Arsip Kategori: Berita

28
Jul

Satpol PP Menjaring Puluhan Pembuang Sampah Liar

Selama ini masyarakat masih banyak yang membuang sampah sembarangan, baik di jembatan, tepi jalan bahkan mereka membuang sampah di sungai. Mereka tidak menyadari bahwa hal tersebut melanggar aturan/perda yang bisa menjerat mereka berupa pidana maupun perdata. Untuk mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan yang tidak baik tersebut memang bukan perkara mudah, semua tergantung dari beberapa unsur, baik dari pemerintah maupun masyarakat sendiri.

Tentunya masyarakat sudah paham apa yang mereka lakukan dengan membuang sampah sembarangan adalah melanggar hukum dengan berbagai konsekuensi yang harus ditanggung, apabila mereka terjaring atau tertangkap basah membuang sampah sembarangan yang bukan pada tempatnya.

Seperti yang baru saja dilakukan tim gabungan dari BLH Sleman, Satpol PP Sleman, juga dari unsur kepolisian (Polres Sleman) yang pada hari Selasa (26/7) melakukan sweeping di sepanjang jalan Kabupaten Sleman mulai jam 16.30 – 20.00 didapati 8 (delapan) pembuang sampah sembarangan mereka membuang sampah diluar Tranfer Depo Nogotirto Gamping, karena  tempat Transfer Depo memang sudah tutup. Sedangkan operasi sebelumnya yang telah berlangsung selama 5 (lima) kali juga berhasil menjaring pembuang sampah sebanyak 52 orang, hingga total selama operasi selama 6 kali berhasil menjaring 60 orang pembuang sampah. Kendati mereka membuang sampah didekat Transfer Depo mereka tetap dinyatakan melanggar perda karena tidak membung sampah pada tempatnya yaitu didalan Transfer Depo, sedang transfer Depo itu sendiri beroperasi/ buka mulai jam 07.30 – 14.00 Wib.

Mereka yang membuang sampah tersebut mayoritas warga wilayah kecamatan Gamping yaitu 7 orang dan yang satu berdomisili di wilayah kecamatan Godean. Kedelapan orang yang membung sampah sembarangan tersebut untuk sementara hanya dilakukan pembinaan dengan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, apabila mereka kemudian kedapatan lagi membuang sampah sembarangan maka mereka kan diajukan ke pengadilan dengan ancaman pelanggaran Tipiring, yang sangsinya bisa sangsi administrasi .

Sesuai Perda kabupaten sleman Nomor 4 Tahun 2015 dalam pasal  49 disebutkan bahwa setiap orang dilarang: membunag sampah diluar tempat pembuangan sampah yang telah ditentukan, membuang sampah spesifik tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, membakar sampah ditempat terbuka yang dapat menimbulkan polusi dan/atau mengganggu lingkungan dan/atau menggunakan lahannya untuk dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan akhir sampah.

Sementara dalam pasal 50 bahwa sangsi administrasi dapat berupa peringatan tertulis, pembekuan ijin, penyegelan, penghentian sementara, sebagian atau seluruhnya berupa pengeloln sampah, pencabutan ijin dan/atau rekomendasi  pencabutan dan pembekuan ijin operasional.

Sedangkan Kepala BLH Sleman Drs. Purwanto maupun Kepala Seksi Trantib Sri Madu Rakyanto saat dijumpai diruang kerjanya menyampaikan bahwa operasi dan pembinaan serupa akan terus dilakukan agar masyarakat tahu dan memahami apa yang harus dilakukan terkait dengan pembuangan sampah, agar mereka terbebas dari sangsi administrasi.

26
Jul

Ciptakan Suasana Kondusif, DPRD Manokwari Silaturahmi ke Sleman

Sebagai bentuk komitmen dari pemerintah daerah dalam memperhatikan warganya yang berada di wilayah Kabupaten Sleman, Ketua DPRD Kabupaten Manokwari Dedy Subrata May memimpin langsung Kunjungan Silaturahmi di Kantor Sekretariat Daerah Pemkab Sleman pada Senin (25/7), didampingi oleh ketua-ketua fraksi serta Sekertris Dewan Kabupaten Manokwari.

Dedy menjelaskan maksud kunjungannya adalah untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap aset-aset Kabupaten Manokwari yang ada di Yogyakarta dan Sleman seperti asrama mahasiswa Kabupaten Manokwari. Selain itu maksud kunjungan yang dilakukan adalah dalam rangka menciptakan suasana kondusif mahasiswa Papua Barat yang sedang menempuh pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Lebih lanjut Dedy menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat dan khususnya Kabupaten Manokwari merasa prihatin dengan perkembangan kondisi hubungan sosial kemasyarakatan warga Papua Barat yang berada di DIY. Dalam penjelasannya, Dedy Subrata May mengatakan pentingnya stabilitas wilayah untuk mendukung berjalannya proses pembangunan wilayah.  Menurutnya Pemerintah Kabupaten Manokwari beserta tokoh masyarakat Papua Barat yang berada di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman berkomitmen untuk merevitalisasi hubungan sosial kemasyarakatan warga Papua Barat yang berada di DIY.

Rombongan kunjungan silaturahmi diterima langsung oleh PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan, Kepala Kesbang Linmas,  Kepala Bagian Humas, serta Satpol PP di ruang rapat setda B.  PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Iswoyo Hadiwarno dalam kunjungan penuh keakraban tersebut menyambut baik kunjungan silaturahmi tersebut, dan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Sleman pada prinsipnya terbuka terhadap siapa saja yang datang ke Kabupaten Sleman untuk keperluan study, bisnis maupun berwisata. Lebih lanjut Iswoyo menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman akan mendukung langkah-langkah Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Manokwari dalam upaya revitalisasi sosial kemasyarakatan warga Papua Barat yang berada di Kabupaten Sleman.

Iswoyo dalam kesempatan tersebut juga berpesan agar masyarakat tidak terhasut oleh isu-isu di media sosial yang belum tentu kebenarannya. “Hampir setiap orang bisa mengakses medsos, tentu kita harus bisa memilah dan memilih mana yang baik dan tidak agar tidak menimbulkan konflik sosial”, tambah Iswoyo.

Terkait dengan konflik yang terjadi beberapa waktu lalu Kepala Kesbang Linmas Kabupaten Sleman Ardani yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan agar seluruh pihak harus dapat mensikapi dengan jernih terhadap isu-isu yang berkembang untuk kebaikan seluruh masyarakat baik warga setempat maupun warga pendatang. “Kami berharap seluruh masyarakat baik warga pendatang maupun warga Sleman yang merantau agar menghormati adat istiadat daerah dimana mereka berada. Karena dengan saling menghormati, konflik sosial dapat dihindari”, ungkap Ardani.
26
Jul

Sleman Jadi Pilot Project Pariwisata Berkelanjutan

Tim dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC) yang dipimpin Mr.Guy Chester , didampingi  tim dari kementerian Pariwisata RI yang dipimpin  Asisten Deputi Bidang Insfrastruktur  danEkosistem Pariwisata Dr. Frans Teguh selama dua hari Minggu-Senin 24-25 Juli telah mengunjungi Desa Wisata Kelor dan Pulesari Turi. Kunjungan tersebut dalam rangka  Assesment  Pariwisata berkelanjutan . Selain kabupaten sleman yaang ditunjuk sebagai Pilot Project  Suistainable Tourism Development (STD) juga kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Pangandaran .

Tim SGTC tersebut diterima diterima di Desa wisataa Pulesari Senin (25/7)   dan diterima Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi Dra. Sudarningsih, Msi mewakili bupati sleman. Dalam sambutan tertulisnya bupati sleman antara lain menyampaikan bahwa momentum tersebut  tentu menjadi saat yang ditunggu-tunggu sebagai tindaklanjut atas terpilihnya Kabupaten Sleman sebagai pilot project dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
Disampaikan Sudarningsih terpilihnya Kabupaten Sleman sebagai pilot project pembangunan pariwisata berkelanjutan tentu menjadi hal yang membanggakan sekaligus semakin meningkatkan motivasi  seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengelola berbagai potensi kepariwisataan di Kabupaten Sleman.
Lebih lanjut disampaikan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Sleman. Jika dilihat dalam tiga (3) tahun terakhir ini saja, jumlah wisatawan baik mancanegara maupun domestik terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 jumlah wisatawan mancanegara maupun domestik mencapai 3.613.577, meningkat di tahun 2014 menjadi 4.171.847, meningkat kembali di tahun 2015 menjadi 4.986.509. Kontribusi PAD sektor pariwisata terhadap PAD Kabupaten juga terus meningkat, pada tahun 2014 sebesar 15,21% meningkat menjadi 16,32% pada tahun 2015.
Berkembangnya sektor pariwisata sebagai sektor unggulan di Kabupaten Sleman didukung dengan adanya berbagai objek dan daya tarik wisata. Pada tahun 2015 tercatat terdapat 99 objek dan daya tarik wisata, diantaranya wisata alam, wisata candi, wisata museum, wisata agro, wisata pendidikan, wisata monumen, wisata kuliner dan wisata sejarah. Disamping itu, keberadaan usaha sarana wisata di Kabupaten Sleman juga menjadi daya dukung bagi peningkatan wisatawan. Pada tahun 2015 tercatat usaha sarana wisata terdiri dari hotel bintang dan hotel melati sebanyak 183 hotel, jasa kuliner sebanyak 73 restoran dan 251 rumah makan serta 152 hiburan umum.
Disampaikan  pula bahwa saa ini Pemerintah Kabupaten Sleman terus mengembangkan Desa wisata sebagai salah satu unggulan destinasi wisata wilayah. Pengembangan desa wisata di Sleman dipadukan dengan program kegiatan bidang lain seperti pertanian, perikanan, perindustrian dan lingkungan. Melalui desa wisata, wisatawan dapat ikut mempelajari berbagai hal yang telah menjadi budaya masyarakat serta kearifan local setempat.
Saat ini Kabupaten Sleman telah memiliki 38 desa wisata yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat sekitar, 10 diantaranya sudah mandiri. Keberadaan desa wisata di Sleman mempunyai multiplier effect terhadap aktivitas ekonomi, pembangunan fisik, sosial dan budaya di masyarakat. Sehingga keberadaan desa wisata memiliki kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurut Sudarningsih pembangunan pariwisata berkelanjutan merupakan program nasional yang harus didukung.
Perlu dipahami bahwa kerjasama untuk mensukseskan pembangunan pariwisata berkelanjutan diperlukan kerjasama dan sinergisitas seluruh jajaran baik SKPD terkait maupun stakeholder lainnya sesuai peran dan fungsi masing-masing, mengingat keberhasilan program ini tidak hanya menjadi tanggungjawab sektor tertentu saja. Oleh karena itu Sudarningsih menghimbau seluruh jajaran SKPD terkait dan stakeholder lainnya yang terlibat, untuk dapat memberikan dukungan bagi keberhasilan program yang saat ini tengah dilaksanakan di Desa Wisata Pulesari. Dia berharap pertemuan ini dapat turut mempercepat keberhasilan Desa Wisata Pulesari sebagai pilot project pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Sleman.
Sedangkan  Mr. Guy Chaster pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bidang pariwisata bila dikelola dengan baik akan mampu mengentaskan kemiskinan, tentu bila dikekola dengan baik dengan memperhatikan berbagai aspek yang terkait dengan pariwisata. Aspek tersebut antara lain manfaat secara ekonomis , manfaat  warisan budaya tersebut dan manfaat lingkungan.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.