Arsip Kategori: Berita

22
Sep

Perbedaan Pelaksanaan Idul Adha Tidak Pengaruhi Kinerja PNS

Perbedaan pelaksaan Hari Raya Idul Adha tahun 1436 H/2015 khususnya Kabupaten Sleman perlu disikapi dengan bijaksana dan tidak perlu menjadi polemik, dan yang perlu dipahami bersama adalah masing-masing dapat mengutamakan toleransi dan saling menghormati. Lebih lanjut Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sunartono memyampaikan bahwa berdasarkan keputusan bersamaa Menteri Agama; Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi; serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2014, Nomor 310 tahun 2014, Nomor 07/SKB/MENPAN-rb/09/2014 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama; Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi; dan Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 05 Tahun 2014, nomor 3/SKB/MEN/V/2014, nomor 02/SKB/MENPAN/V/2014 tentang Hari libur Nasional dan cuti bersama tahun 2015, libur Hari raya Idul Adha 1436 H/2015 ditetapkan pada Hari Kamis tanggal 24 September 2015.

Maka sesuai dengan Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Sleman Nomor 061.2/0268/BKD tanggal 28 Nopember 2014 perihal Hari Libur Nasional dan cuti bersama tahun 2015, maka Hari Raya Idul Adha ditetapkan pada hari Kamis tanggal 24 September 2015, sehingga selain hari yang ditetapkan sebagai hari libur nasional tersebut merupakan hari kerja biasa. Oleh karena itu kepada Pegawai Negeri Sipil dan pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman yang merayakan  Hari raya Idul Adha 1436 H selain hari dan tanggal tersebut dipersilahkan untuk menyesuaikan, dan masuk kembali bekerja setelah melaksanakan sholat Idul Adha. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengurangi hak bagi PNS dalam merayakan Hari Raya Idul Adha 1436 H/2015 dan agar PNS juga tetap dapat memperhatikaan efektivitas serta efisiensi kerja,.

Sedang untuk menghormati mereka yang melakukan ibadah Sholat Idul Adha pada hari  Rabu tanggal 23 September 2015 tersebut, maka proses belajar mengajar pada hari tersebut ditiadakan. Akan tetapi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan setelah melaksanakan sholat Idul Adha untuk tetap masuk kerja, dan menyusun jadwal penambahan jam belajar mengajar sebagai pengganti proses belajar mengajar  yang hilang pada hari Rabu 23 September 2015. Sementara untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dianjurkan dilaksanakan pada hari kamis 24 September 2015.

21
Sep

Dinas Peternakan Pastikan Pasokan Hewan Kurban Sleman Lebih Dari Cukup

Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi memimpin langsung tinjauan ke pasar hewan Ambarketawang Gamping,  dalam kesempatan tersebut Gatot Saptadi didampingi oleh Ka. Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Widi Sutikno beserta jajarannya.  Dalam kesempatan tersebut Gatot langsung meninjau pasar hewan mulai dari proses masuknya hewan hingga keluar dari pasar. Pasar hewan Ambarketawang Gamping ini memiliki hari pasar pahing, meskipun demikian hari libur seperti minggu juga ada pedagang hewan, namun tidak seramai pada hari pasar yaitu pahing.  Tanggal 20 September 2015 merupakan minggu pahing dalam tanggalan jawa sehingga pasar sangat ramai, selain itu dalam beberapa hari ke depan akan memasuki Hari Raya Idul Adha, sehingga kebutuhan akan hewan kurban meningkat.  Pada pantauan tanggal 20 September tercatat tidak kurang dari 500 hewan yang masuk diperdagangkan di pasar hewan Ambarketawang.

Menurut Gatot, kenaikan harga hewan kurban di pasar hewan Ambarketawang Gamping ini masih wajar, tidak ada lonjakan yang tidak wajar. Kenaikan harga dipicu karena permintaan yang tinggi menjelang hari raya Idul Adha.  Menurut Gatot, total populasi hewan ternak sapi yang ada di Sleman sekitar 50.000 ekor sapi, total sapi siap potong untuk Sleman sekitar 9500 ekor sapi, dan kebutuhan  sapi potong di Sleman sekitar 6000, jadi stok masih mencukupi terutama untuk Idul Adha.  Widi Sutikno menambahkan bahwa khusus menghadapi Hari Raya Idul Adha ini akan menerjukan jajarannya untuk memantau di 16 titik lokasi diseluruh Sleman terkait dengan kesehatan hewan ternak, hal ini dilaksanakan untuk memastikan bahwa hewan ternak khususnya sapi dan domba yang akan dijadikan hewan korban adalah yang layak secara kesehatannya dan layak konsumsi.  Selain itu Widi juga akan menerjunkan jajarannya di 600 titik lokasi pada Hari H penyembelihan untuk mendampingi masyarakat yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban.  Gatot juga menghimbau agar masyarakat dapat memilih hewan kurban yang sehat minimal dapat dilihat secara fisik, atau dapat mengakses pasar hewan yang milik Pemkab. Sleman, karena pasar hewan milik pemkab. Sleman sudah dilengkapi dengan tim kesehatan yang langsung mengecek kesehatan hewan yang yang diperjual belikan di pasar hewan.  Secara fisik hewan ternak yang sehat dapat dilihat dari bulunya yang mengkilap dan tidak mudah rontok, sorot matanya terang (jernih) tidak sayu (ngantuk), mulut (congor) basah, dan gerakan lincah.  Untuk hewan kurban yang memenuhi syarat selain secara kesehatan juga umur hewan ternak yang dibuktikan dari giginya, dan juga tidak cacat.

Dalam kegiatan tersebut, Gatot Saptadi dan Widi Sutikno juga membagikan buku panduan pemotongan hewan kurban tahun 2015/1436H kepada para pedagang dan juga calon pembeli hewan kurban yang ada di pasar hewan Ambarketawang Gamping.

21
Sep

Kecamatan Gamping Memenangkan Festival Kethoprak Sleman

Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, menutup kegiatan Festival Kethoprak se Kabupaten Sleman, Sabtu, 19 September 2015. Acara penutupan digelar di lapangan Denggung Sleman dihadiri pula oleh Ketua DPRD Sleman,Sekda Sleman, Kepala Dinas Budpar, Kepala Dinas Nakersos serta para Camat.

Festival Kethoprak se Kabupaten Sleman ini digelar selama 9 hari dan telah dimulai tanggal 11 September untuk wilayah Timur selama 3 hari di Lapangan Pokoh Wedomartani Ngemplak, mulai tanggal 14 September berpindah di wilayah Sleman Tengah yakni di Lapangan Kregolan Margomulyo Seyegan. dan mulai tanggal 17 hingga penutupan di wilayah Sleman Tengah di pusatkan di Lapangan Denggung Sleman.

Kegiatan Festival Kethoprak se Kabupaten Sleman menurut AA Ayu Laksmi Dewi Kepala Dinas Budpar diikuti oleh 17 Kecamatan se Kabupaten Sleman dengan usia maksimal 35 tahun. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk dapat aktif melestarikan budaya ketoprak.
Gatot Saptadi sebelum menutup kegiatan Festival Kethoprak se Kabupaten Sleman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada generasi muda yang telah ikut aktif dalam melestarikan  budaya khususnya kethoprak. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memunculkan bibit-bibit pemain kethoprak sehingga ke depan kethoprak di Sleman akan dapat tetap lestari dan berkembang dengan baik.
Setelah dilakukan peniliaan oleh 3 yuri yaitu  Prof Dr. Suminto A Sayuti, Widayat dan Purwadmadi terpilih sebagai penyaji terbaik I kecamatan Gamping, II Kecamatan Berbah, III kecamatan Sleman, Harapan I Kecamatan Minggir, harapan II kecamatan Ngemplak dan harapan III kecamatan Godean. Sementara untuk Sutradara terbaik kecamatan Gamping. Hadiah diserahkan oleh Penjabat Bupati Sleman didampingi ketua DPRD Sleman, Sekda Sleman dan Kepala Dinas Budpar Sleman.

 


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.