Arsip Kategori: Berita

16
Jul

Pasar Lebaran Digelar Selama Enam Hari

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Sleman kembali akan  menggelar Pasar Lebaran. Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tahunan Dinas Perindagkop Kabupaten Sleman dalam rangka menyambut Hari Raya Idhul Fitri. Pelaksanaan Pasar Lebaran yang rencananya digelar dari tanggal 14 sampai dengan 19 Juli 2014 ini di dukung oleh Bank BPD DIY Cabang Sleman. Pameran akan menempati Halaman Disperindagkop Jl. Parasamya No. 8 Sleman, mulai jam 09.00 WIB dan tutup pada jam 15.00 WIB.

Maksud diselenggarakannya kegiatan Pasar Lebaran ini selain untuk membantu UKM dan Koperasi binaan Disperindagkop dalam memasarkan produknya, juga untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang mana harga kebutuhan saat lebaran cenderung mengalami kenaikan.  Disamping itu  sekaligus sebagai ajang kegiatan sosial berupa penjualan paket sembako murah kepada masyarakat kurang mampu. Dengan pembelian Rp. 10.000 mendapatkan paket sembako senilai Rp. 50.000 yang terdiri dari, beras 2 kg, gula pasir 1kg, minyak goreng 1 pouch, kecap 1 botol.  Paket sembako murah ini ditujukan kepada 1225 orang warga kurang mampu di sekitar Pemda Sleman, dengan sasaran Desa Tridadi, Triharjo, Pendowoharjo, Sinduadi, Sendangadi, Tlogoadi, Tirtoadi dan Sumberadi. Pembelian harus menunjukan voucher yang telah dibagikan sebelum pelaksanaan Pasar Lebaran.
Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 70 UKM dan koperasi yang berada di Kabupaten Sleman. Adapun barang-barang yang akan ditampilkan selama pasar lebaran antara lain : aneka snack, aneka minuman, gula, minyak, makanan  siap saji, pakaian, assesoris, batik, dll.
Guna menarik perhatian pengunjung, beberapa atraksi kesenian akan ditampilkan seperti misalnya : juara nasyid tingkat SLTA se-Kab. Sleman, Juara I Penyanyi Tingkat SD, Juara menyanyi PNS dalam Pasar Lebaran tahun 2013,  orkes keroncong dari Dinas Perhubungan, lomba peragaan busana antar instansi, penampilan fashion show anak-anak dengan menampilkan hasil karya UKM Sleman, lomba menyanyi tunggal PNS Sleman, demo kreasi jilbab, demo rajut dan sulam pita, serta Organ Tunggal Disperindagkop Kab. Sleman.
Dalam kegiatan ini juga diselenggarakan pasar murah yang nantinya dapat diakses oleh seluruh pengunjung pasar lebaran.
Pameran pasar lebaran ini  merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam membantu warganya untuk mendapatkan kebutuhan pada saat lebaran dengan mempertemukan para pelaku usaha seperti Usaha Kecil Mikro dan Koperasi dengan warga masyarakat yang berada di sekitar Kantor Perindagkop maupun sebagai langkah dari pemerintah untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah kepada masyarakat kurang mampu melalui pembagian paket sembako.
Sementara penjualan sembako murah untuk pengunjung pasar lebaran juga akan dilaksanakan selama 6 hari. Barang yang dijual murah adalah minyak goreng Sania Rp11.000, gula pasir Rp 7.500 per kg, beras 64 dijual Rp 7.500 per kg dan telur. Untuk keseluruhan barang yang dijual murah selama 6 hari tersebut, minyak goreng sebanyak 1.000 liter,  gula pasir 800 kg, beras 600 kg, dan telur 300 kg, “Bagi pengunjung pasar lebaran bisa membelinya, tetapi harus mengambil kupon untuk antri, karena setiap hari  barang yang dijual jumlahnya dibatasi.Dengan ketentuan pembelian untuk masing-masing barang perorang dibatasi maksimal 2 kg kecuali minyak goreng 1 kg.
Untuk persyaratan lomba fashion show antara lain : PNS Pemda Sleman dengan menunjukan no NIP , sedangkan untuk  lomba menyanyi antar PNS Pemkab Sleman lagu yang dapat dipilih antar lain : Tuhan (Bimbo) , Demi Masa (Raihan), Kemuning (Hety Koes Endang), Aku Jatuh Cinta (broery M), Gubahanku (Broery M), Dia dia dia (Fathin), Ayat-ayat Cinta (Rossa), Andaikan Kau Datang (Koes Plus), Kekasih Gelapku (Ungu),

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Sleman kembali akan  menggelar Pasar Lebaran. Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tahunan Dinas Perindagkop Kabupaten Sleman dalam rangka menyambut Hari Raya Idhul Fitri. Pelaksanaan Pasar Lebaran yang rencananya akan di gelar dari tanggal 14 sampai dengan 19 Juli 2014 ini di dukung oleh Bank BPD DIY Cabang Sleman. Pameran akan menempati Halaman Disperindagkop Jl. Parasamya No. 8 Sleman, mulai jam 09.00 WIB dan tutup pada jam 15.00 WIB.Maksud diselenggarakannya kegiatan Pasar Lebaran ini selain untuk membantu UKM dan Koperasi binaan Disperindagkop dalam memasarkan produknya, juga untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika harga kebutuhan saat lebaran cenderung mengalami kenaikan.  Disamping itu  sekaligus sebagai ajang kegiatan sosial berupa penjualan paket sembako murah kepada masyarakat kurang mampu. Dengan pembelian Rp. 10.000 mendapatkan paket sembako senilai Rp. 50.000 yang terdiri dari, beras 2 kg, gula pasir 1kg, minyak goreng 1 pouch, kecap 1 botol.  Paket sembako murah ini ditujukan kepada 1225 orang warga kurang mampu di sekitar Pemda Sleman, dengan sasaran Desa Tridadi, Triharjo, Pendowoharjo, Sinduadi, Sendangadi, Tlogoadi, Tirtoadi dan Sumberadi. Pembelian harus menunjukan voucher yang telah dibagikan sebelum pelaksanaan Pasar Lebaran.Kegiatan ini rencananya akan melibatkan kurang lebih 70 UKM dan koperasi yang berada di Kabupaten Sleman.  Adapun barang-barang yang akan ditampilkan selama pasar lebaran antara lain : aneka snack, aneka minuman, gula, minyak, makanan  siap saji, pakaian, assesoris, batik, dll.  Guna menarik perhatian pengunjung, beberapa atraksi kesenian akan ditampilkan seperti misalnya : juara nasyid tingkat SLTA se Kab. Sleman, Juara I Penyanyi Tingkat SD, Juara menyanyi PNS dalam Pasar Lebaran tahun 2013,  orkes keroncong dari Dinas Perhubungan, lomba peragaan busana antar instansi, penampilan fashion show anak-anak dengan menampilkan hasil karya UKM Sleman, lomba menyanyi tunggal PNS Sleman, demo kreasi jilbab, demo rajut dan sulam pita, serta Organ Tunggal Disperindagkop Kab. Sleman. Dalam kegiatan ini juga akan diselenggarakan pasar murah yang nantinya dapat diakses oleh seluruh pengunjung pasar lebaran.Pameran pasar lebaran ini  merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam membantu warganya untuk mendapatkan kebutuhan pada saat lebaran dengan mempertemukan para pelaku usaha seperti Usaha Kecil Mikro dan Koperasi dengan warga masyarakat yang berada di sekitar Kantor Perindagkop maupun sebagai langkah dari pemerintah untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah kepada masyarakat kurang mampu melalui pembagian paket sembako.Sementara penjualan sembako murah untuk pengunjung pasar lebaran juga akan dilaksanakan selama 6 hari. Adapun barang yang dijual murah adalah minyak goreng Sania Rp11.000, gula pasir Rp 7.500 per kg, beras 64 dijual Rp 7.500 per kg dan telur. Untuk keseluruhan barang yang dijual muranh selama 6 hari tersebut, minyak goreng sebanyak 1.000 liter,  gula pasir 800 kg, beras 600 kg, dan telur 300 kg, “Bagi pengunjung pasar lebaran bisa membelinya, tetapi harus mengambil kupon untuk antri, karena setiap hari  barang yang dijual jumlahnya dibatasi.Dengan ketentuan pembelian untuk masing2 barang perorang dibatasi maksimal 2 kg kecuali minyak goring 1 kg. Untuk persyaratan lomba fashion show antara lain : PNS Pemda Sleman dengan menunjukan no NIP , sedangkan untuk  lomba menyanyi antar PNS Pemkab Sleman lagu yang dapat dipilih antar lain : Tuhan (Bimbo) , Demi Masa (Raihan), Kemuning (Hety Koes Endang), Aku Jatuh Cinta (broery M), Gubahanku (Broery M), Dia dia dia (Fathin), Ayat-ayat Cinta (Rossa), Andaikan Kau Datang (Koes Plus), Kekasih Gelapku (Ungu),

14
Jul

Kementerian Koperasi dan UKM Beri Dukungan Pada Pasar Rakyat di 24 Lokasi

Diadakannya pasar Lebaran yang diprakarsai Dinas Perindakop Kabupaten Sleman merupakan ekspresi dari keberpihakan pemerintah  dan dunia usaha, dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat khususnya masyarakat para sejahtera dalam memenuhi kebutuhan sandang dan pangan dengan harga terjangkau selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1435 H mendatang. Meningkatnya aktivitas umat Muslim pada pada bulan Ramadhan dan terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, sudah dipastikan akan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan masyarakat terutama sandang dan pangan. Meningkatnya kebutuhan pokok tersebut  menyebabkan terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Urusan Perdagangan Dalam Negeri  Kamenkop dan UKM, Ahmad Husein saat memberi sambutan pada pembukaan Pasar Lebaran di Halaman Dinas Paerindakop Kabupaten Sleman Senin 14 Juli 2014. Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam menyambut Hari Raya idul Fitri setiap tahunnya Kementarian Koperasi dan UKM selalu mendukung pelaksanaan Pasar Rakyat melalui paket sembako bersubsidi di berbagai  daerah termasuk  di pulau-pulau terpencil. Sedang pada tahun 2014 ini Kemenkop dan UKM RI memberikan dukungan Pasar Rakyat di 24 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia dengan melibatkan 1000 UKM dan membantu paket sembako murah kepada sekitar 40.000 keluarga para Sejahtera dan kurang mampu.

Sedangkan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pasar Lebaran yang berlangsung pada tanggal 14 sampai dengan 19 Juli 2014 agar  bermanfaat dan mendapat sambutan yang positif dari warga masyarakat.  Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka peningkatan pasar bagi para pelaku usaha di Kabupaten Sleman. Disatu sisi pasar Lebaran ini adalah satu upaya strategis untuk menjaga eksistensi dan membantu UKM-UKM Sleman dalam memasarkan produk-produknya. Event pasar lebaran ini juga cukup potensial bagi UKM Sleman untuk terus maju dan berkembang. DisisI lain melalui pasar lebaran ini, Pemerintah kabupaten Sleman berupaya memfasilitasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lebaran dengan harga yang terjangkau dan lebih murah, karena langsung dengan produsennya sendiri.
Pembukaan pasar Lebaran tersebut ditandai dengan penekanan sirine dan pelepasan balon oleh bupati Sleman. Disamping itu juga  pembuatan batik secara simbolis oleh Bupati Sleman, Asisten Deputi Urusan Perdagangan Dalam Negeri, Ketua DPRD Sleman dan Ketua Dekranasda, Hj. Kustini Sri Purnomo.
Sementara itu Kepala Dinas Perindakop Kabupaten Sleman Drs. Pustopo melaporkan bahwa tujuan pasar lebaran tersaebut untuk mempertemukan UKM dan Koperasi binaan Disperindakop dengan masyarakat setempat, guna dapat memenuhi kebutuhannya menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan harga yang relatif murah dan terjangkau. Pada pasar lebaran tersebut juga dijual paket sembako seharga Rp. 50.000,- yang dijual dengan harga Rp. 10.000,- bagi 1.225 orang warga masyarakat yang kurang mampu di sekitar pemkab sleman meliputi desa Triharjo, Tridadi, Pandowoharjo, Sinduadi, Sendangadi, Tlogoadi, Tirtoadi dan Sumberadi Mlati. Lebih lanjut disampaikan bahwa pasar lebaran tersebut diikuti 71 UKM Sleman yang terdiri pengusaha batik/pakaian 26 UKM, makanan dan minuman 38 UKM dan kerajinan 7 UKM.***
14
Jul

dr. Sunartono, M.Kes Dilantik Sebagai Ketua PMI Sleman Periode 2014-2019

Ketua PMI DIY Hery Yudianto, Jum’at, 11 Juli 2014 di Aula Lantai V JIH melantik pengurus PMI Kabupaten Sleman periode 2014 – 2019. Adapun pengurus PMI Sleman yang dilantik selaku Ketua dr. H. Sunartono, M.Kes yang juga Sekda Sleman dilantik. Sedangkan wakil ketua terdiri dari dr. H. Joko Hastaryo, M.Kes. Drs. H. Agoes Susilo Endiarto, M.Si, H. Sudiman, S.Ag.MPd.I, Sekretaris I H. Sarijan, S.Pd.I, Ketua II Drs. Krido Suprayitno, SE. MSi, Bendahara Dra. H. Sri Winarni, dan Anggota Sugeng Budi Setyo Purnomo, ST, Subardi, Tri Joko Saptono dan Tri Tukijo. Pelantikan ditandai dengan pembacaan surat keputusan, pengucapan sumpah, penandatanganan berita acara pelantikan dan penyerahan surat Keputusan.

Ketua PMI Sleman Sunartono usai dilantik menyampaikan bahwa saldo awal kas PMI Sleman tahun 2009 sebesar Rp 667 juta dan diakhir kepengurusan telah mencapai Rp 2,3 M dan capaian bulan dana PMI sebelumnya berkisar 100 – 150 juta dan saat ini mencapai Rp 580 juta dan untuk pengelolaan keuangan telah diaudit oleh tim independen. Sementara untuk perkembangan unit donor darah dengan adanya bus donor darah dan penggunaan sistem informasi manajemen layanan unit donor darah terus meningkat dari 400 kantong darah per bulan menjadi 800 kantong darah per bulan. Sedangkan untuk meningkatkan layanan kepalang merahan telah menambah karyawan dari 12 menjadi 19 orang.

Sementara itu Ketua PMI DIY Hery Yudianto menyampaikan pengurus PMI Sleman hendaknya dapat membangun dan mengembangkan organisasi agar dapat melaksanakan tugas dan fungsi dengan mandat dan penugasan yang diberikan gerakan palang merah internasional. Dan Nantinya mampu menegakkan danmengendalikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah internasional dan bulan sabit merah internasional. PMI Sleman dengan kondisi alam dengan ancaman terbesar erupsi gunung Merapi, banjir lahar hujan, angin topan/puting beliung, tanah longsor, gempa bumi, kekeringan dan kebakaran. Juga dengan penduduk yang begitu besar mencapai lebih dari 1 juta jiwa mempunyai tingkat kerawanan sosial yang tinggi menjadi tugas yang berat bagi PMI Sleman dan menjadi tantangan bagi pengurus untuk menjalankan tugas kemanusiaan dengan tanggap dan profesional. Profesional berarti mempunyai kemampuan khusus dalam melaksanakan tugas kemanusiaan dan tanggap berarti cepat mengetahui dan menyadari gejala/kondisi yang muncul.

Dalam kesempatan ini Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo juga memberikan kata sambutan menyampaikan pengurus PMI Sleman terima kasih kepada pengurus PMI Sleman yang telah mengabdikan diri dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan di Kabupaten Sleman. PMI Sleman sebagai garda terdepan pelaksanaan tugas kemanusiaan di Sleman telah terbukti mampu melaksanakan tugas misi kemanusiaan. Sehingga tugas PMI tidak hanya bergerak dalam bidang donor darah saja namun mempunyai tugas yang lain dalam bidang kemanusiaan. Bupati juga menyampaikan tingkat kesadaran masyarakat Sleman dalam bidang donor darah cukup tinggi dan PMI Sleman juga terus berkembang mengikuti dinamika perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang komplek dalam memberikan pertolongan masyarakat. Kehadirian PMI dapat bermanfaat dan sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk itu PMI dituntut  semakin profesionlal dan semakin cepat dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Bupati juga mengingatkan tugas sosial kemanusiaan PMI dijiwai dengan menolong tanpa pamrih, tanpa membeda-bedakan dan kehadiran PMI disambout posiitf masyarakat  sehingga mendorong kontribusi masyarakat semakin besar kepada PMI. Kondisi ini tentu dalam setiap  pelaksanaan bulan dana PMI bisa menggalang dana masyarakat yang cukup besar dan kedepan bulan dana bisa dilaksakan setap saat sehingga dapat mengumpulkan dana yang cukup untuk kegiatan operasional kemanusiaan, dan mempunyai sumber-sumber dana yang positif yang dapat meberikan kontribusi kepa da PMI Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.