Arsip Kategori: Berita

6
Dec

Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat Antar Sleman Raih Penghargaan Jasa Marga

Pengembangan sarana jalan dan jembatan umum di Sleman yang mengandalkan partisipasi masyarakat rupanya diapresiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum . Pada 3 Desember 2012, Bupati Sleman, Sri Purnoimo menerima Penghargaan Pekerjaan Umum Kategori Kabupaten Sub Bidang Bina Marga Terbaik I langsung dari Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto di Jakarta.

Penghargaan ini diraih atas keberhasilan Kabupaten Sleman dalam melakukan pembangunan jalan dan jembatan di pedesaan. Dengan mengembangkan prasarana jalan di perdesaan, mobilitas masyarakat lebih cepat dan murah dan akhirnya kompetitif. Hampir setiap tahunnya pembangunan jalan di perdesaan dilakukan oleh masyarakat mulai dari proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sedangkan Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan bantuan berupa aspal dan meminjamkan alat-alat berat. Sebelumnya masyarakat menerima bimbingan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan.

Partisipasi masyarakat inilah dalah satu hal yang mendorong Sleman memperoleh posisi tertinggi di kategori kabupaten sub bidang bina marga. Pada tahun 2011 yang lalu Pemkab Sleman telah memberikan bantuan aspal sebanyak 2509 drum sedangkan pada tahun  2012 telah disalurkan sebanyak 492 drum kepada 37 panitia pembangunan jalan di 17 kecamatan senilai Rp. 6 miliar dari APBD Kabupaten Sleman. Bantuan aspal ini diprioritaskan pada lokasi yang penting bagi bergeraknya roda perekonomian masyarakat. Demikian diterangkan oleh Kepala Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

Dana pemberdayaan ini telah membangkitkan swadaya masyarakat untuk membangun infrastruktur desa dengan biaya swadaya dan tenaga yang nilainya bias mencapai 4 hingga 5 kali lipat disbanding dana bantuan aspal yang diberikan. Dengan demikian pembangunan infrastruktur jalan berjalan lebih cepat. Dampak penyeloenggaraan jalan dan jembatan ini memiliki dampak besar bagi percepatan pembangunan di Kabupaten Sleman. Pada tahun 2011 lalu Pemerintah telah berhasil mendorong pembangunan jalan desa sepanjang 1085,13 km atau 600.000 m2 dan 182 km atau 546.000 m2 pada tahun 2012.

Untuk pemeliharaan infrastruktur jalan Pemkab Sleman mengalokasikan dana sebesar Rp 15,9 milyar dan Rp. 5,4 milyar dari DAK APBN untuk perawatan rutin jalan. Besaran nominal anggaran tersebut menghasilkan kondisi jalan baik sekitar 70%. Hingga tahun 2012, jalan kabupaten sepanjang 1085,13 km dan 444 jembatan.

5
Dec

14 Grup Kesenian di Cangkringan Terima Bantuan Alat Kesenian

Pasca erupsi merapi tahun 2010 berdampak pada perekonomian masyarakat khususnya masyarakat Lereng Merapi. Untuk memulihkan kembali seperti semula memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Dalam melaksanakan Program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca erupsi merapi pemerintah mengupayakan pemulihan kembali untuk meuju ke kondisi normal kembali, melalui  lima sector, termasuk di dalamnya sector sosial sub sector kebudayaan. Pemulihan kembali kehidupan masyarakat melalui sektor social sub sektor kebudayaan tersebut dimaksudkan untuk memulihkan kembali sktivitas berkesenian agar kembali normal seperti sebelum terjadi Erupsi Merapi. Hal tersebut disampaikan kepala BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta Ir. Satot Saptadi saat penyerahan bantuan sarana prasarana kesenian tradisional pasca erupsi merapi tahun 2010 di Balai Desa Kepuharjo Cangkringan rabu 5 Desember 2012. Lebih lanjut disampaikan bahwa melalui program rehabilitasi daan rekonstruksi pasca erupsi merapi tahun anggaran 2011 sub sector kebudayaan , pemerintah mengupayakan adanya fasilitas saarana dan prasarana kesenian tradisional berupa gamelan, jathilan, properti Kuda kepang, pakaian dan kostum kesenian. Dan diharapkan agar aktivitas kesenian masyarakat Lereng Merapi dapat bangkit kembali dan tetap eksis.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten sleman Drs. Untoro Budiharjo, MM dalam kesempatan tersebut menyampaikan  agar sarana dan prasarana kesenian tradisional tersebut jangan sampai rusak karena disimpan, tetapi rusak karena dipakai dan agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan harapan kesenian di Cangkringan berkembang dengan baik. Ditambahkan pula bahwa dengan ditetapkannya keistemewaan DIY maka kebudayaan dan kesenian di DIY berkembang dengan pesat. DIY bukan hanya istimewa dalam sebutan , tetapi termasuk budayanta dan keseniannya. Tunjukkanlah bahwa kebudayaan di DIY lain dari yang lain dan seniman, seniwatinya sebagai pendukung.

Sementara itu Kepala Bidang Kesenian Dinas Budpar Kabupaten Sleman Edy Winarya, S.Sn dalam laporannya antara lain menyampaikan bahwa maksud dan tujuan pemberian bantuan sarana dan prasarana  kesenian tradisional tersebut untuk memberikan fasilitas sarana untuk beraktivitas bagi para seniman daala upaya pelestarian dan pengembangan dalam rangka menjaga eksistensi kesenian yang dimilikinya. Juga untuk membangkitkan kembali aktivitas berkesenian pada masyarakat pasca erupsi merapi, serta sebagai pembinaan seniman untuk lebih berkreatif dan beraktifitas kembali. Sedang yang mendapat bantuan sarana dan prasarana kesenian tradisional sebanyak 14 grup kesenian yang terdiri  11 grup Jathilan di Cangkringan yang masing-masing menerima 1 perangkat gamelan jathilan, 13 stel kostum jathilan dan 13 buah kuda kepang. 1 drup wayang orang menerima 20 stel kostum wayang orang. 1 grup kethoprak menerima 15 stel kostum kethoprak dan 1 grup karawitan menerima 15 stel kostum pengrawit.

Penyerahan bantuan disampaikan oleh kepala BPBD Daerah Istimewa  Yogyakarta Ir. Gatot Saptadi, Ketua DPRD Kabupaten Sleman Koeswanto, SIP dan Kepala Dinas Budpar Drs. Untoro Budiharjo, MM. Penyerahan ditandai dengan penandatanganan berita acara. Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula  Nomor Induk Kesenian yang diserahkan kepada Dinas Budpar. Dalam kesempatan tersebut ditampilkan pula kesenian jatilan dari dusun Ngancar, Glagaharjo, Cangkringan.

4
Dec

350 Siswa Terima Bantuan Biaya Pendidikan

Senin, 3 Desember 2012 bertempat di Lantai III gedung Setda Kabupaten Sleman, Bupati Sleman yang dalam hal ini di wakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang ESDM dan Kemasyarakatan Drs. H. Dwi Supriyatno.MS menyerahkan bantuan anak asuh pada para siswa penerima.
Menurut Kabag Kesra Setda Kabupaten Sleman Drs. H. Kuntadi melaporkan bahwa jumlah penerimaan bantuan anak asuh pada saat ini berjumlah 350 siswa, yang terdiri dari 30 Sekolah Dasar dan 5 Madrasah Ibtidaiyah, yang masing-masing siswa mendapat alokasi bantuan sebesar Rp 120.000,- jadi total dari keseluruhan yang di terimakan sebanyak Rp 42.000.000 ( Empat Puluh dua Juta Rupiah). Hingga saat ini berhubung di berlakukannya Permendagri no; 32Tahun 2011 maka bantuan pendampingan untuk anak asuh di Kabupaten Sleman belum terfasilitasi.  Selanjut nya Kabag Kesra meminta kepada para Kepala Sekolah SD/MI untuk segera menyalurkan kepada siswa-siswanya yang berhak menerima bantuan GN-OTA Kabupaten Sleman.
Dalam kesempatan tersebut dihadiri pula Ketua GN-OTA DIY. Drs. Tuyadi.Wignyo Subraoto, dan perwakilan dari PT  Sari Husada Gema Mahardika ( SGM) Endah Prasetyo Ning Tyas, Kabag Kesra, Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Sleman serta pengurus GN-OTA Kabupaten Sleman, Penerima bantuan anak asuh dan kepala Sekolah  SD/MI se kabupaten Sleman yang berhak menerima GN_OTA untuk tahun ini. Ketua GN-OTA DIY Drs. Tuyadi Wignyo Subrato dalam sambutannya sangat berterimakasih sekali terhadap pengurus atau yang terkait GN-OTA Kabupaten Sleman yang telah mencarikan Siswa yang berhak, karena hal ini tidak mudah.  GN-OTA Kabupaten Sleman telah memberikan data yang sangat pas dan tepat yang berdasarkan kartu miskin dari anak-anak yang berhak menerimanya. 
Untuk tahun ini di Kabupaten Sleman telah mendapatkan alokasi sebesar Rp 42 Juta yang terbagi terhadap 350 Siswa dan masing-masing siswa mendapatkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 120.000,- ini memang tidak seberapa besarnya namun diharapkan bisa mengurangi beban biaya pendidikan bagi anak-anak yang kurang beruntung ini, dan bisa menambah semangat untuk maju dan cerdas. Hal ini berkat bantuan dari PT sari Husada Gema Mahardikan( PT.SGM) yang telah peduli terhadap anak didik di DIY selama kurang lebih 15 tahun lama nya, dalam ikut serta berusaha mencerdaskan anak-anak di DIY ini khususnya di Kabuipaten Sleman.
Dalam kesempatan tersebut perwakilan dari PT SGM Endah Prasetya Ning Rahayu, mengatakan bahwa PT. SGM sangat komitmen terhadap kecerdasan anak dari dini yaitu semenjak anak itu dikandungan  Ibu hingga anak itu tumbuh dewasa , karena terpenuhinya nutrisi sejak sianak itu di kandungan ibu akan membuat kecerdasan si anak itu . Saai ini PT SGM juga bekerja sama dengan PAUD di DIY supaya nantinya tidak salah dalam mendidik anak-anak di usia Emas  tentunya, dan berpesan kepada anak-anak  dengan bantuan yang sedikit ini mudah-mudahan dapat mengapresiasi terhadap pengusaha-pegusaha yang lainnya yang berusaha di DIY seingga nantinya akan menambah besarnya bantuan yang diterima oleh-anak-anak yang memang berhak menerimanya, dan mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kesuksesan para anak-anak yang saat ini kurang beruntung.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan Drs.H. Dwi Supriyatno,MS Bupati Seman antara lain mengatakan  bahwa pemberian bantuan anak asuh ini merupakan salah satu wujud kepedulian  kita  bersama terhadap kesinambungan pendidikan putra-putri kita karena tidak semua anak-anak bebas dari masalah kesulitan biaya pendidikan. Agar dapat melanjutkan pendidikan, mereka ini membutuhkan perhatian dan bantuan kita semua. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya memberikan bantuan bagi anak-anak kurang mampu. Pemkab Sleman berkomitmen untuk menjalankan visi dan misi mensejahterakan masyarakat lahir dan batin. Dalam mewujutkan kualitas sumberdaya manusia untuk menciptakan masyarakat Sleman sejashtera lahir dan batin, kualitas anak selalu menjadi prioritas, tidak hanya di bidang kesehatan, pendidikan namun juga juga di bidang yang lain. Upaya Pemkab Sleman tersebut harus didukung oleh segenap elemenmasyarakat Sleman.
Salah satu dukungan yang harus ditunjukkan masyarakat adalah kesadaran bahwa pengasuhan anak merupakan salah satu yang urgen.
Dalam kesempatan tersebut Drs. Dwi Supriyatno berharap kepada anak-anak penerima bantuan ini untuk mensyukurinya dengan belajar tekun dan rajin. Dengan manfaatkan waktu dengan baik agar kelak mereka  dapat menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan Negara serta bagi diri sendiri.
Serta kepada orang tua  seluruh warga masyarakat, kalangan pendidik dan semua pihak yang peduli terhadap pendidikan anak-anak kita, untuk bersama-sama dengan pemerintah mempersiapkan putra-putri kita menjadi generasi penerus yang baik yang tegar, yang kuat dan yang berkualitas yang mempunyai keimanan dan intelktual yang baik sebagaimodal untuk membangun daerah bangsa dan Negara.
Ia juga mengucpkan banyakterimakasih kepada PT SGM yang selama ini telah peduli dan berperan aktif dalam membantu anak-anak dari keluarga yang tidak mampu apa pun bentuknya,  untuk itu agar semua pihak dapat bersama-sama membantu upaya pemeritah untukterus dapat berperan aktif membantu anak-anak dari keluarga yang tidak mampu agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini juga merupakan dukungan atas kebijakan Pemkab Sleman agar anak-anak di Sleman dapat setidaknya mengenyam pendidikan hingga jenjang SMA/SMK. Dengan demikian kita dapat semakin berperan dalam meningkatkan kualitas bangsa melalui peningkatan pendidikan bagi generasi diKabuaten Sleman yang kita cintai ini.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.