Arsip Kategori: Berita

21
May

Warga Sindumartani Praktekkan Simulasi Gladi Bencana

Gladi lapang penanggulangan bencana  yang berlangsung di Desa Sindumartani Ngemplak Sleman Sabtu 17 Mei 2014 menggambarkan bagaimana hiruk pikuknya masyarakat dalam menghadapi bencana lahar dingin dari Gunung Merapi. Dengan melibatkan puluhan relawan dan ratusan masyarakat  melakukan simulasi layaknya terjadi bencana sungguhan. Suasana simulasi seakan seperti terjadi bencana sungguhan, karena banyak dari mereka yang menangis. Beberapa dari mereka saat dijumpai usai simulasi menyampaikn bahwa mereka teringat akan kejadian bencana tahun 2010 yang lalu. Sebagian dari peserta simulasi mengalami kejadian tersebut secara langsung, bahkan tidak sedikit dari mereka yang kehilangan anggota keluarganya. Dalam simulasi tersebut banyak kejadian yang menggambarkan kepanikan dan sibuknya masyarakat untuk menyelamatkan diri, bahkan juga menyelamatkan harta benda yang bisa dibawa, termasuk hewan piaran.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo yang juga hadir dan mengukuhkan Desa Tangguh Bencana Desa Sindumartani Ngemplak, Desa Kepuharja Cangkringan dan Desa Wukirsari Cangkringan mengatakan bahwa masyarakat di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat. Perlu kita sadari bahwa dalam setiap mitigasi bencana, dukungan dari masyarakat dan dukungan tim relawan mutlak diperlukan. Masyarakat juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam meng­ha­dapi bencana, dengan harapan kesiapsiagaan tersebut dapat bermanfaat dalam menentukan langkah-langkah yang tepat dalam mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Saat ini terdapat kurang lebih 5000 jiwa penduduk Sindumartani yang berada di daerah ancaman lahar hujan.

Gladi lapang memang sudah seharusnya dilaksanakan secara periodik meng­ingat Gunung Merapi mengalami perubahan perilaku sehingga kesiapan dan kewaspa­daan menjadi hal yang utama dalam menghadapi bencana. Peran masyarakat dalam mitigasi bencana men­jadi sangat penting, karena masyarakat merupakan subyek, obyek, sekaligus sumber pokok dalam usaha pengurang­an resiko bencana. Agar memberikan manfaat yang optimal, rencana mitigasi harus mengadopsi dan mem­per­hatikan kea­rifan local (local wisdom) dan pengetahuan tradisional (tradi­tional knowledge) yang ada dan berkem­bang dalam masyara­kat. Hal ini dikarenakan kedua aspek tersebut merupakan faktor penentu dalam keberha­silan upaya pengurangan resiko bencana. Lebih lanjut disampaikan bupati bahwa untuk pembangunan jalur evakuasi, BNPB mengalokasikan dana total Rp 20,75 milyar untuk Pemkab Sleman yang diperuntukan bagi 4 ruas jalan jalur evakuasi, dan Bupati berharap pembangunan ruas jalan tersebut dapat dimulai pengerjaannya pada bulan Juni 2014 dan selesai secepatnya.

Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD DIY Ir. Gatot Saptadi menyampaikan bahwa gladi lapang tersebut sangat penting, karena dalam gladi tersebut untuk menguji perencanaan kontijensi/protap yang telah disusun, karena sebaik aapapun protap yang telah ditetapkan tetapi jika belum pernah dilakukan simulasi maka perencanaan tersebut aakan kura ng maksimal, maaka dengan kegiatan simulasi tersebut diharapkan akan  meningkatkan ketangguhan masyarakat didalam menanggulangi bencana, mesyarakat yang berhadapan laangsung dengan ancaman bahaya ditingkatkan kesiapsiagaannya , apabila sewaktu waktu terjadi bencana telah siap siaga dengan mengerahkan segala potensi dilingkungannya.

Pada kesempatan tersebut bupati sleman juga menyerahkan bantuan berupa Tenda untuk Desa Kepuharjo dan Wukirsari , Papan nama Desa Tangguh Bencana untuk desa Sindumartani Ngemplak, Kepuharjo dan Wukirsari.Panan nama jalur wvakuasi Desa Argomulyo, Alat komunikasi berupa HT untuk penjaga EWS, Megaphone untuk padukuhan Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, Srunen, Turgo, Kaliurang Timur dan Kaliurang barat, Tas siaga bencana peserta pelatihan desa tangguh  desa Kepuharjo dan desaa Wukirsari masing-masing 40 buah, dan untuk desa Sindumartani 30 buah, serta untuk kelompok rentan dusun Kalitengah Lor dan Kalitengah Kidul masing-masing 20 buah.
20
May

Penyerahan Gamelan Kepada Kecamatan Godean Untuk Dukung Olah Seni

Bupati Sleman Drs.H. Sri Purnomo, MSI, Sabtu, 17 Mei 2014 menyerahkan seperangkat gamelan kepada Camat Godean Drs. Ahmad Yuno Nurkayadi. Penyerahan gamelan ini menurut Bupati sebagai wujud tanggung jawab Pemerintah untuk melestarikan budaya dan memberikan fasilitasi kepada masyarakat yang ingin berlatih maupun berkesenian sehingga dapat meningkatkan olah seni potensi masyarakat Godean Khususnya. Karena nanti masyarakat dapat ikut memanfaatkan gamelan ini semaksimal mungkin dan tentu dengan ikut serta merawat agar dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama. Hadir pula dalam kesempatan ini Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS. M.Hum, Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, Ketua DPRD Sleman, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman dan Muspika Godean.

Acara penyerahan gamelan ditandai dengan penyerahan secara simbolis Rebab oleh Bupati Sleman kepada Camat Godean dan penyerahan tokoh wayang Nakula Sadewa kepada dalang Ki Purnomo, dilanjutkan dengan pementasan wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Purnomo mengambil lakon Nakula Sadewa Waris. Namun sebelumnya juga telah diadakan pentas seni potensi Kecamatan Godean yang menampilkan Tembang Dolanan Anak, Pidato Bahasa Jawa dan penyerahan berbagai hadiah lomba yang diadakan sehari sebelumnya dalam rangka ikut memeriahkan Hari Jadi Sleman yang ke 98. Menurut Camat Godean pada tanggal 15 Mei dalam rangka ikut memeriahkan Hari Jadi Sleman yang ke-98 juga telah diadakan acara kirab Budaya dan berbagai lomba yakni lomba masak olahan ubi ungu, lomba mewarnai, lomba lari lacak dunia Islam, lomba menggambar, lomba Adzan, lomba tembang dolanan anak, lomba merangkai puzzle, lomba kaligrafi aksara Jawa dan lomba pidato bahasa Jawa.***
20
May

Tingkat Kelulusan SMK 100%, SMA Hanya 1 Siswa Tak Lulus

Pengumuman UN SMK/SMA diumumkan Selasa, 20 Mei bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2014. Sistem pengumuman menurut Arif Haryono, SH. Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Sleman diserahkan kepada kebijakan sekolah masing-masing yakni ada yang diumumkan dipapan pengumuman sekolah, diundang orang tua siswa dan ada yang memakai sarana internet. Tingkat kelulusan tahun ini menurut Arif untuk SMK lulus 100 % dan untuk SMA ada 1 siswa yang tidak lulus. Seperti telah diberitakan sebelumnya untuk tahun Ajaran 2013-2014 jumlah peserta ujian SMA 4.923 siswa dari 56 sekolah. Untuk ujian nasional tingkat SMK  diikuti 6.492 siswa dari 54 sekolah. Sementara itu, peserta yang berkebutuhan khusus seperti tuna netra mendapatkan soal dengan huruf braille. Sebanyak 6 siswa SMA terdata mengerjakan soal dengan huruf braille. Pelaksanaan untuk SMK,  7 siswa tidak dapat mengikuti UN, dengan keterangan 4 siswa mengundurkan diri dan 3 karena sakit, sementara untuk SMA ada 4  siswa yang tidak dapat mengikuti UN dengan keterangan 3 sakit  dan 1 tanpa keterangan.

Dalam kesempatan ini Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI mengucapkan selamat kepada para siswa yang berhasil lulus UN dan berharap bagi yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi semoga dapat diterima ditempat yang diinginkan dan bagi yang mau langsung bekerja semoga dapat diterima ditempat kerja yang diinginkan pula. Sementara yang mau berwiraswasta harapannya semoga dapat sukses. Bagi yang tidak lulus jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan mengikuti UN tahun yang akan datang. Bupati juga menghimbau kepada para siswa yang lulus untuk tidak meluapkan kegembiraan secara berlebihan, baik dengan corat-coret baju maupun konvoi kendaraan bermotor yang hanya akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sebaiknya diiisi dengan kegiatan yang positif seperti kegiatan bakti sosial dll.
Menanggapi himbauan Bupati ini Arif Haryono mengatakan pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Sleman telah memberikan surat edaran kepada Kepala Sekolah dan Polres Sleman. Agar para Kepala Sekolah dapat mengendalikan siswa untuk tidak corat-coret baju seragam, dan sebaiknya bisa dikumpulkan untuk kegiatan bhakti sosial bagi yang membutuhkan. Kepala Sekolah juga diharapkan dapat mengendalikan siswa untuk tidak melakukan konvoi kendaraan bermotor, namun demikian apabila memang siswa menginginkan adanya konvoi dengan kendaraan bermotor agar mematuhi tata tertib berlalulintas dan pihak sekolah mendampingi serta minta bantuan pihak kepolisian untuk dapat mengawal agar berjalan tertib dan tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan orang lain maupun siswa sendiri.***


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.