Arsip Kategori: Berita

19
Aug

Perpus Desa Balecatur Raih Peringkat I Tingkat Nasional

Sleman (17/8) Perpustakaan Desa “Sumber Ilmu” berhasil meraih peringkat I dalam  Lomba Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, mulai pada Rabu 14/8/2019 hingga 16/8/2019.   Ajang kompetisi tahunan ini dilaksanakan untuk mengukur kinerja perpustakaan umum di desa dan kelurahan. Prestasi ini diraih melalui sejumlah tahapan pembinaan perpustakaan  diantaranya Rintisan Desa Gemar Membaca (RDGM) tahun 2016,  Akreditasi Perpustakaan dengan nilai A pada tahun 2018, Lomba Perpustakaan tingkat Kabupaten dan Propinsi;

Perpustakaan Desa Balecatur yang berdiri tahun 2011 dan diresmikan oleh Kepala Desa Balecatur, Hj. Sebrat Haryanti pada tanggal    22 Agustus 2011, dengan SK Pendirian Nomor : 14/KEP.Kades/BLC/2011, berhasil meraih juara I Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Nasional.  Pada tahap final, sebanyak 18 perpustakaan desa/kelurahan yang mewakili provinsi masing-masing akan bersaing untuk menjadi yang terbaik dari tiga klaster yakni Klaster A, B, dan C.  Dimana Perpustakaan Desa Balecatur masuk pada kategori cluster A.

Pada Lomba tingkat Nasional ini Probowo Wulantopo, ST Kepala Perpustakaan Desa Balecatur memaparkan presentasinya di hadapan juri. Visi Perpustakaan Desa Sumber Ilmu Balecatur Gamping Sleman adalah  “Maju bersama Perpustakaan Sumber Ilmu mewujudkan masyarakat Desa Balecatur yang cerdas dan berkualitas.” Perpusdes Balecatur memiliki sejumlah layanan unggulan diantaranya, layanan perpustakaan keliling, layanan pojok baca, ruang home theatre dan audio  visual, ruang baca anak, sekolah kamis dan sekolah seni  budaya. Probowo berkomitmen agar Perpusdes Balecatur dengan motto “Maju desaku bersama Sumber Imu ” senantiasa  melayani masyarakat dengan penuh semangat baru dan harapan baru agar Perpustakaan Desa dapat mampu memberikan pelayanan yang nyaman dan baik untuk masyarakat wilayah Desa Balecatur khususnya dan masyarakat luas pada umumnya

Para juri terdiri dari berbagai unsur mewakili Perpusnas RI, Kementerian Dalam Negeri, para pakar perpustakaan, dan Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia yang dipimpin oleh Ketua Umum Ikatan Pustakawan Indonesia,  T. Syamsul Bahri. Lomba Perpustakaan Desa tingkat nasional ini merupakan puncak dari rangkaian acara yang sudah dilaksanakan seleksi di tingkat kabupaten/kota, penentuan pemenang tingkat provinsi, pengiriman berkas ke tingkat nasional, penyeleksian berkas, hingga visitasi lapangan oleh para juri. Demikian dijelaskan oleh Deni Kurniadi saat pembukaan final lomba di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, pada Rabu (14/8/2019).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Ir. A.A. Ayu Laksmidewi Triastika Putri, MM menyampaikan bahwa perpustakaan desa memiliki peran yang sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat, terutama masyarakat desa di sekitar perpustakaan dan masyarakat luas pada umumnya. Menggerakkan kegiatan Gemar Membaca terutama untuk anak-anak di zaman yang serba elektronik seperti  saat ini  menjadi sangat penting dan diharapkan minat baca buku dikalangan anak-anak tetap terpelihara. Diharapkan perolehan prestasi oleh Desa Balecatur ini dapat menjadi pemantik bagi berkembangnya perpusdes lainnya tidak  hanya di Kabupaten Sleman namun juga di berbagai daerah lainnya.

16
Aug

250 ASN Pemkab Sleman Terima Satya Lencana Karya Satya

Sebanyak 250 pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sleman mendapatkan piagam penghargaan Satya Lencana Karya Satya, Kamis (15/8) di Pendopo Parasamya, Komplek Setda Sleman.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun memberikan langsung Penghargaan Satya Lencana Karya Satya tersebut kepada pegawai negeri sipil yang telah mengabdi selama 30, 20, dan 10 tahun.

Pegawai negeri sipil yang menerima penghargaan selain masa pengabdian juga dilihat dari kedisiplinan. Penerima piagam penghargaan tersebut terbagi dalam 3 kategori yakni masa pengabdian 30 tahun sebanyak 140 orang, 20 tahun 107 orang dan 10 tahun sebanyak 3 orang.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan piagam tersebut merupakan penghargaan tertinggi dari Presiden RI bagi pegawai negeri yang sudah bekerja dengan profesional.

“Penghargaan ini merupakan penghargaan atas bakti menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan, dan pengabdian dalam bekerja. PNS yang menerima penghargaan ini berarti memiliki riwayat pekerjaan yang baik,” katanya.

Ia berharap pegawai negeri sipil lain juga dapat mendapatkan penghargaan seperti ini dengan meningkatkan kinerja serta kedisiplinannya.

“Kedepannya agar pegawai lain dapat meningkatkan kinerjanya, mendorong menguatkan komitmen dan motivasi agar mampu meraih prestasi,” ujarnya.

Terlebih menurutnya, para PNS saat ini dalam menghadapi tuntutan industri 4.0 yang mengedepankan kemampuan dibidang digital. Para PNS perlu mengubah cara pikir dalam bekerja dan terus berinovasi dan menyesuaikan dinamika perkembangan di dimasyarakat.

Ia berpesan kepada para PNS untuk selalu berpegangan pada Panca Prasetya Kopri karena bertujuan menciptakan sosok PNS yang profesional, jujur, bersih dari segala kolusi, korupsi dan nepotisme.

Sementara itu Plt. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kab.Sleman mengatakan sebanyak 250 PNS yang menerima penghargaan tersebut merupakan hasil dari seleksi PNS Lingkup Kabupaten Sleman dan akhirnya diputuskan melalui Keputusan Presiden.

16
Aug

Peringati HUT Ke-74 RI, Pemkab Sleman Gelar Baksos

Pemerintah Kabupaten Sleman selenggarakan kegiatan bakti sosial di Dusun Barak II, Margoluwih, Seyegan pada Kamis (15/8/19). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia.

Koordinator Bidang Bakti Sosial HUT ke-74 RI Kabupaten Sleman, Elly Widyastuti mengatakan bahwa kegiatan baksos tersebut dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi antara Pemkab Sleman dengan masyarakat serta berbagi untuk warga yang tidak mampu di Desa Barak II, Margoluwih, Seyegan

Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman memberikan batuan uang untuk renovasi lima Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bantuan tersebut diberikan pada dua orang warga Barak II, Margoluwih, Seyegan yaitu Sismahanto sebesar Rp 10.000.000,- dan Sabar sebesar Rp 15.000.000,-. Bantuan lainnya diberikan pada Mulyadi warga Madurejo Prambanan sebesar Rp 15.000.000,-, Minto Diharjo warga Tegaltirto, Berbah sebesar Rp 15.000.000,- dan Samto Raharjo warga Gayamharjo Prambanan sebesar Rp 7.000.000,-.

Besaran bantuan yang diberikan tersebut sesuai dengan kondisi rumah yang akan direnovasi. Selain itu Pemkab Sleman melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sleman juga memberikan IMB gratis untuk kelima RTLH tersebut.

“Selain bantuan renovasi RTLH, Pemkab Sleman melalui Baznas Kabupaten Sleman juga memberikan bantuan modal  Rp 8.000.000,- untuk UPPKS di Dusun Barak II serta 30 mukena dan 30 sarung,”jelas Elly.

Panitia juga menyediakan paket sembako murah untuk 150 orang warga tidak mampu. Paket sembako tersebut berupa beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, teh dan gula senilai Rp 100.000,- yang ditebus warga tidak mampu hanya dengan Rp 20.000,-.

Warga tidak mampu yang sudah terdaftar mendapatkan sembako murah ini juga mendapat duplikat bendera pusaka merah putih secara gratis untuk dipasang di rumah masing-masing guna menambah semarak peringatan HUT ke-74 RI.

Elly menambahkan bahwa dalam baksos tersebut pihaknya juga menjual murah pakaian pantas pakai dari harga Rp 1.000,- sampai Rp 5.000,- dan peralatan masak murah dari harga Rp 2.000,- hingga Rp 15.000,-.  “Barang yang dijual murah ini pertama agar masyarakat ada rasa kepemilikan karena membeli dan tidak diberi. Kedua agar menjaga ketertiban, kalau membelikan akan sesuai kebutuhannya supaya adil,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang hadir membuka baksos tersebut menyambut baik penyelenggaraan baksos. Menurutnya kegiatan ini sebagai wujud kepedulian pemerintah pada warga masyarakat yang kurang mampu.

Ia mengatakan terkait program bedah rumah yang sedang dicanangkan saat ini telah banyak membantu program pengentasan kemiskinan. Hingga tahun 2019 Pemkab Sleman mampu merenovasi 2.202 unit RTLH baik melalui APBD/APBN, swasta dan dana CSR.

“Strategi penanggulangan kemiskinan dan pengangguran diorientasikan pada keterpaduan antar sektor. Dengan harapan masyarakat miskin memiliki kesempatan dan kemampuan untuk memperbaiki kondisi perekonomian serta meningkatkan kondisi sosial keluarga,” jelas Muslimatun.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.