Arsip Kategori: Berita

11
Jan

Dukung Layanan SES, RSUD Sleman Terima Hibah Ambulance

Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan pada masyarakat khusunya di Kabupaten Sleman, RSUD Sleman perkuat satu unit armada ambulance gawat darurat yang merupakan hibah dari PT. Bank Mandiri (Persero). Bantuan hibah tersebut secara simbolis diberikan oleh Area Head PT. Bank Mandiri (Persero) Yogyakarta Atta Alva Wanggai pada Bupati Sleman yang kemudian diserahkan pada Direktur RSUD Sleman  dr. Joko Hastaryo M.Kes di Auditorium lt. 5 Gedung Pelayanan Terpadu RSUD Sleman pada Selasa (10/1).

Direktur RSUD Sleman  Joko Hastaryo  menyampaikan bahwa saat ini RSUD Sleman memiliki 9 unit ambulance. Namun hanya 6 unit yang masih beroperasi yaitu 1 unit ambulance gawat darurat, 2 unit ambulance transport, 2 unit ambulance jenazah, dan 1 unit ambulance lapangan. Sedangkan 3 unit ambulance lainnya sudah tidak layak pakai dan tahun ini dalam proses pemutihan.

“Kebutuhan ambulance sangat tinggi karena akhir 2016 lalu Pemkab Sleman melaunching Sleman Emergency Services (SES), sehingga dengan penambahan ambulance ini diharapkan apabila sewaktu-waktu dihubungi operator SES maupun masyarakat kami selalu siap dalam memberikan pelayanan”, jelas Joko.

Bupati Sleman Sri Purnomo sangat mengapresiasi bantuan hibah tersebut. Menurutnya layananan kegiatan SES membutuhkan sarana prasarana yang memadai salah satunya ambulance. Sri Purnomo berharap kerjasama semacam ini dapat terus ditingkatkan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan pada  masyarakat.

Sementara itu Area Head PT. Bank Mandiri (Persero) Yogyakarta Atta Alva Wanggai berharap mobil ambulance gawat darurat jenis Nissan Evalia 1500cc tersebut dapat membantu RSUD Sleman baik dalam ketugasan pelayanan SES maupun melayani masyarakat yang membutuhkan.

10
Jan

BPBD Sleman Gandeng PMI dan TNI Tanggulangi Bencana Angin Puting Beliung

Angin puting beliung kembali melanda wilayah Sleman tepatnya di Kecamatan Gamping bagian Utara, dan Sleman, membuat pohon bertumbangan dan menimpa sebagian rumah warga. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto bersama Bupati Sleman dan Dandim Sleman langsung meninjau di Pertigaan Kronggahan dimana pohon beringin besar tumbang menimpa warung di sebelah selatan bahkan motor pembeli sempat tertimpa pohon. Sementara seorang penjual dan seorang pembeli yang luka-luka langsung dilarikan ke RSA UGM.

Pusat perkantoran Sleman di Beran tak luput dari terjangan angin puting beliung yang menumbangkan  pohon-pohon yakni pohon beringin Denggung di depan Perpustakaan, pohon depan Rumah Dinas Bupati, Pohon depan Kantor Perhubungan dan pohon di samping Bappeda tumbang sempat menimpa mobil yang diparkir, pohon jalan Gito-Gati juga tumbang sempat memacetkan lalu lintas. Pepohonan jalan Kabupaten serta genting-genting rumah penduduk juga ikut diterjang angin puting beliung. Pohon disamping Mushola Kantor Bupati juga roboh, serta pohon dilingkungan Rumah Dinas Bupati maupun Wakil Bupati juga roboh. Bahkan ditengah suasana resepsi pernikahan salah satu staf Bagian Kesra Tutik Erniyati yang dilaksanakan di Dusun Berkisan Pandowoharjo Sleman juga sempat diterjang puting beliung yang menerbangkan tenda-tenda seng dan tempat pelaminan pengantin tak luput dari terjangan angin. Namun pengantin dan tamu undangan segera berlindung ditempat yang aman sehingga tidak terjadi korban.

Joko Supriyanto mengatakan untuk menangani wilayah terdampak  puting beliung, BPBD telah menggerakkan relawan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan membersihkan pohon-pohon yang menutupi jalan, diteruskan dengan membersihkan pohon yang menimpa rumah. Sementara terdata ada 5 rumah yang tertimpa pohon serta 4 orang luka-luka. Bupati Sleman Sri Purnomo yang langsung mendatangi tempat evakuasi pohon beringin di Kronggahan menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada sekaligus siaga, bila terjadi hujan hendaknya berlindung di tempat yang aman jangan dibawah pohon. Disamping itu, dihimbau agar masyarakat secepatnya memotong ranting-ranting pohon besar yang dekat dengan rumah. Kepada tim BPPD dan PMI agar selalu siap karena hujan masih akan terus berlangsung untuk menangani akibat buruk yang ditimbulkan. Pemkab Sleman juga dibantu oleh Tim dari TNI dan POLRI dalam melakukan evakuasi. Dengan kerjasama yang harmonis ini diharapkan cepat dalam mengatasi situasi.

9
Jan

Serap Aspirasi, Hafidh Asrom Hadir di Sleman

Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Drs. H. A. Hafidh Asrom, MM melakukan kunjungan kerja di Pemkab Sleman pada Senin (9/1) yang diterima langsung oleh Bupati dan Sekda di Ruang Rapat Setda B Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman yang dihadiri oleh Dinas terkait. Kunjungan kerja tersebut dalam rangka penyerapan aspirasi melalui quisioner dan diskusi langsung terkait pelaksanaan UU No. 23 Tahun 2016 tentang Pemerintah Daerah dan realisasi Dana Transfer Daerah Tahun Anggaran 2016.

Kesiapan Pemkab Sleman terkait Pengalihan Urusan sesuai UU No.23  tentang Pemerintah Daerah meliputi proses pengalihan sebagian kewenangan dari Pemkab Sleman ke Pemda DIY maupun sebaliknya, sejatinya sudah dimulai sejak 2014 dan intensif dilaksanakan pada tahun 2015 dan 2016 yang berujung pada penandatanganan Berita Acara Serah Terima  Personel, Sarana dan Prasarana Serta Dokumen (P2D) pada 27 September 2016. Personil yang dialihkan dari Penkab Sleman ke Pemda DIY sejumlah 1.424 orang dan personil yang dialihkan dari Pemda DIY ke Pemkab Sleman sejumlah 2 orang. Khusus untuk pengalihan ke Pemerintah Pusat meliputi 60 orang penyuluh KB, 16 orang penyuluh perikanan, dan 3 orang inspektur tambang pada 2017 ini proses pengalihan masih berjalan dengan memperhatikan surat dari Kemenkeu dan kementerian sektoral terkait.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sleman Iswoyo Hadiwarno yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan harapannya untuk mendapatkan solusi terkait kekurangan personil imbas dari berlakunya moratorium. Menurutnya permasalahan ini terjadi hampir di setiap daerah di Indonesia, pasalnya tiap tahun pegawai terus berkurang karena pensiun namun tidak diimbangi dengan perekrutan pegawai baru.

Terkait realisasi dana transfer daerah meliputi Dana Desa, DAK, dan DAU pada TA 2016 Kabupaten Sleman mendapatkan dana sebesar Rp 63.014.717.000,00 yang telah dialokasikan ke seluruh desa. Masing-masing desa rata-rata mendapatkan Rp 600 juta dengan nilai terendah Rp 636.456.000,00 dan tertinggi Rp 922.976.000,00 yang dibagi berdasar jumlah variable penduduk, jumlah penduduk miskin, luas wilayah, dan indeks kesulitan geografis. Ada beberapa permasalahan terkait dana transfer seperti penundaan DAU dan pemotongan DAK yang mengharuskan Pemkab melakukan penyesuaian APBD sehingga pelaksanaan kegiatan menjadi mundur. Penyampaian juknis oleh Kementerian juga relatif lama sedangkan tahun anggaran sudah dimulai, sehingga menyebabkan kesulitan ketika diperlukan penyesuaian-penyesuaian yang menyangkut pada mekanisme penganggaran di daerah.

Hafidh Asrom dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa akan membawa aspirasi Pemkab Sleman ke pusat. Menurutnya penyerapan aspirasi sudah menjadi tugas dari DPD RI. “Kami 2 bulan di pusat dan 1 bulan turun ke daerah untuk menyelaraskan kondisi Indonesia dengan menampung aspirasi di daerah bahkan masyarakat dan harapannya dapat ditindak lanjuti Pemerintah Pusat”, jelasnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.