Arsip Kategori: Berita

6
Mar

Kodam IV Diponegoro Lakukan Gladi Lapang Bersama

Gladi lapang pernanggulangan bencana yang diprakarsai Kodam IV/Diponegoro tahun 2015 dilaksanakan di Lapangan Denggung Kamis 5 Maret 2015. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Sleman Sri Purnomo. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Komandan Korem Yogyakarta, Dandim 0732 Sleman Letkol. Inf. Bambang Kustiwa, Kepala BPBD DIY Ir. Gatot Martadi, Kepala BPBD kabupaten Sleman  Julisetiono Dwi Wasito, Ketua DPRD Sleman, Muspida kabupaten Sleman dan personil dari beberapa SKPD seperti pasukan dari Kodim 0732 Sleman, Polres Sleman, Koramil se kabupaten Sleman. Juga personil dari Polda DIY termasuk ajing pelacak, tenaga medis, relawan dll. Dalam gladi tersebut melibatkan sekitar 1000-an pasukan,

Sedangkan Panglima Kodam IV/Diponegoro dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan bupati Sleman antara lain menyampaikan bahwa latihan penanggulangan bencana tersebut untuk menghadapi tugas kedepan dalam rangka penanggulangan bencana alam, diperlukan peningkatan profesionalitas prajurit di jajaran Kodam IV/Diponegoro. Lebih lanjut disampaikan bahwa wahana latihan yang menjadi prioritas untuk menjawab tantangan tersebut, salah satunya adalah melalui latihan penanggulangan bencana alam. Kegiatan latihan yang bermanfaat tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam nerencanakan operasi dan Kodal operasi kususnya dalam menyiapkan aperasi bantuan kepada pemerintah daerah.
Dengan terjalinnya koordinasi yang baik diharapkan akan mampu merespon permasalahan yang terjadi pada lingkup tugas satuan, termasuk didalamnya pemda dan masyarakat sekitarnya. Selain itu kegiatan tersebut ditujukan juga sebagai pelaksana uji RO Kodan IV/Diponegoro, sehingga nantinya dapat dijadikan PO Penanggulangan bencana alam gunung meletus Kodam IV/Diponegoro.
Disampaikan pula bahwa salah satu tugas TNI adalah melaksanakan operaasi militer selain perang, dan diantaranya tugas OMPS adalah tugas membantu menanggulangi bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan
Sementara itu Komandan Ko Diklat TNI Mayjen TNI Marinir I Wayan Mendra yang hadir pada gladi lapang tersebut antara lain menyampaikan bahwa salah satu tugas TNI adalah membantu pemda termasuk bantuan penanganan penanggulangan bencana untuk meminimalisir korban. Prinsipnya TNI siap dalam membantu pemda/masyarakat untuk itu diperlukan persiapan dengan melakukan gladi lapang agar sewaktu terjadi bencana sudah siap.
Ditambahkan bupati Sleman bahwa dalam penanggulangan bencana Kabupaten Sleman sudah siap termasuk  tenaga relawan dan  sarana pendukung lainnnya.***
5
Mar

Pemkab Sleman Tutup TPA Liar di Sempu, Wedomartani, Ngemplak

Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman bersama SatpolPP didukung oleh Anggota Polsek dan Koramil Ngemplak serempak menutup TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah liar di dusun Sempu, Wedomartani Ngemplak. Penutupan TPA ditandai dengan pemasangan tanda larangan membuang sampah persi di lokasi TPA dan jalan masuk ke TPA serta dengan penutupan jalan masuk menggunakan bambu oleh warga setempat. Kepala BLH Sleman Drs. Purwanto memimpin langsung penutupan didampingi Camat, Kepala Desa, Kadus Sempu serta RT dan RW setempat.

Penutupan ini mendapat dukungan masyarakat setempat mengingat keberadaan TPA seluas kurang lebih 2.500 m2 ini sangat mengganggu lingkungan dan telah berlangsung cukup lama. Kadus Sempu Sarijo mengatakan tempat tersebut sebelumnya ditambang dan diambil pasirnya sedalam sekitar 12 meter sekitar 10 tahun yang lalu dan kemudian diurug menggunakan material. Lama kelamaan sampah juga diperbolehkan masuk untuk dibuang ditempat itu dan bahkan dikelola oleh Ibu Musirah pemilik rumah di depan TPA liar dengan ditarik retribusi Rp 500 ribu perbulan/colt. Kadus bersama warga telah berkali-kali mengingatkan kepada pengelola namun selalu saja tidak ditanggapi dan kaduspun tidak mengetahui siapa sebenarnya pemilik lahan. Dengan adanya penutupan ini masyarakat sangat mendukung karena saat ini sudah banyak sumur warga yang tercemar limbah dan airnya berwarna kuning dan baunya tidak enak sehingga tidak layak untuk mandi, cuci apalagi minum. Menurut Dodi yang mengontrak rumah di dekat TPA liar ini air sumurnya berwarna kuning sudah sejak 1 bulan yang lalu dan dirinya mengontrak baru 2 bulan, sebulan menempati sumur ternyata tercemar. Sehingga untuk kebutuhan air dia terpaksa mencari ke tempat lain. Menurut Dodi pencemaran air sudah mencapai radius 200 meter sehingga sudah ada yang menjual rumahnya karena tidak nyaman dengan kondisi air dan lingkungan sekitar TPA liar.
Sementara itu Drs. Purwanto mengatakan Pemkab Sleman serius menanggapi keberadaan TPA liar ini sehingga setelah diadakan koordinasi dengan pihak terkait langsung menutup TPA ini karena sudah jelas melanggar perda Nomor 14 tahun 2007 dengan ancaman dengan Rp 50 juta dan kurungan 3 bulan. Setelah adanya penutupan resmi ini bila masih ada yang nekat membuang sampah maupun yang menikmati retibusi TPA liar ini, maka silahkan aparat untuk menangkap dan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. BLH juga telah membangun depo sampah di Purwomartani yang bisa dimanfaatkan dan apabila terdapat kelompok yang mengelola sampah  maka bisa disediakan  bak sementara dengan  mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam pengelolaan sampah. Pasca penutupan ini diserahkan pengawasan kepada Camat dan Kades Wedomartani untuk selalu memantau perkembangan dan nantinya TPA liar tersebut akan di urug tanah namun sebelumnya sampah yang volumenya cukup banyak dan menggunung akan diratakan terlebih dulu.


5
Mar

Dirjen Pendidikan Dasar Resmikan Sekolah Shelter SDN Selomulyo

Gedung Sekolah Shelter di SDN Selomulyo, Ngaglik diresmikan Dirjen Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Thamrin Kasman,  Rabu 4 Maret 2015.  Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan tumpeng juga sekaligus menandatangani prasasti Shelter SDN Negeri Sruwohrejo, Kec. Butuh, Purworejo, dilanjutkan dengan  peninjauan ruang sekolah shelter yang berlantai 2.  Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Kepala Dinas Dikpora Arif Haryono , SH mewakili Bupati Sleman, Muspika kecamatan Ngaglik, Perangkat Desa Sukoharjo  Dan Tokoh Masyarakat.
Dr. Thamrin Kasman dalam sambutan peresmian menyampaikan bahwa  tujuan pembangunan sekolah tersebut untuk mendukung program peningkatan akses dan pemerataan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar, juga untuk mendukung pemenuhan kebutuhan  prasarana pendidikan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar, serta mendukung penyediaan tempat pengungsian bagi masyarakat apabila terjadi bencana alam.
Lebih lanjut disampaikan bahwa fungsi sekolah shelter tersebut terbagi menjadi dua yaitu saat terjadi bencana alam dan kerusuhan dapat dimanfaatkan sebagai tempat penampungan pengungsi, sebagai pusat kegiatan penerimaan bantuan, juga dapat digunakaan sebagai tempat kegiatan pembinaan trauma konseling bagi pengungsi, khususnya peserta didik yang mengalami trauma fisik. Disamping itu saat tidak terjadi  bencana dan kerusuhan dapat digunakan sebagai ruang kelas, ruang praktek sesuai kebutuhan, ruang pembinaan dan konseling, serta ruang serbaguna, bapak ditjen berpesan juga agar pemeliharaan gedung selther senantiasa berkesinabungan, agar dapat membuat nyaman para siswa / murid yang belajar.
Sekolah Dasar shelter Selomulyo itu dibangun seluas 423 m² berupa 4 ruang kelas bertingkat ( 2 lantai) dengan nilai kontrak 1,4 milyar, diatas tanah kas desa Sukoharjo, Kec. Ngaglik
Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dikpora Arif Haryono, SH antara lain menyampaikan bahwa bantuan sosial pembangunan sekolah shleter SDN Selomulyo yang diberikan, tentunya sangat memudahkan dan membantu  masyarakat, terutama anak-anak diwilayah bencana  untuk  memperoleh sarana dan prasarana  belajar dan bersekolah yang layak, sehingga bisa meraih prestasi dan pendidikan  yang lebih baik. Dengan bantuan tersebut diharapkan mampu  memberikan peningkatan minat dan semangat belajar anak-anak SD Selomulyo sehingga upaya membangun masyarakat Sleman menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing dapat segera terwujud.
Berkaitan dengan hal tesebut, diharapkan SDN Selomulyo ini menjadi SD yang siaga bencana. Sekolah yang mampu membantu masyarakat selain mengatasi dirinya sendiri yakni guru dan siswa ketika terjadi bencana erupsi Merapi. Pada saat ini di Sleman terdapat 6 sekolah siaga bencana yaitu SMK Nasional Berbah, SMK Muhammadiyah Cangkringan, SMP N 1 Cangkringan, SMK N 1 Cangkringan, SD N Umbulharjo 2 dan SD N Kepuharjo, Cangkringan. .
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.