Arsip Kategori: Berita

10
Dec

Sleman Miliki Mobil Damkar Baru

Setelah melalui proses panjang pengadaan mobil pemadam kebakaran, mulai pengajuan anggaran, penyusunan spek serta proses lelang maka proses pengadaan mobil damkar selesai dengan hasil pengadaan mobil pemadam kebakaran terbaru telah diperoleh. Selanjutnya senin, 3 Desember 2012 mobil pemadam kebakaran yang baru telah diserahkan kepada BPBD Kab. Sleman khususnya kepada UPT Pemadam Kebakaran selaku pemakai. Oleh karena itu sebelum mobil pemadam kebakaran yang baru dioperasionalkan diadakan acara peresmian dan tasyakuran peluncuran mobil pemadam kebakaran.

Dengan bertambahnya 1 unit mobil pemadam kebakaran yang baru ini maka diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pemadaman kebakaran kepada masyarakat, mengingat kejadian kebakaran dari tahun ke tahun cenderung naik. Sampai saat ini kejadian kebakaran diwilayah Sleman sudah mencapai 74 kejadian, sedangkan mobil yang pemadam kebakaran yang dimiliki dan siap pakai hanya 2 buah saja, 1 mobil pemadam kebakaran dalam kondisi rusak. Pengadaan mobil pemadam kebakaran ini menyerap anggaran sebesar Rp. 1.570.000.000,-. Mobil ini memiliki kapasitas 6000 liter (water tender), dengan chasis Hino 235 dan pompa tengah merk Waterous buatan Amerika berkapasitas 750 GPM (2,835 L/M) pada 10 bar dengan asesoris lengkap. Kelebihan mobil ini dibanding mobil pemadam kebakaran yang lama adalah dilengkapi dengan back up pompa portable yang digunakan untuk menyedot air jika sumber air jauh, winch digunakan untuk menarik mobil apabila terjebak, body spray digunakan untuk melindungi hawa panas apabila mobil berdekatan dengan api, serta dilengkapi dengan ground monitor yang dapat dioperasikan dengan spray maupun jet dekat dengan api sehingga petugas terhindar dari hawa panas. Mobil pemadam kebakaran ini termasuk yang memiliki perangkat terlengkap di DIY.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BPBD Kab. Sleman, Drs. Urip Bahagia yang sekaligus meresmikan penggunaan mobil pemadam kebakaran yang baru. Kepala BPBD Kab. Sleman berharap agar mobil pemadam kebakaran ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dalam melayani masyarakat dan juga dapat meningkatkan kinerja UPT Pemadam Kebakaran Kab. Sleman, selain itu beliau juga berharap ditahun depan UPT Pemadam Kebakaran Kab. Sleman dapat memperoleh lagi mobil Pemadam Kebakaran dari Pemerintah DIY. Kepala BPBD Kab. Sleman menyatakan bahwa idealnya Kab. Sleman memiliki 3 pos Pemadam Kebakaran, di timur didaerah Kalasan/Maguwoharjo di barat di daerah Godean, dan satu pos induk di Kab. Sleman sehingga apabila terjadi musibah kebakaran tim pemadam kebakaran bisa menuju lokasi dengan lebih cepat. Acara tersebut diresmikan dengan pemotongan tumpeng dan percobaan kendaraan Pemadam Kebakaran mengitari komplek Pemkab. Sleman oleh Drs. Urip Bahagia selaku Kepala BPBD Kab. Sleman.

7
Dec

Bupati Membuka Gelar Potensi BKM/LKM PNPM Mandiri Perkotaan

“Saat ini PNPM Mandiri perkotaan dilaksanakan pada 75 kelurahan dan tersebar pada 15 kecamatan. Dalam pelaksanannya masih terdapat beberapa kekurangan, antara lain tingkat sosialisasi yang masih belum maksimal di tingkat kabupaten, baik pada lembaga pendidikan, swasta, maupun masyarakat umum. Disisi lain partisipasi masyarakat dan kelompok peduli serta SKPD masih minim peran sertanya dalam merealisasikan usulan kegiatan masyarakat yang tercantum dalam PKM Pronangkis (Perencanaan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan )”. Demikian disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat membuka gelar potensi BKM/LKM PNPM mandiri perkotaan dan workshop peran dan fungsi PNPM mandiri
perkotaan di halaman Dinas PUP, Kamis 6 Desember 2012. Lebih lanjut disampaikan bahwa program PNPM Mandiri perkotaan yang bertujuan penanggulangan kemiskinan sangat direspon oleh pemerintah kabupaten sleman, hal tersebut dibuktikan dengan optimalisasi DDUB sebagai pendamping BLM PNPM yang selalu dialokasi dalam APBD setiap tahunnya.

Disampaikan pula bahwa pemerintah pusat telah memberi BLM APBN 2011 sejumlah Rp.12,4 milyard dan APBN 2012 sejumlah Rp.13,485 serta APBN 2013 Rp.13,725 Milyard. Sehingga total dana BLM PNPM Mandiri perkotaan sejak 1999 – 2012 yang diterima Kabupaten Sleman sejumlah 60 Milyard. Disamping itu Kabupaten Sleman juga mendapat desa penerima PLPBK yaitu Margomulyo,Margodadi dan Sendangagung.

Sedangkan Kepala Dinas PUP Ir. Nurbandi dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa dalam 5 tahun terakhir foklus kegiatan infrastruktur PNPM Mandiri perkotaan di kabupaten sleman dilaksanakan kegiatan bedah rumah dan jamban keluarga. Sebagai catatan tahun 2011 laalu telah terbangun 1.000 rumah tidak layak huni dan jamban keluarga 2.822, selebihnya drainase, air bersih sisanya pembangunan jalan yang menyasar dalam penanggulangan kemiskinan. Kegiatan sosial banyak dilaksanakan dalam rangka mendukung pengembangan kegiatan ekonomi produktif, seperti angkringan, bantuan ternak dll. Lebih lanjut disampaikan Nurbandi bahwa dari dana yang terserap dilaksanakan oleh masyarakat melalui KSM yang dibina BKM/LKM, sekitar 70 % dimanfaatkan untuk kegiatan infrastruktur kemudian 20 % untuk menguatan modal/ pinjaman bergulir serta terakhir 10 % untuk kegiatan social.

Dilaporkan pula bahwa peserta gelar potensi seluruhnya adalah KSM binaan BKM/LKM yang ada di Kabupaten Sleman, terdiri dari perwakilan dari tiap kecamatan 1 stand, sehingga jumlah stand bagi BKM/LKM ada 15 stand. Sementara selama potensi itu sendiri bertujuan agar peserta dan masyarakat terdorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang telah disusun dalam PJM Pronangkis dan rencana tahunan, disamping itu peserta dan masyarakat umum mengetahui berbagai jenis kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan BKM/LKM dalam KSM. Dan peserta berkomitmen untuk menjalin dan sinergitas dalam PNPM MP, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan.

Sementara itu di tempat terpisah, Wakil Bupati sleman Yuni Satia Rahayu, SS.M.Hum saat membuka Lokakarya dengan peserta 75 BKM pada 15 kecamatan, BKM penerima PLP-BK di Aula Dinas PUP antara lain menyampaikan bahwa selama ini BKM kesannya jalan sendiri, untuk itu wabup minta kedepan agar selalu koordinasi. Yang jelas desa dan padukuhan tidak membuat data miskin sendiri yang tidak sama dengan data yang ada di kabupaten. Peran camat dan kepala desa diharapkan dalam penanggulangan kemiskinan, yang tidak kalah penting adalah dalam mekanisme pemberian bantuan beras agar berasnya orang miskin jangan dimakan orang kaya. Bertindak sebagai nara sumber dalam lokakarya tersebut Nanang (team leader) dan Saptopo yang juga dosen perguruan tinggi.

6
Dec

1059 Pelajar Berprestasi Terima Beasiswa

Prestasi yang positif adalah sesuatu hal yang membanggakan bagi semua orang.  Sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan prestasi dibidang apapun, misalkan dibidang sains, olah raga dan lain-lain.  Seperti yang terjadi dikalangan pelajar, kompetisi yang diadakan untuk kalangan pelajar sangat beragam baik dibidang akademis maupun non akademis, kompetisi untuk pelajar diadakan berjenjang dari tingkat terendah yaitu gugus hingga ke tingkat kabupaten, dari kabupaten hingga ke tingkat nasional dan seterusnya.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga (Dikpora) Pemerintah Kabupaten Sleman sangat peduli kepada siswa-siswa yang memiliki prestasi, baik yang dibidang akademik ataupun non akademik. Pada tanggal 5-6 Desember 2012 Dikpora Kab. Sleman memberikan beasiswa kepada 1059 pelajar yang memiliki prestasi akademik dan non akademik dari tingkat SD/MI  hingga tingkat SMA/SMK.  Pada tanggal 5 Desember  2012, beasiswa diberikan kepada 254 pelajar yang memiliki prestasi juara 1 baik ditingkat Kabupaten ataupun Nasional, sedangkan untuk juara 2 dan 3 diberikan tanggal 6 Desember 2012 sebanyak 805 pelajar. Total anggaran yang disalurkan oleh Dinas Dikpora Kab. Sleman untuk pemberian beasiswa ini adalah Rp. 510.100.000,-. Pemberian beasiswa ini merupakan wujud dari apresiasi dari Dikpora Kab.Sleman karena dinilai para pelajar-pelajar tersebut telah mengharumkan nama sekolahnya khususnya dan juga kabupaten Sleman.  Pemberian beasiswa ini diberikan langsung kepada siswa
berprestasi ini berupa uang tunai yang besarannya bermaca-macam dan tidak dipotong pajak.  Siswa penerima tetap didampingi oleh bapak dan ibu guru agar penggunaan uang beasiswanya digunakan secara tepat.

Kegiatan pemberian beasiswa ini adalah yang ke-2 kalinya, sebelumnya sudah dilaksanakan pada tahun yang lalu.  Kegiatan ini berdampak positif karena tahun ini jumlah penerimanya meningkat secara signifikan, baik dari kuantitas maupun kualitasnya.  Kegiatan ini dihadiri oleh kepala Dikpora Arif Haryono, SH, yang dalam sambutannya mengajak para siswa yang sudah berprestasi untuk meningkatkan prestasinya dan jangan cepat berpuas diri, dan juga agar menjadi tauladan bagi siswa-siswa yang lain agar juga terpacu meraih prestasi.  Dalam sambutannya kepala Dikpora Kab.Sleman, juga menyampaikan agar para guru lebih proaktif dalam menyaring minat dan bakat yang dimiliki anak didiknya sehingga anak didik dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya.  Kepala Dikpora Kab. Sleman berharap tahun depan lebih banyak lagi siswa-siswa yang berprestasi tidak hanya nasional tapi juga ditingkat internasional.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.