Arsip Kategori: Berita

9
Nov

Kecamatan Ngaglik Selenggarakan Pentas Budaya

Perkembangan teknologi mempengaruhi banyak sisi kehidupan manusia di zaman modern ini. Dengan  teknologi, segalanya dianggap mudah. Jarak dirasa semakin pendek. Waktu dirasa semakin cepat. Satu lagi hal yang penting untuk diperhatikan dari segala perubahan akibat kemajuan zaman ini adalah mulai terkikisnya kekayaan budaya lokal yang pada hakikatnya mengajarkan nilai luhur kehidupan.
Dengan terkikisnya eksistensi seni budaya lokal tersebut, sadar atau tidak sebenarnya masyarakat sedang ikut berpartisipasi menghapus nilai-nilai luhur ajaran nenek moyang bangsa Indonesia. Oleh karena itu, tidaklah diherankan mengapa semakin tinggi angka kriminalitas di kalangan para remaja kita, semakin rendah pula angka kejujuran di masyarakat kita sekarang ini dan lain sebagainya. Hal ini tentu  sangat disayangkan. Tayangan-tayangan televisi, media-media yang ada telah didominasi tampilan-tampilan yang terkadang sama sekali tidak mendidik dan justru menjauhkan masyarakat Indonesia dari norma dan nilai yang selama ini membuat Indonesia “kaya”. Sedangkan keberadaan tembang-tembang daerah, permainan-permainan anak tradisional, hasil kerajinan lokal semakin hari semakin dianggap hanya sebagai peninggalan etnik dari nenek moyang saja.
Melihat fenomena-fenomena yang ditemukan di lapangan tersebut, Komunitas Rumah Pelangi, Ngaglik dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, ikut serta berpartisipasi mengembalikan eksistensi budaya luhur Indonesia agar tidak menghilang digantikan budaya ‘instant’ asing dengan cara melaksanakan program PENTAS BUDAYA di Kecamatan Ngaglik Sleman.
Melalui pentas budaya anak ini, diharapkan masyarakat Yogyakarta pada khususnya tergugah hatinya untuk tetap menjaga kearifan budaya lokal yang sebetulnya membuat Indonesia kaya. Bukan hanya kaya secara fisik, melainkan juga kaya secara mental. Acara ini akan berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 10 November 2012, bertempat di Lapangan Kantor Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.
Menurut Ketua Pelaksana Iva Wulandari, kegiatan yang bernama “Pentas Budaya Rakyat” ini bertujuan untuk Membentuk karakter budaya masyarakat, Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap masyarakat lereng gunung Merapi, Melestarikan dan menumbuhkembangkan kesenian yang ada di Ngaglik, khususnya di Sardonoharjo, sekaligus memperkenalkannya kepada dunia, serta memancing pertumbuhan ekonomi masyarakat Ngaglik melalui sektor kesenian dan kebudayaan.
Adapun rangkaian acara pada Pentas Budaya Rakyat ini adalah sbb:
16.00-17.30 Jathilan    
19.00-19.30 Musik etnis dan tari
19.30-20.00 sambutan-sambutan
20.15-20.30 Santi swara
20.30-21.00 Pentas SPM
21.00-21.15 Mocopatan
21.15-21.45 Badui
21.45-22.00 Hadroh
22.00-22.30 Kiding n friends
22.30       Penutupan acara

Peserta event adalah anak-anak, warga masyarakat Sardonoharjo, warga Ngaglik, komunitas-komunitas seni budaya di Yogyakarta.

9
Nov

Desa dan Padukuhan Menerima Penghargaan Atas Perolehan PBB Tahun 2011

Bupati Sleman menyampaikan penghargaan bagi desa dan padukuhan atas pembayaran PBB tahun 2011. Penyampaian penghargaan tersebut berlangsung  Kamis 8 Nopember 2012 bertempat di aula lantai III Sekretariat Kabupaten Sleman.

Menurut Plh Kabag Pemdes Jazim Sumirat. SH.MSi dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan diadakannya penyampaian penghargaan dana penghargaan bagi Desa dan Padukuhan atas pembayaran PBB Th anggaran 2011 ini adalah untuk meningkatkan pendapatan Desa, Meningkatkan kemampuan Desa dalam penyelenggaraan tugas-tuigas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta untuk memotivasi Desa dan Padukuhan untuk dapat memenuhi target PBB.

Berdasarkan Keputusan Bupati Sleman nomor 327/Kep.KDH/A/2012 tentang penghargaan bagi Desa dan Padukuhan atas pembayaran PBB tahun anggaran 2011 Alokasi pembagian dana penghargaan ini adalah sebagai berikut: Penghargaan bagi Desa atas pembayaran PBB tahun 2011 sebanyak 49 Desa dan Penghargaan bagi Padukuhan sejumlah 86 Padukuhan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan bahwa, berkat dukungan dan kerja keras para kades, dukuh dan aparat desa dalam memotivasi masyarakat untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan, alhamdulillah pada tahun 2011 yang lalu, realisasi penerimaan PBB mencapai 108,95% dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 41,67 Milyar. Sedangkan realisasi penerimaan PBB tahun 2012, sampai dengan awal Bulan November ini, sebesar Rp. 48,189 Milyar atau 104,04% dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp. 46,31 Milyar. Walaupun realisasi PBB telah melampui target, namun demikian kesadaran masyarakat terhadap penunaian kewajiban membayar PBB masih perlu ditingkatkan lagi.

Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja keras padukuhan, Pemkab Sleman menyerahkan penghargaan bagi desa dan padukuhan yang telah berhasil melampui terget dalam pembayaran PBB. Jika dilihat dari nilai nominal, mungkin penghargaan ini kecil jika dibandikan dengan kerja keras para kepala desa. Oleh karena itu Bupati minta agar penghargaan ini dilihat sebagai simbul jalinan kerjasama dan sinergi , untuk memotivasi dan memberikan pelayanan pada masyarakat dalam mem­bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Terlebih, mulai tahun 2013 mendatang pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan, sepenuhnya dikelola oleh Pemkab. Sleman.

Pengalihan PBB menjadi Pajak Daerah ini menjadi suatu tantangan bagi kita semua. Oleh karena itu, bupati meminta dukungan dan keseriusan para aparat pelaksana dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Aparat desa yang menjadi ujung tombak pelayanan PBB, agar bersikap lebih proaktif, bertanggung jawab, dan tertib dalam kelekting PBB dari masyarakat. Dengan pengalihan ini, diharapkan akan menunjang bagi bertambahnya PAD, sebagai modal dalam pembangunan daerah guna mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. Pada kesempatan ini bupati mengharapkan kepada seluruh pejabat atau pegawai serta kepala desa dan perangkat desa untuk membayar PBB tepat waktu, sehingga dapat menjadi panutan bagi masyarakat dalam membayar PBB.


8
Nov

Sinergitas SKPD Sleman Berhasil Raih Penghargaan Media Humas Tingkat Nasional

Pemkab Sleman telah memperoleh penghargaan anugrah media humas tahun 2012 sebagai juara 2 untuk kategori laporan Kerja Humas Pemerintah Daerah Provinsi/ Kabupaten dari Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas).  Sedangkan Juara I diraih oleh Provinsi Jawa Barat dan Juara III diraih oleh Kabupaten Kutai Kartanegara. Penghargaan diberikan pada malam penganugrahan media humas (AMH) di Hotel Aston Makasar bersamaan dengan pertemuan Tahunan Bakohumas Nasional tgl 6 dan 7 Nop 2012.  Menurut Ketua penyelenggara Anugrah Media Humas (AMH)  yang juga menjabat sebagai Ketua Bakohumas dan Dirjen Informasu Komunikasi Publik (IKP) Kementrian Kominfo Freddy H.Tulung,  penganugrahan media humas  merupakan salah satu bentuk upaya memberikan  apresiasi  dan sekaligus merangsang, mendidik dan meningkatkan ketrampilan desiminasi dan kemampuan humas pemerintah sehingga mewujudkan kinerja yg optimal dalam reformasi kehumasan.

Ketua Bakohumas menerangkan peserta dibagi 3 kategori yakni kementrian/LPNK  Dan Perguruan Tinggi,  Kategori Pemerintah Daerah  Provinsi, kab/ kota, dan Kategori BUMN.
Pada kesempatan tersebut koordinator Tim Juri kategori pelaporan kinerja humas DR Heny S. Widianingsih, M.Si menjelaskan bahwa tahun kedua penganugrahan media humas kategori laporan kinerja humas terdapat peningkatan kualitas pengemasan dan juga kegiatan yang dilaksanakan. Penilaian dilakukan pada aspek  indikator keterbukaan informasi, penilaian substansi program kehumasan yang dilaksanakan selama th 2011, perspektif dan strategi kehumasan yg dikembangkan serta capaian outputnya, sistematika dan pengemasan pelaporan.

Pemkab Sleman baru tahun ini memasukkan  laporan kinerja humas pada kegiatan lomba tersebut. Bagi Pemkab Sleman Prestasi tersebut merupakan hasil sinergitas semua SKPD, Pimpinan dan aparat humas dalam mengimplemetasikan fungsi kehumasan. Namun demikian di sisi lain penghargaan tersebut juga memberikan   sebuah tantangan bagi Pemkab Sleman untuk dapat meningkatkan peran yang tidak hanya memberikan informasi, melakukan desiminasi informasi dan penjaringan aspirasi masyarakat tetapi juga mampu  mengedukasi publik, sehingga mampu wujudkan kondisi yang koondusif untuk pelaksanaan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.