Arsip Kategori: Berita

27
Jun

PNS Purna Tugas Peroleh Tali Asih dari KORPRI

Untuk memberikan penghargaan kepada para PNS yang telah memasuki masa purna tugas, KORPRI Kabupaten Sleman memberikan tali asih berupa uang sebesar Rp 1 juta kepada PNS yang memasuki masa pensiun dan Rp500 ribu kepada PNS yang mutasi keluar daerah. Pemberian tali asih untuk periode 1 Januari s/d 1 Juni 2014 diberikan di gedung serbaguna Sleman, Kamis, 26 Juni 2014 oleh Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS. M.Hum. Menurut Drs . Pustopo Kepala Bidang Usaha dan Kesejahteran Dewan Pembina KORPRI Sleman, pemberian tali asih dilaksanakan 2 kali dalam setahun sejak tahun 2012 dan sampai saat ini telah memberikan tali asih kepada 683 PNS yang pensiun. Untuk kali ini tali asih diberikan kepada 219 orang PNS yang telah memasuki masa pensiun 178 orang, 12 orang PNS pensiun atas perminttaan sendiri, 2 orang pindah tugas ke luar daerah dan 27 orang pensiun karena meninggal dunia.

Sementara itu Wakil Bapati Sleman dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para PNS Pemkab Sleman yang telah memasuki masa pensiun atas tugas dan pengabdian yang diberikan selama ini kepada Pemkab Sleman. Dengan harapan walaupun sudah tidak bekerja di Pemkab Sleman namun masih dapat mengabdikan diri dalam lingkungan masyarakat masing-masing dan dapat ikut serta mensosialisasikan dan mensukseskan program-program pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman. Karena dengan pengalaman selama menjadi PNS tentu memiliki pengetahuan yang lebih dari masyarakat biasa, kelebihan inilah yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk diabdikan kepada masyarakat dengan semaksimal mungkin.
Wakil Bupati memberikan secara simbolis kepada 17 orang PNS yang pensiun di antaranya H. Dwi Supriyatna, MS, dr Sulistyowati, Sukalimah dll dan pemberian ucapan selamat dari Wakil Bupati Sleman diikuti oleh Ketua DPRD Sleman, Wakil Ketua Dewan Pembina KORPRI DIY, Assek III dan Kepala BKD Sleman.


25
Jun

Lumbungrejo dan Triharjo Miliki Satgas Anti Narkoba

Bertempat di area parkir lapangan Denggung Selasa 23 Juni 2014  telah berlangsung peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang dihadiri Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, Ketua Pengadilan Agama Sleman, Ketua DPRD Sleman, Ketua BNNP DIY, SKPD se Kabupaten Sleman Camat Se Kabupaten Sleman Lurah Desa Sekabupaten Sleman serta tamu undangan yang lainnya.  Dalam kesempatan tersebut Dalam acara tersebut juga dikukuhkan Desa Satgas anti narkoba Desa Lumbungrejo, Tempel dan Desa Triharjo, Sleman oleh Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu.  Sampai saat ini jumlah Desa satgas anti Narkoba di Sleman berjumlah 20 Desa. Selanjutnya Bupati Sleman dalam kesempatan tersebut menyampaikan piala dan hadiah kepada para pemenang lomba Kampung bersih Narkoba dan lomba Sekolah Bebas Narkoba, masing-masing pemenang mendapat kan piala dan uang pembinaan  untuk juara IRp 5 Juta juara II  3Jt untuk juara III 2 jt sedangkan untuk harapan satu 1,5 juta dan harapan dua dan tiga masing-masing 1jt.Yang mendapat kan piala dan uang pembinaan tersebut tingkat Sekolahan yaitu SMAN I SLeman Tlogoadi juara I, Juara II MAN Tempel, Juara III SMK 17 Seyega. Harapan I MAN Godean, Harapan II SMKN I Seyegan, harapan III MAN III Yogyakarta. Sedangkan untuk lomba Desa Bebas narkoba juara I diraih Desa Watukarung Seyegan, Juara II Dusun Warak, Mlati, juara III Dusun Kadipura ,Ngaglik. Harapan I Dusun Kebonagung, Sleman, harapan II Dusun Blendangan Berbah dan harapan III Dusun Kemendungan, Candibinangun, Pakem.

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam  kesempatan tersebut membacakan sambutan Kepala Badan Narkotika Nasional yang antara lain berisi bahwa menurut hasil Survey nasional penyalahgunaan Narkoba tahun 2011 menunjukkan bahwa, angka prevalensi penyalah guna narkoba di Indonesia sebesar 2,2% atau sekitar 4,2 juta orang, yang terdiri dari pengguna coba pakai, teratur pakai, maupun pecandu. Angka prevalensi tersebut semakin meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya, namun masih berada di bawah angka proyeksi Prevalensi penyalah guna Narkoba tahun 2011 sebesar 2,23%. Hal ini perlu mendapatkan perhatian kita bersama.  Bupati Sleman sekaligus memberikan apresiasi kepada kedua Desa yang baru saja di kukuhkan sebagai Desa Satgas anti Narkoba periode 2014-2019 untuk benar-benar memperhatikan gejala –gejala yang ada di sekitarnya baik itu di kalangan kaum muda maupun kaum tua jika ada sesuatu yang mencurigakan tingkah lakunya sesegera mungkin mengadakan tindakan paling tidak berkoordinasi dengan Instansi terkait sehingga cepat diatasi dan cepat ditangani.***


23
Jun

Meski Digelar Sederhana, FKS Tetap Libatkan Pelaku Seni Budaya

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman  menggelar festival Kesenian tahun 2014 yang berlangsung pada hari Sabtu & Minggu, 21 s/d 22 Juni 2014. Pembukaan dilaksanakan Minggu, 22 Juni di Halaman Parkir Lapangan Denggung dibuka oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI. Sementara mengawali Pembukaan FKS, Sabtu, 21 Juni 2014 telah digelar Jathilan Keprajuritan Ponco Waseso dari Ngawen Sidokarto,Godean, Kethoprak Lesung Wahyu Nugroho dari Blendangan,Tegaltirto, Berbah dan Kesenian Sronthol dari Ngangkrik, Triharjo, Sleman.

Untuk acara pembukaan Minggu 22 Juni  pada pra acara ditampilkan  kesenian Rampak Buta “Krincing Manis” dari Jaban Tridadi, Sleman dan tari “Pudyastuti” dari Ikatan Dimas Diajeng Sleman, dan dilanjutkan kirab dan Display Kesenian yang diikuti 17 Kecamatan Se Kabupaten Sleman dan pada acara penutupan yang juga berlangsung pada hari minggu, 22 Juni tersebut akan di diadakan Gelar tari dari sanggar tari Sasana Krido Budoyo dari Taman Martani, Kalasan Sleman serta pada puncak acara akan dipentaskan pagelaran Wayang Orang dari Sungyangtaprak Kecamatan Minggir, Sleman, Yogyakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. A.A. Ayu Laksmidewi, MM selaku penyelenggara mengungkapkan bahwa pelaksanaan Festival Kesenian Sleman (FKS) tahun 2014 ini dimaksudkan  sebagai wahana ekspresi bagi para pelaku seni di Kabupaten Sleman. Dengan berbagai pertimbangan FKS tahun ini dilaksanakan secara sederhana, tapi tetap melibatkan pelaku dan insan seni budaya yang ada di masyarakat.

Meskipun dikemas secara sederhana, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan motivasi dan sikap handarbeni terhadap potensi seni budaya yang adiluhung. Selain tentunya bisa menumbuhkan apresiasi bagi warga masyarakat terhadap keberadaan seni dan budaya lokal. Event ini diharapkan dapat menjadi daya tarik yang mampu mendatangkan wisatawan ke wilayah Kabupaten Sleman.

Sementara itu Bupati Sleman berharap festrival kesenian ini dapat menjadi wadah tampilan dari hasil binaan dan pengembangan kesenian khususnya di kecamatan sebagai pusat pengembangan seni dan budaya. Bupati juga berharap ke depan kecamatan  dapat memiliki seni tradisi yang menjadi ciri kas dan identitas kecamatan yang berbeda antara kecamatan satu dengan lainnya, karena kekayaan seni budaya lokal merupakan modal pariwisata yang dapat mengerakkan roda perekonomian. Untuk itu Bupati berharap para seniman dan pelaku seni untuk terus berkarya dan meningkatkan kreativitasnya untuk mengembangkan kesenian di Kabuapten Sleman. Pembukaan FKS ditandai dengan pemukulan Jampang (Semacam Bende) oleh Bupati yang didampingi Sekda Sleman dan Kadin Pariwisata Sleman.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.