Arsip Kategori: Berita

31
May

Harga Pangan di Sleman Jelang Lebaran Tetap Stabil

Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H, Bupati Sleman Sri Purnomo beserta  Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta melakukan pantauan harga dan bahan berbahaya di Pasar Jangkang, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Rabu (29/5/2019). Dalam pantauan tersebut Sri Purnomo menyatakan bahwa secara umum harga bahan pangan di Pasar Jangkang masih stabil. Pantauan tersebut seperti daging, ayam, telur, beras. Selain itu, Ia pun menegaskan ketersedian produk komoditas di tingkat distributor aman hingga menjelang lebaran. “Harga tidak naik, daging masih sementara 120ribu,” paparnya.

Ia juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk belanja sesuai dengan kebutuhannya, karena menurutnya hal tersebut dapat mempengaruhi tingginya harga bahan pokok di pasaran.

Salah satu tujuan diselenggarakannya pantauan ini juga untuk memonitoring makanan yang mengandung bahan berbahaya, seperti, seperti formalin, borak, dan rhodamin B. Pada pantauan ini sejumlah bahan berbahaya ditemukan pada seperti pada kerupuk, mie, dan teri nasi. Makanan yang menjadi temuan langsung di amankan dan penjual diberikan pembinaan dan pemahaman tentang makanan sehat. Ia berharap BPPOM Yogyakarta dapat segera menindaklanjuti temuan tersebut, termasuk menghentikan mata rantai peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut.“Hal tersebut guna memberikan jaminan kepada masyarakat agar makanan itu aman dikonsumsi,” kata Sri Purnomo.

Kepala BBPOM Yogyakarta Rustyawati mengatakan dari 26 sample hampir 20% mengandung bahan berbahaya. “Teri nasi selalu positif formalin, cumi kering, kerupuk karak, dan mie mengandung boraks,” katanya. Ia mengakui banyaknya ditemukan makanan mengandung bahan berbahaya dipasar salah satu faktornya dikarenakan kurangnya informasi dan edukasi tentang produk yang dijual oleh pedagang. “Maka daripada itu kami berikan edukasi dan peringatan kepada pedangang yang didapati menjual makanan mengandung bahan berbahaya,” tambahnya.

4 Attachments

29
May

Pasokan LPG Sleman Dijamin Aman

Ketersediaan Gas LPG ukuran 3 kg di Kabupaten Sleman menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2019 dinilai aman. Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Emy Retnosasi berdasarkan hasil pemantauan gas LPG 3 kg selama dua hari yaitu pada hari Senin (27/5) di Wilayah Kecamatan Prambanan, dan pada hari Selasa (28/5) di Wilayah Pakem dan Cangkringan. Pemantauan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman meliputi agen-agen yang tersebar di wilayah Sleman Timur. Seluruh agen yang dikunjungi dipilih secara acak guna mengambil sampel dari masing-masing wilayah.

“Dalam pantauan yang telah dilakukan dalam dua hari, kami ingin mengetahui apakah agen dan pangkalan menjual dengan harga yang telah ditentukan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Nasional yaitu Rp.15.500,-“ jelas Emy Retnosasi. Selain terkait harga, dirinya juga menjelaskan bahwa dalam pemantauan tersebut, pihaknya ingin memastikan  penjualan gas LPG 3 kg yang merupakan gas bersubsidi ini tepat sasaran dan merata untuk masyarakat. Hal tersebut dalam rangka antisipasi kelangkaan gas LPG di Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut, Emy Retnosasi menuturkan bahwa tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengusulkan penambahan fakulatif gas LPG 3 kg untuk wilayah Kabupaten Sleman, Sehingga seluruh agen di Kabupaten Sleman mendapatkan tambahan fakultatif 5% sampai dengan 7% dari kuota. “Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina terkait penambahan fakultatif dan menurut informasi tidak hanya gas lpg 3 kg yang mendapatkan tambahan, tetapi juga Baham Bakar Minyak (BBM) ada penambahan 10%,” tuturnya.

Maka dari itu, terkait ketersediaan gas LPG 3 kg di wilayah Kabupaten Sleman setelah dilakukan pemantauan harga dan stok di Kabupaten Sleman dinilai aman dan relatif stabil. Emy juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir terkait kesediaan gas LPG 3 kg sampai dengan Hari Raya Idul Fitri 2019.

28
May

E-Pesta Wujudkan Akuntabilitas Kawasan Wisata Nasional Kabupaten Sleman

Bupati Sleman, Sri Purnomo meluncurkan aplikasi sistem Elektronik Pengawasan Pariwisata (e-Pesta) di Ruang Sleman Smart Room, Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Senin (27/5/2019). Aplikasi e-Pesta  yang diinisiasi oleh Inspektorat Kabupaten Sleman tersebut guna mewujudkan akuntabilitas Kawasan Wisata Nasional di Kabupaten Sleman yang meliputi pencegahan terhadap kecelakaan, pengaduan masyarakat dan mencegah temuan hasil pemeriksaan.
Sri Purnomo menyampaikan dengan dilaunchingnya e-Pesta merupakan upaya Pemkab Sleman dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di kawasan wisata.
“Melalui e-Pesta akan memudahkan pelaksanaan pengawasan dan verifikasi laporan pembinaan kepariwisataan oleh Inspektorat sehingga dapat memberikan perlindungan optimal bagi pelaku pariwisata ataupun wisatawan,” kata Sri Purnomo.
Sri Purnomo berharap e-Pesta memberikan kontribusi untuk meminimalisir temuan pemeriksaan dibidang pariwisata. Kemudahan proses pengawasan dan pembinaan di bidang pariwisata akan mencipatakan efisiensi dan efektivitas baik dalam aspek waktu maupun verifikasi data pembinaan kepariwisataan, tambahnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ida Bagus Anom selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali mengatakan e-Pesta harus memberikan kemudahan dan manfaat bagi semua kalangan.
“Aplikasi e-Pesta yang dikembangkan harus mampu memberikan kemudahan bagi instansi pemerintah dalam pengawasan dan pelayanan publik bagi pelaku pariwisata dan wisatawan di Kabupaten Sleman,” kata Ida.
Sementara itu, Budiharjo, M.Si. selaku Kepala Inspektorat menjelaskan e-Pesta adalah salah satu inovasi Program Tri Pakarti Musna yang merupakan implementasi dari proyek perubahan dalam rangka melaksanakan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat II angkatan 22 tematik pariwisata yang diikuti oleh Budiharjo beberapa saat lalu di BPSDM Provinsi Bali.
Budiharjo mengatakan masyarakat dapat langsung melihat data pengawasan pembinaan pariwisata melalui laman www.slemankab.go.id/epesta. Di laman tersebut masyarakat bisa memantau langsung hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh OPD terkait. Selain itu, masyarakat diberikan kemudahan untuk merespon kegiatan tersebut melalui fasilitas surat warga.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.