Arsip Kategori: Berita

9
May

Sri Purnomo Tinjau Langsung Pembangunan Jalur Evakuasi di Cangkringan

Kamis 8 mei, Bupati Sleman Sr Purnomo lakukan pemantauan jalur evakuasi di Cangkringan didampingi oleh Asisten Sekda Bidang Pembangunan Suyamsih, Kep Dinas SDAEM Sapto Winarno, Kep. Dinas DPUP Nurbandi, BPBD diwakili Heru Saptono. Pemantauan dilakukan di Jalur evakuasi geblok-kaliadem kurang lebih sepanjang 3km yang didanai dana rehab rekon bnpb, 1km yang didanai APBD. Dan jalur sepanjang Srunen-bronggang kurang lebih sepanjang 5 km yang didanai dana BNPB.

Wilayah perbatasan Pasar Butuh ke utara pengerjaannya dikelola oleh Pemkab Klaten sedangkan dari Pasar Butuh ke selatan akan dikerjakan melalui dana BNPB pengerjaan oleh Pemkab Sleman dengan bantuan BPBD Provinsi DIY. Total dana Rp.20,75M dialokasikan melalui Kab Sleman.

Teknis pengerjaan jalur ini dijelaskan oleh Mirza Anfansury, ST, MT Kabid Bina Marga DPUP, Spesifikasi jalan nantinya sekelas dengan jalan kabupaten dengan kapasitas max 6 ton. Dengan total dana Rp.20,75M tersebut secara keseluruhan tahun 2014 ini dialokasikan utk 4 ruas jalan utk evakuasi dng total 8,2km. Target jadi DED sdh selesai, dan secepatnya dilakukan pengadaan fisik. Diharapkan pada bulan Juli 2014 mendatang pengerjaan sudah dapat dimulai dan September direncanakan selesai. Keempat jalur tersebut yaitu, Jambon – Jlapan 1,85 km, Brongkol-Plumbon 1,58km, Koroulon Joholanang 1,5km. Selain jalur evakuasi, bupati juga melihat jalur tambang mBatur-mBakalan tepi sungai Gendol.

8
May

Sleman Raih The Best Champion Government Category di Ajang IDSA 2014

Kabupaten Sleman kembali menerima penghargaan tingkat nasional. Apresiasi tingkat nasional ini diperoleh dalam bidang digitalisasi. Pada 7 Mei 2014, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai The Best Champion Government Category dalam ajang Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2014. Penghargaan diserahkan oleh Kementrian Dalam Negeri RI kepada Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Pada siang harinya Bupati Sleman, Sri Purnomo telah melakukan presentasi di depan para juri hingga akhirnya mampu mengalahkan 4 finalis lainnya yaitu Kabupaten , Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Musi Banyusin.

IDSA 2014 adalah ajang penghargaan untuk Pemerintah Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia mengenai penerapan dan pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penyelenggaraan IDSA 2014 bertujuan untuk memetakan, mengukur dan mengapresiasi kota-kota dan kabupaten-kabupaten di Indonesia terkait kesiapan memasuki era digital. IDSA 2014 meriupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Marrkplus Inc bekerjasama dengan PT Telkom, Kementerian Kominfo RI dan Kementerian Dalam Negeri RI.

Penjurian tahap akhir kategori government ini dilakukan bersamaan dengan pembukaan event Jakarta Marketing Week yang diselenggarakan di Mall Kota Kasablanka Jakarta, Rabu (7/5). Bertindak sebagai dewan juri diantaranya yaitu Ir. CahyanaAhmadjayadi (pengamat TI dan mantan Dirjen Aplikasi Telematika Kementerian Kominfo RI), Ir.Harso Supangkat, M.Eng (kepala Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan LPPM ITB serta Founder & CEO MarkPlus, Inc., Dr. (H.C.) Hermawan Kartajaya. Sedangkan materi penilaian meliputi aspek inisiatif, leadership, usership dan benefit/kemanfaatan.

Kategori Government didasarkan pada pengukuran pemanfaatan teknologi digital (internet) untuk kegiatan birokasi dan pelayanan masyarakat di berbagai kotamadya dan kabupaten di seluruh Indonesia. Pengukuran dilakukan melalui pengisian Angket Potret Digitalisasi oleh Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia dengan jumlah angket yang dikirimkan ke 500 kota/kabupaten.

Penerapan teknologi informasi dan komunikasi di Kabupaten Sleman dapat dilihat dari pemanfaatan internet di setiap SKPD, kecamatan, desa, dan UMKM, penggunaan teknologi fiberoptik dan wireless untuk konektivitas antar SKPD, pemanfaatatan portal slemankab.go.id sebagai media interaksi warga, digitalisasi sistem kearsipan, pemanfaatan aplikasi layanan public dan pemanfaatan aplikasi layanan pemerintahan. Dengan berbagai upaya yang dilakukan memberikan manfaat besar seperti misalnya e-services, e-learning bagi masyarakat, PBB online, e-marketing produk IKM serta peningkatan akses informasi meningkat dan efektivitas operasional layanan pemerintah.

Untuk kategori Government pemerintah kabupaten diikuti oleh 180 peserta sedangkan pemerintah kota sebanyak 70 peserta. Penghargaan terbaik/the best champion untuk pemerintah kota diraih oleh Kota Surabaya, yang mengalahkan Kota Bogor, Kota Yogyakarta, Kota Cimahi dan Kota Denpasar.

8
May

Desa Wisata Tanjung, Juara I Lomba Desa Wisata Tingkat DIY


Dinas Pariwisata DIY menyerahkan penghargaan Lomba Desa Wisata tingkat DIY, Kamis, 8 Mei 2014 di desa Wisata Tanjung Donoharjo Ngaglik Sleman. Penghargaan diserahkan kepada desa wisata yang telah dievaluasi beberapa waktu yang lalu, yakni untuk Juara I Desa Wisata Tanjung Donoharjo Ngaglik Sleman, Juara II Desa Wisata Kalisuci Gunung Kidul, Juara III Desa Wisata Wukirsari Bantul, Juara Harapan I Desa Wisata Grogol, Juara Harapan II Desa Wisata Banjaretno Kulon Progo dan Juara Harapan III Desa Wisata Wuwung Kulon Progo. Sebelum penyerahan penghargaan juga dipentaskan tari thek Bung dari desa Wisata Tanjung yang menampilkan tari lilin, tari kendi dan tari tayub yang mengajak tamu ikut menari.
Dalam kesempatan ini, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Heru Darmawanta, MP, mengatakan Pemerintah DIY mempunyai 3 pilar yakni pariwisata, kebudayaan dan pendidikanberkomitmen bagaimana pariwisata bisa dinikmati masyarakat dengan jalan menjadikan desa wisata untuk kesejahteraan rakyat. Dalam mengelola pariwisata perlu bersinergi beberapa pihak pemerintah, industri, masyarakat, perguruan tinggi,perbankan dan pers. Karena di bidang pariwista tidak mungkin berjalan sendiri tapi butuh dukungan sektor lain. Kalau kita akan mengembangkan sebuah destinasi pariwisata harus memiliki daya tarik wisata, event, fasilitas, pelayanan, dan yang dijual adalah paket.
Semantara itu Staf Ahli Bupati bidang kemasyarakatan yang juga hadir bersama Kepala Dinas Pariwisata Sleman dalam kesempatan ini mengatakan pariwisata itu dimulai dari internal desa itu sendiri bisa menarik wisatawan dari luar. Selanjutnya juga perlu penanganan yang profesional karena saat ini banyak sekali bermunculan desa wisata yang tentu memiliki strategi selain dengan adanya potensi alam yang sudah mendukung.
Acara penyerahan penghargaan ini menghadirkan pengelola desa wisata di wilayah  Sleman, maupun pengelola desa wisata di seluruh wilayah Kabupaten dan Kota se DIY dan di adakan di joglo desa wisata Tanjung. Joglo ini merupakan salah satu rumah tradisional yang dibangun oleh Mangundimejo. Rumah ini telah berusia ratusan tahun, meskipun sudah beberapa kali mengalami renovasi tetapi tetap tidak merubah bentuk aslinya. Masih ada beberapa tinggalan yang masih asli, antara lain sentong, gandok kiwo-tengen, gebyok. Bangunan berukuran 9 X 10 meter ini menggunakan rangka dari kayu nangka. Pada masa penjajahan Belanda rumah ini pernah digunakan sebagai rumah sakit darurat, sedangkan sekarang digunakan sebagai pusat lokasi kegiatan desa wisata Tanjung. Pada tahun 2004 Joglo Tanjung memperoleh penghargaan sebagai warisan budaya dari Propinsi DIY.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.