Arsip Kategori: Berita

26
Mar

Terima SK, CPNS Sleman Harus Menjadi Panutan Masyarakat

Sebanyak 595 Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Kabupaten Sleman formasi Tahun 2018 menerima Surat Keputusan Pengangkatan CPNS dan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT). Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo bertempat di Pendopo Parasamya, Komplek Setda Sleman, Senin (25/3/2018). Adapun rincian CPNS Kab. Sleman berdasarkan jabatan, yakni Tenaga Guru sebanyak 336 orang, Tenaga Kesehatan sebanyak 202 orang, dan Tenaga Teknis 57.  Seluruh CPNS tersebut tersebar di 8 instansi yang ada di Kabupaten Sleman.

Plt. Kepala BKPP Kabupaten Sleman Suyono mengatakan Seluruh CPNS yang lolos telah melewati sistem seleksi yang kompetitif dan obyektif, sehingga yang lolos seleksi adalah benar-benar orang  terbaik dalam formasi tersebut. “Besar harapan kami bahwa CPNS ini akan menjadi kader – kader terbaik ASN Sleman yang siap melaksanakan tugas untuk kemajuan Kabupaten Sleman,” katanya. Sementara itu Bupati Sleman dalam arahannya mengatakan kepada seluruh CPNS untuk cepat menyesuaikan diri sesuai dengan penempatan instasi masing – masing.

Ia juga berpesan kepada para CPNS untuk selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat sebagai aparat pemerintah yang menjadi panutan masyarakat. Karena menurutnya sebelum diangkat menjadi PNS, para CPNS tersebut terus akan terus diawasi oleh BKPP terkait kedisiplinannya sesuai dengan peraturan perundang – undang. “Sebagai aparat di masyarakat, saudara juga harus patuh terhadap norma-norma dan tata nilai yang berlaku serta menjaga keharmonisan hubungan di tempat tinggal saudara maupun di lingkungan tempat kerja saudara,” kata Sri Purnomo. Ia juga berharap kepada para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, untuk selalu membimbing para CPNS ini agar menjadi aparat yang baik, tangguh dan profesional.

25
Mar

Sri Purnomo Pantau Langsung Pelaksanaan UNBK SMK

Bupati Sleman, Sri Purnomo bersama dengan Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) DIY, Priya Santosa lakukan pemantauan penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)  tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kabupaten Sleman, Senin (25/3). Pantauan tersebut dilakukan di dua SMK yaitu SMKN 1 Tempel dan SMK Muhammadiyah Tempel.

Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) DIY, Priya Santosa dalam pantauan tersebut menjelaskan bahwa UNBK tingkat SMK di Kabupaten Sleman pada tahun 2019 diikuti oleh 7.274 siswa. Dari jumlah peserta ujian tersebut, disampaikan bawa seluruh siswa dapat mengikuti pelaksanaan UNBK pada hari pertama serta dipastikan seluruh SMK di Kabupaten Sleman meyelenggarakan UNBK secara mandiri.

Penyelenggaraan UNBK di hari pertama ini secara keseluruhan dinilai berjalan lancar. Namun, dalam proses awal pelaksanaan, peserta ujian mengalami keterlambatan log in ke dalam sistem selama 10 menit. Priya Santosa menjelaskan hal tersebut terjadi di kedua Sekolah yang dikunjungi.

“Sistem ini kan central, jadi kemungkinan saat semua mengakses pada waktu yang bersamaan, ada trouble. Antisipasinya nanti kita akan tambah waktu jika para peserta belum belum selesai. Artinya ada tambahan sesuai dengan waktu keterlambatan di awal yaitu 10 menit,” jelasnya. Kendala tersebut, menurutnya menjadi bahan evaluasi untuk antisipasi pelaksanaan UNBK gelombang selanjutnya. Priya Santoso juga menyebut akan mengkonfirmasi mengenai kendala tersebut ke pusat apakah terjadi di semua Sekolah atau hanya sebagian saja.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam pelaksanaan pantauan UNBK tersebut menyampaikan bahwa secara keseluruhan penyelenggaraan UNBK hari pertama berjalan lancar. Sri Purnomo menuturkan bahwa masing-masing sekolah melaksanakan UNBK membagi menjadi beberapa gelombang menyesuaikan jumlah peserta ujian. “Pelaksanaan di SMKN 1 Tempel akan dilaksanakan tiga gelombang, sedangkan di SMK Muhammadiyah Tempel dilaksanakan dua gelombang menyesuaikan jumlah peserta ujian dan komputer yang ada di masing-masing Sekolah,” tutur Sri Purnomo.

Lebih lanjut, Sri Purnomo menyampaikan bahwa pada pelaksanaan hari pertama, seluruh peserta ujian dapat mengikuti UNBK. Sri Purnomo juga berharap seluruh siswa atau peserta ujian di Kabupaten Sleman dapat mengikuti UNBK selama 4 hari tanpa terkendala sesuatu. Selain itu, terkait dengan antisipasi adanya kendala, Sri Purnomo menjelaskan bahwa masing-masing sekolah telah menyiapkan kemungkinan-kemungkinan seperti halnya listrik mati. Masing-masing sekolah telah menyiapkan cadangan daya listrik (genset) jika terjadi gangguan listrik. Sedangkan terkait kendala keterlambatan log in, Sri Purnomo mengatakan bahwa informasi tersebut baru didapat saat melakukan pantauan. Dirinya berharap kendala keterlambatan log in tersebut tidak menjadi kendala yang dapat menghambat proses pelaksanaan UNBK di Kabupaten Sleman.

25
Mar

Peringati Hari Air, Bupati Ajak Warga Menjaga Kelestarian Ekosistem

Pemerintah Kabupaten Sleman memperingati Hari Air Sedunia yang ke-27 secara simbolis dengan menebar benih ikan serta menanam pohon di Embung Kaliaji, Turi, Minggu (23/2). Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret mengangkat tema “Leaving No One Behind”. Bupati Sleman, Sri Purnomo, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini untuk bersyukur. Pasalnya kita yang saat ini hidup di daerah tropis selalu dilimpahi ketersediaan air yang cukup. Menurut Sri Purnomo rasa syukur tersebut dapat diwujudkan salah satunya dengan memperbaiki pengelolaan air yang ada di sekitar kita. ”Ketika air dikelola dengan baik, maka air akan sangat berguna bagi kehidupan kita. Tapi ketika tidak dikelola dengan baik, air akan dapat menjadi banjir di musim hujan, dan akan terjadi kekeringan ketika kemarau”, ucapnya.

Sri Purnomo menyebutkan bahwa pengelolaan air dapat dilakukan dengan menjaga kelestarian ekosistem secara keseluruhan. Begitu pun sebaliknya kerusakan lingkungan juga akan berpengaruh pada kondisi air di wilayah kita. Maka penegelolaan air ini menurut Sri Purnomo tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama yang saling berkaitan satu sama lain. “Maka dalam acara ini kita hadirkan juga dari Dinas Lingkungan Hidup, dari PDAM dan yang lainnya juga. Karna masalah air ini perlu sinergitas dari berbagai pihak”, jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sapto Winarno, yang juga sebagai penananggung jawab acara tersebut mengatakan peringatan Hari Air Sedunia dimaksudkan untuk menarik atensi masyarakat internasional mengenai air bersih bagi kehidupan. Disamping itu kegiatan ini juga sebagai usaha advokasi untuk melindungi sumber daya air bersih secara berkelanjutan. “Ini adalah hari untuk membuat komitmen bersama untuk dapat memenuhi kebutuhan air bagi seluruh masyarakat di dunia. Sesuai dengan temanya, maka semua semua orang berhak mendapatkan air bersih, jangan sampai ada yang tertinggal”, kata Sapto.

Dalam acara peringatan Hari Air Sedunia ini juga diisi dengan sarasehan terkait pengelolaan air bagi masyarakat. Turut hadir dalam acara tersebut Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Dinas PUP dan ESDM DIY, Muspidan dan DPRD Sleman, OPD Kabupaten Sleman, P3A dan organisasi masyarakat peduli sumber daya air. Disamping itu, dalam rangka Hari Air Sedunia ini Pemerintah Kabupaten Sleman juga melakukan gerakan Irigasi Bersih pada bulan Maret dan September 2019.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.