Arsip Kategori: Berita

16
Mar

Sleman Sosialisasikan Istitha’ah Bagi Calon Jamaah Haji

Pemerintah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI selenggarakan Sosialisasi Istitha’ah Kesehatan Jamaah Calon Haji Kabupaten Sleman di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Sleman, Sabtu (14/3/2020). Selain sosialisasi, dalam kegiatan ini juga dilakukan serangkaian tes kesehatan bagi calon jamaah haji di Lapangan Pemda Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menjelaskan bahwa  penyelengaraan sosialisasi ini merupakan upaya Pemkab Sleman dalam memastikan kesiapan kesehatan calon jamaah haji dari Kabupaten Sleman. Mengingat setiap muslim yang akan menunaikan ibadah haji harus memenuhi kriteria mampu atau istitha’ah.

“Tidak saja mampu secara ekonomi, namun termasuk dari aspek kesehatan sebagaimana diamanahkan dalam Permenkes Nomor 15 tahun 2016 tentang Istitha’ah kesehatan jamaah haji,” jelas Sri Purnomo.

Menurutnya, istitha’ah dalam Islam menjadi penting karena sangat menentukan sejauh mana seseorang dibebankan kewajiban dalam melaksanakan perintah Allah SWT.. Berbeda dalam hal meninggalkan larangan yang tidak dikaitkan dengan istitha’ah.

“Dengan kata lain apabila diperintahkan untuk melaksanakan sesuatu, laksanakan sesuai kemampuan. Sebaliknya jika diperintahkan meninggalkan sesuatu, tinggalkanlah segera tanpa memandang pada kemampuan,” kata Sri Purnomo

Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut juga menghimbau pada calon jamaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan serta mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. Hal ini perlu dilakukan agar calon jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dari awal hingga akhir.

Kabid Pembimbingan dan Pengendalian Faktor Resiko Kesehatan Haji Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Halimatusadiah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan  momen yang sangat penting untuk pengukuran kebugaran. Ia menganjurkan agar para calon jamaah haji untuk melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga minimal 30 menit dalam sehari agar terbiasa ketika melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Latihan fisik akan menjadi bekal dan modal ketika menjalankan ibadah haji nanti dan yang tidak kalah penting adalah mengkonsumsi makanan bergizi serta cukup istirahat,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SLeman, Joko Hastaryo menjelaskan dalam kegiatan ini juga diadakan pemeriksaan kesehatan jasmani dengan pengukuran tekanan darah, tinggi badan dan berat badan. Setelah itu dilanjutkan dengan pengukuran tingkat kebugaran dengan metode rockpot atau six minutes walking tes.

“Kami juga mengadakan tes kesehatan jiwa dengan mini ICD atau SRQ,” ujarnya.

13
Mar

Desa Condongcatur Dikukuhkan Menjadi Destana ke-58

Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman dikukuhkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana), Kamis (12/3). Pengukuhan dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, bertempat di Lapangan Ganjuran, Desa Condongcatur.

Dalam sambutannya Sri Muslimatun mengatakan bahwa upaya penanggulangan bencana tidak cukup hanya dilakukan oleh Pemerintah saja. Namun menurutnya harus ada partisipasi aktif dari masyarakat. Maka dari itu, melalui pengukuhan Destana ini diharapkan masyarakat memiliki ketrampilan serta pengetahuan terkait upaya mitigasi bencana jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Terlebih Kabupaten Sleman memiliki sejumlah ancaman bencana alam, seperti erupsi gunung Merapi, banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi dan lain sebagainya”, ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa hingga Februari 2020 ini telah ada 30 kejadian angin kencang dengan jumlah kerugian mencapai Rp 179.750.000, serta mengakibatkan 1 orang meninggal, 2 orang luka berat dan 7 orang luka ringan. Sedangkan bencana tanah lonsor ada 8 kejadian dengan jumlah korban memngungsi sebanyak 7 orang serta kerugian sebanyak 265 juta rupiah. “Bencana lainnya yakni petir dengan dengan jumlah kerugian 800 juta rupiah”, lanjutnya.

Sementara Joko Supriyanto selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk sebanyak 58 Destana di Kabupaten Sleman. Ia juga menargetkan pada tahun 2020 ini akan ada 71 Destana yang tersebar di seluruh Kabupaten Sleman. Adapun simulasi mitigasi bencana yang digelar di Desa Condongcatur, lanjutnya, ialah aksi penanggulangan angin putting beliung. “Peserta Gladi Lapang sebelumnya telah melakukan rakornis sebanyak tujuh pertemuan yang diikuti oleh 30 orang, kemudian dilanjutkan dengan gladi bersih yang diikuti 60 orang, kemudian Gladi Lapang diikuti oleh 200 orang”, jelas Joko.

12
Mar

Ketua PKK Sleman : Menjaga Komunikasi Keluarga Adalah Kunci Membentuk Generasi Emas

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kabupaten Sleman kembali mengadakan Temu Forum Puspa “Semanggem” (Semangat Melindungi Generasi Emas), Rabu (11/3), di Rumah Dinas Bupati Sleman. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengajak seluruh komponen masyarakat bersama-sama menanggulangi aksi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hadir pula pada pada kesempatan tersebut Ketua TP PKK Sleman, Kustini Sri Purnomo. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya acara ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama demi terwujudnya generasi emas masa depan. Hal tersebut menurutnya dapat dimulai dari lingkungan sosial yang paling kecil, yakni keluarga. Orang tua menurutnya harus terus selalu memberikan dukungan dan pendampingan terhadap kegiatan anak. Salah satu yang terpenting, lanjutnya, yaitu harus ada komunikasi yang baik antar anggota keluarga.

“Setiap anggota keluarga harus mampu saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing”, ungkapnya.

BAZNAS Sleman turut mendukung kegiatan tersebut dengan membagikan sepeda untuk 10 anak SD dan 10 anak SMP, beasiswa untuk 10 anak SD dan 10 anak SMP, serta modal usaha sebesar 5 juta rupiah untuk 11 pelaku UKM.Tak ketinggalan, Bank Sleman juga memberikan CSR-nya berupa sepeda untuk 5 siswa SD dan 1 siswa SMP, serta bantuan beasiswa untuk 3 siswa SD dan 3 siswa SMP.

Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 200 orang, terdiri dari PKK Sleman, DWP Sleman, GOW Sleman, Bhayangkari Sleman, Persit Kartika Candra Kirana, dunia usaha, media massa, organisasi keagamaan, PSW, siswa SD dan SMP, serta pelaku industri. Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan talk show dengan narasumber Ahmad Munif S.Ag., Ketua Forum Ormas dan LSM Sleman, Hekso Wahyuning Surya, Ketua Alisa Khadijah ICMI DIY, dan Arif Winarko, Yayasan Samin.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.