Arsip Kategori: Berita

1
Jan

Dari Perayaan Natal Bersama : Makna Natal Adalah Perubahan Sikap Dalam Layani Masyarakat

PNS Sleman, TNI/POLRI, BUMN dan BUMD merayakan Natal Bersama di gedung Serbaguna Senin 30 Desember 2013. Perayaan Natal tersebut dihadiri pula oleh Wakil Bupati, Yuni Satia Rahayu, SS.M.Hum, Ketua DPRD kabupaten Sleman Koeswanto, SIP. Sekda Sleman dr. Sunartono, M.Kes dll.

Bupati, Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa salah satu proses penting demokrasi, kebersamaan diantara semua komponen bangsa mutlak diperlukan. Apapun identitasnya dan apapun agamanya, baik Islam, Protestan, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam mewujudkan demokrasi dan memajukan kesejahteraan bersama. Terlebih di tahun 2014, semua komponen masyarakat akan turut andil dalam menentukan nasib bangsa kita ke depannya melalui pesta demokrasi Pemilu 2014. Oleh karena itu, melalui kesempatan yang baik tersebut bupati menghimbau kepada hadirin sekalian untuk mewujudkan Pemilu yang bersih dan penuh kebersamaan.

Jika diresapi makna natal yang setiap tahun dirayakan, memiliki empat hal yang harus direnungkan. Yang pertama, natal memberikan tauladan untuk merubah sikap yaitu sikap yang sebelumnya hanya melayani kepentingan diri sendiri menjadi sikap yang melayani kepentingan rakyat. Ini sangat relevan dengan kondisi aparatur pemerintah. Dengan Natal, maka sikap melayani orang lain harus tertanam kuat dan tercermin dalam keseharian. Kedua adalah natal mengajarkan untuk terus mengasah empati dan pengorbanan. Guna mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, sangat dibutuhkan pribadi-pribadi yang memiliki empati dan pengorbanan, yang diwujudkan dengan rela dan ikhlas membantu mereka yang membutuhkan. Terlebih, saat ini, di Kabupaten Sleman masih terdapat 49.471 KK atau mencapai 15,85% keluarga miskin dari jumlah total KK yang ada, yaitu 312.089 KK. Pengentasan keluarga miskin tersebut tidak dapat hanya dilakukan oleh Pemerintah saja, tetapi memerlukan dukungan partisipasi, kebersamaan, empati dan pengorbanan semua pihak.

Ketiga adalah Natal mengajarkan akan kuasa Yang Kuasa untuk merubah apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Oleh karena itu, melalui natal, masyarakat harus punya harapan. Harapan untuk merubah kondisi menjadi lebih baik. Harapan ini, tentunya harus disertai dengan doa, dan usaha yang sungguh-sungguh. Melalui natal ini, saya berharap kita pupuk harapan terwujudnya visi pembangunan yang telah kita tetapkan, disertai dengan doa, dan usaha yang sungguh-sungguh melalui peningkatan kinerja sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Sedangkan keempat adalah keadilan. Seluruh cerita natal memberikan pengajaran akan keadilan Yang Kuasa atas kehidupan umat. Oleh karena itu, umat harus selalu mawas diri dalam bertindak. Jika selalu berbuat baik, maka kebaikanlah yang akan didapatkan, begitu sebaliknya.

Sedangkan ketua panitia perayaan natal bersama, Dra. F. Retno Wisudowati pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa perayaan natal bersama tersebut untuk memupuk kebersamaan dan berbagi kasih untuk mewujutkan damai sejahtera dalam kemajemukan maasyarakat di kabupaten sleman. Sementara rangkaian kegiatan natal yang telah terlaksana adalah lomba kebersihan lingkungan gereja Katholik , dengan juara I Gereja Minomartani. Lomba kebersihan lingkungan Gereja Kristen juara I GKI. Gejayan.Lomba paduan suara juaraa I PS. Gereja Katolik Keluarga Kudus Banteng. Lomba vokal group juara I VG. GBI Gesang Langgeng. Para juara menerima piagam dan piala yang diserahkan bupati sleman. Bakti sosial berupa penghijauan penanaman pohon Sengon dan maoni di Dusun Tanen Hargobinangun Pakem tanggal 1 Desember 2013. pengobatan gratis bagi masyarakat kurang mampu di Sendangrejo Minggir tanggal 8 Desember 2013 serta pembinaan rohani PNS se kabupaten sleman yang dilaksaanakan tanggal 6 Desember 2013.***

1
Jan

Pembangunan Pendidikan di Sleman Tak Hanya Untuk Peningkatan Kualitas Tapi Juga Pemerataan Pendidikan

Bupati Sleman, Sri Purnomo melantik 17 kepala sekolah di Pendopo Parasamya, Selasa 31 Desember 2013. Pelantikan Kepala Sekolah yang dilaksanakan dalam tengah semester tersebut, merupakan langkah yang strategis dan tepat bagi para kepala sekolah yang baru dilantik, untuk melakukan penataan dan konsolidasi manajemen sekolah masing-masing. Dalam arahannya, Sri Purnomo berharap pada tahun depan kinerja para kepala sekolah yang baru dilantik tersebut dapat meningkatkan kualitas kelulusan siswa di lingkungan Kabupaten Sleman. Ke 17 kepala sekolah yang dilantik tersebut adalah Kepala Sekolah SMAN 1 Cangkringan, Sukendar, S.Pd sebagai Kasek SMP N 3 Depok, Dra. Armin Aryani sebagai Kasek SMPN 2 Ngaglik, Hadi Suparmo,S.Pd.SD sebagai Kasek SMPN 2 Cangkringan dan 13 lainnya adalah Kepala Sekolah Dasar.

Di tahun 2014 mendatang diharapkan tidak hanya SMPN 4 Pakem saja yang mampu meraih nilai rerata UAN tertinggi di DIY, tetapi juga muncul sekolah baru yang rerata nilai UAN-nya berada di 10 besar DIY. Kita harus optimis terhadap peningkatan kualitas pendidikan Di Kabupaten Sleman. Pada akhir tahun ajaran 2012/2013 sejumlah sekolah di Sleman juga telah masuk dalam peringkat 10 besar tingkat provinsi diantaranya SMP N 4 Pakem, SMP N 1 Godean, SMP N 1 Sleman dan SMP N 4 Depok, SMK 2 Depok, SMK N 1 Depok, SMK N 1 Tempel dan SMK N 1 Godean. Pembangunan pendidikan di Sleman tidak hanya untuk peningkatan kualitas semata, tetapi juga diorientasikan pada pemerataan pendidikan. Salah satu komitmen Pemkab Sleman agar semua anak di Sleman berpendidikan minimal SMA/SMK keatas, adalah dengan fasilitasi bantuan penyelenggaraan pendidikan untuk siswa SMA dan SMK dari keluarga miskin dan rawan miskin.

Ditambahkan pula bahwa Kepala Sekolah harus mampu membangun hubungan yang baik dan sejuk antara Guru, siswa dan lingkungan. Dan tidak kalah pentingnya adalah memperlakukan siswa seperti anak sendir agar dalam menerima pelajaran bisa lebih akrab dan baik. Yang tidak kalah pentingya adalah jangan sampai karena siswa belum bayar uang sekolah rapat bahkan Ijazahnya sampai disandera/ditahan, harus dicari jalan solusinya yang baik dengan komunikasi yang baik. iseiring dengan keterbukaan informasi dengan segala kemudahan aksesnya, menimbulkan permasalahan baru bagi generasi muda. Memberikan pengetahuan tentang etika pergaulan, penanaman nilai- nilai agama, moral, budi pekerti serta etika bagi anak didik harus terus menerus dilakukan. Disamping itu diperlukan juga kesiapan mental dan ketangguhan karakter untuk mereduksi dampak negatif dari keterbukaan informasi. Saya minta seluruh sekolah di Sleman untuk lebih memberikan pendidikan karakter yang membentuk generasi muda yang tangguh dalam menghadapi tantangan dan persoalan pada jamannya. Pemahaman tentang lingkungan hidup juga perlu ditanamkan pada generasi muda sebagai penerus pembangunan. Diharapkan dengan pemahaman tentang lingkungan hidup sejak anak-anak dan remaja akan membekali anak yang secara visioner berwawasan lingkungan, sebagai upaya meminimalisir penurunan daya dukung lingkungan dari proses pembangunan.

Sudah saatnya sekolah-sekolah terutama SMP dan SMA serta SMK juga memberikan pemahaman pada siswa tentang literasi media elektronik dan juga sosial media. Agar dari diri siswa tumbuh kemauan dan kemampuan untuk melakukan selektivitas pemanfaatan media untuk hal-hal yang positif. Selain itu diharapkan Kepala sekolah dan guru meningkatkan komunikasi dengan orangtua siswa ataupun wali murid,  dengan maksud agar terwujud pengajaran dan pengawasan di lingkungan sekolah, keluarga yang sinergi. Pada kesempatan tersebut bupati juga mengingatkan bahwa dalam proses pelayanan publik, harus mengedepankan transparansi, akuntabilitas dan profesionalisme. Oleh karena itu, harus meminimalisir kemungkinan terjadi kesalahan sekecil mungkin. Semua kebijakan, kegiatan yang dilaksanakan Kepala sekolah harus dalam koridor regulasi yang telah ditetapkan.***


27
Dec

Nikmati Berbagai Pertunjukan Budaya di Malam Pergantian Tahun

Menyambut perayaan tahun baru yang akan datang empat hari mendatang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sleman telah menyusun sejumlah kegiatan untuk memeriahkan Perayaaan Tahun Baru. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Ir. AAA. Laksmi Dewi Tri Astika Putri, MM menyampaikan dalam Jumpa Pers di Bagian Humas Setda Sleman bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan tahun baru ini adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata di wilayah-wilayah objek wisata di Kabupaten Sleman. Pada tahun 2013 ini ditargetkan 15.000 wisatawan akan memenuhi obyek wisata unggulan di Kabupaten Sleman diantaranya Kawasan Wisata Kaliurang (Tlogo Putri, Panggung Gembira, Museum Ullen Sentalu, Volcano Tour, Museum Gunung Merapi), Komplek Candi Prambanan-Boko, sejumlah desa wisata dan berbagai industry kreativ di Kabupaten Sleman. Target ini meningkat dari tahun 2012 lalu yang mencapai 10.000 wisatawan baik domestic maupun mancanegara.

Tahun ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sleman optimis kawasan wisata Kaliurang dapat menyerap lebih banyak wisatawan dengan berbagai atraksi kebudayaan yang ditampilkan tidak hanya pada malam perayaan tahun baru melainkan mulai Jumat, 27 Desember 2013. Pada Kamis, 27 Desember 2013 akan diselenggarakan Festival Lampion yang diikuti oleh 16 kelompok masyarakay Kalirang. Hasil karya lampion ini akan dipajang di sepanjang jalan utama Kaliurang mulai dari pintu gerbang utama sampai dengan kawasan Tlogoputri hingga tanggal 31 Desember 2013. Tidak hanya itu untuk memeriahkan festival ini, seluruh pelaku wisata di Kecamatan Cangkringan telah dihimbau untuk turut memasang obor di sepanjang jalan Kaliurang. Pemandangan ini tentunya terlihat atraktif di malam hari.

Pada malam perayaan tahun baru akan diselenggarakan juga Kirab Budaya bertema Obor Merapi Sapit Urang yang akan diikuti oleh 10 kelompok bergodo pada Selasa, 31 Desember 2013 mulai pukul 19.30 – 20.30 dengan mengambil rute kirab mulai patung udang – patung monyet – taman kanak-kanak – pertigaan beringin – patung elang – finish di Tlogoputri. Setelah menyaksikan kirab budaya, para pengunjung dapat sekaligus menikmati berbagai hiburan pentas seni dan pesta kembang api. Di Panggung barak (selatan taman kanak-kanak) disediakan pentas campur sari dari group Harjo Kaliurang mulai pukul 19.00 – 24.00. Di gardu pandang akan diselenggarakan pentas karawitan/ colekan dari group Garuda Dadali, Sidoagung, Minggir mulai pukul 19.00 – 24.00. Di Panggung Tlogoputri akan diisi pentas band orkes melayu dari Murangan, Kronggahan dan Seyegan. Para penggemar elektone dan band dapat menikmati pentas elektone di Lapangan Kaliurang Barat hingga pukul 24.00. Terakhir yang pasti ditunggu-tunggu adalah penyulutan kembang api yang akan dimulai pada pukul 23.45 hingga selesai.

Selain di Kawasan Wisata Kaliurang, diselenggarakan juga lomba lukis anak pada 31 Desember 2013 mulai pukul 16.00 yang dilanjutkan pentas seni berbagai kesenian mulai dangdut, keroncong dan lain sebagainya berpusat di Lapangan Denggung, Beran, Tridadi, Sleman
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.