Arsip Kategori: Berita

12
Apr

Bupati Sleman Apresiasi Pelaksanaan Vaksinasi Drive Thru Di Prambanan

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, memantau kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan secara drive thru di area candi Prambanan, Jumat (9/4). Kegiatan ini diinisiasi oleh perusahaan aplikasi kesehatan Halodoc bekerjasama dengan PT. TWC (Taman Wisata Candi) Prambanan.

Pada kesempatan tersebut, Kustini melihat langsung pelaksanaan vaksinasi secara drive thru ini. Menurutnya program ini sangat baik, sebab memudahkan masyarakat dalam melaksanakan vaksinasi tanpa harus turun dari kendaraan. Untuk itu, Kustini menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada pihak pelaksana yang telah melaksakan vaksinasi secara humanis, namun tetap memenuhi standar kesehatan yang ada.

“Harapan saya kegiatan seperti ini, ke depannya dapat dilaksanakan kembali”, ujarnya.

Sementara Penanggungjawab Vaksinasi Drive Thru di Prambanan, M. Ikbal Hauda, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan selama lima hari, yani mulai hari Senin tanggal 5 April lalu hingga Jumat tanggal 9 April 2021. Dari pelaksanaan vaksinasi ini ditargetkan mampu menyasar 5000 orang. Menurutnya ada tiga kategori profesi yang diprioritaskan dalam vaksinasi kali ini, yakni pelayan publik, pelaku pariwisata dan transportasi publik.

“Untuk vaksinasi dosis kedua akan kita lanksanakan 28 hari ke depan setelah ini”, kata Ikbal.

Selain itu menurutnya vaksinasi ini menyasar warga Sleman dan domisisli sleman, dan minimal berusia 18 tahun. Masyarakat cukup mendaftar melalui aplikasi halodoc dan mengunggah persyaratan yang dibutuhkan.

10
Apr

GOW Sleman Berikan Pembinaan Busana Mataram Gagrak Ngayogyokarto Pada Anggotanya

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sleman bersama Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman selenggarakan Pembinaan GOW Kabupaten Sleman tahun 2021 di Joglo Abiyasa, Tangisan, Banyurejo, Tempel pada Rabu (7/4/2021). Pembinaan tersebut diisi dengan materi pengenalan Busana Mataram Gagrak Ngayogyokarto dengan narasumber Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman dan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati.

Faisal Nur Singgih, narasumber dari HARPI Melati menjelaskan bahwa  busana Mataram Gagrak Ngayogyokarto menurutnya ada ciri khusus mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Salah satu yang mudah dikenali baik untuk busana laki-laki maupun perempuan adalah penggunaan  kain jarik.

“Jarik untuk Ngayogyokarto tepi kain atau seret berwarna putih dan ketika dipakai, seret tersebut terlihat baik untuk laki-laki maupun perempuan,” jelasnya.

Menurutnya, dalam penggunaan busana gagrak Ngayogyokarto tersebut terdapat hal-hal yang diperbolehkan dan dilarang. Seperti misalnya penggunaan kain jarik bermotif Parang Barong yang tidak bisa digunakan oleh sembarang orang. Pasalnya motif tersebut hanya digunakan oleh Raja Kraton Yogyakarta.

Dalam acara tersebut, HARPI Melati juga mengenalkan macam-macam motif kain jarik dan penggunaannya serta aksesoris atau atribut yang digunakan pada busana Mataram Gagrak Ngayogyokarto.

Sementara itu Penasehat Utama GOW Kabupaten Sleman, R.Ay Sri Hapsari Suprobo Dewi berharap kegiatan pelatihan semacam ini untuk terus dilanjutkan. Pasalnya banyak masyarakat belum banyak tahu mengenai ‘pakem’ penggunaan busana Mataram Gagrak Ngayogyokarto.

“Penggunaan busana Mataram Gagrak Ngayogyokarto ini tidak harus mahal, tapi pantes dan sesuai pakem yang ada,” jelas perempuan yang akrab disapa Sari Danang Maharsa tersebut.

Ia berharap anggota GOW dapat menularkan ilmu yang didapatkan pada masyarakat luas. Hal ini supaya budaya Jawa dapat terus dilestarikan seiring perkembangan jaman.

9
Apr

TP PKK Sleman Peringati HKG Ke-49

Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman menggelar peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-49, Kamis (8/4), bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Turut hadir pada kegiatan ini Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Wakil Ketua I TP PKK DIY GKBRAy Paku Alam X, dan Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Ny.R.Ay.Sri Hapsari Suprobo Dewi, SE.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman juga berkesempatan menyerahkan penghargaan kepada 17 kader PKK seluruh kapanewon se-Kabupaten Sleman. Penghargaan tersebut menurutnya adalah bentuk apresiasi Pemerintak Kabupaten Sleman atas peran aktif PKK di tengah masyarakat. Menurutnya PKK mempunyai peran yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat, khususnya keluarga. Menurutnya kesejahteraan keluarga menjadi tujuan utama PKK. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang akan berpengaruh besar terhadap kinerja pembangunan dalam mendukung program-program pemerintah.

“Dari keluarga yang sejahtera ini, maka tata kehidupan berbangsa dan bernegara akan dapat melahirkan ketentraman, keamanan, keharmonisan, dan kedamaian. Dengan demikian, kesejahteraan keluarga menjadi salah satu tolak ukur dan barometer dalam pembangunan dengan program-program pemerintah”, jelasnya.

Lebih lanjut Kustini juga menyebutkan bahwa PKK juga mempunya posisi yang penting untuk dapat membantu pemerintah mengatasi pandemi, serta permasalahan kesehatan nasional lainnya. Sebab gerakan PKK menurutnya merupakan gerakan pembangunan masyarakat yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat demi terwujudnya keluarga sehat dan sejahtera.

“Oleh karena itu, di masa pandemi sekarang ini, diharapkan peran TP PKK untuk selalu mengingatkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan”, kata Kustini.

Risni Karnasih selaku ketua panitia acara melaporkan bahwa Tema HKG PKK ke-49 tahun 2021 adalah “Keluarga Pelopor Perubahan Indonesia Maju”. Menurutnya peserta yang hadir pada acara peringatan HKG PKK ke-49 ini diantaranya terdiri dari 17 ketua tim penggerak PKK Kapanewon se-Kabupaten Sleman, 17 kader PKK Kapanewon se-Kabupaten Sleman, 35 pengurus tim penggerak PKK Kabupaten Sleman.

Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta yang lain dari PKK Kapanewon se-Kabupaten Sleman dan 86 PKK Kalurahan se-Kabupaten Sleman secara daring melalui YouTube TV Sleman. Kegiatan tersebut diisi dengan paparan terkait vaksinasi oleh dr. Probosuseno, Sp.PD-KGer (K).

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.