Arsip Kategori: Berita

5
Aug

Kontingan Seni Sleman Tampil Memukau Pengunjung TMII

Kabupaten Sleman kembali memeriahkan Gelar Pesona Budaya Nusantara yang diselenggarakan oleh Kantor Badan Penghubung Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (3/8) malam. Dalam Gelar Pesona Budaya Nusantara 2019 tersebut, Kabupaten Sleman menampilkan Sendratari Lokapala, Tari Batik Sinom Parijotho dan Tari Kridha Jatirasa Sembada oleh 80 seniman dan pelaku budaya.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara. Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan dan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Kegiatan yang mengsung tema Sleman Berbudaya Memperkokoh Jogja Istimewa ini merupakan semangat bagi kami dalam upaya memperkuat keistimewaan,” katanya.
Lebih lanjut, Sri Muslimatun juga mengatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang kreasi bagi para penggerak seni dan pelaku budaya dalam mengekspos dan mempublikasikan ragam karya budaya Sleman di kancah nasional. “Tidak kurang dari 80 seniman dan pelaku budaya yang hadir pada kesempatan ini akan memberikan sajian budaya khas sleman. Selain itu dalam kegiatan ini disajikan berbagai sajian khas Sleman seperti Kopi Merapi, Teh Turgo, Jadah-Tempe, dan Slondok,” tuturnya.
Namun demikian, menurut Sri Muslimatun apa yang disajikan dalam kegiatan ini  hanya sebagian kecil dari ragam kekayaan daerah Sleman.
Sementara itu, Staf Ahli Guberur DIY Bidang Sosial dan Kebudayaan, Trimulyono yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Gelar Pesona Budaya Nusantara 2019.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momen yang strategis untuk lebih memperkenalkan seni budaya kepada masyarakat luas. Selain mengapresiasi terhadap pagelaran seni budaya, Trimulyo juga mengapresiasi terhadap pameran UMKM yang diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Pesona Budaya Nusantara. “Sentra sentra ekonomi berbasis kerakyatan perlu terus menerus dikembangkan. Semangat berkarya dan berkreasi perlu terus difasilitasi,” ujarnya. Salah satu upaya memfasilitasi yang dimaksud tersebut salah satunya melalui pameran-pameran hasil kreativitas  para pengrajin.
“Industri kerajinan sebagai bentuk perpaduan antara keterampilan tangan dengan nilai-nilai seni dan keindahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan indonesia,” katanya. Kegiatan Gelar Pesona Nusantara 2019 ini tampak ramai. Tidak hanya tamu undangan, tetapi juga masyarakat umum turut serta menyaksikan. Bahkan tidak sedikit yang mengabadikan gelaran seni tari yang ditampilkan Kabupaten Sleman.

 

5
Aug

Tingkatkan Minat Baca, Pemkab Sleman Gelar Jambore Literasi


Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman kembali menggelar Jambore Literasi pada hari Jumat (2/8) dan Sabtu (3/8), di K Hotel Kaliurang, Sleman. Jambore yang diadakan selama dua hari ini bertujuan untuk membangun integritas dan menyamakan persepsi sesama penggiat literasi se-Kabupaten Sleman.
Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, yang juga hadir pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa jambore ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni membangun atmosfer Smart Education di Kabupaten Sleman. Smart Education menurut dia dapat diwujudkan salah satunya dengan meningkatkan minat baca dan tulis di kalangan generasi milenial. Lebih lanjut ia berharap dengan diadakannya kegiatan ini akan dapat mendukung pembangunan di Kabupaten Sleman.
“Karena tidak bisa dipungkiri bahwa modal dasar pembangunan adalah dengan upaya peningkatan sumber daya manusianya”, jelas Sri Muslimatun.
Selanjutnya ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dengan pegiat literasi untuk sama-sama berupaya meningkatkan minat baca di Kabupaten Sleman. Sinergitas ini dianggap penting mengingat membudidayakan masyarakat untuk gemar membaca perlu dilakukan secara terus-menerus oleh berbagai pihak. “Maka melalui kegiatan ini kita rangkul seluruh pihak untuk membangun budaya membaca”, ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, AA Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, mengatakan ada sebanyak 175 orang pegiat literasi yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Dikatakan bahwa pesertanya terdiri dari berbagai unsur, seperti pengelola perpustakaan sekolah, Kepala Sekolah, Kepala Dinas, Kepala Dinas terkait, komunitas literasi dll. Ia menjelaskan kegiatan diadakan pertama kali pada tahun lalu bertempat di Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman. “Saya harap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan”, tutur Ayu.
Jambore Literasi ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti talk show literasi, semarak literasi, out bond, dan wisata ke Tlogo Putri Kaliurang. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan ikrar guna meningkatkan budaya literasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sleman. Setelah pembacaan ikrar kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan ikrar oleh Wakil Bupati Sleman dan perwakilan peserta jambore.

 


2
Aug

Sleman Gelar Seminar Sinergikan Program Pengentasan Kemiskinan

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah selenggarakan  Seminar Sinergi dan Inovasi Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Akademisi dalam Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Aula Bappeda, Kamis (1/8). Kegiatan  yang diikuti oleh 90 orang yang berasal dari unsur LPPM PT, OPD, DPRD Sleman dan Kepala Desa ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sleman.

Dalam Seminar tersebut Wakil Bupati Sleman,  Sri Muslimatun mengingatkan pentingnya pilar akademisi dalam membantu percepatan penanggulangan kemiskinan.

“Upaya penanggulangan kemiskinan tidak semata merupakan tanggung jawab pemerintah saja, namun Akademisi juga sangat berpengaruh dalam membantu percepatn penanggulangan kemiskinan,” kata Sri Muslimatun .

Menurutnya, banyak Perguruan Tinggi di Sleman perlu diaskses potensinya untuk mengentas kemiskinan melalu Tri Dharma perguruan tinggi yakni, Penelitian, Pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Program yang ada di OPD lingkungan Pemkab Sleman perlu di sinergikan dengan potensi yang dimiliki perguruan tinggi,” katanya.

Ia berharap seminar tersebut dapat mensinergikan program antara pemangku kepentingan sehingga sasaran pembangunan dapat terwujud dari hulu sapai hilir dan mengurangi jumlah KK miskin.

Sementara itu Sekretaris Bappeda Sleman, Arif Setio Lakito mengatakan diselenggarakannya seminar tersebut sesuai dengan misi ketiga dalam RPJMD Kabupaten Sleman yaitu meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan, aksesibilitas dan kemampuan ekonomi rakyat, serta penanggulangan kemiskinana.

Menurutnya target pencapaian kemiskinan di RPJMD 2016-2021 pada tahun 2019 sebesar 8,68% dan target 2021 sebesar 8%. “Dari tahun 2017 hingga tahun 2018 Persentase KK miskin di Kabupaten Sleman berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,71 %. Dari 9,48 % di tahun 2017 menjadi 8,77% di tahun 2018,” jelas Arif.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan paparan materi oleh Dosen Fisip UPN ‘Veteran’ Yogyakarta Dr. Saptopo B. Ilkodar tentang materi ‘Peran Perguruan tinggi dalam Penanggulangan Kemiskinan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi’ dan Drs. Pranama selaku Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan tentang “Strategi dan Sinergi percepatan Pronangkus di Kabupaten Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.