Arsip Kategori: Berita

25
Oct

Dari Launching Rusunawa Jongke : Warga Rusunawa Diminta Membaur dengan Warga Sekitarnya

Kamis, 24 Oktober, bertempat di Rusunawa (rumah susun sederhana sewa) Jongke Sendangadi Mlati, diadakan acara launching penghunian rusunawa Jongke.  Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman, Sri Purnomo, Ka. Dinas PUP Kabupaten Sleman, Nurbandi beserta jajarannya, muspika kecamatan Mlati, pemerintah Desa Sendangadi, warga penghuni rusunawa Jongke dan juga warga sekitar Desa Sendangadi.

Kepala Dinas PUP Kabupaten Sleman, Nurbandi melaporkan bahwa kegiatan pembangunan Rusunawa di Kabupaten Sleman, dibangun oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Kementrian Perumahan Rakyat.  Saat ini di wilayah Kabupaten Sleman terdapat 5 buah Rusunawa, yaitu Rusunawa Gemawang 1 dan 2 yang dibangun oleh Kementrian PU pada tahun 2005 dan 2007  type 21, dengan jumlah unit 192, rusunawa Dabag 1 dan 3 dibangun oleh Kementrian PU pada tahun 2009 dan 2010 type 24 dan 27 dengan jumlah unit 296, rusunawa Dabag 2 dibangun oleh kementrian Perumahan Rakyat tahun 2009 type 27 dengan jumlah 75 unit, rusunawa Mranggen dibangun oleh kementrian PU pada tahun 2010 type 24 dengan jumlah 99 unit, dan yang terakhir rusunawa Jongke dibangun oleh Kementrian PU pada tahun 2011/2012 type 24 dengan jumlah 396 unit. Dengan jumlah keseluruhan total hunian adalah 1058 unit, terdiri dari type 21= 192 unit,  type 24= 594 unit dan type 27=322 unit.  Rusunawa jongke ini dibangun dengan menelan anggaran keseluruhan Rp. 49.200.000.000,- (49,2 Milyar),  dan pemerintah kabupaten Sleman melengkapi sarana prasarana umum, yaitu penyambungan 1 twin blok sebesar Rp.260.020.000,- sedangkan untuk anggaran 2013 untuk penyambungan 3 twin blok dengan anggaran Rp.765.669.000,- Pembangunan fasilitas pagar keliling dan drainase menelan anggran Rp.320.375.000,- sedangkan untuk kekurangan prasarana umum lainnya akan di bangun dari kementrian PU pada tahun anggaran 2014.  Penghunian rusunawa Jongke sudah dimulai sejak awal bulan Oktober dan sampai saat ini calon penghuni yang telah melaksanakan tanda tangan kontrak sewa-menyewa dengan pengelola sejumlah 70 orang.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Sri Purnomo, menyampaikan bahwa rusunawa ini adalah solusi perumahan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan rendah.  Selain itu juga untuk menekan pembangunan pemukiman  yang tidak layak huni, terlebih lagi di wilayah Kabupaten Sleman lahan untuk kebutuhan pemukiman sangat tinggi, namun lahan yang ada sangatlah terbatas sehingga menyebabkan melambungnya harga tanah dan perumahan yang ada di wilayah Kabupaten Sleman.  Bupati Sleman juga mengingatkan agar para penghuni rusunawa agar mentaati dan mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku, dan mampu memenuhi hak dan kewajiban yang sudah tertuang dalam kontrak yang ditanda tangani.  Sri Purnomo  juga mengingatkan agar para warga rusunawa senantiasa ikut menjaga dan merawat bangunan, fasilitas umum, sarana prasarana Rusunawa, menjaga kebersihan lingkungan Rusunawa dan juga ikut membaur dengan masyarakat sekitar sehingga terjadi interaksi yang positif dengan warga sekitar.  Sri Purnomo juga menghimbau kepada para pengelola rusunawa agar para pengelola Rusunawa agar bekerja dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku, dan tegas dalam menegakkan peraturan yang berlaku demi menciptakan suasana tertib dan nyaman di lingkungan Rusunawa ini.

25
Oct

Kustini Sri Purnomo Ajak Pedagang Pasar Aktif ber-KB

Dinas Pasar Kabupaten Sleman bekerjasama dengan PKK ,KB dan instansi terkait mengadakan sosialisasi perundang-undangan, sosialisasi KB dan kesehatan serta sosialisasi peningkatan peran serta masyarakat terhadap kebersihan pasar. Sosialisasi berlangsung di gedung Aisiyah cabang Sleman pada hari Kamis tanggal 24 Oktober 2013. Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman Dra. Tri Endah Yitnani, MSi dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan di pasar-pasar tradisional diharapkan bisa dijadikan percontohan bagi pasar-pasar yang lainnya khususnya pasar tradisional di Kabupaten Sleman. Pedagang-pedagang ini adalah pilihan menjadi percontohan. Bagi bapak dan ibu yang akan menggunakan alat kontrasepsi dilayani secara cuma-cuma. Lebih lanjut Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman mengatakan bahwa pasar Cebongan dan pasar Sleman di jadikan percontohan Adipura sehingga pengelolaan pasar di dua tempat tersebut bisa maksimal sehingga pasar menjadi bersih dan sehat,sesuai dengan harapan.
Sedangkan maksud diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penjelasan tentang perundang-undangan yang berkaitan dengan pengelolaan Pasar, mengajak pedagang pasar agar berperan serta dalam menjaga dan meningkatkan kebersihan lingkungan pasar, juga memberikan penjelasan tentang program KB dua anak Cukup dan kesehatan keluarga.
Sedangkan sasaran kegiatan adalah agar para pedagang pasar mempunyai pemahaman yang benar tentang peraturan perundang-undangan berkaitan dengan pengelolaan pasar kabupaten. Pedagang pasar ikut berperan serta dalam meningkatkan kebersihan lingkungan pasar serta pedagang pasar usia subur agar mempunyai pemahaman yang benar tentang program KB dua Anak CUKUP dan kesehatan keluarga.

Dalam acara tersebut dihadiri pula ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Sleman Dra.Hj. Kustini Sri Purnomo. Kustini Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat positif bagi para pedagang pasar, untuk itu diharapkan pula kepada para pedagang pasar harus berlomba-lomba menata dan mengatur kebersihannya, jangan sampai kalah dengan yang lainnya karena dengan adanya pasar yang bersih dan sehat para pembeli akan datang dengan sendirinya untuk memberi dan belanja di pasar tersebut. Diharapkan pula para pedagang pasar juga sadar dengan kondisi Sleman sebagai kabupaten yang paling tinggi angka pertumbuhan penduduknya  di tingkat DIY padahal luas Kabupaten Sleman tidak bertambah.
Para pedagang pasar juga diharapkan mengikuti program  KB dan bukan hanya ibu saja karena KB itu bukan urusan kaum ibu saja namun juga kaum pria berperan aktif dalam melaksanakan program dua anak cukup ini.  Lebih lanjut Dra.Hj.Kustini Sri Purnomo mengajak kepada para pedagang yang ada di Kabupaten Sleman agar benar-benar menjaga kebersihannya dan kesehatannya agar para pedagang dan pembeli benar-benar bisa saling berkomunikasi  hal inilah yang tidak bisa ditemukan di pasar moderen, inilah sebenarnya poin yang penting sekali pasar tradisional ini perlu kita tingkatkan dan kita kembangkan karena sebagai sarana bertukar komunikasi dan informasi secara langsung antara pembeli dengan pedagang  dan pedagang dengan pembeli .
24
Oct

Pemkab Sleman Menerima Tim Verifikasi Adhikarya Pangan Nusantara

Pemkab Sleman diverifikasi untuk 4 kategori dalam penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara yaitu diantaranya  H. Drs Hadjid Badawi (Kades Sendangagung) untuk kategori pembina ketahanan pangan, Prof. Siti Subandiyah dari UGM untuk kategori peneliti, Gapoktan Sidomulyo, Godean untuk kategori pelaku pemberdayaan masyarakat dan KWT Ratu Mulyo, Gamping untuk kategori pelaku industri olahan pangan.  Bupati berharap, agar di masa mendatang kinerja dan kualitas dari ibu dan bapak yang hari ini diverifikasi ini dapat ditularkan kepada warga masyarakat dan gapoktan maupun kelompok wanita tani lainnya dengan harapan semakin memantapkan kondisi ketahanan pangan masyarakat Sleman. Hal tersebut disampaikan bupati sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno, Msi saat menerima tim verifikasi penghargaan Adhi Karya Pangan Nusantara di Balaidesa Sendangagung Minggir Kamis 23 Oktober 2013. Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan produksi tanaman pangan memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan, sementara pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan panganpun menjadi terus meningkat dari waktu ke waktu. Di sektor pertanian, padi adalah produksi andalan di Sleman. Hal ini terlihat dari surplus beras dari ke tahun yang selalu meningkat, sehingga Sleman menjadi penyangga produksi beras di DIY.

Ditambahkan pula bahwa pada tahun 2012 Kabupaten Sleman masih mampu mempertahankan predikat sebagai lumbung beras di Provinsi DIY. Surplus beras tahun 2012 sebanyak 109.724 ton mengalami peningkatan 41,79% dibandingkan dengan surplus beras tahun 2011 sebanyak 63.865 ton. Sedangkan pada tahun 2013 ini diharapkan produksi padi Sleman sebesar 279.798 ton dapat tercapai. Pemkab. Sleman juga terus berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan, dengan pemberdayaan usaha melalui kelompok-kelompok usaha produktif. Saat ini di Kabupaten Sleman terdapat 2166 kelompok usaha di bidang pertanian, 189 kelompok di bidang kehutanan dan 140 kelompok di bidang perkebunan.

Sementara itu ketersediaan pangan Sleman mencapai 3.769,44 kilo kalori perkapita perhari. Untuk produksi beras sampai semester I mencapai 142.725 ton padi sawah, 1.057 ton padi ladang dengan total luas panen 37.111 ha. Luas sawah hingga akhir 2012, yaitu seluas 22.659 ha, dengan tren penurunan luas lahan ­+ 3%. Sedangkan produksi produksi daging pada tahun 2012 sebesar 16.265,13 ton, dan susu sapi 3.063.750 liter. Konsumsi beras perkapita / tahun mencapai 63,7 kg, dan protein hewani 16,88 gr/kapita/hari. Untuk produksi ikan konsumsi pada tahun 2012 sebesar 21.899,2 ton dan pola pangan harapan (PPH) sebesar 78,2.

Selain itu Pemkab Sleman juga memberikan bantuan pendampingan dalam hal pemasaran produk-produk olahan pangan masyarakat, agar lebih terserap pasar, yang akhirnya dapat memberikan keuntungan ekonomi lebih bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kapasitas usaha pada tahun 2013, Pemkab Sleman menggulirkan bantuan penguatan modal yang jumlahnya mencapai Rp11,7 Milyar, bagi 278 kelompok usaha pertanian. Saat ini di Sleman terdapat sejumlah 86 gapoktan, lembaga distribusi pangan mencapai 12 gapoktan, lembaga akses pangan 7 gapoktan, 18 unit P4S, 14 unit asosiasi.

Sedangkan Kepala Desa Sendangagung Hadjid Badawi     pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa     dalam usaha   peningkataan kesejahteraan masyarakat dengan enam pilar yaitu bidang pertanian, bidang perikanan, bidang perkebunan, bidang peternakan, bidang   kerajinan dan bidang kehutanan.Khusus bidang kehutanan pada tahun 20143 nanti akan menanam buah di lahan 6 ha untuk dua tempat dan lahan 18 ha akan ditanami Bambu.Disampaikan pula bahwa untuk menunjang kegiatan ekonomi kelompok  dalam pemenuhan modal sudah disediakan lembaga yang akan mengampu permodalan yaitu Lembaga Keuangan Desa, Tim Pangan Desa,Gapoktan. Dalam verifikasi tersebut untuk semple aada empat tempat yaitu dusun MInggir 2 untuk lumbung pangan, dusun Kliron untuk kegiatan kelompok tani hortikultura, Dusun Sawo untuk kegiatan perikanan dan dusun Brajan untuk kelompok kerajinan.

Sementara itu ketua tim verifikasi      Liek Irianti yang didampingi tiga aanggota tim padaa kesempatan tersebut menyampaikaan bahwa verifikasi Penghargaan  Adhi Karya Pangan   Nusantara adalah ajaang yang bergengsi dan sebagai kepala desa di Sendangagung tentunya bangga akan hal tersebut. Namun demikian hal yang sangat penting adalah  tim verifikasi ingin menggugah masyarakat untuk meningkatkan aketahanan pangan, dan dalam verifikasi tersebut yang dinilai adalah kiprah Kepala Desa dalam menumbuhkan ketahanan pangan. Dalam ketahanan pangan yang paling penting adalaah ketersediaan pangan yang cukup, kemanfaatan dan konsumsi pangan yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Dalam menjaga ketahanan pangan terutama bisa mengeliminasi kerawanan pangan  dan kemandirian pangan terpenuhi.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.