Arsip Kategori: Berita

29
Apr

Kecamatan Cangkringan Peringati Boyong Songsong Kaping Pindho


Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan yang kedua berlangsung Senin 27 April 2015 dimeriahkan dengan  beberapa bergodo dari lima desa di kecamatan Caangkringan, yaitu Bergodo Desa Argomulyo, Desa Wukirsari, Glagaharjo, Kepuharjo dan Umbulharjo, Termasuk semua perangkat desanya ikut menyemarakkan Boyong Songsong tersebut. Urut-urutan bergodo tersebut Bendera 17, Pataka dan Ponco warno, bergodo lima desa, Karyawan kecamatan Cangkringan, instansi, termasuk isteri perangkat desa. Tidak ketinggalan semua anggota BPD dari lima desa, Tagana, komunitas (AMC,SKSB, Sambung Roso, KSM). Hingga puncak acara tersebut sangat meriah karena juga dihibur pentas jatilan di lapangan depan kecamatan Cangkringan.
Rangkaian boyong Songsong tersebut sebelumnya dilakukan ziarah di makam mantan Camat Cangkringan Drs.Bambang Nurwiyono  pada hari Jumat, sedangkan hari Sabtu malam dilakukan Yasinan yaang dilakukan di Pendopo kecamatan Cangkringan dan pada Selasa 28 April akaan dilakukan pentas wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Catur Kuncoro Benyek dengan lakon Wahyu Poncowarno.
Sedangkan pada puncak acara Boyong Songsong tersebut bertindak sebagai inspektur Upacara Bupati Sleman, Sri Purnomo yang dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa sampai saat ini kecamatan Cangkringan sudah melakukan pelayanan dengan baik dan diharapkan mampu lebih meningkat lagi dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan lokasi kecamatan yang terpadu dengan perkantoran yang lain akan memudahkan pelayanan terhadap masyarakat. Disampaikan pula bahwa acara boyong songsong tersebut sebagai upaya dan sarana nguri-uri budaya jawa, juga sebagai upaya menarik wisatawan bila dikemas dengan baik hingga perkembangan pariwisata di Cangkringan lebih maju lagi.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan KKM (Kartu Keluarga Miskin) yang sudah mentas dari kemiskinan oleh 10 KK yang dengan kesadaran sendiri , penyerahan disampaikan kepada Bupati Sleman. Kesepuluh KK yang menyerahkan KKM tersebut Slamet dari Cancangan Wukirsaari, Andy Muzami dari Duwet Wukirsari, Suyatno dari Srodokan Wukirsari, Joko Pranolo, ST dari Tanjung, Suryanto dari Ngentak, Joko Kurniawan dari Gungan, Samijana dari Dawung, Jaka Susila dari Gungan, Suwardi dari Rejosari dan Hari dari TPK Rejosari. Disamping itu juga dilakukan penyerahan bingkisan hasil Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) dari Kecamatan Cangkringan.



27
Apr

“Kridha Jatirasa” Peroleh Apresiasi di Gianyar

Kesenian Sleman yang ditampilkan di Balai Budaya Gianyar Bali, Minggu malam,  26 April 2015,  mendapat sambutan yang meriah dari penonton baik dari pejabat, tokoh seni, wisatawan domestik dan mancanegara maupun masyarakat Gianyar. Pemkab Sleman membawa rombongan kesenian Sleman mementaskan tari Kridho Jatirasa yakni kesenian tari yang menggambarkan ungkapan ekspresi rasa persatuan dan kesatuan yang merupakan lukisan eksistensi seni dari DIY. Tari ini dikemas dalam medley gabungan potensi seni unggulan DIY yakni Angguk dari Kulon Progo, Badui dari Sleman, Tayub dari Gunung Kidul, Montro dari Bantul dan Reog Keprajuritan dari Kota Yogyakarta. Kolaborasi yang indah nan harmoni tersaji pada garapan tari ini. Dengan menyaksikan karya tari garapan Sutradara Agus Sukino, SSn. dengan penata tari Nurul Dwi Utami, SPd serta penata musik Sukoco, bagai tampilan semalam di DIY. Tarian tersebut didukung oleh 18 penari dan 9 pengrawit.

Pentas kesenian Sleman di Gianyar Bali tersebut digelar atas undangan Pemkab Gianyar  bertajuk “Semalam Gelar Seni dan Budaya DIY di Gianyar” yang dikoordinasikan oleh Dinas Kebudayaan DIYdalam rangka Hari Jadi Kabupaten Gianyar ke 244 di pimpin oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP, MM, Diharapkan oleh Ayu sajian seni pertunjukan di Bali ini dapat lebih mengenalkan potensi budaya DIY di kalangan masyarakat Bali maupun sekaligus wisatawan asing yang berada di lokasi pertunjukan
Selain Kabupaten Sleman Dinas Kebudayaan DIY juga membawa kontingen Kabupaten Gunung Kidul yang menampilkan Campursari dan Fashion Show batik, Kabupaten Bantul dengan garapan tari upacara adat wiwitan, kota Yogyakarta dengan tari Pujiastuti dan tari Lawung dan Kulon Progo menampilkan musik kreatif. Wayang orang juga ditampilkan oleh Dinas Kebudayaan DIY dalam pentas tersebut.***
27
Apr

PPD 2015 Dimeriahkan dengan Tari Tepak Pawestri dan Langencarita

Pameran Potensi Daerah tahun 2015 dibuka oleh Bupati Sleman ditandai dengan pemukulan gong dan pemotongan buntal. Bupati didampingi oleh Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan Ketua BPPS. Dalam Laporannya Ketua BPPS selaku ketua panitia mengatakan  bahwa pameran kali ini mendapat respon positif dari masyarakat. Indikator secara terukur dapat dilihat dari jumlah peserta telah memenuhi target kepesertaan. Pameran Potensi Daerah diikuti oleh 240 Stand yang terdiri dari 12 Stand institusi Pemerintah dan BUMD, 66 Stand Kecamatan dan potensi wilayahnya, 31 stand institusi pendidikan di Kabupaten Sleman, 15 Stand UKM  industri dan kerajinan binaan Dinas dan UKM mandiri, 30 stand usaha pertanian, 16 stan BKM, 5 Stand Perusahaan swasta, 16 stand kuliner dan sektor informal serta permainan anak.

Bupati dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat Sleman, untuk menunjukkan bahwa produk-produk dari Sleman mampu bersaing dengan produk luar negeri. Kedepannya pameran potensi daerah ini diharapkan mampu mengembangkan diri sebagai sarana untuk mengembangkan jaringan pasar. Saya minta BPPS sebagai penyelenggara, dapat menghadirkan para pengusaha yang dapat memanfaatkan produk Sleman untuk memenuhi kebutuhan lembaganya. Banyaknya hotel dan restoran merupakan peluang besar bagi produk lokal Sleman.” Jika semua bersedia menggunakan produk Sleman baik makanan  dan minuman, hasil pertanian dan kerajinan maka secara langsung akan menguatkan pertumbuhan perekonomian lokal”, demikian tegas Bupati. Pembukaan pameran dimeriahkan dengan tarian tepak-tepak pawestri dan penampilan langencarito dengan lakon ande-ande lumut.***
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.