Arsip Kategori: Berita

22
Jan

Warga Kalasan Raih Hadiah Utama Undian Bank Sleman

Hadiah tabungan mutiara diserahkan hari ini Selasa, 21 Januari 2020 di Kantor Bank Sleman kepada para pemegangnya oleh Direktur Utama Bank Sleman Moh Sigit SE, MSI didampingi Iis Herlina Dewi, SE Direktur Kepatuhan dan SDM dan Direktur Bisnis Bagus Hudoyono, serta jajaran Kepala Bagian dan Karyawan Bank Sleman.  Sebelumnya penarikan undian Tabungan Muriara  periode XII telah dilaksanakan di Grha Sarina Vidi, Kamis, 9 Januari 2020. Acara tersebut juga dikemas dalam acara peluncuran  perubahan bentuk badan hukum PD BPR Bank Sleman menjadi PT BPR Bank Sleman (Perseroda), berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-110/KO.0301/2019 tanggal 30 Desember 2019,

Direktur Utama Bank Sleman, Moh. Sigit  SE. M.Si  mengatakan untuk nasabah yang mendapatkan hadiah kali ini bervariasi, ada yang pengusaha, pedagang pasar, UMKM, pegawai swasta maupun  PNS. Tabungan Mutiara merupakan jenis tabungan yang menjadi unggulan Bank Sleman dan sebagai salah satu produk tabungan favorit yang digemari nasabah. Sampai akhir Desember 2019 terdapat 9.654 rekening dengan nilai tabungan Rp 126,4 M.

Hadiah utama yang disediakan berupa satu buah Mobil Honda Brio diraih oleh Ibu Sunarti Kasihan Bantul dan Daihatsu Sigra diraih oleh Ir. Yustinus Mahatma warga Kalasan Sleman,. Untuk hadiah motor Honda Vario di raih Sudewi Warga Pandowoharjo Sleman, Honda  Beat  Ika Evi Sri Hastuti juga warga Pandowoharjo Sleman dan Honda Revo Fit diraih oleh Suhartana warga  Ngemplak Sleman. dan beberapa hadiah hiburan berupa 5 batang emas sebesar 10 gram, 10 tabungan senilai masing-masing Rp. 2 juta. Sigit menyampaikan total aset Bank Sleman sebesar Rp.843,3 Milyar, dana Pihak Ketiga sebesar Rp. 553,7 Milyar, OSC sebesar Rp.618,7 Milyar, dan laba sebesar Rp.27,6 Miliyar.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit juga menyampaikan bahwa ke depannya Bank Sleman akan terus meningkatkan besaran hadiah agar menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menabung di Bank Sleman. Sementara untuk peningkatan pelayanan selain jemput bola kepada nasabah juga memanfaatkan teknologi digital sehingga nasabah bisa langsung mengetahui saldo dan bisa transaksi secara online di Bank Sleman.

21
Jan

Pemkab Sleman Serahkan LKPD Paling Awal

Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2019 kepada BPK RI Perwakilan Yogyakarta pada tanggal 20 Januari 2020. Penyerahan LKPD Pemerintah Kabupaten Sleman ini merupakan yang pertama di DIY.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan bahwa laporan ini merupakan bagian penting dari sistem kegiatan yang ada di Pemerintah Kabupaten Sleman. Untuk itu ia mendorong seluruh OPD agar tidak menunda-nunda pekerjaan, termasuk dalam menyelesaikan LKPD tersebut sesegera mungkin. Ia berharap iklim kerja yang baik ini dapat terus dilaksanakan ke depannya.

“Tahun ini lebih cepat satu bulan dibanding tahun lalu yakni tanggal 15 Februari 2019 yang sebenarnya secara regulasi diberikan waktu paling lambat 31 Maret. Budaya kerja seperti ini harus dipertahankan”, ucapnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan pencapaian kinerja APBD Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun 2019 dalam hal pendapatan daerah target kinerjanya efektif. hal ini dapat dilihat dari prosentase penerimaan pendapatan daerah dari target pendapatan daerah tahun 2019 sebesar Rp2.779.380.276.199,62 dapat direalisasikan sebesar Rp2.840.636.285.803,45 atau 102,20%.

“Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan target sebesar 903.278.920.723,56 dapat terealisasi sebesar 972.049.575.206,45 atau dengan prosentase 107,61”, jelasnya.

Sementara Kepala BPK RI Perwakilan DIY, Andri Yogama, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah menyerahkan LKPD tepat waktu, bahkan merupakan yang pertama di DIY. Tak berhenti disitu, bahkan menurutnya penyerahan LKPD Kabupaten Sleman merupakan yang tercepat ketiga di tingkat nasional setelah Kabupaten Prabumulih dan Kabupaten Musi Banyuasin.

“Saya harap Kabupaten Sleman dapat menjadi Kabupaten/Kota lainnya di DIY khususnya, dan di Indonesia umumnya”, ucap Andri.

Ia menjelaskan pihaknya akan langsung melakukan pemeriksaan terhadap LKPD tersebut mulai Selasa 21 Januari 2019. Pemeriksaan ini akan dilakukan oleh tim dari BPK RI yang berjumlah lima orang yang dipimpin oleh Danar Kumala Perwakilan Yogyakarta Pemeriksaan akan berlangsung selama 45 hari dan hasilnya akan diumumkan dalam kurun waktu 60 hari.

“Saya harap hasilnya baik seperti sebelumnya, yakni opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian)” ujarnya.

 

20
Jan

BPBD Sleman Adakan Simulasi Ruang Bencana Erupsi Merapi

Sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai penanganan darurat bencana dan kesiapan dalam menghadapi bencana erupsi Merapi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman selenggarakan simulasi ruang rencana kontingensi erupsi Merapi. Simulasi tersebut dilakukan di 7 Desa yang masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi terdampak. Simulasi ruang ini dimulai dari Desa Hargobinangun pada tanggal 15 Januari 2020 dan dilanjutkan secara berturut-turut di Desa Glagaharjo pada tanggal 16 Januari, Wonokerto pada tanggal 18 Januari 2020,  Kepuharjo pada tanggal 19 Januari 2020, Umbulharjo pada tanggal 20 Januari 2020, Girikerto pada tanggal 21 Januari 2020 dan terakhir di Desa Purwobinangun pada tanggal 23 Januari 2020.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto menuturkan, dalam kegiatan simulasi tersebut metode yang digunakan yaitu dimulai dengan presentasi dokumen Renkon Desa dan telaah prosedur tetap (Protap). Kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok berdasarkan sektor yang ada pada struktur SKPDB yang disepakati oleh masing-masing Desa. “Dalam kegiatan ini, masing-masing kelompok menyampaikan rencana kerja berdasarkan skenario yang sudah ditentukan pada situasi darurat bencana eupsi Merapi terjadi,” jelas Joko Supriyanto.

Kegiatan simulasi ini merupakan lanjutan dari rangkaian proses pemutakhiran Renkon Merapi yang sudah dimulai sejak Juni 2019 dan diselenggarakan oleh Yayasan RedR Indonesia bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Daerah Istimewa Yogyakarta dan didukung oleh UNICEF Indonesia.

Sementara itu, dalam proses pemutakhiran Renko Merapi, terdapat tiga tahapan proses yaitu antara lain dimulai dari tingkat Desa melalui kegiatan diskusi kelompok terarah yang menghasilkan dokumen Renkon dari tujuh desa sasaran di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi, masing-masing Desa Umbulharjo, Glagaharjo, Kepuharjo, Hargobinangun, Purwobinangun, Wonokerto, dan Girikerto. “Tahap selanjutnya, dilaksanakannya proses sinkronisasi di tingkat Kabupaten melalui serangkaian lokakarya sehingga data dan informasi yang dikumpulkan di tingkat Desa tervalidasi dan dapat digunakan sebagai bahan dalam penyusunan Renkon Kabupaten,” jelas Joko.

Sedangkan tahap terakhir yaitu sosialisasi, simulasi, finalisasi dan diakhiri dengan pengesahan oleh Bupati Sleman. Pemutakhiran Renkon Merapi Kabupaten Sleman mengacu kepada Pedoman Renkon 4.0, latar belakang pemutahiran renkon ini adalah merespon atas perubahan karakter Merapi secara sosiologis dan geografis, merespon atas perubahan tingkat risiko ancaman Merapi ke depan, dan mengakomodir aspirasi dan kebutuhan anak serta kelompok rentan lainnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.