Arsip Kategori: Berita

24
Mar

Gugus Tugas Covid 19 Mantapkan Penanggulangan Corona di Sleman

Pemerintah Kabupaten Sleman bentuk Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Senin (23/2/2020) bertempat di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman. Pembentukan gugus tugas tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 19.2/Kep.KDH/A/2020 tentang Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan bahwa pembentukan gugus tugas ini untuk lebih memantabkan dan menguatkan koordinasi  penanganan penyebaran covid-19 di wilayah Kabupaten Sleman yang selama ini telah dilaksanakan. Selain penanganan langsung terhadap kasus, Bupati Sleman juga mengingatkan perlunya penanganan antisipasi dampak ikutannya. “Selain penanganan kasus juga perlu antisipasi dampak ikutannya,” kata Bupati Sleman. Menurutnya diperlukan langkah cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergitas antar lembaga dan perangkat daerah baik pemerintah maupun swasta.  Upaya sinergis ini perlu dilakukan karena tidak ada cara tunggal menuntaskan penyebaran covid-19 kecuali dengan mempererat kerjasama.

Sri Purnomo menambahkan bahwa untuk peningkatan kewaspadaan dan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),  Pemkab Sleman juga telah menerbitkan Instruksi Bupati Nomor 443/0021 tanggal 17 Maret 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Penanganan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19).

Sementara itu Kepala Bagian Organisasi Kabupaten Sleman, Anton Sujarwa menjelaskan bahwa gugus tugas tersebut terdiri dari pengarah dan pelaksana. Pengarah yaitu Bupati Sleman sebagai ketua dan wakil ketua terdiri dari Wakil Bupati, Kapolres dan Dandim 0732/Sleman. “Ada enam bidang pelaksana meliputi bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial kemasyarakatan, operasional, komunikasi dan informasi,” jelas Anton.

Menurut Anton, adapun koordinator masing-masing bidang yaitu bidang kesehatan oleh Kepala Dinas Kesehatan, pendidikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, ekonomi oleh Kepala Dinas Pariwisata, sosial kemasyarakan oleh Kepala Dinas Sosial, operasional oleh Kepala Pelaksana BPBD, komunikasi dan informasi oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman.

23
Mar

Waspadai Wabah Covid-19, Nikah Bareng Digelar Sederhana

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial Kabupaten Sleman bekerja sama dengan DInas Sosial DIY menggelar acara Nikah Bareng Adventure Merapi, Sabtu (21/3), bertempat di Kalikuning, Cangkringan, Sleman. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Air Internasional yang akan jatuh pada tanggal 22 Maret 2020.

Acara nikah bareng ini digelar secara sederhana di tengah ancaman wabah virus Corona. Tidak banyak tamu yang hadir pada acara tersebut. Prosesi pernikahan pun dipersingkat waktunya. Panitia juga menyediakan hand sanitizer serta masker bagi para tamu dan juga bagi para mempelai. Meski begitu, acara berlangsung lancar dan hikmat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyebaran virus covid-19 ini. Menurutnya hal tersebut dapat dilakukan dengan membiasakan hidup bersih serta menjalankan protokol terkait mitigasi virus corona, seperti cuci tangan dengan sabun, memakai hand sanitizer, memeriksa suhu tubuh dan meminimalisir kontak fisik. “Mari melakukan berbagai hal yang dapat menghindarkan kita dari virus Corona”, ungkapnya.

Ia juga berharap dengan diadakannya acara tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang perkawinan yang sah di mata agama dan negara. Hal tersebut diangap mempermudah pemerintah dalam mencatatan administrasi negara terkait data kependukukan. Di samping itu, melalui nikah bareng ini ia berharap dapat membangun keluarga yang berkualitas serta terlahir generasi yang unggul.

Sementara Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi tak menampik bahwa situasi masyarakat saat ini tengah waspada terhadap virus Corona. Namun sebab urgensi acara nikah bareng tersebut, pihaknya tetap menggelarnya, meski dengan konsep yang sederhana. “Dalam kondisi seperti ini tidak perlu berpesta-pora. Namun kita sadari bahwa akad nikah merupakan sesuatu yang urgen karena menyangkut kebutuhan yang hakiki”, jelasnya.

Ada sebanyak empat pasang mempelai yang mengikuti nikah bareng tersebut, diantaranya Lely Erawati (42 th), Janda, Danurejan, Jogja, DIY dan Ristanto (38 th), Duda, Sayegan, Sleman, DIY, Puji Lestari (31 th) , Gadis, Cangkringan, Sleman, DIY dan Adhi Yuhandoko (30 th), Jejaka, Cangkringan, Sleman, DIY, Ana Nur Rahmawati (21 th), Gadis, Pundong, Bantul, DIY dan Fajar Riyanto (21 th), Jejaka, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur, serta terakhir Rista Arningsih (23 th), Gadis, Imogiri, Bantul, DIY dan Ambar Sudanang (22 th), Jejaka, Imogiri, Bantul, DIY.

Bertindak sebagai saksi ialah Kepala Dinas Sosial DIY Drs. Untung Sukaryadi, MM, Kepala Dinsos Sleman Eko Suhargono,S.IP, Ketua Baznas Sleman Drs. H. Kriswanto, MSc. dan Ketua FORTAIS & Nikah Bareng Nasional RM. Ryan Budi Nuryanto, SE. Uniknya, selain seperangkat alat sholat, mahar yang digunakan pada acara tersebut ialah hand sanitizer. Para mempelai juga membawa poster berisi imbauan terkait prosedur mitigasi wabah Corona. Acara ditutup dengan atraksi menyusuri kali dengan jip oleh para mempelai dan tamu undangan.

20
Mar

Dinkes Sleman Ajak OPD Membuat Cairan Desinfektan

Dalam rangka pencegahan penularan COVID-19, Dinas Kesehatan Sleman mengundang jajaran OPD dan BUMD untuk diberi bekal pengetahuan tindakan desinfeksi secara benar dan efektif terhadap ruang dan permukaan barang yang sering tersentuh orang banyak sehingga  dikhawatirkan terkontaminasi virus Corona. Dalam kesempatan ini dr, Joko Hastaryo, M.Kes menyampaikan jajaran SKPD perlu melakukan desinfeksi secara mandiri dan berkesinambungan sesering mungkin.

Dijelaskan pada kesempatan ini bahwa instansi pelayanan yang banyak diakses oleh orang dengan mobilitas tinggi sebaiknya dilakukan proses desinfeksi sebanyak 2 kali sehari yakni sebelum dan sesudah pelayanan. Selain itu juga meningkatkan PHBS terutama cuci tangan pakai sabung dengan air mengalir sesering mungkin setelah menyentuh barang-barang yang banyak disentuh orang lain. Dalam hal ini SKPD dapat menyediakan wastafel di depan pintu masuk sehingga orang yang akan masuk ruang diharapkan cuci tangan terlebih dahulu.

Untuk mengantisipasi kebutuhan informasi masyarakat terkait desinfeksi dan Covid 19, Dinas Kesehatan Sleman menyediakan hotline servive di nomor 082139397473 atau 087819993434. Pada kesempatan yang sama, Jonatan, Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman menjelaskan tata cara pembuatan desinfektan secara mandiri. Yang perlu diingat sebelum memulai proses pembuatan cairan desinfektan, petugas perlu menggenakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan, masker, apron, sepatu boot.

Sedangkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan desinfektan antara lain meliputi: sprayer, gelas ukur, pengaduk, sendok makan, ember, gayung. air bersih ditambah jenis desinfektan : 1) natrium hipoklorit (cair/serbuk); 2) karbol/lisol mengandung fenol; 3) pembersih lantai mengandung benzalkonium chlorida dan; 4) larutan klorin/pemutih, dari bahan-bahan tersebut dapat dipilih salah satu saja. Jumlah takaran yang diperlukan dalam pembuatan desinfektan juga tidak banyak, misalnya : takaran larutan pemutih, larutan klorin, karbol/lisol = 1 sendok makan per 1 L air,  takaran pembersih lantai= 1 tutup botol per 5 L air. Selain mudah ditemukan, pembuatan cairan desinfektan juga cukup mudah, cukup dengan mencampurkan air dan salah satu jenis desinfektan sesuai takaran. Larutan tersebut diaduk sampai homogen. Masukkan larutan ke dalam sprayer dan kemudian semprotkan langsung pada permukaan benda (dinding/lantai/karpet/pintu/lemari/meja/dan lainnya) atau gunakan kain bersih atau tisu untuk mengelap permukaan benda yang kecil dengan cara zigzag atau dari memutar dari tengah keluar. Biarkan permukaan tetap basah selama 10 menit. Apabila ingin dikeringkan dapat di lap dengan kain/tisu yang bersih.  Paska desinfeksi, lepas APD dan letakkan pada tempatnya. Khusus masker disposabel buang ke tempat sampah. APD lainnya dicuci bersih. Cuci tangan memakai sabun dengan air bersih mengalir.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.