Arsip Kategori: Berita

15
Aug

Satpol PP Tegas Menertibkan PKL di Kawasan Denggung

Pemerintah Kabupaten Sleman lakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menyalahi aturan di kawasan Denggung pada hari Rabu (14/8). Penertiban dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan melibatkan berbagai unsur di Instansi Pemerintah Kabupaten Sleman. Penertiban menyasar kepada sejumlah pedagang yang meninggalkan barang maupun peralatan dagangnya di kawasan Denggung. Petugas Satpol PP menyisir kawasan Denggung selatan terlebih dahulu dengan membongkar sejumlah lapak dagang yang ditinggal pemiliknya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Hery Sutopo mengatakan bahwa kawasan Denggung merupakan halaman muka Kabupaten Sleman. Menurutnya, kawasan Denggung menjadi ruang publik yang sangat menarik masyarakat, maka dari itu perlu ada perhatian bagi penataan kawasan dalam beberapa hal termasuk ketertiban. “Kawasan Denggung merupakan wajah pintu masuk ibukota Sleman, apalagi menjelang peringatan HUT RI ke 74 kita tertibkan, bukan karena itu saja. Ini berlanjut sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat terkait penataan kawasan yang harus memperhatikan sanitasi, ketertiban dan lainnya.” ujarnya.

Terkait keberadaan PKL di kawasan Denggung, Hery memahami para pedagang yang memanfaatkan kawasan tersebut untuk berdagang. Namun demikian, pemanfaatan kawasan Denggung oleh pedagang ini memiliki peraturan seperti yang telah disepakati antara Pemerintah Kabupaten dengan 50 PKL di Kawasan Denggung. “PKL ini adalah warga masyarakat kita sendiri. Mereka mencari penghasilan dengan memanfaatkan keramaian Denggung. Namun demikian Pemkab Sleman juga harus menata, agar kerapian, keamanan, kenyamanan juga bisa kita jaga. Tetapi PKL kita juga beri kesempatan melalui penataan yang kita lakukan supaya semua bisa kita akomodasi,” katanya.

Adapun mengenai kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan paguyuban PKL kawasan Denggung telah disepakati jam operasi para pedagang yang dibagi menjadi tiga waktu. Namun demikian masih ditemukan sejumlah pedagang yang tidak mengindahkan kesepakatan tersebut dengan memasang lapak dagangan semi permanen di kawasan Denggung, serta meninggalkan sejumlah alat dagang di kawasan Denggung.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Emmy Retnosasi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dalam penataan PKL di Kawasan Denggung, saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyiapkan lokasi baru bagi PKL yang terdaftar dalam kesepakatan sebelumnya. Lokasi tersebut bertempat di sebelah selatan Pasar Beran dengan kapasitas yang dinilai akan cukup untuk mengakomodasi PKL di Kawasan Denggung. Namun, relokasi bagi PKL tersebut saat ini masih belum bisa dilaksanakan mengingat perlu adanya koordinasi dan dialog antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan PKL di Kawasan Denggung.

15
Aug

Warga Kalasan Meriahkan HUT RI Lewat Baris Berbaris

Warga Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, menggelar lomba baris-berbaris dalam rangka memperingati HUT ke74 RI, Rabu (14/8), dengan start di lapangan Raden Ronggo, Kalasan. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. Ribuan masyarakat turut menyaksikan kegiatan tersebut. Ada sebanyak 126 regu yang turut serta dalam lomba ini. 126 regu tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yakni kategori SD, SMP, SMA/umum, yang seluruhnya berasal dari Kecamatan Kalasan. Peserta lomba berjalan kurang lebih 5 kilometer di sekitar lapangan Raden Ronggo, Kalasan. Selain lomba baris berbaris, dalam acara tersebut juga diadakan pawai budaya yang diikuti oleh 12 group serta pameran UMKM binaan Kecamatan Kalasan.

Dalam sambutannya ia mengapresiasi semangat masyarakat demi menyemarakkan kegiatan HUT ke-74 RI. Menurut Sri Muslimatun kegiatan tersebut merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam meningkatkan pembangunan di Kabupaten Sleman yang lebih berbudaya. Disampaikan pula dengan diadakannya pameran UMKM dalam acara tersebut akan dapat mendorong roda perekonomian di Kabupaten Sleman. “Meskipun berpanas-panasan, tapi tetap semangat. Ini luar biasa” ucapnya.

Sementara Camat Kalasan, Siti Anggraeni Susila Prapti, SH, MM mengatakan bahwa acara tersebut bertujuan supaya masyarakat dapat turut berkontribusi nyata dalam memperingati hari kemerdekaan RI. Sehingga menurutnya generasi muda dapat pengalaman positif sebagai bekal untuk masa depannya. Ia berharap dengan diadakannya acara ini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air bagi seluruh warga masyarakat. “Maka ini kita adakan, tidak ada batasan usia, mulai dari anak SD sampai masyarakat umum semua berpartisipasi”, jelasnya.

Acara ini merupakan agenda yang rutin diadakan oleh Pemerintah Kecamatan Kalasan setiap menjelang peringatan HUT RI. Pada kesempatan tersebut juga digelar gladi kotor prosesi upacara kemerdekaan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan serta pihak terkait lainnya.

15
Aug

Hari Pramuka, Sri Purnomo Himbau Kaum Muda Tidak Terprovokasi HOAKS

Bupati Sleman, Sri Purnomo ajak Pramuka peka dalam memilih informasi. Hal tersebut karena dirinya merasa prihatin dengan kondisi saat ini, dimana banyak generasi muda dengan mudah diprovokasi berita bohong hanya melalui lini masa yang belum jelas sumber beritanya. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam pidato saat menjadi pembina upacara Apel Besar Hari Pramuka Ke-58  2019 Kabupaten Sleman di Lapangan Margokaton, Seyegan pada Rabu (14/8/19). “Berbagai isu yang dikemas dalam bentuk berita bohong atau hoaks merupakan ancaman nyata bagi persatuan bangsa,” tuturnya. Menurutnya dibutuhkan budaya tabayyun atau kebiasan meneliti setiap kebenaran berita. Dengan kebiasaan tersebut diharapkan setiap Pramuka dalam menciptakan sinergitas dan keutuhan bangsa.

“Melalui kesempatan ini saya menghimbau kepada seluruh jajaran Pramuka untuk merapatkan barisan bekerjasama secara sinergis untuk membentuk Pramuka yang berkarakter kuat sehingga tidak mudah terbawa arus serta memiliki integritas yang baik,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga meyakini bahwa gerakan Pramuka dapat menyatukan bangsa ketika banyak pihak memiliki berbagai kepentingan. Hal ini karena tugas dan fungsi Pramuka diantaranya yaitu mendidik kaum muda agar berkepribadian, berjiwa patriotik dan memiliki jiwa bela Negara berdasarkan nilai-nilai universal yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.

Pada Apel Besar Hari Pramuka tersebut Bupati Sleman juga menyerahkan langsung penghargaan Pramuka Garuda pada Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega. Penghargaan tersebut  merupakan pencapaian kecakapan umum tertinggi di tiap golongan Pramuka. Apel Besar Hari Pramuka Kabupaten Sleman tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan kesenian seperti Badui, marching band, kesenian beladiri Saka Bhayangkara Kwartir Cabang Seyegan dan tari-tarian.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.