Arsip Kategori: Berita

17
Sep

SDN Umbulharjo Jadi Sekolah Siaga Bencana

Sebanyak 4 siswa dari  235  SDN Umbulharjo Cangkringan mengalami luka saat evakuasi akibat bencana Gunung Merapi yang terjadi Selasa 16 September 2014, sedangkan lainnya tidak mengalami luka-luka dan semuanya berhasil dievakuasi ke SMK Negeri Cangkringan yang berjarak sekitar 8 km. Dari jumlah tersebut 3 orang siswa dijemput oleh orang tuanya. Ke empat siswa yang terluka tersebut dievakuasi ke rumah sakit menggunakan Ambulance BPBD untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Saat terjadi erupsi Merapi tersebut sempat menimbulkan kepanikan di SD Umbulharjo, baik guru maupun siswa, namun berkat ketenangan maka proses evakuasi berjalan lancar. Hal tersebut terjadi saat Simulasi menghadapi bencana erupsi merapi di SDN Umbulharjo 2 Selasa 16 September 2014.

Hadir pada kesempataan tersebut antara lain Kepala BPBD DIY Ir. Gatot Saptadi, Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS. M.Hum, Muspika kecamatan Cangkringan, juga kepala Desa  Umbulharjo dan Wukirsari Cangkringan. Peresmian SDN Umbulharjo 2 dan SDN Kepuharjo Cangkringan sebagai Sekolah Siaga Bencana ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu mewakili Bupati Sleman, di samping itu juga ditandai dengan pemukulan gong dan pembukaan selubung papan nama.
Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Sleman dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman merupakan daerah yang diberi anugerah Tuhan dengan berbagai potensi yang dimiliki. Namun, di balik itu, dari komposisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis, Kabupaten Sleman menyimpan potensi bencana yang diakibatkan faktor alam maupun non alam. Pada tahun 2010 yang lalu, kita semua merasakan bagaimana dasyatnya erupsi Gunung Merapi, yang kemudian diikuti oleh banjir lahar hujan yang terus mengancam sampai saat ini. Beberapa saat yang lalu, sebagian masyarakat Sleman juga terkena angin puting beliung yang juga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Untuk itu, Saya berharap agar semua elemen masyarakat di Kabupaten Sleman mengerti dan memahami bagaimana menanggulani bencana dan menjadi tangguh dalam mitigasi dan penanganan bencana.
Lebih lanjut disampaikan bahwa menghadapi fenomena bencana yang makin luas dan kompleks, sesuai Undang- Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat, harus menyelenggarakan, bukan hanya saat terjadi tanggap darurat bencana, Tetapi juga pada pra bencana dan pasca bencana. Paradigma penanggulangn bencana, tidak lagi di titik beratkan pada penanganan kedaruratan, namun lebih pada upaya pengurangan resiko bencana, menuntut adanya kesiapsiagaan masyarakat termasuk sekolah.

Sedangkan Kepala BPBD DIY Gatot Saptadi pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa wilayah DIY ini 68 persennya mempunyai potensi rawan terhadap 12 jenis bencana, termasuk Gunung Merapi. Memperhatikan hal tersebut diperlukan pendekatan pengurangan resiko bencana dengan wajib melaksanakan langkah-langkah pencegahaan dan kesiapsiagaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah menindaklanjuti dengan melakukan perkuatan kapasitas melalui program Destana, Desa Tangguh Bencana dan SSB:Sekolah Siaga Bencana. Ditambahkan Gatot Saptadi bahwa kegiatan untuk mewujutkan SD Umbulharjo 2 sebagai SSB antara lain sosialisasi pengurangan resiko bencana bagi guru dan karyawan SDN Umbulharjo 2 selama 3 hari, bimbingan teknis kurikulum pengurangan resiko bencana terintegrasi dengan kurikulum 2013 selama 3 hari, bantuan dapur umum dll.***

17
Sep

Baru 371 Pendaftar Serahkan Berkas Pendaftaran CPNS Sleman

Sampai dengan hari Selasa 16 September 2014, peserta pendaftar CPNS Sleman sebanyak 928 pendaftar yaitu 560 pendaftar guru kelas dan 368 pendaftar penyuluh KB. Dari Jumlah tersebut 371 peserta diantaranya telah menyerahkan berkasnya yang terdiri dari 283 pendaftar guru kelas dan 88 pendaftar formasi Penyuluh KB.  Jumlah pendaftar tersebut juga datang dari berbagai daerah yaitu 5 provinsi : Jateng, Jatim, DKI, Jawa Barat dan DIY.

Proses penyerahan berkas berjalan lancar, hanya saja terdapat pendaftar yang kurang teliti dalam mencermati persyaratannya. Sehingga ketika harus melengkapi persyaratan tersebut harus kembali ke daerahnya. Bagi pendaftar yang cukup dekat dengan Sleman hal ini mungkin tidak menjadi masalah, namun jika pendaftar tersebut berasal dari daerah yang cukup jauh maka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencari persyaratannya. Sedangkan jadwal penyerahan berkas ditutup hingga tanggal 22 September 2014 bertempat di lower ground Gedung BKD dengan jam pelayanan 08.00 – 13.00 WIB untuk hari Senin hingga Kamis, dan untuk hari Jumat pkl 08.00 – 11.00 WIB. dan pendaftaran online ditutup 17 September 2014 pukul 22.00 WIB.
Bagi Pelamar yang telah menerima nomer test, akan mengikuti ujian dengan sistem Computer Assisted test (CAT) di Badan Kepegawaian Negara  Regional 1 Yogyakarta. Jadwal test untuk pelamar di Pemkab Sleman masih menunggu jadwal yang dikeluarkan BKN, sedangkan lokasi ujian adalah di BKN.


16
Sep

UPK Berbah Miliki Aset 2,2 Milyar

Bupati Sleman, Sri Purnomo didampingi Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu mengibarkan bendera start jalan santai dalam rangka penutupan rangkaian kegiatan  HUT ke 69 RI sekaligus launching dana sosial PNPM Mandiri Pedesaan. Gerak jalan diikuti oleh siswa-siswi sekolah SD, SMP, SMA/SMK beserta warga masyarakat kecamatan Berbah dengan memperebutkan berbagai doorprize seperti TV, sepeda, kipas angin dll.

Sri Purnomo kemudian melaunching dana sosial UPK PNPM Mandiri pedesaan yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan selokan. Dalam sambutannya bupati menyampaikan bahwa pembangunan berbagai sarana dan prasarana di pedesaan harus ada peningkatan jika dibandingkan sebelum adanya PNPM. UPK kecamatan Berbah sat ini memiliki aset 2,2 milyar dari total 22 milyar aset se Kabupaten Sleman. Hal ini merupakan prestasi tersendiri bagi Berbah karena kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dilaksanakan. Bupati juga menyampaikan bahwa nantinya di tahun 2015, dana-dana yang turun ke desa akan lebih banyak lagi sehingga masyarakat juga harus terdorong untuk makin meningkatkan kelembagaan yang harus semakin diperkuat. Bupati juga memberikan penghargaan kepada perempuan mandiri dan tangguh kepada 4 orang perempuan yang terbukti memiliki kemauan yang kuat untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Melalui usahanya, mereka telah berhasil dan menginspirasi perempuan-perempuan di lingkungannya.
Bupati berharap masyarakat untuk tidak menyerahkan semuanya kepada program pemerintah karena Pemkab Sleman hanya dapat membantu plesterisasi dengan dana 1 juta per rumah yang diwujudkan dalam bentuk 10 sak semen dan 2 rit pasir. Tentu saja dana tersebut masih kurang untuk membuat lantai atau memplester tembok namun setidaknya itu untuk memotivasi masyarakat untuk secara mandiri melakukan pembangunan.
Pada tahun 2014, alokasi 51 juta akan digunakan untuk kegiatan lantainisasi dan plesterisasi tembok dengan sasaran 49 rumah tangga miskin yang juga merupakan anggota SPP UPK (Simpan pinjam khusus perempuan Unit Pengelola Kegiatan) Berbah. Selanjutnya bupati berkesempatan untuk meletakkan batu pertama pembangunan selokan sedangkan Wakil bupati melakukan plesterisasi tembok di rumah Pardiyo, di dusun Munggon, Sendangtirto. Pardiyo mengatakan rasa senangnya karena sebelumnya juga telah dibantu membangun rumahnya dengan dana PNPM perkotaan dan kemudian memperoleh bantuan plesterisasi tersebut.  Wabup berharap dalam setiap upaya pembangunan di desa ini selalu terjalin koordinasi yang baik, sejak di TPK dusun hingga TPK desa.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.