Arsip Kategori: Berita

3
Dec

Natal Juga Diperingati Dengan Penanaman Pohon

Sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah umat kristiani di kabupaten sleman melakukan hakti sosial berupa penanaman 810 pohon penghijauan di Dusun Tanen, Hargobinangun Pakem. Pohon penghijauan berupa pohon Mahoni, pohon Sengon dan 10 diantaranya pohon langka. Hal tersebut disampaikan Ketua panitia perayaan Hari besar Kristiani kabupaten sleman Dra. Retno Susiati, SH. MM saat dijumpai diruang kerjanya. Lebih lanjut disampaikan bahwa bakti sosial berupa penanaman pohon dilaksanakan Minggu 1 Desember 2013 di Dusun Tanen, Hargobinangun Pakem yang melibatkan warga setempat. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Asekda Bidang Adminsitrasi R. Djoko Handoyo, SH, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman Dra. Ephipana Kristiyani, MM yang melakukan penanaman pohon penghijauan. Disampaikan pula bahwa tujuan kegiatan perayaan Natal Tahun 2013 tersebut untuk memuliakan Allah melalui berbagai kegiatan terutama menyanyi bersama dengan indah dan benar, serta memberikan kesaempatan kepada warga gereja untuk berapresiasi terhadap kegiatan gerejawi di kabupaten sleman.

Disampaikan pula bahwa pada hari yang sama Minggu 1 Desember tersebut juga dilakukan lomba Vokal Group di Aula Bappeda Sleman. Peserta dalam lomba Vokal Group tersebut Vokal Group dari Gereja-gereja yang ada di wilayah kabupaten sleman, setiap Gereja mengirimkan satu tim Vokal Group. Lomba vokal group menggunakan alat musik dan tidak diperbolehkan memakai alat musik elektronik. Lagu yang dilombakan Lagu wajib : BINTANG SANG RAJA dan lagu pilihan : Santa Claus is Coming to Town, Di Waktu malam yang cerah, Dia lahir untuk kami, White Chrismas, What Child Is This.

Sedang kriteria penilaian dalam lomba vocal group tersebut meliputi materi yang mencakup kualitas suaara, sonoritas suara, timbre/warna suara, ambitus/jangkauan suara dll. Tehnik yang meliputi produksi suara, pernafasan,pharasering, intonasi dan penguasaan nada, diksi dan ertikulasi. Disamping itu penilaian juga didasaarkan pembawaan lagu dan penampilan , antara lain tata busana, tata panggung dan tata tertib pentas. Para juara I sampai III akan mendapatkan uang pembinaan . Bertindak sebagai Dewan Juri Drs. Langgeng Sumujut, Albertus Wisnu, S.Sos, S.Sn dan Drs. Yoachim Agus Tridiatno, MA. Setelah melalui penjurian maka yang berhak sebagai juara I GBI Gesang Langgeng dengan nilai 1961, juara II GKJ Ngento-ento dengan nilai 1924, juara III Sanggar Nafsi Gira dari paroki Medari dengan nilai 1934, juara harapan I dari paroki Gamping dengan nilai 1774, dan juara harapan II dari paroki Banteng dengan nilai 1712.

Sementara program yang akan dilaksanakan besok Jumat 6 Desember 2013 pembinaan Rohani di Gua Maria Jatiningsih dengan peserta Karyawan Pemda Sleman, TNI, POLRI, DPRD dan BUMN/D. Bakti sosial /pengobatan gratis/pemeriksaan kesehatan besok Minggu 8 Desember 2013 di Dusun Jamur, Sendangrejo Minggir dan Perayaan Natal besok Selasa 30 Desember 2013 di Gedung Serbaguna Sleman dengan pesaerta Karyawan Pemda sleman, TNI.POLRI, DPRD, BUMN/D.
2
Dec

Bupati : Tugas Guru Bukan Hanya Meluluskan Anak Didik

Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 68 di Kabupaten Sleman dirayakan dengan Resepsi di Gedung Serbaguna Sleman, Jum’at, 29 November 2013. Hadir dalam kesempatan ini Wakil Ketua PGRI Pusat Dr. H. Sugito, MSi, yang sekaligus memberikan pencerahan kepada anggota PGRI Sleman dengan materi “Membangun PGRI Profesional, Kuat dan bermartabat”.

Dalam kesempatan ini Ketua PGRI Sleman Sudiyo, S.Ag, MPd mengatakan tema HUT PGRI kali ini adalah mewujudkan guru yang kreatif, inisiatif dengan menegakkan kode etik untuk penguatan kurikulum 2013. Sudiyo juga menyampaikan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT PGRI yakni Diklatpim bagi pengurus PGRI, aksi donor darah, lomba karya ilmiah, senam massal dan pemeriksaan darah untuk menjamin guru-guru sehat. Sudiyo juga menyampaikan keprihatinannya dan berharap pemecahan masalah ini kepada Bupati Sleman, karena sampai saat ini masih ada 6 Guru Tidak Tetap (GTT) yang sudah mengabdi di sekolah negeri selama 26, 27, 29, 31 dan 32 tahun yang masih belum diangkat menjadi PNS dan dalam acara ini untuk memberikan simpati kepada mereka diberikan sekedar penghargaan.

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI dalam sambutannya menyampaikan kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadimanusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. Sri Purnomo mengingatkan kembali, kompetensi dan profesionalisme guru diukur dari 4 standar yaitu standar kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik dan kompetensi akademik. Oleh karena itu, profesionalitas guru memang menjadi salah satu syaratutama mewujudkan pendidikan bermutu. Dan karenanya, pemerintah telah mengupayakan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan profesionalitas guru-guru di Tanah Air.

Dikatakan lebih lanjut dunia pendidikan adalah dunia yang sangat kompleks, baik permasalahan maupun tantangannya. Misalnya, upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik,selain harus ditunjang sistim pendidikan yang baik, infrastruktur prasarana dan sarana sekolahyang memadai, juga erat kaitanya dengan profesionalisme dan kesejahteraan guru. Terlebih lagi pada saat ini kesejahteraan guru juga telah diperhatikan oleh pemerintah. Bagi guru yang telah lolos sertifikasi, tentunya juga telah mendapatkan tunjangan profesi sehingga kinerja dankompetensi guru seharusnya juga meningkat. Sudah seharusnya kinerja dan kualitas guru menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Demikian pula bagi guru yang belum lolos sertifikasi, maka sudah selayaknya jika para guru yang belum lolos sertifikasi untuk senantiasa meningkatkan kapasitas dan kompetensinya, bukan saja untuk memenuhi persyaratan sertifikasi tetapi juga untuk bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan anak didiknya.

Di akhir sambutannya Bupati kembali mengingatkan bahwa target dari proses pendidikan bukan hanya untuk memperoleh nilai tinggi atau meluluskan anak didik saja, tetapi juga bagaimana mempersiapkan anak didik agar pandai dan juga memiliki moral serta budi pekerti yang baik. Dengan demikian anak-anak didik akan menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, berkarakter, berdaya saing, bermoral dan berakhlak mulia, mampu menghadapi tantangan global dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.***

2
Dec

RSUD Sleman Kini Miliki Taman Bacaan

Dalam rangka mensukseskan gemar membaca bagi masyarakat, RSUD Sleman menyambut baik tawaran PKK Sleman yang menginginkan di RSUD Sleman memiliki sebuah ruangan untuk Taman Bacaan Masyarakat. Hal itu disampaikan Direktur RSUD Sleman dr. Joko Hastaryo, M.Kes pada acara peresmian Taman Bacaan Masyarakat di Lantai II Ruang Alamanda RSUD Murangan. Taman bacaan ini dipandang sangat penting mengingat banyaknya pengunjung di RSUD pada ruang rawat jalan tiap hari mencapai 250 – 300 pasien serta rawat inap 218 kamar tidur. Dengan adanya taman bacaan ini tentunya akan sangat berguna untuk mengisi waktu bagi pasien maupun para pengantar dan penunggu untuk membaca buku selain untuk mengurangi kejenuhan juga untuk menambah pengetahuan.

Peresmian taman bacaan masyarakat di RSUD Murangan Sleman ini diresmikan oleh Bupati Sleman, Sabtu, 30 November 2013 bersamaan dengan puncak acara HUT RSUD Murangan Sleman yang ke 38 dengan agenda senam sehat, gerak jalan, dan panggung hiburan serta pembagian aneka doorprice bagi karyawan-karyawati maupun tenaga paramedis RSUD Sleman yang dipusatkan di lantai Basement yang baru dibangun di RSUD Murangan. Hadir dalam acara ini Ketua DPRD Sleman, Direktur BRI Sleman, Direktur Bank Sleman, Pimpinan PT Askes Sleman, Ketua TIm Penggerak PKK Kecamatan dan tamu undangan lainnya.

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI. Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepedulian PKK dalam memberikan edukasi bagi para pengunjung di RSUD Sleman dengan menghadirkan Taman Bacaan Masyarakat di lingkungan RSUD Sleman. Dan berharap TamanBacaan Masyarakat ini akan menjadi sumber inspirasi bagi peningkatan wawasan dan keilmuan para pengunjung di RSUD Sleman baik pasien, para karyawan maupun para kerabat pasien.Terlebih selama ini banyak waktu yang terbuang percuma selama menunggu atau mengantrilayanan kesehatan di RSUD Sleman. Waktu menunggu ini tentu akan lebih bermanfaat jikadihabiskan dengan membuka wawasan melalui membaca buku. Dengan demikian Taman BacaanMasyarakat ini dapat menjadi alternatif bagimasyarakat dalam menambah ilmu pengetahuan.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Sleman Dra. Kustini Sri Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh RSUD akan membantu keberadaan TBM akan sangat bermanfaat bagi pasien, penunggu, karyawan maupun paramedis. Dan antusias pengunjung cukup banyak sebelum dibuka saja sudah mencapai 15 – 20 buku yang dipinjam dan juga telah diadakan lomba karya ilmiah bagi pasien yang mengambil tema “Aku Ingin Sembuh” dan bagi pengunjung/pendamping pasien dengan tema “Kunjungan Menumbuhkan Harapan”, sedangkan bagi karyawan dan tenaga medis bertema “Mengintip Surga dari Ruang ICU”. TBM ini dilengkapi dengan buku-buku pengetahuan umum, maupun khusus, buku bacaan anak-anak, keagamaan dll, serta disediakan WIFI gratis dan DVD Player Monitor serta dilengkapi dengan pojok pintr dan layanan peminjaman ke bangsal-bangsal. Dalam kesempatan ini Ketua PKK Sleman membuka kesempatan kepada khalayak luas untuk rela menghibahkan buku-buku untuk melengkapi taman bacaan ini.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.