Arsip Kategori: Berita

15
Nov

Sleman Peroleh Swasti Sabha Wiwerda untuk Kedua Kalinya

Kabupaten Sleman, untuk kedua kalinya kembali memperoleh penghargaan Swasti Shaba Wiwerda, yakni penghargaan yang diberikan atas prestasi Sleman meningkatkan kualitas kesehatan masyarakatnya. Penghargaan diterima Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, MSI, yang diberikan oleh Menteri kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi di Hotel Merlin Park Jakarta Pusat, Kamis 14 November 2013. Penghargaan ini diberikan bersama 95 Kabupaten/Kota se Indonesia bersamaan dengan penutupan kegiatan Konferensi Nasional Promosi Kesehatan.

Usai menerima penghargaan Bupati menyampaikan bahwa penghargaan yang diperoleh tersebut  akan memacu semangat Pemkab Sleman dalam mendorong dan memotivasi masyarakat untuk mengupayakan hidup bersih dan sehat. Hal ini mengingat kunci diraihnya penghargaan adalah besarnya keterlibatan masyarakat karena hidup sehat sangat dibutuhkan oleh masyarakat sendiri.

Sementara Pemerintah dalam hal ini Forum Kabupaten Sleman yang didukung oleh instansi teknis terkait akan berupaya mengoptimalkan sinergitas program masing-masing instansi sehingga pelaksanaan dilapangan dapat terkoordinasi. Upaya ini dimaksudkan untuk terus meningkatkan kesehatan masyarakat mengingat masih ada lagi penghargaan yang lebih tinggi yakni Swasti Shaba Vistara. Ini merupakan penghargaan tertinggi di bidang kesehatan bila 2 tahun ke depan Sleman mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Sleman. Untuk itu Bupati mengharapkan kepada semua instansi yang terkait meningkatkan berkoordinasi dalam setiap kegiatannya baik dengan instansi lain, kecamatan, desa dan masyarakat sebagai pelaksana kegiatan di lapangan.

Seperti diketahui bahwa sebelumnya tim Verifikasi Kabupaten Sehat Nasional telah melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Sleman di tujuh lokasi tatanan yang diajukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.  tujuh lokasi tersebut adalah, desa Caturharjo dengan program stop BABS, Pesantren Pemberdayaan Lansia di dusun Bakungan Ngemplak, Penerapan K3 di PT. Eagle Glove Indonesia Kalasan, penataan PKL di Pujale UGM, bank sampah di perumahan Gumuk indah Godean, LDPM Gapoktan, Sidomulyo Godean dan  Desa wisata sehat Sidoakur, Jethak II Godean.***

15
Nov

Ngayogjazz 2013 Akan Digelar di Sidoakur, Godean

Sleman kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Ngayogjazz, sebuah perhelatan music jazz tahunan yang diselenggarakan di Yogyakarta. Setelah pada tahun 2012 yang lalu Ngayogjazz digelar di Desa Wisata Brayut, Pendowoharjo, Kecamatan Sleman kali ini Ngayogjazz digelar Desa Wisata Sidoakur, Sidokerto, Kecamatan Godean pada Sabtu, 16 November 2013 mendatang pada pukul 09.00 – 22.00 sedangkan pembukaan akan dibuka oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo pada pukul 12.45.

Mengambil tema “Rukun Agawe Ngejazz” Ngayogjazz akan mengajar para penikmat music jazz bahwa individu-individu adalah bagian dari sebuah komunitas yang lebih besar, bagaimana kita bisa individual tetapi sekaligus komuna. Hal inilah yang dimaksud dengan “Rukun Agawe Ngejazz”. Dalam acara Ngayogjazz nantinya akan diselenggarakan sejumlah aktivitas diantaranya Panggung Permainan Musik Jazz, Pasar Jazz, peluncuran album komunitass jazz Jogja, dan festival foto.

Panggung Jazz nantinya akan dibagi menjadi lima panggung diantaranya Panggung Wawuh, Panggung Guyub, Panggung Sayuk Rukun, Panggung Srawung dan Panggung Kesenian Tradisional. Para penikmat jazz dapat memilih untuk menikmati para seniman jazz yang berasal dari dalam dan luar negeri seperti diantaranya Monita Tahalea, Idang Rasjidi, Dony Koeswinarno Quintet, Oele Pattiselano Trio, Nita Aartsen, Bintang Indrianto, Djalu Pratidina, Baraka (Jepang), D’aqua (Jepang), Erik Truffaz (Perancis), Brink Man Ship (Swiss), Peni Chandrarini, Jerry Pellegrino (Amerika Serikat), Keroncong Soesah Tidoer. Ngayogjazz juga akan diramaikan dengan kehadiran sejumlah komunitas jazz lain diantaranya Balikpapan Jazz Lovers, Solo Jazz Society, Jazz Ngisor Ringin Semarang, Komunitas Jazz Jogja, Gubuk Jazz Pekanbaru, Jes Udu Purwokerto dan Batik Replica Pekalongan.

Selain menikmati music jazz, para penikmat music jazz juga dapat menikmati keindahan dan keunikan yang dimiliki Desa Sidoakur. Desa Sidoakur sendiri memiliki berbagai industry pertanian dan perikanan anorganik serta sejumlah industry rumahan. Selain itu Desa Sidoakur ini juga memiliki aktivitas yang kemudian dikembangkan di desa ini seperti macapatan, karawitan, klotekan bamboo dan hadrah. Kesenian yang unik lain adalah gejlog lesung yang biasa digunakan untuk menumbuk padai namun dikemas dengan ritme yang unik menjadi sebuah kesenian.

14
Nov

BPBD Sleman Himbau Masyarakat Antisipasi Angin kencang dan Puting Beliung

Terkait dengan cuaca ekstrim yang akhir-akhir ini terjadi, BPBD Sleman mensosialisasikan bahwa peluang terjadinya angin kencang dan angin puting beliung sampai dengan November 2013. Disampaikan kepala BPBD Sleman, Drs. Julisetiono DW, SmHk, MM bahwa masyarakat perlu mewaspadai apabila pagi hari cerah kemudian pada siang dan sore muncul awan pekat maka hal tersebut berpeluang menjadi angin puting beliung/angin kencang sehingga masyarakat diharapkan dapat mengantisipasinya, diantaranya yaitu dengan melakukan cek terhadap atap rumah yang terbuat dari seng dan asbes, pohon-pohon yang mudah ditumbang untuk dipotong dan pohon yang rindang untuk dipangkas.

Wilayah-wilayah yang rawan terjadinya angin puting beliung di Sleman yaitu kecamatan Seyegan, Mlati, Sleman, dan Kalasan. Sedangkan wilayah yang rawan angin kencang yaitu kecamatan Prambanan, Cangkringan, Ngemplak, Turi, Pakem, dan Minggir. Dijelaskan Julisetiono bahwa hujan lebat diperkirakan terjadi pada bulan Januari-Februari 2014. hujan lebat ini juga akan berakibat pada ancaman banjir sehingga Julisetiono menghimbau penambangan pasir agar segera dihentikan jika terjadi hujan lebat.

Selama bulan Oktober – November 2013 terdapat total rumah yang rusak akibat angin kencang dan angin puting beliung sebanyak 18 rumah ( 11 rumah di Prambanan, 3 rumah di Pakem, 3 rumah di Turi, 1 rumah di Minggir).

BPBD telah menyiapkan diri selama 24 jam dengan posko induk di Pakem dan persediaan logistik serta peralatan yang diperlukan untuk penebangan pohon seperti chainsaw dll. Untuk bantuan rumah rusak akibat bencana angin kencang dan angin puting beliung, berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2010 tentang bantuan keuangan pada korban bencana alam, Pemkab Sleman melalui BPBD memberikan bantuan bagi rumah rusak berat Rp2 juta, rusak sedang Rp 1 juta dan rusak ringan Rp500 ribu.

Bagi warga masyarakat yang ingin menyampaikan laporan mengenai terjadinya bencana, masyarakat dapat menghubungi nomor (0274) 8300300 atau (0274) 868375.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.