada upaya mitigasi bencana. Oleh karena itu harus dapat menyampaikan informasi yang benar dengan cara efektif kepada masyarakat. Diharapkan pula jaringan informasi yang terbangun sampai dengan tingkat padukuhan bahkan RT, dapat segera menyampaikan informasi yang cepat kepada pemerintah, bila terjadi bencana. Sehingga pemerintah dapat segera memberikan bantuan dan kebutuhan masyarakat yang tertimpa bencana.

Kepala  BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) stasiun Geofisika kelas I Yogyakarta Drs. Bambang Suryo Santoso dalam presentasinya antara lain menyampaikan bahwa factor-faktor yang mempengaruhi cuaca dan iklim di Indonesia adanya fenomena global, fenomena Regional dan fenomena Lokal. Sedang awal terbentuknya putting beliung sangat dipengaruhi oleh tingkat pemanasan dipermukaan bumi, jika terdapat tempat yang suhunya paling tinggi secara signifikan (mencolok), maka tempat tersebut menjadi pusat tekanan rendah yang menghisap masa udara dari arah sekitarnya. Yang perlu diwaspadai oleh masyarakat tanda-tanda akan terjadinya putting beliung antara lain , satu hari sebelumnya, udara pada malam hari sampai pagi hari udaranya panas/pengap/gerah, sekitar pukul 10.00  pagi terlihat awan cumulonimbus berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Tahap berikutnya adalah awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi hitam gelap, terasa
ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri. Disamping itu perhatikan pepohonan disekitar tempat kita berdiri, jika ada dahan atau ranting yang bergoyang cepat, maka hujan dan angin kencang akan terjadi. Juga  bila terdengar sambaran petir yang cukup keras, kemungkinan akan terjadi hujan deras disertai petir dan angin kencang, dan biasanya hujan pertama kali turun adalah hujan tiba-tiba dan deras, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari lingkungan kita, serta jika 1 atau 3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim penghujan, maka ada kemungkinan hujan deras yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun angin kencang yang mendatar.

Disampaikan pula bahwa untuk mengantisipasi angin putting beliung antara lain dengan memangkas dahan pohon yang tinggi dan terlalu rimbun untuk mengurangi beban berat pohon tersebut, memperkuat bagian-bagian rumah dan mengganti atap yang telah rapuh, memperhatikan cuaca dan tanda-tanda akan terjadinya puting beliung, dan cepat berlindung atau menjauh dari lokasi kejadian, karena peristiwa fenomena tersebut sangat cepat, serta memperkuat papan iklan dan media yang rawan roboh saat terjadi angin puting beliung.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Sleman Drs. Urip Bahagia dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa  tujuan forum tersebut sebagai  wahana penyampaian persepsi penyelenggaraan penanggulangan bencana di wilayah Sleman, mengingatkan bahwa koordinasi saat operasional tanggap darurat merupakan hal yang sangat penting dalam penanggulangan bencana. Lebih lanjut disampaikan Urip Bahagia bahwa titik-titik rawan sungai yang perlu diperhatikan masyarakat adalah 300 meter kanan kiri sungai, daerah diluar belokan sungai, daerah yang mengalami penyempitan aliran, daerah yang elevasinya sama dengan sungai dan daerah yang berada di perpindahan elevasi sungai dari dalam ke dangkal. Dan yang sangat penting untuk diperhatikan oleh masyarakat untuk merespon peringatan dini antara lain m,enjauh dari lokasi bahaya yang diperkirakan, menjauhi sungai/ tidak melintasi sungai. Menuju ke titik kumpul, mengungsi ke tempat pengungsian, mengikuti petunjuk pengungsian melalui jalur evakuasi yang disepakati. Armada standby di titik kumpul, driver armada evakuasi terlatih, bergerak setelah komandan tanggap darurat peringtah ngungsi dan memprioritaskan kelompok rentan.
Ditambahkan pula oleh Urip bahwa dampak tingginya curah hujan di Sleman yang perlu diwaspadai adalah : potensi banjir lahar di Sungai Gendol-Opak, Boyong, Kuning, Krasak. Banjir dan genangan luapan drainase kota, Longsor di Kecamatan Prambanan dan angina kencang kecepatan 65 KM / jam, dampak diwaspadai terjadinya pohon tumbang dan kerusakan benda yang tertiup angin kencang.

Forum tersebut diikuti oleh 150 peserta antara lain para kapolsek yang masuk daerah rawan bencana, kepala desa yang rawan bencana, camat se Kabupaten Sleman, komunitas , perwakilan Korem 072, Kepala rumah sakit angkatan udara, BPPTK.

29
Jan

Sri Purnomo : Perijinan Masjid Juga Harus Sesuai Prosedur

Masjid adalah sarana bagi penganut agama Islam untuk melaksanakan kegiatan ibadahnya, baik yang berupa sholat, pengajian dll. Umat Muslim yang terus berkembang menuntut juga perkembangan sarana peribadatan khususnya masjid. Pada hari Kamis 24 Januari 2012 Bupati Sleman, Sri Purnomo melakukan peletakan batu pertama pada pembangunan Masjid Quwatul Islam yang berada di kawasan Perumahan Condong Catur, pada kesempatan tersebut hadir Camat Depok, Kepala Desa Condong Catur dan juga Kapolsek Depok.
Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyambut baik pembangunan Masjid Quwatul Islam, yang . Menurut Sri Purnomo, masjid yang berada disekitar komplek perguruan tinggi membutuhkan renovasi karena setiap tahun kawasan Condong Catur ini bertambah padat sehingga membutuhkan masjid yang lebih memadahi, beliau juga berharap agar masjid ini nantinya bisa menjadi tempat untuk belajar tentang Islam, sehingga masjid selalu ramai. Bupati Sleman juga mengingatkan agar perijinan pembangunan masjid ini administrasi perijinannya juga harus sesuai prosedur yang ada di Kabupaten Sleman.
Masjid Quwatul Islam ini direncanakan akan dibangun secara bertahap selama 3 tahun, Pembangunan Masjid Quwwatul Islam dengan luas tanah 536 m2 dan luas bangunan 745,35 m2 berupa bangunan dua lantai yang diperkirakan akan menelan biaya sebesar RP.1.852.800.000,00 ( Satu milyar delapan ratus lima puluh dua juta delapan ratus ribu rupiah ) yang bersumber dari swadana dan donasi dari semua pihak.

23
Jan

Sebanyak 785 Guru Lulus Sertifikasi

Bertempat di Gedung Serbaguna Sleman Rabu, 23 Januari 2013 telah dilaksanakan penyerahan sertifikat Pendidik Lulus tahun 2012 oleh Bupati Drs. H Sri Purnomo, MSI. Pada tahun 2012 Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kab. Sleman telah memfasilitasi pelaksanaan sertifikasi melalui pola pemberian Sertifikat Pendidik secara langsung (PSPL), Portofolio, dan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Rayon 111 Universitas Negeri Yogyakarta sebanyak 862 guru. Setelah dilaksanakan Penilaian Portofolio  dan proses PLPG yang dinyatakan lulus pada tanggal 28 Desember 2012 sertifikat pendidik telah diserahkan oleh UNY ke Dinas Dikpora Kab. Sleman. Dengan demikian sertifikat pendidik bagi Peserta Sertifikasi Guru Kuota Tahun 2012 yang telah dinyatakan lulus oleh Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11 UNY telah siap diterimakan. Dari 785 orang guru yang lulus sertifikasi, sertifikat pendidik yang telah terbit 780 sertifikat, sedangkan 5 orang guru peserta PLPG melalui UPI Bandung sampai saat ini belum terbit. Demikian laporan Kepala Dinas Dikpora Kab. Sleman Arif Haryono, SH.
Bupati Drs. H Sri Purnomo, MSI, mengatakan bahwa menerima sertifikat berarti guru juga memperoleh hak untuk mendapatkan peningkatan kesejahteraannya yang jumlahnya tidak sedikit. Besaran peningkatan penghasilan ini sudah diatur oleh Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 dan sudah menjadi ketetapan. Dengan peningkatan penghasilan ini sudah barang tentu kesejahteraan para guru akan meningkat. Namun perlu diingat, bahwa diberikannya tunjangan sertifikasi pendidik adalah untuk meningkatkan kinerja, kapasitas, dan profesionalias guru. Ini menjadi kewajiban saudara-saudara yang harus saudara penuhi. Guru pemegang sertifikat harus profesional dan memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Sesuai dengan tugas pemerintah untuk mencerdas­kan kehidupan bangsanya, maka menjadi tugas bersama untuk memberikan perhatian bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sleman. Pemerintah berfung­si untuk memberikan fasilitasi dan regu­la­si, sekolah dan guru adalah ujung tombak yang secara langsung bertang­gung jawab terhadap pening­katan mutu pendidikan bagi masyarakat.
Dengan menerima sertifikat  ini, diharapkan agar para guru dapat termotivasi untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dedikasi dan loyalitas untuk kepentingan masa depan bangsa dan negara. Selain itu guru juga dituntut untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa melalui jalur pendidikan serta menumbuhkan kreativitas dan inovasi guru dalam pembelanjaran dan model pembelajaran
Diharapkan pula agar para guru penerima sertifikat ini mampu menjadi motor penggerak di sekolahnya untuk membentuk lingkungan pendidikan yang sehat, dan kompetitif bukan saja bagi para guru tetapi juga siswa didiknya.
Profesi guru adalah profesi yang luhur karena memiliki tujuan utama memanusiakan manusia, menjadi manusia lebih beradab, bernurani dan bermoral tinggi. Oleh karena itu para guru harus memiliki etos pengabdian yang tinggi dan selalu berusaha semaksimal dan seoptimal mungkin meningkatkan kualitas dirinya. Saudara harus mampu menjadi teladan bagi rekan-rekan guru lainnya, bagi anak didik juga masyarakat di lingkungan tempat tinggal saudara.   
Proses sertifikasi guru, bukanlah sekedar upaya setiap guru untuk memenuhi seluruh persyaratan sertifikasi. Namun proses sertifikasi harus dimaknai sebagai proses menuju perbaikan, menuju peningkatan kualitas diri, dan profesionalitas para pendidik. Yang menjadi tujuan utama dari sertifikasi ini adalah peningkatan mutu pendidikan, yang terlihat dari kualitas para peserta didik. Dengan demikian, semakin banyak para guru di Sleman ini yang telah memperoleh sertifikat pendidik, berarti kualitas para peserta didik harus lebih baik dari tahun lalu, yang terlihat pada hasil nilai akademik, perilaku, maupun karakter siswa.
Tantangan yang lain, yang juga harus dijawab oleh para guru adalah adanya tuntutan dari para orang tua siswa yang menuntut, kepada para guru yang telah bersertifikat, harus mampu meningkatkan kualitas peserta didik. Guru yang bersertifikat harus bisa menghasilkan out put yang lebih baik, jika dibandigkan dengan guru yang belum bersertifikat. Berbagai tantangan ini harus dijawab oleh para guru dengan kinerja. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga, juga diminta untuk selalu memantau dan mengendalikan kualitas para tenaga pendidik, terutama guru yang telah bersertifikat. 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.