Arsip Kategori: Berita

22
Feb

Media Center Sleman Raih Penghargaan Dari Kemenkominfo RI

Media Center Kabupaten Sleman (MC Sleman) berhasil meraih penghargaan sebagai media center daerah terbaik dalam kategori berita tahun 2017 dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI). MC Sleman meraih peringkat kelima nasional mengungguli 251 media center daerah lain di Indonesia.

Penghargaan ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo RI, Rosarita Niken Widiastuti dan diterimakan kepada Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Intriati Yudatiningsih, Rabu (21/2) di The Margo Hotel, Depok, Jawa Barat.

Kemenkominfo RI melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) setiap tahun memberikan penghargaan kepada 10 media center daerah di seluruh Indonesia yang memberikan kontribusi terbanyak dalam penyebaran informasi kepada masyarakat, baik dalam bentuk berita maupun foto.

Kadis Kominfo Kabupaten Sleman, Intriati Yudatiningsih menyatakan bangga dengan prestasi yang diperoleh MC Sleman ini. Intri menegaskan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam pengelolaan media center mengingat betapa pentingnya fungsi media center sebagai sarana memberikan informasi kepada publik. “Di Sleman sekarang sudah ada Kelompok Informasi Masyarakat yang menjadi kontributor berita di Media Center Sleman, saya berharap ini bisa terus berjalan dan ditingkatkan sehingga arus informasi berjalan dua arah tidak hanya dari pemerintah ke masyarakat tapi juga informasi dari masyarakat di daerah sampai ke tingkat pusat,” kata Intri.

Sementara itu, Rosarita Niken menjelaskan pentingnya keberadaan media center daerah dalam upaya pemerintah menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama informasi yang terkait dengan pariwisata Indonesia. Untuk itu, Niken menghimbau agar media center daerah terus meningkatkan fungsinya.

“Indonesia ini kan kaya akan tempat-tempat wisata, wisatawan dari negara-negara lain bisa mencari pariwisata di Indonesia, kalau media centernya aktif mempromosikan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi Dinas Kominfo di wilayah tersebut,” beber Niken

Niken menambahkan media center daerah juga bisa menjadi penyampai informasi terkait layanan publik yang ada di daerah masing-masing. “Sehingga siapapun nantinya yang akan berkunjung ke kota, kabupaten, provinsi tahu betul apa yang menjadi keunggulan di daerah itu apa layanan publik yang tersedia,” lanjutnya.

Pun selain diharapkan mampu mempromosikan potensi-potensi yang ada, Media Center juga diharapkan mampu menyebarkan informasi terkait peristiwa-peristiwa besar atau bencana yang terjadi. “Kita semua bisa cepat membantu karena penyebaran informasinya bisa lebih cepat tetapi tetap mengedepankan akurasi dari berita,” tutur Niken.

Selain pemberian penghargaan, kegiatan yang digelar selama tiga hari ini juga diisi dengan diskusi dan pemaparan penyelenggaraan media center terbaik oleh Media Center Provinsi Jawa Timut juga dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelola Media Center Daerah yang bertemakan “Peningkatan Kualitas Konten Bagi Pengelola Media Center Daerah”.

Selain diisi dengan materi, bimtek juga diisi dengan diskusi terkait penulisan Berita Pelayanan Publik di Media Online dengan narasumber J. Heru Margianto dari Kompas.com. Dilanjutkan dengan materi Menulis kreatif dengan storytelling/feature tentang pelayanan publik oleh Iskandar Zulkarnaen, COO Kompasiana. Pun membahas mengenai Creative Visual Content di Media Online dan Media Sosial oleh Rulli Nasrullah, digital Content Provider dan Konsultan PR 3.0.

22
Feb

Gapoktan Agro Jogotirto Panen Raya Padi

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agro Jogotirto Mandiri Dusun Jogotirto, Kecamatan Berbah, Rabu (21/2/28) melakukan panen raya padi varietas Ciherang. Panen raya tersebut dihadiri oleh Bupati Sleman dan Dandim 0732/Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo ditengah acara berharap  panen raya tersebut mampu memotivasi para petani   dalam  memproduksi  padi  secara  maksimal,  sehingga  Sleman  mampu  mempertahankan  predikatnya  sebagai  gudang  berasnya  propinsi DIY.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya meningkatkan inovasi dalam menjawab tantangan yang ada termasuk dalam pertanian salah satunya yaitu dengan menggalakkan pola tanam jajar legowo dan mewajibkan pola tanam jajar legowo bagi kelompok tani yang menerima bantuan.

“Keunggulan dari pola tanam ini adalah peningkatan hasil produksi, karena pola tanam ini berimplikasi pada kemudahan dalam pemberian pupuk dan pengendalian organisme penggangu serta kemampuan dalam menjaga kesuburan tanah karena adanya jarak tanam,” ujar Sri Purnomo.

Sri Purnomo memaparkan bahwa saat ini tanaman pangan utama Kabupaten Sleman, yakni padi dan jagung masih mengalami surplus. Untuk padi, surplus sebanyak 101.277 ton dengan produksi padi sebesar 290.672 ton, luas panen sebesar 50.854 ha serta produktivitas 57,15 kw/ha. Sementara jagung mengalami surplus sebesar 34.608 ton dengan produksi 47.060 ton, luas panen 6.123 ha serta produktivitas 76,85 kw/ha.

“Saya berharap ke depan petani dapat terus berinovasi mengembangkan budidaya pertanian guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Berkaitan dengan hal ini, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, diharapkan dapat  terus memotivasi petani agar semakin  inovatif dan bisa memanfaatkan tekhnologi  tepat guna  dalam  upaya  meningkatkan  produktifitas  pertanian,” katanya.

Selain itu, Pemkab Sleman juga mewajibkan penambahan pupuk organik sebagai upaya dalam menjaga kualitas hasil produksi yang aman bagi kesehatan, adanya pola tanam dan pemupukan berimbang serta menggalakkan pertanian pangan yang ramah lingkungan.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Sido Rukun, Margono menjelaskan  bahwa  sebanyak 2,5 Ha dari keseluruhan luas lahan yaitu 18 Ha, telah memakai pupuk organik.  “Untuk organik sendiri kita sudah mulai dari tahun 2007. Waktu itu hanya 1 Ha, sekarang sudah 2,5 Ha. Sisanya sedang dalam proses,” paparnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sleman, Sri Purnomo juga berkesempatan langsung memberikan bantuan secara simbolik kepada Gapoktan Agro Jogotirto Mandiri yaitu berupa mesin traktor yang berjumlah 9 buah. Selain itu, Sri Purnomo juga melakukan panen padi langsung di sawah bersama sejumlah tamu undangan dari beberapa instansi terkait.

21
Feb

Menteri Susi Sambangi Budidaya Ikan Micro-Bubble Generator Di Sleman

Sleman- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kunjungi budidaya ikan program smart aquaculture yang mengaplikasikan Micro Bubble Generator (MBG) di Dusun Bokesan, Sindumartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Selasa (20/2/18).

Aplikasi MBG untuk budidaya ikan pada program smart aquaculture tersebut merupakan gagasan serta dikerjakan bersama oleh Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) dan Fakultas Pertanian Departemen Perikanan. Secara garis besar, MGB yaitu penambahan oksigen terlarut bagi ikan yang dapat membantu pertumbuhan ikan lebih cepat. Selain itu, pengaplikasian MGB juga mampu menghasilkan kualitas air yang baik bagi ikan.

Dalam kunjungannya, Menteri Susi Pudjiastuti, didampingi Bupati Sleman meninjau langsung bagaimana proses pengggunaan MGB pada sejumlah tabung ikan milik salah satu Pembina budidaya ikan di Dusun Bokesan Kabupaten Sleman.

“Kegiatan ekonomis seperti inilah yang dibutuhkan oleh sebuah Negara untuk menjadikan ekonomi kerakyatannya tumbuh,” kata Susi .

Menurutnya, di masa depan tantangan yang dihadapi tidak lagi terpaku kepada kedaulatan minyak atau permasalahan ideology saja, permasalahan keukupan pangan pun menjadi hal yang sangat penting. “Di sinilah Pekerjaan Rumah (PR) bangsa semua dari mulai pejabat, akademisi, aparat, semua pusat, daerah harus bahu membahu memastikan bahwa kecukupan pangan kita itu selalu ada dan berkualitas,” jelas Susi.

Selain itu, Susi juga menghimbau kepada masyarakat, dengan keberhasilan mina padi dan pengaplikasian MGB dapat meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap ikan untuk mengimbangi kebutuhan tubuh melalui kandungan yang terdapat dalam ikan.

Terkait hal tersebut, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan bahwa konsumi terhadap ikan khususnya di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2017 sebanyak 49.000 ton. “Untuk mendorong gerakan makan ikan, kami lewat tim penggerak PKK kabupaten sleman kita juga mengkampanyekan gemar makan ikan lewat berbagai kegiatan lainnya,” ujar Sri Purnomo.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.