Arsip Kategori: Berita

19
Jun

Bupati Sleman Apresiasi Alat RDT Produksi UGM

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, mengadakan Skrining COVlD-19 untuk tenaga kesehatan puskesmas dan komunitas di Kabupaten Sleman, Kamis (18/6), . Bertempat di Puskesmas Mlati II, skrining dilakukan menggunakan alat RDT yang diproduksi sendiri oleh UGM dan diberi nama Republik Indonesia Gajah madha Hepatika Airlangga (RI GHA).

Dekan FKKMK UGM Prof. Ova Emilia mengatakan alat RDT RI GHA yang berbasis antibodi tersebut berhasil dibuat berkat kolaborasi UGM dengan Universitas Airlangga dan Laboratorium Hepatika Mataram serta didukung oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional,

Menurutnya semakin berkembangnya kasus COVlD-19 di Indonesia dan di wilayah DIY khusunya membuat masyarakat menjadi semakin takut untuk mengakses pelayanan kesehatan.

“Situasi ini perlu segera disikapi, karena dari pengalaman wabah di dunia problem utama yang dipikul oleh pelayanan kesehatan adalah meningkatnya masalah kesehatan, akibatnya banyak masalah-masalah kesehatan yang tidak tedangani dengan baik,” katanya.

Ia berharap dengan alat tes tersebut fasilitas pelayanan kesehatan dapat terbebas dari stigma dan dapat memastikan keamanan pelayanan bagi masyarakat umum. Selain itu, dengan penggunaan Rl-GHA COVlD-19 di fasilitas layanan kesehatan dan komunitas diharapkan tidak ada Iagi pasien yang terlambat ditangani

Keunggulan alat ini adalah cepat, hasil dapat dibaca dalam 15 menit, spesiflk, mudah digunakan, dan biaya produksinya juga terjangkau. Dalam jangka panjang, RI-GHA COVlD-19 akan diproduksi secara massal sehingga dapat mendukung pemantauan perkembangan COVlD-19 di Indonesia seperti untuk upaya contact tracing dan surveilans.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi berkat inovasi yang dilakukan UGM dalam membuat alat RDT RI-GHA tersebut.

“Ini bentuk upaya sinergitas dari berbagai pihak untuk bersama-sama melawan wabah tersebut,” katanya.

Terlebih menurutnya Kabupaten Sleman merupakan wadah bermukimnya ribuan mahasiswa. Dengan adanya alat tes RI-GHA tersebut tentu akan meyakinkan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat  bahwa Kabupaten Sleman siap menyambut kenormalan baru, tentu didukung dengan berbagai fasilitas Kesehatan yang sudah berstandart protokol Covid-19.

Ia berharap alat tes tersebut dapat diproduksi secara massal agar seluruh masyarakat dapat melakukan tes RDT sehingga upaya tracing lebih maksimal.

Skrining atau deteksi cepat tersebut akan dilakukan di 25 Puskesmas dan 76 dusun di Kabupaten Sleman. Diketahui,  sebanyak 81 Nakes Puskesmas Mlati II mengikuti tes RDT pada kesempatan tersebut. Adapaun untuk tes massal kepada Nakes di Kabupaten Sleman serentak akan dilaksanakan pada 22 – 23 Juni 2020 dengan target sebanyak 1500 orang tenaga kesehatan.

17
Jun

RCJIS Serahkan Bantuan Tandon Wastafel

Rotary Club of Jogja Istimewa (RCJIS) serahkan bantuan 10 set tandon / wastafel untuk di pasang diruang publik di Kabupaten Sleman. Penyerahan dilakukan langsung oleh Presiden RCJIS Lely  Widjaya kepada Bupati Sleman Sri Purnomo di Pendopo Parasamya, Komplek Setda Sleman, Selasa (16/6/2020).

Presiden RCJIS, Lely  Widjaya mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya untuk membantu Pemerintah RI dalam mengatasi Covid 19, terutama dalam mesukseskan program New Normal di masyarakat DIY, Khususnya Sleman.

Bantuan berupa 10 tandon dan wastafel tersebut nantinya akan dipasang di ruang publik yang sering dikunjungi masyarakat. Seperti Pasar Godean, Sindu Kusuma Edu Park dan sebagainya.

Ia mengakui walaupun walaupun RCJIS baru berusia satu bulan, namun pihaknya telah banyak melaksanakan kegiatan pelayanan kemanusiaan, terutama untuk membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid 19. Seperti pemberian sembako kepada masyarakat, bantuan APD kepada rumah sakit, dan bantuan masker kain kepada warga di wilayah Sleman.

“RCJIS bertujuan melaksanakan program kemanusiaan di wilayah DIY, khususnya Sleman, yang berfokus pada sosial kemasyarakatan. Seperti Kesehatan ibu dan anak, air bersih, pemeliharaan lingkungan hidup, dan pelatihan pengembangan profesi dan lainnya,” jelas Lely..

Sementara itu Sri Purnomo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada RCJIS yang telah memberikan sumbangsih terhadap penanganan Covid-19 di Kabupaten Sleman. Menurutnya penanganan wabah Corona ini akan berhasil salah satunya dengan adanya sinergitas dari berbagai pihak untuk bersama-sama melawan wabah tersebut.

“Wabah ini masih berlansung, semoga dengan adanya bantuan wastafel ini diruang publik akan lebih mengedukasi masyarakat dan tentu lebih memudahkan masyarakat untuk rutin mencuci tangan ketika berada di ruang publik,” katanya.


15
Jun

Bupati Sleman Tinjau Kesiapan Hotel dan Obyek Wisata Sambut New Normal

Dalam rangka meninjau kesiapan  penerapan prosedur kenormalan baru disektor industri pariwisata di Kabupaten Sleman, Bupati Sleman Sri Purnomo sambangi Hotel Alana dan Tebing Breksi, Jumat (12/6).

“Hari ini kita mengunjungi beberapa sektor industri pariwisata untuk meninjau kesiapan menyambut normal baru.  Setelah kita tinjau langsung kedua tempat tersebut sudah mempersiapkan segala sesuatunya sesuai dengan standart protokol Covid-19,” ungkap Sri Purnomo.

Sri Purnomo mengakui dengan protokol yang telah diterapkan, Tebing Breksi sudah siap menerima kunjungan wisatawan. Ditambah pengunjung yang menerapkan protokol Kesehatan.

Lanjutnya, pihak pengelola juga telah menaruh kurang lebih 40 tempat cuci tangan ditersebar dibeberapa titik. Ia pun berpesan kepada pihak pengelola agar pengelola konsisten untuk menjaga jarak dan mencegah adanya kerumunan orang. Selain itu, membuat SOP di spot tertentu agar wisatawan selalu bergerak dan tidak terjadi penumpukan.

“Objek wisata ini juga ditunjang dengan wilayah yang luas, sehingga jaga jarak lebih memungkinkan,” katanya.

Ditambah Pemkab Sleman akan menerjunkan personil pemantauan di setiap tempat wisata. Gunanya untuk memantau dan mengingatkan wisatawan untuk selalu menjaga jarak.

“Ini upaya kami untuk memberikan keamanan dan kenyaman wisatawan yang berkunjung, jangan ragu datang ke Kabupaten Sleman,” katanya.

Lanjutnya,  sektor pariwisata di Kabupaten Sleman akan dibuka secara bertahap. “Minggu depan kami akan tinjau kesiapan wisata merapi,” katanya.

Adapun usai meninjau Alana Hotel, Sri Purnomo mengatakan semua sudah sesuai dan menerapkan protokol Kesehatan. Yakni, Mulai dari pemerikasaan suhu tubuh diharuskan mencuci tangan, hingga penataan tempat duduk yang sesuai dengan protokol.

Selain itu, jumlah pengunjung pun dibatasi 50 persen dari kapasiatas hotel dan pengunjung yang datang diwajibkan menunjukkan surat sehat dan dokumen perjalanan,” tambahnya.

Selain itu, sebelum beroperasi di kenormalan baru, hotel – hotel di Kabupaten Sleman diharuskan untuk melapor ke Pemkab Sleman yang nantinya akan ditinjau agar memenuhi prosedur Covid-19.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.