Arsip Kategori: Berita

13
Feb

Wabup Ajak Guru Berkomitmen Menjaga Kelayakan Jajanan Sekolah

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman melakukan sosialisasi gerakan Perlindungan Anak Terhadap Gizi Dan Keamanan Jajanan Anak Sekolah (Lantera Zimanja), Selasa (12/2), di Kantor Kecamatan Pakem. Kegiatan ini dalam rangka menginisiasi Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, yang juga hadir pada acara tersebut berkesempatan memberikan arahan di depan seratus guru perwakilan setiap sekolah se-Kecamatan Pakem. Dalam sambutannya ia mengajak untuk bersama-sama memperhatikan kelaikan makanan dan jajanan di lingkungan sekolah. Menurut Sri Muslimatun makanan mempunyai peran yang besar bagi kecerdasan dan kesehatan anak. “Bagaimana mungkin bisa cerdas kalau tidak sehat. Dan bagaimana bisa sehat kalau makanannya tidak memenuhi standar gizi”, kata Sri Muslimatun. Maka ia mengajak peserta yang hadir berkomitmen untuk mengkondisikan sekolahnya sebagai Sekolah Ramah Anak. Ia juga berharap komitmen tersebut dapat dipahami dan dijalankan seluruh warga sekolah. Sehingga  inisiasi Sekolah Ramah Anak dapat tercapai secara efektif. “Semua sekolah harus totalitas dan komitmen. Karena kuncinya keberhasilan itu ya komitmen”, tegas Sri Muslimatun.

Sementara Mafilinda Nuraini selaku Kepala Dinas P3AP2KB Kebupaten Sleman mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi Lantera Zimanja di seluruh sekolah se-Kabupaten Sleman. Namun hal tersebut menurutnya akan dilaksanakan secara bertahap. “Di tahun 2019 ini kami targetkan 50% sekolah se-Kabupaten Sleman sudah mendapatkan sosialisasi terkait Lantera Zimanja ini”, ungkap Mafilinda. Pada acara tersebut juga diadakan paparan dari beberapa narasumber terkait makanan yang aman dikonsumsi dan gizi yang dibutuhkan oleh anak.

13
Feb

Dua Gedung SLB Diresmikan di Desa Sendangadi

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun resmikan dua Gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) Tegar Harapan Kabupaten Sleman, Selasa (12/02/19). Peresmian tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng serta pemotongan pita oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun didampingi ketua Yayasan Sendang Harapan serta Kepala Desa Sendangadi. Kedua Gedung yang diresmikan oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun merupakan gedung yang diperuntukan menjadi ruang kelas belajar para siswa SLB Tegar Harapan Kabupaten Sleman.

Ketua Yayasan Sendang Harapan, Sudiman dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa SLB Tegar Harapan merupakan milik Desa Sendangadi yang dikelola oleh Yasayan Sendang Harapan bersama masyarakat. Sedangkan kedua Gedung baru yaitu dua ruang kelas yang baru saja diresmikan merupakan bantuan dari PT Pertamina dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY. “SLB ini merupakan Sekolah yang dikelola secara swadaya oleh Yayasan kami. Saat ini, sekolah mendapatkan bantuan pembangunan dua gedung yang merupakan batuan PT Pertamina serta Dispora DIY yang saat ini telah resmi menjadi milik Desa Sendangadi dan Yayasan,” paparnya. Lebih lanjut, Sudiman menjelaskan bahwa seluruh siswa yang ada di SLB Tegar Harapan hampir 50% merupakan warga asli Desa Sendangadi. “Hampir 50% siswanya berasal dari Desa Sendangadi. Saat ini sudah banyak yang lulus serta mendapatkan pekerjaan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap diresmikannya kedua gedung yang menjadi ruang kelas siswa SLB Tegar Haparn Kabupaten Sleman. “Saya secara pribadi maupun mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman, mengapresiasi kepada Desa Sendangadi yang peduli kepada anak-anak yang luar biasa sehingga membentuk Yayasan yang dinamakan Sendang Harapan. Dan hari ini diresmikan dua gedung bantuan dari dana alokasi khusus Dispora DIY dan bantuan dari PT Pertamina Jateng-DIY, sehingga saya mengucapkan terimakasih kepada mereka yang perduli terhadap anak-anak luar biasa,” katanya. Menurutnya, bantuan yang diberikan Pemerintah maupun pengusaha atau pihak swasta tersebut menjadi bukti adanya sinergi dari lima pilar yang diantaranya Pemerintah, Pengusaha (Swasta) , Akademisi dan masyarakat.

Sri Muslimatun juga menyampaikan bahwa pendidikan anak lua biasa juga merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan tidak kalah untuk diperhitungkan. Dia mencontohkan, jika diberikan pendidikan dengan sepenuh hati, para siswa tersebut mampu menghasilkan karya seperti anak didik pada umumnya. Dalam kesempatan tersebut juga Sri Muslimatun menyempatkan untuk meninjau kedua gedung baru serta, melihat sejumlah karya seni yang dibuat oleh siswa SLB Tegar Harapan yang terdiri dari beberapa mainan, serta kain motif lukis.

12
Feb

Sleman Berkomitmen Membangun Lebih Banyak Taman Ramah Anak

Demi upaya peningkatan pemenuhan hak anak di Kabupaten Sleman, khusunya melalui pengembangan ruang bermain ramah anak, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman adakan studi banding ke Dinas P2KBP3A Kabupaten Bandung, Kamis (7/2). Dalam studi banding yang bertemakan peningkatan kapasitas gugus tugas desa layak anak tersebut berjumlah 30 orang yang terdiri dari 19 perwakilan desa yang ada di Kabupaten Sleman dan 11 Dinas terkait.

Dalam rangkaian studi banding tersebut rombongan berkesempatan mengunjungi langsung beberapa pengembangan taman bermain anak yang ada di lingkungan pemerintah dan desa yang ada di Kabupaten Bandung. Salah satunya ke Desa Ciwiday dan Desa Margahayu.
Sekertaris Dinas P3AP2TB Tina Hastani kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat peran dan kemampuan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan di bidang perlindungan anak dan pemenuhan hak anak dengan fokus pengembangan  ruang bermain ramah anak. Dipilihnya Bandung sebagai tujuan studi menurutnya tidak lain karena Kabupaten Bandung mempunyai ruang bermain anak dengan beragam konsep dan tema. “Kebetulan Kabupaten Sleman juga mempunyai potensi yang beragam, sehingga kita dapat memilih tema yang cocok untuk Kabupaten Sleman, tidak asal adopsi tentu menyesuaikan dengan potensi Sleman” katanya. Ia berharap pengalaman dan pelajaran yang didapat selama studi banding tersebut mampu dikomunikasikan dengan satuan gugus tugas layak anak Kabupaten Sleman sehingga pemenuhan hak anak di Sleman dapat dicapai.
Rencananya usai studi banding tersebut  Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman akan mengadopsi beberapa pengembangan ruangan bermain ramah anak yang ada di Kabupaten Bandung. “Selanjutnya, dengan kerjasama antar lintas sektor untuk melakukan pengembangan ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang bermain ramah anak,” tambahnya. Ia optimis 19 desa yang ikut dalam studi banding tersebut akan berkomitmen menerapkan di desanya masing – masing. Selambat-lambatnya tahun 2020, akan dikembangkan taman bermain ramah anak di sejumlah desa diantaranya Desa Condongcatur, Desa Sendangadi, Desa Margoagung dan 16 desa lainnya. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari 69 desa di Kabupaten Sleman yang sudah ditetapkan sebagai desa ramah anak.
Sementara itu Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas P2KBP3A Kabupaten Bandung Haslili Lindayani Lubis mengatakan terwujudnya Ruang Bermain Ramah Anak tersebut berkat kerja sama lintas sektor dan inisiatif desa sendiri melalui penggunaan dana desa untuk membangun ruang bermain anak. Ruang bermain ramah anak tersebut dibuat ketika menginisiasi Kabupatan Layak Anak (KLA) di Kabupaten Bandung. Haslili juga mengapresiasi atas inovasi – inovasi yang dilakukan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dalam pemenuhan hak anak. “Kami juga mengadopsi beberapa inovasi tentang pemenuhan hak anak yang dilakukan Kabupaten Sleman,” katanya.
Selain itu, ada Ojek Ramah Anak (ojera) yang terdapat di Kecamatan Cibiru, yakni layanan antar jemput anak-anak ke sekolah oleh Dinas P2KBP3A Kabupaten Bandung.
“Program tersebut bertujuan untuk menghilangkan rasa khawatir orang tua dalam menjemput anak dari sekolah hingga kembali kerumah dengan aman dan nyaman,” katanya



 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.