Arsip Kategori: Berita

12
May

Meriahkan HUT Sleman, TP PKK Selenggarakan Lomba Busana Jawa

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-101, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman menyelenggarakan lomba busana Kejawen gaya Yogyakarta di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (10/5).

Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa peserta  lomba  merupakan TP PKK Kecamatan dan desa se-Kabupaten Sleman. Selain untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sleman, lomba tersebut juga bertujuan untuk nguri-uri budaya khusunya baju adat Kejawen Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Lomba ini diharapkan dapat menambah pengetahuan peserta bagaimana menggunakan baju Jawa Yogyakarta yang benar sesuai dengan pakem-pakemnya”, kata Sri Purnomo.

Dalam lomba tersebut Desa Trihanggo menjadi Juara I dan berhak mendapat uang pembinaan sebesar Rp 1.000.000,-, juara II diraih Kecamatan Mlati dan mendapat uang pembinaan Rp 750.000,-, juara III Kecamatan Prambanan mendapat uang pembinaan Rp 500.000,-, harapan I Kecamatan Gamping mendapat uang pembinaan Rp 400.000,-, serta harapan II diraih Desa Pandowoharjo dan mendapat uang pembinaan Rp 350.000,-.

12
May

Kendalikan Konsumsi Rokok Di Tempat Umum, Pemkab Sleman Adakan Lokakarya Perda KTR

Forum Jogja Sehat Tanpa Tembakau (JSTT) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar Lokakarya Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kabupaten Sleman, di Hotel Grha Sarina Vidi, Rabu (10/5). Melalui acara ini diharapkan Pemerintah Kabupaten Sleman mampu mengendalikan konsumsi rokok terutama di tempat umum.

Tubagus Haryo Karbyanto, SH, salah satu pemateri pada acara tersebut mengatakan bahwa rokok adalah produk legal namun tidak normal. Lebih lanjut Tubagus menjelaskan ketidaknormalan tersebut dikarenakan rokok yang terbuat dari tembakau tersebut merupakan salah satu barang yang dikenai biaya cukai.  Menurutnya barang yang dikenai cukai artinya perlu dikendalikan konsumsinya, perlu diawasi peredarannya, dapat mengakibatkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.”Selain rokok, barang yang dikenai cukai adalah etil alkohol dan minuman yang mengandung alkohol”, paparnya.

Tubagus berharap Pemerintah Kabupen Sleman membatasi kawasan untuk mengkonsumsi rokok terutama di ruang publik. Dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan tepatnya pada ayat 115 disebutkan ada tujuh tempat yang harus menjadi Kawasan Tanpa Rokok, yaitu fasilisat pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.

“Didalam UU nomor 36 tentang kesehatan ayat 113 juga disebutkan bahwa Negara harus melindungi masyarakatnya dari bahaya asap rokok”, tegas Tubagus.

Sementara itu pemateri lainnya, Hasto Wardoyo yang juga merupakan Bupati Kulonprogo mengatakan bahwa untuk mengendalikan konsumsi rokok tidak perlu dilakukan dengan cara yang tergesa-gesa. Menurutnya untuk mengendalikan konsumsi rokok harus dilakukan dengan perlahan namun terencana serta edukatif. Hasto mengatakan tidak perlu serta merta menyerang pihak yang terkait langsung dengan industri rokok, namun pengendalian dapat dilakukan dengan menggalang komunitas-komunitas kecil yang mampu mendukung rencana tersebut.

“Jangan menyerang petani tembakau langsung, kasian, bunuh diri itu namanya. Tapi kumpulkan orang-orang yang sepertinya setuju dengan wacana ini, seperti ibu-ibu, kemudian berikan pengetahuan tentang dampak bahaya rokok yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka”. ujar Hasto.

Di DIY saat ini Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok baru ditetapkan di Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunung Kidul dan Kota Yogyakarta. Sedangkan Peraturan Bupati tentang KTR ditetapkan di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul. Masing-masing daerah memiliki kompleksitas dalam penerapan regulasi kawasan tanpa rokok ini. Penegakan regulasi KTR yang efektif memerlukan dukungan semua masyarakat.

12
May

Duta Keselamatan Lalu Lintas dan AKUT Diharapkan Menjadi Teladan

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Drs. Mardiyana M.Si, menyerahkan trophy dan uang pembinaan bagi juara Duta Keselamatan Lalu Lintas Tingkat SMP-SMA dan Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) tingkat Kabupaten Sleman tahun 2017 saat apel pagi di halaman Kantor Dinas Perhubungan Sleman, Rabu (10/5).

Menurut Mardiyana, proses seleksi dan penilaian kegiatan tersebut telah dilakukan pada tanggal 13 April hingga 8 Mei 2017 lalu. Antusiasme peserta dalam pemilihan duta keselamatan lalu lintas sendiri cukup antusias karena diikuti oleh 64 siswa yang terdiri dari 26 siswa SMP dan 38 siswa SMA se Kabupaten Sleman. “Proses seleksi dan penilaian meliputi pemberian materi tentang lalu lintas seperti UU No. 22 tahun 2009 dengan narasumber melibatkan unsur akademisi, Kepolisian, dan Dinas Perhubungan Sleman. Setelah itu dilanjutkan tes tertulis dan pembuatan karya tulis yang kemudian dipresentasikan”, kata Mardiana.

Sementara itu untuk pemilihan AKUT, diikuti oleh 20 peserta  dari dua operator angkutan umum di Sleman yaitu Koperasi Angkutan Pemuda dan Koperasi Ngandel. Untuk proses pemilihan AKUT sendiri melalui penyuluhan yang kemudian dilakukan tes tertulis.

“Diharapkan melalui kegiatan ini duta keselamatan lalu lintasteladan maupun AKUT  yang terpilih dapat menjadi suri tauladan bagi rekan-rekan yang lain dan menjadi pelopor agar dalam pelayanan transportasi angkutan umum mengutamakan ketertiban di jalan dan keselamatan penumpang”, tambah Mardiyana.

Salah satu peserta yang juga meraih juara I Duta Keselamatan Lalu Lintas Kategori Putra tingkat SMA, Muhammad Adnan Henrawan mengatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting terutama bagi para pelajar. Menurutnya karakter pelajar yang masih labil tingkat emosionalnya perlu diberikan pemahaman berlalu-lintas yang baik. “Banyak pelajar yang masih ugal-ugalan di jalanan dan seenaknya sendiri berkendara dijalanan tanpa memikirkan dampaknya. Kegiatan semacam ini merupakan langkah yang positif untuk memberikan pemahaman pada kami tentang berlalu-lintas yang baik demi keselamatan bersama”, kata Adnan.

Adapun peserta Duta Keselamatan Lalu Lintas Tingkat SMA kategori putra yaitu Juara I Muhammad Adnan Henrawan (SMAN 1 Pakem), Juara II Muhammad Mas’ud Sidiq (SMKN 2 Depok), Juara III Hafidz Mahkota Jati (SMAN 1 Kalasan). Kategori putri Juara I Riris Kartika Prabawati (SMAN 1 Pakem), Juara II Dian Oktavia (SMKN 2 Depok), Juara III Kartika Tyas Kusuma (SMAN 1 Kalasan). Tingkat SMP kategori putra Juara I Erlangga Kynaya (SMPN 4 Pakem), Juara II Deni Andreyan (SMPN 1 Minggir), Juara III Andi Taufiq Nurahman (SMPN 3 Turi). Kategori putri Juara I Nurul Hidayat (SMPN 1 Godean), Juara II Binar Cahaya Pelangi (SMPN 2 Godean), Juara III Lintang Antariksa Jingga (SMPN 1 Mlati). Sedangkan untuk juara AKUT Juara I diraih oleh Anton Suroto (Koperasi Angkutan Pemuda), Juara II (Koperasi Angkutan Pemuda), Juara III Badiyanto (Koperasi Ngandel), Juara Harapan I Slamet Trisno Wiyono (Koperasi Ngandel), Juara Harapan II Tuwuhana (Koperasi Ngandel).


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.