Arsip Kategori: Berita

6
Nov

Bupati Ajak Para Jamaah Haji Mengimplementasikan Ibadahnya di Tanah Air

Kewajiban Ibadah Haji mengandung banyak hikmah besar dalam kehidupan rohani seorang muslim, dan tentunya mengandung kemaslahatan bagi seluruh ummat Islam dari segi dunia dan akhirat. Pelaksanaan ibadah haji yang dilaksanakan sesuai dengan sunnah Rasulullah Muhammad SAW, insya Allah membawa kemabruran. Dengan kemabruran tersebut,  banyak hikmah yang dapat dipetik antara lain, hubungan kita dengan Allah semakin dekat.  Berhaji yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW adalah sebuah keharusan. Insya Allah, dengan cara tersebut kita akan bisa secara baik menangkap pesan atau hikmah di balik serangkaian manasik haji yang diantaranya adalah mengulang jejak langkah Nabi Ibrahim a.s serta keluarganya. Hal tersebut disampaikan bupati sleman Drs. Sri Purnomo pada acara Mangayubagyo Jamaah Haaji kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rabu 5 Nopember 2014. Lebih lanjut disampaikan bahwa agar para jamaah haji untuk terus mengembangkan nilai-nilai sosial yang sangat dibutuhkan dalam membenahi dan membangun kembali masyarakat kita yang lebih baik. Hal ini akan dapat terwujud bila nilai-nilai yang dikandung ibadah haji tersebut benar-benar dapat diimplementasikan oleh jamaah haji dalam kehidupan. Terlebih lagi, kedepan tantangan yang dihadapi Kabupaten Sleman tidaklah ringan. Kenakalan remaja yang mengarah pada kriminalitas akhir-akhir ini menuntut para orangtua, tokoh masyarakat termasuk Ibu/Bapak jamaah haji memberi perhatian dan kepedulian yang lebih agar anak-anak tersebut memperoleh bimbingan dan pendidikan mental dan karakter yang cukup.

Untuk itulah bupati mengajak agar jamaah menjaga niat dan tujuan dalam menunaikan ibadah haji agar balasan yang diterima juga haji yang mabrur. Dalam konteks tersebut, hendaklah kita tak hanya berhenti pada melaksanakan tata cara berhaji secara lahiriyah saja. Tapi, hendaknya aspek hikmah di balik tiap tahapan ibadah haji itu sebisa-bisanya dipahami juga. Misalnya saja pesan apa yang disampaikan Allah melalui   berihram, yaitu untuk meninggalkan sikap sombong, serakah, dan iri karena pakaian yang dipakai sama. Begitu juga, pesan yang disampaikan Allah lmelalui thawaf, sa’i, wukuf maupun aktivitas melempar jumrah. Dengan senantiasa melihat hikmah dibalik amaliyah tersebut, insya Allah, praktik ibadah haji terasa sangat nikmat.
Sedangkan Kepala Bagian Kesra  Drs. H.Hery Sutopo, MM.M.Sc melaporkan bahwa yang hadir dalam mangayubagyo Jamaah Haji tersebut dari para jamaah Haji kabupaten sleman, anggota forum koordinasi pimpinan daerah,pimpinan DPRD, para kepala SKPD , camat dan kepala KUA se kabupaten sleman sebanyak sekitar 800 orang. Sementara itu Kepala Kemenag Kabupaten Sleman Drs. H. M.Luthfi Hamid, M.Ag menyampaikan bahwa jamaah haji yang diberangkatkan ke tanah suci sebanyak 927 orang yang terdiri dari 6 kelompok Terbang (Kloter) yang semuanya diberangkatkan  melalui Gelombang  pertama yaitu Kloter 23 SOC 24 SOC, 26 SOC, 27 SOC, 29 SOC , 71 SOC. Lebih lanjut disampaikan bahwa  saat kepulangan dari tanah suci menuju tanah air rata-rata jamaah haji dalam keaadaan sehal wal afiat. Adapun jamaah haji yaang telah kembali dan dapat berkumpul dengan keluarga sejumlah 923 orng. Sedangkan yang 4 orang jamaah haji meninggal dunia yaitu  Ibu Mudjiyem Amat Sadjilah Binti Amat Sadjilah tergabung kloter 24 SOC  alamat Sorasan Bimomartani Ngemplak dan dimakamkan di Syaraya. Bapak Sumardi Harsono Mulyo Dimejo Kloter 24 SOC alamat Sokamartani Merdikorejo Tempel dan dimakamkan di Syaraya,  Ibu Siti Mustadiyah Abdul Salam binti Abdul Salam kloter 26 SOC alamat Gang merpati Pringwulung Condongcatur Depok dan dimakamkan di Arrahman dan Ibu Sri Suryani Prawiro Sudiro  tergabung kloter 23 SOC alamat Cokrokonteng Sidoarum Godean dimakamkan di Syaraya.
5
Nov

Koperasi Dukung Kesiapan Menuju AEC 2015

Koperasi diharapkan berperan nyata dalam mengembangkan dan memberdayakan tata ekonomi daerah, yang berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi, dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera. Untuk mencapai hal tersebut maka keseluruhan kegiatan koperasi harus diselenggarakan berdasarkan  pada nilai dasar yang terkandung dalam Undang-undang dasar RI tahun 1945 serta nilai dan prinsisp koperasi. Hal tersebut disampaikan Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Sleman Sri Purnomo saat Upacara Hari Koperasi ke 67 di lapangan Pemkab Sleman, Selasa 4 Nopember 2014. Lebih lanjut disampaikan bahwa data koperasi selama lima tahun terakir baik dari aspek jumlah koperasi aktif maupun volume usaha , menunjukkan bahwa jumlah koperasi aktif di DIY mencapai rasio 79,74 % dari total koperasi di DIY. Pada tahun 2013 jumlah total keseluruhan koperasi di DIY ada sejumlah 2.729 koperasi dengan koperasi aktif sebanyak 2.176 , koperasi pasif sebanyak 499 koperasi dan koperasi beku sebanyak 58 koperasi. Sementara itu dilihat dari volume usaha,  terlihat adanya pertumbuhan volume usaha dalam kurun lima tahun terakhir. Pada tahun 2013 pertumbuhan volume usaha seluruh koperasi di DIY sebesar 0,7% dari Rp. 2.30 M menjadi Rp. 2.32 M.

Disampaikan pula bahwa program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas koperasi, seperti misalnya melalui kegiatan Diklat, pendampingan, pembinaan, pengawasan serta pemeringkatan. Sementara untuk menghadapi perkembangan tata ekonomi nasional dan global yang semakin dinamis dan penuh tantangan saat ini. Seperti adanya ASEAN  Economic Community (AEC) pasar terbuka di kawasan ASEAN pada tahun 2015 yang akan berdampak pula pada daerah.  Karena mobilitas arus barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja akan bergerak bebas. Maka Gubernur minta agar menyiapkan strategi khusus dalam menghadapi AEC 2015, termasuk juga lembaga koperasi.

Lebih lanjut disampaikan bahwa segala kegiatan usaha koperasi harus dikelola secara profesional, dalam arti adanya kemampuan dan tanggung jawab, efisiensi dan efektivitas yang dapat menjamin terwujudnya nilai tambah yang optimal bagi koperasi, serta tunduk kepada hukum ekonomi dan koperasi.  Di antara anggota dapat bersatu,  bekerjasama, dan saling tolong menolong  untuk memperkuat usaha melalui koperasi. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut koperasi harus mempunyai kepentingan atau kegiatan ekonomi dan usaha yaang sama di antara para anggota, sehingga tidak melanggar prinsip dan jati diri koperasi. Semua anggota koperasi harus berkemauan dan sepakat secara bersama-sama, menggunakan jasa koperasi untuk memenuhi kebutuhannya dan mempromosikan koperasi sehingga menjadi kuat, sehat, mandiri dan besar. Setiap anggota koperasi juga memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam melakukan transaksi dan mendaapatkan manfaat ekonomi dengan berkoperasi.

Paada kesempatan tersebut juga diserahkan piagam dan hadiah oleh Bupati Sleman, untuk beberapa kejuaraan yang berkaitan dengan hari koperasi yaitu Koperasi Berprestasi dan Tangkas Trampil Perkoperasian Tingkat Sekolah. Untuk Lomba Koperasi Berprestasi Tingkat DIY Tahun 2014 jenis Koperasi Simpan Pinjam, Juara I diraih KSP Kartini, juara II KJPKS BMT “Amal Rizki”, Juara III KOPSYAH BMT Bangun Rakyat Sejahtera, juara IV KSP BMT Dana Insani, untuk jenis Koperasi Konsumen juara I Koperasi Karyawan UPN Veteran, Juara II Koperasi Pelita, Juara III Primer Kperasi Kartika B.09, Juara IV KPRI “Tegap”. Untuk Koperasi Produsen Juara I KUD Tani Makmur, Juara II KUD Seyegan, Juara III KP 3Y, Juara IV KSU “Bina Ria”. Untuk Koperasi Jasa Juara I Primkopau II, Juara II KUD Sido Tentrem, Koperasi Angkutan Wisata “Pandawa” dan Juara IV Koperasi “ASPADA”.

Untuk Lomba Tangkas Trampil Perkoperasian Tingkat Sekolah pada tingkat SMP Juara I diraih oleh SMPN 2 Bantul, Juara II SMPN 10 Kota Yogyakarta, Juara III SMPN 1 Wonosari, Juara IV SMPN 2 Sentolo dan Juara V SMPN 3 Sleman. Untuk tingkat SMA Juara I diraih SMKN 1 Bantul, Juara II SMAN 1 Wonosari, Juara III SMK Koperasi Kota Yogyakarta, dan Juara IV SMK Maarif I Temon. Untuk Tingkat Perguruan Tinggi Juara I diraih KOPMA UGM, Juara II KOPMA UTY, Juara III KOPMA IKIP PGRI, dan Juara IV KOPMA UPY.

Upacara diikuti oleh SKPD terkait dan sejumlah koperasi yang ada di DIY. Setelah upacara, rangkaian peringatan Hari Koperasi dilanjutkan dengan pameran Hari Koperasi Tingkat DIY yang berlangsung selama 2 hari yaitu pada hari Selasa dan Rabu tanggal 4 dan 5 November 2014 di halaman Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sleman. Pameran tersebut dibuka oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSI. Pameran diikuti oleh 50 UKM dan Koperasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan menampilkan produk-produk makanan, kerajinan, batik, pakaian, dll.

5
Nov

Masyarakat Juga Harus Turut Andil Memelihara Infrastruktur


Penyerahan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) hibah barang berupa aspal merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka mendorong pembangunan di wilayah Kabupaten Sleman. Pembangunan di Sleman merupakan hasil kerjasama antara Pemkab, masyarakat dan swasta. Pemerintah hanya memberikan motivasi dan stimulan agar keberlangsungan pembangunan di pedesaan tetap berjalan baik. Dan ternyata hanya dengan bantuan stimulan yang lebih kecil daripada swadaya masyarakat, pembangunan di Kabupaten Sleman berjalan dengan baik. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI saat menyerahkan bantuan aspal kepada masyarakat di lantai III Selasa 4 Nopember 2014.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemkab Sleman selalu berupaya meningkatkan pengadaan aspal agar mampu memberi bantuan pada masyarakat lebih banyak lagi, tetapi semua tergantung kemampuan keuangan yang ada. Realisasi pemberian bantuan inipun dilakukan secara bertahap. Yang jelas bantuan aspal ini diberikan dengan berbagai pertimbangan kemampuan dan permintaan masyarakat. Kalaupun belum semua permohonan masyarakat dapat dipenuhi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana dari pemerintah. Pemerintah tidak mampu untuk membangun semua jalan yang ada di Kabupaten Sleman, untuk itu masyarakat memiliki peran serta yang besar. Karena bantuan pemerintah hanya bersifat stimulan untuk menggali swadaya masyarakat.
Pada tahun 2014 ini, Pemkab Sleman mengalokasikan NPHD hibah barang berupa aspal di 150 lokasi dengan total aspal sebanyak 2320 drum. Sedangkan pada tahap kedua ini akan diserahkan bantuan stimulan aspal sebanyak 992 drum untuk 74 lokasi di 15 kecamatan.  Sri Purnomo menegaskan bahwa nantinya bantuan aspal ini harus diambil sendiri oleh panitia yang bersangkutan, pihak Dinas PUP tidak mengantarkan bantuan aspal tersebut dan juga tidak dipungut biaya.
Setelah NPHD berupa aspal ini diterima, bupati minta agar segera dilaksanakan proses pembangunannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga harus menjaga dan memelihara sarana jalan yang telah dibangun. Apabila ada kerusakan yang ditemui, sekecil apapun hendaknya segera diperbaiki, jangan sampai kerusakan yang terjadi dibiarkan saja menjadi semakin parah karena pada dasarnya  tidak semua sarana jalan di Kabupaten Sleman, pemeliharaannya menjadi tanggung jawab Pemkab Sleman. Pemkab Sleman hanya bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan-jalan yang termasuk Jalan Kabupaten. Sedangkan jalan dusun atau lingkungan, menjadi tanggungjawab warga dusun yang bersangkutan. Bantuan Aspal tersebut secara simbolis disampaikan Bupati Sleman kepada perwakilan masing-masing kecamatan.
Hadir pada kesempataan tersebut Kepala Dinas PUP Kabupaten Sleman Ir. H. Nurbandi, Kepala Bagian Adminsitrasi Pembangunan Drs. Agung Armawanta.

 

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.