Arsip Kategori: Berita

17
Aug

158 Warga Binaan Lapas Cebongan Mendapat Remisi

Bupati Sleman Sri Purnomo bersama unsur Pimpinan Daerah dan pejabat Sleman, seusai upacara peringatan detik-detik Proklamasi 1945 di lapangan Denggung, memberikan remisi kepada warga binaan lembaga pemasyarakatan Narkotika kelas IIA Yogyakarta dan  Lapas Kelas  IIB Cebongan Sleman secara simbolis. Dalam laporannya ka lapas Sleman Supriyanto, Bc.IP, S.Pd mengatakan bahwa Lapas Sleman memiliki warga binaan 268 orang, yang mendapat remisi sebanyak 158 orang. Sementara warga binaan Lapas narkotika dengan kapasitas 474 orang di huni 201 orang yang mendapat remisi 148 orang. Menurut Kalapas pemberian remisi diberikan sebagai salah satu sarqana mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan yaitu membentuk Napi yang menjadi manusia yang sadar akan kesalahannya, taat kepada hukum, tidak mengulangi perbuatannya, serta mampu berintergasi kembali secara sehat dan bahagia lahir batin.

Sementara itu Menteri Hukum dan HAM dalam sambutan yang dibacakan bupati Sleman mengatakan remisi merupakan instrumen yang dapat mendorong narapidana untuk berperilaku baik selama menjalani pidana. Karena, remisi hanya akan diberikan kepada narapidana yang berkelakuan baik. Mereka yang melakukan pelanggaran peraturan tata tertib tidak akan mendapatkan remisi. Manfaat lanjutan dari pemberian remisi adalah dapat mengurangi tingkat hunian Lapas/Rutan yang semakin tinggi. Remisi akan mempercepat seseorang narapidana untuk keluar dari Lapas/Rutan, sehingga populasi Lapas/Rutan pun akan semakin cepat berkurang. Pemberian remisi bukanlah suatu bentuk kemudahan-kemudahan bagi warga binaan untuk dapat cepat bebas, tetapi merupakan suatu sarana untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memotivasi diri, sehingga dapat mendorong warga binaan kembali memilih jalan kebenaran.
17
Aug

Upacara Detik Detik Proklamasi di Sleman

Pengambilan Bendera Pusaka Sang Merah Putih di Pendopo Parasamya Sleman menandai dimulainya Upacara Detik Detik Proklamasi dan pengibaran bendera dalam rangka Peringatan HUT ke 69 Proklamasi Kemerdekaan RI di Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Lapangan Denggung, Minggu,  17  Agustus 2014.

Bendera Pusaka diserahkan oleh Sekda Sleman dr. Sunartono, MKes dan diterima oleh Anggota Paskibraka, yang kemudian dibawa ke Lapangan Denggung untuk dikibarkan.

Dalam upacara yang berlangsung dengan khidmat tersebut Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, menjadi Inspektur Upacara. Tepat pukul 10.10 WIB bunyi sirine meraung-raung menandai upacara detik-detik Proklamasi dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ketua Sementara DPRD Sleman Dra. Hj. Muslimatun. Kemudian dilanjutkan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Sleman.

Upacara diikuti oleh pasukan dari berbagai unsur diantaranya dari pasukan PNS, TNI Polri,  pelajar SLTP dan SLTA, karyawan perusahaan, organisasi dsb. Nampak hadir di kursi tamu undangan dari unsur pimpinan Daerah, Wakil Bupati Sleman, Sekda, Assekda, unsur  anggota DPRD dan pejabat Sleman, mantan Bupati Sleman Drs.H.Samirin beserta isteri dan mantan wakil Bupati Sleman H. Zaelani, SPd. MPDI, mantan Ketua DPRD Kamil Sugema dan para Veteran.

Untuk sore harinya akan dilaksanakan aubade dan bertindak selaku Irup Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu.Yang diawali dengan parade penampilan Paduan Suara lagu-lagu perjuangan serta Drumband dan Marching Band.***
16
Aug

Kedepankan Musyawarah, Julius dan Ustadz Abdul Kholik Berdamai

Pertikaian antara keluarga Julius Felisianus dengan Ustad Abdul Kholik akhirnya dapat diselesaikan dengan damai. Pembicaraan perdamaian difasilitasi oleh Bupati Sleman pada hari Jum’at 15 Agustus jam 17.30 WIB, bertempat di Rumah Dinas Bupati Sleman. Kesepakatan damai secara tertulis ditandatangani oleh kedua belah pihak, dan disaksikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin, S.IK, MH, Dandim 0732 Sleman Letkol (Inf) Bambang Yudi, S.Sos. Dalam pertemuan tersebut pihak Julius Felisianus diwakili oleh kakaknya, Yohanes Suwalji dan Romo Paroki Gereja Kudus Banteng Sinduharjo Ngaglik Sleman Aloysius Kriswinarto MSF, sedangkan Abdul Kholik yang diwakili Ustad H. Ja’far Umar Thalib pimpinan Pondok Pesantren IHYA’US SUNNAH Degolan Umbulmartani Ngemplak. Dalam pertemuan yang penuh rasa kekeluargaan tersebut, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun dicapai kesepakatan dari keduabelah pihak yaitu, masing masing pihak dengan kesadaran tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun menyatakan berdamai, saling memaafkan dan tidak mempermasalahkan lagi, dan akan hidup berdampingan serta saling menghargai. Pada Kesempatan tersebut Suwalji memamitkan Julius tidak dapat hadir karena sedang ke China dan mengatakan bahwa sejak kejadian, Julius Felisianus sudah memaafkan dan tidak mempermasalahkan. Julius menganggap kejadian tersebut sebagai musibah dan juga meminta maaf. Bahkan Suwalji sebagai wakil keluarga mengharapkan permasalahan tersebut dapat diselesaikan pada pertemuan tersebut. Dalam memfasilitasi pertemuan tersebut, Bupati Sleman mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Forum Kerukunan Umat beragama Umat Beragama (FKUB) didalam mewujudkan situasi dan kondisi yang baik di Kabupaten Sleman, dengan senantiasa mengedepankan penyelesaian secara musyawarah mufakat yang didasari oleh rasa kekeluargaan serta saling menghormati. Pertemuan tersebut diakhiri dengan makan malam bersama.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.