Arsip Kategori: Berita

22
Nov

5000 Guru Senam Bersama Peringati Hari PGRI dan HUT KORPRI

Senam Sehat dalam rangka HUT KORPRI ke 42 dan HUT PGRI ke 68 yang berlangsung di Lapangan Denggung diikuti hampir 5.000 peserta dari Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemkab Sleman dan sebagian besar dari para Guru di kabupaten Sleman. Acara ini juga bekerjasama dengan ASKES Sleman. Senam Sehat dengan berbagai Door Prize tersebut menarik sebagian peserta senam, terbukti peserta tidak beranjak untuk menunggu undian door prize utama berupa satu Sepedaa Motor persembahan dari Indo Jaya Motor. Di samping doorprize utama verupa sepeda motor juga masih ada dua sepeda gunung, dua Televisi dan beberapa doorprize manarik lainnya.

Ditempat seputaran parkiran lapangan Denggung juga dibuka berbagai stand kerajinan, busana, tanaman hias, fashion dll dari UMKM Kabupaten Sleman.

Ikut meramaikan Senam Sehat tersebut antara lain Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, Assekda Bidang Pemerintahan, Bidang Pembangunan dan Bidang Adminstrasi, juga beberapa kepala SKPD. Pada kesempatan tersebut Bupati sleman menyampaikan bahwa dengan senam sehat bisa menguatkan anggota badan dan akan selalu siap dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, kepada para guru akan membuat badan lebih sehat dalam rangka mendidik generasi muda penerus bangsa yang cerdas di Kabupaten Sleman. Dengan senam sehat tersebut diharapkan akan membuat lebih semangat dalam pengabdian kepada masyarakat, yang jelas kalau senam dilakukan secara rutin maka kondisi tubuh akan selalu terjaga baik.


Setelah dilakukan pengundian doorprize maka hadiah utama berupa satu sepeda motor Suzuki Nex jatuh pada Maya Puspitaningrum dari Guru SD Jetis Caturharjo Sleman. Hadiah diserahkan oleh Asekda Bidang Admistrasi R. Djoko Handoyo, SH.
21
Nov

33 Kepala Desa Dilantik

Sleman, 21 Nopember 2013, bertempat di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, dilaksanakan acara pengambilan sumpah dan pelantikan 33 Kepala Desa periode 2013-1019. Pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut dihadiri oleh fokompimda, anggota Badan Permusyaratan Desa (BPD) dan para jabat di liungkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Tiga puluh tiga kepala desa tersebut berasal dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman. Proses pemilihan kepala desa ini dimulai pada tanggal 17 Oktober 2013 sampai dengan 10 Nopember 2013. Pelaksanaan Pilkades tersebut diikuti 112 orang bakal calon dan dilaksanakan secara bertahap dengan 6 hari pelaksanaan, yaitu Kamis 17 Oktober 2013 untuk 6 desa yaitu Sindumartani, Widodomartani, Caturharjo, Sendangrejo, Argomulyo dan Kepuharjo. Sabtu 19 Oktober 2013 3 desa yaitu Pandowoharjo, Donokerto dan Purwobinangun, Minggu 20 Oktober 2013 untuk 21 desa, Senin 21 Oktober 2013 untuk 1 desa yaitu Hargobinangun, Rabu 23 Oktober 2013 untuk 1 desa yaitu Tirtomartani dan Minggu 10 Nopember 2013 untuk desa Purwomartani. Pelaksanaan pilkades yang diadakan tahun 2013 ini dapat berjalan lancar.

Dalam sambutannya Bupati Sleman menyampaikan, kegiatan pilkades ini merupakan proses demokrasi yang harus dijalani, proses Pilkades bukan ajang kejuaraan untuk mencari pemenang, kemenangan dalam demokrasi adalah kemenangan milik masyarakat. Proses pilkades tentunya tidak mungkin memuaskan semua pihak, tetapi setelah dilakukan pelantikan ini, seluruh kepala desa terpilih harus segera mengakhiri friksi-friksi yang mungkin terjadi pada saat pilkades kemarin. Sri Purnomo berharap seluruh kades dapat merangkul seluruh pihak untuk sama-sama memajukan desanya. Sri Purnomo juga mengucapkan terima kasih kepada kepala desa yang purna tugas, dan kepada kades yang baru Sri Purnomo berharap dapat meneruskan pembangunan yang telah dilaksanakan, yang belum dilaksanakan segera dilaksanakan, apabila ada permasalahan segera di musyawarahkan dan di evaluasi agar dapat segera dicarikan solusi. Kades harus menjadikan BPD sebagai mitra dalam melaksanakan pemerintah di desa. Sri Purnomo juga mengingatkan bahwa saat ini menjadi seorang pemimpin itu harus mau melayani, bukan minta dilayani oleh karena itu Kades harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakatnya.

19
Nov

30 KK Prambanan Bebas Miskin

Berbagai hasil pembangunan PNPM Mandiri Perdesaan di wilayah Kecamatan Prambanan diresmikan Bupati Sleman Sri Purnomo, ditandai dengan penandatanganan Prasasti Selasa 19 Nopember 2013 di Aula Budi Pekerti Kecamatan Prambanan. Disamping itu juga dilakukan penyerahan dana sosial UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Prambanan, pemberian Reward kelompok SPP, penyerahan kembali Kartu Miskin dari RTM kepada Bupati Sleman serta penyerahan Akte Kelahiran keluarga Miskin oleh bupati sleman, yang dilanjutkan peninjauan hasil pembangunan. Pada kesempatan tersebut juga diadakan pameran potensi hasil wirausaha kelompok SPP, yang mendapat apresiasi Bupati Sleman. Juga dilakukan penyerahan Kartu Miskin dari Rumah Tangga Miskin atas inisiatip sendiri kepada bupati sleman, Kartu Miskin tersebut dari Desa Wukirharjo Prambanan sebanyak 28 Kartu yang diserahkan kepala Desanya, Desa Maadurejo 5 Kartu Miskin dan Bokoharjo sebanyak 2 Kartu Miskin yang diserahkan Kepala Desanya Haryono.

Hasil pembangunan yang diresmikan bupati berada di Dusun Candirejo, Marangan Bokoharjo Prambanan berupa pembangunan Talud sepanjang 340 meter dan Talud hasil PNPM -MPd sepanjang 700 meter di Dusun Majasem – Polengan Bokoharjo Prambanan .Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Dr. Siswatiningsih, SU mewakili GKR Hemas, Kapolsek Prambanan, Danramil Prambanan, Kepala Dinas Nakersos Drs. Untoro Budiharjo.

Pada kesempatan tersebut bupati sleman dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa dengan diresmikannya hasil PNPM MPd pada hari ini merupakan salah satu wujud konsistensi program PNPM dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program mulai dari program pembangunan fisik hingga fasilitasi anak sekolah dan bantuan alat produksi bagi rumah tangga miskin. Diharapkan dengan penyerahan dana sosial ini, masyarakat penerima dapat segera memanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Akan lebih baik kalau dana sosial yang disalurkan melalui kelompok simpan pinjam (SPP) ini bisa dimanfaatkan untuk modal kegiatan ekonomi produktif atau mengembangkan usaha yang selama ini telah digeluti yang sering kali terbentur pada masalah pengadaan alat dan modal.

Bupati juga berpesan kepada penerima manfaat, walaupun ini adalah dana sosial, namun jangan sampai dana ini dipergunakan untuk kegiatan konsumtif atau untuk keperluan yang tidak produktif. Jika bantuan dalam bentuk hewan ternak agar dipeliharalah dengan baik sehingga dapat berkembang biak sebagai aset produktif. Selain itu bantuan peralatan produksi juga hendaknya dapat benar-benar merupakan kebutuhan rumah tangga miskin sehingga KK miskin juga dapat berproduksi dengan maksimal. Dengan demikian, bantuan ini tentunya bisa semakin meningkatkan pendapatan keluarga bahkan memberikan nilai positif bagi peningkatan kesejahteraan lingkungan sekitar. Dengan demikian, penyaluran dana sosial ini bisa semakin membantu upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan.

Diharapkan pula dengan adanya bantuan ini, masyarakat khususnya masyarakat miskin dapat memiliki akses dan kesempatan untuk memberdayakan dirinya dalam bentuk kegiatan ekonomi. Bahkan akhirnya dapat pula berdampak pada kesejahteraan keluarga dan kualitas hidupnya di masyarakat. Dengan demikian akan lebih banyak lagi rumah tangga miskin yang berhasil “mentas” dari kemiskinannya di Prambanan ini. Perlu diketahui di Kecamatan Prambanan tercatat sebagai kecamatan dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi yakni sekitar 6,6% dari total jumlah KK Kecamatan Prambanan. Tercatat sejumlah 3.132 KK merupakan KK miskin dari total 46.857 total KK di Kecamatan Prambanan.

Permasalahan kemiskinan merupakan masalah yang perlu ditangani secara lintas sektoral, terpadu, berkesinambungan dan sinergis. Hal ini dikarenakan masalah kemiskinan merupakan sumber muncul dan berkembangnya permasalahan sosial yang lain, seperti anak terlantar, pengemis, gelandangan, keluarga berumah tak layak huni, tuna susila dan sebagainya. Oleh karena itu, masalah kemiskinan merupakan masalah yang harus ditangani secara serius baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Penanggulangan kemiskinan masih menjadi isu sentral yang memerlukan penanganan yang lebih intensif dan terkoordinatif. Terlebih dengan musibah erupsi merapi beberapa saat lalu, tentunya akan menambah jumlah kemiskinan di Kab. Sleman. Dengan demikian, kondisi ini menuntut kerja karas kita semua, untuk berupaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Sleman ini.

Sementara itu camat Prambanan Abu Bakar ,S.Sos, Msi melaporkan bahwa alokasi dana sosial UPK kecamatan Prambanan tahun 2013 sebesar Rp. 131.100.000,- Daana tersebut antara lain untuk Droping Air OPA Gayamharjo, OPA Sambirejo, OPA Bokoharjo. Untuk bantuan Kambing bergulir kepadaa semua Desa se Kecamaatan Prambanan, bantuan alat produksi dan perlengkapan sekolah untuk 150 anak.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.