Arsip Kategori: Berita

30
Jan

Olahan Salak “Cristal”, Salah Satu Upaya Tingkatkan Nilai Jual Salak

Sri Sujarwati, warga Kembangarum, Donokerto, Turi mengolah salak menjadi berbagai macam produk seperti dodol, wajik, karamel, geplak, manisan, asinan dan bahkan biji salak pun diolah menjadi bubuk minuman seperti kopi. Usaha Sujarwati tersebut adalah untuk mengangkat harga salak pada saat panen raya. Apalagi salak merupakan buah yang mudah rusak sehingga harus cepat diolah. Buah salak segar yang diolah harus berusia 4 bulan atau masih muda. Jika terlalu tua, buah salak menjadi empuk dan tidak manis lagi.  Setoran salak segar diperoleh Sujarwati dari para petani salak di sekitar Turi, Tempel dan sekitarnya. Sujarwati juga bekerjasama dengan beberapa KWT (Kelompok Wanita Tani) Sri Rejeki, KWT Dono Mandiri dan KWT lainnya.

Keuntungan yang diperoleh dengan olahan salak inipun menurut Sujarwati bisa berkali lipat.  Peluang usaha juga masih sangat terbuka lebar apalagi jika menjelang event-event tahunan seperti hari raya, hari natal, serta liburan. Selain dipasarkan langsung, Sujarwati juga membuka toko online dan memenuhi delivery order. Harga olahan salak yang ditawarkan juga bervariasi tergantung jenis olahannya. Untuk satu cup manisan atau asinan dijual seharga Rp3000,- sedangkan untuk ukuran yang lebih besar dengan kemasan kaca botol seharga Rp17.500,-. Dodol salak dan kripik salak dijual seharga Rp15.000,- per pak.
Produk olahan salak dengan nama “Cristal” ini juga telah mengantongi sertifikasi Global GAP sedangkan sertifikasi HACCP belum diperoleh. Pemasaran produk olahan salak tak hanya merambah pasaran domestik namun sudah mencapai Amerika Serikat. Anda tertarik mencicipinya? Hubungi 085868379492***
29
Jan

Tahun Ini 980 Calhaj Sleman Akan Diberangkatkan

Sebanyak 980 calon haji yang akan berangkat haji tahun 2015 mengikuti ta’aruf di masjid Agung Sleman, Minggu, 25 Januari 2015. Menurut Drs. H. Hery Sutopo, MM, MSc (Kabag Kesra) jumlah calon haji tersebut terdiri dari calhaj kecamatan Mlati 83 orang, Sleman 54 orang, Tempel 50 orang, Seyegan 25 orang, Minggir 18 orang, Moyudan 33 orang, Godean 66 orang, Gamping 81 orang, Ngaglik 129 orang, Pakem 42 orang, Cangkringan 11 orang, Ngemplak 58 orang, Kalasan 64 orang, Berbah 67 orang, Prambanan 26 orang, Depok 148 orang dan Turi 25 orang. Setelah taaruf juga akan dilaksanakan pengajian pra manasik haji sebanyak 16 kali di Masjid Agung Sleman. Sementara itu untuk pemberangkatan gelombang I jama’ah calon haji  DIY dimulai 21 Agustus 2015.

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI dalam sambutannya mengatakan ibadah haji yang akan dijalani memiliki banyak manfaat yang bersifat personal dan juga sosial. Manfaat personal dari ibadah haji antara lain adalah dengan ibadah ini dosa-dosa kecil diampunkan dan jiwa akan dibersihkan dari kotoran maksiat. Bahkan dalam pandangan sejumlah ulama menyebutkan bahwa ibadah haji juga menghapus dosa besar. Ibadah haji juga menguatkan iman, membantu mengingat kembali janji dengan Allah dan tobat yang sempurna, menyiapkan jiwa, dan mempertajam perasaan.  Ibadah haji juga mengingatkan para mukmin akan Islam di masa awal, perjuangan Nabi s.a.w. dan para sahabat serta para ulama dalam menyiarkan ajaran ilahi dengan amalan shalih.

Dengan niat tulus dan hati bersih kepada Allah, maka akan dapat melaksanakan ibadah haji yang bukan hanya sekedar kemampuan materi manusia. Kesucian hati sangat penting untuk mendapatkan hikmah dari haji. Jika seseorang memperoleh hikmah dari haji, maka ia mendapat kebaikan yang banyak termasuk haji mabrur.***
27
Jan

Sri Adi Marsanto, Kabid Sarpras Disdikpora Sleman yang Baru


Sebanyak 48 orang telah dilantik menjadi pejabat eselon III, IV dan Kepala Sekolah, 1 orang dilantik menjadi pejabat eselon III.b yaitu Sri Adi Marsanto, ST, MA sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Sarana dan prasarana Pendidikan Dikpora,  8 orang sebagai pejabat eselon IV.a, 5 orang sebagai pejabat eselon IV.b, 34 orang sebagai Kepala Sekolah Dasar. Pelantikan dilakukan oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Selasa 27 Januari 2015. Ke 48 terlantik tersebut kebanyakan rotasi jabatan dan sebagian kecil promosi.
Usai pelantikan Bupati Sleman menyampaikan bahwa Kepala sekolah merupakan figur yang menjadi contoh dan panutan bagi para guru dan para siswa  dalam hal pembentukan karakter baik dalam hal disiplin, maupun dalam hal etika dan moral. Terlebih lagi  pendidikan merupakan hal yang penting, karena memberikan pengetahuan dan juga memberikan pendidikan tentang etika pergaulan, penanaman nilai- nilai agama, moral, budi pekerti bagi anak didik. Disamping  itu diperlukan juga kesiapan mental dan ketangguhan karakter untuk mereduksi dampak negatif dari keterbukaan informasi.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Kepala sekolah memiliki tugas yang komplek yaitu sebagai pemimpin dari organisasi sekolah, manajer, motivator, pendidik, administrator, dan sekaligus sebagai supervisor dari seluruh perangkat organisasi sekolah dalam mencapai tujuan bersama yang tertuang dalam visi misi sekolah.
Bupati juga berpesan kepada para Kepala Puskesmas terlantik, bahwa pelantikan tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.  Tugas tersebut merupakan tugas yang penting, karena kepala Puskesmas harus terus mendorong peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan dasar bagi masyarakat Sleman. Selain memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan urusan Kesehatan, kepala puskesmas juga melakukan pembinaan, pengendalian dan fasilitasi terhadap pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan, kesehatan keluarga serta promosi dan kesehatan lingkungan, mempertanggungjawabkan dan melaporkan hasil kinerja puskesmas kepada pimpinan.***


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.