Arsip Kategori: Berita

1
Dec

Desa Wukirsari Mendapat Pendampingan dari UGM

Membangun desa adalah membangun Indonesia karena sekitar 60 persen penduduk Indonesia tinggal di desa. Desa adalah ujung tombak identifikasi persoalan kemasyarakatan terkait dengan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Desa Binaan Fisipol UGM melalui Program dari LPPM UGM menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Desa Binaan dengan mengambil tema Penguatan Aparatur dan Ekonomi Desa Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean bertempat di Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman.

Program Pengabdian Masyarakat untuk Penguatan Aparatur dan Ekonomi Desa Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk membangun desa. Tujuan dari program ini adalah memberi bekal pengetahuan dan ketrampilan baik untuk aparat desa maupun pelaku ekonomi untuk siap menghadapi persaingan dengan lain di Asia Tenggara. Pemilihan Desa Wukirsari di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman berdasarkan kondisi bahwa desa tersebut adalah desa termiskin di Kecamatan Cangkringan namun mempunyai potensi yang kuat untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan dan agrowisata.  Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah: sosialisasi MEA, pelatihan kewirausahaan dan penguatan kelembagaan ekonomi desa, pelatihan aparatur desa, pembuatan website desa, pelatihan penggunaan dan pengelolaan website, fasilitasi pemasaran produk UKM desa, dan Wukirsari Expo. Dengan berbagai program ini diharapkan masyarakat Desa Wukirsari mampu mengembangkan taraf perekonomiannya dengan langkah yang lebih terorganisir dan kemampuan untuk bersaing yang lebih baik

Pada hari Selasa, 24 November 2015, sebagai penutup acara Tim Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Desa Binaan Fisipol UGM menyelenggarakan Wukirsari Expo bertempat di Pasar Cokrokembang, Bubur, Wukirsari, Cangkringan. Acara ini merupakan acara puncak dari kegiatan pendampingan yang telah diselenggarakan sejak bulan Juli 2015. Rangkaian kegiatan dalam Wukirsari Expo ini diawali dengan senam massal, penampilan drumband dari TK Aba Kregan, pembagian doorprize, transaksi jual beli di pasar dan dilanjutkan dengan acara sarasehan dengan pedagang pasar. Sarasehan menghadirkan pembicara Kepala Bagian Pemerintahan Desa Kabupaten Sleman, Drs. Mardiyana dan Sekertaris Dinas Perindagkop Sleman, dimoderatori oleh Dr. Hempri Suyatna. Dalam materi yang disampaikannya Sekertaris Dinas Perindagkop Sleman menyampaikan banyak sekali fasilitasi yang disediakan oleh Disperindagkop mulai dari pelatihan hingga bantuan modal. Sedangkan Drs. Mardiyana, Kepala Bagian Pemerintahan Desa Kabupaten Sleman menyampaikan pesan agar masyarakat terus mengembangkan pasar desa sebagai salah satu usaha rakyat, terlebih pada era otonomi desa. Diharapkan pasar desa ini dapat terus berjalan, ajeg dan semakin baik lagi. Dalam sambutannya, pemerintah desa menambahkan “Kami support keberadaan pasar desa ini. Kita tunggu masukan untuk program kegiatan tahun 2016, mari kita bangun bersama

30
Nov

20 Sekolah Siap Menampung Siswa di Kawasan Rawan Bencana Merapi

Gladi lapang Paseduluran Sekolah “Sister School”  dan penandatangan MOU sister school yang berlangsung di lapangan Pemda Sabtu 28 November 2015 dibuka oleh Plt. Sekretaris Daerah Drs. Iswoyo Hadiwarno mewakili Penjabat Bupati Sleman. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Kepala BPBD Kabupaten Sleman Drs. Julisetiono  Dwi Wasito,SH, MM, Kasubdit mitigasi dan standardisasi BNPB Elir Irawati , SKM, MM,  dan para camat yang berdampak langsung erupsi merapi, dll.

Jalannya gladi lapang tersebut masing-masing sekolah melakukan aktivitas belajar mengajar seperti biasa, dan tiba-tiba terjadi status merapi  naik dari waspada ke siaga hingga para siswa dan guru  harus mengungsi di sekolah penyangga, hingga suasanya pada waktu tersebut ramai terjadi kepanikan, namun berkat kesiapan guru dan aparat terkait hingga bisa diantisipasi dengan baik,meskipun pada kesempatan tersebut terjadi beberapa siswa yang terluka.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan MOU paseduluran sekolah sister school tahun 2015  pada 20 sekolah. Dalam gladi lapang yang melibatkan  20 sekolah  mulai dari SD sampai dengan SMA/SMK di Kabupaten Sleman. Ke 20 sekolah tersebut merupakan sekolah yang berdampak langsung kena erupsi merapi dan sekolah sebagai penyangga. 20 sekolah yang terkena dampak dan penyangga tersebut  SMK Muhammadiyah Pakem dengan SMK Muhammadiyah 1 Sleman, SMA N 1 Cangkringan dengan SMAN 1 Pakem, SDN Banyu Urip 1 Turi dengan SDN Turi 3, SD Muhammdiyah Cepitsari dengan SDN Kejambon 2 Ngemplak,  SDN Kloposawit Tuti dengan SMPN 1 Turi, SMP Taman Dewasa dengan SMKN 1 Cangkringan, SDN Cancangan dengan SDN Kiyaran 2 Cangkringan, SD Muhammadiyah Balerante dengan SDN Klegung 2 Tempel, SDN  Glagaharjo Cangkringan dengan SDN Bronggang Cangkringan, dan  SDN Gungang Cangkringan dengan SDN Umbulwidodo Ngemplak. Penandatangan dilakukan oleh kepala sekolah masing-masing  berdampak erupsi dan kepala sekolah penyangga, yang disaksikan Sekda Sleman Drs. Iswoyo Hadiwarno, juga sebagai saksi Kepala BPBD Sleman dan Dikpora.

Penjabat Bupati Sleman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt. Sekda Sleman Drs. Iswoyo Hadiwarno antara lain menyampaikan bahwa dalam setiap mitigasi bencana, dukungan dari masyarakat dan dukungan tim relawan mutlak diperlukan. Masyarakat juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam meng­ha­dapi bencana, dengan harapan kesiapsiagaan tersebut dapat bermanfaat dalam menentukan langkah-langkah yang tepat dalam mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Oleh karena itu, penjabat bupati berharap melalui kegiatan gladi lapang paseduluran sekolah “Sister School”, antara sekolah terdampak dan sekolah penyangga akibat erupsi gunung merapidapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi erupsi gunung merapi.

Yang harus disadari bersama bahwa, mitigasi bencana harus menjadi bagian dari budaya dan local wisdom masyarakat Sleman. Oleh karena itu pembinaan dan pelatihan cara penanggulangan bencana harus dimulai sejak dini. Mitigasi bencana harus diperkenalkan dan diajarkan di bangku sekolah, bahkan sejak jenjang yang paling bawah. Siswa-siswa sangat perlu diberi pemahaman dan pembinaan bagaimana cara penanggulangan dan mitigasi bencana, demikian jelas Iswoyo dalam sambutannya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman selain akan terus mengembangkan SSB di wilayah yang memiliki potensi bencana, juga membentuk desa tangguh bencana yang saat ini berjumlah 5 desa, diantaranya Desa  Pakembinangun, Purwobinangun dan Hargobinangun di Kec. Pakem, Desa Glagaharjo di Kec. Cangkringan dan Desa  Donoharjo di Kec. Ngaglik.

Sementara itu kepala BPBD Sleman melaporkan bahwa tujuan gladi lapang dan MOU tersebut dalam rangka mengantisipasi bila terjadi bencana khususnya erupsi merapi, agar masyarakat dan terutama siswa dan perangkat sekolah lebih siap bila terjadi bencana. Lebih lanjut disampaikan bahwa kedepan gladi lapang seperti ini juga akan dilakukan meskipun kondisi gunung merapi cukup aman. Akan tetapi untuk mengantisipasi kejadian seperti tahun 2010 harus terus diwaspadai.

30
Nov

Sleman Raih Penghargaan Tertinggi Bidang Kesehatan

Akhirnya Kabupaten Sleman memperoleh penghargaan Swasti Sabha Wistara yakni sebuah penghargaan tertinggi dalam bidang pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan Kabupaten Sehat di Kabupaten Sleman. Pada tahun 2009 lalu Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba Padapa untuk Kabupaten Sehat klasifikasi pemantapan dengan tatanan yang terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi serta kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri; kemudian pada tahun 2011 Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba, dengan klasifikasi pembinaan (Wiwerda) untuk 4 (empat) tatanan terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kawasan permukiman sarana prasarana sehat dan  kawasan pariwisata sehat; pada tahun 2013 Kabupaten Sleman kembali memperoleh Swasti Saba Wiwerda dengan 5 (lima) tatanan yang terpilih yaitu kawasan permukiman sarana prasarana sehat, ketahanan pangan dan gizi, kawasan pariwisata sehat, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri serta kehidupan sosial yang sehat. Sedangkan pada tahun ini Kabupaten Sleman mengajukan 7 (tujuh) tatanan yaitu, kawasan permukiman sarana prasarana sehat, kawasan tertib lalu lintas dan transportasi, kawasan pariwisata sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat. Ketujuh tatanan tersebut masing-masing memiliki program unggulan yang telah dilaksanakan dan telah memenuhi indikator yang telah ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraan Kabupaten Sehat, selain itu masing-masing dari tatanan tersebut telah memperoleh penghargaan dari berbagai pihak. Seperti untuk kawasan permukiman sarana prasarana sehat, Pemkab Sleman memperoleh penghargaan MDG award dalam kategori layanan air bersih dan sanitasi serta penghargaan dalam tatanan lainnya. Dan pada puncak peringatan HKN 2015, Jum’at, 27 Nov 2015, di Hotel Bidakara Jakarta Kabupaten Sleman dapat memperoleh penghargaan Swasti Saba klasifikasi pengembangan (Wistara), yang diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI Dr. Dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M.

Dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Sleman menyampaikan pelaksanaan Kabupaten Sleman meliputi yakni 7 tatanan sebagai program unggulan. Untuk unggulan tatanan lalu lintas tertib dan transportasi dengan program unggulan pelayanan pemeriksaan kendaraan atau kir di Dinas Perhubungan Kominfo dilanjutkan ke ketatanan kehidupan sosial yang sehat dengan lokasi unggulan di TPA An Nur Triharjo Sleman. Tatanan permukiman sarana dan prasarana sehat dengan lokasi TK Budi Mulia 2 Condongcatur dan pelayanan pos pembinaan terpadu di pasar sehat Sambilegi Depok. Tatanan Industri dan perkantoran sehat yang diunggulkan yakni Khansa snack di condongcatur depok yakni industri olahan abon tuna, lele, bakso, nugget dan otak-otak, kemudian tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dengan PIK R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Genderang Kecamatan Ngaglik. Pengelolaan lingkungan permukiman di Nglempong Surodadi Girikerto Turi (pengelolaan sampah mandiri). Untuk tatanan ketahanan pangan dan gizi dengan program unggulan budidaya tanaman hortikultura oleh kelompok masyarakat di Dusun Cancangan wukirsari cangkringan. Dan yang terakhir tatanan pariwisata sehat dengan unggulan desa wisata pulesari Wonokerto Turi. Dengan diperolehnya penghargaan ini merupakan wujud kerjasama dan keterpaduan dari berbagai instansi terkait dan masyarakat Sleman untuk menuju masyarakat Sleman yang sehat. Ke depan implementasi masing-masing tatanan akan diperluas ke wilayah kecamatan sesuai dengan potensi masing-masing, sehingga dapat mempertahankan prestasi yang telah diraih.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.