Arsip Kategori: Berita

16
Nov

Sleman Serahkan 40 SK Golongan IV

Sejumlah 40 orang PNS menerima Surat Keputusan Kenaikan Pangkat golongan IV/a s.d IV/D periode 1 Oktober 2016 di Aula BKD Sleman, Senin 14 November 2016. Realisasi kenaikan pangkat tersebut meliputi jenis kenaikan pangkat, golongan dan instansi. Adapun rincian tersebut meliputi kenaikan pangkat pilihan struktural sebanyak 12 orang dan fungsional 28 orang. Berdasarkan golongan meliputi golongan IV/A sebanyak 18 orang, golongan IV/b ada 21 orang, serta golongan IV/d ada 1 orang. Sedangkan, berdasarkan instansi sebanyak 13 orang diperoleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sleman, Drs. Iswoyo Hadiwarno dalam acara penyerahan SK Kenaikan Pangkat golongan IV/a ke atas oleh Bupati Sleman.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak, tetapi merupakan penghargaan atas prestasi yang dicapai seseorang yang memenuhi persyaratan. Sehingga dapat menjadi panutan bagi pegawai dalam hal bagaimana menghadapi sebuah kondisi dengan tetap berpedoman dengan peraturan dan perundang undangan ketika berada pada pangkat pembina. Kenaikan pangkat merupakan cerminan dari perjalan jauh, dari pangkat penata muda hingga sekarang mendapatkan pangkat pembina. Ini berarti sudah beberapa tahun perjalanan karir itu dijalani. Paling tidak masa kerja PNS minimal antara 18-20 tahun, sebuah perjalanan yang cukup panjang. Panjangnya perjalanan yang sudah ditempuh ini kiranya bisa memperkaya khazanah kemampuan, baik cara berpikir dan bertindak atau berbuat.

Sri Purnomo berharap agar semua PNS di Sleman dapat terus memupuk dan mengembangkan kapasitas pribadinya, juga harus berani memberikan inovasi baru dalam pembangunan, tidak hanya terjebak dalam rutinitas kerja sehari-hari. Selain itu, mereka harus berupaya bekerja dengan semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat secara terbuka, transparan, harus lebih amanah dan professional. Dalam kesempatan tersebut, Purnomo juga berpesan agar para PNS dapat memanfaatkan kenaikan pangkat sebagai langkah meniti karir yang lebih tinggi di masa-masa yang akan datang dan sebagai motivasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tambah ujarnya.

Acara penyerahan SK Kenaikan Pangkat dilakukan oleh Bupati Sleman didampingi oleh Kepala BKD Sleman kepada PNS penerima SK.

16
Nov

Sleman Raih Akreditasi Kearsipan Sangat Baik

Kabupaten Sleman meraih akreditasi Kearsipan dari ANRI dengan kualifikasi Akreditasi A (Sangat Baik). Untuk tahun 2016 ini Sleman menjadinya satu-satunya kabupaten yang meraih penghargaan tersebut di tingkat Kabupaten/Kota. Penyerahan akreditasi ini akan dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (16/11) pukul 09.00 WIB dan diserahkan langsung kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) DR. Mustari Irawan, MPA.

Retno Susiati, SH, MM, Kepala Kantor Arsip Daerah Kab. Sleman mengungkapkan bahwa akreditasi ini diraih setelah sidang pleno Majelis Pertimbangan Akreditasi Kearsipan memutuskan Kabupaten Sleman layak memperoleh Akreditasi A. “Aspek yang dinilai dalam akreditasi tersebut meliputi kebijakan, pembinaan, pengelolaan arsip yang meliputi akuisisi, pengolahan, pemeliharaan dan perawatan, dan layanan arsip, organisasi, SDM, dan prasarana sarana kearsipan,” terang Retno Susiati dalam jumpa pers Selasa (15/11) di Bagian Humas Setda Sleman.

Kantor Arsip Daerah Kab. Sleman saat ini gencar mensosialisasikan Gerakan Cinta Arsip Keluarga. Gerakan ini bertujuan memasyarakatkan budaya pengarsipan yang baik. Pengelolaan arsip tidak hanya penting bagi kantor dan organisasi tapi di tingkat keluarga juga karena mereka sewaktu-waktu akan terlibat dalam urusan yang membutuhkan dokumen secara cepat dan lengkap. Dengan keberadaan arsip dalam keluarga yang tersimpan dengan baik akan menguntungkan dalam efisiensi waktu dan ekonomi.

Pentingnya pengelolaan arsip di tingkat keluarga ini dibenarkan Kepala Desa Banyuraden Sudarisman ST, “Di masyarakat itu sering terjadi dokumen penting ketlingsut dan mencari KK saja bisa sampai menimbulkan pertengkaran keluarga. Lalu masyarakat lapor kehilangan ke desa atau Polsek tapi nanti begitu sudah diberikan dokumen pengganti, dokumen yang hilang itu tiba-tiba ketemu.” Dengan adanya program Cinta Arsip Keluarga ini Sudarisman mengaku senang dan sangat mendukung karena mempermudah pemerintah bekerja dengan cepat dalam memberikan pelayanan administrasi apabila dokumen lengkap.

Desa Banyuraden adalah desa binaan sekaligus percontohan untuk program Cinta Arsip Keluarga ini. Untuk langkah awal Desa Banyuraden melakukan pengkaderan sebanyak 110 orang. Kader-kader pengarsipan ini bekerja di 78 RT dan 22 RW dengan target sasaran 1.750 KK atau sepertiga penduduk Banyuraden. Dalam membina keluarga-keluarga di desa, Kantor Arsip Daerah Kab. Sleman merangkul TP PKK yang memiliki jaringan hingga ke desa. Terpisah, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan dukungannya dalam program ini. “Kami berkomitmen mendukung program Cinta Arsip Keluarga ini dan siap menggerakkan pengurus dan kader TP PKK hingga ke tingkat desa,” ungkap Kustini Sri Purnomo.

15
Nov

Wabup Launching Bedah Rumah di Murangan VIII

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun melakukan peletakkan batu pertama pada acara launching rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Murangan VIII, Triharjo, Sleman, Selasa 15 November 2016 dalam acara bedah rumah di Kec. Sleman. Program bedah rumah ini merupakan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman yang saat ini terus dilakukan.

“Pemkab Sleman berupaya memfasilitasi dan mendorong masyarakat agar mampu mandiri, berkarya, berusaha serta dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki secara optimal dan berkesinambungan. Melalui program-program pemberdayaan ini pula, masyarakat diharapkan turut aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan bersama-sama pemerintah mewujudkan kesejahteraan,” jelas Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun.

Lebih lanjut Muslimatun menyampaikan bahwa berdasarkan pada pendataan yang dilaksanakan di tahun 2014, jumlah total Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sudah ditangani sebanyak 3.295 unit dari 9.086 unit. Untuk program bantuan Rumah Tidak Layah Huni (RTLH) TA. 2016 akan disalurkan bantuan ke 86 desa di 17 kecamatan dengan jumlah penerima sebanyak 419 unit. Alokasi dana sebesar Rp 6.285.000.000,- dan masing-masing penerima bantuan mendapatkan Rp 15juta dengan rincian untuk rumah Rp 11,5juta dan untuk jamban Rp 3,5juta.

Sementara itu Camat Sleman Drs. Iriansyah menyampaikan bahwa kegiatan bedah rumah yang merupakan bantuan CSR dari Bank BPD DIY cabang Sleman dan Bank Sleman tersebut memberikan bantuan pada 4 (empat) rumah di wilayah Kecamatan Sleman yakni Boiman (Murangan VIII), Hardono (Murten), Sanikem (Kleben) dan Juwarsam (Kepanjen) dengan masing-masing sasaran memperoleh bantuan sebesar Rp 10.000.000.

Iriansyah mengatakan bahwa kegiatan bedah rumah yang dilaksanakan merupakan integrasi dari seluruh aspek dalam kampung KB. Menurutnya pembentukan Kampung KB hakikatnya merupakan upaya membumikan program KB untuk mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dalam Kampung KB dan mengaktualisasikan 8 fungsi keluarga dengan menggunakan pendekatan culture. “Delapan fungsi keluarga yakni fungsi agama, sosial, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, pelestarian lingkungan dan fungsi reproduksi,” tutur Bapak Iriansyah.

Iriansyah menambahkan bahwa dalam kegiatan bedah rumah tersebut ada beberapa rangkaian kegiatan yang meliputi pengukuhan forum silaturahmi takmir masjid Kec. Sleman, pencanangan Jam Belajar Masyarakat (JBM), pencanangan kampung Keluaga Berencana (KB), peletakan batu pertama RTLH, serta deklarasi Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). “Tujuan bedah rumah yang kaitannya dengan pencanangan Kampung KB adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat ditingkat kampung melalui program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga serta pembangunan sector terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas”, tuturnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.