Arsip Kategori: Berita

10
Jul

Usaha Hiburan Umum, Rumah Makan, Restoran dan Hotel Dihimbau Untuk Jaga Kondusifitas Bulan Ramadhan

Untuk menjaga kondusifitas penyelenggaraan usaha hiburan pada bulan Romadhon, Pemkab Sleman menetapkan peraturan bupati nomor 26 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan Umum, Rumah Makan, Restoran dan Hotel pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Perbup ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 3 Juli 2013.

Para penyelenggara usaha hiburan umum (café, karaoke, game net, game station, game centre, salon, spa, panti pijat/refleksi dan usaha lain yang sejenis) rumah makan, restoran dan hotel diharapkan untuk menjaga suasana kondusif dengan mengemas tampilan usahanya dalam nuansa islami. Disampaikan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman, Drs. Joko Supriyanto bahwa perbup tersebut menentukan usaha hiburan umum tutup mulai 1 (satu) hari sebelum hari pertama bulan Ramadhan yang ditetapkan oleh Pemerintah sampai dengan hari keenam bulan Ramadhan.

Sedangkan jam operasional usaha café, karaoke dan usaha lain yang sejenis dimulai pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB. Usaha game net, game station, game centre dan usaha lain yang sejenis dimulai pada siang pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB, malam pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB.  Salon, spa, panti  pijat/refleksi dan usaha lain yang sejenis dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Usaha hiburan tersebut juga tidak menyediakan minuman keras/minuman beralkohol serta menjaga ketertiban, keamanan dan ketentraman dalam penyelenggaraan kegiatan usahanya.  Pelaksanaan dan pengawasan terhadap terhadap ketentuan-ketentuan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dan Satuan Polisi Pamong Praja serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

10
Jul

Pemkab Sleman Himbau Ketertiban Pemasangan Alat Peraga Kampanye

Pemkab Sleman berupaya untuk mewujudkan komitmen menyukseskan Pemilu di tahun 2013 baik pilpres, pemilukada maupun pemilihan legislatif. Upaya tersebut diwujudkan dengan menertibkan alat peraga kampanye.  Sesuai dengan Perbup nomor 13 tahun 2013 tentang alat peraga kampanye tertanggal 23 Mei 2013, Pemkab Sleman memperbarui perbub lama perihal yang sama dikarenakan perbup yang lama belum mengatur mengenai ijin reklame dan retribusi bagi alat peraga kampanye.

Disampaikan oleh, Drs. Ardani, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Kabupaten Sleman bahwa dalam perbup tersebut diatur bahwa alat peraga kampanye berdasar perda nomor 14 tahun 2003 harus melalui ijin pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, sedangkan untuk retribusinya mengacu pada perda nomor 6 tahun 2011 kecuali apabila alat peraga kampanye tersebut menggunakan aset daerah maka perizinannya harus melalui Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.  Dalam pasal 2 ayat 4 disebutkan bahwa pemberian ijin pemasangan alat peraga kampanye diberikan berdasarkan rekomendasi dari kepala kantor kesbang dan atau ijin dari kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah apabila menggunakan barang milik daerah.

Dalam perbub juga diatur adanya lokasi yang dilarang untuk dipasangi alat peraga kampanye serta lokasi-lokasi yang diperbolehkan. Perizinan yang dikenakan pada pemasang alat peraga kampanye lebih merupakan pengendalian agar sesuai dengan perbup yang berlaku.

Sedangkan untuk materi yang dimuat dalam alat peraga kampanye diwajibkan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan : sopan, tertib, mendidik, bijak dan beradab, tidak mengandung unsur SARA, tidak bersifat pornografi dan tidak bersifat provokasi. Pemasangan alat peraga kampanye pada masa kampanye sesuai dengan jadwal kampanye yang disusun oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Sleman. Untuk pemasangan diluar masa kampanye paling lama 5 (lima) hari sebelum dan sesudah kegiatan-kegiatan seperti HUT partai, pendirian partai dan rapat koordinasi partai meliputi muktamar, musyawarah besar/musyawarah nasional, konggres, kegiatan social dan budaya, perlombaan olahraga, istighosah, senam, jalan santai, tabligh akbar, kesenian dan bazaar.

Ardani juga mengatakan bahwa saat ini sudah banyak yang memasang atribut kampanye yang belum berizin, untuk itu Ardani menghimbau agar segera mengajukan perizinannya. Bagi pelanggar akan diberikan teguran dari Panwas yaitu 3 kali teguran tertulis kemudian baru dilakukan tindakan langsung berupa penurunan atribut yang dipasang.  Untuk itu masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam melakukan melakukan pengawasan. Apabila terjadi pelanggaran, dapat dilaporkan pada Panwas Kabupaten di nomor 865753 atau panwas kecamatan. Masyarakat juga diminta untuk mengawasi kegiatan-kegiatan kampanye yang dilakukan caleg/parpol dalam bulan Romadhon.

9
Jul

Nilai Kegotongroyongan Menjadi Modal Pembangunan Daerah

Puncak acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat di Kabupaten Sleman dilaksanakan, Senin, 7 Juli 2013 di Balai Desa Sardonoharjo Ngaglik. Sebelumnya Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI. Didampingi Ketua DPRD Sleman, Kuswanto, SH. Assek II dan pejabat Sleman lainnya mengadakan serangkaian peresmian proyek.

Proyek yang diresmikan meliputi peresmian jalan Gondang legi, Randu Gowang dan Karangmloko Sariharjo, peresmian jembatan penghubung padukuhan  Wonosari dan Wonosobo Sardonoharjo, peresmian instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal dan pos Kamling Bulusan Sardonoharjo, peninjauan pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di Puskesmas Ngaglik I dan peresmian pembangunan kantor Kecamatan Ngaglik.

Selesai rangkaian acara peresmian dilanjutkan dengan peninjauan basar dan pasar murah kegiatan UP2K se Kabupaten Sleman serta simulasi kegiatan PKK KB Kesehatan di lapangan depan Balai Desa Sardonoharjo. Kemudian Puncak acara BulanBhakti Gotong Royong yang dilaksanakan di Balai Desa Sardonoharjo. Dalam acara ini Bupati Sleman membagikan trophy dan piagam penghargaan kepada para prestator bidang KB dan kesehatan serta penguatan modal bagi 3 kelompok UPPKS yakni UPPKS Makmur Randugowang Sariharjo Rp 5 juta, UPPKS Kamboja Gemutri Sukoharjo Rp 10 juta dan UPPKS Makmur Blekik Sardonoharjo Rp 10 juta.

Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan kegotongroyongan dan keswadayaan membuat masyarakat senantiasa hidup rukun di setiap wilayah bersama-sama mengembangkan kehidupan keluarga dan kerabat.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.