Arsip Kategori: Berita

30
May

Warga Tamanmartani Ikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi

Bertempat di Balai desa Taman martani Kecamatan kalasan telah berlangsung penerimaan tim lomba Desa Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.Ketua tim penilai Lomba Desa Tingkat DIY yang dipimpin oleh Haryanto,SH Ka biro Tata Pemerintahan Setda DIY. Ketua tim Penilai Lomba Desa TK DIY dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Gubernur DIY yang antara lain mengatakan   : Indikator penilaian adalah data dasar meliputi orbitasi dan data pendukung, data tingkat perkembangan  meliputi pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat keamanan dan ketertipan masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.  Perlombaan Desa bisa juga dikatakan sebagai salah satu bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan. Dari sudut manajemen pemerintahan, Perlombaan Desa merupakan salah satu alat manajemen yang bersifat menghargai keberhasilan dan membenahi kekurangan dengan penekanan kepada perlunya memberikan penghargaan bagi siapapun yang berhasil dalam mengemban tugas.  Melalui perlombaan desa ini diharapkan Desa dan Kelurahan yang terpilih menjadi ajang lomba nantinya dapat melanjutkan dan meningkatkan kinerja masyarakatnya, serta masyarakat juga dapat memberikan dukungan kepada pemerintah desa atau kelurahan dalam bentuk partisipasi aktif dan kreativitas secara optimal dari segenap petensi yang dimiliki.

Tim Penilai lomba Desa TK DIY yang diterima oleh Bupati Sleman yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM Sri Murni Rahayu,SH,MM dan sekaligus membacakan sambutan Bupati Sleman yang antara lain  berharap bahwa tim lomba tingkat DIY ini menjadi motivasi dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintah dan Pembangunan di desa dengan lebih baik. Penilaian dan verifikasi ini diharapkan memacu meningkatkan kualitas dan kinerja pemerintahan Desa dan pembangunan, serta mengetahui kekurangan yang ada sebagai bahan instrospeksi dan perbaikan di masa mendatang. Pemerintahan Desa memiliki peran yang strategis dalam mewujudkan Visi Pemerintahan kabupaten Sleman mewujudkan Masyarakat Sleman yang lebih sejahtera lahir batin, berdaya saing dan berkeadilan gender pada tahun 2015. Pemerintahan Desa sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi penggerak pembangunan di wilayahnya.

Dalam upaya untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintah desa, pada tahun 2013 juga telah dilakukan pembinaan APBDes, fasilitasi 33 pemilihan kepala Desa, pemilihan dukuh di 51 padukuhan, pengisian 14 perangkat Desa dan fasilitasi pensertifikatan tanah kas desa 116 bidang. Selain itu juga dilakukan penyaluran bantuan kepada masyarakat dan pemerintah desa yakni dana bagi hasil pemerintah desa sebesar Rp 32 miliar lebih, yang didalamnya termasuk dana alokasi desa sebesar Rp 14 Miliar lebih dan bantuan keuangan sebasar Rp 31 Miliar lebih. Dana tersebut antara lain dialokasikan untuk tunjangan penghasilan perangkat desa hingga RT/RW, bantuan pemilihan kades, BPD, Dukuh dan kompensasi tanah garapan perangkat desa yang terkena dampak erupsi merapi. Dan dalam kesempatan tersebut dihadiri pula Muspika Kecamatan Kalasan, Kades beserta perangkat Desa Taman martini  serta di ramaikan oleh kesenian tradisional karawitan yang di pandegani seniwati Sunyahni  dan kelompok mocopat  anak-anak memetri wiji yang dipinpin oleh tri Joko saptono dan kesenian tradisionil lainnya, dan tak ketinggalan pula paguyupan Gerobag juga tidak ketinggalan ikut pula meramaikan kegiatan tersebut tak luput pula sambutan antusias dari masyarakat kususnya desa Tamanmartini

30
May

Labuhan Merapi 2014 Akan Digelar di Bangsal Sri Manganti

Upacara labuhan merapi tahun 2014  mulai berlangsung Jumat 30 Mei 2014 yang diawali saerah terima ubo rampe labuhan dari Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat di kecamataan Depok. Penyerahan ubo rampe yang dibawa Abdi Dalem Keraton Yogyakarta tersebut pada Jumat pagi  jam 07.30 diserahkan kepada camat Depok Drs. Budiharjo, selanjutnya ubo rampe tersebut oleh abdi dalem disertai camat Depok diarak ke Kecamatan Cangkringan, dan oleh camat Depok ubo rampe tersebut diserahkan kepada camat cangkringan  Drs. Bambang Nurwiyono di Pendopo Kecamatan Cangkringan.

Ubo rampe tersebut oleh camat Cangkringan dengan disertai abdi dalam kraton Yogyakarta diarak ke pendopo Petilasan Rumah Mbah Marijan di Kinahrejo yang akan diterima oleh diterima Ki Asih Suraksohargo sebagai juru kunci Gunung Merapi putra Mbah Marijan yang saat ini mengganti kedudukan Mbah Marijan. Selanjutnya ubo rampe tersebut disemayamkan semalam di pendopo Petilasan Rumah Mbah Marijan, malam itu juga akan dilakukan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalam Ki Catur Benyek.

Sedangkan Sabtu pagi, 31 Mei 2014 dimulai pukul 05.30 semua ubo rampe dilabuh ke Bangsal Sri Manganti dengan menempuh perjalanan 1-2 jam. Untuk tahun ini ubo rampe dilabuh di Bangsal Sri Manganti karena saat ini status Merapi yang sudah diturunkan ke status normal. Adapun ubo rampe yang dilabuh berupa sinjang limar 1 lembar, sinjang cangkring 1 lembar, semekan gadhung 1 lembar, semekan gadhung melati 1 lembar, paningset udaraga 1 lembar, kambil watangan 1 biji, seswangen 10 biji, seloratus lisah konyoh 1 buntal, yotro tindih 2 amplop, destar doromuluk 1 lembar. Ikut menyertai uba rampe labuhan yakni kembang setaman, nasi tumpeng, ingkung serta serundeng, yang dibagikan kepada setiap pengunjung selesai upacara labuhan.
28
May

Di RSUD Prambanan, Kunjungan Tertinggi Pasien di Instalasi Penyakit Dalam

Sleman, 28 Mei 2014, bertempat di ruang pers Bagian Humas Sleman, Direktur RSUD Prambanan, drg. Isa Dharmawidjaja, M.Kes, di hadapan wartawan menyampaikan bahwa RSUD prambanan adalah RSUD ke 2 yang didirikan di Kabupaten Sleman yang letaknya di berbatasan dengan 3 kabupaten lain yaitu, Kabupaten Klaten, Bantull dan Gunungkidul.  Awalnya RSUD Prambanan didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat Sleman yang ada di wilayah Sleman bagian timur dan selatan.  RSUD Prambanan merupakan RS penyangga di wilayah Kabupaten Klaten terutama di wilayah bagian barat Klaten yang berbatasan langsung dengan wilayah Sleman, RSUD Prambanan merupakan Pelaksana Pelayanan Kesehatan (PPK tingkat II) yang menerima rujukan dari PPK tk I yaitu Puskesmas dan Dokter Keluarga.  RSUD Prambanan terus meningkatkan pelayanannya, maupun sarana dan prasarananya.  Saat ini RSUD Prambanan memiliki 103 tempat tidur dan 4 bangsal utama dan pelayanan IGD 24 jam.  Instalasi rawat jalan RSUD Prambanan terdiri dari Poli Penyakit Dalam, Poli Anak, Poli Kandungan, Poli Saraf, dan Poli Gigi.  Instalasi penyakit dalam RSUD Prambanan memiliki tingkat kunjungan yang tertinggi.  Pada tahun 2013 jumlah kunjungan di RSUD Prambanan adalah 9985 pasien, meningkat 25%  dari tahun 2012.  Jumlah pasien rawat jalan di RSUD Prambanan pada tahun 2013 juga tergolong cukup tinggi.

Peningkatan jumlah pasien ini juga menuntut kesiapan pelayanan prima bagi pegawai RSUD Prambanan, saat ini 55% pegawai RSUD Prambanan adalah pegawai BLUD non PNS.  Pada tanggal 1 April 2014, RSUD Prambanan telah menerapkan ISO 9001 versi 2008 untuk semua pelayanan yang ada di RSUD Prambanan.  RSUD Prambanan mempunyai visi untuk menjadi mitra kesehatan pilihan masyarakat.  RSUD Prambanan berusaha untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat, tingkat kepuasan masyarakat terhadap RSUD Prambanan saat ini mencapai 77%.  Isa, mengakui memang masih banyak kendala untuk memberikan kepuasan terhadap masyarakat, terlebih lagi saat ini RSUD Prambanan masih mengalami permasalahan dalam kecepatan terhadap pelayanannya, seperti pada pelayanan obat, idealnya 1 pasien dilayani 30 menit selesai, namun saat ini 1 pasien masih dilayani dalam waktu kurang lebih 1 jam.  Saat ini kendala terbesar adalah dalam hal verifikasi data pasien, karena RSUD Prambanan menerima pasien dari anggota BPJS, Jamkesda, dan Jamkesmas.  Selain itu RSUD Prambanan juga mencoba membuat inovasi dengan memutarkan film di ruang tunggu, taman, dan juga kafetaria agar para pasien lebih nyaman untuk menunggu. Selain itu jumlah pegawai juga jadi permasalahan dalam pelayanan RSUD Prambanan, menurut Isa idealnya dalam 1 bangsal minimal ada 12 perawat, namun saat ini baru ada 10 orang perawat, Isa juga menambahkan idealnya ada 2 dokter spesialis dalam 1 unit.  Saat ini RSUD Prambanan sangat membutuhkan, dokter spesialis mata dan anestesi.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.