Arsip Kategori: Berita

13
Jan

Jamu Instan Kalisoro Mampu Merambah Supermarket

Jamu tradisional instan berskala produksi rumah tangga di Dusun Kalisoro, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, ternyata mampu menjadi salah satu unggulan usaha ibu rumahtangga di dusun tersebut. Kaum ibu yang tergabung dalam UPPKS Citrasari tersebut diketuai oleh Sri Indiarti Mukinah. Menurut bu Sri, pemasaran jamu instan tersebut sudah sampai swalayan dan supermarket besar seperti WS, Pamella &, Peni Asri dan lain sebagainya. Jenis jamu instan yang paling diminati pembeli adalah jamu peluntur lemak, kunir asam, dan jahe. Produksi jamu instan tesebut juga menempati rumah Sri Indiarti sejak  tahun 1997.

Memang diakui oleh Sri bahwa pada awal usahanya, pemasaran hanya di warung-warung sekitar desa serta pada pertemuan ibu-ibu PKK. Sejak itu usaha jamu instan tersebut berkembang hingga saat ini, dalam satu hari, rata-rata Sri dan anggota kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Citrasari bisa membuat tiga resep jamu dengan hasil sebanyak tiga kilogram. Setiap satu kilogram jamu kemudian dikemas dalam plastik menjadi 150 bungkus plastik kecil-kecil. Selama ini bahan baku kunyit, jahe, kencur selain dibeli di pasar, Sri juga menanam sendiri di halaman rumah. Satu pak jamu instan berisi lima bungkus dan dijual seharga Rp4.000 hingga Rp8.000.
Menurut Sri, keuntungan dari penjualan jamu instan tersebut memang tidak banyak, hanya sekitar Rp900.000 per bulan. Namun demian keuntungan tersebut dapat menjadi tambahan penghasilan ibu-ibu yang tergabung dalam UPPKS Citrasari.


12
Jan

Jumbara PMR, Wadah Pengabdian Masyarakat

 

Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota PMR Kabupaten Sleman maka PMI Kabupaten Sleman mengadakan Jumbara (Jumpa Bhakti dan Gembira) PMR (Palang Merah Remaja) se kab Sleman, Sabtu, 10 Januari 2014 dipusatkan di GOR Tridadi Sleman. Acara dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Sri Murni Rahayu dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Sukaptono, Ketua PMI Sleman dr. Sunartono, Mkes, dan pejabat lainnya.
Tri Joko selaku ketua panitia mengatakan kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan pengabdian kepada masyarakat, menjalin persahabatan antar anggota PMR dan membangun jejaring antar anggota PMR. Peserta sekitar 850 orang yang berasal dari 17 Kecamatan se Kab Sleman dengan komposisi anggota PMR mula/SD 170 anak, PMR madya/SLTP 255 anak, PMR Wira/SLTA 255 anak, pembina 85 orang dan pengurus PMI Jecamatan 85 orang. Kegiatan yang dilakukan meliputi jumpa dengan kegiatan diskusi panel tentang manajemen PMR, kegiatan Bakti yakni donor darah, kerja bakti bersih lingkungan padukuhan Paten dan Ngemplak Caban, peberian makan ramsum kepada siswa SLB dan kegiatan Gembira diisi kegiatan sosial tentang 7 materi pokok PMR yang dikemas dalam bentuk traveling/sirkuit meliputi pesan palang merah, kepemimpinan, ayo siaga bencana, pertolongan pertama, remaja sehat peduli sesama dan kesehatan remaja.
Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bupati mengatakan sebagai daerah yang memiliki potensi bencana, Kabupaten Sleman sangat membutuhkan relawan yang tanggap dan cekatan dalam upaya evakuasi tetapi juga mampu melakukan langkah preventif mengurangi korban bencana dengan membantu mensosialisasikan langkah-langkah yang ditempuh masyarakat jika terjadi bencana. Pemerintah Kabupaten Sleman selalu berupaya melakukan pembinaan dan sosialisasi yang mengarah pada Sekolah Siaga Bencana, sehingga, pembinaan PMR Kabupaten Sleman ke depan akan lebih efektif dan hasilnya dapat dirasakan langsung, baik oleh PMR itu sendiri maupun masyarakat
Keberadaan PMI beserta relawannya di setiap kejadian  bencana menjadi suatu kebutuhan dan harapan para korban bencana. Hal ini dirasakan masyarakat Sleman yang berada pada area rawan bencana seperti di lereng Merapi dan wilayah Sleman bagian timur dengan potensi bencana gempa bumi. Saya berharap dengan eksistensi yang dimiliki tersebut, kegiatan JUMBARA ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan kompetensi baik dalam hal tanggap kebencanaan maupun dalam berorganisasi. Dengan demikian PMI kedepan akan lebih maju dan semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat luas.
Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap PMI saat ini sudah baik. Hal ini terlihat salah satunya dari bulan dana PMI yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman pada Tahun 2014  yang lalu telah mampu menggalang dana sebesar  Rp.620,072 juta Jumlah ini melampaui target yang ditentukan yakni Rp. 500 juta atau mencapai 124%. Hal ini merupakan kondisi yang menggembirakan, tetapi juga sebagai tantangan yang harus dihadapi PMI untuk menjaga dan meningkatkan  kepercayaan masyarakat. Kedepan, tanggungjawab tersebut ada pada pundak kalian sebagai generasi anggota PMR yang nantinya akan meneruskan perjuangan PMI di masa mendatang
Untuk menyiapkan generasi yang siap dalam perputaran roda estafet organisasi, dalam pembinaan PMR tentu saja diperlukan persamaan persepsi dan komitmen oleh semua unsur yaitu pengurus,  pembina PMR, pelatih PMI, serta pihak terkait dalam pembinaan remaja atau anggota PMR.

 


9
Jan

90 Anak Terima Bantuan Sepeda Untuk Bersekolah

Sebanyak 90 anak putus sekolah dari keluarga kurang mampu yang selama ini bekerja disektor informal menerima bantuan sepeda dalam program pengurangan pekerja anak dalam mendukung program keluarga harapan kab Sleman. Bantuan diserahkan Bupati Sleman Jum’at, 9 Januari 2015 di Aula Nakersos disaksikan Wakil Ketua DPRD Sleman, Sofian Setyo Darmawan, Wakapolres, Kepala Dinas Nakersos, Direktur Bank Sleman dan pejabat Sleman lainnya.

Drs. Untoro Budiharjo, Kepala Dinas Nakersos menyampaikan bahwa bantuan dimaksudkan untuk mengurangi pekerja anak dan mendukung terciptanya  keluarga harapan melalui pengembalian anak ke dunia pendidikan. 90 anak tersebut selama satu bulan mendapatkan pembinaan kemudian masuk kembali ke sekolah formal dan informal sesuai keinginan mereka. Anak-anak tersebut terdiri dari anak yang kembali bersekolah formal 17 sebanyak anak, paket A sebanyak 11 anak, paket B sebanyak 50 anak, paket C sebanyak 3 anak dan paket C kejuruan sebanyak 9 anak.
Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI berharap, bantuan sepeda tersebut dapat semakin memotivasi anak untuk meneruskan pendidikan. Namun demikian yang lebih penting adalah bantuan tersebut merupakan wujud dukungan bagi anak-anak untuk menggapai cita-cita yang lebih tinggi sehingga juga diharapkan dapat membantu orangtua masing-masing di masa depan. Anak-anak kita ini merupakan salah satu potensi masa depan bagi kemajuan daerah dan masyarakat. Untuk itu mereka perlu didorong dan diberikan motivasi serta apresiasi agar terus berprestasi serta dapat mendorong anak-anak yang lain untuk mengikuti jejaknya. Terlebih lagi tanggungjawab akan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak hanya dipikul oleh pemerintah saja, melainkan tanggungjawab tersebut milik seluruh stakeholder yang ada. Hal ini dikarenakan pendidikan senantiasa menjadi perhatian utama dalam rangka memajukan kehidupan generasi sejalan dengan tuntutan masyarakat.
Pada tahun 2014, bantuan sepeda untuk keberlanjutan pendidikan bagi pekerja anak di Sleman diperuntukkan bagi 90 anak yang telah diseleksi dari 115 pekerja anak. Sedangkan untuk tahun 2015 telah didata oleh Dinas Nakersos sebanyak 147 pekerja anak yang kemudian juga akan diseleksi sebanyak 90 anak untuk menerima bantuan sepeda. Namun demikian Pemkab Sleman melalui Dinas Nakersos mencoba untuk mengusulkan anggaran tambahan agar bantuan yang diberikan juga semakin banyak.***


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.