Arsip Kategori: Berita

22
Oct

Camat Di Sleman Ikuti Sosialisasi UU Keistimewaan DIY

Pemerintah Kabupaten Sleman hari Kamis, 18 Oktober 2012 di Aula Lt. III Setda Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Undang-Undang No. 13 Tentang Keistimewaan DIY dengan peserta seluruh Camat se Kab. Sleman dan SKPD di Pemda Sleman.

Dalam kesempatan itu Wabub Yuni Satia Rahayu, SS, Mhum dalam sambutannya berharap melalui kegiatan sosialisasi tersebut, peserta menjadi paham dan mengerti isi, muatan, dan semangat dari UU No. 13 Tahun 2012. Terlebih, UU ini sangat terkait dengan tata pemerintahan, pembangunan dan tata kehidupan kemasyarakatan di DIY. Oleh karena itu, menjadi wajib untuk mengerti dan memahami UU No. 13 Tahun 2012 ini.
Lahirnya UU keistimewaan ini, tentunya tidak bisa dilepaskan dari perjuangan seluruh warga Yogyakarta yang dipelopori antara lain oleh para Perangkat Desa. Sekarang, UU yang kita dambakan ini telah terwujud, tinggal tugas kita semua untuk melakansakan amanat yang terkandung dalam UU tersebut.
Pada kesempatan ini, saya hanya ingin sampaikan kembali amanat Gubernur beberapa waktu yang lalu bahwa pengesahan Undang-Undang No. 13 Tahun 2012 Tentang Keistimewaan DI Yogyakarta, bukan tujuan akhir, melainkan awal proses pemerintah daerah, pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Pemerintah Desa untuk meningkatkan kesejahteraan, transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, dengan UU Keistimewaan DI Yogyakarta ini, keutuhan serta golong gilig pemerintah dan warga bisa terwujud. Oleh karena itu, dengan telah di sahkannya UU keistimewaan ini, marilah kita tingkatkan kinerja dan kebersamaan kita dalam melayani masyarakat.

Selanjutnya sambutan Tim Asistensi Daerah Drs. Tavip Agusrayanta, MSi bahwa status istimewa yang melekat pada DIY merupakan bagian integral dalam sejarah pendirian negara bangsa Indonesia. Pilihan dan Keputusan Sultan Hamengku Buwono IX dan Adipati Paku Alam VIII untuk menjadi bagian dari Republik Indonesia, serta kontribusinya untuk melindungi simbol negara bangsa pada masa awal kemerdekaan telah tercatat dalam sejarah Indonesia.
Masyarakat Yogyakarta yang homogen pada awal kemerdekaan meleburkan diri ke dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Sentralisasi posisi masyarakat DIY dalam sejarah DIY sebagai satu kesatuan masyarakat yang memilki kehendak yang luhur dalam berbangsa dan bernegara dan keberadaan Kasultanan dan Kadipaten sebagai institusi yang didedikasikan untuk rakyat merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Setelah Proklamsi 17 Agustus 1945, Sultan Hamengku Buwono IX dan Adipati Paku Alam VIII memutuskan untuk menjadi bagian dari Indonesia. Kedua Tokoh itu masing-masing secara terpisah, tetapi dengan format dan isi yang sama, mengeluarkan Maklumat pada tanggal 5 September 1945 yang kemudian dikukuhkan dengan Piagam Kedudukan Presiden Republik Indonesia tanggal 6 September 1945 menyatakan integrasi Yogyakarta ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan daerah istimewa.

18
Oct

Kades Tamanmartani Dilantik Bupati Sleman

Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu, 17 Oktober 2012 melantik Gandang Harjanata sebagai kepala Desa Taman Martani Kalasan periode 2012 – 2018. Pelantikan yang dilaksanakan di Balai Desa Taman Martani Kalasan tersebut dihadiri oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Camat Kalasan, dan kepala desa se Kecamatan Kalasan serta Danramil dan Kaplolsek Kalasan. Dalam pelantikan juga dilaksanakan serah terima jabatan dari Sutarto Pj Kepala Desa Taman Martani kepada Gandang Harjanata Kepala desa yang baru.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman Sri Purnomo dalam sambutannya antara lain memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pemilihan kepala desa di Tamanmartani ini, sehingga seluruh rangkaian pilkades dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Juga mengucapkan terima kasih kepada para calon kepala desa yang telah berpartisipasi pada proses demokratisasi pemilihan kepala desa.
Hasil pelaksanaan pilkades ini memang tidak bisa memuaskan semua pihak. Saat proses pemilihan kepala desa warga masyarakat boleh saja berbeda pendapat. Namun setelah Kepala Desa terpilih dilantik semua friksi harus segera diakhiri. Oleh karena itu ia mengharapkan peran aktif Kades untuk mengadakan rekonsiliasi semua warga. Sri Purnomo juga minta kepada Kepala Desa terpilih untuk dapat menyesuaikan diri dengan norma dan etika sebagai aparat pemerintah desa. Dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya. Dalam mengemban amanah dan tugas sebagai pucuk pimpinan di Desa, kepala desa harus mampu melayani seluruh lapisan masyarakat. Kepala desa harus mampu menumbuhkan aktivitas masyarakat. Untuk memberdayakan masyarakat dengan berbagai aktivitas, maka harus mampu menciptakan sumber-sumber ekonomi yang bergerak di masyarakat. Dengan adanya sumber ekonomi di masyarakat, maka kondisi tersebut akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, di wilayah Tamanmartani ini, banyak sekali potensi ekonomi wilayah yang dapat di berdayakan dan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Tamanmartani. Ditambahkan oleh Sri Purnomo bahwa sebagai wilayah yang berdekatan langsung dengan obyek wisata Candi Prambanan, Pemerintah Desa Tamanmartani harus dapat memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Desa dapat mendorong masyarakat terutama generasi muda untuk mengembangkan ekonomi kreatif, misalnya berkreasi memproduksi berbagai cenderamata, jasa wisata, serta mengembangkan kreasi budaya yang dapat mendukung keberadaan obyek wisata Candi Prambanan. Pemerintah Desa dituntut lebih dinamis dalam mendorong masyarakat mengembangkan kreativitasnya. Pemerintah Desa juga harus dapat mengembangkan jejaring kerjasama dengan berbagai instansi teknis, lembaga perguruan tinggi, serta swasta, yang memiliki kepedulian untuk pemberdayaan masyarakat desa. Tentunya dengan tetap berpegang pada aturan hukum yang berlaku.

18
Oct

Peserta ASEAN Student Exchange Kunjungi SMKN 2 Depok

Kegiatan ASEAN  Student Exchange (ASE) ke 12 yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, berlangsung pada tanggal 14-20 Oktober 2012 di Yogyakarta, diikuti oleh 10 negara anggota ASEAN dan Timor Leste. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah mengadakan kunjungan ke 4 sekolah di wilayah DIY dan 1 sekolah di wilayah Jawa Tengah Salah satu yang dikunjungi adalah SMK negeri 2 Depok Sleman, Jl STM Pembangunan Mrican, Caturtunggal Depok Sleman, Yogyakarta. Kunjungan ke SMK Negeri 2 Depok Sleman tersebut dilaksanakan pada hari Rabu 17 Oktober 2012. Peserta yang berjumlah sekitar 50 anak diterima oleh Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, kepala sekolah SMK 2 Depok Dra.Aragani Mizan Z, para guru dan siswa.
Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, S.S, M.Hum mengatakan bahwa para peserta yang berasal dari berbagai negara akan membawa beragam budaya dengan kearifan lokal yang beragam pula. Sehingga, kita berkesempatan untuk mengapresiasi, dan bersama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya dari berbagai negara. Melalui acara ini juga para peserta juga dapat bertukar wawasan dan saling belajar mengenai berbagai perbedaan kultur, seni dan ilmu pengetahuan.
Lebih lanjut Wakil Bupati mengatakan bahwa setiap negara pasti memiliki seni dan budayanya sendiri-sendiri. Meskipun bentuk, tampilan dan ekspresinya berbeda, setiap seni budaya tersebut tetap memiliki makna dan nilai filosofi hidup yang universal. Nilai—nilai hidup itu sudah jarang kita temui dan juga kita hayati dalam berkehidupan di jaman modern ini. Terselenggaranya Asean Student Exchange ini memberi kesempatan kepada kita untuk kembali menikmati dan memperluas cakrawala kita tentang beragam seni dan budaya yang berbeda-beda.
Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, S.S,M.Hum juga menyampaikan bahwa untuk mewujudkan Sleman sebagai daerah tujuan pendidikan dan tujuan wisata yang nyaman Pemkab Sleman menciptakan kondisi yang kondusif dan menciptakan ketertiban umum. Perbedaan yang ada di masyarakat senantiasa dihargai dan ditanamkan di masyarakat. Kerukunan antar umat beragama juga terus ditingkatkan baik melalui dialog maupun dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kunjungan pelajar ASEAN yang berjumlah sekitar 50 pelajar ke SMK Negeri 2 Depok disambut meriah oleh kepala sekolah, para guru dan para siswa SMK 2 Depok diantaranya dengan menampilkan demo Pencak Silat Merpati Putih dan demo mematahkan besi baja dan batu oleh siswa SMK Negeri 2 Depok. Para peserta juga melihat lihat berbagai kegiatan siswa SMK 2 Depok dan ikut belajar merakit laptop, menabuh gamelan, membuat lubang biopori mengukur gas buang dsb.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.