Arsip Kategori: Berita

29
Nov

Forkopimda Kabupaten Sleman Adakan Silahturahmi Untuk Menjaga Persatuan

Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar silahturahmi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dengan SKPD, Muspika, tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas dan Forum-forum mitra kerja pemerintah daerah Kabupaten Sleman pada Senin (28/11) di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Sleman.

Kepala Kesbang Linmas Kabupaten Sleman  Ardani menyampaikan bahwa acara tersebut digelar dengan tujuan untuk mempererat persatuan dan keutuhan NKRI yang dimana belakangan ini persatuan Indonesia sempat terancam oleh beberapa kejadian yang diprovokasi serta disangkut pautkan dengan ke Bhinekaan bangsa Indonesia.

Lebih lanjut Ardani menyampaikan bahwa  Kabupaten Sleman merupakan salah satu daerah dengan tingkat keberagaman yang cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan terjadi banyak permasalahan yang mengancam persatuan dan kesatuan NKRI. Melalui  forum koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan tali persaudaraan, toleransi dan juga koordinasi bersama dalam rangka untuk mewujudkan kerukunan, keamanan dan ketertiban.

“Disisi lain juga, para tokoh-tokoh masyarakat maupun ormas  dapat  memberikan masukan untuk mengantisipasi perpecahan maupun gesekan demi menjaga kelangsungan persatuan dan kesatuan NKRI, sekaligus mewujudkan Kabupaten Sleman menjadi contoh bagi daerah lain sekalipun tingkat keragaman masyarakat yang tinggi tetapi situasi dan kondisinya tetap kondusif”, kata Ardani.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo dalam acara tersebut mengharapkan dengan silahturahmi ini menjadi sarana mengantisipasi perpecahan dan menjaga persatuan masyarakat Sleman yang sangat dinamis.  Sebagaimana permasalahan yang banyak terjadi akhir-akhir ini, sedikit banyak dipengaruhi oleh perkembangan media baik itu Konvensional maupun media modern yang terus berkembang.

“Sleman menjadi salah satu daerah yang banyak ditinggali oleh berbagai macam masyarakat dari berbagai suku dengan kultur budaya yang beraneka ragam, dimana mayoritas bertujuan untuk menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi di Sleman. Untuk itu dibutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga dan mencegah terjadinya masalah-masalah yang mengancam keutuhan NKRI, salah satunya dengan menggelar forum koordinasi ini. Dengan adanya koordinasi yang baik maka beberapa masalah dapat dicegah dan dicari solusi yang terbaik untuk kita bersama”, jelas Sri Purnomo.
29
Nov

Penyerahan SK Pensiun dan Karip bagi PNS Calon Purna Tugas

Sebanyak 224 Pegawai Negeri Sipil (PNS) menerima Surat Keputusan (SK) pensiun calon purna tugas Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari s/d 1 Juni 2017 di Pendopo Parasamya Kab. Sleman pada Senin [28/11]. Penyerahan SK pensiun dan Kartu Identitas Pensiun (KARIP) tersebut dilakukan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dan didampingi Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun kepada PNS calon purna tugas.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab. Sleman, H. Iswoyo Hadiwarno menyampaikan bahwa dalam rangka memberikan pelayanan pada PNS calon purna tugas telah dibangun komitmen dengan BKN, PT Taspen, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kab. Sleman yang bertujuan untuk memberikan pelayanan satu pintu dalam hal pengurusan SK pensiun dan dokumen pendukungnya, sehingga para calon purna tugas tidak direpotkan untuk mengurus sendiri.

Iswoyo juga menyampaikan bahwa mengenai pelayanan pensiun bagi PNS calon purna tugas sesuai dengan dasar hukum Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2014 tentang Pemberhentian PNS yang Mencapai Batas Usia Pensiun bagi Pejabat Fungsional, serta Peraturan Pemerintah No.9 tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian PNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No.63 tahun 2009.

Iswoyo menambahkan bahwa  selain penyerahan SK Pensiun juga dilakukan penyerahan KARIP bagi PNS calon purna tugas TMT 1 Desember 2016 sebanyak 35 orang oleh Kepala PT. Taspen Cabang Yogyakarta yang diagendakan pada Rabu (30/11) di Kantor BKD Kabupaten Sleman.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi atas prestasi dan pengabdian para PNS yang telah berhasil melaksanakan amanah tugas dan tanggungjawab dengan sangat baik sebagai abdi Negara dan masyarakat. Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa pensiun merupakan fase yang pasti akan dialami oleh setiap PNS yang seharusnya menjadi kesempatan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Berkenaan dengan hal tersebut, Sri Purnomo berharap adanya pengalaman yang telah diperoleh dapat menjadi modal untuk berkarya di tengah masyarakat, juga dapat melakukan kegiatan yang produktif untuk menjaga ketajaman pikir dan kesehatan fisik, serta dapat menikmati kehidupan yang berkualitas, sehat, juga bahagia.
29
Nov

Sleman Adakan Workshop Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu

Dengan mengundang beberapa nara sumber baik dari DIY maupun luar DIY Dinas kesehatan Kabupaten Sleman mengadakan Worshop Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu(SPGDT) di Hotel Prima SR selama dua hari (28-29 November 2016). Worshop diikuti oleh 52 peserta dari Rumah Sakit. Puskesmas Rawat Inap /Puskesmas Pra rawat Inap dan instansi terkait. Workshop itu sendiri dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes.

Dalam pembukaannya Kepala Dinkes Sleman antara lain menyampaikan dengan workshop tersebut diharapkan pelayanan terhadap masyarakat terutama bidang kesehatan akan lebih baik daan yang terpenting teritegrasi dengan baik. Hal tersebut semata mata untuk memberikan pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat. Lebih lanjut disampaikan bahwa selama ini pelayanan kesehatan terutama di Puskesmas di kabupaten sleman sudah cukup baik, namun perlu diitngkatkan lagi dengan secara terintegrasi.

Disampaikan pula bahwa dalam pelayanan kesehatan diharapkan membuat inovasi baru yang mudah dan cepat dan akurat dengan sentuhan Teknologi Informasi yang mudah diaksep oleh masyarakat. Dan yang jelas bisa membangun pelayanan publik yang lebih baik. Undtuk maksud tersebut Dinas kesehatan Sleman akan membentuk SES ( Sleman Emergency Service) agar sistem informasi pelayanan kesehatan terintegrasi yang bisa diakses masyarakat.

Yang jelas SES akan dioptimalkan pada tahun 2021, dan mulai sekarang harus dipersiapkan.Sedangkan alur pelayanan SES nantinya dibentuk Call Center yang ada di Dinas kesehatan Kabupaten sleman, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan langsung menghubungi caall center , di call center tersebut petugas jaga dan kesehatan stanbay 24 jam, apabila ada panggilan petugas jaga akan menghubungi Ambulan terdekat yang ada di Puskesmas dan sampai lokasi panggilan/kejadian maksimal 30 menit. Untuk tahap awal Dinas kesehatan bekerjasama dengan 4 rumah sakit (RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RS PDHI dan RS PKU Gamping dan 6 Puskesmas rawat inap.

Bertindak sebagai nara sumber pada workshop tersebut  kepala Dinas kesehatan Kabupaten Sleman,  Kudiyana, SKM.MSc dari Dinkes DIY dengan materi  kebijakan dalam Implementasi SPGDT di DIY, dr. Supriyantoro Sp.P.MARS dengan materi Taahapan strategis  penerapan SPGDT di kabupaten sleman. Sedang pada hari kedua Selasa (29/11) dengan materi Praktek Manajemen Emergensi di kota Yogyakarta, dr. Bobi Prabowo, Sp.EM  dengan materi  Penerapan SPGDT di Kaabupaten Tulungagung dan dr. Haandoyo Pramusinto, Sp.B dengan materi membangun SPGDT antar RS-Implementasi, kendala daan tantangaannya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.