Arsip Kategori: Berita

15
Apr

Logistik Pemilu Sleman Didistribusikan Bertahap

Logistik Pemilu di Kabupaten Sleman sudah mulai didistribusikan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 86 Desa se-Kabupaten Sleman, Sabtu (13/4). Distribusi logistik Pemilu tersebut dilepas secara simbolis oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, dengan ditemani oleh Kepala KPU Sleman, Trapsi Haryadi, dan Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah di kantor KPU Sleman.

Sri Purnomo berharap perlengkapan Pemilu tersebut terjaga dengan aman di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing serta dapat digunakan sebagaimana mestinya pada hari pelaksanaan Pemilu. Untuk itu dia mengaku telah berkoordinasi dengan semua pihak terkait demi kelancaran dan keamanan jalannya Pemilu 17 April nanti. Lebih lanjut Sri Purnomo mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk menyambut pesta demokrasi ini dengan suka cita dengan berbondong-bondong datang ke TPS masing-masing. “Kita buktikan bahwa masyarakat Sleman adalah masyarakat yang mencintai demokrasi”, ucap Sri Purnomo.

AKBP Rizky Ferdiansyah selaku Kapolres Sleman mengatakan pihaknya akan mengerahkan seluruh anggotanya yang ada di Polsek se-Kabupaten Sleman ditambah 50 anggota Polres Sleman untuk melakukan pengamanan selama proses Pemilu berlangsung. Rizky tak memungkiri ada beberapa TPS di Kabupaten Sleman yang dianggap rentan terjadi gesekan. Dia mengaku telah melakukan langkah-langkah antisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan dengan menambah jumlah personil di tempat tersebut, baik dari Kepolisian ataupun TNI. “Ada empat titik yang kita anggap rawan. Namun yang paling kita antisipsi ada 12 TPS di daerah Tambakbayan”, jelasnya.

Sementara Kepala KPU Sleman, Trapsi Haryadi, mengatakan distribusi logistik Pemilu akan dilakukan secara bertahap mulai tanggal 13 sampai tanggal 16 April dengan dikawal ketat oleh Kepolisian. Untuk tahap pertama, logistik Pemilu didistribusikan ke kantor Desa di empat Kecamatan, yakni Kecamatan Depok, Berbah, Mlati dan Cangkringan. “Logistik tersebut akan ditempatkan di kantor Desa, baru tanggal 16 April nanti didistribusikan ke TPS-TPS. Total ada 3392 TPS se-Kabupaten Sleman”, pungkasnya.

15
Apr

Siap Hadapi Bencana, Sleman Targetkan 63 SPAB dan 53 Destana

Pemerintah Kabupaten Sleman targetkan 63 Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)/Sekolah Siaga Bencana (SSB) dan 53 Desa Tangguh Bencana (Destana)  pada tahun 2019 ini. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun pada gladi lapang penanganan bencana dan pengukuhan SPAB SMP Negeri 4 Pakem,  Jumat (12/4/19). “SMP Negeri 4 Pakem menjadi SPAB ke 61 yang dikukuhkan. Sedangkan Destana di Sleman saat ini sudah ada 45 desa,” jelas Muslimatun.

Pengukuhan SPAB ini menurut Muslimatun merupakan salah satu bentuk edukasi tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana kepada masyarakat. Termasuk siswa sekolah secara berkesinambungan. Hal ini mengingat wilayah Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai bencana seperti erupsi Merapi,  gempa bumi, angin puting beliung, banjir dan sebagainya. “Oleh karena itu kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh masyarakat dalam menghadapi bencana perlu dibangun. Bencana memang tidak dapat dihentikan, tapi dapat kita minimalisir dampaknya, ” kata Muslimatun.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Sleman,  Joko Supriyanto menjelaskan bahwa pada bulan Maret 2019 tercatat 46 kejadian bencana angin kencang, 19 kejadian bencana tanah longsor, 6 kejadian bencana banjir dan 8 kejadian bencana petir. “Pembinaan dan pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana harus ditanamkan sejak dini, karena bencana tidak bisa diprediksi, ” tutur Joko. Joko juga menjelaskan bahwa dalam pengukuhan SPAB tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama sister school sekolah terdampak (SMP N 4 Pakem)  dengan penyangga (Universitas Islam Indonesia). Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Pakem,  Ponidi dengan Rektor UII,  Fathul Wahid. “Jadi ketika ada bencana, sekolah terdampak dapat dievakuasi dan melakukan kegiatan belajar mengajar di UII,” tambah Joko.

15
Apr

Sri Purnomo Berkomitmen Wujudkan Selokan Mataram yang Bersih dan Sehat

Bupati Sleman, Sri Purnomo, berpartisipasi dalam pencanangan Gerakan Indonesia Bersih yang berlokasi di sepanjang Selokan Mataram, Sleman, Jumat (12/4). Sri Purnomo terjun langsung membersihkan sampah di tepi Selokan Mataram pada kegiatan yang diinisiasi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY tersebut.  Hal tersebut dilakukan Sri Purnomo untuk memberikan teladan bagi masyarakat agar selalu menjaga kebersihan Selokan Mataram dan sekitarnya. Pasalnya menurut Sri Purnomo kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke selokan perlu ditingkatkan demi menjaga selokan tetap bersih. Dia juga mengatakan bahwa ke depan pihaknya akan mengadakan kegiatan serupa secara rutin. “Tidak hanya bersih, tapi kita juga akan membuat taman di sekitar selokan agar terlihat lebih indah”, imbuhnya.

Selanjutnya Sri Purnomo berharap Selokan Mataram dapat menjadi tempat yang menarik untuk melakukan berbagai kegiatan, sepereti olahraga, hiburan dan rekreasi. Dia juga mencontohkan sungai-sungai di beberapa negara maju yang selalu terjaga kebersihannya serta menjadi tempat untuk melakukan berbagai aktivitas. “Setelah ini akan langsung kita tindak lanjuti. Setelah bersih-bersih ini kita akan mulai menanam”, jelasnya.

Sementara Erbagtyo Rohan, SH.MH selaku Kepala Kejaksaan Tinggi DIY mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk peduli dengan kebersihan sungai dan sekitarnya, khususnya di Selokan Mataram. Sebab menurutnya Selokan Mataram mempunyai nilai historis yang erat hubungannya dengan masyarakat Yogyakarta. Lebih lanjut dia berharap Selokan Mataram nantinya dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Yogyakarta. “Seperti yang kita tahu bahwa Selokan Mataram ini adalah hasil karya masyarakat Yogyakarta tempo dulu. Maka Selokan Mataram yang legendaris ini harapan saya bisa menjadi objek wisata bagi masyarakan Yogyakarta khususnya”, ungkap Erbagtyo.

Gerakan Indonesia Bersih tersebut merupakan program nasional yang diprakarsai oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman RI. Kejati DIY sebagai leading sector mengajak berbagai stakeholder serta masyarakat sekitar untuk mensukseskan program tersebut. Ada sebanyak 1300 orang yang terlibat dalam pencangan Gerakan Indonesia Bersih ini.

Sebelumnya Sri Purnomo juga telah meresmikan pembangunan jalan, drainase dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di area kali Waras, Dusun Ngropoh, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman, Senin (8/4). Kali Waras yang dulunya kotor dan bau tersebut kemudian disulap menjadi tempat yang bersih dan tertata dengan apik. Lebih lanjut dia mengatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat untuk menggelar beberapa event di tempat tersebut.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.