Arsip Kategori: Berita

24
Nov

Batik Sleman Turut Meriahkan Jogja Fashion Week 2018

Batik khas Sleman ikut unjuk gigi pada ajang bergengsi Jogja Fashion Week 2018 di Atrium Hartono Mall, Sleman, Kamis (22/11). Ada sebanyak 24 pengrajin batik asal Sleman yang tergabung dalam komunitas Mukti Manunggal ikut memeriahkan Jogja Fashion Week kali ini.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun tak mau ketinggalan ikut menyaksikan perhelatan yang digagas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY tersebut. Ditemui usai acara tersebut, ia mengaku bangga dengan batik karya warga Sleman yang mampu menarik perhatian para pengunjung di JFW 2018. “Ini artinya batik Sleman dihargai,” kata Sri Muslimatun.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kunci kesuksesan para pengrajin batik di Kabupaten Sleman adalah komitmen untuk terus melestarikan seni batik. Meski begitu, menurutnya para pembatik haBrus terus mengembangkan kreatifitas dan inovasinya sesuai dengan perkembangan zaman. “Batik ini memang ada pakemnya, tapi terus berkembang sesuai kreasi masing-masing. Jadi luar biasa saya lihat tadi motifnya bermacam-macam,” ucap Sri Muslimatun. Dia berharap seni batik di Kabupaten Sleman terus meningkat produktifitas dan kualitasnya. Sri Muslimatun juga berharap batik Sleman ini dapat menjadi sarana untuk mensosialisasikan sumber daya yang dimiliki Kabupaten Sleman melalui motifnya.

“Tadi saya lihat ada yang bermotif melon karena ternyata pengrajinnya itu para istri petani melon. Ada motif gunung merapi juga. Jadi ini bisa menjadi wadah untuk mensosialisasikan apa yang kita miliki. Kalau dikelola dengan baik, produksi batik ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di kabupaten Sleman,” tuturnya.

Salah satu pengunjung Jogja Fashion Week 2018, Ade, mengaku takjub dengan motif batik hasil kreasi masyarakat Sleman tersebut. Menurutnya busana berbahan bati Sleman yang ditampilkan pada kesempatan tersebut tak kalah dengan yang lainnya. Bahkan dia sangat mengapresiasi karena para pegiat fashion di Kabupaten Sleman batik masih antusias dalam melastarikan seni batik.

“Semangat melestarikan budaya seperti ini harus kita apresiasi ya,” kata wanita asal Sleman tersebut.

Jogja Fashion Week yang ke-13 ini mengambil tema Perspectrum yang merupakan singkatan dari Perspective, Spectacular dan Spectrum. Acara diadakan selama empat hari, mulai tanggal 20 November 2018 sampai tanggal 23 November 2018. Pembukaan dilakukan oleh Kepala Disperindag DIY Tri Saktiyana. Pertunjukan fashion show dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi pertama pada pukul 16.00 WIB-17.00 WIB, dan sesi kedua pada pukul 19.00 WIB-21.00 WIB.


23
Nov

Peringatan HKN Ke-54, Dinkes Sleman Luncurkan Senam Germas Sembada

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman luncurkan Senam Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Sembada pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 tahun 2018 di Lapangan Pemda Sleman, pada Kamis (22/11/18). Peluncuran dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun didampingi Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo ditandai dengan pemencetan tombol sirine.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menjelaskan Senam Germas Sembada adalah senam yang tergolong memiliki gerakan mudah dan berdurasi singkat hanya 11 menit. Senam ini menurutnya berisi suatu gerakan hiburan yang menyenangkan dan dapat merangsang terbentuknya Dopamin dalam tubuh. Zat Dopamin berguna untuk mencegah penuaan dini serta menimbulkan rasa tenang dan senang. “Senam Germas Sembada ini diharapkan akan dilakasanakan sehari-hari oleh masyarakat di usia produktif, ditengah kesibukannya bekerja baik di sektor swasta maupun pemerintah,” ungkapnya.

Muslimatun menambahkan, setiap tahun senam ini akan selalu diperbarui baik gerakan maupun iringan musiknya. Pembaruan tersebut agar selalu mengikuti trend gerakan senam dari masa ke masa agar selalu diminati masyarakat. “Kami menyadari, senam ini masih banyak kekurangan. Namun cita-cita terpenting dari diluncurkannya senam ini adalah untuk membangkitkan kemauan dalam berperilaku hidup sehat,” tutur Muslimatun.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan bahwa peluncuran Senam Germas Sembada juga diawali dengan peluncuran lima inovasi program kesehatan lainnya. Inovasi program kesehatan yang diluncurkan yaitu Pandu Teman (Pemeriksaan ANC Terpadu Menuju Triple Eliminasi Melibatkan Semua Layanan), SIM KIA SEMBADA, Getar Thala (Gerakan Atasi Anemia dan Thalasemia) dan terakhir Tua Keladi (Santun Lansia Kesehatannya Layak Diperhatikan).

22
Nov

Jelang Pemilu 2019, Satpol PP Ajak Desa Bersinergi Amankan Pesta Demokrasi

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman adakan Rapat Koordinasi dan Fasilitasi Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa dan Kecamatan se-Kabupaten Sleman tahun 2018 di ruang Pangripta Bappeda, Rabu (21/11). Acara yang dihadiri oleh 103 peserta dari Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) 86 Desa dan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantip) 17 Kecamatan tersebut diadakan untuk mengkoordinasi keamanan menjelang pemilu 2019 mendatang.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat, Fatoni Budi Prabowo menyatakan, berdasarkan Rapat umum terbuka Komisi Pemilihn Umum (KPU) yang di selenggarakan  pada 12 November 2018, d Pemilu 2019 mendatang akan di selenggarakan di 3.391 TPS dengan jumlah pemilih di Kabupaten Sleman sebanyak 773.875 pendaftar. “Setidak-tidaknya dapat menyediakan personil sebanyak 8385 dengan rincian yang bertugas di TPS ada 6.782 di balai desa ada 1032 di kecamatan ada 527 dan KPU 44 Personil,” ucapnya.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa berdasarkan UU Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum, pasal 351 disebutkan bahwa 2 orang personil yang bertugas di TPS untuk mengamankan pemilu adalah Linmas. Sehingga perlu adanya persiapan untuk penempatan personil di TPS, Balai Desa, Kecamatan serta KPU. Ia juga menuturkan bahwa jumlah personil Linmas yang ada berdasarkankan pakaian dinas lapangan yang di distribusikan pada 2017 hanya ada 6300 sehingga masih ada kekurangan 2085.

“Terkait dengan kekurangan ini, desa juga perlu mempersiapkan mengangkat linmas-linmas baru hingga nanti kekurangan kebutuhan personil dapat terpenuhi nantinya. Dan yang berwenang dalam pengangkatan dan pemberhentiannya adalah kepala desa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Komisi Pemilihan Umum, Trapsi Haryadi juga menyampaikan bahwa pentingnya peranan Linmas terkait pemilu dan pengamanan logistik. Ia juga berharap melalui acara ini dapat menyelaraskan dan bersinergi dalam mensukseskan hajatan besar Indonesia yaitu pemilu 2019.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.