Arsip Kategori: Berita

17
Dec

Ribuan Botol Minuman Keras Kembali Dimusnahkan

Sebanyak 3.002 baraang bukti Miras berbagai merek dimusnahkan di halaman sebelah utara lapangan Pemda Sleman Senin 16 Desember 2013. Barang bukti Miras tersebut berupa minuman beralkohol berstandar pabrik sebanyak 2.395 botol dan 479 kaleng, serta minuman beralkohol jenis Ciu/Oplosan sebanyak 128 botol. Dari jumlah tersebut paling banyak minuman Bir Bintang sebanyak 1.108 botol, Bir Guinness sebanyak 345 dan Bir Anker 339 botol dan paling sedikit Red Label hanya 1 botol dan lainnya berupa antara lain Anggur Merah, Anggur Putih, Vodka, Whisky, Sunmig Light, dll. Pemusnahan dilakukan dengan Stom Walles yang diawali oleh bupati sleman Drs. Sri Purnomo yang ditandai dengan penandatanganan berita acara dan pemecahan botol miras di roda Stom Walles. Ikut dalam pemusnahan tersebut Ketua DPRD kabupaten Sleman Koeswanto, SIP, Perwakilan dari Kejari, pengadilan Negeri dan Polres Sleman.

Pada kesempatan tersebut bupati sleman antara lain menyampaikan bahwa dengan dimusnahkannya barang bukti Miras tersebut diharapkan akan mengurangi jumlah peredaran Miras di Kabupaten Sleman. Bupati mengapresiasi Satpol PP yang telah melakukan rasia Miras baik di toko-toko swalayan maupun di warung-warung, bahkan rasia juga dilakukan terhadap para pengoplos miras. Lebih lanjut disampaikan bahwa penegakaan Perda Miras harus dilakukan dan ditingkatkan, karena biasanya kejahatan apapun diawali daari Miras. Karena akibat miras seseorang akan menjadi tidak stabil dan keberaniannya akan muncul termasuk untuk tindak kejahatan. Untuk itulah Bupati minta pada Satpol PP untuk menekan peredaran Miras ilegal di masyarakat.

Sedangkan Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman Drs. Joko Supriyanto, Msi pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa barang bukti miras yang dimusnahkan tersebut hasil pelaksaanaan operasi sebanyak 18 kali, dan pelaksanaan sidang di pengadilan Negeri Sleman sebanyaak 6 kali. Sementara jumlah pelanggar yang diajukan ke sidang Pengadilan Negeri Sleman sebanyak 43 orang pelanggar yang merupakan penjual minuman beralkohol. Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan semakin bertambahnya jumlah pelaksanaan operasi miras di tahun 2013 tersebut, maka semakin banyak pula jumlah pelanggar yang berhasil dijaring. Kalau ditahun 2012 lalu ada 18 orang pelanggar, maka di tahun 2013 ini pelanggar yang berhasil dijaring sebanyak 43 pelanggar. Begitu juga dengan jumlah Miras beralkohol yang berhasil disita, juga mengalami peningkatan yang yang sangat signifikan. Data penyitaan barang bukti Miras tercatat pada tahun 2012 lalu ada 1.519 botol, maka tahun 2013 berhasil disita sebanyak 3.002 botol miras.

16
Dec

Hujan Tidak Menghalangi Masyarakat Wonolelo Selenggarakan Upacara Adat

Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI menyambut gembira pelaksanaan kegiatan upacara adat Saparan Wonolelo ini karena dapat dijadikan sarana untuk melestarikan budaya peninggalan para leluhur. Untuk itu diharapkan kegiatan ini dapat membawa kemajuan masyarakat Wonolelo, Widodomartani, Ngemplak. Demikian disampaikan Sri Purnomo dalam sambutan pada acara Upacara adat Saparan Wonolelo Jum’at, 13 Desember 2013. Acara pendahuluan yang digelar di halaman Masjid Wonolelo ini dimeriahkan dengan penampilan tari golek dan fragmen yang menceriterakan perjalanan sejarah Ki Ageng Wonolelo. Selanjutnya kirab benda-benda peninggalan Ki Ageng Wonolelo yang berupa Al Qur’an, Sajadah, kopiah (peci), tongkat, pakaian, dan mustoko masjid, serta yang menjadi ciri khas upacara adat Wonolelo adalah 2 gunungan apem. Perlengkapan tersebut diarak keliling kampung ditengah guyuran hujan lebat yang menyertai perjalanan kirab menuju makam Ki Ageng Wonolelo. Setelah diadakan upacara tahlil dan dzikir serta doa di makam, selanjutnya gunungan apem dibagikan kepada masyarakat yang telah memadati halaman makam, dan tidak memperdulikan hujan deras yang mengguyur sepanjang upacara adat berlangsung. Selain dua buah gunungan apem yang diperebutkan ditengah halaman makam juga disediakan panggung apem tempat ribuan apem yang telah disiapkan warga wonolelo untuk dibagikan kepada pengunjung yang datang dari wilayah Sleman bahkan banyak pula pengunjung dari luar Sleman.

16
Dec

Kabupaten Sleman Raih Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara

Keberhasilan yang diraih dalam bidang pertanian, perikanan dan kehutanan di Kabupaten Sleman mendapat penghargaan dari pemerintah pusat dalam hal ini dari Kementrian Pertanian, Kementrian Kelautan dan Perikanan serta Kementrian Kehutanan. Adapun penghargaan yang diterima dari Kementrian Pertanian yakni Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN)  yang diserahkan oleh Wakil Presiden kepada Drs. Hadjid Badawi, Kepala Desa Sendangagung Minggir untuk kategori Pembina ketahanan Pangan untuk Kepala Desa, Prof. Dr. Ir. Siti Subandriyah, M.Agr.Sc. dari UGM untuk kategori pelayanan ketahanan pangan untuk peneliti. Gapoktan Sidomulyo Godean untuk kategori pelaku pembangunan ketahanan pangan untuk pemberdayaan masyarakat dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ratu Mulyo, Pelemgurih Banyuraden Gamping untuk kategori pelaku pembangunan ketahanan pangan untuk pengembangan industry perakit teknologi pangan.

Sementara itu Kelompok Wanita Tani Seruni Gamelan Sendangtirto Berbah, menjadi pemenang Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing tahun 2013 untuk kategori inovasi produk hortikultura untuk produk keripik kulit pisang. Untuk kelompok peternak sapi potong baru berhasil menjadi juara Harapan I tingkat Nasional yakni kelompok Ngudi Makmur Sariharjo Ngaglik. Untuk Unit Pelayanan Publik Berprestasi diraih oleh UPT Balai Penyuluhan Pertanian, perikanan dan kehutanan Wilayah VIII Prambanan dan UPT Pelayanan Kesehatan Hewan, keduanya menerima penghargaan Plakat Abdibaktitani.

Penghargaan dari Kementrian Kelauatan dan Perikanan yang diraih yakni Juara I  Nasional untuk Kinerja kelompok Budidaya Ikan Nila/Mas/Gurami diraih oleh Kelompok Budidaya Ikan Tegal Makmur, Kronggahan II Trihanggo Gamping. Penghargaan akan diserahkan 14 Desember di Palu Sulawesi Tengah dan untuk penghargaan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Kelompok Mina Ngudi Lestari, Nayan Maguwoharjo Depok meraih juara harapan I Nasional. Dan penghargaan dari Kementrian Kehutanan diraih oleh Dri Mundayati, SP, terbaik I Kategori Penyuluh Kehutanan pada lomba Wanalestari Tingkat Nasional.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.