Arsip Kategori: Berita

25
Nov

Pemkab Sleman gelar Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), Jumat (22/11/19) bertempat di Jurugan, Bangunkerto, Turi. Peringatan HCPSN ini diawali penanaman pohon serta pelepasan burung trucukan dan derkuku oleh Kepala DLH Kabupaten Sleman bersama Muspika Kecamatan Turi dan perangkat Desa Bangunkerto.

Kepala DLH Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya menjelaskan bahwa HCPSN diselenggarakan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan pelestarian puspa dan satwa nasional. Menurutnya tidak mudah membangun kesadaran dan membentuk kecintaan masyarakat pada puspa dan satwa agar keanekaragaman hayati tetap lestari. “Untuk membangun kepedulian ini, peringatan HCPSN 2019 mengangkat tema Membangun Generasi Milenial Cinta Puspa dan Satwa Nasional Untuk Indonesia Unggul,” kata Dibya. Menurutnya Kabupaten Sleman memiliki keanekaragaman sumber daya alam hayati yang cukup banyak mencapai 150 ribu spesies flora dan fauna. “Sudah selayaknya anugerah ini kita syukuri, kelola dan manfaatkan secara bijaksana dan sebaik-baiknya untuk kemakmuran warga Kabupaten Sleman,”tuturnya.

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Kabupaten Sleman, Sumadi mengatakan bahwa upaya untuk mencintai puspa dan satwa dapat diupayakan sejak dini. Salah satunya dapat dilakukan dengan memperkenalkan keberadaan aneka puspa da satwa kepada anak-anak. “Dengan mengenal puspa dan satwa sejak dini diharapkan akan tumbuh rasa cinta dan rasa memiliki serta tumbuh kesadaran dan semangat untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman juga mengajak mencintai puspa dan satwa dimulai dari diri sendiri. Diantaranya dengan tidak mencemari atau merusak habitat puspa dan satwa seperti tidak membuang sampah sembarangan serta menggunakan produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang. Dalam peringatan HCPSN 2019 ini, DLH Kabupaten Sleman juga menyerahkan berbagai hadiah kejuaraan seperti perintis lingkungan hidup penyelamat lingkungan hidup, Pembina lingkungan hidup Cerdas Cerma Lingkungan Hidup tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK, pembuatan film documenter bidang lingkungan hidup, evaluasi adiwiyata, evaluasi pondok pesantren berwawasan lingkungan dan program sanitasi award

25
Nov

SMAN I Cangkringan Gelar Creative Millenialpreneurs Festival

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun membuka secara resmi penyelenggaraan Creative Millenialpreneurs Festival tahun 2019 di Atrium Shinta Sleman City Hall, Sabtu (23/11). Kegiatan Creative Millenialpreneurs Festival ini merupakan kegiatan hasil kolaborasi SMAN 1 Cangkringan bersama dengan Rumah Kreatif Sleman (RKS) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman dengan menampilkan produk inovasi siswa SMAN 1 Cangkringan. Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun dalam sambutannya menyampaikan bahwa event Creative Millenialpreneurs Festival bermakna sangat strategis khususnya bagi generasi muda yang dituntut untuk semakin meningkatkan kualitas. “Event ini bermakna sangat strategis salah satunya untuk meningkatkan kualitas diri dengan menanamkan jiwa enterpreunership. Dengan jiwa memiliki jiwa kewirausahaan berarti semakin mandiri, kreatif, dan inovatif.” Katanya.

Lebih lanjut, Sri Muslimatun menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk memberi bekal kemampuan bagi siswa untuk berkarya dan menjadi enterpreunership muda. Menurut Sri Muslimatun, para siswa yang mengikuti kegiatan ini juga nantinya dapat memanfaatkan keahliannya dengn mengkolaborasikan perkembangan digital.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Cangkringan, Anies Rahmania dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut terdapat sebanyak 30 Kegiatan Usaha Siswa (KUS) dengan jumlah siswa sebanyak 390 orang. Lebih lanjut, Anies Rahmania menuturkan bahwa seluruh peserta yang terdiri dari siswa SMAN 1 Cangkringan ini sebagain besar menggunakan bahan dasar limbah dalam membuat produk inovasinya. “Produk inovasi para siswa memkai limbah, slah satunya limbah jins. Kemudian mereka olah lagi ada yang menjdi totebag, ada yang menjadi jaket, strap jam tangan dan produk lainnya. Jadi memang kita memaksimalkan penggunaan pengolahan barang bekas atau limbah untuk mengasah kreativitas anak,” katanya. Selain dalam kegiatan Creative Millenialpreneurs Festival, Anies menyebutkan KUS ini juga difasilitasi dalam berbagai kegiatan sekolah dengan menampilkan sejumlah prouk karya siswa sehingga dapat berkesinambungan.

25
Nov

Pugar Rumah Tak Layak Huni, Baznas Gandeng Kodim Sleman

Kodim 0732/Sleman bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan bagi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jumat (22/11), di Desa Sindumartani, Ngemplak, Sleman. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. Dandim 0732/Sleman, Letkol Inf. Diantoro, mengungkapkan kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan serta meningkatkan kondisi masyarakat yang tangguh. Sebab, menurutnya seiring dengan semakin tangguhnya kondisi masyarakat dan kondisi wilayah maka semakin baik pula ketangguhan Nasional. Ia juga mengatakan bahwa pelaksanaan rehab RTLH tersebut seluruhnya dikoordinir oleh personil Kodim 0732/Sleman. “Nanti secara simbolis akan kami berikan juga lambang negara yaitu Garuda Pancasila kepada penerima RTLH. Harapan kami supaya lebih menghayati dan mengamalkan nilai yang terkandung di dalamnya”, jelasnya.

Sementara Wakil Bupati Sleman menyebutkan kegiatan semacam ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam upaya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman. Dikatakan bahwa strategi pelaksanaan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dibutuhkan sinergitas antar sektor. Sebab, menurut Sri Muslimatun tanggung jawab penanggulangan kemiskinan tidak hanya berada di pundak Pemerintah Kabupaten Sleman saja melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama. “Dalam rangka pengurangan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Sleman di tahun 2018 juga telah melakukan upaya penganggulangan kemiskinan secara koordinatif melalui tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah tingkat kabupaten sampai tingkat padukuhan”, ungkap Sri Muslimatun.

Wabup Sleman menyatakan hingga tahun 2019 Pemkab Sleman telah mampu membangun sebanyak 2.202 unit RTLH. Namun, menurutnya tidak semua pendanaannya bersumber dari APBN/APBD,  ada sebagian yang berasal dari pihak swasta melalui dana dana CSR. Adapun jumlah RTLH di kabupaten Sleman hingga tahun 2019 yang belum dibangun ada sebanyak 1.646 unit. “Kita masih punya sisa RTLH sekitar 1.646 unit. Kita bercita-cita nanti di tahun 2020 sudah selesai, sehingga di akhir jabatan kami berdua dengan pak Bupati mudah-mudahan semua rumahnya sudah layak huni semuanya”, ujarnya.

Rehab RTLH tersebut ditujukan pada rumah milik Mujiman yang merupakan warga Sindumartani, Ngemplak, Sleman. Rehab dilakukan dengan membangun berupa kamar tidur dua buah yang menghabiskan dana sebesar 15 juta rupiah. Selain pemberian bantuan rehab RTLH, pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan berupa keranjang untuk berjualan bagi istri Mujiman. Anak dari Mujiman pun juga diberi bantuan berupa sepeda. Selanjutnya bantuan berupa sembako juga diberikan kepada 20 orang warga miskin.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.