Arsip Kategori: Berita

17
Sep

Baru 371 Pendaftar Serahkan Berkas Pendaftaran CPNS Sleman

Sampai dengan hari Selasa 16 September 2014, peserta pendaftar CPNS Sleman sebanyak 928 pendaftar yaitu 560 pendaftar guru kelas dan 368 pendaftar penyuluh KB. Dari Jumlah tersebut 371 peserta diantaranya telah menyerahkan berkasnya yang terdiri dari 283 pendaftar guru kelas dan 88 pendaftar formasi Penyuluh KB.  Jumlah pendaftar tersebut juga datang dari berbagai daerah yaitu 5 provinsi : Jateng, Jatim, DKI, Jawa Barat dan DIY.

Proses penyerahan berkas berjalan lancar, hanya saja terdapat pendaftar yang kurang teliti dalam mencermati persyaratannya. Sehingga ketika harus melengkapi persyaratan tersebut harus kembali ke daerahnya. Bagi pendaftar yang cukup dekat dengan Sleman hal ini mungkin tidak menjadi masalah, namun jika pendaftar tersebut berasal dari daerah yang cukup jauh maka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencari persyaratannya. Sedangkan jadwal penyerahan berkas ditutup hingga tanggal 22 September 2014 bertempat di lower ground Gedung BKD dengan jam pelayanan 08.00 – 13.00 WIB untuk hari Senin hingga Kamis, dan untuk hari Jumat pkl 08.00 – 11.00 WIB. dan pendaftaran online ditutup 17 September 2014 pukul 22.00 WIB.
Bagi Pelamar yang telah menerima nomer test, akan mengikuti ujian dengan sistem Computer Assisted test (CAT) di Badan Kepegawaian Negara  Regional 1 Yogyakarta. Jadwal test untuk pelamar di Pemkab Sleman masih menunggu jadwal yang dikeluarkan BKN, sedangkan lokasi ujian adalah di BKN.


16
Sep

UPK Berbah Miliki Aset 2,2 Milyar

Bupati Sleman, Sri Purnomo didampingi Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu mengibarkan bendera start jalan santai dalam rangka penutupan rangkaian kegiatan  HUT ke 69 RI sekaligus launching dana sosial PNPM Mandiri Pedesaan. Gerak jalan diikuti oleh siswa-siswi sekolah SD, SMP, SMA/SMK beserta warga masyarakat kecamatan Berbah dengan memperebutkan berbagai doorprize seperti TV, sepeda, kipas angin dll.

Sri Purnomo kemudian melaunching dana sosial UPK PNPM Mandiri pedesaan yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan selokan. Dalam sambutannya bupati menyampaikan bahwa pembangunan berbagai sarana dan prasarana di pedesaan harus ada peningkatan jika dibandingkan sebelum adanya PNPM. UPK kecamatan Berbah sat ini memiliki aset 2,2 milyar dari total 22 milyar aset se Kabupaten Sleman. Hal ini merupakan prestasi tersendiri bagi Berbah karena kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dilaksanakan. Bupati juga menyampaikan bahwa nantinya di tahun 2015, dana-dana yang turun ke desa akan lebih banyak lagi sehingga masyarakat juga harus terdorong untuk makin meningkatkan kelembagaan yang harus semakin diperkuat. Bupati juga memberikan penghargaan kepada perempuan mandiri dan tangguh kepada 4 orang perempuan yang terbukti memiliki kemauan yang kuat untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Melalui usahanya, mereka telah berhasil dan menginspirasi perempuan-perempuan di lingkungannya.
Bupati berharap masyarakat untuk tidak menyerahkan semuanya kepada program pemerintah karena Pemkab Sleman hanya dapat membantu plesterisasi dengan dana 1 juta per rumah yang diwujudkan dalam bentuk 10 sak semen dan 2 rit pasir. Tentu saja dana tersebut masih kurang untuk membuat lantai atau memplester tembok namun setidaknya itu untuk memotivasi masyarakat untuk secara mandiri melakukan pembangunan.
Pada tahun 2014, alokasi 51 juta akan digunakan untuk kegiatan lantainisasi dan plesterisasi tembok dengan sasaran 49 rumah tangga miskin yang juga merupakan anggota SPP UPK (Simpan pinjam khusus perempuan Unit Pengelola Kegiatan) Berbah. Selanjutnya bupati berkesempatan untuk meletakkan batu pertama pembangunan selokan sedangkan Wakil bupati melakukan plesterisasi tembok di rumah Pardiyo, di dusun Munggon, Sendangtirto. Pardiyo mengatakan rasa senangnya karena sebelumnya juga telah dibantu membangun rumahnya dengan dana PNPM perkotaan dan kemudian memperoleh bantuan plesterisasi tersebut.  Wabup berharap dalam setiap upaya pembangunan di desa ini selalu terjalin koordinasi yang baik, sejak di TPK dusun hingga TPK desa.


15
Sep

Festival Kethoprak, Tantangan Untuk Kembangkan Kreativitas

Untuk menjaga kelestarian budaya lokal, khususnya kethoprak, Dinas Budpar Sleman menyelenggarakan Festival Kethoprak yang diikuti oleh 17 kecamatan Se Kabupaten Sleman. Pembukaan telah dilaksanakan oleh Bupati Sleman dan  berlangsung dari tanggal 10 hingga 18 September 2014 di lapangan Parkir Denggung Sleman. Tiap malam dipentaskan 2 grup dan masing-masing menampilkan pentas selama 1 jam. Adapun jadwal pementasa untuk tanggal 10 hari pertama Moyudan dan Prambanan, hari kedua Minggir dan Seyegan, hari ketiga Cangkringan dan Kalasan, hari ke empat Sleman dan Pakem, hari ke lima Ngaglik dan Gamping, hari ke enam Godean dan Turi, hari ke tujuh Ngemplak dan Berbah, hari ke delapan Tempel dan Mlati dan terakhir Depok.

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI. dalam sambutan pada pembukaan festival mengatakan melalui festival kethoprak ini, masyarakat Sleman, terutama dikalangan generasi mudanya akan semakin merasa “handarbeni” dan bangga terhadap budaya sendiri. Mengingat selama ini generasi muda kita lebih mengenal budaya-budaya kontemporer yang sebagian besar merupakan produk budaya asing. Melalui festival kethoprak ini para seniman kethoprak di kecamatan dituntut untuk menunjukkan dan mengembangkan kreativitasnya, sehingga kethoprak yang disajikannya mampu menarik minat masyarakat untuk menyaksikannya. Diharapkan melalui festival kethoprak ini muncul bibit-bibit seniman kethoprak baru untuk menghindari terputusnya regenerasi seniman kethoprak di Sleman. Kecamatan sebagai pusat perkembangan dan pelestarian budaya merupakan upaya yang harus terus menerus dilakukan secara berkesinambungan mengingat upaya tersebut juga merupakan dukungan terhadap keistimewaan Yogyakarta.

Untuk menjaga kelestarian budaya lokal, khususnya kethoprak, Dinas Budpar Sleman menyelenggarakan Festival Kethoprak yang diikuti oleh 17 kecamatan Se Kabupaten Sleman. Pembukaan telah dilaksanakan oleh Bupati Sleman dan akan berlangsung dari tanggal 10 hingga 18 September 2014 di lapangan Parkir Denggung Sleman. Tiap malam dipentaskan 2 grup dan masing-masing menampilkan pentas selama 1 jam. Adapun jadwal pementasa untuk tanggal 10 hari pertama Moyudan dan Prambanan, hari kedua Minggir dan Seyegan, hari ketiga Cangkringan dan Kalasan, hari ke empat Sleman dan Pakem, hari ke lima Ngaglik dan Gamping, hari ke enam Godean dan Turi, hari ke tujuh Ngemplak dan Berbah, hari ke delapan Tempel dan Mlati dan terakhir Depok. Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, Msi. dalam sambutan pada pembukaan festival mengatakan melalui festival kethoprak ini, masyarakat Sleman, terutama dikalangan generasi mudanya akan semakin merasa “handarbeni” dan bangga terhadap budaya sendiri. Mengingat selama ini generasi muda kita lebih mengenal buaya-budaya kontemporer yang sebagian besar merupakan produk budaya asing. Melalui festival kethoprak ini para seniman kethoprak di kecamatan dituntut untuk menunjukkan dan mengembangkan kreativitasnya, sehingga kethoprak yang disajikannya mampu menarik minat masyarakat untuk menyaksikannya. Diharapkan melalui festival kethoprak ini muncul bibit-bibit seniman kethoprak baru untuk menghindari terputusnya regenerasi seniman kethoprak di Sleman. Kecamatan sebagai pusat perkembangan dan pelestarian budaya merupakan upaya yang harus terus menerus dilakukan secara berkesinambungan mengingat upaya tersebut juga merupakan dukungan terhadap keistimewaan Yogyakarta.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.