Arsip Kategori: Berita

22
Oct

Sleman Terus Galakkan Mitigasi Bencana


Sebagai daerah yang memiliki potensi bencana erupsi yang tidak dapat diprediksi kehadirannya, Pemerintah Kabupaten Sleman menyadari pentingnya upaya mitigasi bencana sejak dini. Untuk itu upaya mitigasi bencana tidak hanya dilakukan dengan simulasi dan gladi, namun Pemerintah Kabupaten Sleman juga mengarahkan sekolah, desa dan kampung untuk memiliki kesiapsiagaan terhadap bencana, sehingga saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman telah memiliki, Desa Tangguh Bencana, Sekolah Siaga Bencana, serta Kampung Siaga Bencana, sebagai bentuk upaya seluruh pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mensiapsiagakan diri dalam menghadapi bencana. Hal tersebut disampaikan penjabat bupati sleman Gatot Saptadi sat membuka sarasehan peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan resiko bencana di barak pengungsian Koripan Sindumartani Ngemplak Selasa 20 Oktober 2015.
Lebih lanjut disampaikaan bahwa selain sebagai daerah yang memiliki potensi erupsi, pada beberapa waktu yang lalu Kabupaten Sleman juga mengalami bencana kekeringan dan pada saat ini juga tengah mengalami musim pancaroba yang memungkinkan terjadinya bencana angin kencang, petir dan hujan lebat sekaligus longsor, untuk itu diperlukan kesiapsiagaan dari berbagai pihak dalam mengantisipasi bencana tersebut, tidak terkecuali bagi masyarakat Sleman, karena masyarakat merupakan penerima dampak langsung dari bencana dan sekaligus sebagai pelaku pertama dan langsung yang akan merespon bencana di sekitarnya. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan agar tidak hanya siap menghadapi bencana tapi juga tangguh menanggulanginya.
Masyarakat yang  tangguh bencana ialah masyarakat yang mampu mengantisipasi dan meminimalisir kekuatan yang merusak melalui proses adaptasi. Mereka juga mampu mengelola dan menjaga struktur dan fungsi dasar tertentu ketika terjadi bencana. Dan jika terkena dampak bencana, mereka dapat membangun kehidupannya menjadi normal kembali atau paling tidak dengan cepat memulihkan diri secara mandiri.
Yang jelas peran masyarakat dalam mitigasi bencana men­jadi sangat penting, karena masyarakat merupakan subyek, obyek, sekaligus sumber pokok dalam usaha pengurang­an resiko bencana itu sendiri, karenanya partisipasi aktif masyarakat Sleman menjadi poin penting dalam upaya pengurangan resiko bencana, tidak akan didapat hasil yang maksimal jika hanya diupayakan oleh Pemerintah dan pihak swasta tanpa dibantu oleh masyarakat sendiri. Untuk itu saya mengharapkan peran aktif seluruh masyarakat Sleman dalam upaya kita meminimalisir resiko bencana. Kondisi daerah kita ini tidak dapat ditolak atau dihindari namun semoga apa yang kita upayakan bersama ini dapat memberikan dampak positif dan signifikan dalam meminimalisir resiko bencana di Kabupaten Sleman.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan tenda untuk desa tangguh bencana Purwobinangun, Pakembinangun Pakem dan Desa Donoharjo Ngaglik, serta bantuan sarana komunikasi  HT untuk 17 Kecamatan di kabupaten sleman.
Sedangkan kepala BPBD Kabupaten Sleman Drs.H. Julisetiono Dwi Wasito melaporkan bahwa maksud dan tujuan sarasehan  untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam penanggulangan bencana melalui peningkatan  partisipasi  masyarakat dalam rangkaian kegiatan  Bulan Pengurangan Resiko Bencana. Lebih lanjut dilaporkan bahwa peserta sarasehan sebanyak 190 orang terdiri dari antara lain Polres, Kodim, DPRD, Camat, Desa , dll.

 


20
Oct

Atlet Sleman Siap Bertanding di PORDA XIII

Sebanyak 678 atlet Sleman dikukuhkan dan  dilepas Pj Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi untuk mengikuti Porda XIII DIY di Kulon Progo. Pengukuhan dan pelepasan dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman Senin, 19 Oktober 2015, juga dihadiri Sekda, Assekda dan pejabat Lainnya.Menurut ketua Umum KONI Sleman Pramono kontingen Sleman mengikuti semua Cabor yang dipertandingkan yakni 34 Cabor dan optimis mampu meraih Juara Umum.

Sementara Pj Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan keberhasilan pembinaan atlet-atlet kita tidak hanya dipengaruhi faktor latihan dan sarana-prasarana latihan, namun juga kesempatan untuk bertanding dan berkompetisi guna menambah pengalaman dan mema­tangkan teknik dan strategi yang telah diberikan pelatih.

Dengan seringnya mengikuti berbagai kejuaraan maka men­tal para atlet akan terlatih dalam menghadapi berbagai tekan­an, baik dari lawan maupun para suporternya. Dengan mental yang kuat dan tangguh, maka seorang atlet akan le­bih fokus dalam menghadapi strategi lawan dan pertandingannya. Dua tahun terakhir Sleman harus merelakan throphy juara umum. Oleh karenanya pada kesempatan ini Gatot menaruh harapan besar kepada para atlet dan official yang akan berangkar pada PORDA XIII ini untuk membawa pulang kembali throphy juara umum ke Sleman.

Terkait dengan adanya pembelian atlet di daerah-daerah agar daerah tersebut menjadi juara dalam PORDA, Pj Bupati berharap agar Kabupaten Sleman tidak ikut-ikutan melakukan hal tersebut. Prestasi yang kita raih haruslah berasal dari kemampuan dari atlet-atlet Sleman yang telah kita bina selama ini, jelas Gatot.

Kepada seluruh atlet, Gatot berpesan agar bertanding dengan sungguh-sungguh untuk mencapai prestasi yang terbaik. Namun demikian, tekad untuk meraih juara jangan sampai dilakukan dengan mengabaikan nilai-nilai sportifitas dan menghalalkan segala cara. Apapun hasil yang diperoleh dalam kejuaraan ini patut disyukuri dan dapat menambah pengalaman bertanding.

19
Oct

MenPAN RB Sidak Pelayanan Publik Sleman

Sleman, 16 Oktober 2015, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi melaksanakan kunjungan kerja di kabupaten Sleman.  Yuddy Chrisnandi beserta rombongan diterima langsung oleh Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, Sekda Sleman Sunartono beserta jajarannya.  Dalam kunjungan ini Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasiingin mengetahui sejauh mana tentang pelayanan publik di Kabupaten Sleman, selain itu  juga melakukan kunjungan kerja di BPN Sleman dan juga Polres Sleman.  Menurut Yuddy,  dalam beberapa tahun ini nilai Reformasi Birokrasi Sleman sudah mencapai nilai B atau bisa dikatakan baik, namun Yuddy berharap agar Sleman dapat segera meraih nilai A atau nilai tertinggi dalam Reformasi Birokrasi.  Selain itu Yuddy juga menyinggung tentang netralitas PNS menjelang pilkada, Yuddy mengingatkan agar jajaran aparat Pemerintah kabupaten Sleman dapat menjaga netralitas dalam pelaksanaan pilkada.   Yuddy menambahkan sangsi kepada PNS yang melanggar aturan netralitas pilkada sudah jelas, surat edaran mengenai hal tersebut sudah dikirimakan ke seluruh pemda di Indonesia.

Dalam kegiatan kunjungan kerja tersebut, MenPANRB mengunjungi Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DUKCAPIL), BPN Sleman, RSUD Sleman dan Polres Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.