Arsip Kategori: Berita

11
Mar

Suranaree University of Tecnology Kunjungi Sleman

Pertukaran Budaya Thailand-Indonesia (Suranaree University of Technology, Thailand dan Yogyakarta, Indonesia) yang dipimpin oleh  assistent Professor Suranaree University, DR. Sirithorn Seepho dari Suranaree University of Technology Thailand mengunjungi Kabupaten Sleman. Kunjungan diterima Wakil Bupati Sleman DR. Yuni Satia Rahayu, Senin malam, 9 Maret 2015 di Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman. Para mahasiswa Thailand menampilkan Tarian “Zong Kra Por” dan Sleman menampilkan Tarian Klana Alus oleh Ikatan Dimas Diajeng Sleman – Dimas Fajar Widjanarko. DR. Sirithorn dari Suranaree univ of technology berkeinginan untuk dapat bekerjasama dengan Sleman khususnya di bidang kebudayaan dan pendidikan. Hal ini  disambut baik oleh Yuni mengingat Indonesia dan Thailand memiliki kesamaan kekayaan berupa candi dan bagaimana memasarkan candi itu dengan balutan kesenian tradisional masing-masing.

Kerjasama ini perlu dikembangkan mengingat seluruh negara ASEAN resmi menjadi satu komunitas di 2015. Hal tersebut merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk lebih mempelajari tentang sejarah, bahasa dan berbagai budaya dari negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat pemahaman dan kerjasama antara negara ASEAN dimasa akan datang. Setiap tahunnya, Suranaree University of Technology (SUT) mendorong staf dan mahasiswa yang merupakan grup seni tradisional Thailand di bidang tarian dan musik untuk mengadakan sebuah acara pertukaran budaya dengan berbagai universitas di negara ASEAN. Hal ini dilakukan untuk mempromosikan seni dan budaya Thailand dan juga untuk mempererat silaturahmi. Tahun ini, SUT memilih Yogyakarta, Indonesia yang terkenal kaya akan nilai sejarah, budaya, kesenian dan kerajinan. 23 perwakilan yang merupakan mahasiswa dan staf dari Suranaree University of Technology, Nakhon Ratchasima , Thailand akan mengunjungi 4 universitas (UGM, UAD, UII dan UMY), 2 stasiun TV (RBTV dan ADITV), dan radio Megaswara FM .***


10
Mar

Pemkab Sleman Terus Memberdayakan Kaum Difabel


Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman telah berlangsung pengukuhan Pengurus Penyandang Dissabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Sleman yang di kukuhkan oleh Dewan Pengurus Daerah PPDI DIY Ir. Muchamad Nuryadin. Dalam kesempatan Kepala Dinas Tenagakerja dan Sosial Kabupaten Sleman Drs. Untoro Budiharjo.MM sebagai ketua penyelenggara mengatakan dengan diadakannya  pelantikan pengurus ini maka dengan adanya peleburan dua organisasi menjadi satu tentu saja memberikan harapan bagi kita bersama baik dari pemerintah daerah masyarakat umumnya khususnya penyandang dissabilitas , karena dua potensi yang bergabung menjadi satu sehingga potensinya semakin besar dengan demikian PPDI perannya kedepan semakin besar pula bisa memberikan arti yang lebih dalam lagi bagi anggotanya dan mudah-mudahan bagi penyandang desabilitas di kabupaten Sleman semakin baik lagi kondisinyakedepan.
Bupati Sleman  Drs.H. Sri Purnomo. MSI dalam arahannya menyampaikan bahwa para penyandang dissabilitas adalah bagian dari masyarakat Sleman yang memiliki hak yang sama. Bahkan para penyandang desabilitas ini, juga memberikan pengaruh besar bagi pembangunan mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera yang merupakan visi pembangunan yang ingin kita capai. Oleh karena itu Bupati Sleman menyambut baik segala upaya pemberdayaan maupun paningkatan kapasitas bagi para penyandang desabilitas, termasuk keberadaan Persatuan Penyandang Desabilitas ini.  Keberadaan dissabilitas harus di diberdayakan dengan memberikan kemampuan sehingga para desabilitas dapat tetap produktif.
Untuk membantu para difabel Kabupaten Sleman memberikan bantuan asistensi sebesar Rp 300.000,- per bulan selama satu tahun bagi para penyandang desabilitas  berat di kabupaten Sleman. Pada tahun 2014 bantuan ini telah didistribusikan kepada 107 orang penyandang desabilitas. Selain itu sejumlah 53 alat bantu juga telah disalurkan pada tahun 2014. Pemerintah kabupaten Sleman juga memberikan bantuan dana pemberdayaan bagi para kelompok usaha desabilitas. Untuk itu diharapkan para penyandang dissabilitas yang membutuhkan dana pemberdayaan untuk mengajukan proposal bantuan usaha ke dinas terkait lanjut Bupati.  Di harapkan pula seluruh lembaga sosial kemasyarakatan dan pihak-pihak yang peduli pada para penyandang desabilitas mampu menjalin koordinasi dan masuk ke dalam suatu jaringan kerja sehingga kegiatan lebih terintegrasi. Diharapkan dengan dikukuhkannya pengurus persatuan desabilitas Indonesia Kabupaten Sleman dapat memberikan program yang lebih kreatif, sinergis dan berkelanjutan.
Adapun sambutan ketua PPDI Dr.Akhmad Sholeh, M.SI. berharap agar para pengurus PPDI yang baru saja dilantik periode 2015 sd 2019 ini agar berjalan sesuai dengan AD,ART organisasi  sehingga PPDI bisa bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Lebih lanjut Dr.Akhmad Sholeh. M.SI. berpesan kepada para pengurus PPDI agar para pengurus tidak bosan-bosan selalu memperjuangkan kesamaan dan kesetaraan dalam segi aspek kehidupan, dan perlu diketahui PPDI itu adalah mitra kerja pemerintah dan juga mitra mayarakat.


9
Mar

Menteri Agraria dan Tata Ruang Serahkan 1.687 Sertifikat Tanah di Cangkringan

Sebanyak 1.687 bidang sertifikat tanah warga Cangkringan diserahkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN, Ferry Mursyidan Baldan, Jum’at, 6 Maret 2015 di Balai Desa Kepuharjo. Dalam penyerahan ini Menteri didampingi Sekretaris utama Kementrian, Gubernur DIY, Bupati Sleman, dan Kepala Kanwil BPN DIY Ari Yuriwin, SH. MSI. Dalam kesempatan ini Menteri juga menyerahkan bibit tanaman seperti Kepel, Damar, Biola Cantik, Durian, Jambu, Sirsak untuk ditanam di wilayah Cangkringan selain untuk penghijauan juga untuk penganekaragaman buah-buahan di lereng Merapi.

Dalam kesempatan ini Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan bahwa program konsolidasi tanah yang diluncurkan oleh BPN adalah program yang sangat positIf dan memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama masyarakat di lereng Merapi yang pada tahun 2010 yang lalu terdampak oleh erupsi merapi.  Pasca erupsi merapi banyak dokumen-dokumen pertanahan atau sertifikat tanah atau patok batas tanah yang hilang sehingga program konsolidasi tanah dari BPN ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan pertanahan ini.  Program konsolidasi tanah ini merupakan penataan kembali penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah agar menjadi lebih tertib teratur dan sesuai rencana tata ruang wilayah.
Sementara itu Gubernur DIY dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat karena dengan kerelaan, keikhlasan dengan kearifan lokal masyarakat tanahnya untuk diukur kembali maka mempermudah petugas BPN untuk menyelesaikan sertifikat tanah. Kearifan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Jogja inilah yang harus perlu dipertahankan karena sebelumnya kondisi tanah yang dimiliki masyarakat ada yang bengkok/tidak lurus dan karena ada pengukuran ulang tentu diluruskan sehingga hal ini menyebabkan ada yang lebih ada yang kurang. Namun berkat adanya keikhlasan dengan musyawarah dan mufakat dapat diselesaikan. Gubernur berpesan kepada masyarakat untuk menyimpan sertifikat tanah dengan baik karena merupakan aset yang mempunyai nilai, dan jangan diagunkan di bank untuk pinjam uang bila tidak terpaksa.
Menteri BPN juga menyampaikan terimakasih karena berdasarkan kesepakatan musyawarah dan mufakat  dengan kearifan lokal dan nilai-nilai sosial yang kuat di masyarakat maka akhirnya kembali mendapat hak atas tanah. Hal mengingat masalah pertanahan yang ada batasnya ada surat-suratnya saja bisa timbul masalah, apalagi yang batas-batasnya hilang, surat-suratnya hilang tentu kalau tidak adanya kearifan lokal maka tidak akan dapat diselesaikan dengan baik. Menteri juga menyampaikan bahwa permasalahan tanah muncul karena adanya ego yang berlebih dari masyarakat yang potensial menjadi konflik, bencana dan kerenggangan sosial sehingga tidak dapat memberi manfaat bagi pemiliknya. Untuk itu Kementriannya saat ini lebih mementingkan kemanfaatan tanah bukan hanya dari segi kepemilikan saja. Menteri mengapresiasi masyarakat Cangkringan karena bencana yang terjadi bisa memberikan kemanfaatan karena memegang teguh nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Nilai-nilai ini yang akan menjadi contoh dan model yang baik bagi masyarakat lainnya di luar DIY.
Pada bagian lain juru kunci Gunung Merapi, Asih (Putra Mbah Marijan) yang juga menerima sertifikat tanah menyampaikan rasa gembiranya menerima sertifikat langsung dari Menteri secara gratis. Dan sudah menjadi harapan sejak dulu dari masyarakat sehingga menambah semangat masyarakat dalam memanfaatkan tanah. Masyarakat tidak ragu lagi karena tanah sudah dilengkapi surat-surat kepemilikan sehingga tenang dalam memanfaatkan bagi penghidupan sehari-hari. Selama ini tanah telah dimanfaatkan untuk menanam rumput pakan ternak, ditanami pohon-pohon dan untuk aktifitas ekonomi lainnya.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.