Arsip Kategori: Berita

28
May

Bupati Sayangkan Penundaan Penetapan Perda tentang Perubahan OPD

Bupati menyayangkan, sikap DPRD yang belum menetapkan Raperda tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Sleman nomor 9 tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman pada rapat paripurna DPRD hari Rabu 28 Mei 2014. Hal ini dikarenakan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), yang menjadi salah satu materi perubahan organisasi perangkat daerah tersebut, merupakan langkah pemkab Sleman merespon program nasional dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. Pembentukan PTSP juga didasarkan pada surat edaran Menteri Dalam Negeri No. 356/2648/SJ tentang petunjuk teknis pemantauan dan pelaporan aksi pencegahan. Bahkan Instruksi menteri tersebut mengamanatkan tahun 2014 merupakan batas akhir pembentukan PTSP.  Amanat tersebut, senantiasa memantau setiap bulan perkembangannya. Pembentukan PTSP juga didasarkan pada Surat Menteri Dalam Negeri No. 500/5961/SJ tentang kebijakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Belum dibentuknya PTSP secara langsung  menghambat program reformasi birokrasi yang telah menjadi komitmen Pemkab Sleman.

Reperda tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Sleman nomor 9 tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman merupakan wujud penataan kelembagan dalam rangka memperkuat penyelenggaraan pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan belum ditetapkannya tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Sleman nomor 9 tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman, berarti DPRD Kabupaten Sleman belum sepenuhnya mendukung Pemkab Sleman dalam melaksanakan Inpres pencegahan dan pemberantasan korupsi

28
May

30 Pasang Pengantin Ikuti Nikah Bareng

Rumah Dinas Bupati Sleman mendadak ramai dengan digelarnya nikah bareng 30 pasangan pengantin, Selasa, 27 Mei 2014. Kegiatan ini masih dalam rangkaian hajatan peringatan Hari Jadi ke-98 Sleman yang baru lalu. Sebelumnya 30 pasang pengantin tersebut dikirab menggunakan 15 becak hias dari masjid Agung Sleman berkeliling Jalan Parasamya ke Selatan sampai Lapangan Denggung belok kiri kemudian melewati Dinas PUP menuju Rumah Dinas Bupati. Kirab juga diiringi dengan kesenian jathilan. Bupati Sleman, Kepala Kantor Kementrian Agama Sleman serta para pejabat Sleman lainnya mengiringi di belakang peserta dengan naik andong.

Upacara akad nikah dilaksanakan di Masjid Agung Sudiro Husodo Sleman secara bersama-sama 14 pasangan pengantin, dan untuk 16 pasangan pengantin lainnya sebelumnya telah melaksanakan akad nikah di KUA/rumah masing-masing. 14 pasang dari 30 pasang pengantin tersebut diantaranya merupakan tuna netra. Pasangan calon pengantin sebelumnya di karantina di BBLK DIY (Balatrans), kemudian dirias dan diberikan maskawin berupa seperangkat alat sholat dan sepasang burung merpati. Juga diberikan tanaman buah-buahan yang wajib ditanam oleh pasangan pengantin.
Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan melaksanakan akad nikah merupakan awal dari pembentukan keluarga. Pemerintah bersama segenap komponen masyarkat berkepentingan untuk membangun keluarga-keluarga di Sleman agar menjadi keluarga yang sejahtera yang dimaknai sebagai keluarga yang sehat, maju dan mandiri dengan ketahanan keluarga yang tinggi. Bupati juga berpesan agar suami istri harus seia sekata, harus saling cinta mencintai dan penuh kasih sayang sehingga setiap anggota keluarga merasa dalam suasana aman, tenteram, tenang, damai, bahagia dan sejahtera namun dinamis menuju kehidupan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam resepsi pernikahan yang dilaksanakan Bupati Sleman juga menyerahkan tali asih berupa uang tunai masing-masing Rp 500 ribu dan disediakan berbagai door prize di antaranya dari beberapa hotel berbintang di Sleman dengan menginap gratis, televisi, hp, dan kebutuhan rumah tangga lainnya dari para sponsor dan Mustoko Putri Yogyakarta selaku penyelenggara. Anggota keluarga pengantin juga berkesempatan untuk mendampingi dan melaksanakan resepsi dan jamuan makan-makan gratis di rumah dinas bupati Sleman.***
26
May

Desa Wisata Nawung Gelar Seni Tradisi

Desa Wisata Nawung Gayamharjo Prambanan dengan unggulan  sungai Gedung Nganten menggelar seni tradisional potensi masayarakat setempat, Senin, 26 Mei 2014. Seni tradisional yang dipentaskan meliputi kesenian Srandul, Kesenian Jathilan, sholawat, kesenian jathilan dan diakhiri dengan prosesi merti dusun yakni kenduri dan kirab 5 buah gunungan wulu wetu masyarkat nawung meliputi pisang, kacang tanah, kacang panjang terong, garut, ketela dll.

Menurut Wakidi selaku pengelola desa wisata Nawung, kegiatan ini dilakukan untuk menarik wisatawan dan untuk melestarikan kesenian tradisional khususnya Srandul agar dapat diwariskan kepada generasi penerus. Ditambahkan sebagai desa wisata Nawung secara resmi mulai sejak tahun 2009 dengan salah satu unggulan desa wisata ini yakni menyusuri sungai Kedung Nganten, atau di dengan nama Dewi Kangen sepanjang 1,5 kilometer. Menurut cerita warga setempat, di zaman dahulu Kedung Nganten merupakan tempat mempertemukan pasangan temanten sebagai suami-istri yang sah yang dilakukan seorang dukun,” Selain Sungai Kedung Nganten, juga terdapat Kedung Dukun, Kedung Pasangan, Kedung Ngaron, Kedung Kendil dan Kedung Dowo dan jembatan gantung yang menarik untuk wista tracking.
Nawung berada di Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan dengan jarak sekitar 25 kilometer dari kota Sleman. Meski Nawung belum berkembang, namun mulai dikenal wisatawan domestik dan mancanegara.
“Wisatawan mancanegara yang telah mengunjungi Kedung Nganten di antaranya dari Jerman, Belgia, dan Turki,”.  Wakidi berharap untuk lelbih menarik kedatangan wisatawan agar jalan Kabupaten yang saat ini kondisinya rusak sepanjang 4 km dapat segera diperbaiki untuk kenyamanan mengingat medan jalan yang naik turun dan berkelok-kelok sehingga membahayakan pengguna jalan bila tidak hati-hati dalam berkendara.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.