Arsip Kategori: Berita

27
Nov

PMI Sleman Evaluasi Layanan Darah Gratis

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman lakukan Evaluasi Pelayanan Darah dengan rumah sakit mitra  di Dalem Agung Palagan, Ngaglik, Sleman pada Selasa (26/11/19). Evaluasi ini mengundang 28 rumah sakit negeri maupun swasta yang menjadi mitra PMI Kabupaten Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang hadir dalam evaluasi tersebut menjelaskan bahwa dari 28 rumah sakit yang ada di Kabupaten Sleman, baru 17 rumah sakit yang yang menggunakan fasilitas Lada Manis (Layanan Darah di Sleman Gratis).

“Inikan sayang sekali, jangan-jangan mereka memang tidak tahu karena tidak mendapat sosialisasi atau karena mereka memang tidak mau tahu. Padahal pelayanan darah gratis inikan betul-betul untuk kemaslahatan dan keselamatan pasien,” kata Muslimatun.

Menurutnya, Pemkab Sleman telah mengeluarkan Peraturan Bupati No 38.26  Tahun 2018 yang mengatur tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Jaminan Biaya Pengganti Pengolahan Darah. Dalam Lada Manis ini, Pemkab Sleman menyediakan 10.000 kantong darah yang dapat diakses pasien ber KTP Sleman.

Muslimatun berharap setelah evaluasi ini, rumah sakit yang belum menggunakan fasilitas Lada Manis dapat ikut serta menggunakan fasilitas tersebut.

“Kita harapkan melalui evaluasi ini nanti ada masukan-masukan dari PMI dengan dialog dengan rumah sakit yang ada di Sleman agar sepakat bahwa layanan darah gratis ini diperlukan dalam rangka memberikan layanan kesehatan bagi warga Sleman,” tambah Muslimatun

Sementara itu Aji Wibowo perwakilan PMI Kabupaten Sleman mengatakan bahwa layanan darah gratis merupakan layanan dasar yang wajib disediakan pemerintah. Dalam hal ini Pemkab Sleman mempercayakan layanan darah gratis untuk masyarakat Sleman pada PMI Kabupaten Sleman.

“Lada Manis baru berjalan pada tahun pertama. Evaluasi ini untuk mendapatkan masukan dari rumah sakit mitra serta memperbaiki sesuatu yang sekiranya masih kurang terkait layanan darah gratis,” kata Aji.

27
Nov

Pendaftar CPNS Sleman Capai 9000

Jumlah pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Sleman berdasarkan pantauan pada Selasa siang (26/11/19) capai 9.101 pendaftar. Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman, Suyono mengatakan bahwa dari jumlah pendaftar tersebut, yang sudah melakukan submit sebanyak 8.929 pendaftar dan yang sudah memasukan berkas sebanyak 7.686 pendaftar.

Jumlah ini akan bertambah karena penyerahan berkas pendaftar yang telah melakukan submit hingga Selasa (26/11/19) pukul 23.59 WIB ditunggu hingga Rabu (27/11/19) mulai pukul 08.00-15.00 WIB. “Jumlah peminat seleksi CPNS di luar perkiraan, karena Pemkab Sleman memprediksikan hanya 7.000-an pendaftar,” jelas Suyono.

Menurutnya tahun ini Kabupaten Sleman mendapatkan kuota 643 formasi CPNS. Adapun rincian kuota tersebut yaitu tenaga pendidikan 346 formasi, tenaga kesehatan 214 formasi, dan tenaga teknis 84 formasi. Suyono mengatakan bahwa para pendaftar CPNS 2019 bukan hanya warga Sleman, tapi juga warga luar daerah seperti dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Untuk melayani pemberkasan, pihaknya mengerahkan 30 tenaga BKKP ditambah dengan tim IT dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo). “Kami membuka 10 loket yang terdiri 8 loket umum dan 2 loket khusus ibu hamil dan membawa anak kecil,”jelasnya.

26
Nov

Pemkab Sleman Serahkan Seperangkat Gamelan Pada 13 Kelompok Kebudayaan

Pemerintah Kabupaten Sleman menaruh perhatian yang besar terhadap kemajuan kebudayaan. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya penyerahan seperangkat Gamelan Besi Pelog Slendro kepada Kelompok Masyarakat Kebudayaan Tahun 2019. Kegiatan ini dilaksanakan Minggu, 25 November 2019 di Gedung Kesenian Sleman.

Acara penyerahan gamelan dimeriahkan dengan penampilan tari Retno Asri dari sanggar Wijayakusuma Ngemplak dimana salah satu penarinya adalah Camat Ngemplak Dra. Siti Wahyu Purwaningsih. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan tari Klono Topeng dari Sanggar Sekar Ngrayung Prambanan serta ditutup dengan pagelaran kethoprak lakon Kraman Tidar dari Forum Budaya Kecamatan Kalasan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman HY. Aji Wulantara, SH, M.Hum menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari upaya nyata Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mewujudkan masyarakat Sleman yang berbudaya, sesuai dengan amanat visi Bupati yaitu “Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan Terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency pada tahun 2021”. Penyerahan gamelan kepada kelompok masyarakat kebudayaan juga merupakan implementasi Pasal 44 UU No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yakni bahwa tugas pemerintah dalam upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia dilaksanakan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

“Tujuan penyerahan gamelan kepada kelompok masyarakat kebudayaan ini untuk memberikan motivasi kepada kelompok masyarakat kebudayaan melalui penyediaan sarana dan prasarana kebudayaan yang secara riil dibutuhkan oleh masyarakat. Sekaligus untuk meningkatkan kecintaan terhadap budaya sendiri di tengah-tengah peradaban dunia yang semakin kompleks dan kompetitif,” jelasnya.

Adapun penerima gamelan besi pelog slendro diberikan kepada 13 (tiga belas) kelompok masyarakat kebudayaan berdasarkan pengajuan proposal tahun 2017 yakni:  1 Kelompok Masyarakat Seni Karawitan dan Pedhalangan Laras Budoyo Bandung Kulon, Tambakrejo, Tempel, 2 Kelompok Masyarakat Sanggar Pakari Budaya Badran Kidul, Sendangsari, Minggir, 3 Kelompok Masyarakat Kethoprak Sentono Budoyo Mranggen Tegal, Sinduadi, Mlati, 4 Kelompok Masyarakat Karawitan Ngudi Budoyo Brayut Tanjung, RT 01, RW.23, Wukirsari, Cangkringan, 5 Kelompok Masyarakat Bregodo Poeroboyo Sribit, Sendangtirto, Berbah, 6 Kelompok Masyarakat Seni Karawitan dan Kethoprak Lestari Budoyo Pogung Kidul, Sendangadi, Mlati, 7 Kelompok Masyarakat Kesenian Madyo Ratri Tambakan RT 03 RW 11, Sindumartani, Ngemplak, 8 Kelompok Masyarakat Sanggar Seni Sekar Ngrayung Candirejo, Bokoharjo, Prambanan, 9 Kelompok masyarakat Sanggar Seni Wijaya Kusuma Karanganyar RT 01 RW 46, Wedomartani, Ngemplak, 10 Kelompok Masyarakat Sanggar Karawitan dan Pendhalangan Madyo Laras Jarakan, Sendangrejo, Minggir, 11 Kelompok Masyarakat seni Tradisional Sekar Gadung Gadung, Bangunkerto, Turi, 12 Kelompok Masyarakat Wayang Orang Krido Bekso Mudo Babadan, Wedomartani, Ngemplak, 13 Kelompok Masyarakat Kesenian Kethoprak Taruno Budoyo Tawangrejo, Purwobinangun, Pakem.

Sementara itu Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si dalam sambutannya mengatakan upaya pengembangan seni budaya membutuhkan sinergi berkesinambungan dari pemerintah, swasta, masyarakat dan pelaku seni. “Saya meyakini bahwa seni budaya bukan hanya dipandang sebagai warisan melainkan aset yang memiliki nilai yang bila terus dikembangkan memiliki nilai baik bagi para pelaku seni maupun masyarakat penikmati seni itu sendiri,” ujar Sri Purnomo.

Menurutnya perangkat gamelan yang hari ini diserahkan dapat meningkatkan minat dan bakat masyarakat dalam berkesenian.  Terlebih sebagai bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Sleman memiliki konsekuensi terhadap pelestarian dan pengembangan budaya. Dengan bantuan seperangkat gamelan ini, Pemkab Sleman mengajak seluruh warga masyarakat untuk kembali mengeksplorasi, menghidupkan dan mengembangkan berbagai budaya Ngayogyokarto yang ada dalam kehidupan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut penyerahan gamelan diserahkan oleh Bupati didampingi Kadin Kebudayaan, Dewan Kebudayaan dan Anggota DPRD Kabupaten Sleman dengan penyerahan simbolis Rebab kepada penerima.



               
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.