Arsip Kategori: Berita

14
Oct

Desa Wedomartani Gelar Festival Desa Budaya

Sleman, 11 Oktober bertempat di balai desa Wedomartani, dilaksanakan kegiatan Gelar Budaya dalam rangka Festival Desa Budaya 2014.  Dalam kesempatan tersebut hadir Bupati Sleman sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Sugeng Raharjo, ketua Desa Budaya Desa Wedomartani melaporkan, bahwa kegiatan gelar budaya ini diikuti oleh 28 kelompok seni, 25 kelompok kuliner, 15 stand kerajinan, dan juga dimeriahkan dengan gerobag sapi.  Seluruh kelompok tersebut berasal dari 25 dusun yang ada di Desa Wedomartani.

Dalam sambutannya Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif, karena mampu menggali potensi budaya, seni, dan ekonomi kreatif yang ada di Desa Wedomartani.  Terlebih lagi sekarang ini Pemerintah Daerah DIY, juga sangat memberikan perhatian kepada kelompok-kelompok seni tradisional yang ada di seluruh wilayah DIY.  Bupati berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kelompok-kelompok seni dapat terus mengaktualisasikan kesenian-kesenian tersebut sehingga nantinya dapat menarik wisatawan baik dari manca negara maupun dosmetik, sehingga nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Wedomartani khususnya dan Kabupaten Sleman umumnya.
13
Oct

Bupati : Warga Yang Masih di KRB Segera Pindah Ke Relokasi

Rabu, 8 Oktober 2014 REKOMPAK bersama Pemda Sleman melakukan Rapat Koordinasi Teknis di Ruang Rapat Lantai 3 Setda Sleman. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman, Asisten Sekda Bidang Pembangunan, Dra. Suyamsih, M.Pd, dan Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementrian PU, Ir. Adjar Prayudi, MCM, MCE.

Dalam laporannya Ir. Adjar Prayudi, MCM, MCE. menyampaikan bahwa dari data rumah rusak berat dan hancur pasca erupsi 2010 sejumlah 3.023 divalidasikan sejumlah 2.739 rumah di 21 desa di lereng Merapi. Dari jumlah tersebut telah dibangun 2.040 rumah tahan gempa yang telah dilengkapi dengan aliran listrik.  Rumah-rumah tersebut dilengkapi dengan 383 titik infrastruktur tersier dan prasarana untuk kebutuhan pengurangan resiko bencana. Dari jumlah tersebut bari 1.823 rumah yang telah dihuni.
Tantangan selanjutnya adalah memindahkan masyarakat yang masih berada di kawasan rawan bencana ke daerah hunian tetap yang telah disediakan. Hal tersebut  membutuhkan kerja sinergis antara REKOMPAK dan Pemda Sleman. Hingga September 2014, masih 607 KK lagi yang belum difasilitasi pembangunan rumahnya karena belum bersedia ikut kegiatan relokasi. Mereka masih tinggal di kawasan rawan bencana, dengan infrastruktur permukiman dan fasilitas pengurangan risiko bencana yang kurang memadai.
Pembangunan rumah tersebut didanai dengan dana bantuan rumah sebesar Rp. 61,2 M ditambah dengan kontribusi swadaya masyarakat sebesar Rp. 19.5 M. Hal ini cukup menggembirakan karena local wisdom masyarakat Merapi menciptakan pola partisipatif pemberdayaan sehingga memudahkan pemerintah dalam membangun kawasan huntap yang layak huni. Menanggapi hal tersebut, Bupati Sleman berharap agar masyarakat yang masih menghuni kawasan rawan bencana dapat segera berpindah ke lokasi huntap yang telah disediakan  sehingga resiko bencana di masa-masa mendatang dapat diminimalisir.


10
Oct

Sleman Miliki Potensi Pangan Lokal yang Potensial

Hari Pangan Se dunia memiliki makna penting mengingatkan kembali bahwa perwujudan ketahanan pangan adalah tanggungjawab bersama antara pemerintah, perguruan tinggi, pihk swasta maupun masyarakat yang harus dilaksanakan. Hal itu disampaikan Ir. Widi Sutikno, Msi Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman dalam laporan pada puncak peringatan Hari Pangan Se Dunia di Halaman Kantor Dinas  Pertanian dan Kehutanan Sleman, Kamis, 9 Oktober 2014.

Dalam acara tersebut diadakan sarasehan pentingnya kemasan dan strategi pemasaran produk olahan pertanian menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia dengan nara sumbe dari Pusat Kemasan UKM Yogyakarta dan Disperindakop Sleman, Pameran/bazar yang diikuti 23 kelompok usaha yang tergabung dalam 10 asosiasi, aneka lomba olahan basah dan olahan kering berbahan baku ubi jalar, lomba olahan daging kelinci, lomba jajanan sehat anak sekolah dan lomba kudapan dan menu balita dari ikan gurami.

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan tema peringatan hari pangan yaitu : ”Pertanian Bioindustri Berbasis Pangan Lokal Potensial” sangat tepat bagi masyarakat Sleman yang memiliki banyak potensi pangan lokal yang sangat potensial yang dapat ditanam di sekitar lingkungan.  Masalah dan tantangan yang dihadapi Kabupaten Sleman untuk mencapai status ketahanan pangan yang mantap masih cukup berat. Bagi Kabupaten Sleman upaya yang harus ditempuh untuk memantapkan ketahanan pangan mencakup aspek kuantitatif maupun kualitatif. Pola konsumsi pangan penduduk masih terdominasi beras, padahal ketergantungan yang berlebihan terhadap satu jenis komoditas sangatlah rawan. Sebagai daerah yang berada di wilayah gunung berapi, Kabupaten Sleman dianugerahi tanah pertanian yang subur dan keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Di daratan tersedia berbagai macam spesies tumbuhan yang potensial untuk didayagunakan sebagai bahan pangan. Tak dapat disangkal bahwa upaya pendayagunaan diversifikasi pangan telah dilakukan namun perkembangannya masih sangat lambat sehingga jauh dari harapan.

Diversifikasi adalah salah satu cara adaptasi yang efektif untuk mengurangi resiko produksi akibat perubahan iklim dan kondusif untuk mendukung perkembangan industri pengolahan berbasis sumberdaya lokal. Pada sisi konsumsi, diversifikasi pangan memperluas alternatif pilihan pangan dan kondusif untuk mendukung terwujudnya pola pangan harapan. Pendek kata, diversifikasi pangan dapat meningkatkan ketahanan pangan sehingga dapat dipandang sebagai salah satu pilar pemantapan ketahanan pangan.

Disisi lain, pemantapan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman memerlukan kesatuan kerja multisektor dalam satu pemahaman yang sama. Masalah pangan memerlukan penanganan yang tepat dan bersifat holistik. Keterlibatan seluruh stakeholder merupakan salah satu cara efektif untuk mengelola peluang/resiko yang dihadapi, meminimalkan biaya, sekaligus optimalisasi pencapaian tujuan. Kerjasama multipihak sangat diperlukan mengingat kondisi yang dihadapi semakin komplek dan tidak akan terselesaikan hanya oleh satu sektor saja. Berkenaan dengan hal tersebut, pada kesempatan ini saya tekankan kepada pemilik hotel dan restoran di Kabupaten Sleman untuk berpartisipasi dalam memanfaatkan produk pangan lokal serta memperluas jaringan penggunaan pangan lokal tersebut.

Dalam kesempatan tersebut  Bupati Sleman menyempatkan meninjau dan mencicipi masakan hasil lomba olahan daging kelinci dan gurameh serta meninjau bazar aneka produk hasil pertanian Sleman bersama Ketua DPRD Sleman, Kepala Dinas Pertanian dan juga Direktur Utama Bank BPD DIY yang menyumbang 1 set tenda untuk kegiatan pasar tani.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.