Arsip Kategori: Berita

16
Dec

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkab Sleman Bersama TPID DIY Cek Ketersediaan Sembako

Menjelang Hari Raya Natal dan libur Tahun Baru, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY lakukan peninjauan ketersediaan bahan pokok (sembako) di wilayah Kabupaten Sleman, Selasa (15/12).

Peninjauan ketersediaan sembako tersebut dilakukan di dua lokasi yaitu PT Berhasil Sentosa Selalu yang terletak di Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping dan PT Lestari Berkah Sejati yang berada di wilayah Jalan Kabupaten, Sleman.

Kepala Biro Perekonomian Setda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam peninjauan tersebut menyampaikan bahwa dari hasil peninjauan terhadap sembako (prioritas minyak goreng) cukup memadai hingga akhir tahun.

“Dari peninjauan ini, setelah dilihat dari ketersediaan (minyak goreng, beras, terigu, garam,susu) dari sisi kapasitasnya memadai sampai akhir tahun. Dan dari segi harga masih terjangkau masih bisa dibilang stabil,” jelasnya.

Ketersediaan yang cukup pada dua distributor tersebut menurut Ni Made dipengaruhi dari konsumsi masyarakat yang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan kondisi pandemi juga adanya pengurangan hari libur di akhir tahun.

“Walaupun menjelang Natal dan tahun baru, mungkin dari sisi konsumsinya tidak sama dengan tahun lalu. Dari konsumsi meningkatnya tidak terlalu tinggi mungkin mendekati lima persen,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya juga menuturkan bahwa TPID DIY akan melakukan koordinasi dengan Bulog DIY terkait dengan hasil peninjauan sembako di wilayah Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Sleman, Emmy Retnosasi dalam peninjauan tersebut mengatakan bahwa dari ketersediaan, distributor sembako dinilai memiliki cukup stok hingga akhir tahun bahkan hingga awal tahun 2021.

14
Dec

Kabupaten Sleman Kembali Raih Penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM

Pemerintah Kabupaten Sleman kembali meraih Penghargaan Kabupaten/Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2020 dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta,  Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X pada Bupati Sleman yang diwakilI oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Susmiarto pada acara Peringatan hari HAM sedunia Ke-72,  di Aula Kantor Wilayah Kemenkumham DIY, Senin (14/12).
Acara Penghargaan Peduli HAM ini merupakan rangkaian acara Peringatan Hari HAM Sedunia ke-72 Tahun 2020 tingkat nasional bertema  “Recover Better Stand Up For Human Right”.  Acara  dibuka oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo dan dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM RI dan seluruh Gubernur dan Kepala Daerah se-Indonesia secara virtual.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY, Indro Purwoko mengatakan bahwa pada tahun 2020 ini sebanyak 250 kabupaten/kota atau sekitar 50,4% dari jumlah keseluruhan 514 kabupaten/kota di Indonesia meraih Penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM. “Dari jumlah tersebut, lima kabupaten/kota dari DIY tahun ini memperoleh predikat Peduli HAM,” jelas Indro.
Menurutnya, untuk pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) sejauh ini telah dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah daerah. Meskipun demikian, pihaknya mengharapkan dukungan yang konsisten dari seluruh pimpinan kepala daerah untuk pelaksanaan RANHAM.
“Mengingat tahun 2021 nanti akan diterbitkan peraturan presiden tentang RANHAM yang baru,” kata Indro.
Wakil Gubernur DIY, KGPPA Paku Alam X dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasinya atas diraihnya penghargaan tersebut bagi lima kabupaten/kota di DIY. Ia mendorong agar pemerintah daerah  khusunya kabupaten/kota se-DIY untuk melaksanakan RANHAM.
“Kami juga mengajak untuk terus meningkatkan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia, karena ini menjadi pilar sangat penting bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih tangguh dan lebih maju,” katanya.
Ditemui secara terpisah, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengucap syukur atas diraihnya prestasi ini. Menurutnya hal ini membuktikan HAM di Kabupaten Sleman masih dijaga dan dilaksanakan dengan baik.
“Alhamdulillah, Kabupaten Sleman dapat mempertahankan predikat sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia pada tahun 2019, dengan capaian 92, 21 meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 90,66. Semoga dengan tetap diraihnya predikat ini dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan diberbagai bidang di Kabupaten Sleman yang berbasis HAM,” ujar Sri Purnomo.

10
Dec

Bupati Lakukan Tinjauan Pastikan Pelaksanaan Pilkada Sesuai Protokol Kesehatan

Bupati Sleman didampingi unsur Forkopimda Kabupaten Sleman meninjau langsung sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Sleman, pada Rabu (12/9). Peninjauan tersebut dalam rangka memastikan pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati  Sleman berjalan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Bertolak dari Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Sri Purnomo bersama jajarannya menyambangi TPS 009 yang berada di Dusun Wonorejo, Kapanewon Ngaglik. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kapolda DIY Irjen Pol Drs Asep Suhendar. Kemudian rombongan berlanjut memantau ke TPS 48 di Dusun Gejayan, dan terakhir TPS yang berada di Asrama Haji Yogyakarta. TPS di Asrama Haji tersebut merupakan salah satu TPS khusus bagi para pasien Covid-19 yang diisolasi.

Diwawancarai usai meninjau TPS, Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan bahwa pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Sleman berjalan lancar dan sudah sesuai dengan protokol kesehatan. “Sesuai dengan yang kita rencanakan, penyelenggaraan Pilkada berjalan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan, tidak terjadi kerumunan karena para pemilih sudah diatur jadwal untuk datang ke TPS agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Lanjutnya, TPS yang berada di Asrama Haji Yogyakarta khusus untuk pasien isolasi Covid-19 sudah memenuhi protokol kesehatan yang sangat ketat. “Khusus TPS di Asrama Haji Yogyakarta protokol kesehatan sudah sangat ketat sekali, petugas KPPS sudah menggunakan APD lengkap menggunakan hazmat dan seluruh petugas berasal dari tenaga kesehatan yang bertugas di Asrama Haji Yogyakarta,” katanya.

Ia pun menjelaskan alur pencoblosan sudah sesuai dengan protokol kesehatan yakni sebelum memasuki TPS, pemilih diwajibkan menggunakan masker dan diharuskan mencuci tangan, kemudian dilakukan pengecekan suhu dan diberikan sarung tangan plastik. Usai melakukan pencoblosan pemilih diharuskan mencuci tangan kembali.

Sri Purnomo mengatakan langkah tersebut merupakan menjadi salah satu pelayanan demokrasi oleh Pemerintah. Terkait dengan pemilih yang melakukan isolasi mandiri di rumah, Sri Purnomo menjalaskan bahwa akan ada petugas KPPS yang akan jemput bola sesuai dengan protokol kesehatan yang sama seperti pasien yang berada di Asrama Haji Yogyakarta.

Ia pun menghimbau kepada para Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati agar tidak merayakan kemenangan dengan berlebihan. “Jangan sampai terjadi kerumunan atau konvoi,” katanya.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.