Arsip Kategori: Berita

20
Nov

Puncak HUT KE 25, PDAM Sleman Lakukan Gerakan Penghijauan Di Lereng Merapi

Gerakan penghijauan di lereng Merapi terus digalakkan. Seperti yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman , yang mengadakan kegiatan penanaman 1000 pohon dalam rangka memperingati HUT yang ke 25. Acara dilaksanakan Jum’at, 17 November 2017 di Plunyon Umbulharjo Cangkringan Sleman, dihadiri oleh Bupati Sleman, Dewan Pengawas PDAM, Assek III Bidang Administrasi Umum,  Pasiter KODIM Sleman, Kepala Dinas dan Instansi di lingkungan Pemkab Sleman serta karyawan PDAM. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari KODIM 0732 Sleman yang mengerahkan 1 pleton SST.

Direktur Utama PDAM Sleman Dwi Nurwanta, menyampaikan kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HUT yang ke 25  PDAM Sleman. Pohon yang ditanam dilingkungan ini  disesuaikan dengan endemik yang ada di taman nasional gunung Merapi. “Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam dan menjaga ketersediaan sumber air di lereng Merapi,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi Ir. Ari Nurwanti menyampaikan sampai dengan 2019 ada sekitar 450 Ha lahan di lereng Merapi yang perlu dihijaukan kembali akibat terkena Erupsi Merapi 2010. “Saat ini baru mencapai 90 Ha, sehingga masih perlu upaya dan partisipasi semua pihak untuk mengembalikan lereng Merapi agar pulih kembali,”jelasnya.

Ari menambahkan bahwa upaya yang dilakukan ada 3 macam dalam penghijauan di lereng Merapi, yakni restorasi, rehabilitasi dan suksesi dalam arti tanaman tumbuh kembali dengan sendirinya dan dibiarkan saja akan tumbuh seperti tanaman Akasia debora karena bijinya tahan terhadap awan panas begitu awan panas selesai kena hujan bisa tumbuh dengan sendirinya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo M.Si., secara simbolis menanam pohon Puspa didampingi Direktur Utama PDAM Sleman, Dewan Pengawas PDAM serta pejabat lainnya. Dilanjutkan oleh Direktur Utama PDAM Sleman, Tim Penggerak PKK Sleman dan pejabat lain serta dilakukan serempak oleh Karyawan Karyawati PDAM Sleman, Jajaran TNI dari KODIM 0732 Sleman serta masyarakat sekitar lereng Merapi.

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya menyambut gembira upaya penanaman 1000 pohon yang dilakukan PDAM Sleman, karena merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kelestarian lingkungan dan sumber air. Tidak hanya mengambil air saja namun juga berupaya agar sumber air dapat tersedia dengan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut Bupati kegiatan ini akan sangat mendukung upaya pemkab Sleman dalam memelihara kelestarian lingkungan dan menciptakan Sleman yang sejuk dan hijau. Selain itu kegiatan penanaman pohon  ini merupakan salah satu momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya arti pemeliharaan kelestarian lingkungan untuk kemaslahatan selu­ruh makhluk hidup di bumi ini. Dibagian akhir sambutannya Bupati berpesan kepada masyarakat sekitar lereng Merapi untuk ikut menjaga agar pohon yang ditanam dipastikan dapat hidup diiringi dengan upaya pemeliharaan. Mengingat tanpa pemiliharaan yang  baik, maka pohon yang kita tanam tidak akan dapat tumbuh dengan optimal.

16
Nov

Sleman Raih Penghargaan dalam Gerakan Menuju 100 Smart City 2017

Sebanyak 24 kota/kabupaten yang terpilih di tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City telah berhasil menyusun masterplan pengembangan smart city yang berisi berbagai program masing-masing daerah sampai 10 tahun ke depan dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi. Selain masterplan, setiap daerah diwajibkan pula membuat program quickwin yang dapat segera dirasakan manfaatnya baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah. Quick win bisa menjadi gambaran bagi masyarakat mengenai efektivitas program smart city.

Sebagai bentuk apresiasi kepada 24 kota/kabupaten yang telah menyelesaikan tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City ini, pemerintah pusat menyelenggarakan acara Penutupan Tahap Pertama Gerakan Menuju 100 Smart City, Rabu (15/11) di Hotel Santika, Jakarta. Dalam penutupan ini, para pemimpin daerah termasuk Bupati Sleman mempresentasikan masterplan dan quick win yang sebelumnya telah disusun.

Dalam acara Penutupan Tahap Pertama Gerakan Menuju 100 Smart City ini, terdapat rangkaian acara lain, yakni pemberian penghargaan kepada 24 pemimpin kota/kabupaten yang telah menunjukkan komitmen untuk mendukung Gerakan Menuju 100 Smart City, termasuk kepada Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa program smart city ini merupakan program jangka panjang sehingga dibutuhkan komitmen dan konsistensi dari pemerintah daerah dalam mengawal program-program yang sudah disusun. “Program-program yang sudah kita laksanakan harus kita laksanakan terus. Dari tahun ke tahun kita kan sudah punya perencanaan yang tertuang dalam RPJMD, kita harus konsisten untuk melaksanakan. Kalau perlu nanti ditambahin di sana-sini supaya lebih baik lagi,” ungkap Sri.

Seperti diketahui, di tahun 2017 ini, Sleman telah merampungkan 5 quick win, yakni Satu Data UMKM, Smart Room, Lapor Sleman, Rumah Kreatif Sleman, dan Sleman Creative Space. Selain quick win ini, Kabupaten Sleman juga telah berhasil menyelesaikan masterplan pengembangan smart city. Lebih lanjut, Sri Purnomo menyampaikan bahwa sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman, masterplan pengembangan smart city ini akan ditetapkan dalam peraturan bupati. Dengan program smart city ini, Sri berharap pelayanan kepada masyarakat akan lebih inovatif, cepat, terukur, dan mudah.

“Makanya setiap OPD kan diminta untuk mengirimkan program-program kreatifnya apa, program-program inovatifnya apa, kemudian program-program terkait smart citynya apa. Ini kita dorong semuanya,” kata Sri Purnomo.

Gerakan Menuju 100 Smart City sendiri, dituturkan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, merupakan program bersama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kantor Staf Kepresidenan, yang bertujuan membimbing pemerintah kota/kabupaten dalam menyusun smart city masterplan. Rudiantara menyampaikan, dengan gerakan ini pemerintah kota/kabupaten diharapkan dapat lebih maksimal dalam memanfaatkan teknologi baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun dalam mengakselerasi potensi yang ada di masing-masing daerah. “Smart city bukan hanya soal teknologi tetapi bagaimana membuat cara baru untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” ungkap Rudiantara.

Rudiantara menambahkan, untuk memilih 24 kota/kabupaten di tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City, pemerintah pusat memperhitungkan berbagai parameter, salah satunya Kemampuan Keuangan Daerah (KKD). “Liat dulu ruang fiskalnya, PADnya berapa, bedah APBDnya, itu sustainable atau tidak,” tutur Rudiantara. Menteri Kominfo ini menegaskan bahwa tanpa ruang fiskal yang berkelanjutan, smart city tidak akan berjalan mulus. Karenanya, tugas pemerintah adalah membuat ruang fiskal tersebut berkelanjutan.

Selain KKD, parameter lain yang dimasukan pemerintah adalah Daftar Kota/Kabupaten Berkinerja Tinggi, Indeks Kota Berkelanjutan, Indeks Kota Hijau, Dimensi Pembangunan Sektor Unggulan, Dimensi Pembangunan Pemerataan dan Kewilayahan, serta Nawa Cita agar program ini merata di seluruh Indonesia.

16
Nov

Fiji Belajar Penerapan Kesetaraan Gender Di Sleman

Kementerian Perempuan, Anak dan Pengentasan Kemiskinan Republik Kepulauan Fiji melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman dalam rangka kegiatan Training of Trainer (ToT) on Gender Responsive Planning and Budgeting for Fiji Development Official, Rabu (15/11) yang diterima oleh Wakil Bupati Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Kegiatan ini merupakan kerjasama Kementerian Perempuan, Anak dan Pengentasan Kemiskinan Republik Kepulauan Fiji , Kementerian PPPA RI, Kementerian Sekretariat Negara, USAID Indonesia, dan Pemkab Sleman melalui Dinas P3AP2KB.

Sri Danti Anwar , Plt. Deputi Kesetaraan Gender Kementerian PPPA menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari program besar Program Pengarusutaman Gender (PUG) di Fiji. “ Target utama dari kerjasama ini adalah pengembangan PUG sebagai upaya isu gender masuk pada seluruh program pembangunan prioritas negara pasifik tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Danti mengatakan bahwa program ini nantinya akan ditindaklanjuti melalui mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap action plan yang dibuat oleh para peserta. Selain itu, program asistensi dan pelatihan PPRG dan PUG secara keseluruhan juga di rencanakan akan dilaksanakan pada tahun 2018 di Fiji.

Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun M.Kes., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dari tahun ketahun Pemerintah Kabupaten Sleman senantiasa berupaya mengorientasikan semua kebijakan dan pelaksanaan pembangunan daerah yang berwawasan gender. Progres keberhasilan pembangunan daerah yang berwawasan gender ini salah satunya dapat dilihat dari besarnya anggaran responsip gender dari tahun ke tahun yang terus meningkat. Pada tahun 2017 anggaran sebesar 57 miliar dan pada tahun 2018 adalah sebesar 81 miliar. Hal ini tentunya tak lepas dari peran serta instansi yang menjadi penggerak atau driver dari PUG di Kabupaten Sleman. Selain itu, setiap instansi telah memiliki program, kegiatan, dan inovasi dalam rangka menunjang pelaksanaan program PUG ini.

Menurutnya Indeks Gini kabupaten Sleman menurun 0,45 pada tahun 2015 menjadi 0,39 pada tahun 2016. Sementara untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan dari 80,85 pada tahun 2015 dan pada tahun2016 meningkat 1,3 menjadi 82,15. Untuk Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Kabupaten Sleman tahun 2015 menunjukkan angka 96,96. Keterwakilan perempuan di parlemen di DPRD Kabupaten Sleman periode 2010-2014 jumlah perempuan dalam parlemen mencapai 16% dan untuk periode 2014-2019 jumlah keterwakilan perempuan di parlemen meningkat menjadi 24%. “ Hal ini menunjukan adanya perbaikan kualitas manusia di Kabupaten Sleman,” tuturnya.

Amelia Nairoba pimpinan rombongan delegasi Fiji mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat berguna bagi dirinya sebagai perencana program di Kementerian Perempuan Fiji. Menurutnya kelembagaan PUG mutlak diperlukan oleh Fiji untuk memastikan isu gender masuk dalam prioritas pembangunan. “Pelatihan sebanyak apapun jumlahnya akan sia-sia dan tidak akan membawa dampak yang signifikan apabila tidak masuk sistem atau melembaga, harus ada norma yang mengatur dan jelas lembaga yang melakukan,” terangnya.

Dalam program ini ke 13 peserta dibimbing oleh 3 orang pakar PUG di Indonesia. Selain pembelajaran di kelas, para peserta juga diajak mengunjungi UPT  P2TP2A Kabupaten Sleman untuk melihat pelayanan secara konferhensif dalam penanggulangan korban kekerasan perempuan dan anak. Acara juga dilanjutkan dengan kunjungan ke industry rumahan di Palgading Sinduharjo, Ngaglik dan diakhiri dengan kunjungan ke Sekolah Ramah Anak SMP Negeri 1 Kalasan.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.