Arsip Kategori: Berita

16
Apr

10 Desa Di Sleman Telah Selesaikan Program P3-TGAI

Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak melakukan serah terima hasil pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) pada Pemerintah Kabupaten Sleman, Jumat (13/4) di Aula Unit I Komplek Lapangan Pemda Kabupaten Sleman. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Ir. Tri Bayu Aji MA menjelaskan bahwa pelaksaan P3-TGAI di Kabupaten Sleman tahun 2018  dilaksanakan di 12 desa. Dua desa diantaranya masih dalam pengerjaan dan 10 desa telah selesai, yaitu Sumberagung, Sumberarum, Sendangagung, Sendangmulyo, Margokaton, Margomulyo, Margoagung, Sidoarum, Sidomulyo, dan Sidomoyo yang berada di Kecamatan Minggir, Seyegan, Godean, dan Moyudan.

Menurutnya Program P3-TGAI  adalah program bantuan dari pemerintah yang dirujuk langsung ke kelompok tani. Harapannya dengan Program tersebut jaringan – jaringan irigasi di Kabupaten Sleman khususnya daerah irigasi dengan cakupan yang tidak begitu luas dapat dioptimalkan. Bantuan yang diberikan pada tahun 2018 sebesar Rp 195.000.000. “Saya berharap bantuan tersebut bisa dikerjakan oleh petani sendiri. Sehingga para petani memiliki jaringan irigasi di wilayahnya masing – masing,” kata Bayu.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo mewakili jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak yang telah memfasilitasi Program P3TGAI ini.

Menurutnya program P3TGAI bertujuan untuk meningkatkan kinerja irigasi guna kesejahteraan petani serta pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Sleman. ”Untuk itu kami berharap program ini masih bisa berlanjut di Kabupaten Sleman sebagai upaya menumbuhkan partisipasi masyarakat dibidang Sumber Daya Air khususnya Irigasi,” katanya.

Sri Purnomo menjelaskan bahwa luas irigasi yang diairi dari Daerah Irigasi yang menjadi kewenangan Kabupaten Sleman saat ini berjumlah 21.953 hektar, tersebar di 17 kecamatan. Dari sejumlah Daerah Irigasi tersebut, berdasarkan pendataan terakhir yang kondisi fisiknya baik sejumlah =12.878 ha (58,66 %), sedang sisanya seluas 9.075 ha (41,34 %) dalam keadaan rusak sedang dan rusak berat.

Pada tahun 2018 ini Pemkab Sleman akan mengadakan rehabilitasi Daerah Irigasi yang rusak sejumlah 9 Daerah Irigasi dengan total biaya sebesar Rp. 7.394.435.000yang sumber dananya dari APBD Kabupaten. Selain itu akan dilakukan pula pembangunan/peningkatan Daerah Irigasi sejumlah 27 Daerah Irigasi dengan total biaya sebesar Rp.7.275.780.000,- dari dana APBD dan 18 Daerah Irigasi dengan total biaya sebesar Rp. 7.264.000.000,- yang berasal dari Dana Alokasi Khusus.

Sri Purnomo menambahkan bahwa kegiatan yang tidak kalah pentingnya pasca rehabilitasi dan pembangunan adalah operasi dan pemeliharaan Daerah Irigasi untuk tetap menjaga fungsi Jaringan Irigasi agar tetap optimal.

“Terkait hal ini saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung keberlanjutan fungsi Daerah Irigasi serta mampu memelihara bangunan dengan baik agar masa guna bangunan dapat bertahan lama,” tambahnya.

13
Apr

Pedagang Pasar Prambanan Siap Tempati Los Baru

Ratusan pedagang Pasar Prambanan mulai mengikuti pengambilan undian untuk menempati los di gedung yang baru Pasar Prambanan, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman (12/4). Pengundian los baru yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman tersebut berjalan tertib dan lancar.

Kepala Bidang Pembinaan Dan Pengembangan Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman, Haris Martapa mengatakan sosialisasi dan pengundian tersebut dilakukan secara bertahap kepada 2.108 pedagang aktif.  Proses pengundian dan sosialisasi  dilaksanakan dari tanggal 11 hingga 19 April 2018 bertempat di Kantor Kecamatan Prambanan.

Ia menjelaskan bahwa seluruh pedagang yang aktif akan mendapat tempat sesuai dengan jenis komoditas yang dijual. Nantinya, Pasar Prambanan yang baru akan terbagi menjadi empat bagian. Yakni untuk komoditas kering dilantai satu seperti pakaian dan aksesoris, sayur mayur eceran di lantai dua, komoditas borongan di lantai tiga dan di rooftop akan digunakan untuk kafe dan kuliner dengan suguhan pemandangan Gunung Merapi dan Candi Prambanan.

Haris mengatakan tidak ada persyarat khusus untuk mengikuti pengundian tersebut, pedagang lama yang aktif dan sudah terdaftar lama boleh mengikuti undian. “Kita undang kemudian kita persilahkan mengikuti undian dan menempati lantai sesuai dengan komuditas yang pedagang jual” kata Haris.

Haris menambahkan bahwa proses pengundian setiap harinya dibagi menjadi 4 sesi bagi 300 pedagang untuk setiap sesinya. Rencana pada akhir bulan April akan dilakukan pemindahan seluruh pedagang dari lokasi sementara ke dalam gedung Pasar Prambanan yang baru.

12
Apr

Tumbuhkan Minat Baca Melalui Program Silang Layan dan Wisata Pustaka

Minat baca di Indonesia berdasarkan studi Most Literred Nation in the Word tahun 2016 menunjukkan rendahnya minat baca di kalangan masyarakat Indonesia. Pada studi tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat 60 dari 61 negara. Kondisi tersebut menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ir. A.A. Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, MM., disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, menurut Ayu, kurang tersedianya sarana dan prasarana yang kurang memadai.

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/4), Ayu menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan upaya untuk mendukung ketersediaan sarana dan prasarana perpustakaan di Kabupaten Sleman. Ayu mengatakan perpustakaan milik sekolah, desa atau taman baca bisa meminjam buku dari Perpustaan Daerah Kabupaten Sleman melalui program Silang Layan. Dengan program tersebut, perpustakaan-perpustakaan yang ada di  Kabupaten Sleman bisa meminjam maksimal 100 buku selama 2 bulan secara gratis.

“Karena kita menyadari salah satu faktor rendahnya minat baca adalah kurangnya jumlah buku, maka kita adakan layanan Silang Layan namanya. Tapi harus ada MoU dulu dengan kita, biar gampang kontrolnya,” ungkap Ayu.

Lebih lanjut Ayu berharap Pemerinta Desa sebagai lembaga yang paling dekat dengan masyarakat, turut berperan aktif dalam meningkatkan minat baca di lingkungannya. Dia mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Inspektorat Kabupaten Sleman untuk membangun Perpustakaan Desa. Kemudian, lanjutnya, disepakati untuk membuat program Rintisan Desa Gemar Membaca, sebagai kepanjangan tangan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Menurutnya desa rintisan tersebut nantinya akan menjadi desa mandiri, yang kemudian akan membina perpustakaan yang ada di dusun-dusun.

“Ada regulasi yang bentuknya Undang-Undang Nomer 43 tahun 2007. Isinya desa itu wajib menyelenggarakan Perpustakaan Desa. Harusnya tidak ada lagi keraguan untuk Pemerintah Desa,” tegasnya.

Dikatakan pula olehnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman juga mempunya program Wisata Pustaka. Program ini ditujukan untuk sekolah yang berprestasi atau sekolah yang lokasinya jauh dari perpustakaan. Siswa dari sekolah-sekolah tersebut dijemput oleh pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, kemudian dibawa ke Perpustakaan Daerah untuk diberi Story Telling.

“Setelah itu anak-anak kita bawa ke sumber pustaka, entah itu Candi Prambanan, museum. perpustakaan DIY, atau mana saja. Setelah itu kita suruh-anak-anak untuk menulis,” jelas Ayu.

Disamping itu, Ayu juga menuturkan pihaknya telah menyediakan Perpustakaan Keliling dengan menggunakan 5 armada milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Kelima armada tersebut menurut Ayu selalu keliling setiap hari di lima sampai tujuh lokasi.

“Masih ada banyak lagi yang kita upayakan, seperti sosialisasi kepada Kepala Sekolah, sosialisasi kepada Kepala Desa, Bimtek Pengelolaan Perpustakaan, Bimtek Story Telling, dan masih banyak lagi,” kata Ayu.

Upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman tersebut menunjukkan hasil yang positif. Pada tahun 2017 lalu, realisasi presentase minat baca di Kabupaten Sleman menunjukkan angka sebesar 57,47%. Sedangkan targetnya adalah sebesar 57,22%. Artinya, menurut Ayu, peningkatan minat baca di Kabupaten Sleman telah mencapai target yang telah ditetakan.

“Itu pendekatannya dari pengunjungan perpustakaan dibanding dengan populasi yang dilayani,” jelasnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.