Arsip Kategori: Berita

18
Apr

Pantarlih Awali Coklit Serentak Pada Keluarga Bupati Sleman

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman yang dipimpin langsung Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Panitia Pengawas Pemilu dan petugas Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) serentak data calon daftar pemilih Pemilu 2019, Selasa (17/4). Coklit di Kabupaten Sleman diawali di Rumah Dinas Bupati Sleman yang diterima langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo didampingi Kustini Sri Purnomo.

Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi menyampaikan bahwa coklit serentak dimulai 17 April hingga 17 Mei 2018. Selama satu bulan tersebut petugas Pantarlih turun langsung dari rumah kerumah mencocokan kesesuain data dan syarat calon pemilih. “Petugas mengecek apakah data sudah cocok dan memenuhi syarat untuk didaftar menjadi pemilih dan yang meninggal dicoret,” jelasnya.

Shidqi juga menuturkan bahwa Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) Pemilu 2019 sebanyak 829.000. Sedangkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan Pantarlih pada Pemilu 2019 sebanyak 3.337.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan coklit tersebut merupakan salah satu tahapan pelaksanaan Pemilu 2019. Dirinya berharap warga masyarakat dapat menerima kehadiran Pantarlih dengan terbuka untuk memberikan informasi data yang diperlukan. “Hal ini perlu untuk mendukung dan mensukseskan pesta demokrasi dalam Pemilu 2019 nanti,” katanya.

17
Apr

Labuhan Merapi Wujud Doa Keselamatan Pada Tuhan

Dalam rangka memperingati Jumenengan Ndalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menggelar Upacara Adat Labuhan Merapi, Senin (16/4) bertempat di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Labuhan merapi ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya, yaitu pada tangal 30 Rejeb kalender Jawa.

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman, Purwatno Widodo, mengatakan bahwa Upacara Labuhan ini dimaknai sebagai sebuah persembahan doa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Ia mengatakan upacara ini juga merupakan bentuk rasa syukur dan doa bagi keselamatan Raja Keraton Ngayogkarto Hadiningrat yang senantiasa mengayomi dan memimpin rakyatnya dengan penuh cinta.

“Sebuah kedekatan antara masyarakat dengan rajanya yang dimaknai dengan masih adanya kepercayaan, penghargaan, dan penghormatan kepada rajanya.” KataPurwatno Widodo.

Purwatno Mengatakan Labuhan yang didasari oleh pandangan hidup yang terwujud dalam etika keseharian bagaimana masyarakat jawa berbuat, sehingga dari aktivitas tersebut tercipta sebuah keselarasan dengan alam dan lingkungan.

Ia menghimbau dengan banyaknya pengaruh budaya modern yang masuk pada zaman sekarang, diharapkan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Kinahrejo dan sekitar merapi perlu terus di pupuk dan dikembangkan lagi karena budaya seperti Labuhan Merapi ini merupakan aset kekayaan budaya yang harus terus dilestarikan.

Senada dengan Purwatno,  Juru Kunci Gunung Merapi, Mas Asih atau Mas Lurah Kliwon Suraksohargo, mengatakan bahwa upacara adat tersebut merupakan wujud rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain itu, menurutnya Labuhan Merapi juga bertujuan untuk memohon perlindungan dan keselamatan untuk seluruh warga masyarakat Yogyakarta.

Lebih lanjut dia berharap agar tradisi Labuhan Merapi tersebut dapat lestari di tengah tantangan modernisasi. Terlebih menurutnya generasi muda harus bisa melestarikan dan mengembangkan tradisi budaya tersebut.

“Harapannya para kaum muda bisa tau tentang budaya, dan bisa mempelajari tentang budaya. Semoga budaya ini bisa berkembang dengan baik, sehingga masyarakat itu paham tentang budaya,” ungkapnya.

Prosesi pada hari Senin ini dimulai dengan mengarak gunungan dan ubo rampe dari Kantor Kecamatan Cankringan menuju Petilasan Rumah Mbah Maridjan. Kemudian gunungan dan uborampe tersebut secara seremonial diserahkan oleh Camat Cangkringan dan di terima oleh Juru Kunci Merapi. Acara siang itu diakhiri dengan berebut isi gunungan yang terdiri dari macam-macam hasil bumi.

Labuhan Merapi akan dilanjutkan pada hari Selasa (17/4) besok menuju ke atas Gunung Merapi dengan membawa ubo rampe. Kemudian acara dilanjutkan dengan prosesi ritual dan doa. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara akan ditutup dengan pembagian nasi berkat kepada masyarakat.

17
Apr

Tim Penilai FKTP Berprestasi Kunjungi Puskesmas Gamping I

Tim penilai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Berprestasi tingkat DIY tahun 2018 lakukan kunjungan di Puskesmas Gamping I, Senin (16/4/18). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung program pokok nasional yang ada di Kabupaten Sleman sekaligus melakukan penilaian terhadap implementasi mutu ketepatan dan keselamatan pasien, keamanan manajamen risiko serta inovasi atau terobosan yang ada di Puskesmas Gamping I.

Ketua Tim Penilai FKTP Berprestasi tingkat DIY tahun 2018, Taufik mengatakan bahwa selain melihat secara langsung program pelayanan kesehatan, dalam kunjungan tersebut juga sebagai pembinaan orientasi  peningkatan akses dan pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas Gamping I.

“Jadi secara nasional telah ditetapkan semua fasilitas kesehatan itu harus memenuhi standar mutu dan akreditasi yang ada. Secara umum evaluasi ini untuk pemenuhan standar sarana prasana fisik secara umum,” ujar Taufik.

Taufik menambahkan, dengan adanya penilaian FKTP berprestasi tersebut, diharapkan mampu menjadi evaluasi bagi kebijakan yang telah dibuat baik Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten, apakah sudah tepat atau tidak dengan melalui indikator tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun beserta jajarannya yang menerima langsung kunjungan dari Tim Penilai FKTP berprestasi. Dalam kegiatan tersebut, Sri Muslimatun menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan momen yang sangat tepat untuk mengevaluasi kinerja dan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Sleman.

“Ini juga merupakan momen untuk mengevaluasi sekaligus juga memberikan motivasi untuk meningkatkan mutu kualitas pelayanan kesehatan Pemkab Sleman,” kata Sri Muslimatun.

Terkait peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sleman, Pemkab Sleman berupaya terus meningkatkan dengan cara pengadaan sarana prasarana kesehatan Puskesmas dan Rumah Sakit. Selain itu juga dilakukan penyempurnaan sistem pelayanan serta meningkatkan kapasitas sumber daya kesehatan.

“Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD dan Puskesmas telah dievaluasi oleh Kementerian Kesehatan dengan hasil pertama, RSUD Sleman dan RSUD Prambanan memperoleh akredasi kategori Paripurna. Kedua, seluruh Puskesmas, ada 25 Puskesmas di sleman telah terakreditasi,” tutur Sri Muslimatun.

Adapun kondisi kesehatan masyarakat Kabupaten Sleman sampai akhir Tahun 2017 dalam kondisi baik. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa indikator dalam bidang kesehatan salah satunya yaitu usia harapan hidup dapat mencapai angka 74,56 Tahun di atas capaian Provinsi DIY yaitu 74 Tahun dan Nasional 70,86 Tahun.

Untuk itu, dalam penilaian FKTP Berprestasi Tahun 2018 ini, Sri Muslimatun mengharapkan dengan diajukannya Puskemas Gamping I yang merupakan salah satu Puskesmas berprestasi di Sleman melalui inovasi Tua Keladi (Santun Lansia Kesehatan Layak Diperhatikan), mampu berhasil mendapat penilaian tertinggi dikategori Puskesmas Perkotaan Klinik Pratama Rawat Jalan.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.