Arsip Kategori: Berita

16
Sep

Pecinta Batu Mulia Dapat Berburu Akik di Pusat Kuliner Belut Godean

Pusat Kuliner Belut Godean yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai salah satu upaya pemerintah daerah dalam penataan kawasan pasar Godean dan difungsikan untuk merelokasi pedagang belut yang sebelumnya berjualan di halaman parkir Pasar Godean. “Pusat Kuliner Belut Godean” diharapkan dapat menjadi sentra kuliner olahan dari belut dan serta jajanan lain dengan  kemasan yang lebih modern dan menarik serta meningkatkan produk unggulan Kecamatan Godean yaitu kripik belut dan jajanan tradisional yang menggugah selera.   Dinas Pasar Kabupaten Sleman sampai dengan saat ini telah melengkapi Pusat Kuliner Belut Godean dengan berbagai fasilitas agar aktivitas perdagangan lebih opitmal dan semarak.

Seiring dengan masih tingginya minat masyarakat terhadap batu mulia dan batu akik  maka salah satu upaya untuk mempromosikan Pusat Kuliner Belut Godean Dinas Pasar akan melakukan event “PAMERAN BATU MULIA DAN BATU AKIK” bekerjasama dengan Event Organizer Jalani Production Yogyakarta. Event pameran akan dilaksanakan pada hari  Rabu s.d  Minggu  tanggal 16 s.d.  20 September 2015 mulai jam 10.00 s.d. 22.00 WIB bertempat di halaman Pusat Kuliner Belut Godean. Tujuan kegiatan ini selain untuk mendekatkan pedagang kepada  peminat batu mulia  dan akik yang ada di kawasan Kecamatan Godean dan sekitarnya juga turut melestarikan salah satu potensi alam nusantara, sebagai wadah hiburan dan rekreasi alternatif bagi keluarga dan mendukung promosi bagi Pusat Kuliner Belut Godean.

Acara juga dimeriahkan Live Music Pop, Dangdut, Keroncong dan Campursari dari “Temu Kangen Community”. Event ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan dan transaksi penjualan produk belut di  Pusat Kuliner Belut Godean.

16
Sep

35 Kepala Desa Baru Dilantik


Sebanyak 34 Kepala Desa se Kabupaten sleman periode 2015-2021 telah dilantik dan diambil sumpahnya oleh penjabat Bupati Sleman Ir. Gatot Saptadi di Pendopo rumah dinas Bupati, Selasa 15 September 2015. Pelantikan ditandai dengan penyematan tanda jabatan, penandatangan berita acara dan penyerahan Surat Keputusan. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Kejari Sleman. Kapolres Sleman AKBP Farid Zulkarnaen, Dandim 0732 Sleman Letkol Inf. Bambang Kustiwa, para kepala SKPD, para camat se kabupaten sleman, dll.
Sebetulnya kades yang dilantik pada kesemptan tersebut sebanyak 35 orang, tetapi satu diantaranya sedaang menunaikan ibadah Haji di Tanah Suci yaitu Kepala Desa Margorejo Tempel Ahmad Jalaludin. Dari 34 kaades yang dilantik tersebut tiga diantaranya  perempuan, yaitu Kepala Desa Selomartani Kalasan  Nur Widayati, SH, Kepala Desa  Bimomartani Ngemplak yaitu  Tutik Wahyuningsih, dan kepala desa Umbulharjo Cangkringan Suyatmi. Dalam kesempatan ini jumlah kades petahana (incumbent) yang dilantik kembali 17 orang sedangkan kades debutan baru sejumlah 18 orang.
Usai pelantikan penjabat Bupati Sleman dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa terpilihnya sebagai kepala desa menunjukkan bahwa mereka dipercaya oleh masyarakat. Oleh karena itu, kepercayaan ini harus dibuktikan dengan kinerja yang profesional untuk seluruh warga desa dimana bertugas.  Proses demokrasi dalam pemilihan Kepala Desa ini memang harus dijalani, jadi siapapun yang terpilih menjadi Kepala Desa adalah pilihan masyarakat, dan hasil dari proses Pilkades ini bukan kejuaraan untuk mencari pemenang, kemenangan dalam demokrasi adalah kemenangan milik masyarakat desa.
Lebih lanjut disampaikan bahwa hasil pelaksanaan pilkades ini memang tidak bisa memuaskan semua pihak. Saat proses pemilihan kepala desa warga masyarakat boleh saja berbeda pendapat. Namun setelah Kepala Desa dari proses demokrasi itu terpilih, semua fraksi harus segera diakhiri. Perbedaan-perbedaan dalam  menentukan pilihan merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi.  Oleh karena itu penjabat bupati  mengharapkan peran aktif  Kades yang baru untuk segera merangkul semua pihak untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan desanya. Jadikanlah mereka mitra dalam menjalankan tugas-tugas saudara, meskipun mereka memiliki pandangan, visi, dan misi yang mungkin berbeda dalam memajukan desanya, namun demikian tujuannya adalah satu yaitu untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan desa yang saudara pimpin, tambah penjabat bupati.
Pada kesempatan tersebut penjabat bupati berharap Kades terlantik dapat melaksanakan amanah yang telah diemban tersebut sesuai dengan janji dan sumpah yang telah diucapkan. Disamping itu juga diharapkan amanah tersebut dapat dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan tanggungjawab untuk menata  dan memajukan desa yang saudara-saudara pimpin, serta membangun kemitraan bersama  secara kolektif, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai seorang Kepala Desa, harus dapat menjadi tauladan bagi masyarakat yang dipimpin. Tidak hanya dalam memimpin pemerintahan dan pembangunan, namun juga dalam berperilaku sehari-hari. Oleh karena itu, kepala desa harus memegang teguh sumpah jabatan, menjunjung norma, etika dan peraturan hukum yang berlaku, menjaga  nama baik, serta senantiasa berhati-hati dalam bertindak.
Dalam mengemban amanah dan tugas sebagai pucuk pimpinan di Desa,  harus dapat melayani seluruh lapisan masyarakat sebagai salah satu bentuk komitmen pengabdian . Selain itu sebagai Kepala Desa harus mampu menum­buhkan aktivitas ekonomi produktif masyarakat.  Dengan adanya aktivitas ekonomi produktif di masyarakat, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjauhkan dari kemiskinan.
Seorang pemimpin wilayah harus cepat dalam merespon berbagai persoalan sosial yang kerap muncul di tengah masyarakat. Penjabat bupati menghimbau kepada para kades terlantik,  kiranya dapat lebih peka terhadap persoalan-persoalan sosial di wilayah saudara. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat, kepala desa adalah orang pertama dari unsur pemerintah yang mengetahui permasalahan yang dihadapi masyarakat di wilayah saudara.  Menjaga kondusifitas wilayah penting dilakukan untuk kelangsungan pembangunan di wilayah agar mencapai hasil yang maksimal.  Sinergitas gerak antara pemerintah kabupaten, kecamatan, Polsek dan Koramil dapat terwujud melalui koordinasi yang baik. Koordinasi memegang peranan penting dalam pelaksanaan pembangunan dan juga vital untuk menyelesaikan permasalahan wilayah.
Dalam era penyelenggaraan pemerintah yang baik, pemerintah desa juga dituntut untuk mampu mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik pula, sebagai perwujudan clean and good governance. Untuk mewujudkan hal tersebut, seorang kepala desa harus mampu memimpin para perangkat desa untuk merubah pola pikir dalam mengelola pemerintahan dan pembangunan desa secara tertib administrasi dan tertib hukum, memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat, dan mampu memberdayakan masyarakat dalam proses pembangunan. Sesuai dengan amanat UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan aturan yang mengikutinya.

 


15
Sep

Ribuan Lowongan Pekerjaan Diperebutkan di Job Fair Dinas Nakersos


Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kab.Sleman, Kementrian Ketenagakerjaan RI bersama STIM YKPN Jln.Palagan Tentara Pelajar KM 7 Depan Hotel Hyat  serta sejumlah perusahaan lokal dan nasional akan menyelenggarakan pameran bursa kerja (job fair). Job Fair akan berlangsung pada 14 hingga 17 September  2015. Bursa kerja ini merupakan upaya menurunkan angka pengangguran di wilayah Kabupaten Sleman. Job fair yang  dibuka oleh Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan RI Drs Bambang Satrio Lelono, MA dan dihadiri Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Dan Sosial Bambang Hendro Sutanto serta tamu undangan dari berbagai perusahaan penerima lowongon kerja.

Dalam laporan Sekretarus dinas Tenaga Kerja dan Social yang disampaikan   Bambang  Hendro Sutanto, perusahaan yang  ikut serta dalam job Fair Tenaga kerja tahun 2015. Ada sebanyak 40  perusahaan lokal dan luar DIY yang ikut dalam job fair,  serta membutuhkan sekitar 3.700 lowongan Tenaga Kerja. Dari jenjang S1 sampai SLTP  dan mulai dibuka pendaftaran mulai jam 09.00 WIB s/d Selesai.

Dalam sambutannya staf ahli menteri bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan  yang terus ditingkatkan yang mana pada saat ini perekonomian Indonesia baru mencapai 4,7 %, serta angka pengangguran di Indonesia masih tinggi ada 7,5 Juta orang sedangkan jumlah tenaga kerja di Indonesia menurut angka BPS 60 %  tenaga kerja dengan lulusan SLTP  atau belum memenuhi skill kebutuhan perusahaan,  sehingga diminta untuk BLK yang ada di Kabupaten  untuk dapat melatih serta menyiapakan  tenaga kerja yang mempuyai sertifikasi serta kompetensi.yang dibutuhkan perusahaan.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.