Arsip Kategori: Berita

29
Aug

Ratusan Pelari dari Berbagai Daerah Ikuti Temple Run

Sleman Temple Run dilangsungkan Minggu (28/8) kemarin. Lomba lari yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman ini menarik karena menggabungkan olahraga dengan wisata sekaligus dan berhadiah total jutaan rupiah. Sejak pagi buta peserta dari berbagai daerah sudah berdatangan ke lokasi start di kawasan wisata Tebing Breksi, Prambanan.

Dalam sambutannya yang dibacakan Plt. Sekda Sleman Iswoyo Hadiwarno sebelum lomba dimulai, Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan bahwa Sleman memiliki beberapa candi yang letaknya berdekatan. Karena itu even ini sekaligus menggabungkan olahraga dengan wisata dan sepanjang trek pelari akan melintasi kawasan Candi Barong, Candi Ijo dan Kraton Ratu Boko.

Sleman Temple Run diikuti hampir 600 pelari, beberapa di antaranya adalah pelari dari luar kota seperti Magelang dan Kudus serta tampak beberapa pelari yang merupakan wisatawan asing dari Belanda dan Jerman. Mengambil start dan finish di kawasan wisata Tebing Breksi, segera setelah Plt. Sekda Sleman Iswoyo Hadiwarno mengibarkan bendera start ratusan pelari tersebut segera menghambur mengitari Tebing Breksi untuk seterusnya melahap trek yang ditentukan. Trek sejauh 8 kilometer ini juga sangat menantang karena dipenuhi tanjakan dan turunan di areal perbukitan.

Dari kelompok pria tampil sebagai juara pertama adalah Nugroho dengan waktu kurang dari 1 jam disusul oleh Risqi (kedua) dan Wahyu Gunawan (ketiga). Sedangkan dari kelompok putri tampil sebagai juara pertama adalah Iriyanti diikuti oleh Miftahul Janah (kedua) dan Linda Noviana (ketiga) Semua pemenang berhak mendapatkan medali, tropi, dan hadiah uang tunai 1 juta rupiah untuk kategori pertama. Sedangkan untuk kategori kedua adalah yang masuk peringkat 20 besar berhak mendapatkan 500 ribu rupiah.

29
Aug

Sleman Rintis 17 Kampung KB

Bupati Sleman Sri Purnomo melakukan launching Kampung KB pada Puncak acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-23 Tingkat DIY tahun 2016 di Museum Gunung Merapi Hargobinangun, Pakem, Sleman pada Sabtu (27/8). Launching tersebut ditandai dengan penyerahan SK pada 17 Dusun  yang disaksikan langsung oleh Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Pakualam, Asisten Administrasi Umum  Sekda DIY Dra. Kristina Swasti, M.Si, Deputi KSPK BKKBN Ir. Ambar Rahayu, MNS., Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, dan Forkompimda Kabupaten Sleman.

Ke-17 Dusun perwakilan tiap Kecamatan se-Sleman yang dicanangkan  menjadi Kampung KB tersebut yaitu Temuwuh Kidul (Balecatur Gamping), Pendulan (Sumberagung Moyudan), Kisik I (Sendangagung Minggir), Dongkelan (Sidorejo Godean), Kregolan (Margomulyo Seyegan), Toragan (Tlogoadi Mlati), Banjeng (Maguwoharjo Depok), Baran (Kalitirto Berbah), Sengir (Sumberharjo Prambanan), Tundan (Purwomartani Kalasan), Malangrejo (Wedomartani Ngemplak), Tanjungsari (Sukoharjo Ngaglik), Murangan VIII (Triharjo Sleman), Bangunrejo (Merdikorejo Tempel), Gondang (Donokerto Turi), Ngepring (Purwobinangun Pakem), Bulaksalak (Wukirsari Cangkringan).

Sri Purnomo menyampaikan bahwa dalam upaya peningkatan keluarga yang lebih sehat dan sejahtera beberapa kegiatan disinergikan yaitu antara lain dilakukan melalui pembinaan Bina Keluarga Sejahtera, Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia di seluruh desa. Disamping itu dilakukan berbagai penyuluhan tentang Kelangsungan Hidup Ibu, Bayi dan Anak (KHIBA), penyuluhan HIV/AIDS, penyuluhan penundaan usia pernikahan dan pembinaan Keluarga Berencana Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran (KB PPPK).

Deputi KSPK BKKBN Ir. Ambar Rahayu, MNS. mengapreasiasi pencanganan Kampung KB di Kabupaten Sleman. Menurutnya dengan pembentukan Kampung KB merupakan bentuk langkah membangun Indonesia dari Pinggiran. “Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan pembangunan keluarga merupakan salah satu pintu masuk untuk membentuk Kampung KB”, jelas Ambar.

Lebih lanjut Ambar menambahkan bahwa dengan peringatan Harganas ini diharapkan dapat membangun karakter bangsa melalui keluarga demi mewujudkan Indonesia sejahtera sesuai dengan moto Harganas 2016 yaitu “Keluarga Berkarakter Indonesia Jaya’. “Harganas ini menjadi momentum untuk mewujudkan ketahanan keluarga. Ada empat konsep dalam mewujudkan ketahanan keluarga yaitu berkumpul, interaksi, berdaya, dan peduli”, tambah Ambar.

Sementara itu dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum  Sekda DIY Dra. Kristina Swasti, M.Si menyampaikan bahwa keluarga merupakan wahana utama terbentuknya kepribadian pranata sosial pertama dalam membekali tumbuh kembang manusia. “Dalam membangun sebuah keluarga diperlukan berbagai terobosan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan fisik dan non fisiknya melalui program-program pemberdayaan”, jelas Gubernur

26
Aug

Ratusan Kelompok Seni Ramaikan Festival Kebudayaan Sleman

Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun, Mkes, secara resmi membuka Festival Kesenian Yogyakarta di Kabupaten Sleman 2016, di halaman parkir Lapangan Denggung Sleman, Kamis, 25 Agustus 2016. FKY akan berlangsung selama 3 hari 25, 26, 27 Agustus 2016. Menurut Sekretaris Dinas Budpar mengatakan Tema FKY yakni masa depan hari ini dulu, mengandung arti sebelum berpikir masa depan harus selesaikan beban kerja hari ini. FKY akan diisi dengan kesenian yang tumbuh di masyarakat untuk mendukung kecamatan sebagai pusat pengembangan seni dan budaya Saat ini ada 329 kelompok seni yang sudah memiliki nomor induk dan 75 lembaga budaya, namun masih banyak yang belum terdaftar.

Sementara Wakil Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan Festival Kesenian Sleman (FKS) 2016 ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya, sekaligus untuk menunjukkan keberadaan seni budaya yang berkembang di Sleman kepada masyarakat. Selain itu, penyelenggaraan FKS ini juga dimaksudkan sebagai ajang pementasan dan media kreatifitas dan inovasi yang dilakukan para seniman dan para pelaku seni yang ada di Kabupaten Sleman.

Mengingat strategisnya kegiatan ini,rangkaian kegiatan FKS ini akan berpengaruh signifikan terhadap pengembangan,pelestarian dan juga upaya peningkatan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya lokal yang ada di Sleman. Wakil Bupati berharap agar para seniman dan pelaku seni untuk terus berkarya menunjukkan kreatifitas dan inovasinya. Dengan terus berkarya, berkreasi dan berinovasi, maka seni budaya yang menjadi jati diri masyarakat Sleman dapat terus eksis di tengah masyarakat. Seni budaya harus menjadi sesuatu yang migunani bagi masyarakatnya, baik sebagai tontonan yang bersifat mengibur ataupun tuntunan yang memberi inspirasi dan pencerahan hidup dan kehidupan masyarakatnya.

Usai pembukaan dilanjutkan dengan pawai potensi seni dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman yang menampilkan atraksi di depan panggung kehormatan disaksikan Wakil Bupati serta tamu undangan yang terdiri dari Anggota DPRD, Assekda, Serta para Camat.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.