Arsip Kategori: Berita

4
Jun

40 Orang Wakil Sleman Akan Ikuti PENAS KTNA XIV di Malang

Sebanyak 40 duta dari kabupaten Sleman akan mengikuti Pekan Nasional Kelompok Tani Nelayan Andalan (PENAS-KTNA) ke XIV di Desa Kedung Padaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim. PENAS-KTNA tersebut akan berlangsung tanggal 07 s.d. 12 Juni 2014. Lima diantaranya utusan dari Kabupaten Sleman tersebut merupakan  pendamping dari Dinas pertanian, Perikanan , dan Kehutanan Kabupaten Sleman, dan 35 orang merupakan peserta. Keempat puluh peserta dengan dipimpin Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno tersebut berpamitan kepada Bupati Sleman yang pada kesempatan tersebut diwakili Assekda bidang Pembangunan Dra. Suyamsih di ruang rapat Rumah Dinas Bupati, Senin 2  Juni 2014.

Pada kesempatan tersebut Widi Sutikno menyampaikan bahwa tujuan PENAS-KTNA tersebut agar ada jalinan komunikasi antar petani nelayan, petani-nelayan dengan pengusaha, pemerintah dan pengambil kebijakan, yaang tujuan akhirnya adalah kemartabatan petani-nelayan dalam melaksanakan kegiatan usaha tani semakin meningkat nilai tambah produksi maupun penjualan hasil produksi, sehingga petani semakin sejahtera dan meningkat taraf kehidupannya dimasa datang. Lebih lanjut disampaikan bahwa ke 35 peserta petani dari kabupaten Sleman tersebut merupakan petani yang berhasil merintis usaha pertanian, perikanan dan kehutanan.
Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Assekda  bidang Pembangunan Dra. Suyamsih antara lain menyampaikan bahwa dalam PENAS-KTNA tersebut merupakan  ajang yang tepat untuk mengembangkan kemitraan. Terlebih pada acara tersebut diikuti oleh berbagai organisasi profesi, penyuluh swasta atau pemerhati pertanian, perikanan dan kehutanan serta pelaku agribisnis. Lebih lanjut disampaikan bahwa PENAS-KTNA tersebut bukan hanya ajang pengenalan produk namun juga forum pertemuan petani nelayan dan petani hutan sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, tukar menukar informasi, pengalaman serta pengembangan kemitraan dan jejaring kerjasama.  Agar momen tersebut dapat dimanfaatkan sebaik baiknya untuk memperkaya referensi guna pengembangan diri serta memperkuat dan mengembangkan jejaring yang ada.
3
Jun

Isra’ Mi’raj Tonggak Sejarah Perjuangan Nabi Muhammad SAW

Pemkab Sleman menyelenggarakan  Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muham­mad SAW bertempat di Masjid Agung Dr.Wahidin Soedirohusodo pada hari Selasa tanggal 3 Juni tahun 2014 yang dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Bidang Pembangunan, PNS di Lingkungan Pemkab Sleman,  Anggota TNI/Polri,  siswa SMU terdekat dan masyarakat.

Di awal acara disampaikan laporan oleh Drs. Heri Sutopo, MM Kepala Bagian Kesra setda kab Sleman bahwa peringatan Isra’ Miraj mengambil tema “Dengan Sholat akan dijauhkan Perbuatan Keji dan Munkar”. Selain itu juga diserahkan bantuan dari BAZNAS Kab.Sleman uang sebesar Rp. 430.606.800 untuk Fi Sabilillah 95 Asnaf, Pembangunan 21 Masjid, 9 Mushola, Lembaga TPA/Ponpes 65 lembaga, Fakir Miskin dan Mualaf dan bantuan diserahkan secara Simbolis oleh dr. Sunartono, M.Kes Sekda kab.Sleman kepada Panitia Pembangunan Al Huda Argomulyo, Cangkringan sebesar 1 Juta Rupiah,  Panitia Pembangunan Mushola SDN Jati Sari, Jaten, Sendangadi, Mlati sebesar 1 Juta Rupiah,  serta bantuan Fakir masing-masing sebesar Rp.500.000 kepada Ny.Mardiyem dan Wiryo Sutarmo dari Padukuhan Terwilen RT.04/30 Desa Margodadi,Seyegan.
Mewakili Bupati Sleman, Sekda dr Sunartono, M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan Isra Mi’raj menjadi jadi salah satu tonggak sejarah perjuangan Nabi Muhammad dalam membangun peradaban, keadilan, dan kemakmuran bagi seluruh umatnya. Proyeksi awal dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah menciptakan jalan pencerahan untuk membebaskan diri dari sisi gelap (dark side) pengamalan dan sejarah kemanusiaan. Shalat lima waktu yang diperintahkan Allah SWT dalam peristiwa Isra’ Mi’raj tidak semata-mata ditafsiri sebagai kewajiban yang sifatnya ritual an sich, melainkan wahana untuk menegakkan kebenaran dan mencegahkemungkaran di muka bumi.
Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini,  Bupati mengajak seluruh hadirin untuk selalu meningkatkan kualitas shalat karena perintah shalat mempunyai tendensi agar umat Islam melakukan manajemen waktu dengan baik. Sebagai umat Islam dituntut untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, baik itu hubungan hidup antara makhluk dengan khaliq maupun juga hubungan antar sesama makhluk.
Kemudian dilanjutkan ceramah pengaijan oleh Drs. Arif Gunadi, MPd,I dari kantor Wilayah Kementrian Agama DIY memaknai Isra Mi’raj itu perintah langsung dari Alloh SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengerjakan Sholat, karena sholat yang benar akan menjauhkan tindakan atau  perbuatan Keji dan Munkar,  karena Sholat itu medidik manusia menjadi disiplin tepat waktu.
3
Jun

PMI Sleman Targetkan 500 Juta Dalam Bulan Dana PMI 2014

Bertempat di Aula Lantai III Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Senin, 2 Juni 2014, telah berlangsung Pencanangan Bulan Dana PMI oleh Wakil Bupati Sleman Yuni Satiya Rahayu dan dalam kesempatan tersebut Ketua panitia bulan dana PMI R.Djoko Handoyo.S.H dalam laporannya  menyampaikan bahwa tujuan diadakannya bulan dana PMI Kabupaten Sleman tahun 2014 ini adalah:sebagai pengumpulan dana kemanusiaan dari masyarakat untuk mendukung pelayanan kepalangmerahan yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Sleman serta untuk memupuk jiwa kesetiakawanan masyarkat Kebupaten Sleman.

Sasaran Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman tahun 2014 ini adalah pemohon perpanjangan STNK yang di koordinir Samsat Sleman, pemohon balik nama atas sertipikat tanah dikoordinir oleh Dipenda, pemohon perijinan dikoordinir oleh Kantor perijinan Sleman, pemohon Sim di koordinir oleh Polres Sleman, PNS serta Pegawai Swasta dikoordinir oleh masing-masing instansi/lembaga, Anggota DPRD di koordinir oleh Ketua DPRD Sleman, Perangkat Desa di koordinir oleh BKD Sleman, Pemohon uji KIR kendaraan dikoordinir oleh Dishubkominfo. Pengunjung tempat wisata di koordinir oleh Dinas Budpar,Pengunjung wisata volkano tour dikoordinir oleh Kepala desa Umbulharjo, Rumah Makan dan Restoran dikoordinir oleh Budpar, Hotel dan penginapan dikoordinir oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Perusahaan-perusahaan dikordinir oleh Nakersos dan Transmigrasi, Pengguna jembaatan Timbang dikoordinir oleh Dis Hub Kominfo DIY, Perbankkan dan lembaga keuangan non bank di wilayah Kabupaten Sleman  dan Masyarakat umum . Sedangkan target yang akan dicapai Rp 500.000.000,00(Lima ratus juta rupiah).

Sedangkan Sambutan Ketua PMI yang disampaikan oleh Agus Susila Indiarto Ka Dinas DisHubKominfo Kabupaten Sleman bahwa PMI Kabupaten Sleman sebagai organisasi kemanusiaan senantiasa akan menjadi mitra bagi Pemerintah kabupaten Sleman dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Sebagai mana Visi PMI untuk mewujudkan PMI sebagai Organisasi Kemanusiaan yang Profesional, tanggap dan dicintai masyarakat, maka PMI Kabupaten Sleman akan berusaha meningkatkan kualitas pelayanan dan kegiatan untuk masyarakat baik yang berupa : Pelayanan Donor Darah, pelayanan ambulance Emergency 24 jam, pelayanan/ Respon saat terjadi bencana, Kegiatan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana dan penguatan kapasitas relawan dan Organisasi.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sleman Yuni Satiya Rahayu dalam sambutannya mengatakan bahwa:  Kegiatan bulan dana PMI secara rutin tiap tahun dimaksudkan untuk menggali dana dan sekaligus untuk  meningkatkan kepedulian masyarakat kepada sesama.  Kegiatan PMI perlu kita dukung bersama dan kesuksesan bulan dana PMI merupakan tanggung jawab kita semua sebagai mahluk sosial, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

PMI Kabupaten Sleman memiliki peran dan tantangan yang tidak ringan, terkait dengan wilayah Sleman merupakan daerah rawan bencana alam, baik bencana gunung api, gempa, angin puting beliung, tanah longsor, maupun kekeringan. Hal tersebut sudah barang tentu memerlukan antisipasi penanganan pra maupun pasca bencana secara komprehensif. Peran dan kontribusi PMI, sangatlah besar sehingga sangat wajar jika masyarakat dapat menyisihkan sedikit dari hartanya untuk disumbangkan guna membantu warga masyarakat yang membutuhkan.

Wabub lebih lanjut berpesan masyarakat yang menjadi sasaran penggalangan dana perlu diberi pemahaman dan pelayanan yang baik, sehingga dapat lebih menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan kinerja PMI. Dengan demikian, komunikasi seluruh jajaran pengururs PMI Sleman dengan para pelaku usaha untuk menjadikannya sebagai mitra PMI akan menjadi lebih efektif. Sistem kemitraan perlu ditingkatkan untuk menghindari adanya mispersepsi dalam menciptakan kepedulian dan kepercayaan. Para pemberi layanan di tempat-tempat sasaran penggalangan dana juga hendaknya dapat bersikap lebih bijaksana dalam menjelaskan penggalangan dana ini kepada pelanggannya.

Selain itu, jika nantinya target penggalangan dana tersebut telah tercapai, Wakil Bupati berharap  agar PMI dapat pula mempertanggungjawabkannya secara transparan dan akuntabel. Dengan transparansi, kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat seiring dengan pemanfaatan dana PMI  yang tepat sasaran.

Pencanangan Bulan Dana PMI tersebut dihadiri pula oleh Ketua DPRD Sleman, POLRES Sleman, Kodim Sleman serta instansi terkait lainnya.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.