Arsip Kategori: Berita

19
Feb

Gubernur Meninjau Langsung Kegiatan Gotong Royong di Turi

Kegiatan pembersihan abu vulkanik akibat letusan G Kelud di tempat-tempat yang vital dan fasilitas publik di Sleman mendapat perhatian dari Gubernur DIY. Untuk melihat dari dekat tentang kegiatan yang dilakukan Pemkab Sleman, maka Gubernur DIY, Selasa, 18 Februari 2014 mengunjungi kegiatan pembersihan abu vulkanik di Sleman. Gubernur pertama kali mengadakan pemantauan di Puskesmas Rawat Inap Sleman di Nyaen Pandowoharjo Sleman. Di Puskesmas ini kegiatan pelayanan tetap berlangsung walupun dengan kondisi genteng dan halaman masih tertutup abu vulkanik dan bahkan karena belum di guyur hujan bila tertiup angin abu masuk ke ruangan. Karena ditempat ini juga melayani persalinan maka upaya untuk menjaga kebersihan ruang cukup mendapat perhatian dengan selalu dilakukan pengepelan lantai setiap saat dan penutupan ruang.

Gubernur ditempat ini juga menyerahkan bantuan berupa Mobil Pemadam kebakaran dengan tangga hidrolis bantuan Pemerintah DIY ke Kabupaten Sleman, serta alat-alat penunjang kegiatan kerja bhakti seperti sekop, karung dan gerobag sorong. Mobil damkar bantuan ini langsung digunakan untuk menyemprot genting Puskesmas dan genting SDN Nyaen dibantu dengan mobil water canon dari POLDA DIY.

Selanjutnya Gubernur melanjutkan peninjuan ke Pasar Turi karena ditempat ini juga merupakan kegiatan yang cukup penting untuk menggerakkan roda perekonomian di wilayah Turi dan sekitarnya. Sehingga perlu penanganan secepatnya agar kegiatan perdagangan di pasar Turi segera dapat pulih seperti sedia kala. Kemudian rombongan Gubernur yang juga disertai Kapolda DIY, Danrem DIY, Danlanal, Gubernur AU serta pejabat dilingkungan DIY serta Bupati Sleman yang disertai dengan pejabat Sleman melakukan peninjauan ke Pasar Ikan dan pembenihan ikan nila Garongan Girikerto Turi. Ditempat ini Gubernur melakukan dialog dengan petani ikan dan petani salak Turi. Dalam dialog ini masyarakat Turi menyampaikan tanaman salak di Turi produksinya tidak terpengaruh dengan adanya abu vulkanik namun tetap mengharapkan adanya turun hujan walaupun para petani sendiri juga sudah berupaya untuk menyiram tanaman salak dengan air yang ada. Hanya untuk pemasaran di wilayah Jawa Timur mengalami kendala denga terhentinya permintaan, namun untuk eksport ke Cina tidak mengalami kendala. Sementara untuk keadaan perikanan dilaporkan tidak mengalami permasalahan dan belum dijumpai adanya ikan yang mati hanya saja pada hari pertama hujan abu ikan-ikan mengalami penurunan nafsu makan. Namun karena kondisi pengairan yang baik dan kolam yang ada air selalu berganti sehingga kesehatan ikan tidak terganggu.

Dalam kesempatan ini Gubernur DIY menegaskan untuk segera membersihkan tempat-tempat yang mempunyai nilai strategis seperti Puskesmas, Sekolah, Pasar dll tempat pelayanan maupun pusat kegiatan perekonomian masyarakat agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih dengan cepat. Selain itu masyarakat jangan menunggu gerakan dari pemerintah namun harus dihidupkan kembali gotong royong untuk mengatasi musibah yang dialami di DIY kali ini. Setelah jalan-jalan dibersihkan oleh masyarakat maupun Pemda dibantu para relawan masyarakat sendiri harus berusaha untuk membersihkan genting dari debu, karena untuk menunggu hujan turun mungkin terlalu lama sehingga perlu segera dilakukan pembersihan diatas. Karena kalau dibawah dibersihkan sementara diatas masih banyak debu, bila terbawa angin maka debu akan mengotori tempat dibawah yang sudah dibersihkan.

Menanggapi adanya kerusakan atap pasar ikan Garongan Gubernur meminta pengurus segera mengajukan dana ke DIY untuk mengganti atap dengan asbes dan untuk bibit ikan coba dengan indukan nila dari Taliland yang cepat besar dan beratnya bisa mencapai 8 ons sehingga produktivitas petani ikan dapat meningkat. Juga agar dicari solusi untuk menggantikan pellet ikan yang selama ini harganya semakin naik dengan pellet organic dari dedaunan. Bila hal ini bisa dilakukan maka akan mengemat pengeluaran dar para petani ikan. Gubernur juga mengapresiasi masih tetap jalannya ekspor salak ke Cina namun Gubernur berpesan agar jangan sampai menjual kebun salaknya sehingga produksi masih tetap dikuasai oleh para petani salak Sleman.
18
Feb

PDAM Sleman Tangani Dampak Meletusnya Gunung Kelud

Sebagai akibat hujan abu vulkanik dari Gunung Kelud yang sampai di DIY, ternyata membawa imbas terganggunya pelayanan PDAM Sleman kepada pelanggannya. Dari total pelanggan 24.600 sambungan hamper 20% terganggu alirannya sebagian wilayah yang terganggu pelayanannya yaitu wilayah Perum Gama Asri Turi, Banyurejo, Tempel, Ngemplak, perum Nglempong Sari, Jalan Kaliurang, sebagian Jalan Magelang, sebagian Tridadi, Perum Jati Mas Gamping, sebagian Nogotirto, Depok dan Sleman Timur.

Terganggunya pelayanan tersebut diakibatkan karena banyaknya pemakaian pelanggan yang over atau melebihi pemakaian beban puncak secara merata dengan rentang waktu bersama untuk membersihkan debu dari Gunung Kelud. Pemakaian beban puncak biasanya berkisar 1,5 dari pemakaian normal, ternyata mulai Jumat tanggal 14 Februari 2014 sampai saat ini pemakanain meningkat tajam menajdi berkisar 1,7 s/d 2 kali pemakaian normal. Hal tersebutlah yang mengakibatkan pelayanan terganggu baik kuantitas maupun kontinuitas. Dari debit produksi yang tersedia saat ini 280 lt/detik yang menghasilkan rata-rata produksi 600.000 m3 memang agak sulit untuk memberikan pelayanan pada beban puncak secara bersama-sama dengan tingkat kuantitas dan kontinuitas yang sama.

Untuk itu upaya yang kami lakukan sementara dengan terbatasnya debit air yang ada, kami menambah jam produksi dan menambah tenaga genset untuk mengoptimalkan produksi serta terpaksa juga melakukan penggilingan terhadap daerah terrtentu yang lokasinya sulit atau yang posisi di wilayah tinggi.

Selanjutnya untuk mengantisipasi pelayanan terhadap pelanggan yang saat ini sudah ada maupun untuk mengembangkan, Pemkab Sleman dan PDAM telah membahas rencana penambahan air baku bersama dinas/ instansi terkait untuk pemanfaatan sumber air baku yang ada di Kabupaten Sleman maupun melalui program regionalisasi DIY

Untuk itu kami atas nama PDAM Sleman mohon pengertian pelanggan dan mohon maaf atas terganggunya pelayanan serta ketidaknyamanan dalam pengaturan aliran tersebut.

17
Feb

PNS Sleman Kompak Kerja Bhakti

Aparat Pemkab Sleman Senin, 17 Februari 2014 serentak mengadakan kerja bahkti membersihkan  lingkungan kantor masing-masing dari debu abu vulkanik G Kelud. Walaupun Ibu kota Kabupaten Sleman tadi malam sempat diguyur hujan deras namun  ternyata abu tidak semuannya terbawa air hujan, masih banyak yang tersisa di lingkungan kantor, hanya genting dan pohon saja yang sudah bersih dari abu vulkanik.

Kerja bahkti juga dikerahkan untuk membersihkan lingkungan ibu kota Sleman dan sekolah-sekolah SD se Kabupaten Sleman dengan mengerahkan aparat TNI, POLRI, SAR, TAGANA Relawan, tenaga kerbesihan jalan, PMI Sleman, Guru sekolah dan mobil pemadam kebakaran Sleman. Teknis pelaksanaan kerja bhakti dibagi untuk 31 tim ke sekolah SD, 10 Tim di jalan-jalan, 2 tim ke pasar-pasar, 7 tim ke SLB dan Panti Sosial melibatkan 500 personil. Sementara itu masyarakat juga giat melakukan kerja bhakti di lingkungan masing-masing dengan mengerahkan mesin pompa untuk menyemprot jalanan dengan air.

Menurut Drs. Yuli Setiono Kepala BPPD Sleman kegiatan hari ini akan dievaluasi sore harinya untuk kegiatan pada esok hari, bila belum tuntas masih akan dilanjutkan dalam kegiatan kebersihan lingkungan. Sementara itu Bupati Sleman didampingi kepala DInas Pendidikan Sleman juga melakukan peninjauan dalam kegiatan kebersihan yang dilakukan di SD N Trimulyo dan SLB Balong Candibinangun Pakem.

Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan HB X juga melakukan peninjauan ke Bandara Adisucipto Yogyakarta, didampingi Danlanud Adisucipto, Bupati Sleman, Komandan Kodim Sleman, Kapolres Sleman,  dan diterima oleh Managemen Angkasa Pura Andi G wirson. Gubernur didampingi Sekda DIY, Kepala PU DIY dan Walikota Yogyakarta. Gubernur memerintahkan kepada Manajemen Bandara untuk mempercepat pembersihan bandara sehingga bandara segera dapat dioperasionalkan untuk melayani penerbangan. Karena dampak penutupan bandara dari penerbangan perekonomian Yogyakarta khususnya menjadi terganggu. Gubernur juga memerintahkan untuk malam hari nanti agar dikerahkan mobil damkar kota 2 unit dan Sleman 2 unit untuk mempercepat proses pembersihan bandara dari abu vulkanik G Kelud.

Menurut Manajemen bandara sudah mengoperasionalkan 8 mobil damkar dan 4 tangki air serta mengerahkan pompa-pompa air untuk menyemprot landasan pacu, dibantu mobil damkar Sleman, hari Sabtu 2 mobil dan hari Minggu 3 mobil serta 1.500 orang. Dan menurut rencana kemungkinan baru hari Rabu Bandara bisa operasional melayani penerbangan.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.