Arsip Kategori: Berita

27
Dec

Sleman Penuhi Target PBB 2016

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman selalu meningkat dari tahun ke tahun dan setiap tahunnya selalu melampaui target. Tercatat tahun 2015 target 577,5 milliar dengan realisasi 643,1 milliar (111,34%), serta tahun 2016 target 648,8 milliar dengan realisasi 689,9 milliar (106,33%).

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sleman, H. Harda Kiswaya, SE menyampaikan bahwa forum komunikasi dengan media yang diadakan tesebut menindaklanjuti forum sebelumnya. Menurutnya, forum tersebut perlu diperluas tidak hanya dari instansi saja, sehingga semua SKPD dapat hadir, serta dapat memanfaatkan peluang  sekaligus menggali informasi dari masing-masing SKPD.

Pada kesempatan tersebut, Harda Kiswaya menambahkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sleman tahun 2016, target yang sudah ditetapkan setelah perubahan sebesar 648,8 milliar. Realisasi pendapatan dan lain-lain PAD tersebut deposito per 30 November. “Sehingga yang disampaikan hari ini belum mencerminkan realisasi sampai akhir tahun, peluang untuk nambah jelas pasti ada. Prediksi kami terkait PAD ini estimasi sampai nanti per Desember 2016, perkiraannya mencapai angka 700 milliar,” ujar Harda Kiswaya pada jumpa pers di Jejamuran Resto pada Jum’at [23/12].

Lebih lanjut  disampaikan Harda Kiswaya, dengan identifikasi PAD yang terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain PAD yang sah. Untuk tahun 2016 target pajak daerah sebesar 383,4 milliar hingga per 22 Desember 2016 terealisasi 403,5 milliar(105,25%). Sementara itu, retribusi daerah memiliki target 42,3 milliar dengan realisasi sampai tgl 19 Desember 40,4 milliar (95,56%). Kemudian pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan (BUMD) pendapatan berasal dari Bank Sleman dan PDAM target sebesar 41,7 milliar dengan realisasi 41,8 milliar (100,20%). Kemudian PAD lain-lain memiliki target 181,3 milliar dengan realisasi 204 milliar (112,56%). Dapat diinformasikan bahwa nantinya masih berkembang karena deposito per November. Sehingga secara akumulasi data, dari target 648,8 hingga sekarang sudah mencapai 689,9 milliar.

Harda Kiswaya berharap dengan adanya koordinasi dengan rekan media dapat terwujud, sehingga pembangunan di Kabupaten Sleman dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Harda berharap rekan media dapat memfasilitasi informasi-informasi berupa kritikan maupun masukan yang diperlukan oleh pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi juga perbaikan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penagihan dan Pendapatan Daerah Lainnya, Drs. R. Wahyu Wibowo mengatakan bahwa untuk merealisasikan pajak daerah terdapat sepuluh jenis pajak. Secara keseluruhan target sudah terpenuhi. Namun demikian, terdapat 1 jenis pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang belum terpenuhi 100%, angkanya masih sekitar 95%. Sehingga kurun waktu 23-30 Desember diharapkan kekurangan sekitar 5 milliar tersebut dapat terpenuhi. Kemudian untuk target PBB sebesar 64,5 milliar dari APBD juga sudah terpenuhi lebih dari 100% dengan realisasi 65 milliar. “Kita berterimakasih untuk wajib pajak atas pemenuhannya atas ketaatan dalam melakukan pembayaran pajak,” jelas R. Wahyu Wibowo.

27
Dec

Salak Sleman Pecahkan 3 Rekor MURI

Wakil Bupati Sleman hadir memberikan sambutan dan membuka secara resmi Festival salak pondoh dan festival Jamu Gendong, Minggu, 25/12/2016 di lapangan Denggung.  Dalam sambutannya Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun, MKes memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Sleman, khususnya kelompok petani dan tim kreatifnya, dalam upaya untuk memecahkan 3 record Muri pada hari ini yaitu replika elang jawa setinggi enam meter dengan sayap sepanjang 10 meter yang dibuat dari satu ton buah salak; dan 70 pelepah daun salak untuk sayapnya.

Dalam kesemopatan ini, panitia juga salak gratis yang dibagikan untuk 2000 hingga 3000 orang peserta. Disamping itu panitia juga membagikan tiga sampai tiga setengah ton salak standar ekspor untuk dibagikan ke masyarakat. Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Paguyuban Salak Sleman dan dilanjutkan dengan ritual jamasan peralatan pertanian serta pemotongan tumpeng oleh Sesepuh petani Salak Pondoh Sleman H. Musrin yang diserahkan kepada Wakil Bupati Sleman. Untuk memeriahkan acara diseputaran lapangan Denggung juga diadakan bazar salak pondoh serta aneka produknya serta basar UMKM Sleman.

Wakil Bupati merasa optimis, dengan sejarah yang dibuat oleh kelompok petani salak dan tim kreatifnya pada hari ini akan semakin meneguhkan bahwa masyarakat sleman siap untuk bersaing dalam kancah persaingan global serta meyakinkan masyarakat nasional maupun internasional bahwa Sleman siap menerima kunjungan wisatawan dengan berbagai potensi yang kita miliki. Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati selanjutnya menyaksikan penampilan marching thek band dari Sentul Sidoagung Sleman yang beranggotakan 70 orang.

 


23
Dec

Sleman Lakukan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Desa

Pada tangggal 23 Desember 2016 Pemkab Sleman mengadakan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah desa tahun anggaran 2016. Acara tersebut digelar di aula lt.3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan desa, peningkatan kemampuan lembaga kemasyarakatan, pemerataan pembangunan dan mendorong peningkatan swadaya gotong royong masyarakat. Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan dalam era globalisasi sekarang ini salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh pemerintah khususnya pemerintah desa adalah mewujudkan birokrasi yang profesional dan akuntabiltas yang transparan. Selain itu, penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang tepat dan cepat juga menjadi tuntutan, oleh karena itu pemerintah desa harus tanggap dan membekali diri dengan pengetahuan mutakhir terutama dalam bidang teknologi informasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman mengucapkan selamat kepada desa-desa yang berhasil menjadi nominator terbaik dalam evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa kali ini. Keberhasilan yang telah dapat dicapai pada hakekatnya tidak hanya menjadi keberhasilan aparatur pemerintahan desa saja, tapi juga keberhasilan seluruh masyarakat desa itu sendiri yang bahu membahu bekerja keras dengan mengerahkan segala sumber daya serta kemandirian untuk mencapai kesejahteraan hidup yang lebih baik.

Sri Purnomo menambahkan bahwa komitmen masyarakat tersebut merupakan potensi yang perlu terus dikembangkan bersama jajaran aparatur pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten untuk meraih cita-cita sebagaimana telah dirumuskan dalam visi dan misi Kabupaten Sleman Tahun 2016 – 2021 yakni terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan Terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency pada tahun 2021.

Acara tersebut dihadiri oleh tim evaluasi yang terdiri dari skpd/instansi sesuai dengan materi penilaian diantaranya Bappeda, BKBPMPP, DPKAD, Dipenda, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, Kantor Arsip Daerah, Bagian Hukum, Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Pemerintahan Desa, Bagian Administrasi Pembangunan, Bagian Organisasi dan PKK Kabupaten. Evaluasi kinerja tersebut dimulai sejak bulan oktober 2015 hingga septermber 2016. Adapun beberapa indikator penilaian evaluasi tersebut seperti perencanaan, organisasi kelembagaan serta akuntabilitas kinerja.

Dari hasil dari rekapitulasi hasil penilaian yang telah dilakukan, tim evaluasi kabupaten menetapkan 5 nominator terbaik kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa melalui SK Bupati Nomor 78.1/Kep.KDH/A/2016. Juara 1 diraih oleh Pemerintah Desa Argomulyo, juara 2 diraih oleh Pemerintah Desa Triharjo, Juara 3 diraih oleh Pemerintahab Desa Sidokarto, Juara 4 diraih oleh Pemerintah Desa Merdikorejo sedangkan Juara 5 diraih oleh Pemerintah Desa Sendangmulyo. Masing-masing nominator tersebut mendapat apresiasi dengan pemberian uang pembinaan serta piagam penghargaan dari Pemkab Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.