Arsip Kategori: Berita

27
Jun

1290 Sertifikat Tanah Telah Selesai Dengan Dana APBN

Fasilitasi pensertifikatan tanah ini, merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum akan hak-hak atas kepemilikan tanah yang dimiliki masyarakat. Dengan dimilikinya dokumen sertifikat tanah maka status kepemilikan tanah menjadi jelas karena memiliki kekuatan yuridis dalam perlindungan hak kepemilikannya. Selain itu program pensertifikatan ini juga upaya untuk menertibkan administrasi pemerintahan khususnya dibidang pertanahan serta  mengendalikan laju perubahan peruntukkan lahan, khususnya lahan pertanian. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo saat penyerahan Sertifikat warga Huntap di Aula Kecamatan Cangkringan Kamis 26 Juni 2014.  Disampaikan pula bahwa kepada masyarakat penerima sertifikat tanah, bupati berharap untuk dapat merawat dokumen sertifikat dengan baik, dan dapat memaksimalkan asset tanah pertanian tersebut untuk  kesejahteraan keluarga. Terlebih saat ini banyak terjadi pemalsuan dokumen pertanahan yang dapat merugikan pemilik lahan asli.

Yang jelas bupati menyambut baik diadakannya program pelayanan persertifikatan tanah yang mengutamakan kemudahan dan pelayanan prima,  seperti program Prona, program Pertanian, UMK, maupun mengoperasikan mobil LARASITA. Program-program tersebut tentunya sangat membantu masyarakat. Pada kesemnpatan tersebut bupati  mengingatkan bahwa pasca erupsi merapi di akhir 2010 yang lalu, masih menyisakan masalah pertanahan yang harus segera kita atasi bersama. Untuk mengatasi dampak pasca bencana yang lalu, telah diselesaikan 1290 sertifikat tanah melalui dana APBN. Dengan pensertifikasian tersebut diharapkan dapat menyelesaikan konflik yang disebabkan hilangnya batas-batas kepemilikan lahan.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat akan tanah, sebagai rumah tempat tinggal, tempat usaha dan dan jasa, penataan kepemilikan dan pengelolaan tanah  merupakan suatu keharusan. Selama ini, Pemkab. Sleman telah berusaha mengendalikan berubahnya lahan pertanian, salah satunya dengan memasang papan pengumuman tentang pelarangan pengalihan fungsi lahan. Namun demikian, upaya Pemerintah ini tidak artinya jika tidak didukung oleh masyarakat. Masyarakat diharapkan turut serta aktif  dalam mengawasi peruntukan lahan khususnya pertanian. Jika ada pihak-pihak yang melanggar termasuk beberapa pengembang yang  nekat membangun tanpa ijin. Jika masyarakat mengetahui hal ini, diharapkan segera melaporkan kepada  aparat di tingkat kecamatan  Pemkab. Sleman.
Selama ini, masalah pertanahan merupakan masalah yang sangat kompleks. Hal tersebut dikarenakan dalam pengu­rusan tanah,  terkait banyak hal yang harus diselesaikan dan tidak jarang menimbulkan masalah. Penyelesaian masa­lah pertanahan tersebut, tentu saja harus dilaksanakan dengan mengikuti aturan yang berlaku. Penanganan masalah di bidang Pertanahan harus dilaksanakan secara komprehensif, terencana, dan terpadu agar seluruh kepentingan masyarakat terakomodasi dengan sebaik-baiknya. Disamping itu, sebagian besar masyarakat, belum memahami pentingnya sertifikat tanah.
Pada kesempatan tersebut bupati  mengingatkan agar aset tanah yang tersertifikat ini jangan dijual. Sebab asset dapat digunakan untuk mengembangkan usaha. Tetapi kalau tanah dijual kemudian uang disimpan maka dalam waktu cepat akan habis untuk beli kebutuhan sehari-hari saja. Oleh karena itu asset berupa sertifikat tanah tersebut harus dijaga dengan baik. Pergunakanlah lahan tersebut untuk kegiatan-kegiatan yang produktif. Keberadaan sertifikat ini diharapkan juga mampu memacu petani dan pengusaha kecil dalam mendayagunakan lahannya, karena sertifikat ini nantinya juga dapat menjadi agunan untuk peminjaman modal usaha.
Sedangkan Kepala Dinas Pengendalian Pertanahan Daerah Purwatno Widodo, SH.CN melaporkan bahwa  sertifikat tanah yang sudah selesai dan diserahkan sebanyak 92 bidang yang terdiri Warga huntap dusun Cancangan 55 bidang, warga huntap TKD Koripan 38 bidang dan warga huntap TKD Kepuharjo 9 bidang, namun yang 2 orang masing-masing 1 dari dusun Cancangan dan 1 dari huntap TKD Koripan telah diserahkan pada kegiatan Kanwil BPN DIY tanggal 17 Juni 2014 di Kulon Progo.


27
Jun

Bupati Tinjau Pembangunan Jembatan di Gamping

Semangat gotong royong sebagai salah satu jati diri masyarakat Kabupaten Sleman merupakan kearifan lokal yang menjadi salah satu modal pembangunan yang memiliki peran sangat penting dalam upaya akselerasi pembangunan di wilayah Kabupaten Sleman. Kearifan lokal ini tercermin dalam pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong di desa-desa dan segenap pelosok wilayah di Kabupaten Sleman.   Hal itu disampaikan Bupati Sleman dalam bulan bhakti gotong royong masyarakat ke XI, Harganas ke XXI, & kesatuan gerak PKK ke XLII di Balai Desa Balecatur Gamping.

Dalam kesempatantersebut  Bupati yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, Ketua DPRD dan Kepala Badan KB juga memberikan berbagai hadiah dan trophy kejuaraan bidang KB, PKK, dan kesehatan.
Sebelumnya juga diadakan peninjauan lokasi pembangunan jembatan Todir Banyuraden kerjasama dengan KODIM Sleman, peresmian Masjid Al Ikhlas Nyamplung Kidul Balecatur, dan peresmian jembatan serta kegiatan konblokisasi dusun Pereng Kembang Balecatur.

Dalam kesempatan ini Bupati yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, Ketua DPRD dan Kepala Badan KB juga memberikan berbagai hadiah dan trophy kejuaraan bidang KB, PKK, dan kesehatan. Sebelumnya juga diadakan peninjauan lokasi pembangunan jembatan Todir Banyuraden kerjasama dengan KODIM Sleman, peresmian Masjid Al Ikhlas Nyamplung Kidul Balecatur, dan peresmian jembatan serta kegiatan konblokisasi dusun Pereng Kembang Balecatur.

27
Jun

PNS Purna Tugas Peroleh Tali Asih dari KORPRI

Untuk memberikan penghargaan kepada para PNS yang telah memasuki masa purna tugas, KORPRI Kabupaten Sleman memberikan tali asih berupa uang sebesar Rp 1 juta kepada PNS yang memasuki masa pensiun dan Rp500 ribu kepada PNS yang mutasi keluar daerah. Pemberian tali asih untuk periode 1 Januari s/d 1 Juni 2014 diberikan di gedung serbaguna Sleman, Kamis, 26 Juni 2014 oleh Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS. M.Hum. Menurut Drs . Pustopo Kepala Bidang Usaha dan Kesejahteran Dewan Pembina KORPRI Sleman, pemberian tali asih dilaksanakan 2 kali dalam setahun sejak tahun 2012 dan sampai saat ini telah memberikan tali asih kepada 683 PNS yang pensiun. Untuk kali ini tali asih diberikan kepada 219 orang PNS yang telah memasuki masa pensiun 178 orang, 12 orang PNS pensiun atas perminttaan sendiri, 2 orang pindah tugas ke luar daerah dan 27 orang pensiun karena meninggal dunia.

Sementara itu Wakil Bapati Sleman dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para PNS Pemkab Sleman yang telah memasuki masa pensiun atas tugas dan pengabdian yang diberikan selama ini kepada Pemkab Sleman. Dengan harapan walaupun sudah tidak bekerja di Pemkab Sleman namun masih dapat mengabdikan diri dalam lingkungan masyarakat masing-masing dan dapat ikut serta mensosialisasikan dan mensukseskan program-program pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman. Karena dengan pengalaman selama menjadi PNS tentu memiliki pengetahuan yang lebih dari masyarakat biasa, kelebihan inilah yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk diabdikan kepada masyarakat dengan semaksimal mungkin.
Wakil Bupati memberikan secara simbolis kepada 17 orang PNS yang pensiun di antaranya H. Dwi Supriyatna, MS, dr Sulistyowati, Sukalimah dll dan pemberian ucapan selamat dari Wakil Bupati Sleman diikuti oleh Ketua DPRD Sleman, Wakil Ketua Dewan Pembina KORPRI DIY, Assek III dan Kepala BKD Sleman.


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.