Arsip Kategori: Berita

10
Aug

Promosikan Produk IKM, Dekranasda Sleman Gelar Pameran

Untuk mempromosikan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta memberikan kesempatan pada pengusaha mengaplikasikan kemampuan dalam promosi dan penjualan produknya, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pameran Keliling Dekranas Expo 2017. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari mulai Rabu 9 Agustus hingga Minggu 13 Agustus 2017 di Ground Floor, Hall A, Jogja City Mall, Sleman.

Menurut Ryan Hermawan selaku Panitia Penyelenggara Bidang Promosi, Pemasaran dan Pengembangan Usaha Dekranasda Kabupaten Sleman mengatakan selain promosi, tujuan lain dari kegiatan tersebut adalah untuk mengangkat dan membangun image produk industry di Kabupaten Sleman baik dari segi kualitas maupun kreatifitas. Tema yang diangkat dalam pameran tersebut yaitu ‘Innovative Sleman Fashion and Craft’.

“Tema Kali ini sesuai dengan tema kegiatan Sleman Fashion and Festival yang berkolaborasi dengan berbagai pihak yaitu fashion, namun tetap menonjolkan produk kerajinan yang terkait dan diharapkan semakin inovatif”, kata Ryan.

Dalam pameran tersebut ditampilkan produk dari 20 IKM di Kabupaten Sleman dengan konsep display berupa gallery memadukan produk-produk IKM. Dengan display tersebut diharapkan keunikan, keindahan, dan kemewahan produk IKM Sleman lebih dapat ditonjolkan. “Tantangan konsep pameran ini merupakan upaya inovasidari pengurus Dekranasda yang bekerjasama dengan IKM binaannya”, tambah Ryan.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo berharap IKM dan UMKM di Sleman dapat semakin berkembang dengan adanya sejumlah pameran. “Dekranas mencoba memfasilitasi anggotanya melalui sejumlah pameran, baik di daerah sendiri maupun luar daerah. Secara kualitas, produk IKM Sleman tidak kalah dengan produk yang di jual di mal-mal. Dipilihnya mall untuk lebih mendekatkan produk IKM Sleman pada masyarakat”, kata Kustini.

10
Aug

Gelar Potensi UPT-BP4 Wilayah III Berlangsung Meriah

Gelar potensi Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluh Pertanian, Pangan dan Perikanan (UPT-BP4 Wilayah III yang meliputi Seyegan, Tempel dan Mlati) yang berlangsung di UPT III Seyegan, Rabu (9/8) berlangsung cukup meriah diikuti 48 stand perwakilan dari tiga kecamatan.

Gelar potensi tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman yang diwakili oleh Asekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dra. Suyamsih, M.Pd yang ditandai dengan pelepasan balon. Disamping gelar potensi ditempat yang sama juga diadakan lomba melukis bagi anak TK yang ditandai dengan penggoresan pensil oleh Asekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan yang diberikan kepada dua orang peserta yang lahir pada bulan Agustus.

Disamping itu Suyamsih juga memimpin kampanye minum susu yang  dengan membagikan kemasan Susu Cup kepada siswa SD yang diminum secara bersama-sama. Serta penyerahan SK peningkatan kelas kepada 14 kelompok tani di wilayah Seyegan, Tempel dan Mlati dan membuka langsung pameran yang dilanjutkan dengan mengunjungi stand.

Sementara itu Bupati sleman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan antara lain menyampaikan bahwa dengan gelar potensi dan bazar produk pertanian, Pangan dan Perikanan  diharapkan  mampu memotivasi paara petani di Kabupaten Sleman khususnya di wilayah kecamatan Seyegan, Tempel dan Mlati untuk semakin menggiatkan pembangunan di bidang pertanian.

Gelar potensi pertanian juga merupakan salah satu strategi untuk mengangkat potensi yang dimiliki sekaligus mengembangkan pamasaran hasil produksi pertanian. Oleh karena itu kegiatan tersebut  menjadi salah satu kesempatan bagi para petani kecamatan Seyegan, temple dan Mlati  yang harus dimanfaatkan dengan sabaik-baiknya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sleman diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup, meningkatkan perekonomian masyarakat dan kesejahteraan petani. Oleh karenanya pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan mutlak diperlukan. Peran serta masyarakat adalah modal pokok dalam pembangunan sektor pertanian termasuk keterlibatan generasi muda.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan potensi-potensi lokal yang kita miliki dapat diangkat dan kegiatan tersebut dapat menarik generasi muda kita untuk berperan serta memajukan pertanian demi terwujudnya kemandirian pangan. Peran generasi muda sangat penting karena ditangan merekalah masa depan pembangunan Sleman ditentukan”, kata Bupati Sleman.

Terkait dengan pentingnya peran berbagai elemen masyarakat dalam pembangunan pertanian, bupati menyambut baik akan diadakannya sarasehan dengan tema ‘Peran Kelompok Wanita Tani dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan’. “Semoga sarasehan yang akan dilaksanakan besok dapat memberikan motivasi kepada kaum wanita dalam mendukung upaya mewujudkan kemandirian pangan”, tambah Bupati.

Sementara itu Kepala UPT-BP4 wilayah III Seyegan Ipnu Sutapa melaporkan bahwa tujuan gelar potensi tersebut  untuk memperkenalkan potensi agribisnis di wilayah kerja UPT BP4 wilayah III Seyegan yang meliputi kecamatan Seyegan, Tempel dan Mlati. Selain itu juga bertujuan untuk mempromosikan produk usaha agribisnis kelompok tani UPT BP4 wilayah III Seyegan, serta untuk menumbuhkan minat generasi muda untuk mencintai dunia pertanian dan mewujutkan kemandirian pangan. Lebih lanjut dilaporkan bahwa  gelar potensi akan dilanjudkan dengan sarasehan yang diikuti kelompok wanita tani dari 25 KWT dengan peserta 100 orang.

9
Aug

Bulan Dana PMI 2017 Lampaui Target, Capai Rp 856 Juta

Pelaksanaan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman 2017 yang dilaksanakan mulai 1 Maret hingga 31 Mei dan kemudian diperpanjang sampai dengan tanggal 30 Juni 2017 lampaui target. Sarijan selaku Sekertaris pengumpulan Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut terkumpul dana sebesar Rp 856.498.000,00. “Target awal pelaksanaan kegiatan ini sebesar Rp 750.000.000,-“, kata Sarijan dalam acara Penutupan Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman 2017 di Aula lantai 3 Kantor Setda Kabupaten Sleman.

Menurutnya, ada 11 sasaran dalam pengumpulan dana pada kegiatan ini yaitu pemohon perpanjangan STNK kendaraan bermotor, pemohon balik nama sertifikat tanah, pemohon perijinan, pemohon SIM, PNS dan karyawan swasta, anggota DPRD, perangkat desa, pemohon uji KIR, pengunjung tempat wisata, perbankan dan lembaga keuangan, serta masyarakat umum. Sedangkan tujuan dari kegiatan tersebut menurutnya adalah untuk mendukung pelayanan kepalangmerahan yang dilakukan oleh PMI Kabupaten Sleman dan memupuk jiwa kesetiakawanan masyarakat Sleman.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman yang sekaligus menjadi Ketua Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman tahun 2017 mengungkapkan rasa syukurnya karena dalam pengumpulan dana dapat melampaui target. “Capaian tersebut patut kita syukuri karena bisa melebihi target yang ditetapkan.Saya harap dana yang terkumpul tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan”, kata Muslimatun.

Muslimatun menambahkan bahwa dengan selesainya kegiatan bulan dana PMI tersebut, bukan berarti tugas dan kewajiban PMI Cabang Sleman selesai namun justru diperlukan kinerja yang maksimal dari PMI Cabang Sleman dalam menggunakan dana tersebut agar kepercayaan dan amanah yang diberikan masyarakat kepada PMI Kabupaten Sleman dapat dijaga. ”Saya mengucapkan terimakasih pada segenap jajaran PMI cabang Sleman. Pemanfaatan dari dana tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan penggunaan­nya kepada masyarakat. Hal ini merupakan salah satu tantangan bagi PMI cabang Sleman dalam kinerjanya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat khususnya bagi mereka yang benar-benar membutuhkan”, tambahnya.

Dalam penutupan tersebut secara simbolis Sekertaris PMI cabang Sleman menyerahkan dana yang terkumpul pada Wakil Bupati Sleman yang kemudian diserahkan pada Ketua PMI Cabang Sleman Sunartono.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.