Arsip Kategori: Berita

29
Nov

Pemkab Sleman Anggarkan Lebih Dari 51 M Untuk PTT, GTT dan Guru PAUD

Pemerintah Kabupaten Sleman akan menambah honor bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kabupaten Sleman pada tahun 2020 . Kenaikan jumlah honor tersebut menyasar GTT dan PTT di seluruh sekolah baik negeri maupun swasta dan guru PAUD. Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyebutkan jumlah honor yang akan diberikan bervariasi berdasarkan statusnya. Bagi GTT di sekolah negeri yang sebelumnya menerima honor sebesar Rp 420.000 per bulan akan ditambah menjadi Rp 700.000 per bulan. Sedangkan honor GTT di sekolah swasta yang sebelumnya Rp 420.000 akan menjadi Rp 600.000 per bulan.

Bagi PTT di sekolah negeri yang sebelumnya menerima honor per bulan Rp 350.000 menjadi Rp 650.000. Sedangkan untuk PTT di sekolah swasta Rp 350.000 menjadi Rp 500.000. Honor guru PAUD yang saat ini Rp 350.000 nantinya juga naik menjadi Rp 500.000. Kemudian K2 yang saat ini menerima Rp 1.000.000 akan menjadi Rp 1.200.000. “Kalau ditotal ini jumlahnya 1 tahun yang harus dikeluarkan oleh APBD Kabupaten Sleman untuk memberikan bantuan kepada guru-guru non ASN sebesar 51 milyar 392 juta rupiah.”, kata Sri Purnomo pada acara resepsi HUT PGRI ke-74 & Hari Guru Nasional tahun 2019, Kamis (28/11) bertempat di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman.

Menurut Sri Purnomo hal ini adalah wujud apresiasi Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap pengabdian para tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Sleman.  Tak hanya yang GTT dan PTT yang ada di lembaga pendidikan negeri saja, namun Sri Purnomo mengatakan Pemerintah kabupaten Sleman juga memperhatikan kesejahteraan para guru honorer di sekolah swasta. “Kami tidak tega kalau yang di sekolah negeri dipikirkan tapi yang di sekolah swasta tidak dipikirkan. Karena di beberapa kota lain baru yang dipikirkan guru di sekolah pemerintah saja. Tapi kami di Pemerintah Kabupaten Sleman semuanya dikasih bantuan. Meski jumlahnya tidak seberapa”, ucapnya.

Ketua PGRI Kabupaten Sleman, Sudiyo, S.Ag., M.Pd. menyambut gembira atas kebijakan baru tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah kabupaten Sleman yang selalu meningkatakan kesejahteraan GTT dan PTT di Kabupaten Sleman untuk setiap tahunnya. “Saya masih ingat tiga tahun yang lalu fasilitasi untuk GTT itu masih 250 ribu rupiah, kemudian ada peningkatan di setiap tahunnya”, kata Sudiyo.

Sudiyo juga berterima kasih dengan RS Sakina Idaman yang telah memberikan layanan pemeriksaan dan pemberian tidakan bagi anggota PGRI yang terdeteksi terjangkit Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan katarak secara gratis. Menurutnya tahun ini adalah kali ketiga RS Sakina Idaman memberikan pelayanan gratis tersebut dalam rangka HUT PGRI Kabupaten Sleman. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan bagi GTT dengan masa pengabdian terlama dan penghargaan berbagai lomba.

28
Nov

Bupati Sleman Bersama IPPAT Serahkan Bantuan Air Bersih Di Prambanan

Bupati Sleman Sri Purnomo bersama Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Cabang Sleman serahkan bantuan Air Bersih kepada warga di daerah Prambanan, Sleman,  Rabu (27/11/2019). Terdapat 4 desa yang mendapat bantuan air bersih yakni warga desa Gayamharjo sebanyak 849 KK, Desa Wukirharjo sebanyak 559 KK, Desa Sumberharjo sebanyak 410 KK, dan Desa Sambirejo sebanyak 374 KK. Total bantuan yang diberikan sebanyak 186 Tanki Air Bersih akan didistribusikan kepada daerah yang mengalami kekeringan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Sri Purnomo mengaharapkan bantuan air bersih ini bisa dirasakan dan membantu masyarakat yang mengalami kekeringan.

“Memang sambil kita menunggu turunnya air hujan di akhir bulan November ini, semoga dengan bantuan air ini bisa membantu permasalahan warga prambanan dengan kebutuhan air bersihnya,”katanya.

Selain karena permasalahan musim kemarau yang sangat panjang, Sri Purnomo juga mengatakan bahwa kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama bagi warga yang mengalami kekeringan.

“Dengan diberikannya bantuan air bersih bagi warga Prambanan ini bisa digunakan sebaik-baiknya untuk keperluan sehari-hari dan beberapa hari kedepan,” tambahnya.

Di lain pihak, Tri Niken Kiastirlin selaku Ketua IPPAT Cabang Sleman menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan sosial seperti ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terutama yang sedang membutuhkan bantuan.

“Kebetulan kali ini ada masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan air bersih, kemudian kami bekerjasama dengan Pemkab Sleman memberikan sebanyak 186 Tanki air bersih dan akan di distribusikan dalam 2 hari,”katanya.

Ditemui secara terpisah, salah seorang warga desa Gayamharjo Yustina menyambuat baik dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga desa Gayamharjo dan sekitarnya.

“Ya kami sangat berterima kasih. Kebetulan ini sudah hampir 7 bulan tidak turun hujan, jadi pasokan air bersih kami sangat kekurangan sekali,” ungkapnya.

27
Nov

Peringatan Hari Kesehatan Nasional, Momen Penguatan Paradigma Kesehatan

Menutup rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman gelar acara resepsi HKN di Ballroom Hotel Rich, Selasa (26/11).

Kegiatan yang mengusung tema Aku Cinta Sehat ini melibatkan berbagai unsur diantaranya Pemerintah Daerah, Petugas Kesehatan, Organisasi Masyarakat dan Profesi, Dunia Usaha, Media Massa, serta Masyarakat umum.

Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan bahwa peringatan HKN ke-55 ini merupakan suatu momen untuk menguatkan kembali paradigma kesehatan khususnya dari sudut pandang intervensi kesehatan.

“Intervensi kesehatan yang dimaksud yaitu bagaimana isu-isu kesehatan baik yang bersifat promotif maupun kuratif, disajikan dalam bentuk pendekatan keluarga dalam semua tahap kehidupan dengan pelayanan kesehatan yang memenuhi standar,” katanya.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut Joko Hastaryo juga menekankan bahwa Dinkes Kabupaten Sleman akan mengadakan serangkaian kegiatan yang diharapkan mampu menggalang komitmen dari para stake holders, kelompok profesi kesehatan, organisasi kemasyarakatan, praktisi dan akademisi bidang kesehatan masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan serta dalam upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kabupaten Sleman.

“Momentum HKN ke-55 merupakan pengingat publik bahwa derajat kesehatan merupakan indikator penting dalam upaya peningkatan indeks pembangunan manusia. Hal ini dapat terwujud apabila semua komponen bangsa berperan serta dan mendukung program-program Pemerintah di bidang kesehatan,” katanya.

Dalam resepsi peringatan HKN ke-55 Kabupaten Sleman ini juga Dinkes Kabupaten Sleman melakukan kampanye Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) yaitu melalui orasi Germas bersama seluruh tamu undangan yang hadir dalam resepsi tersebut.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut Bupati Sleman, Sri Purnomo berkesempatan hadir menyampaikan apresiasi yang tinggi bagi penyelenggaraan peringatan HKN ke-55 Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahwa  bidang kesehatan merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi tinggi rendahnya Indeks Pembangunan Manusia di suatu Daerah. Sementara di Kabupaten Sleman, Indeks Pembangunan Manusia pada tahun 2018 sudah mencapai 83,42 dan merupakan peringkat kedua di DIY setelah Kota Yogyakarta.

Sri Purnomo menyebut, capaian Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Sleman pada tahun 2018 tersebut telah melampaui target nasional pada tahun 2024 yaitu ditargetkan mencapai 75.

Namun demikian, Sri Purnomo mengatakan bahwa meskipun capaian Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Sleman yang telah melampaui target nasional, Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk mendorong peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.