Arsip Kategori: Berita

16
Mar

Sleman Menjadi Tuan Rumah Seminar Regional Satpol PP DIY-Jateng


Seminar Regional dalam rangka Hari Ulang tahun Satpol PP ke 66 dan Satlinmas ke 54 tahun 2016 yang diselenggarakan di Hotel Prima Sleman dihadiri bukan saja dari Sleman, namun juga dari Satpol PP DIY dan sebagian Jawa Tengah. Hadir dan membuka seminar Bupati Sleman Sri Purnomo. Juga Kepala Satpol PP DIY Drs. GBPH. Yudaningrat, MM selaku nara sumber, Dr. Widodo Tri Putro, MM, Msi (Direktur Program Pasca Sarjana STPMD APMD Yogyakarta (naara sumber), Plt. Sekda Bidang Pemerintahan Jazim Sumirat, SH, Msi, dll.
Sedangkan Bupati Sleman dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa sejalan dengan tema peringatan ulang tahun yaitu “Dengan Semangat HUT Satpol PP ke 66 dan Satlintas ke-54, kita wujudkan Polisi Pamong Praja dan perlindungan masyarakat yang humanis, berwibawa, disiplin, dan tegas”, peringatan ulang tahun hendaknya dimaknai bukan hanya sekedar peringatan hari kelahiran tetapi menjadi momentum bagi kita untuk terus membangun kesadaran yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas-tugas yang lebih baik ke depan.
Lebih lanjut di sampaikan bahwa kemajuan pembangunan dewasa ini tentu akan menciptakan tantangan dan tuntunan yang berbeda ke depan sehingga akana di butuhkan peningkatan wawasan untuk menghadapinya. Diharapkan seminar yang di selenggarakan hari ini dapat menjadi ajang untuk menambah wawasan jajaran Pol PP dan Linmas serta menjadi pendorong peningkatan kinerja yang lebih baik di masa yang akan datang sehingga siap menghadapi perkembangan jaman yang terjadi. Kegiatan seminar merupakan kegiatan yang strategis bagi jajaran Pol PP dan linmas terlabih diikuti boleh peserta dari berbagai daerah.
Lebih dari itu dengan pertemuan tersebut di harapkan akan semakin meningkatkan jalinan kerjasama antar daerah dalam pelaksanaan tugas dan fungsi satpol PP dan linmas. Kerjasama yang lebih baik antar daerah tentu di butuhkan agar semakin memperkuat eksistensi satpol PP dan linmas dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Kegiatan seminar regional dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi antara SKPD di jajaran pemerintah daerah dengan Satpolpp Se-DIY dan Satpolpp propinsi Jawa Tengah, yang bertujuan Untuk menyamakan persepsi pelaksanaan tugas dan fungsi Satpol PP dengan satuan kerja perangkat daerah sesuai undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah sekaligus mencari saran dan masukan agar Satpol PP dan Satlinmas di masa yang akan datang dapat harmonis dengan SKPD dan instansi vertikal terkait,berwibawa,di siplin dan tegas dari peserta seminar regional ini.
Peserta dalam seminar regional tersebut berjumlah 225 orang yang terdiri dari Forumkopimda Kabupaten Sleman (Bupati, Polres,Kodim,Pengadilan Negeri,Pengadilan Agama dan Kejaksaan Negeri); Kepala satuan, sekertaris dan Kepala Bidang Satpolpp DIY; Kepala Badan Kesbangpol DIY;Kepala SKPD di lingkungan pemerintah daerah kabupaten sleman, dll.
Sementara itu Kepala Satpol PP DIY GBPH Yudaningrat dalam materinya menyampaikan bahwa tugas pokok dan fungsi Satpol PP sesuai pasal 255 ayat  (1)  UU nomor 23 tahun 2014  antara lain: menyelenggarakan dan melakukan pembinaan ketentraman dan ketertiban Umum di
Wilayah; Melaksanakan Penegakan Peraturan Daerah, Peraturan Kepala Daerah dan Keputusan Keputusan Daerah; Melaksanakan Perlindungan Masyarakat, melakukan tindakan penertiban non yustisial terhadap warga masyarakat, aparatur atau badan hukum yang melaanggar perda/perkada dan Kepkada.

 


15
Mar

BPBD Sleman Bersama Bank BPD DIY Bangun Pos Pantau Lahar Hujan


Bupati Sleman Sri Purnomo meresmikan Pos Pantau Banjir Lahar Dingin di Argomulyo, Cangkringan, Sleman pada Selasa (15/3). Peresmian Pos Pantau yang merupakan bantuan PT. Bank BPD DIY melalui divisi Corporate Social Responsibility (CSR) serta  swadaya masyarakat Desa Argomulyo tersebut digunakan untuk memantau aktivitas banjir lahar dingin di Sungai Gendol yang merupakan early warning system sebagai peringatan dini bagi warga masyarakat sekitar. Bupati Sleman secara simbolis melakukan pemotongan pita dalam peresmian pos pemantauan yang juga dihadiri Dirut PT. Bank BPD DIY Drs. Bambang Setiawan MBA, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Drs. Julisetiono Dwi Wasito, SH, MM serta Camat Kecamatan Cangkringan Edi Harmana SH, M.Hum. Pada kesempatan ini Bupati juga menyerahkan bantuan seragam dan 2 teropong bagi relawan AMC (Anak Muda Cangkringan).
Sri Purnomo mengungkapkan bahwa pos pemantauan Argomulyo ini merupakan salah satu unsur pembantu pemantauan Posko Utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman yang mengendalikan langsung CCTV dibeberapa titik untuk memantau aktivitas Gunung Merapi dan aliran lahar dingin. Selain berfungsi sebagai pemantauan aktivitas lahar dingin di Sungai Gendol, pos pemantauan tersebut juga dapat difungsikan sebagai destinasi wisata untuk menarik minat wisatawan. Dirut PT. Bank BPD DIY Drs. Bambang Setiawan MBA mengungkapkan bahwa pembangunan pos pemantauan banjir lahar dingin bersama masyarakat Desa Argomulyo Cangkringan tersebut merupakan wujud tali kasih dan sumbangsih Bank BPD DIY dalam bidang sosial.
Sebelum meresmikan pos pemantauan banjir lahar dingin di Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Sri Purnomo juga melakukan peninjauan Posko Utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang berada di Pakembinangun, Pakem, Sleman. Posko tersebut merupakan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops). Pusdalops adalah sebuah organisasi yang bertanggung jawab sebagai Pengelola  (Disaster Information Manager) sekaligus berfungsi sebagai Pengendali Koordinasi antar instansi dan lembaga baik pemerintah maupun masyarakat, untuk penangangan bencana di kabupaten/Kota.
Dalam tinjauannya, Sri Purnomo mengungkapkan bahwa kebutuhan peralatan dan logistik di posko utama sudah cukup bagus. Namun pemerintah Kabupaten Sleman akan selalu siap untuk melengkapi kebutuhan yang diperlukan dalam persiapan penanganan bencana. Stok logistik yang tersedia di Posko utama sendiri berupa logistik peralatan serta logistik pangan utnuk persiapan penanggulangan bencana.

 


14
Mar

Sleman Seleksi 10 Duta Anak

Badan KB, PM dan PP menyelenggarakan Temu Hati Forum Anak Sleman ke 6 Tahun 2016 yang diselenggarakan di Hotel Prima SR, Jl. Magelang Km 11, Sleman, Yogyakarta pada tanggal 12-13 Maret 2016. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sleman yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Sri Murni Rahayu SH, MH.

Kepala Badan KB, PM dan PP, dr. Nurulhayah, M.Kes mengungkapkan bahwa Forum anak merupakan organisasi atau lembaga sosial yang digunakan sebagai wadah atau pranata partisipasi bagi anak yang belum berusia 18 tahun dimana anggotanya merupakan perwakilan dari kelompok anak atau kelompok kegiatan yang dikelola oleh anak-anak dan dibina oleh pemerintah sebagai media untuk mendengar dan memenuhi aspirasi anak dalam proses pembangunan.

Forum anak dibina secara berjenjang dan diatur dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia No. 4 tahun 2011 tentang kebijakan partisipasi anak. Temu Hati Forum Anak Sleman ke 6 bertemakan ”Anak Sleman Cerdas, Aktif, Parsitipatif” dengan peserta sebanyak 200 anak yang terdiri dari Forum Anak Kabupaten 42 anak, Forum Anak  Kecamatan 68 anak, Forum Anak Desa 14 anak, Anjal 5 anak, SLB/ABK 5 anak, serta Embrio Forum Anak di Sekolah Ramah Anak sebanyak 66 anak dari 22 sekolah ramah anak tingkat SD SMP dan SMA se Sleman.

Nurulhayah menambahkan bahwa tujuan diselenggarakan Temu Hati Forum Anak Sleman ini adalah untuk meningkatkan kesadaran semua pemangku kepentingan akan pentingnya pemenuhan hak partisipasi anak dan perlindungan anak.  Hasil pencapaian kegiatan Temu Hati adalah dipilihnya 10 duta anak Kabupaten Sleman, peningkatan kapasitas forum anak menjadi pelopor dan pelapor, inisiasi perwakilan forum anak dalam sekolah ramah anak, serta deklarasi suara anak Kabupaten Sleman.

Sri Murni mewakili sambutan Bupati Sleman mengungkapkan bahwa pemerintah dari waktu ke waktu telah menunjukkan komitmennya yang semakin kuat terhadap pembangunan kesejahteraan dan perlindungan anak. Sleman juga berupaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA). Inti KLA adalah terciptanya kabupaten yang dapat menjamin anak untuk dapat tumbuh dan berkembang optimal, serta terlindungi dari diskriminasi dan kekerasan. Data dari Badan KBPMPP terdapat 157 kasus kekerasan anak, jumlah yang memprihatinkan ini perlu penanganan lebih lanjut tidak hanya dari pemerintah daerah namun juga pemangku kepentingan lain.

Kebijakan KLA ini merupakan pendekatan yang komprehensif dan holistik didalam memenuhi hak anak secara mendasar, yaitu hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, serta  hak untuk berpartisipasi dan dilindungi. Untuk menciptakan anak yang sejahtera, Pemerintah Kabupaten Sleman sudah membuat kebijakan bahwa setiap anak yang lahir di Kabupaten Sleman diharapkan menjadi anak yang sehat, cerdas dan berkualitas. Hal ini karena untuk menjadi anak yang sejahtera, anak tersebut harus sehat baik fisik maupun psikis.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.