Arsip Kategori: Berita

1
Apr

Bupati Sleman Kukuhkan Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Kalurahan

Bupati Sleman kukuhkan Forum Komunikasi (Forkom) Badan Permusyawaratan Kalurahan Kabupaten Sleman pada Selasa (30/3) di Pendopo Parasamya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Pembentukan forkom yang beranggotakan 16 orang tersebut merupakan salah satu upaya untuk lebih meningkatkan silaturahmi lintas kalurahan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa keberadaan forum ini merupakan sarana untuk meningkatkan pemahaman tentang tugas dan fungsi Badan Permusyawaratan Kalurahan. Dengan upaya tersebut Badan Permusyawaratan Kalurahan akan mampu menjadi mitra kerja yang baik bagi lurah.

“Pada kesempatan ini saya mendorong kepada seluruh anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan di Kabupaten Sleman untuk menjalin sinergitas dengan para pemangku kepentingan lainnya yang ada di Kalurahan demi kemajuan kalurahan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Badan Permusyawaratan Kalurahan memiliki kedudukan yang sangat penting dan strategis dalam sistem pemerintahan Kalurahan. Selain sebagai mitra lurah, kedudukan Badan Permusyawaratan Kalurahan sangat diperlukan dalam membahas rancangan peraturan Kalurahan.

“Saya berharap setelah terbentuknya Forkom Badan Permusyawaratan Kalurahan ini dapat melahirkan ide, gagasan, dan pikiran yang sehat dan cerdas agar dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap penyelenggaraan pemerintahan terutama mendorong pembangunan dan kemasyarakatan di kalurahan,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Forkom Badan Permusyawaratan Kalurahan Kabupaten Sleman, Khoirul Huda menyampaikan bahwa setelah pengukuhan tersebut, Forkom Badan Permusyawaratan Kalurahan tingkat Kabupaten Sleman dapat menjadi fasilitator diskusi bersama dengan badan permusyawaratan kalurahan di tingkat kalurahan dan kapanewon. Hal ini dalam rangka mengawal  empat pilar yaitu konsolidasi, asistensi, advokasi dan peningkatan kapasitas.

“Selain itu Badan Permusyawaratan Kalurahan  tingkat kabupaten juga memberikan informasi peraturan yang berkaitan dengan ketugasan Badan Permusyawaratan Kalurahan terutama fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan kalurahan,” jelas Khoirul.

30
Mar

Gelar Musrenbang RKPD, Sleman Fokuskan Pemulihan Ekonomi dan Kondisi Sosial

Mewabahnya Covid-19 sampai saat ini, memberikan dampak bagi banyak sektor di wilayah Sleman. Dalam mengatasi dampak tersebut, diperlukan adanya percepatan pemulihan ekonomi dan kondisi sosial masyarakat. Percepatan kebangkitan ekonomi dan pemulihan kondisi sosial masyarakat Sleman ini kini menjadi salah satu fokus pembahasan penting dalam perencanaan pembangunan tahun 2022 di Kabupaten Sleman.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam pembukaan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2022 di Ballroom The Rich Hotel, Senin (29/3).

Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa mewabahnya COVID-19 ini memaksa semua level pemerintahan, baik pusat maupun daerah untuk melakukan koreksi terhadap rencana pembangunan yang telah ditetapkan.

Menurutnya, perubahan rencana pembangunan tersebut merupakan penyesuaian rencana sebagai bentuk adaptasi terkait perlunya penanganan Covid-19 dan keharusan tetap menjalankan pembangunan. Kustini menyebut perlu adanya penyesuaian yang tepat dan kebijakan yang terukur dalam menangani Pandemi COVID-19.

“Penyesuaian yang tepat dan kebijakan yang terukur dalam menangani Pandemi COVID-19 kita harapkan akan menjadi titik awal untuk pemulihan,” katanya.

Adapun pemulihan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat Sleman yang dimaksud dalam perencanaan pembangunan tahun 2022 yaitu meliputi penguatan modal bagi pelaku UMKM terdampak, pelatihan untuk menghasilkan nilai tambah atau pendapatan, padat karya, menjaga ketersediaan pangan, memulihkan kunjungan wisatawan, membangun kembali jejaring pasar untuk produk pelaku usaha dan mengefektifkan penyediaan  jejaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak.

Dalam mewujudkan pemulihan kondisi tersebut, Kustini Sri Purnomo juga mendorong partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Kabupaten Sleman untuk berembug bersama, memformulasikan rencana pembangunan tahun 2022.

“Melalui upaya-upaya bersama ini, diharapkan kegiatan pembangunan di Sleman tahun 2022 benar-benar sesuai dengan kebutuhan, permasalahan dan aspirasi masyarakat,” ujar Kustini Sri Purnomo.

30
Mar

Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Pantu Pelaksanaan PPKM Di Sleman

Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, lakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sleman pada Jumat (26/3). Kunjungan tersebut dilakukan di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok dalam rangka pemantauan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Sleman.

Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Yusharto Huntoyungo mengatakan bahwa sesuai data di tingkat nasional dan sudah terlaporkan tim pemantau PPKM dan posko desa di Kemendagri, Kalurahan Condongcatur sudah membentuk posko dan menerapkan ketentuan yang berkaitan dengan PPKM level mikro di tingkat kalurahan.

“Semua terlibat secara aktif mulai dari PKK, Babinsa dan Bhabinkamtibmas sampai dengan posko dari puskesmas dan posyandu yang berada dilevel kalurahan,” ujarnya selepas pemantauan.

Ia berterimakasih atas  keterlibatan semua pihak jajaran Pemkab Sleman yang telah aktif bersinergi dan menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk masyarakat sehingga tidak ada lagi RT yang berkategori zona merah dan orange.

“Kami berharap dengan pemberlakuan PPKM ini mudah-mudahan tidak ada lagi yang berzona kuning tapi menjadi hijau,” ujarnya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam acara tersebut menyampaikan bahwa kunjungan ini menunjukkan besarnya perhatian Kementrian Dalam Negeri pada Pemerintahan Kalurahan/Desa di Kabupaten Sleman.

“Perhatian tersebut, merupakan kebanggaan bagi kami untuk membuat masyarakat Sleman menjadi termotivasi untuk terus senantiasa bekerja lebih baik lagi demi meningkatkan pelayanan Pemerintahan kepada masyarakat di lingkup Kalurahan/Desa di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Menurutnya, pada  masa pandemi ini sinergi terjalin dengan berbagai pihak. Salah satunya  PKK Kabupaten Sleman yang melakukan koordinasi dengan pengurusnya membuat program yang bisa bermanfaat dalam kondisi ini. Inovasi program yang dijalankan adalah program “Ibu Menyapa” yang merupakan kegiatan pemulihan kondisi pasca pandemi.

Kegiatan tersebut meliputi kegiatan penyemprotan disinfektan dan juga kunjungan ke 17 kapanewon, pasar dan lain-lain.  “Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi dagar terus berkegiatan namun harus dengan mengedepankan protokol kesehatan,” jelasnya.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.