Arsip Kategori: Berita

14
Aug

Tagana Jadi Garda Depan Penanggulangan Bencana

Meski erupsi Merapi tahun 2010 telah berlalu namun Tagana (Taruna Siaga Bencana) tetap disiapsiagakan setiap saat. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman adalah dengan membentuk forum koordinasi Tagana se-Kabupaten Sleman serta forum komunikasi Tagana tingkat kecamatan. Bupati Sleman hadir langsung mengukuhkan sejumlah 108  anggota Tagana serta pengurus baru untuk masa jabatan 2012 – 2015. Di samping itu, sejumlah 17 pengurus forum komunikasi tingkat kecamatan turut serta dikukuhkan dalam kesempatan ini.

Bertempat di Posko TAGANA Kabupaten Sleman yang merupakan eks  STM N I, Beran,Tridadi, Bupati Sleman mengukuhkan pengurus dan anggota forum koordinasi Tagana Kabupaten Sleman. Hadir dalam acara ini juga sejumlah pejabat terkait diantaranya Ketua DPRD Kab Sleman, H. Koeswanto, S.IP, Kepala Dinas Nakersos, Julisetiono, SH, Kepala BPBD, Urip Bahagia. Dalam laporannya Julisetiono menyampaikan bahwa Tagana yang merupakan relawan dari masyarakat memiliki kepedulian yang aktif dalam pembangunan bencana sebagai potensi kesejahteraan social merupakan modal strategis masyarakat dalam rangka penanggulangan bencana. Oleh karena itu keberadaan TAGANA senantiasa didukung keberadaannya oleh pemerintah.

Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar TAGANA dapat menjadi garda depan dalam penanggulangan bencana di masa-mas mendatang. Menurut beliau, bencana erupsi Merapi yang lalu telah dapat melahirkan kebersamaan antara para relawan yang turut serta bahu membahu dengan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana. Tagana khususnya telah menjadi perhatian khusus pemerintah bahkan hingga di tingkat Kementerian Sosial, dengan demikian Tagana diharapkan dapat selalu siap siaga baik dalam kondisi bencana, darurat bahkan dalam kondisi kondusif seperti saat ini.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga sekaligus meresmikan Posko Tagana di eks STM N I Sleman. Gedung yang dilengkapi dengan gudang logistic yang cukup luas ini diharapkan dapat membantu Tagana untuk mempersiapkan diri serta melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Pada halaman Posko ini dilengkapi pula dengan kolam lele. Dalam kesempatan ini Ketua DPRD bersama Kepala Dinas Nakersos dan Kepala BPBD juga turut menebar benih ikan lele pada kolam ini.

14
Aug

KORPRI Ringankan Masyarakat dengan Bhakti Sosial dan Pasar Murah

Dalam rangka  HUT RI ke 67 Panitia Bakti sosial Kabupaten Sleman mengadakan bakti soial dengan mengadakan pasar murah yang berlangsung  Senin 13 Agustus 2012 di Rumah Dinas Bupati Sleman yang di buka secara resmi oleh R Joko Handoyo. SH.Asisten Sekretaris daerah Bidang Administrasi. Dalam acara tersebut ketua panitia bakti Sosial Sleman R. Joko Handoyo. SH dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan semacam ini semoga bisa mengurangi beban kepada para bapak dan ibu yang berhak menerimanya, disamping pasar murah ini dalam rangka bakti sosial dan juga karena ini dalam rangka menyambut hari raya yaitu lebaran yang sebentar lagi akan kita rayakan bersama-sama, untuk itu diharapkan ini benar-benar bisa bermanfaat sebaik-baiknya.

Selanjutnya R.Joko Handoyo SH . secara simbolis memberikan kupon belanja murah terhadap salah satu warga yang berhak menerimanya, pasar murah yang berlangsung selama satu hari ini di peruntukkan kepada  warga masyarakat dilingkungan Pemkab Sleman tentunya hanya berlaku bagi masyarakat yang berhak. Adapun komoditas yang di dijual murah  kepada para penerima kupon pasar murah  menurut Sekretarias KORPRI Kabupaten Sleman Endang Kusmastuti antara lain dengan harga yang sangat fantastis dan ini benar-benar murah bila disbanding dengan harga yang sebenarnya di pasaran misalnya Kecap ABC kecil  harga Rp 4000 dijual Rp 2000,-, Syrup Rp. 9.100 dijual Rp.3000,-, Minyak goreng dari Rp 10.250 dijual Rp.3000,-, Gulaku Rp 13.000 dijual Rp.5000,-, Beras 2 kg harga Rp 15.000,- dijual Rp 5000,-. Mie Rp 7500 dijual Rp 2000,-. Biscuit harga 14.500 dijual Rp 4000,-Pasar murah di Rumah Dinas Bupati Sleman kali ini memberikan kupon sebanyak seratus lima puluh kupon yang diberikan kepada yang berhak di lingkungan Pemkab. Sleman dari harga setiap paketnya Rp 76.000 dijual seharga Rp.25.000.

Lebih lanjut Sekretaris Korpri Kabupaten Sleman memberikan penjelasan dan perincian kepada para pembeli yang berlangsung dipasar murah, disamping sembako panitiya juga menyediakan pakaian pantas pakai dengan harga ber variasi dari yang harga dari Rp 1000, 2000, 3000, 4000,5000 hingga Rp.10.000,- bahkan ada pula pakaian pantas pakai yang benar-benar gratis ini juga di peruntukkan kepada para pembeli sembako murah yang disediakan panitiya hari ulang tahun RI yang ke 67 th. 2012.

13
Aug

Pasar Lebaran Dibuka Bupati Sleman


Pasar lebaran yang digelar menjelang lebaran dapat menampilkan produk-produk UKM yang ada di Kabupaten Sleman, dengan menampilkan produk tersebut akan lebih dikenal oleh masyarakat. Dengan tampilnya produk tersebut akan memperkenalkan UKM yang selama ini sebetulnya telah menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat. Terlebih produk tersebut yang merupakan kebutuhan masyarakat. Selama ini penyelenggaran pasar lebaran selalu mengalami peningkatan baik jumlah peserta maupun produk yang dihasilkan. Dengan peningkatan tersebut menandakan bahwa pasar lebaran sangat diminati masyarakat baik peserta maupun konsumen dan pengunjungnya. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman  Sri Purnomo saat membuka pasar lebaran di halaman Dinas Perindagkop Kabupaten Sleman Senin 13 Agustus 2012. Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan penampilan dalam Pasar Lebaran tersebut diharapkan produknya selalu berkesinambungan, yang penting hasil karyanya dapat dipasarkan.

Sedangkan Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Sleman Pronowo, SH,MM dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa pasar lebaran akan berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 13 – 17 Agustus 2012 mulai pukul 09.00-15.00 WIb bertempat di halaman kantor Disperindagkop. Tujuan diselenggarakannya pasar lebaran tersebut untuk mempertemukan UKM dan koperasi binaan Disperindagkop dengan masyarakat setempat, guna memenuhi kebutuhannya menjalang hari Raya Idul Fitri dengan harga yang relative terjangkau. Disamping itu sekaligus sebagai ajang kegiatan sosial berupa penjualan paket sembako murah kepada 500 orang warga masyarakat yang kurang mampu di sekitar Pemda Sleman, meliputi pedukuhan Wadas, Drono, Beral Kidul, Beran Lor, Pangukan dan Benteng. Dengan pembelian Rp. 20.000 akan mendapatkan paket sembako senilai Rp. 45.000 yang terdiri dari beras 2 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 pouch, kecap 2 pouch dan 2 bungkus mie instant. Pranowo juga menyampaikan bahwa pasar Lebaran tersebut diikuti oleh 16 UKM yang terdiri dari pengusaha batik/pakaian 27 orang, makanan dan minuman 30 orang dan kedajinan 4 orang, sehingga terjadi peningkatan 32,79 % bila dibanding dengan tahun lalu yang hanya 41 UKM. Dalam pasar lebaraan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan seperti Nasyid dari Seyegan, lomba fasgion show batik bagi karyawan/karyawati di Pemda Sleman, penampilan gitar akustik dari BPD DIY Cabang Sleman, organ tunggal dari Koperasi Warga Mulya,  penampilan juara I dan 2 penyanyi tingkat SLTP, juga penampilan kesenian tradisional Srandul serta organ tunggal dari karyawan Dinas Perindagkop.

Untuk menyemarakkan kegiatan tersebut juga akan  dimeriahkan demo lukis kain, demo kreasi Jilbab, demo kreasi jilbab, demo masak dan demo kecantikan. Sedang pembukaan pasar lebaran tersebut ditandai dengan pengguntingan balon berhadiah sebesar Rp. 250.000 oleh Bupati Sleman. Juga melukis di atas kain oleh ketua TP PKK Kabupaten Sleman Dra. Kustini Sri Purnomo. Sementara penyerahan paket sembako murah dilakukan oleh Bupati Sleman secara simbolis kepada Mujiharjo, Supoyo, Wajiyo, Ruswidarsih, Nursahid, Ibu Dewi dan Ibu Murdio, disampingi oleh kepala Dinas Perindakop dan ketua TPKK Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.