Arsip Kategori: Berita

28
Sep

Pemkab Bangka Nikmati Keindahan Merapi Dengan Bersepeda

Keindahan alam Merapi rupanya menarik para pecinta olahraga sepeda di Kabupaten Bangka. Sejumlah lebih dari 30 muspirda dan jajaran Pemerintahan Kabupaten Bangka tampak bersemangat mengikuti rute olahraga sepeda pada Jumat, 28 September 2012 mulai dari Kinahrejo, Cangkringan hingga ke Rumah Dinas Bupati Sleman. Rombongan dari Pemkab Bangka meliputi Bupati, Ketua TP PKK beserta Kajari, Sekda seluruh Pejabat Eselon II dan III di lingkungan Pemkab Bangka.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyambut baik kunjungan kerja ini. Hal ini sekaligus merupakan upaya bersama untuk mempopulerkan olahraga sepeda sekaligus mempublikasikan keindahan alam di lereng Merapi kepada masyarakat di luar Jawa.  Diharapkan kunjungan ini mampu meningkatkan kunjungan pariwisata di Kabupaten Sleman. Demikian yang disampaikan oleh Bupati Sleman pada audiensi dengan jajaran Pemkab Bangka di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Hadir dalam acara ini sejumlah kepala dinas dan tamu undangan diantaranya Kepala BPPPTK, Subandrio dan  Kepala Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana, Surono.

Kunjungan ini telah dimulai dengan pertandingans epak bola uji coba PS Bangka melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman pada Kamis, 27 September 2012. Selanjutnya akan diadakan pula pertandingan persahabatan kesebelasan Veteran Tim Bangka melawan Tim Kabupaten Sleman di Stadion Maguwoharjo.

Yusroni Yazied selaku Bupati Kabupaten Bangka menyampaikan bahwa maksud kunjungan kerja ini merupakan study banding guna mempelajari tentag pengembangan pariwisata budaya yang telah banyak dikembangka di Sleman. Kabupaten Bangka yang selama ini mengandalkan pariwisata alam berupaya mengembangkan sektor pariwisata di daerahnya melalui potensi budaya dan wisata religi. Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang diandalkan disamping sektor pertambangan timah dan perkebunan karet yang menjadi potensi andalan Kabupaten Bangka selama ini.

28
Sep

Festival Asia Tri Jogja Kembali Digelar di Ullen Sentalu

Festival tahunan Asia Tri kembali digelar untuk yang keenam kalinya di Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta. Acara yang didukung oleh Sleman Yogyakarta Tourism Board-BPPS ini diadakan pada 2-4 Oktober 2012 dengan mengambil tema “Asian Arts for Humanity”. Para pekerja seni yang telah diseleksi dari beragam negara mempertunjukkan karya tari dan musik yang merupakan masterpiece mereka. Negara yang turut berpartisipasi dalam festival kali di antaranya Indonesia, Jepang, Korea, China, Singapore, Belanda, Amerika, Mexico, dan Spanyol. Dengan adanya peserta dari beragam negara, festival ini menjadi crossroad di mana local wisdom dan kebudayaan beragam negara dapat diapresiasi bersama.

Festival ini awal mulanya diprakarsai di tahun 2005 oleh tiga negara, yaitu Korea (Mr. Yang Hye Jin), Jepang (Mr. Soga Masaru), dan Indonesia-terkhususnya Yogyakarta (Bimo Wiwohatmo dan Bambang Paningron). Festival pertama tersebut hanya menampilkan pekerja seni dari tiga negara itu saja. Namun seiring berjalannya waktu, para pekerja seni dari negara-negara lain pun turut pentas dan menjadi bagian dari keluarga Asia Tri. Seni memang satu bahasa yang menjadi pemersatu dunia.

Festival Asia Tri memiliki satu unsur tersendiri yang jarang ditemukan di festival seni yang sudah ada. “Alam yang menari” selalu dilibatkan, sehingga muncullah aura tersendiri dalam pementasan. Panggung terbuka dan menyatu dengan alam menjadi salah satu unsur inti dari festival ini. Oleh karenanya Museum Ullen Sentalu dihadikan tempat perhelatan Asia Tri Jogja. Museum seni dan budaya Jawa ini ada di Kaliurang, sebuah daerah di kaki gunung Merapi yang terletak di kabupaten Sleman, Yogyakarta. Panggung terbuka dengan latar belakang hutan cemara, kabut yang menyelimuti para penampil dan penonton, serta udara dingin khas pegunungan membawa efek alami bagi pementasan. Tak terelakkan lagi, festival Asia Tri selalu dipentaskan di tempat ini.

Local wisdom dan budaya agung beragam negara, seni kontemporer nan megah dan indah, serta alam yang menari; sebuah perpaduan yang luar biasa yang sebaiknya tidak Anda lewatkan. Temukan momentum ini hanya di Asia Tri Jogja di Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta, Indonesia.

27
Sep

Modifikasi Sepeda Crosscountry Menjadi Sepeda Listrik, Juara I Lomba Hakteknas

Bertempat di Aula Bappeda Kab. Sleman, Kamis, 27 September 2012 dilaksanakan Seminar dan Pameran Mini Teknologi Dalam Rangka Puncak Acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke 17 dengan tema ” Inovasi Untuk Kemandirian Bangsa ”. Seminar ini diikuti 100 orang peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMK dan SKPD di Pemda Sleman, Biro Administrasi Pembangunan Setda DIY, BPPTG DIY, BPPM DIY, Peserta pemenang lomba dan Bank Indonesia Yogyakarta. Rangkaian kegiatan dalam rangka Hakteknas yang telah dilaksanakan adalah lomba Penemu/Pengembang Iptek tingkat umum. Hasil karya yang sebanyak 22 judul/naskah. Adapun hasil lomba sebagai berikut : Juara I Rizky H. Oktavenny, Nova Suparmanto, Ismail, Brilian Prasetyo, Yuni Nurfiana W dengan karya E –Fast Bike Modifikasi Sepeda Gunung Cross Country Menjadi Sepeda Listrik Berkecapatan Tinggi berbasis Motor Brushless DC sebagai sarana transportasi pendukung Bike to Work mendapatkan Piagam dan uang pembinaan sebesar Rp. 3.500.000,-, Juara II yaitu Apri Setiawan, Lukito Ardhi Nugroho, Tri Imam Prastiyo, Dwi Rizki Septiani, Soraya Ayu Chumaira dengan Karya Pemanfaatan Aliran Air Sungai Sebagai Energi Alternatif Menggunakan Kincir Air dari bambu sebagai Mesin Pembuat Kripik dan Mikrohidro, mendapat Piagam Penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp. 3.000.000,- Dan Juara III Budiman Achmad dengan Karya Pengembangan Pita Volume Pohon untuk Meningkatkan Pendapatan Petani dan Menjaga Kualitas Lingkungan, mendapatkan Piagam Penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp. 2.000.000,-. Demikian laporan yang disampaikan Dra. Suci Iriani Sinuraya, MM.

Wabub Yuni Satia Rahayu, pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa tema Hakteknas pada tahun ini sangat tepat untuk mengingatkan kembali bahwa hakekat teknologi adalah untuk meningkatkan derajat hidup dan kehidupan masyarakat. Inovasi yang diciptakan dan terus dikembangkan hendaknya diarahkan untuk membangun kemandirian bangsa, dan harus sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, tentunya dengan dukungan potensi sumberdaya yang ada.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.