Arsip Kategori: Berita

9
Apr

Bupati Sleman Resmikan Inovasi Demplot Irigasi Tetes Cabai

Bupati Sleman resmikan demonstrasi plot (demplot) Irigasi Tetes Komoditas Cabai di Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi Sleman. Inovasi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia tersebut diresmikan di lahan pertanian Dusun Ngepas, Ngaglik, ditandai dengan Penanaman Cabai oleh Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Kamis (8/4).

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap dengan keberadaan demplot tersebut memberikan contoh bagi petani untuk menerapkan teknologi yang tepat guna ini. Selain itu ia berharap dengan adanya inovasi teknologi ini mampu mendorong generasi milenial untuk terjun di dunia pertanian menjadi petani milenial.

“Melalui demplot ini kita mendiseminasikan teknologi budidaya yang ramah lingkungan kepada petani cabai agar mendapatkan pemahaman sehingga timbul kesadaran, menerima dan akhirnya memanfaatkan teknologi irigasi tetes ini,” katanya.

Lanjutnya, disamping itu yang tidak kalah pentingnya adalah dengan sistem irigasi tetes ini jumlah kebutuhan air akan disesuaikan dengan jenis dan umur tanaman. Dengan Kondisi tersebut tentu akan mengoptimalkan biaya produksi sehingga bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

“Dengan bisa meminimalkan biaya penanaman, harapannya agar petani Sleman semakin makmur,” Kata Kustini.

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY mengatakan pihaknya terus mendukung ketahanan pangan melalui komoditas Cabai di DIY. Dengan bekerjasama dengan Pemkab Sleman dalam hal ini menerapkan inovasi Irigasi tetes cabai seluas 20 hektar di wilayah Kabupaten Sleman pada tahun 2021.

Selain itu, kata Miyono dengan menjaga stok Cabai di pasaran, tentu akan mewujudkan stabilitas moneter melalui pengendalian inflasi dari sisi suplai sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang sangat tinggi.

“BI selalu terus berupaya untuk menjaga kestabilan ekonomi Indonesia, yakni salah satunya dengan peningkatan kapasitas pelaku ekonomi dan mengurangi tekanan inflasi pada produk komoditas bahan pokok, dalam hal ini cabai,” katanya.

Ketua Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi Sleman Inoki Azmi Purnomo mengakui dengan diterapkannya metode tersebut di komunitasnya, berhasil meningkatkan produksi cabai. Selain itu, ia mengungkapkan dengan metode tersebut dapat mengoptimalkan biaya produksi karena penggunaan air yang minim.

“Produksi kita pun meningkat dari awalnya 7,6 ton per hektar menjadi 8,8 ton per hektar,” tambahnya.

8
Apr

Kustini Sri Purnomo Apresiasi Pekan Gelar Budaya dan Khaul Titis Agung

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo hadiri penyelenggaraan Gelar Buaya dan Khaul  “Titis Agung”  BPH Panular dan GBPH Moerdhaningrat di Dusun Nglengkong, Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Rabu (7/4).

Kegiatan Gelar budaya tersebut merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya menjelang memasuki bulan Ramadhan dalam rangka melestarikan kegiatan adat dan tradisi masyarakat Kalurahan Sumberrejo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan Gelar Budaya dan Khaul ini. Menurutnya, penyelenggaraan Gelar Budaya  menjadi salah satu sarana dalam mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah masyarakat Sumberrejo.

“Penyelenggaraan kegiatan ini juga merupakan sarana untuk mempererat tali ukhuwah dan silaturahmi. Selain itu juga kegiatan ini (Gelar Budaya) patut mendapatkan dukungan sepenuhnya dari kita semua mengingat arus globalisasi menyebabkan kebudayaan berkembang tanpa batas.” Katanya.

Berkembangnya kebudayaan saat ini, dinilai kerap menimbulkan persengketaan perihal hak milik sebuah produk budaya. Menurut Kustini hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama dalam melestarikan dan mempertahankan adat dan budaya daerah.

Selain itu, dalam penyelenggaraan gelar budaya tersebut juga Kustini menghimbau kepada masyarakat dan penyelenggara agar tetap menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini masih adanya pandemi Covid-19.

Dalam kegiatan Gelar Budaya ini juga Kustini berkesempatan untuk mengikuti prosesi penuangan air suci yang sebelumnya telah diambil dari sumber mata air yang berada di sepuluh Padukuhan di Kalurahan Sumberrejo.

Sebelumnya juga telah dilakukan kirab dengan arak – arakan bergodo yang mengawal tumpeng pungkur beserta ubo rampenya menuju Pasareyan Lengkong milik Ndalem Kraton Ngayogyakarta yang berada di Dusun Nglengkong Kidul, Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel.

Selain itu juga kegiatan tersebut diramaikan dengan pagelaran Sosio Drama yang diperankan oleh warga Sumberrejo yang terhimpun dalam Forum Budaya Sumberrejo (FBS) yang mengangkat sejarah dari BPH Panular dan GBPH Moerdhaningrat.

8
Apr

Bupati Sleman Luncurkan Inovasi Kependudukan

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo resmikan inovasi kependudukan di Kapanewon Cangkringan, pada Rabu (7/4). Peluncuran tersebut pada acara Mangayubagyo Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan yang ke-8.

Pada kesempatan tersebut Kustini juga membagikan 100  bantuan sosial kepada lansia, serta melakukan penanaman pohon Cangkring di Lapangan Kantor Kapanewon Cangkringan.

Bupati Sleman Kustini SP dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap program unggulan pelayanan kependudukan yang di launching tersebut. Ia berharap program tersebut dapat memberikan kemudahan dan proses yang lebih cepat bagi masyarakat Cangkringan dalam mengurus administrasi kependudukan.

Selain itu, ia mengharapkan dengan kegiatan tersebut dapat menumbuhkembangkan dan melestarikan kembali kearifan budaya lokal agar menjadi raja di negaranya sendiri.

“Peringatan Boyong Songsong Kecamatan Cangkringan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya ini juga untuk melestarikan budaya Jawa. Sudah seharusnya Sleman dapat melestarikan, memajukan kesejahteraan masyarakatnya, tidak hanya dari sisi perekonomian namun juga dari sisi pelestarian dan pengembangan budaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Panewu Cangkringan Suparmono  mengatakan pada kesempatan tersebut tidak Kapanewon Cangkringan tidak hanya memperingati Mangayubagyo Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan yang ke-8, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yakni dengan meluncurkan 3 inovasi.

Ia menjelaskan, yang pertama yakni Inovasi Kado Manten. Melalui inovasi tersebut masyarakat Kapanewon Cangkringan yang melakukan pernikahan akan langsung mendapatkan dokumen kependudukan yang baru. “KTP yang baru dengan status yang sudah berubah, Kartu keluarga (KK) yang sudah terpisah dengan orang tua, KK mertua dan kk orang tua, jadi Selesai menikah langsung mendapatkan dokumen kependudukan yang lengkap,” jelasnya.

Inovasi tersebut ia inisiasi mengingat banyak ditemukan pasangan baru menikah yang malas mengurus dokumen kependudukan keluarga. “Banyak keluarga lupa mengurus dokumen keluarga, ingatnya Ketika sudah memiliki anak, hal tersebut tentu menghambat proses pembuatan akte anak,” jelasnya.

Inovasi yang kedua yakni proses pembuatan KTP baru yang cepat bagi warga Kapanewon Cangkringan yang sudah berumur 17 tahun yang diberi nama  “3 jam untuk Sweet 17”.

“Warga Datang, kemudian foto, tunggu selesai pulang membawa KTP, Proses pembuatan KTP hanya 3 jam sudah selesai,” katanya.

Inovasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat yang baru berumur 17 tahun untuk membuat dokumen kependudukan. Sejak diuji coba mulai bulan Maret ia akui antusias masyarakat sangat tinggi. “Awal bulan maret sudah ada 40 KTP baru, sebelumnya biasa hanya 10 – 15 KTP,” katanya.

Inovasi yang terakhir yakni Kapanewon Cangkringan berkomitmen tertib Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lunas pada bulai mei. Ia mengakui sudah berkomitmen bersama lurah dan dukuh di Kapanewon Cangkringan agar taat dan mempercepat dalam pembayaran PBB Tahun 2021 Lunas  dengan target bulan mei.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.