Arsip Kategori: Berita

18
Mar

Angka Kebakaran di Sleman Terus Ditekan


Upacara peringatan H U T Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman yang ke-96 di lapangan Pemda Kabupaten Sleman , Sebagai Inspektur Upacara Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo. M.SI yang  diikuti Pegawai  SKPD se kabupaten Sleman serta anggota Korpri di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan Peringatan  HUT Pemadam kebakaran kali ini mengajak kita untuk sadar akan keseimbangan lingkungan dan pentingnya beradaptasi dengan perubahan iklim. Maka sebagai usaha preventif terhadap berbagai bencana serta kesiapsiagaan untuk meminimalisir jumlah korban. Upacara  ini dilakukan sebagai salah satu bentuk apresiasi  kepada petugas pemadam kebakaran sekaligus sebagai gerakan seruan kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran di pemukiman, kebakaran hutan guna menjaga dan mendukung kualitas ekosistem lingkungan hidup serta perwujudan gerakan penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia.

Bencana dan kebakaran menjadi tanggung jawab Daerah sebagaimana di amanatkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah dan UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dimana pencegahan  dan Penanggulangan Kebakaran merupakan urusan concurrent bagi pemerintah dan urusan wajib yang bersifat pelayanan dasar bagi Pemerintah Daerah.Melihat tugas dan fungsi serta beban kerja dan tanggung jawab pemadam kebakaran sangatlah patut kita hargai yang setiap hari 24 jam siap siaga memadamkan kebakaran tanpa mengenal hari libur demi penyelamatan korban, tidak hanya korban kebakaran saja namun juga korban banjir, gunung meletus, tanah longsor, gempa bumi maupun bencana lainnya.Perkembangan pembangunan di setiap daerah kecenderungannya diikuti sejumlah masalah diantaranya semakin padatnya kawasan pemukiman yang meningkatkan ancaman kebakaran, serta alih fungsi lahan yang tidak sesuai peruntukannya dan pembukaan hutan yang banyak menyebabkan permasalahan lingkungan. Untuk itu Bupati menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran dan pengendalian alih fungsi lahan hijau untuk menjaga daya dukung lingkungan kita.

Pada kesempatan ini atas nama pemerintah Daerah Bupati mengucapkan selamat ulang tahun ke 96 Pemadam Kebakaran, selamat ulang tahun ke 65 POL PP dan satuan perlindungan masyarakat yang ke- 53 serta disertai ucapan terima kasih atas pengabdiannya, semoga diusia yang semakin matang ini POLPP dan Satlinmas semakin solid dan profesional dalam mengemban tugasnya serta memberikan perlindungan yang maksimal kepada Masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman Yuli Setiyono menambahkan bahwa pada tahun 2013 jumlah kebakaran mencapai 56 dengan angka kerugian sebesar  6.435.500.000, Tahun 2014 jumlah kebakaran 84 dengan jumlah kerugian mencapai 4.289.600.000 dan untuk tahun 2015 sampai dengan bulan Februari jumlah kebakaran 16 kasus dengan jumlah kerugian mencapai 1.290.000.000. Diharapkan angka kerugian yang diakibatkan kebakaran dapat terus diminimalisir melalui langkah-langkah penanggulangan yang tepat.

17
Mar

18 Sekolah di Sleman Tersertifikasi ISO 9001:2008


MTS N I Sleman Yogyakarta menerima sertifikat  ISO 9001:2008 dari PT TUV Rheyland Indonesia, Senin, 16 Maret 2015. Penerimaan ISSO ini bertepatan dengan milad ke 37 MTSN I Sleman. Dalam acara ini juga diadakan wisuda bagi 50 siswa yang telah lulus tahfidz jus ke 29 dan 30. Kepala sekolah Abdul Hadi mengatakan dalam rangka milad telah dilaksanakan beberapa acara yakni lomba pidato bahasa Indonesia, Inggris, Arab dan Jawa, cerdas cermat agama, MTQ, lomba hifdzil  Qur’an, vocal tunggal, try out SD/MI, gowes, gerak jalan dan lomba memasak antar kelas. Saat ini sekolahnya memiliki 16 kelas dengan jumlah siswa 462 anak, dengan modal sertifikat ISSO, akan bertekat menjadikan anak didik cerdas dan berakhlak mulia, mengejar SMP 4 Pakem dan SMP 5 Yogkakarta.
Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan madrasah, pondok pesantren dan institusi pendidikan berbasis agama, merupakan salah satu upaya untuk mendidik generasi penerus kita dengan porsi pendi­dikan agama yang lebih besar daripada sekolah-sekolah lainnya. Untuk itu,  agar sistem pendidikan di institusi manapun juga hendaknya memperhatikan pola-pola pendidikan yang lebih berorientasi pada peningkatan kuali­tas pendidikan mental anak didik. Usia anak-anak merupakan masa yang sangat tepat bagi pendidikan dan perkembangan mental dan kepriba­diannya. Dalam usia ini, anak-anak sangat mudah dalam mempelajari sesuatu termasuk dalam belajar Al Qur’an. Berke­naan dengan hal tersebut, usia emas tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menanamkan nilai-nilai agama.
Bupati menambahkan penyerahan sertifikat ISO ini juga memiliki konsekuensi kepada MTsN I Sleman Yogyakarta untuk terus mempertahankan konsitensi kualitas layanan pendidikan, baik di dalam sistem dan proses pembelajarannya maupun tata kelola sebagai sebuah organisasi sekolah. Baik guru, karyawan maupun para siswa harus mampu menunjukkan tingkat kualitasnya melalui penciptaan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, seluruh guru dan pembina sekolah harus berusaha mendidik siswa sehingga memiliki kompetensi dan daya saing dan karakter yang baik.
Penyerahan sertifikat  ISO 9001:2008, dilakukan oleh perwakilannya Sapto Haryono kepada Bupati Sleman kemudian diteruskan kepada Kepala Sekolah MTSN I Sleman, disaksikan Kepala Kementrian Agama DIY Prof DR. Mizar Ali dan Camat Mlati.

 


16
Mar

Kampanye Hemat Air di Embung Sendari

Berkembangnya pertumbuhan penduduk diikuti dengan pertumbuhan kebutuhan untuk mendukung kehidupan dan penghidupan manusia dimana factor yang dominan dalam kehidup0an manusia yakni kebutuhan air. Di sisi lain potensi sumber daya air dari tahun ke tahun semakin terbatas sehingga untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia baik air baku (minum, mandi, cuci dll), pertanian, perikanan dll perlu dilakukan pengaturan dan penghematan sehingga semua kebutuhan dapat terlayani dengan baik. Hal itu disampaikan Ir. Sapto Winarno, MT, pada acara Kampanye Hemat Air yang dilaksanakan Sabtu, 14 Maret 2015 di Embung Sendari Tirtoadi Mlati. Ditambahkan untuk menjaga keberlanjutan persediaan sumber daya air perlu dilakukan upaya konservasi sumber daya air dengan pembangunan embung, pembuatan sumur resapan, pembuatan biopori, memanen hujan dll. Saat ini embung yang telah dibangun di Sleman mencapai 25 buah. Yang dibangun Pemerintah Kabupaten Sleman 5 embung, Pemerintah Propinsi 12 embung dan Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak 8 embung.

Dalam acara yang dihadiri oleh Assekda, Camat dan Kades serta kelompok OPPA Se Kabupaten Sleman, juga diadakan sarasehan dengan nara sumber dari UGM yakni Prof. DR. Ir Sigit Supadmo, Arief, M.Eng Fak Pertanian UGM dengan materi hemat air untuk pertanian, DR. Ing. Ir. Agus Maryono Fak Teknik UGM dengan materi hemat air untuk air baku dengan peragaan alat memanen hujan, DR. Ir. Heru Hendrayana Fak Teknik Geologi UGM dengan materi hemat air untuk penggunaan air tanah, Ir. Hardaningsih, MSI Fak Pertanian  UGM dengan materi hemat air untuk perikanan dan moderator Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Agus Suprapto Kusmulyono, M.Eng.Ph.d

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan Pemkab Sleman juga senantiasa mengupayakan pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tiga pilar utama yang diamanatkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air yaitu yang pertama adalah konservasi sumber daya air, yang kedua adalah pendayagunaan sumber daya air dan ketiga yaitu pengendalian daya rusak air.

Pendayagunaan sumber daya air yang dilakukan melalui pembangunan embung adalah untuk pertanian, perikanan, pariwisata bahkan nantinya dapat dikembangkan menjadi air minum pedesaan. Namun demikian, tidak boleh ada kelompok masyarakat yang memonopoli Sumber daya air ini karena pada hakekatnya sumber daya air ini adalah milik bersama sehingga semua kepentingan masyarakat harus bisa terpenuhi secara adil dan merata. Kelompok pertanian, perikanan, pengguna air minum pedesaan juga diupayakan untuk duduk bersama dan berembug untuk menggunakan air secukupnya dan berkeadilan bagi semuanya.  Pemborosan terhadap air masih terjadi dimana-mana, baik penggunaan air untuk kepentingan irigasi maupun penggunaan air untuk kepentingan rumah tangga,industri dan jasa. Selanjutnya acara juga ditandai dengan penebaran bibit ikan di embung Sendari dan penanaman pohon buah-buahan oleh Bupati dan tamu undangan lainnya.***

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.