Arsip Kategori: Berita

21
Aug

Bupati Kukuhkan Sidoarum Sebagai Desa Tangguh Bencana

Bupati Sleman, Sri Purnomo kembali mengukuhkan Desa Tangguh Bencana (Destana). Kali ini Desa Sidoarum, Kecamatan Godean dikukuhkan yang disertai dengan pengukuhan tim Destana Sidoarum sebanyak 30 orang di Lapangan Stadion Sidoarum, Selasa (20/8). Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi seluruh anggota Tim Destana Sidoarum yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Haenry Dharma Wijaya melaporkan bahwa pembentukan Destana merupakan upaya dalam penguatan kelembagaan masyarakat untuk mengurangi resiko bencana serta sebagai wujud kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

“BPBD Kabupaten Sleman berusaha mengimplementasikan penguatan kelembagaan masyarakat tersebut dengan mensinergikan berbagai elemen yaitu Pemerintah, Masyarakat, dan Pengusaha agar bisa terwujud masyarakat Sleman yang tanggap, tangkas dan tangguh dalam menghadapi bencana,” katanya.

Lebih lanjut, Haenry juga memaparkan bahwa dengan dikukuhkannya Desa Sidoarum sebagai Destana, jumlah Destana di Kabupaten Sleman bertambah menjadi 51 Destana yang telah dibentuk dan dikukuhkan. Selain pengukuhan Tim Destana, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan gladi lapang oleh BPBD Kabupaten Sleman dengan skenario bencana angin kencang. Sebanyak 200 orang terlibat dalam pelaksanaan gladi lapang tersebut.

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut tampak menyaksikan secara langsung kegiatan gladi lapang. Menurutnya, kegiatan gladi lapang merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk melakukan persiapan dalam menghadapi bencana alam khususnya di Desa sidoarum dengan potensi bencana angin kencang.

“Selain itu pelaksanaan gladi ini juga sebagai langkah untuk menyamakan persepsi dan mematangkan koordinasi antar instansi terkait penanganan bencana. Dalam menyikapi kejadian bencana, pada saat ini kita tidak lagi bersikap responsif namun sudah menuju preventif yaitu pengelolaan resiko bencana,” katanya.

Sri Purnomo menilai, peran aktif masyarakat, tim relawan, dan para pemangku kepentingan sangatlah penting dalam melakukan mitigasi bencana  alam yang ada di Kabupaten Sleman. Maka dari itu, Sri Purnomo mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana.

“Adanya dampak yang lebih besar dalam peristiwa bencana terjadi diantaranya karena kurangnya pengetahuan kita tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.” Pungkasnya.

20
Aug

POR KORPRI Sleman Meriahkan Peringatan HUT Ke 74 RI

Pekan Olah Raga Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (POR KORPRI) Kabupaten Sleman kembali digelar dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI dan menyongsong HUT ke-48 KORPRI Tahun 2019. Tema yang diangkat dalam POR KORPRI Sleman tahun ini adalah “Dengan Pekan Olah Raga KORPRI, Kita Ciptakan SDM Unggul menuju Indonesia Maju”.

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, Senin (19/8), di GOR Pangukan, Sleman. Ada sebanyak 1.197 atlet anggota KORPRI, baik dari unit KORPRI OPD Kabupaten, unit instansi vertikal, unit kecamatan, unit BUMD, dan Sub Unit UPT Pelayan Pendidikan turut serta memeriahkan kegiatan ini. Sedangkan cabang olahraga yang dipertandingkan ada enam cabang, yakni Bola Voli, Futsal, Catur, Tenis Meja, Tenis Lapangan dan Bulu Tangkis. Seluruh cabang olahraga, selain catur dan tenis lapangan, dibagi menjadi kategori putra dan putri.

Sri Purnomo dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini berguna untuk merefresh pikiran dan meningkatkan kebugaran tubuh para anggota KORPRI di Kabupaten Sleman. Ia berharap dengan diadakannya kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas kinerja ASN. Disamping itu, kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturrahmi antar angota KORPRI Kabupaten Sleman.

“Kebersamaan dan kekompakan merupakan salah satu kunci mewujudkan kinerja yang lebih baik ke depannya”, jelasnya.

Sementara Ketua Bidang Administrasi Dewan Pengurus KORPRI Sleman, Suyono, SH. M.Hum., melaporkan bahwa POR KORPRI Kabupaten Sleman Tahun 2019 digelar mulai tanggal 19 Agustus hingga 13 September 2019. Dikatakan pula bahwa pertandingan akan digelar di beberapa tempat, diantaranya di GOR Pangukan Sleman, lapangan Futsal Paragon Jalan Kabupaten, Aula Bappeda Sleman, Balai Desa Pandowoharjo dan lapangan Tenis Indoor Tridadi Sleman.

“Maksud dan tujuan acara ini ialah untuk memacu dan memotivasi pegawai melalui olahraga dalam rangka optimalisasi pengembangan potensi pegawai”, kata Suyono.

Tak hanya mempertandingkan cabang olahraga prestasi, dalam POR KORPRI ini juga mempertandingkan olahraga tradisional. Kegiatan yang digelar atas kejasama Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Sleman dengan Dinas Pemudan dan Olahraga ini diadakan pada tanggal 13 Agustus 2019 bertempat di lapangan Pemkab Sleman. Pertandingan ini diikuti oleh pegawai utusan unit KORPRI se-Kabupaten Sleman. Cabang Olah Raga yang dipertandingkan dalam acara ini adalah gobag sodor, balap egrang, tarik tambang, balap bakiak dan senam kreasi.

19
Aug

HUT Ke-74 RI, Ratusan Napi Terima Remisi

Pada momen perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia, sejumlah Narapida di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sleman memperoleh Remisi Umum 17 Agustus. Sebanyak 137 Narapidana disetujui memperoleh Remisi Umum dan 9 orang bebas setelah mendapatkan Remisi Umum II. Surat Keputusan remisi diserahkan langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo kepada perwakilan napi di halaman Lapas IIB Sleman pada Rabu (17/8/19).

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan pemberian remisi tersebut merupakan salah satu apresiasi Pemerintah kepada para warga binaan karena telah menunjukkan prestasi, dedikasi, dan disiplin tinggi dalam mengkuti program pembinaan serta telah memenuhi syarat yang ditentukan pada PP No. 99 Tahun 2012 dan Keputusan Presiden RI Nomor 174 Tahun 1999 tentang remisi.

Ia berpesan kepada seluruh warga binaan untuk menunjukkan sikap dan prilaku yang lebih baik lagi dalam mengikuti seluruh tahapan, proses, kegiatan pembinaan dimasa yang akan datang.

“Lebih khusus kepada warga binaan yang mendapatkan remisi dan sekaligus mendapatkan kebebasan untuk kembali ke tengah keluarga, selamat menjalani kebersamaan ditengah keluarga, jadilah insan yang baik, hiduplah dalam tata nilai kemasyarakatan yang baik, taat peraturan dan mulai berpartisipasi aktif dalam pembangunan sebagai warga negara yang baik,” katanya.

Iapun berpesan kepada Lembaga Pemasayarakatan sebagai bagian dari sistem pemidanaan dan tata peradilan pidana memiliki kewajiban untuk membentuk warga binaan menjadi manusia yang lebih baik dan mendorong utnutk memajukan ekonomi kreatif.

“Terlebih Rutan dengan Model Human Capital yang dapat mendorong warga binaan untuk memajukan ekonomi kreatif, dengan demikian paradigma lapas dapat diubah dari Lembaga Pembinaan yang destruktif menjadi pranata sosial yang konstruktif,” katanya.

Tidak kalah penting menurutnya komunikasi yang efektif antara petugas dan warga binaan perlu dipelihara sehingga petugas tahu apa yang menjadi tuntutan warga binaan dan sebaliknya agar sistem pemasyarakatan dapat tercapai.

Pada kesempatan tersebut juga Pemkab Sleman menerima hasil karya kerajinan kayu warga binaan Lapas Cebongan berupa Kentongan dengan ukiran Punokawan yang diserahkan oleh Kalapas Cebongan kepada Bupati Sleman.

Sebelumnya pemberian remisi, seluruh Jajaran Pejabat, ASN, TNI/Polri dan akademisi Kabupaten Sleman mengikuti Upacara Bendera Peringatan 74 Tahun Detik -Detik Proklamasi Republik Indonesia di Lapangan Denggung dan Bupati Sleman Sri Purnomo menjadi Inspektur dalam upacara tersebut

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.