Arsip Kategori: Berita

7
Oct

Disnakersos Sleman Tersertifikasi ISO 9001

Jakarta, 4 Oktober 2013 bertempat di Jakarta Internasional Expo, dilakukan penyerahan sertifikat ISO 9001 versi 2008 untuk pelayanan Kartu Kuning (AK-1) bagi  pemerintah Kabupaten/Kota.  Ada 7 Pemerintah kabupaten/kota yang memperoleh sertifikat ISO tersebut, salah satunya adalah Kabupaten Sleman.  Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) telah mendapatkan pendampingan dari Kemenakertrans untuk memperoleh standar ISO tersebut.  Layanan yang distandarisasi ISO tersebut adalah, pelayanan kartu kuning), perpanjangan kartu kuning, dan updating lowongan kerja.  Biaya proses untuk memperoleh sertifikat standar ISO tersebut dibiayai oleh APBN melalui pihak Kemenakertrans.  Kemenakertrans bekerja sama dengan pihak konsultan untuk membimbing Disnakersos Kabupaten Sleman untuk membenahi sistem pelayanan-pelayanan tersebut hingga akhirnya sesuai dengan standar ISO 9001 versi 2008.  Peningkatan pelayanan Kartu Kuning ini disesuaikan dengan standar Kemenakertrans yaitu untuk pelayanan Kartu Kuning harus melalui metode online sehingga data yang dimasukkan dapat termonitor langsung oleh pihak  Kemenakertrans, Disnakersos Kabupaten Sleman telah melakukan pelayanan Kartu Kuning secara online, meskipun demikian apabila terjadi hal-hal yang diluar kendali petugas seperti listrik padam, program eror, ataupun koneksi internet yang terganggu dan membludaknya permintaan Kartu Kuning (AK-1) pelayanan Kartu Kuning di Disnakersos tetap dapat dilakukan walaupun dengan cara manual.  Metode tersebut diperbolehkan dalam standar ISO.  Untuk pelayanan online, setiap jam pihak Disnakersos dapat melayani 9 orang, dan sesuai dengan standar ISO bahwa berkas permohonan Kartu Kuning yang masuk pada hari itu harus terlayani dan diselesaikan pada hari yang sama,  dan Disnakersos sudah melaksanakan hal tersebut.  Sementara ini dalam proses pelayanan kartu kuning petugas yang memasukkan data pemohon, tetapi kedepannya Disnakersos akan melakukan sosialisasi kepada para pencari kerja di wilayah Kabupaten Sleman, bahwa untuk permohonan Kartu Kuning dapat memasukkan data secara online dimana saja dengan mengakses  situs http://infokerja.depnakertrans.go.id/ sehingga ketika pemohon datang ke Disnakersos Kab. Sleman hanya tinggal dilakukan verifikasi dan kemudian dicetak oleh petugas, sehingga dapat menghemat waktu.  Selain itu pihak Kemenakertrans juga memberikan perangkat komputer dan bantuan lay out untuk ruangan pelayanan kartu kuning yang sesuai dengan standar ISO, untuk perangkat komputer sudah digunakan dalam pelayanan, sedangkan untuk lay out ruangan akan diwujudkan pada bulan November, sehingga nantinya para pemohon Kartu Kuning akan lebih nyaman.  Disnakersos pada tahun ini juga akan menambah Mobil Sarkeling (Pasar Kerja Keliling) sehingga nantinya dengan adanya 2 unit mobil Sarkeling ini jangkauan pelayanan dapat lebih luas dan masyarakat dapat lebih mudah untuk memperoleh pelayanan tentang ketenagakerjaan.

Setelah dilakukan verifikasi pada tanggal 27 Agustus 2013 yang lalu, Dinas Tenaga Kerja Sosial Kabupaten Sleman, diundang oleh Kemenakertrans pada tanggal 4 Oktober 2013, untuk menerima Setifikat ISO 9001 versi 2008, dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman Sri Purnomo hadir untuk menerima sertifikat ISO tersebut yang langsung diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Sri Purnomo menyampaikan rasa syukur karena, pelayanan Kartu Kuning (AK-1) oleh Dinas Nakersos  telah mendapatkan penilaian dari Kemenakertrans dan sudah memenuhi standar profesional, sehingga Dinas Instansi terkait perlu untuk mempertahankannya dan juga ditingkatkan dimasa mendatang, terlebih lagi di wilayah DIY baru Kab. Sleman yang telah memiliki ISO dalam pelayanan Kartu Kuning, Bupati Sleman juga meminta agar pemberian informasi mengenai adanya kesempatan kerja baik untuk wilayah lokal Sleman, nasional, ataupun internasional yang selama ini telah diinformasikan melalui kantor ataupun mobil Sarkeling perlu dipertahankan, selain itu Bupati Sleman juga meminta agar pembekalan tambahan ketrampilan melalui bengkel kerja harus ditingkatkan mengikuti perkembangan teknologi sehingga calon tenaga kerja dari Sleman siap bersaing dalam bursa kerja.

Selain memberikan sertifikat ISO, Kemenakertrans juga memberikan, penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang memberikan kesempatan kerja kepada penyandang cacat atau difabel untuk bekerja, dan di Kabupaten Sleman, terdapat perusahaan yang masuk dalam 10 besar dalam penghargaan tersebut yaitu Hotel Quality.  Hotel Quality memperoleh pernghargaan tersebut karena dari 284 karyawan yang ada di hotel tersebut 7 diantaranya adalah penyandang cacat (difabel).  Kebijakan itu sesuai dengan UU No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1998 tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial bagi Penyandang Cacat.  Dalam peraturan itu, telah ditegaskan bahwa Penyandang cacat berhak untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak sesuai dengan jenis dan derajat kecacatan, pendidikan dan kemampuannya.  Dalam peraturan tersebut ditegaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan 100 orang karyawan, harus mempekerjakan minimal 1 orang pekerja penyandang cacat (difabel).

7
Oct

Salak Pondoh Sleman Kini Mengantongi Sertifikasi HAKI

Salak Pondoh Sleman yang merupakan komoditas unggulan Sleman telah mengantongi sertifikasi HAKI dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kementerian Hukum dan HAM. Salak Pondoh asal Sleman resmi dipatenkan setelah sebelumnya diajukan hak paten pada awal tahun lalu. Sertifikat ini diserahkan pada tanggal 27 Agustus yang lalu di Keraton Jogja bersamaan dengan penyerahan 14 sertfikat HKI lainnya untuk stakeholder terkait. Sertifikat HKI ini diberikan kepada Komunitas Perlindungan Indikasi Geografis Salak Pondoh Sleman (KPIG-SPS) yang selama ini telah menanam salak pondoh.

Perlindungan Hak Indikasi Geografis ini mengatur secara rinci bagaimana kondisi geografis lahan salak pondoh di Sleman misalnya PH tanah (kadar keasaman tanah) dll sehingga rasa salak pondoh di Sleman rasanya berbeda dengan salak pondoh yang ditanam di daerah lain, demikian yang disampaikan oleh Surahno, SH, M.Hum,  Kepala Bagian Keuangan Ditjen HKI. Karakteristik khas pada produk itu muncul karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut sehingga memberikan cirikhas dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.

Konsekuensi perolehan sertifikat HKI ini, maka siapapun yang hendak memproduksi atau mengeksploitasi produk salak pondoh untuk kepentingan bisnis harus mendapat izin dari Pemkab Sleman. Selain itu setiap produk olahan yang menggunakan label salak pondoh maka bahan baku salaknya harus membeli dari petani Sleman. Pendaftaran produk salak berindikasi geografis ini merupakan bagian dari strategi marketing sehingga produk bisa lebih mahal dari produk sejenis. Upaya ini melindungi konsumen dari produk palsu serta memberikan perlindungan bagi produsen salak pondoh.  Tingkat ekspor salak pondoh Sleman telah mencapai 320,79 ton pada tahun 2012, sedangkan pada tahun 2013 ini nilai ekspor telah mencapai 200 ton pada tengah tahun pertama.

HKI menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Terlebih dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, menjadikan sakat-sakat teretorial suatu bangsa bahkan daerah menjadi semakin kabur. Kreativitas apa yang dihasilkan, sangat mudah diakses bahkan ditiru oleh bangsa atau masyarakat lain. Selain memproses HKI untuk salak pondoh, Pemkab Sleman juga memfasilitasi dan membantu permohonan HKI. “Bentuk fasilitasi tersebut diwujudkan dalam bentuk stimulan biaya untuk pengurusan HKI. Pada 2013 ini, Pemkab Sleman akan memberikan bantuan stimulan untuk 15 merek dagang, lima hak cipta, dan satu hak paten. Sedangkan sampai saat ini, Pemkab Sleman telah memberikan bantuan stimulan untuk 37 paket HKI,” demikian seperti yang diterangkan oleh Sekda Sleman, dr. Sunartono, M.Kes.

4
Oct

“Hijau Bersama Daihatsu” Tanam 10.000 Pohon di Pangukrejo

Penanaman 10.000 pohon dan penyerahan Beasiswa bagi warga kurang mampu di Umbulharjo Cangkringan dilaksanakan di Pangukrejo Cangkringan Kamis 3 Oktober 2013. Sebanyak 10.000 pohon yang terdiri dari pohon penghijauan 7000 batang dari berbagai jenis antara lain Sengon, Ketapang, Mahoni dan Trembesi dan pohon produktif 3000 batang berupa pohon Jambu Air, Jambu Biji, pohon sukun, pohon Jeruk, pohon Mangga dan pohon Nangka secara simbolis diserahkan oleh Haryanto NH, Head CSR Department  PT Astra Daihatsu Motor dan diterima Kepala Desa Umbulharjo Bejo Mulyo, serta kepala Dusun Pangukrejo. Pada kesempatan tersebut diserahkan pula beasiswa kepada 10 orang anak kurang mampu dari Forum CSR  Kesejahteraan Sosial Yogyakarta. Penghijauan lereng Merapi tersebut merupakan implementasi program CSR Daihatsu dalam pilar “Hijau Bersama Daihatsu”.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY Ir. Sri Haryanto, Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi, dan Sekcam Cangkringan. Haryanto NH antara lain menyampaikan bahwa  bantuan pohon penghijauan dan pohon produktif tersebut untuk menghijaukan daerah lereng Merapi pasca erupsi  tahun 2010 lalu. Lebih lanjut disampaikan bahwa sejalan dengan pilar Hijau bersamaa Daihatsu, penanaman 10.000 pohon merupakan bukti kepedulian Daihatsu terhadap lingkungan, khususnya lereng Merapi agar hijau kembali.

Sementara itu Gubernur DIY dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY Ir. Sri Haryanto antara lain menyampaikan bahwa dengan ditanamnya 10.000 pohon di lereng  merapi  merupakan gerakan penghijauan dalam upaya perlindungan dan konservasi serta rehabilitasi alam lingkungan yang lestari, serasi, selaras dan seimbang guna menunjang terlaksananya pembangunan berkelanjutan. Lebih lanjut disampaikan bahwa gerakan penghijauan tersebut merupakaan segala daya upaya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfunsi secar optimal, baik sebagai pengatur tata air, pelindung  lingkungan seperti  perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi udara, pengendalian erosi tanah, pencagaran flora dan fauna serta untuk meningkatkan penghasilan masyarakat. Sedangkan penyerahan beasiswa bagi warga miskin di cangkringan dari Forum CSR  Kesejahteraan Sosial Yogyakarta merupakan bentuk kepedulian pemulihan sosial di area terkena dampak erupsi 2010.

Penyerahan secara simbolis tersebut dilajutkan dengan penanaman bersama oleh masyarakat dan karyawan PT Astra Daihatsu Motor dan CSR Kesos DIY.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.