Arsip Kategori: Berita

6
Feb

Padukuhan Pakem, Tamanmartani Kelola Sampah Dengan Sistem Shodaqoh

Pengelolaan sampah di Padukuhan Pakem, Tamanmartani bermula dari keprihatinan masyarakat karena banyaknya warga  yang membuang sampah di sungai ataupun membakarnya. Setelah belajar dari pengelolaan sampah dengan sistim sodaqoh sampah, warga dusun setempat mulai mengelola sampah. Warga tidak menggunakan sistim bank sampah karena sistim tersebut ditolak oleh warga dan lebih memilih untuk menggunakan sistim shodaqoh sampah. Hingga saat ini pengelolaan sampah di Dukuh, Pakem ini sudah berjalan 3 tahun dan mulai menampakkan hasil. Salah satunya adalah penghargaan Kalpataru, penghargaan peringkat 1 ditingkat kabupaten dan peringkat 3 untuk tingkat provinsi. Saat ini Pengelolaan Sampah yang diberi nama “Permata” ini sudah memiliki sarana sendiri.

Diawal mendirikan bank sampah ini membutuhkan dana sebesar 16 juta yang dikumpulkan dari dana masyarakat Pakem. Jenis sampah dibagi menjadi 3 golongan yaitu sampah plastik, sampah kertas, dan sampah keras. Ada pula sampah yang dibuat kerajinan yaitu sampah berupa aluminium foil. Untuk pengelolaan sampah organik dikelola dengan cara dikumpulkan di bak penampungan dan jika sudah siap untuk digunakan sebagai pupuk akan didistribusikan ke petani yang membutuhkan. Setiap bulannya bank sampah ini bisa terkumpul sampah anorganik sebanyak 400-500 kg. Sedangkan sampah organik bisa terkumpul hingga 300 kg. Demikian dijelaskan Gunandar selaku ketua pengelola sampah “Permata”. Untuk saat ini “Permata” beranggotakan 36 orang. Hasil dari penjualan sampah dipergunakan 50% untuk petugas, 25% persen kampung, dan 25% untuk “Permata” sendiri.***

5
Feb

Lansia Moyudan Tetap Produktif di Usia Senja


Kepala BKKBN (Prof Dr. Fasli Jalal) salut dengan kegiatan lansia di  BKL “Mugi Waras”, Blendung, Sumbersari, Moyudan, karena lansia tetap produktif, tetap sehat, tetap optimis membimbing dan membantu anak cucu dan melihat aktivitas mereka.  Hal itu disampaikannya usai menyaksikan kegiatan di BKL “Mugi Waras”, Blendung, Sumbersari, Moyudan, Kamis, 5 Februari 2015. Dalam kunjungannya Kepala BKKBN disertai oleh Pakar Lansia Prof Saparinah Sadli dan jajaran pejabat Eselon I BKKBN Pusat serta diikuti oleh Musisi Dwiki Darmawan yang menciptakan lagu-lagu untuk senam lansia dan kegiatan lainnya. Lebih lanjut Fadli menyampaikan pengalaman yang dialami lansia menjadi kebanggaan untuk diceritakan kepada anak cucu, menuntun dan menginpirasi anak cucu. Orang tua berada ditengah memperhatikan kebutuhan bapak ibunya (lansia) dan memperhatikan anak-anaknya. Dalam kehidupan lansia mencakup 5 dimensi yakni dimensi spiritual kegiatan keagamaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dimasa tua, Dimensi fisik dengan kegiatan Posyandu, senam lansia, dimensi emosional (merasa kesepian) sehingga diperlukan kegiatan pertemuan rutin, dimensi keterampilan yakni pertemuan para lansia untuk melakukan kegiatan produktif baik yang bisa dijual maupun untuk sekedar hobi, pengalaman bisa digunakan untuk ditularkan kepada orang lain, serta dimensi lingkungan yakni menciptakan suasana lingkungan yang aman, nyaman, tentram dan bahkan bisa menggaet lansia dari manca negara untuk tinggal di tempat kita pada waktu musim dingin misalnya, sehingga dapat menciptakan nilai lebih.
Dalam kunjungan ini Kepala BKKBN diterima Assekda II Sleman, Kepala BKKBN Sleman, Kepala Dinas Sosial, Camat Kades dan ketua BKL “Mugi Waras”, H. Djumanah. Kunjungan disambut dengan kesenian thek-thek dan kegiatan yang disaksikan meliputi kegiatan keterpaduan Posyandu lansia, senam lansia, kegiatan kerohanian seperti pengajian, pangrukti loyo muslim dan katholik, kegiatan sembahyangan. Juga kegiatan kesenian berupa sholawatan, gejok lesung dan angklung. Kegiatan juga terintegrasi dengan kegiatan ekonomi produktif berupa UPPKS lansia dengan kegiatan bidang pertanian antara lain budidaya jamur merang, peternakan itik, kegiatan kerajinan membuat kasur, besek, tikar dan tempe.
Dijelaskan oleh ketua  BKL “Mugi Waras”, kegiatan yang juga dilaksanakan yakni home care dan day care dan kegiatan senam tiga generasi (yang juga ditampilkan dalam acara penyambutan) yaitu senam yang diikuti oleh semua anggota keluarga yang terdiri dari anak (cucu) dewasa (orang tua) dan lansia (kakek/nenek). Senam tiga generasi ini merupakan hasil kerjasama antara BKKBN Sleman bersama dengan  FPOK UNY dibawah bimbingan Ibu Fajar, Ibu Ratna, Ibu Danik, Ibu Neva dari UNY dan PLKB Moyudan Bapak Murni dan tokoh masyarakat Blendung Ibu Tutik. Senam ini telah dilaksanakan setiap hari Jum’at pagi di Balai Desa Sumbersari. Tujuan senam ini adalah menciptakan  keharmonisan keluarga sehat cucu, anak dan nenek/kakek.
Dalam  kesempatan ini Bupati Sleman dalam sambutan yang dibacakan oleh Assekda bidang Pemerintahan, Dra. Suyamsih, MSi mengatakan Kelompok Bina Keluarga Lansia ini, merupakan salah satu upaya untuk mening­katkan keberdayaan dan kesejahteraan lansia. Semakin meningkatnya jumlah lansia maka perhatian terhadap lansia semakin. Pada saat ini jumlah lansia di Sleman (60 tahun ke atas) mencapai 135.644  orang atau 12,95 % dari jumlah penduduk sebesar 1.047.325. Di antara lansia tersebut masih banyak yang aktif dalam berbagai kegiatan atau paguyuban. Hal ini menunjukkan bahwa para lansia masih mampu berkarya dan memiliki hidup yang berkualitas. Walaupun telah memasuki usia lanjut, bukan jadi halangan untuk tetap produktif.
Pemkab Sleman tengah melaksanakan pembinaan kelompok kegiatan Bina Keluarga Lansia, yang jumlahnya saat ini mencapai 202 kelompok dengan jumlah anggota 7490 orang. Selain itu, di Sleman juga terbentuk kelompok-kelompok dan paguyuban lansia yang sering disebut posyandu lansia, yang saat ini berjumlah 838 kelompok. Dari Jumlah tersebut 626 kelompok mendapatkan pembinaan langsung dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sedangkan sisanya melaksanakan kegiatan secara mandiri. ***
4
Feb

Ayam Goreng Kalasan Tetap Digemari

Adalah Bapak Widodo 66 tahun, salah satu warga Bendan, Candisari Kalasan yang memiliki usaha ayam goreng Kalasan. Usaha tersebut ditekuninya sejak tahun 1982 hingga kini dan memiliki kelompok bernama Kelompok Ayam Goreng “Maju Makmur”. Kelompok ini sempat mengalami kevakuman dalam bidang kepengurusan, namun usahanya tetap berjalan. Pada tahun 2013 Maju Makmur seperti “digugah” oleh Dinas Perindagkop Sleman untuk aktif kembali dengan diberi stimulan baliho dan papan nama di setiap rumah anggota kelompok.

Dengan jumlah anggota aktif sebanyak 30 anggota, menurut Widodo, masing-masing anggotanya tidak pernah mengalami kesulitan pemasaran. Ayam goreng Kalasan yang memiliki rasa gurih ini dikemas dalam box lengkap dengan sambel, lalapan dan kremes. Ayam goreng Kalasan dipasarkan ke Temanggung, Muntilan, Salatiga, Boyolali hingga Kebumen. Pada februari 2014, kelompok kemudian menghimpun dana untuk dijadikan modal simpan pinjam anggota. Hal ini dilakukan agar anggota kelompok tidak terjerat rentenir.
Setiap harinya kelompok ini mampu memproduksi hingga 500 ekor ayam goreng yang dikemas dalam box. Jenis ayam yang digunakan umumnya adalah ayam ras, namun demikian jika ada pemesan yang menginginkan ayam kampung, Widodo tetap bisa memenuhinya. Harga jual 1 ekor ayam goreng jenis ayam ras yaitu Rp 60.000,- sedangkan ayam kampung seharga Rp 75.000,-. pada saat liburan maupun hari-hari besar, permintaan ayam goreng Kalasan mengalami peningkatan 30 hingga 100%. anda ingin mencicipinya, silakan kontak 081392664758.***


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.