Arsip Kategori: Berita

11
Jun

Warga Diharap Tetap Menjaga Toleransi

Tim Terpadu Tngkat Pusat Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman, Selasa 10 Juni 2014. Tim dipimpin oleh Dirjen Kesbangpol Kemendagri A. Tanri Bali Lamo, disertai pula oleh Staf Ahli Kemenag Fatah, Direktur Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Ditjend Kesbangpol Kemendagri, Staf Ahli Kemenko Kesra Nurcecep, dan beberapa pejabat Kemdagri Lainnya   Kunjungan yang diterima di lantai III Pemkab Sleman ini diterima oleh Bupati Sleman, Wakil Bupati, Kapolres Sleman, Dandim Sleman, Ka Kan Kemenag DIY dan  Sleman, FKUB Sleman, Forum Kewaspadaan Dini Sleman serta Pejabat Sleman lainnya.

Kunjungan ini menurut Dirjen bukan berarti tidak percaya dengan penanganan yang telah dilakukan aparat Kabupaten Sleman, tetapi untuk memberikan apresiasi dan suport bahwa apa yang dilakukan oleh Pemkab Sleman dan jajarannya sudah tepat. Kunjungannya juga dimaksudkan untuk asistensi dan koordinasi langkah-langkah selanjutnya sehingga tidak berkembang jauh dan selesai di tingkat Kabupaten dan tidak dimanfaatkan oleh kelompok kepentingan tertentu apalagi ini mendekati Pilpres. Dan harapan bersama pelaksanaan Pilpres dapat berjalan lancar tidak terjadi gangguan apapun.

Dalam kesempatan ini Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI menyampaikan kronologi kejadian dan langkah-langkah yang telah ditempuh. Masyarakat tidak menerima keberadaan gereja karena belum ada ijin pendirian gereja dan pemilik bangunan Nico Lomboan pada awalnya menyatakan bangunannya untuk tempat tinggal namun dipakai untuk tempat ibadah/gereja. Berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri Sleman No 07/Pid/2013/PN Sleman, diputuskan terdakwa Nico lomboan terbukti bersalah menggunakan tanah tanpa ijin penggunaan tanah dari Bupati, karena tahun 2012 Bupati menolak pengajuan IPT karena karena tidak dapat melengkapi persyaratan ijin. Kemudian bangunan disegel dan kegiatan jemaat disarankan untuk kembali ke gereja induk bahkan kegiatan jemaat sementara pernah difasilitasi oleh Pemerintah desa dan Pemerinah Kecamatan Sleman. Tanggal 1 Juni 2014 pukul 08.00 telah terjadi pembukaan segel pada saat warga sedang kerja bhakti dan dilanjutkan dengan kegiatan ibadah jemaat El Shaddai di Rumah Pdt Niko Lomboan. Hal tersebut mengakibatkan kemarahan warga Pangukan di bawah pimpinan ustad Turmudzi dan warga kemudian langsung membubarkan peribadatan. Selanjutnya Pdt Niko, Kapolres Sleman, Kasat Pol PP, Camat Sleman dan Ustaqd Turmudzi mengadakan musyawarah membahas masalah tersebut dengan hasil jemaat dievakuasi keluar dan warga kembali ke rumah masing-masing. Warga juga menuntut agar bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah dirobohkan dengan jangka waktu 1 bulan apabila tidak ada tindak lanjut dari Pemerintah.

Kemudian pkl 11.45 datang segerombol orang menggunakan cadar lebih kurang 25 orang masuk kedalam area peribadatan dan merusak rumah dan sebagian isinya. Pkl 12.00 mereka membubarkan diri untuk sholat Dhuhur di Masjid Pangukan dan pkl 12.30 mereka kembali melakukan pengrusakan yang menyebabkan kerusakan pintu dan kaca jendela serta isi rumah Pkl 12.40 mass membubarkan diri.

Bupati juga menyampaikan langkah-langkah yang telah ditempuh yakni memasang segel dan penutupan dengan menggunakan seng oleh SatPOLPP, serta melakukan rapat koordinasi di Rumah Dinas Bupati dengan Wakapolda DIY, Dandim, Kapolres, FKUB, MUI Sleman agar permasalahan selesai dan tidak melebar. Bupati juga segera menghimbau kepada para pihak untuk mendinginkan suasana agar kembali tenang dan tidak memperkeruh keadaan yang hanya akan dimanfaatkan oleh kelompok/orang yg tidak senang kalau Sleman /DIY itu aman , tenang damai dan kondusif. Bupati juga menghimbau kepada kelompok masyarakat yang akan melakukan kegiatan agar melapor kepada pengurus RT/RW/Kadus atau Polsek. Sementara untuk masalah pengrusakan akan segera dilakukan aparat Kepolisian dengan adil. Kantor Kesbang Sleman juga akan memfasilitasi sosialisasi rehabilitasi paska kejadian melalui mitra kerja FKUB dan MUI Sleman serta dialog kerukunan umat beragama, tokoh masyarakat, MUI dalam rangka mengeliminir tindak kekerasan dan sukses Pilpres 9 Juli 2014. Selanjutnya acara diisi dengan dialog untuk mencari masukan dan tambahan pemikiran dalam menyelesaikan permasalahan konflik.***
10
Jun

Pelaksana Jasa Konstruksi Peroleh Pembekalan Untuk Hadapi Pasar Bebas

Untuk mempersiapkan SDM pelaksana jasa kontruksi yang berkualitas dalam menghadapi Pasar Bebas 2015, dilakukan pembekalan dan kemudian dilakukan uji kompetensi untuk mengukur kemampuan SDM. Hal ini yang sedang dilakukan Pemkab Sleman yang memperoleh dana dari Kementrian PU melalui Balai Pelatihan Kontruksi Wilayah II Surabaya. Pembekalan dan fasilitasi Uji Kompetensi pelaksana lapangan pekerjaan bangunan dilaksanakan selama tiga hari 9 s/d 11 Juni di Aula Lantai II Dinas PUP Kabupaten Sleman, diikuti oleh 30 peserta dari penyedia jasa kontruksi yang ada di Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan ini Kepala Balai Pelatihan, DR Samsul Bakeri, SIP. MSI, menyampaikan bahwa kondisi SDM pelaksana jasa kontruksi 10 % merupakan lulusan perguruan tinggi dan sisanya dari SMK, sementara yang bersertifikat baru mencapai angka 30 % padahal pasar jasa kontruksi Indonesia merupakan pasar terbesar di Asia. Jika  tidak dipersiapkan dari sekarang Indonesia akan kalah bersaing dalam menghadapi pasar bebas Asia 2015. Dengan pembekalan kepada pelaksana jasa kontruksi diharapkan bisa meningkatkan SDM yang handal dan manusiawi dan nanti bisa merebut pasar sendiri bahkan pasar luar negeri.
Sementara itu Assekda II bidang Pembangunan Drs. Suyamsih, M.Pd, menegaskan komitmen Pemda untuk setiap pekerjaan kontruksi yang dilakukan di Sleman dengan mensyaratkan pelaksana mempunyai sertifikasi kontruksi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas kontruksi bangunan di Sleman. Kejadian akhir-akhir ini dengan adanya ambruknya bangunan jembatan dan pertokoan bertingkat yang baru dalam proses pembangunan merupakan pelajaran yang amat berharga betapa pentingnya menjaga kualitas konstruksi bangunan. Karena dengan adanya kesalahan kontruksi maupun rekayasa kontruksi akibatnya sangat fatal. Terlebih dengan tantangan era global telah terdapat 3 negara yang menawarkan investasi maupun jasa kontruksi di Sleman, seperti Cina, Korea dan Jepang, menunjukkan bahwa negara-negara lain memandang Indonesia merupakan pasar yang cukup menjanjikan. Dengan pembekalan tenaga kontruksi bangunan di Sleman rekanan di Sleman menjadi profesional dan mampu bersaing di tingkat Asia dan bukan hanya menjadi penonton di negeri sendiri.***
9
Jun

PNS Purna Tugas Harus Tetap Produktif

Sebanyak 126 Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Sleman telah menerima Surat Keputusan Pensiun TMT 1 Agustus 2014 s.d. 1 Desember 2014 . Penyerahan SK Pensiun tersebut dilakukan bupati Sleman Drs. Sri Purnomo di Pendopo Parasamya Senin 9 Juni 2014. Hadir padaa kesempatan tersebut antara lain  Kepaala Kantor Regional I BKN Yogyakarta Dr. Purwanto, Kepala BKD DIY, Kepala PT Taspen Cabang Yogyakarta, Kepala PT Askes Cabang Sleman dll. Dari 126 penerima SK Pensiun tersebut terbanyak dari Dinas Pemuda dan Olah Raga yaitu sebanyak 120 orang. Sisanya dari berbagai instansi di kabupaten Sleman.

Pada kesempatan tersebut bupati Sleman menyampaikan bahwa keberhasilan penerima SK pensiun  dalam menyelesai­kan tugas dan tanggungjawab sebagai PNS, merupakan rangkaian satu proses kehidupan yang cukup panjang dan penuh perjuang­an. Tidak semua PNS berhasil seperti saudara. Cukup banyak PNS yang mengajukan pensiun dini karena sakit atau alasan lain. Tidak sedikit pula PNS yang karena melakukan pelanggaran berat akhirnya diberhentikan dengan tidak hormat. Purna tugas bagi PNS bukanlah akhir dari suatu pengabdian, melainkan merupakan wujud keberhasilan dari pengabdian saudara-saudara selama melaksanakan amanah sebagai abdi negara dan masyarakat.

               Sementara itu Kepala BKD Drs. Iswoyo Hadiwarno melaporkan bahwa untuk memberikan pelayanan kepada PNS calon purna
tugas telah dibangun komitmen dengan BKN, PT Taspen, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah dan seluruh SKPD dilingkungan
Pemkab Sleman, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan satu pintu dalam hal pengurusan SK Pensiun dan dokumen pendukungnya.
Sedang SK pensiun tersebut yang TMT 1 Agustus 2014 sebanyak 34 orang, TMT 1 September 2014 sebanyak 30 orang, TMT 1 Oktober 2014
sebanyak 21 orang, TMT 1 Nopember 2014 sebanyak 25 orang dan TMT 1 Desember 2014 sebanyak 16 orang.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.