Arsip Kategori: Berita

17
Oct

Dari Workshop Pengangkatan Anak : Pengangkatan Anak Tak Putuskan Hubungan Darah

Dalam rangka meningkatkan pemahaman pihak pihak yang berhubungan dengan pengangkatan anak agar bisa memberikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya pengangkatan anak yang sah sesuai dengan Undang Undang yang berlaku, Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Sleman mengadakan Workshop Pengangkatan Anak di Rumah Makan TWIN Jl. Dr. Rajimin Paten Tridadi Sleman.  Peserta Workshop Pengangkatan anak ini meliputi : Tim Pengangkatan Anak Kab. Sleman 13 orang (yayasan Sayap Ibu, Dinas Sosial DIY, Dinas Sosial Kabupaten, Dukcapil, Pendidikan, Kesehatan, Bappeda, Polres Sleman, Kemenag, Pengadilan, Bag. Hukum ), dan Pihak-pihak yang berhubungan dengan pengangkatan anak di lapangan 17 orang ( Polsek Depok 3, Kalasan, Mlati, Godean, PKK, LPA, RSUD, IBI Sleman, Panti Asuhan, LK3S ), dengan Materi sehari tentang  ‘ Pengangkatan Anak Menurut Peraturan Perundangan Yang Berlaku.
Tujuannya workshop ini secara  khusus adalah meningkakan pengetahuan masyarakat tentang prosedur Pengangkatan Anak yang sah menurut Undang-Undang yang berlaku.
Nara sumber workshop meliputi Bambang Santoso ( Dinas Sosial DIY) dengan materi Pengangkatan Anak menurut peraturan perundangan yang berlaku, Dra. Sri Astiwi ( Yayasan Sayab Ibu ) materi Kewenangan YSI dalam Pengangkatan Anak dan Mulyanto, SH.MH (Pengadilan Negeri Sleman) materi Kewenangan Pengadlan Negeri dalam Proses Pengangkatan Anak. Demikian laporan yang disampaikan  Kasubbid Perlindungan Anak Dra. Sri Budirahayu.
Dalam sambutanya Kepala Badan KB dan PMPP Kab. Sleman dr. Endang Pujiastuti, Mkes mengatakan bahwa dalam Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa anak adalah merupakan amanah dan karunia Tuhan yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Anak adalah merupakan tunas, potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa yang mempunyai peran strategis dan menjamineksistensi kelangsungan bangsa dan negara. Untuk dapat mewujudkan tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental maupun sosial dan berahklak mulia maka perlu diberikan jaminan tumbuh kembang kepada mereka secara baik dan benar agar mereka nantinya dapat tumbuh sehat dan cerdas sebagaimana yang kita harapkan.
Dalam rangka pemenuhan hak anak khususnya anak terlantar atau ditelantarkan dan anak yang memerlukan Perlindungan khusus maka diperlukan suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orang tua, wali yang sah atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkat.
Dalam makalahnya Bambang Santosa dari Dinas Sosial DIY antara lain menjelaskan bahwa ketentuan umumnya adalah  pengangkatan anak bertujuan untuk kepentingan anak. Pengangkatan anak tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dengan orang tua kandungnya. Adapun syarat anak yang akan diangkat adalah belum berusia 18 tahun, merupakan anak terlantar /ditelantarkan, berada dalam asuhan keluarga atau lembaga pengasuhan anak dan memerlukan perlindungan khusus. Sedangkan syarat calon orang tua angkat antara lain adalah : sehat jasmani dan rohani, umur minimal 30 tahun maksimal 55 tahun, beragama sama dengan agama calon anak angkat, berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak kejahatan, berstatus menikah paling singkat 5 tahun, tidak merupakan pasangan sejenis, tidak atau belum punya anak atau hanya memiliki 1 anak, dalam keadaan mampu ekonomi dan sosial, memperoleh persetujuan anak dan izin tertulis orang tua atau wali anak,
memperoleh izin menteri  dan / atau kepala instansi sosial. dsb.

17
Oct

SMK Muh 2 Sleman Terima Sertifikat ISO

Sabtu 13 Oktober 2012 SMK Mummadiyah 2 Sleman menerima  sertifikat ISO 9001-2008 dari PT TUV Rheinland sebagai sekolah yang sudah menerapkan sistim ISO. Kepala sekolah  SMK Muhammadiyah 2 Sleman Drs. Edy Kurniawan Mengatakan bahwa SMM ISO yang diterapkan di sekolah ini diharapkan bisa memberi dampak positif bagi semua pihak sehingga bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan baik dalam negeri maupun luar negeri. Dan SMK Muh 2 Sleman sudah siap untuk bekerja sesuai dengan standar ISO yang baru saja diterima dari PT TUV Rheiland. Dengan menerapkan  ISO, sekolah dapat memeriksa kesesuaian secara independen, memastikan sistim managemen mutu yang efektif, serta memperbaiki image organisasi agar lebih dikenal secara nasional bahkan internasional. Dalam penyerahan sertifikat ISO 9001-2008 dari PT TUV Rheinland  Cornelius Tono Infariyanto kepada Bupati Sleman Drs.H. Sri Purnomo MSi. Sertifikat selanjutnya diserahkan kepada Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Sleman
Drs. Edy Kurniawan.

Bupati Sleman Drs.H. Sri Purnomo, MSI dalam sambutannya mengatakan dengan telah diterimanya sertifikat SMM  ISO oleh SMK Muh 2 Sleman ini berarti jumlah sekolah yang telah meraih SMM  ISO menjadi 12 SMK. Tujuh diantaranya  SMK Negeri dan lima adalah SMK suwasta dan lainnya di harapkan menyusul seperti SMK-SMK yang sudah mendapat Sertifikat SMM ISO 9001-2008, karena ini merupakan standar yang baru ngetren saat ini. Lebih lanjut Bupati Sleman mengatakan jangan merasa puas dan terlena karena sudah mendapatkan Sertifikat SMM ISO 9001-2008 justru kita semakin bersemangat untuk mempertahankan bahkan untuk meningkatkan kualitas kita sehingga kita tidak boleh loyo karena sudah mendapatkannya Sertifikat ISO bagi SMK Muhammadiyah 2 Sleman ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujutkan managemen sekolah dengan standar yang lebih baik.

15
Oct

Bupati Sleman Apresiasi Upaya Carrefour Peduli Lingkungan

Bupati Sleman menyambut baik dan memberikan apresiasi atas tekad Carrefour Yogyakarta untuk mengurangi jumlah tas belanja plastik dan berperan aktif dalam pelestarian lingkungan dari sampah plastik. Bupati berharap, apa yang dilakukan oleh Carrefour ini, dapat menjadi contoh dan diikuti oleh seluruh pusat perbelanjaan, retail, minimarket, toko atau kios, bahkan diikuti opleh seluruh masyarakat Sleman. Terlebih setiap hari tidak kurang 6000 orang belanja di Carrefour Yogyakarta. Jika gerakan peduli lingkungan  Carrefour ini, diikuti oleh seluruh pelanggan Carrefour, maka upaya Carrefour ini, dapat menjadi gerakan yang sifatnya masif bahkan dapat menjadi bagian dan gaya hidup serta budaya masyarakat. Kehidupan manusia di era globalisasi sekarang ini tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang serba praktis dan efesien. Plastik, merupakan benda yang pada saat ini berperan menjadi kemasan hampir disetiap jenis barang. Plastik sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia modern saat ini. Banyak hal saat ini terbuat dari plastik, mulai dari botol minuman, kaleng, peralatan rumah tangga, peralatan leketronik, dan kantong belanjaan.

Plastik telah memudahkan kita, namun demikian yang harus dipahami, bahwa plastik juga menyimpan bahaya bagi kelangsungan hidup kita. Bahaya plastik ini terkait erat dengan sifatnya yang non-biodegradable, yakni tak akan pernah bisa di uraikan oleh organisme pengurai di alam. Yang terjadi hanyalah, plastik menjadi potongan-potongan kecil di alam dan itupun memerlukan proses yang sangat lama yang bisa mencapai 1000 tahun, tergantung dari jenis dan kondisi plastiknya. Walaupun plastik menjadi sangat kecil seperti partikel debu, tetap saja ia adalah plastik. Artinya bahan plastik akan selama-lamanya berada di alam, dan akan menimbulkan polusi lingkungan, baik di darat, laut, maupun udara. Partikel-partikel plastik itu akan mempengaruhi lingkungan dan kehidupan dalam banyak hal. Walaupun menyimpan bahaya, namun dalam kehidupan rumah tangga, plastik menjadi hal yang sangat penting. Semua aktivitas ekonomi rumah tangga pasti tidak akan terlepas dengan plastik misalnya saat membeli sayur, ikan atau barang lain, pasti mendapatkan plastik dari penjual. Masyarakat sendiri, juga merasa “repot” jika harus membawa kantung belanjaan sendiri. Perilaku ini, diperparah dengan kebiasaan buang sampah sembarangan, tidak pada tempat dan cara yang tepat. Oleh karena itu, gerakan peduli lingkungan terutama gerakan mengurangi penggunaan bahan plastik, harus menjadi komitmen dan tanggung jawab kita bersama.

Upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat dan hijau tidaklah cukup hanya dengan pencanangan maupun slogan semata. Perlu tindakan nyata, sekecil apapun, untuk mewujudkannya seperti tidak membuang sampah sembarangan. Apabila hal yang sederhana tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan oleh seluruh warga masyarakat, maka hasil yang akan dicapai akan memberikan pengaruh yang signifikan. Kita patut bersyukur bahwa di masyarakat Sleman telah mulai terbentuk kesadaran untuk menjadi warga yang bergaya hidup modern, yakni yang biasanya hanya membuang sampah saja, kini sudah dibiasakan untuk memilah dan menempatkan sampah sesuai jenisnya. Pada akhirnya saat berada pada level mengolah, maka sampah bisa menjadi sebuah sumber daya yang menghasilkan rupiah.

Perlu disadari bersama bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan pihak swasta. Kita harus berupaya memupuk kesadaran kita bersama untuk dapat mengolah sampah secara mandiri. Melalui pengelolaan sampah mandiri ini diharapkan kondisi lingkungan permukiman di Sleman menjadi bersih, sehat dan hijau maka masyarakat Sleman menjadi adem ayem (sejuk dan nyaman). Pengelolaan masalah sampah juga berkaitan dengan pola hidup dan budaya masyarakat, sehingga penanganan sampah memerlukan pembiasaan cara hidup yang sehat kepada masyarakat. Pembiasaan pola hidup bersih dan sehat merupakan upaya preventif bagi penanganan masalah sampah dan limbah. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan adanya peran serta aktif dari dunia usaha untuk membantu upaya pembiasaan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan bupati sleman Drs. Sri Purnomo saat peresmian Carrefour peduli lingkungan di Caarrefour Maguwoharjo Senin 15 Oktober 2012.

Sedangkan Herman Budisusilo dalam kesempataan tersebut melaporkan bahwa Carrefour  Indonesia sebagaai peritel yang peduli lingkungan di Indonesia berinisiatip untuk mengurangi pemakaian kantong belanja plastik serentak di 7 gerai carrefour di Indonesia mulai tanggal 15 Oktober 2012. Dengan pelaksanaaan program ini 7 gerai Carrefour tidal lagi memberikan kantung belanja plastik secara gratis kepada paraa pelanggan. Sebagai gantinya Carrefour menyaraankan pelanggan untuk membawa kantong/keranjang belanjaanya sendiri atau membeli Green Bag. Dalam kesenmpatan tersebut diserahkan pula secara simbolis tanaman dari bupati sleman berupa pohon Jabon kepada 8 anaak TK, juga Green Bag kepada Custumer yang diwakili guru TK.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.