Arsip Kategori: Berita

13
Jan

Warga Maguwoharjo dan Wedomartani Raih Mobil Pada Undian Tabungan Mutiara Bank Sleman

Iwan Widi Pramono warga Krodan Maguwoharjo, Depok, Sleman raih hadiah utama satu unit mobil Honda Brio pada Undian Tabungan Mutiara periode XIII yang dilakukan PT BPR Bank Sleman (Perseroda), Senin (11/1/2021) bertempat di Hotel Ambarukmo, Caturtunggal, Depok Sleman secara streaming live melalui media daring youtube.

Sementara itu hadiah utama kedua berupa mobil Daihatsu Sigra diraih Sri Kurniawati Padma Dewi warga Karang Mojo, Wedomartani, Ngemplak. Hadiah utama tersebut diundi langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo didampingi Sekda Kabupaten Sleman, Direktur Utama Bank Sleman dan disaksikan langsung oleh notaris.

Untuk hadiah tiga unit sepeda motor diraih oleh Marzuni warga Gamplong II Moyudan mendapatkan satu unit motor Honda Genio, Marsih warga Kendangan Caturharjo, Sleman mendapatkan satu unit motor Honda New Beat dan Kusrini warga Kronggahan II Trihanggo Gamping mendapatkan motor Honda Revo Fit.

Selain hadiah utama mobil dan motor, Bank Sleman dalam kesempatan tersebut juga mengundi 10 gram emas bagi 5 orang dan Tabungan Mutiara masing-masing Rp 5.000.000,- bagi 10 orang.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyambut baik adanya undian Tabungan Mutiara periode XIII tersebut. “Saya berharap, kegiatan penarikan undian Mutiara ini dapat semakin memperkuat loyalitas nasabah dan juga menambah lagi jumlah nasabahnya,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo berharap dengan pengundian Tabungan Mutiara XIII tersebut dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menabung. Tabungan yang terkelola dengan baik maka akan sangat membantu jalannya perekonomian di Kabupaten Sleman.

“Terlebih lagi di masa pandemi ini kita harus dapat melakukan pengelolaan keuangan secara hati-hati dan tepat, sehingga kita semua nantinya dapat bertahan dan melalui masa resesi yang kita hadapi saat ini dengan baik,” jelasnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menciptakan iklim perbankan yang kondusif, sehingga bank-bank yang beroperasi di wilayah Sleman mampu bersaing secara sehat dan dinamis. Kondisi perbankan yang sehat juga menunjukkan adanya indikasi perekonomian yang meningkat pula. Perekonomian yang meningkat juga menjadi salah satu indikasi meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Oleh karena itu di masa pandemi yang memiliki dampak pada sektor perekonomian kita, saya berharap agar sinergitas lembaga perbankan dengan pemerintah agar semakin ditingkatkan agar dampak buruk dari resesi ekonomi yang kita hadapi sekarang tidak terlalu panjang dan ekonomi masyarakat dapat segera bangkit,” tambahnya.

Direktur Utama Bank Sleman, Muhammad Sigit dalam kesempatan tersebut juga mengucapkan selamat kepada para pemenang undian dan bagi yang belum beruntung agar tetap sabar serta semangat untuk menambah saldo tabungan pada periode selanjutnya.

Sigit juga menjelaskan bahwa  PT BPR Bank Sleman pada tahun 2020 memiliki total aset sebesar Rp 913,34 Milyar. Dana pihak ketiga sebesar Rp 621,65 Milyar, Out Standing Credit (OSC) sebesar Rp 663,74 Milyar dan laba Rp 21 Milyar.

“Alhamdulillah meskipun di masa pandemi Covid 19 ini, Bank Sleman masih dapat membukukan laba dan bisnis tetap berjalan sampai dengan saat ini,” jelas Sigit.

11
Jan

Pemkab Sleman Sosialisasikan Aturan PTKM

Pemerintah Kabupaten Sleman mensosialisasikan aturan mengenai Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). Pemberlakuan aturan tersebut secara resmi diberlakukan selama dua minggu, mulai dari 11 Januari sampai 25 Januari 2021. Sosialisasi yang dilaksanakan di ruang Sembada, Kantor Sekretariat Daerah Sleman, Jumat (08/01) tersebut dihadiri oleh para Panewu yang nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat luas

Sosialisasi mengenai PTKM tersebut berdasarkan instruksi Bupati Sleman nomor 01/INSTR/2021 Tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Sleman. Hal tersebut menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 serta Instruksi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No 1/INSTR/2021 tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di DIY.

Plt. Assek Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto menjelaskan mengenai pembatasan tersebut meliputi tempat kerja/perkantoran dengan 50% work from home (WFH) dan 50% work from office (WFO). Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring, kegiatan restoran/rumah makan sebanyak 25% dari kapasitas tempat duduk sampai dengan pukul 19.00 WIB, pembatasan pengunjung mall dan tempat wisata serta mengizinkan pekerja konstruksi dan tempat ibadah sebanyak 100% dengan protokol kesehatan yang ketat.

Lanjutnya, kepada Panewu dan Lurah se Kabupaten Sleman ia menyampaikan untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 dan Instruksi ini agar disosialisasikan kepada masyarakat dan selalu dipantau dalam penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.
“Terlebih untuk acara hajatan dan tempat wisata di desa desa agar dikondisikan supaya tidak terjadi kerumunan dengan protokol kesehatan yang lebih ketat dan tidak melaksanakan makan/minum ditempat, termasuk tempat wisata yang ada di sleman untuk selalu dipantau agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat” katanya


Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman Susmiarto menjelaskan Satpol PP akan melibatkan personil Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia dan Instansi lainnya untuk membantu dalam melakukan penertiban pelanggaran penerapan disiplin protokol kesehatan. Beberapa pasar besar tetap beroperasi untuk menjaga perekonomian masyarakat dan agar tidak terjadi lonjakan harga.

“Dalam mendayagunakan patroli menjadi dua shift, yang kemaren memantau objek vital seperti perkantoran pemantauan sekarang lebih ke arah yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti objek wisata, memantau tentang jam operasional dan protokol kesehatan yang dijalankan” ujarnya.


6
Jan

633 CPNS Terima SK Pengangkatan

Bupati Sleman Sri Purnomo menyerahkan sebanyak 633 Surat Keputusan (SK) pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Sleman formasi tahun 2019, pada hari Senin (4/01), bertempat di Aula lt III Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Penyerahan SK dilakukan secara simbolis kepada 15 orang, sedangkan 618 lainnya mengikuti kegiatan tersebut secara daring.

Dalam sambutannya Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyampaikan bahwa CPNS baru di Kabupaten Sleman tersebut merupakan orang-orang terpilih yang telah telah melalui kompetisi yang ketat. Maka ia berpesan ke depannya para CPNS ini dapat mengaplikasikan kompetensinya tersebut di Pemerintahan Kabupaten Sleman. Mereka juga diharapkan mampu memberikan pelayanan pada masyarakat dengan secara profesional dan penuh integritas.

“Sikap dan tingkah laku anda juga akan diperhatikan oleh masyarakat sekitar, karena sudah masuk dalam lingkungan Kabupaten Sleman. Maka harus berhati-hati menjaga diri dan tingkah laku yang tidak pas”

Sementara Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman, Priyo Handoyo, menjelaskan bahwa formasi CPNS Kabupaten Sleman yang telah ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebanyak 643. Namun ada sebanyak 633 yang memenuhi syarat untuk diangkat sebagai CPNS di Kabupaten Sleman. Menurut Priyo jumlah tersebut meliputi 346 guru, 206 tenaga kesehatan dan 81 tenaga teknis. Jika berdasarkan jenis kelaminnya, ada 149 CPNS berjenis kelamin laki-laki, dan 484 perempuan.

Lebih lanjut Priyo menyebutkan pendaftaran CPNS dimulai tanggal 11 hingga 24 November 2019. Ada sebanyak 9015 pelamar yang mengikuti pendaftaran tersebut. Kemudian dilanjutkan seleksi administrasi dengan jumlah pelamar yang dinyatakan lolos sebanyak 7828 orang. Selanjutnya dilakukan Seleksi Kompetensi Dasar dan 5410 orang dinyatakan lolos. Kemudian dari jumlah tersebut yang lolos mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) ada sebanyak 1594 orang.

“Proses seleksi dilakukan secara kompetitif dan obyektif sehingga yang lolos seleksi adalah benar-benar orang terbaik dalam formasi tersebut. Besar harapan kami CPNS dapat menjadi kader-kader terbaik ASN Sleman yang siap melaksanakan tugas untuk kemajuan Kabupaten Sleman”, kata Priyo.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.