Arsip Kategori: Berita

8
Jan

Bupati Sleman Lantik 29 Pejabat Di Awal 2020

Bertempat di Pendopo Parasamya, Komplek Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Bupati Sleman Sri Purnomo melantik dan mengambil sumpah sejumlah 29 Pejabat dilingkup Pemda Sleman, Selasa (7/1). Pejabat yang dilantik terdiri dari Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas.

Beberapa Pejabat Tinggi Pramata yang dilantik  pada kesemptaran tersebut, yakni Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Priyo Handoyo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Budiharjo, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sri Wantini, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Hery Sutopo, dan Inspektur Hery Dwikuryanto.

Dalam sambutannya Bupati Sleman Sri Purnomo berharap pelantikan tersebut adalah salah satu upaya pencapaian visi Sleman dalam membangun masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, berbudaya dan membangun Sleman Smart Regency di Tahun 2021.

“Oleh karenanya, saya tegaskan bagi saudara yang mendapat promosi jabatan pada kesempatan ini agar tidak terjebak pada euforia namun segera menyusun program kerja untuk meningkatkan kualitas kinerja di instansi yang saudara pimpin,” katanya.

Iapun berpesan kepada para Pejabat Tinggi Pratama khususnya untuk Jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), terkait dengan suksesi Pemilihan Kepala Desa yang akan dilaksanakan pada April 2020.

“Terlebih lagi kegiatan pilkades serentak tahun ini mulai menggunakan sistem e-voting yang nantinya akan digunakan dalam pelaksanaan pilkada di tahun 2020 ini,” ungkapnya.

Selain itu, Kepada Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sri Purnomo berpesan agar program rekuitmen CPNS yang akan segera dilaksanakan pada Februari mendatang berjalan lancar dan mendapatkan SDM yang berkualitas.

“BKPP harus mampu meningkatkan kualitas PNS Kabupaten Sleman melalui pendidikan, pelatihan, dan juga diklat-diklat yang dapat meningkatkan kapasitas PNS di Kabupaten Sleman,” tambahnya.

6
Jan

Sri Muslimatun Buka Festival Hadroh Se-DIY

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun membuka Festival Hadroh Se- DIY, bertempat di Pondok Pesantren Albarokah, Godangan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu (5/1).

Dalam sambutannya, Sri Muslimatun menyampaikan bahwa melalui Festival Hadroh tersebut merupakan salah satu upaya untuk melestarikan serta memperkenalkan kesenian tradisional Islami yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Sleman.

“Selain menjadi media dakwah, diharapkan kegiatan ini juga menjadi wadah untuk saling bersilaturahmi dan mempererat tali antar umat, sehingga terciptanya NKRI yang guyub dan rukun, saling menghargai,” katanya.

Menurutnya, melalui kegiatan ini juga dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ajaran Islam tersebut menarik, indah, dan menyenangkan.

“Islam bisa berkembang pesat di bumi nusantara ini karena indahnya kesenian yang dimiliki, sehingga banyak masyarakat yang tertarik menyelami indahnya Islam,” ungkapnya.

Diakhir sambutannya, Sri Muslimatun mengutip salah satu nasihat Sunan Kalijogo, yakni ”Dengan ilmu maka hidup kita akan lebih mudah, dengan agama maka hidup yang lebih mudah itu akan terarah dan bermakna, dan dengan seni maka hidup yang terarah dan bermakna itu, akan terasa indah baik oleh diri maupun orang lain”.

Sementara itu Gus Miqdam Makfi mewakili Pengasuh Ponpes Albarokah mengatakan festival yang diselenggarakan pada tahun pertamanya tersebut dimaksudkan menyambut khataman Alquran para santri ponpes sekaligus memperingati 1 tahun wafatnya Kyai Haji Rosim Al Fatih.

Festival yang bertajuk Alba Fest tersebut diikuti oleh 25 Grup Hadroh yang berasal dari berbagai Ponpes yang ada di DIY.

Adapun kategori lomba hadroh pada festival tersebut dibagi menjadi 3 yakni, kategori juara umum, kategori vokal terbaik dan kategori aransemen terbaik. Tiap peserta akan membawakan dua buah tembang, yakni 1 tembang wajib dan 1 tembang pilihan.


3
Jan

Kesadaran Masyarakat Sleman Membayar Pajak Semakin Meningkat

Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan PBB-P2, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman terus berupaya menyempurnakan mekanisme pelayanan publik yang terkait dengan PBB P2. Salah satu upaya penyempurnaan yang dimaksud adalah mempercepat penerbitan dan penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (SPPT PBB-P2).

Adapun pada tahun 2020 ini, penyampaian SPPT PBB-P2 dilaksanakan pada hari pertama masuk kerja di tahun 2020, Kamis (2/20). SPPT PBB-P2 disampaikan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo kepada Pemerintah Desa  bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Dalam sambutannya, Sri Purnomo mengapresiasi para wajib pajak yang taat membayarkan pajaknya secara tepat waktu. Dikatakan bahwa Kesadaran dan ketaatan seluruh warga masyarakat Sleman dalam membayar pajak, merupakan bentuk kepedulian masyarakat yang sangat besar terhadap pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sleman.

Menurut Sri Purnomo, Potensi PBB Kabupaten Sleman dari waktu ke waktu mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat pada tahun 2019 lalu pokok ketetapan PBB P2 sebesar Rp 83 M dengan SPPT PBB P2 sebanyak 627.729 lembar. Dari  ketetapan tersebut, Pemkab Sleman berhasil merealisasikan sebesar 81,6% dari pokok ketetapan akhir.

“Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas pengelolaan PBB P2, Pemkab Sleman terus berupaya menyempurnakan mekanisme pelayanan publik. Salah satu upaya yang kami lakukan melalui percepatan penerbitan dan penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang PBB P2 pada hari pertama tahun 2020,” katanya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut Sri Prunomo juga menghimbau kepada aparat desa yang menangani PBB untuk bersikap proaktif dan berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tanpa harus menunggu tim dari kecamatan maupun kabupaten. Diharapkan dengan upaya tersebut maka  penerimaan PBB tahun 2020 ini dapat berhasil mencapai 100%.

Sementara itu, Hardo Kiswoyo selaku Kepala BKAD Kabupaten Sleman melaporkan bahwa kesadaran masyarakat untuk membayar pajak di tahun 2019 semakin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya pada tahun 2018 yang dapat mencapai lunas dengan realisasi 100 % berjumlah 3 Kecamatan, 22 Desa dan 420 Padukuhan. Sedangkan di tahun 2019 naik menjadi 4 Kecamatan, 25 Desa dan 504 Padukuhan.

“Ini peningkatan yang luar biasa. Terimakasih untuk dukungan semuanya,” kata Hardo.

Untuk ketetapan PBB-P2 tahun 2020 ini Pemkab Sleman tidak menempuh kebijakan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) secara massal, kecuali beberapa objek pajak khusus yang bernilai komersial tinggi. Pokok ketetapan PBB-P2 tahun 2020 adalah sejumlah 633.103 lembar SPPT dengan nominal ketetapan sejumlah Rp 87,3 milyar. Sedangkan pada 2019 Ialu pokok ketetapan SPPT PBB-P2 sebesar Rp 84,1 M dengan SPPT PBB-P2 sebanyak 624.519 lembar.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap aparatur desa yang berprestasi dalam hal lunas PBB P2 tahun 2019, dalam kesempatan ini Bupati Sleman memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah 4 Camat, 25 Kepala Desa dan 504 Kepala Dukuh yang dapat mencapai lunas awal pembayaran PBB P2 tahun 2019.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.