Arsip Kategori: Berita

9
Jun

PNS Purna Tugas Harus Tetap Produktif

Sebanyak 126 Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Sleman telah menerima Surat Keputusan Pensiun TMT 1 Agustus 2014 s.d. 1 Desember 2014 . Penyerahan SK Pensiun tersebut dilakukan bupati Sleman Drs. Sri Purnomo di Pendopo Parasamya Senin 9 Juni 2014. Hadir padaa kesempatan tersebut antara lain  Kepaala Kantor Regional I BKN Yogyakarta Dr. Purwanto, Kepala BKD DIY, Kepala PT Taspen Cabang Yogyakarta, Kepala PT Askes Cabang Sleman dll. Dari 126 penerima SK Pensiun tersebut terbanyak dari Dinas Pemuda dan Olah Raga yaitu sebanyak 120 orang. Sisanya dari berbagai instansi di kabupaten Sleman.

Pada kesempatan tersebut bupati Sleman menyampaikan bahwa keberhasilan penerima SK pensiun  dalam menyelesai­kan tugas dan tanggungjawab sebagai PNS, merupakan rangkaian satu proses kehidupan yang cukup panjang dan penuh perjuang­an. Tidak semua PNS berhasil seperti saudara. Cukup banyak PNS yang mengajukan pensiun dini karena sakit atau alasan lain. Tidak sedikit pula PNS yang karena melakukan pelanggaran berat akhirnya diberhentikan dengan tidak hormat. Purna tugas bagi PNS bukanlah akhir dari suatu pengabdian, melainkan merupakan wujud keberhasilan dari pengabdian saudara-saudara selama melaksanakan amanah sebagai abdi negara dan masyarakat.

               Sementara itu Kepala BKD Drs. Iswoyo Hadiwarno melaporkan bahwa untuk memberikan pelayanan kepada PNS calon purna
tugas telah dibangun komitmen dengan BKN, PT Taspen, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah dan seluruh SKPD dilingkungan
Pemkab Sleman, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan satu pintu dalam hal pengurusan SK Pensiun dan dokumen pendukungnya.
Sedang SK pensiun tersebut yang TMT 1 Agustus 2014 sebanyak 34 orang, TMT 1 September 2014 sebanyak 30 orang, TMT 1 Oktober 2014
sebanyak 21 orang, TMT 1 Nopember 2014 sebanyak 25 orang dan TMT 1 Desember 2014 sebanyak 16 orang.
9
Jun

Jelang Puasa, Harga Sembako Masih Stabil

Berbagai harga kebutuhan pokok sehari-hari yang terpantau di pasar Godean menjelang bulan puasa Romadhon 2014 cenderung fluktuatif seperti harga bawang merah sebelumnya Rp 14.000 naik menjadi Rp 16.000, bawang merah Rp 15.000 naik menjadi Rp 17.500, untuk cabe rawit Rp 10.000 cenderung turun menjadi Rp 9.000, namun untuk cabe merah keriting dari Rp 6.000 menjadi Rp 7.000. Sementara daging sapi kualitas baik masih berkisar Rp. 102.000,-  untuk kualitas 2 Rp 98.000 dan kualitas 3 Rp 80.000 dan daging ayam potong perkilonya Rp. 28.000 dan untuk ayam kampung Rp 60.000. Untuk permintaan sementara cenderung tetap belum ada peningkatan.

Menurut pedagang daging sapi Kushendratno harga daging sapi cenderung stabil dalam harga tinggi Rp 102.000 dan ini kemungkinan tidak akan ada kenaikan karena permintaan  cenderung tetap sementara stok daging juga masih mencukupi. Untuk harga telur dari Rp 18.000 turun menjadi Rp 17.500. Untuk harga yang relatif tetap seperti beras, minyak goreng, susu, garam, kacang kedelai, kacang hijau, mie instan, ketela pohon, jagung pipilan kering, sementara untuk tomat dari Rp 3.500 naik menjadi Rp 5.500 dan kol/kobis dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.500, hal ini disebabkan hasil panen buah dan sayur yang kurang baik.

Pantauan harga ini menurut Kabag Humas juga dilakukan di Pasar Prambanan, Pasar Tempel  dan Pasar Pakem yang merupakan barometer perekonomian di Sleman, dilakukan secara rutin maupun insidentil untuk memantau harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang puasa.
9
Jun

Tim Kampanye Pilpres 2014 Tandatangani Deklarasi Kampanye Damai

Deklarasi kampanye berintegritas dan damai yang berlangsung di KPU Sleman Jumat 6 Juni 2014 dihadiri Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, Kapolres Sleman Iksan Amin, Dandim 0732 Sleman , Ketua KPU Sleman dan instansi terkait. Deklarasi ditandai dengan penandatanganan oleh Tim kampanye pasangan calon Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diwakili Sadar Narimo, tim kampanye pasangan calon Joko Widodo-Jusuf Kalla yang diwakili Wisnu Aji dan ketua KPU Sleman serta Kapolres Sleman Iksan Amin.  Sedang isi deklarasi kampanye pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2014 yang berintegritas dan damai tersebut berisi tujuh butir yaitu : Menjunjung tinggi pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945. Menjaga dan meningkatkan moralitas dan nilai-nilai Agama serta jati diri baangsa. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan kesadaran hukum. Memberikan informasi yang benar, seimbang dan bertanggung jawab sebagai bagian dari pendidikan politik. Menjalin komunikasi politik yang sehat antara pasangan calon dengan masyarakat sebagai bagian dari membangun budaya politik Indonesia yang demokratis dan bermartabat. Materi kampanye disampaikan dengan cara sopan, tertib, mendidik, bijak, beradab dan tidak bersifat provokatif, dan tidak melakukan kampanye hitam dalam bentuk apapun. Sedangkan baik Bupati Sleman, Kapolres Sleman, maupun Dandim 0732 Sleman pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dalaam masa kampanye yang berlangsung mulai tanggal 4 Juni 2014 sampai 5 Juli 2014 tersebut masyarakat maupun masing-masing tim kampanye kedua calon presiden harus mampu menjaga dan menciptaakan situasi yang kondusif  di kabupaten Sleman. Lebih lanjut ketiganya menyampaikan bahwa kita semua berharap agar deklarasi kampanye damai ini bukan sekedar deklarasi namun benar-benar menjadi komitmen bersama dan dilaksanakan baik oleh para pasangan calon, tim kampanye dan seluruh pendukungnya. Kita berharap agar pelaksanaan kampanye nanti dapat berjalan lancar, aman, tertib dan damai. Tentu saja ini memerlukan dukungan semua pihak baik aparat keamanan, tim kampanye dan pendukung pasangan capres cawapres serta semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu kali ini. Bupati Sleman berharap khususnya kepada para peserta dan tim kampanye agar dapat mengendalikan masanya, jangan sampai terjadi konflik dan permusuhan di antara para pendukung. Masing-masing harus mampu menahan diri dan memegang komitmen untuk melakukan kampanye damai ini. Terlebih lagi apabila kita menyadari bahwa politik pada dasarnya adalah sebuah upaya mengantarkan manusia ke kehidupan yang lebih dekat dengan perbaikan dan jauh dari kerusakan.

Guna kesuksesan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 sangat diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik dalam penyelenggaraan kampanye, masa tenang, maupun pada saat pelaksanaan pemilu 9 Juli, dan juga pasca pemilu nati, dalam menjaga kondusifitas wilayah dan pelaksanaan demokrasi yang bermartabat. Untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat, diperlukan simpati dan empati para kandidat beserta tim suksesnya, tentunya dengan tetap berpedoman pada aturan main yang berlaku. Susana kompetisi memperebutkan suara terbanyak ini, sudah barang tentu berpontensi menimbulkan kerawanan sosial. Berkenaan dengan hal tersebut diperlukan sikap ”legowo” dari para kandidat dan pendukungnya atas hasil yang dicapai. Jangan sampai hasil Pilpres nanyinya menimbulkan konflik berkepanjangan yang merugikan masyarakat.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.