Arsip Kategori: Berita

22
Nov

Sleman Giatkan Kembali Jam Belajar Masyarakat

Kemudahan dalam mengakses media hiburan saat ini menjadi salah satu tantangan yang tidak mudah dalam memunculkan komitmen dari orang tua dan anak didik untuk dapat mematuhi aturan Jam Belajar Mayarakat (JBM). Dalam pelaksanaan program JBM diperlukan sinergisitas dan kolaborasi yang baik antara seluruh jajaran yang terlibat sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Hal tersebut disampaikan Pj. Sekda Kabupaten Sleman Drs. Iswoyo Hadiwarno mewakili sambutan Bupati Sleman Sri Purnomo dalam Rakor Pelaksanaan JBM  di Aula lantai 3 Kantor Setda Kabupaten Sleman pada Senin (21/11).

Dalam sambutannya bupati menyampaikan bahwa saat ini seluruh kecamatan di Kabupaten Sleman telah memiliki dusun rintisan JBM meskipun belum diterapkan disetiap dusun. Pelaksanaan JBM tersebut menurutnya merupakan upaya pemerintah dalam rangka menciptakan kondisi lingkungan masyarakat yang nyaman, aman dan tertib untuk kegiatan belajar, sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai dengan baik.

Lebih lanjut bupati menjelaskan bahwa terwujudnya pembangunan dalam bidang pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan orang Tua. Oleh karenanya ketiga komponen tersebut harus mampu saling mengisi dengan peran dan fungsinya masing-masing. Kepedulian masyarakat terhadap pendidikan khususnya keluarga akan sangat menentukan keberhasilan pendidikan. Diharapkan nantinya dapat dilaksanakan media sosialisasi baik bagi masyarakat, orang tua dan anak didik sebagai upaya penyamaan persepsi dan komitmen dalam pelaksanaan JBM kedepan.

Bupati juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya Rakor Pelaksanaan JBM sebagai upaya bersama dalam menggiatkan kembali pelaksanaan jam belajar masyarakat (JBM) di Kabupaten Sleman sekaligus menjadi media koordinasi dalam menyusun langkah-langkah strategis dalam mempercepat pelaksanaan Jam Belajar Masyarakat (JBM) agar dapat segera terlaksana di seluruh wilayah Kabupaten Sleman.

“Melalui pelaksanaan JBM ini saya berharap dapat semakin meningkatkan capaian dan pembangunan pada sektor pendidikan di Kabupaten Sleman.  Disamping itu saya berharap pelaksanaan JBM ini pada akhirnya dapat menjadi gaya hidup positif yang diterapkan oleh masyarakat”, kata Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Arif Haryono SH., menyampaikan bahwa perintisan gerakan JBM telah dimulai sejak tahun 1999 dan berjalan mengalami pasang surut. Tahun 2014 Dinas Dikpora Kabupaten Sleman melaksanakan program rintisan Dusun Percontohan JBM di setiap kecamatan dengan satu dusun percontohan hingga tahun 2016.

“Melalui rakor yang diikuti seluruh camat dak kades se Kabupaten Sleman ini diharapkan dapat mempercepat gerakan JBM agar terlaksana di setiap dusun di Kabupaten Sleman”, jelas Arif.

Dalam acara tersebut Iswoyo didampingi Kepala Dinas Dikpora secara simbolis menyerahkan spanduk Gerakan Terpadu Jam Belajar Masyarakat pada Camat Cangkringan dan Kepala Desa Kepuharjo.

21
Nov

Trihanggo SEMANAK

Mempersiapkan generasi penerus sebagai pewaris bangsa yang berkualitas, berarti membangun kehidupan anak sedini mungkin dan melindunginya dari segala bentuk kekerasan. Dalam kenyataannya anak sering menjadi korban orang dewasa di sekitarnya. Anak dianggap hak miik yang dapat diperlakukan sewenang-wenang.

15-20 tahun yang akan datang Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dimana pada saat itu umur terbanyak adalah 15-40 tahun. “Anak-anak kita hari ini yang berumur 5-10 tahun, 20 tahun mendatang akan berada pada usia emas dan menjadi tulang punggung pembangunan. Oleh karena itu saya titip kepada masyarakat desa Trihanggo, untuk ikut berperan dalam pembangunan karakter anak-anak. Kekerasan terhadap anak hanya akan menghasilkan anak yang cuma pandai protes, menuntut, dan bisanya hura-hura,” terang Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun pada acara Deklarasi “Akhiri Kekerasan pada Anak” di Desa Trihanggo, Minggu (20/11).

Desa Trihanggo mendeklarasikan komitmen “Akhiri Kekerasan pada Anak”. Deklarasi tersebut mengikrarkan bahwa pemerintah Desa Trihanggo akan menjunjung hak anak, memenuhi 4 hak dasar anak (hidup tumbuh kembang perlindungan partisipasi), memastikan setiap anak trihanggo memiliki akte, memastikan tumbuh kembang anak sesuai harkat martabat, memastikan anak terpenuhi hak pendidikannya, melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, tidak membatasi ruang berekspresi anak, tanpa kekerasan, dan ramah anak. Deklarasi ini merupakan salah satu dari rangkaian program SEMANAK (Semangat Membangun Anak) yang didengungkan Desa Trihanggo.

Acara ini dihadiri sekitar 600 anak-anak yang menampilkan berbagai pentas seni. Setelah pembacaan deklarasi Sri Muslimatun bersama Pemerintah Desa Trihanggo melepaskan burung dara sebagai simbol mengawali program perlindungan anak dan menandatangani deklarasi “Akhiri Kekerasan pada Anak” tersebut.

Kepala Desa Trihanggo Herman Budi Pramono juga mengajak semua elemen masyarakat berperan aktif dalam perlindungan anak. dimulai dari lingkup terkecil yakni keluarga, perlindungan anak bisa dilakukan semisal dengan melaporkan ke pihak berwenang apabila terjadi kekerasan pada anak, memberi masukan kebijakan, melakukan pemantauan pengawasan penyelenggaraan perlindungan anak, menciptakan suasana kondusif dalam tumbuh kembang anak, dan memberi ruang kepada anak untuk berpartisipasi dan menyampaikan pendapat.

21
Nov

Tingkatkan Perlindungan Pada Anak, Mororejo Gelar Festival Berlian

Meningkatnya kasus kekerasan pada anak dari waktu ke waktu salah satunya timbul karena  peran aktif masyarakat dalam perlindungan anak masih kurang.  Menyadari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan KBPMPP Kabupaten Sleman berdasarkan inisiasi dari Kementerian PPPA RI melaksanakan kampanye bersama di  Desa Percontohan Pengembangan PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) seluruh wilayah Indonesia termasuk salah satunya di Desa Mororejo, Tempel, Sleman yang menggelar ‘Festival Berlian (Bersama Lindungi Anak) Mororejo Colourflash 2016’ pada Minggu  (20/11).

Eko Yulianto selaku Ketua Pelaksana acara tersebut mengatakan bahwa Kampanye Berlian PATBM di Mororejo bertujuan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan perlindungan anak. Menurutnya peran masyarakat dalam perlindungan anak dapat dilakukan diantaranya melalui sosialisasi perlindungan anak pada masyarakat, memberikan masukan pada perumusan kebijakan yang terkait perlindungan anak, menyediakan sarana prasarana dan ruang serta suasana kondusif untuk tumbuh kembang anak.

Menurutnya berbagai kegiatan telah dilakukan aktivis PATBM Desa Mororejo, yaitu mengikuti pelatihan yang diselenggarakan PPPA RI, menyusun peta potensi dan masalah anak, menyusun data pilah anak, menyusun rencana kerja PATBM, dan melaksanakan sosialisasi PATBM di seluruh padukuhan, kelompok PKK, dan sekolah di Desa Mororejo.“Tema Kampanye Berlian yang kami laksanakan adalah melalui PATBM kita wujudkan Desa Mororejo SIGRAK atau Siap Menjadi Penggerak Perlindungan Anak”, kata Eko.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang hadir dalam kampanye tersebut menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman merupakan wilayah dengan tingkat pertumbuhan migrasi yang tinggi serta merupakan kawasan  yang strategis dalam dalam sektor pendidikan dan ekonomi, sehingga dinamika dan perubahan-perubahan sosialnya menjadi sangat tinggi. Di sisi lain kondisi tersebut menurutnya juga menimbulkan tekanan dan permasalahan baru yang lazimnya terjadi pada kota-kota besar lainnya di Indonesia.

“Anak berusia 0-18 tahun rentan memiliki masalah sosial dan menghadapi resiko kekerasan baik di lingkungan rumah, di lingkungan sekolah, maupun ditempat-tempat umum. Resiko-resiko yang sangat mungkin terjadi pada anak antara lain kekerasan dalam pola asuh, tontonan komersial yang kurang mendidik, kasus kekerasan fisik dan psikis pada anak secara, trafficking, eksploitasi anak, pelecehan seksual, Anak Bermasalah dengan Hukum, hingga kasus anak terjerat narkoba”, jelas Muslimatun.

Muslimatun berharap agar agar Desa Ramah Anak sebagai bagian dari Kabupaten Layak Anak tidak hanya sekedar menjadi label, dan jangan sampai ada kesenjangan antara kebijakan dengan realita yang ada di lapangan. “Untuk itu saya mengharapkan kita semua baik warga masyarakat, aktivis PATBM, seluruh stakeholder dapat bersinergi secara nyata untuk mewujudkan lingkungan dimanapun anak-anak berada yang ramah bagi mereka”, tambah Muslimatun.

Dalam acara yang diikuti oleh lebih dari 1000 orang yang terdiri dari anak-anak, warga masyarakat, dan stakeholder tersebut  dilakukan deklarasi akhiri kekerasan pada anak, flashmob, dan pengobatan gratis.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.