Arsip Kategori: Berita

20
Dec

Usaha Perikanan di Sleman Menjanjikan

Sebanyak 21 penyuluh perikanaan swadaya Kabupaten Sleman telah dikukuhkan oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir. Widi Sutiko, Msi. di Rumah makan Sendang Ayu Kalasan Kamis 19 Desember 2013. Kedua puluh satu penyuluh perikanaan swadaya tersebut  Untung Hadi Kusumo dari Kronggahan II Trihanggo Gamping, Endra Setiawan dari Nyamplung Baalecatur Gamping, Ahmad Suyudi dari Betakan, Sumberahayu Moyudan, Eri Subiarso, SE dari Sawahan Lor Wedomartani Ngemplak, Arman Saafei dari Kisik Sendangagung Minggir, Warjana dari Mandungan Margoluwih Seyegan, Sukiyanto dari Burikan Sumberadi Mlati, Wiji Eko Santoso dari Puluhdadi Seturan CT Depok, Heri Santoso dari Nayan, Maguwoharjo Depok, Slamet Supriyanto dari Kaliajir Lor Kaliterto Berbah, Purnomo dari Klero Sumberharjo Prambanan, Jumadi dari Brintikan Tirtomartani Kalasan, Abu Toyib dari Macanan Bimomartani Ngemplak, Sriyono dari Bendolole Sardonoharjo Ngaglik, Hadiyanto Kantongan Triharjo Sleman, Sunarto dari Dermo Mendikorejo Tempel, Gito Sujarwo dari Bungas Donokerto Turi, Suharmanto dari Garongan Wonokerto Turi, Martinus Manulang ,S.Kom dari Ngelo Harjobinangun Pakem, Ridwan Nursalin dari Brongkol Argomulyo Cangkringan dan Hendri dari Rewulu Kulon Sidokarto Godean.

Kedua puluh satu penyuluh perikanan swadaya tersebut  dikukuhkan berdasarkan UU nomor 16 tahun 2006 pasal 20 dimana pada pasal tersebut  disebutkan bahwa penyuluhan dilakukan oleh penyuluh PNS, penyuluh swasta, dan/atau penyuluh swadaya. Penyuluh perikanaan swadaya merupakan mitra kerja penyuluh perikanan lapangan PNS dalam memberdayakan pelaku budidaya perikanan di Kabupaten Sleman. Yang menarik pada pertemuan tiga bulanan  Bidang perikanan tersebut dihadiri semua undangan yang mencapai 350 an orang.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanaan dan Kehutanan kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno, Msi pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa saat ini kebutuhan akan Ikan di kabupaten Sleman masih cukup banyak, dan peluang usaha di bidang perikanan masih terbuka lebar, itu terbukti kebutuhan ikan di Rumah Makan Sendang Ayu Kalasan perbulannya masih disuplay dari daerah Klaten yang mencapai 1,5 ton. Itu peluang bagi masyarakat dan petani ikan di kabupaten Sleman yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Lebih lanjut disampaikan bahwa  saat ini banyak rumah makan yang beralih ke masakan ikan air tawar, dan itu ternyata banyak diminati konsumen kuliner. Diharapkan setelah dikukuhkan sebagai penyuluh perikanan swadaya, meskipun sebelum dikukuhkan sudah berkiprah memberikan penyuluhan pada petani, tetapi setelah dikukuhkan akan bekerja dengan lebih baik lagi, meskipun mereka tidak mendapatkan gaji.

Hadir pada kesempataan tersebut antara lain Suwarman P dari Dinas perikanan DIY, yang pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa produksi ikan di DIY pertahunnya mencapai 56.300 ton namun jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan ikan di DIY. Sementara itu Camat Kalasan Samsul Bahri, menyampaikan bahwa pangsa pasar ikan di Sleman masih bagus dan peluang tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, terlebih saat ini banyak petani ikan generasi muda yang menggeluti usaha tersebut. Bahkan menurut Samsul ada petani yang menjual motornya untuk usaha perikanan, dan setelah berjalan sekian lama ternyata hasilnya luar biasa dan bahkan bisa membeli sepeda motor lagi yang lebih baik.
19
Dec

Borong Makanannya Sekaligus Foto dengan Dipsy di Stand Sekaten Sleman

Sekaten menjadi salah satu pilihan untuk menghabiskan waktu pasca ujian akhir semester siswa-siswa sekolah. Pemkab Sleman turut merayakannya dengan menyajikan berbagai hiburan menarik di stand Pasar Malam Perayaan Sekaten bertempat di bagian selatan Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta. Pada minggu kedua ini, sejumlah stand makanan seperti aneka olahan keripik ubi, pisang yang enak dan higienis disajikan oleh Asosiasi Pasar Tani (Aspasrtan) Sleman. Disamping aneka keripik, Aspartan juga menjual salak pondoh, salak madu serta olahan salak menjadi minuman ringan Salaka.

Bagi pecinta batik, Anda dapat menemukan ragam batik jumput dan batik tulis khas Kaliurang yang dijual dengan harga relative terjangkau di stand Sleman. Aneka dompet kulit juga diperjualbelikan di sini. Sambil menikmati panggung kesenian yang berlokasi di depan stand Sleman, para pengunjung juga dapat menikmati Bakso dan Mie Sehat yang disajikan berbeda karena diolah dari berbagai sayur seperti wortel, bayam dan lain sebagainya. Sejumlah makanan tradisional juga disajikan di stand Sleman seperti misalnya jadah tempe khas Kaliurang, tiwul serta gethuk.

Komunitas Rumah Dome dari Prambanan juga tidak ketinggalan dengan menjual keripik garut. Uniknya selain menjual hasil industry rumahan ini, para pemuda rumah dome cukup kreativ menghibur para pengunjung mengenakan kostum Teletubbies untuk menarik para pengunjung masuk ke stand Kabupaten Sleman. Anak-anak juga dapat berfoto bersama dengan Dipsy atau Poo hanya dengan membayar Rp. 2.000,00 saja. Tertarik? Mari datang ke stand Kabupaten Sleman

18
Dec

Tanam Padi dan Labuhan Tandur di Dongkelsari Dimeriahkan Dengan Tumpengan dan Tari Gambyong

Bertempat di Dusun Dongkel Sari, Wukir Sari, Cangkringan Sleman telah berlangsung gerakan tanam padi dan labuhan tandur. Dalam kesempatan ini Ketua Kelompok tani  Tani Sari, Dongkel Sari, Desa Wukirsari Supadiyana mengatakan bahwa maksud dan tujuannya diadakannya gerakan tanam padi dan labuh tandur ini adalah nguri-uri budaya yang adiluhung. Hal ini dimaksudkan juga agar anak cucu kita mengerti dan memaknai apa itu tanam padi dan labuhan. Klomtan Tani Sari berdiri tanggal 16 Juni 2011 yang lalu dengan jumlah anggota 82 orang.

Labuhan tandur tersebut ditandai dengan tanam padi di sawah kelompok Tani Sari  Jenis padi Situ Bagendit oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir Widi Sutikno. MSi. dan kepala bidang tanaman Pangan DIY Ir Sarworini, MSi. Widi Sutikno mengatakan bahwa ini adalah kegiatan yang sangat luar biasa dan mudah-mudahan akan menghasilkan produksi yang luar biasa pula. Kepada kelompok tani  Tani sari, Widi Sutikno berharap agar kegiatan semacam ini perlu dilestarikan bila perlu di tingkatkan dan hal ini bisa dijadikan kegiatan rutin.

Diharapkan pula agar kelompok yang sudah ada dipertahankan dan ditingkatkan lagi dengan demikian masyarakat di Dongkel Sari ini kususnya dan Sleman pada umumnya akan lebih cepat menikmati kemakmuran. Kepala Bidang Tanaman Pangan DIY Ir Sarworini, MSi berpesan kepada Kelompok Tani Sari agar di dalam memanen padi nantinya bila sudah datang waktunya diharapkan berhati-hati dalam memanen, cara treshernya, cara menjemurnya, dan cara membawa padinya. Jangan sampai banyak yang jatuh, dengan demikian akan benar-benar akan meningkatkan hasil panen.

Acara tersebut di laksanakan dengan berbagai rangkaian acara antara lain dengan adanya upacara adat tumpengan, Kesenian Jatilan dan kesenian tradisional Tari Gambyong, serta dihadiri pula masyarakat sekitar Kelompok tani, Camat dan Pamong Desa Desa Wukirsari.    

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.