Arsip Kategori: Berita

21
Mar

Sleman Fasilitasi Pembangunan Kampung Wisata “Kawi Gesang”

Kecamatan Turi menyumbang satu lagi destinasi wisata bagi Kabupaten Sleman. Kampung Wisata Gerbang Sangurejo (Kawi Gesang) yang berada di Dusun Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman. Andi Jayaprana selaku Ketua Kampung Wisata ‘Kawi Gesang’ mengungkapkan bahwa Kawi Gesang mengembangkan kearifan lokal dengan mengangkat potensi budaya setempat sebagai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. “Silat tradisi Mataram, Jemparingan atau olahraga panahan tradisional Mataram, kesenian Badui serta pagelaran kesenian lainnya yang rencananya akan rutin kami gelar diharapkan dapat menarik wisatawan untuk berkunjung”, ungkap Andi.

Andi juga menambahkan bahwa selain kesenian dan budaya, wisata alam seperti embung, trekking Kali Aji, dan outbound ala ‘Pendekar’ serta potensi lokal dalam bidang pertanian dan perkebunan dengan wisata petik salak dan wisata tanam padi  juga melengkapi fasilitas di desa wisata yang dikelola warga Sangurejo tersebut.

Sri Muslimatun mewakili sambutan Bupati Sleman mengungkapkan bahwa Keberadaan ‘Kawi Gesang’  ini sangat mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengembangkan pariwisata, terutama wisata alam. Mengingat pada saat ini para wisatawan sedang menggemari wisata lingkungan atau kembali ke alam. Peluang ini merupakan kesempatan yang sangat strategis untuk mengembangkan potensi yang ada di Dusun Sangurejo dan sekitarnya. Optimalisasi potensi wisata di Kabupaten Sleman terbukti telah memberikan dampak positif terhadap animo wisatawan baik domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke Kabupaten Sleman. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah wisatawan, pada tahun 2014 jumlah wisatawan yang berkunjung sebanyak 4.132.933 jiwa meningkat menjadi 5.214.914 jiwa di tahun 2015.

Padukuhan Sangurejo memiliki luas 38,41 Ha merupakan kawasan prioritas terpilih Desa Wonokerto, Turi berdasarkan program Penataan Lingkungan Berbasis Komunitas (PLBK) masuk dalam kategori Pemukiman Padat, Kumuh, dan Miskin. Berkat adanya program PLBK tersebut Padukuhan Sangurejo memiliki dokumen Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) tahun 2015-2019 yang disusun oleh Tim Inti Perencanaan dan Pemasaran Desa Wonokerto yang kemudian menyusun konsep perencanaan pengembangan potensi lokal secara terpadu baik sumber daya alam, pertanian, sosial budaya serta lingkungan permukiman untuk mewujudkan Sangurejo sebagai desa wisata.

21
Mar

Toleransi Umat Beragama Menjadi Misi Simakrama Agama Hindu

Puncak perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1938 Umat Hindu DIY ditandai dengan acara Sima Krama (Silaturahmi) Dharma Santi, di Gedung Serbaguna Sleman, Sabtu, 19 Maret 2016. Acara dihadiri oleh perwakilan umat Hindu di DIY baik dari Sleman, Kota, Bantul, Kulon Progo dan Gunung Kidul sekitar 1500 umat. Hadir dalam kesempatan ini Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Wakil Ketua DPRD, Camat Sleman serta unsur SKPD Sleman. Juga tokoh-tokoh pemuda agama Hindu se DIY serta Pemuka agama dari Bali Ida Perdanda Gede Made Gunung.

Acara cukup meriah dengan ditabuhnya kolaborasi secara bergantian kesenian gamelan Jawa dan gamelan Bali yang mengiringi nyanyian maupun tarian. I Wayan Ordiyasa, M.Kom, M.T. selaku Ketua Umum Panitia melaporkan berbagai kegiatan dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1938 Umat Hindu DIY Tari Pendet Massal di Candi Prambanan, Labuhan Suci Melasti di Pantai Ngobaran dan Parangkusumo, Nyepi keliling candi dan Kirab Ogoh-ogoh, selain itu juga dilaksanakan bakti sosial di beberapa kecamatan di DIY serta di Panti Wreda Budi Dharma Yogyakarta, lomba membuat sesajen, “Tema tahun ini adalah toleransi dalam keberagaman menuju masyarakat yang adil dan sejahtera,” .

Bupati Sleman dalam sambutanya menyambut baik acara Sima Krama (Silaturahmi) Dharma Santi, sebagai bentuk kebersamaan dalam kebhinekaan umat beragama. Acara seperti ini juga sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bupati juga mengingatkan agar umat Hindu untuk menjaga hubungan yang harmonis antar umat beragama, manusia dengan Tuhan dan manusia dengan alam semesta, Di tengah keberagaman toleransi menjadi kebutuhan yang utama untuk tetap dijaga dalam menciptakan suasana yang kondusif dan dimanis dalam rangka melaksanakan kegiatan pembangunan khususnya di Kabupaten Sleman.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penyalaan 9 dupa suci toleransi oleh Bupati, Wakil Bupati, DPRD dan perwakilan umat beragama sebagai bentuk upaya mewujudkan toleransi antar umat beragama.

Dalam kesempatan ini tokoh agama Hindu dari Bali Ida Perdanda Gede Made Gunung juga memberikan Dharma Wacana kepada umat Hindu yang hadir yang mengingatkan pentingnya merenungkan siapa diriku ini, untuk apa aku hidup di sini, kemana setelah hidup di sini dan apa saja yang bisa kubawa kesini sebagai sarana untuk membangkitkan kehidupan setiap hari dalam kehidupan bersama dimasyarakat. Perbedaan yang ada adalah anugerah, untuk itu harus dikelola perbedaan itu agar menjadi indah. Ida mencontohkan adanya gamelan Jawa dan Bali, semuanya banyak perbedaannya tetapi masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri dan mereka sadar kapan harus dimainkan sehingga menghasilkan suara yang indah dan merdu untuk didengar. Kebersamaan dan toleransi dasarnya adalah kesadaran, untuk itu yang terpenting adalah sadarkan diri sendiri terlebih dahulu.

17
Mar

Kini Bayar Pajak Lebih Mudah Dengan e-Filling


Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun, MKES. selaku pribadi melaporkan SPT PPh perorangan Secara on line e-Filling melalui: djponline@pajak.go.id, Kamis, 17 Maret 2016, dari ruang kerja Wakil Bupati Sleman. Kepala Dipenda Sleman dan Kepala Kantor KPP Pajak Pratama Sleman bersama jajarannya mendampingi wakil Bupati Sleman dalam pelaporan ini yang sekaligus mengawali kegiatan pelaporan SPT Pph secara online yang diwajibkan bagi Aparaqtur Sipil Negara, TNI dan Polri mulai tahun 2016.
Sementara itu Wakil Bupati Sleman menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan baik kepatuhan penyampaian SPT maupun pembayaran pajak yang terutang sehingga dapat mendukung terlaksananya pembangunan di Kabupaten Sleman.
Pada bagian lain Kepala KPP Pratama Sleman, Yusron Purbatin Hadi menjelaskan Untuk tahun 2015 target penerimaan pajak sebesar Rp 1,588  T dengan realisasi Rp 1,28 T, 89 %. Sementara untuk target tahun 2016 mencapai Rp 1,95 T. Yusron juga menyampaikan KPP Sleman selama ini dalam pencapaian target penerimaan Peringkat I di DIY Dengan sistem on line ini diharapkan dapat mempermudah bagi masyarakat dalam melaporkan pajaknya karena bisa dilakukan dimana saja kapan saja asal ada saluran internet. Sistem ini juga dapat menghemat kertas bila diasumsikan di Sleman terdapat 173 ribu wajib pajak menggunakan 20 s/d 30 lembar kertas, maka dibutuhkan kertas sekitar 1 kontainer, sehingga sistem ini dapat menghemat kertas.
Namun demikian untuk masyarakat umum masih bisa dilayani secara manual dengan datang sendiri ke Kantor Pajak Pratama Sleman, namun yang diharapkan masyarakat ke depan dapat memanfaatkan pelaporan pajak melalui E Filling yang telah diluncurkan mulai tahun 2016. Kantor pajak Sfleman berkomitmen melayani masyarakat, 1 x 24 jam selama 365 hari dapat terpenuhi dengan pelayanan on line.

 


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.