Arsip Kategori: Berita

7
Feb

Dukuh Sembung Ditetapkan Sebagai Kampung Gizi

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun resmikan Dukuh Sembung, Desa Balecatur Kecamatan Gamping Sleman sebagai Kampung Gizi. Peresmian tersebut ditandai dengan penyerahan rompi ahli gizi kepada sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SD) Jitengan 2 di Dukuh Sembung, balecatur serta penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun di Lapangan Dukuh Sembung, Desa Balecatur, Rabu (6/2/19).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyampaikan bahwa diresmikannya Dukuh Sembung ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman bersinergi dengan Akademisi dalam hal ini Poltekes Yogyakarta dalam menurunkan angka gizi buruk atau stunting yang ada di Kabupaten Sleman. “Ini (peresmian kampong gizi) merupakan bukti dari sinergi 5 pilar yang diantaranya adalah Pemerintah dan Akademisi. Saya ingin ini menjadi program Kabupaten Sleman.” paparnya saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Sri Muslimatun menyebut, peresmian kampung gizi ini juga selaras dengan inovasi yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Sleman yaitu Gerakan Ayo Menimbang Cegah dan Atasi Stunting (Gambang Stunting) yang telah disosialisasikan beberapa waktu lalu. “Meskipun saat ini angka stunting di Kabupaten Sleman telah turun yaitu prevalensinya adalah 11.00% tapi Pemerintah bersama dengan elemen lainnya terus berkerja keras untuk terus mencegah dan mengatasi stunting di Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Poltekes Kemenkes Yogyakarta, Joko Susilo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa peresmian Kampung Gizi ini merupakan upaya Poltekes Kemenkes Yogyakarta, khususnya jurusan gizi yang ingin mengabdikan ilmunya di masyarakat. “Ini merupakan pengabdian khususnya jurusan gizi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya mendidik masyarakat supaya sadar gizi secara mandiri di lingkup keluarga dan indikator-indikatornya adalah keluarga itu sadar gizi.” Tuturnya. Menurutnya, Dukuh Sembung dipilih dikarenakan pihaknya ingin mengembangkan tridarma dan di Dukuh Sembung ini terdapat masalah gizi yang ditemukan yaitu stunting. Terdapat 8 anak balita yang mengalami stunting. “Kita ingin mengatasi secepatnya (permasalahan stunting) di Dukuh Sembung. Dan kebetulan di Sembung ini adalah satu wilayah dengan wilayah binaannya Politeknik Kemenkes Yoyakarta. Jadi kita ingin mengabdikan secara langsung dan menuntaskan masalah stunting di wilayah ini,” paparnya.

Dalam realisasinya, dalam program kampung gizi ini nantinya terdapat beberapa ahli gizi yang mendampingi keluarga berpotensi stunting. Satu keluarga didampingi oleh satu ahli gizi. Maka keluarga yang berpotensi stunting seperti ibu hamil maupun bayi dan balitanya akan didampingi oleh satu ahli gizi yaitu dosen Poltekes Kemenkes Yogyakarta.

6
Feb

Perbaikan Empat Jembatan, Jalan Gito-Gati Mulai Ditutup

Penutupan Jalan Gito-Gati Sleman resmi dimulai Rabu (6/2/19). Penutupan ini dalam rangka pembangunan empat jembatan yaitu Gondanglegi, Tambakrejo, Tlacap, dan Denggung yang berada di sepanjang Jl. Gito-Gati.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY, Bambang Sugaib menjelaskan bahwa pembangunan jembatan Gondanglegi dan Tambakrejo ditargetkan selesai pada akhir Mei 2019. Sedangkan jembatan Tlacap dan Denggung ditargetkan selesai hingga akhir Juli 2019.

Menurutnya Jembatan Denggung dan Tlacap yang dibangun sejak tahun 1984 tersebut kondisinya sudah cukup membahayakan dan perlu diperbaiki. “Berdasarkan hasil inventarisasi dan survey yang kami lakukan, kondisi konstruksi bagian bawah jembatan tersebut sudah cukup membahayakan karena mulai mengalami kerusakan dan berpotensi mengalami longsor,” ujarnya.

Lebih lanjut Bambang menegaskan bahwa jalur tersebut ditutup untuk umum. Namun pihaknya saat ini sedang membangun jembatan darurat yang bisa dimanfaatkan oleh kendaraan roda dua. Khusus untuk jembatan Denggung dan jembatan Tlacap dengan kondisi medan di sisi kanan dan kirinya curam serta sempit, pihaknya hanya bisa membangun jembatan roda dua yang bisa diakses sepeda motor.

“Dengan jembatan darurat ini paling tidak interaksi masyarakat dikedua wilayah bisa tetap berlangsung,” kata Bambang.

Sementara itu Bagas Senoadji, Kasi Manajemen Lalu Lintas Dishub DIY mengatakan bahwa pengaturan siklus simpang Denggung, Beran dan Kamdanen sudah dirubah fasenya. Untuk simpang Denggung dan Kamdanen yang semula empat fase dirubah menjadi tiga fase. “Untuk simpang Beran, fase tidak dilakukan perubahan. Namun dilakukan penambahan siklus waktu hijaunya. Dimana waktu hijau awalnya 10 detik kita tambah menjadi 25 detik dengan tujuan arus lalu lintas dari timur bisa semuanya habis ke barat,” jelas Bagas.

Bagas menambahkan bahwa dalam pengalihan jalur ini akan ada penambahan rambu-rambu yang dievaluasi secara berkala. Hal ini dilakukan agar masyarakat semakin mudah memperoleh informasi dengan banyaknya rambu yang dipasang.

“Memang diawal adanya penutupan jalan masyarakat belum merubah mindsetnya. Biasanya satu minggu itu akan mengalami kemacetan. Namun setelah itu akan berjalan karena masyarakat sudah terinfokan dan akan menyesuaikan pola perjalanannya,” jelasnya

Pengalihan Jalan Jogja-Magelang akan ada 4 alternatif yaitu yang pertama, dari utara melewati Jl. Turi, Jl. Pendowo – Kepitu, Jl. Notosukarjo sampai Jalan Palagan Tentara pelajar. Kemudian yang kedua, Jl. Pandowoharjo, Jl. Notosukarjo ke Jl. Palagan Tentara Pelajar. Ketiga Jl. Mulungan Baru, Jl. Griya Taman Asri, Jl. Notosukarjo ke Jl. Palagan Tentara Pelajar kemudian alternatif terakhir yaitu Jl. Mulungan Baru, Jl. Prawiro Sudiyono, Jl. Jatirejo, Jl. Palagan Tentara Pelajar.


6
Feb

Pemilu Semakin Dekat, Bupati Harapkan MUI Berperan Kurangi Gesekan

Bupati Sleman, Sri Purnomo membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sleman tahun 2019, Selasa (5/2), di Aula Bappeda Sleman. Sri Purnomo berharap di tahun 2019 ini MUI Kabupaten Sleman dapat meningkatkan kinerjanya sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas lagi.

Dalam pidatonya Sri Purnomo juga mengingatkan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) yang meliputi pemilihan Presidan-Wakil Presiden dan pemilihan Calon Legislatif akan dilaksanakan tidak lama lagi.  Menurutnya pesta demokrasi tersebut berpotensi menimbulkan gesekan dikarenakan berbeda pandangan di tengah masyarakat. Maka ia berharap di tahun politik ini MUI Kabupaten Sleman dapat mengambil peran demi mengurangi potensi gesekan tersebut.

“Saya harap MUI Kabupaten Sleman dapat membawa kesejukan di masyarakat serta menurunkan tensi yang sangat dinamis itu”, ucap Sri Purnomo.

Lebih lanjut Sri Purnomo berharap MUI Kabupaten Sleman dapat memposisikan diri untuk berdiri di tengah sebagai pengayom masyarakat melalui program-programnya. Terlebih menurutnya saat ini suara umat Islam diperebutkan dalam kontestasi politik tersebut dikarenakan Islam merupakan agama mayoritas di negara ini.

“Ini realita yang ada di masyarakat sekarang. Maka silahkan disiapkan program-program yang dapat menyejukkan masyarakat”, tuturnya.

Sementara itu, Drs. H. Syakir Ali, M.Si selaku Ketua Umum MUI Kabupaten Sleman mengatakan pihaknya akan mengevaluasi program kerja tahun lalu serta menyusun program kerja yang akan dilaksanakan satu tahun mendatang. Ia juga melaporkan bahwa sejak dilantik bulan Maret tahun 2018 lalu telah ada beberapa program yang sudah dilaksanakan. Diantaranya seminar pendidikan, sarasehan, penentuan awal bulan Ramadhan, dan satu program unggulan yaitu pemantauan terhadap penyembelihan ayam di beberapa perusahaan.

“Selanjutnya kita akan bekerjasama dengan UIN Suan Kalijaga Yogyakarta untuk mensurvei jajanan di sekolah-sekolah SD. Apakah itu sehat apa tidak”, jelasnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.