Arsip Kategori: Berita

16
Sep

Pemkab Sleman Fasilitasi Izin Mendirikan Bangunan Tempat Ibadah

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) pada Selasa dan Rabu, 15-6 September 2020 sosialisasikan Peraturan Bupati Sleman Nomor 12.2 Tahun 2019. Perbup tersebut mengatur tentang izin mendirikan bangunan rumah ibadah dan tempat ibadah.

Kepala Bakesbangpol Sleman, Heri Sutopo mengatakan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan secara daring di Aula Unit I Komplek Pemda Sleman tersebut mengundang berbagai komponen masyarakat meliputi kapanewon, kalurahan, Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) dan OPD terkait.

Menurutnya saat ini di Sleman banyak rumah ibadah yang sudah dibangun lama namun belum memiliki izin. “Sosialisasi  ini bentuk kepedulian dan fasilitasi dari pemerintah daerah agar warganya tentram, rukun dan semua bisa menjalankan ibadah dengan baik maka rumah ibadah yang ada agar diinventarisir kemudian didaftarkan untuk mendapatkan ijin,” ujarnya.

Heri menjelaskan bahwa total rumah atu tempat ibadah di Sleman yang sudah ber IMB pada tahun 2019 sebanyak 2.277. “Pada tahap II ini kita sedang proses menginventarisir kembali berapa jumlahnya,” tambah Heri.

Perwakilan FKUB Kabupaten Sleman, Nadjmuddin salah satu narasumber dalam sosialisasi tersebut menjelaskan bahwa rumah atau tempat ibadah yang memiliki izin akan menjadi resmi dan mendapat perlindungan hukum oleh negara.

“Selain itu juga akan memberikan rasa tentram dalam melaksanakan ibadah bagi penganutnya dan mendapatkan keadilan dari pemerintah seperti bila terjadi penggusuran, mendapat bantuan renovasi maupun pembangunan,” kata Nadjmuddin.

Lebih lanjut Nadjmuddin menjelaskan langkah-langkah pendirian rumah ibadah terdiri dari tiga tahap. Adapun tahapannya yaitu mengajukan surat permohonan rekomendasi ke FKUB Kabupaten Sleman yang kemudian akan dilakukan verifikasi administrasi dan lapangan.

“Setelah verifikasi dilakukan maka FKUB akan mengeluarkan surat rekomendasi,” jelasnya.

Nadjmudin juga menjelaskan bahwa pengajuan surat permohonan tersebut juga dilampiri beberapa dokumen. Dokumen tersebut antara lain status tanah yang akan digunakan, membuat berita acara sosialisasi pendirian rumah ibadah dibuktikan dengan daftar hadir peserta sosialisasi, data pengguna 90 orang dan pendukung 60 orang dibuktikan dengan foto copy KTP dilegalisir desa atau notaris.

“Dokumen lainnya yaitu susunan pengurus rumah ibadah dan panitia pembangunan, denah lokasi, gambar dan RAB, keterangan batas tanah dan apabila berbadan hukum maka melampirkan copy akte pendirian serta SK Menkumham dan NPWP Yayasan”

Sementara untuk pengurusan rumah ibadah yang sudah berdiri sebelum Perbup tersebut diberi kemudahan atau dispensasi dalam mendapatkan IMB. Adapun langkah-langkahnya yaitu melaporkan ke KUA untuk dilakukan identifikasi. Setelah identifikasi, KUA akan membuat laporan ke Bakesbangpol dan akan dilakukan kajian oleh tim verifikasi.

“Setelah itu tim verifikasi memberikan surat hasil verifikasi ke Byupati untuk mendapatkan dispensasi. Kemudian rumah ibadah membuat surat permohonan ke Bupati untuk mendapatkan IMB,” tambahnya.

14
Sep

Pemkab Sleman Serahkan 898 IMB Pada Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT)  menyerahkan Surat Keputusan (SK) Izin Mendirikan Bangunan Dispensasi (IMB) dan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) kepada masyarakat bertempat di kediaman Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Harda Kiswaya, di Padukuhan Kowanan, Desa Sidoarum, Kapanewon Godean, Sabtu (12/9). SK diserahkan secara langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Dalam sambutannya Sri Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan sosialisasi terhadap masyarakat yang belum mengurus IMB dan izin untuk usaha mikronya, untuk segera mengurusnya. Menurutnya masyarakat dapat mengajukan izin tersebut baik secara personal ataupun kolektif.

“Pemerintah Kabupaten Sleman selalu berupaya memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat yang ingin mengurus legal formal IMB dan IUMK. Ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat bahwa segala kegiatan masyarakat agar diurus perizinannya”, ungkapnya.

Sementara Kepala DPMPPT Kabupaten Sleman, Retno Susiati, SH.,MH., melaporkan bahwa pada kesempatan tersebut ada sebanyak 898 IMB yang diserahkan kepada masyarakat. IMB tersbeut diantaranya dibagikan kepada warga Padukuhan Kowanan sebanyak 75 IMB, warga Padukuhan Kwagon Kapanewon Godean sebanyak 63 IMB, warga Padukuhan Gamplong Kapanewon Moyudan sebanyak 279 IMB, warga Desa Pandowoharjo Kapanewon Sleman sebanyak 174 IMB, warga Padukuhan Kuwang Kapanewon Cangkringan sebanyak 101 IMB, warga Padukuhan Randusari Kapanewon Cangkringan sebanyak 159 IMB dan warga Padukuhan Sribit Kapanewon Berbah sebanyak 47 IMB.

“Silahkan bagi masyarakat yang ingin mengurus IMB dan IUMK, kami memberikan waktu tambahan di hari Sabtu, yakni di jam 08.30 sampai 11.30”, jelas Retno,

Ia juga melaporkan bahwa sejak tahun 2018 pihaknya mendapat kurang lebih 7000 pengajuan dari masyarakat dan telah terbit izinnya. Adapun rincian dari jumlah tersebut, lanjutnya, yakni di tahun 2018 lalu ada sebanyak 984 izin, tahun 2019 ada 3215 izin, dan tahun 2020 ini ada sebanyak 2850 izin yang dikeluarkan.

“Beberapa IMB yang sudah jadi telah diambil sendiri oleh masyarakat, dan ada yang dikirim lewat pos sesuai alamatnya”, ungkapnya.

14
Sep

Cegah Penyebaran Covid-19, Hasto Ajak Tingkatkan Ketahanan Keluarga

Memasuki masa kebiasaan baru, setiap perilaku anggota keluarga harus dapat beradaptasi untuk mencegah penularan Covid-19. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan bahwa untuk mencegah penularan tersebut diperlukan upaya untuk memulihkan dan memperkuat ketahanan keluarga.

“Salah satu cara untuk memperkuat ketahanan keluarga adalah meningkatkan asah, asih dan asuh,” ujarnya dalam acara Sosialisasi Program Bangga Kencana dan pencegahan Covid-19 berbasis keluarga di Kampung Flory, Beran, Tridadi, Sleman, Sabtu (12/9/20) .

Peningkatan asah, asih dan asuh dalam keluarga menurutnya sebagai cerminan dari delapan fungsi keluarga, sehingga terwujud keluarga berkualitas yang ditandai dengan tentram, bahagia dan mandiri. Dalam masa pandemi, upaya anggota keluarga untuk dapat beradaptasi secara aktif dalam upaya pemutusan Covid-19 sangat penting.

“Keluarga merupakan unit sosial tak tergantikan dan lokus utama kehidupan individu. Bahkan keluarga menjadi ujung tombak dalam upaya pendidikan baik formal maupun informal dalam masa pandemi covid-19,” tambahnya dalam sosialisasi yang diikuti 100 orang dari unsur Generasi Berkarakter (GenRe) dan Kader Kelompok Kegiatan KB ini.

Senada dengan Hasto, Bupati Sleman, Sri Purnomo yang hadir dalam acara tersebut juga menegaskan pentingnya ketahanan keluarga dalam memutus penyebaran Covid-19. Menurutnya komunikasi yang baik dalam keluarga perlu dibangun untuk saling menjaga dan memberikan pemahaman mengenai bahaya dan langkah antisipasi penanganan virus ini.

Ia juga berharap melalui keluarga, upaya edukasi mengenai protokol kesehatan yang diterapkan sebagai kebiasaan baru dapat ditanamkan pada setiap individu dalam keluarga tersebut.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini dengan harapan dapat memberikan pemahaman bagi generasi muda dan masyarakat akan pentingnya ketahanan keluarga dalam memutus penyebaran Covid-19,” jelas Sri Purnomo.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.