Arsip Kategori: Berita

9
Jul

Gebyar Kreasi Batik 2012 Tampilkan 7 Karya Terbaik LDBS

Puncak acara Lomba Desain Batik Sleman 2012 diselenggarakan Sabtu, 7 Juli 2012 di rumah dinas Bupati Sleman. Acara dikemas dalam bentuk Gebyar Kreasi Batik 2012 dan penyerahan hadiah lomba desain batik Sleman. Acara tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 – 21.00 WIB. Pada pukul 08.00 akan dimulai acara pameran batik dan kerajinan, konsultasi batik, demo batik gratis, live musik dan lain lain. Acara tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB. Sedangkan pada malam harinya akan laksanakan pemberian penghargaan kepada para pemenang. Direncanakan Bupati Sleman akan menyerahkan penghargaan bagi para pemenang lomba tersebut. Pada acara tersebut akan didisplay 50 desain batik yang menjadi nominator dalam bentuk kain batik Selain itu juga akan ditampilkan batik batik lainnya dari para perajin Sleman. Menurut ketua Dekranasda Sleman Ny. Kustini Sri Purnomo Lomba Batik di Rumah Dinas Bupati lomba desain batik Sleman bertujuan untuk memasyarakatkan batik di Indonesia khususnya Kabupaten Sleman, disamping dalam rangka menyemarakkan hari jadi Kabupaten Sleman peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih lanjut disampaikan Ketua Dekramasda bahwa peserta yang mengikuti lomba semula sebanyak 218 peserta dengan 218 karya batik, setelah melalui proses yang panjang akhirnya terpilih 50 hasil karya peserta. Dari 50 hasil karya tersebut dalam penilaian yang telah diambil 10 karya yang diseleksi menjadi 7 karya terbaik yang berhak menerima hadiah. Ketujuh pemenang tersebut berasal dari Sleman 3 orang dan lainnya luar Sleman. Lomba Batik tersebut memperebutkan hadiah tropy dan uang pembinaan. Juara Umum yaitu Batik Parijotho mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 10.000.000,00 dan tropy GKR Hemas, Karya Favorit yaitu Semarak Salak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 7.500.000,00 dan tropy Bupati Sleman. Karya tebaik Komposisi mendapat Rp. 5.000.000,00 dan tropy Dekranasda Sleman. Karya terbaik ide dan kreativitas akan mendapatkan uang pembinaan Rp. 3.000.000,00 dan tropy Dinas Perindagkop. Karya terpilih I mendapat uang pembinaan sebesar Rp. 2.000.000,00 dan tropy dari Disbudpar Sleman, Karya terpilih II mendapat uang pembinaan Rp. 1.500.000,00 dan tropy Disdikpora, karya terpilih III mendapat uang pembinaan Rp. 1.000.000,00 dan tropy Balai Besar Batik.***

6
Jul

Pemilihan Calon Pemuda Pelopor Tahun 2012 Telah Dimulai

Pemkab Sleman menyelenggarakan pemilihan calon pemuda pelopor tahun 2012. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan pemuda yang gigih inisiatif, loyal, agresif, cerdas, mandiri dan berakhlak mulia, dan mewujudkan apresiasi pemerintah terhadap Pemuda Indonesia atas prestasi dan kontribusi kepeloporan yang luar biasa untuk kemajuan masyarakat di bidang kewirausahaan, pendidikan, teknologi tepat guna, serta seni budaya dan pariwisata sebagai inspirasi dan motivasi bagi pemuda lainnya.

Persyaratan pendaftaran peserta pemilihan calon pemuda pelopor ini adalah: WNI, berusia antara 16-30 tahun pada tahun 2012 dan melampirkan foto kopi akte kelahiran, bukan pegawai PNS, BUMN/BUMD, dan tidak sedang mendapatkan beasiswa atau penugasan penelitian dari instansi/lembaga tertentu, kepeloporan yang dicapai telah diimplementasikan paling sedikit selama 2 tahun, belum pernah melakukan perbuatan tercela atau merugikan masyarakat dan atau lingkungan (dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian setempat), sehat jasmani dan rohani, ditandai dengan Surat Keterangan Dokter, belum pernah memperoleh penghargaan terbaik I, II, dan III tingkat Nasional dalam kegiatan yang sama dan sejenisnya, tidak sedang mengikuti proses seleksi pemilihan penghargaan lainnya yang dilaksanakan kemenpora. Peserta diharapkan agar mendaftarkan diri di Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman dengan menyerahkan stop map berisi:

1. Surat Pengantar dari Kepala Dinas/Instansi/Camat/Ketua Lembaga atau Organisasi Kepemudaan yang memfasilitasi pendaftaran peserta yang bersangkutan.

2. Formulir Isian Calon Pemuda Pelopor Tahun 2012 (yang sudah diisi lengkap).

3. Pas foto berwarna ukuran 4×6 cm sebanyak 3 lembar.

4. Foto kopi Piagam Penghargaan yang pernah dimiliki 9(jika ada).

5. Foto-foto dokumentasi kegiatan kepeloporan ( jika ada ).

Sosialisasi kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada Senin, 2 Juli 2012 di Dinas Dikpora dengan menghadirkan 50 orang perwakilan dinas/instansi , 17 kecamatan dan ketua lembaga /organisasi kepemudaan dan perorangan di Kabupaten Sleman. Pendaftaran peserta pemilihan dilaksanakan pada tanggal 3 s.d 13 Juli 2012 pada jam kerja di Sekdi Pemuda dan Olah raga Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Pelaksanaan pemilihan/seleksi peserta dilaksanakan pada hari Senin 16 Juli 2012 pukul 09.00 WIB s.d selesai di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman (seleksi administrative), Tes Pemaparan dan Tanya Jawab (wawancara) pada hari Rabu 18 Juli 2012 pukul 08.00 WIB s.d selesai di Ruang Rapat 2 Lantai III Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, peninjauan langsung (jika diperlukan) aka nada pemberitahuan menyusul. Pengumuman Hasil Pemilihan/Seleksi peserta akan dilaksanakan pada hari Selasa 24 Juli 2012 pukul 10.00 WIB di Papan Pengumuman Dinas/Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman. Juara I untuk masing masing bidang kepeloporan berhak mengikuti Pemilihan Calon Pemuda Pelopor tingkat Propinsi DIY Tahun 2012.

Pemberian penghargaan untuk mengabdikan figur pemuda pemuda pelopor secara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, propinsi dan nasional dicetuskan pertama kali oleh Menteri Negara Pemuda dan Olah raga RI pada peringatan sumpah pemuda ke-56 tanggal 28 Oktober 1984. Pada tahun 1985 pemberian anugerah penghargaan pemuda pelopor mulai dilaksanakan.

Kepeloporan difokuskan pada 4 bidang yaitu kewirausahaan, pendidikan, teknologi tepat guna, dan seni budaya dan pariwisata. Pemilihan Calon Pemuda Pelopor ini dilaksanakan secara berjenjang dan bersifat rutin setiap tahun. Di Kabupaten Sleman tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sosial. Tetapi mulai tahun 2012 ini ditangani oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

6
Jul

Rumah Sampah Dusun Pakem Terapkan Daur Ulang Sampah Untuk Kelestarian Lingkungan

Tiga bulan mengolah sampah sudah mendapatkan hasil yang bisa dilihat dan dinikmati, apalagi kalau berbulan-bulan maka akan nampak hasil yang dirasakan. Semakin lama sampah akan semkin banyak kalau tidak dikelola dengan baik maka sampah akan mengganggu bahkan menimbulkan dampak kesehatan bagi manusia. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat peresmian Rumah Sampah di Dusun Pakem Tamanmartani Kalasan Jumat 6 Juli 2012. Lebih lanjut disampaikan  bahwa kalau sampah diolah dengan baik dan benar maka akan dapat memberi nilai tambah bagi manusia, disamping itu juga akan bisa menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Barang yang jelek tidak baik untuk sodakoh, tetapi kalau barang tersebut sudah diolah menjadi barang yang baik dan laku dijual maka hasil dari barang tersebut layah dan baik untuk sodakoh, tambah Sri Purnomo.  Ditambahkan pula oleh bupati bahwa lahan-lahan yang kosong yang banyak dijumpai di pedusukan diharapkan bias dimanfaatkan dengan baik dengan ditanami tanaman yang produktif, baik itu tanaman semusim missal sayuran maupun tanaman keras seperti tanaman buah. Kalau ditanami tanaman keras seperti pogon-pohon buah maka hasilnya akan ganda, pertama akan bisa dijadikan sebagai penghijauan dan yang kedua buahnya dapat menghasilkan nilai yang cukup tinggi. Dalam kesempatan tersebut bupati minta agar jalan dan lahan yang kosong ditanami tanaman buah, perkara nanti yang memetik siapa itu tidak menjadi masalah, anak cucu bisa menikmati hasilnya. Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman secara simbolis menanam pohong pisang raja dan camat kalasan Samsul Bahri menanam pohon pisang kapok . Kedua pohong pisang tersebut membri nilai tambah yang paling besar disbanding pohon pisang yang lain, makanya warga dusun pakem membudidayakan kedua pohon pisang tersebut sebagai andalan.

Sedangkan camat Kalasan Drs. Samsul Bahri, SIP daalam kesempatan tersebut mangatakan bahwa semakin meningkatnya lahan kosong dan meningkatkan volume sampah menjadi problem yang serius untuk ditangani sejak sekarang. Dengan menggunakan prinsip 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle) diharapkan bisa mengubah sampah yang sebelumnya hanya dibuang akan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Lebih lanjut disampaikan Samsul Bahri bahwa di kecamatan kalasan telah terbentuk 12 kelompok masyarakat pengelola sampah mandiri di tingkat pedukuhan, yaitu Desa Selomartani 3 kelompok, desa Purwomartani 3 kelompok, desa Tirtomartani 2 kelompok dan desa Tamanmartani 4 kelompok, salah satunya di pedukuhan Pakem. Disaamping itu  untuk memanfaatkan pekarangan kosong dan konservasi juga telah dikembangkan gerakan penanaman pohon di beberapa dusun, antara lain 1000 bibit Markisa dan 500 bibit pisang Raja dan Kepok di pedukuhan Pakem, Duku di pedukuhan Juwamgen dan 300 bibit pohon durian di pedukuhan Kowang (bantuan BRI) dan setiap pedukuhan diharapkan mempunyai produk unggulan yang beda dengan yang lain sesuai dengan kondisi masing-masing. Disampaikan pula  bahwa dalam pembangunan bidang insfrastruktur jalan, semangat dan partisipasi masyarakat cukup tinggi, hal  tersebut terbukti dengan besarnya tingkat swadaya masyarakat . Pad atahun 2011 bantuan stimulant GR untuk kecamatan Kalasan Rp. 170.000.000 swaadaya mencapai Rp.1,307 Milyar di 102 lokasi. Bantuan pemberdayaan masyarakat Rp. 97.000.000 swadaya mencapai Rp.155.623.500 di 12 kelompok dan Baantuan aspal sebanyak 290 drum dengan swadaya mencapai Rp. 751.250.000 di 19 lokasi. Daan untuk jalan yang diresmikan bupati saat ini merupakan swadaya murni ,masyarakat sepanjang 200 m dari sepanjang jalan 2.000 m yang sudah diaspal. Peresmian jalan aspal tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh bupati sleman disaksikan camat kalasan.

Sedang peresmian rumah sampah ditandai dengan pembukaan selubung papan nama dan penandatangan prasasti oleh bupati sleman. Sementara itu Takmir Masjid At Taqwa Supriyono, Spd yang juga panitia peresmian proyek mengatakan bahwa  Team Pengelola Sampah Mandiri (TPSM) telah memiliki saarana drum sampah 51 buah tersebar di 5 RT, Rumah/tempat drum sampah 16 buah tersebar di 5 RT, Komposfer 5 buah, tempat pengumpulan sampah ( Rumah Sampah) 1 buah ukuran 4 X 6 M.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.