Arsip Kategori: Berita

17
May

Sri Sultan Uji Coba Layanan Perizinan

Layanan terpadu satu atap sudah menjadi keharusan di era yang semakin maju ini. Hal tersebut ditegaskan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono ke X dalam acara peresmian gedung pelayanan terpadu RSUD Sleman, Gedung BPMPPT, dan Gedung Kantor Kecamatan Sleman bersama Bupati Sleman Sri Purnomo yang diadakan di auditorium Gedung Baru RSUD Sleman pada Selasa (17/5).

Sri Sultan menjelaskan bahwa diperlukan leadership yang kuat dalam layanan terpadu satu atap untuk mengarahkan tujuan, sasaran layanan, dan memastikan agar semua elemen internalnya terlibat dalam pencapaiannya.

“Layanan terpadu satu atap memiliki prinsip cepat, mudah, murah, aman dan ramah. Ketiga kantor layanan ini harus memberikan perhatian penuh terhadap kepuasan pasien, investor dan pengusaha, serta masyarakat yang dilayaninya”, jelas Sri Sultan.

Lebih lanjut Sri Sultan menjelaskan bahwa layanan terpadu untuk publik secara umum harus memiliki enam prinsip yaitu sistem manajemen mutu yang diterapkan ke seluruh organisasi, menentukan interaksi, menetapkan kriteria dan metoda untuk menjamin efektifitas layanan dan pengendaliannya, menjamin ketersediaan sumber daya dan informasi untuk mendukung operasi dan monitoring, melaksanakan pemantauan dan penilaian analisis kinerja, serta melaksanakan tindakan untuk menjamin pencapaian rencana dan perbaikan berkelanjutan.

Sementara itu Sri Purnomo menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Pelayanan Terpadu RSUD Sleman merupakan bagian dari upaya Pemkab Sleman untuk mewujudkan masyarakat Sleman yang sejahtera. Menurutnya atas dasar hal tersebut pembangunan gedung pelayanan kesehatan yang representatif merupakan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi jajaran pemerintah. “Sampai dengan 31 April 2016 ini, jumlah pasien rawat inap mencapai 4.215 sedangkan pasien rawat jalan atau poliklinik telah mencapai 34.738. Selain itu selama tahun 2016, RSUD Sleman juga telah melayani 5.850  rawat darurat, 382 persalinan, 673 pembedahan dan 3.970 hemodialisa”, jelas Sri Purnomo

Pembangunan Gedung Pelayanan Terpadu RSUD Sleman dengan bangunan 2 basement dan 5 lantai inidimulai pada tahun 2013 dan selesai di tahun 2016 ini, telah siap digunakan untuk pelayanan rumah sakit yang meliputi 16 layanan sesuai standar penilaian Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Selama kurang lebih 3 tahun proses pembangunan gedung, pada tahap eksisting menghabiskan dana sebesar Rp. 157.798.523.346 yang terdiri dari Rp. 112.544.761. berasal dari dana APBD, Rp. 13.290.770.291 berasal dari dana BLUD, dan Rp. 31.962.992.055  berasal dari dana pinjaman.

Proses pembangunan gedung BPMPPT dimulai dari tahun 2013 dan selesai pada tahun 2015 dengan menghabiskan dana sebesar Rp. 4.843.998.000,- (4 milyar, 843 juta 998 ribu rupiah). Pembangunan ini juga dilengkapi dengan akses jalan dari Jalan Magelang dan dari Beran untuk memudahkan masyarakat menuju gedung BPMPPT. Keberadaan gedung baru ini memudahkan masyarakat dalam memproses perizinan diantaranya Izin perubahan penggunaan tanah, IPT, siteplan, SKTBL, IMB, IMB reklame, Izin Gangguan, SIUP, TDUP dan Pemondokan.

Sedangkan pembangunan gedung Kecamatan Sleman dimulai tahun 2014 terdiri dari 2 lantai dengan luas keseluruhan seluas 760 M2. Proses pembangunan Gedung Kecamatan Sleman ini menghabiskan dana sebesar Rp. 2.582.720.000  (2 milyar 582 juta 720 ribu rupiah). Gedung baru ini, kami fungsikan sebagai gedung pelayanan terpadu kecamatan Sleman. Untuk selanjutnya, mulai tahun ini,  juga akan di bangun pendopo dan penataan halaman, dengan rencana anggaran sebesar Rp. 1.163.680.000,00 (1 milyar 163 juta 680 ribu rupiah).

17
May

Lestarikan Budaya, Kecamatan Ngemplak Gelar Lomba Dolanan Anak

Sleman, Senin  tanggal 16 Mei 2016 halaman Kecamatan Ngemplak dilaksanakan lomba Dolanan Anak yang diikuti oleh 12 Sekolah Dasar/SD  di Wilayah Kecamatan Ngemplak, Panitia Hari Jadi Kab.Sleman Kecamatan Ngemplak Beska, SH dalam sambutan pembukaan menyampaikan lomba dolanan anak yang diperankan atau dimainkan oleh murid-murid SD secara berkelompok antara 5 s/d 12 anak, diantaranya  jaranan, jamuran, permainan egrang, sepatu batok, jetungan, tembang – tembang anak,  dll. Juri  lomba dolanan anak ada 3 (tiga ) orang dari Guru kesenian yang ada di wilayah Kec.Ngemplak sarjana lulusan ISI.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyemarakkan dan memeriahkan  peringatan  Hari Jadi Ke- 100 Tahun atau Satu Abad Kabupaten Sleman. Panitia Hari Jadi menekankan  bahwa permainan dolanan anak ini merupakan  pelestarian terhadap permainan anak-anak waktu lampau  sebelum  tahun 1990 an, namun dengan perkembangan zaman  dan era digital yang sangat pesat, permainan atau dolanan anak pada saat ini sangat jarang dijumpa, padahal permainan dolanan anak ini sangat banyak makna pendidikan yang terkandung di dalammnya, di antaranya kekompakan, kejujuran, kebersamaan  yang akan menjadikan anak penuh tanggung jawab apabila terlibat dalam permainan tersebut.

Sementara itu Camat Ngemplak Subagyo dalam kesempatan yang sama menyampaikan dolanan anak memang harus dilestarikan dan diperkenalkan terhadap anak-anak sekarang,  jangan hanya mempelajari teknologi  permainan  yang ada Gadget  karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi dan melestarikan budanya. Adapun juara lomba dolan anak ini untuk juara I SD Randusari, Juara II SD Model, Juara III SD Kejambon. Untuk juara I mewakili Kecamatan Ngemplak direncanakan akan maju lomba tingkat Kabupaten pada akhir bulan Mei.

16
May

Prosesi Bedhol Praja Awali Peringatan 1 Abad Sleman


Puncak acara hari Jadi satu abad  Kabupaten sleman tahun 2016 didahului dengan penyerahan dokumen dari juru kunci /pengageng Ambarukmo kepada ketua pantia hadi jadi satu abad sleman Sukarno, SH. Hadir pada kesempatan tersebut semua camat dan kepala desa se kabupaten sleman. Untuk memeriahkan , terutama menandai satu abad kabupaten sleman tersebut semua punggawa yang terdiri dari camat, Kepala desa, Dimas/diajeng kabupaten sleman dan beberapa bregodo dengan menaiki kereta/andong sebanyak 25 kereta. Urutan kirab bregodo tersebut pertama pasukan berkuda yang terdiri tiga prajurit diikuti kereta yang dinaiki ketua panitia dan Kabag Organisasi, kereta dimas/diajeng dan diikuti pasukan/bregodo Camat dan kepala desa. Sebagai pembuka jalan diawali dengan kesenian gamelan yang dimainkan live di atas kendaraan tronton.
Kirab mengawal dokumen dari Ambarukmo tersebut dengan menyusuri  Jalan Solo ke arah barat sampai perempatan Pingit, menyusuri jalan Magelang dan kumpul di Tugu Adipura Mulungan, selanjutnya berangkat menuju Pendopo Parasamya kabupaten sleman dengan jalan kaki. Mekipun hujan deras namun tidak mengendorkan semangat bregodo untuk mengawal dokumen bersejarah tersebut.
DI Pendopo Parasamya dokumen yang dibawa dari Ambarukmo tersebut oleh ketua panita hari jadi satu abad sleman diserahkan kepada Bupati Sleman Sri Purnomo didampingi seluruh pejabat Pemkab Kabupaten Sleman. Prosesi Bedhol Projo merupakan sebuah upaya merekonstruksi salah satu peristiwa bersejarah pada masa Bupati Sleman dijabat oleh  KRT Murdodiningrat tahun 1964, memindah pusat pemerintahan Kabupaten Sleman dari Petilasan Dalem Pendopo Ambarukmo ke Desa Beran, Tridadi, Sleman. Pada masa ini pula Kabupaten Daerah Tingkat II Sleman memiliki lambang daerah dengan bentuk persegiempat yang melambangkan prasaja dan kekuasaan.
Pemaknaan filosofis dengan dipindahkannya pusat pemerintahan saat itu adalah untuk lebih mendekatkan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Lokasi pusat pemerintahan berada di Desa Beran Kecamatan Sleman merupakan lokasi yang strategis berada pada tengah-tengah wilayah Kabupaten Sleman. Dengan momentum usia 1 abad  dan mengingat kembali nilai-nilai semangat bedhol projo, Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menyegarkan semangat pengabdiannya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Sleman.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.