Arsip Kategori: Berita

18
Jul

Pasar Lebaran 2013 Digelar 22-26 Juli 2013

Tahun 2013 Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Sleman kembali akan menggelar Pasar Lebaran. Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tahunan Dinas Perindagkop Kabupaten Sleman dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri. Pelaksanaan Pasar Lebaran yang rencananya akan digelar dari tanggal 22 sampai dengan 26 Juli 2013 ini didukung oleh Bank BPD DIY Cabang Sleman dan akan dilaksanakan di Halaman Disperindagkop Jl. Parasamya No. 8 Sleman, mulai jam 09.00 WIB dan tutup pada jam 15.30 WIB.
Maksud diselenggarakannya kegiatan Pasar Lebaran ini selain untuk membantu UKM dan Koperasi binaan Disperindagkop dalam memasarkan produknya, juga untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika harga kebutuhan saat lebaran cenderung mengalami kenaikan. Disamping itu sekaligus sebagai ajang kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di wilayah sekitar kantor Pemda Sleman. Dengan paket sembako senilai Rp. 25.000 , warga tidak mampu akan memperoleh beras 2 kg, minyak goreng 1 pouch, dan 2 buah mie instan. Paket sembako tersebut akan ditujukan kepada 300 orang warga kurang mampu di Pedukuhan Wadas, Drono, Beran Kidul, Pangukan, Beran Lor dan Beteng. Untuk mengambil paket, warga harus menunjukkan voucher yang telah dibagikan sebelum pelaksanaan Pasar Lebaran.

Selain itu bagi warga masyarakat umum juga dapat membeli gula pasir dengan harga Rp. 7500 per kilo dengan maksimal pembelian 2 kilo gula pasir dan minyak goreng dengan harga Rp 15.000 per pouch (isi 2 liter). Setiap harinya penjualan gula pasir dibatasi hingga 2 kuintal dan 100 kemasan minyak goreng. Penjualan gula pasir murah ini bekerjasama dengan Koperasi Sidomakmur.

Pasar Lebaran ini diselenggarakan dengan tujuan agar masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya menggunakan produk Sleman sehingga menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Kegiatan ini direncanakan akan melibatkan 62 UKM dan koperasi yang berasal dari Kabupaten Sleman untuk mengisi stand yang telah disediakan oleh Dinas Perindagkop. Adapun produk yang akan ditampilkan selama Pasar Lebaran antara lain : aneka snack, aneka minuman, sembako, makanan siap saji, fashion, assesoris, batik, produk kecantikan, dll.
Dengan motto
“Bangga Berlebaran dengan Produk Sleman” maka guna menarik perhatian pengunjung, Pasar Lebaran ini setiap hari akan dimeriahkan dengan berbagai atraksi kesenian dan hiburan. Acara Pembukaan akan dimeriahkan dengan orkes qasidah Darunnajah Depok, Penampilan Juara 2 dan 3 Penyanyi tingkat SD, Organ Tunggal dari Disperindagkop.

Selasa 23 Juli 2013 diselenggarakan lomba fashion show PNS Pemda Sleman, lomba Fashion Show Karyawan Disperindagkop dan Demo Jilbab Erriza. Rabu 24 Juli 2013 diselenggarakan Lomba Menyanyi Tunggal PNS Pemkab dan Keroncong. Kamis 25 Juli 2013 yaitu Parade menyanyi oleh PNS, Pejabat, Mantan Pejabat dan Organ Tunggal dari Disperindagkop. Jum’at 26 Juli 2013 giliran Akustik Gitar dari BPD DIY Cabang Sleman.


18
Jul

Sleman Siap Jalankan Kurikulum 2013

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga telah siap menjalankan kurikulum 2013 hal ini di sampaikan oleh kepala Didan Pendidikan Pendidikan Dan Olahraga kabupaten Sleman Arif Haryono SH. Di sela-sela kesibukannya bahwa Implementasi Kurikulum 2013 dilakukan secara bertahap dan terbatas, dikatakan bertahap dan terbatas swemua sekolah atau satuan pendidikan SD, SMP, SMA,SMK itu mengiplementasikan kurikulum, akan tetapi untuk Kabupaten Sleman Sekolah Dasar sudah dilaksanakan di 13 SD, SMP 6 Sewkolah SMA 8 Sekolah dan Sekolah Menengah Kejuruan ada 5. Dalam rangka untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 itu ada dua hal yang harus di lakukan yang pertama adalah: Diklat jadi Guru- guru pada satuan pendidikan untuk sekolah sasaran ini sudah dilaksanakan atau diklat ini sudah selesai dilakukan bersama dengan Kepala Sekolah kemudian yang kedua adalah buku-buku untuk siswa buku pegangan kurikulum 2013 di distribusikan pada masing-masing sekolah. Mulai tahun 2013 15 Juli ini sekolah sasaran memulai mengimplementasikan kurikulum 2013, ini tentu saja dibutuhkan kesiapan.
Kalau tadi Guru-guru sudah didiklat buku-buku sudah didistribusikan kesekolah-sekolah di harapkan guru ini sudah siap untuk melaksanakan kurikulum 2013. Bwrkaitan dengan hal tersebut maka memang untuk bisa melaksanakan kurikulum 2013 ini tentu saja perlu waktu karena di sini didalam soal kegiatan bekajar mengajar pendekatan di dalam melaksanakan pembelajarana memang berbeda. Jadi agar supaya untuk meningkatkan kreatifitas dan aktifitas siswa di dalam proses pembelajaran.
Yang kedua Kurikulum 2013 itu di samping mengembangkan kemamampuan akademik atau kecerdasan juga masing-masing kompetensi dasar itu harus ada nilai sikap perilaku, bagaimana proses pembelajaran itu bisa mengintegrasikan antara kemampuan kecerdasan intelektual atau disebut dengan ranah konitif kecerdasan afektif berupa sikap perilaku dan psikomotoris keterampilan. Menurut Arif Haryono SH sangap oftimis dalam pelaksanaan kurikulum 2013 ini Kabupaten Sleman pada sekolah-sekolah sasaran ini da[pat berjalan. Dengan kata lain Dikpora Kab sleman siap untuk melaksanakan Kurikulum 2013 ini.
Kendala yang di hadapi dalam penerapan kurikulum 2013 adalah karena ini memang ada perubahan mansed guru di dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya mereka melakukan ceramah akan tetapi bagaimana guru mendorong momotivasi siswa untuk aktif dan kreatifNah itulah pendekatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sehingga kalau dulu ada yang namanya CBSA ( Cara Belajar Siswa Aktif) itulah antara lain bahwa kurikulum 2013 bagai mana bisa mendorong kreatifitas, aktifitaspara siswa di dalam melaksanakan mengikuti proses pembelajaran.

Yang menjadi pilot percontohan kuri kulum 2013 yaitu antaralain Sekolah Dasar Budi Muliya’ Pandean sari,SD Budi Muliya II, DS. Muhamadiyah Condong Catur, DS Purwo Martani, SD Gentan,SD Godean I, SD Cebongan dan DS Sleman. Kemudian untuk tingkat SMP SMP 4 Pakem, SMP I Sleman, SMP II Turi, SMP I Prambanan, SMP III Kalasan dan SMP IV Kalasan. SMA nya ada 8 yaitu SMA I Prambanan, SMA I Kalasan SMA, II Ngaglik, SMA I Pakem, SMA Seyegan SMA Godean, SMA Sl3eman dan SMA Debrito. Unruk SMK yaitu SMK II Depok, SMK I Kalasan, SMK I Seyegan, SMK Muh ammadiyah I Moyudan dan SMK Muhammadiyah I Prambanan.

18
Jul

BPOM Merazia Makanan Jelang Lebaran

Sleman, 17 Juli 2013, Pemkab Sleman dan BPOM DIY mengadakan pantauan dan razia makanan di pasar Turi dan Pakem.  Rombongan Pemkab. Sleman dipimpin oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, beserta pimpinan SKPD terkait yaitu, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Widi Sutikno, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Pranowo, Kepala Dinas Pasar, Dra. Tri Endah Yitnani, M.Si  dan rombongan BPOM DIY dipimpin oleh Abdul Rahim.

BPOM DIY, melakukan kegiatan rutin razia makanan di pasar Turi dan Pakem, terlebih lagi pada saat bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, pasokan dan konsumsi bahan kebutuhan makanan meningkat.  Razia yang dilakukan oleh BPOM DIY adalah untuk mencegah peredaran bahan makanan yang tidak layak konsumsi (kadaluarsa) dan mengandung bahan-bahan berbahaya atau tidak diperkenankan untuk bahan makanan.  Dari hasil razia di pasar Turi dan Pasar Pakem disita beberapa bahan makanan yang mengandung zat-zat berbahaya seperti Rhodamin B yang diperuntukkan sebagai pewarna textil, bahan makanan yang disita adalah tahu kuning dan krupuk beraneka warna, bahan2 makanan yang terbukti mengandung bahan-bahan berbahaya tersebut langsung disita oleh BPOM dan dimusnahkan dan kepada penjual yang memperdagangkan bahan makanan tersebut diminta untuk menanda tangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi hal tersebut.  Kepala BPOM DIY menghimbau agar masyarakat dapat menjadi konsumen yang cerdas, selalu memeriksa barang-barang yang akan dibeli, misalkan dengan mengecek kemasannya, apakah sudah terdaftar di BPOM, tanggal kadaluarsa, kemasannya/jika barang tersebut jangan diterima.  Untuk para pedagang yang kepadatan menjual barang-barang yang menyalahi aturan BPOM, barang-barangnya langsung disita dan dimusnahkan dan penjualnya diberikan surat peringatan dan didata oleh BPOM, apabila mengulangi tindakan tersebut akan diberikan sangsi yang lebih berat, karena seringkali para pedagang adalah korban karena tidak tahuan mereka, atau kurangnya informasi.  BPOM terus melakukan sosialisasi kepada produsen dan pedagang tentang zat-zat berbahaya yang tidak diperbolehkan untuk digunakan pada bahan makanan.

Pada pantauan harga bahan kebutuhan pokok di kedua pasar tersebut, didapatkan informasi bahwa harga daging sapi hingga tanggal 17 Juli 2013 Rp. 100.000,-/kg, pada minggu I bulan Juli 2013 harga daging sapi masih berada pada Rp. 93.000,-/kg, untuk komoditi beras IR64 harga pada hari ini Rp.8.000,-/kg, sedangkan pada minggu pertama bulan Juli harga IR64 Rp.7.800,-/kg, sedangkan harga komoditas daging ayam potong mengalami penurunan sebesar Rp.750,- dari minggu pertama bulan juli yaitu Rp.29.500,-/kg.  Harga telur ayam broiler juga megalami kenaikan Rp.125,- dari harga sebelumya Rp.19.500,-/kg.  Untuk harga komoditas cabe merah keriting mengalami kenaikan Rp.2.000,- dari harga sebelumnya Rp.16.000,-/kg, sedangkan untuk cabe merah rawit mengalami kenaikan yang cukup tinggi yaitu dari harga Rp.47.250/kg menjadi Rp.58.750,- dan yang mengalami kenaikan tertinggi adalah komoditi bawang merah dari harga Rp.27.750,-/kg pada minggu I menjadi Rp.42.500,-/kg.  Bupati Sleman, menghimbau kepada para pedagang agar tidak menaikkan harga-harga secara sepihak sehingga semakin memberatkan para konsumen.  Pemkab. Sleman bersama dinas terkait juga akan memantau dan menjaga kelancaran pasokan bahan-bahan kebutuhan masyarakat, sehingga selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri barang-barang kebutuhan masyarakat dapat tersalurkan dengan lancar dan tetap tersedia pasokannya.
Dra. Tri Endah Yitnani, M.SiDra. Tri Endah Yitnani, M.Si
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.