Arsip Kategori: Berita

14
Nov

Komitmen Tidak Merokok dengan Cap Telapak Tangan

Hari Kesehatan Nasional ke 50 tahun 2014 adalah ulang tahun emas pembangunan kesehatan Indonesia yang harus bergerak dari pendekatan kuratif ke pendekatan promotif dan prefentif melalui PHBS dan gaya hidup sehat. Seluruh lapisan masyarakat diajak untuk turut ambil bagian dari peringatan HKN tersebut. Gaya hidup yang kurang bergerak aktif dan merokok yang cenderung tidak santun mengakibatkan menurunnya tingkat kebugaran jasmani dan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya. Upaya promotif dan prefentif perlu dilakukan dengan meningkatkan aktivitas visi dan penanaman komitmen untuk ciptakan udara bersih bebas asap rokok. Hal itu disampaikan dr. Mafilindati Nuraini, MKes Kepala Dinas Kesehatan Sleman dalam kegiatan senam sehat bugar dengan komitmen tidak merokok, Jum’at, 16 Nopember 2014 di lapangan Pemkab Sleman.

Komitment tidak merokok ini ditandai dengan cap telapak tangan kiri di atas kain putih sepanjang 20 meter, yang diawali oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI dan diikuti pejabat Sleman lainnya serta peserta senam dan gerak jalan. Komitmen ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dan kain cap telapak tangan akan dikumpullkan untuk diikutsertakan dalam rekor MURI.
Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan lomba gerak jalan antar instansi dalam  rangkaian kegaitan HUT KORPRI ke 43 tahun 2014, dengan pelepasan bendera star oleh Bupati Sleman, menempuh jarak sekitar 5 km mengelilingi Ibu kota Sleman Beran.
12
Nov

Ngayogjazz 2014 Digelar Kembali di Brayut, Sleman


Desa wisata Brayut di Pandowoharjo, Sleman kembali menjadi ajang gelaran Ngayogjazz 2014 yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 November 2014. Dijelaskan oleh Budi Utomo selaku pengelola desa wisata Brayut bahwa Ngayogjazz yang diikuti oleh pemusik jazz dari berbagai negara dan komunitas jazz berbagai kota tersebut merupakan kali kedua setelah tahun 2012 lalu. Menurut Budi, Brayut dipilih menjadi tuan rumah lagi karena Brayut dinilai lebih siap jika dibandingkan lokasi lainnya. Sebetulnya sebelum dipilihnya Brayut ini, telah ada lokasi yang telah dipilih pihak panitia namun dibatalkan karena suatu hal.
Momen ini tidak akan disia-siakan oleh desa wisata Brayut untuk bersiap diri dan berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik bagi penikmat musik jazz yang akan melihat Ngayogjazz di Brayut. Jika pada tahun sebelumnya gelaran Ngayogjazz di Brayut masih ada kekurangannya, Budi menjanjikan untuk memperbaikinya dan makin meningkatkan kesiapan Brayut kali ini, karena pagelaran Ngayogjazz bukanlah one man show namun merupakan kerja bareng berbagai pihak, masyarakat Brayut. Penyelenggaraan Ngayogjazz ini juga merupakan salah satu uapaya meningkatkan nilai Brayut, bahwa sebuah desa wisata bukan hanya lokasi/tempat wisata yang dinikmati masyarakat menengah kebawah namun juga mampu menjadi tujuan wisata dan lokasi event-event bergengsi.
Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ir. AAA Laksmidewi, MM menjelaskan bahwa dipilihnya Brayut sebagai lokasi Ngayogjazz tersebut merupakan satu kepercayaan yang harus dijaga dan diimbangi dengan profesionalisme dari pengelola desa wisata Baryut maupun warga masyarakatnya. “Tentunya ada hal-hal yang positif dari Brayut yang dilihat panitia sehingga terpilih lagi menjadi ajang Ngayogjazz ini”’ demikian jelas Ayu Laksmidewi. Para pengunjung Ngayogjazz tentunya tidak hanya menikmati musik jazz namun juga melihat hal-hal lainnya di Brayut. Hal tersebutlah yang dapat menjadi motivasi bagi warga Brayut untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung dan hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan  ke Sleman dan DIY pada umumnya.

Desa wisata Brayut di Pandowoharjo, Sleman kembali menjadi ajang gelaran Ngayogjazz 2014 yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 November 2014. Dijelaskan oleh Budi Utomo selaku pengelola desa wisata Brayut bahwa Ngayogjazz yang diikuti oleh pemusik jazz dari berbagai negara dan komunitas jazz berbagai kota tersebut merupakan kali kedua setelah tahun 2012 lalu. Menurut Budi, Brayut dipilih menjadi tuan rumah lagi karena Brayut dinilai lebih siap jika dibandingkan lokasi lainnya. Sebetulnya sebelum dipilihnya Brayut ini, telah ada lokasi yang telah dipilih pihak panitia namun dibatalkan karena suatu hal. Momen ini tidak akan disia-siakan oleh desa wisata Brayut untuk bersiap diri dan berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik bagi penikmat musik jazz yang akan melihat Ngayogjazz di Brayut. Jika pada tahun sebelumnya gelaran Ngayogjazz di Brayut masih ada kekurangannya, Budi menjanjikan untuk memperbaikinya dan makin meningkatkan kesiapan Brayut kali ini, karena pagelaran Ngayogjazz bukanlah one man show namun merupakan kerja bareng berbagai pihak, masyarakat Brayut. Penyelenggaraan Ngayogjazz ini juga merupakan salah satu uapaya meningkatkan nilai Brayut, bahwa sebuah desa wisata bukan hanya lokasi/tempat wisata yang dinikmati masyarakat menengah kebawah namun juga mampu menjadi tujuan wisata dan lokasi event-event bergengsi.  Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ir. AAA Laksmidewi, MM menjelaskan bahwa dipilihnya Brayut sebagai lokasi Ngayogjazz tersebut merupakan satu kepercayaan yang harus dijaga dan diimbangi dengan profesionalisme dari pengelola desa wisata Baryut maupun warga masyarakatnya. “Tentunya ada hal-hal yang positif dari Brayut yang dilihat panitia sehingga terpilih lagi menjadi ajang Ngayogjazz ini”’ demikian jelas Ayu Laksmidewi. Para pengunjung Ngayogjazz tentunya tidak hanya menikmati musik jazz namun juga melihat hal-hal lainnya di Brayut. Hal tersebutlah yang dapat menjadi motivasi bagi warga Brayut untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung dan hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan  ke Sleman dan DIY pada umumnya. 

11
Nov

Seluruh Puskesmas di Sleman Sudah Terapkan Pola BLUD Secara Penuh

Hari Kesehatan Nasional ke 50 yang jatuh pada tanggal 12 November akan diperingati di Sleman pada puncak acara tanggal 4 Desember 2014. HKN diperingati dengan berbagai kegiatan yang telah dimulai sejak Oktober 2014 diantaranya dengan lomba keteladanan untuk memacu kinerja petugas fungsional serta para kepala UPT. Selain itu juga diselenggarakan lomba posyandu, lomba PHBS, ziarah makam  mantan kepala dinas kesehatan serta seminar tentang halitosis dan pelaksanaannya pada penderita Diabetes Mellitus (DM). Pada tanggal 16 November 2014 akan dilaksanakan komitmen untuk tidak merokok dengan cap 5 jari, sedangkan pada tanggal 21 November akan digelar gebyar husada berbarengan dengan peringatan hari guru serta deklarasi stop buang air besar sembarangan (BABS).

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Mafilindati Nuraeni, M.Kes menjelaskan bahwa untuk menunjang pelayanan kesehatan di puskesmas, saat ini seluruh puskesmas di Sleman (25 puskesmas) telah memiliki alat spirometer yang berfungsi untuk mengukur faal paru-paru. Dengan alat tersebut, pasien dapat diperiksa kondisi kesehatan paru-parunya, terlebih lagi setelah peristiwa hujan abu vulkanik baik dari gunung Merapi maupun Gunung Kelud beberapa waktu yang lalu. Ditambahkan pula bahwa seluruh puskesmas di Sleman sejak Januari 2014 telah menerapkan pola BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) termasuk pada UPT JPKM dan UPT Laboratorium Kesehatan. Penerapan pola BLUD telah dimulai sejak Januari 2011. Seluruh puskesmas di Sleman-pun juga telah tersertifikasi ISO. (pensertifikasian dimulai sejak tahun 2004 hingga 2014 untuk 25 puskesmas), yang terakhir memperoleh sertifikasi ISO yaitu Puskesmas Ngaglik 2 dan Puskesmas Cangkringan.
Dengan status penuh BLUD tersebut maka Sleman menjadi yang pertama kalinya di DIY yang menerapkan pola BLUD pada seluruh puskesmas yang ada. Dengan penerapan pola BLUD ini pula maka puskesmas dapat langsung memperoleh dana kapitasi yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Dana kapitasi yang ditransfer oleh BPJS tersebut yaitu sebesar 2 milyar per bulan untuk 25 puskesmas (dengan perhitungan Rp 6 ribu rupiah/jiwa/bulan). Jika puskesmas belum menerapkan pola BLUD maka dana kapitasi tersebut akan masuk ke kas daerah terlebih dulu, menunggu hingga puskesmas tersebut menerapkan pola BLUD.
Bahkan dengan pola BLUD, puskesmas/dinas kesehatan sudah dapat merekrut tenaga BLUD non PNS yaitu 25 dokter, 25 psikolog dan 27 tenaga ekonomi akuntansi. Selain itu juga telah merekrut tenaga bidan dan perawat bagi puskesmas rawat inap.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.