Arsip Kategori: Berita

18
Jun

Ribuan Botol Minuman Keras Dimusnahkan

Upacara setiap tanggal 17 dilaksanakan di lapangan Pem.Kab.Sleman diikiuti oleh BUMD, KODIM, POLRES, DPRD,  pimpinan jajaran SKPD beserta Staf dengan inspektur upacara Bupati sleman. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan bahwa pada pertengahan tahun anggaran 2014 ini sudah seharusnya kita merefleksikan tugas-tugas dan kewajiban kita pada semester awal tahun ini, sehingga pada semester dua nanti kita dapat lebih giat dan lebih bertanggungjawab untuk mengerjakan tugas dan kewajiban kita dengan kualitas yang semakin baik.

Pada akhir bulan Mei yang lalu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI telah memberikan opini terhadap hasil audit terhadap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun 2013, dengan predikat WTP untuk ketiga  kalinya. Capaian prestasi kinerja tersebut merupakan tantangan yang  semakin berat, kita harus membuktikan bahwa opini tersebut merupakan cerminan birokrasi yang tertib dan bebas dari korupsi. Kita harus bisa menunjukkan bahwa Pemkab Sleman memang layak memperoleh WTP atas laporan keuangan pemerintahan daerah, karena itu, ke depan, kita harus terus meningkatkan kinerja, serta semakin tertib dalam administrasi.

Bupati juga mengingatkan bahwa saat ini kita telah memasuki masa kampanye untuk Pemilihan Presiden RI Periode 2014-2019 sebagai warga negara yang bertanggungjawab  kita harus menggunakan hak pilih untuk menyuseskan proses demokrasi dalam menentukan pemimpin negeri, sebagai aparat birokrasi kita harus netral dalam mensikapi proses Pemilihan presiden sesuai dengan surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.7 Tahun 2009.

Terlebih lagi sebagai  aparat pemerintah harus memberikan  tauladan yang  baik bagi  masyarakat, Bupati juga mengingatkan bahwa akhir bulan Juni memasuki bulan Ramadhan dan masa penerimaan mahasiswa /siswa baru,  sebagai daerah tujuan pendidikan, tentunya akan banyak masyarakat yang akan datang dan bertempat tinggal di Sleman untuk melanjutkan pendidikannya, baik di berbagai sekolah maupun perguruan tinggi di Sleman ini. Kita harus mampu menciptakan situasi Sleman yang kondusif, nyaman dan aman, sehingga citra Sleman serta DIY sebagai daerah tujuan pendidikan, tetap terjaga.

Setelah upacara 17 an dilanjutkan oleh Bupati Sleman didampingi Kepala Kejaksaan, Pengadilan, Kepolisian,  BNN Kab.Sleman,Pol.PP,  serta disaksikan peserta upacara  memusnahan minuman berakhohol dengan  berbagai jenis,  dari yang mahal sampai kemasan oplosan ( 2.116 Botol, 701 kaleng, 85 plastik/kemasan ) sekitar 2.902 Botol/Kemasan minuman berakhohol di komplek lapangan pemda Sleman dengan cara dihancurkan menggunakan  stom / alat berat, sebagai hasil operasi yustisi selama 5 bulan / semsester I  di tahun 2014 yang telah mendapat putusan Hakim Pengadilan Negeri Sleman.
17
Jun

Siswa Korban Erupsi Merapi Raih Beasiswa ke Jepang

Sebanyak 14 Siswa korban erupsi Gunung Merapi 2010 asal Cangkringan yang mengikuti program pendidikan di Sekolah Umum Pertanian Negeri Tegal telah berhasil lulus. Para siswa didampingi orang tua/wali murid mengadakan audiensi dengan Bupati, Senin, 16 Juni 2013  selain melaporkan kelulusannya juga menyampaikan ucapan terima kasih atas fasilitasi yang diberikan selama ini sehingga para siswa telah berhasil lulus. Dalam kesempatan ini Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman, Kabid Perikanan dan PPL Perikanan Sleman. Sebelumnya siswa korban erupsi Merapi yang dikirim ke Tegal sejumlah 30 anak, 25 diantaranya ke SUMPN Tegal dan 5 di Akademi Perikanan Sidoarjo dan 1 di Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, namun dalam perjalanannya 25 siswa yang sekolah di SUMPN Tegal hanya 14 yang berhasil menyelesaikan pendidikannya sedangkan 11 mengundurkan diri dengan berbagai alasan ada yang tidak kerasan maupun bekerja di tempat lain.

Dari 14 siswa ini 1 siswa yang menduduki rangking I di sekolah ini mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Perikanan di Jakarta, 2 siswa mengikuti magang di Jepang dan selanjutnya bekerja di sana dan sisanya langsung dapat pekerjaan di Perusahaan Jakarta dan  Bogor.

Bupati Sleman dalam sambutannya merasa bangga dengan berhasilnya para siswa korban erupsi Merapi lulus dalam pendidikan di Tegal dan yang ingin langsung bekerja sudah diterima oleh perusahaan dan yang mau melanjutkan pendidikan mendapatkan beasiswa. Ini menunjukkan adanya keberanian dan kemampuan para siswa sehingga dapat berhasil, mengingat tidak semua siswa yang dikirim dapat berhasil. Ini juga menunjukkan bahwa anak-anak dari sisi kualitas dapat dibanggakan karena berhasil memperoleh rangking I dan II di sekolah. Bagi Siswa yang lulus ini telah disiapkan lapangan kerja dan ini menurut Bupati merupakan ujian bagi siswa untuk berusaha berhasil di dunia kerja yang baru.
16
Jun

Masyarakat Abadikan Nama Mantan Lurah Donoharjo Sebagai Nama Jalan

Sebagai penghargaan bagi pendiri Desa Donoharjo, maka masyarakat setempat yang terdiri Desa Pendowoharjo, Donoharjo dan Sariharjo mengabadikannya sebagai nama jalan. Jalan yang diberi Nama Jalan Noto Sukarjo tersebut mulai Pendowoharjo-Donoharjo-Sariharjo. Peresmian dilakukan oleh bupati Sleman yang ditandai dengan pelepasan Balon sebanyak 67 balon di tiga tempat , yaitu di Pendowoharjo, Donoharjo dan Sariharjo. Jumlah balon yang 67 tersebut menurut jarot sebagai penghargaan karena Noto Sukarjo sebagai lurah Desa Donoharjo pertama meninggal pada usia 67 tahun.

Disampaikan oleh Jarot, Tokoh Masyarakat setempat bahwa rangkaian acara yang dimulai pada Jumat 13 Juni 2014 dengan pemberian/peresmian jalan dengan diiringi tarian Golek Ayun-ayun, sedangkan pada Sabtu siang, 14 Juni 14 pukul 15.00 dilakukan Kirab dengan berbagai ubo rampe (perlengkapan), dan malam harinya  dipentaskan Wayang Kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Suwando dengan lakon Wisanggeni Gugat.

Sementara itu bupati Sleman Drs. Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penghargaan pada pendahulu dengan pemberian nama jalan merupakan penghargaan yang patut diapresiasi. Sebagai penerus tentu harus mengenang jasa dan perjuangan pendahulu dengan melanjutkan perjuangan dan cita-cita mereka agar yang menjadi cita-citanya dapat terwujut. Lebih lanjut disampaikaan bahwa sebagai desa wisata, dusun Tanjung tentu harus mampu mempertahankan diri agar tingkat kunjungan dan hunian wisatawan lebih ramai dan lama. Mengingat desa wisata Tanjung saat ini sudah mampu daan menerima wisatawan baik yang domestik maupun mancanegara, serta sudah menerima wisatawan yang menginap. Agar wisatawan yang berkunjung dan menginap lebih ramai dan kerasan tinggal di desa wisata Tanjung maka banyak hal yang harus diperhatikan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan tersebut antara lain kebersihan lingkungan, misalnya tanah-tanah pekarangan yang kosong ditanami berbagai tanaman yang bermanfaat syukur yang produktif misalnya tanaman obat maupun tanaman perindang yang bisa menambah keasrian dan keteduhan lingkungan. Disamping itu yaang lebih penting adalah kebersiha rumah tinggal  termasuk adanya kamar mandi dan WC yang bersih, selalu tertsedia Air. Agar wisatawan yang berkunjung terkesan dan akan berkunjung kembali, masyarakat bisa menampilkan beberapa unggulan baik kesenian maupun makanan unggulan, terutama makanan tradisional yang saat ini baru ngetren dan banyak disukai.***



Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.