Arsip Kategori: Berita

10
Oct

Metode SRI Mampu Tingkatkan 50% Panen

Kelompok Tani Ngudi Mekar Sorogedug Lor Madurejo Prambanan Panen perdana padi Pengembangan System of Rice Intensification (SRI), Rabu, 9 Oktober 2013. Kelompok Tani mengundang Bupati Sleman, Kepala Dinas Pertanian Sleman dan Kepala Dinas Pertanian DIY serta Camat dan Kades untuk mengawali panen perdana di Bulak Sorogedug Lor. Dijelaskan oleh Hartono, Ketua Kelompok Tani Ngudi Mekar bahwa untuk tahun 2013 kegiatan yang dilakukan yaitu SL PTT padi pemantapan seluas 450 ha meliputi 18 kelompok tani dan 1 kegitan SRI seluas 20 ha yang di laksanakan oleh Kelompok Tani Ngudi Mekar yang di panen perdana. Padi yang di tanam 8 Juli 2013 dengan benih inpari 11, sebesar 10 kg benih/ha, 2000 kg pupuk organik/ha, 200 kg NPK/ha. Hasil ubinan yang telah dilaksanakan oleh 7 lahan petani rata-rata produksi sebesar 7,8 kg sehingga hasil yang dicapai 12,54 ton/ha gabah kering panen. Dikemukakan oleh Hartono kelompoknya masih mengalami kendala kurangnya air dimusim kemarau, belum punya traktor dan belum punya alat peremuk pupuk organik padat, Namun berkat kerja keras petani dan dengan menaati pola tanam padi padi polowijo, tanam serempak dan benih unggul mampu meningkatkan produktivitas padi.

Sementara itu Bupati Sleman usai melakukan panen perdana mengatakan ikut merasakan kegembiraan dengan hasil panen yang dicapai oleh kelompok tani Ngudi Mekar. Karena upaya untuk mempertahankan produksi beras di Sleman menghadapi tantangan yang sangat berat. Terle­bih lagi luas lahan pertanian yang ada di Sleman ini dari tahun ke tahun semakin menyusut. De­ngan demikian pelak­­­sa­­na­an panen raya padi ini dapat memotivasi kelom­pok-kelompok tani lainnya untuk mengoptimalkan produk­sinya.

Metode SRI mampu meningkatkan produktifitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara,dan telah terbukti berhasil meningkatkan produktifitas padi sebesar 50% , bahkan di beberapa tempat mencapai lebih dari 100%. Teknik SRI ini telah berkembang di banyak negara terutama di negara-negara Asia.

Ditambahkan oleh Sri Purnomo pada tahun 2012 Kabupaten Sleman masih mampu mempertahankan predikat sebagai lumbung beras di Provinsi DIY. Surplus beras tahun 2012 sebanyak 109.724 ton mengalami peningkatan 41,79% dibandingkan dengan surplus beras tahun 2011 sebanyak 63.865 ton. Kenaikan tersebut ditunjang oleh peningkatan produktivitas padi dari 56,93 kuintal/ha menjadi 67,94 kuintal/ha, sehingga mampu meningkatkan produksi beras dari 232.713 ton menjadi 312.815 ton.

Sementara sasaran tanam untuk tahun 2013 ini adalah 44.426 Ha, dengan sasaran produktivitas 64,18 Kw/Ha diharapkan produksi padi Sleman sebesar 279.798 ton dapat tercapai, namun demikian upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi Kabupaten Sleman terkendala beberapa hal yang pada saat ini terus diupayakan pengendaliannya seperti, serangan hama wereng dan tikus, alih fungsi lahan, dan menurunnya kesuburan tanah disebagian wilayah Kabupaten Sleman.

Pada akhir acara juga diadakan dialog antara para petani dengan Kabid Tanaman Pangan Sleman, Camat dan Kabid Tanaman Pangan DIY.

10
Oct

TNI Bersama Masyarakat Bangun Infrastruktur Desa

Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung manunggal ke 91,Rabu tanggal 9 Oktober 2013 berlangsung di Lapangan Bulus I Candibinangun Pakem, Kabupaten Sleman DIY. Upacara tersebut di pimpin oleh Komandan Kodim 0732 Sleman Letkol INF.Bambang Yudi Kustiwa.S.Sos. Dalam kesempatan tersebut Pasiter Kodim 0732 Sleman Kaptn INF Kamdiyo melaporkan kesiapan operasi TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD) Sengkuyung ke 91 tahap II tahun 2013, dalam laporannya dikemukakan Lokasi TMMD berlangsung di Desa Candibinangun Pakem Kabupaten Sleman. Sasaran  fisik kegiatan TMMD yakni pengerasan jalan Panjang 1.200 M lebar 4 M, Pembuatan Tempat Wudhu 1 buah, Rehap Pos kamling 1 buah dan lantainisasi 4 rumah.  Sedangkan sasaran non fisik meliputi Penyuluhan PPBN/ Wawasan kebangsaan, Penyuluhan Kamtibmas dan NAPZA, Penyuluhan Kesehatan dan KB, Penyuluhan Pertanian dan penyuluhan bencana alam.  Waktu pelaksanaan selama 21 hari  dimulai 9 Oktober sampai dengan 29 Oktober 2013. Pengerahan tenaga  1 SST Kodim dibantu oleh warga Masyarakat Desa Candibinangun. Sumber dana berasal dari APBD DIY Rp 50 jt, APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp 80 jt, Jumlah Rp 130 jt,   sedangkan swadaya dari masyarkat berupa tenaga per hari 50 orang dengan nilai Rp 50 jt.

Selanjutnya Komandan Kodim 0732 Sleman dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Kasad selaku penanggung jawab operasional TMMD, mengatakan bahwa program TMMD yang ke 91 ini akan berlangsung selama 21 hari dan secara serentak  di mulai ini di seluruh PKO TMMD. Dalam program TMMD kali ini TNI Angkatan Darat bekerjasama dengan Kemenpora  RI, yang memiliki salah satu program unggulan yaitu Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (PSP3) Pengiriman 1000 sarjana masuk desa ke seluruh PKO TMMD ini telah dilatih di Ringdam Jaya Kodam Jaya Jakarta.

TNI Angkatan Darat berharap keterlibatan para sarjana pada TMMD ini dapat berperan sebagai motivator sekaligus pelopor pembangunan yang ada di daerah, sesuai dengan Visi Pemerintah dalam Pembangunan 2005-2025 yaitu Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur. Melalui TMMD  TNI bersama-sama Polri,Kementrian, Lembaga Pemerintah Non  Kementerian,Pemerintah Daerah  dan seluruh komponen yang lainnya, kita tingkatkan Integritas Guna Mendukung percepatan Pembangunan dalam rangka mewujudkan Kedamaian dan Kesejahteraan Masyarakat di Pedesaan.  Disampaikan pula oleh Kasad beberapa hal untuk di pedomani oleh para prajurit : Pertama laksanakan kegiatan TMMD secara Profesional, penuh ketulusan, keiklasan dan tanggung jawab. Kedua hormati dan pahami adat istiadat dan budaya setempat, yang ketiga jadilah contoh sumber inspirasi dan motivasi bagi masyarakat dalam membangun daerahnya menuju kemandirian yang ke empat Bangun soliditas dan sinergitas yang kokoh antar sesama prajurit TNI.

Upacara Pembukaan TMMD sengkuyung yang ke 91 tahap II tahun 2013 ini dihadiri olaeh Wakil Bupati Sleman Hj. Yuni Satiya Rahayu.SS.M.HUM. Asek II Bidang pembangunan Hj Dra.Suyamsih.MPD, pejabat yang lainnya dan  Muspika Kecamatan Pakem, Kades Candibinangun Siswantoro  perangkat desa Candi Binangun , Osis.Pramuka  serta masyarakat undangan lainnya.
9
Oct

Dari Gelar Potensi BKM/LKM, Bupati Harapkan PNPM Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

Gelar potensi BKM/LKM tahun 2013 Kabupaten Sleman berlangsung selama 3 hari mulai Selasa 8 Oktober sampai 10 Oktober 2013 di Gedung Serbaguna Sleman. Pembukaan gelar potensi tersebut dilakukan Selasa 8 Oktober 2013 oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI  ditandai dengan pemukulan gong. Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman antara lain menyampaikan bahwa dengan gelar potensi dan lokakarya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan profesionalisme bagi Badan Keswadayaan Masyarakat/Lembaga Keswadayaan Masyarakat serta aparat kecamatan dan desa sebagai pelaksana program PNPM Mandiri Perkotaan di Kabupaten Sleman, serta dapat menjadi sarana pemasaran dan promosi berbagai potensi BKM/LKM. Dengan demikian potensi potensi BKM/LKM dapat dikenal luas masyarakat dan dapat terserap pasar, sehingga akan memberikan keuntungan bagi masyarakat.  Pada akhirnya program PNPM-MP dapat berhasil memberdayaakan masyarakat serta mengentaskan kemiskinan di kabupaten sleman. Lebih lanjut disampaikan bahwa sebagai ujung tombak program PNPM MP kegiatan kegiatan BKM dan LKM harus mencakup dua aspek penanganan kemiskinan tersebut.Tantangan kedepan yang dihadapi dalam upaya pengantasan kemiskinan akan semakin berat. Saat ini, jumlah KK miskin di Sleman mencapai 49.471 KK atau 15,85% dari 312.089 KK yang ada di Kabupaten Sleman, kondisi ini menuntut kerja keras semua pihak, untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman. Bupati berharap program PNPM-Mandiri Perkotaan, dapat berhasil menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman. “Ini harus menjadi tantangan dan komitmen segenap perangkat kerja PNPM-Mandiri Perkotaan termasuk Camat, Kepala Desa, BKM dan LKM. Oleh karena itu, saudara-saudara harus serius bekerja dan dilandasi dengan rasa tanggung jawab, profesional, dan terampil”, tegas bupati.

Bupati berharap agar kegiatan lokakarya dan gelar potensi dijadikan sebagai sarana menempa pengetahuan dan profesionalisme saudara-saudara penggerak program PNPM Mandiri Perkotaan. Kegiatan ini, juga dapat menjadi salah satu ajang promosi dan pemasaran berbagai potensi BKM dan LKM. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat memfasilitasi, mempertemukan produk-produk BKM/LKM, dengan pelaku usaha sehingga ada tindak lanjut yang riil. Upaya pemberdayaan masyarakat melalui usaha ekonomi produktif, tidak hanya menekankan pada kemampuan produksi semata, namun juga harus berdaya dalam pemasarannya. Gelar potensi ini dirancang sebagai media untuk berlangsungnya interaksi berbagai pihak dan diseminasi, publikasi produk-produk yang dihasilkan kelompok swadaya masyarakat (KSM). Disamping itu, BKM/LKM se Kab. Sleman perlu secara terpadu dan terintegrasi mengembangkan jaringan pasar bagi produk-produk BKM/LKM ini. Bahkan BKM/LKM dapat memanfaatkan media on line atau internet yang saat ini tengah menjadi trend di dunia usaha. Setelah pembukaan bupati sleman menyempatkan diri meninjau stand dan berdialog dengan peserta gelar potensi.

Sedangkan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Ir. H. Nurbandi pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa tujuan PNPM Mandiri Perkotaan antara lain meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menerapkan model pembangunan partisipatif yang berbasis kemitraan dengan masyarakat dan kelompok peduli setempat, mewujutkan harmonisasi daan sinergi berbagai program pemberdayaan masyarakat untuk optimalisasi penanggulangan kemiskinan. Sementara untuk target sasaran pelaksanaan PNPM-MP adalah terbangunnya lembaga kepemimpinan masyarakat (BKM) yang aaspiratif, representatif, dan akuntabel untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya partisipasi serta kemandirian masyarakat. Meningkatnya akses terhadap pelayanan kebutuhan daasar bagi warga miskin daalam rangka meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) dan pencapaian sasaran MDGs ( Millenium Development Goals). Peserta gelar potensi tersebut dari 15 kecamatan di Kabupaten Sleman.***

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.