Arsip Kategori: Berita

15
Jan

Natal Membawa Pesan Perdamaian Untuk Dunia

Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar acara perayaan Natal 2019 dan tahun baru 2020, Selasa (14/1), bertempat di Gedung Serba Guna Kabupaten Sleman. Acara ini dihadiri sebanya 1500 karyawan dan karyawati Kristiani se-Kabupaten Sleman. Hadir pula pada kegiatan ini Bupati Sleman, Sri Purnomo, beserta istri, Kustini Sri Purnomo, dan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. Dalam pidatonya, Sri Purnomo mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa menjaga semangat toleransi di tengah masyarakat yang majmuk. Menurutnya momentum ini dinilai tepat untuk kembali memaknai keberagaman sebagai sarana untuk saling menghargai dan menghormati antar sesama. “Terlebih makna natal sendiri ialah membawa pesan perdamaian untuk dunia”, kata Sri Purnomo.

Lebih lanjut ia mengatakan toleransi salah satunya dapat diwujudkan dengan memberi kebebasan bagi masyarakat untuk memeluk dan menjalankan kegiatan agama sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya. Hal tersebut menurutnya telah dijamin secara konstitusi dalam Undang-undang Dasar 1945. “Karena Indonesia adalah rumah kita bersama. Bukan rumah perorangan atau golongan tertentu”, jelasnya.

Sementara Edy Tri Harmanto selaku ketua panitia acara tersebut menyebutkan tema yang diangkat dalam acara ini ialah “Jadilah Sahabat Bagi Semua Orang”.  Rangkaian acara perayaan Natal 2019 dan tahun baru 2020 ini sudah dimulai sejak bulan November 2019 lalu. Di antara kegiatan yang digelar yaitu lomba Paduan Suara Gerejawi antar gereja baik Katolik maupun Kristen. “Kita juga melakukan Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Victory Kalasan dan PPKB Pakem”, imbuhnya.

Pada acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati Sleman berkesempatan menyerahkan piala penghargaan bagi para pemenang lomba paduan suara. Ditampilkan pula pada acara tersebut berbagai hiburan, salah satunya sendra tari kelahiran Yesus Kristus.

15
Jan

Disperindag Sleman Serahkan Alat Tera

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman serahkan secara resmi  cap tanda tera tahun 2020 alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) kepada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelayanan Metrologi Legal Kabupaten Sleman, Selasa (14/1). Pembukaan dan penyerahan cap tanda tera dilakukan langsung oleh Kepala Disperidag Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih yang disertai dengan pemberian tanda cap tera kepada sejumlah alat timbang oleh UPTD Pelayanan Metrologi Legal.

Kepala Disperindag, Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan bahwa pembukaan dan penyerahan cap tanda tera ini sebagai awal dari kegiatan atau tugas dalam pelaksanaan kewenangan dalam bidang metrologi legal, yaitu melakuan tera atau tera ulang kepada alat UTTP. Lebih lanjut, Mae Rusmi Suryaningsih menjelaskan pada tahun 2019, UPTD Pelayanan Metrologi Legal telah melakukan pelayanan tera dan tera ulang sebanyak 1069 UTTP di Pasar dan sebanyak 43 di SPBU. “Pada tahun 2020 ini, kami targetnya pelayanan tera/tera ulang dilakukan di 16 pasar yang berada di wilayah Kabupaten Sleman.” Jelasnya.

Namun demikian, dirinya juga tidak memungkiri bahwa ada sebagian masyarakat masih belum memperhatikan akan pentingnya cap tanda tera pada alat UTTP dalam melakukan transaksi. Menurutnya, cap tanda tera yang dilakukan oleh UPTD Pelayanan Metrologi sangat penting dalam alat UTTP untuk memberikan kepercayaan bagi konsumen untuk mendapatkan hasil ukur atau timbang yang akurat pada alat UTTP.

“Kami terus lakukan sosialisasi bagi pengguna seperti SPBU, LPG dan sebagainya termasuk pengguna alat UTTP di pasar. Kemudian selain kepada pengguna, kami juga lakukan sosialisasi bagi konsumen yang seharusnya mereka menuntut kepada pedang untuk menggunakan timbangan yang sah atau legal dengan tanda tera,” ujar Mae Rusmi Suryaningsih.

Dalam upaya merealisasikan target pada tahun 2020, Disperindag melalui UPTD Pelayanan Metrologi Legal akan melakukan sosialisasi dan mendatangi langsung 16 pasar di wilayah Kabupaten Sleman untuk melakukan tera dan tera ulang bagi alat UTTP. Sementara bagi pengguna alat UTTP lainnya, Mae Rusmi Suryaningsih menghimbau untuk melakukan tera atau tera ulang sesuai dengan prosedur pelayanan UPTD Metrologi yaitu dengan mengajukan permohonan dan melakukan pendaftaraan dan identifikasi jenis UTTP langsung ke kantor UPTD Pelayanan Metrologi Legal Kabupaten Sleman.

14
Jan

Bupati Serdang Bedagai Lakukan Studi Komparasi Ke Kabupaten Sleman

Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara lakukan studi komparasi di Kabupaten Sleman pada Senin (13/1/2020). Kunjungan tersebut dipimpin Bupati  Serdang Bedagai, Ir. Soekirman dengan membawa 45 personel yang terdiri dari pejabat perangkat daerah yang diterima langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.

Soekirman menuturkan maksud dan tujuan kunjungan tersebut guna peningkatan kapasitas dalam  penyelenggaraan urusan pemerintahan umum dengan melakukan studi komparasi di Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Kami ini datang untuk belajar karena dari segala apapun mulai dari umurnya, kekayaannya, keteraturannya pasti Sleman lebih pengalaman,” tutur Soekirman saat ditemui di Pendopo Parasamya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

Soekirman bercerita terjalinnya kerja sama dengan Kabupaten Sleman ini sebelumnya telah dilakukan melalui penandatangan MoU terkait pemberdayaan wisata desa. “Dulu melalui Dinas Pariwisata Serdang Bedagai kami belajar pariwisata di Sleman salah satunya di Kecamatan Ngaglik tentang pengembangan homestay dan kini kami sudah memiliki dua homestay yang juga telah mendapat perhatian dari Kementerian Desa bahkan rencananya Menteri Desa akan hadir untuk melihat wisata tani yang ada di Serdang Bedagai,” tutur pria yang secara pribadi telah mengenal Bupati Sleman, Sri Purnomo sejak tahun 2008 ini.

Keterbukaan Kabupaten Sleman sebagai tempat menimba ilmu daerah lain ini diapresiasi oleh Soekirman sehingga pihaknya dapat menuai inspirasi dari pembangunan di Kabupaten Sleman. “Saya berharap pertemuan ini bisa membangun networking dan melalui teknologi informasi yang sudah canggih komunikasi bisa berlanjut mulai hari ini sampai selama-lamanya, dan proses belajar ini juga bisa berlanjut sehingga bisa menambah pengetahuan dan keterampilan dari kami,” ujarnya.

Harapan ini tentu disambut baik oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo. Sri Purnomo menyampaikan bahwa pertemuan formal tersebut hanyalah bentuk awal komunikasi antar dua kabupaten. “Kita di era teknologi komunikasi, awalnya melalui pertemuan formal kemudian dengan memanfaatkan teknologi informasi dilanjutkan lewat grup untuk berkomunikasi agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di dua kabupaten ini dapat berjalan sukses,” sambung Sri Purnomo.

Dalam kunjungan kali ini,  Sri Purnomo juga mengenalkan produk olahan UMKM Sleman, seperti bakpia dan keripik Salak. Produk-produk ini dikatakan Sri Purnomo dipasarkan guna mendukung desa wisata di Sleman. Kunjungan diakhiri  dengan meninjau hasil kriya dan karya UMKM Kabupaten Sleman di Galeri Upakarti yang berada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman.

“Destinasi wisata di Sleman pada tahun 2019 pengunjungnya melebihi target, kami awalnya mematok target 10 juta pengunjung dan ternyata di akhir tahun mencapai angka 10.357.000 pengunjung, beberapa desa wisata bahkan belum memberikan laporan pengunjung,” jabar Sri Purnomo.

Prestasi ini diungkapkan Sri Purnomo salah satunya karena Sleman membuat kalender event yang dipublikasikan melalui surat kabar lokal dan media sosial. Selain itu, banyaknya pihak yang terlibat juga digarisbawahi Sri Purnomo menjadi dukungan terhadap perkembangan pariwisata di Sleman.

“Banyak yang terlibat dalam pengembangan ini menjadikan ekonomi kreatif bisa tumbuh bagus sehingga bisa membantu mengurangi jurang ekonomi masyarakat Sleman dan masyarakat pun lebih makmur sejahtera,” pungkas Sri Purnomo.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.