Arsip Kategori: Berita

29
Jun

Bupati : Masyarakat Desa Wisata Harus Kreatif dan Ciptakan Kenyamanan Wisatawan

Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI mengatakan untuk mengembangkan desa wisata masyarakat harus memiliki kreatifitas dan bisa menciptakan suasana nyaman bagi wisatawan. Kedua hal ini sangat penting agar pengembangan desa wisata dapat berhasil dan berkelanjutan. Himbauan tersebut disampaikan bupati di hadapan masyarakat Karanggeneng Purwobinangun Pakem Sleman saat acara Safari Tarawih di masjid As Salam Karanggeneng hari jumat malam tanggal 26 Juni 2015.

Sri Purnomo mengatakan wilayah Kecamatan Pakem, salah satunya Karanggeneng merupakan salah satu lokasi wisata di Sleman yang dapat diunggulkan. Di Karanggeneng dan sekitarnya banyak dikembangkan wisata minat khusus berupa desa wisata dan arena outbound yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan baik dari lokal maupun luar daerah. Terkait hal tersebut bupati berharap masyarakat dapat mengembangkan ide-ide kreatif. Ide-ide kreatif di bidang pariwisata harus terus digali dan diciptakan oleh masyarakat agar wisatawan tidak jenuh. Pengembangan ide kreatif ini juga diperlukan untuk menarik wisatawan yang lebih banyak lagi.

Bupati juga mengharapkan agar masyarakat dapat menciptakan kesan yang bagus kepada wisatawan. Salah satu yang perlu mendapatkan perhatian adalah menata dan menjaga kebersihan lingkungannya. Lingkungan yang tertata, bersih atau tidak ada sampah yang dibuang sembarangan akan menciptakan kenyamanan wisatawan. Menurut Bupati bila wisatawan nyaman maka mereka akan tertarik untuk berkunjung kembali dan mengajak wisatawan yang lain.

Sementara itu Sri Purnomo juga mengingatkan kepada investor yang ikut mengembangkan kegiatan pariwisata di Karanggeneng dan sekitarnya agar melibatkan masyarakat setempat. Masyarakat setempat harus diberdayakan dengan adanya kegiatan pariwisata sehingga tidak hanya menjadi penonton saja. Pelibatan dalam kegiatan pengembangan pariwisata ini diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dan pembangunan di wilayah tersebut.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat Karanggeneng. Bantuan yang diserahkan berupa uang Rp15.475.000,-, 10 mushaf Al-Quran, dan 2 Al-Quran terjemahan, buku iqro 5 buah dan 10 mukena. Bupati berharap bantuan yang disampaikan dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas dan pengembangan kegiatan masjid As Salam Karanggeneng.

25
Jun

Pasar Lebaran Disperindagkop Sleman Mulai 29 Juni 2015

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1436 H, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan BPD DIY Cabang Sleman dan Bank Sleman akan menyelenggarakan Pasar Lebaran selama 6 (enam) hari,  dari hari Senin 29 Juni  s/d  Sabtu 4 Juli 2015 pukul 09.00. s/d 15.00. WIB, bertempat di Halaman Kantor Disperindagkop Jalan Parasamya No.8 Beran, Sleman. Pasar lebaran merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam upaya membantu pemasaran produk UMKM serta memudahkan masyarakat guna mendapatkan kebutuhan pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri .

Tujuan dilaksanakannya Pasar Lebaran selain untuk mempromosikan dan mempertemukan 93 UMKM dan Koperasi  binaan  Disperindagkop dengan masyarakat setempat juga  dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan harga yang terjangkau. Disamping itu sekaligus sebagai ajang kegiatan sosial berupa penjualan paket sembako murah kepada 300 orang masyarakat yang kurang mampu, dengan pembelian  Rp. 20.000,- (dua puluh ribu rupiah) akan mendapatkan paket sembako senilai Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) yang terdiri dari :  beras 2 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 pouch, kecap 1 botol dan makanan produk UMKM Sleman.  Sasaran penjualan paket sembako murah ditujukan kepada masyarakat yang kurang mampu di Wilayah Kecamatan Ngaglik meliputi Desa Donoharjo dan Sardonoharjo. Untuk pembelian paket dimaksud harus menunjukkan voucher yang telah dibagikan oleh panitia sebelum pelaksanaan berlangsung.
Dengan Tema ” Bangga Berlebaran dengan Produk Sleman” diharapkan akan mampu menggugah masyarakat  untuk sadar menggunakan produk unggulan daerah sendiri, baik dalam pemenuhan kebutuhan pokok maupun kebutuhan penunjang lebaran lainnya seperti fashion dan accesoris. Bagi masyarakat umum tersedia paket sembako murah antara lain Beras C 64 Premuim 2 kg harga pasaran Rp. 18.500 cukup dibeli dengan Rp. 15.000, Gula pasir 1 kg harga pasaran Rp. 11.500 dijual dengan Rp. 10.000 dan Minyak Goreng Shania kemasan 2 liter harga pasaran Rp. 24.000 dijual Rp. 20.000.
Guna menyemarakan Pasar Lebaran, panitia menyediakan Beras sebanyak 2000 kg, gula pasir 2200 kg dan minyak goreng 1500 liter selama 6 hari pameran. Produk – produk tersebut dapat di beli oleh masyarakat umum mulai jam 09.00 WIB dengan kuota perhari untuk beras 150 paket, gula pasir 350 paket dan minyak goreng 250 paket. Guna menarik pengunjung juga tersedia aneka minuman, makanan siap saji, pakaian, batik, kerajinan, asesoris dan akan ditampilkan aneka produk unggulan UMKM Sleman dengan harga murah,  serta akan dimeriahkan dengan : Penampilan Nasyid Mahasiswa UII,
Penampilan juara 1 Penyanyi tingkat SD, Penampilan juara 1 Penyanyi PNS Pasar Lebaran
Tahun 2014, Penampilan Band Guthos (Koes Plusan), Penampilan organ tunggal Disperindagkop, Penampilan Band Gita Sembada, Penampilan musik akustik dari peserta pasar lebaran,  Lomba Fashion Show dan Lomba Menyanyi bagi PNS Pemerintah Kabupaten Sleman, serta Panggung Gembira yang dimeriahkan dengan Lomba Nasyid, Lomba fashion Show Busana Muslim anak-anak dari sekolah Primagama.***


24
Jun

Humas UGM dan UIN Sunan Kalijaga : Tidak Ada Blacklist Terhadap Sekolah Tertentu

Isu adanya blacklist masuk PTN bagi siswa SMA N I Sleman karena ada siswa yang melakukan tindak kriminal dibantah oleh Humas UGM dan UIN. Hal itu disampaikan Wijayanti Kabid Humas UGM, dan Rahmi, Humas UIN Yogya, Selasa, 23 Juni 2015 saat jumpa pers dan buka bersama di RM Umbul Permai. Wijayanti menyatakanpihak UGM tidak pernah mem-blacklist sekolah dari manapun juga di seluruh Indonesia, sehingga penentuan siswa yang lolos di UGM murni mengikuti aturan dari jalur seleksi yang telah ditetapkan, kalau melalui jalur SNMPTN berdasarkan catatan akademik/nilai raport dari siswa yang bersangkutan, sementara bila melalui jalur SBMPTN maupun UM berdasarkan hasil tes tertulis siswa yang bersangkutan. Jadi dalam seleksi tidak mempertimbangkan apakah sekolah pernah melakukan hal yang negatif. Jika siswa masuk UGM dan kemudian melakukan hal yang melanggar peraturan, barulah dikenakan sanksi sesuai aturan yang ada di UGM. Kalau kebetulan siswa tidak diterima melalui jalur SNMPTN itu kemungkinan karena pilihan program study yang ketat persaingannya.

Hal yang senada juga disampaikan Rahmi Tri Mei Maharani Humas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bahwa pihak UIN juga tidak pernah melakukan blacklist kepada sekolah manapun. Bila hal itu dilakukan berarti UIN Suka  akan merugikan pihak sekolah, sehingga hal itu hanya rumor yang tidak benar. Dia menegaskan yang tidak benar  bila pihak sekolah menganulir nilai raport, bila hal ini dilakukan langsung tidak akan diterima. Penerimaan mahasiswa baru di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dilakukan melalui 5 jalur, yakni SNMPTN, SPAM – PTAIAN (Diselenggarakan Kemenag RI), SBMPTN, UM PTAIAN dan jalur mandiri reguler.
Sementara itu Arif Haryono SH. Kepala DIKPORA Sleman mengakui siswa sekolah di Sleman jumlahnya sedikit yang diterima melalui jalur SNMPTN, tidak sebanyak yang melalui program SBMPTN dan UM. Siswa tidak dapat diterima melalui jalur SNMPTN, semata-mata karena idealisme anak maupun orang tua dalam memilih Program Studi tanpa melihat nilai raport yang ada. Namun demikian pihak  sekolah juga telah berusaha membimbing siswa dalam menentukan pilihan. Arif juga menegaskan dengan adanya penjelasan dari pihak PTN ini menyanggah  adanya rumor blacklist tidak benar.***


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.