Arsip Kategori: Berita

7
Apr

Jelang Ramadhan, Pemkab Sleman Tinjau Ketersediaan Elpiji dan Bahan Bakar

Menjelang memasuki bulan Ramadhan tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Pertamina Sales Area Yogyakarta melakukan pemantauan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Elpiji di wilayah Sleman, Selasa (6/4).

Pantauan tersebut menyasar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Dan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di wilayah Sleman utara beserta sejumlah agen dan pangkalan Elpiji.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Sleman, Emmy Retnosasi mengatakan bahwa menjelan bulan Ramadhan tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Sleman ingin memastikan ketersediaan BBM dan Elpiji di wilayah Sleman aman.

“Pemkab Sleman dalam hal ini (pantauan) tentu untuk memastikan bagaimana ketersediaan BBM dan Elpiji di sejumlah agen juga SPBU dan SPBE,” jelas Emmy Retnosasi disela pantauan tersebut.

Selain itu, Emmy juga menuturkan bahwa tinjauan tersebut juga dimaksudkan untuk mendapatkan informasi terbaru kondisi di lapangan mengingat sampai saat ini masih adanya pandemi Covid-19 termasuk di wilayah Sleman.

Usai melakukan tinjauan di sejumlah lokasi yang menjadi sampel, disimpulkan bahwa ketersediaan BBM dan Elpiji di wilayah Kabupaten Sleman masih relatif aman.

“Ketersediaan (BBM dan Elpiji) terpantau aman. Dapat dipastikan untuk Ramadhan tahun 2021 ini ketersediaan aman,” katanya.

Senada dengan Emmy Retnosasi, Sales Branch Manager Pertamina 2 Yogyakarta, Bastian Wibowo menyebut ketersediaan BBM dan Elpiji di wilayah Sleman mencukupi. Selain itu, Bastian juga menjelaskan bahwa sebagai antisipasi, Pertamina telah menyiapkan tambahan Elpiji fakultatif hingga 15 persen.

“Pertamina tentu sudah menyiapkan terlebih untuk antisipasi yaitu tambahan fakultatif sampai dengan 15 persen. Namun tambahan ini menyesuaikan dengan kondisinya nanti jadi batasan maksimalnya 15 persen,” jelasnya.

Tambahan fakultatif tersebut nantinya akan disebar ke seluruh agen yang berada di wilayah Kabupaten Sleman dengan teknis penyaluran kepada pangkalan secara bertahap menyesuaikan kondisi atau permintaan masyarakat.

7
Apr

Kalurahan Turi Bersama UIN Sunan Kalijaga Selenggarakan Sarasehan

Pemerintah Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Sleman bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selenggarakan  Sarasehan UMKM Merapi “Ekonomi Kawasan Merapi Bangkit”, Selasa (6/4). Sarasehan yang dihadiri oleh Bupati Sleman tersebut diselenggarakan di Pendopo Kalurahan Wonokerto.

Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga, Afdawaiza yang menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut menyampaikan bahwa UMKM yang mampu bertahan saat ini diantaranya sudah terhubung dengan ekosistem digital dengan memanfaatkan marketplace yang ada di Indonesia. Selain itu, UMKM harus mampu mengadaptasikan bisnisnya dengan produk-produk inovasi.

“UMKM yang mampu bertahan saat ini juga yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, otomotif dan perbankan,” ujarnya.
Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga, Muhrisun mengatakan bahwa program ini sebagai media belajar dan pengabdian mahasiswa. Menurutnya kegiatan semacam ini diperlukan untuk memberikan kesempatan mahasiswa mengabdikan dan mengembangkan ilmunya untuk terjun langsung di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah Pemerintah Kalurahan Wonokerto menyambut baik kerjasama ini untuk memberikan ruang belajar dan mengabdikan diri mahasiswa kami pada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik program ini. Menurutnya perlu adanya kerjasama untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi. Terlebih saat ini di Jumlah UMKM di Sleman meningkat dari semula 48.000 UMKM menjadi lebih dari 60.000 UMKM di masa pandemi ini.

“Kami berharap mahasiswa dapat memberikan pendampingan melalui pelatihan untuk meningkatkan pemasaran, utamanya pemasaran melalui daring untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Sleman khususnya di wilayah Kalurahan Wonokerto,” kata Kustini.

6
Apr

Pelayanan Vaksinasi Drive Thru Berlangsung Sebulan di Prambanan

Setelah fasilitas serupa di kota-kota lainnya berfokus pada lansia, kini untuk pertama kalinya pos pelayanan vaksinasi Covid-19 dari Halodoc dan Gojek menargetkan pelaku pariwisata, pekerja transportasi publik, dan pekerja sektor publik di Kabupaten Sleman. Pos Pelayanan Vaksinasi Covid-19 Drive Thru Halodoc dan Gojek di Prambanan ini akan mengakomodir vaksinasi dosis pertama dan kedua.

“Halodoc mengukuhkan kembali komitmennya dalam mendukung program vaksinasi massal tahap kedua dari pemerintah. Pos layanan vaksinasi ini akan melayani pelaku pariwisata, pelayan publik, dan transportasi publik termasuk diantaranya para mitra driver Gojek, yang memiliki KTP atau berdomisili di Kabupaten Sleman pada 5 April-7 Mei 2021,” kata Chief of Medical Halodoc dr. Irwan Heriyanto, MARS, dalam rilisnya, Senin (5/4/2021).

Ia menuturkan, mengelola layanan drive thru bukan hal baru bagi Halodoc, mengingat kesuksesan layanan Tes Covid-19 drive thru sebelumnya telah hadir di 32 lokasi di 20 kota. Sedangkan untuk pos layanan di Prambanan ini, tercatat sebagai pos pelayanan kelima yang berlokasi di Sleman. Hal ini ntuk memberikan akses vaksinasi yang aman dan praktis dengan menyasar target prioritas baru, yaitu pelaku pariwisata, transportasi, dan pelayanan publik lainnya.

Pos Pelayanan Vaksinasi Covid-19 Drive Thru Halodoc, kata Irwan, dibuka pada 5-9 Mei 2021 pukul 08.00 – 17.00 WIB untuk penyuntikan dosis pertama dan akan dibuka kembali pada 3-7 Mei 2021 untuk penyuntikan dosis kedua. Didukung oleh tenaga kesehatan dari puskesmas setempat dan RS Bhayangkara.

Fasilitas ini mampu mengakomodir hingga 1.000 dosis vaksin setiap harinya. Bagi peserta vaksinasi yang tidak memiliki KTP Kabupaten Sleman, wajib membawa surat keterangan domisili. Selain itu, seluruh peserta vaksinasi juga wajib menunjukkan bukti surat keterangan dari tempat bekerja maupun ID Card yang masih berlaku.

Dalam sambutannya, dr. H.M. Subuh MPPM, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI mengapresiasi komitmen yang konsisten dari Halodoc dan Gojek dalam menghadirkan pos pelayanan vaksinasi drive thru. “Saya melihat kesiapan sarana dan prasarana (vaksinasi) ini sudah baik sekali. Dan yang paling penting karena sasaran berbeda dari tempat lain. Sasarannya gembira semua, tanpa rasa takut. Secara keseluruhan saya lihat dari tempat beristirahat (observasi) 30 menit, dari lingkungan yang telah disiapkan, saya kira ini prototipe yang bisa dijadikan benchmark. Mohon tetap dijaga dan terus mengawal, sehingga distribusi pemberian dan akses dapat benar-benar terjangkau dan terlaksana oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Indah Juanita mengungkapkan dukungannya, atas program vaksinasi yang dikhususkan bagi pelaku sektor pariwisata ini. “DI Yogyakarta merupakan salah satu wilayah dengan kontribusi dari sektor pariwisata yang cukup signifikan. Pemberian vaksinasi Covid-19 bagi para pelaku di sektor ini tentunya menjadi harapan baru untuk mewujudkan wisata aman di Indonesia yang diharapkan mampu untuk memulai pergerakan roda ekonomi,” kata Indah.

Sementara itu, Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Purnomo, juga menyambut baik dukungan pihak swasta dalam menyukseskan vaksinasi yang juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat. “Masyarakat yang kami targetkan untuk divaksinasi merupakan kelompok yang berada di garda terdepan dalam mendorong pemulihan roda ekonomi dan pariwisata lokal. Kami menghimbau seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan layanan ini dan bersama-sama menyukseskan program vaksinasi di Kabupaten Sleman,” kata Kustini.

Sebagai penyedia layanan kesehatan berbasis aplikasi, Halodoc menjadi andalan masyarakat untuk mendapatkan solusi kesehatan termasuk dengan memfasilitasi kemudahan akses pembuatan janji secara digital serta pengelolaan Pos Pelayanan Vaksinasi Covid-19 Drive Thru.

“Dengan sistem drive thru yang lebih aman dan nyaman, penerima vaksin hanya membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit dari proses screening kesehatan hingga observasi akhir. Inovasi ini tidak lepas dari dukungan dan semangat gotong royong yang luar biasa dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra kerja kami. Pengalaman dan kesuksesan ini akan menjadi bekal Halodoc dalam menghadirkan pos pelayanan vaksinasi drive thru yang ditargetkan akan hadir di 10 kota lainnya,” tambah dr. Irwan.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.