Arsip Kategori: Berita

11
Sep

Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Sleman Sidak Masker

Bupati Sleman, Sri Purnomo, bersama Kasatpol PP Kabupaten Sleman, Arip Pramana, beserta jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) masker, Kamis (10/9). Sidak tersebut menyasar sejumlah OPD, antara lain DPMPPT, Dinas Sosial, dan Dinas Dukcapil. Selain ke OPD, kegiatan tersebut juga menyasar masyarakat yang beraktivitas di lapangan Denggung, Sleman.

Bupati Sleman menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mendisiplinkan ASN dan masyarakat umum untuk selalu memakai masker di tempat umum. Selain itu kegiatan ini juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar membiasakan diri untuk selalu menerapkan kebiasaan baru demi mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten Sleman.

“ASN harus mampu menjadi teladan untuk menerapkan kebiasaan baru dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”, ungkapnya.

Sementara Sutriyanta, selaku plt. Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Sleman, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya penegakan Perbup Sleman Nomor 37.1 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019. Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, setidaknya ada tiga orang yang terjaring sidak masker, dan seluruhnya merupakan masyarakat yang berada di sekitar lapangan Denggung. Sanksi yang diberikan pun beragam, seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya atau menghafal Pancasila, serta menyapu.

“Sanksi ada beberapa macam. Di antaranya sanksi sosial termasuk menyapu seperti yang tadi. Sanksi olahraga, push up dan lainnya. Lalu ada sanksi bela negara termasuk membaca pancasila dan menyanyikan lagu wajib”, ujar Sutriyanta.

Ia menyebutkan bahwa sanksi yang diberikan tersebut mengacu pada poin-poin yang tercantum dalam Perbup Sleman Nomor 37.1. Pemberian sanksi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memakai masker, terlebih di tempat umum.

“Saya berharap tidak perlu lagi ada sanksi seperti ini. Harapan kita masyarakat semua sadar tentang penerapan protokol kesehatan di tempat umum, salah satunya dengan selalu memakai masker”, tuturnya.

11
Sep

Pemkab dan Polres Sleman Lakukan Ikrar dan Penandatanganan Kesepakatan Pilkada 2020

Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Polres Sleman melakukan ikrar dan penandatanganan kesepakatan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) aman, damai dan sehat yang akan digelar pada 9 Desember 2020 nanti.

Ikrar tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dan diikuti oleh tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman di Kantor Polres Sleman, Kamis (10/9).

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut baik adanya ikrar dan kesepakatan dalam penyelenggaraan Pilkada tahun 2020 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Kami menyambut baik mengingat pada tanggal 9 Desember mendatang Kabupaten Sleman juga melaksanakan Pilkada serentak. Harapannya semua dapat berjalan dengan baik dan tetap mengikuti protokol kesehatan,” katanya.

Adapun dalam ikrar tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Polres Sleman dan ketiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman menyatakan bahwa bertekad untuk mewujudkan Pilkada yang jujur dan adil juga menjungjung nilai – nilai demokrasi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu, dalam salah satu ikrar tersebut juga dinyatakan bahwa penyelenggaraan Pilkada 2020 selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada mengingat masih adanya pandemi Covid-19.

Bersamaan dengan pelaksanaan ikrar dan penandatanganan kesepakatan dalam penyelenggaraan Pilkada 2020, Polres Sleman kampanyekan gerakan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun (3M 1T).

Kepala Kepolisian Resor Sleman, AKBP Anton Firmanto mengatakan bahwa kampanye 3M 1T merupakan upaya dalam meminimalisir ancaman klaster baru Covid-19 dalam penyelenggaraan Pilkada tahun 2020.

“Tahapan Pilkada yang saat ini telah memasuki tahapan verifikasi bisa saja berpotensi menyebabkan munculnya klaster – klaster baru Covid-19 apabila tidak mengindahkan protokol kesehatan. Maka dari itu guna meminimalisir hal tersebut, kami kampanyekan 3M 1T,” ujarnya.

Kampanye 3M 1T tersebut ditandai dengan penyerahan alat pelindung diri (masker dan sanitizer) kepada ketiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman oleh Bupati Sleman dan Kapolres Sleman serta ditandai dengan pembagian masker kepada masyarakat.

10
Sep

Pemkab Sleman Berlakukan Penegakkan dan Pendisiplinan Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten Sleman mulai berlakukan peraturan penegakkan dan pendisiplinan bagi perorangan maupun perusahaan yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 di wilayah Sleman.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman, Arip Pramana menuturkan bahwa penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan tersebut berdasarkan pada peraturan Bupati Sleman Nomor 37.1 tahun 2020 sebagai turunan intruksi Presiden Nomor 6 tahun 2020.

“Penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan ini menyasar kepada perorangan, pelaku usaha, juga pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum,” jelas Arip Praman dalam jumpa pers di Pendopo Parasamya, Rabu (9/9).

Sanksi yang akan diberlakukan dalam penegakan hukum dan pendisiplinan tersebut yaitu bagi kategori perorangan berupa tegur lisan, peringatan tertulis, pembinaan bela negara, kerja sosial, kegiatan olahraga, pendataan identitas (KTP), denda administrasi dan bentuk sanksi lain dengan memperhatikan serta disesuaikan situasi.

Sementara untuk pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melanggar ketentuan anak dikenakan sanksi berupa teguran lisan, peringatan tertulis, denda administrasi dan atau penutupan sementara operasional usaha, kegiatan atau fasilitas umum.

Lebih lanjut Arip  juga mengatakan bahwa Pol PP Kabupaten Sleman berkoordinasi dengan Polri dan TNI melakukan patroli setiap harinya sebanyak tiga kali dengan menyasar sejumlah lokasi dengan potensi kerumunan atau adanya aktivitas masyarakat.

Sementara pada akhir pekan, Arip menyebut operasi lebih menyasar ke tempat wisata yang masih dikunjungi wisatawan atau masyarakat Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.