Arsip Kategori: Berita

20
Jul

Gembleng Kesiapan Fisik dan Mental, Pelatihan Paskibraka Dibuka

Pelatihan Paskibraka Kabupaten Sleman tahun 2017 secara resmi dibuka oleh Asekda Bidang Administrasi Umum Arif Haryono, SH mewakili Bupati Sleman. Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada dua perwakilan paskibraka di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (19/7).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman Drs. Agung Armawanta, MT menyampaikan bahwa pelatihan paskibraka ini diikuti 36 orang siswa-siswi tingkat SMA/SMK/MA yang telah terpilih melalui Pemilihan Calon Paskibraka Tahun dan masuk dalam kelompok Pasukan 17 dan 8. sedangkan Kelompok Pasukan 45 adalah unsur-unsur TNI/POLRI dari POLRES Sleman, Kodim 0732 Sleman, Dankikavser 2/ BS Yogyakarta, BRIMOBDA DIY, LANUD Adisucipto, POLDA Yogyakarta, berjumlah 50 orang dengan 2 orang Pengawal dari DENPOM Yogyakarta. Kegiatan pelatihan sendiri dijadwalkan mulai tanggal 24 Juli 2017 hingga 19 Agustus 2017.

“Paskibraka unsur pelajar ini akan dikarantina di Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta di Sleman untuk mendapatkan materi lapangan dan materi pembinaan”, kata Agung.

Tempat yang digunakan untuk Pelatihan Paskibraka antara lain di halaman Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, di Lapangan Stadion Tridadi, Lapangan Denggung dan sekitarnya serta Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta. “Materi yang digunakan selama Pembinaan di Asrama/Karantina antara lain Konsep ‘Desa Bahagia’ dalam Pembinaan Pemuda, Paskibraka dan Kepaskibrakaan, Enterpreneurship, Patriotisme dan Nasionalisme, dan lainnya,”, kata Agung.

Sedangkan bupati sleman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asekda Bidang Administrasi umum antara lain menyampaikan bahwa Pelatihan Paskibraka Kabupaten Sleman Tahun 2017 ini, merupakan salah satu upaya untuk melatih kesigapan dan ketrampilan adik-adik Paskibraka yang akan bertugas menjadi Pengibar Bendera Merah Putih peringatan detik-detik proklamasi di Kabupaten Sleman. Dengan pelatihan tersebut diharapkan anggota Paskibraka pada saatnya nanti dapat tampil maksimal dan penuh tanggung jawab.

”Kesiapan fisik dan mental anggota Paskibraka akan digembleng pada pelatihan ini sehingga diperlukan semangat dan niat dari adik-adik untuk mengikutinya dengan sepenuh hati”, ungkap Bupati.

Bupati Sleman menambahkan bahwa prestasi tersebut patut disyukuri mengingat para peserta memiliki kesempatan untuk memikul tugas dan tanggung jawab sebagai pengibar bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-72 RI Tahun 2017 di Kabupaten Sleman. “Banyak sekali nilai-nilai positif yang dapat diperoleh dari pelatihan tersebut. Selain kedisiplinan, adik-adik juga akan memperoleh pengalaman untuk bekerja secara teamwork dan berkoordinasi dengan anggota Paskibraka lainnya,” tambahnya.

19
Jul

Tindak Lanjuti Gerakan Menuju 100 Smart City, Sleman Bentuk Dewan Smart City

Kabupaten Sleman sebagai wilayah penyangga Kota Yogyakarta beberapa wilayahnya kini tumbuh menjadi perkotaan dan turut mengalami banyak tantangan dalam pembangunan. Kesenjangan antar wilayah desa-kota, pemenuhan standar pelayanan, kemiskinan, masalah sosial dan keamanan, kualitas dan produktivitas SDM, dan pengelolaan lingkungan adalah sebagian dari permasalahan yang umum menimpa daerah yang sedang berkembang menjadi perkotaan. Oleh Pemkab Sleman, permasalahan dan tantangan tersebut coba dijawab dengan memanfaatkan teknologi yang dipadukan dengan strategi pemerintah dan partisipasi warga.

Kabupaten Sleman pada 22 Mei lalu telah menandatangani nota kesepahaman dengan Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo nomor 41/PK.KDH/A/2017 tentang Implementasi Gerakan Menuju 100 Smart City. Tindak lanjut dari nota kesepahaman tersebut Kabupaten Sleman kemudian menunjuk Dewan Smart City dan Tim Pelaksana Pengembangan Smart City untuk menyusun masterplan smart city.
“Penyusunan masterplan itu tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Kominfo saja, namun harus bersinergi dengan berbagai perangkat daerah di Sleman. Masterplan ini nanti haruslah efektif, efisien, sinergis, komprehensif, dan berkesinambungan,” terang Intriati Yudatiningsih, Kepala Dinas Kominfo Sleman di Ruang Rapat A Lantai 3 Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Selasa (18/7) dalam acara bimbingan teknis Penyusunan Master Plan Smart City dan Quick Win Smart City. Bimbingan teknis diikuti oleh dewan smart city dan tim pelaksana pengembangan smart city dan menghadirkan Robertus Theodore, Deputi Bidang Pengelolaan dan Pengendalian Program Prioritas Kantor Staf Presiden sebagai narasumber.
Sleman sendiri sebelum menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kominfo telah menjadikan smart city sebagai tujuan pembangunan yang di Sleman diadaptasi menjadi smart regency dan sudah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Visi Kabupaten Sleman 2015-2021 yaitu terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya Sistem e-Goverment menuju smart regency (Kabupaten Cerdas) pada tahun 2021.
Tentu saja, mengembangkan  smart  city/regency  bukan  dengan menjadikan IT dan solusi teknologi sebagai tujuan akhir–misalnya dengan membuat command center yang  mewah  namun  miskin  fungsi.  Tetapi  lebih  fokus  kepada  inovasi  dan  terobosan  untuk menyelesaikan masalah prioritas dan atau mengembangkan  sektor unggulan daerah, berbasis data yang  terintegrasi,  dan  kolaboratif  antar  sektor.  Lebih dari itu, pembangunan  berbasis  smart  city secara simultan harus bisa menghasilkan smart people dan smart society.
19
Jul

Sat Pol PP Tertibkan Reklame Tak Berijin

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman melakukan penertiban pemasangan reklame liar tidak berijin berupa  Spanduk, Baliho maupun Rontek, Selasa (18/7). Penertiban dilakukan di sepanjang Jalan Pandowoharjo, Jalan Kaliurang mulai Posko Utama Pakem sampai Pertigaan Jalan Kaliurang (Candi), dan disepanjang Jalan Rejodani Pakem.

Menurut Kepala Seksi Operasional Tramtib Bidang Tramtib Satpol PP Kabupaten Sleman Sri Madu Rakyanto, S.sos, penertiban yang dilakukan dengan mencopot reklame tersebut dilakukan sebagai upaya penertiban agar kedepan masyarakat patuh terhadap perda yang berlaku di kabupaten Sleman.

Dari hasi penertiban yang dilakukan, Sat Pol PP Kabupaten Sleman berhasil mengamankan 22 Spanduk, 15 Banner, 284 Rontek, dan 4 Pamflet. Barang-barang tersebut kemudian diamankan di Dinas Satpol PP Kabupaten Sleman.

Disampaikan pula bahwa penertiban reklame tersebut mengacu pada Perda Nomor 17 tahun 2003 tentang Izin Reklame, dalam pasal 1 huruf c yang menyebutkan bahwa  tempat pemasangan reklame adalah setiap ruang baik dalam bentuk benda bergerak atau benda tidak bergerak yang dimiliki dan atau dikuasai oleh pemerintah atau swasta dan dipergunakan sebagai tempat pemasangan reklame, Sedang dalam pasal 3  bahwa setiap orang atau badan hokum yang menyelenggarakan reklame wajib memilki izin. Namun dalam prakteknya pemasangan reklame tersebut tidak pada tempatnya termasuk tidak berijin.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.