Arsip Kategori: Berita

1
Oct

CPNS Sleman Harus Sembodo

Sleman, 30 September 2014 bertempat di pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, dilaksanakan penyampaian SK Pengangkatan CPNS Tenaga Honorer K2 formasi tahun 2013 dan 2014.  Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman, Sri Purnomo Wakil Bupati Sleman, Yuni Satya Rahayu beserta jajarannya, dan perwakilan dari BKN Kanreg I.  Dalam laporannya Kepala BKD, Iswoyo Hadiwarno menyampaikan pengajuan usul penetapan NIP CPNS Tenaga Honorer K2 ke kantor regional I BKN formasi tahun 2013 sejumlah 230 orang, dan formasi tahun 2014 sejumlah 255 orang, sehingga total yang diusulkan sejumlah 455 orang.   Dari verifikasi berkas terhadap 455 orang, telah ditetapkan NIP sejumlah 439 orang, sedangkan 16 orang masih dalam proses verifikasi dan menunggu kebijakan dari Badan Kepegawaian Negara.  Berdasarkan hal tersebut, maka yang dapat ditetapkan SK pengangkatan CPNS nya sejumlah 439 orang.  Penyampaian SK pengangkatan CPNS dan surat perintah melaksanakan tugas (SPMT) bagi CPNS tenaga honorer K2 sejumlah 439 orang yang terdiri dari tenaga fungsional guru, tenaga kesehatan, pamong belajar, dan tenaga teknis administratif.  Pengangkatan menjadi CPNS ini terhitung mulai tanggal 1 Juni 2014 dan SPMT terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2014.  CPNS yang diberikan Sknya terdiri dari laki-laki 141 orang dan perempuan 298 orang, sedangkan berdasarkan golongan terdiri dari I/a (4 orang), I/c (19 orang), II/a (104 orang), II/b (11 orang), II/c (34 orang), III/a (267 orang), sedangkan berdasarkan jenis jabatan, jabatan fungsional guru 343 orang, jabatan fungsional kesehatan 9 orang, pamong belajar 1 orang, tenaga teknis/administratif 86 orang, adapun menurut instansinya yaitu, BPBD 1 orang, Dinas Kesehatan 1 orang, Dinas Dikpora 426 orang, Disnakersos 1 orang, Kantor Perpusda 1 orang, dan RSUD Sleman 9 orang.

Dalam sambutannya Bupati Sleman, Sri Purnomo mengucapkan selamat kepada seluruh tenaga honorer K2 yang telah menerima SK CPNS hari ini.  Bupati juga berpesan bahwa SK pengangkatan CPNS ini, selain merupakan penghargaan atas pengabdian saudara selama menjadi tenaga honorer, juga menjadi tantangan baru, dengan menerima SK ini para CPNS dituntut untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas. Oleh karena itu para penerima SK harus konsekuen dengan pilihan tersebut. Para penerima SK dituntut untuk menunjukkan komitmen dan tanggung jawab moral terhadap konsekuensi dari pengangkatan anda menjadi CPNS di Pemkab Sleman. Untuk itu para CPNS harus mampu menunjukan prestasi kerja dan kedisiplinan yang jauh lebih baik dari pada saat masih menjadi pegawai honorer. Jangan sampai justru setelah menjadi CPNS kinerja dan kedisiplinan saudara mengendur. Imbangilah penghargaan pemerintah kepada dengan pengabdian yang tulus dan profesional. Bupati menghimbau agar CPNS harus ”Sembodo” dengan pilihan yang telah dilakukan.  Selain itu Bupati juga berpesan bahwa, menjadi CPNS ini adalah proses yang harus dilalui sebelum menjadi PNS, oleh karena itu Sri Purnomo menegaskan jangan sampai penantian selama menjadi tenaga Honorer K2 kemudian menjadi CPNS ketika akan diangkat menjadi PNS karena kesalahan yang dilakukan atau tindakan-tindakan indisipliner sehingga menyebabkan tidak jadi diangkat menjadi PNS.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman didampingi Wakil Bupati berkenan menyerahkan SK CPNS secara simbolis, adapun CPNS K2 tertua yang menerima SK adalah, Suratinem guru TK Negeri 3 Sleman yang lahir pada tanggal 7 juli 1960 (54), dan CPNS K2 termuda adalah Dwi Mei Widiastuti TU SMP 3 Turi yang lahir pada tanggal 10 Mei 1985 (29).
30
Sep

Siswa SDN Model Juarai Lomba Minat Baca

Senin 29 September 2014, di Gedung Serbaguna berlangsung penutupan Lomba minat baca tingkat SD/Mi dan SMP/MTS se Kabupaten Sleman yang ditutup secara resmi oleh Bupati Sleman Drs.H. Sri Purnomo, MSI . Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan para peserta yang telah mengikuti lomba minat baca untuk tingkat SD/MI dan SMP/MTS. Lomba minat baca dalam rangka hari kunjung wisatawan dan meningkatkan minat baca siswa tersebut sangat strategis untuk mengajak masyarakat baik anak-anak maupun orang dewasa untuk meningkatkan minat baca masyarakat.  Keadaan dunia yang semakin mengglobal secara tidak langsung telah memaksa masyarakat  untuk mempertajam pengamatan terhadap informasi – informasi yang beredar. Salah satu  kunci untuk mencapai beberapa poin tersebut adalah dengan membaca. Sumber bacaan baik buku, bulletin Koran ataupun sejenisnya merupakan jendela dunia bagi kita yang tidak mampu untuk menjelajahinya secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut kepala Perpustakaan Daerah kabupaten Sleman Dra Sri Hartati dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan diadakan lomba minat baca tersebut adalah untuk memasyarakatkan hari Kunjung perpustakaan pada tanggal 14 september, Meningkatkan minat baca anak untuk mengembangkan kecerdasan, kepribadian dengan referensi perubahan perilaku, membudayakan anak gemar membaca, menulis dan sekaligus berceritera dengan referensi bahan-bahan, buku-buku perpustakaan dan mendukung Kabupaten Sleman layak Anak KLA. Lomba tersebut diikuti oleh 400  Peserta terdiri dari SD /MI 117 orang tingkat SMP/MTS  223 orang dan diambil 5 pemenang baik SD/MI maupun SMP/MTS.
Pemenang lomba minat baca tersebut mendapat kan uang pembinaan dan trophy Bupati Sleman untuk juara satu  SD N Model Ngemplak yiatu Fathurrahman Kafi , juara dua SDN Ngemplak : Dominiqiue Naura Illari Namorin, juara tiga SDN Percobaan Depok : Amani Zahwa. Untuk tingkat SMP/MTS Juara satu SMP IT Baitussalam Prambanan : Fadila Zahra Azzura. Juara dua SMPN I Kalasan : Dika Putra Permana dan juara tiga : Bagas Ramadani dari SMP N I  Kalasan. Trophy dan hadiah diserahkan langsung oleh Bupati Sleman.***


30
Sep

Warga Gayamharjo Peroleh Bantuan Air dari BPD DIY

Dampak kemarau panjang tahun 2014 ini banyak masyarakat yang kekurangan Air bersih, terutama mereka yang berada di wilayah kecamatan Prambanan. warga masyarakat Gayamharjo Prambanan memperoleh bantuan Air bersih sebanyak 250 tangki dari BAZIS PT.Bank BPD DIY. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Dirut PT.Bank BPD DIY Bambang Setiawan dan diterima Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo di ruang rapat Bupati Senin 29 September 2014. Bantuan Air bersih tersebut diserahkan kepada Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Julisetiono untuk ditindaklanjuti. Selanjutnya Dirut PT.Bank BPD DIY didampingi Jajaran Direksi yakni Direktur Pemasaran Bambang Kuncoro, Direktur Kepatuhan Santoso Rohmad, Direktur Umum Cahya Widi dan Pemimpin Cabang Bank BPD Sleman Nur Iswantoro,langsung menuju Lokasi untuk secara simbolis memberikan bantuan kepada masyrarakat di Depan Masjid Al Barokah  Jatisari Nawung Gayamharjo, disaksikan Camat Prambanan dan Kepala Desa Gayamharjo Sugiyanto dan Kadus Nawung.

Bantuan Air bersih 250 tangki untuk warga Gayamharjo Prambanan tersebut didistribusikan untuk pedukuhan Nawung 40 tangki, sementara untuk padukuhan Lemahbang, padukuhan Gayam, Padukuhan Karangnongko Kidul , padukuhan Karangnongko Lor, padukuhan Jali dan padukuhan Njontro masing-masing 35 tangki akan direalisasikan dalam waktu 1 bulan.
Pada kesempatan tersebut Dirut PT.Bank BPD DIY mengatakan bahwa bantuan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat Gayamharjo, terutama dalam memenuhi akan kebutuhan Air Bersih. Sedangkan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo menyambut baik atas perhatian dan bantuan Air Bersih tersebut. Dengan bantuan tersebut paling tidak kebutuhan Air Bersih warga Gayamharjo akan terpenuhi meskipun belum semuanya. Lebih lanjut isampaikan
bahwa Kemarau tahun 2014 ini memang cukup panjang namun Pemkab Sleman selalu mengantisipasi dampak dari kemarau panjang tersebut.
Sementara itu Kepala Desa Gayamharjo mengatakan bahwa 7 padukuhan di wilayah Gayamharjo semua mengalami kekeringan namun ada beberapa padukuhan yang sudah tercukupi dengan adanya jaringan air bersih dari sumur bor. Untuk tahun ini juga telah diupayakan penambahan jaringan air bersih namun karena kemarau panjang sumur bor yang ada tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih diwilayahnya sehingga masih perlu droping.
Pada bagian lain kepada Bupati Sleman sebelum penyerahan bantuan air bersih Dirut PT.BPD DIY juga memperkenalkan diri sebagai Direktur Utama PT.BPD DIY yang baru saja dilantik dan mengatakan Sleman merupakan salah satu pemegang saham PT.Bank BPD DIY sebesar 95,4 M (sampai akhir 2013). Disampaikan juga PT.BPD DIY ke depan akan menjadi Bank Devisa setelah modal mencapai 1 Trilyun. Sementara itu kinerja PT.BPD DIY Cabang Sleman bagus, bahkan masyarakat lebih senang menabung dari pada mengambil kredit. Saat ini dana dari pihak 3 mencapai Rp 1,2 T dengan asset 1,3 T dan distribusi pengalokasian kredit mencapai Rp 870 M sebagian besar yakni 80 % yang menggunakan adalah UMKM.
Sementara itu Bupati Sleman merespon baik atas upaya BPD DIY untuk jadi Bank Devisa dan berkomitmen untuk meluncurkan APBD perubahan sejumlah 34,3 M untuk penyertaan modal PT.Bank BPD DIY, dan untuk tahun 2015 direncanakan sebesar Rp 18,5 M, sehingga total dana penyertaan modal dari Pemkab Sleman sebesar 148,2 M


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.