Arsip Kategori: Berita

18
Jul

SMKN 1 Cangkringan Menerima Sertifikasi ISO

Bupati Sleman Sri Purnomo sangat gembira, lulusan SMKN I Cangkringan tahun pelajaran 2011/2012 seluruhnya atau 100% berhasil melanjutkan studinya di UGM. Namun lebih gembira lagi jika para lulusan SMKN I Cangkringan juga mampu berwirausaha bahkan menciptakan lapangan kerja. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman pada acara penerimaan sertikat ISO 9001:2008 SMK N I Cangkringan, hari ini Selasa, 17 Juli di kampus SMK N I Cangkringan di Sintokan, Wukirsari, Cangkringan. Lebih lanjut Sri Purnomo mengatakan bahwa saat ini wirausaha yang ada di Indonesia jumlahnya masih 1% dibanding jumlah penduduk. Padahal idealnya Negara memiliki 10% ke atas jumlah wira usaha, agar Negara bisa maju. Oleh karena itu seluruh guru dan Pembina sekolah harus berusaha mendidik iswa sehingga memiliki kompetensi dan profesionalisme di bidangnya . Selain itu yang lebih penting adalah para lulusan SMKN I Cangkringan ini hendaknya juga dibekali dengan kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja.

Ditambahkan oleh Sri Purnomo bahwa dengan telah diterimanya Sertifikat ISO oleh SMKN I Cangkringan ini, di Sleman pada saat ini terdapat delapan SMK yang telah berhasil meraih ISO. SMK lain yang telah meraih ISO SMKN I Godean, SMKN I Depok,SMKN 2 Depok,SMKN I Kalasan,SMKN I Tempel, SMKN I Seyegan dan SMK Nasional Berbah.

Kemampuan SMKN I Cangkringan dalam meraih ISO bukan hanya sekedar menata kembali sistim,prosedur dan administrasi pelayanan, tetapi hendaknya juga diiringi dengan perubahan sikap mental seluruh stake holder yang ada di SMKN I Cangkringan. Terlebih saat ini SMKN I Cangkringan akan menempati kampus baru di Sentokan Wukirsari. Dengan lokasi kampus baru ini yang lebih nyaman dan aman, dan tentunya akan memberikan energi dan semangat tersendiri bagi siswa dan peserta didik, guru dan seluruh keluarga SMKN I Cangkringan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Jadikanlah Sertifikat ISO dan kampus baru ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan manajemen sekolah dengan standar internasional. Tingkatan Sekolah dengan standar internasional ini paling tinggi, namun untuk meraih hal itu membutuhkan waktu yang relative lama dengan sumber daya manusia yang benar-benar andal. Diterimanya sertifikat ISO ini merupakan bukti pengakuan atas kualitas SMKN UI Cangkringan. Di samping itu diraihnya ISO ini akan semakin memperkuat akreditasi yang telah dilakukan.

Meskipun telah memiliki sertifikat ISO jangan merasa puas dan terlena mengingat dengan telah dimilikinya ISO ini tantangan yang harus dihadapi SMKN I Cangkringan akan semakin berat. Tantangan tersebut tidak lagi sebatas pada peningkatan kwalitas proses belajar mengajar saja tetapi juga pada kualitas kelulusannya. Penyerahan sertifikat ISO ini akan membawa konsekuensi tanggung jawab yang tidak ringan. Kedepan SMKN N I Cangkringan harus mampu menunjukkan grade kualitasnya melalui penciptaan lulusan-lulusan yang unggul, berdaya saing dan berkarakter.

Dalam laporanya Kepala Sekolah SMKN I Cangkringan Drs Mujiyono,MM mengatakan bahwa SMK Cangkringan berdiri tahun 2004 dan pada tahun 2010 yang lalu telah luluhlantak oleh erupsi Merapi. Pada tahun ajaran 2010/2011 yang lalu dengan daya tampung hanya 2 kelas SMK Cangkringan kekurangan siswa. Namun saat ini daya tampung SMK Cangkringan lima kelas dan dapat terpenuhi bahkan sampai menolak calon siswa baru, dalam artian menolak karena daya tampungnya telah terpenuhi. Jurusan di SMKN I Cangkringan telah sesuai dengan kondisi alamnya yaitu jurusan ATHP : Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Jurusan ATR : Agribisnis Ternak Ruminansia dan jurusan Otomotif Kendaraan Ringan.

Dalam kesempatan tersebut perwakilan dari PT. TUV Rheinland Indonesia Tengku Hermansyah dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa SMKN I Cangkringan bisa menjadi SMK yang membanggakan baik di Sleman dan Indonesia pada umumnya. Penerimaan Setifikat ISO 2008 ini adalah awal dari kesuksesan dan lebih sukses lagi di tahun mendatang dibandingkan dengan tahun sekarang. Setifikat ini bukanlah tujuan akhir namun setelah menerima sertifikan ini hendaknya SMK Cangkringan nantinya mempunyai komitmen untuk mengadakan perbaikan. Dan perbaikan ini tentunya SMKN I Cangkringan akan lebih bisa lebih baik dari tahun sebelumnya . Dengan ISO ini tentunya semua unit di SMKN I Cangkringan harus ikut terlibat.

Sertifikat ISO 9001 : 2008 ini diserahkan oleh PT. TUV Rheiland Indonesia kepada Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo,MSI yang selanjutnya diserahkan kepada Kepala SMKN I Cangkringan Drs. Mujiyono.MM. Selanjutnya Bupati Sleman memotong tumpeng dan diserahkan kepada kepala SMK Cangkringan Mujiyono.

Sebelum acara penerimaan sertifikat ISO tersebut, pada pagi harinya keluarga besar SMK Cangkringan melakukan boyongan dari sekolah yang lama di Pagerjurang, Glagaharjo, Cangkringan menuju lokasi sekolah yang baru di Dusun Sintokan Wukir Sari Cangkringan. Acara boyongan dilakukan dengan prosesi kirab jalan kaki oleh semua murid, alumni dan guru guru dari gedung SMK lama ke lokasi gedung SMK yang baru yang berjarak sekitar 5 km.

17
Jul

Rapat Kerja FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama)

Rapat Kerja FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), Rabu 18 Juli 2012 jam 13.30 WIB di aula lantai III Setda kab sleman.

16
Jul

Grebeg Air Gajah Wong Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

Untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat pada hari Minggu, 15 Juli 2012 di Bantaran Sungai Gajah Wong Nologaten, Papringan Depok Sleman, Pemkab Sleman melaksanakan Lounching atau Peluncuran Grebeg Air.

Dikatakan oleh Camat Depok Drs. Krido Suprayitno, bahwa tidak bisa dipungkiri sampah masih banyak dijumpai dimana-mana seperti di sepanjang aliran sungai Gajah Wong, maka tindakan membuang sampah di aliran sungai Gajah Wong harus dihentikan seperti di aliran sungai Gajah Wong antara Nologaten, Papringan, Gowok.

Tindakan yang penting untuk menetralisasi sungai harus menggugah kesadaran masyarakat untuk budaya hidup bersih dan membuang sampah pada tempatnya. Camat Depok punya kiat mengelola Sungai gajah Wong agar lebih bermanfaat, sekaligus meminimalisasi sampah. Dengan Porgram Herbal in pot maksudnya adalah program pengembangan tanaman apotek hidup yang berupa rempah-rempah atau tanaman obat misalnya jahe, kencur, kunyit, lengkuas, temu lawak, bibit tanaman obat tak ditanam dibantaran sungai melainkan di dalam pot, kemudian ditata sepanjang bantaran.

Program ini menjadi salah satu metode pengembangan dan pemeliharaan lingkungan Sungai gajah Wong, melalui program ini, tiap warga yang berada di bantaran sungai bakal mendapat pelatihan budidaya tanaman obat.

Dalam acara ini juga dilakukan bantuan secara simbolis kepada bebera orang seperti bantuan pengelola sampah sdr Ardian, penerima program organic farmic kepada Dwi, penerima penghijauan bantaran sungai kepada Trimo, menerima ruang terbuka hijau kepada Dwi, selanjutnya bantuan program lebrery pox kepada Elisabet, penerima bantuan kelembagaan sampah mandiri padukuhan Kembang Maguwoharjo, kelompok Tani Mulia Maguwoharjo, kemudian kelompok pengelola sampah mandiri Gowok, kelembagaan pengelola sampah Condongsari Ir. Mulyono, Msi, bantuan kelembagaan ini dari Lingkungan Hidup, kemudian penerima komposter dari Dinas PU Kab. Sleman kepada kelompok sampah mandiri Kropoh,

Acara ini juga dilakukan potong tumpeng oleh Bupati Sleman Drs. H Sri Purnomo, Msi.dan penandatanganan oleh Bupati yang diikuti Dr. Martha Tilaar, Camat Depok, Lurah Caturtunggal dan yang terkait. Selanjutnya sambutan Bupati Drs. H Sri Purnomo, Msi, bahwa program peluncuran Grebeg Air ini sangan membanggakan kita semua, sehingga mulai saat ini kedepan kita akan semakin menyadari pentingnya kita menjaga lingkungan hidup kita khususnya berada dialiran sungai, perlu disampaikan bahwa daerah aliran sungai di Kabupaten Sleman yang berhulu pada lereng Gunung Merapi rata-rata semua sudah kena pencemaran yang berat maupun yang sedang.

Kalau dilihat dari Sungai Gajah Wong ini tidak ada yang terbebas dari sampah yang berserakan selama ini, kami berharap dengan adanya Grebeg Air Sungai gajah Wong ini tradisi-tradisi kebiasaan kita yang masih sungai itu sebagai tempat buangan harus kita robah menjadi sungai tempat yang menyenangkan, yang indah yang nyaman untuk kita berekreasi, melepas kecapaian kita, untuk berolahraga, sehingga sungai akan menjadi bagian yang penting urat nadi kehidupan kita dimasa kini dan dimasa akan datang.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.