Arsip Kategori: Berita

31
Jan

Tokoh Agama Diharapkan Menjadi Fasilitator Untuk Meminimalisir Konflik

Dalam rangka menyamakan persepsi tokoh-tokoh agama dalam menjalankan dan mengamalkan ajaran agamanya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Bagian Kesejahteraan Setda Kabupaten Sleman selenggarakan Pembinaan Rohani Tokoh-Tokoh Agama Islam di Aula lantai III Kantor Kemenag Kabupaten Sleman, Rabu (30/1/19).

Kabag Kesra Setda Kabupaten Sleman, Iriansya menjelaskan bahwa pembinaan tersebut dilaksanakan karena tokoh agama memiliki pengaruh yang sangat besar dalam masyarakat. Segala keputusan meliputi hukum, sosial, agama maupun politik sebagian masyarakat masih mengacu pada anjuran tokoh agama.

“Tokoh agama diharapkan tampil sebagai fasilitator dalam meminimalisir segala bentuk konflik yang terjadi. Setiap kegiatan yang dilakukannya dapat memberikan petunjuk dan pedoman kehidupan yang menyejukkan hati serta sedikit banyak ikut menentukan kebijakan di masyarakat,” jelas Iriansya dalam kegiatan yang dihadiri oleh tokoh Islam dari unsur Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, LDII, Aisyiah dan Muslimat NU tersebut.

Iriansya mengatakan bahwa pada tahun 2019 ini pihaknya memfasilitasi pembinaan semua tokoh agama. Pembinaan dilakukan pada 75 orang tokoh agama Islam sebanyak empat kali, 55 orang tokoh agama Katolik sebanyak du kali, 55 orang tokoh agama Kristen sebanyak dua kali, 30 orang tokoh Hindu sebanyak dua kali dan 30 orang tokoh Budha sebanyak satu kali.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa pembinaan tokoh agama merupakan upaya untuk menyamakan persepsi dan mencegah konflik di masyarakat. “Seperti beberapa waktu lalu sempat terjadi letupan-letupan konflik di Kabupaten Sleman, yang ternyata dibuat oleh tamu-tamu kita dari luar Sleman. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu penanaman karakter melalui tokoh-tokoh agama,” kata Muslimatun.

Menurutnya tokoh agama merupakan figur yang dapat diteladani. Mereka memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sosial dan mampu memberikan pemahaman yang baik dan benar tentang toleransi intern umat beragama maupun antar umat beragama.

“Saya yakin tokoh agama sudah tidak disangsikan lagi ilmu agamanya dan memiliki pengaruh di masyarakat. Saya berharap tokoh agama dapat membantu upaya pemerintah dalam menjaga kondusifitas,” tuturnya.

Kegiatan yang dilaksanakan untuk pertama kalinya di tahun 2019 ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Kepala Kemenag Kabupaten Sleman, Saban Nurani dengan tema ‘Peran Tokoh-Tokoh Islam Dalam Mensosialisasikan Kebijakan Pemerintah dan Pemerintah Daerah Dalam Bidang Keagamaan di Kabupaten Sleman. Narasumber kedua yaitu  Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yayan Suryana  dengan tema materi ‘Membangun Toleransi Kehidupan Beragama di Kabupaten Sleman’. Narasumber ketiga yaitu Dosen Universitas Islam Indonesia, Muhammad Sularno dengan tema materi ‘Peran Tokoh-Tokoh Islam Dalam Menjaga dan Meningkatkan Ukhwah Islamiyah di Kabupaten Sleman’.

30
Jan

Cegah Stunting, Wabup Sleman Ajak Warga Gemar Konsumsi Ikan

Gemar mengkonsumsi ikan merupakan salah satu upaya mencegah stunting pada anak. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman, Dra. Sri Muslimatun, M.Kes, saat melakukan pertemuan Kelompok Pembudidaya Ikan Mino Ngremboko di Bokesan, Sindumartani, Ngemplak, Sleman, pada Selasa (29/1/19). Dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Sleman didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Heru Saptono. Menurutnya, stunting disebabkan oleh malnutrisi di saat seribu hari awal kehidupan. Hal ini bisa disebabkan karena pola asuh yang tidak tepat dan faktor kemiskinan yang mengakibatkan kegagalan pertumbuhan, kemampuan kognitif tidak berkembang maksimal dan mudah terserang penyakit.

Dengan gemar mengkonsumsi ikan dapat berpengaruh pada pertumbuhan karena ikan merupakan salah satu sumber protein. Selain itu ikan juga memiliki nutrisi yang baik untuk perkembangan otak,” jelas Muslimatun. Dalam pertemuan tersebut Muslimatun mengapresiasi kegiatan yang sudah berjalan di KPI Mino Ngremboko. Berdasarkan hasil data posyandu, masyarakat di Bokesan tidak ada yang mengalami stunting. Hal ini menurutnya karena kesadaran masayarakat yang tinggi akan pentingnya mengkonsumsi ikan. “Saya liat dipembukuan, tidak ada satupun balita yang stunting. Ini kan luar biasa. Mereka (warga Bokesan) ngerti banget, membudidayakan ikan ini tidak sekedar untuk mencari uang. Tapi jauh dari itu juga untuk membangun SDM, sehingga kedepan kita nanti dapat menjemput generasi emas,” kata Muslimatun.

Lebih lanjut Muslimatun menjelaskan bahwa  angka stunting di Kabupaten Sleman untuk nasional sudah rendah, hanya sekitar sepuluh persen saja. “Tetapi kami inginnya nol, tidak ada stunting. Kita termasuk yang dapat bonus demografi, 60% penduduk kita umurnya antara 14-60th. Nah 18% nya orang tua, kalau orang tuanya tidak sehat tentunya akan jadi beban,” tutur Muslimatun. Muslimatun mengajak warga Sleman untuk mengkampanyekan gemar makan ikan  untuk menurunkan angka stunting. “Yang sudah berjalan di Bokesan ini saya ingin di replikasi oleh desa-desa lain yang ada di Kabupaten Sleman karena ternyata dampaknya luar biasa,” tambah Muslimatun.

Sementara itu Saptono selaku Ketua KPI Mino Ngremboko menuturkan bahwa disamping membudidayakan ikan, kesadaran warga untuk melakukan pola hidup sehat cukup tinggi. Salah satunya gemar mengkonsumsi ikan dan melakukan posyandu untuk peningkatan gizi. KPI Mino Ngremboko juga memiliki Unit Pengolahan ikan “Simbok’e Mina Mandiri’ dengan berbagai produksi olahan seperti keripik ikan dan aneka snack berbahan dasar ikan. “Disamping membudidayakan ikan, kesadaran warga untuk melakukan pola hidup yang sehat cukup tinggi. Diantaranya adalah makanan yang sehat, cukup gizi dan berimbang juga olahraga maupun kegiatan sosial yang lain. Nah penyadaran itu lewat aksi, yaitu gemar makan ikan. Kebetulan kelompok kami itu peduli, setiap bulannya juga ada posyandu untuk peningkatan gizi,” jelasnya.

Saptono menjelaskan bahwa saat ini kelompoknya yang terdiri dari 60 orang mampu menghasilkan benih ikan nila antara 6,5-7juta ekor perbulan. Sedangkan untuk lele konsumsi antara 1-1,5 ton perhari. “Kalo untuk distribusi benih, kita sampai nasional. tapi kalo distribusi konsumsi, kita baru di Jateng DIY,” jelas Saptono.

29
Jan

Balai Besar Latihan Masyarajat Sukses Gelar Pelatihan Prukades Hidroponik

Bupati Sleman Sri Purnomo menutup rangkaian kegiatan Pelatihan Kader Pemberdaayaan Masyarakat Desa (KPMD) dan Pelatihan Prukades Budidaya tanaman hias hidroponik, bertempat di Puri Mataram, Tridadi, Sleman, Senin (28/1). Penutupan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sleman didampingi oleh Kepala Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta dan dilanjutkan pelepasan kartu tanda peserta oleh seluruh peserta.

Kegiatan tersebut merupakan program Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Informasi Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung sejak 24-28 Januari ini diikuti oleh 120 orang tersebut terdiri dari beberapa desa yang ada di Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY bertempatdi Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta dan Desa Wisata Puri Mataram.

Kepala BBLM Yogyakarta Erlin Chaerlinatun menyampaikan tujuan pelatihan ini untuk memberikan pembekalan, peningkatan, serta keterampilan pemberdayaan  kepada masyarakat desa dalam memfasilitasi masyarakat agar mampu mengawal proses pengintegrasian pembentukan kader dimasyarakat dan pembangunan partisifatif dengan pengawasan dan penyusunan RPJM desa. “Serta mengenalkan budidaya hidroponik tanaman hias agar diterapkan khususnya di desa masing – masing,” tambahnya.

Ia berharap melalui pelatihan yang tanaman hias yang diadakan di puri mataram diharapkan bisa melengkapi koleksi tanaman hias di Desa Wisata Puri Mataram, hal tersebut selaras dengan misi Bupati Sleman yakni, menjadikan Puri Mataram sebagai desatinasi terbaru unggulan di Kabupaten Sleman. Sementara itu Bupati Sleman pada kesempatan tersebut mengapresiasi BBLM Yogyakarta karena telah berhasil mengadakan kegiatan pelatihan yang banyak diikuti oleh para pemuda. Ia berharap melalui pelatihan tersebut para kader dapat mengembangkan ilmu yang didapat didaerah masing-masing. “Ilmu yang didapat diharapkan dapat dikembangkan didesa, dan dapat berkontribusi dalam membangun desanya,” kata Sri Purnomo. Lebih lanjut, Sri Purnomo berpesan khususnya kepada warga Sleman yang mengikuti pelatihan tersebut agar mengembangkan desanya sesuai dengan kemampuannya masing – masing, khususnya untuk mengembangkan anggrek dan agronema di desanya masing – masing.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.