Arsip Kategori: Berita

3
Jan

Perolehan Retribusi Pasar Lampaui Target

Saat ini Dinas Pasar Kabupaten Sleman mengelola 41 pasar kabupaten dengan jumlah pedagang sebanyak 13.774 pedagang. Dari jumlah tersebut 60%-nya memerlukan rehabilitasi, namun Dinas Pasar baru dapat merehab 25%-nya yaitu pasar Sleman, Pasar Gentan, Pasar Pakem, Pasar Turi, Pasar Tempel dan Pasar Kejambon dengan total dana 1,7 milyar. Dinas Pasar baru memfokuskan pada upaya agar pasar tidak bocor dan kekokohan konstruksi pasar.

Pada tahun 2013 ini Dinas Pasar Prambanan akan dijadikan icon dan menjadi pasar percontohan di wilayah perbatasan dengan harapan bahwa Pasar Prambanan tersebut dapat menggaet konsumen di luar DIY. Pada tahap pertama  dialokasikan dalam DPA 2013 sebesar 7,2 milyar (termasuk bantuan propinsi DIY sebesar 4,5 milyar). Total biaya untuk pembangunan pasar Prambanan tersebut dialokasikan sebesar 47 milyar dan pembangunannya direncanakan hingga tahun 2016. Dukungan Pemkab dalam hal ini yaitu dengan pembebasan tanah, pasar akan dibangun diatas tanah seluas 18.000 m persegi. Dari luas tersebut hanya 2.253 meter persegi  yang telah berstatus milik Pemkab. Sisa lahan yang merupakan tanah kas desa di tahun 2013 akan dilakukan pembebasan dengan anggaran kurang lebih dari 20 milyar sehingga seluruh tanah tersebut nantinya menjadi milik Pemkab secara keseluruhan. Hal ini tentunya juga akan mempermudah Pemkab dalam hal pengurusan perijinannya misalnya IMB dan dokumen lingkungan.

Pembenahan fisik pasar lainnya adalah pasar Kebonagung (wilayah kecamatan Minggir), dengan alokasi dana DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar 900 juta dan pendampingan APBD sebesar 450 juta. Pasar Kebonagung juga merupakan pasar di perbatasan yang juga diharapkan dapat mendatangkan konsumen dari luar daerah karena baik di Kulon Progo maupun Sleman barat belum ada pasar besar. Dinas Pasar ingin menggunakan momen ini untuk menumbuhkan satu kegiatan ekonomi yang menarik dan memicu pertumbuhan ekonomi.

Selain itu pedagang belut yang ada di pasar Godean sudah sangat banyak dan tertumpah. Pedagang pasar tersebut akan  dipindahkan di bekas kecamatan  Godean, yang sekaligus akan dijadikan pusat jajan dan oleh-oleh khas setempat.  Pasar Sleman baru memasuki tahap perencanaan, pembangunan fisiknya pada tahun 2014. Saat ini dinas pasar baru memfasilitasi penyediaan lapak yang lebih nyaman bagi pedagang yang ada di ledok di pasar Sleman.

Agenda pembangunan non fisik yang dilakukan Dinas Pasar adalah validasi perijinan karena selama ini pemberian perijinan belum berdasar pada KTP/KK. Selama ini perijinan diberikan berdasarkan pengajuan ijin dari lurah pasar/pengelola pasar. Dengan validasi tersebut nantinya kios-kios pasar ditempati oleh mereka yang sesuai dengan nama yang tercantum pada ijin. Jika terjadi kasus yang menempat lapak/kios sudah pindah maka ijin akan dicabut dan diberikan ijin yang baru sesuai nama pedagang yang menempati sehingga ijin dapat dipertanggungjawabkan.

Selama tahun 2012 retribusi pasar mencapai 4,3 milyar, angka tersebut melebihi target yang hanya 4,1 milyar. Di tahun 2013 target retribusi pasar juga sebesar 4,3 milyar, realisasinya di diharapkan dapat melebihi target. Hal tersebut dapat diupayakan dengan mengoptimalkan pembayaran retribusi. Dinas Pasar akan menerbitkan Buku Ketetapan Pembayaran Retribusi (BKPR)  sebagai upaya saling kontrol antara petugas dan pedagang. Hal ini  juga sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah. Meskipun demikian, hal tersebut bukanlah tujuan utama karena sebenarnya Dinas Pasar hanya memfasilitasi ketertiban administrasi dan pengawasan agar tidak terjadi kebocoran. BKPR baru diterapkan di pasar-pasar yang termask dalam UPT 2 (Unit Pelaksana Teknis) yaitu pasar Cebongan, Sleman dan Denggung denganpertimbangan data yang telah terbaca dan jelas.

Selain itu di tahun 2013 Dinas Pasar juga akan melakukan pembenahan pasar hewan di belakang pasar Godean dan pasar klithikan. Rencananya klithikan tersebut akan dipusatkan di pasar Manggung. Meskipun sebetulnya pedagang klithikan tersebut merupakan pedagang mobile, karena pedagang yang sama juga berjualan di pasar Niten dan Pasar Muntilan tergantung hari pasaran di pasar tersebut. Hanya 58 pedagang tetap (tidak mobile) dan sekitar 400 pedagang yang mobile. Penataan klithikan di pasar Manggung ini juga untuk mengantisipasi macetnya jalan karena pedagang di pasar-pasar klithikan tersebut.

2
Jan

Pengembaraan Akhir Tahun ke XXVII Dilepas Wabup Yuni Satia Rahayu

Gerakan pramuka kwartir cabang Sleman, jumat 28 Desember 2012 mengadakan upacara pembukaan pengembaraan akhir tahun ke-XXVII tahun 2012, dilapangan Pemkab. Sleman. Pengembaraan akhir tahun ke-XXVII tahun 2012 adalah kegiatan pengembaraan bagi pramuka penegak kwartir cabang Sleman sebagai agenda rutin yang dilakukan setiap akhir tahun untuk menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme Pramuka Penegak dan Pandega Kwartir Cabang Sleman. Kegiatan pengembaraan ini mengambil rute dari Desa wisata yang ada dikabupaten Sleman (Pemkab. Sleman- Brayut-Kembang Arum-Srowolan-Sambi-Penting Sari-Morangan-Pondok Wonolelo-lapangan Jangkang-Palgading-UII-Gubug Pramuka Sleman). Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 28 Desember 2012-1 Januari 2013. Kegiatan ini diikuti oleh 337 peserta, yang terdiri dari 196 Putra, dan 141 Putri yang berasal dari beberapa gugus depan seperti : SMAN 1 Depok, SMAN 1 Gamping, SMAN 1 Kalasan, SMAN 2 Ngaglik, SMAN 1 Ngemplak, SMAN 1
Pakem, SMAN 1 Sleman, SMAN 1 Turi, SMK Bina Harapan, SMKN 1 Depok, SMKN 2 Depok, SMK Hamong Putera, SMKN 1 Kalasan, SMK Muh. Pakem, SMK Penerbangan, SMKN1 Seyegan, SMK Sulaiman, SMKN 1 Tempel, SMK YPKK 1 Sleman, MA Ibnul Qoyyim, dan Saka Bhayangkara Kalasan.
Pada upacara pembukaan kali ini Wakil Bupati Sleman, Hj. Yuni Satya Rahayu, SS, M.Hum memberikan sambutan dan membuka kegiatan pengembaraan akhir tahun ini. Dalam sambutannya wakil Bupati Sleman berharap agar gerakan Pramuka dapat memberikan ruang, wadah, dan media dalam membangun generasi muda agar memiliki karakter, kepribadian, dan watak yang kuat. Beliau juga mengingatkan agar diera globalisasi ini kegiatan pramuka untuk terus ditingkatkan dalam rangka mempertebal rasa nasionalisme dikalangan generasi muda. Wakil Bupati Sleman menyambut positip kegiatan tersebut karena sebagai ajang memupuk rasa nasionalisme dan kreativitas diri, melalui kegiatan ini, adik-adik penegak, dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan menganai beragam budaya dan desa wisata yang ada di Sleman. Dengan mengenal dan mencintai budaya daerah, merupakan satu wujud dari cinta tanah air. Budaya daerah juga menjadi kekuatan dalam kesitimewaan Yogyakarta. Oleh karena itu, sebagai
generai muda Sleman, para penegak dituntut untuk dapat ”handarbeni” dan pandai mengapresiasi beragam budaya daerah yang kita miliki. Berkat budaya daerah ini pula, Kabupaten Sleman menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak diminati wisatawan baik domestik maupun manca negara. Setelah kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat berperan aktif memperkenalkan beragam budaya dan wisata Sleman kepada masyarakat di luar Sleman. Dengan demikian, secara tidak langsung para peserta, turut serta membantu masyarakat Sleman dalam mengembangkan dan memajukan pembangunan pariwisata di Sleman. Setelah dilaksanakan upacara kemudian wakil Bupati Sleman juga melepas rombongan peserta kegiatan Pengembaraan ke-XXVII Akhir Tahun 2012 Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sleman.

2
Jan

Pemkab Sleman dan BPD DIY Kerjasama Pembayaran PBB-P2

Pada tanggal 28 Desember 2012 dilakukan penanda tanganan perjanjian kerjasama antara pemkab. Sleman dengan Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) yang bertempat di Restoran Pringsewu. Kerja sama yang dilakukan oleh Pemkab. Sleman dan BPD DIY adalah dalam bidang penyelenggaraan Pelayanan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. Pajak Bumi dan Bangunan perdesaan dan perkotaan adalah pajak atas bumi dan bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan dan pertambangan.
Ruang lingkup kerja sama ini meliputi:
1. Pelayanan pembayaran PBB Kabupaten Sleman melalui fasilitas perbankan milik BPD DIY yang meliputi counter teller dan ATM

2. Pemindah bukuan hasil penerimaan pembayaran PBB yang diterima BPD DIY dari wajib pajak ke rekening Kas Daerah Pemkab. Sleman dengan nomor rekening: 005.111.000059
Kerja sama antara Pemkab. Sleman dan BPD DIY ditanda tangani oleh Drs. H. Samsidi, M.Si dari pihak Pemkab. Sleman dan dari pihak BPD DIY Ir. Nur Iswantoro, MM. Dengan adanya kerja sama tersebut nantinya pembayaran PBB di Kabupaten Sleman bisa dilayani diseluruh cabang BPD DIY yang ada di wilayah Kabupaten Sleman dan juga melalui fasilitas ATM BPD DIY. Pemkab Sleman berharap dengan adanya kerja sama ini pendapatan daerah dari sektor PBB, dapat meningkat dan dapat melampoi target ditahun 2013, karena wajib pajak dimudahkan dalam proses pembayarannya. BPD DIY dan Pemkab. Sleman akan segera menyiapkan segala sesuatunya sehingga di bulan maret tahun 2013 sudah siap untuk melayani.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.