Arsip Kategori: Berita

6
Feb

Forum LLAJ DIY Urai Kemacetan di Seturan Dengan MRLL

Kemacetan lalu lintas sangat sulit untuk dihilangkan, paling tidak hanya dapat dikurangi kepadatannya. Hal ini disebabkan karena kemacetan lalu lintas dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan satu sama lainnya. Letak geografis suatu daerah salah satunya. Salah satu penyebab kemacetan adalah, pertumbuhan jalan yang tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan yang ada di Kabupaten Sleman menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas pada jam-jam tententu di wilayah-wilayah yang padat penduduk dan wilayah-wilayah perkantoran ataupun sekolah. Simpul-simpul konflik kemacetan lalu lintas tersebut menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan seperti polusi udara, kerugian waktu tempuh, keausan kendaraan lebih tinggi, dan dapat menyebabkan terjadinya stress pada pengendara.

Dalam upaya mengatasi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di jalan Seturan dan Kledokan Raya (simpang tiga Citrouli Babarsari) maka dilakukan upaya Manajemen dan Rekayasa Lalulintas (MRLL) oleh Forum LLAJ Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Adapun sistem MRLL yang akan diujicobakan adalah sebagai berikut:

  • memberlakukan sistem jalan satu arah mulai dari ruko Babarsari ke arah barat sampai pertigaan Citrouli sampai perempatan selokan mataram satu arah ke utara.
  • Jalan selokan mataram sampai ruko Babarsari satu arah ke timur, jalan dalam ruko Babarsari satu arah ke selatan

Menurut Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Sleman Sulton Fatoni, ATD, M.Ec.Dev, Uji coba MRLL ini akan dilaksanakan selama satu hari pada hari Kamis tanggal 6 Februari 2014 pada pukul 06.00-21.00 WIB. Setelah dilaksanakannya uji coba MRLL ini nantinya akan dilaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan MRLL ini. Pelaksanaan kegiatan MRLL ini diharapkan dapat mengurai titik konflik kemacetan yang ada di pertigaan Citrouli dari yang tadinya terdapat 5 titik konflik kemacetan berkurang menjadi 1 titik konflik kemacetan, dan dari perempatan selokan Mataram Babarsari yang tadinya terdapat 10 titik konflik kemacetan dapat berkurang menjadi 3 titik konflik kemacetan.
4
Feb

Budi Sutamba Kini Menjabat Camat Seyegan

Serah terima jabatan camat Seyegan dari Drs. Ahmat Yuno Nurkaryadi selaku camat yang lama kepada camat Seyegan yang baru Drs. Budi Sutamba Saputra berlangsung di pendopo kecamatan Seyegan Senin 3 Pebruari 2014, yang ditandai dengan penandatanganan berita acara, yang dilanjutkan penyerahan buku memori. Disamping serah terima jabatan camat, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara , dan penyerahan buku memori ketua Tim Penggerak PKK kecamatan Seyegan dari Ibu Ir. RR. Rini Umi Astuti kepada Ibu Endah Trisnawati, Bsc. Hadir pada kesempataan tersebut antara lain Drs. Abdul Majid, Msi selaku tokoh masyarakat, para kepala desa se kecamatan Seyegan dan para kepada Dusun se kecamatan Seyegan.

Pada kesempatan tersebut Ahmad Yuno selaku camat yang lama antara lain menyampaikan bahwa kepindahannya sebagai camaat Godean merupakan amanah yang harus dilaksanakan. Selama ini sebelum menjadi camat di Seyegan juga sudah pernah menjadi camat baik di wilayah sleman timur sampai sleman barat. Kepindahannya di kecamatan godean bukan berarti silaturahmi dengan masyarakat Seyegan sudah berakhir, tetapi hendaknya tetap tali persaudaaraan dan silaturahmi tersebut tetap berjalan dengan baik. Selama mengabdi sebagaai camat Seyegan sudah banyak yang dilakukan meskipun juga ada yang masih kurang, hanya sajaa dengan adanya camat yang baru (Budi Sutamba) hal hal yang belum dilaksaanaakan agar bisa dilanjutkan. Banyak pelajaran dan pengalaman yang didapat selamaa menjabat sebagai camat Seyegan, terutamaa pengalaman dari para kepalaa desa.

Sebagai camat harus mampu berperan sebagai pemasaran agar wilayah yang menjadi tanggung jawabnya bisa dikenal oleh luar, pemasaran disini bisa kerjasama maupun investasi dari luar yang akar tujuannya untuk kesejahteraan dan kemajuan dimana bertugas.

3
Feb

Sleman Kembali Dapat Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah

Sleman kembali dapat tingkat Akuntabilitas Kinerja dengan predikat B atas akuntabilitas kinerja Instansi pemerintah kabupaten/kota tahun 2013. Evaluasi tersebut ditujukan untuk menilai akuntabilitas kinerja dilingkungan pemerintah kabupaten sleman, yang dilakukan untuk mendorong terwujudnya pemerintahaan yang berorientasi kepada hasil (result oriented government). Sleman termasuk 4 kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan tersebut, keempat kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan tersebut Kota Sukabumi, Kabupaten Sleman, Kota Menado dan Kabupaten Badung Prop. Bali. Hasil evaluasi Lakip diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar kepada Bupati Sleman Sri Purnomo yang dalam acara tersebut didampingi oleh inspektur inspektorat Kabupaten Sleman Suyono, di Balai Kartini Jakarta, 29 Januari 2014.

Dalam evaluasi LAKIP Kabupaten Sleman pada tahun 2013 ini, mengalaami kenaikan dibanding tahun 2012. Komponen yang dinilai tersebut untuk perencanaan Kinerja dengan bobot 35 pada tahun 2012 sleman mendapat nilai 23,50 sedang pada tahun 2013 nilainya naik menjadi 24,02 untuk pengukuran kinerja dengan bobot 20 pada tahun 2012 mendapat nilai 12,76 sedang pada tahun 2013 mengalami kenaikan menjadi 13,00. untuk Pelaporan kinerja dengan bobot 15 pada tahun 2012 nilainya 10,34 sedang pada tahun 2013 mengalami kenaikan menjadi 10,41. Untuk Evaluasi kinerja dengan bobot 10 pada tahun 2012 sleman mendapat nilai 5,22 dan pada tahun 2013 naik menjadi 6,89 dan untuk capaian kinerja dengan bobot 20 tahun 2012 sleman mendapat nilai 13,47 dan pada tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 12,03. Secara total nilai hasil evaluasi yang bobotnya 100 untuk tahun 2012 sleman mendapat nilai 65,29 dan pada tahun 2013 naik menjadi 66,35 dengan tingkat Akuntabilitas kinerja B. Penilaian akunatbilitas kinerja tersebut berdasarkan penilaian dar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dengan nilai tersebut, kabupaten sleman telah membangun akuntabilitas kinerja, dengan menerapkan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang meliputi, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, dan evaluasi kinerja. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja pada tingkat pemerintah kabupaten dan SKPD, secara umum Kabupaten Sleman dapat disimpulkan BAIK.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.