Arsip Kategori: Berita

27
Nov

Wapres Kunjungi Desa Wisata Puri Mataram Sleman

Dalam rangkaian kunjungannya di Yogyakarta, Wakil Presiden RI Yusuf Kalla menyempatkan berkunjung ke Desa Wisata Puri Mataram yang ada di Dusun Drono Tridadi Sleman, pada Senin (26/11/2018). Desa wisata tersebut bantuan program dari Kementerian Desa RI sebagai salah satu percontohan obyek wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes).

Begitu sampai, Wapres yang didampingi Gubernur DIY dan Bupati Sleman langsung berkeliling di sejumlah spot dan area yang dibuka untuk umum. Usai berkeliling, Wapres, Gubernur DIY, dan Bupati Sleman sempat menuliskan kesan dan pesan untuk memberikan semangat kepada BUMdes pengelola desa wisata tersebut. Desa Wisata Puri Mataram dengan luas kurang lebih 4.5 hektar tersebut merupakan wisata keluarga yang menawarkan pemandangan persawahan hijau, bangunan-bangunan joglo dan jembatan gantung dari bambu yang warnanya kontras dengan taman bunga celosia yang mengitari replika tugu jogja.

Sekertaris Jendral Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia mengatakan Hal tersebut merupakan salah satu langkah percepatan ekonomi desa melalui Badan Usaha milik Desa.  Ia menjelaskan bahwa prioritas dana desa salah satunya yakni pemberdayaan masyarakat desa itu sendiri, dalam hal ini melalui pengelolaan BUMdes.

Direktur Bumdes Tridadi Makmur Raden Agus Kholik mengatakan dalam pertengahan desember mendatang akan ada penambahan wahana yang menampilkan ribuan kitiran atau baling-baling kecil untuk spot bagi pengunjung. Ia melanjutkan Puri Mataram yang terletak Dusun Drono, Desa Tridadi, Kabupaten Sleman tersebut mayoritas dikelola oleh setempat. Puri mataram dibuka gratis untuk umum mulai pukul  8 pagi sampai 7 malam. Untuk menikmati beberapa wahana did alamnya pengunjung cukup membayar 10 ribu rupiah.

26
Nov

Ta’aruf Jamah Haji, Ajang Silaturahmi dan Saling Mengenal

Sebanyak 1241 calon jamaah haji Kabupaten Sleman tahun 2019 untuk pertama kalinya bertemu dalam acara Ta’aruf di Masjid Agung Kabupaten Sleman, Minggu (25/11). Acara ini bertujuan untuk saling mengenal sekaligus ajang silaturahmi bagi calon jamaah haji Kabupaten Sleman tahun 2019.

Turut hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. Menurutnya kegiatan ta’aruf sangatlah penting guna menciptakan rasa saling menghormati dan memahami karakter antara calon jamaah haji. Sehingga calon jamaah haji nantinya dapat menjalankan ibadah haji dengan khusyuk dan dapat menjadi haji yang mabrur.

“Pelaksanaan ibadah haji itu sendiri pada dasarnya merupakan wujud ta’aruf akbar antar manusia yang telah diciptakan berbangsa-bangsa,” ucapnya.

Lebih lanjut Sri Muslimatun berharap para calon jamaah haji dapat mempersiapkan diri secara matang, baik lahir maupun batin. Dengan begitu, lanjutnya, setelah pulang dari tanah suci nanti para jamaah haji dapat meningkatkan nilai akhlaknya serta mampu mencegah diri dari perbuatan maksiat. Sehingga para jamaah haji dapat menjadi teladan bagi masyarakat di sekitarnya dalam hal berperilaku dan bersikap.

“Banyaknya umat Islam yang menunaikan ibadah haji ini idealnya dapat membawa energi positif kepada bangsa Indonesia,” kata Sri Muslimatun.

Sementara Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sleman yang sekaligus perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Sa’ban Nuroni, mengungkapkan bahwa pihaknya siap untuk memberikan bimbingan, pelayanan dan perlindungan kepada semua calon jamaah haji. Hal tersebut menurutnya sesuai dengan Undang-undang Tentang Haji Nomor 13 Tahun 2008. Hal ini tak lain agar para jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji sebagaimana mestinya dan dapat menjadi haji yang mabrur sesuai yang diharapkan bersama.

“Setelah ini nanti masih ada 15 atau 16 perteman lagi. Saya harapkan bapak ibu dapat mengikuti dengan fokus dan serius. Agar nantinya bapak ibu semua dapat menjadi haji yang mandiri selama menjalankan ibadah haji nanti,” tutur Sa’ban.

Selain sebagai ajang silaturahmi antar calon jamaah haji, acara tersebut juga bertujuan untuk memberikan informasi terkait kebijakan pemerintah terkait iabadah haji. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan terkait kelengkapan dan persyaratan yang harus dipersiapkan oleh calon jamaah haji sebelum pemberangkatan ibadah haji nanti.

26
Nov

17 Desa Ramaikan Gala Desa 2018

Pemerintah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selenggarakan Gala Desa 2018. Kegiatan  yang berlangsung dari tanggal 24 November hingga 3 Desember 2018 ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sleman pada Sabtu (24/11/18) bertempat di Stadion Tridadi Sleman.

Kepala Dikpora Sleman, Agung Armawanta menjelaskan bahwa penyelenggaraan Gala Desa di Kabupaten Sleman diikuti  17 desa dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman. Cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu sepakbola, tenis meja, bola voli. “Ada tiga tempat yang digunakan untuk melaksanakan pertandingan, yaitu Stadion tridadi, Lapangan Triharjo dan Aula Kantor DPRD Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Menurutnya Gala Desa di Kabupaten Sleman diselenggarakan untuk pertama kalinya dalam rangka membudayakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).” Dengan persiapan yang masih kurang memadai diharapkan dapat memicu untuk lebih baik pada penyelenggaraan di tahun depan,” kata Agung.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengapresiasi pelaksanaan Gala Desa 2018 tersebut. Menurutnya momentum pelaksanaan Gala Desa merupakan wahana yang strategis dalam mencari bakat talenta muda berpotensi di bidang olah raga.

“Banyak anak muda dari desa yang memiliki talenta namun akses dan saranan untuk menunjukkan prestasi sangat terbatas. Melalui Gala Desa ini bibit atlet unggulan yang ada di desa-desa memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya,” kata Muslimatun.

Sementara itu perwakilan Kemenpora, Puji Rahayu yang juga hadir dalam pembukaan acara tersebut menjelaskan bahwa Gala Desa merupakan salah satu program unggulan Kemenpora. Gala Desa secara nasional pada tahun ini diselenggarakan  di 136 Kabupaten.

Menurutnya tujuan utama kegiatan ini untuk membudayakan hidup sehat pada masyarakat. “Setelah budaya hidup sehat tercapai, maka kegiatan ini sekaligus sebagai ajang penyaringan atlit,” jelas Puji.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.