Arsip Kategori: Berita

14
Nov

Guru dan Karyawan Sekolah Ikuti Pelatihan Siap Online

Pelatihan siap online bagi sekolah SMP dan SMA/SMK tersebut merupakan media yang strategis untuk peningkatan kapasitas SDM sebagai bentuk dari pelaksanaan reformasi birokrasi dalam upaya memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Pelatihan ini merupakan media untuk meningkatkan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi informasi pada salah satu sektor pelayanan publik. Sudah saatnya kita meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses birokrasi di Kabupaten Sleman dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Ini tentu saja diperlukan perhatian dan komitmen untuk mewujudkannya. Hal tersebut disampaikan bupati sleman Drs. Sri Purnomo saat membuka pelatihan siap Online bagi sekolah SMP dan SMA/SMK di Aula Perindakop Kamis 13  Nopember 2014. Bupati meminta semua peserta pelatihan SIAP Online ini untuk serius dalam mengikuti pembelajaran yang ada, yang nantinya dapat betul-betul mampu mengaplikasikan program yang ada dengan baik dan cepat. Saya harap program ini lebih dapat memberikan kemudahan pada masyarakat dalam mengakses informasi-informasi terkait pendidikan di Kabupaten Sleman. .

Proses pelayanan publik yang baik dapat diperoleh dengan meningkatkan kualitas aparatur pelaksana pelayanan tersebut. Upaya peningkatan SDM aparatur baik itu melalui diklat, bimtek, kursus maupun pelatihan-pelatihan khusus perlu terus kita tingkatkan. Sebab,  menjadi kewajiban bagi kita sebagai aparat untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut bupati minta agar selurah jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, sebagai aparat hendaknya benar-benar memahami dan mampu menerjemahkan secara seksama setiap kepentingan publik. Terlebih lagi implikasi dari tuntutan publik terhadap setiap pelayanan yang diberikan oleh pemerintah, senantiasa bermuara pada kepuasaan, transparansi dan akuntabel, yang menjadi indikator dari bentuk pelayanan publik yang prima. Hal ini tentunya juga menjadi tuntutan dan target dari penyelenggaraan pemerintahan.
Sedangkan Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Halim Sutono, SH melaporkan bahwa pelatihan diikuti oleh guru dan staf TU SMP dan SMA/SMK yang bertugas mengaplikasikan program SIAP Online. Pelatihan diikuti sebanyak 79 guru dan karyawan sekolah yang terbagi dalam 2 angkatan. Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Telkomsel TBK Wiltel DIY.


14
Nov

Komitmen Tidak Merokok dengan Cap Telapak Tangan

Hari Kesehatan Nasional ke 50 tahun 2014 adalah ulang tahun emas pembangunan kesehatan Indonesia yang harus bergerak dari pendekatan kuratif ke pendekatan promotif dan prefentif melalui PHBS dan gaya hidup sehat. Seluruh lapisan masyarakat diajak untuk turut ambil bagian dari peringatan HKN tersebut. Gaya hidup yang kurang bergerak aktif dan merokok yang cenderung tidak santun mengakibatkan menurunnya tingkat kebugaran jasmani dan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya. Upaya promotif dan prefentif perlu dilakukan dengan meningkatkan aktivitas visi dan penanaman komitmen untuk ciptakan udara bersih bebas asap rokok. Hal itu disampaikan dr. Mafilindati Nuraini, MKes Kepala Dinas Kesehatan Sleman dalam kegiatan senam sehat bugar dengan komitmen tidak merokok, Jum’at, 16 Nopember 2014 di lapangan Pemkab Sleman.

Komitment tidak merokok ini ditandai dengan cap telapak tangan kiri di atas kain putih sepanjang 20 meter, yang diawali oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI dan diikuti pejabat Sleman lainnya serta peserta senam dan gerak jalan. Komitmen ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dan kain cap telapak tangan akan dikumpullkan untuk diikutsertakan dalam rekor MURI.
Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan lomba gerak jalan antar instansi dalam  rangkaian kegaitan HUT KORPRI ke 43 tahun 2014, dengan pelepasan bendera star oleh Bupati Sleman, menempuh jarak sekitar 5 km mengelilingi Ibu kota Sleman Beran.
12
Nov

Ngayogjazz 2014 Digelar Kembali di Brayut, Sleman


Desa wisata Brayut di Pandowoharjo, Sleman kembali menjadi ajang gelaran Ngayogjazz 2014 yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 November 2014. Dijelaskan oleh Budi Utomo selaku pengelola desa wisata Brayut bahwa Ngayogjazz yang diikuti oleh pemusik jazz dari berbagai negara dan komunitas jazz berbagai kota tersebut merupakan kali kedua setelah tahun 2012 lalu. Menurut Budi, Brayut dipilih menjadi tuan rumah lagi karena Brayut dinilai lebih siap jika dibandingkan lokasi lainnya. Sebetulnya sebelum dipilihnya Brayut ini, telah ada lokasi yang telah dipilih pihak panitia namun dibatalkan karena suatu hal.
Momen ini tidak akan disia-siakan oleh desa wisata Brayut untuk bersiap diri dan berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik bagi penikmat musik jazz yang akan melihat Ngayogjazz di Brayut. Jika pada tahun sebelumnya gelaran Ngayogjazz di Brayut masih ada kekurangannya, Budi menjanjikan untuk memperbaikinya dan makin meningkatkan kesiapan Brayut kali ini, karena pagelaran Ngayogjazz bukanlah one man show namun merupakan kerja bareng berbagai pihak, masyarakat Brayut. Penyelenggaraan Ngayogjazz ini juga merupakan salah satu uapaya meningkatkan nilai Brayut, bahwa sebuah desa wisata bukan hanya lokasi/tempat wisata yang dinikmati masyarakat menengah kebawah namun juga mampu menjadi tujuan wisata dan lokasi event-event bergengsi.
Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ir. AAA Laksmidewi, MM menjelaskan bahwa dipilihnya Brayut sebagai lokasi Ngayogjazz tersebut merupakan satu kepercayaan yang harus dijaga dan diimbangi dengan profesionalisme dari pengelola desa wisata Baryut maupun warga masyarakatnya. “Tentunya ada hal-hal yang positif dari Brayut yang dilihat panitia sehingga terpilih lagi menjadi ajang Ngayogjazz ini”’ demikian jelas Ayu Laksmidewi. Para pengunjung Ngayogjazz tentunya tidak hanya menikmati musik jazz namun juga melihat hal-hal lainnya di Brayut. Hal tersebutlah yang dapat menjadi motivasi bagi warga Brayut untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung dan hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan  ke Sleman dan DIY pada umumnya.

Desa wisata Brayut di Pandowoharjo, Sleman kembali menjadi ajang gelaran Ngayogjazz 2014 yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 November 2014. Dijelaskan oleh Budi Utomo selaku pengelola desa wisata Brayut bahwa Ngayogjazz yang diikuti oleh pemusik jazz dari berbagai negara dan komunitas jazz berbagai kota tersebut merupakan kali kedua setelah tahun 2012 lalu. Menurut Budi, Brayut dipilih menjadi tuan rumah lagi karena Brayut dinilai lebih siap jika dibandingkan lokasi lainnya. Sebetulnya sebelum dipilihnya Brayut ini, telah ada lokasi yang telah dipilih pihak panitia namun dibatalkan karena suatu hal. Momen ini tidak akan disia-siakan oleh desa wisata Brayut untuk bersiap diri dan berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik bagi penikmat musik jazz yang akan melihat Ngayogjazz di Brayut. Jika pada tahun sebelumnya gelaran Ngayogjazz di Brayut masih ada kekurangannya, Budi menjanjikan untuk memperbaikinya dan makin meningkatkan kesiapan Brayut kali ini, karena pagelaran Ngayogjazz bukanlah one man show namun merupakan kerja bareng berbagai pihak, masyarakat Brayut. Penyelenggaraan Ngayogjazz ini juga merupakan salah satu uapaya meningkatkan nilai Brayut, bahwa sebuah desa wisata bukan hanya lokasi/tempat wisata yang dinikmati masyarakat menengah kebawah namun juga mampu menjadi tujuan wisata dan lokasi event-event bergengsi.  Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ir. AAA Laksmidewi, MM menjelaskan bahwa dipilihnya Brayut sebagai lokasi Ngayogjazz tersebut merupakan satu kepercayaan yang harus dijaga dan diimbangi dengan profesionalisme dari pengelola desa wisata Baryut maupun warga masyarakatnya. “Tentunya ada hal-hal yang positif dari Brayut yang dilihat panitia sehingga terpilih lagi menjadi ajang Ngayogjazz ini”’ demikian jelas Ayu Laksmidewi. Para pengunjung Ngayogjazz tentunya tidak hanya menikmati musik jazz namun juga melihat hal-hal lainnya di Brayut. Hal tersebutlah yang dapat menjadi motivasi bagi warga Brayut untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung dan hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan  ke Sleman dan DIY pada umumnya. 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.