Arsip Kategori: Berita

15
Jul

Bupati Himbau Kepala Sekolah Awasi Implementasi Kurikulum Baru

Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, melantik sejumlah 39 kepala sekolah SMP dan SD di pendopo Parasamya Kamis 11 Juli 2013. Disampaikan Bupati bahwa menghadapi penerapan kurikulum 2013 yang akan segera diimplementasikan, bupati menghimbau kepada kepala sekolah untuk turut mengawasi implementasi kurikulum 2013 melalui sistem elektronik pemantauan implementasi kurikulum (EPIK) 2013. Di harapkan para kepala sekolah dan guru yang telah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan dapat segera mengimplementasikan EPIK untuk memantau distribusi buku serta memantau informasi pelaksanaan pelatihan dari Instruktur Nasional bagi Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, guru inti hingga guru sasaran. Sebagai kepala sekolah, saudara juga harus menjadi motor serta mengkoordinir para guru yang telah mengikuti sosialisasi kurikulum 2013 untuk dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat di lokasi sekolah masing-masing.

Pelantikan Kepala Sekolah yang dilaksanakan di awal tahun ajaran baru , merupakan langkah yang strategis dan tepat bagi para kepala sekolah yang baru dilantik ini melakukan penataan dan konsolidasi manajemen sekolah masing-masing. Saya berharap pada tahun depan  kinerja para kepala sekolah yang baru dilantik ini, dapat meningkatkan kualitas kelulusan siswa yang berada di Kabupaten Sleman. Di tahun depan diharapkan tidak hanya SMPN 4 Pakem saja yang mampu meraih nilai rerata UAN tertinggi di DIY, tetapi juga muncul sekolah baru yang rerata nilai Uan berada di 10 besar DIY. Kita harus optimis terhadap peningkatan kualitas pendidikan Di Kabupaten Sleman. Pada tahun ajaran 2012/2013 ini, rerata nilai UAN SD di Kabupaten Sleman cukup bagus. Sebanyak  44,04% dari 14.545 siswa SD  yang mengikuti ujian  memperoleh nilai uan 24 keatas. Jumlah siswa dengan nilai tersebut  merupakan 31,21 % dari seluruh siswa di DIY yang memiliki nilai 24 keatas. Untuk Rerata nilai UAN SMP, siswa yang memperoleh nilai UAN 32 keatas sebanyak  20,68 % dari jumlah siswa yang mengikuti ujian 12.838 siswa. Jumlah siswa dengan nilai tersebut  adalah 25,42% dari jumlah siswa di DIY yang memperoleh nilai 32 keatas.


Pada akhir tahun ajaran 2012/2013 sejumlah sekolah juga telah masuk dalam peringkat 10 besar tingkat provinsi diantaranya SMP N 4 Pakem, SMP N 1 Godean, SMP N 1 Sleman dan SMP N 4 Depok, SMK 2 Depok, SMK N 1 Depok, SMK N 1 Tempel dan SMK N 1 Godean. Pembangunan pendidikan di Sleman tidak hanya untuk peningkatan kualitas semata, tetapi juga diorien-tasikan pada pemerataan pendidikan. Salah satu komitmen Pemkab Sleman agar semua anak di Sleman berpendidikan minimal SMA/SMK keatas, adalah dengan fasilitasi bantuan penyelenggaraan pendidikan untuk siswa SMA dan SMK dari keluarga miskin dan rawan miskin. Berkaitan dengan hal tersebut, saya mengharapkan agar semua kepala sekolah segera mendata dan sekaligus membantu pengurusan administratifnya.


Pada kesempatan tersebut, seiring dengan pelaksanaan penerimaan siswa baru baik untuk tingkat SD, SMP, SMA dan SMK, Bupati meminta untuk dilaksanakan secara tertib sesuai regulasi yang telah ditetapkan yakni Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 60 Tahun 2011 tentang Larangan Pungutan Biaya serta Peraturan Bupati Sleman Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pedoman PPDB pada TK dan sekolah. Diharapkan tidak ada lagi keluhan dari masyarakat tentang adanya pungutan biaya-biaya dan juga penjualan seragam oleh sekolah. Seiring dengan makin seringnya muncul kasus kenakalan dan kriminalitas anak dan remaja di Sleman, seluruh sekolah di Sleman diminta untuk lebih meningkatkan pengajaran budi pekerti dalam sikap dan perilaku keseharian anak di sekolah. Selain itu juga memberikan pengetahuan tentang etika pergaulan serta bahaya-bahaya yang mungkin muncul. Penanaman nilai- nilai agama, moral, budi pekerti dan etika bagi anak didik harus terus menerus dilakukan.


Bupati sangat prihatin terhadap apa yang dialami anak kita Priya Pustipa Restanti siswi SMK YPKK dan Nanda Amdia Setyowati siswi SMP Negeri 3 Depok. Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua baik, guru, orang tua dan juga kita sebagai aparat pemerintah.


Sudah saatnya sekolah-sekolah terutama SMP dan SMA serta SMK juga memberikan pemahaman pada siswa  tentang literasi media elektronik dan juga sosial media.  Agar dari  diri siswa tumbuh kamauan dan kemampuan untuk melakukan selektivitas pemanfaatan media untuk hal-hal yang positif. Selain itu diharapkan Kepala sekolah dan guru meningkatkan komunikasi dengan orangtua siswa ataupun wali murid. Dengan maksud agar terwujud pengajaran dan pengawasan di lingkungan sekolah, keluarga yang sinergi. Ditambahkan pula bahwa problematika di lapangan masih banyak anak yang belum aktif untuk bertanya, mereka masih cenderung pasif. Padahaan anaak yang aktif bertanya biasanya anak yang justru cerdas.
15
Jul

Meski Diguyur Hujan, Warga Sambirejo Tetap Semangat Ikuti Safari Tarling

Safari Tarawih bupati Sleman yang berlangsung di Masjid Miftahul Huda Gunungsari Sambirejo Prambanan Kamis 11 Juli 2013 meskipun diguyur hujan tidak menyusutkan para pejabat pemkab Sleman dan masyarakat setempat untuk mengikuti sholat tarawih di masjid setempat. Mereka datang dalam guyuran hujan , bahkan halaman masjid sebagian basah meskipun masih bisa digunakan untuk sholat tarawih. Dengan kondisi masjid yang tidak terlalu luas tersebut dengan jamaah sekitar tiga ratusan sampai membludak di serambi dan halaman, mereka sangat antusias menyambut kedatangan bupati Sleman dan rombongan, meskipun tidak dihadiri bupatipun jamaahnya banyak.

Pada kesempataan tersebut bupati sleman Drs. Sri Purnomo menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Prambanan masih cukup tinggi yaitu sekitar 6,6 % dari total jumlah penduduk kecamatan prambanaan. Tercatat sejumlah 3.132 KK dari sejumlah 46.857 KK di kecamatan Prambanan, dan itu diperlukan usaha bersama antara masyarakat dan pemerintah secara sinergis dalam pengentasan kemiskinan. Masyarakat dapat mengakses berbagai bantuan melalui program percepatan dan perluasan perlindungan sosial, bantuan tersebut dapaat diakses melalui KPS (Kartu Perlindungan Sosial) untuk mengakses subsidi beras, PKH, bantuan siswa miskin dan BLSM. Lebih lanjut disampaikan bupati sleman bahwa subsidi beras bagi masyarakat sebesar 15 kg per rumah tangga miskin, bantuan tunai PKH sebesar Rp.2,4 juta pertahun untuk setiap rumah tangga sangat miskin. Disamping itu diberikan juga bantuan langsung sementara sebesar Rp. 150.000 per rumah tangga miskin perbulan yang diberikan selama 4 bulan. Sedang bagi siswa dari keluarga miskin dapat memperoleh Rp. 380.000 pertahun untuk siswa SD, Rp. 450.000 untuk siswa SMP dan Rp. 750.000 bagi siswa SMA.

Sementara bagi PKH yang putra putrinya belum terdaftar untuk mendapatkan bea siswa miskin dapat mengusulkan ke sekolah masing-masing untuk kemudian diproses di UPT pelayanan pendidikan di masing-masing kecamatan. Upaya tersebut juga harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk mengantisipasi agar anak yang belum mendapatkan akses pendidikan daapat segera dibantu baik melalui beasiswa miskin atau bantuan pendidikan dari pemkab sleman bagi anak-anak SMA dan SMK yang berasal dari keluarga miskin. Besarnya bantuan pendidikan bagi siswa SMA sebesar Rp. 2,4 juta persiswa per tahun, sedangkan bagi siswa SMK sebesar Rp.2,04 jt persiswa pertahun. Ditambahkan pula bahwa dengan meningkatnya angka kriminalitas, maaka masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dengan meningkatkan siskamling. Orang tua perlu memberikan pendidikan budi pekerti pada putar-putrinya sebagai bentuk penetrasi atas berbagai pengaruh media massa dan media sosial yang dikonsumsi anak-anak.

Pada kesempatan tersebut diserahpan pula berbagai bantuan berupa Kitab Suci Al’Quran, Iqro, Sajadah dan uang sejumlah Rp. 10.942.000 dari berbagai sumber antara lain dari BAZ kabupaten sleman, Kecamatan Prambanan, desa Sambirejo dll. Pada kesempataan tersebut bupati minta agar masyarakat yang mukenanya sudah jelek bahkan sobek tetapi terus dipakai karena tidak punya ganti untuk diberikan, dan yang lain untuk disediakan dan disiapkan di masjid apabila ada masyarakat umum yang akan memakai mengingat masjidnya ada di tepi jalan.
Sedangkan ustadz Makrus, S.Ag dalam tausiahnya antara lain menyampaikan bahwa ciri orang yang iklas antara lain bahwa dalam ibadahnya tidak terpengaruh cacian maupun sanjungan, mereka melupakan amal ketika beramal dan cari ganjaran amal nanti di akherat.

10
Jul

Usaha Hiburan Umum, Rumah Makan, Restoran dan Hotel Dihimbau Untuk Jaga Kondusifitas Bulan Ramadhan

Untuk menjaga kondusifitas penyelenggaraan usaha hiburan pada bulan Romadhon, Pemkab Sleman menetapkan peraturan bupati nomor 26 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan Umum, Rumah Makan, Restoran dan Hotel pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Perbup ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 3 Juli 2013.

Para penyelenggara usaha hiburan umum (café, karaoke, game net, game station, game centre, salon, spa, panti pijat/refleksi dan usaha lain yang sejenis) rumah makan, restoran dan hotel diharapkan untuk menjaga suasana kondusif dengan mengemas tampilan usahanya dalam nuansa islami. Disampaikan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman, Drs. Joko Supriyanto bahwa perbup tersebut menentukan usaha hiburan umum tutup mulai 1 (satu) hari sebelum hari pertama bulan Ramadhan yang ditetapkan oleh Pemerintah sampai dengan hari keenam bulan Ramadhan.

Sedangkan jam operasional usaha café, karaoke dan usaha lain yang sejenis dimulai pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB. Usaha game net, game station, game centre dan usaha lain yang sejenis dimulai pada siang pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB, malam pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB.  Salon, spa, panti  pijat/refleksi dan usaha lain yang sejenis dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Usaha hiburan tersebut juga tidak menyediakan minuman keras/minuman beralkohol serta menjaga ketertiban, keamanan dan ketentraman dalam penyelenggaraan kegiatan usahanya.  Pelaksanaan dan pengawasan terhadap terhadap ketentuan-ketentuan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dan Satuan Polisi Pamong Praja serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.