Arsip Kategori: Berita

20
Nov

GKR Hemas Jaring Aspirasi Masyarakat Sleman

Kondisi terakhir pelaksaanaan rehap rekon terkait pengangunan hunian tetap, sampai dengan awal Nopember 2012 hunian tetap yang telah selesai dibangun sebanyal 669 unit atau 25 % dari rencana 2.721 unit rumah huntap untuk 2.721 KK yang telah lolos verifikasi. Selain itu terdapat 1.074 unit huntap masih dalam proses pengerjaan dan 378 unut dalaam proses persiapan.  Sampai saat ini sebanyal 596 bidang tanah huntap, juga telah selesai proses  persertifikatannya.  Sedangkan 1.456 bidang yang lain, sudah selesai proses pemberkasan, dan saat ini tinggal menunggu hasil pengukuran dari BPN. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala BPBD Sleman Drs. Urip Bahagia saat penjaringan aspirasi dengan anggota DPD RI, GKR Hemas di Gedung Sapto Guno Tawangrejo Pakem. Lebih  lanjut disampaikan bahwa saat ini masih terdapat 695 KK yang belum bersedia direlokasi. Pemkab terus berupaya secara persuasive, agar masyarakat yang bertempat tinggal di dalam KRB III bersedia direlokasi ke hunia tetap yang berada di lokasi yang lebih aman. Harapan pemkab, jika seluruh warga dapat menempati huntap, diharapkan dapat menjadi wujud nyata dari konsep Living in harmony dengan Merapi, yaitu bagaimana masyarakat dapat hidup berdampingan dengan Merapi namun tidak membahayakan keselamatan diri. Namun demikian meskipun tinggal di huntap, warga tetap dihimbau untuk menjaga kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana.

Hadir dalam kesempataan tersebut antara lain Kepala Dinas PU DIY, Ibu Rani, Kepala Dinas Nakersos Drs. Julisetiono ,  Romo Yatno dan anggota berbagai komunitas seperti Turgo Asri, Pasag, Paguyuban siaga Merapi, Komunitas Tugu, Komunitas Somoitan, Komunitas  JPW. Beberapa aspirasi dari beberapa komunitas yang dapat dihimpun antara lain dari Turgo Asri yang diwakili Juni menyampaikan pentingnya jaminan  kesehatan bagi anggota komunitas, jaminan sosial dan beberapa  kebutuhan  perlengkapan seperti GT, lampu penerangan/senter, sepatu boot juga jas hujan. Sementara dari Pasag keluhan yang disampaikan adalah soal perijinan radio pancar ulang agar dipermudah juga belum adanya posko di lapangan, serta perlunya pengakuan beberapa komunitas tersebut oleh BPBD kabupaten Sleman. Sedang komunitas Tugu lewat ketuanya, Bayu antara lain menyampaikan bahwa untuk menghadapi musin hujan khusus di aliran kali Boyong di bagian bawah  perlu bronjong besi sepanjang 100 Meter. Juga alat untuk evakuasi warga bila terjadi bencana banjir dll. Yang jelas menurut Bayu komunitas Tugu jarang mendapat bantuan. Disamping itu  beberapa komunitas keluhan dan kebutuhannya hampir sama termasuk kebutuhan gergaji/chainsaw untuk penanggulangan bila terjadi bencana Puting Beliung bila banyak pohon yang tumbang.

Sedangkan GKR. Hemas dalam kesempatan tersebut antara lain menyampaikan bahwa  ada bantuan 50 – 100 juta rupiah dari Taiwan untuk mengantisipasi banjir merapi. Yang lebih penting adalah menyatukan seluruh lomunitas untuk selalu waspada. Yang jelas relawan memang perlu dibantu dan itu perlu disampaikan pada gubernur.  Sementara itu kepala BPBD Kabupaten Sleman Urip Bahagia dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa  BPBD dalam memberikan bantuan dan fasilitas untuk komunitas bukan perorangan dan kedepan akan dilakukan registrasi lagi bagi komunitas dan selama ini telah sering dilakukan dialog karena sampai saat ini terdapat 30 an komunitas.

20
Nov

Hari Ini Ujian Tulis Perangkat Desa Perebutkan 20 Lowongan

Sebanyak 20 lowongan perangkat desa se Kabupaten Sleman diperebutkan 339 orang, hingga calon peserta harus menyisihkan dengan perbandingan 1 banding 17. Hal tersebut memperlihatkan  perangkat desa masih menjadi jabatan yang jadi idaman.  Ke- 20 lowongan jabatan perangkat desa tersebut  ada di 17 desa di 12 kecamatan, karena salahsatu desa dengan dua jabatan. Ke 20 lowongan jabatan perangkat desa tersebut yang paling banyak peminatnya adalah lowongan Kabag Keuangan di desa Caturharjo Sleman dengan  peminat yang mengajukan lamaran sebanyak 40, sementara yang laing sedikit pelamarnya adalah Kabag Kemasyarakatan di desa Widodomartani Ngemplak dengan pemeninatnya hanya 7 orang.  Pelamar  perangkat desa tersebut masih didominasi kaum laki-laki yaitu sebanyak  200 an orang sementara sisanya kaum perempuan. Dari tingkat pendidikan pelamar yang berpendidikan  S-2 ada 2 orang, berpendidikan S-1 ada 129 orang, pendidikan D-4 ada 4 orang, pendidikan D-3 ada 32 orang , pendidikan D-2 ada 7 orang, pendidikan D-1 ada 2 orang dan yang paling banyak adalah yang berpendidikan SLTA yakni  118 orang dan sisanya berpendidikan SLTP. Jumlah lowongan jabatan tersebut jabatan Kaur Perencanaan, Kabag Pembangunan, Kabag Pelayanan Umum, Kabag Keuangan, Kabag Kemasyarakatan, Kabag pemerintahan , dan Kabag Pembangunan.
Ujian tulis perangkat desa akan berlangsung secara serentak Selasa 20 Nopember 2012 di masing-masing desa. Jumlah soal sebanyak 150 soal, 100 soal dari Kabupaten Sleman yang berupa 90 soal pilihan ganda dan 10 soal isian, sedang 50 dibuat pemerintah desa setempat, untuk soal dari pemerintah desa setempat soalnya berupa pilihan. Sedang soal dari kabupaten sebanyak 100 tersebut soalnya sebagian dibuat oleh perguruan tinggi dalam hal ini UNY, termasuk koreksi soal yang isian nantinya yang mengoreksi pihak UNY, hal tersebut untuk menjaga obyektivitas penilaian. Alokasi waktu ujian tertulis nantinya 2 jam untuk soal yang dari Kabupaten Sleman yang jumlahnya 100 soal, sementara untuk soal yang dibuat pemerintah desa yang 50 soal alokasi waktunya 90 menit. Untuk semua jawaban pilihan nantinya yang mengoreksi pemerintah desa setempat. Ditambahkan pula bahwa soal baru diberikan Selasa pagi yang diambil oleh pihak desa masing-masing dalam kondisi disegel hingga dijamin kerahasiannya, tentu desa yang mengambil soal di kabupaten minimal 2 orang yang bisa melibatkan polsek dan Koramil sebagai pengawal. Untuk materi ujian antara lain Pancasila, UUD 45, Pengetahuan umum, Sistim pemerintahan Indonesia, juga Perda-perda. Kunci jawaban akan diberikan setelah ujian tulis selesai . sedang pengumuman hasil ujian tanggal 28 Nopember 2012.

18
Nov

Khitanan Massal Dan Lomba Nyanyi Meriahkan HUT Bank Sleman

Dalam rangka HUT PD BPR Bank Sleman ke 31, maka diadakan beberapa agenda kegiaran diantaranya sunatan massal yang diadakan Sabtu, 17 Nopember 2012 bertempat di Gedung PD BPR Bank Sleman Jalan Magelang. Peserta Sunatan massal 57 anak, terutama anak yatim piatu, fakir miskin dan masyarakat umum.
Menurut Direktur Utama PD BPR Bank Sleman Moh Sigit, SE, kegiatan sunatan massal sebagai bentuk kepedulian bank kepada masyarakat.
Setelah selesai disunat anak-anak mendapatkan uang saku, baju, sarung dan kopiah yang disambut gembira oleh mereka setelah suasana tegang akibat disunat. Sebagian besar anak-anak tidak menangis saat disunat namun ada pula yang menangis saat disunat, mengingat sistim yang digunakan dengan alat sunat yang modern sehingga hanya sedikit rasa sakit dan tidak ada darah yang keluar dan dalam waktu yang relatif singkat.
Sementara itu untuk kegiatan lain dalam rangka memeriahkan HUT Bank Sleman akan diadakan 24 Nopember, yakni Ajang mencari bakat bagi karyawan bank Sleman meliputi menyanyi, lawak, sulap dll, Untuk tanggal 25 Nopember akan diadakan jalan sehat bagi nasabah dan karyawan, sementara untuk acara puncak bertepatan dengan HUT PD BPR Bank Sleman 28 Nopember akan diadakan pembagian sembako bagi 200 orang, peletakan batu I pembangunan Mushola At Taqwa dan Deklarasi Budaya Perusahaan.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.