Arsip Kategori: Berita

7
May

UN Sekolah Dasar Sleman Berjalan Lancar

Senin, 6 Mei 2013, Bupati Sleman, Sri Purnomo, Kepala Dinas Dikpora Arif Haryono SH, dan rombongan  melakukan pantaun Ujian Nasional tingkat SD.  Bupati Sleman melakukan pantaun UN di 4 lokasi yaitu SD Melati I, SD Jongkang, SD Maguwoharjo, dan SD Kalasan I.  Dari pantauan yang dilakukan di 4 sekolah dasar tersebut, seluruh siswa yang ada di ke-4 SD tersebut dapat mengikuti UN dengan baik.  Dari pantauan yang dilaksanakan di 4 sekolah tersebut penyelenggaraan UN SD berjalan dengan tertib dan lancar.  Pada penyelenggaran UN SD tahun 2013 ini jumlah siswa yang mengikuti UN SD tersebut sejumlah 14545 siswa.  Ada 1 siswa yang mengikuti ujian di RSUD Sleman dikarenakan sakit, siswa tersebut berasal dari MI Sultan Agung dan untuk UN hari berikutnya siswa tersebut sudah dapat mengikuti UN di sekolahnya.

Bupati Sleman, menyatakan bahwa hasil pantauan yang dilakukan sementara adalah penyelenggaraan UN SD yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman berjalan lancar.  Bupati Sleman juga memeriksa lembar jawaban (LJ) yang digunakan siswa untuk mengerjakan UN.  Lembar Jawaban yang digunakan UN SD memiliki kualitas yang baik, sehingga apabila dihapus tidak mudah sobek.  Pengadaan Lembar Jawaban tersebut dilakukan oleh Pemerintah Daerah masing-masing.  Bupati Sleman juga menyatakan untuk distribusi soal-soal dan lembar jawaban berjalan dengan lancar dan tidak ada laporan sekolah yang kekurangan lembar jawaban dan soal.  Bupati juga berharap agar pelaksanaan UN SD ini dapat berjalan lancar, tidak ada soal yang ralat, tidak ada soal atau lembar jawaban yang rusak, sehingga para siswa dapat mengerjakan soal-soal UN ini dengan tenang dan lancar dan semua siswa dapat lulus dengan nilai yang memuaskan.  Untuk penggandaan soal dan lembar jawaban, bupati berharap agar pemerintah pusat dapat memberikan kepercayaan kepada pemerintah daerah untuk melakukan penggandaan soal dan lembar jawaban, karena pemerintah daerah sudah mampu secara teknologinya dan juga lebih mengerti tentang wilayahnya.

7
May

Warga Sambirejo Lakukan Simulasi Bencana

Sebanyak enam korban akibat tanah longsor yang terjadi di dusun Gedang Bawah, Sambirejo Prambanan. Dua diantaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit karena mengalami patah tulang. Sementara empat diantaranya juga harus dilakukan rawat jalan karena mengalami luka ringan. Dua korban yang harus dirawat di Rumah Sakit tersebut perlu perawatan lebih lanjut karena luka yang diakibatkan tanah longsor dan tertimpa pohon tumbang. Bencana Tanah Longsor tersebut akibat hujan yang terus menerus mengguyur Padukuhan Gedang Bawah.

Sementara itu Penduduk yang lain yang kebetulan tidak mengalami luka-luka harus menginap di sebelah masjid An-Nur Gedang Bawah dengan mendirikan tenda sebagai barak pengungsian. Sementara korban fisik yang berupa bangunan ada dua rumah yang roboh tertimpa pohon yang tumbang dengan kerugian mencapai jutaan rupiah. Situasi inilah yang tergambarkan dalam simuasi bencana tanah longsor.

Dalam Simulasi tersebut melibatkan seluruh warga dusun Gedang Bawah yang mencapai 517 jiwa. Dari 517 jiwa tersebut 257 kaum laki-laki dan 260 nya kaum perempuan. Dusun Gedang Bawah Sambirejo Prambanan memang secara geografis rawan bencana tanah longsor, karena berada di bawah pegunungan dengan tebing yang curam dan tinggi. Simulasi yang melibatkan berbagai SKPD tersebut berjalan lancar dan sukses. Kesuksesan tersebut bisa dilihat dari masing-masing peran yang sangat menjiwai.  Misal orang yang gila hampir 90 % seperti orang gila sungguhan, termasuk peran pencuri yang ketangkap dan dihajar massa, untung diselamatkan polisi yang sedang paroli. Asdegan tersebut hampir mirip dengan kejadian yang sesungguhnya.

Sementara itu bupati sleman Drs. Sri Purnomo yang pada kesempatan tersebut sekaligus mengukuhkan Forum Pengurangan Resiko Bencana  “ Bandung Bondowoso “ antara lain menyampaikan bahwa  simulasi penanganan bencanaa tanah longsor di Gedang Bawah Sambirejo Prambanan tersebut berjalan lancar dan sukses, karena dari setiap peran dan adegan dan dilakukan dengan sangat baik dan luar biasa, seperti kejadian yang sebenarnya. Diharapkan dengan simulasi tersebut masyuarakat akan lebih siap dalam menghadapi segala kemungkinan misalnya bencana tanah longsor. Dikatakan pula oleh bupati bahwa  misalnya terjadi tindak kriminal misdalnya terjadi pencurian maka masyarakat jangan main hakim sendiri karena akan berakibat yang fatal, karena meskipun yang dihakimi pencuri maka yang kena sangnsi hukum juga yang menganiaya.

Sedangkan Plt. BPBD kabupaten sleman Topik Wahyudi, ST,MT dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa sosialisasi KRB ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyaarakat, memadukan potensi unsur kelembagaan dan menerapkan rencana kontigensi menjadi rencaana operasi kedaruratan. Ditambahkan pula bahwa gladi lapang diikuti oleh 250 peserta yang rediri dari antara lain masyarakat 110 orang, peserta wajib latih 30 orang SMK N Berbah 10 orang.

3
May

Paguyuban Sasmita Agri Waluya, Galakkan Pertanian Alami

Pada penyelenggaraan PPD 2013, terdapat salah satu peserta yang bergerak dibidang konservasi lahan dan pertanian organik.  Sasmita Agri Waluya (sasana sewaka mitra tani) yang merupakan sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang pertanian alami.  Menurut salah seorang penggeraknya, Antonius Adhi Raghuttama, dipilihnya pengelolaan secara alami karena berawal dari keprihatinan atas merosotnya kualitas lingkungan, yang salah satunya disebabkan oleh pertanian non alami.  Banyaknya penggunaan zat-zat kimia sintetis untuk lahan pertanian menyebabkan tanah menjadi keras dan tandus.  Akibatnya, kemampuan tanah untuk menyerap air hujan kian rendah dan turut memberi kontribusi terhadap banjir yang sering terjadi saat ini.

Munculnya beraneka ragam zat kimia sintetis juga memicu para petani lebih memilih budaya instan.  Kondisi tersebut menyebabkan ketergantungan para petani terhadap produk-produk pupuk ataupun obat-obatan kimia sintetis.  Petani tidak dapat mandiri dengan segala potensi yang dimiliki dari alam semesta.  Dampak lain yang ditimbulkan dengan tanpa disadari adalah krisis lingkungan serta semakin lemahnya perekonomian para petani dalam jangka panjang sehingga menimbulkan ironi dan keprihatinan, petani seringkali harus dibantu dengan raskin, akibat meningkatnya pengeluaran untuk obat-obatan dari pabrik tersebut.  Terpuruknya pertanian ditanah air memunculkan paradigma bahwa pertanian tidak menjadi mata pencaharian yang memberikan harapan.  Tidak mengherankan bila banyak orang (khususnya pemuda) yang meninggalkan dunia pertanian.

Pertanian non alami turut memberi kontribusi terhadap merosotnya derajat kesehatan masyarakat, baik petani maupun masyarakat umumnya sebagai konsumen.  Pupuk dan obat-obat kimia sintetis akan meninggalkan residu pada tanaman yang kemudian dikonsumsi oleh masyarakat.  Berbagai penelitian dari Environmental Protection Agency (EPA) dan Badan Lingkungan Hidup di beberapa negara seperti Amerika menjelaskan bahwa kandungan zat-zat kimia tersebut akan terakumulasi dan memicu terjadinya keracunan serta berbagai penyakit berbahaya, seperti rusaknya sistem pernafasan, syaraf, hati,perut, dan bersifat karsinogen (memicu kanker).

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pertanian alami, Sasmita memiliki mandat:

1.       Menjadi model pertanian yang dikelola secara alami, dari hulu (produksi) hingga hilir (pasca panen)

2.       Menyebar luaskan nilai-nilai yang telah diwariskan leluhur kita melalui pertanian dengan menjaga lingkungan, sosial dan budaya lokal.

3.       Memfasilitasi proses pembelajaran para petani demi terwujudnya agen-agen yang berdaya dan meningkatnya kualitas kehidupan.

4.       Memfasilitasi produsen dan konsumen demi terwujudnya perdagangan yang adil dan terbuka (fair trade)

Jenis-jenis pelayanan yang diberikan oleh sasmita adalah memfasilitasi tentang pertanian alami dan lingkungan, pelatihan pengembangan layanan pertanian alami.

Sasmita memberikan jaminan mutu alami (asli, langgeng, aman, multikultur, inovatif) terhadap seluruh produk yang dihasilkan. Asli, bersumber dari bahan baku lokal yang jelas asal-usulnya.  Langgeng, ada keberlanjutan terhadap produk yang dihasilkan.  Aman, pengelolaan dilakukan secara alami sehingga baik untuk kesehatan.  Multikultur,  jenis tanaman yang dibudidayakan beraneka ragam demi meningkatkannya kualitas tanah.  Inovatif terwujud dalam berbagaiproduk olahan dari bahan baku yang dihasilkan.  Jenis tanaman yang dibudidayakan oleh Sasmita adalah yang memiliki nilai manfaat tinggi bagi kesehatan dan lingkungan.  Berbagai tanaman yang telah diolah juga menghasilkan produk olahan yang berkualitas.  Produk-produk yang dihasilkan sasmita antara lain, beras putih (cianjur,rojolele,mentik susu, mentik wangi,jasmin), beras merah, beras hitam, ketan putih/hitam, kedelai, kacang hijau/merah, tepung beras putih/merah/hitam, sayur mayur (selada,sawi putih, sawi daging, terong), tanaman palawija, peyek bayam, sirup markisa, dll.  Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dapat mendatangi stand pameran Sasmita Agriwaluya di lapangan Denggung.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.