Arsip Kategori: Berita

9
Oct

Pemkab Sleman Berhasil Raih Penghargaan Tertinggi di Bidang UMKM

Pemerintah Kabupaten Sleman berhasil meraih penghargaan Natamukti  Award dengan katagori Natamukti Nindya dari International Council for Small Businnes (ICSB). Penghargaan tersebut diterima oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, dalam puncak rangkaian acara Galang UKM Indonesia 2019, Senin (7/10) di IPB Convention Center Kota Bogor Jawa Barat.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman karena dinilai berhasil mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) secara komprehensip di wilayahnya. Penghargaan tersebut juga merupakan bentuk apresiasi bagi Kabupaten/Kota yang berkomitmen mendukung UMKM menjadi salah satu pilar pendorong tumbuh kembangnya ekonomi global yang berkesinambungan. Kategori Natamukti Nindya yang berhasil diraih Kabupaten Sleman tersebut adalah penghargaan yang tertinggi dalam Natamukti Award tersebut.

Sri Purnomo mengatakan pihaknya terus berkomitmen untuk mendorong tumbuhnya UMKM di Kabupaten Sleman. Ia mengatakan hingga saat ini ada lebih dari 36 ribu UMKM di Kabupaten Sleman. Dikatakan pula bahwa pihaknya mendorong UMKM tersebut untuk terus berkreasi dan berinovasi sehingga mempunyai daya saing yang kuat.

“Jadi Sleman berhasil meraih penghargaan tertinggi UMKM bersama Surabaya dan Belitung”, ungkapnya.

Sementara Sekretaris Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah RI, Rully Indarta, berharap adanya sinergitas antara pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam hal pemberdayaan UMKM. Ia juga mengimbau para pemangku kepentingan untuk selalu konsisten dalam peningkatan peran dan daya saing UMKM.

“Saya harap pemangku kepantingan memperhatikan tumbuh kembangnya UMKM di daerah, termasuk dukungan kebijakan permodalan, dan perijinan”, lanjut Rully.

Natamukti Award dibagi menjadi 3 kategori, yaitu Penghargaan Natamukti, Natamukti Nindya Ganapravara, dan Natamukti Nindya. Penghargaan Natamukti diberikan kepada kota dan/atau kabupaten yang berhasil dalam memasarkan, mendorong peningkatan kualitas, serta membangun ekosistem UMKM di daerahnya. Sedangkan penghargaan Natamukti Nindya Ganapravara diberikan kepada Kota dan/atau Kabupaten yang telah memenangkan penghargaan Natamukti Nindya di tahun sebelumnya dan berhasil mempertahankan performa UKM-nya di tahun selanjutnya. Terakhir ada penghargaan Natamukti Nindya yang merupakan penghargaan tertinggi. Penghargaan ini diberikan kepada kota dan/atau kabupaten dalam meningkatkan daya saing UMKM secara keseluruhan, baik di tingkat nasional bahkan internasional.

7
Oct

Gali Potensi dan Karakter Anak, Sendangadi Gelar Festival Angon Bocah

Ratusan anak meriahkan Festival Angon Bocah di Kawasan Dusun Ramah Anak yang terletak di Padukuhan Jomblang, Desa Sendangadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman pada hari Minggu (6/10).

Kegiatan yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Desa Sendangadi ini melibatkan ratusan anak dalam sejumlah kegiatan, diantaranya pertunjukan seni dan budaya, permainan tradisional, hingga kegiatan literasi.

Kepala Desa Sendangadi, Damanhuri menjelaskan bahwa kegiatan Festival Angon Bocah merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan Dusun Ramah Anak di wilayah Kabupaten Sleman.

“Kami bersama perangkat desa bekerjasama dengan sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya untuk mewujudkan desa ramah anak, salah satunya melalui kegiatan Festival Angon Bocah,” katanya.

Lebih lanjut, Damanhuri juga menuturkan bahwa dalam kegiatan tersebut, anak – anak diberikan ruang untuk berekspresi melakukan kegiatan yang menjadi minatnya yang diakomodir dalam berbagai kegiatan. Hal tersebut dinilai sebagai langkah yang tepat untuk membangun karakter anak yang baik.

“Ini merupakan kesempatan kita sebagai orang tua dan masyarakat untuk memberikan perhatian kepada anak-anak dan memberikan lingkungan yang ramah terhadap anak demi tumbuh kembang yang baik bagi anak,” ujarnya.

Dalam kegiatan Festival Angon Bocah ini, sejumlah anak mengikuti berbagai kegiatan sejak pagi hari, yaitu dimulai dengan kegiatan kirab budaya, penampilan seni tari, membaca buku, membatik serta bermain permainan tradisional. Seluruh anak tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam Festival Angon Bocah.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi penuh bagi penyelenggaraan Festival Angon Bocah.

Menurut Sri Muslimatun, kegiatan ini merupakan upaya dalam membangun karakter anak dan menyiapkan generasi emas Indonesia.

“Hari ini anak-anak kita gali potensinya, ada yang menari, ada yang menyanyi, dolanan bocah tradisional, semuanya dikemas dalam rangka Gugus Desa Ramah Anak yang melibatkan beberapa organisasi Pemerintah Kabupaten Sleman.” Jelas Sri Muslimatun.

Sri Muslimatun juga menjelaskan bahwa saat ini, sebanyak 86 Desa di wilayah Kabupaten Sleman telah dicanangkan sebagai Gugus Desa Ramah Anak. Hal tersebut merupakan wujud nyata kerjasama antara Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam menyiapkan generasi emas bangsa Indonesia.

7
Oct

Tingkatkan Pengetahuan Kesehatan, Dinkes Sleman Gelar Pertihusada

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan selenggarakan Perkemahan Bakti Husada (Pertihusada) II di Garongan, Wonokerto, Turi, Sleman pada Jumat-Sabtu 3-4 Oktober 2019.

Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan bahwa kegiatan yang bertema ‘Sehat, Bakti Masyarakat, Jaya’ ini menurutnya diikuti 125 peserta anggota Saka Bakti Husada (SBH) dari seluruh ranting cabang di Sleman.

Menurutnya, kegiatan pertihusada dilaksanakan guna mendorong minat, bakat dan keterampilan anggota Pramuka di bidang kesehatan. “Dengan harapan nantinya kemampuan dan keterampilan di bidang kesehatan yang dimiliki dapat didarmabaktikan kepada masyarakat,” tutur Joko pada penutupan Pertihusada, Sabtu sore(4/10/19).

Joko menjelaskan, pada pertihusada tersebut peserta mengikuti serangkaian kegiatan dan materi pembelajaran, diantaranya yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Kampanye kesehatan melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemberantasan sarang nyamuk dan pencegahan Tuberkulosis.

“Pada kegiatan ini kami juga menyerahkan perlengkapan hygiene sanitasi personal pada warga masyarakat sebanyak 104 rumah tangga di wilayah Wonokerto, Turi,” tambah Joko.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo yang menjadi Pembina dalam upacara penutupan pertihusada tersebut mengatakan bahwa untuk meningkatkan kemampuan SBH diperlukan inovasi yang berkesinambungan.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menerapkan PHBS. Diperlukan komitmen bersama mendorong masyarakat untuk membiasakan aktifitas fisik, menyusun menu seimbang, tidak merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol dan memeriksakan kesehatan secara rutin serta mempraktekan sanitasi yang sehat.

Ia berharap seluruh krida dapat berperan serta dalam mensuksekan Germas sebagai wujud bakti pada masyarakat dan lingkungan.

“Saya berpesan pada seluruh peserta untuk mengoptimalkan keilmuan yang didapatkan pada kegiatan ini dan disebarluaskan pada sekolah dan lingkungan sekitar,” tutur Sri Purnomo.

Dalam acara tersebut Bupati Sleman juga menyerahkan hadiah pada juara lomba satuan karya bakti husada ranting tergiat cabang Sleman tahun 2019. Juara pertama diraih SBH Ranting Cangkringan, juara II SBH Ranting Ngaglik, juara III SBH Ranting Depok, juara harapan I SBH Ranting Ngemplak dan juara harapan II SBH Ranting Turi.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.