Arsip Kategori: Berita

31
May

Gubernur DIY Targetkan Terbangunnya Jalur Wisata dari Lava Bantal ke Nglanggeran

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Lava Bantal rencananya tahun ini pihak pemerintah akan mengupayakan akses jalan langsung yang menghubungkan Gunungkidul melalui Kecamatan Pathuk dari Obyek Wisata Nglanggeran langsung menuju Lava Bantal. ”Tujuan akses langsung menghubungkan antar obyek wisata ini agar mobilitas wisatawan di Jogja lebih lama sehingga pariwisata di Jogja dapat merata yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat”, ungkap Sri Sultan. Hal ini diungkapkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meresmikan obyek wisata Lava Bantal yang berada di Dusun Watuadeg Desa Jogotirto Berbah, Sleman pada Senin (30/5).

Sri Sultan juga menghimbau pada masyarakat agar tidak merusak endapan lava yang sudah membatu baik mencungkil maupun melakukan corat-coret karena obyek wisata ini menurutnya memiliki nilai sejarah geologis yang tinggi.

Sementara itu Iswoyo Hadiwarno selaku Pj. Sekda Kabupaten Sleman mewakili Bupati Sleman menjelaskan bahwa Lava Bantal merupakan destinasi wisata baru di Sleman yang dikembangkan dari bantuan Pemprov DIY dan telah ditetapkan sebagai Geoheritage. Menurutnya objek wisata Lava Bantal nantinya akan menjadi menjadi kawasan wisata ilmu pengetahuan, wisata alam, dan wisata budaya.”Kami berharap, kehadiran Gubernur, dapat memotivasi masyarakat Sleman, khususnya masyarakat Berbah untuk senantiasa memelihara, dan menjaga dengan baik, kawasan lava bantal sebagai warisan budaya, warisan geologi, warisan ilmu pengetahuan, yang telah ditetapkan menjadi geoheritage ini”, jelas Iswoyo.
Iswoyo menambahkan bahwa untuk pengembangan destinasi obyek wisata Sleman antara lain telah dilakukan melalui festival seni di berbagai obyek wisata, pemberdayaan dan pembinaan pelaku wisata, sosialisasi sadar wisata pada masyarakat sekitar obyek wisata, termasuk salah satunya masyarakat di sekitar kawasan Lava Bantal  serta pelatihan manajemen desa wisata. ”Berbagai program dan kegiatan yang telah kami laksanakan tersebut, telah berhasil meningkatkan jumlah wisatawan di Kabupaten Sleman sebesar 20,65% dari 4.132.000 orang lebih, pada tahun 2014 menjadi 4.986.000 orang lebih, pada tahun 2015”, tambah Iswoyo.
25
May

SMAN 1 Mlati Bersertifikat ISO

Pada hari Selasa, 24 Mei 2016 SMAN 1 Mlati  menerima sertifikat Iso 9001-2008 dari   TUV Rheinland Indonesia.  Sertifikat iso dari  TUV diserahkan langsung oleh Drs. Abdul Kohar kepada Drs. Iswoyo Hadiwarno Plt Sekda Sleman mewakili bupati sleman didampingi Kepala Dinas Pendididkan  Pemuda dan Olahraga Arif Haryono, SH, Kepala Sekolah SMAN I Mlati  Aris Sutardi.

Bupati sleman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt. Sekda Sleman  menyampaikan bahwa penerimaan ISO tersebut merupakan suatu penga­kuan secara  tertulis akan kualitas manajemen SMAN I Mlati. Bupati berharap prestasi yang telah diraih SMAN I Mlati tersebut dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Sleman untuk dapat pula meningkatkan kualitasnya.

Bupati menyampaikan diterimanya sertifikat ISO bagi SMAN I Mlati tersebut, hendaknya dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan manajemen sekolah dengan kualitas yang lebih baik kedepannya. Diharapkan dengan diperolehnya pengakuan secara tertulis melalui sertifikat ISO ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar SMAN I mlati untuk dapat terus berusaha semaksimal mungkin dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikannya, baik di dalam sistem dan proses belajar mengajar maupun dalam tata kelola sebagai sebuah organisasi sekolah.

Guru, karyawan maupun para siswa harus mampu menunjukkan kualitas sekolahnya melalui penciptaan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, seluruh guru dan pembina sekolah memiliki tanggungjawab lebih dalam mendidik siswa dan siswinya sehingga memiliki kompetensi dan profesionalisme di bidangnya. Hal ini dikarenakan tantangan yang dihadapi kedepan oleh dunia pendidikan justru semakin berat. Tantangan tersebut tidak lagi sebatas pada peningkatan kualitas proses kegiatan belajar mengajar (KBM) saja tetapi juga pada kualitas lulusannya. Dengan sertifikasi ISO, SMAN I Mlati dapat membuktikan bahwa lulusannya merupakan generasi yang mampu bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah lainnya untuk meneruskan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Selain itu yang tidak kalah penting adalah para lulusan SMAN I Mlati tersaebut hendaknya juga memiliki visi dan misi ke depan sebagai generasi yang inovatif dan berdaya juang tinggi,  yang siap bersaing dengan lulusan-lulusan sekolah berprestasi lainnya, karena generasi yang baik bukan hanya generai yang cerdas dan kreatif namun juga harus memiliki etika kepribadian yang baik dalam meraih masa depan .
Hadir pada acara tersebut Muspika dan tokoh masyarakat setempat serta  dimeriahkan dengan  paduan suara, tari daan taeater dari Siswa SMAN I Mlati.
24
May

Fasilitasi UKM, Dinas Pasar Launching Joglo Kembar Monjali

Dinas Pasar Kabupaten Sleman bersama PT. Perusahaan Gas Neggara (Persero) Tbk. Meresmikan Galeri UKM ‘Joglo Kembar Monjali’ pada Selasa (24/5) di timur area wisata Monumen Jogja Kembali (Monjali), Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman Dra. Tri Endah Yitnani, M.Si dalam acara peresmian tersebut menjelaskan bahwa pembangunan galeri tersebut merupakan program revitalisasi Pasar Monjali yang merupakan pasar tradisional menjadi pasar bagi para UKM Sleman yang dikelola secara modern dan profesional melalui Usaha Masyarakat Kecil Menengah Development Center (UMKM DC). Menurutnya revitalisasi pasar dibagi menjadi tiga hal yaitu pertama adalah pasar besar yang potensial diupayakan dikelola oleh BUMD. Kedua, untuk pasar sedang dipertahankan dan dikembangkan agar mampu bersaing dengan toko modern. Sedangkan yang ketiga adalah pasar kecil direvitalisasi dengan dialihfungsikan, dikerjasamakan, atau bahkan dihapus.

“Seperti Pasar Monjali ini termasuk pasar kecil, kami kerjasamakan dengan UMKM DC dan  PT. PGN melalui CSRnya untuk direvitalisasi agar membantu dan mengangkat potensi UKM disekitar DIY khususnya di Sleman”, jelas Endah.

Endah menambahkan bahwa dalam operasionalnya Galeri Joglo Kembar Monjali tersebut melibatkan 178 UKM binaan yang terdiri dari UKM kerajinan dan kuliner. “Kita tahu bahwa pangsa pasar terhadap kuliner dan kerajinan sangat tinggi karena Jogja sebagai salah satu destinasi wisata. Maka dari itu Joglo Kembar kedepan diharapkan mampu mewadahi UKM yang ada untuk mengenalkan produknya”, tambah Endah.

Denny Praditya selaku Direktur PT. PGN mengungkapkan bahwa PT. PGN sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pengelolaan gas bumi berkomitmen untuk menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat. “Joglo Kembar ini sebagai salah satu wujud komitmen kami dalam program kemitraan dan bina lingkungan untuk memberdayakan masyarakat serta memberikan stimulan utnuk mengembangkan kewirausahaan”, ungkap Denny.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.