Arsip Kategori: Berita

19
May

Sleman IKM Carnival Meriahkan Pembukaan PPD 2017

Sebanyak 30 kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) dengan total peserta mencapai  800 orang memeriahkan event Sleman IKM Carnival tahun 2017 pada Kamis (18/5) yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman.  Start karnaval di mulai dari Lapangan Sendangadi Mlati  sampai dengan Lapangan Denggung yang dilepas langsung oleh Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan inovasi dan promosi industri kecil menengah melalui kegiatan karnaval baru dilaksanakan di dua daerah di Indonesia yaitu Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sleman. Menurutnya Sleman IKM Carnival bertujuan untuk mempromosikan produk Sleman agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Menurutnya diperlukan juga berbagai upaya promosi yang kreatif dan inovatif dengan menyesuaikan perkembangan zaman agar IKM di Sleman bisa lebih maju dimasa yang akan datang.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini pemasaran produk IKM Sleman semakin berkembang dan dapat memenangkan persaingan di dunia usaha. Kegiatan ini harus terus dikembangkan dimasa yang akan datang dan menjadi agenda rutin namun tidak hanya sekedar rutinitas saja. Silakan terus menggali berbagai ide kreatif dan inovatif untuk mempromosikan berbagai produk IKM di Sleman”, kata Sri Muslimatun.

Dra. Tri Endah Yitnani, M.Si selaku Kepala Disperindag Kabupaten Sleman mengatakan bahwa Sleman IKM Carnival 2017 merupakan rangkaian acara pembukaan Pameran Potensi Daerah (PPD) di Lapangan Denggung dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-101. Tema yang diangkat dalam PPD tahun ini adalah ‘Sleman Kreatif Menuju Smart Regency’. Menurutnya tema tersebut diangkat dengan tujuan bahwa PPD yang digelar dapat menampilkan produk dan kesenian yang kreatif, informasi pelayanan publik yang lengkap, dan dapat menggambarkan kreativitas masyarakat pelaku UKM di wilayah Kabupaten Sleman.

Endah juga menambahkan bahwa pelaksanaan PPD tahun 2017 diikuti sebanyak 170 peserta yang terdiri dari 17 Kecamatan, 10 OPD, 14 UMKM, 9 BUMD/BUMN, 20 Sekolah, 32 UKM Mandiri, 22 UKM Binaan, 44 Swasta, 1 Perguruan Tinggi, 1 Dekranasda. “PPD tahun ini diselenggarakan mulai tanggal 18 sampai 27 Mei 2017, terdapat 265 stan pada acara tersebut”, kata Endah.

Dalam Pembukaan PPD tersebut juga dilakukan pengundian pemenang kupon undian pasar tradisional dan penyerahan trophy serta uang pembinaan peserta karnaval terbaik. Sentra Industri Gudeg Sleman meraih kategori  penampilan terbaik dan mendapat trophy serta uang pembinaan Rp 5.000.000,-, Sentra Industri Tenun Serat Alam Sleman meraih kategori Inovasi Terbaik dan mendapat trophy serta uang pembinaan Rp 4.000.000,-, sedangkan sentra Industri Batik Plalangan meraih kategori Koreografi Terbaik dan mendapat trophy serta uang pembinaan Rp 3.000.000,-.

17
May

Lembar Jawab dan Soal Sempat Kurang, UN SD Tetap Berjalan Lancar

Sebanyak 14.983 siswa siswi dari 535 SD/MI di Kabupaten Sleman mulai melaksanakan Ujian Nasional (UN), Senin (15/5). Dari total sekolah tersebut 519 menyelenggarakan ujian secara mandiri dan 16 sekolah menggabung di sekolah lain.

Dalam pantauan yang dilakukan Bupati Sleman Sri Purnomo bersama Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Arif Haryono pada hari kedua pelaksanaan UN Selasa (16/5) di 3 SD yaitu SD Negeri Tlacap, SD Negeri Mlati 1, dan SD Negeri Jongkang pelaksanaan UN terpantau lancar.  Meskipun pelaksanaan UN hari pertama sempat kekurangan lembar soal di 4 SD di Kecamatan Ngemplak dan hari kedua pantauan ada kekurangan lembar soal namun menurut Arif kendala tersebut dapat diatasi sehingga tidak mengganggu pelaksanaan UN.

“Kemarin kekurangan lembar soal di 4 sekolah dua sampai tiga lembar soal. Dihari kedua ini ada kekurangan lembar jawab. Kendala tersebut bisa diatasi karena pihak sekolah langsung laporan ke Pokja kemudian pihak sekolah mengambil lembar soal dan lembar jawab dari sekolah terdekat, sehingga tidak menghambat jalannya ujian”, kata Arif.

Di SD Negeri Tlacap dari 44 siswa yang tediri dari 17 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan pada UN hari pertama dan kedua semua siswa hadir mengikuti ujian yang dibagi 3 ruangan. Di SD Negeri Mlati 1 semua siswa terdiri dari 33 siswa juga hadir mengikuti ujian yang di bagi menjadi 2 ruangan. Sementara itu, di SD Negeri Jongkang semua peserta UN berjumlah 62 siswa hadir mengikuti ujian dan di bagi 4 ruangan.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo berharap sampai hari terakhir UN SD bisa berjalan dengan lancar. “UN SD hari kedua dengan materi ujian matematika di 3 sekolah ini berjalan lancar meskipun sempat ada kekurangan lembar jawab namun dapat diantisipasi sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ujian”, kata Sri Purnomo

Selain itu Sri Purnomo juga berharap siswa-siswi yang mengikuti UN dapat lulus semua dengan nilai yang memuaskan. Sri Purnomo juga menghimbau  kepada seluruh siswa yang sudah lulus untuk melanjutkan ke jenjang SMP dan mencari sekolah terdekat. “Tiap kecamatan di Kabupaten Sleman memiliki SMP yang bagus dan berkualitas sehingga para siswa SD setelah lulus nanti tidak perlu jauh-jauh mencari sekolah”, kata Sri Purnomo.


16
May

Peringatan Hari Jadi Sleman ke-101 Berlangsung Meriah

Puncak acara hari Jadi Kabupaten sleman ke 101  tahun 2017 ditandai dengan Kirab ‘Bedhol Projo’ yang dimulai dari Ambarukmo ke Pendopo Parasamya, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Beran, Tridadi, Sleman, Senin (15/5).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, upacara hari jadi dilanjutkan Kirab Pusaka Tombak Kyai Turunsih, Bendera Merah Putih, dan Lambang Sleman dari Pendopo Parasamya menuju lapangan Denggung dengan diiringi Bregada Pembawa Pusaka, Bregada Abdi Dalem, Bregada Gotri Sela Aji, Bregada Sekar Sedah, Bregada Lombok Abang, dan Bregada Pembawa Rontek. Selain itu sebanyak 63 bregada lainnya dari berbagai wilayah di Sleman yang diberangkatkan dari lima titik yaitu Jl. Magelang, Jl. Gito Gati, Jl. Samirin, dan Lapangan Pemda serta Stadion Tridadi Sleman turut serta memeriahkan acara tersebut. Seluruh bregada melakukan kirab kumpul menjadi satu di Lapangan Denggung untuk mengikuti prosesi upacara hari jadi.

Bupati Sleman menyampaikan bahwa  Kabupaten Sleman telah melewati berbagai dinamika baik politik, ekonomi, sosial, maupun budaya. Sehingga selama 101 tahun tersebut, telah membentuk kontruksi masyarakat dengan ciri khas sebagai masyarakat Sleman yang SEMBADA dan menjadi bagian yang tidak terpisahakan dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat dan budaya Sleman menjadi salah satu sokoguru keistimewaan Yogyakarta, dan sebaliknya keistimewaan Yogyakarta menjadi payung agung yang ngayomi, ngiyupi, dan ngayemi masyarakat dan budaya Sleman.

“Nilai-nilai budaya senantiasa menjadi kunci keberhasilan pembanguan dan pemerintahan di Kabupaten Sleman. Nilai-nilai budaya adiluhung yang termanifestasikan dalam kearifan lokal masyarakat, semangat kebersamaan dan kegotong royongan, serta peduli kepada sesama, menjadi modal dasar dalam menggerakkan roda pembangunan dan pemerintahan”, kata Sri Purnomo.

Menurutnya Pemerintah dan masyarakat terus berupaya membumikan nilai-nilai budaya adilihung ini, dalam membangun karakter generasi Sleman yang tanggap, terampil, tangguh, berdaya saing, dan berbudi pekerti luhur. Selain itu menurutnya perayaan hari jadi tahun ini terbilang istimewa, pasalnya Sleman mampu meraih berbagai penghargaan setahun terakhir ini. termasuk capaian indeks pembangunan manusia (IPM) yang terus meningkat dari 80,73 poin menjadi 81,20. Laju pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan sebesar 5,4%.

Kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-101 di Lapangan Denggung juga terasa dengan pertunjukan tari kolosal  ’Ciptaning Adi Sembada’ yang menggambarkan gelombang besar yang menjadi tantangan pembangunan Kabupaten Sleman  dalam menggapai  asa bersama. Diakhir acara juga dilakukan pelepasan burung Dara oleh Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua DPRD Kabupaten sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.