Arsip Kategori: Berita

5
Jun

Lomba Penelitian Kreatif Kini Masuki Tahap Akhir

Sebagai tindak lanjut proses penilaian kreatif dan inovatif tahun 2014, akan diselenggarakan penilaian presentasi bagi sebelas nominator yang telah terpilih dari 80 peserta yang telah terdaftar selama 7 Maret hingga 14 Mei 2014. Sebelas nominator tersebut mengusung berbagai tema penelitian diantaranya adalah Pengembangan Alat Pengukur Suhu dan PH guna Optimalisasi Budidaya Ikan Gurame, Penggunaan Fruitfly Trapper untuk mengatasi hama lalat buah, Pembuatan Minuman BIji Salak, Pemanfaatan Limbah Biji Pepaya untuk memperpanjang masa simpan brokoli, Pengembangan Alat Semprot Otomatis, Inovasi pemanfaatan ban bekas sebagai reactor cacing, Pengasapan Ikan dengan Sistem Pengasap Otomatis, Pembuatan Minuman Kopi Blending, Bank Benang Sari Salak Pondoh, dan Rekayasa Pengembangan Mesin Tetas Ayam.

Presentasi akan dilaksanakan Sabtu, 14 Juni 2014 bertempat di Ruang Rapat C Bappeda Kabupaten Sleman mulai pukul 08.00.  Bertindak sebagai juri adalah Dewan Riset Daerah Kabupaten Sleman yang akan menilai hasil presentasi berdasar kekreatifan penelitian yang memiliki kemampuan gagasan untuk menciptakan sesuatu yang lebih menarik serta kemampuan untuk memproduksi, menyebarluaskan, mengolah dan menciptakan pasar secara mandiri.

Kepala Bappeda Sleman menyampaikan bahwa lomba ini diselenggarakan Dalam rangka mewadahi para peneliti (akademisi maupun masyarakat) untuk melakukan penelitian guna menemukan atau mengembangkan karyanya secara nyata dalam rangka mengoptimalkan potensi dan kemampuan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,

Dengan mengangkat tema Penelitian Kreatif Dan Inovatif Berbasis Pertanian Untuk Membangun Kedigdayaan Kabupaten Sleman, lomba ini mewadahi berbagai penelitian yang mengangkat tools pertanian (penemuan alat-alat pertanian, alat-alat yang membantu pertanian), seed (penemuan benih unggul pertanian), media yang mendukung budaya pertanian; bidang Infrasruktur, Teknologi Informasi, Pariwisata, Lingkungan Hidup, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Tenaga Kerja pariwisata,  Sosial dan Budaya, Tenaga Kerja (entrepreneurship).

4
Jun

40 Orang Wakil Sleman Akan Ikuti PENAS KTNA XIV di Malang

Sebanyak 40 duta dari kabupaten Sleman akan mengikuti Pekan Nasional Kelompok Tani Nelayan Andalan (PENAS-KTNA) ke XIV di Desa Kedung Padaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim. PENAS-KTNA tersebut akan berlangsung tanggal 07 s.d. 12 Juni 2014. Lima diantaranya utusan dari Kabupaten Sleman tersebut merupakan  pendamping dari Dinas pertanian, Perikanan , dan Kehutanan Kabupaten Sleman, dan 35 orang merupakan peserta. Keempat puluh peserta dengan dipimpin Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno tersebut berpamitan kepada Bupati Sleman yang pada kesempatan tersebut diwakili Assekda bidang Pembangunan Dra. Suyamsih di ruang rapat Rumah Dinas Bupati, Senin 2  Juni 2014.

Pada kesempatan tersebut Widi Sutikno menyampaikan bahwa tujuan PENAS-KTNA tersebut agar ada jalinan komunikasi antar petani nelayan, petani-nelayan dengan pengusaha, pemerintah dan pengambil kebijakan, yaang tujuan akhirnya adalah kemartabatan petani-nelayan dalam melaksanakan kegiatan usaha tani semakin meningkat nilai tambah produksi maupun penjualan hasil produksi, sehingga petani semakin sejahtera dan meningkat taraf kehidupannya dimasa datang. Lebih lanjut disampaikan bahwa ke 35 peserta petani dari kabupaten Sleman tersebut merupakan petani yang berhasil merintis usaha pertanian, perikanan dan kehutanan.
Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Assekda  bidang Pembangunan Dra. Suyamsih antara lain menyampaikan bahwa dalam PENAS-KTNA tersebut merupakan  ajang yang tepat untuk mengembangkan kemitraan. Terlebih pada acara tersebut diikuti oleh berbagai organisasi profesi, penyuluh swasta atau pemerhati pertanian, perikanan dan kehutanan serta pelaku agribisnis. Lebih lanjut disampaikan bahwa PENAS-KTNA tersebut bukan hanya ajang pengenalan produk namun juga forum pertemuan petani nelayan dan petani hutan sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, tukar menukar informasi, pengalaman serta pengembangan kemitraan dan jejaring kerjasama.  Agar momen tersebut dapat dimanfaatkan sebaik baiknya untuk memperkaya referensi guna pengembangan diri serta memperkuat dan mengembangkan jejaring yang ada.
3
Jun

Isra’ Mi’raj Tonggak Sejarah Perjuangan Nabi Muhammad SAW

Pemkab Sleman menyelenggarakan  Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muham­mad SAW bertempat di Masjid Agung Dr.Wahidin Soedirohusodo pada hari Selasa tanggal 3 Juni tahun 2014 yang dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Bidang Pembangunan, PNS di Lingkungan Pemkab Sleman,  Anggota TNI/Polri,  siswa SMU terdekat dan masyarakat.

Di awal acara disampaikan laporan oleh Drs. Heri Sutopo, MM Kepala Bagian Kesra setda kab Sleman bahwa peringatan Isra’ Miraj mengambil tema “Dengan Sholat akan dijauhkan Perbuatan Keji dan Munkar”. Selain itu juga diserahkan bantuan dari BAZNAS Kab.Sleman uang sebesar Rp. 430.606.800 untuk Fi Sabilillah 95 Asnaf, Pembangunan 21 Masjid, 9 Mushola, Lembaga TPA/Ponpes 65 lembaga, Fakir Miskin dan Mualaf dan bantuan diserahkan secara Simbolis oleh dr. Sunartono, M.Kes Sekda kab.Sleman kepada Panitia Pembangunan Al Huda Argomulyo, Cangkringan sebesar 1 Juta Rupiah,  Panitia Pembangunan Mushola SDN Jati Sari, Jaten, Sendangadi, Mlati sebesar 1 Juta Rupiah,  serta bantuan Fakir masing-masing sebesar Rp.500.000 kepada Ny.Mardiyem dan Wiryo Sutarmo dari Padukuhan Terwilen RT.04/30 Desa Margodadi,Seyegan.
Mewakili Bupati Sleman, Sekda dr Sunartono, M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan Isra Mi’raj menjadi jadi salah satu tonggak sejarah perjuangan Nabi Muhammad dalam membangun peradaban, keadilan, dan kemakmuran bagi seluruh umatnya. Proyeksi awal dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah menciptakan jalan pencerahan untuk membebaskan diri dari sisi gelap (dark side) pengamalan dan sejarah kemanusiaan. Shalat lima waktu yang diperintahkan Allah SWT dalam peristiwa Isra’ Mi’raj tidak semata-mata ditafsiri sebagai kewajiban yang sifatnya ritual an sich, melainkan wahana untuk menegakkan kebenaran dan mencegahkemungkaran di muka bumi.
Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini,  Bupati mengajak seluruh hadirin untuk selalu meningkatkan kualitas shalat karena perintah shalat mempunyai tendensi agar umat Islam melakukan manajemen waktu dengan baik. Sebagai umat Islam dituntut untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, baik itu hubungan hidup antara makhluk dengan khaliq maupun juga hubungan antar sesama makhluk.
Kemudian dilanjutkan ceramah pengaijan oleh Drs. Arif Gunadi, MPd,I dari kantor Wilayah Kementrian Agama DIY memaknai Isra Mi’raj itu perintah langsung dari Alloh SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengerjakan Sholat, karena sholat yang benar akan menjauhkan tindakan atau  perbuatan Keji dan Munkar,  karena Sholat itu medidik manusia menjadi disiplin tepat waktu.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.