Arsip Kategori: Berita

18
Sep

Sleman Raih Penghargaan Natamukti Award

Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menerima penghargaan Natamukti Award. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Sleman meraih kategori Natamukti Ganapravara yaitu penghargaan yang diberikan kepada Kota/Kabupaten yang telah mendapatkan penghargaan Natamukti Nindya di tahun sebelumnya (2019) dan berhasil mempertahankan performa UKM-nya di tahun 2020.

Penghargaan yang diinisiasi oleh organisasi International Council for Small Business (ICSB) diumumkan dalam acara ICSB Indonesia City Award 2020 bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui platform virtual (zoom meeting), Kamis (17/9).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyampaikan apresiasi bagi ICDB yang menginisiasi penghargaan tersebut dan secara konsisten diselenggarakan.

Selain itu, Teten Masduki juga menyebut penghargaan yang diberikan kepada sejumlah Kota/Kabupaten ini diharapkan menjadi motivasi pada Kepala Daerah lainnya untuk memberikan perhatian dan mengembangkan UKM.

“Ini (penghargaan) nantinya akan memberi motivasi, terlebih saat ini kita menghadapi pandemik Covid-19 dan UMKM kita menghadapi masalah serius. Karena itu, Pemerintah sekarang mencari solusi bagaimana dalam fase survival UKM bisa bertahan melakukan adaptasi, reorientasi usaha, dan inovasi produk.” Jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkomitmen untuk mendorong tumbuhnya UMKM di Kabupaten Sleman. Sri Purnomo juga menyebut Pemkab Sleman berupaya untuk terus mendorong UMKM berkreasi dan berinovasi sehingga mempunyai daya saing yang kuat.

“Kita mendapatkan (penghargaan) Natamukti Ganapravara, karena kita terus dorong UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Sleman untuk bisa maju, berinovasi dan kreatif. Hal ini akan terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ujar Sri Purnomo.

17
Sep

Pemkab Sleman Luncurkan Bantuan Sosial Beras Kemensos RI

Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan peluncuran Bantuan Sosial Beras (BSB) tahun 2020, Rabu (16/9), bertempat di Kregolan, Margomulyo, Seyegan. Peluncuran program Kementerian Sosial RI ini dilakukan secara simbolis ditandai dengan penyerahan beras oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Sri Purnomo mengatakan bantuan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk meringankan beban masyarakat di masa pandemi seperti saat ini. Ia juga menjamin beras yang dibagikan tersebut memiliki kualitas yang bagus dan layak untuk dikonsumsi. Jika nanti ada masyarakat menerima beras yang tidak layak konsumsi, ia mempersilahkan untuk melaporkannya kepada pihak terkait, dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

“Saya ini nanti juga akan mencoba makan nasi dari beras bantuan ini”, ucapnya dalam acara yang juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Bulog DIY, General Manager BGR Logistik Jateng DIY, Kepala Dinas Sosial, dan Panewu Seyegan tersebut.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono, menjelaskan bahwa BSB disalurkan secara serentak di 264 titik di seluruh Kabupaten Sleman. Adapun jumlah KPM PKH yang menerima bantuan ada sebanyak 43.588. Ia menyebutkan bantuan tersebut akan diberikan selama 3 bulan, yang mana setiap bulannya setiap KPM PKH menerima beras sebanyak 15 kg. Artinya setiap KPM PKH akan menerima 45 kg untuk bulan Agustus, September dan Oktober

“Namun, untuk bulan ini langsung diberikan 30 kilo sekaligus untuk bulan Agustus dan September”, jelasnya.

Lebih lanjut Eko Suhargono berpesan kepada para KPM PKH agar jangan sampai beras tersebut dijual. Sebab, menurutnya dengan bantuan ini diharapkan kebutuhan pangan warga masyarakat di Kabupaten Sleman dapat terpenuhi. Ia juga tak segan untuk menghapus nama orang tersebut dari data penerima bantuan jika diketahui menjual beras tersebut.

“Ini sesuai dengan amanat Presiden”, tegasnya.

17
Sep

Event Sleman Temple Run Dibatalkan

Event Lari tahunan (Sleman Temple Run) batal diselenggarakan. Pembatalan penyelenggaraan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Sleman, Harda Kiswoyo bersama dengan Dinas Pariwisata dalam Jumpa Pers di Pendopo Parasamya Setda Sleman, Rabu (16/9).

“Dengan berat hati untuk Sleman Temple Run tahun 2020 ditiadakan. Mengingat kondisi pandemi belum ada tanda-tanda mereda bahkan, ada beberapa klaster baru. Ini sangat berhubungan dengan pertimbangan penyelenggaraan Sleman Temple Run,” jelasnya.

Lebih lanjut Harda menjelaskan bahwa secara teknis, penyelenggaraan Sleman Temple Run 2020 telah mengalami penundaan dari jadwal yang telah ditentukan.

“Secara teknis kegiatan ini sudah seharusnya di bulan Juli 2020 namun ditunda. Dan saat ini tidak mungkin ditunda lagi. Kemungkinannya hanya ditiadakan,” katanya.

Selain itu, Harda menyebut pertimbangan lain dalam penyelenggaraan event tersebut yaitu adanya rekomendasi dari pihak kepolisian untuk melakukan penundaan karena bersamaan dengan masuknya masa kampanye Pilkada 2020.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Sudarningsih mengatakan Dispar Sleman bersama pihak penyelenggara telah menyiapkan secara maksimal untuk penyelenggaraan Sleman Temple Run 2020, namun pihaknya mempertimbangkan resiko yang besar mengingat sejumlah peserta berasal dari wilayah zona merah.

Selain itu, Sudarningsih menyebut event Sleman Temple Run juga tidak bisa diselenggarakan secara virtual. Hal tersebut akan bertolak belakang dengan konsep Sleman Temple Run itu sendiri yaitu rute yang dipilih yaitu menyusuri Candi.

“Jika dilakukan secara virtual mungkin akan ada kesulitan dalam tahapan penjuriannya,” jelasnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.