Arsip Kategori: Berita

15
Oct

Bupati Sleman Apresiasi Upaya Carrefour Peduli Lingkungan

Bupati Sleman menyambut baik dan memberikan apresiasi atas tekad Carrefour Yogyakarta untuk mengurangi jumlah tas belanja plastik dan berperan aktif dalam pelestarian lingkungan dari sampah plastik. Bupati berharap, apa yang dilakukan oleh Carrefour ini, dapat menjadi contoh dan diikuti oleh seluruh pusat perbelanjaan, retail, minimarket, toko atau kios, bahkan diikuti opleh seluruh masyarakat Sleman. Terlebih setiap hari tidak kurang 6000 orang belanja di Carrefour Yogyakarta. Jika gerakan peduli lingkungan  Carrefour ini, diikuti oleh seluruh pelanggan Carrefour, maka upaya Carrefour ini, dapat menjadi gerakan yang sifatnya masif bahkan dapat menjadi bagian dan gaya hidup serta budaya masyarakat. Kehidupan manusia di era globalisasi sekarang ini tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang serba praktis dan efesien. Plastik, merupakan benda yang pada saat ini berperan menjadi kemasan hampir disetiap jenis barang. Plastik sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia modern saat ini. Banyak hal saat ini terbuat dari plastik, mulai dari botol minuman, kaleng, peralatan rumah tangga, peralatan leketronik, dan kantong belanjaan.

Plastik telah memudahkan kita, namun demikian yang harus dipahami, bahwa plastik juga menyimpan bahaya bagi kelangsungan hidup kita. Bahaya plastik ini terkait erat dengan sifatnya yang non-biodegradable, yakni tak akan pernah bisa di uraikan oleh organisme pengurai di alam. Yang terjadi hanyalah, plastik menjadi potongan-potongan kecil di alam dan itupun memerlukan proses yang sangat lama yang bisa mencapai 1000 tahun, tergantung dari jenis dan kondisi plastiknya. Walaupun plastik menjadi sangat kecil seperti partikel debu, tetap saja ia adalah plastik. Artinya bahan plastik akan selama-lamanya berada di alam, dan akan menimbulkan polusi lingkungan, baik di darat, laut, maupun udara. Partikel-partikel plastik itu akan mempengaruhi lingkungan dan kehidupan dalam banyak hal. Walaupun menyimpan bahaya, namun dalam kehidupan rumah tangga, plastik menjadi hal yang sangat penting. Semua aktivitas ekonomi rumah tangga pasti tidak akan terlepas dengan plastik misalnya saat membeli sayur, ikan atau barang lain, pasti mendapatkan plastik dari penjual. Masyarakat sendiri, juga merasa “repot” jika harus membawa kantung belanjaan sendiri. Perilaku ini, diperparah dengan kebiasaan buang sampah sembarangan, tidak pada tempat dan cara yang tepat. Oleh karena itu, gerakan peduli lingkungan terutama gerakan mengurangi penggunaan bahan plastik, harus menjadi komitmen dan tanggung jawab kita bersama.

Upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat dan hijau tidaklah cukup hanya dengan pencanangan maupun slogan semata. Perlu tindakan nyata, sekecil apapun, untuk mewujudkannya seperti tidak membuang sampah sembarangan. Apabila hal yang sederhana tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan oleh seluruh warga masyarakat, maka hasil yang akan dicapai akan memberikan pengaruh yang signifikan. Kita patut bersyukur bahwa di masyarakat Sleman telah mulai terbentuk kesadaran untuk menjadi warga yang bergaya hidup modern, yakni yang biasanya hanya membuang sampah saja, kini sudah dibiasakan untuk memilah dan menempatkan sampah sesuai jenisnya. Pada akhirnya saat berada pada level mengolah, maka sampah bisa menjadi sebuah sumber daya yang menghasilkan rupiah.

Perlu disadari bersama bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan pihak swasta. Kita harus berupaya memupuk kesadaran kita bersama untuk dapat mengolah sampah secara mandiri. Melalui pengelolaan sampah mandiri ini diharapkan kondisi lingkungan permukiman di Sleman menjadi bersih, sehat dan hijau maka masyarakat Sleman menjadi adem ayem (sejuk dan nyaman). Pengelolaan masalah sampah juga berkaitan dengan pola hidup dan budaya masyarakat, sehingga penanganan sampah memerlukan pembiasaan cara hidup yang sehat kepada masyarakat. Pembiasaan pola hidup bersih dan sehat merupakan upaya preventif bagi penanganan masalah sampah dan limbah. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan adanya peran serta aktif dari dunia usaha untuk membantu upaya pembiasaan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan bupati sleman Drs. Sri Purnomo saat peresmian Carrefour peduli lingkungan di Caarrefour Maguwoharjo Senin 15 Oktober 2012.

Sedangkan Herman Budisusilo dalam kesempataan tersebut melaporkan bahwa Carrefour  Indonesia sebagaai peritel yang peduli lingkungan di Indonesia berinisiatip untuk mengurangi pemakaian kantong belanja plastik serentak di 7 gerai carrefour di Indonesia mulai tanggal 15 Oktober 2012. Dengan pelaksanaaan program ini 7 gerai Carrefour tidal lagi memberikan kantung belanja plastik secara gratis kepada paraa pelanggan. Sebagai gantinya Carrefour menyaraankan pelanggan untuk membawa kantong/keranjang belanjaanya sendiri atau membeli Green Bag. Dalam kesenmpatan tersebut diserahkan pula secara simbolis tanaman dari bupati sleman berupa pohon Jabon kepada 8 anaak TK, juga Green Bag kepada Custumer yang diwakili guru TK.

15
Oct

Sebanyak 118 Kepala Sekolah dan Guru Ikuti Workshop Matematika

Untuk meningkatkan pelajaran Matematika pada sekolah-sekolah maka hari Jum’at, 12 Oktober 2012 di Gedung Balatrans Prop. DIYdi Kab. Sleman telah dilaksanakan Workshop Matematika dengan peserta 118 orang terdiri dari  Kepala Sekolah, Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Sleman, waktu pelaksanaan untuk gelombang I tanggal 12 dan 13 Oktober 2012 dan gelombang II awal Nopember 2012. Workshop dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kab. Sleman bekerja sama dengan Master Matematika Indonesia Cabang DIY.

Tujuan diadakan Workshop Matematika ini adalah : Meningkatkan profesionalitas guru dalam pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar, dan meningkatkan prestasi peserta didik dibidang Matematika khususnya pada Ujian Nasional tahun 2012/2013. Demikian laporan yang disampaikan oleh Ketua K3S Kab. Sleman Drs. Panggih Hadi Murwanto.
Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Sleman  Yuni Satia Rahayu, S.Sos, M.Hum, berkenan memberi sambutan dan membuka Workshop. Diadakannya kegiatan Workshop Matematika yang diselenggarakan oleh Kelompok Kegiatan Kepala Sekolah Dasar Kabupaten Sleman merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi kepala sekolah dan guru untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam bidang pembelajaran matematika. Wawasan dan pengetahuan tersebut nantinya akan sangat bermanfaat untuk menunjang kinerja guru sebagai pendidik, dalam mengajarkan matematika, sehingga kualitas pembelajaran matematika khususnya di sekolah dasar akan meningkat.

15
Oct

Tim DKP Provinsi DIY Beri Apresiasi Upaya DKP Sleman

Bertempat di Ruang Rapat Sekda B telah berlangsung temu dewan ketahanan pangan Daerah Istimewa Yogyakarta  yang diterima oleh Bupati Sleman serta instansi terkait, Bupati Sleman Drs. H Sri Purnomo. MSI dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman telah melaksanakan berbagai program atau kegiatan yang bermuara  pada  upaya pemantapan ketahanan  pangan. Berbagai upaya dalam urusan ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan ketersediaan pangan, pemerataan distribusi pangan dengan harga terjangkau dan tercapainya pola konsumsi pangan yang aman, bergizi dan beragam, namun juga meningkatkan peran masyarakat dan pihak swasta dalam mendukung ketahanan pangan.

Guna mendukung upaya ketahanan pangan di Sleman, mulai tahun 2008 lalu Pemkab Sleman juga telah menginstruksikan kepada semua instansi di lingkungan Pemkab Sleman agar menyajikan makanan lokal pada setiap acara pertemuan dan kursus/pelatihan. Instruksi ini diwujudkan dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah nomor 521/00876 tentang Penggunaan Pangan Lokal Dalam Pertemuan/Rapat/Pelatihan. Dapat kami sampaikan pula, bahwa Pemkab. Sleman  bertekad mewujudkan swasembada daging pada tahun  2014. Untuk mendukung terwujudnya swasembada daging ini, telah dilakukan kegiatan penguatan sapi/kerbau betina produktif, penyelamatan sapi/kerbau betina produktif, pembibitan sapi perah, dan pengembangan kawasan ternak di Kec. Pakem. Sedangkan untuk mendukung peningkatan produktivitas padi, jagung, dan kedelai, beberapa kegiatan telah dilakukan antara lain, perbaikan jaringan irigasi seluas 2000 Ha, penggunaan pupuk berimbang baru, yang mencapai kurang lebih 60% dari luas areal
22.000 Ha/luas tanam padi seluas 44.500 Ha, penggunaan varietas unggul bermutu kurang lebih 90%, memberikan bantuan 13 unit traktor dan 8 unit alat pasca panen, serta kegiatan pengendalian hama tanaman. Untuk mengatasi kekeringan, Pemerintah juga telah membantu 35 unit pompa air.
Dalam kesempatan tersebut Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Sleman yang disampaikan oleh Dra. Hj. Suyamsih, M.Pd dalam paparannya antara lain menyampaikan untuk mengupayakan terwujudnya ketahanan pangan Kabupaten Sleman sebagai bagian dari ketahanan pangan Nasional, telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 255/Kep.KDH/A/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Sleman yang bertugas  merumuskan kebijakan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan kabupaten yang meliputi penyediaan pangan, distribusi pangan, cadangan pangan, penganekaragaman pangan, pencegahan dan penanggulangan masalah pangan dan gizi dengan memperhatikan kebijakan yang ditetapkan oleh DKP Pusat dan DKP Propinsi, merumuskan kebijakan dalam rangka mendorong keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan pangan dan melaksanakan evaluasi dan pengendalian perwujudan ketahanan pangan kabupaten. Dalam rangka meningkatkan/mempercepat tercapainya pola
pangan harapan (PPH) dan menggalakkan pola pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) di masyarakat, pemerintah pusat meluncurkan Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan sampai dengan tahun 2012 telah diterimakan dana bansos bagi 20 kelompok wanita tani (KWT) yang tersebar di 20 Desa se Kabupaten Sleman yang masing-masing sebesar  Rp 16.000.000,- yang dipergunakan untuk pemanfaatan pekarangan di anggota kwt (Rp.12.000.000) demplot ( 2.000.000) serta kebun bibit kelompok (Rp.2.000.000) untuk 10 KWT penerima bansos 2011 pada tahun 2012 menerima tambahan dana  yang dipergunakan untuk pengolahan pangan lokal masing-masing sebesar Rp. 8.500.000,-.
Sedangkan ketua rombongan  Dewan Ketahanan Pangan DIY yang dipimpin  Nunik Ngesti W S.Pd memberikan apresiasi yang luar biasa bahwa Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Sleman telah melaksanakan apa yang diprogramkan, kedepan diharapkan Kabupaten Sleman menjadi salah satu penyangga swasembada beras untuk DIY ini benar-benar terwujud. Kehadiran Tim Dewan Ketahanan Pangan DIY kali ini adalah ingin melihat dan ingin mengetahui bagaimana kesiapan untuk menyambut konferensi ketahanan pangan  kedepan.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.