Arsip Kategori: Berita

13
Aug

Dua Orang Tenaga Kesehatan Teladan Sleman Akan Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi

Dua (2) orang sebagai tenaga kesehatan Kabupaten Sleman terpilih sebagai tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi DIY. Kedua tenaga kesehatan tersebut yakni Dwi Mulyani, AMd. Petugas Gizi Puskesmas Godean I, Kategori Tenaga Gizi (Nutrisionis) dan Sumaryati, Am.Ak, petugas Laboratorium Puskesmas Sleman, Kategori Tenaga Kesehatan Masyarakat (Analis Laboratorium).

Keduanya menempati peringkat I setelah dilakukan penilaian oleh Tim Tingkat Provinsi DIY dan akan menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI di Jakarta sekaligus mendapat undangan untuk tatap muka dengan Presiden SBY di PRJ dan mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara 17 Agustus 2012 mendatang.

Dwi Mulyani yang bertempat tinggal di Grogol, Margodadi, Seyegan menjadi PNS sebagai petugas Gizi di Puskesmas Godean I, terpilih sebagai tenaga gizi teladan setelah usahanya melakukan pembinaan dalam upaya pemberdayaan masyarakat Kelompok Pendukung (KPIBU) Ibu menyusui sebagai asupan ASI ekslusif. Keterlibatannya dalam 44 Posyandu di wilayah kerja Puskesman Godean I inilah yang membuat terpilih sebagai petugas gizi teladan. Dalam posyandu dibentuk kelompok ibu menyusui dan ibu hamil dengan kegiatan saling bertukar pengalaman, menyampaikan ide dan permasalahan seputar ibu hamil dan ibu menyusui. Menurut Dwi Mulyani pada tahun 2010 untuk asupan ASI ekslusif mencapai 45 % dan tahun 2011 mencapai 51 % sedangkan untuk tahun 2012 meningkat 56 %, hal ini masih jauh dari target sebesar 80%. Namun menurutnya hal ini sudah bagus karena dilihat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini tentu tidak terlepas juga berkat dukungan dari kader-kader kesehatan di Posyandu binaannya yang setiap posyandu ada 5 kader dan 3 kader diantaranya dilatih dan setiap bulan selalu diadakan pertemuan rutin di Puskesmas. Tidak kalah pentingnya Kades di wilayah Godean juga mendukung dengan dibuatkannya SK Kader yang menambah kemantapan dalam ketugasan kader. Menurut Dwi Mulyani dengan dukungan kader semakin memperlancar tugas mengingat dengan 44 posyandu yang ada diperlukan pengaturan waktu, baik pagi maupun sore hari, karena setiap kegiatan posyandu yang dilaksanakan akan berusaha didatangi. Hal ini tidak mengurangi kewajibannya sebagai seorang ibu 3 anak dan suami Mujadi yang bekerja di PT KAI. Sebagai petugas gizi juga dilibatkan untuk membina berbagai kegiatan seprti lomba UKS, lomba kader kesehatan, lomba masak dll.

Sementara Sumaryati, Am.Ak, terpilih sebagai analis laboratorium teladan, bertugas dilayanan laboratorium Puskesmas Sleman, tiap harinya melakukan layanan standar Puskesmas meliputi pemeriksaan Darah, Urine dan faeces rutin. Tiap harinya terdapat sekitar 25 sampai 40 sampel yang diperiksa di lab Puskesmas, yang dapat membantu dokter untuk menegakkan diagnose penyakit. Mengingat wilayah Sleman merupakan daerah endemis demam berdarah, maka sebagai seorang analis, Sumaryati merasa terpanggil untuk ikut terlibat dalam upaya kewaspadaan dini terhadap penyakit demam berdarah diwilayah kerjanya. Hal ini dilakukan dengan cara setiap pemeriksaan yang dilakukan dibuat pemetaan wilayah yang dipampang didinding. Setiap daerah yang mengarah ada DB diberi tanda paku merah dan paku kuning. Hal ini untuk mempermudah dalam melakukan tindakan pencegahan oleh petugas kesehatan yang lain baik melalui penyuluhan maupun tindakan lainnya.***

10
Aug

Sekda Sleman: Korpri Harus Berperan Bagi Anggota dan Masyarakat

Ada sebagian masyarakat yang menilai KORPRI negatif  dan itu harus dijawab oleh segenap anggota Korpri dengan berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan peningkatan pelayanan pada masyarakat. Pengurus Korpri Kabupaten Sleman telah banyak berbenah dan telah banyak yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme. Hal tersebut disampaikan Sekda dr. Sunartono, M.Kes saat memberi sambutan pada acara pengukuhan dewan pengurus Korpri sub Unit dilingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sleman di Gedung Serbaguna Kamis 9 Agustus 2012. Lebih lanjut disampaikan bahwa sampai saat ini anggota Korpri ada iuran itu wajar, karena tanpa ada iuran maka kelangsungan hidup organisasi Korpri akan jalan ditempat. Iuran yang dilakukan sampai saat ini adalah untuk kelangsungan hidup karena iuran tersebut juga digunakan untuk kegiatan korpri. Lebih lanjut disampaikan Sekda bahwa Korpri harus mampu meningkatkan peran dan fungsinya agar lebih bermanfaat bukan saja bagi anggota tetapi juga bagi masyarakat dengan semanta jiwa Korsa.

Organisasi korpri yang beranggotakaan para PNS yang merupakan keluarga besar, jika ada anggota yang mengalami kesusahan dan musibah maka anggota yang lain juga merasakan hal yang sama. Dengan rasa kekeluargaan dan gotong royong yang kuat niscaya beban yang berat akan bisa dipikul dengan ringan, selama kebersamaan dan kekeluargaan tetap terjaga dengan baik. Ambil contoh apabila ada anggota korpri yang meninggal dunia, maka korpri harus mampu berperan untuk mengurus jenazah. Bantuan dapat berupa moril maupun material daan tetntunya termasuk urusan pemakaman Korpri harus tampil berperan. Diharapkan pula Korpri berhasil dan keberhasilan korpri bisa dirasakan anggota dan masyarakat pada umumnya. Bagaimana menghormati anggota, termasuk anggota yang meninggal dunia itu menjadi tanggung jawab bersama.

Menyinggung banyaknya anggota Korpri di Dinas Dikpora yang jumlahnya mencapai 7000 an orang, tetapi untuk mencari daarah saja rasanya sulit, dan itu perlu mendapat perhatian bersama. Terlebih apabila ada anggota yang memerlukan darah, kaarena banyaknya anggota korpri mestinya tidak terlalu sulit untuk mendapatkan darah. Untuk mengatasi hal tersebut Sunartono mewacanakan adanya kegiatan donor darah bagi korpri Dikpora, misalnya pas ada even tertentu dengan diadakan kegiatan donor darah. Donor darah bisa dilakukan secara massal dengan mengundang PMI, hingga pendonor tidak perlu repot-repot datang ke PMI tetapi cukup mengundang  petugas PMI nanti akan mendatangi. Mungkin yang belum pernah donor bisa jadi takut, tetapi sebenarnya hal tersebut tidak perlu terjadi, tetapi justru dengan donor darah maka kesehatan akan lebih terjaga dengan baik. Bahkan bagi yang sering donor darah secara rutin maka  tingkat kesehatan dan vitalitas akan lebih baik karena peredaran darah lancar. Karena sel darah ada umurnya, makanya kalau darah secara rutin diambil untuk donor maka akan lebih baik, disamping untuk kegiatan kemanusiaan.

Sedangkan pengukuhan dewan pengurus Korpri Sub Unit UPT pelayanan pendidikan kecamatan tersebut yang dikukuhkan sebanyak 17, pengukuhan tersebut secara simbolis dilakukan oleh ketua dewan pengurus Unit Dikpora Kabupaten Sleman Halim Sutono, SH dengan penandatangan berita acara pengukuhan. Sementara susunan personalia dewan pengurus Korpri sub unit UPT pelayanan pendidikan kecamatan secara baku ada penasehat, ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, wakil berdahara dan ada beberapa ketua sub bidang daan beberapa anggota. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain kepala dinas Dikpora Kabupaten Sleman Arif Haryono, SH dan para kepala bidang. Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula bantuan untuk masing-masing korpri sub unit UPT pelayanan kecamatan masing-masing Rp 2.000.000,00.

8
Aug

Komunitas Golf Kirim 300 Tanki Air ke Prambanan

Bantuan dari manapun sangat bermanfaat dan diperlukan oleh masyarakat khususnya Prambanan, Sleman terbuka untuk menerima bantuan droping air untuk prambanan. Seperti yang dilakukan komunitas pemain golf Kabupaten Sleman yang melakukan bakti social dengan membantu droping Air bersih sebanyak 300 tangki yang dilakukan secara bertahap, artinya tidak dilakukan sekaligus. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat melakukan bakti sosial droping air secara simbolis yang dilakukan di Dusun Gayam, Gayamharjo, Prambanan Rabu 8 Agustus 2012. Lebih lanjut disampaikan Bupati Sleman bahwa dalam pengiriman droping nanti dilakukan secara bertahap, artinya dalam satu hari bisa dilakukan beberapa tangki yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan disesuaikan dengan titik yang telah ditentukan.

Dikatakan pula bahwa bantuan yang diberikan untuk wilayah Prambanan ada di 101 titik, dan komunitas yang lain  bisa berkoordinasi bila akan melakukan bantuan droping air, dengan koordinasi yang baik diharapkan tidak akan terjadi penumpukan bantuan padaa titik-titk tertentu, agar bantuan bisa merata pada semua titik yang memerlukan. Kebutuhan air bersih untuk Prambanan memang cukup banyak, karena disamping untuk kebutuhan manusia juga untuk hewan pemeliharaan masyarakat, hingga kebutuhannya memang banyak. Dalam kesempatan tersebut bupati minta agar bantuan dan droping air tersebut dapat merata pada semua titik dan yang terpenting harus tepat waktu , jangan sampai terlambat, karena keterlambatan kebutuhan air akan berbahaya, terutama baagi hewan piaraan.

Untuk mencukupi kebutuhan air untuk wilayah Prambanan memang harus dipikirkan mulai dari sekarang, kalau hanya mengandalkan droping dengan tangki baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat secara sukarela biayanya akan banyak. Untuk itulah bupati minta agar sumur dalam yang pernah jalan untuk dihidupkan kembali dengan perbaikan disana sini, agar kebutuhan air wilayah Prambanan bisa tercukupi dengan biaya yang tidak terlalu banyak, dan yang penting secara rutinitas bisa dipenuhi. Dalam kesempatan tersebut Bupati minta agar  Dinas PU untuk melakukan cheking jaringan dan panel-panel yang masih ada untuk segera diperbaiki dan dijaga bareng-bareng dengan masyarakat. Agar kedepan kalau sumur dalam sudah bisa dioperasikan tidak perlu lagi menggunakan mobil tangki untuk droping air karena biayanya akan lebih mahal. Dalam menghadapi kemarau yang diperkirakan agak panjang tersebut masyarakat, khususnya Prambanan harus mampu berhemat air, artinya tidak sembarangan menggunakan air yang kurang perlu. Sedang penyerahan bantuan air secara simbolis tersebut ditandai dengan pengucuran air dari mobil tangki ke dirigen milik masyarakat Dusun Gayam yang dilakukan oleh Bupati Sleman, Direktur PD Bank Sleman, Muhammad Sigit, SE.MM, Ketua KONI Sleman Mujiman ST, Asekda bidang Administrasi Djoko Handoyo, SH, Camat Prambanan Sukamto, SH, Kapolsek Prambanan dan juga Danramil Prambanan, .

Sedangkan Camat Prambanan Sukamto,SH dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa daerah rawan kekeringan di Kecamatan Prambanan ada di 5 desa yaitu Gayamharjo, Wukirharjo, Sambirejo, Sumberharjo dan Bokoharjo. Dari kelima desa tersebut  yang paling banyak membutuhkan air adalah Gayamharjo ada 6 dusun, Wukirharjo 4 dusun Sambirejo 3 dusun, Sumberharjo 3 dusun dan Bokoharjo 1 dusun. Sedang bantuan yang sudah masuk antara lain BPD Prop. DIY 145 tangki,PGI 300 tangki, Tagana 90 tangki dan PNPN 20 tangki.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.