Arsip Kategori: Berita

27
Apr

“Kridha Jatirasa” Peroleh Apresiasi di Gianyar

Kesenian Sleman yang ditampilkan di Balai Budaya Gianyar Bali, Minggu malam,  26 April 2015,  mendapat sambutan yang meriah dari penonton baik dari pejabat, tokoh seni, wisatawan domestik dan mancanegara maupun masyarakat Gianyar. Pemkab Sleman membawa rombongan kesenian Sleman mementaskan tari Kridho Jatirasa yakni kesenian tari yang menggambarkan ungkapan ekspresi rasa persatuan dan kesatuan yang merupakan lukisan eksistensi seni dari DIY. Tari ini dikemas dalam medley gabungan potensi seni unggulan DIY yakni Angguk dari Kulon Progo, Badui dari Sleman, Tayub dari Gunung Kidul, Montro dari Bantul dan Reog Keprajuritan dari Kota Yogyakarta. Kolaborasi yang indah nan harmoni tersaji pada garapan tari ini. Dengan menyaksikan karya tari garapan Sutradara Agus Sukino, SSn. dengan penata tari Nurul Dwi Utami, SPd serta penata musik Sukoco, bagai tampilan semalam di DIY. Tarian tersebut didukung oleh 18 penari dan 9 pengrawit.

Pentas kesenian Sleman di Gianyar Bali tersebut digelar atas undangan Pemkab Gianyar  bertajuk “Semalam Gelar Seni dan Budaya DIY di Gianyar” yang dikoordinasikan oleh Dinas Kebudayaan DIYdalam rangka Hari Jadi Kabupaten Gianyar ke 244 di pimpin oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP, MM, Diharapkan oleh Ayu sajian seni pertunjukan di Bali ini dapat lebih mengenalkan potensi budaya DIY di kalangan masyarakat Bali maupun sekaligus wisatawan asing yang berada di lokasi pertunjukan
Selain Kabupaten Sleman Dinas Kebudayaan DIY juga membawa kontingen Kabupaten Gunung Kidul yang menampilkan Campursari dan Fashion Show batik, Kabupaten Bantul dengan garapan tari upacara adat wiwitan, kota Yogyakarta dengan tari Pujiastuti dan tari Lawung dan Kulon Progo menampilkan musik kreatif. Wayang orang juga ditampilkan oleh Dinas Kebudayaan DIY dalam pentas tersebut.***
27
Apr

PPD 2015 Dimeriahkan dengan Tari Tepak Pawestri dan Langencarita

Pameran Potensi Daerah tahun 2015 dibuka oleh Bupati Sleman ditandai dengan pemukulan gong dan pemotongan buntal. Bupati didampingi oleh Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan Ketua BPPS. Dalam Laporannya Ketua BPPS selaku ketua panitia mengatakan  bahwa pameran kali ini mendapat respon positif dari masyarakat. Indikator secara terukur dapat dilihat dari jumlah peserta telah memenuhi target kepesertaan. Pameran Potensi Daerah diikuti oleh 240 Stand yang terdiri dari 12 Stand institusi Pemerintah dan BUMD, 66 Stand Kecamatan dan potensi wilayahnya, 31 stand institusi pendidikan di Kabupaten Sleman, 15 Stand UKM  industri dan kerajinan binaan Dinas dan UKM mandiri, 30 stand usaha pertanian, 16 stan BKM, 5 Stand Perusahaan swasta, 16 stand kuliner dan sektor informal serta permainan anak.

Bupati dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat Sleman, untuk menunjukkan bahwa produk-produk dari Sleman mampu bersaing dengan produk luar negeri. Kedepannya pameran potensi daerah ini diharapkan mampu mengembangkan diri sebagai sarana untuk mengembangkan jaringan pasar. Saya minta BPPS sebagai penyelenggara, dapat menghadirkan para pengusaha yang dapat memanfaatkan produk Sleman untuk memenuhi kebutuhan lembaganya. Banyaknya hotel dan restoran merupakan peluang besar bagi produk lokal Sleman.” Jika semua bersedia menggunakan produk Sleman baik makanan  dan minuman, hasil pertanian dan kerajinan maka secara langsung akan menguatkan pertumbuhan perekonomian lokal”, demikian tegas Bupati. Pembukaan pameran dimeriahkan dengan tarian tepak-tepak pawestri dan penampilan langencarito dengan lakon ande-ande lumut.***
23
Apr

Akibat Luapan Air Hujan, Jembatan Pules Lor Putus

Akibat hujan yang terjadi Rabu sore 22 April 2015 mengakibatkan beberapa jembatan dan sejumlah pemukiman rusak. Terparah terjadi di jalan propinsi yang menghubungkan Kecamatan Turi dan Pakem yang merupakan jalur alternatif Kecamatan Tempel-Kecamatan Pakem, tepatnya di Pules Lor/ Surodadi Girikerto Turi. Jembatan yang putus sepanjang kurang lebih 6 meter dengan kedalaman sungai 4 meter. Akibat putusnya jembatan tersebut arus lalu lintas dialihkan ke jalur selatan, dari lampu merah kecamatan Turi ketimur  hingga Pulowatu.

Kondisi jembatan ditinjau Bupati Sleman Sri Purnomo, yang didampingi antara lain Kepala BPBD Kabupaten Sleman Julisetiono Dwi Wasita, Kepala Dinas PUP Nurbandi, Camat Turi dan Camat Pakem. Putusnya jembatan tersebut mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Pada kesempatan Bupati Sleman menyampaikan bahwa putusnya jembatan tersebut menjadikan arus lalu lintas jalur selatan menjadi semakin padat. Untuk mengatasi tersebut Pemkab Sleman akan segera memperbaiki meskipun darurat agar cepat berfungsi lagi, sedang untuk membangun jembatan secara permanen tentu membutuhkan waktu yang lama. Lebih lanjut disampaikan bupati bahwa jembatan yang putus tersebut merupakan jembatan lama yang masih berupa gorong-gorong.
Disamping meninjau jembatan di Pules Lor, bupati melajutkan peninjauan jembatan Desa Kali Mangut di Surodadi Lor yang juga putus akibat hujan, sedang jalan kabupaten di Nangsri Lor  yang semula mulus juga rusak tergerus luapan kali di sisi kiri-kanan jalan. Sedangkan banjir di Padukuhan Glagah Ombo mengakibatkan lonsornya talud, dan di Cepet Purwobinangun Pakem talud sepanjang 25 meter longsor dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta. Sementara di Kalireso Talud jalan Propoinsi  ambrol termasuk rumah yang ada di dekatnya sebagian tergerus air kerugian talud diperkirakan mencapai 50 jutaan.
Sementara tiga rumah yang tertimpa pohon beberapa waktu lalu yang menimpa rumah Yuliono di Duwet Sendangadi Mlati , Wiratmono di Gondang Banyurejo Tempel dan salah satu warga Ngino juga mendapat bantuan dari PT. Taman wisata candi Prambanan, Borobudur dan Boko berupa uang total Rp20 juta. Bantuan diserahkan oleh Kepala Program Kerja Bina Lingkungan PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur dan Boko, Repto Pranowo dan diterima Bupati Sleman, dan selanjutnya diserahkan kepada tiga warga yang mendapat bantuan. Penyerahan tersebut berlangsung di Duwet Sendangadi Mlati.
Ditempat lain tepatnya di Padukuhan Mrican Pringgodani Depok sebanyak 48 rumah juga terendam air hingga sepinggang akibat luapan kali Gajah Wong. Ditempat tersebut bupati menyerahkan bantuan karung/bagor sebagai tanggul kali. Sedang di padukuhan Grinjing Papringan Caturtunggal Depok sebanyak 46 rumah juga terendam air setinggi 1 meter yang diakibatkan juga meluapnya kali Gajahwong. Ditempat tersebut bupati juga menyerahkan bantuan peralatan kerja berupa antara lain Angkong, Sekop dll.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.