Arsip Kategori: Berita

28
Mar

Gambang Stunting, Gebrakan PKK Atasi Gizi Buruk

Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Sleman, TP PKK Kabupaten Sleman fokuskan program pada penuntasan stunting di Sleman. Pada acara Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)  ke 47 tahun 2019 Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (27/3/2019) Seluruh Jajaran Pembina dan TP PKK Kabupaten Sleman deklarasikan Gerakan Ajak Menimbang Atasi Stunting (Gambang Stunting). Pendeklarasian ditandai dengan penandatanganan oleh seluruh Jajaran Pembina dan TP PKK Kabupaten Sleman.

Melalui gerakan Gambang Stunting meliputi pendataan balita, penimbangan balita di posyandu, Kader akan melakukan jemput bola mengajak untuk menimbang setiap bulan, anlisa status gizi, dan penanganan balita dengan masalah gizi segera sebelum kronis/stunting. Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan PKK wajib menangani permasalahan stunting di Kabupaten Sleman.

Ia berpesan para orangtua harus senantiasa memperhatikan asupan gizi bagi anak-anaknya. Hal ini dikarenakan kasus stunting sangat dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang diberikan oleh orangtuanya sejak bayi. “Asupan gizi sangatlah penting bagi tumbuh kembang seseorang,” kata Kustini.

Wakil Ketua TP PKK DIY Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati Paku Alam yang hadir pada kesempatan tersebut mengharapkan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi acara ceremonial, namun mampu menimbulkan semngat baru. Terlebih menurutnya kesehatan yang termasuk didalamnya pencegahan stunting adalah salah satu program prioritas PKK. “Tidak hanya penanggulangan sampah, Stunting adalah program prioritas PKK,” katanya. Ia juga mengajak seluruh Jajaran PKK untuk melakukan pembinana dan pembimbingan kepada kader PKK agar berjalan sesuai fungsi kerja PKK agar tetap selaras dengan program pemerintah.

“Sebagai mitra kerja pemerintah harus menjadi pelopor yang inspiratif untuk selalu konsisten digaris kebijakan pemerintah dan gerakan PKK berkembang sesuai dengan dinamika perkembangan di Indonesia.” tambahnya. Sementara itu Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan keberhasilan program stunting tergantung pada PKK. Karena menurutnya PKK yang sebagian besar beranggotakan perempuan berperan penting selain menjaga asupan gizi anak tetapi juga melahirkan generasi2 emas kabupaten Sleman.

Ia mengatakan PKK sebagai salah satu unsur penggerak pembangunan, PKK dapat memadukan gerak langkah dalam menjalankan program – program pemberdayaan masyarakat melalui 10 program pokok PKK. “Saya yakin kader PKK Kab. Sleman telah melakukan upaya-upaya terhadap pengembangan kehidupan keluarga yang lebih mensejahterakan dan memberdayakan keluarga,” katanya. Ia berharap kedepannya PKK mampu tumbuh sebagai sebuah gerakan dan lebih berperan lagi menjadi ujung tombak dalam pelaksaan program prioritas pemerintah baik dalam bidang kesehatan,pendidikan, dan program – program kesejahteraan masyarakat lainnya.

Sementara itu Dr Wisnu Murti Yani Kabid Kesmas Dinkes Sleman selaku pemateri pada seminar tersebut menyampaikan stunting tidak hanya masalah kesehatan di tingkat daerah tetapi sudah menjadi masalah kesehatan nasional. Ia mengatakan untuk mengukur stunting tidak dengan membandingkan tinggi badan dengan temannya tapi dengan mengukur tinggi badan dan berat tubuh dengan melihat indeks di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). “1000 hari kehidupan dan usia balita, adalah masa emas, dimulainya dari pertemuan sel telur hingga anak berumur 2 tahun.” paparnya. Kekurangan gizi kronis terus menerus merupakan salah satu faktor pertumbuhan terganggu. Sehingga, perkuat konsumsi makanan bergizi pada 1000 hari kehidupan dengan makan protein baik, asi, dan makanan pendamping asi yang sesuai tekstur.

Melalui Gerakan Gambang Stunting ia berharap dapat mengidentifikasi sejak dini penyebab stunting. Kader tidak hanya mengukur, tetapi mencatan di buku KIA , pemberantasan di mulai dari mengetahui dari indeks pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Selai itu, Tpa, Paud, Tk wajib untuk melaporkan indeks pertembuhan jika.tidak datang ke posyandu. “Mencegah stunting lebih mudah dibandingkan dengan terkena stunting,” katanya.

Adapun Indikator anak tergolong stunting salah satu tandanya yakni lahir pendek dan pertumbuhan pendek. Salah satu penyebab yakni kekurangan gizi, akibat salah asuh, asupan kurang karena faktor ekonomi. Ia mengatakan penurunan stunting di Sleman termsuk terbaik di DIY. Di Kabupaten Sleman menurutnya faktor penyebab tingginya angka stunting dikarenakan kurangnya edukasi terhadap pola asuh anak, anak yang dititipkan kepada pembantu, dan tidak memberikan makanan secara benar sesuai umur.

28
Mar

Musrenbang Sleman Prioritaskan Peningkatan Daya Saing Lokal

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2020 Kabupaten Sleman, Rabu (27/3), di Prima SR Hotel & Convention, Jl. Magelang, Sleman. Hadir pula pada acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Forkompimda Kabupaten Sleman, OPD Kabupaten Sleman serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya dengan jumlah peserta 200 orang.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Sleman mengatakan bahwa fokus perencanaan pembangunan Kabupaten Sleman pada tahun 2020 masih menekankan pada tiga tematik, yaitu penurunan kemiskinan, peningkatan daya saing ekonomi lokal, dan penurunan ketimpangan wilayah. Menurutnya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir angka kemiskinan di Kabupaten Sleman telah berhasil ditekan. “Pada tahun 2016 ada 10,60% KK miskin, tahun 2017 turun menjadi 9,48% KK miskin, dan pada tahun 2018 turun lagi menjadi 8,77% KK miskin”, ujarnya.

Dia juga mengapresiasi pelaksanaan acara tersebut yang telah digelar tepat pada waktunya. Dia berharap ini dapat menjadi awal yang baik serta menjadi pendorong terselenggaranya proses penyusunan penganggaran tahun 2020 yang tepat waktu, tepat sasaran dan memberikan outcome yang optimal. Lebih lanjut dia berharap partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyusun rancangan pembangunan tahun 2020. “Perlu disadari bersama bahwa ini bukan semata-mata tanggungjawab eksekutif saja, tapi juga DPRD dan masyarakat Sleman secara keseluruhan. Dengan begitu kegiatan pembangunan di Kabupaten Sleman pada tahun 2020 bisa sesuai dengan kebutuhan, permasalahan dan aspirasi masyarakat”, kata Sri Muslimatun.

Senada dengan hal tersebut, Drs. Kunto Riyadi, MPPM selaku Kepala Bappeda Kabupaten Sleman berharap denga acara tersebut peserta musyawarah dapat memberikan masukan dan pengayaan substansi guna penyempurnaan rancangan RKPD menjadi rancangan akhir RKPD. Sehingga proses perencanaan pembangunan di Kabupaten Sleman dapat berjalan secara optimal. “Saya harap semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini hingga selesai dan dapat memberikan masukan-masukan”, ucapnya.

RKPD tahun 2020 ini merupakan Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJP) Kabupaten Sleman tahun ke-15, serta pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun ke-5. Dengan ini diharapkan visi Kabupaten Sleman untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, madiri, berbudaya, dan terintegrasikannya e-government menuju smart regency di tahun 2021 dapat tercapai. Adapun tema pembangunan tahun 2020 di Kabupaten Sleman adalah “Memantapkan potensi ekonomi lokal daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya”.

 

27
Mar

Bupati Sleman Resmikan Mesin Pengering Padi Berkapasitas 6 Ton

Bupati Sleman Sri Purnomo resmikan mesin pengering padi vertikal sekaligus Panen Raya Padi 2019  bertempat di Gapoktan Agro Jogotirto Berbah, Selasa (26/3/2019). Bupati Sleman Sri Purnomo pada kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada kelompok tani Jogotirto atas panen raya yang diselenggarakan. Ia juga berharap dengan adanya mesin pengering padi yang baru diresmikan tersebut dapat meningkatkan produktifitas para petani sekaligus juga mempertahankan swasemda pangan Kabupaten Sleman.

“Dengan adanya mesin ini, walaupun suatu saat ada musim hujan produksi bisa tetap berjalan,” katanya. Ia menjelaskan dengan menggunakan alat yang baru saja diresmikan tersebut para petani dapat melakukan pengeringan 6 ton padi dalam waktu 15 jam dalam satu kali produksi.

Lebih lanjut, Sri Purnomo juga mengapresiasi Gapoktan Jogotirto karana sudah menggunakan label Beras Sleman. Ia juga mengajak kepada seluruh warga Sleman untuk mengkonsumsi hasil produk lokal yakni Beras Sleman. “Kita bangga dengan produk kita, mari berupaya meningkatkan penjualan Beras Sleman,” katanya. Tahun 2018, Sleman surplus hingga  86 ribu ton beras. Ia berharap kedepannya Sleman mampu mempertahankan produksi berasnya bahkan meningkat.

Sementara itu Ketua Gapoktan Agro Maryadi mengatakan dengan adanya mesin pengering baru tersebut sangat membantu dalam proses pengolahan padi menjadi lebih cepat dan efektif. Sejak didirikan pada 19 Maret 2018, Gapoktan Jogotirto beranggotakan 18 kelompok tani dengan luas lahan pertanian padi di Jogotirto seluas 316 hektar. Dari luasan tersebut, Gapoktan Jogotirto berhasil menghasilkan panen rata-rata 9,3 ton perhektar. Saat ini, Gapoktan Agro Jogotirto menjadi salah satu pemasok Beras Sleman untuk segmen pasar, rumah makan dan kebutuhan ASN di Kabupaten Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.