Arsip Kategori: Berita

11
Mar

Pemkab Sleman Berikan Penghargaan Kepada RS Bhayangkara Polda DIY

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi dalam bhakti sosial pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode KB Jangka Panjang (MKJP), Pemerintahan Kabupaten Sleman berikan penghargaan kepada Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda DIY. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun kepada Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Polda DIY, Kompol Theresia Lindawati di Selasar RS  Bhayangkara, Rabu (11/3). “Sebagai bentuk terimakasih dan apresiasi, Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan piagam penghargaan salah satunya kepada RS Bhayangkara yang telah ikut berpartisasi dalam bakti sosial pelayanan KB dalam rangka Hut Kabupaten Sleman ke 104,” kata Sri Muslimatun.

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menyaksikan secara langsung penyerahan penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sleman kepada RS Bhayangkara Polda DIY. Dalam kegiatan tersebut, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menyatakan bahwa di tahun 2020, bhakti sosial pelayanan kb di RS Bhayangkara Polda DIY merupakan pelayanan KB terbesar untuk wilayah DIY. “Kami berterimakasih sekali, karena ini, pelayanan KB paling besar adalah ini untuk di DIY karena akseptornya lebih dari seratus.” Ungkapnya.

Sementara itu, Karumkit RS Bhayangkara Polda DIY, Kompol Theresia Lindawati Dalam kegiatan pelayanan KB di RS Bhayangkara Polda DIY menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 100 orang peserta pemasangan Intra Uterine Device (IUD) dan pemasangan KB Implan yang terdiri dari masyarakat umum sebanyak 70 orang, dan anggota Bhayangkari sebanyak 30 orang. “Sementara untuk Moetode Operatif Wanita (MOW) berjumlah lima orang, dan Metode Operasi Pria (MOP) sebanyak sepuluh orang dan berlangsung selama dua hari,” jelasnya.

11
Mar

Bupati Sleman Sahkan Pemutakhiran Rencana Kontijensi Erupsi Gunung Merapi

Bupati Sleman Sri Purnomo sahkan pemutakhiran rencana Kontinjensi Erupsi Gunungapi Merapi Kabupaten Sleman tahun 2020. Pengesahan ditandai dengan penandatangan oleh Sri Purnomo di Aula Lantai III Setda Sleman, Senin (9/3). Turut mendampingi Ketua Perwakilan UNICEF Jawa dan Kepala BPBD Kab. Sleman.

Rencana Kontijensi tersebut sebagai upaya Pemkab Sleman dalam mitigasi bencana jika terjadi keadaan yang darurat akibat erupsi Gunung Merapi. Dokumen tersebut merupakan pemutakhiran rencana kontijen Gunung Api Merapi tahun 2012, dengan skala ancaman letusan gunung merapi yang disesuaikan tahun 2019 sesuai kajian BPPTKG Yogyakarta.

Bupati Sleman Sri Purnomo berharap melalui pendekatan yang partisipatif tersebut Renkonti Gunungapi Merapi yang dimutakhirkan sudah mengakomodasi kebutuhan dan kondisi riil dilapangan, termasuk kebutuhan anak dan kelompok rentan lainnya. Terlebih lagi Renkonti tersebut bersifat partisipatif, disusun oleh multi sektor dan multi pihak serta dinamis dan selalu terbarukan.

“Dokumen Renkon ini disusun dengan tujuan sebagai pedoman dalam penanganan darurat bencana. Sehingga pada saat terjadi tanggap darurat bencana berbagai sumber daya para pemangku kepentingan dapat terkelola dengan cepat dan efektif serta sebagai dasar dalam melakukan mobilisasi,” katanya. Selain itu, dengan adanya Renkon tersebut menurut Sri Purnomo akan meningkatkan literasi bencana masyarakat, terutama yang tinggal dilereng Merapi. “Masyarakat yang sadar literasi bencana, maka akan memahami riwayat bencana di lokasi sekitarnya. Bencana alam tidak bisa dihindari, tetapi jumlah korban jiwa bisa dikurangi bahkan dihindari,” katanya.

Kepala BPBD Kab Sleman Joko Supriyanto mengatakan proses lokakarya pembentukan kontijensi tersebut tidak hanya dibangun melalui porses BOTTOm UP. Tetapi, Dokumen tersebut juga sudah tervalidasi oleh anak, yang berarti peran dan partisipasi anak dalam penanggulangan bencana terskomodir secara proposional. “Tidak hanya menempatkan anak sebagai objek tetapi juga sebagai subjek dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Langkah tersebut juga untuk mendukung kabupaten sleman sebagai KLA,” katanya.

Diharapkan rencana kontijensi tersebut dapat menjadi pedoman bagi para stakeholder dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman apabila terjadi situasi darurat akibat peningkatan aktivasi Gunung Merapi.

Kegiatan pemutakhiran rekonti tersebut terselenggara atas kerjasama antara Pemkab Sleman dengan OPD di Kabupaten Sleman, Relawan, Akademisi, Pelaku usaha, UNICEF, yayasan RedR Indonesia dan forum PRB DIY.

Sementara itu Ketua Kantor Perwakilan UNICEF Jawa Arie Rukmantara mengapresiasi langkah Pemkab Sleman dalam upaya mitigasi Gunung api Merapi dengan disahkannya Rencana Kontijensi tersebut. Tidak hanya itu,  menurutnya Kabupaten Sleman satu – satunya Kabupaten di Indonesia yang melibatkan anak – anak dalam penyusunan dokumen mitigasi kebencanaan tersebut.

“Ini inovasi kebijakan public yang luar biasa, karena prosesnya bottom up, berdiskusi dan mencatat usulan anak – anak, dan kami yakin tidak semua kabupaten/kota di Indonesia melakukan ini,” katanya.

9
Mar

Sleman Raih Tiga Rekor MURI di Bulan Maret

Pemkab Sleman kembali menorehkan sejarah. Kali ini rekor Muri yang berhasil dipecahkan yakni penyelenggaraan Kesenian Jatilan terlama dengan memakan waktu 56 jam nonstop. Penyerahan Piagam Penghargaan diserahkan langsung oleh Executive Manager Museum Rekor Indonesia (MURI), Sri Widayanti Kepada Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, bertempat di Tlogo Putri Kaliurang , Minggu (8/3).

Pada kesempatan tersebut juga Wakil Bupati Sleman resmi menutup penyelenggaraan Sleman Gumyak. Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengapresiasi seluruh pihak yang terkait, karna telah berhasil mensukseskan penyelenggaraan Sleman Gumyak. Lanjutnya, berakhirnya penyelenggaraan Sleman Gunyak bersamaan dengan berakhirnya pementasan Jathilan Nonstop 56 jam. “Sehingga ini menjadi Rekor muri ke 11 di Kabupaten Sleman setelah kemaren sore juga memecahkan rekor Muri 309 Penari Wanara Turun Gunung,” katanya.

Sri Muslimatun berharap dengan perolehan tersebut semakin menjadikan Sleman Sejahtera, Mandiri dan berbudaya. Sementara itu, Executive Manager Museum Rekor Indonesia (MURI), Sri Widayanti meberikan apresiasi yang luar biasa kepada Kabupaten Sleman karena dalam waktu satu bulan ini Kabupaten Sleman berhasil meraih 3 rekor Muri. “Di awal maret ada  Kirab 1000 tumpeng dan dan pasukan bregada, kemudian dilanjutkan pada event Sleman Gunyak penampilan 309 penari Wanara Turun Gunung , dan hari ini Jatilan Nonstop 56 jam,” ungkapnya. Ia mengungkapkan bahwa pagelaran jatilan tersebut berhasil menumbangkan pagelaran Jaran Kepang yang diraih Pemkab Temanggung pada 2018 lalu. “Secara resmi kami umumkan bahwa rekor Jaran Kepang di Temanggung resmi di tumbangkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman,” Kata Sri Widayanti.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarnigsih mengatakan pegelaran tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan event Sleman Gunyak 2020. Dalam Gelaran Festival merapi 2020 yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman tersebut, sebanyak 16 grup  Jathilan yang terdiri dari 785 seniman berpartisipasi dalam pemecahan Rekor Muri yang dimulai dari tanggal 6 hingga 8 Maret. Dengan adanya penyelenggaraan event tersebut di Kaliurang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan  yakni sebanyak 35 ribu pengunjung.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.