Arsip Kategori: Berita

21
Sep

Kecamatan Gamping Memenangkan Festival Kethoprak Sleman

Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, menutup kegiatan Festival Kethoprak se Kabupaten Sleman, Sabtu, 19 September 2015. Acara penutupan digelar di lapangan Denggung Sleman dihadiri pula oleh Ketua DPRD Sleman,Sekda Sleman, Kepala Dinas Budpar, Kepala Dinas Nakersos serta para Camat.

Festival Kethoprak se Kabupaten Sleman ini digelar selama 9 hari dan telah dimulai tanggal 11 September untuk wilayah Timur selama 3 hari di Lapangan Pokoh Wedomartani Ngemplak, mulai tanggal 14 September berpindah di wilayah Sleman Tengah yakni di Lapangan Kregolan Margomulyo Seyegan. dan mulai tanggal 17 hingga penutupan di wilayah Sleman Tengah di pusatkan di Lapangan Denggung Sleman.

Kegiatan Festival Kethoprak se Kabupaten Sleman menurut AA Ayu Laksmi Dewi Kepala Dinas Budpar diikuti oleh 17 Kecamatan se Kabupaten Sleman dengan usia maksimal 35 tahun. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk dapat aktif melestarikan budaya ketoprak.
Gatot Saptadi sebelum menutup kegiatan Festival Kethoprak se Kabupaten Sleman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada generasi muda yang telah ikut aktif dalam melestarikan  budaya khususnya kethoprak. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memunculkan bibit-bibit pemain kethoprak sehingga ke depan kethoprak di Sleman akan dapat tetap lestari dan berkembang dengan baik.
Setelah dilakukan peniliaan oleh 3 yuri yaitu  Prof Dr. Suminto A Sayuti, Widayat dan Purwadmadi terpilih sebagai penyaji terbaik I kecamatan Gamping, II Kecamatan Berbah, III kecamatan Sleman, Harapan I Kecamatan Minggir, harapan II kecamatan Ngemplak dan harapan III kecamatan Godean. Sementara untuk Sutradara terbaik kecamatan Gamping. Hadiah diserahkan oleh Penjabat Bupati Sleman didampingi ketua DPRD Sleman, Sekda Sleman dan Kepala Dinas Budpar Sleman.

 


18
Sep

Budidaya Perikanan Sleman Masih Sangat Menjanjikan

Pertemuan tiga bulanan bidang Perikanan Kabupaten Sleman  pada triwulan ketiga dilangsungkan di Pasar Ikan Mino Nogotirto Gamping Sleman, yang dihadiri antara lain Kepalaa Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno, Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan Dinas Perikanan dan Kelautan DIY  Dr. Suwarman, Susilo, Msi dari UGM, Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaaten Sleman Ir. Suparmono, MM, camat Gamping Priyo Handoyo, SH, Muspika Kecamatan Gamping, dll.

Selain pertemuan rutin tiga bulanan pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Penyuluh Perikanan Swadaya sebanyak 8 orang. Pengukuhan dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman. Sedangkan penyuluh swadaya yang ada di  Kabupaten Sleman sampai saat ini ada 35 orang, dan ditambah 8 hingga total penyuluh swadaya yang dimiliki kabupaten sleman 43 orang.

Usai pengukuhan Widi Sutikno mengatakan bahwa dengan dikukuhkannya penyuluh swadaya tersebut  telah banyak membantu program-program Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman  Terlebih para petani akan lebih mudah bila memerlukan bimbingan dan pembinaan. Diharapkan dengan dikukuhkannya penyuluh ini keberadaan petani ikan di Kabupaten Sleman  lebih maju untuk mewujudkan swasembada daging, termasuk kebutuhan ikan. Lebih lanjut disampaikan bahwa peluang usaha perikanan di Kabupaten Sleman sampai saat ini masih terbuka lebar, disamping itu usaha budidaya perikanan lebih mudah mendatangkan keuntungan, karena permintaan ikan di Sleman dan Yogyakarta masih cukup tinggi, terlebih dengan keberadaan warung lesehan di beberapa ruas jalan di yogyakarta.

Sementara itu  Suparmono menambahkan bahwa usaha budidaya ikan/udang di Sleman cukup terbuka lebar mengingat permintaan ikan masih cukup tinggi. Terbukti para petani ikan di Sleman dari tahun ke tahun terus berkembang bahkan dengan budidaya ikan ternyata mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Hanya saja para petani/kelompok ikan masih kurang berani untuk menambah permodalan dengan mengajukan pinjaman di perbankan. Sedangkan perbankan maupun dinas masih terbuka untuk memberikan pinjaman penguatan modal. Lebih lanjut disampaikan bahwa pada musim kemarau ini produksi ikan memang menurun, dan itu mengakibatkan harga ikan lebih mahal. Dan itu wajar mengingat persediaan air yang berkurang hingga untuk budidaya ikan agar terganggu. Meskipun harga ikan naik, namun kenaikannya tidak terlalu besar. Untuk harga  ikan nila mengalami kenaikan yang dulunya Rp. 20.000 naik menjadi Rp. 22.000, Guramih dari Rp. 26.000 /kg naik menjadi Rp. 29.000 Lele dari Rp. 15.000 naik menjadi Rp. 16.000. Sementara jumlah produksi ikan pada tahun 2014 sebanyak 30 ribu ton, dan target tahun 2015 sebanyak 32 ribu ton. Dari jumlah tersebut paling banyak ikan Nila yaitu 30 % sendiri, lainnya berupa Gurami, Lele, Bawal, dll.

17
Sep

Siswa SD Balecatur Manfaatkan Pekarangan Kosong Untuk Tanaman Tabungan Sekolah


Penjabat Bupati Sleman Ir. Gatot Saptadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT. Pertamina (Persero) TBBM Rewulu atas dipilihnya Dusun Sumber Gamol, Desa Balecatur Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman sebagai tempat dilaksanakannya Launching Sistem Tanaman Tabungan Sekolah (STTS) bagi warga dan siswa didik. Kegiatan ini telah meningkatkan taraf kesejahteraan dan pendidikan pada masyarakat Dusun Sumber Gamol, mengingat di Sumber Gamol dengan 235 KK , 75 KK masih rentan miskin. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan kosong untuk tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomis. Hal itu disampaikan Gatot saat melaunching  Sistem Tanaman Tabungan Sekolah (STTS) bagi warga dan siswa didik Kamis 17 September 2015.
Launching ditandai dengan penanaman pohon buah oleh penjabat Bupati Sleman dan dari  PT. Pertamina (Persero) TBBM Rewulu didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Sleman, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman, Camat serta Kepala Desa Balecatur. Juga penanaman pohon jahe di polibax yang dilanjutkan penanamannya oleh siswa-siswi SD di Balecatur.
Lebih lanjut Gatot menyampaikan sektor pertanian masih menjadi sektor unggulan di Kabupaten Sleman, hal tersebut dapat dilihat dari masih tingginya masyarakat kabupaten Sleman yang masih menggantungkan mata pencahariannya dari sektor pertanian, pada tahun 2014 sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak  yang mencapai 23,56% dari jumlah penduduk Sleman yang mencapai 1.062.801 jiwa.  Sektor pertanian juga menjadi penyumbang PDRB primer terbesar di Kabupaten Sleman yaitu sebesar 12,59% pada tahun 2014. Melalui program ini, diharapkan para petani memperoleh alternatif aktifitas pertanian dengan memanfaatkan pekarangan yang ada. Sehingga penerapan program ini tidak terbatas pada kepemilikan lahan yang luas namun cukup memanfaatkan perkarangan dengan mengaplikasikan metode yang sesuai dengan lahan tanam. Sejalan dengan kegiatan tersebut, diharapkan para petani di Dusun Sumber Gamol dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin. Sehingga para petani memiliki pengetahuan tentang perilaku budidaya pertanian yang ramah lingkungan serta tujuan dari Sistem Tanaman Tabungan Sekolah (STTS) dapat tercapai, yakni meningkatnya pendapatan petani sekaligus anak petani di Dusun Sumber Gamol dapat memiliki tabungan sekolah. Melalui kegiatan ini semua anak di Dusun Sumber Gamol memiliki tabungan sekolah, sekaligus dapat menjadi tambahan pemasukan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Dusun Sumber Gamol,  Desa Balecatur Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman

 


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.