Arsip Kategori: Berita

10
Oct

Sleman Miliki Potensi Pangan Lokal yang Potensial

Hari Pangan Se dunia memiliki makna penting mengingatkan kembali bahwa perwujudan ketahanan pangan adalah tanggungjawab bersama antara pemerintah, perguruan tinggi, pihk swasta maupun masyarakat yang harus dilaksanakan. Hal itu disampaikan Ir. Widi Sutikno, Msi Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman dalam laporan pada puncak peringatan Hari Pangan Se Dunia di Halaman Kantor Dinas  Pertanian dan Kehutanan Sleman, Kamis, 9 Oktober 2014.

Dalam acara tersebut diadakan sarasehan pentingnya kemasan dan strategi pemasaran produk olahan pertanian menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia dengan nara sumbe dari Pusat Kemasan UKM Yogyakarta dan Disperindakop Sleman, Pameran/bazar yang diikuti 23 kelompok usaha yang tergabung dalam 10 asosiasi, aneka lomba olahan basah dan olahan kering berbahan baku ubi jalar, lomba olahan daging kelinci, lomba jajanan sehat anak sekolah dan lomba kudapan dan menu balita dari ikan gurami.

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan tema peringatan hari pangan yaitu : ”Pertanian Bioindustri Berbasis Pangan Lokal Potensial” sangat tepat bagi masyarakat Sleman yang memiliki banyak potensi pangan lokal yang sangat potensial yang dapat ditanam di sekitar lingkungan.  Masalah dan tantangan yang dihadapi Kabupaten Sleman untuk mencapai status ketahanan pangan yang mantap masih cukup berat. Bagi Kabupaten Sleman upaya yang harus ditempuh untuk memantapkan ketahanan pangan mencakup aspek kuantitatif maupun kualitatif. Pola konsumsi pangan penduduk masih terdominasi beras, padahal ketergantungan yang berlebihan terhadap satu jenis komoditas sangatlah rawan. Sebagai daerah yang berada di wilayah gunung berapi, Kabupaten Sleman dianugerahi tanah pertanian yang subur dan keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Di daratan tersedia berbagai macam spesies tumbuhan yang potensial untuk didayagunakan sebagai bahan pangan. Tak dapat disangkal bahwa upaya pendayagunaan diversifikasi pangan telah dilakukan namun perkembangannya masih sangat lambat sehingga jauh dari harapan.

Diversifikasi adalah salah satu cara adaptasi yang efektif untuk mengurangi resiko produksi akibat perubahan iklim dan kondusif untuk mendukung perkembangan industri pengolahan berbasis sumberdaya lokal. Pada sisi konsumsi, diversifikasi pangan memperluas alternatif pilihan pangan dan kondusif untuk mendukung terwujudnya pola pangan harapan. Pendek kata, diversifikasi pangan dapat meningkatkan ketahanan pangan sehingga dapat dipandang sebagai salah satu pilar pemantapan ketahanan pangan.

Disisi lain, pemantapan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman memerlukan kesatuan kerja multisektor dalam satu pemahaman yang sama. Masalah pangan memerlukan penanganan yang tepat dan bersifat holistik. Keterlibatan seluruh stakeholder merupakan salah satu cara efektif untuk mengelola peluang/resiko yang dihadapi, meminimalkan biaya, sekaligus optimalisasi pencapaian tujuan. Kerjasama multipihak sangat diperlukan mengingat kondisi yang dihadapi semakin komplek dan tidak akan terselesaikan hanya oleh satu sektor saja. Berkenaan dengan hal tersebut, pada kesempatan ini saya tekankan kepada pemilik hotel dan restoran di Kabupaten Sleman untuk berpartisipasi dalam memanfaatkan produk pangan lokal serta memperluas jaringan penggunaan pangan lokal tersebut.

Dalam kesempatan tersebut  Bupati Sleman menyempatkan meninjau dan mencicipi masakan hasil lomba olahan daging kelinci dan gurameh serta meninjau bazar aneka produk hasil pertanian Sleman bersama Ketua DPRD Sleman, Kepala Dinas Pertanian dan juga Direktur Utama Bank BPD DIY yang menyumbang 1 set tenda untuk kegiatan pasar tani.
10
Oct

TMMD Kembali Digelar di Kalasan

Kalasan 9  Oktober 2014 upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Ke-93 Tahap II Tahun Anggaran 2014 di Lapangan Desa Purwomartani dihadiri Asisten Sekda Bidang Pembangunan Kodim, Polres, Camat, Perangkat Desa Dan Ormas Orari, FKPPI dengan Inspektur Upacara Bambang Yudi Kustiwa Dandim 0732 Sleman. Sambutan Kepala Staf Angkatan Darat Selaku Penanggungjawab Operasional TMMD yang dibacakan Dandim 0732 Sleman Programn TMMD  ini dimulai Sejak Tahun 1980 dengan Sebutan Program ABRI Masuk Desa ( AMD ) berubah menjadi TMMD setelah Era Reformasi  adanya Tap MPR Yang Memisahkan Polri dari TNI.

Program TMMD Yang telah berlangsung selama lebih dari 34 Tahun ini, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan sehingga keberadaan TNI untuk membangun srana prsarana dan Ifrastruktur di wilayah desa sangat dibutuhkan masyarakat. Dalam konteks kepentingan Akselerasi TMMD  dapat dinilai suatu Terobosan yang efektif, Efisien dan Produktif. Secara serentak dilaksanakan  61 Wilayah Kabupaten  / Kota.

Sungguh sangat sinkron dan selaras dengan upaya pemerintah  mengembangkan mekanisme Bottom up sebagai alih  kendali pembangunan yang selama ini bersifat Top Down.  Maka yang utama adalah bagaimana msayarakat  desa bisa mendefenisikan  keperluasn dan kepentinagn sendiri sehinggan Proses pembangunan benar benar dari oleh dan untuk masyarakat yang bersangkutan secara konkrit,.

Sasaran Fisik Pengerasan jalan Panjang 1.200 m Lebar 4 meter ,Rehab Masjid 1 buah, Pembuatan Pos kamling 1 Buahdan Lantainisasi 4 rumah. TMMD juga menanam bibit penghijauan di kanan kiri jalan luas 2 Ha jumlah bibit 3.000 Batang. Kegiatan TMMD berlangsung selama 21 Hari dari tanggal 9 Oktober s/d 29 Oktober 2014. Yang dikerjakan  oleh 1 SST Kodim 0732 Sleman di bantu oleh Masyarakat Desa Purwomartani.
10
Oct

Kadin Brunei Jajaki Peluang Bisnis Sleman

Sleman, 9 Oktober 2014, bertempat di Joglo Plawang, dilaksanakan pertemuan antara Kadin DIY dengan Kadin Brunei Darussalam.  Dalam kesempatan tersebut delegasi trade mission brunei darussalam membawa 75 orang pengusaha yang tergabung dalam 63 perusahaan, delegasi trade mission Brunei tersebut mempunyai tujuan untuk menemukan mitra usaha, ataupun menangkap peluang bisnis yang ada di dalam dua negara tersebut.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menerima delegasi trade mission Brunei Darussalam tersebut di Joglo Plawang, dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman memberikan paparan tentang potensi yang ada di Kabupaten Sleman, seperti potensi wisata di Kabupaten Sleman, potensi pertanian, potensi kerajinan dan furniture, dalam paparannya Sri Purnomo, menyatakan bahwa Sleman sangat terbuka terhadap investasi, terlebih lagi investasi dari luar yang dapat menyerap tenaga kerja yang ada di Kabupaten Sleman.  Karena salah satu potensi yang dimiliki oleh Kab. Sleman adalah potensi sumber daya manusia yang besar yang memiliki skill yang dapat diandalkan.

Dalam kesempatan tersebut, ketua Kadi DIY Gonang Djuliastono, bertukar cindera mata antara delegasi trade mission Brunei Darussalam, Kabupaten Sleman, dan juga Kabupaten Sleman.  Delegasi trade mission Brunei Darussalam ini direncanakan berada di DIY selama 3 hari (9-11 Oktober 2014).  Sebelum acara di tutup dengan makan siang, para tamu disuguhi fashion show yang menampilkan batik khas DIY.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.