Arsip Kategori: Berita

10
Feb

Sub Terminal Agribisnis Panen Buah Naga

UPT STA (Sub Terminal Agribisnis) Sleman yang bersebelahan dengan kantor Kecamatan Sleman, panen raya buah naga. Lahan yang ditanami buah naga sejak 2008, sekitar 4.000 m2 dengan 4 blok. Masing-masing blok ditanami 200 cagak/tiang (satu tiang beton berisi 4 pohon). Tanaman buah naga ini mulai  panen pertama tahun 2011, namun belum begitu banyak dalam istilah pertanian belajar panen. Mulai tahun 2012 lambat laun mengalami peningkatan, hasil buahnya  mencapai 5 kg per cagak beton. Ir. Widi Sutikno, MSI, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman mengawali panen raya buah naga pada tahun ini didampingi Kepala UPT Sub Terminal Agribisnis dan Kades Lumbungrejo.

Buah naga hasil panenan STA rasanya lebih legit dan manis dan tidak eneg karena tidak menggunakan pupuk kimia sedikitpun. Untuk pemasaran saat ini masih memenuhi pasar lokal saja karena untuk panen raya hanya setahun sekali sehingga bila ada permintaan volume besar belum bisa memenuhi. Widi juga menyampaikan ke depan akan dikembangkan untuk pembibitan pohon buah naga dan bunga Krisan dan memfungsikan sub terminal agribisnis menjadi pusat bisnis pertanian terpadu karena letaknya yang strategis sebagai gerbangnya Sleman. Dengan luas lahan sekitar 3,5 ha STA optimis akan dapat berkembang dengan baik.

7
Feb

Wapres Anugerahkan Predikat I Penghargaan “Cinta Karya Bangsa” Bagi Sleman

Upaya Sleman dalam memajukan potensi produk-produk lokal mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Pusat. Tahun ini dalam ajang penghargaan “Cinta Karya Bangsa Tahun 2013” yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian RI, Pemerintah Kabupaten Sleman, mendapatkan penghargaan atas Penggunaan Produk Dalam Negeri ( P3DN). Dari penilaian yang dilakukan Kementerian Perindustrian RI kepada 86 Kabupaten/ Kota se-Indonesia, Kabupaten Sleman mendapat peringkat 1,  sedangkan peringkat 2 diraih oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan peringkat ke 3 oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau.

Pemberian penghargaan dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Februari 2014 pukul 15.00 WIB, di Istana Wakil Presiden, Jl Kebon Sirih No 14 Jakarta Pusat diterima oleh Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu. Pemberian penghargaan ini merupakan apresiasi  pemerintah kepada Kabupaten/Kota yang telah berprestasi dalam melaksanakan program peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Adapun penilaian yang diberikan oleh Dewan Juri Penganugerahan Pengharagaan Peningkatan Pengguna Produk Dalam Negeri tahun 2013 terdiri dari 4 indikator yaitu  komitmen, perencanaan. pelaksanaan dan pelaporan. Dari aspek komitmen Kabupaten Sleman sudah mempunyai peraturan internal, yaitu peraturan yang dibuat oleh institusi dan berlaku secara internal dalam mendukung penggunaan produk dalam negeri, sedangkan dalam aspek perencanaan Pemerintah Kabupaten Sleman telah memberitahu rencana pengadaan barang/jasa dan dalam aspek pelaksanaan Pemerintah Kabupaten Sleman telah melakukan promosi penggunaan produksi dalam negeri.

Tujuan pemberian penghargaan P3DN Cinta Karya Bangsa antara lain untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri dalam pengadan barang/ jasa di instansi pemerintah termasuk BUMN dan BUMD, memacu dunia usaha nasional untuk selalu meningkatkan tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta mutu produknya guna meraih kepercayaan konsumen dalam negeri.

Dengan adanya penghargaan yang didapat akan mendorong penggunaan produk dalam negeri secara maksimal dan mendorong tumbuhnya produk-produk baru dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini juga bisa memberikan teladan bagi masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri dan membangun kecintaan terhadap produk buatan dalam negeri.

6
Feb

Forum LLAJ DIY Urai Kemacetan di Seturan Dengan MRLL

Kemacetan lalu lintas sangat sulit untuk dihilangkan, paling tidak hanya dapat dikurangi kepadatannya. Hal ini disebabkan karena kemacetan lalu lintas dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan satu sama lainnya. Letak geografis suatu daerah salah satunya. Salah satu penyebab kemacetan adalah, pertumbuhan jalan yang tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan yang ada di Kabupaten Sleman menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas pada jam-jam tententu di wilayah-wilayah yang padat penduduk dan wilayah-wilayah perkantoran ataupun sekolah. Simpul-simpul konflik kemacetan lalu lintas tersebut menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan seperti polusi udara, kerugian waktu tempuh, keausan kendaraan lebih tinggi, dan dapat menyebabkan terjadinya stress pada pengendara.

Dalam upaya mengatasi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di jalan Seturan dan Kledokan Raya (simpang tiga Citrouli Babarsari) maka dilakukan upaya Manajemen dan Rekayasa Lalulintas (MRLL) oleh Forum LLAJ Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Adapun sistem MRLL yang akan diujicobakan adalah sebagai berikut:

  • memberlakukan sistem jalan satu arah mulai dari ruko Babarsari ke arah barat sampai pertigaan Citrouli sampai perempatan selokan mataram satu arah ke utara.
  • Jalan selokan mataram sampai ruko Babarsari satu arah ke timur, jalan dalam ruko Babarsari satu arah ke selatan

Menurut Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Sleman Sulton Fatoni, ATD, M.Ec.Dev, Uji coba MRLL ini akan dilaksanakan selama satu hari pada hari Kamis tanggal 6 Februari 2014 pada pukul 06.00-21.00 WIB. Setelah dilaksanakannya uji coba MRLL ini nantinya akan dilaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan MRLL ini. Pelaksanaan kegiatan MRLL ini diharapkan dapat mengurai titik konflik kemacetan yang ada di pertigaan Citrouli dari yang tadinya terdapat 5 titik konflik kemacetan berkurang menjadi 1 titik konflik kemacetan, dan dari perempatan selokan Mataram Babarsari yang tadinya terdapat 10 titik konflik kemacetan dapat berkurang menjadi 3 titik konflik kemacetan.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.