Arsip Kategori: Berita

30
Oct

TMMD Reguler Ke 89 Tahap II Ditutup Secara Resmi Oleh Bupati

Selasa, 30 Oktober 2012 telah dilaksanakan Penutupan TMMD Reguler Ke 89 Tahap II di wilayah Kodim 0732/Sleman dengan Irup Bupati Sleman Drs. H Sri Purnomo, MSI, di hadiri Wabup, Kapolres, Dandim, Muspika dan segenap jajarannya.
Sasaran proyek berupa  sasaran fisik antara lain : Pengerasan jalan P. 1.200 M, L. 3 M, Pembuatan Serambi Masjid tahap I,  1 buah, Rehab, Lantainisasi 4 rumah, Pembuatan Gorong-gorong 3 buah semuanya sudah 100 %. Sasaran non fisik yaitu : Penyuluhan Anatomi terorisme dan Kamtibmas, Penyuluhan Narkoba, Kenakalan Remaja dan penyakit masyarakat, Penyuluhan bela Negara dan Wawasan Kebangsaan, Penyuluhan Kesehatan,, Kegiatan khusus/hiburan.
Sasaran tambahan/over prestasi meliputi : Pengaspalan jalan P. 200 M, L. 3 M, Pengerasan Jalan P. 200 M, L. 3 M dan Bedah Rumah 4 buah semuanya 100 %. Sasaran tambahan/over prestasi yaitu Pengerasan jalan P. 300 M l. 3 M dan Rehab Poskammling 2 buah semuanya juga 100 %. Manfaat TMMD ini bagi masyarakat melancarkan transportasi sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian, Meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membangun desanya.
Dana yang dipergunakan : APBD Prop. DIY : Rp. 50.000.000,-, APBD Kab. Sleman : Rp. 60.000.000,- dan interdep : Rp. 10.000.000,- dengan jumlah 120.000.000,-.
Kemudian swadaya desa dan masyarakat berupa material terpasang, peralatan dan tenaga senilai sekitar Rp. 25.000.000,-, demikian laporan yang disampaikan oleh Pasiter Kamdiyo Kapten INF.
Dalam pelaksanaan Penutupan TMMD reguler K e 89 Tahap II di Desa margoluwih Seyegan juga dilakukan penyerahan kembali alat-alat TMMD dan penandatanganan berita acara oleh Bupati Sleman Drs. H Sri Purnomo, MSI.

Pangdam IV Diponegoro Semarang dalam sambutan yang dibacakan oleh Bupati Sleman Drs. H Sri Purnomo, MSI, mengatakan bahwa dengan telah selesainya kegiatan TMMD ini, diharapkan agar segala hasil pembangunan atau pengembangan sarana dan prasarana fisik yang telah dicapai, dapat dimanfaatkan serta dipelihara dengan baik dan lebih dimaksimalkan lagi oleh Pemerintah Daerah beserta segenap warga masyarakat di wilayah ini untuk kepentingan rakyat banyak. Sedangkan hasil kegiatan non fisik yang berupa pembekalan pengetahuan praktis maupun masalah sosial kemasyarakatan, kejuangan, bela negara dan kesadaran hukum, kiranya tidak hanya menjadi sekedar pengetahuan, tetapi benar-benar dapat dipahami bahkan dapat dieterapkan langsung oleh setiap warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

TMMD yang dilaksanakan merupakan wujud keberadaan TNI yang tidak pernah meninggalkan rakyatnya. Masyarakat dilibatkan secara aktif. Keaktifan dan partisipasi masyarakat yang tinggi, tentunya mampu pula meningkatkan kualitas komunikasi sosial sebagai bagian dari sasaran TMMD, salah satunya yaitu mendekatkan TNI dengan rakyat, dengan perwujudan pembangunan fisik dan non fisik. TMMD telah memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Program TMMD selanjutnya ke depan diharapkan dapat dilaksanakan lebih terpadu lagi dengan program pembangunan di daerah, dan lebih banyak lagi melibatkan masyarakat pedesaan dalam rangka pemberdayaan sekaligus menciptakan ketahanan wilayah demi keutuhan NKRI. Bahkan perlu ditingkatkan lagi kerjasama yang baik ini berdasarkan prinsip-prinsip keterpaduan serta lebih menekankan pada azas manfaat maupun aspek akuntabilitas. Kegiatan TMMD ke depan juga semakin lebih baik lagi dari sebelumnya dan ditingkatkan, dengan mencari sasaran yang lebih sulit. Dengan harapan mampu memberikan pencerahan sekaligus memajukan desa.

29
Oct

Pemkab Sleman Selenggarakan Upacara Hari Sumpah Pemuda dan Hari Perumahan Nasional

Pemkab Sleman menyelenggarakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-84 dan Hari Perumahan nasional hari ini Senin, 29 oktober 2012 di Lapangan Pemda Sleman.  Upacara yang diikuti oleh Bupati Sleman, Muspida, pejabat lingkungan Pemkab Sleman, PNS, Pelajar, unsur Masyarakat, berlangsung dengan hikmat. Bertindak sebagai irup Bupati Sleman Drs. H Sri Purnomo, MSI.
Dalam kesempatan tersebut  dilaksanakan Janji Pemuda yang diikuti pemuda dan pemudi yang berpakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah upacara juga ada penyerahan Piala dan Penghargaan bagi Pemilihan Calon Pemuda Pelopor Kab. Sleman yaitu Bidang Pendidikan atas nama Ariono juara I, Bidang Kewirausahaan Agus hadi Prayitno juara I, Bidang Teknologi Tepat Guna Eko Yulianto, SPd juara I dan Bidang Seni dan Budaya Rohmat Fahrudin juara I. untuk kejuaraan Lomba tata Upacara Bendera SLTP Juara I dari SMP N 4 Pakem nilai 698,37, Juara II SMP N 3 Mlati nilai 679,03 dan Juara III dari SMP N 2 Berbah nilai 675,35. Untuk Tingkat SLTA Juara I SMK Penerbangan Depok nilai 714,62, Juara II SMA N 1 Sleman nilai 689,12 dan Juara III dari SMA N 1 Pakem nilai 688,58.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan, Pemuda dan Olahraga yang berisi antara lain bahwa Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke -84 tahun ini mengangkat tema “DENGAN SUMPAH PEMUDA, KITA MANTAPKAN KEMANDIRIAN, KREATIFITAS DAN IDENTITAS KEBANGSAAN MENUJU KOMUNITAS ASEAN 2015”. Tema tersebut membawa pesan bahwa kita semua, dan pemuda khususnya, perlu memantapkan tekad untuk terus menerus mempertahankan kemandirian dan kreatifitas sembari membangun identitas kebangsaan yang lebih kokoh dan bermartabat.
“Kita tahu bahwa kreatifitas tidak muncul begitu saja. Kreatifitas selayaknya diperjuangkan dan didapatkan dalam berbagai usaha yang jujur, berdisiplin tinggi, dan kerja keras yang tak mengenal lelah. Kreatifitas yang handal juga perlu didukung oleh ilmu pengetahuan yang memadai. Itulah sebabnya, dalam kesempatan ini kami menghimbau dan mengajak para pemuda untuk tidak mengenal lelah mengakumulasi ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya, setinggi-tingginya, agar kreatifitas yang akan kita kembangkan kelak dapat dihargai dan berharga bagi masyarakat dunia.
Kreatifitas juga penting dalam menjalin kerja sama komunitas regional tersebut (ASEAN) karena kreatifitas membuka peluang bagi kita untuk berpikir dan mengerjakan hal-hal baru. Kami tidak tahu, hal-hal baru apa saja yang dapat kita kerjakan di masa depan. Hal ini kami percayakan sepenuhnya kepada generasi muda untuk membangun generasinya secara lebih canggih dan berdaya guna.” Demikian sambutan Menpora.
Sedangkan sambutan menteri perumahan antara lain berisi bahwa  Hari Perumahan Nasional tahun 2012 mengambil tema “Dengan momentum Hari Perumahan Nasional Tahun 2012, Kita Tingkatkan Pembangunan Perumahan Untuk Kesejahteraan Rakyat”. Tema ini mengandung makna bahwa penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman harus dapat memenuhi kebutuhan perumahan dan kawasan permukiman yang layak dan terjangkau guna mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Kita menyadari bahwa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui penyelenggaraan perumahan, kita masih dihadapkan pada sejumlah kendala dan permasalahan. Untuk itu diperlukan upaya bersama dalam rangka peningkatan peran dan kinerja pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, baik jajaran pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.
Disamping itu, juga diperlukan dukungan para pelaku, pemerhati, akademisi, dan pihak dunia usaha untuk mengimplementasikan berbagai kebijakan dan program yang telah ditetapkan. Lembaga penelitian dan para akademisi dapat berkontribusi melalui upaya untuk mewujudkan inovasi baru dalam teknologi pembangunan rumah. Pihak swasta dapat berpartisipasi melalui pengalokasian dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pendanaan pembangunan perrumahan dan kawasan permukiman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

29
Oct

Pemkab Himbau Masyarakat Tidak Membakar Sampah

Pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman dengan system Bank Sampah sudah mulai tumbuh di masyarakat. Salah satunya adalah pengelolaan sampah di Griya Taman Asri (Blok G dan H). Dari rumah tangga sampah dipilah (dipilah menjadi sampah kertas, plastic, kerasan) kemudian dipak. Setelah itu disetor di Pos Bank Sampah (di RT 2 RW 35) dan dilakukan setiap Kamis minggu ke -3 setiap bulan dengan biaya Rp 10.000 perbulan. Jumlah anggotanya pada saat ini 80 KK. Kemudian pada saat ini sudah akan dikembangkan dengan mengajak warga dari blok D (kurang lebih 40 KK).
Selain pengelolaan sampah oleh warga Griya Taman Asri tersebut, juga terdapat 10 bank sampah lain di Kabupaten Sleman, yaitu PSM “Sayuti Melik” di Kadilobo Purwobinangun Pakem dengan jumlah sampah terolah 499 kg/bulan, jumlah pekerja 10 orang, omset nasabah Rp 400.000 perbulan dan jumlah nasabah 90 orang, PSM “Apel” di Perum Condongcatur RW 13 Condongcatur Depok dengan jumlah sampah terolah 400 kg perbulan, jumlah pekerja 7 orang, omset nasabah Rp 500.000 perbulan, dan jumlah nasabah 82 orang, PSM “Mawar” di Dujuh Randugunting RT 2 RW 1 Tamanmartani Kalasan dengan jumlah sampah terolah 350 kg perbulan, jumlah pekerja 10 orang, omset nasabah Rp 300.000 perbulan dan jumlah nasabah 80 orang, PSM “Cipta Mandiri” di RW 35 Perum Griya Taman Asri Donoharjo Ngaglik dengan jumlah sampah terolah 385 kg perbulan, jumlah pekerja 10 orang, omset nasabah Rp 400.000 perbulan dan jumlah nasabah 79 orang, PSM “Karesma” di Dukuh Kaliabu RW 13
Banyuraden Gamping dengan jumlah sampah terolah 500 kg perbulan, jumlah pekerja 12 orang, omset nasabah Rp 500.000 perbulan dan jumlah nasabah 108 orang, PSM “Sapu Lidi” di Perum Gumuk Indah Sidoarum Godean dengan jumlah sampah terolah 400 kg perbulan, jumlah pekerja 12 orang, omset nasabah Rp 600.000 perbulan dan jumlah nasabah 125 orang, PSM “Tani Mulyo” di Ringinsari Maguwoharjo Depok dengan jumlah sampah terolah 200 kg perbulan, jumlah pekerja 10 orang, omset nasabah Rp 200.000 perbulan dan jumlah nasabah 50 orang, Blendung Pertiwi di Pedukuhan Blendung RT 02 RW 21 Sumbersari Moyudan dengan jumlah sampah terolah 500 kg perbulan, jumlah pekerja 7 orang, omset nasabah Rp 700.000 perbulan dan jumlah nasabah 117 orang, bank sampah “Sido Akur” di Jetak II Sidokarto Godean dan di Karangnongko, Maguwoharjo, Depok.
Dengan adanya bank-bank sampah di Kabupaten Sleman tersebut, maka Pemkab Sleman menghimbau warga agar tidak membakar sampah karena aktivitas membakar sampah dapat membahayakan. Fakta berbahaya dari aktivitas membakar sampah adalah:  sampah dari rumah yang dibakar secara serampangan, akan menghasilkan karbonmonooksida (CO) yang bila terhirup manusia dapat mengganggu fungsi kinerja hemoglobin (sel darah merah) yang semestinya mengangkut dan mengedarkan oksigen (02) ke seluruh tubuh. Kekurangan O2 ini bisa menimbulkan kematian. Sebagai gambaran kasar, satu ton sampah yang dibakar akan berpotensi menghasilkan gas CO sebanyak 30 kg. Asap dari pembakaran sampah plastic akan menghasilkan senyawa kimia dioksin atau zat yang bisa digunakan sebagai herbisida (racun tumbuhan). Selain itu, proses tersebut juga dapat menghasilkan fosgen atau gas beracun berbahaya yang pernah digunakan sebagai senjata pembunuh pada masa perang dunia pertama. Hasil pembakaran sampah mengandung klorin dapat menghasilkan 75 jenis zat beracun lain. Asap dari pembakaran sampah mengandung benzopirena (gas beracun penyerang jantung) sebanyak 350 kali. Zat ini ditengarai sebagai biang keladi penyebab kanker dan hidrokarbon berbahaya (seperti asam cuka) penyebab iritasi. Membakar kayu juga dapat menghasilkan senyawa yang mengakibatkan kanker. Sedangkan melamin dapat menghasilkan formadehilda (formalin) bila dibakar dengan suplai oksigen yang banyak atau HCN (asam sianida) bila kurang oksigen. Pembakaran sampah di area terbuka dapat menghasilkan partikel debu halus atau Particulate Matter (PM) yang mencapai level PM 10 (10 mikron). Dengan tingkatan tersebut, zat ini tidak dapat disaring oleh alat pernapasan manusia, sehingga bisa masuk ke paru-paru dan mengakibatkan gangguan pernapasan. Pembakaran sampah dapat menyebabkan kabut asap yang tebal dan mengurangi jarak pandang dan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal. Yang lebih parah, bisa memicu terjadinya kebakaran dengan skala lebih besar. Kita tentu masih ingat terjadinya kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan yang menyebabkan kapal laut menabrak tebing dan menghentikan aktivitas penerbangan komersial di beberapa bandara.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.