Arsip Kategori: Berita

30
Nov

Bokesan Diresmikan Sebagai Kampung Nila

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman resmikan Dusun Bokesan, Sindumartani Kecamatan Ngemplak sebagai Kampung Nila di halaman Kantor Kelompok Petani Ikan Ngremboko, Kamis (29/11/18).

Peresmian Dusun Bokesan sebagai kampung nila ditandai dengan penyerahan miniatur kampung nila oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Heru Saptono kepada Camat Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih.

Menurut Heru Saptono diresmikannya Dusun Bokesan ini dikarenakan sebagian besar penduduknya sudah melakukan budidaya nila sejak lama namun belum terintegrasi. Oleh karena itu untuk dapat mengintegrasikan semua penduduk yang membudidayakan ikan maka dientuklah kampung Nila.

“Tujuannya agar dalam proses budidaya ikan ini lebih terintegrasi, disamping itu juga dusun bokesan ini kedepannya akan kita jadikan sebagai kampung nila yang terintegrasi tidak hanya dengan dinas Pertanian, Pangan  dan Perikanan saja tetapi juga dengan sektor Pariwisata,” jelasnya.

Heru menuturkan bahwa nantinya Kampung Nila ini tidak hanya menjadi tempat budidaya dan jual beli ikan saja tetapi juga akan menarik wisatawan untuk melihat pemandangan yang disuguhkan sembari menyantap hidangan ikan.

“Selain itu juga ada wisata edukasi. kita mendapat bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa balai kusuka yang digunakan untuk proses edukasi pelatihan bagi sumber daya manusia (petani) yang ada disitu. Harapannya petani bisa meningkat skill dan pengetahuannya,” tuturnya.

Terkait dengan budidaya ikan nila ini, Ketua Kelompok Tani Ikan Ngremboko, Saptono menyebut setiap bulannya di Dusun Bokesan ini mampu menghasilkan 8,5 juta ekor ikan dengan akumulasi pendapatan penjualan seluruh macam ikan pertahunnya mencapai 16 hingga 17 miliar.

Dalam hal ini juga dirinya mengapresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten yang meresmikan Dusun Bokesan sebagai Kampung Nila yang dinilai mampu memotivasi para petani terlebih yang tergabung ke dalam kelompoknya untuk semakin mengembangkan skill dan pengetahuannya terhadap budidaya ikan.

29
Nov

RSUD Sleman Raih Penghargaan Pelayanan Publik

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sleman raih penghargaan Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Selasa (27/11), di Rafflesia Grand Ballroom Balai Kartini Jakarta. Penghargaan diserahkan oleh Menteri PANRB Syafrudin kepada Bupati Sleman, Sri Purnomo. Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyambut baik atas hasil evaluasi Kementerian PANRB atas kinerja Pemerintah Daerah di tahun 2018 tersebut. Dia juga mengapresiasi prestasi yang berhasil diraih oleh RSUD Sleman. Sri Purnomo berharap unit pelayanan publik lainnya di Kabupaten Sleman dapat meraih prestasi serupa di tahun yang akan datang. “Prestasi RSUD ini sudah sangat baik dengan mendapat nilai A-. Harapan saya selanjutnya bisa meningkat lagi menjadi A”, imbuhnya.

Lebih lanjut Sri Purnomo mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi pelayanan publik di Kabupaten Sleman guna meningkatkan kualitasnya. Menurutnya pelayanan publik harus profesional sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang optimal dari pemerintah. “Jika pelayanan publiknya baik maka respon dari masyarakat juga akan baik,” ujarnya. Sementara itu, Dra. Hj. Endang Lilik Setyowulan selaku Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Sleman mengatakan bahwa RSUD Sleman telah banyak melakukan inovasi, salah satunya terkait pemanfaatan Teknologi Informasi untuk pelayanan Publik. Selain itu, menurutnya tenaga kesehatan yang ada di RSUD Sleman telah memiliki kompetensi yang cukup baik. “Kita juga telah mengembangkan Sistem Informasi yang terintegrasi dalam rangka menuju Sleman yang Smart Regency,” tutur Edang.

Penghargaan Pelayanan Publik tersebut diberikan kepada tiga kategori unit pelayanan public, diantaranya RSUD, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Di samping itu, penghargaan juga diberikan kepada Kepala Daerah yang dinilai berhasil menjadi Pembina pelayanan publik.

Ada sebanyak 24 Pemerintahan Daerah yang menerima penghargaan pada kesemapatan tersebut. Jumlah tersebut terdiri dari 2 Pemerintah Provinsi, 8 Pemerintah Kota dan 14 Pemerintah Kabupaten. Pemberian penghargaan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri PANRB No. 176 Tahun 2018 tentang Penetapan Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik sebagai Lokasi Evaluasi Pelayanan Publik Tahun 2018.

 

29
Nov

KSM Brama Muda Sleman Menjadi Komunitas Peduli Sampah Terbaik PEDULI SAMPAH TERBAIK

Sleman – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Brama Muda yang terletak di wilayah Dayakan, Sardonoharjo Ngaglik Kabupaten Sleman raih penghargaan sebagai salah satu dari 5 komunitas peduli sampah terbaik di wilayah DIY. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Lapangan Dusun Dayakan Sardonoharjo, Rabu (28/11/18).

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kasubdit Perencanaan Teknis Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Prasetyo dan Kepala Desa Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho kepada Wakil Ketua KSM Brama Muda, Sutarjo.

Dalam kesempatan tersebut, Prasetyo menjelaskan bahwa dipilihnya KSM Brama Muda menjadi salah satu dari 5 komunitas peduli sampah terbaik di DIY melalui beberapa pertimbangan diantaranya inovasi-inovasi yang diusung oleh KSM Brama Muda ini. “Jadi tidak hanya mengelola sampah saja tapi juga inovasi dan kreativitasnya. Ada nilai lebih dengan melihat usaha para pengelola untuk berkerjasama dengan Pemkab Sleman dalam hal ini melalui Dinas Lingkungan Hidup Sleman. Kemudian juga ada wisata edukasinya misal sekolah-sekolah bisa berkunjung untuk belajar pengolahan sampah yang baik.” Paparnya.

Lebih lanjut dirinya juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan KSM Brama Muda  yang saat ini memiliki 300 lebih pelanggan tidak hanya sampah rumah tangga tetapi juga non-rumah tangga ini menurutnya dapat memberi pendapatan tambahan terhadap KSM. “Saya yakin dikelola dengan baik. Kompos yang dengan kualitas baik membuat Dinas Lingkuhan Hidup Sleman juga berani untuk membelinya juga. Hal ini saya apresiasi. Karena masih banyak ditempat lain KSM yang menghasilkan kompos, tidak diminati atau dibeli oleh Dinas terkait. Akhirnya operasinolanya mati,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KSM Brama Muda, Sutarjo menuturkan bahwa KSM Brama Muda tersebut telah terbangun sejak tahun 2017 akhir dan mulai mengelola sampah pada Bulan Desember 2017 terhitung telah beroperasi selama satu tahun. “Dalam jangka waktu satu tahun, ini kami sudah memiliki 318 pelanggan. Dari 318 pelanggan tersebut kita kita menghasilkan timbunan sampah perhari rata-rata 680an kilogram.” jelasnya. Sutarjo juga menjelaskan dari sampah-sampah yang dipilah sesuai jenisnya seperti organic maupun anorganic dapat menghasilkan rata-rata 500kg setiap bulannya dengan harga jual Rp 1000 rupiah perkilonya.

Apa yang dihasilkan saat ini oleh KSM Brama Muda menurut Sutarjo buah dari kerja keras banyak pihak diantaranya oraganisasi pemuda yang menjadi perintis awal dari mulai ide hingga pelaksanaanya. Hasil yang didapat pun tidak hanya materi semata, namun terciptanya lingkungan yang bersih dan tingkat kepedulian masyarakat terhadap sampah pun sangat terlihat.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.