Arsip Kategori: Berita

22
May

Berbagai Kreasi Menu Lezat dan Bergizi Disajikan TP PKK Sleman

Bertempat di Rumah Dinas Bupati Sleman telah berlangsung Lomba Cipta Menu B2SA yang diadakan oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kabupaten Sleman.  Panitiya penyelenggara B2SA pada tahun 2014 ini adalah Ir Husen Siswanto Kabid Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan kabupaten Sleman maksud dan tujuan diadakan lomba B2SA ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan B2SA, mendorong dan meingkatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan dan menciptakan menu B2SA berbasis sumberdaya local dan membangun budaya keluarga untuk mengkonsumsi aneka ragam jenis pangan dengan porsi yang seimbang.

Lomba dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Sleman Rabu, 21 Mei 2014, diikuti oleh 16 peserta TP PKK kecamatan. Tim Juri terdiri dari Ahli Gizi dai Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, TP PKK, Perhotelan (APJI), Akademisi (PKMT-UGM) dan Praktisi ( Agus Wahyu Austin Culinarry).

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian  Perikanan dan Kehutanan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas ir. Dwi Ananta Sudibdya MT dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan diadakannya lomba cipta menu ini diharapkan bukan hanya sekedar kemenangan belaka namun lebih dari itu diharapkannya bagi pemenang nanti diharapkan bisa memberikan contoh dan teladan bagi masyarakat di sekitarnya dan ini dalam rangka memasyarakatkan pola makan yang seimbang dan sehat, karena makanan seimbang dan bergizi ini mulai dari anak-anak, remaja dan orang tua dan diharapkan pola makan yang seimbang ini di sesuaikan dengan umur. Dan diharapkan lomba ini tidak hanya sebatas lomba saja dari hasil lomba ini nantinya bisa ibu-ibu membuat buku yaitu buku tentang makanan bergizi dan seimbang ini nantinya kan menjadikan nilai tambah bagi ibu-ibu dan memasyarakatkan Makanan yang beragam, bergisi dan seimbang yang baru saja ikutkan lomba tingkat Kabupaten dan bagi pemenang atau juara I nantinya berhak mewakili lomba tingkat Propinsi untuk tahun 2015 mendatang bahkan di tingkat nasional nantinya.

Berikut ini daftar pemenang lomba Cipta B2SA tahun 2014 : Juara I Kecamatan Gamping dengan nilai 73,35. Juara II Kecamatan Pakem dengan Nilai 72,97 dan Juara III Kecamatan Turi dengan Nilai 72,57. Sedangkan untuk Juara Harapan I Kecamatan Sleman, Juara Harapan II Kecamatan Godean dan Juara harapan III Kecamatan Prambanan. Pemenang mendapatkan Tropi danBingkisan, bagi peserta yang tidak memenangkan lomba juga mendapatkan bingkisan yang telah disediakan panitiya.

21
May

Bupati Minta Prioritaskan Rehabilitasi Gedung Sekolah Rusak

Sejumlah 14.590  siswa SD se Kabupaten Sleman secara serentak mulai Senin 19 Mei 2014  mengikuti Ujian Nasional . Dari jumlah tersebut 486 merupakan siswa Madrasah Ibtidaiyah baik negeri maupun swasta. Ujian Nasional berlangsung mulai Senin sampai dengan Rabu, dengan jadwal hari Senin mata pelajaran Bahasa Indonesia, hari Selasa untuk mata pelajaran  Matematikan dan hari Rabu untuk mata pelajaran IPA, sementara hari Kamis khusus untuk pendidikan Agama. Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo melakukan pantauan UN di  sejumlah SD dengan didampingi oleh Kepala Dikpora, Arif Haryono, Assekda bidang Pembangunan Dra. Suyamsih, Kepala Bagian Humas Dra. Endah Sri Widiastuti, MPA., Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman Drs. Lutfi Hamid, M.Ag.

Selama pelaksanaan UN hari pertama tidak dijumpai permasalahan baik lembar soal maupun lembar jawaban, termasuk kualitas kertasnya sudah memenuhi standar. Harapan Bupati agar peserta UN tersebut dapat mengerjakan soal dengan baik, penuk konsentrasi dengan tingkat kelulusannya tinggi baik nilai maupun tingkat kelulusannya. Saat berdialog dengan siswa SD Sendangharjo Minggir Bupati Sleman berharap siswa agar mengerjakan soal UN dengan tenang dan jujur dan natinya bisa lulus dengan predikat nilai yang baik termasuk bisa lulus 100 %.

Saat berada di SD Susukan, Seyegan Bupati Sleman mendapat laporan dari Kepala Sekolah Sungkono, Spd  terdapat satu ruangan kelas IV terpaksa tidak dipakai karena kondisi yang tidak memungkinkan karena atapnya sudah rapuh dan membahayakan keamanan siswa bila dipakai. Berkaitan dengan hal tersebut siswa kelas IV yang menempati ruangan tersebut terpaksa digabung dengan siswa kelas IV  yang lain , kebetulan untuk siswa kelas IV terdapat dua kelas. Hingga jumlah siswanya kelas IV menjadi lebih banyak mengingat dua ruangan digabung menjadi satu sehingga tidak sesuai lagi dengan kapasitas siswanya. Selain itu di SD N Susukan juga terdapat 2 ruang yang keluasannya  tidak memenuhi standar murid. Kepala Dinas Dikpora menanggapi hal tersebut menyampaikan bahwa rehab SD Sususkan telah dilakukan sebelum otonomi daerah tahun 2000 lalu dan saat ini kondisinya sudah mulai rusak dan perlu perbaikan. Bupati Sleman meminta  agar Dikpora memprioritaskan rehab SD Susukan tersebut agar tidak membahayakan lagi bagi kegiatan belajar mengajar.

Sejumlah sekolah  dasar yang sempat dipantau bupati sleman dan rombongan tersebut antara lain SD Cebongan Mlati. Di SD tersebut peserta UN sebanyak 72 siswa semuanya dapat mengikuti UN. Di SD Susukan Seyegan dengan jumlah peserta UN sebanyak 42 siswa semuanya dapat mengikuti UN. Pantauan berikutnya dilakukan di SD Balangan I, dan Madrasah Ibtidaiyah NU Margokaton Seyegan jumlah peserta UN hanya 11 siswa dan semuanya dapat mengikuti UN. Sementara di SD Kanisius Minggir jumlah terdapat 30 siswa serta di SD Muhammdiyah Turgenen (Ngijon) terdapat 52 siswa.
21
May

Warga Sindumartani Praktekkan Simulasi Gladi Bencana

Gladi lapang penanggulangan bencana  yang berlangsung di Desa Sindumartani Ngemplak Sleman Sabtu 17 Mei 2014 menggambarkan bagaimana hiruk pikuknya masyarakat dalam menghadapi bencana lahar dingin dari Gunung Merapi. Dengan melibatkan puluhan relawan dan ratusan masyarakat  melakukan simulasi layaknya terjadi bencana sungguhan. Suasana simulasi seakan seperti terjadi bencana sungguhan, karena banyak dari mereka yang menangis. Beberapa dari mereka saat dijumpai usai simulasi menyampaikn bahwa mereka teringat akan kejadian bencana tahun 2010 yang lalu. Sebagian dari peserta simulasi mengalami kejadian tersebut secara langsung, bahkan tidak sedikit dari mereka yang kehilangan anggota keluarganya. Dalam simulasi tersebut banyak kejadian yang menggambarkan kepanikan dan sibuknya masyarakat untuk menyelamatkan diri, bahkan juga menyelamatkan harta benda yang bisa dibawa, termasuk hewan piaran.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo yang juga hadir dan mengukuhkan Desa Tangguh Bencana Desa Sindumartani Ngemplak, Desa Kepuharja Cangkringan dan Desa Wukirsari Cangkringan mengatakan bahwa masyarakat di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat. Perlu kita sadari bahwa dalam setiap mitigasi bencana, dukungan dari masyarakat dan dukungan tim relawan mutlak diperlukan. Masyarakat juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam meng­ha­dapi bencana, dengan harapan kesiapsiagaan tersebut dapat bermanfaat dalam menentukan langkah-langkah yang tepat dalam mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Saat ini terdapat kurang lebih 5000 jiwa penduduk Sindumartani yang berada di daerah ancaman lahar hujan.

Gladi lapang memang sudah seharusnya dilaksanakan secara periodik meng­ingat Gunung Merapi mengalami perubahan perilaku sehingga kesiapan dan kewaspa­daan menjadi hal yang utama dalam menghadapi bencana. Peran masyarakat dalam mitigasi bencana men­jadi sangat penting, karena masyarakat merupakan subyek, obyek, sekaligus sumber pokok dalam usaha pengurang­an resiko bencana. Agar memberikan manfaat yang optimal, rencana mitigasi harus mengadopsi dan mem­per­hatikan kea­rifan local (local wisdom) dan pengetahuan tradisional (tradi­tional knowledge) yang ada dan berkem­bang dalam masyara­kat. Hal ini dikarenakan kedua aspek tersebut merupakan faktor penentu dalam keberha­silan upaya pengurangan resiko bencana. Lebih lanjut disampaikan bupati bahwa untuk pembangunan jalur evakuasi, BNPB mengalokasikan dana total Rp 20,75 milyar untuk Pemkab Sleman yang diperuntukan bagi 4 ruas jalan jalur evakuasi, dan Bupati berharap pembangunan ruas jalan tersebut dapat dimulai pengerjaannya pada bulan Juni 2014 dan selesai secepatnya.

Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD DIY Ir. Gatot Saptadi menyampaikan bahwa gladi lapang tersebut sangat penting, karena dalam gladi tersebut untuk menguji perencanaan kontijensi/protap yang telah disusun, karena sebaik aapapun protap yang telah ditetapkan tetapi jika belum pernah dilakukan simulasi maka perencanaan tersebut aakan kura ng maksimal, maaka dengan kegiatan simulasi tersebut diharapkan akan  meningkatkan ketangguhan masyarakat didalam menanggulangi bencana, mesyarakat yang berhadapan laangsung dengan ancaman bahaya ditingkatkan kesiapsiagaannya , apabila sewaktu waktu terjadi bencana telah siap siaga dengan mengerahkan segala potensi dilingkungannya.

Pada kesempatan tersebut bupati sleman juga menyerahkan bantuan berupa Tenda untuk Desa Kepuharjo dan Wukirsari , Papan nama Desa Tangguh Bencana untuk desa Sindumartani Ngemplak, Kepuharjo dan Wukirsari.Panan nama jalur wvakuasi Desa Argomulyo, Alat komunikasi berupa HT untuk penjaga EWS, Megaphone untuk padukuhan Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, Srunen, Turgo, Kaliurang Timur dan Kaliurang barat, Tas siaga bencana peserta pelatihan desa tangguh  desa Kepuharjo dan desaa Wukirsari masing-masing 40 buah, dan untuk desa Sindumartani 30 buah, serta untuk kelompok rentan dusun Kalitengah Lor dan Kalitengah Kidul masing-masing 20 buah.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.