Arsip Kategori: Berita

9
Aug

Meriahkan HUT RI, TPP PKK Sleman Gelar Lomba Masak Berbahan Dasar Pisang


Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI ke 74, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesehahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman selenggarakan lomba masak pangan lokal berbahan dasar pisang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (8/8). Lomba masak tersebut diikuti sebanyak 36 peserta yang terdiri dari kategori olahan kering dan basah. Ke 36 peserta ini merupakan anggota PKK yang telah memenangkan lomba dari tingkat Desa sampai Kecamatan.
Pokja III TP PKK Kabupaten Sleman, Indah Lestari menyebut, pisang merupakan salah satu bahan baku yang melimpah di Kabupaten Sleman, maka dari itu dalam lomba masak ini, pisang dipilih menjadi bahan baku yang diperlombakan. “Pisang juga memiliki keunggulan dalam budidayanya bisa tumbuh dimana saja. Maka dari diharapkan dari bahan baku pisang dapat memunculkan pangan lokal yang unggul di Kabupaten Sleman,” katanya.
Sementara itu, dalam lomba masak berbahan dasar pisang ini menghadirkan 6 juri yang terdiri dari unsur akademisi, instansi pemerintah serta praktisi dengan kriteria penilaian mencakupi rasa, kreativitas, kebersihan, penyajian dan komposisi olahan masakan. Seluruh peserta lomba masak berbahan pisang ini memperbutkan tropi dan hadiah serta, bagi pemenang kategori olahan kering, TP PKK telah bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) terkait pemasaran produknya.
Dalam kesempatan tersebut, tampak hadir Bupati Sleman, Sri Purnomo yang sekaligus menyerahkan secara langsung tropi dan hadiah bagi para pemenang lomba masak dengan bahan dasar pisang. Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya penyelenggaraan lomba masak berbahan dasar pisang oleh TP PKK Kabupaten Sleman. Sri Purnomo menilai, dengan adanya kreasi olahan dengan bahan dasar pisang ini dapat menjadikan pisang memiliki potensi lebih dibandingkan dengan olahan pisang pada umumnya sehingga dapat dikembangkan.

 


9
Aug

Pemkab Sleman Fasilitasi Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman fasilitasi pelatihan perempuan penyandang disabilitas pada Kamis dan Jumat 8-9 Agustus 2019 di Aula Dinas P3P2KB Kabupaten Sleman. Kegiatan yang diikuti oleh 35 orang dari anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Sleman ini merupakan kerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia.

Sekertaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Tina Hastani mengatakan bahwa pelatihan yang diberikan dalam kegiatan tersebut berupa pelatihan keterampilan berupa menyulam. Selain pelatihan juga diadakan diskusi terkait kebijakan hukum dan kebijakan perlindungan hak perempuan pada penyandang disabilitas.

Menurutnya pelatihan ini diberikan karena perempuan penyandang disabilitas rentan mendapatkan diskriminasi dan kekerasan. “Dengan pelatihan ini diharapkan mereka lebih mandiri, percaya diri dan berdaya untuk dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat,” kata Tina. Lebih lanjut Tina menuturkan bahwa disabilitas bukan suatu beban karena potensi yang ada dapat digali bersama. Pemerintah juga telah membuka akses untuk meningkatkan keberdayaan para penyandang disabilitas. “Diharapkan melalui kegiatan ini dapat mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender yang proporsional bagi disabilitas di Kabupaten Sleman,” tambahnya.

Sementara itu Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus Kemen PPPA, Nyimas Aliah yang hadir dalam pelatihan tersebut menjelaskan bahwa fasilitasi pelatihan keterampilan ini  bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian perempuan penyandang disabilitas menuju masyarakat inklusif. “Dengan meningkatnya keterampilan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian, maka diharapkan angka kesenjangan ekonomi terhadap perempuan terutama penyandang disabilitas dapat menurun,” jelasnya.

7
Aug

BPK DIY Lakukan Exit Meeting Pengelolaan Dana Kesehatan di Sleman

Badan Pemeriksa Keuangan RI menyelenggarakan Exit Meeting hasil Pemeriksaan Pendahuluan atas Pengelolaan Dana Bidang Kesehatan di Ruang Rapat Bupati Sleman, Selasa (6/8). Setelah melaksanakan tugas pemeriksaan sejak Entry Meeting terhitung pada tanggal 15 Juli hingga 3 Agustus 2019, Tim Audit BPK kemudian menyampaikan hasil pemeriksaan pendahuluan atas pengelolana dana bidang kesehatan  tahun 2018 dan semester I tahun 2019.

Bupati Sleman Sri Purnomo mendukung penuh diadakannya pemeriksaan yang dilakukan BPK tersebut, sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan serta pertanggungjawaban keuangan negara secara transparan dan akuntabel sehingga terwujud tata kelola pemerintahan yang baik. Hasil pemeriksaan Tim Auditor BPK yang disampaikan pada Exit Meeting tersebut kemudian akan ditindaklanjuti oleh OPD terkait. “Pemeriksaan ini merupakan salah satu upaya perbaikan perencanaa kinerja dan penggunaan anggaran di Kabupaten Sleman,” katanya.

Kepala Perwakilan BPK D.I. Yogyakarta Yusnadewi menjelaskan pemeriksaan pendahuluan tersebut bertujuan untuk mengumpulkan semua data informasi terkait dengan pendanaan bidang kesehatan di Pemerintah Kabupaten Sleman. Ia menjelaskan pemeriksaan tersebut bersifat tematik, artinya pemeriksaan tersebut dilakukan secara sampling dan serentak oleh seluruh Kanwil BPK seluruh Indonesia.

“Untuk DIY, tematik dibidang kesehatan dilakukan sampling di Sleman, adapun tematik lainnya seperti Public Financial Management sample diambil di Kabupaten Gunung Kidul dan Bantul” katanya. Lanjutnya, pemeriksaan tersebut juga untuk menentukan area kunci yang akan menjadi fokus dalam pemeriksaan rinci, dan merumuskan tujuan – tujuan potensial, menentukan lingkup pemeriksaan, dan mengidentifikasi kriteria yang ditentukan dalam pemeriksaan rinci. “Hasil ini kemudian akan dikordinasikan dipusat oleh BPK dan Kementerian Kesehatan RI, yang akhirnya menjadi landasan untuk menentukan kebijakan oleh pusat kedepannya,” tambahnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.