Arsip Kategori: Berita

18
Nov

Wakil Kecamatan Berbah Juarai Lomba Sesorah Dalam Rangka HUT KORPRI

Pemerintah Kab. Sleman di hari Rabu, 14 Nopember 2012 bertempat di Pendopo Kantor Bupati Sleman telah diselenggarakan Lomba Sesorah Dalam Rangka HUT Ke 41 KORPRI dengan dasar Surat Keputusan Ketua Dewan KORPRI Kab. Sleman No. 100/DP.Kab.Slm/X/2012 tanggal 2 Oktober 2012 dan Rapat Pleno Panitia Tanggal 12 Oktober 2012.
Lomba Sesorah ini diikuti oleh 28 orang, terdiri atas wakil utusan dari  Pengurus KORPRI Unit se Kab. Sleman.
Maksud dan tujuan lomba sesorah ini adalah Untuk meningkatkan Persatuan dan Kesatuan sesama Anggota KORPRI dan Sebagai upaya pelestarian budaya khususnya budaya jawa, dengan Tim Juri yaitu Sancoko, SPd, Panggih, dan Awang Eka Hermawan.
Dalam lomba Sesorah Dalam Rangka HUT Ke 41 KORPRI ini akan diambil Juara I sampai JUara Harapan II dan penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada puncak acara Peringatan Ulang Tahun KORPRI, hari Jum’ at, 30 Nopember 2012 di Pendopo Parasamya. Demikian laporan yang disampaikan Koordinator Lomba Drs. Pustopo.

Selanjutnya Lomba Sesorah Dalam Rangka HUT Ke 41 KORPRI secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. Dwi Supriyatno, MS. Juga memberi sambutan bahwa Lomba Sesorah Dalam Rangka HUT Ke 41 KORPRI ini supaya bisa menambah erat persaudaraan sesama anggota KORPRI, dan yang penting itu bukan menjadi juaranya, tetapi dalam lomba sesorah ini supaya bisa menambah spirit sehingga semua KORPRI di Sleman ini bisa bekerja dengan baik dan jujur dalam fungsinya sendiri-sendiri dan muda-mudahan masyarakat Sleman benar-benar mulya lahir dan batin, sehingga bisa mewujudkan visinya pembangunan daerah Kab. Sleman.

Dalam Lomba Sesorah Dalam Rangka HUT Ke 41 KORPRI dan setelah diseleksi dari para juri maka yang meraih juara I Layla Hera Mayasari No. Undian 14 dari Unit KORPRI Kec. Berbah dengan nilai 587, Juara II Ngadakana No. Undian 16 dari Unit Kec. Ngaglik dengan nilai 576, Juara III Sugaib No. undian 33 dari Unit KORPRI Kec. Sleman nilai 575, kemudian juara harapan I Sajiono, SPd No. undian 30 dari Unit KORPRI Disdikpora dengan nilai 572, dan Juara Harapan II Sa’ dullah No. undian 28 dari Unit KORPRI Setda dengan nilai 569.

18
Nov

Bupati Tinjau Berbagai Proyek

Pembangunan berbagai fasilitas umum yang dilakukan pemerintah  terutama di Kabupaten Sleman mendekati akhir tahun ini sebagian hampir selesai, namun tidak sedikit yang baru 58 % seperti rehab Puskesmas Mlati II, namun diharapkan sebelum akhir tahun ini sudah selesai 100 %. Hal tersebut disampaikan bupati sleman Drs. Sri Purnomo, MSI saat melakukan kunjungan kerja di berbagai proyek di kabupaten Sleman Rabu 14 Nopember 2012. Lebih lanjut disampaikan bahwa mumpung masih ada waktu dan kesempatan diharapkan pembangunan yang belum selesai segera diselesaikan, tentunya yang sesuai dengan kualitas dan tepat waktu. Sebab fasilitas umum tersebut tentu akan segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Disampaikan pula oleh bupati waktu meninjau pembangunan Rusunawa di Jongke yang kondisinya sudah 100 %, tetapi masih perlu pembenahan disana sini termasuk pembersihan ruangan dan lingkungan halaman. Tidak ketinggalan bupati minta agar dalam membangun fasilitas umum, terutama para pengembang harus memperhatikan ruang terbuka hijau. Terlebih saat ini lahan sudah semakin berkurang, untuk itulah perlunya pemikiran untuk mengembangkan rumah susun berlantai.

Sedangkan pembangunan 2 twin block Rusunawa Jongke yang kondisinya sudah 100 % tapi masih perlu pembenahan dan pembersihan terdiri dari 4 bangunan gedung, yang masing-masing gedung berlantai 5 dan terdiri  tipe 24, artinya perkamar luasnya 24 M2. Masing-masing gedung terdapat 98 kamar, khusus untuk landai bawah/dasar dioperuntukkan kaum difabel dengan jumlah kamar 10 unit di masing-masing twin blok.   Ikut mendampingi dalam kunjungan dan peninjauan pembengunan tersebut antara lain Asekda bidang pembangunan Drs. Suyamsih, Kepala Dinas PUP Nurbandi, Kepala Dinas Kesehatan dr. Mafilindati Nuraini, Kabag Adpem Agung Armawanto, juga Kabag Humas Dra. Endah Sri Widiastuti, MPA dll.

Sedangkan beberapa pembangunan yang dilakukan pemerintah dengan anggaran APBD adalah Puskesmas Mlati II berupa rehap dengan dana APBD sebesar Rp. 1.052.349.000 dan saat ini realisasinya sudah mencapai 58 %.   Sementara di Rusunawa Jongke  Mlati bupati sleman meninjau pembangunan rusunawa yang pembangunannya sudah mencapai 100 % dari dana APBN.  Di Jembatan Pringgolayan Depok, bupati sleman dan rombongan  meninjau pembangunan jembatan yang sudah mencapai 98 % dengan nilai kontrak Rp. 6.973.373.000 dari dana APBD –DIY. Untuk pembangunan jembatan Gajahwong dengan nilai kontrak  Rp.7.144.748.000 sampai saat ini kondisinya sudah mencapai 81 %. Sedangkan untuk rehab kantor kecamatan Ngaglik  saat ini sudah selesai 100 % dengan nilai kontrak Rp.1.574.275.000

.

14
Nov

KORPRI Sleman Bina Kerohanian Islam

Karyawan karyawati yang beragama Islam di lingkungan Pemkab Sleman mengikuti pembinaan rohani di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu 14 November 2012. Pembinaan rohani yang  diselenggarakan dalam rangka HUT KORPRI yang ke 41 ini mendengarkan tausiah dari Ustadz Drs. KH Saebani, MA, MPd dari Diknas Kabupaten Bantul. Hadir pada kesempatan tersebut Sekda dr. Sunartono, M.Kes mewakili Bupati, Kabag Kesra, Camat Tempel, Kabag Umum serta inspektur Kab Sleman. Pembinaan diikuti oleh sekitar 400 orang PNS dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman.Menurut ketua pokja bhakti sosial HUT KORPRI, Suyono SH, MHum, tujuan diselenggarakannya pembinaan ini adalah untuk meningkatkan iman dan takwa serta merupakan ajang silaturahmi dan mempererat ukhuwah antar anggota KORPRI dan Dharma Wanita.

Bupati dalam sambutan yang dibacakan Sekda mengatakan bahwa momen pembinaan rohani ini merupakan momen untuk melakukan muhasabah dan melakukan evaluasi atas berakhirnya tahun 1433 Hijriyah. Selain itu, pembinaan tersebut merupakan upaya untuk membangun kecerdasan emosi dan spiritual dalam dalam rangka meningkatkan kapasitas PNS. Muhasabah yang dilakukan juga sangat strategis untuk menyadarkan diri akan kekurangan dan kesalahan yang terus diikuti dengan upaya perbaikan diri menuju kinerja yang lebih baik dan profesional. Terlebih lagi Islam menempatkan orang yang bekerja atau berkarya dalam posisi yang mulia. Bekerja dinilai sebagai kebaikan dan kemalasan dinilai sebagai keburukan. Namun tidak semua kerja dan karya menjadi ibadah. Harus ada 3 syarat untuk menjadi ibadah yaitu : niat karena Allah SWT, tidak boleh melanggar nilai kebenaran serta harus bekerja penuh dedikasi dan profesional.

Sedangkan KH Saebani dalam tausiahnya menjelaskan mengenai adanya penjajahan budaya yang saat ini terjadi sehingga bangsa Indonesia menjadi orang asing di negerinya sendiri. Untuk itu dimohon para orang tua agar mendidik anak-anaknya sesuai dengan budayanya masing-masing.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.