Arsip Kategori: Berita

15
Oct

1000 Jeep Ramaikan Kenduri Jeep Wisata Kaliurang

Sleman (14/10), dilaksanakan kegiatan Kenduri Raya Sewu Jeep Merayap Merapi yang dilaksanakan di Lapangan Boyong Kaliurang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas terselenggaranya wisata volcano tour pasca erupsi merapi 2010 sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu kegiatan ini dapat dijadikan ajang mempersatukan dan silaturahmi antar pelaku jeep wisata di lereng merapi. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Staf Ahli Gubernur DIY, Tri Mulyono dan juga jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh 29 komunitas Jeep yang membawa lebih dari 1000 lebih Jeep yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta dan juga Palembang.

Dalam laporannya, Bejo Mulyo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan peringatan Ulang Tahun ke-4 Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM). Kegiatan Kenduri Raya Sewu Jeep tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gathering jeep yang diikuti oleh lebih dari 1000 jeep wisata, pawai merayap merapi bersama masyarakat umum tanpa dipungut biaya menuju Bunker Kali Adem. Sesampainya di Bunker Kali Adem diselenggarakan acara Kenduri di Kali Adem yang menjadi ikon Wisata Lava Tour. Di Kali Adem dilakukan juga aksi bersih-bersih bunker Kali Adem dan diakhiri dengan pembagian doorprize dan berbagai hiburan.

Bejo juga menambahkan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan juga untuk mengkampanyekan tentang zero incident kepada seluruh pengelola jeep wisata.  Bejo berharao seluruh pengemudi jeep dapat memenuhi SOP (standard operating procedure) keselamatan Jeep Wisata. Saat ini Jeep wisata merapi telah didampingi dan dibimbing oleh Indonesian Offroad Federation (IOF) untuk mengaplikasikan standar keselamatannya, diantarantaranya seperti penggunaan helm, roll bar, pengklasifikasian jeep berdasar ketentuan dan juga safety belt. Saat ini seluruh Jeep Wisata Merapi selalu dipantau dan dibina oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman dan juga Polres Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat meningkatkan lagi profesionalitas para pengendara jeep wisata merapi serta dapat memenuhi unsur keselamatan yang standar. “Kami menargetkan tahun ini kunjungan wisata Sleman dapat mencapai angka 10 juta wisatawan, semoga eksistensi jeep wisata dapat mendukung tercapainya target,” papar Sri Purnomo.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemecahan kendi dan pengibasan bendera start oleh Bupati Sleman dan Staf Ahli Gubernur yang menandakan dimulainya kegiatan kenduri raya sewu jeep merayap merapi tahun 2019.

14
Oct

99 WNA Dari 41 Negara Ikuti Java Summer Camp 2019

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kembali menggelar Java Summer Camp untuk yang ke 8 kalinya. Agenda tahunan ini diadakan selama tiga hari yakni mulai tanggal 11 sampai 13 Oktober 2019.

Ada sebanyak 250 peserta yang terlibat dalam Java Summer Camp 2019 kali ini. 99 orang diantaranya berasal dari 41 negara asing, seperti Austria, Belanda, Hongaria, Inggris, Jerman, Belarus, Belgia, Yunani, Polandia, Portugal, Rusia, Slovakia, Tajikistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Kamerun, Kongo, Nigeria, Madagascar, Mali, Gambia, Ghana, Sierra Leone, Tanzania, Zimbabwe, Bangladesh, Pakistan, Palestina, Mexico, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Tiongkok, dan Vietnam.

Tema yang diangkat pada Java Summer Camp 2019 ini adalah “Culture Immersion. Tema ini dipilih untuk merepresentasikan peleburan berbagai perbedaan peserta yang sangat heterogen. Harapannya agar peserta dapat bersama-sama mengenal kondisi geografis dan budaya Kabupaten Sleman baik yang berada di wilayah Sleman Timur, maupun Sleman Utara.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, melaporkan Kegiatan Java Summer Camp ini bertujuan untuk mengenalkan potensi destinasi pariwisata dan budaya yang ada di Kabupaten Sleman. Di samping itu menurutnya event tahunan ini sekaligus sebagai upaya untuk mengenalkan keistimewaan Yogyakarta sebagai bagian dari miniatur Indonesia.

“Java Summer Camp sebagai media rekruting agen informasi sekaligus promosi tentang Sleman” kata Aris Herbandang saat acara pembukaan Java Summer Camp, Jumat (11/10), di Candi Banyunibo, Prambanan, Sleman.

Ia menyebutkan peserta Java Summer Camp 2019 akan dikenalkan kepada kondisi geografis wilayah Sleman bagian timur yang terdapat banyak peninggalan sejarah seperti candi.  Adapun kegiatan yang diadakan di tempat tersebut menurut Aris Herbandang di antaranya berupa workshop Shiva Plateu History (sejarah keberadaan candi-candi), Jemparingan Mataraman, menyaksikan Sendra Tari Ramayana.

“Pada esok harinya kami lanjutkan kunjungan ke rumah dome, Candi Kedulan, Museum Gunung Merapi, dan juga menyaksikan proses pembuatan Jadah Tempe di Sentra Jadah Tempe Kaliurang”, lanjutnya.

Ia juga menjelaskan di hari ke 2 peserta menginap di Desa Wisata Kelor, Bangunkerto, Turi. Di tempat tersebut peserta diharapkan dapat mengenal daerah Sleman yang berada di lereng Merapi. Di desa wisata Kelor peserta akan bermalam di dalam tenda dengan kegiatan Api Unggun. Kemudian dilanjutkan pagi harinya dengan workshop membatik, workshop menari serta membuat jaranan dari pelepah daun salak. Sebagai acara penutupan akan dilakukan flashmob menari jatilan bersama yang diikuti seluruh peserta dan seluruh panitia yang mencapai mencapai 275 penari.

14
Oct

Bank Sleman Salurkan Bantuan Beasiswa dan Gerobak Angkringan

Bank Sleman kembali mengulirkan kredit tanpa bunga, bagi  warga Sleman  pelaku usaha kecil mikro (UKM) melalui program Bank Sleman Peduli.   Sebagai bentuk kepedulian,  program ini juga memberikan beasiswa kepada siswa SD dan SMP yang ada di Sleman. Bupati Sleman,  Sri Purnomo mengatakan komitmen dari Bank Sleman tersebut sangat  membantu dan mendukung pengambangan UMKM di Sleman yang berjumlah 37ribu. “Terutama mendukung upaya Pemkab Sleman dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran,” jelas Sri Purnomo di Pendopo Rumah Dinas, Jumat (11/10).

Ia pun berharap bagi para penerima bantuan agar dimanfaatkan secara optimal untuk pengambangan usaha ekonomi produktif dan meningkatkan taraf hidup keluarga. “Bagi siswa penerima beasiswa agar lebih giat dalam belajar, dan semoga bisa meraih prestasi,” katanya.

Selain itu, ia berharap kepada Bank Sleman sebagai Bank Perkreditan Rakyat kedepannya untuk mengoptimalkan perkreditannya kepada rakyat terlebih untuk UMKM Sleman. “Terlebih menghadapi kompetisi perbankan yang ketat sekarang ini, hal tersebut menuntun Bank Sleman agar terus berinovasi guna menarik minat masyarakat,” katanya.

Direktur Utama (Dirut) Bank Sleman Muhammad Sigit mengatakan program kredit tanpa bunga bagi UKM ini sudah digulirkan sejak tahun 2016. “Tahun ini Kredit Tanpa Bunga diberikan kepada 200 pelaku UKM dari berbagai sektor dengan total Rp600 juta,” katanya. Selain memberikan Kredit Tanpa Bunga, Bank Sleman Peduli juga berikan beasiswa kepada 103 pelajar yang berprestasi dan kurang mampu tingkat SD dan SMP, Pemberian beasiswa tahun 2019 ini dibagi 35 sekolah tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sleman, 15 gerobak angkringan, 10 bronjong usaha kepada pelaku UKM dan bantuan Rumah Tidak Layak Huni kepada 4 warga di wilayah Kecamatan Sleman dan Turi.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.