Arsip Kategori: Berita

18
Feb

Puluhan Stand Ramaikan Sleman Hebat

Sleman Hebat resmi dibuka oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, Sabtu (16/2), di Taman Kuliner Condongcatur, Depok, Sleman. Acara dibuka secara simbolis dengan memukul kentongan secara bersama-sama. Sri Purnomo sangat mengapresiasi dengan diadakannya event tersebut. Menurutnya di masa-masa low season seperti saat ini, Sleman mampu mengadakan acara untuk menarik kunjungan pariwisata. “Ini kan masih sedikit destinasi wisata. Dengan event ini kita harapkan mampu menarik wisatawan untuk datang ke Jogja pada umumnya, dan Sleman khususnya”, ucap Bupati Sleman.

Disamping itu event Sleman Hebat ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dikatakan kurang lebih ada 80 stand yang ikut meramaikan event tersebut. “Macam-macam di sini, ada kuliner, fashion, seni dan lainnya”, jelas Sri Purnomo.

Sementara Tri Endah Yitnani selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman mengungkapkan bahwa avent ini baru pertama diadakan. Dia berharap Sleman Hebat  dapat menjadi pemantik gairah kunjungan pariwisata serta mempromosikan hasil kerajinan masyarakat Kabupaten Sleman. “Saya harap menjadi acara tahunan, dan ke depannya akan kita persiapkan lebih matang lagi”, tuturnya.  Sleman Hebat merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Kadin Kabupaten Sleman. Event ini diadakan dalam rangka turut menyemarakkan event Jogja Heboh. Acara yang baru pertama kali diadakan ini digelar selama 5 hari, yakni mulai tanggal 16 sampai 20 Februari 2019.

18
Feb

Ajarkan Anak Berani Sampaikan Aspirasi, DP3AP2KB Adakan Pelatihan Public Speaking

Komunikasi mempunyai peran penting dalam era globalisasi ini. Tidak hanya sekedar proses menyampaikan informasi semata, namun cara berkomunikasi yang baik juga perlu diberikan terutama pada generasi muda. Menyadari pentingnya hal tersebut, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan Public Speaking bagi Forum Anak Sleman (Forans).

Kepala Dinas P3AP2KB yang diwakili oleh Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, Sri Budiyantiningsih mengatakan bahwa kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Prima SR, Beran, Sleman pada Minggu (17/2/19) ini bertujuan untuk melatih dan membiasakan forum anak agar mampu berbicara di depan umum dengan baik. Selain itu juga untuk mendorong forum anak agar mampu menyampaikan aspirasinya dan berpartisipasi dalam proses pembangunan.

Menurutnya, dalam mewujudkan Kabupaten Sleman Layak Anak , berbagai kebijakan, program dan kegiatan telah dibuat dan dilaksanakan di seluruh tingkatan wilayah. Namum perlindungan dan pemenuhan hak anak masih terus perlu ditingkatkan. Oleh karenanya meningkatkan peran dan fungsi Forum Anak dalam pengarusutamaan hak anak menjadi alternatif solusi. “Sehubungan dengan hal tersebut, maka pelatihan ini perlu kita lakukan untuk meningkatkan kapasitas Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor agar memiliki pengetahuan dan kecakapan berbicara di depan umum,” jelasnya.

Rahmatul Ummah, salah satu peserta dari Forum Anak Kecamatan Godean mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat sekali bagi dirinya. Pasalnya dalam kehidupan sehari-hari di luar kegiatan Forans, Ia dan anggota Forans yang lain belum tentu mendapat ilmu public speaking. Menurutnya pelatihan public speaking ini sangat penting untuk belajar berbicara dan mengaspirasikan pendapat di depan umum serta ketika melakukan suatu presentasi. “Pelatihan semacam ini penting menurut saya, karena pinter tapi nggak bisa omong itu percuma saja. Mending ilmu masih standar tapi kita tidak malu bertanya dan pede mengutarakan pendapat itu lebih bermanfaat,” tuturnya.

Dalam pelatihan tersebut Dinas P3AP2KB mengundang 50 orang Forans yang terdiri dari 34 orang Forum Anak Kecamatan dan 16 Forum Anak Desa. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dan fasilitator dari Yayasan Satu Nama dan Yayasan Samin.

13
Feb

Jelang Pemilu, Sri Muslimatun Himbau Pemuda Jaga Situasi Tetap Kondusif

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan pembinaan tokoh-tokoh pemuda Islam, Rabu (13/2/19) bertempat di Aula lantai III Kantor Setda Kabupaten Sleman. Pembinaan ini dalam rangka menyamakan persepsi tokoh-tokoh pemuda Islam dalam memahami toleransi intern maupun antar umat beragama.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sleman, Iriansya menjelaskan latar belakang penyelenggaraan kegiatan tersebut karena pemuda merupakan aset bangsa yang tidak ternilai harganya. Kemajuan suatu bangsa juga tergantung bagaimana pemudanya bertindak. Selain itu keberagaman yang ada seharusnya tidak menjadi penghalang untuk menjalin persaudaraan.

Ia menjelaskan bahwa dalam Islam, pemuda memiliki peranan penting sebagai motor penggerak dan pembentuk unsur dinamisasi, motivasi, inovasi dalam mengembangkan dan meningkatkan peradaban kemajuan umat Islam. “Selain itu para pemuda Islam juga diharapkan menjadi motor penggerak ukhuwah Islamiyah dan pelopor toleransi dalam perspektif agama Islam, bangsa dan negara,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang hadir membuka acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan forum yang sangat penting untuk membangun komunikasi Pemerintah Daerah dengan ormas-ormas pemuda Islam di Kabupaten Sleman. Menurutnya acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kemampuan ormas-ormas dalam memahami agamanya.

“Diharapkan melalui kegiatan ini para ormas  dapat saling berkoordinasi dan mengupayakan langkah-langkah konkrit agar situasi di Kabupaten Sleman ini tetap aman, nyaman dan kondusif terutama menjelang pesta demokrasi yang akan berlangsung pada bulan April 2019,” harap Muslimatun. Senada dengan Iriansya, Muslimatun mengatakan bahwa tidak bisa dipungkiri pemuda merupakan komponen bangsa. Oleh karena itu pemuda harus berpartisipasi dalam memperkuat negara secara ideologis sebagai upaya memperkuat landasan pembangunan yang akan datang. “Peran dan pengaruh ormas-ormas pemuda Islam sangatlah besar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tidak hanya untuk saat ini, tetapi sejak jaman dahulu kala. Negara ini ada juga karena pemuda. Negara ini tetap kondusif karena pemuda,” jelasnya.

Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh 75 orang dari unsur ormas pemuda Islam seperti Pemuda Muhammadiyah, Aisyiyah, Nahdatul Ulama, GP Ashor dan Fatayat NU. Pembinaan ini menghadirkan narasumber Drs. H. Harjaka (Ketua DPD Muhammadiyah Kabupaten Sleman), Drs. H. Ismail (Ketua Cabang NU Kabupaten Sleman) dan Dr. H. Muhsin Kalida, S.Ag., MA (Dosen UIN).

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.