Arsip Kategori: Berita

5
Nov

Koperasi Dukung Kesiapan Menuju AEC 2015

Koperasi diharapkan berperan nyata dalam mengembangkan dan memberdayakan tata ekonomi daerah, yang berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi, dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera. Untuk mencapai hal tersebut maka keseluruhan kegiatan koperasi harus diselenggarakan berdasarkan  pada nilai dasar yang terkandung dalam Undang-undang dasar RI tahun 1945 serta nilai dan prinsisp koperasi. Hal tersebut disampaikan Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Sleman Sri Purnomo saat Upacara Hari Koperasi ke 67 di lapangan Pemkab Sleman, Selasa 4 Nopember 2014. Lebih lanjut disampaikan bahwa data koperasi selama lima tahun terakir baik dari aspek jumlah koperasi aktif maupun volume usaha , menunjukkan bahwa jumlah koperasi aktif di DIY mencapai rasio 79,74 % dari total koperasi di DIY. Pada tahun 2013 jumlah total keseluruhan koperasi di DIY ada sejumlah 2.729 koperasi dengan koperasi aktif sebanyak 2.176 , koperasi pasif sebanyak 499 koperasi dan koperasi beku sebanyak 58 koperasi. Sementara itu dilihat dari volume usaha,  terlihat adanya pertumbuhan volume usaha dalam kurun lima tahun terakhir. Pada tahun 2013 pertumbuhan volume usaha seluruh koperasi di DIY sebesar 0,7% dari Rp. 2.30 M menjadi Rp. 2.32 M.

Disampaikan pula bahwa program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas koperasi, seperti misalnya melalui kegiatan Diklat, pendampingan, pembinaan, pengawasan serta pemeringkatan. Sementara untuk menghadapi perkembangan tata ekonomi nasional dan global yang semakin dinamis dan penuh tantangan saat ini. Seperti adanya ASEAN  Economic Community (AEC) pasar terbuka di kawasan ASEAN pada tahun 2015 yang akan berdampak pula pada daerah.  Karena mobilitas arus barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja akan bergerak bebas. Maka Gubernur minta agar menyiapkan strategi khusus dalam menghadapi AEC 2015, termasuk juga lembaga koperasi.

Lebih lanjut disampaikan bahwa segala kegiatan usaha koperasi harus dikelola secara profesional, dalam arti adanya kemampuan dan tanggung jawab, efisiensi dan efektivitas yang dapat menjamin terwujudnya nilai tambah yang optimal bagi koperasi, serta tunduk kepada hukum ekonomi dan koperasi.  Di antara anggota dapat bersatu,  bekerjasama, dan saling tolong menolong  untuk memperkuat usaha melalui koperasi. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut koperasi harus mempunyai kepentingan atau kegiatan ekonomi dan usaha yaang sama di antara para anggota, sehingga tidak melanggar prinsip dan jati diri koperasi. Semua anggota koperasi harus berkemauan dan sepakat secara bersama-sama, menggunakan jasa koperasi untuk memenuhi kebutuhannya dan mempromosikan koperasi sehingga menjadi kuat, sehat, mandiri dan besar. Setiap anggota koperasi juga memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam melakukan transaksi dan mendaapatkan manfaat ekonomi dengan berkoperasi.

Paada kesempatan tersebut juga diserahkan piagam dan hadiah oleh Bupati Sleman, untuk beberapa kejuaraan yang berkaitan dengan hari koperasi yaitu Koperasi Berprestasi dan Tangkas Trampil Perkoperasian Tingkat Sekolah. Untuk Lomba Koperasi Berprestasi Tingkat DIY Tahun 2014 jenis Koperasi Simpan Pinjam, Juara I diraih KSP Kartini, juara II KJPKS BMT “Amal Rizki”, Juara III KOPSYAH BMT Bangun Rakyat Sejahtera, juara IV KSP BMT Dana Insani, untuk jenis Koperasi Konsumen juara I Koperasi Karyawan UPN Veteran, Juara II Koperasi Pelita, Juara III Primer Kperasi Kartika B.09, Juara IV KPRI “Tegap”. Untuk Koperasi Produsen Juara I KUD Tani Makmur, Juara II KUD Seyegan, Juara III KP 3Y, Juara IV KSU “Bina Ria”. Untuk Koperasi Jasa Juara I Primkopau II, Juara II KUD Sido Tentrem, Koperasi Angkutan Wisata “Pandawa” dan Juara IV Koperasi “ASPADA”.

Untuk Lomba Tangkas Trampil Perkoperasian Tingkat Sekolah pada tingkat SMP Juara I diraih oleh SMPN 2 Bantul, Juara II SMPN 10 Kota Yogyakarta, Juara III SMPN 1 Wonosari, Juara IV SMPN 2 Sentolo dan Juara V SMPN 3 Sleman. Untuk tingkat SMA Juara I diraih SMKN 1 Bantul, Juara II SMAN 1 Wonosari, Juara III SMK Koperasi Kota Yogyakarta, dan Juara IV SMK Maarif I Temon. Untuk Tingkat Perguruan Tinggi Juara I diraih KOPMA UGM, Juara II KOPMA UTY, Juara III KOPMA IKIP PGRI, dan Juara IV KOPMA UPY.

Upacara diikuti oleh SKPD terkait dan sejumlah koperasi yang ada di DIY. Setelah upacara, rangkaian peringatan Hari Koperasi dilanjutkan dengan pameran Hari Koperasi Tingkat DIY yang berlangsung selama 2 hari yaitu pada hari Selasa dan Rabu tanggal 4 dan 5 November 2014 di halaman Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sleman. Pameran tersebut dibuka oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSI. Pameran diikuti oleh 50 UKM dan Koperasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan menampilkan produk-produk makanan, kerajinan, batik, pakaian, dll.

5
Nov

Masyarakat Juga Harus Turut Andil Memelihara Infrastruktur


Penyerahan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) hibah barang berupa aspal merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka mendorong pembangunan di wilayah Kabupaten Sleman. Pembangunan di Sleman merupakan hasil kerjasama antara Pemkab, masyarakat dan swasta. Pemerintah hanya memberikan motivasi dan stimulan agar keberlangsungan pembangunan di pedesaan tetap berjalan baik. Dan ternyata hanya dengan bantuan stimulan yang lebih kecil daripada swadaya masyarakat, pembangunan di Kabupaten Sleman berjalan dengan baik. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI saat menyerahkan bantuan aspal kepada masyarakat di lantai III Selasa 4 Nopember 2014.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemkab Sleman selalu berupaya meningkatkan pengadaan aspal agar mampu memberi bantuan pada masyarakat lebih banyak lagi, tetapi semua tergantung kemampuan keuangan yang ada. Realisasi pemberian bantuan inipun dilakukan secara bertahap. Yang jelas bantuan aspal ini diberikan dengan berbagai pertimbangan kemampuan dan permintaan masyarakat. Kalaupun belum semua permohonan masyarakat dapat dipenuhi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana dari pemerintah. Pemerintah tidak mampu untuk membangun semua jalan yang ada di Kabupaten Sleman, untuk itu masyarakat memiliki peran serta yang besar. Karena bantuan pemerintah hanya bersifat stimulan untuk menggali swadaya masyarakat.
Pada tahun 2014 ini, Pemkab Sleman mengalokasikan NPHD hibah barang berupa aspal di 150 lokasi dengan total aspal sebanyak 2320 drum. Sedangkan pada tahap kedua ini akan diserahkan bantuan stimulan aspal sebanyak 992 drum untuk 74 lokasi di 15 kecamatan.  Sri Purnomo menegaskan bahwa nantinya bantuan aspal ini harus diambil sendiri oleh panitia yang bersangkutan, pihak Dinas PUP tidak mengantarkan bantuan aspal tersebut dan juga tidak dipungut biaya.
Setelah NPHD berupa aspal ini diterima, bupati minta agar segera dilaksanakan proses pembangunannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga harus menjaga dan memelihara sarana jalan yang telah dibangun. Apabila ada kerusakan yang ditemui, sekecil apapun hendaknya segera diperbaiki, jangan sampai kerusakan yang terjadi dibiarkan saja menjadi semakin parah karena pada dasarnya  tidak semua sarana jalan di Kabupaten Sleman, pemeliharaannya menjadi tanggung jawab Pemkab Sleman. Pemkab Sleman hanya bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan-jalan yang termasuk Jalan Kabupaten. Sedangkan jalan dusun atau lingkungan, menjadi tanggungjawab warga dusun yang bersangkutan. Bantuan Aspal tersebut secara simbolis disampaikan Bupati Sleman kepada perwakilan masing-masing kecamatan.
Hadir pada kesempataan tersebut Kepala Dinas PUP Kabupaten Sleman Ir. H. Nurbandi, Kepala Bagian Adminsitrasi Pembangunan Drs. Agung Armawanta.

 

3
Nov

Sleman Revitalisasi Wayang Topeng Pedalangan yang Hampir Punah

Sleman, 31 Oktober 2014 bertempat di balai desa Tirtomartani Kalasan, dilaksanakan pergelaran pementasan revitalisasi seni dari sanggar topeng pedalangan gondo wasitan, Ngajeg, Tirtomartani.  Dalam kesempatan tersebut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Sleman A.A. Ayu Dewi Laksmidewi dan jajarannya, camat Kalasan, Samsul Bakri dan  seluruh jajaran aparat pemerintah kecamatan Kalasan dan Pemerintah Desa Tirtomartani.

Dalam laporannya, Kabid Kesenian Dinas Budpar Sleman, Edy Winarya menyampaikan bahwa, kesenian jenis wayang topeng pedalangan menurut hasil kajian yang dilakukan oleh dinas Budpar Sleman, hanya ada satu saja di Sleman, oleh karena itu kesenian ini termasuk langka dan sangat dikhawatirkan akan punah selain itu Kesenian ini memiliki keunikan tersendiri serta layak untuk dilestarikan.  Kegiatan revitalisasi ini memiliki maksud dan tujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi unsur-unsur budaya lama yang masih hidup di masyarakat dalam konteks baru dengan tetap mempertahankan keasliannya dengan esensi mengangkat kembali kesenian yang hampir punah agar terjaga kelestariannya dengan cara minimal mendokumentasikan secara tekstual dan visual.
Dalam sambutannya kepala dinas Budpar, Ayu Laksmidewi menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting karena revitalisasi ini adalah dalam upaya pemerintah daerah untuk melestarikan dan menghidupkan kesenian yang hampir punah.  Ayu mengakui bahwa budaya dari luar juga memiliki imbas mengikis kesenian lokal, sehingga banyak generasi muda saat ini tidak mengenal kesenian-kesenian mereka sendiri sehingga mereka sering kali lupa akan identitas dan jati diri mereka sebagai orang Indonesia.  Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dan juga memberikan kesadaran bagi masyarakat agar mau melestarikan potensi-potensi budaya lokal mereka yang sangat luar biasa, karena banyak dari kesenian ini mengandung pesan-pesan nilai-nilai yang luhur.  Ayu juga berharap setelah dilaksanakan revitalisasi ini, kesenian topeng pedalangan gondowasitan ini dapat tampil secara regular dan memperoleh dukungan oleh semua pihak.  Diakhir sambutannya Ayu juga meminta agar masyarakat proaktif untuk melaporkan kepada Dinas Budpar Sleman apabila ada kesenian-kesenian lokal yang layak untuk dilestarikan atau hampir punah, nantinya hasil laporan dari masyarakat ini akan ditindak lanjuti dengan tim yang telah disiapkan oleh Dinas Budpar Sleman iuntuk mengkaji kesenian tersebut.
Saat ini pengelola topeng pedalangan Gondo Wasitan di dusun Ngajeg Tirtomartani ini adalah Ki Sugeng Cermohandoko dan Ki Suparno.  Pada kegiatan pementasan tersebut melakonkan “Bancak Nagih Janji”.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.