Arsip Kategori: Berita

18
Oct

Peserta ASEAN Student Exchange Kunjungi SMKN 2 Depok

Kegiatan ASEAN  Student Exchange (ASE) ke 12 yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, berlangsung pada tanggal 14-20 Oktober 2012 di Yogyakarta, diikuti oleh 10 negara anggota ASEAN dan Timor Leste. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah mengadakan kunjungan ke 4 sekolah di wilayah DIY dan 1 sekolah di wilayah Jawa Tengah Salah satu yang dikunjungi adalah SMK negeri 2 Depok Sleman, Jl STM Pembangunan Mrican, Caturtunggal Depok Sleman, Yogyakarta. Kunjungan ke SMK Negeri 2 Depok Sleman tersebut dilaksanakan pada hari Rabu 17 Oktober 2012. Peserta yang berjumlah sekitar 50 anak diterima oleh Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, kepala sekolah SMK 2 Depok Dra.Aragani Mizan Z, para guru dan siswa.
Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, S.S, M.Hum mengatakan bahwa para peserta yang berasal dari berbagai negara akan membawa beragam budaya dengan kearifan lokal yang beragam pula. Sehingga, kita berkesempatan untuk mengapresiasi, dan bersama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya dari berbagai negara. Melalui acara ini juga para peserta juga dapat bertukar wawasan dan saling belajar mengenai berbagai perbedaan kultur, seni dan ilmu pengetahuan.
Lebih lanjut Wakil Bupati mengatakan bahwa setiap negara pasti memiliki seni dan budayanya sendiri-sendiri. Meskipun bentuk, tampilan dan ekspresinya berbeda, setiap seni budaya tersebut tetap memiliki makna dan nilai filosofi hidup yang universal. Nilai—nilai hidup itu sudah jarang kita temui dan juga kita hayati dalam berkehidupan di jaman modern ini. Terselenggaranya Asean Student Exchange ini memberi kesempatan kepada kita untuk kembali menikmati dan memperluas cakrawala kita tentang beragam seni dan budaya yang berbeda-beda.
Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, S.S,M.Hum juga menyampaikan bahwa untuk mewujudkan Sleman sebagai daerah tujuan pendidikan dan tujuan wisata yang nyaman Pemkab Sleman menciptakan kondisi yang kondusif dan menciptakan ketertiban umum. Perbedaan yang ada di masyarakat senantiasa dihargai dan ditanamkan di masyarakat. Kerukunan antar umat beragama juga terus ditingkatkan baik melalui dialog maupun dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kunjungan pelajar ASEAN yang berjumlah sekitar 50 pelajar ke SMK Negeri 2 Depok disambut meriah oleh kepala sekolah, para guru dan para siswa SMK 2 Depok diantaranya dengan menampilkan demo Pencak Silat Merpati Putih dan demo mematahkan besi baja dan batu oleh siswa SMK Negeri 2 Depok. Para peserta juga melihat lihat berbagai kegiatan siswa SMK 2 Depok dan ikut belajar merakit laptop, menabuh gamelan, membuat lubang biopori mengukur gas buang dsb.

17
Oct

Dari Workshop Pengangkatan Anak : Pengangkatan Anak Tak Putuskan Hubungan Darah

Dalam rangka meningkatkan pemahaman pihak pihak yang berhubungan dengan pengangkatan anak agar bisa memberikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya pengangkatan anak yang sah sesuai dengan Undang Undang yang berlaku, Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Sleman mengadakan Workshop Pengangkatan Anak di Rumah Makan TWIN Jl. Dr. Rajimin Paten Tridadi Sleman.  Peserta Workshop Pengangkatan anak ini meliputi : Tim Pengangkatan Anak Kab. Sleman 13 orang (yayasan Sayap Ibu, Dinas Sosial DIY, Dinas Sosial Kabupaten, Dukcapil, Pendidikan, Kesehatan, Bappeda, Polres Sleman, Kemenag, Pengadilan, Bag. Hukum ), dan Pihak-pihak yang berhubungan dengan pengangkatan anak di lapangan 17 orang ( Polsek Depok 3, Kalasan, Mlati, Godean, PKK, LPA, RSUD, IBI Sleman, Panti Asuhan, LK3S ), dengan Materi sehari tentang  ‘ Pengangkatan Anak Menurut Peraturan Perundangan Yang Berlaku.
Tujuannya workshop ini secara  khusus adalah meningkakan pengetahuan masyarakat tentang prosedur Pengangkatan Anak yang sah menurut Undang-Undang yang berlaku.
Nara sumber workshop meliputi Bambang Santoso ( Dinas Sosial DIY) dengan materi Pengangkatan Anak menurut peraturan perundangan yang berlaku, Dra. Sri Astiwi ( Yayasan Sayab Ibu ) materi Kewenangan YSI dalam Pengangkatan Anak dan Mulyanto, SH.MH (Pengadilan Negeri Sleman) materi Kewenangan Pengadlan Negeri dalam Proses Pengangkatan Anak. Demikian laporan yang disampaikan  Kasubbid Perlindungan Anak Dra. Sri Budirahayu.
Dalam sambutanya Kepala Badan KB dan PMPP Kab. Sleman dr. Endang Pujiastuti, Mkes mengatakan bahwa dalam Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa anak adalah merupakan amanah dan karunia Tuhan yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Anak adalah merupakan tunas, potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa yang mempunyai peran strategis dan menjamineksistensi kelangsungan bangsa dan negara. Untuk dapat mewujudkan tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental maupun sosial dan berahklak mulia maka perlu diberikan jaminan tumbuh kembang kepada mereka secara baik dan benar agar mereka nantinya dapat tumbuh sehat dan cerdas sebagaimana yang kita harapkan.
Dalam rangka pemenuhan hak anak khususnya anak terlantar atau ditelantarkan dan anak yang memerlukan Perlindungan khusus maka diperlukan suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orang tua, wali yang sah atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkat.
Dalam makalahnya Bambang Santosa dari Dinas Sosial DIY antara lain menjelaskan bahwa ketentuan umumnya adalah  pengangkatan anak bertujuan untuk kepentingan anak. Pengangkatan anak tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dengan orang tua kandungnya. Adapun syarat anak yang akan diangkat adalah belum berusia 18 tahun, merupakan anak terlantar /ditelantarkan, berada dalam asuhan keluarga atau lembaga pengasuhan anak dan memerlukan perlindungan khusus. Sedangkan syarat calon orang tua angkat antara lain adalah : sehat jasmani dan rohani, umur minimal 30 tahun maksimal 55 tahun, beragama sama dengan agama calon anak angkat, berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak kejahatan, berstatus menikah paling singkat 5 tahun, tidak merupakan pasangan sejenis, tidak atau belum punya anak atau hanya memiliki 1 anak, dalam keadaan mampu ekonomi dan sosial, memperoleh persetujuan anak dan izin tertulis orang tua atau wali anak,
memperoleh izin menteri  dan / atau kepala instansi sosial. dsb.

17
Oct

SMK Muh 2 Sleman Terima Sertifikat ISO

Sabtu 13 Oktober 2012 SMK Mummadiyah 2 Sleman menerima  sertifikat ISO 9001-2008 dari PT TUV Rheinland sebagai sekolah yang sudah menerapkan sistim ISO. Kepala sekolah  SMK Muhammadiyah 2 Sleman Drs. Edy Kurniawan Mengatakan bahwa SMM ISO yang diterapkan di sekolah ini diharapkan bisa memberi dampak positif bagi semua pihak sehingga bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan baik dalam negeri maupun luar negeri. Dan SMK Muh 2 Sleman sudah siap untuk bekerja sesuai dengan standar ISO yang baru saja diterima dari PT TUV Rheiland. Dengan menerapkan  ISO, sekolah dapat memeriksa kesesuaian secara independen, memastikan sistim managemen mutu yang efektif, serta memperbaiki image organisasi agar lebih dikenal secara nasional bahkan internasional. Dalam penyerahan sertifikat ISO 9001-2008 dari PT TUV Rheinland  Cornelius Tono Infariyanto kepada Bupati Sleman Drs.H. Sri Purnomo MSi. Sertifikat selanjutnya diserahkan kepada Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Sleman
Drs. Edy Kurniawan.

Bupati Sleman Drs.H. Sri Purnomo, MSI dalam sambutannya mengatakan dengan telah diterimanya sertifikat SMM  ISO oleh SMK Muh 2 Sleman ini berarti jumlah sekolah yang telah meraih SMM  ISO menjadi 12 SMK. Tujuh diantaranya  SMK Negeri dan lima adalah SMK suwasta dan lainnya di harapkan menyusul seperti SMK-SMK yang sudah mendapat Sertifikat SMM ISO 9001-2008, karena ini merupakan standar yang baru ngetren saat ini. Lebih lanjut Bupati Sleman mengatakan jangan merasa puas dan terlena karena sudah mendapatkan Sertifikat SMM ISO 9001-2008 justru kita semakin bersemangat untuk mempertahankan bahkan untuk meningkatkan kualitas kita sehingga kita tidak boleh loyo karena sudah mendapatkannya Sertifikat ISO bagi SMK Muhammadiyah 2 Sleman ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujutkan managemen sekolah dengan standar yang lebih baik.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.