Arsip Kategori: Berita

24
Dec

Visi Sleman, Salah Satu Wujud Komitmen Keberpihakan Pada Kaum Ibu

Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI membuka sarasehan dalam rangka Hari Ibu ke 85 di Gedung Serbaguna, Selasa 24 Desember 2013. Dalam peringatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa visi pembangunan Sleman yaitu “Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera lahir batin, berdaya saing, dan berkeadilan gender tahun 2015″, merupakan salah satu wujud komitmen Pemkab Sleman untuk berpihak kepada kaum ibu melalui semua kebijakan dan pelaksanaan pembangunan daerah yang berwawasan gender. Progres keberhasilan pembangunan daerah yang berwawasan gender ini dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Gender Kabupaten Sleman yang terus meningkat dari tahunke tahun. Pada Tahun 2012, IPG kabupaten Sleman mencapai 78,79. Di dalam kebijakan manajemen pemerintahan, Pemkab Sleman juga telah memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki dalam berkarier dalam jabatan struktural. Kompetensi pegawai menjadi dasar dalam seleksi pegawai untuk menduduki jabatan struktural tersebut. Hal ini terlihat dari komposisi pejabat sebagai berikut:

Disampaikan pula dalam sarasehan tersebut bahwa untuk keseluruhan pejabat eselon II, 80% merupakan pejabat laki-laki dan 20% perempuan. Untuk eselon III, 60% laki-laki dan 40% perempuan. Untuk eselon IV, 60% laki-laki dan 40% perempuan. Dalam penerimaan pegawai juga didasari oleh kemampuan dan kompetensi bukan pada jenis kelamin. Hal ini terlihat dari komposisi jumlah pegawai atau PNS di lingkungan Pemkab Sleman yaitu: pegawai perempuan mencapai 56%, sedangkan pegawai laki-laki 44%. Di sektor swasta, kebijakan yang diterapkan yaitu setiap perusahaan atau unit usaha swasta yang berinvestasi di Sleman juga dihimbau agar berwawasan gender. Seperti, dalam kesempatan memperoleh pekerjaan, agar tidak ada diskriminasi pada saat penerimaan tenaga kerja maupun pada saat pemberhentian kerja. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua karyawan baik laki-laki mupun perempuan untuk mengikuti pelatihan dan menduduki jabatan.

Ditambahkan pula bahwa di bidang pendidikan, Pemkab Sleman berupaya menanamkan kesetaraan gender melalui peran laki-laki dan perempuan ini sejak dini pada anak didik. Saat ini juga telah terbentuk 40 Satuan Pendidikan Berwawasan Gender yang tersebar di Kabupaten Sleman. Dalam pembangunan Keluarga Berencana, juga senantiasa diupayakan untuk menyeimbangkan peran laki-laki dan perempuan. Selama ini, umumnya program KB hanya melibatkan perempuan sedangkan peran serta laki-laki sangat minim. Oleh karena itu, peran serta laki-laki untuk ikut serta dalam program KB juga terus ditingkatkan. Dari tahun ketahun, peran serta laki-laki dalam KB terus meningkat. Pada tahun 2009, peran serta laki-laki meningkat 3% dari tahun 2008. Sedangkan pada tahun 2010 meningkat 2% dari tahun 2009. Pada peringatan hari ibu ini, saya kembali mengingatkan dan menegaskan bahwa tugas utama laki-laki dan perempuan sebagai orang tua dalam keluarga adalah bersama-sama bertanggungjawab terhadap kelangsungan hidup keluarga dalam segala aspek. Jangan hanya terfokus pada aspek ekonomi saja tetapi juga dalam hal pendidikan anak-anak, sosial kemasyarakatan dan juga pekerjaan-pekerjaan domestik rumah tangga, saya harapkan agar peran laki-laki dan perempuan juga setara dan saling mendukung.

Kepala Badan KB,PM dan PP Sleman dr. Nurulhayah, M.Kes melaporkan bahwa maksud dan tujuan sarasehan tersebut untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung daalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat. Dan bertujuan meningkatkan kiprah perempuan Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan berkeluarga, bermasyarakaat, berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional yang berkelanjutan, guna tercapainya tujuan pembangunan nasional dan pembangunan millennium (MDGS) serta terwujutnya kesetaraan gender (KG) aantara perempuan dan laki-laki. Peserta dalam saraasehan tersebut sebanyak 250 orang terdiri dari BPPM, LSM, ketua TP PKK kecamataan dan Desa, ketua GOW, ketua TP PKK kabupaten, dan ketua Dharma Wanita. Bertindak sebagai nara sumber Drs. Edi Supriyanta, MSi dengan materi “Pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai upaya ketahanan keluarga menghadapi globalisasi ekonomi dan informasi berbasis industri kreatif”. Sedangkan DR. Junanah Fermi, MIS menyampaikan materi “Peran Ayah dan Ibu dalam pola asuh berbasis keluarga untuk membentuk anak yang berkarakter”. Pada kesempatan tersebut diserahkan pula hasil kejuaraan lomba simulasi PKBN tahun 2013 dan untuk kader PKK desa penerima penghargaan tingkat kabupaten sleman tahun 2013.

24
Dec

KORPRI Harus Ciptakan Program Inovatif

Selasa tanggal 24 Desember 2013 bertempat di Aula lantai III DPKKD Kabupaten Sleman telah berlangsung rapat kerja KORPRI tahun 2013. Dalam kesempatan tersebut di laporkan maksud dan tujuan diadakannya rapat kerja KORPRI Kabupaten Sleman tahun 2013 yang di bacakan oleh Ketua KORPRI Kabupaten Sleman dr. Sunartono.M.Kes. Sesuai dengan Anggaran Dasar Korpri pasal 61 bahwa Rapat Kerja KORPRI Kabupaten adalah merupakan forum komunikasi evaluasi dan konsultasi pelaksanaan program kerja sehingga diharapkan forum ini dapat sebagai media untuk mengevaluasi program-program yang telah kita laksanakan dan penyusunan program kerja tahun yang akan datang. Peserta rapat kerja KORPRI : Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Sleman, Utusan Dewan Pengurus KORPRI Unit Instansi, Dewan Pengurus unit Kecamatan, Dewan Pengurus Unit BUMD Dewan Pengurus Sub Unit pelayanan Pendidikan dan Dewan Pengurus Unit Intansi Vertikal dan di ikuti 150 peserta.

Rapat kerja KORPRI Kabupaten Sleman tahun 2013 di buka Bupati Sleman Drs.H. Sri Purnomo.M.Si. Dalam sambutannya menyatakan Penyelenggaraan Rapat Kerja KORPRI Kabupaten Sleman ini merupakan langkah yang sangat strategis untuk memelihara dinamika organisasi. Selain itu momentum ini merupakan kesempatan yang sangat strategis bagi KORPRI Sleman untuk menyamakan persepsi dalam menyusun rencana kerja di tahun 2014. Keberadaan KORPRI Sleman dalam menjalankan kepengurusannya harus menjadi bagian kehidupan PNS Kabupaten Sleman. Artinya program kerja KORPRI Sleman diharapkan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh anggotanya dan ditingkatkan dari tahun ke tahun, sehingga eksistensi KORPRI Kabupaten Sleman nyata baik dalam meningkatkan profesi­onalisme PNS maupun dalam peningkatan kesejahteraan PNS.

Seiring dengan besarnya tuntutan dan tantangan yang dihadapi PNS Kabupaten Sleman dalam menyelenggarakan Good Governance, peran KORPRI harus makin mampu merespon kebutuhan anggota. Untuk itu saya mengharapkan agar kita dapat semakin ”mendengarkan” suara-suara anggota KORPRI.

Berkenaan dengan hal tersebut, dalam rapat kerja ini di satu sisi diharapkan dapat memunculkan agenda dan hal-hal yang baru yang mampu memberikan manfaat bagi anggota KORPRI. Jangan sampai kegiatan di tahun lalu hanya diulang-ulang saja tanpa peningkatan yang berarti. Hal inilah yang disebut dengan evaluasi kinerja terhadap program yang telah dibuat tahun lalu. Kekurangan dan kelemahan yang ada seharusnya menjadi cambuk bagi kita untuk memunculkan semangat yang mendorong kemajuan KORPRI dalam mewujdkan misi dan visinya.

23
Dec

Optimalkan Potensi Hulu ke Hilir, Sleman Berkomitmen Sebagai Sentra Bambu

Potensi bambu di Kabupaten Sleman masih terbuka lebar. Dilihat dari segi ekonomis, bambu merupakan tanaman yang mudah ditanam, murah dan mudah didapat serta dapat diolah menjadi berbagai olahan kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi. Dari sisi ekologi, bambu juga berperan penting dalam konservasi air dan konservasi lahan di koridor sempadan sungai sebagai kawasan perlindungan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo saat membuka Workshop pengembangan Bambu di Rich Hotel, Sinduadi Mlati, Senin 23 Desember 2013. Lebih lanjut disampaikan bahwa melihat potensi bambu yang begitu menguntungkan, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menjadikan Sleman sebagai sentra bambu dengan mengoptimalkan potensi bambu dari hulu ke hilir. Salah satu langkah yang diambil Pemkab Sleman untuk menjadikan bambu sebagai komoditas unggulan diantaranya dengan menetapkan bambu sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK) unggulan di Kabupaten Sleman melalui SK Bupati Sleman No.306/Kep.KDH/A/2013 pada tanggal 29 Agustus yang lalu. Kebijakan ini juga didukung dengan Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Kreatif Tahun 2010-2014.

Disampaikan pula bahwa Industri kerajinan bambu telah banyak dikembangkan di Kabupaten Sleman mengingat tingkat ekonomis dan prospeknya yang bagus. DiSleman telah terbentuk tiga sentra kerajinan bambu diantaranya di Dusun Sendari,Tirtoadi, Mlati yang memfokuskan pada produk furniture, sedangkan Dusun Brajan,Sendangagung, Minggir dan Dusun Margoagung, Seyegan memfokuskan pada produk mebel bambu.

Di luar kedua wilayah tersebut cukup banyak masyarakat Sleman yang memiliki mata pencaharian di bidang kerajinan bamboo. Sebagai gambaran pada akhir tahun 2012 di Sleman terdapat 1.759 unit usaha yang mengelola kerajinanbambu, yang terkonsentrasi di Mlati, Moyudan, Minggir dan Godean. Jumlah tersebut menyerap tenaga kerja sebesar 3.497 tenaga kerja dengan nilai investasisebesar Rp 10 milyar lebih dan nilai produksi sebesar Rp. 13 milyar lebih.

Pada hari ini juga telah dilakukan Gerakan Penanaman Bambu di daerah Kopeng, Kepuharjo, Cangkringan yang akan dilanjutkan dengan penyerahan sarana pertanian kepada 85 kelompok tani di Kabupaten Sleman. Hal ini dilakukan sebagai upaya memasyarakatkan tanaman bambu bagi warga Sleman serta mengkonservasi kawasan lereng Merapi akibat bencana erupsi yang lalu.

Komitmen Pemkab Sleman untuk mengembangkan komoditas bambu harus ditindaklanjuti dengan meningkatkan produksi bambu baik dari sisi budidaya hingga produk olahan bambu. Populasi tanaman bambu di Sleman cukup banyak. Padatahun ini jumlahnya mencapai 733.545 batang, yang sebagian besar berada diPakem, Cangkringan dan Turi. Meskipun demikian industri bambu di Sleman masih kekurangan bahan baku bambu khususnya jenis bambu petung, apus, wulung dan tutul.

Sedangkan Kepala Bagian Perekonomian Ir. CC. Ambarwati pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa tujuan workshop tersebut untuk menginventarisir permasalahan bambu dari hulu sampai hilir dan solusi pemecahannya, mewujudkan keseimbangan antar pembudidaya bambu dengan perajin bambu serta jaringan pemasarannya, dan merumuskan rencana aksi untuk 5 tahun kedepan program -program kegiatan pengembangan bambu di Kabupaten Sleman. Sebagai nara sumber Sekda Sleman dengan materi “Kebijakan pengembangan bambu di Sleman”, Ir. Kasmudjo, MS dosen Fakultas Kehutanan UGM dengan materi peningkatan dan percepatan budidaya bambu di kabupaten Sleman, Ir. Soewarno Hasanbahri, MS Dosen Fakultas Kehutanan UGM daengan materi “Optimalisasi teknologi pengolahan bambu yang kreatif dan inovatif “. Peserta sebanyak 70 orang terdiri dari SKPD terkait, kalangan akademisi, pemerhati bambu, penyuluh kehutanan, petani bambu dan perajin bambu.***

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.