Arsip Kategori: Berita

19
Feb

Gatot Saptadi Berharap Sleman Lebih Maju dengan Bupati Definitif yang Baru

Setelah kemarin dilaksanakan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sleman di Bangsal Kepatihan, kemudian malam harinya dilanjutkan dengan serah terima jabatan di Pendopo Parasamya Sleman disaksikan Sekda DIY H Ihsanuri. Sekitar 850 undangan menghadiri acara ini meliputi Unsur Pimpinan Daerah, Anggota DPRD, Kepala Dinas Instansi, BUMD, Camat, Kades serta masyarakat serta anggota keluarga dari Bupati dan Wakil Bupati, Sri Purnomo dan Ibu Sri Muslimatun. Selanjutnya Kamis, 18 Februari di Pendopo Parasamya juga digelar acara pisah sambut Bupati dan Wakil Bupati Sleman serta penjabat Bupati Sleman Ir. Gatot Saptadi. Acara ini dikemas lebih santai dan kekeluargaan dengan mengundang Kepala SKPD, BUMD dan Camat se Kabupaten Sleman.

Gatot Saptadi dalam sambutan pisah sambut menyampaikan permohonan maaf dan mohon diri karena sudah ada Bupati dan Wabup definitif dan sudah mengawal pelaksanaan PILKADA dengan lancar dan sukses. Indikator sukses pilkada hari ini Sleman sudah memiliki Bupati wabup definitif dan tidak adanya gugatan/perkara pilkada. Gatot juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada jajaran SKPD yang telah mendukung dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Sleman selama masa transisi. Dengan adanya Bupati & Wabup definitif diharapkan roda pemerintahan di Kabupaten Sleman akan dapat berjalan lebih baik lagi bagi kemajuan Sleman yang akan datang.

Sementara itu Sri Purnomo yang didampingi Istri serta Wakil Bupati yang didampingi suami menyampaikan terima kasih kepada pj Bupati yang telah berhasil menjalankan roda pemerintahan selama masa transisi dan berjanji akan melanjutkan program sesuai dengan visi misi yang telah disampaikan dalam masa kampanye. Dengan prioritas pada bidang pendidikan dan kesehatan tanpa mengabakan program lainnya yakni bidang pertanian, ekonomi, sosial

Dalam kesempatan ini juga disampaikan pemberian cindera mata kepada Penjabat Bupati Gatot Saptadi dari Bupati Sleman, Wakil Bupati, Sekda mewakili SKPD, BUMD, serta dari Camat Se Kabupaten Sleman. Usai acara dilanjutkan dengan mengantar Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi beserta Istri ke rumah kediaman di Wilayah Baciro Yogyakarta oleh Kepala SKPD dan Camat se Kabupaten Sleman.

17
Feb

Pasangan Sri Purnomo dan Sri Muslimatun Resmi Pimpin Sleman Lima Tahun ke Depan

Pasangan Bupati Terpilih Sri Purnomo dan Sri Muslimatun akan memimpin Kabupaten Sleman periode 2016 – 2021. Pelantikan dilaksanakan di Bangsal Kepatihan Kompleks Gedung Perkantoran  Pemerintah Daerah DIY oleh Gubernur DIY atas nama Presiden Republik Indonesia. Pada kesempatan yang sama dilakukan juga pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul.

Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan sejumlah harapan kepada para Bupati terpilih untuk memajukan daerah masing-masing sesuai dengan potensinya masing-masing. Sleman yang dikenal sebagai pusat pendidikan dengan banyaknya perguruan tinggi di Kabupaten Sleman merupakan potensi besar yang perlu diberdayakan. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah perlunya upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme selama masa jabatan nanti.

Prosesi pelantikan akan dilanjutkan dengan Serah Terima Jabatan dari Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi kepada Sri Purnomo yang sedianya akan dilaksanakan pada rabu, 17 Februari 2016 jam 19.00 di Pendopo Parasamya. Ditemui di ruang kerjanya pada 16 Februari 2016 lalu, Gatot menyampaikan kesan pesannya selama 200 hari kepemimpinan beliau di Kabupaten Sleman. Sleman memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai kabupaten maju, baik dari segi SDM maupun SDA, papar Gatot. Yang perlu diperhatikan adalah posisi Sleman yang berada di lereng Merapi menuntut Pemkab Sleman untuk melakukan mitigasi bencana dengan lebih baik. Kepada pemerintahan Sri Purnomo nantinya, Gatot berharap besar agar pemerintah daerah dapat menegakkan regulasi-regulasi yang telah diterbitkan  sebelumnya.

12
Feb

Bupati Turun Langsung Basmi Jentik Nyamuk


Sleman, 12 Februari 2016 Gerakan jumat bersih   Tim Pokjanal DBD Kelompok I mengadakan monitoring dan pemberantasan sarang Nyamuk (PSN) bersama Penjabat Bupati Sleman di Dusun Jaten Desa, Sendangadi, Kecamatan Mlati. Gatot Saptadi  Penjabat Bupati Sleman didampingi oleh kapala Dinas Kesehatan, Camat Mlati TNI/Polri serta kader Ibu-ibu Dusun Jaten  mengadakan monitoring pelaksanaan pemberantasan serang nyamuk. Penjabat Bupati langsung memimpin  ditempat tempat yang dimungkinkan ada sarang nyamuk/jentik/uget2. baik di kamar mandi, almari Es ataupun lingkungan rumah/pekarangan.
Tim sebelum melaksanakan monitoring dibagi dengan 8 kelompok untuk melihat lansung rumah/pekarangan warga di 8 RT Padukuhan Jaten, Sendangadi, Kec.Mlati. Setiap Tim terdiri 6 orang Kader Padukuhan dan Tim Kabupaten. Pada kesempatan tersebut Penjabat Bupati melihat langsung adanya jentik yang berkembang/hidup di bekas potongan pohon pisang karena tergenangi air, selanjutnya Bupati bersama pemilik lahan dan tim melaksanakan  (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan cara mengubur genangan air sehingga tidak akan terjadi lagi air menggenang. Hasil dari Tim monitoring Kel. I di Padukuhan Jaten   Desa Sedangadi 113 rumah/pekarangan  terdapat 39 positif ada jentik, sehingga angka bebas jentik /AJB baru 65%, masih di bawah angka bebas jentik yaitu minimal 95 %.
Selanjutnya untuk kelompok II melaksanakan monitoring dan pemantauan langsung serta Pemberatasan Sarang Nyamuk di  Dusun Nyamplung Kidul  Desa  Balecatur Kecamatan Gamping dipinpin oleh Camat Gamping, bersama  Kades Balecatur beserta  ibu-ibu kader Gerakan Jumat bersih Padukuhan Nyamplung Kidul Desa Balecatur  melihat langsung bak mandi, penampungan air dan pemeliharaan burung, dispenser, halaman rumah/lingkungan yang ada barang bekas yang berpotensi menjadi genangan air hujan dari 107 rumah/titik menemukan 32  Positif rumah / lingkungan yang ada jentik bakal nyamuk, sehingga angka AJB nya 71%  masih di bawah angka standar yaitu 95%.
Dalam laporan Evaluasi dr Mafilinidati  kepala dinas Kesehatan pengendalian penyakit DBD masih menjadi prioritas penanganannya karena sudah menyebar di 17 Kecamatan, pada awal tahun  2016 sampai dengan tanggal 9 Februari sudah terjadi 71  Kasus DBD, dengan kematian 1 orang. Hal ini disebabkan karena keterlambatan membawa pasien/korban  ke fasilitas pelayanan kesehatan  yang merupakan rumah sakit rujukan.
Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi dalam sambutannya pada acara evaluasi Pemberantasan sarang nyamuk kegiatan  merupakan tindakan yang preventif dan lebih murah, bupati berharap kegitan ini selanjutnya dilakukan secara berkesinambungan dan membentuk petugas di tingkat padukuhan / tim kecil gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Langkah ini dapat melibatkan anak-anak usia  sekolah  SD atau SMP bisa terlibat langsung dengan pendampingan Ibu Kader, serta melestarikan gerakan kebersihan melalui gotong royong atas   kesadaran bersama demi kesehatan bersama.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.