Arsip Kategori: Berita

29
Oct

Bank BPD DIY Ajak Warga Sleman Bersepeda

Komunitas Sepeda Sembada yang bekerja sama dengan Bank BPD Cabang Sleman mengadakan acara sepada gembira dengan start di halaman Dishubkominfo Kabupaten Sleman dan finish di halaman Bank BPD cabang sleman. Pelepasan sepeda gembira dilakukan oleh Direktur Umum dan SDM Bank BPD DIY Priyono yang didampingi pimpinan Bank BPD cabang Sleman Nur Iswanto yang ditandai dengan pengibasan bendera. Rute dalam Sepeda bersama tersebut start di haalaman Dishubkominfo, dengan menyusuri jalan arah Cebongan ke kanan sampai perempatan Seyegan , kearah utara, sampai perempatan utara SMA Seyegan ke kanan sampai Cimpleng ketimur dan finish di halaman Bank BPD cabang sleman.

Saat finish di Bank BPD cabang Sleman peserta disuguhi hiburan musik dan pembagian hadiah Door Price, dengan hadiah utama televisi LCD 24 “, dua sepeda gunung dan beberapa hadiah menarik lainnya. Pada kesempatan tersebut diserahkan pula bantuan CSR bank BPD DIY Cabang Sleman berupa uang sebesar 50 juta rupiah untuk Kecamatan Sleman yang diterima Camat Sleman Drs. Herry Sutapa dan diserahkan Bupati Sleman, bantuan tersebut untuk bedah rumah di Kecamatan Sleman. Sedangkan bantuan sebesar 25 juta rupiah dari Basis Bank BPD sleman untuk kecamatan Seyegan yagn diterima camat Seyegan Yuno Nurkaryadi.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo antara lain menyampaikan bahwa komunitas sepeda di Kabupaten Sleman saat ini cukup banyak, apabila olah raga secara rutin dengan bersepada maka akan mampu menjaga kesehatan, terlebih dengan bersepada sangat hemat biaya. Yang lebih penting bahwa dengan olah raga, terlebih penggunaan transportasi sepeda maka lingkungan udara kita akan lebih terjaga, karena penggunaan kendaran bermotor yang berlebihan akan menimbulkan pencemaran udara. Paling tidak dengan menggunakan transportasi sepeda akan mengurangi pencemaran udara. Lebih lanjut disampaikan bahwa keterlibatan BPD cabang Sleman dalam olah ragaa akan lebih dikenal masyarakat , terutama bagi mereka yang menginginkan modal usaha. Dengan partisipasi masyarakaat dan penyaluran modal pada masyarakat kedepaan diharpkan laba Bank BPD akan lebih besar lagi.
28
Oct

SMA N I Kalasan Terima Sertisikasi ISO

Dengan prestasi yang diraih selama ini SMAN I Kalasan berhak menerima Sertifikat ISO 9001-2008, penyerahan ISO 9001-2008 dilakukan oleh PT TUV Rheinland Indonesia  dan  diterima Bupati sleman Drs. Sri Purnomo, Msi yang  selanjutnya diserahkan kepada Kepala Sekolah SMAN I Kalasan  Drs. Tri Sugiarto. Selanjutnya PT TUV Rheinland Indonesia yang pada kesempatan tersebut diwakili Oleh Cornelius Tono Infariyanto antara lain menyampaikan bahwa dengan diterimanya ISO 9001-2008 tersebut merupakan prestasi yang membanggakan dan harus dipertahankan bahkan prestasi yang selama ini diraih harus terus ditingkatkan. Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk mempertahankan bukan hal yang mudah, tetapi justru lebih berat dibanding meraihnya. Disampaikan pula bahwa konsistensi dari penerapan ISO tersebut sangat dibutuhkan dan tentunya didukung oleh semua pihak terutama oleh seluruh warga SMAN I Kalasan. Diharapkan pula bahwa pencapaian ISO tersebut bukan tujuan akhir tetapi masih jauh harapan yang harus dicapai dimasa datang. Dengan diterimanya sertifikat ISO ini pula mutu dan pelayanan pendidikan di SMA N I Kalasan lebih baik lagi.

Sedangkan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSi pada kesempatan tersebut antara lain menyampaikan bahwa diterimanya sertifikat ISO oleh SMA N I Kalasan ini, maka jumlah sekolah yang telah meraih ISO menjadi 16 sekolah. Lima belas sekolah lainnya adalah SMK Muhammadiyah I Prambanan, SMK Negeri 1 Godean, SMK N 1 Depok, SMK Negeri 2 Depok, SMK N 1 Kalasan, SMK N 1 Tempel, SMK N 1 Seyegan, SMK N Cangkringan, SMK Nasional Berbah, SMK Penerbangan, SMK Muhamadiyah I Turi, SMK Muhamadiyah 2 Sleman, SMK Muhammadiyah 1 Moyudan,SMK Muhammadiyah Cangkringan dan SMK Muhammadiyah Mlati. Saya berharap, prestasi yang telah diraih SMA N I Kalasan ini, dapat menjadi pendorong bagi sekolah-sekolah yang lain untuk segara meningkatkan kualitasnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa diterimanya sertifikat ISO bagi SMA N I Kalasan  ini, harus menjadi langkah awal dalam mewujudkan manajemen sekolah dengan standar yang lebih tertata dan lebih baik. Sertifikat ISO ini merupakan bukti pengakuan atas kualitas SMA N I Kalasan. Namun demikian, meski telah meraih sertifikat ISO, saya mengharapkan agar seluruh keluarga besar SMA N I Kalasan ini tidak berpuas diri dan terlena. Tantangan yang dihadapi oleh SMA N I Kalasan ini akan semakin berat. Tantangan tersebut tidak lagi sebatas pada peningkatan kualitas proses kegiatan belajar mengajar (KBM) saja tetapi juga pada kualitas lulusannya. Dengan sertifikasi ISO, SMA harus dapat membuktikan bahwa lulusannya merupakan pribadi-pribadi yang kuat dan mampu bersaing untuk meneruskan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Penyerahan sertifikat ISO ini juga memiliki konsekuensi kepada SMA N I Kalasan yaitu terus mempertahankan konsitensi kualitasnya, baik di dalam sistem dan proses pembelajarannya maupun tata kelola sebagai sebuah organisasi sekolah. Baik guru, karyawan maupun para siswa harus mampu menunjukkan grade kualitasnya melalui penciptaan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, seluruh guru dan pembina sekolah harus berusaha mendidik siswa sehingga memiliki kompetensi dan profesionalisme di bidangnya. Disamping itu, saya berpesan kepada para guru untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada para anak didik kita. Karena kepedulian lingkungan harus dimulai dari lingkungan yang terdekat. Sikap peduli lingkungan dapat diwujudkan dengan menghijaukan lingkungan sekolah dan membiasakan memilah sampah. Dengan membiasakan diri menjaga lingkungan, diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan yang menjadi tanggung jawab kita bersama.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN I Kalasan Drs. Tri Sugiarto menyampaikan bahwa diraihnya sertifikat ISO 900l-2008 tersebut berkat kerjasama semua keluarga besar SMAN I Kalasan, tentu dengan dukungan masyarakat dan Komite sekolah. Kedepan dengan diraihnya prestasi tersebut akaan terus meningkatkan prestasi yang selama ini telah dicapai.
25
Oct

97 SD Beramai-ramai Cuci Tangan Pakai Sabun di Dengung

Sleman, 25 Oktober 2013, bertempat di lapangan Denggung Sleman, diadakan peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia (global hand washing day).  Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan siswa-siswi sekolah dasar dari 97 Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Sleman, kader Posyandu dari 23 Desa yang ada di Kabupaten Sleman, dan juga Bupati Sleman Sri Purnomo beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman.

Dalam laporannya, Marketing Manager Skin Cleansing PT.Unilever Indonesia TBK, menyampaikan bahwa anak-anak adalah penerus bangsa yang sangat penting perannya dalam menciptakan Indonesia yang lebih baik di masa depan.  Hal tersebut yang menyebabkan PT.Unilever Indonesia TBK membentuk kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dimulai sejak dini.  Salah satunya dengan mengedukasi siswa SD dengan melakukan kegiatan Gerakan 21 Hari (G21H) untuk membentuk kebiasaan CTPS di lima saat penting yaitu,  sebelum makan pagi, sebelum makan siang, sebelum makan malam,  setelah dari toilet dan saat mandi.  Kebiasaan ini terbukti mampu membantu menurunkan rata-rata tingkat absensi di sekolah menjadi 5-10%.  Jika dihitung dalam setahun, kebiasaan CTPS di lima saat penting telah membuat 4,7 juta hari sekolah tidak terbuang sia-sia.

Dalam sambutannya Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyampaikan bahwa Kebersihan diri atau personal hygiene dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan, sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.  Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum.  Untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, diperlukan niat dan upaya konkrit dalam menerapkan pola hidup sehat, baik di rumah maupun di sekolah yang dimulai dari kebersihan diri. Guru, karyawan maupun murid di sekolah, dituntut untuk bisa menciptakan dan menjaga sekolah yang memiliki lingkungan dan sanitasi bersih, sehat dan nyaman.   Sesuai dengan indikator MDGs khususnya pada tujuan ke 7 tentang pelestarian lingkungan hidup, telah ditetapkan indikator proporsi penduduk yang mengakses sarana sanitasi yang layak. Berdasarkan monitoring sarana kesehatan, saat ini cakupan kepala keluarga yang menggunakan jamban keluarga sampai dengan tahun 2012 yaitu 75,14% dari 305.543 KK. Sedangkan cakupan KK yang telah menggunakan sarana air bersih sebesar 95,14% atau sebanyak 290.698 KK.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.