Arsip Kategori: Berita

20
Dec

Jelang Natal Stok Sembako Mencukupi Namun Harga Merangkak Naik

Menjelang perayaan Natal 2016 dan Tahun baru 2017 harga kebutuhan pokok mengalami perubahan, hal tersebut diakibatkan oleh permintaan yang tinggi dari masyarakat yang biasanya menjelang akhir tahun banyak menyelenggarakan acara hajatan dan liburan sekolah sehingga banyak harga dari komoditas sembako mengalami kenaikan. Seperti yang terjadi di Pasar Tradisional Godean beberapa komoditi kebutuhan pokok mengalami kenaikan seperti pemantauan pada Senin (19/12) yang dilakukan oleh  Biro Administrasi Perekonomian Setda DIY dan Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut dipantau langsung oleh Kasubag Perindustrian dan Perdagangan Setda DIY ibu Suwarsih dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah kab. Sleman. Menurut Suwarsih bahwa pemantauan harga tersebut dimaksudkan untuk memperoleh data tentang harga dan kondisi ketersediaan stok  komoditi bahan pokok di pasar tradisional Godean yang nantinya bisa diinformasikan kepada masyarakat. Lebih lanjut disampaikan bahwa yang dipantau adalah komoditas yang dibutuhkan masyarakat , namun saat dilakukan pemantauan khusus di pasar Godean beberapa komoditi mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu tingggi, dan sebagian harga lainnya stabil.

Kemudian Suwarsih juga melanjutkan, “pemantauan harga tersebut sebagai upaya  tindak lanjut akan adanya fluktuasi harga dan ketersediaan sembako sebagai kebutuhan masyarakat menjelang dan sesudah perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017”. Menyinggung stok barang, masyarakat tidak perlu kawatir karena stok sampai hari Natal dan Tahun Baru dapat tercukupi. Kendati demikian, memang diakui  beberapa komoditi barang kebutuhan harganya masih cukup tinggi, seperti daging sapi, daging ayam, telur dan juga gula pasir.

Setelah dilakukan pemantauan beberapa komoditi seperti Daging sapi kualitas 1 harganya Rp. 120.000, telur ayam negri Rp. 21.000, bawang merah kualitas 1 Rp. 36.000, Bawang putih kualitas 1 harganya Rp. 35.000, Cabe merah besar naik menjadi Rp. 45.000, Cabe rawit merah harganya masih tinggi Rp. 50.000, Minyak goreng barko harganya Rp. 24.000 sementara Minyak goreng curah sawit harganya Rp. 11.000.
19
Dec

Untuk Mengurangi Polusi Wabup Ajak Masyarakat Membiasakan Bersepeda dalam Beraktivitas

Untuk memeriahkan HKSN (Hari Kesetiakawanan Sosial) tahun 2016 Pemerintah Desa Sendangrejo Minggir mengadakan Fun Bike. Funbike dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Desember 2016. Star dilaksanakan di Lapangan Sendangrejo dan dilepas oleh Wakil Bupati Sleman Dra. Hj.Sri Muslimatun, M.Kes. didampingi oleh Camat Minggir dan Kades Sendangrejo serta Muspika.

Wabup Sleman Sri muslimatun mengatakan bahwa sepeda pada zaman dulu hanya punya satu fungsi, yakni alat transportasi. Namun seiring dengan perkembangan dan berubahnya zaman, sepeda kini semakin berkembang fungsinya. Saat ini sepeda bisa dipakai untuk berolahraga, sekadar bergaya, atau untuk kesenangan belaka. Kini, saat kita mulai terjepit kepadatan lalu lintas dan ”dikeroyok” oleh polusi udara yang membahayakan serta kesadaran untuk hidup lebih ”sehat”, sepeda kembali diupayakan ke fungsi awalnya sebagai alat transportasi. Oleh karena itu Wabup berpesan mulai saat ini biasakan diri kita untuk bersepeda, baik kesekolah, kekantor maupun untuk aktivitas lainnya. Pemakaian sepeda sebagai alat transportasi akan berdampak pada penghematan energi dan pengurangan polusi. Selain itu penggunaan sepeda akan meningkatkan kualitas kesehatan pemakainya. Dengan menggunakan sepeda sebagai alat transportasi maka kita sudah memberikan kontribusi dalam menjaga lingkungan hidup, sehingga kita berada dalam lingkungan yang sehat, nyaman dan aman.

Sementara itu Kades Sendangrejo Catur Tri Suwanti mengatakan Fun Bike diikuti oleh sekitar 800 peserta baik dari wilayah Desa Sendangrejo maupun wilayah lainya dengan hadiah utama door price sepeda motor. Kagiatan yang menempuh jarak 10 Km ini menurut Kades dimaksudkan untuk memupuk semangat kebersamaan, kegotong royongan dan kesetiakawanan sosial warga. Selain untuk kesehatan kegiatan ini juga untuk lebih mengenalkan wilayah desa dengan segala potensi baik alam maupun potensi wisata alam yang saat ini sedang ditata dan dibenahi yakni Sendang Penjalin.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Sleman juga memberikan hadiah berupa sepeda gunung yang hanya bisa langsung diambil pemenangnya ke Rumah Dinas Wakil Bupati. Hal ini menuurt Wabup agar masyarakat bisa lebih mengenal dengan rumah rakyat yang saat ini ditempatinya. Lebih lanjut Wakil Bupati dalam sambutannya mengatakan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) adalah tonggak sejarah sebuah nilai budaya bangsa Indonesia. HKSN dijadikan momentum setiap tahun untuk menyuburkan kesetiakawanan sosial, meningkatkan dan mengembangkan kesetiakawanan sosial dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Secara filosofi kesetiakawanan sosial menyadarkan kepada setiap diri pribadi bahwa kita ini tak mungkin hidup sempurna tanpa keberadaan orang lain, tanpa bantuan kerjasama dan peran serta orang lain dalam arti yang lebih spesifik. Event ini diharapkan mampu menjadi media pemersatu semangat kesetiakawanan sosial. Juga untuk mengenalkan potensi rute sepeda atau gowes kepada komunitas sepeda dan masyarakat penggemar sepeda sebagai alternatif kegiatan wisata yang berbasis sepeda.

19
Dec

Refleksi 3 Tahun UU Desa

Seminar Refleksi 3 tahun UU Desa digelar di Balaidesa Pandowoharjo Sleman Sabtu (17/12). Sekjen  Kementarian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Dr. Anwar Sanusi Dr. Anwar Sanusi menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan untuk merefleksikan tiga tahun pelaksanaan UU Desa dan prospek kedepannya dalam mendorong kemandirian, demokratisasi, dan kesejahteraan bagi msyarakat desa, serta  mengabarkan praktik-praktik implementasi UU Desa dari desa-desa dari sejumlah daerah di Indonesia. Seminar nasional tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari seluruh Indonesia.

Bupati Sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan wakil bupati sleman Sri Muslimatun mengatakan penyerapan Dana Desa di Kabupaten Sleman pada tahun 2015 mencapai Rp. 27.796.121.281 atau sebesar 99,10 % dari Rp. 28.048.816.000. Melalui pelaksanaan dana desa tahun 2015 seluruh desa di Kabupaten Sleman telah mengalami peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur, diantaranya melalui pembangunan jalan desa, pembangunan jembatan desa, pembangunan irigasi tersier serta pembangunan infrastruktur lainnya. Selain itu dari Dana Desa juga telah dilaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan bagi kelompok masyarakat di bidang ketrampilan, kewirausahaan, usaha ekonomi desa, serta beberapa desa digunakan untuk dana penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dana desa juga terbukti mampu meningkatkan partisipasi, swadaya dan gotong royong dalam bentuk, barang, uang maupun tenaga kerja melalui kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola dengan ditopang pelaksanaan gotong royong oleh warga setempat. Disisi lain, keberadaan Dana Desa juga membuka lapangan kerja bagi warga setempat dengan sistem upah yang dibayarkan melalui kegiatan yang didanai dari Dana Desa dan sumber pendapatan desa yang lain.

Lebih lanjut disampaikan bahwaTahun 2016 ini Kabupaten Sleman memperoleh dana desa sebesar Rp. 63.014.717.000, dengan realisasi penggunaan hingga Bulan Oktober sebesar Rp 50.411.773.600 atau 80%.

Dalam pelaksanaan Dana Desa terdapat beberapa permasalahan, diantaranya penyaluran Dana Desa dari Pemerintah Pusat masih mengalami keterlambatan, yang berakibat pula pada penyaluran ke Desa, sehingga waktu pelaksanaan juga berkurang bagi desa, peraturan dari Pemerintah pusat masih kadang-kadang berubah-ubah sehingga Pemerintah Daerah menunggu untuk membuat kebijakan. Sementara itu bagi aparatur pemerintah desa, keberadaan Dana Desa menjadi tantangan, peluang, dan tanggungjawab yang semakin besar dalam pengelolaan keuangan desa, yang dituntut untuk transparan dan akuntabel, sehingga perlu didorong dan ditingkatkan kapasitasnya secara berkesinambungan.

Kami sampaikan pula, bahwa Kabupaten Sleman saat ini memiliki 19 BUMDes yang berada di Kec. Cangkringan, Kec. Turi, Kec. Berbah, Kec. Sleman, Kec. Kalasan, Kec. Prambanan, Kec. Pakem, Kec. Ngaglik, Kec. Gamping dan Kec. Seyegan, dengan unit usaha yang bervariatif sesuai dengan potensi ekonomi desa.

Keberadaan BUMDes tentu berimplikasi positif baik bagi Pemerintah Desa maupun masyarakat, diantaranya meningkatkan pendapatan asli desa (PADes), meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena keberadaannya membuka peluang kerja bagi masyarakat, serta mendorong berkembangnya perekonomian desa. Selain itu jika merujuk pada unit usaha yang dijalankan, misal pada sektor pariwisata tentu keberadaannya juga akan turut mendongkrak sektor usaha atau jasa lainnya.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Sekjen  Kementarian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Dr. Anwar Sanusi, Ketua Komite I DPD RI Akhmad Muqowam dll.yang sekaligus menyerahkan Buku Jelajah Desa Nusantara dan Buku Menuju Desa Wisata Kepada wakil bupati Sleman, Sekjen Kementerian Desa , Pembangunan Desa Tertinggal dan Kepala Desa Pandowoharjo.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.