Arsip Kategori: Berita

27
Aug

Camat Harus Siap Implementasikan Perbup 13 Tahun 2014


Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Sleman mengadakan Syawalan, Selasa, 26 Agustus 2014 di RM West Lake Trihanggo Gamping. Acara ini juga dihadiri Bupati Sleman, Assek III, Staf Ahli Bupati dan pejabat lainnya. Dalam kesempatan ini ikrar syawalan disampaikan oleh Ketua Paguyuban Kepala Desa Suryo Dadari, Sismantoro.
Dalam acara ini oleh Bupati Sleman mensosialisasikan tentang peningkatan pelayanan masyarakat. Pemkab Sleman pada bulan Agustus 2014 mengesahkan Perbup No.13 tahun 2014 tentang pedoman pelimpahan kewenangan Bupati kepada Camat dan Keputusan Bupati Sleman Nomor 59/Kep. KDH/A/2014 tentang pelimpahan kewenanangan bupati kepada Camat. Untuk itu, mau tidak mau camat dan aparat kecamatan harus segera menyiapkan diri dalam melaksanakan implementasi dari Perbup No.13 tahun 2014. Camat juga diberikan kewenangan untuk mengelola pelayanan perizinan dan izin gangguan (izin HO). Berkenaan dengan pelimpahan kewenangan tersebut Pemkab Sleman juga akan memberikan bimtek terkait dengan pelaksanaan dan aturannya.  Implementasi regulasi tersebut tentu harus didukung oleh kesiapan pemerintah desa. UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan dampak baik positif dan negatif yang harus diantisipasi oleh pemerintah desa dan masyarakatnya.  Dengan dana yang besar dari pemerintah pusat, maka pemerintah desa tidak perlu lagi kesulitan menunggu dana dari pemerintah daerah, bisa langsung merealisasikan usulan pembangunan infrastruktur dan peningkatan perekonomian masyarakatnya.  Namun dampak negatif yang harus diwaspadai adalah, pengelolaan dana yang besar ini tidak mendatangkan masalah di kemudian hari. Selain itu yang harus diperhatikan dalam perbaikan tata kelola desa adalah soal aset desa, dimana semua infrastruktur yang berada di desa berupa jalan, jembatan, bangunan bahkan kekayaan alam yang ada di desa harus diinventarisasi dan didaftar sebagai aset desa. Desa dengan demikian tidak hanya memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB-Des) tetapi juga menyusun Neraca Desa yang diantaranya berisi daftar aset dan nilainya yang dimiliki desa.  Mengingat segala potensi dan tantangan maka sudah selayaknya pemerintah desa bersiap diri menghadapi perubahan tersebut.
Acara juga diisi dengan pengajian oleh H. Tamam Ismail  yang menyampaikan pentingnya silaturahmi dengan siapapun, walaupun berbeda agama, keyakinan maupun suku dll dan juga sebagai aparat dalam memberikan pelayanan tidak boleh membeda-bedakan serta dalam  bekerja bisa kerjasama dengan siapapun juga. Dalam memberikan pelayanan gunakan rasa dalam bertindak bukan hanya rasio dab nalar saja. Selain itu sesama umat muslim harus saling menjaga ukuwah Islamiah walaupun berbeda paham dan pendapat tetapi harus tetap rukun.***



26
Aug

Kini PD BPR Bank Sleman Miliki Layanan ATM

Untuk Pertama kali di DIY, Bank Milik Pemerintah yang memiliki layanan ATM yakni BPR Bank Sleman. Peresmian Layanan ATM Bank Sleman dilakukan Senin, 25 Agustus 2014 dengan acara yang cukup meriah dengan menghadirkan Artis Legendaris dari Ibukota Rafika Duri. Acara juga dihadiri oleh Bupati Sleman, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda, Assekda Pejabat Sleman, Camat dan Kades Serta Pimpinan OJK DIY, Pimpinan DI DIY, serta Direktur IT Bank Syariah Mandiri, Fahmi Ridho.

Dalam kesempatan ini Direktur Bank Sleman Moh Sigit, SE. MSI mengatakan peresmian layanan ATM dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah dalam bertransaksi dan sebagai wujud persembahan terbaik kepada nasabah dan dalam rangka meningkatkan daya saing Bank Sleman dalam menghadapi diberlakukannya masyarakat ekonomi Asean (AEC) 2015. Layanan ATM Bank Sleman ini terwujud berkat kerjasama BSM, PT X Link Jakarta dan PT SInergi Prakarsa Jakarta. Kartu Atm Bank Sleman nantinya dapat digunakan diseluruh mesin ATM BSM dan Bank Mandiri di seluruh Indonesia. Dan setelah peresmian akan dilakukan upgrade oleh BSM yang dapat digunakan untuk transfer dan belanja di semua merchant yang ada EDC BCA Prima dan EDC mandiri.
Ditambahkan oleh Sigit perkembangan kinerja Bank Sleman sampai bulan Juli 2014 yakni total aktiva 447 M naik 18 % dari tahun 2013, Dana masyarakat 310 M naik 26 %, Laba 12, 4 M naik 33 % dari tahun 2014 dan NPL(kredit macet) 0,2 %. Serta mendapat tambahan modal sebesar 59 M dari Pemkab Sleman sehingga jumlah keseluruhan modal disetor dari Pemkab Sleman sebesar 110 M.  Bank Sleman juga baru saja menerima penghargaan Golden Award dari infobank atas kinerja terbaik selama 5 tahun berturut-turut.
Sementara itu Firman Ridho (Dirut IT BSM) mengharapkan BSM dapat menjadi Anchor Bank yang selalu dapat memberikan pelayanan dan solusi yang terbaik dalam hal financial inclusion kepada BPR atau lembaga keuangan lainnya. Kerjasama Host To Host Co Branding Kartu ATM BSM dengan BPR Bank Sleman adalah kerjasama penerbitan kartu Co Branding serta penggunaan fasilitas ATM BSM dan jaringan ATM bank lain yang terkoneksi kartu (issuer kartu).  BSM merupakan anak usaha dari Bank Mandiri dan saat ini menguasai pangsa pasar untuk asset, dana pihak ketiga dan pembiayaan rata-rata diatas 25 %. Sejak berdiri 1 November 1999 hingga sekarang BSM telah memiliki 860 outlet di seluruh Indonesia. Per Juni 2014 asset BSM mencapai 62,78 Trilyun, Pembiayaan 49,6 Trilyun, dan pendanaan 55,14 trilyun. Nasabah per Juni mencapai 6 juta.
Sementara itu Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, dalam sambutannya menyambut baik peresmian ATM Bank Sleman karena akan memudahkan dan mempercepat pelayanan karena tidak terpengaruh dengan buka tutup kantor dan berharap dapat dibangun di semua kecamatan di Sleman. Sementara dengan adanya tambahan modal dari Pemkab Sleman yang longgar dalam pemanfaatannya dapat digunakan untuk membiayai aktivitas perekonomian masyarakat dan disisi lain Pemkab Sleman mendapatkan masukan laba sehingga jajaran Bank Sleman dituntut untuk menjalankan roda perbankan lebih baik untuk mencapai laba yang lebih besar.
Peresmian ATM ditandai dengan penyerahan Kartu ATM oleh Direktur Bank Sleman Kepada Bupati Sleman dan Perwakilan nasabah dilanjutkan dengan penarikan di atm oeh Bupati dan dapat berhasil.


24
Aug

Merti Dusun Tlogowono-Blendangan Dimeriahkan Drumband Gita Dirgantara AAU

Warga masyarakat dusun Blendangan dan Tlogowono mengungkapkan rasa syukurnya dengan menyelenggarakan kirab budaya dan merti dusun, Sabtu 23 Agustus 2014. Rasa syukur tersebut karena telah diberi hasil panen yang melimpah dan kondisi damai, aman dan tenteram. Kirab dan merti dusun melibatkan segenap unsur dan potensi. Iring-iringan kirab diawali oleh drumband Gita Dirgantara AAU Yogyakarta, kemudian diikuti oleh bregodo pajurit tlogo sandang, bregodo prajurit manunggaling kawulo, bregodo prajurit Purbaya, punokawan, punggawa prajadan bregodo prajurit Tegaltirto. Tidak ketinggalan berbagai potensi seni seperti gejog lesung Ngudi Lestari, kelompok othek ogleng, kelompok seni Jatilan Turonggo Seto Jagalan. Gunungan yang berisi hasil bumi dan kelompok paskiraka juga kelompok pemuda AKRAB unit anti NAPZA (GAMAN). Kirab dilepas oleh Camat Berbah, Tina Hastani. Kirab dimulai dari Lapangan desa Tegaltirto menuju dusun Tlogowono-Blendangan. Bregodo kiab kemudian diterima di Tlogowono dengan inspektur Bupati Sleman, Sri Purnomo. Kirab disaksikan oleh warga masyarakat di sepanjang jalan yang dialui kirab, dan yang menjadi pusat perhatian adalah drumband AAU Gita Dirgantara yang memukau warga yang jarang melihat aksi drumband AAU tersebut.

Menurut Kades Tegaltirto, Susilo Nugroho bahwa merti dusun tersebut telah dilakukan sejak tahun 2004 yang dimaksudkan selain sebagai wujud rasa syukur juga untuk menggalang segenap potensi masyarakat dan mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan dan gotong royong diantara warga masyarakat. Dijelaskan pula oleh ketua panitia, Ferry Siswanto bahwa segenap masyarakat terlibat dalam persiapan kirab sampai pelaksanaan, penyediaan nasi konsumsi, penggalangan dana dan kerjabakti. Susilo menambahkan bahwa acara tersebut juga merupakan pelaksanaan pencanangan Desa Budaya dan kantong budaya Tegaltirto dengan bantuan dana dari Danais melalui Dinas Budpar Sleman. Juga merupakan bagian dari pengembangan desa wisata BUMI JELITA (Budaya Mina Jelajah Wisata)

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.