Arsip Kategori: Berita

22
Nov

Pemkab Sleman Bentuk TPAKD Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Kamis (21/11). TPAKD merupakan forum koordinasi antar instansi dan pemangku kepentingan yang bertujuan untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di Kabupaten Sleman. Sri Purnomo menjelaskan bahwa Pengukuhan TPAKD dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.  Tim ini diisi 24 personil dari unsur aparatur Pemkab Sleman, Otoritas Jasa Keuangan, Kamar Dagang dan Industri, perbankan dan akademisi.

Menurutnya, TPAKD merupakan perwujudan dari keinginan pemerintah untuk dapat hadir dalam merespon kebutuhan rakyat, terutama dalam membuka akses keuangan. “Saya harap keberadaan TPAKD dapat melakukan berbagai terobosan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah, termasuk menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di Kabupaten Sleman terdapat tidak kurang dari 37.000 UMKM dan hingga bulan Oktober tahun 2019 Dana Penguatan Modal (DPM) mencapai Rp 340,78 Milyar. Untuk itu seluruh komponen yang tergabung dalam TPAKD diharapkan saling bekerja sama dan bersinergi agar program yang disusun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sleman.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Untung Nugroho menyampaikan bahwa TPAKD awalnya digagas oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama dengan OJK pusat sekitar tahun 2015. Berdasarkan kesepakatan itu Kemendagri menyampaikan intruksi kepada Gubernur dan Bupati Walikota masing-masing membentuk TPAKD. “Sebenarnya tidak menjadi masalah di Sleman ya, karena terus terang banyak program TPAKD ditempat lain itu melaksanakan apa-apa yang sudah Sleman kerjakan,” tuturnya.

Berdasarkan hasil survey, Untung mengatakan bahwa tingkat akses keuangan di DIY sudah mencapai 76% dari target yang ditetapkan Presiden yaitu sebanyak 75%. “Sementara untuk  literasi dari target 75% sudah mencapai 58% tersisa sedikit lagi untuk meningkatkan literasi,” jelasnya. Sementara itu Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito dalam kesempatan tersebut berpesan agar para personil TPAKD yang telah dikukuhkan untuk terus melakukan pertemuan-pertemuan untuk memajukan Kabupaten Sleman. Pesan saya kepada tim TPAKD, seringlah bertemu pikirkan kira-kira apa yang dapat memajukan daerah. Lembaga jasa keuangan juga harus membantu jangan sampai pikirannya hanya untung saja,” ungkap Sarjito

21
Nov

Sleman Kembali Raih Penghargaan Kesehatan Tingkat Nasional


Pemerintah Kabupaten Sleman terus torehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Sleman kembali raih penghargaan Swasti Saba Wistara yang merupakan penghargaan tertinggi dalam penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS).
Pemberian penghargaan tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto yang dilaksanakan di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (19/11).
Bupati Sleman, Sri Purnomo usai menerima penghargaan tersebut menyampaikan bahwa tahun 2019 merupakan keenam kalinya Kabupaten Sleman ikut serta dalam penyelenggaraan KKS.
Pada tahun 2009, Kabupaten Sleman berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Padapa dalam penyelenggaraan KKS dengan klasifikasi pemantapan dengan tatanan yang terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi serta kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri. Kemudian pada tahun 2011 Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba Wiwerda, dengan klasifikasi pembinaan untuk empat tatanan terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kawasan permukiman sarana prasarana sehat dan kawasan pariwisata sehat.
Kemudian pada tahun 2013 Kabupaten Sleman kembali memperoleh Swasti Saba Wiwerda dengan 5 (lima) tatanan yang terpilih yaitu kawasan permukiman sarana prasarana sehat, ketahanan pangan dan gizi, kawasan pariwisata sehat, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri serta kehidupan sosial yang sehat.
Sedangkan pada tahun 2015 sampai dengan tahun ini (2019), Kabupaten Sleman berhasil mempertahankan penghargaan tertinggi dalam penyelenggaraan KKS, yaitu penghargaan Swas Saba Wistara dengan 7 tatanan yang dipilih yaitu pemukiman sarana dan prasarana sehat, sarana lalu lintas tertib transportasi, pariwisata sehat, industri dan perkantoran sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri serta, kehidupan sosial yang sehat.
“Hari ini (19/11) Alhamdulillah Kabupaten Sleman kembali meraih penghargaan Swasti Saba Wistara untuk ketiga kalinya dan bisa dipertahankan oleh Kabupaten Sleman,” jelas Sri Purnomo.
Menurut Sri Purnomo, dengan diraihnya penghargaan Swasti Saba Wistara untuk ketiga kalinya oleh Kabupaten Sleman diharapkan dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kesadaran terkait kesehatan lingkungan.
Selain itu, Sri Purnomo juga menyebut bahwa penghargaan yg diraih Kabupaten Sleman ini juga tidak terlepas dari kerja keras banyak pihak baik Pemerintah, swasta dan juga masyarakat yang bekerja bersama dalam mewujudkan Kabupaten Sehat.
Sementara itu, dalam kegiatan tersebut Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Muhammad Hudori sekaligus ketua panitia penghargaan KKS 2019 menuturkan bahwa terdapat peningkatan jumlah pengajuan penyelenggaraan KKS 2019.
“Dalam kegiatan kolaborasi antara Kemendagri dan Kemenkes ini terdapat peningkatan dalam pengusulan dokumen KKS. Jika tahun 2017 terdapat 173 Kabupaen/Kota, pada tahun 2019 ini terdapat 202 Kabupaten/Kota,” jelasnya.
Dengan jumlah yang meningkat tersebut, pda akhirnya ditetapkan hasil evaluasi penyelenggaraan KKS tahun 2019 yaitu terdapat 6 Provinsi pembina KKS terbaik, 88 Kabupaten/Kota menerima Swasti Saba Wistara, 29 Kabupaten/Kota Wiwerda, 60 Kabupaten/Kota Swasti Saba Padapa.

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus torehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Sleman kembali raih penghargaan Swasti Saba Wistara yang merupakan penghargaan tertinggi dalam penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS). 
Pemberian penghargaan tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto yang dilaksanakan di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (19/11). 
Bupati Sleman, Sri Purnomo usai menerima penghargaan tersebut menyampaikan bahwa tahun 2019 merupakan keenam kalinya Kabupaten Sleman ikut serta dalam penyelenggaraan KKS. 
Pada tahun 2009, Kabupaten Sleman berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Padapa dalam penyelenggaraan KKS dengan klasifikasi pemantapan dengan tatanan yang terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi serta kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri. Kemudian pada tahun 2011 Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba Wiwerda, dengan klasifikasi pembinaan untuk empat tatanan terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kawasan permukiman sarana prasarana sehat dan kawasan pariwisata sehat.
Kemudian pada tahun 2013 Kabupaten Sleman kembali memperoleh Swasti Saba Wiwerda dengan 5 (lima) tatanan yang terpilih yaitu kawasan permukiman sarana prasarana sehat, ketahanan pangan dan gizi, kawasan pariwisata sehat, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri serta kehidupan sosial yang sehat. 
Sedangkan pada tahun 2015 sampai dengan tahun ini (2019), Kabupaten Sleman berhasil mempertahankan penghargaan tertinggi dalam penyelenggaraan KKS, yaitu penghargaan Swas Saba Wistara dengan 7 tatanan yang dipilih yaitu pemukiman sarana dan prasarana sehat, sarana lalu lintas tertib transportasi, pariwisata sehat, industri dan perkantoran sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri serta, kehidupan sosial yang sehat. 
“Hari ini (19/11) Alhamdulillah Kabupaten Sleman kembali meraih penghargaan Swasti Saba Wistara untuk ketiga kalinya dan bisa dipertahankan oleh Kabupaten Sleman,” jelas Sri Purnomo. 
Menurut Sri Purnomo, dengan diraihnya penghargaan Swasti Saba Wistara untuk ketiga kalinya oleh Kabupaten Sleman diharapkan dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kesadaran terkait kesehatan lingkungan. 
Selain itu, Sri Purnomo juga menyebut bahwa penghargaan yg diraih Kabupaten Sleman ini juga tidak terlepas dari kerja keras banyak pihak baik Pemerintah, swasta dan juga masyarakat yang bekerja bersama dalam mewujudkan Kabupaten Sehat. 
Sementara itu, dalam kegiatan tersebut Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Muhammad Hudori sekaligus ketua panitia penghargaan KKS 2019 menuturkan bahwa terdapat peningkatan jumlah pengajuan penyelenggaraan KKS 2019. 
“Dalam kegiatan kolaborasi antara Kemendagri dan Kemenkes ini terdapat peningkatan dalam pengusulan dokumen KKS. Jika tahun 2017 terdapat 173 Kabupaen/Kota, pada tahun 2019 ini terdapat 202 Kabupaten/Kota,” jelasnya. 
Dengan jumlah yang meningkat tersebut, pda akhirnya ditetapkan hasil evaluasi penyelenggaraan KKS tahun 2019 yaitu terdapat 6 Provinsi pembina KKS terbaik, 88 Kabupaten/Kota menerima Swasti Saba Wistara, 29 Kabupaten/Kota Wiwerda, 60 Kabupaten/Kota Swasti Saba Padapa.


20
Nov

Jembatan Penyeberangan Orang Plaza Ambarukmo Resmi Dibuka

Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Ambaramarga yang ada di Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman, telah diresmikan pada hari Selasa (19/11).  JPO yang menghubungkan Ambarrukmo Plaza dan Grand Ambarrukmo Hotel itu diresmikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono. Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, beserta jajarannya turut hadir pada acara tersebut.  Ia mengapresiasi keseriusan pihak manajemen The Ambarukmo dalam memberikan pelayanan kepada pejalan kaki di area tersebut. Menurutnya semakin tinggi kepedulian pihak swasta untuk berkontribusi dalam pembangunan, maka akan semakin cepat dan lancar pula pembangunan yang ada di wilayah Kabupaten Sleman. “JPO ini merupakan bentuk sinergitas antara pemerintah dengan swasta yang patut untuk terus ditingkatkan di masa depan. Saya berharap para pengguna dapat memanfaatkannya dengan baik juga merawat fasilitas dan kebersihan jembatan tersebut dengan baik”, kata Sri Muslimatun.

Sementara Sri Sultan Hamengkubuwono X berharap JPO Ambaramarga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat di wilayah tersebut. Ia mengimbau warga tidak lagi menyeberang jalan secara sembarangan, melainkan melewati JPO yang baru tersebut. “Ini juga demi keselamatan masyarakat yang ada di wilayah terseabut”, tutur Sri Sultan HB X. Ia juga berharap dengan diresmikannya Grand Ambarrukmo Hotel dapat meningkatkan gairah pariwisata di DIY. Terlebih dengan adanya bandara baru di Kulon Progo yang akan diresmikan pada tahub 2020 mendatang. “Saya mohon para direksi, komisaris, dapat meningkatkan servisnya, bisa berkompetisi”, tegasnya.

Managing Director Grand Ambarrukmo Yogyakarta, Haris Susanto, menyampaikan nama Ambaramarga diambil dari bahasa sanskerta yang artinya sebuah jalan di angkasa. JPO Ambaramarga memiliki panjang 107 meter dan disertai 3 pintu akses. Ia mengatakan JPO ini dilengkapi dengan lift yang ramah difabel, tangga darurat, penerangan 24 jam, dan dan juga koridor di lantai 1 plaza ambarrukmo. “JPO ini sudah memenuhi standar bangunan di Indonesia melalui peraturan SNI 1727 tahun 2013 mengenai perancangan gedung dan 1726 tahun 2012 mengenai ketahanan gempa”, ungkap Haris.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.