Arsip Kategori: Berita

9
Mar

Menteri Agraria dan Tata Ruang Serahkan 1.687 Sertifikat Tanah di Cangkringan

Sebanyak 1.687 bidang sertifikat tanah warga Cangkringan diserahkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN, Ferry Mursyidan Baldan, Jum’at, 6 Maret 2015 di Balai Desa Kepuharjo. Dalam penyerahan ini Menteri didampingi Sekretaris utama Kementrian, Gubernur DIY, Bupati Sleman, dan Kepala Kanwil BPN DIY Ari Yuriwin, SH. MSI. Dalam kesempatan ini Menteri juga menyerahkan bibit tanaman seperti Kepel, Damar, Biola Cantik, Durian, Jambu, Sirsak untuk ditanam di wilayah Cangkringan selain untuk penghijauan juga untuk penganekaragaman buah-buahan di lereng Merapi.

Dalam kesempatan ini Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan bahwa program konsolidasi tanah yang diluncurkan oleh BPN adalah program yang sangat positIf dan memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama masyarakat di lereng Merapi yang pada tahun 2010 yang lalu terdampak oleh erupsi merapi.  Pasca erupsi merapi banyak dokumen-dokumen pertanahan atau sertifikat tanah atau patok batas tanah yang hilang sehingga program konsolidasi tanah dari BPN ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan pertanahan ini.  Program konsolidasi tanah ini merupakan penataan kembali penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah agar menjadi lebih tertib teratur dan sesuai rencana tata ruang wilayah.
Sementara itu Gubernur DIY dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat karena dengan kerelaan, keikhlasan dengan kearifan lokal masyarakat tanahnya untuk diukur kembali maka mempermudah petugas BPN untuk menyelesaikan sertifikat tanah. Kearifan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Jogja inilah yang harus perlu dipertahankan karena sebelumnya kondisi tanah yang dimiliki masyarakat ada yang bengkok/tidak lurus dan karena ada pengukuran ulang tentu diluruskan sehingga hal ini menyebabkan ada yang lebih ada yang kurang. Namun berkat adanya keikhlasan dengan musyawarah dan mufakat dapat diselesaikan. Gubernur berpesan kepada masyarakat untuk menyimpan sertifikat tanah dengan baik karena merupakan aset yang mempunyai nilai, dan jangan diagunkan di bank untuk pinjam uang bila tidak terpaksa.
Menteri BPN juga menyampaikan terimakasih karena berdasarkan kesepakatan musyawarah dan mufakat  dengan kearifan lokal dan nilai-nilai sosial yang kuat di masyarakat maka akhirnya kembali mendapat hak atas tanah. Hal mengingat masalah pertanahan yang ada batasnya ada surat-suratnya saja bisa timbul masalah, apalagi yang batas-batasnya hilang, surat-suratnya hilang tentu kalau tidak adanya kearifan lokal maka tidak akan dapat diselesaikan dengan baik. Menteri juga menyampaikan bahwa permasalahan tanah muncul karena adanya ego yang berlebih dari masyarakat yang potensial menjadi konflik, bencana dan kerenggangan sosial sehingga tidak dapat memberi manfaat bagi pemiliknya. Untuk itu Kementriannya saat ini lebih mementingkan kemanfaatan tanah bukan hanya dari segi kepemilikan saja. Menteri mengapresiasi masyarakat Cangkringan karena bencana yang terjadi bisa memberikan kemanfaatan karena memegang teguh nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Nilai-nilai ini yang akan menjadi contoh dan model yang baik bagi masyarakat lainnya di luar DIY.
Pada bagian lain juru kunci Gunung Merapi, Asih (Putra Mbah Marijan) yang juga menerima sertifikat tanah menyampaikan rasa gembiranya menerima sertifikat langsung dari Menteri secara gratis. Dan sudah menjadi harapan sejak dulu dari masyarakat sehingga menambah semangat masyarakat dalam memanfaatkan tanah. Masyarakat tidak ragu lagi karena tanah sudah dilengkapi surat-surat kepemilikan sehingga tenang dalam memanfaatkan bagi penghidupan sehari-hari. Selama ini tanah telah dimanfaatkan untuk menanam rumput pakan ternak, ditanami pohon-pohon dan untuk aktifitas ekonomi lainnya.
6
Mar

Irjen Kementerian RI Tanam Padi Bersama di Prambanan

Prambanan, 6 Maret 2014 dilaksanakan Tanam padi bersama di lahan pertanian Bulak Kelompok Tani Ngudi Makmur Gangsiran Desa Madurejo oleh para Petani yang dihadiri Irjen Kementrian Pertanian RI  Ir. Aziz Hidayat, MSi, Bupati Sleman Sleman, Kadis Pertanian DIY, BPPT DIY, Kadis Pertanian perikanan dan Kehutanan Sleman, Camat Prambanan dan para Kelompok Tani. Di  awal acara Sudiyono  Ketua Kelompok Petani Ngudi Makmur, Gangsiran, Prambanan  melaporkan bahwa kegiatan Kelompok Tani  dibentuk pada tahun 2003 mempunyai anggota aktif sebanyak 32 orang sampai dengan tahun 2015  sudah menjadi 47 orang , yang mempunyai lahan sekitar 42 hektar   Tahun 2014 telah memproduksi sebanyak 105 Ton benih padi sedangkan untuk triwulan I Tahun 2015 sudah memproduksi benih sebanyak 40 Ton. Hasil dari lahan pertanian tahun 2013 mencapai 9,2 Ton Gabah Kering per hektar (GKP) meningkat menjadi 9.4 ton per hektar pada tahun 2014.

Pada kesempatan tersebut dilaksanakan penanaman padi secara simbolis oleh Irjen Kementrian Pertanian RI Ir. Aziz Hidayat, MSi , Bupati Sleman, Kadis Pertanian DIY, Kepala BPPT DIY, Kadis Pertanian Kab.Sleman dan para petani dilanjutkan dengan pemberian Buku tabungan oleh Bupati Sleman kepada Kelompok Tani Dadi Subur, Ngudi Makmur, Sedya Rukun, Ringin Putih, Ngudi Mulyo, Pulerejo, Tani Maju, Sido Rukun dan Tani Rukun ( 9 Kelompok Tani ). Masing masing mendapatkan tabungan sebesar 2,9 Juta Rupiah. Bupati berpesan  agar uang tersebut bisa digunakan  untuk meningkatkan kesejahteraan para petani  yang  berkelanjutan, mengucapkan terima kasih atas bantuan alat pertanian berupa traktor, pompa Air, dan alat lainnya dari Kementrian Pertanian. Bupati juga menerima alat Caplak Legowo untuk Menanam padi dari BPPT DIY yang  selanjutnya diserahkan langsung  kepada 9 Kelompok Petani secara simbolis,
Irjen Kementrian Pertanian RI Ir.Aziz Hidayat dalam sambutannya berpesan kepada para petani Kabupaten  Sleman  khususnya untuk dapat meningkatkan produksi hasil panen yang rata-rata nasional sebesar 9 ton/hektar bisa  lebih  dari itu,
Pada tahun 2015 produksi beras nasional ditargetkan mencapai 73 Juta Ton, sedangkan untuk DIY diprioritaskan bisa mencapai sebesar 1 Juta Ton.

Prambanan, 6 Maret 2014 dilaksanakan Tanam padi bersama di lahan pertanian Bulak Kelompok Tani Ngudi Makmur Gangsiran Desa Madurejo oleh para Petani yang dihadiri Irjen Kementrian Pertanian RI  Ir. Aziz Hidayat, MSi, Bupati Sleman Sleman, Kadis Pertanian DIY, BPPT DIY, Kadis Pertanian perikanan dan Kehutanan Sleman, Camat Prambanan dan para Kelompok Tani. Di  awal acara Sudiyono  Ketua Kelompok Petani Ngudi Makmur, Gangsiran, Prambanan  melaporkan bahwa kegiatan Kelompok Tani  dibentuk pada tahun 2003 mempunyai anggota aktif sebanyak 32 orang sampai dengan tahun 2015  sudah menjadi 47 orang , yang mempunyai lahan sekitar 42 hektar   Tahun 2014 telah memproduksi sebanyak 105 Ton benih padi sedangkan untuk triwulan I Tahun 2015 sudah memproduksi benih sebanyak 40 Ton. Hasil dari lahan pertanian tahun 2013 mencapai 9,2 Ton Gabah Kering per hektar (GKP) meningkat menjadi 9.4 ton per hektar pada tahun 2014.Pada kesempatan tersebut dilaksanakan penanaman padi secara simbolis oleh Irjen Kementrian Pertanian RI Ir. Aziz Hidayat, MSi , Bupati Sleman, Kadis Pertanian DIY, Kepala BPPT DIY, Kadis Pertanian Kab.Sleman dan para petani dilanjutkan dengan pemberian Buku tabungan oleh Bupati Sleman kepada Kelompok Tani Dadi Subur, Ngudi Makmur, Sedya Rukun, Ringin Putih, Ngudi Mulyo, Pulerejo, Tani Maju, Sido Rukun dan Tani Rukun ( 9 Kelompok Tani ). Masing masing mendapatkan tabungan sebesar 2,9 Juta Rupiah. Bupati berpesan  agar uang tersebut bisa digunakan  untuk meningkatkan kesejahteraan para petani  yang  berkelanjutan, mengucapkan terima kasih atas bantuan alat pertanian berupa traktor, pompa Air, dan alat lainnya dari Kementrian Pertanian. Bupati juga menerima alat Caplak Legowo untuk Menanam padi dari BPPT DIY yang  selanjutnya diserahkan langsung  kepada 9 Kelompok Petani secara simbolis,                Irjen Kementrian Pertanian RI Ir.Aziz Hidayat dalam sambutannya berpesan kepada para petani Kabupaten  Sleman  khususnya untuk dapat meningkatkan produksi hasil panen yang rata-rata nasional sebesar 9 ton/hektar bisa  lebih  dari itu,Pada tahun 2015 produksi beras nasional ditargetkan mencapai 73 Juta Ton, sedangkan untuk DIY diprioritaskan bisa mencapai sebesar 1 Juta Ton.

6
Mar

Kodam IV Diponegoro Lakukan Gladi Lapang Bersama

Gladi lapang pernanggulangan bencana yang diprakarsai Kodam IV/Diponegoro tahun 2015 dilaksanakan di Lapangan Denggung Kamis 5 Maret 2015. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Sleman Sri Purnomo. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Komandan Korem Yogyakarta, Dandim 0732 Sleman Letkol. Inf. Bambang Kustiwa, Kepala BPBD DIY Ir. Gatot Martadi, Kepala BPBD kabupaten Sleman  Julisetiono Dwi Wasito, Ketua DPRD Sleman, Muspida kabupaten Sleman dan personil dari beberapa SKPD seperti pasukan dari Kodim 0732 Sleman, Polres Sleman, Koramil se kabupaten Sleman. Juga personil dari Polda DIY termasuk ajing pelacak, tenaga medis, relawan dll. Dalam gladi tersebut melibatkan sekitar 1000-an pasukan,

Sedangkan Panglima Kodam IV/Diponegoro dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan bupati Sleman antara lain menyampaikan bahwa latihan penanggulangan bencana tersebut untuk menghadapi tugas kedepan dalam rangka penanggulangan bencana alam, diperlukan peningkatan profesionalitas prajurit di jajaran Kodam IV/Diponegoro. Lebih lanjut disampaikan bahwa wahana latihan yang menjadi prioritas untuk menjawab tantangan tersebut, salah satunya adalah melalui latihan penanggulangan bencana alam. Kegiatan latihan yang bermanfaat tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam nerencanakan operasi dan Kodal operasi kususnya dalam menyiapkan aperasi bantuan kepada pemerintah daerah.
Dengan terjalinnya koordinasi yang baik diharapkan akan mampu merespon permasalahan yang terjadi pada lingkup tugas satuan, termasuk didalamnya pemda dan masyarakat sekitarnya. Selain itu kegiatan tersebut ditujukan juga sebagai pelaksana uji RO Kodan IV/Diponegoro, sehingga nantinya dapat dijadikan PO Penanggulangan bencana alam gunung meletus Kodam IV/Diponegoro.
Disampaikan pula bahwa salah satu tugas TNI adalah melaksanakan operaasi militer selain perang, dan diantaranya tugas OMPS adalah tugas membantu menanggulangi bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan
Sementara itu Komandan Ko Diklat TNI Mayjen TNI Marinir I Wayan Mendra yang hadir pada gladi lapang tersebut antara lain menyampaikan bahwa salah satu tugas TNI adalah membantu pemda termasuk bantuan penanganan penanggulangan bencana untuk meminimalisir korban. Prinsipnya TNI siap dalam membantu pemda/masyarakat untuk itu diperlukan persiapan dengan melakukan gladi lapang agar sewaktu terjadi bencana sudah siap.
Ditambahkan bupati Sleman bahwa dalam penanggulangan bencana Kabupaten Sleman sudah siap termasuk  tenaga relawan dan  sarana pendukung lainnnya.***
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.