Arsip Kategori: Berita

3
Feb

Sleman Kembali Dapat Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah

Sleman kembali dapat tingkat Akuntabilitas Kinerja dengan predikat B atas akuntabilitas kinerja Instansi pemerintah kabupaten/kota tahun 2013. Evaluasi tersebut ditujukan untuk menilai akuntabilitas kinerja dilingkungan pemerintah kabupaten sleman, yang dilakukan untuk mendorong terwujudnya pemerintahaan yang berorientasi kepada hasil (result oriented government). Sleman termasuk 4 kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan tersebut, keempat kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan tersebut Kota Sukabumi, Kabupaten Sleman, Kota Menado dan Kabupaten Badung Prop. Bali. Hasil evaluasi Lakip diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar kepada Bupati Sleman Sri Purnomo yang dalam acara tersebut didampingi oleh inspektur inspektorat Kabupaten Sleman Suyono, di Balai Kartini Jakarta, 29 Januari 2014.

Dalam evaluasi LAKIP Kabupaten Sleman pada tahun 2013 ini, mengalaami kenaikan dibanding tahun 2012. Komponen yang dinilai tersebut untuk perencanaan Kinerja dengan bobot 35 pada tahun 2012 sleman mendapat nilai 23,50 sedang pada tahun 2013 nilainya naik menjadi 24,02 untuk pengukuran kinerja dengan bobot 20 pada tahun 2012 mendapat nilai 12,76 sedang pada tahun 2013 mengalami kenaikan menjadi 13,00. untuk Pelaporan kinerja dengan bobot 15 pada tahun 2012 nilainya 10,34 sedang pada tahun 2013 mengalami kenaikan menjadi 10,41. Untuk Evaluasi kinerja dengan bobot 10 pada tahun 2012 sleman mendapat nilai 5,22 dan pada tahun 2013 naik menjadi 6,89 dan untuk capaian kinerja dengan bobot 20 tahun 2012 sleman mendapat nilai 13,47 dan pada tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 12,03. Secara total nilai hasil evaluasi yang bobotnya 100 untuk tahun 2012 sleman mendapat nilai 65,29 dan pada tahun 2013 naik menjadi 66,35 dengan tingkat Akuntabilitas kinerja B. Penilaian akunatbilitas kinerja tersebut berdasarkan penilaian dar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dengan nilai tersebut, kabupaten sleman telah membangun akuntabilitas kinerja, dengan menerapkan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang meliputi, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, dan evaluasi kinerja. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja pada tingkat pemerintah kabupaten dan SKPD, secara umum Kabupaten Sleman dapat disimpulkan BAIK.
3
Feb

TP PKK Sleman Wujudkan Kebun Buah di Pakem

Untuk pertama kalinya TP PKK Kabupaten Sleman melakukan gebrakan mewujudkan cita-cita membuat Kebun Buah. Kebun buah yang pertama di wujudkan di Kecamatan Pakem tepatnya di Wonogiri Pakembinangun Pakem Kamis 30 Januari 2014. Target ke depan Kebun buah akan diwujudkan di setiap desa di kabupaten Sleman, hingga ke depan 86 desa di Kabupaten Sleman akan memiliki kebuh buah. Hal tersebut dilakukan sebagai komitmen pentingnya pemanfaatan lingkungan dengan penanaman kebun buah. Hal tersebut disampaikaan Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo disela-sela pelaksanaan penanaman kebun buah perdana di Pakem. Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan terwujudnya kebun buah di setiap desa di kabupaten Sleman maka program pemanfaatan lingkungan akan terwujud. Disamping itu dengan terwujudnya kebun buah akan meningkatkan pendapatan keluarga, juga kebun buah tersebut nantinya bisa dijadikan tempat wisata. Kalau pengelolaan kebun buah tersebut baik bukan tidak mungkin pengunjung nantinya akan banyak, karena selama ini wisata kebuh buah di Yogyakarta masih terbilang sedikit.

Sementara itu Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program kebun buah tersebut untuk semua desa di Kabupataen Sleman dan untuk tahun 2014 tersebut untuk penanaman kebun buah yang perdana di Pakembi m/nangun Pakem. Dengan penanaman kebun buah tersebut diharapkan berkesinambungan, artinya setelah ditanam harus dipelihara dengan baik, Sebagai kebun buah yang perdana hendaknya mampu menjadi contoh kebun buah yang berikutnya. Dengan kondisi tanah dan alam yang mendukung kebun buah di Pakembinangun Pakem nantinya diharapkan menjadi percontohan. Mengingat tanahnya yang subur ditunjang suhu dan kelembaban udara yang cocok baik untuk tanaman buah maupun sayuran. Bukti dari kondisi alam yang mendukung tersebut dengan banyaknya budidaya buah naga dan buah yang lain yang cocok ditanam di daerah Pakem. Kondisi tersebut masih ditunjang keberadaan perikanan di Sempu yang hanya berjarak 1 km, dan perkebunan buah yang lain misalnya kebun buah Pepaya yang bersebelahan dengan kebun buah Pakembinangun.

Sementara itu ketua panitia pelaksana kebun buah TP PKK kabupaten Sleman Ny. Oktavianus pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa kebun buah di pakembinangun tersebut berada di tanah kas Desa Pakembinangun dengan luas 6.000 m2 dengan jumlah tanaman buah saebanyak 200 batang yang terdiri bibit buah Mangga, Durian dan Rambutan. Terwujutnya kebun buah tersebut disuport oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kabupaten Sleman dan BP DAS SOP (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo) sebagaai UPT kementarian kehutanan. Ditambahkan pula bahwa jumlah tanamaan buah yang diperuntukkan di semua desa di kabupaten Sleman nantinya sebanyak 5.000 batang.

Hadir dan ikut melakukan penanaman kebun buah perdana tersebut antara lain Bupati Sleman, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj. Sri Kustini Sri Purnomo, PKK DIY, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan kehutanan kabupataen Sleman Ir. Widi Sutikno, Camat Pakem beserta Camat Pakem.
30
Jan

Sleman Akan Bangun 45 Irigasi di Tahun 2014

Sebanyak 18 Desa di Kabupaten Sleman pada tahun 2013 menerima program percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur sumber daya air – irigasi kecil dari Kementrian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu opak sejumlah 18 lokasi. Program ini dilaksanakan secara langsung oleh masyarakat melalui KPM (Kelompok Penerima Manfaat) yang embrionya adalah para pengurus dan anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3) dan Gabungan P3A. Masing-masing kelompok menerima bantuan Rp 178 juta yang digunakan untuk kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi meliputi pengerukan sedimen, perbaikan lining sederhana, perbaikan tanggul saluran, rehabilitasi bangunan air dll. Hal itu disampaikan Drs. Sapto Winarno Kepala Dinas SDAEM Sleman dalam  acara serah terima hasil program yang  dilaksanakan di Aula Lantai III Pemkab Sleman Selasa, 28 Januari 2014. Acara dihadiri Bupati Sleman, Kepala Dinas SDAEM, Kepala Dinas Pertanian Dan Kehutanan, Dari Balai Besar Sungai Serayu dan Opak DIY, Kabag Administrasi Pembangunan dan Kabag Pemerintahan Desa.

Dikatakan oleh Sapto prinsip program adalah partisipatif dan transparansi sehingga masyarakat tani diberikan kesempatan secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan, serta manajemen dan administrasi penggunaan dana diketahui oleh seluruh anggota masyarakat tani yang terlibat.

Serah terima oleh KPM kepada Kepala Desa Setempat ditandai dengan penandatanganan berita acara dan disaksikan oleh Bupati Sleman, Kepala Dinas SDAEM dan dari Balai Besar Sungai Serayu dan Opak DIY

Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, MSI usai menyaksikan penandatanganan berita acara serah terima dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk memenuhi kebutuhan pengairan di Sleman, sejumlah 2082 daerah irigasi telah terlayani dengan total luas daerah irigasi sebesar 24.984 hektar di 17 kecamatan. Dari sejumlah daerah irigasi tersebut berdasarkan pendataan terakhir yang kondisi fisiknya baik sejumlah 18.818 ha (75,32%) sedang sisanya  seluas 6.166 (24,68%) dalam keadaan rusak.

Pada tahun 2014 ini Pemerintah akan mengadakan rehabilitasi daerah irigasi yang rusak sejumlah 39 daerah irigasi dengan total biaya sebesar Rp. 5,9 M dari Dana Alokasi Khusus dan APBD serta mengadakan pembangunan sejumlah 45 daerah irigasi dengan total biaya sebesar Rp. 8,01 M. Pasca pelaksanaan pembangunan daerah irigasi ini, kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah pemeliharaan sarana ini untuk tetap menjaga fungsi jaringan irigasi agar tetap optimal.

Oleh karena itu peran serta masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air sangat diharapkan untuk mendukung keberlanjutan fungsi daerah irigasi. Bupati berharap kepada para petani yang memperoleh bantuan sarana prasarana pertanian ini menjaga kesinambungan fungsi irigasi dengan baik. Alat alat yang melengkapi untuk pengaturan air harus dijaga keamanannya. Dengan kebersamaan dan gotong royong para anggota Petani Pemakai Air, jaringan irigasi tersebut mampu membantu petani meningkatkan produksi pertanian, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

Lebih lanjut Bupati mengatakan air merupakan unsur utama bagi pendukung kehidupan. Tanpa makanan, kita masih mampu bertahan hidup dalam beberapa minggu. Namun tanpa air kita akan mati dalam beberapa hari saja. Dalam bidang kehidupan ekonomi modern, air juga merupakan hal  utama untuk budidaya pertanian, industri, pembangkit tenaga listrik, dan transportasi.Semua orang berharap bahwa seharusnya air diperlakukan sebagai bahan yang sangat bernilai, dimanfaatkan secara bijak, dan dijaga dari pencemaran. Namun kenyataannya air selalu dihamburkan, dicemari, dan disia-siakan. Sebagai akibatnya, air bersih semakin langka dan susah diperoleh. Selain itu pembagian dan pemanfaatan air selalu merupakan isu yang menyebabkan pertengkaran dari berbagai pihak.Dalam pemanfaatan sumber daya air harus mempertim­bangkan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Dengan demikian kita dan anak cucu kita, akan terus bisa memanfaatkan sumber daya air secara memadai untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.