Arsip Kategori: Berita

26
Oct

Bupati : Siswa Perlu Diedukasi Penggunaan Gadget yang Sehat dan Bertanggungjawab

Bupati Sleman Sri Purnomo merasa prihatin dengan gejala tindak kriminalitas yang sudah merambah pada usia anak sekolah. Hal ini disampaikan pada saat pertemuan Bupati dan Kapolres Sleman dengan Seluruh Kepala Sekolah, Guru BK, dan Kapolsek se Kabupaten Sleman yang diselenggarakan pada hari Kamis 23 Oktober di Aula DPKAD Kab Sleman.

Dalam arahannya Sri Purnomo mengintruksikan kepada seluruh kepala sekolah dan guru BK untuk meningkatkan perhatiannya terhadap anak didik, bukan saja pada jam sekolah tetapi juga pada jam diluar sekolah. Kepala sekolah dan guru BK diminta untuk memperluas jaringan informasinya untuk dapat memantau anak didiknya terutama pada jam-jam diluar sekolah. Dari informasi yang diperoleh tersebut guru segera mengkomunikasikan kepada orangtua anak didik. Selain itu, para guru didalam melakukan pengawasan jangan terkecoh dengan keaktifan siswa didalam keorganisasian sekolah dan juga prestasi anak. Semua anak didik harus diawasi dan dipantau secara intensif.

Akar permasalahan dari kenakalan remaja masih terkait erat dengan peredaran minuman keras. Untuk itu Sri Purnomo juga meminta semua pihak pada seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif melakukan pengawasan terhadap perdagangan minuman keras secara proporsional. Jika ditemukan perdagangan minuman keras, masyarakat diminta untuk segera melapor pada Sat Pol PP Sleman untuk segera dilakukan penertiban.

Bupati juga meminta pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman dan pihak sekolah untuk mengkaji kemanfaatan siswa membawa telepon seluler yang saat ini rata-rata sudah menggunakan tenologi canggih yang disebut dengan gadget, karena perangkat teknologi canggih tersebut berpotensi besar untuk disalahgunakan. Penggunaan gadget oleh siswa harus dipantau dan bahkan siswa perlu diedukasi untuk menggunakan gadget secara sehat dan bertanggungjawab.

Maraknya vandalisme yang sudah merambah anak-anak usia sekolah juga dirasakan sudah meresahkan masyarakat dan urgent untuk ditangani. Bupati mengintruksikan kepada pihak sekolah di wilayah Kabupaten Sleman untuk menggerakkan siswanya mulai SMP kelas 2 sampai dengan SMA untuk membersihkan corat-coret di sekitar sekolahnya dan jalur-jalur yang biasa dilewati anak tersebut. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, Bupati meminta kepada pihak kepolisian untuk meningkatkan patroli.

Kapolres Sleman Ikhsan Amin dalam pertemuan tersebut juga menegaskan, bahwa setiap anak yang telah memiliki catatan di Kepolisian akan terecord dan menjadi pertimbangan untuk memberikan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi si anak. Kapolres juga menekankan kepada jajaran Kapolsek dan kepala sekolah untuk selalu berkomunikasi dan berkoordinasi untuk mengantisipasi kenakalan remaja yang menjurus pada kriminalitas.

23
Oct

Forum KIM Depok Sosialisasikan PKDRT

Salah satu kegiatan yang dilakukan FKIM (Forum Kelompok Informasi Masyarakat) adalah penyampaian informasi kepada masyarakat dan itu dilakukan oleh KIM Kecamatan Depok, dengan melakukan sosialisasi tentang PKDRT yang dilaksanakan Rabu 22 Oktober 2014 di Pendopo Kecamatan Depok. Hal tersebut disampaikan  Camat Depok Drs. Budiharjo saat membuka Sosialisasi PKDRT di Pendopo kecamatan Depok. Lebih lanjut disampaikan bahwa kiprah KIM Depok sampai saat ini masih eksis dalam memberi pencerahan kepada masyarakat. Disamping itu dengan keberadaan KIM masyaraakat akan lebih melek daan tahu nberbagai informasi baik dari pemerintah maupun lembaga yang lain, karena KIM dibawah pimpinan  udiyono KIM Depok tetap maju .

Sementara itu ketua KIM Depok Sudiyono menyampaikan bahwa narasumber dalam sosialisasi tersebut Elsa Fatimah dari LSM Limora, dan Budi Yuwono dari Polsek Bulaksumur. Sedang peserta sosialisasi merupakan para kepala padukuhan dan LPMD se kecamatan Depok sebanyak 75-100 orang.
Sedangkan  Budi Yuwono dalam materinya antara lain mengatakan bahwa syarat untuk ditetapkan sebagai hakim adalah telah berpengalaman sebagai hakim di pengadilan dalam lingkungan peradilan umum dan mempunyai minat, perhatian, dedikasi dan memahami masalah anak. Lebih lanjut disampaikan bahwa yang termasuk anak nakal adalah anak yang melakukan tindak pidana, atau anak yang melakukan perbuatan yang dinyatakan terlarang bagi anak, baik menurut peraturan perundang-undangan maupun menurut peraturan hukum lain yang hidup dan berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.
Sementara itu Elsa Fatimah dari Lembaga Limora antara lain menyampaikan bahwa tujuan PKDRT adalah untuk mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga,  menindak pelaku kekeraasan dalam rumah tangga dan memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera. Disampaikan pula bahwa  ranah hukum publik yang merujuk dalam pasal 15 UU PKDRT yaitu barang siapa melihat, mendengar, mengetahui terjadinya kekerasan wajib memberikan pertolongan untuk mencegah berlangsungnya tindak pidana, memberikan perlindungan kepada korban, memberikan pertolongan darurat dan membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan.***


23
Oct

Kecamatan Berbah Luncurkan Gerakan “Aku Butuh Gizi”

Camat Berbah, Dra. Tina Hastani, MM melaunching gerakan program ABG (Aku Butuh Gizi) di pendopo kepanjen, Kecamatan Berbah, Rabu 22 Oktober 2014. Launching dihadiri oleh para guru TK, SD, SMP serta perwakilan siswa di lingkungan kecamatan Berbah. Gerakan ABG adalah gerakan untuk mensosialisasikan bahwa anak-anak membutuhkan asupan gizi yang cukup dari makanan dan minuman yang sehat. Program ini dilatarbelakangi oleh komitmen Pemkab Sleman bahwa setiap anak yang lahir harus sehat dan cerdas. Selain itu juga dikarenakan maraknya jajanan sekolah yang tidak sehat dan kaum ibu pekerja yang tidak bisa menyiapkan bekal sehat bagi anakna. Gerakan ABG tersebut  menurut Camat Berbah dimaksudkan untuk  menanamkan kepada anak mengenai arti pentingnya gizi  bagi kesehatan tubuhnya serta mengurangi resiko anak mengkonsumsi jajanan sekolah yang kurang sehat. Selain itu dengan berbagai makanan yang berbahan dasar lokal mampu memanfaatkan pekarangan dengan tanaman yang bermanfaat dan bisa dikonsumsi anak.

Launching ABG juga diisi dengan penyuluhan mengenai gizi dari ahli gizi Puskesmas Berbah, Gandung. Menurut Bapak Gandung, sebaiknya sekolah-sekolah membuat kantin yang menjual jajanan sehat. Apabila kantin sekolah tidak ada, hal tersebut dama saja dengan membiarkan anak-anak jajan sembarangan dan hal tersebut berarti membiarkan anak-anak teracuni dengan makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya.

Setelah penyuluhan, diperagakan demo memasak puding daun pepaya oleh anak-anak SD Klodangan yang diasuh oleh Ny. Ratna Prawira dari KWT Seruni yang pernah memenangkan penghargaan adhikarya pangan nusantara serta produk inovatif award. Selain itu juga ditampilkan hasil masakan dari siswa SD Klodangan berupa kolak wortel, kolak daun singkong, nugget tahu, puding bayam merah dan puding bayam hijau yang kesemuanya tanpa menggunakan bahan tepung terigu.  KWT Seruni juga bersedia untuk diundang sebagai narasumber jika sekolah-sekolah menginginkan ekstrakurikuler memasak makanan sehat. Bahkan Bu Ratna Prawira selaku ketua KWT Seruni juga bersedia menerima pesanan snack untuk rapat, karena Bu Ratna menyayangkan jika selama ini dalam rapat-rapat atau pertemuan selalu tersaji snack olahan toko-toko roti yang bahan bakunya adalah terigu (bukan bahan lokal). Menurut hemat Ratna, jika masyarakat banyak menggunakan bahan pangan lokal maka akan sangat membantu kesejahteraan petani lokal pula.  Pemkab Sleman-pun juga telah lama mengeluarkan surat edaran mengenai himbauan menggunakan produk yang berbahan dasar pangan lokal. ***

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.