Arsip Kategori: Berita

4
Jan

Pemkab Sleman Berikan Penghargaan PBB P2 Tahun 2020

Sebagai bentuk apresiasi terhadap wajib pajak daerah, Pemerintah Kabupaten Sleman berikan Piagam Penghargaan  Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB P2) yang mencapai lunas awal PBB P2 tahun 2020 pada 5 Panewu, 33 Lurah dan 556 Kepala Dukuh.

Penghargaan diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Sleman bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (4/1/2021). Adapun penyerahan penghargaan simbolis diberikan pada Panewu Cangkringan, Seyegan, Moyudan, Prambanan dan Turi. Tingkat kalurahan diberikan pada lurah Donokerto (Turi), Sidomulyo (Godean), Sendangrejo (Minggir) dan Pondokrejo (Tempel).

Sementara itu untuk tingkat padukuhan diberikan pada  Kepala Dukuh Tobayan (Sendangrejo Minggir), Karanganyar (Donokerto Turi), Glagahombo (Pondokrejo Tempel), Gancahan VIII (Sidomulyo Godean), Karanglo (Tlogoadi Mlati), Gadung (Bangunkerto Turi) dan Sembuhkidul (Sidomulyo Godean).

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut  mengucapkan terima kasih kepada seluruh aparat pemerintah baik dari tingkat kapanewon hingga padukuhan yang dengan penuh kesadaran telah melaksanakan kewajibannya, memotivasi dan memberikan pelayanan pada masyarakat dalam mem­bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Kesadaran dan ketaatan seluruh warga masyarakat Sleman dalam membayar pajak, merupakan bentuk kepedulian masya­rakat yang sangat besar terhadap pelak­sa­naan pembangunan di Kabupaten Sleman. Namun demikian kesadaran masyarakat terhadap penunaian kewajiban membayar PBB masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Sri Purnomo menjelaskan bahwa potensi PBB Kabupaten Sleman dari waktu ke waktu mengalami peningkatan. Pada tahun 2020 lalu pokok ketetapan PBB P2 sebesar Rp. 81,7 M dengan SPPT PBB P2 sebanyak 635.641 lembar. Dari  ketetapan tersebut, Pemkab Sleman berhasil merealisasikan sebesar 74,87% dari pokok ketetapan akhir.

Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan PBB P2, Pemkab Sleman terus berupaya menyempurnakan mekanisme pelayanan publik. “Salah satu upaya yang kami lakukan melalui percepatan penerbitan dan penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang PBB P2 pada hari pertama tahun 2021,” jelasnya.

Sementara itu Kepala BKAD Kabupaten Sleman, Haris Sutarta mengatakan bahwa ketetapan PBB P2 tahun 2021 berbeda dengan tahun sebelumnya, tidak menempuh kebijakan kenaikan NJOP secara massal. Terkecuali sejumlah objek pajak khusus yang bernilai komersial tinggi.

“Pokok ketetapan PBB P2 tahun 2021 sejumlah 641.043 lembar SPPT dengan nominal ketetapan sejumlah Rp. 87,6 Milyar,” ujar Haris.

Dalam acara tersebut Bupati Sleman juga secara simbolis menyerahkan SPPT PBB P2 pada perwakilan 5 kalurahan dan 10 wajib pajak selektif dengan kriteria ketetapan PBB P2 tertinggi.

28
Dec

Bupati Sleman Lantik 49 Lurah

Sebanyak 49 lurah se-Kabupaten Sleman dilantik oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, hari Sabtu (26/12), bertempat di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman. Pelantikan dilakukan dengan pemberian tanda jabatan serta Surat Keputusan (SK) kepada perwakilan 3 orang lurah, yakni lurah Sendangarum, lurah Triharjo dan lurah Kepuharjo.

Bupati Sleman mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga Pemilihan Lurah periode 2020-2026 di Kabupaten Sleman dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Menurutnya pemilihan lurah kali ini melalui perjalanan panjang sehingga dapat terlaksana serta dilanjutkan dengan acara pelantikan pada siang hari tersebut. Sebab sebelumnya gelaran pemilihan lurah ini sempat tertunda dua kali, yakni pada bulan Maret dan Agustus dikarenakan masih merebaknya Covid-19.

“Setelah sukses melaksanakan pilkada yang lalu, alhamdulillah kita kemudian mendapat izin dari bapak Mendagri untuk menggelar pemilihan lurah secara e-voting pada tanggal 20 Desember 2020 kemarin”, ungkapnya.

Lebih lanjut Sri Purnomo berharap para lurah yang baru dilantik tersebut, kedepannya bisa merekatkan kembali hubungan antar masyarakat yang sempat merenggang sebab lamanya masa kampanye. Menurutnya seluruh hasil proses demokrasi pemilihan lurah telah ditentukan pada 20 Desember yang lalu. Maka Bupati Sleman berharap para lurah harus bisa merangkul dan melayani seluruh masyarakat di kalurahan masing-masing.

Di samping itu, Bupati Sleman juga mengimbau para lurah terlantik untuk memberikan perhatian lebih terhadap penanganan Covid-19 di daerah masing-masing. Termasuk dampak yang diakibatkan oleh pandemi, khususnya di bidang ekonomi. Para lurah harus mampu menggerakkan kembali roda perekonomian demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Alokasi anggaran selain untuk infrastruktur, siapkan sebagian dalam rangka untuk menggerakkan sektor ekonomi, untuk menumbuhkan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat. Maka dari situ nanti akan muncul kekuatan ekonomi dari bawah”, jelasnya.

23
Dec

Baznas Sleman Salurkan Sejumlah Bantuan Program Unggulan

Pemerintah kabupaten Sleman melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Pentasyarufan Akbar Akhir Tahun 2020 kepada para penerima manfaat zakat sesuai dengan 5 program yang menjadi fokus Baznas di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (22/12). Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Kelima bantuan yang disalurkan kepada para penerima manfaat zakat diberikan untuk program Sleman Produktif berupa bantuan modal usaha sebesar Rp 42.000.000, program Sleman Peduli berupa bantuan untuk para pengungsi merapi dan bedah rumah RTLH (Rumah tidak layak huni) sebesar Rp 24.000.000, program Sleman Cerdas berupa bantuan beasiswa pendidikan untuk anak SD dan SMP sebesar Rp 200.000.000, program Sleman Sehat berupa bantuan santunan biaya pengobatan dan fasilitas ambulance sebesar Rp 6.000.000 dan program Sleman Taqwa berbentuk pendampingan mualaf sebesar Rp 48.000.000.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengharapkan bantuan yang diberikan tersebut dapat meringankan dan dimanfaatkan bagi mereka yang memerlukan. “Peran serta dari BAZNAS Sleman ini sangat vital untuk memberikan kepada mereka untuk mendukung program pemerintah penanggulangan kemiskinan kemudian mengurangi pengangguran besama-sama,” katanya.

Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa dari penghasilan yang didapat terdapat hak orang lain yang harus disalurkan, yakni hak dari fakir miskin di dalamnya. Selain itu, lanjutnya, program ini sangat membantu untuk keberlangsungan membangkitkan sektor ekonomi di Kabupaten Sleman, terutama pada masa pandemi seperti saat ini.

Sementara itu Kriswanto selaku Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman menjelaskan keinginan untuk mewujudkan keadilan sosial tersebut mendorong Baznas Sleman untuk meningkatkan kinerjanya dalam menghimpun zakat dan memberikannya kepada orang yang berhak menerima bantuan.

“Sebagai upaya meminimalkan kesenjangan dan mewujudkan keadilan sosial dimanapun dan kapanpun tentu saja membutuhkan sinergi kolaborasi dan perhatian dari berbagai pihak,” ujarnya

Sejumlah bantuan tersebut dihimpun dari berbagai sumber diantaranya dari PNS di lingkungan Kabupaten Sleman, kemudian bersumber dari sumbangan masyarakat dan dari infak masjid.

Kriswanto juga menyampaikan bahwa selama periode Januari – November 2020 BAZNAS kabupaten Sleman telah berhasil menghimpun dana Zakat, Infak dan sedekah (ZIS) sebesar Rp 5,3 milyar. Tahun ini meningakat dibandingkan tahun 2019 yaitu sebesar Rp 4,9 milyar dan total pendistribusian Rp 4,4 milyar dengan daya serap 86%.

“BAZNAS Kabupaten Sleman mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan munfik atas partisipasi dan kepercayaannya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman dalam menyalurkan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS). BAZNAS Kabupaten Sleman dengan sepenuh hati akan mengelola titipan muzaki dan munfik dengan amanah, transparan, dan profesional,” ujarnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.