Arsip Kategori: Berita

4
Sep

103 Kader TP PKK Mendapat Penghargaan

Sebanyak 103 kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman mendapatkan penghargaan atas peran serta dalam mensukseskan program Pemerintah Kabupaten Sleman.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada hari Kamis (3/9).

Dalam sambutannya, Kustini mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan kepada kader TP PKK tingkat Kapanewon dan Kalurahan merupakan bentuk apresiasi atas peran serta kader TP PKK dalam peran serta mendukung program Pemkab Sleman khususnya dalam lingkup kesejahteraan keluarga.

“PKK selama ini menjadi ujung tombak terwujudnya program Pemerintah di masyarakat. Maka dari penghargaan yang diberikan kepada kader TP PKK merupakan salah satu apresiasi sekaligus motivasi bagi para kader PKK,” katanya.

Kustini juga menyebut sejumlah penghargaan yang diterima oleh Kabupaten Sleman tidak terlepas dari adanya kerja keras para kader PKK di masyarakat.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo yang berkesempatan hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya  kepada kader PKK yang telah berkontribusi dalam mensukseskan keluarga dan berdarma bakti bagi negara khususunya Kabupaten Sleman.

Menurut Sri Purnomo, kader PKK memiliki tantangan tersendiri dalam kiprahnya, pasalnya selain menjadi dan mengasuh anak-anaknya, tetapi juga harus aktif dan andil dalam program Pemerintah. Maka dari itu Sri Purnomo berharap pemberian penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi para kader PKK.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga Sri Purnomo mengatakan bahwa dalam kondisi adanya pandemi Covid-19, diharapkan adanya keterlibatan kader PKK menjadi penggerak utama perilaku hidup bersih yang selalu mengutamakan protokol kesehatan dan menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (Germas).

3
Sep

Peringati HLUN, Pemkab Sleman Selenggarakan Seminar Daring

Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 24 tahun 2020, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman selenggarakan seminar dalam jaringan (daring) perawatan jangka panjang bagi lanjut usia (lansia) di Smartroom Dinas Kominfo Sleman, Rabu (2/9).

Kegiatan seminar daring tersebut dihadiri oleh kader kesehatan dan tenaga kesehatan dari 25 Puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Sleman dan dibuka secara langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahwa penyelenggaraan seminar daring tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus memberikan informasi tentang upaya untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

Selain itu, kegiatan seminar  ini disebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola program di Puskesmas serta penguatan caregiver informasi.

Sementara itu, jumlah lansia yang berada di wilayah Kabupaten Sleman pada tahun 2019 mencapai 127.052 jiwa. Namun 80.09 % lansia dari jumlah tersebut telah mendapat layanan kesehatan lansia dari Pemerintah Kabupaten Sleman serta masih banyak yang aktif dalam berbagai kegiatan atau paguyuban.

Berdasarkan kondisi tersebut, Sri Purnomo berharap seminar tersebut dapat semakin mendorong para lansia untuk terus  semangat dan produktif dalam berkarya dengan melibatkan bimbingan dari kader kesehatan, relawan, dan keluarga yang memiliki lansia.

Sri Purnomo juga menyebut Pemerintah Kabupaten Sleman telah memberikan perhatian pada para lansia diantaranya diwujudkan dalam penanganan kesehatan lansia melalui pembinaan kelompok atau Posyandu usia lanjut, pelatihan kader usia lanjut di bidang kesehatan, serta pembinaan senam bugar usia lanjut.

“Puskesmas di wilayah Kabupaten Sleman merupakan Puskesmas Santun Lansia yang telah memiliki layanan kesehatan untuk lansia. Selain itu, di puskesmas juga memiliki program prolanis yang bertujuan untuk mendorong para peserta penyandang sakit kronis mencapai kualitas hidup optimal.” Katanya.

Sementara itu, dalam kegiatan seminar  tersebut Wakil Bupati Sleman sekaligus Ketua Komisi Daerah (Komda) Lansia, Sri Muslimatun turut hadir dan menjadi narasumber paparan seminar terkait peran Komda Lansia dalam pembangunan kesehatan lansia di Kabupaten Sleman.

2
Sep

Bupati Sleman Kukuhkan Anggota BPPS Periode Tahun 2020-2024

Sembilan orang anggota Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) periode tahun 2020-2024 dikukuhkan oleh Bupati Sleman, Selasa (1/9/2020). Pengukuhan yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman tersebut menggantikan tujuh orang anggota BPPS periode sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi anggota BPPS dilaksanakan tanggal 27-28 Juli 2020. Seleksi ini diikuti sebanyak  22 peserta terdiri dari unsur Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),  Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Akademisi, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) dan Penerbangan.

“Dari 22 peserta tersebut akhirnya pansel memilih sembilan orang,” kata Sudarningsih.

Adapun kesembilan anggota BPPS yang baru yaitu Eko Priyanto (PHRI), Agung Tris Sasongko (PHRI), Fachri Herkusuma (ASITA), Andreas Perdana Putra (ASITA), Moris Tumpal Situmorang (PPJI), Donny Rahmat (PWI), M. Iqbal Yusron (HPI), Larissa Rahadiyanti (PT. Angkasa Pura), dan Wahjudi Djaja (Akademisi).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahwa Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) merupakan ujung tombak dalam memajukan pariwisata di Kabupaten Sleman.

“Maka dengan dipilih dan dikukuhkannya anggota BPPS periode 2020 – 2024 ini, diharapkan para anggota dapat menunjukkan kemampuan yang dapat diandalkan dalam memajukan pariwisata di Kabupaten Sleman,” katanya.

Lebih lanjut, Sri Purnomo menyebut kondisi saat ini yaitu adanya pandemi Covid-19 menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi anggota BPPS untuk mampu membangkitkan sektor pariwisata yang sedang mengalami keterpurukan.

“Anggota BPPS harus segera menyusun program-program untuk menghidupkan, membesarkan dan mengembalikan  pariwisata yang selama ini menjadi salah satu sektor unggulan Kabupaten Sleman. Karena sektor pariwisata menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi sejak beberapa tahun terakhir sebelum pandemi covid-19 ini,” jelasnya.

Sementara di wilayah Kabupaten Sleman, berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pariwisata Sleman menyebut data kunjungan wisatawan Sleman periode Januari – Agustus 2020 mencapai 1.650.000 kunjungan wisata. Angka tersebut mengalami penurunan cukup drastis yaitu sebanyak 74% jika dibandingkan dengan periode yang sama ditahun 2019 yang jumlah kunjungan mencapai 6.350.000 wisatawan.

Sri Purnomo menilai kondisi tersebut tidak dapat dipungkiri karena adanya pandemi covid-19 yang berdampak pada adanya pembatasan-pembatasan aktifitas kita termasuk juga aktifitas wisata.

“Maka pada kesempatan yang baik ini saya mendorong BPPS untuk dapat membangkitkan sektor pariwisata di Sleman dengan berbagai Inovasi Wisata . Kondisi saat ini menjadi tantangan sekaligus ujian bagi BPPS untuk mempromosikan wisata di Sleman,” ujar Sri Purnomo.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.