Arsip Kategori: Berita

14
Sep

TP PKK Sleman Adakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepribadian

Dalam rangka meningkatkan pemahaman kapasitas kepribadian pimpinan sebagai public figure di Kabupaten Sleman, Tim Penggerak PKK bekerjasama dengan Asosiasi Jasaboga Indonesia (APJI) Kabupaten Sleman menyelenggarakan acara Peningkatan Kapasitas Kepribadian Bagi Pimpinan/Istri Pimpinan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (13/9).

Acara yang diikuti oleh 150 peserta dari TP PKK Kabupaten, kecamatan, dan desa se Kabupaten Sleman tersebut memberikan materi seputar etika busana, tata rias, dan table manner. Acara ini menghadirkan narasumber Farahdi Diana Jamil dari Farahdi Center, Ardhana Communication Training, Elzata Hijab, dan Wardah.

Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa menjadi wanita cantik seutuhnya merupakan dambaan bagi semua wanita. Kecantikan merupakan perpaduan keserasian berbusana, tata rias, dan etika yang melekat pada diri wanita. Melalui kegiatan ini Kustini berharap para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan narasumber untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu Ketua APJI Kabupaten Sleman, Sri Wahyuni Dewi menuturkan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut menurutnya sangat penting karena menunjang peningkatan karakter atau kepribadian impinan maupun istri pimpinan dalam melaksanakan tugasnya. Kedepan APJI bersama TP PKK Kabupaten Sleman berencana akan mengadakan kegiatan pelatihan lainnya seperti pelatihan pendampingan UKM terkait dengan usaha boga.

13
Sep

Dinas Kebudayaan Gelar Lomba Macapat Bagi Guru

Untuk memotivasi para guru di Kabupaten Sleman  mengenalkan  macapat kepada anak didik dan  masyarakat di Sleman, Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menggelar Lomba Macapat bagi Guru se Kabupaten Sleman yang berlangsung pada Selasa (12/9) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Pembukaan  lomba Macapat itu sendiri ditandai dengan pemukulan Gong oleh Bupati Sleman yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Aji Wulantoro. Penyelenggaraan lomba tersebut juga mendukung program pemerintah untuk menjadikan kecamatan  sebagai pusat pelestarian budaya masyarakat.

Bupati Sleman dalam acara tersebut menyampaikan bahwa lomba macapat perlu dipertahankan dan diselenggarakan secara rutin. “Lomba Macapat bagi guru ini sebagai ajang silahturahmi, selain itu juga untuk memupuk semangat bapak ibu  guru  dalam mempelajari budaya Jawa, kegiatan ini juga sekaligus berpotensi untuk dikembangkan menjadi event wisata budaya”, katanya.

Menurutnya setiap daerah memiliki sebutan dan cengkok yang berbeda-beda dalam membawakan seni tembang, masyarakat jawa menyebut seni tembang atau kidung sebagai macapat. Tembang macapat tersebut  di Jawa disebut ”Serat” yang berisikan sejarah (babad), ramalan (jangka), pepali, wewarah, petunjuk pedoman hidup.  Sehingga  diharapkan semakin termotivasi bagi anak didik untuk lebih mengenal sekaligus melestarikan budaya jawa. Nilai-nilai Budaya Jawa yang Adiluhung, pada dasarnya sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.  Dengan demikian budaya Jawa perlu digali dan ditelaah serta dikemas dalam wujud yang lebih kekinian,  sehingga dapat diterima dan dicerna oleh  masyarakat, lebih-lebih oleh para anak-anak didik kita. Dengan demikian budaya jawa dapat dijadikan obat mujarab untuk mengobati dan mencegah kenakalan remaja atau aksi klitih bagi pelajar.

“Melalui tembang macapat ini pengembalian kesadaran dan kewaspadaan   kenakalan pelajar di  masyarakat terhadap kehidupan yang lebih bermartabat”, jelas Sri Purnomo.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan melaporkan bahwa maksud dan tujuan lomba tersebut untuk menimbulkan rasa cinta terhadap seni sastra khususnya Macapat untuk Guru PAUD sampai dengan SMA, juga sebagai sarana melestarikan dan mengembangkan seni Macapat di sekolah se kabupaten Sleman, serta sebagai sarana lomba bagi penggemar Macapat. Lebih lanjut dilaporkan bahwa lomba Macapat diikuti oleh 70 peserta dengan rincian laki-laki 32 orang, guru perempuan 38 orang dengan lagu.tembang wajib Sekar Dhandhangula Majasih, Slendo Manyura, dengan pilihan Sekar Sinom Ginonjing Laras Pelog Nem, Sekar Pangkur Paripurna Laras Pelog Barang dan Sekar Durma Kawin Laras Pelog Barang.

13
Sep

Pemkab Sleman Lakukan Kerjasama E-Channel dengan Bank BNI

Pemerintah Kabupaten Sleman bersama PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk. menandatangani Perjanjian Nota Kesepahaman pada hari Selasa tangga 12 September di Aula lantai III Setda Kabupaten Sleman.  Perjanjian Nota Kesepahaman tersebut terkait Penggunaan Layanan Jasa Perbankan serta Kerja Sama  pembayaran Pendapatan Asli Daerah khusus Pajak Bumi dan Bangunan, serta tagihan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) melalui e-Channel (e-PBB dan e-PDAM).

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengungkapkan bahwa hal ini merupakan upaya Pemerintah kabupaten Sleman untuk semakin mendekatkan kepada visi kabupaten Sleman  yaitu sebagai Smart Regency. “Dalam era perkembangan teknologi yang semakin pesat seperti saat ini, maka kita harus bisa menyesuaikan, termasuk untuk pelayanan publik,” kata Sri Purnomo. Dikatakan pula oleh Sri Purnomo bahwa Perjanjian Nota Kesepahaman tersebut akan mampu memperbaiki sistem pelayanan publik di kabupaten Sleman. Menurutnya dengan adanya kerja sama  tersebut, masyarakat bisa melakukan transaksi pelayanan publik dari tempat mana pun.

“Masyarakat kita kan ada di mana-mana. Dengan ini, mereka bisa membayar melalui aplikasi yangtelah disediakan oleh BNI,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari Perintah Presiden kepada Menteri Keuangan terkait pembayaran non tunai. “Jadi dengan adanya ini nanti masyarakat tidak perlu melewati beberapa jalur lagi, dan diauditnya juga lebih mudah,” tambahnya.

Sementara itu Arif Suwasono selaku pimpinan Wilayah Yogyakarta PT. BNI (Persero) Tbk. mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan komitmen BNI untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Sleman sebagai Smart Regency. “Dengan adanya ini, saya kira impian Kabupaten Sleman untuk mewujudkan Smart Regency akan segera tercapai,” ujarnya.

Menurutnya hal tersebut selaras dengan tujuan BNI untuk menjadi bank yang berbasis digital. “BNI adalah satu-satunya bank yang bisa untuk melakukan pembayaran melalui gadget” tegasnya.

Lebih lanjut Arif mengatakan bahwa pembayaran e-PBB dan e-PDAM tersebut dapat dilakukan melalui teller, Anjungan Tunai Mandir (ATM), Mobile Banking System, Internet Banking dan fasilitas lain yang telah disediakan oleh BNI. “Dengan demikian, Masyarakat Sleman pada umumnya dan kalangan wajib pajak dapat melakukan pembayaran dari mana pun dan kapan pun dengan lebih mudah, nyaman dan cepat,” ujarnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.