Arsip Kategori: Berita

7
Nov

126 Pengurus PGRI Ikuti Peningkatan Kapasitas

PGRI menyelenggarakan pelatihan penguatan kapasitas dan latihan kepemimpinan pengurus PGRI Kabupaten Sleman dan pengurus Cabang PGRI se Kabupaaten Sleman di Hotel Anugerah Wisata Kaliurang Senin 4 Nopember 2013. Pelatihan dibuka Bupati Sri Purnomo yang juga memberikan pengarahan mengenai kepemimpinan. Disampaikan Sri Purnomo bahwa di dalam buku On Becoming a Leader, Warren Bennis, mengatakan bahwa seorang leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide-ide baru dan menggerakkan seluruh organisasi ke dalam fase berpikir untuk maju. Orang ini harus terus-menerus mengembangkan strategi-strategi dan taktik baru . Dia harus memiliki pengetahuan tentang tren terbaru, penelitian, dan keahlian. Sedangkan manajer mempertahankan apa yang telah ditetapkan, sehingga harus mempertahankan kontrol dan mengatasi gangguan dalam organisasi yang mungkin ada.

Seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan mengetahui cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok. Oleh karena itu kepemimpinan adalah bukan apa yang saudara lakukan-tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari saudara. Drucker menulis bahwa tugas manajer adalah untuk mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka mengembangkan aset mereka sendiri dan mengeluarkan bakat mereka yang terbesar. Untuk melakukan ini secara efektif, saudara harus tahu orang-orang yang bekerja dengan dan memahami kepentingan mereka serta gairah (passion) nya. Secara praktis pemimpin bertanyawhatdanwhy,sedangkan manajer bertanyahow. Sudah barang tentu untuk bertanya apa dan mengapa seorang pemimpin harus mampu mempertanyakan mengapa orang lain melakukan tindakan-tindakan tertentu yang terjadi.

Jika organisasi mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah mengajak anggota untuk mempelajari dan kegagalan untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Sebaliknya, manajer tidak benar-benar berpikir tentang apa artinya kegagalan, tetapi mengajakbagaimanadankapanuntuk memastikan mereka melaksanakan rencana yang sesuai. Untuk mengembangkan kepemimpinan, di Indonesia, local wisdom, prinsip kepemimpinan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani yang bermakna di depan memberi teladan, ditengah memberi bimbingan dan di belakang memberi dorongan sangat sesuai dengan kondisi masyarakat kita . Nilai-nilai tersebut sangat dipahami oleh setiap masyarakat kita dan merupakan sebuah gaya kepemimpinan yang mampu menghargai dan memotivasi anggota untuk maju bersama.

Diharapkan Bupati, sebagai pengurus PGRI dan guru, harus mampu menjadi teladan bagi rekan-rekan guru lainnya, bagi anak didik juga masyarakat di lingkungan tempat tinggal , pinta Bupati Sleman . Ditekankan pula oleh Bupari perlu  ketahui bahwa menjadi seorang guru tidak sekedar mentransfer ilmu kepada anak didik namun lebih kepada menjadi seseorang yang mampu memotivasi dan menginspirasi anak didik untuk memiliki cita-cita dan harapan yang tinggi. Selain itu juga mampu menstimulasi anak didik untuk dapat mencari solusi yang kreatif dengan berpikir cerdas dan rasional. Hal inilah yang disebut dengan kepemimpinan transformasional.

Pengembangan kapasitas kepemimpinan para pengurus PGRI juga sangat strategis untuk pengembangan materi ajar para peserta didik. Pada saat ini, sangat dibutuhkan generasi yang pandai dengan indeks prestasi yang baik, namun memiliki jiwa kepemimpinan/leadership yang baik pula. Bahkan juga dibutuhkan generasi yang memiliki nilai-nilai sosial, nilai etika, nilai kepedulian terhadap sesama serta generasi dengan leadership yang mampu mengakomodasi lingkungannya dimana dia berada.

Sedangkan ketua PGRI Kabupaten Sleman, Sudiyo,M.Pd pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa pelatihan berlangsung selama dua hari Senin sampai selasa 4 dan 5 Nopember 2013. Lebih lanjut disampaikan bahwa maksud dan tujuan pelatihan tersebut merupakan program kerja pengurus, sebagai kaderisasi pimpinan, menjalin solidaritas dan soliditas pengurus dan sebagai ajang penjaringan calon pemimpin. untuk kepengurusan PGRI yang akan datang. Hadir dalam acara pembukaan ini Arif Haryono, SH Kadin DIKPORA Sleman dan Ketua PGRI DIY. Sebagai nara sumber Dr. H. Sulistya, M.Pd yang juga ketua umum pengurus Besar PGRI pusat.
6
Nov

POSPEDA, Ajang Kompetisi Santri Pondok Pesantren

Bupati Sleman, Sri Purnomo membuka POSPEDA (Pekan Olahraga Seni antar Ponpes tingkat daerah) tahun 2013, Rabu 6 November 2013 di Gedung Serbaguna Sleman. Pembukaan Pospeda ditandai dengan pemukulan Gong oleh Bupati didampingi Plt. Kabag Kesra dan Kepala Kemenag Kabupaten Sleman. POSPEDA berlangsung selama 2 hari yaitu Rabuu hingga Kamis 7 November 2013. POSPEDA merupakan salah satu ruang kreasi dan prestasi bagi santriwan santriwati di bidang olahraga dan seni Islami. Disampaikan Sri Purnomo bahwa ajang kompetisi POSPEDA ini, harus terus dikembangkan, terlebih saat ini dunia olahraga tengah giat-giatnya termotivasi oleh para atlet Indonesia yang mampu berprestasi di ajang internasional. Oleh karena itu dengan seringnya mengikuti berbagai kejuaraan dan kompetisi-kompetisi lain maka men­tal para santriwan santriwati akan terlatih dan tertempa Dengan mental yang kuat dan tangguh, maka diharapkan pula dalam berdakwah nantinya juga akan le­bih fokus.

Disampaikan pula bahwa olah raga perlu ditingkatkan kualitasnya karena merupakan sara­na pembinaan karakter bangsa, yang tidak terbatas pada segi fisik saja, akan tetapi juga mental. Olahraga dapat men­ja­dikan seseorang sebagai insan yang berpres­tasi, kreatif, berbudaya, menghargai cipta, karsa dan rasa. Hal ini sesuai dengan tema kali ini yaitu ” Dengan POSPEDA 2013, Kita Ciptakan Ukhuwah Islamiyah sebagai Modal Pembangunan Karakter Bangsa yang Berakhlaqul Karimah”. Selain itu, olahraga juga memiliki aspek pembangunan nama bangsa, yakni bahwa tinggi rendahnya kualitas olah raga dan seni akan turut menjadi cermin bagi penentuan sebuah martabat bangsa itu di tengah-tengah pergaulan masyarakat dunia.

Sedangkan Plt. Kabag Kesra, Agung Armawanta, melaporkan bahwa maksud dan tujuan Pospeda antara lain untuk ikut membantu sumberdaya insani yang beriman dan bertaqwa, sehat jasmani dan rohani berkualitas, unggul, sportif, berdaya saing tinggi, meningkatkan budaya berolah raga dan seni bernuansa islami dalam rangka membina khasanah budaya bangsa. Disamping itu juga untuk meningkatkan ikhuwah islamiyah di kalangan santriawan dan santriwati dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Peserta dalam Pospeda adalah santri pondok pesantren se kabupaten sleman sebanyak 14 Ponpes dengan jumlah santri keseluruhan 445 orang yang memenuhi kriteria Santri yang tinggal (mukim) yang telah terdaftar minimal satu tahun baik di tingkat Diniyah wustha ataupun Ulya (SLTP/Tsanawiyah, SLTA/Aliyah), juga masih aktif sebagai santri pada tahun ajaran 2013/1014 yang dibuktikan dengan surat keterangan pimpinan Ponpes dan berusia minimal 12 tahun dan maksimal 15 tahun lahir per Januari 1998.

Cabang olah raga yang dilombakan pada Pospeda tersebut Atletik , Bola Voli, Tenis Meja, Pencak Silat, Bulu tangkis putra – putri dan Senam Santri Putri. Dan cabang seni sebanyak 4 cabang yaitu Hadrah-putri, Kaligrafi Putra-putri, Pidato 3 bahasa putra-putri dan Cipta puisi putra-putri.

6
Nov

Temukan Berbagai Kuliner dan Seni Budaya di Godean Creative Fair

Godean Kreatif 2013 bertemakan Kreativitas Tanpa Batas mengikutsertakan seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Godean mulai dari  tokoh masyarakat, pemuda, pelajar dan juga didukung oleh jajaran birokrasi Pemerintah Kecamatan Godean.

Kegiatan ini diadakan selama lima hari di Komplek Lapangan Ahmad Zaini Godean dengan konten acara antara lain festival seni budaya, festival kuliner dan festifal UKM.

Kegiatan yang satu ini diusung dengan nuansa kental pemberdayaan masayarakat baik itu pemberdayaan ekonomi lokal maupun seni dan budaya lokal dengan sasaran masyarakat  Kecamatan Godean dan sekitarnya.  Harapannya  Godean Kreatif menjadi media promosi potensi seni budaya dan ekonomi lokal, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

  1. 1. Rundown Acara

Selasa, 5 Nopember 2013

06.30 – 11.00      : Grand Opening GCF 2013, Senam Massal dan Jalan

Santai

15.00 – 21.00      : Bazaar

19.30 – 22.00      : Pengajian Akbar

Rabu, 6 Nopember 2013

09.00 – 12.00                              : Festival Dolanan Anak

15.00 – selesai (malam)                  : Festival Band

15.00 – 17.00                              : Lomba Sepakbola Ibu-Ibu SPP UPK Kec.Godean

15.00 – 21.00                              : Bazaar

Kamis, 7 Nopember 2013

08.30 – 13.00      : Lomba Panembrama Tk. SD

15.00 – 18.00      : Fashion Show dan Pemilihan Putra Putri Godean Tahun 2013

15.00 – 17.00      : Lomba Sepakbola Ibu-Ibu SPP UPK Kec.Godean

15.00 – 21.00      : Bazaar

19.30 – selesai   : Parade Koesplus

Jumat, 8 Nopember 2013

08.00 – 11.00      : Gebyar PAUD

13.30 – 15.00      : Pentas Jathilan

15.00 – 17.00      : Lomba Sepakbola Ibu-Ibu SPP UPK Kec.Godean

15.00 – 21.00      : Bazaar

20.00 – selesai   : Pentas Ketoprak

Sabtu, 9 Nopember 2013

14.00 – 17.00                              : Karnaval Pelajar

15.00 – 21.00                              : Bazaar

15.00 – 17.00                              : Lomba Sepakbola Ibu-Ibu SPP UPK Kec.Godean

13.00 – selesai (malam)                 : Pentas Wayang Kulit 7 Dhalang Lokal

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.