Arsip Kategori: Berita

20
Nov

Satpol PP Musnahkan Ribuan Botol Minuman Keras

Dalam rangka menindak lanjuti putusan Pengadilan Negeri Sleman dalam perkara pelanggaran peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 8 Tahun 2017 tentang pelanggaran pengedaran penjualan dan penggunaan minuman beralkohol maka pada hari Selasa 20 Nopember 2012 Dari jajaran Sat POL PP Kabupaten Sleman,  bertempat di halaman OPROOM Kabupaten Sleman telah berlangsung pemusnahan  minuman beralkohol hasil operasi Yustisi tahun 2012 oleh Sat Pol PP yang telah mendapat putusan Hakim Pengadilan Negeri Sleman. Dalam kesempatan tersebut Kasat POL PP. Kabupaten Sleman Drs.H. Djoko Supriyanto.Msi melaporkan bahwa Jumlah minuman  beralkohol yang dimusnahkan sebanyak 1.519 Botol/kaleng . 8 Jerigen Ciu dan 119 liter minuman oplosan dengan rincian : minuman beralkohol berstandar buatan pabrik sebanyak 1.120 botol dan 103 kaleng sedangkan minuman beralkohol jenis ciu/oplosan sebanyak 296 botol, 8 jerigen dan 119 liter.
Lebih lanjut Kasat POL PP mengatakan bahwa jumlah pelaksanaan operasi selama tahun ini 12 kali dan pelaksanaan sidang Pengadilana Negeri Sleman sebanyak 4 kali, jumlah pelanggaran yang berhasil diajukan ke sidang Pengadilan Negari Sleman sebanyak 18 orang pelanggar yang merupakan penjual minuman beralkohol beralkohol. Dan dalam dua tahun terakir jumlah minuman beralkohol yang berhasil di sita sebagai barang bukti negara yang dimusnahkan relatif menurun bila di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena harga minuman berakohol buatan pabrik mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sehingga daya beli masyarakat juga mengalami penurunan. Tetapi di sisi lain, konsumen banyak yang beralih ke minuman beralkohol jenis oplosan yang harganya relative murah, sehingga ada kecenderungan semakin maraknya minuman beralkohol jenis oplosan. Dalam pelaksanaan pemusnahan barang bukti minuman beralkohol tersebut dihadiri oleh  Sekda Kabupaten Sleman Pengadilan Negeri Sleman, Kejaksaan Negeri Sleman, DPRD Sleman, Kabag Hukum Setda Sleman, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, MUI Kabupaten Sleman dan Pol Res Sleman.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman dr. H. Sunartono.M.Kes dalam pemusnahan barang bukti ini menyambut baik dan mengapresiasi terhadap kinerja dari teman-teman Sat Pol PP, atas keberhasilannya di dalam menegakkan praturan Daerah tentang larangan peredaran miras, meskipun dengan anggaran yang sangat terbatas, dan juga mnyadari apa yang kita lakukan pada pagi ini  baru merupakan sebagian kecil, dengan peredaran miras yang ada di masyarakat. Karena sebenarnya peredaran miras ini juga ibarat fenomina gunung es, jadi yang muncul ke  permukaan itu sebenarnya lebih kecil dari pada yang ada di bawah permukaan air laut. Sebenarnya yang lebih jauh penting bukan operasi yustisinya, tetapi partisipasi dari masyarakat itu sendiri sangat di perlukan. Partisipasi ini bisa berupa informasi, jadi setiap ada kegiatan peredaran miras memberikan informasi kepada aparat, bisa Sat POL PP, bisa Kepolisian mana yang paling dekat dan mana yang mudah dijangkau silahkan untuk memberikan informasi kepada petugas tersebut. Juga masyarakat itu sendiri menolak kalau diwilayahnya itu digunakan untuk kegiatan peredaran miras ini, hanya dengan kebersamaan inilah sebenarnya salah satu penyakit masyarakat peredaran miras ini bisa kita cegah.
Lebih lanjut dr.H. Sunartono.M.Kes mengatakan karena pada dasarnya konsumsi minuman keras itu sebenarnya bukan budaya kita, bukan budaya masyarakat kita tetapi  ini sebenarnya dari budaya asing, dan perlu kita sadari yang namanya miras itupun dari sisi manapun mulai dari sisi kesehatan miras ini jelas tidak akan menguntungkan kesehatan, kemudian dari sisi ekonomi juga tidak menguntungkan, jadi bisa dilihatdimasyarakat kita pada konsumen miras,untuk tingkat kehidupannya juga tidak bisa berkembang, dan kemudian dari aspek social kecenderungannya adalah mereka yang mengkonsomsi miran kecenderungannya adalah asocial, dia mengutamakan egonya sendiri sehingga ini perlu menjadikan perhatian kita bersama dari jajaran pemerintah aparat dan juga jajaran dari masyarakat bisa mensosialisasikan betapa ruginya dan betapa bahayanya kalau orang itu mengkonsumsi miras ini.  Oleh karena itu sekda Kab Sleman mengapresiasi kepada  Sat Pol PP untuk tetap kedepan untuk lebih giat lagi dengan segala  keterbatasan kita.

20
Nov

Siswa SMP dan SMA Sleman Pamerkan Kreasi Robot MIcrocontrol

Setelah sukses menggelar lomba roket air pada Selasa 13 November yang lalu, hari ini Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Sleman kembali menggelar lomba sejenis, kontes robotic di Gedung Dinas Dikpora Kabupaten Sleman. Senada dengan lomba sebelumnya, rangkaian lomba ini bertujuan untuk mewadahi pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang interaktrif dan menyenangkan bagi para peserta didik. Lomba yang untuk pertama kalinya digelar ini memperebutkan piagam penghargaan, trophy dan uang pembinaan sebesar Rp. 500.000,00 untuk juara pertama, Rp. 400.000,00 untuk juara kedua dan Rp. 300.000,00 untuk juara ketiga.

Meski baru digelar untuk pertama kalinya, lomba ini terbilang sukses dengan menjaring sejumlah 23 peserta dari SMP, SMA dan SMK. Seluruh peserta diperlombakan dalam beberapa kategori yaitu robot microcontrol, robot analog dan robot line follower. Keseluruhan robot yang diikutsertakan merupakan hasiul karya para siswa  dan bukan merupakan robot buatan pabrikan. Robot yang diikutsertakan merupakan robot yang mampu meniti garis hitam di arena lomba tanpa bantuan dari operator baik via kabel maupun nirkabel dalam rentang waktu yang telah ditentukan.

Kepala Seksi Kurikulum SMP dan SMA Dinas Dikpora Sleman, Dra. Al. Sudiro menyampaikan bahwa lomba ini merupakan upaya Dinas Pendidikan untuk mendorong para siswa mengembangkan inovasi teknologi. Selain itu pemenang terbaik lomba ini akan diperlombakan kembali di tingkat propinsi.

20
Nov

GKR Hemas Jaring Aspirasi Masyarakat Sleman

Kondisi terakhir pelaksaanaan rehap rekon terkait pengangunan hunian tetap, sampai dengan awal Nopember 2012 hunian tetap yang telah selesai dibangun sebanyal 669 unit atau 25 % dari rencana 2.721 unit rumah huntap untuk 2.721 KK yang telah lolos verifikasi. Selain itu terdapat 1.074 unit huntap masih dalam proses pengerjaan dan 378 unut dalaam proses persiapan.  Sampai saat ini sebanyal 596 bidang tanah huntap, juga telah selesai proses  persertifikatannya.  Sedangkan 1.456 bidang yang lain, sudah selesai proses pemberkasan, dan saat ini tinggal menunggu hasil pengukuran dari BPN. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala BPBD Sleman Drs. Urip Bahagia saat penjaringan aspirasi dengan anggota DPD RI, GKR Hemas di Gedung Sapto Guno Tawangrejo Pakem. Lebih  lanjut disampaikan bahwa saat ini masih terdapat 695 KK yang belum bersedia direlokasi. Pemkab terus berupaya secara persuasive, agar masyarakat yang bertempat tinggal di dalam KRB III bersedia direlokasi ke hunia tetap yang berada di lokasi yang lebih aman. Harapan pemkab, jika seluruh warga dapat menempati huntap, diharapkan dapat menjadi wujud nyata dari konsep Living in harmony dengan Merapi, yaitu bagaimana masyarakat dapat hidup berdampingan dengan Merapi namun tidak membahayakan keselamatan diri. Namun demikian meskipun tinggal di huntap, warga tetap dihimbau untuk menjaga kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana.

Hadir dalam kesempataan tersebut antara lain Kepala Dinas PU DIY, Ibu Rani, Kepala Dinas Nakersos Drs. Julisetiono ,  Romo Yatno dan anggota berbagai komunitas seperti Turgo Asri, Pasag, Paguyuban siaga Merapi, Komunitas Tugu, Komunitas Somoitan, Komunitas  JPW. Beberapa aspirasi dari beberapa komunitas yang dapat dihimpun antara lain dari Turgo Asri yang diwakili Juni menyampaikan pentingnya jaminan  kesehatan bagi anggota komunitas, jaminan sosial dan beberapa  kebutuhan  perlengkapan seperti GT, lampu penerangan/senter, sepatu boot juga jas hujan. Sementara dari Pasag keluhan yang disampaikan adalah soal perijinan radio pancar ulang agar dipermudah juga belum adanya posko di lapangan, serta perlunya pengakuan beberapa komunitas tersebut oleh BPBD kabupaten Sleman. Sedang komunitas Tugu lewat ketuanya, Bayu antara lain menyampaikan bahwa untuk menghadapi musin hujan khusus di aliran kali Boyong di bagian bawah  perlu bronjong besi sepanjang 100 Meter. Juga alat untuk evakuasi warga bila terjadi bencana banjir dll. Yang jelas menurut Bayu komunitas Tugu jarang mendapat bantuan. Disamping itu  beberapa komunitas keluhan dan kebutuhannya hampir sama termasuk kebutuhan gergaji/chainsaw untuk penanggulangan bila terjadi bencana Puting Beliung bila banyak pohon yang tumbang.

Sedangkan GKR. Hemas dalam kesempatan tersebut antara lain menyampaikan bahwa  ada bantuan 50 – 100 juta rupiah dari Taiwan untuk mengantisipasi banjir merapi. Yang lebih penting adalah menyatukan seluruh lomunitas untuk selalu waspada. Yang jelas relawan memang perlu dibantu dan itu perlu disampaikan pada gubernur.  Sementara itu kepala BPBD Kabupaten Sleman Urip Bahagia dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa  BPBD dalam memberikan bantuan dan fasilitas untuk komunitas bukan perorangan dan kedepan akan dilakukan registrasi lagi bagi komunitas dan selama ini telah sering dilakukan dialog karena sampai saat ini terdapat 30 an komunitas.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.