Arsip Kategori: Berita

22
Apr

Sleman Optimis Raih Juara umum dalam PORWADA DIY 2014

Kontingen Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kabupaten Sleman dilepas Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wakil Bupati Yuni Satya Rahayu di Kompleks Pemda Sleman, Senin (21/4/2014).

Ikut hadir dalam acara itu Ketua DPRD Sleman Koeswanto, Wakil Ketua KONI Sukiman dan pejabat lainnya. Menurut Ketua Kontingen Hasto Sutadi Porwada 2014 diikuti kontingen se Kabupaten/Kota se-DIY.

Hasto mengatakan Sleman mengikuti 10 cabang yang dipertandingkan. Mengacu pada perolehan medali sebelumnya Hasto optimistis bisa juara umum lagi tahun ini. “Apalagi atlet yang ikut sama dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya,” ujar Hasto.

Wakil Ketua KONI Sleman Sukiman mengatakan selamat atas bergabungnya SIWO PWI Sleman ke KONI Sleman, yaitu badan fungsional. KONI Sleman mendung Porwada dan bisa tetap mempertahankan prestasi sebagai juara umum.

Sri Purnomo percaya target mempertahankan juara umum akan tercapai, melihat prestasi yang diraih pada tahun sebelumnya. Selain itu latihan dan pembinaan juga sudah dilakukan langsung oleh KONI Sleman.

“Mudah-mudahan dengan juara atlet Porwada Sleman bisa menjadi wakil DIY di tingkat nasional,” kata Sri Purnomo.
Pelepasan secara resmi ditandai dengan pemakaian jaket oleh Bupati kepada ketua kontingen.

22
Apr

Sleman Kembali Kirimkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Kelud

Untuk kali kedua Kabupaten Sleman yang diwakili Kepala BPBD Kabupaten Sleman  Julisetiono Dwi Wasito yang didampingi Kepala Dinas Nakersos Untoro Budiarjo, Kepala Bagian Kesra, Rabu Sore 16 April 2014 meluncur menuju Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang untuk menyerahkan bantuan berupa Perlengakapan pakaian berupa antara lain Baju, Handuk, pakaian dalam, dan juga bantuan berupa uang senilai Rp100 juta khusus untuk pembelian peralon. Pengiriman bantuan dikoordinir oleh Kepala BPBD Kabupaten Sleman dengan tidak membawa bantuan material berupa peralon  dari kabupaten sleman, tetapi peralon dibelanjakan oleh penerima bantuan di Malang.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa disamping bantuan berupa pakaian yang berupa Jarik sebanyak 300 lembar, Kaos anak 50 dosin, kaos dewasa 50 Dosin, kaos krah 30 Dosin, Selimut Lurik 500 potong, Mukena 240 potong,Celana Dalam dewasa  50 Dosin, BH 50 Dosin, Handuk 330 potong dan Sweater 200 potong total senilai Rp. 144.550.000,- dan Peralon, pemkab sleman juga mengirim Relawan sebanyak 20 orang yang akan bekerja melakukan pemasangan Peralon bersama masyarakat setempat untuk saluran Air bersih selama 4 hari, mereka terdiri Relawan dari PMI, Tagana dan SAR dari sleman. Selain penyerahan bantuan kepada masyarakat kecamatan Mantang kabupaten Malang duta pemkab sleman tersebut juga akan melakukan Bhakti Sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang akan dilakukan oleh 4 personil yang terdiri satu dokter dan tiga paramedis, mereka akan melakukan bhakti sosial  selama satu hari, apabila kondisi memungkinkan dan antusias masyarakat baik maka bisa diperpanjang maksimal dua hari. Disamping itu juga akan mengirimkan satu mobil Ambulance sebagai pendukung bhakti sosial tersebut. Yang jelas Pemkab Sleman akan menyediakan obat-obatan untuk 200 orang. Bantuan dan tenaga relawan tersebut dilepas oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo di Rumah Dinas Bupati Rabu malam.

Bantuan uang pembelian peralon disampaikan oleh  Kepala BPBD Kabupaten Sleman dan diterima Camat Ngantang Mulyono, sedangkan bantuan pakaian diserahkan oleh Kepala Dinas Nakersos Sleman dan diterima Kepala Desa Tulungrejo Mulyadi,  hari Kamis 17 April.
21
Apr

Produk Kripik Ikan Tingkatkan Nilai Ekonomis Produk Perikanan

Tim Penilaian UPPKS Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan evaluasi ke Kelompok Mina Mandiri Bokesan Sindumartani Kecamatan Ngemplak Sleman, Kamis 17 April 2014. Kehadiran tim disambut di Aula Kelompok tani ikan Mino Ngremboko Bokesan Sindumartani Ngemplak Sleman oleh Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Sleman Retno Wisudawati didampingi Kepala Badan KB Sleman dan Camat Ngemplak dan Kades Sindumartani.

Dalam kesempatan tersebut ketua kelompok Mina Mandiri Sri Rejeki melaporkan bahwa kelompok Mina Mandiri ini mempunyai anggota 24 anggota dengan mempunyai produk unggulan yaitu Kripsy Nila dan Stile Stik Ikan Lele, dengan demikian kelompok mina Mandiri sampai saat ini benar-benar bisa menikmati hasil dari pembuatan kripsy Ikan nila ini. Lebih lanjut Sri Rejeki memaparkan dengan gamblang mengapa berusaha lewat kripsi Nila ini , karena bahan bakunya yang sangat mudah didapatkan karena sudah bekerjasama dengan Kelompok Tani Ikan Mino Ngremboko setempat. Kalau nila biasa dijual paling bisa mencapai nilai jual Rp 20.000 tetapi di buat dengan variasi seperti Kripspy ini bisa menghasilakan nilai yang sangat luar biasa yaitu satu kilo nila bisa menghasilkan nilai jual Rp 120.000.

Pada kesempatan ini Bupati Sleman yang di wakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Dra. Franciska Retno Wisudowati mengatakan bahwa Penilaian UPPKS di  Sle­man ini memberikan suatu kebanggaan  memotivasi  untuk melaksanakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan lebih baik.  Melalui pemberdayaan keluarga Pemerintah Kabupaten Sleman lebih termotivasi untuk meningkatkan tingkat pendapatan dan kesejahteraan keluraga. Berbagai upaya telah dikembangkan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar keluarga mampu mengembangkan prakarsa dan meningkatkan kesejahteraannya. Namun demikian, saat ini masih banyak keluarga yang menghadapi berbagai kendala dan hambatan untuk dapat hidup sejahtera dan berkualitas.

Saat ini Kelompok UPPKS di Kabupaten Sleman berjumlah 860 kelompok dengan 8.955 orang yang terdiri dari 464 anggota laki-laki dan 8.491 anggota perempuan. Dari jumlah tersebut 89,2% diantaranya telah mengikuti program KB. Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan bantuan Dana penguatan Modal bagi kelompok UPPKS lewat Kantor Penanaman Penguatan dan Penyertaan Modal Kabupaten Sleman. Pada tahun 2013 sejumlah 252 kelompok telah mendapat bantuan sebesar Rp. 2,3 M meningkat 56% dari tahun 2012 sebesar Rp. 1.01 M. Hingga akhir bulan Maret yang lalu Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyalurkan bantuan dana penguatan modal bagi 38 kelompok sebesar Rp. 335 juta. Kelompok UPPKS Mina Mandiri yang merupakan juara I tingkat Kabupaten Sleman ini diharapkan dapat menjadi penggerak usaha kecil di Dusun Bokesan. Dibentuknya UPPKS bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan membantu pengentasan pengangguran serta kemiskinan.

Sementara itu pimpinan tim Evaluasi dari DIY di pimpin  oleh Drs Suryadi dalam kesempatan tersebut merasa kagum dan sangat berterimakasih atas sambutan yang luar biasa ini dan ini terbukti bahwa Pemerintah benar-benar sangat mendukung dan membantu dengan adanya kelompok mina mandiri ini  karena apa ini ternyata sungguh luarbiasa. Namun diharapkan dalam lomba ini jangan sekedar mencari nomor/juara saja tetapi yang paling penting mencari bagaimana cara untuk meningkatkan kesejahteraan bagi anggota dari mina mandiri itu sendiri dan usaha yang dilakukan bisa benar-benar eksis kedepannya.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.