Arsip Kategori: Berita

7
Oct

Bupati Sleman Kukuhkan Jaga Warga Desa Condongcatur

Bupati Sleman Sri Purnomo kukuhkan Jaga Warga Desa Condongcatur bertempat di Balai Desa Condong Catur, Depok, Sleman, Jumat (4/10) malam.  Pengukuhan ditandai dengan penyerahan SK oleh Bupati Sleman kepada Ketua Pengurus Jaga Warga tiap dusun.

Pengukuhan Jaga Warga Desa Condongcatur ini merupakan realisasi dan pengaplikasian dari Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Jaga Warga. Dengan keberadaan Jaga Warga di Desa Condongcatur ini diharapkan akan memperkuat persatuan dan kesatuan, mewujudkan keamanan, ketertiban umum, ketenteraman, dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Sleman Sri Purnomo berharap dengan pengukuhan Jaga Warga tersebut dapat menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat dan mengoptimalkan pranata sosial.

Selain itu, Jaga Warga juga harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan kepala dan perangkat desa, keamanan di masing-masing wilayahnya. “Jaga Warga harus mampu menjaga warganya dari kemungkinan datangnya ancaman seperti narkoba, terorisme atau upaya yang bisa memecah belah warga. Keberadaa,” kata Sri Purnomo.

Lanjutnya, Jaga Warga dapat terus menumbuhkan kebersamaan dan gotong royong antar warga. Mengingat kebersamaan dan rasa gotong royong antar warga masyarakat untuk menjaga rasa aman dan nyaman merupakan kekuatan secara kultural di Yogyakarta.

Terlebih menurutnya, Condong Catur sebagai wilayah yang relatif cepat tumbuhnya permukiman baru dan penduduk yang semakin beragam dengan mobilitas tinggi sangat rentan terhadap terjadinya gesekan antar umat beragama, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba maupun tindak kriminal lainnya.

“Berkenaan dengan hal tersebut keberadaan Jaga Warga di Desa Condongcatur dapat mengantisipasi dan mampu menyelesaikan perselihan antar warga dan antar kampung. Jangan sampai di wilayah Sleman ini terjadi perkelahian antar kampung, maupun perkelahian antar geng,” tambahnya.

Kepala Desa Condongcatur Sleman, Reno Chandra Sangaji mengatakan Jaga Warga di Desa Condongcatur dibentuk di setiap padukuhan yang ada.

“Artinya ada 18 jaga warga di Desa Condongcatur, termasuk Dusun Kentungan sudah di kukuhkan oleh pemerintah DIY sebagai pilot project Jaga Warga di tahun 2018.” katanya.

Jaga Warga sendiri menurut Reno terdiri dari tokoh masyarakat, RT/RW, tokoh pemuda dengan total 300 lebih pengurus, untuk bersama-sama menjaga Desa Condongcatur agar tetap kondusif.

4
Oct

Lomba Sapta Pesona Meriahkan Peringatan Hari Pariwisata Internasional

Dalam rangka Peringatan Hari Pariwisata Internasional, Bupati Sleman,  Sri Purnomo serahkan hadiah kepada para juara Lomba Sapta Pesona Kabupaten Sleman 2019 di Ballroom Sahid Jaya Hotel, Kamis (3/10). Selain itu, pada kesempatan tersebut juga diserahkan hadiah kepada juara lomba Video kreatif yang bertema Pesona Sleman dan lomba memasak berbahan dasar salak pondoh.

Bupati Sleman pada kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah  meraih juara. Ia juga memberikan apresiasi kepada para peserta lomba video kompetisi yang telah mengikuti kompetisi tersebut. Menurutnya hal tersebut sangat membantu dalam mempromosikan potensi-potensi Kabupaten Sleman di bidang Pariwisata melalui video.

“Di era kecanggihan teknologi sekarang, promosi wisata akan lebih menarik wisatawan dengan cara visual, maka dengan kontes video ini sangat membantu para wisatawan jika ingin mengunjungi spot – spot menarik di Kabupaten Sleman,” katanya.

Terlebih menurutnya, tahun ini Kabupaten Sleman terus menggenjot kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman, “Tahun lalu tercapai target 7 juta wiasatawan, tahun ini kami tingkatkan menjadi 10 juta wisatawan akan berkunjung ke Sleman,” katanya.

Selain itu, dengan penghargaan Sapta Pesona yang diberikan kepada para pengelola hotel dan restoran di Sleman ia berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya bagi wisatawan yang berkunjung di Sleman. “Hal tersebut juga menjadi salah satu penunjang tercapainya terget kunjungan wisatawan di Sleman,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih mengatakan lomba Sapta Pesona diselenggarakan dalam rangka memperingati hari pariwisata internasional pada tanggal 27 September 2019. Lomba tersebut bertujuan memotivasi dan penguatan industri pariwisata. Menurutnya, pariwisata Kabupaten Sleman merupakan salah satu sektor unggulan dalam pembangunan dan peningkatan perekonomian di Kabupaten Sleman.

Kegiatan tersebut terselenggara atas inisiasi Dispar Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Indonesia Marketing Association (IMA) dan Disperindag Kabupaten Sleman.

Lomba Sapta Pesona diikuit oleh hotel dan restoran yang telah memiliki kelengkapan perizinan dan telah telah memenuhi kewajiban perpajakan. Adapun kategori lomba Sapta Pesona 2019 yakni, hotel berbintang, hoteL non bintang, serta kategori restoran.

Pemenang Lomba Sapta Pesona 2019, kategroi Hotel berbintang juara 1 diraih oleh Hotel Grand Ambarukmo Yogyakarta, juara 2 diraih oleh Hotel Sahid Jaya Yogyakarta dan Juara 3 diraih oleh Hotel Grand Keisha Yogyarakarta. Sedangkan untuk kategori Non Bintang juara 1 diraih oleh Hotel Yellow Star Ambarrukmo Yogyarakta, juara 2 diraih oleh Hotel Pakumas Yogyakarta, dan juara 3 diraih Hotel DOM Yogyakarta. Sedangkan untuk Kategori Restoran juara 1 diraih oleh Restoran Abhayagiri, Juara 2 diraih oleh Restoran Rama Shinta Pramabanan, dan Juara 3 diraih oleh Restoran Sushi Tei.

Untuk Lomba Video Kreatif Sleman juara 1 diraih oleh Bagas Magista dengan judul Sejuta Senyum Sleman, juara 2 diraih Sayekti Kinarya dengan judul video Wonderful Sleman, dan Juara 3 diraih oleh Budi  Prasetya dengan judul video Sleman yang Menawan.

4
Oct

Klinik Rehabilitasi NAPZA ‘Sembada Bersinar’ Diresmikan

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman resmikan Klinik Rehabilitasi Napza ‘Sembada Bersinar’ yang beralamat di Sucen, Triharjo, Sleman, Kamis (3/10/19). Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo dan pengguntingan pita oleh Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Brigjen Pol Triwarno Atmojo.

Kepala BNNK Sleman, AKBP Siti Alfiah menjelaskan bahwa pendirian Klinik Pratama di BNNK Sleman merupakan langkah kedepan dalam upaya pengurangan angka pengguna narkoba di wilayah Kabupaten Sleman.

“Klinik ini merupakan klinik institusi pemerintah yang dikelola oleh BNN Kabupaten Sleman dan didirikan khusus untuk para penyalahguna dan pecandu narkoba melalui rehabilitasi medis rawat jalan,” jelas Siti.

Beberapa fasilitas pelayanan yang ada di klinik tersebut menurutnya antara lain yaitu pelayanan asesmen, rawat jalan, pelayanan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPN), pelayanan promotif dan pelayanan kuratif. Selain itu, selama program akan ditangani secara langsung oleh tenaga kesehatan terlatih dibidang adiksi.

“Rehabilitasi di Klinik Pratama Sembada Bersinar adalah program pemerintah sehingga tidak dipungut biaya,” katanya.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo berharap dengan keberadaan Klinik Pratama Rehabilitasi Napza ”Sembada Bersinar” ini, para korban Napza di Kabupaten Sleman dapat memperoleh pelayanan rehabilitasi secara maksimal, sehingga dapat terlepas dari kecanduan Napza. Selain itu keberadaan klinik rehabilitasi Napza menurutnya akan sangat membantu program Pemkab Sleman untuk mewujudkan masyarakat Sleman yang sehat lahir dan batin.

Sri Purnomo menjelaskan bahwa pada tahun 2018 berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman Kasus Tindak Pidana Narkotika yang terjadi di Sleman  sebanyak 19 kasus dengan jumlah tersangka 30 orang.

Adapun jumlah penyalah­guna narkoba pada tahun 2018 sebanyak 70 orang, yang direhabilitasi di Lembaga  Rehabilitasi Pemerintah seperti RSUD Sleman serta Puskesmas sebanyak 46 orang. Sedangkan yang direhabilitasi di Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat seperti di klinik, rumah sakit swasta maupun Pondok Pesantren sebanyak  24 orang.

Kondisi tersebut menurutnya perlu menjadi kewaspadaan bersama karena bisa jadi kasus penyalahgunaan narkotika yang belum terungkap jauh lebih banyak dibandingkan yang sudah terungkap atau sering disebut fenomena gunung es.

“Saya berharap keberadaan Klinik ini dapat membuat para penyalahguna Napza untuk dapat terbebas  dari penggunaan Napza serta menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi. Selain itu setelah selesai menjalani rehabilitasi di klinik ini para mantan pasien tersebut dapat membantu upaya memerangi penyalahgunaan napza yang tiada hentinya digelorakan oleh Pemkab Sleman,” tambahnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.