Arsip Kategori: Berita

17
Oct

Ratusan Siswa TK dan PAUD Peringati Hari Cuci Tangan Sedunia

Ratusan siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Kecamatan Depok peringati Hari Cuci Tangan Sedunia (HCTS) di Kantor Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (16/10). Kegiatan peringatan HCTS tersebut diisi dengan sosialisasi terkait menjaga kebersihan dan kesehatan melalui hal kecil yaitu mencuci tangan.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang turut hadir dalam kegiatan tersebut  menyampaikan bahwa mencuci tangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. “Mencuci tangan merupakan salah satu hal penting, karena faktanya banyak penyakit yang disebabkan oleh tangan yang kotor. Misalnya, diare,” jelas Sri Muslimatun. Menurut Sri Muslimatun, mencuci tangan merupakan kebiasaan baik yang bagus untuk dibudayakan dan diterapkan pada keseharian anak-anak. Ia menuturkan bahwa kebiasaan tersebut bisa diajarkan kepada anak-anak oleh orangtua maupun guru di Sekolah. Selain itu, dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun juga ikut serta dalam memberikan simulasi mencuci tangan yang baik dan benar di hadapan para siswa TK dan Paud yang hadir.

Dalam kegiatan peringatan tersebut, tampak hadir pula Camat Depok, Abu Bakar dan Kepala Puskesmas 3 Kecamatan Depok, Toto Suharto. Kepala Puskesmas 3 Kecamatan Depok, Toto Suharto dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa selain kegiatan peringatan HCTS yang diikuti oleh anak-anak TK dan Paud, Kecamatan Depok bersama dengan Puskesmas 3 Kecamatam Depok juga menyelenggarakan sosialisasi Gizi Seimbang bagi para orangtua dan guru. Turut menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi tersebut yaitu Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun dengan materi yang disampaikan terkait pentingnya gizi yang perlu dipenuhi oleh setiap anak dalam masa pertumbuhan.

16
Oct

Wabup Sleman, Ajak Pemasaran Hasil Pertanian Lewat Online

Peningkatan usaha pertanian tidak hanya menekankan pada kemampuan produksi semata, namun juga bagaimana teknik pemasarannya. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun saat membuka  Gelar Potensi di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Penyuluh Pertanian, Pangan, dan Perikanan (UPTD BP4) wilayah I, Moyudan, Sleman pada Selasa (15/10/19). Menurutnya kegiatan gelar potensi yang diselenggarakan secara terpadu dapat menjadi even yang strategis dan terintegrasi dalam mengembangkan jaringan pasar bagi produk-produk pertanian. “Bahkan dengan kemudahan media online saat ini tengah menjadi trend dunia usaha tentunya membuka pangsa pasar produk pertanian,” kata Muslimatun.

Muslimatun mengatakan bahwa kegiatan gelar potensi  pertanian mendukung terwujudnya swasembada pangan. Kegiatan ini juga dapat memperpendek rantai pemasaran yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menambahkan bahwa sektor pertanian, perikanan dan pangan di Kabupaten Sleman saat ini masih menjadi sektor unggulan dalam dinamika dan struktur perekonomian daerah. Pada tahun 2018 produksi sebanyak 249.863 ton dan konsumsi masyarakat Sleman 172.492 ton, surplus beras di Kabupaten Sleman pada tahun 2018 yaitu sebanyak 78.867.75 ton dengan luas lahan sawah yaitu 18.137 Ha.

Angka ketersediaan ikan perkapita per tahun di Kabupaten Sleman pada tahun 2018 sebesar 33,99kg perkapita per tahun meningkat 3,16% dibanding dengan tahun 2017 sebesar 32,95 kg perkapita per tahun. “Tingkat ketersediaan ikan konsumsi di Sleman Iebih tinggi dibandingkan dengan tingkat ketersediaan ikan konsumsi di DIY yaitu sebesar 32,16kg per kapita untuk tahun 2018. Nilai Tukar Petani meningkat 11,97 dari 107,05 di tahun 2017 menjadi 119,02 di tahun 2018,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Heru Saptono menyampaikan harapannya dengan diselenggarakan Gelar Potensi ini dapat mendekatkan produsen dan konsumen sehingga terjadinya transaksi dalam jumlah besar. “KWT yang sudah bisa menghasilkan produk ini lebih dekat ke konsumen harapannya nanti dapat meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Moyudan,” tutur Heru.

16
Oct

Tangkal Radikalisme, MUI Sleman Adakan Seminar Pancasila

Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sleman mengadakan seminar dengan tema “Pancasila sebagai Perekat Kerukunan Umat”, Selasa (15/10), di Aula Bappeda Sleman. Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Seminar ini diikuti sebanyak 80 orang tokoh agama dan pimpinan lembaga keagamaan di Kabupaten Sleman. Diharapkan dengan diselenggarakannya seminar ini seluruh komponen masyarakat, terutama para tokoh masyarakat, dapat menjadi pelopor terealisasinya nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Sri Muslimatun dalam pidatonya mengatakan bahwa masyarakat yang kurang memahami nilai-nilai Pancasila akan cenderung bersikap individualistis. Selain itu kurangnya pengetahuan tentang Pancasila juga dapat membuat masyarakat kehilangan pegangan di tengah arus informasi global yang begitu deras.

“Pancasila harus terus menjadi a living ideology dalam menjawab tantangan masa depan”, ungkapnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati Sleman menyebutkan bahwa Pancasila juga dapat menangkal ancaman radikalisme dan ekstrimisme. Maka dengan adanya seminar ini diharapkan para tokoh masyarakat dapat mengedukasi masyarakat agar semakin mencintai Pancasila sebagai ideolagi Negara. Sebab menurutnya bukan tidak mungkin akan muncul ide-ide untuk mengganti ideologi Pancasila jika tidak masyarakat tidak diedukasi dengan baik.

“Terlebih di Sleman ini ada sekitar 25 persen yang tidak ber-KTP Sleman. Ini juga tanggung jawab kita bersama”, jelasnya.

Sementara Arif Mahfud selaku Sekretaris Umum MUI Sleman menjelaskan kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempersiapkan Pemilukada tahun 2020 agar berjalan damai. Maka menurutnya harus ada persamaan persepsi antar pemangku kepentingan agar kerukunan umat di masyarakat dapat terwujud.

“Ini sesuai dengan intruksi bapak Bupati Sleman untuk menciptakan kondisi yang harmonis. Maka salah satu peran MUI adalah mengumpulkan tokoh-tokoh agama”, tutur.

Pada kesempatan tersebut dihadirkan pula sejumlah narasumber, di antarnya Drs. H. Parwoto, MM (MUI Sleman), Drs. KH. Abdul Majid, M.Ag. (MUI Sleman) dan Joko Susilo (Polres Sleman).

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.