Arsip Kategori: Berita

19
Jan

Bupati Resmikan Proyek-Proyek PNPM di Cangkringan

Berbagai hasil kegiatan dan pembangunan di wilayah Kecamatan Cangkringan telah diresmikan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo dan Assekda Bidang Pembangunan Dra. Suyamsih, MSi,  Sabtu 16 Januari 2015. Hasil pembangunan yang diresmikan Assekda bidang  Pembangunan  tersebut   Gedung PAUD di Plosokerep Umbulharjo Cangkringan peresmiannya ditandai dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan dengan peninjauan bangunan. Selanjutnya Assekda bidang pembangunan juga meresmikan pembangunan irigasi di dusun Dawung Wukirsari Cangkringan yang ditandai dengan pemecahan Kendi, dan dilanjutkan dengan peninjauan bangunan.

Sedang di pedukuhan Kebur Lor Argomulyo, Cangkringan  Bupati Sleman menyusul dengan meresmikan pembuatan Talud Jalan  yang menghubungkan padukuhan Kebur Lor dengan Tawangrenggo yang ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan dengan melintasi jalan tersebut. Sementara itu Kepala Desa Argomulyo Cangkringan Darjono pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa  talud jalan yang baru diresmikan tersebut  sepanjang 600 meter kiri kanan jalan hingga taludnya mencapai 1200 meter. Lebar jalan yang semula hanya 1,5 – 3 meter diperlebar menjadi 4 meter dengan menggunaakan tanah warga. Atas kesadarannya warga yang terkena pelebaran jalan tidak minta ganti rugi maupun ganti untung, tambah Darjono. Lebih lanjut dilaporkan bahwa biaya untuk pembangunan Talud tersebut sebesar Rp. 212.208.000 yang terdiri daari Dana PNPM Mandiri Perdesaan Rp. 190.883.000 dan swadaya masyarakat Kebur Rp. 21.325.000,-

Untuk  bangunan gedung Serbaguna di Glagaharjo yang telah disempurnakan Bupati meresmikan ditandai dengan pengguntingan pita. Tidak ketinggalan di Dusun Batur Kepuharjo Cangkringan Bupati Sleman juga menyempatkan diri meresmikan Gedung Serbaguna yang ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Bangunan yang dibangun cukup megah tersebut menjadikan padukuhan Batur semakin  representatif dibanding dengan padukuhan yang lain. Untuk peresmian berbagaai hasil kegiatan di Cangkringan tersebut secara seremonial juga ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sleman .

Usai meresmikan berbagai hasil kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan Bupati Sleman yang pada kesempatan tersebut didampingi antara lain Asekdaa bidang pembangunan, Muspika kecamatan Cangkringan , dan kepala desa seluruh kecamatan Cangkringan antara lain  menyampaikan bahwa dengan diresmikannya berbagai hasil kegiatan masyarakat tersebut bukan berarti telah selesai, tetapi justru makin berat karena harus merawat dan meningkatkan. Lebih lanjut disampaikan bahwa wilayah Cangkringan yang potensi untuk pariwisata tersebut perlu ditingkatkan, karena dengan meningkatnya potensi pariwisata maka akses jalan sebagai jalur perekonomian akan lebih baik.

Sedangkan Camat Cangkringan Edi Harmana, SH.M.Hum melaporkan bahwa semua hasil pembangunan di kecamatan Cangkringan  baik dari dana PNPM Mandiri Perdesaan maupun dari swadaya masyarakat telah dilaksanakan dengan baik, bahkan hasilnya melebihi 100 % dari target.

19
Jan

Kementan Akan Fokus Bantu Petani dalam Masalah Pupuk dan Benih

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman Kamis sore, 15 Januari 2015 meninjau sejumlah saluran  irigasi di wilayah desa Sumbersari kecamatan Moyudan Sleman. Pada acara tersebut Andi Amran Sulaiman mengatakan belum optimalnya produksi padi di Indonesia karena masih  banyak saluran air yang rusak dan tidak berfungsi normal serta berkurangnya  jumlah petani yang mencapai 500 ribu rumah tangga tani per tahun.

Kehadiran Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman  di persawahan wilayah desa Sumbersari Kecamatan Moyudan Sleman ini diterima oleh Bupati Sleman Sri Purnomo didampingi sejumlah pejabat dinas terkait pemda DIY dan Pemkab Sleman. Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman meninjau sejumlah saluran irigasi dan mengetahui ada saluran irigasi yang tanggulnya belum dibangun permanen oleh karena itu   ia berjanji akan segera membangun tanggul irigasi tersebut. Menurut Amran Sulaiman belum optimalnya produksi padi di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya  banyak saluran irigasi yang rusak serta sering terjadinya kelangkaan pupuk dan benih/ Oleh karena itu dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini Kementerian Pertanian akan fokus melakukan perbaikan saluran irigasi yang rusak serta mempermudah petani dalam mendapatkan pupuk maupun  benih padi berkualitas. Selain itu belum optimalnya produksi padi di Indonesia karena  10 tahun terakhir ini jumlah petani  di Indonesia berkurang sekitar 500 ribu rumah tangga tani per tahun karena pindah menekuni pekerjaan lain. Untuk menggantikan tenaga penggarap tersebut maka pemerintah pusat akan menggantikan dengan alat-alat mesin pertanian yang akan dibantukan kepada petani dan dengan perbaikan saluran air serta penyaluran bibit maupun pupuk yang tepat waktu. Dengan pemberian bantuan aneka sarana pertanian tersebut diharapkan produksi padi di Indonesia bisa meningkat  20 persen.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo kepada Menteri Pertanian menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan produksi padi sebanyak 20 persen dari produksi padi di Sleman yang kini  mencapai 6,1 ton per hektar, dengan cara mengatur pola tanam dan pemberantasan hama akan lebih diefektifkan. Sementara itu kepada petani Menteri menargetkan peningkatan 40 % dengan akan segera direalisasikan bantuan dari Kementrian pertanian untuk mendukung dalam pelaksanaannya.

Meski sekarang ini harga beras mahal namun Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menjamin persediaan beras di Indonesia dapat mencukupi kebutuhan bahkan  Amran memastikan  mahalnya harga beras sekarang ini akan segera turun karena pada bulan Januari hingga Februari mendatang  beberapa wilayah di Jawa Tengah akan panen raya padi yang hasilnya mencapai sekitar 50 juta ton beras.

Menteri juga mengatakan persediaan beras di Indonesia masih mencukupi kebutuhan sehingga menjamin pada tahun 2015 ini Indonesia tidak akan kekurangan beras sebab sekarang ini persediaan beras di Indonesia masih mencapai 10 juta ton per bulan sementara beras yang dikonsumsi oleh 67 juta rumah tangga warga Indonesia hanya berkisar 2,6 juta ton per bulan, padahal di bulan Januari hingga Februari mendatang beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur akan terjadi panen raya yang hasilnya mencapai sekitar 50 juta  ton beras sehingga Amran Sulaiman optimis mahalnya harga beras belakangan ini akan segara turun. Amran Sulaiman menambahkan agar harga beras stabil maka produksi padi di Indonesia harus ditingkatkan oleh karena itu di era pemerintahan Joko Widodo ini pemerintah pusat berupaya keras dapat meningkatkan produksi beras hingga 20 persen sehingga ke depan Indonesia bisa mengekspor beras ke berbagai negara lain dan hal itu diyakini akan segera terwujud.***

15
Jan

Bupati : Pajak Daerah Sebagai Modal Pembangunan

Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan PBB P2  Pemkab Sleman terus berupaya menyempurnakan mekanisme pelayanan PBB dengan upaya mempercepat proses penerbitan dan penyampaian SPPT PBB P2 kepada Pemerintah Desa untuk diteruskan kepada masyarakat. Penyampaian SPPT PBB bulan Januari ini menurut Kepala Dipenda Sleman, Harda Kiswaya, SE, MSi  diharapkan  masyarakat segera menerima SPPT PBB dan segera membayarnya tanpa menunggu batas jatuh tempo 30 September 2015.

Penyerahan SPPT PBB P2 berlangsung Kamis, 15 Januari 2015 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Acara dihadiri oleh Ketua DPRD Sleman, Pimpinan BPD Cabang Sleman, Pimpinan BRI Syariah DIY, Pimpinan BRI Sleman, Pimpinan BNI 46 Bulaksumur, Assek III, Camat dan Kepala Desa Se Kabupaten Sleman. Dalam acara ini juga diundang pimpinan perusahaan di Sleman untuk menerima SPPT PBB dari Bupati Sleman secara langsung.

Harda Kiswaya menambahkan untuk tahun 2015 tidak ada kenaikan NJOP dan untuk pokok ketetapan PBB P2 sejumlah 600.941 lembar dengan nilai nominal Rp 74,21 M. Untuk pembayaran Pemkab Sleman telah menjalin kerjasama dengan BPD dan BRI Syariah dan sedang dalam penjajagan dengan BNI 46 dan BRI.

Penyerahan SPPT PBB P2 diawali dengan penandatanganan berita acara oleh Kepala desa dan Bupati Sleman sertapenyerahan SPPT PBB P2 kepada wajib pajak bagi perusahaan dan swasta oleh Bupati Sleman secara simbolis diserahkan kepada pengelola Hyaat Hotel, Hotel Ambarukmo, Rich Hotel, Amplaz, Jogja City Mall, Angkasa Pura, UPN, UII, Mustika Princes Hotel, STIE, dan Indoland.

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan kesadaran dan ketaatan seluruh warga masyarakat Sleman dalam membayar pajak, merupakan bentuk kepedulian masya­rakat yang sangat besar terhadap pelak­sanaan pembangunan di Kabupaten Sleman. Namun demikian kesadaran masyarakat terhadap penunaian kewajiban membayar PBB masih perlu ditingkatkan.   Untuk mendukungkesuksesan pembayaran PBB oleh masyarakat, perlu diimbangi dengan peningkatan profesionalisme aparatur pajak termasuk kecepatanpenyampaian SPPT PBB kepada para wajib pajak. Dengan penyampaian SPPT PBB lebih awal, diharapkan lebih mendorong para wajibpajak untuk sesegera mungkin membayar pajak. Oleh karena itu, Bupati minta kepada seluruh kepala desa untuk segera mendistribusikanSPPT PBB ini kepada para Dukuh, dan turut serta memantau pembayaran PBB masyarakat sehingga dapat selesai tepat waktu sesuaidengan target yang telah ditetapkan.

Sri Purnomo lebih lanjut mengatakan potensi PBB Kabupaten Sleman dari waktu ke waktu mengalami peningkatan. Pada tahun2012, realisasi penerimaan PBB-P2 mencapai Rp. 48,189 Milyar atau 104,04% dari target yang ditetapkan. Sedangkan pada tahun 2013yang lalu, penerimaan PBB-P2 mencapai Rp. 57,6 Milyar atau 128% dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 45 Milyar dan pada tahun 2014,realisasi penerimaan PBB sebesar sebesar Rp. 59,5 Milyar atau 112% dari target yang ditetapkan yaitu Rp. 53 Milyar.  Pada tahun 2015 ini target yang ditetapkan adalah Rp. 58 Milyar. Target yang telah ditetapkan ini, harus dapat tercapai bahkan terlampaui, mengingat saat ini PBB telah menjadi bagian dari pajak daerah, yang sangat dibutuhkan sebagai modal pembangunan daerah mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

Bagi desa-desa yang masih menerima penitipan pembayaran PBB  dan kolektif dari masyarakat, mohon agar amanah tersebut dilaksanakan dan disampaikan dengan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat dapat dengan senang hati membayar pajak tepat pada waktunya, namun demikian kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak  bukan sesuatu yang berdiri sendiri, perlu diimbangi dengan profesionalisme aparatur pajak, transparansi, akuntabilitas termasuk kecepatan penyampaian SPPT kepada masyarakat.***


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.