Arsip Kategori: Berita

28
Mar

25 Puskesmas Sleman Menerima Bantuan APD dan Desinfektan

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan serahkan 60 unit alat penyemprot disinfektan pada 25 Puskesmas di Kabupaten Sleman. Penyerahan dilakukan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun  didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman bertempat di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (27/3/2020).

Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo mengatakan penyerahan alat penyemprot tersebut untuk kepentingan penyemprotan disinfektan dalam upaya penanggulangan dan pemutusan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Alat penyemprot ini dibagikan ke Puskesmas yang kemudian diserahkan pada masing-masing kecamatan untuk digunakan bersama relawan.

“Alat ini kami serahkan pada puskesmas Karena penggerak utama kegiatan ini ada di kecamatan, tapi secara administratif barang-barang tersebut menjadi asset Dinkes Sleman dalam hal ini puskesmas,” kata Joko.

Dalam beberapa waktu belakangan ini menurut Joko penyemprotan disinfektan sudah dilakukan secara mandiri oleh masyarakat hingga tingkat padukuhan. Bantuan alat penyemprot  ini merupakan bentuk wujud dorongan dari Pemkab Sleman untuk terus melakukan penyemprotan secara rutin. ”Penyemprotan disinfektan ini tidak bisa hanya dilakukan sekali saja namun harus dilakukan secara rutin,” kata Joko.

Alat penyemprot tersebut juga dilengkapi dengan cairan disinfektan dan safety boots serta Alat Perlindungan Diri (APD) coverall.  Dinkes Sleman juga menyerahkan 2.500 topi perawat (nurse cap), 100 buah kacamata, 2.500 masker dan 100 buah apron medis pada masing-masing puskesmas di Kabupaten Sleman dan dua armada ambulan untuk Puskesmas Tempel I dan Puskesmas Ngaglik II. “Total apron yang dibagikan ada 2.500 buah apron untuk 25 puskesmas dan khusus bagi puskesmas rawat inap kami berikan 3.000 masker,” jelas Joko.

Pemberian APD tersebut menurut Joko karena pelayanan puskesmas sebagai Faskes tingkat pertama akhir-akhir ini meningkat. Hal tersebut dikarenakan banyaknya pendatang atau pemudik berstatus sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) sehingga pelayanan puskesmas menjadi sangat tinggi dan perlu penambahan APD. “Kami juga memberikan masker N95 pada masing-masing puskesmas, namun kondisi saat ini masih sangat terbatas sehingga kami baru bisa memberikan 20 buah pada masing-masing puskesmas,” tambah Joko.

Bupati menyambut baik kerja cepat dari Dinkes Sleman tersebut baik dalam pengadaan alat penyemprot disinfektan, APD maupun penambahan mobil ambulan. Pasalnya saat ini keperluan APD di Indonesia sangat tinggi dan cukup sulit mendapatkannya. APD tersebut sangat penting bagi tenaga medis sebaga garda terdepan penanganan virus corona. “Saat ini uang ada namun APD sulit didapatkan,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga menjelaskan bahwa penyerahan alat penyemprot tersebut sebagai salah satu upaya untuk mendorong masyarakat mencegah penyebaran virus corona. Menurutnya Pemkab Sleman melalui BPBD telah memberikan edukasi pada masyarakat tentang pemanfaatan bahan disekitar lingkungan dalam pembuatan cairan disinfektan.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat masyarakat yang melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri di lingkungannya. “Saya mengucapkan terimakasih pada masyarakat atas kesadarannya dan bergerak cepat melakukan penyemprotan secara mandiri untuk memutus rantai penyebaran virus corona,” kata Sri Purnomo

28
Mar

Penuhi Kebutuhan Darah, Pemkab Sleman Gelar Donor Darah

Pemerintah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan PMI Kab Sleman selenggarakan Donor Darah di Pendopo Parasamya, Komplek Setda Sleman, Jumat ( 27/3).  Donor darah yang diikuti oleh ASN di lingkungan Pemkab Sleman tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Sleman.

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Hardo Kiswaya mengatakan kegiatan donor darah untuk memenuhi kebutuhan stock darah di PMI Kabupaten, mengingat turunnya partisipasi masyarakat karena wabah Covid-19. “Kami berharap rekan-rekan semua bisa melakukan donor darah dalam rangka kemanusiaan,” katanya. Kegiatan donor darah ini bukan hanya diperuntukkan bagi pegawai saja, untuk masyarakat yang akan mendonorkan darahnya dipersilahkan untuk menghubungi PMI.

Ia berharap dengan diadakan donor darah tersebut, dapat membuka mata hati masyarakat Sleman untuk mendonorkan darah sebagai bentuk rasa kepedulian sesame. Sehingga stock darah terpenuhi sehingga menjamin rasa aman kebutuhan darah di Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kab. Sleman, Untung Purnomo mengatakan kebutuhan darah Kabupaten Sleman 50-75 kantong, sehingga menurutnya dengan kondisi seperti ini, kita harus jemput bola. “Untuk sementara sasaran kita ke ASN yang ada dilingkungan Pemda Sleman,” katanya. Iapun berpesan agar keluarga pasien dirumah sakit yang sedang melakukan operasi dan jika memerlukan darah agar membawa donor darah pengganti.

“Pasien yang membutuhkan darah diharap membawa 4 calon pendonor dari keluarga tersebut dengan rujukan rumah sakit untuk diambil darahnya di UGD PMI, kita analisa dan kita olah ketika dibawa ke rumah sakit tinggal mentranfusikan sesuai dengan golongan darah masing-masing hal ini juga sangat efektif, bagi keluarga yang membutuhkan darah sudah membawa sendiri calon donor darah ke rumah sakit,” ungkapnya. Untuk menghindari kerumunan, pihaknya sudah menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan memberikan jarak kepada pasien pendonor untuk menjaga jarak aman. Selain itu,  pihaknya juga memberlakukan tempat terpisah untuk pengambilan darah dan pendaftaran.

27
Mar

Bupati Turun Langsung Dalam Penyemprotan Desinfektan


Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman  bersama dengan BKSGK (Badan Kerjasama Gereja-Gereja se Kabupaten Sleman) dan TAGANA RAJAWALI gelar penyemprotan Disinfektan secara massal di beberapa titik di Kecamatan Ngaglik Sleman, Rabu (25/3). Penyemprotan tersebut sehubungan dengan pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Sleman. Turut hadir pada kesempatan tersebut Bupati Sleman Sri Purnomo.
Ketua Umum BKSGK Simon Supri mengatakan penyemprotan yang dilakukan Kecamatan Ngaglik tersebut menggunakan 2 mobil bak terbuka yang membawa 4000 liter cairan disinfektan dengan  20 personil. “Penyemprotan di Mulai dari Titik Jl. Lempongaari . Perum Jongkang Baru, Sariharjo, Ngaglik, Sleman dan dilanjutkan dengan di seluruh Kecamatan Ngaglik,” katanya.
Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo berharap dengan penyemprotan disinfektan tersebut masyarakat menjadi lebih peduli bahwa pencegahan virus tersebut merupakan kewajiban bersama. Iapun mengajak masyarakat agar membudayakan hidup sehat serta menjaga kebersihan lingkungan melalui Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).
Menurutnya kader-kader PKK yang ada di setiap desa sudah siap dan selalu berperan aktif mensosialisasikan dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat dari tingkat terendah yakni dimulai dari keluarga hingga ke tingkat kabupaten.
Selain itu ia mengungkapkan bahwa kader – kader PKK Kabupaten Sleman telah dibekali edukasi tentang pencegahan corona, yakni dengan selalu mencuci tangan. Selain itu, para Kader tersebut  juga sudah dihimbau untuk berperan aktif jika menemukan gejala di sekitar tempat tinggalnya untuk segera melaporkan ke puskesmas setempat.
“Harapannya jangan sampai menyebarkan virus tersebut di sekitar tetangganya,” paparnya.

 


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.