Arsip Kategori: Berita

7
Apr

Pameran Potensi Daerah dan Gelar Budaya Sleman Hadir Kembali

Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Pemkab Sleman, akan menyelenggarakan Pameran Potensi Daerah dan Gelar Ragam  Budaya Kabupaten Sleman tahun 2014 pada  tanggal 25 April sampai dengan 4 Mei 2014. Pameran Potensi Daerah dan Gelar  Ragam Budaya  secara rutin diselenggarakan di kompleks lapangan Denggung untuk  peringatan Hari jadi Kabupaten Sleman (15 mei) dan juga hari pendidikan

Ketua BPPS Jono Lesmana SE, M.Par mengatakan bahwa, Pameran Potensi Daerah dan Gelar Ragam Budaya Kabupaten Sleman yang dari tahun ke tahun  jumlah pengunjung terus meningkat akan dikemas sebagai salah satu event  wisata keluarga, tidak sekadar untuk sarana promosi potensi daerah dan sarana informasi dan komunikasi hasil pembangunan daerah kabupaten Sleman. Terlebih waktu  pelaksanaan pameran dan gelar budaya tersebut bersamaan dengan penyelenggaraan MTQ tingkat DIY  yang akan dipusatkan di Masjid Agung. Disisi lain event tersebut diharapkan sebagai ruang bagi Masyarakat Sleman untuk berkompetisi  menyiapkan diri menghadapi pasar bebas asean pada tahun 2015 nanti.

Berkenaan dengan hal tersebut, PPD dan Gelar Ragam Budaya Kabupaten Sleman th.2014 akan mengambil tema,  memanfaatkan produk lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Stand yang disiapkan kurang lebih 300 stand yang diperuntukkan bagi  instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Sleman dan binaanya, BUMD, Instansi Mitra Pemkab Sleman, lembaga pendidikan SD sampai dengan Perguruan tinggi, pengelola wisata, UKM, produk pertanian dan kuliner. Selain itu juga  diberikan ruang untuk permainan anak dan sektor informal.

Pendaftaran dilaksanakan mulai tanggal 7 April sampai tanggal 21 April. Tempat pendaftaran di Sekretarian Panitya PPD dan Gelar Ragam Budaya Kabupaten Sleman 2014 di Bagian Humas sekretariat  daerah Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut Jono Lesmana mengemukakan bahwa untuk gelar ragam  budaya akan dilaksanakan setiap malam selama pameran berlangsung dengan pementasan potensi seni  dari 17 Kecamatan yang ada di kabupaten Sleman.

Pada tahun ini akan dilakukan penataan stand dan alur pengunjung yang lebih baik dan lebih nyaman. Alur pengunjung akan melewati semua stand. Bahkan Panitya juga akan memberikan hadiah bagi penunjung yang akan diundi setiap akhir Gelar Ragam Budaya.

4
Apr

114 Peserta Ikuti Seleksi Dimas Diajeng Sleman

Sebanyak 114 (seratus empat belas) pendaftar tercatat sebagai peserta seleksi Dimas Diajeng Sleman 2014. Mereka yang berasal dari berbagai kabupaten/ kota se DIY tersebut terdiri atas 40 calon dimas dan 74 calon diajeng. Seleksi tertulis telah diselenggarakan pada Rabu 2 April 2014 di Museum Pendidikan Indonesia(MPI) UNY Yogyakarta untuk selanjutnya dipilih 60 peserta semifinalis. Demikian dinyatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM, Kamis 3 April 2014 di kantornya Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman Yogyakarta.
Ayu menambahkan bahwa sebelum menjalani tes tertulis seluruh peserta memperoleh pembekalan dengan 3 (tiga) materi, yaitu: Pengenalan Potensi Pariwisata Kabupaten Sleman oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM, Keistimewaan DIY oleh Aji Wulantara, SH dari Dewan Kebudayaan Sleman dan Ngadi Salira Ngadi Busana dari Kalithi Art and Wedding Organizer. Test tertulis tersebut terdiri atas 50 pilihan ganda dan 10 essay.
Usai test tertulis akan dipilih 60 peserta atau 30 pasang yang akan menjalani seleksi lanjutan. Mereka akan memperoleh pembekalan tentang bahasa Inggris pariwisata, bahaya narkotika, etika dan bahasa Jawa, psikologi, pose dan gesture. Usai pembekalan akan dilaksanakan seleksi interview untuk memperoleh 30 finalis atau 15 pasang dan akan diumumkan pada tanggal 10 April 2014.
Para finalis yang terpilih akan menjalani pembekalan yang sangat intens yang berupa workshop dan briefing, pemotretan, table manner, bakti sosial, kunjungan media partner, outbound, presentasi dan famtrip. Sebelum malam Grand Final yang akan dilangsungkan tanggal 16 Mei 2014 di Gedung Serba Guna UIN Yogyakarta, para finalis diwajibkan untuk menjalani karantina selama 4 (empat) hari.-
4
Apr

Dalam Pengembangan KLA, Sleman Fokus Pada Penguatan Kelembagaan Hingga Desa

Selama ini Pemkab Sleman berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Sleman. Komitmen ini diteguhkan dengan telah dicanangkannya Kabupaten Sleman menuju Kabupaten Layak Anak. Dengan demikian, dalam pengelolaan kebijakan diupayakan senantiasa pro terhadap anak. Sehingga diharapkan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta terpenuhinya hak-hak dan perlindungan anak.  Upaya yang mendukung terpenuhinya kebutuhan akan tumbuh kembang, hak-hak, dan perlindungan anak, harus terwujud disetiap jenjang wilayah dan pemerintahan, dari kabupaten, kecamatan, desa, pedukuhan bahkan hingga rumah tangga. Pengembangan KLA di Kabupaten Sleman difokuskan pada penguatan kelembagaan di tingkat Kecamatan dan desa.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, MSI saat membuka pelatihan konvensi hak anak Kabupaten Sleman tahun 2014, Selasa, 2 April 2014 di Hotel Savita Inn. Kamdanen Ngaglik. Dikatakan lebih lanjut Sleman telah membentuk 1 gugus tugas KLA Kabupaten, 17 Gugus tugas KLA Kecamatan, 6 Gugus tugas KLA Desa, 1 forum anak Kabupaten, 17 forum anak kecamatan, 8 forum anak desa, 1 forum penanganan korban kekerasan perempuan dan anak (FPK2PA), 17 FPK2PA Kecamatan dan 1 pusat pelayanan terpadu korban kekerasan perempuan dan anak (P2TP2A).  Pada tahun 2013 yang lalu Sleman masih bertahan pada penghargaan KLA tingkat pertama hasil dari verifikasi tim independent.

Untuk mengindikasikan kelayakan di kabupaten, kecamatan, desa, atau padukuhan Layak Anak, terdapat 31 indikator yang mampu mewakili terpenuhinya hak-hak anak sehingga dapat dikatakan menuju Kabupaten, kecamatan, desa, atau padukuhan Layak Anak. Substansi 31 indikator tersebut disarikan dari hak-hak anak yang diamanatkan dalam UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Konvensi Hak Anak (KHA) yang juga sudah diratifikasi Indonesia dengan Keppres 36 Tahun 1990, yang terdiri dari 5 (lima) kluster, yaitu: (1) hak sipil dan kebebasan; (2) lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif/pengganti; (3) kesehatan dasar dan kesejahteraan; (4) pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya; serta (5) perlindungan khusus.

Menurut Kepala Badan KB.PMPP Kabupaten Sleman, dr. Nurul Hayah, M.Kes selaku penyelenggara Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari yang diikuti oleh 100 orang peserta terdiri dari gugus tugas KLA Kabupaten 31 orang, Pendidik TK, SD, SMP, SMA/K 40 orang, petugas kesehatan 26 orang, kades inisiasi desa ramah anak 3 orang. Nara sumber utama yaitu Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementrian PPPA dan didukung nara sumber dari LPA (Lembaga Perlindungan Anak) dan LSPPA (Lembaga Study Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Yogyakarta serta dari BAPPEDA Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.