Arsip Kategori: Berita

22
Nov

Wabup Yuni Satia Rahayu Buka Seleksi Tilawatil Qur’an Tingkat Kabupaten Sleman

Bertempat di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman telah di buka Lomba STQ tingkat Kabupaten Sleman pada tanggal 21 Nopember 2012, yang di buka Wakil Bupati Sleman Yuni Satiya Rahayu SS.M.Hum. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wakil Bupati Sleman.
Pada kesempatan tersebut Wabup mengatakan bahwa penyelenggaraan STQ ini menjadi sangat strategis sebagai upaya pembentukan karakater generasi muda mengingat mereka saat ini dalam tahap mencari jati diri. Jika generasi kita ini tidak memperoleh bimbingan yang benar maka tidak dapat dipungkiri generasi muda kita mengalami perikaku-perilaku negatif seperti tawuran, seks bebas, hingga penyalahgunaan narkoba. Dari berbagai kejadian-kejadian tersebut, tentunya menggugah kesadaran untuk menekankan kembali ajaran Al Quran.
Wabup menambahkan bahwa pendidikan karakter merupakan sebuah proses membentuk akhlak, kepribadian dan watak yang baik, yang bertanggung jawab akan tugas yang diberikan Allah kepadanya di dunia, serta mampu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Karena itu dalam Islam, pendidikan karakter adalah pendidikan agama yang berbasis akhlak. Islam melihat pentingnya membentuk pribadi muslim dengan nilai-nilai yang universal. Konsep akhlak dalam Islam merupakan konsep hidup yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan alam sekitarnya dan manusia dengan manusia itu sendiri. Keseluruhan konsep-konsep akhlak tersebut diatur dalam sebuah ruang lingkup akhlak. Konsep ruang lingkup akhlak ini sangat luas karena mencakup seluruh aspek kehidupan manusia mulai dari hubungan manusia kepada Allah maupun hubungan manusia kepada sesamanya.
Hal tersebutlah yang disebut karakter yang sebenarnya, bukan karakter yang mudah berubah-ubah. Jika watak dan kepribadian seseorang berubah-ubah, hal ini menunjukan lemahnya karakter. Perubahan-perubahan tersebut disebabkan pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai relatif yang terus berkembang. Oleh karena itu, jika kita ingin menanamkan karakter yang tak lekang dengan waktu, maka referensi yang digunakan juga adalah referensi yang tak lekang dan universal, dan referensi tersebut terletak pada pada konsep akhlak dalam Islam. Dalam Al Quran terkandung nilai-nilai akhlaqul karimah yang seharusnya menjadi perilaku setiap muslim. Terlebih lagi Al-Qurán merupakan sumber utama syariát Islam. Maka dari itu marilah kita jadikan STQ ini sebagai sarana pembelajaran dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Al Quran, khususnya dikalangan remaja.
Dalam kesempatan tersebut di laporkan oleh penyelenggara lomba yang di sampaikan oleh  Kabag. Kesra Drs. Kuntadi bahwa maksud dan tujuan diadakannya lomba ini adalah untuk memberikan motifasi kepada semua peserta untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam hal menghafal dan memahami isi kandungan Al-Qur’an, sebagai wahana untuk mengembangkan bakat bagi para kafilah serta sebagai wahana mencari wakil duta Kabupaten Sleman mengikuti STQ tingkat DIY. Penyelenggaraan lomba STQ berlangsung selama satu hari yaitu tanggal 21 Nopember 2012, sedangkan penyelenggaraan lomba ini menggunakan  5 tempat diantaranya, Gedung Serbaguna untuk cabang tilawah, Masjid Agung Sudiro Husodo untuk cabang Tahfidz 10 juz, Masjid Darojatun Ulya untuk cabang tilawah anak-anak, Pendopo Parasamya untuk cabang Tahfidz 1 juz dan 5 juz dan Mushola Kantor Kementerian Agama yang lama untuk cabang Tahfidz 30 juz dan tafsir Bahasa Arab. Sedang untuk cabang yang dilombakan yaitu Tilawah,Tahfidz
dan Tafsir. Peserta STQ adalah Kalifah dari perwakilan 17 Kecamatan yang berjumlah 91 orang. Pemenang STQ nantinya akan diambil juara I putra dan Putri, Juara II Putra dan Putri dan Juara III Putra dan Putri.
Acara tersebut dihadiri pula Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY  Drs.H.Masqul Haji. M.PdI. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Muspida Kabupaten Sleman serta para Kalifah dan tamu undangan lainnya.
Sleman 21 Nopember 2012.

22
Nov

Wakil Presiden Boediono Serahkan Penghargaan Baksyacaraka Pada Sleman Dan Tangerang

Pemkab Sleman menerima penghargaan Baksyacaraka yakni penghargaan sebagai kabupaten yang unggul dalam melakukan beragam upaya dan mewujudkan aneka hasil untuk pembudayaan kreativitas dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dari Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Penghargaan diserahkan Wapres Budiono kepada Pemkab Sleman yang diwakili sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sunartono pada peresmian pekan produk kreatif Indonesia (PPKI) tahun 2012 di epicentrum walk Kuningan. Penghargaan tersebut baru pertama kalinya diselenggarakan dan kedepan penilaian akan dilaksanakan 2 tahun sekali. Untuk tingkat pemerintah Kota penghargaan baksyacaraka diberikan kepada Kota Tangerang.
Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, Marie Pangestu melaporkan bahwa PPKI bukan sebuah event pameran tetapi rangkaian dari program inovasi yang mendorong budaya dan pengembangan perekonomian kreatif. PPKI terus dikembangkan, jika tahun lalu hanya pekan budaya kreatif tetapi mulai tahun 2012 diupayakan diberikan pengakuan terhadap upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mengembangkan budaya kreatif masyarakat dalam menindaklanjuti inpres 6 tahun 2009 tentang pengembangan ekonomi kreatif. Komitmen pengembangan ekonomi kreatif di indonesia dilakukan dgn pembentukan kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun 2011. Indonesia adalah salah satu dari 2 negara (lainnya Inggris) yang memasukkan ekonomi kreatif dalam kelembagaan negara. Marie Pangestu juga mengajak kaum muda untuk terjun dan mengembangkan industri kreatif.
Wapres dalam sambutannya menekankan bahwa usia pengembangan ekonomi kreatif masih muda. Sejak dicanangkan tahun 2006 langkah-langkah strategi kreatif telah diambil termasuk telah diterbitkannya Inpres dan cetak biru pengembangan ekonomi kreatif. Walaupun pengembangan ekonomi kreatif masih terhitung baru namun telah mampu meningkatkan perkembangan budaya kreatif masyarakat. Hal tersebut merupakan cerminan sebuah keyakinan bahwa ekonomi kreatif dapat mem bawa kemajuan dan kesejahteraan bangsa indonesia. Dalam sambutannya wapres menekankan bahwa dalam pengembangan Ekonomi kreatif masih dihadapkan masalah antara lain aspek SDM , perlindungan haki, infrastrukktur TI belum optimal, akses permodalan.
Berkenaan dengan hal tersebut wapres mengharapkan pengembangan ekonomi kreatif harus meningkatkan koordinasi dan keterpaduan semua aspek.
Pemberian penghargaan baksyacaraka untuk kabupaten Sleman merupakan sebuah apresiasi terhadap keguyuban masyarakat dalam mengembangkan kreatifitas dan usaha pemkab sleman untuk menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas masyarakat. Pemkab Sleman tidak hanya memfasilitasi masyarakat dengan peningkatan ketrampilan, tetapi juga telah memfasilitasi kepengurusan HAKI produk-produk hasil karya masyarakat Sleman, memfasilitasi pengenalan produk dengan penyediaan showroom dan kegiatan pameran, juga telah berubaya memberikan kemudahakan masyarakat dalam mengakses permodalam baik dengan dana pemberdayaan, perguliran modal maupun skeme kredit sepisan bagi UKM yg baru tumbuh di PD BPR Bank Sleman dan menumbuhkan kemitraan antara UKM dengan pemerintah, pebisnis dan akademisi.

20
Nov

Satpol PP Musnahkan Ribuan Botol Minuman Keras

Dalam rangka menindak lanjuti putusan Pengadilan Negeri Sleman dalam perkara pelanggaran peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 8 Tahun 2017 tentang pelanggaran pengedaran penjualan dan penggunaan minuman beralkohol maka pada hari Selasa 20 Nopember 2012 Dari jajaran Sat POL PP Kabupaten Sleman,  bertempat di halaman OPROOM Kabupaten Sleman telah berlangsung pemusnahan  minuman beralkohol hasil operasi Yustisi tahun 2012 oleh Sat Pol PP yang telah mendapat putusan Hakim Pengadilan Negeri Sleman. Dalam kesempatan tersebut Kasat POL PP. Kabupaten Sleman Drs.H. Djoko Supriyanto.Msi melaporkan bahwa Jumlah minuman  beralkohol yang dimusnahkan sebanyak 1.519 Botol/kaleng . 8 Jerigen Ciu dan 119 liter minuman oplosan dengan rincian : minuman beralkohol berstandar buatan pabrik sebanyak 1.120 botol dan 103 kaleng sedangkan minuman beralkohol jenis ciu/oplosan sebanyak 296 botol, 8 jerigen dan 119 liter.
Lebih lanjut Kasat POL PP mengatakan bahwa jumlah pelaksanaan operasi selama tahun ini 12 kali dan pelaksanaan sidang Pengadilana Negeri Sleman sebanyak 4 kali, jumlah pelanggaran yang berhasil diajukan ke sidang Pengadilan Negari Sleman sebanyak 18 orang pelanggar yang merupakan penjual minuman beralkohol beralkohol. Dan dalam dua tahun terakir jumlah minuman beralkohol yang berhasil di sita sebagai barang bukti negara yang dimusnahkan relatif menurun bila di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena harga minuman berakohol buatan pabrik mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sehingga daya beli masyarakat juga mengalami penurunan. Tetapi di sisi lain, konsumen banyak yang beralih ke minuman beralkohol jenis oplosan yang harganya relative murah, sehingga ada kecenderungan semakin maraknya minuman beralkohol jenis oplosan. Dalam pelaksanaan pemusnahan barang bukti minuman beralkohol tersebut dihadiri oleh  Sekda Kabupaten Sleman Pengadilan Negeri Sleman, Kejaksaan Negeri Sleman, DPRD Sleman, Kabag Hukum Setda Sleman, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, MUI Kabupaten Sleman dan Pol Res Sleman.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman dr. H. Sunartono.M.Kes dalam pemusnahan barang bukti ini menyambut baik dan mengapresiasi terhadap kinerja dari teman-teman Sat Pol PP, atas keberhasilannya di dalam menegakkan praturan Daerah tentang larangan peredaran miras, meskipun dengan anggaran yang sangat terbatas, dan juga mnyadari apa yang kita lakukan pada pagi ini  baru merupakan sebagian kecil, dengan peredaran miras yang ada di masyarakat. Karena sebenarnya peredaran miras ini juga ibarat fenomina gunung es, jadi yang muncul ke  permukaan itu sebenarnya lebih kecil dari pada yang ada di bawah permukaan air laut. Sebenarnya yang lebih jauh penting bukan operasi yustisinya, tetapi partisipasi dari masyarakat itu sendiri sangat di perlukan. Partisipasi ini bisa berupa informasi, jadi setiap ada kegiatan peredaran miras memberikan informasi kepada aparat, bisa Sat POL PP, bisa Kepolisian mana yang paling dekat dan mana yang mudah dijangkau silahkan untuk memberikan informasi kepada petugas tersebut. Juga masyarakat itu sendiri menolak kalau diwilayahnya itu digunakan untuk kegiatan peredaran miras ini, hanya dengan kebersamaan inilah sebenarnya salah satu penyakit masyarakat peredaran miras ini bisa kita cegah.
Lebih lanjut dr.H. Sunartono.M.Kes mengatakan karena pada dasarnya konsumsi minuman keras itu sebenarnya bukan budaya kita, bukan budaya masyarakat kita tetapi  ini sebenarnya dari budaya asing, dan perlu kita sadari yang namanya miras itupun dari sisi manapun mulai dari sisi kesehatan miras ini jelas tidak akan menguntungkan kesehatan, kemudian dari sisi ekonomi juga tidak menguntungkan, jadi bisa dilihatdimasyarakat kita pada konsumen miras,untuk tingkat kehidupannya juga tidak bisa berkembang, dan kemudian dari aspek social kecenderungannya adalah mereka yang mengkonsomsi miran kecenderungannya adalah asocial, dia mengutamakan egonya sendiri sehingga ini perlu menjadikan perhatian kita bersama dari jajaran pemerintah aparat dan juga jajaran dari masyarakat bisa mensosialisasikan betapa ruginya dan betapa bahayanya kalau orang itu mengkonsumsi miras ini.  Oleh karena itu sekda Kab Sleman mengapresiasi kepada  Sat Pol PP untuk tetap kedepan untuk lebih giat lagi dengan segala  keterbatasan kita.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.