Arsip Kategori: Berita

18
Dec

Kabar Baik Bagi Pencari Kerja: Sleman Tingkatkan Layanan Info Kerja

Fungsi pembuatan kartu kuning lebih dari sekedar memenuhi legalitas pemenuhan syarat melamar pekerjaan, melainkan juga sebagai kartu identitas pencari kerja. Kartu kuning ini memberikan manfaat timbal balik bagi pemerintah dan pencari kerja. Bagi pencari kerja kartu AK.1 dapat memudahkan melamar pekerjaan serta memberikan informasi lowongan pekerjaan kepada calon tenaga kerja. Sedangkan bagi  Dinas Tenaga Kerja, Kartu AK.1 juga berfungsi untuk mendata tingkat pengangguran yang ada serta menyusun langkah pemecahan masalah pengangguran.  Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman dalam acara Peresmian Pelayanan AK I di Dinas Nakersos Kabupaten Sleman, Rabu 18 Desember 2013. Selanjutnya dikatakan Sunartono bahwa langkah-langkah penurunan angka pengangguran terus dilakukan melalui bursa kerja yang banyak dilakukan perguruan tinggi dan berbagai pihak. Namun seringkali pelaksanaannya di pusat perkotaan atau di kampus-kampus. Bahkan juga telah banyak informasi pasar kerja online, namun realitanya informasi bursa kerja ini hanya dapat diakses terbatas oleh masyarakat di pusat kota yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas untuk mengakses informasi ini. Hal ini tentunya sangat disayangkan karena sebagian besar angkatan kerja justru berada di pelosok daerah yang terkendala baik teknis kemampuan maupun jangkauan lokasi. Berkaitan dengan hal tersebut, saya berharap fasilitas mobil Sarkeling dapat membantu mengatasi kendala tersebut dan mampu memberikan pelayanan melintasi batas wilayah di pelosok Sleman. Dengan adanya fasilitas mobil Sarkeling yang baru ini, diharapkan masyarakat di pedesaan dan dari berbagai latar belakang pendidikan akan memiliki  kesempatan yang sama untuk mengakses informasi peluang kerja dari berbagai perusahaan, baik perusahaan di Sleman maupun diluar wilayah Sleman dan mendaftar kerja secara online. Jika pada tahun 2012 yang mobil Sarkeling dapat menjangkau 43 lokasi, maka diharapkan bantuan mobil yang baru dapat memperluas  cakupan lokasi yang dapat dikunjungi.

Sekda Sleman juga menjamin bahwa peruntukan kendaraan tersebut sesuai dengan fungsinya dan ke depan untuk formasi pengawas ketenagakerjaan akan ditambah secara bertahap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan tersebut Direktur Pengembangan Pasar Kerja Budi Hartawan memberikan ISO dan ruangan pusat pelayanan penempatan tenaga kerja. Beliau juga mengatakan bahwa baru 8 daerah dari 197 daerah yang sudah melayani pembuatan AK I secara online, termasuk Sleman. Di seluruh dunia ada kantor baru Sleman yang punya pusat penempatan tenaga kerja sesuai pasifikasi ILO, sesuai PP 38 tahun 2007 kebanggaan ini harus diimplementasikan dengan bekerja optimal.

Kepala Dinas Nakersos Untoro Budiharjo mengatakan bahwa implementasi Pelayanan AK I sesuai Standar Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dilaksanakan mulai tanggal 3 Juni 2013. Budi Untoro menambahkan bahwa pengadaan mobil “Sarkeling” dimaksudkan sebagai sarana transportasi kegiatan jemput bola yang dilakukan dalam pelayanan sosialisasi dan pelayanan AK I, Job Canvasing ke perusahaan dan pelayanan terkait penempatan.

Sekretaris dirjen Dinwasnaker Kementrian Tenaga Kerja RI: T  Sautsiahaan pada kesempatan tersebut menyerahkan Mobil Unit Reaksi Cepat Tanggap Darurat K3 dan peralatan uji objek K3. T Sautsiahaan mengatakan bahwa pada saat ini jumlah Pengawas Ketenagakerjaan sebanyak 6 orang dan belum memenuhi ratio ideal untuk tercapainya standar pelayanan minimal bidang pengawasan ketenagakerjaan. Capaian SPM pengawasan ketenagakerjaan baru sebesar 37 %, masih dibawah 45%. Berdasarkan jumlah perusahaan yang terdaftar menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan sebanyak 983 perusahaan, maka jumlah pengawas Ketenagakerjaan yang dibutuhkan seharusnya 16 orang. Jika SPM tidak tercapai, maka besar kemungkinan hak dasar pekerja tidak terpenuhi.

18
Dec

Sleman Hemat 25,23 Milyar Dengan LPSE

Kepala Dinas Hubkominfo Sleman menyampaikan bahwa LPSE Sleman telah mampu meningkatkan efisiensi  di Kabupaten Sleman. Pada tahun 2013 rekapitulasi pelaksanaan lelang dari SKPD di lingkungan Kabupaten mencapai 250 paket dengan jumlah pagu dana Rp. 236,86 milyar dan jumlah penawaran Rp. 25,23 milyar. Dari hasil pelaksanaan lelang tersebut dapat disimpulkan bahwa pengadaan melalui LPSE telah mampu menekan efisiensi biaya pengadaan hingga 10,65% dari pagu anggaran yang telah ditentukan.

Jika dibandingkan dengan sistem tender manual LPSE telah mampu menyisihkan selisih sebesar Rp. 25, 23 milyar. Nilai ini membuktikan bahwa pengadaan secara elektronik dapat memberikan manfaat yang besar bagi efisiensi kas daerah. Disamping melaksanakan lelang dari SKPD di Kabupaten Sleman, terdapat sejumlah instansi di luar Pemkab Sleman yang menggunakan fasilitas dari LPSE Sleman untuk melaksanakan proses pengadaan barang/ jasa pada tahun 2013 yaitu Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial, Balai Pelestarian Cagar Budaya, BPN Kabupaten Sleman, Pengadilan Negeri Kelas I Sleman. Keempat instansi di luar Pemkab Sleman tersebut telah melaksanakan 14 paket lelang dengan rincian jumlah pagu dana Rp. 6,11 milyar dan jumlah penawaran Rp. 4,80 milyar. Selisih pagu dan penawaran pengadaan tersebut sebesar Rp. 996,97 juta atau sebesar 16,30% dari pagu anggaran.

Dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan barang/ jasa melalui LPSE tahun 2013, LPSE Sleman juga akan memberikan sejumlah materi pada forum pengadaan barang dan jasa kepada para panitia pengadaan, pejabat pembuat komitmen, pengawas internal (Inspektorat Kabupaten) dan pengguna anggaran pemakai LPSE Sleman pada Senin, 23 Desember mendatang. Materi yang akan disampaikan diantaranya metode pendataan pengadaan langsung untuk tahun anggaran 2014, SOP LPSE Tahun 2014 dan Kebijakan pengadaan barang/ jasa tahun 2014 di Pemkab Sleman.

17
Dec

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok Masih Stabil

Menjelang hari Natal dan tahun baru 2014 ini harga harga kebutuhan pokok masih stabil, artinya perubahan harga baik naik dan turunnya masih dalam taraf wajar. Seperti yang terpantau di Pasar Tradisional Prambanan yang dilakukan Selasa 17 Desember 2013. Dari beberapa harga kebutuhan pokok masih stabil, seperti harga Beras IR 2 yang semula  Rp. 8.000 pada saat pemantauan harganya masih sama. Harga Beras Menthik Wangi masih sama antara  kemarin dan saat pemantauan
yaitu Rp. 8.500,-.

Dalam pemantauan tersebut, Kepala Biro Perekonomian DIY Ir. Sri Haryanto didampingi Kepala perwakilan BI DIY Arif Budi Santosa, Kepala Bagian Analisa Kebijakan produktivitas Amiarsi, Harwani, juga Kepala Kantor Perindakop DIY Ir. Riyadi Ida Bagus SS, serta perwakilan dari Polda DIY.

Barang kebutuhan pokok yang dipantau di Pasar Prambanan yaiu gula pasir yang harganya masih sama dengan hari sebelumnya yaitu Rp. 10.000,-, telur ayam ras Rp. 15.000,- Tepung  Rp. 7.500,- Kedelai Rp. 9.000,-, daging ayam potong harganya masih sama yaitu Rp. 25.000,- Bawang Merah Rp. 25.000,- Bawang Putih sincau Rp. 10.000,- Bawang putih kating Rp. 12.000,- Cabe merah besar harganya Rp. 20.000,- Cabe merah keriting Rp. 20.000, Cabe rawit merah Rp.20.000,- dan Cabe rawit hijau
Rp. 10.000,-

Sebelum pemantauan harga  bahan pokok di pasar Prambanan tim pemantau DIY telah melakukan pemantauan harga  bahan pokok di Pasar Kranggan Yogyakarta, dari hasil pemantauan tersebut ternyata harga bahan pokok antara pasar Prambanan dan Pasar Kranggan terjadi selisih yaitu lebih tinggi di pasar Kranggan.***

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.