Arsip Kategori: Berita

19
May

Bupati: UNAS SD Harus Lebih Baik dari Tahun Lalu


Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo memantau langsung jalannya pelaksanaan UNAS SD yang secara serentak dilaksanakan mulai Senin-Rabu 18-20 Mei 2015. Setiap harinya meliputi satu mata pelajaran, hari Senin 18 Mei 2015 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia , hari Selasa Mata pelajaran Matematika, hari Rabu mata pelajaran IPA. Pada kesempatan tersebut Bupati didampingi antara lain Asekda bidang Pembangunan Dra. Suyamsih,Kepala  Dikpora Arif Haryono, SH, Kepala Bagian Humas Dra. Sri Winarti. Dll.
Sekolah Dasar yang sempat disambangi Bupati tersebut yaitu SDN Margomulyo I yang dalam Unas tersebut diikuti 30 siswa yang terdiri 12 Laki-laki dan 18 Perempuan. Berikutnya bupati menyambangi SD N Sutan Kecamatan Minggir yang dalam Unas tersebut diikuti 19 siswa , sekaligus bupati ikut kerja bakti membersihkan parit    yang kebetulan letaknya kerja bakti dekat SD Sutan.
Kepada kepala sekolah dan guru yang disambangi bupati berharap agar pelaksanaan Unas tersebut berjalan lancar dan sukses, termasuk dalam mengawasi Unas pengawas berlaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan berbuat yang berlebihan artinya menyimpang dari ketentuan yang berlaku, terutama  dalam memberlakukan tata tertib saat ujian berlangsung. Yang jelas dalam Unas 2015 tersebut nilai kelulusan jauh lebih baik dibanding tahun 2014, baik kualitas maupun kuantitas kelulusannya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Arif Haryono, SH menyampaikan bahwa Unas tahun 2015 di kabupaten Sleman diikuti 14.882 siswa yang terdiri 7.784 Putra dan 7.098 Putri. Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan UNAS bisa diukur dengan dua hal, yaitu sukses penyelenggaraan dan sukses capaian kelulusan peserta UNAS.
18
May

51 Bregada Ramaikan Upacara Hari Jadi ke 99 Kabupaten Sleman

Puncak acara hari Jadi Kabupaten sleman ke 99  tahun 2015 ditandai dengan Upacara di Lapangan Denggung Jumat 15 Mei 2015. Dalam puncak acara tersebut beberapa Bregodo di kabupaten sleman ditampilkan sebanyak 51 Bregada, antara lain Cucuk lampah, Pembawa pusaka dan Rontek, Bregada BSW Gamping, Bregada Abdi dalem Kabupaten Sleman, Bregada Paguyuban Sekar Sedah, Bregada Gandrungarum Cangkringan, dll  Disamping beberapa bregada yang mengikuti upacara , juga ada bregada Pamaos Donga dari Kemenag Sleman.

Dari beberapa Bregada tersebut diberangkatkan dari lima titik , yaitu dari Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Perempatan KPU, Ngancar Kidul, Jalan Gito-Gati dan Mulungan. Acara diawali dengan pengambilan pusaka Tumbak Kyai Turunsih, Lambang Sleman, Mega Ngampak, Bendera Merah Putih dan Umbul-umbul yang selanjutnya dikirab menuju Lapangan Denggung. Upacara dipimpin oleh Inspektur Upacara Sekda DIY Drs. Ihsanuri mewakili Gubernur DIY. Dalam sambutannya, Gubernur DIY mengatakan diantaranya bahwa  sebagai bukti kewajiban dan tanggungjawab kita sebagai masyaraat untuk mengamalkan sasanti yang tertulis dalam Wedatama yaitu “ngelmu iku kalakone kanti laku”. Hal ini dikarenakan semua petuah agung dan pitutur luhur peninggalan leluhur tersebut tidak hanya terhenti dalam wacana lisan namun bisa terlaksana jika dilakukan dengan tindakan dalam kehidupan. hal ini berarti bahwa tuntunan normatif harus menjadi tatanan aplikatif. tidak hanya memahami isi “tembung”, WHAT IS, namun wajib meuwujudkan “tembang”, WHAT FOR, yang mengejawantah dengan tindakan dan perilaku.  

Sedangkan Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman kali ini, merupakan peringatan hari jadi yang ke-99. Pada tahun ini pula, merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD tahun 2010 – 2015. Selama 99 tahun, Kabupaten Sleman telah melwati berbagai dinamika baik politik, ekonomi, sosial, maupun budaya. Sehingga selama 99 tahun tersebut, telah membentuk kontruksi masyarakat dengan ciri khas sebagai masyarakat Sleman yang SEMBADA dan menjadi bagian yang tidak terpisahakan dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat dan budaya Sleman menjadi salah satu sokoguru keistimewaan Yogyakarta. Dan sebaliknya, Keistimewaan Yogyakarta menjadi payung agung yang ngayomi, ngiyupi, dan ngayemi masyarakat dan budaya Sleman.

Nilai-nilai budaya senantiasa menjadi kunci keberhasilan pembangunan dan pemerintahan di Kabupaten Sleman. Nilai-nilai budaya adiluhung yang termanifestasikan dalam kearifan lokal masyarakat, semangat kebersamaan dan kegotong royongan, serta peduli kepada sesama, menjadi modal dasar dalam menggerakkan roda pembangunan dan pemerintahan. Pemerintah dan masyarakat terus berupaya membumikan nilai-nilai budaya adilihung ini, dalam membangun karakter generasi Sleman yang tanggap, terampil, tangguh, berdaya saing, dan berbudi pekerti luhur.

Untuk memeriahkan acara dilapangan Denggung juga dipentaskan tari  Tepak-Tepak Pawestri garapan Eko Ferianto, SSn dengan 75 penari yang menggambarkan kegiatan masyarakat dalam bercocok tanam. Hal ini mengingatkan bahwa sebagai lumbung beras DIY Sleman perlu dipertahankan mengingat lahan pertanian saat ini terus berkurang untuk pembangunan fisik.

Diakhir acara juga dilakukan pelepasan balon berhadiah oleh Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Bupati Sleman dan Ketua DPRD Sleman, serta devile pasukan peserta upacara yang mendapat sambutan yang cukup meriah dari tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan.

Upacara  Puncak Hari Jadi Sleman ke 99, juga dilakukan di Kantor Kecamatan dan setiap sekolah di Kabupaten Sleman dengan guru dan siswa juga memakai pakaian  kebaya adat Jawa bagi perempuan dan laki-laki memakai Surjan Mataraman Jangkep dengan tata upacara menggunakan tata Upacara Adat Ngayogyakarto Hadiningrat. Kegiatan ini dimaksudkan agar hari jadi dapat memasyarakat karena  Hari Jadi bukan merupakan milik Pemkab Sleman tetapi merupakan milik masyarakat Kabupaten Sleman dan lebih mengenalkan budaya daerah kepada para siswa. Sementara itu seluruh pegawai Pemkab Sleman diwajibkan memakai kebaya adat Jawa bagi PNS perempuan dan untuk PNS Laki-laki memakai Surjan Mataraman Jangkep. ***
15
May

Satgas “Gandasari” Minggir Dikukuhkan

Satgas anti Narkoba desa Sendangsari Minggir secara resmi telah dikukuhkan oleh Wakil Bupati Sleman DR. Yuni Satia Rahayu, yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan. Pengukuhan dihadiri antara lain oleh Kepala Dinas Nakersos Drs. Untoro Budiharjo, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik Jasim Sumirat, SH.

Wakil Bupati Sleman dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa dengan dilantiknya Satgas ”GANDASARI” ini Wakil Bupati mengharapkan akan semakin menumbuhkembangkan budaya dan gerakan anti napza. Pada akhirnya masyarakat khususnya generasi muda akan semakin terhindar dan terbebas dari penyalahgunaan napza.
Wakil Bupati berharap satgas ini dapat bekerja dengan maksimal dan senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak agar perang melawan napza ini dapat berjalan efektif. Wakil Bupati sungguh prihatin dengan masalah penyalahgunaan narkoba ini. Hal ini karena masalah narkoba merupakan ancaman serius bagi seluruh warga masyarakat. Peredaran narkoba sudah me­ram­bah hampir keseluruh penjuru wilayah Sleman, baik di perkotaan maupun di pedesaan, dari SD hingga perguru­an tinggi, dari masyarakat biasa hingga kalangan pejabat. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah sekalipun sudah banyak jatuh korban jiwa dan banyak pengguna narkoba yang di­pen­jara, namun masih saja ada warga masyarakat yang ter­je­bak dalam penyalahgunaan narkoba.
Berkenaan dengan hal tersebut pada kesempatan ini pula Wakil Bupati mengharapkan kepa­da seluruh anggota organisasi kemasya­rakatan maupun LSM, tidak hanya yang masuk dalam anggota satgas,  untuk meningkatkan peran dan kepeduliannya terhadap maraknya penyalahgunaan dan peredaran napza. Wakil Bupati pribadi mau­­pun peme­rintah Kabupaten Sleman akan men­du­kung setiap kegiatan yang bertujuan untuk memberan­tas narkoba.

Negara Kesatuan Republik Indonesia benar-benar serius memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba.  Selain itu penegakan hukum yang tegas terhadap para gembong-gembong narkoba ini juga diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pengedar dan juga pengguna narkoba.
Salah satu upaya yang cukup efektif dalam menganti­si­pasi maraknya penyebaran narkoba adalah dengan me­ning­kat­kan perha­tian dan kepedulian kepada orang-orang terdekat.***
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.