Arsip Kategori: Berita

20
Aug

Lomba Foto Ragam Pesona Wisata Sleman 2015

Diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman serta Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Jogja Shutter Camp

Lomba dibagi menjadi dua jenis yaitu Online dengan cara mengirim file soft melalui email lombafoto.sleman@gmail.com dan pengambilan gambar foto langsung di lokasi atau sering disebut dengan istilah On The Spot (OTS)

Adapun pelaksanaan lomba foto Online diselenggarakan mulai tanggal 27 Juni sampai dengan 5 September 2015, sedangkan lomba foto OTS diselenggarakan pada tanggal 13 September 2015 berlokasi di obyek wisata Kaliurang

Penjurian kedua jenis lomba tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 13 September 2015 pada acara lomba foto OTS sedangkan pengumuman Hasil lomba dan penyerahan hadiah akan diumumkan pada acara Gebyar Budaya Bumi Merapi tanggal 27 September 2015 bertempat di Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, Jl. KRT. Pringgodiningrat, Sleman. Para pemenang lomba akan dihubungi oleh panitia melalui sms.

Untuk keterangan lebih lengkap dapat dilihat di :

1. Keterangan Lomba Foto

2. Keterangan Lomba On The Spot Kaliurang










20
Aug

Sleman Targetkan Swasti Saba Wistara Tahun Ini

Setelah mempelajari laporan pelaksanaan kegiatan Kabupaten Sehat di Kabupaten Sleman, maka tim merasa bahwa Kabupaten Sleman layak untuk di ferivikasi Tim Kabupaten Sehat Pusat. Hal itu di sampaikan Edison Siagian selaku ketua tim saat diterima Penjabat Bupati Sleman sebelum melakukan ferivikasi ke lapangan, Rabu, 19 Agustus 2015 di Aula Lantai III. Tim verifikasi Kabupaten Sehat terdiri dari Kementrian Kesehatan dan Kementrian Dalam Negeri. Untuk itu kesempatan verifikasi ini akan digunakan tim untuk mencocokan data yang telah disampaikan dengan kenyataan yang ada di lapangan, apakan benar, apakah lebih baik dari kenyataannya atau sebaliknya. Karena selama ini terjadi laporan yang disampaikan tentu dibuat dan disusun dengan sebaik-baiknya namun setelah diverifikasi di lapangan hasilnya beda, namun ada pula laporan yang karena waktunya mendesak sehingga tidak bisa dibuat maksimal ternyata di lapangan justrui lebih bagus.

Sementara itu penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama ini Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan mencanangkan program dan kegiatan yang dapat mendukung terwujudnya masyarakat Sleman yang sehat. Beberapa program dan kegiatan yang dilakukan disamping untuk penjaminan kesehatan masyarakat, difokuskan pada peningkatan sarana prasarana pelayanan, pengelolaan sampah serta peningkatan peran serta dan kemandirian masyarakat. Namun tidaklah cukup keinginan mewujudkan masyarakat Sleman sehat jika tidak didukung dengan  kesadaran dan dukungan masyarakat Sleman sendiri, untuk itu dibutuhkan kesadaran masyarakat akan pola hidup yang sehat. Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat ini ditempuh dengan cara gerakan masyarakat sehingga pembangunan kesehatan dilaksanakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Gatot juga menyampaikan kegiatan ini merupakan kali keempat kunjungan Tim Verifikasi ke Kabupaten Sleman dalam penilaian Kabupaten Sehat. Pada tahun 2009 lalu Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba Padapa untuk Kabupaten Sehat klasifikasi pemantapan dengan tatanan yang terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi serta kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri; kemudian pada tahun 2011 Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba, dengan klasifikasi pembinaan (Wiwerda) untuk 4 (empat) tatanan terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kawasan permukiman sarana prasarana sehat dan  kawasan pariwisata sehat; pada tahun 2013 Kabupaten Sleman kembali memperoleh Swasti Saba Wiwerda dengan 5 (lima) tatanan yang terpilih yaitu kawasan permukiman sarana prasarana sehat, ketahanan pangan dan gizi, kawasan pariwisata sehat, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri serta kehidupan sosial yang sehat.

Pada tahun ini Kabupaten Sleman berupaya agar dapat memperoleh Swasti Saba untuk Kabupaten Sehat klasifikasi pengembangan (Wistara) dengan mengajukan 7 (tujuh) tatanan yaitu, kawasan permukiman sarana prasarana sehat, kawasan tertib lalu lintas dan transportasi, kawasan pariwisata sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat. Ketujuh tatanan tersebut masing-masing memiliki program unggulan yang telah dilaksanakan dan telah memenuhi indikator yang telah ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraan Kabupaten Sehat, selain itu masing-masing dari tatanan tersebut telah memperoleh penghargaan dari berbagai pihak. Seperti untuk kawasan permukiman sarana prasarana sehat, Pemkab Sleman memperoleh penghargaan MDG award dalam kategori layanan air bersih dan sanitasi serta penghargaan dalam tatanan lainnya..

Dalam kesempatan ini juga disampaikan paparan oleh Ketua Forum Kabupaten Sehat Sleman Drs. P. Suyanto, tentang pelaksanaan Kabupaten Sleman. Selanjutnya tim melakukan ferivikasi ke lapangan yakni 7 tatanan sebagai program unggulan. Untuk unggulan tatanan lalu lintas tertib dan transportasi dengan program unggulan pelayanan pemeriksaan kendaraan atau kir di Dinas Perhubungan Kominfo dilanjutkan ke ketatanan kehidupan sosial yang sehat dengan lokasi unggulan di TPA An Nur Triharjo Sleman.Tatanan permukiman sarana dan prasarana sehat dengan lokasi TK Budi Mulia 2 Condongcatur dan pelayanan pos pembinaan terpadu di pasar sehat Sambilegi Depok. Tatanan Industri dan perkantoran sehat yang diunggulkan yakni Khansa snak di condongcatur depok yakni industry olahan abon tuna, lele, bakso, nugget dan otak-otak, kemudian tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dengan PIK R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Genderang Kecamatan Ngaglik. Ppengelolaan lingkungan permukiman di Nglempong Surodadi Girikerto Turi (pengelolaan sampah mandiri). Untuk tatanan ketahanan pangan dan gizi dengan program unggulan budidaya tanaman hortikultura oleh kelompok masyarakat di dusun cancangan wukirsari cangkringan. Dan yang terakhir tatanan pariwisata sehat dengan unggulan desa wisata pulesari Wonokerto Turi.

18
Aug

Gatot Saptadi Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi di Sleman

Pengambilan Bendera Pusaka Sang Merah Putih di Pendopo Parasamya Sleman menandai dimulainya Upacara Detik Detik Proklamasi dan pengibaran bendera dalam rangka Peringatan HUT ke 70 Proklamasi Kemerdekaan RI di Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Lapangan Denggung, Senin,  17  Agustus 2015.

Bendera Pusaka diserahkan oleh Sekda Sleman dr. Sunartono, MKes dan diterima oleh Anggota Paskibraka, yang kemudian dibawa ke Lapangan Denggung untuk dikibarkan.Sebelumnya juga dibacakan Surat Keputusan penentuan petugas yakni kelompok Angkasa yang bertugas pagi hari dengan komandan kelompok Maxzara Dolly Matungga SMA N Pakem, pembawa baki Cynthia Atika Dewi  SMAN I Kalasan, dan pengiring baki Felecia Ratri Prameswari S. Untuk  Perentang bendera L Herwin Etby S, SMAN I Mlati, pengerek bendera Ahmad Priawan SMA Angkasa. Sementara untuk kelompok Dirgantara yang bertugas sore hari dengan komandan kelompok Benediktus Jati K SMA N I Mlati dan pembawa baki Eksanti Wahyu Sri Widayati SMKN I Depok dan pengiring baki Sabila Yasaroh, pelipat bendera Naufal Hanif Andira SMA N I Kalasan dan pengerek bendera Bagas Priyo Nugroho SMA N 2 Sleman. Bertindak sebagai Komandan Pasukan yakni Kapten CHB Rejo Mulya Danramil Tempel.
Dalam upacara yang berlangsung dengan hikmat tersebut Penjabat Bupati Sleman Ir. Gatot Saptadi, menjadi Inspektur Upacara. Tepat pukul 10.00 WIB bunyi sirine meraung-raung menandai upacara detik-detik Proklamasi dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ketua DPRD Sleman Haris Sugiarto. Kemudian dilanjutkan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Sleman.
Upacara diikuti oleh pasukan dari berbagai unsur diantaranya dari pasukan PNS, TNI Polri,  pelajar SLTP dan SLTA, karyawan perusahaan, organisasi dsb. Hadir di kursi tamu undangan Unsur pimpinan Daerah, Sekda, Assekda, Unsur  anggota DPRD dan pejabat Sleman, mantan Bupati Sleman yang hadir 2 orang yakni Drs.H.Samirin beserta isteri dan mantan wakil Bupati Sleman H. Zaelani, SPd. MPDI dan para Veteran.
Untuk sore harinya dilaksanakan aubade dan bertindak selaku Irup Kapolres Sleman.Yang diawali dengan parade penampilan Paduan Suara lagu-lagu perjuangan, pentas biola dan Drumband  SD Al Azhar dan drama kolosal dari MAN 3 Sleman Yogyakarta.

pada hari yang sama, Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi bersama unsur Pimpinan Daerah dan pejabat Sleman, seusai upacara peringatan detik2 Proklamasi 1945 di lapangan Denggung, memberikan remisi kepada warga binaan lembaga pemasyarakatan Narkotika kelas IIA Yogjakarta dan  Lapas Kelas  IIB Cebongan Sleman secara simbolis. Dalam laporannya Kepala Lapas Sleman Supriyanto mengatakan bahwa Lapas Sleman pada saat ini memiliki warga binaan 303 orang,yang seharusnya kapasitas lapas hanya 163 orang. Napi yang lasngsung bebas karena mendapat remisi  umum II yakni 8 orang, sementara yang mendapat remisi umum I  132 orang. Sedagkan yang mendapat remisi khusus dasawarsa  sebanyak 17 orang.
Sementara itu Menteri Hukum dan HAM dalam sambutan yang dibacakan Penjabat Bupati Sleman mengatakan pemberian remisi bukanlah suatu bentuk kemudahan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan untuk dapat cepat bebas, tetapi merupakan instrumen dan wahana normatif untuk meningkatkan kualitas pembinaan, mendorong motivasi diri, sehingga warga binaan mempunyai kesempatan, kesiapan, berdaya adaptasi tinggi dalam proses Reintegrasi Sosial melakukan internalisasi dan implementasi nilai-nilai pembinaan yang diperoleh sebagai modal untuk kembali di lingkungan masyarakat secara tepat dan nyata. Melalui remisi juga dapat mempercepat proses kembalinya nara pidana dalam kehidupan masarakat, agar narapidana mempunyai kesempatan meninternalisasikan nilai-nilai masyrakat secara tepat. Percepatan kembalinya narapidana dalam kehidupan di masyarakat juga akan memperbaiki kualitas hubungan narapidana dengan keluarganya.Karena bagaimanapun seorang nara pidana merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keluarga. Narapidana mempunyai kewajiban untuk menjalankan perannya sebagai anggota keluarga sehingga akan tercapai tujuan dari sistem pemasyarakatan.



Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.