Arsip Kategori: Berita

6
Jul

Bank Sleman dan OJK Kerjasama Sosialisasi Investasi Bodong

Dengan perolehan laba Rp 12,3 M saat ini Bank Sleman merupakan BPR milik Pemerintah Kabupaten terbesar di Indonesia. Hal itu disampaikan Muh Sigit, SE, MSi Direktur Utama PD BPR Bank Sleman saat acara Sosialisasi Investasi Bodong dan Sikapi Uang dengan Bijak yang dilaksanakan, Jum’at, 3 Juli 2015 di RM Grha Sarina Vidi kerjasama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan DIY). Acara ini juga dikemas dengan Buka puasa bersama Bupati dengan Camat, Kades dan Bendaharawan Desa. Sigit juga menyampaikan saat ini Asset yang dimiliki Bank Sleman sampai dengan Juli 2015 untuk total asset  mencapai Rp 565 M,  dana masyarakat dalam bentuk deposito dan tabungan sebesar Rp 403 M dan kredit yang disalurkan kepada masyarakat Rp 472 M. Dana masyarakat yang disimpan di Bank Sleman seluruhnya disalurkan dalam bentuk kredit bagi kemajuan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman, karena saham yang dimiliki 100 % dari Pemkab Sleman maka pemanfaatannya sebesar-besarnya untuk kemajian perekonomian masyarakat Sleman.

Sosialisasi Investasi Bodong dan Sikapi Uang dengan Bijak disampaikan oleh Daniel Surya Sinaga, selaku Ketua  OJK DIY  (Otoritas Jasa Keuangan). Disampaikan bahwa OJK DIY berdiri sejak Januari 2014 berfungsi sebagai lembaga yang mengatur dan mengawasi  lembaga Jasa  keuangan yakni perbankan, pasar modal dan industri keuangan bukan bank seperti asuransi, pusat pembiayaan, pegadaian dll. OJK juga bertujuan untuk memberikan edukasi dan perlindungan konsumen. Maka tepat sekali acara sosialisasi seperti ini karena saat ini banyak investasi yang ditawarkan kepada masyarakat dengan iming-iming keuntungan yang cukup besar sehingga banyak diminati masyarakat namun akhirnya masyarakat tertipu karena investasi yang ditanam hilang. Untuk itu OJK mengingatkan kepada masyarakat untuk betul-betul cermat dalam berinvestasi.  Masyarakat perlu mengetahui modus operandi dari penipuan yang berkedok investasi yakni ciri utamanya tidak memiliki dokumen perizinan yang sah dari OJK, BI maupun Kementrian terkait lainnya. Bentuk umum dari produk yang ditawarkan dari program investasi bodong seperti Fixed income product, simpanan yang menyerupai produk perbankan (tabungan/deposito), penyertaan modal dan program investasi online. Sementara itu karakteristiknya dengan janji keuntungan yang ditawarkan cukup besar, produk investasi ditawarkan dengan janji akan dijamin dengan instrument tertentu seperti emas, giro atau dijamin oleh pihak tertentu, serta biasanya menggunakan nama perusahaan besar secara tidak sah untuk meyakinkan calon investor. Untuk pusat layanan pengaduan OJK membuka line telepon di nomor 0274 500655.

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kesempatan ini  juga mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa berhati-hati apabila ada penawaran investasi ataupun hadiah mengingat menjelang lebaran, menjelang pelaksanaan Pilkades, menjelang pelaksanaan Pilbup banyak sekali model-model penipuan yang terjadi di masyarakat maupun dengan mewaspadai peredaran uang palsu di masyarakat.

6
Jul

Peringati Nuzulul Qur’an, BAZ Sleman Tasyarufkan 750 Juta Rupiah

Peringatan Nuzulul Qur’an tahun 1436 H, untuk tingkat kabupaten Sleman dilaksanakan di Masjid Agung Dr. Wahidin Soedirohoesodo Jumat 3 Juli 2015. Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini dihadiri Bupati Sleman Sri Purnomo, Muspida kabupaten Sleman, juga Kepala SKPD se Kabupaten Sleman, dan masyarakat sekitar.

Bupati Sleman dalam sambutan memperingati Nuzulul Qur’an tersebut antara lain menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tersebut menjadi media untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memegang teguh Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman dan tuntunan dalam hidup. Dalam sikap umat Islam, perilaku dan perbuatan harus sesuai dengan aturan dalam Al-Qur’an, hal sekecil apapun dalam kehidupan sehari-hari ada pedomannya. Sehingga dengan mengimplementasikan segala ajaran atau aturan yang terdapat dalam Al-Qur’an kita sebagai umat Islam tidak akan salah arah.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam melaksanakan segala ibadah harus dengan disiplin karena tanpa disiplin pelaksanaan ibadah akan kurang maksimal dan terkesan asal-asalan. Misalnya dalam melaksanakan ibadah sholat, umat islam di wajibkan untuk tepat waktu dalam melaksanakannya sehingga inilah wujud dari penerapan disiplin dalam beribadah. Hal itu hanya sebagian kecil contoh dari disiplin dalam beribadah dimana disiplin tidak hanya diterapkan dalam ibadah tetapi dalam kegiatan dan kehidupan sehari-hari.
Kepala Bagian Kesra  Drs. Hery Sutopo, MM melaporkan bahwa maksud dan tujuan pengajian Nuzulul Qur’an tersebut  sebagai sarana silaturahmi antara Bupati Sleman dengan masyarakat, juga  untuk memakmurkan Masjid Agung DR. Wahidin Soedirohoesodo sekaligus menghidupkan malam di bulan Ramadhan, serta  sebagai sarana pembinaan rohani dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sementara itu Ustadz  Prof. Yudian Wahyudi, P.HD dalam tausiahnya antara lain menyampaikan bahwa barang siapa yang melakukan kebaikan sekecil apapun akan mendapatkan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan salah satu orang yang beriman adalah orang yang mendengarkan dan mengambil yang baik.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan /ditasyarufkan dana BAZDA Kabupaten Sleman kepada penerima bantuan yang terdiri dari Takmir Masjid, Takmir Mushala,Majelis Taklim, dan Fakir Miskin sejumlah Rp. 750 juta rupiah, yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman.***
3
Jul

Warga Gamping Diharapkan Gunakan Hak Pilihnya Dalam Pilkades

Tarawih Keliling kelompok 4 di Masjid Al Furqon Watulangkah Ambarketawang Gamping Selasa 30 Juni 2015 dihadiri Bupati Sleman Sri Purnomo. Sebagai koordinator kelompok 4, Nurbandi yang juga kepala Dinas PUP Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa Tarling kelompok 4 diikuti banyak Kepala SKPD termasuk perangkat Kecamatan Gamping dan perangkat desa se Kecamatan Gamping.

Tarling yang berlangsung di Masjis Al Furqon tersebut total berhasil mengumpulkan uang sejumlah Rp. 11.600.000 yang terdiri dari bantuan APBD, Baz, juga dari tim Kecamatan dan Desa Ambarketawang. Bantuan diserahkan Bupati Sleman Purnomo dan beberapa bantuan yang berupa Al Qur’an, mukena dll.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa Wilayah Kecamatan Gamping yang  memiliki luas wilayah 29,25 KM², dengan kepadatan penduduk mencapai 102.125 jiwa, memiliki permasalahan yang relatif sama dengan kecamatan lain yaitu penanggulangan kemiskinan.  Menurut data BPS tahun 2014 jumlah KK miskin Kec. Gamping mencapai 3.175 KK miskin dan 3.613 KK rentan miskin. Diharapkan tim Penanggulangan Kemiskinan baik di tingkat Kecamatan, desa, dan dusun harus bekerja lebih keras.  TPK harus mampu merangkul pihak-pihak lain seperti pihak swasta.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pembangunan perumahan di wilayah Kabupaten Sleman sangat cepat pertumbuhannya, konversi lahan-lahan pertanian menjadi hunian menyebabkan banyak berkurangnya ruang terbuka, terutama lahan pertanian di Kecamatan Gamping, yang berpengaruh terhadap produksi pertanian.  Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama melakukan pengawasan terhadap para pengembang pemukiman yang melakukan  kegiatan di Kecamatan Gamping, apabila terjadi pelanggaran segera dilaporkan agar pemerintah dapat segera mengambil tindakan. Efek dari bertambahnya jumlah pemukiman menyebabkan permasalahan lingkungan berupa pencemaran dari limbah padat dan cair Rumah Tangga.  Oleh karena itu warga Gamping harus ikut peduli dengan pengelolaan sampah. Jika ada warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya, masyarakat dihimbau untuk tidak segan memperingatkan atau menegur warga tersebut.

Diingatkan pula bahwa pada tanggal 9 Agustus 2015 mendatang desa Ambarketawang Kec. Gamping dan wilayah di Kab. Sleman yang lain akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa.  Oleh karena  itu saya berharap agar tahapan-tahapan pelaksanaan pemilihan kepala desa tersebut dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga pemilihan kepala desa mendatang dapat berjalan lancar.  Bupati berharap agar semua warga yang memiliki hak pilih agar dapat menggunakan hak pilihnya didalam pemilihan kepala desa nanti.

Yang jelas pemkab Sleman berkomitmen untuk selalu meningkatkan citra pelayanan publik guna memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin kritis dalam menyikapi pelayanan pemerintah. Dalam SK Bupati Nomor 13/Kep.KDH/A/2015 tentang pelimpahan kewenangan bupati kepada camat. Perizinan yang dapat diurus di tingkat kecamatan dalam skala kecil meliputi Surat Keterangan Tata Bangunan dan Lingkungan (SKTBL),  Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Gangguan, dan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Hidup.***

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.