Arsip Kategori: Berita

10
Mar

Pemkab Sleman Terus Memberdayakan Kaum Difabel


Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman telah berlangsung pengukuhan Pengurus Penyandang Dissabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Sleman yang di kukuhkan oleh Dewan Pengurus Daerah PPDI DIY Ir. Muchamad Nuryadin. Dalam kesempatan Kepala Dinas Tenagakerja dan Sosial Kabupaten Sleman Drs. Untoro Budiharjo.MM sebagai ketua penyelenggara mengatakan dengan diadakannya  pelantikan pengurus ini maka dengan adanya peleburan dua organisasi menjadi satu tentu saja memberikan harapan bagi kita bersama baik dari pemerintah daerah masyarakat umumnya khususnya penyandang dissabilitas , karena dua potensi yang bergabung menjadi satu sehingga potensinya semakin besar dengan demikian PPDI perannya kedepan semakin besar pula bisa memberikan arti yang lebih dalam lagi bagi anggotanya dan mudah-mudahan bagi penyandang desabilitas di kabupaten Sleman semakin baik lagi kondisinyakedepan.
Bupati Sleman  Drs.H. Sri Purnomo. MSI dalam arahannya menyampaikan bahwa para penyandang dissabilitas adalah bagian dari masyarakat Sleman yang memiliki hak yang sama. Bahkan para penyandang desabilitas ini, juga memberikan pengaruh besar bagi pembangunan mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera yang merupakan visi pembangunan yang ingin kita capai. Oleh karena itu Bupati Sleman menyambut baik segala upaya pemberdayaan maupun paningkatan kapasitas bagi para penyandang desabilitas, termasuk keberadaan Persatuan Penyandang Desabilitas ini.  Keberadaan dissabilitas harus di diberdayakan dengan memberikan kemampuan sehingga para desabilitas dapat tetap produktif.
Untuk membantu para difabel Kabupaten Sleman memberikan bantuan asistensi sebesar Rp 300.000,- per bulan selama satu tahun bagi para penyandang desabilitas  berat di kabupaten Sleman. Pada tahun 2014 bantuan ini telah didistribusikan kepada 107 orang penyandang desabilitas. Selain itu sejumlah 53 alat bantu juga telah disalurkan pada tahun 2014. Pemerintah kabupaten Sleman juga memberikan bantuan dana pemberdayaan bagi para kelompok usaha desabilitas. Untuk itu diharapkan para penyandang dissabilitas yang membutuhkan dana pemberdayaan untuk mengajukan proposal bantuan usaha ke dinas terkait lanjut Bupati.  Di harapkan pula seluruh lembaga sosial kemasyarakatan dan pihak-pihak yang peduli pada para penyandang desabilitas mampu menjalin koordinasi dan masuk ke dalam suatu jaringan kerja sehingga kegiatan lebih terintegrasi. Diharapkan dengan dikukuhkannya pengurus persatuan desabilitas Indonesia Kabupaten Sleman dapat memberikan program yang lebih kreatif, sinergis dan berkelanjutan.
Adapun sambutan ketua PPDI Dr.Akhmad Sholeh, M.SI. berharap agar para pengurus PPDI yang baru saja dilantik periode 2015 sd 2019 ini agar berjalan sesuai dengan AD,ART organisasi  sehingga PPDI bisa bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Lebih lanjut Dr.Akhmad Sholeh. M.SI. berpesan kepada para pengurus PPDI agar para pengurus tidak bosan-bosan selalu memperjuangkan kesamaan dan kesetaraan dalam segi aspek kehidupan, dan perlu diketahui PPDI itu adalah mitra kerja pemerintah dan juga mitra mayarakat.


9
Mar

Menteri Agraria dan Tata Ruang Serahkan 1.687 Sertifikat Tanah di Cangkringan

Sebanyak 1.687 bidang sertifikat tanah warga Cangkringan diserahkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN, Ferry Mursyidan Baldan, Jum’at, 6 Maret 2015 di Balai Desa Kepuharjo. Dalam penyerahan ini Menteri didampingi Sekretaris utama Kementrian, Gubernur DIY, Bupati Sleman, dan Kepala Kanwil BPN DIY Ari Yuriwin, SH. MSI. Dalam kesempatan ini Menteri juga menyerahkan bibit tanaman seperti Kepel, Damar, Biola Cantik, Durian, Jambu, Sirsak untuk ditanam di wilayah Cangkringan selain untuk penghijauan juga untuk penganekaragaman buah-buahan di lereng Merapi.

Dalam kesempatan ini Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan bahwa program konsolidasi tanah yang diluncurkan oleh BPN adalah program yang sangat positIf dan memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama masyarakat di lereng Merapi yang pada tahun 2010 yang lalu terdampak oleh erupsi merapi.  Pasca erupsi merapi banyak dokumen-dokumen pertanahan atau sertifikat tanah atau patok batas tanah yang hilang sehingga program konsolidasi tanah dari BPN ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan pertanahan ini.  Program konsolidasi tanah ini merupakan penataan kembali penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah agar menjadi lebih tertib teratur dan sesuai rencana tata ruang wilayah.
Sementara itu Gubernur DIY dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat karena dengan kerelaan, keikhlasan dengan kearifan lokal masyarakat tanahnya untuk diukur kembali maka mempermudah petugas BPN untuk menyelesaikan sertifikat tanah. Kearifan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Jogja inilah yang harus perlu dipertahankan karena sebelumnya kondisi tanah yang dimiliki masyarakat ada yang bengkok/tidak lurus dan karena ada pengukuran ulang tentu diluruskan sehingga hal ini menyebabkan ada yang lebih ada yang kurang. Namun berkat adanya keikhlasan dengan musyawarah dan mufakat dapat diselesaikan. Gubernur berpesan kepada masyarakat untuk menyimpan sertifikat tanah dengan baik karena merupakan aset yang mempunyai nilai, dan jangan diagunkan di bank untuk pinjam uang bila tidak terpaksa.
Menteri BPN juga menyampaikan terimakasih karena berdasarkan kesepakatan musyawarah dan mufakat  dengan kearifan lokal dan nilai-nilai sosial yang kuat di masyarakat maka akhirnya kembali mendapat hak atas tanah. Hal mengingat masalah pertanahan yang ada batasnya ada surat-suratnya saja bisa timbul masalah, apalagi yang batas-batasnya hilang, surat-suratnya hilang tentu kalau tidak adanya kearifan lokal maka tidak akan dapat diselesaikan dengan baik. Menteri juga menyampaikan bahwa permasalahan tanah muncul karena adanya ego yang berlebih dari masyarakat yang potensial menjadi konflik, bencana dan kerenggangan sosial sehingga tidak dapat memberi manfaat bagi pemiliknya. Untuk itu Kementriannya saat ini lebih mementingkan kemanfaatan tanah bukan hanya dari segi kepemilikan saja. Menteri mengapresiasi masyarakat Cangkringan karena bencana yang terjadi bisa memberikan kemanfaatan karena memegang teguh nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Nilai-nilai ini yang akan menjadi contoh dan model yang baik bagi masyarakat lainnya di luar DIY.
Pada bagian lain juru kunci Gunung Merapi, Asih (Putra Mbah Marijan) yang juga menerima sertifikat tanah menyampaikan rasa gembiranya menerima sertifikat langsung dari Menteri secara gratis. Dan sudah menjadi harapan sejak dulu dari masyarakat sehingga menambah semangat masyarakat dalam memanfaatkan tanah. Masyarakat tidak ragu lagi karena tanah sudah dilengkapi surat-surat kepemilikan sehingga tenang dalam memanfaatkan bagi penghidupan sehari-hari. Selama ini tanah telah dimanfaatkan untuk menanam rumput pakan ternak, ditanami pohon-pohon dan untuk aktifitas ekonomi lainnya.
6
Mar

Irjen Kementerian RI Tanam Padi Bersama di Prambanan

Prambanan, 6 Maret 2014 dilaksanakan Tanam padi bersama di lahan pertanian Bulak Kelompok Tani Ngudi Makmur Gangsiran Desa Madurejo oleh para Petani yang dihadiri Irjen Kementrian Pertanian RI  Ir. Aziz Hidayat, MSi, Bupati Sleman Sleman, Kadis Pertanian DIY, BPPT DIY, Kadis Pertanian perikanan dan Kehutanan Sleman, Camat Prambanan dan para Kelompok Tani. Di  awal acara Sudiyono  Ketua Kelompok Petani Ngudi Makmur, Gangsiran, Prambanan  melaporkan bahwa kegiatan Kelompok Tani  dibentuk pada tahun 2003 mempunyai anggota aktif sebanyak 32 orang sampai dengan tahun 2015  sudah menjadi 47 orang , yang mempunyai lahan sekitar 42 hektar   Tahun 2014 telah memproduksi sebanyak 105 Ton benih padi sedangkan untuk triwulan I Tahun 2015 sudah memproduksi benih sebanyak 40 Ton. Hasil dari lahan pertanian tahun 2013 mencapai 9,2 Ton Gabah Kering per hektar (GKP) meningkat menjadi 9.4 ton per hektar pada tahun 2014.

Pada kesempatan tersebut dilaksanakan penanaman padi secara simbolis oleh Irjen Kementrian Pertanian RI Ir. Aziz Hidayat, MSi , Bupati Sleman, Kadis Pertanian DIY, Kepala BPPT DIY, Kadis Pertanian Kab.Sleman dan para petani dilanjutkan dengan pemberian Buku tabungan oleh Bupati Sleman kepada Kelompok Tani Dadi Subur, Ngudi Makmur, Sedya Rukun, Ringin Putih, Ngudi Mulyo, Pulerejo, Tani Maju, Sido Rukun dan Tani Rukun ( 9 Kelompok Tani ). Masing masing mendapatkan tabungan sebesar 2,9 Juta Rupiah. Bupati berpesan  agar uang tersebut bisa digunakan  untuk meningkatkan kesejahteraan para petani  yang  berkelanjutan, mengucapkan terima kasih atas bantuan alat pertanian berupa traktor, pompa Air, dan alat lainnya dari Kementrian Pertanian. Bupati juga menerima alat Caplak Legowo untuk Menanam padi dari BPPT DIY yang  selanjutnya diserahkan langsung  kepada 9 Kelompok Petani secara simbolis,
Irjen Kementrian Pertanian RI Ir.Aziz Hidayat dalam sambutannya berpesan kepada para petani Kabupaten  Sleman  khususnya untuk dapat meningkatkan produksi hasil panen yang rata-rata nasional sebesar 9 ton/hektar bisa  lebih  dari itu,
Pada tahun 2015 produksi beras nasional ditargetkan mencapai 73 Juta Ton, sedangkan untuk DIY diprioritaskan bisa mencapai sebesar 1 Juta Ton.

Prambanan, 6 Maret 2014 dilaksanakan Tanam padi bersama di lahan pertanian Bulak Kelompok Tani Ngudi Makmur Gangsiran Desa Madurejo oleh para Petani yang dihadiri Irjen Kementrian Pertanian RI  Ir. Aziz Hidayat, MSi, Bupati Sleman Sleman, Kadis Pertanian DIY, BPPT DIY, Kadis Pertanian perikanan dan Kehutanan Sleman, Camat Prambanan dan para Kelompok Tani. Di  awal acara Sudiyono  Ketua Kelompok Petani Ngudi Makmur, Gangsiran, Prambanan  melaporkan bahwa kegiatan Kelompok Tani  dibentuk pada tahun 2003 mempunyai anggota aktif sebanyak 32 orang sampai dengan tahun 2015  sudah menjadi 47 orang , yang mempunyai lahan sekitar 42 hektar   Tahun 2014 telah memproduksi sebanyak 105 Ton benih padi sedangkan untuk triwulan I Tahun 2015 sudah memproduksi benih sebanyak 40 Ton. Hasil dari lahan pertanian tahun 2013 mencapai 9,2 Ton Gabah Kering per hektar (GKP) meningkat menjadi 9.4 ton per hektar pada tahun 2014.Pada kesempatan tersebut dilaksanakan penanaman padi secara simbolis oleh Irjen Kementrian Pertanian RI Ir. Aziz Hidayat, MSi , Bupati Sleman, Kadis Pertanian DIY, Kepala BPPT DIY, Kadis Pertanian Kab.Sleman dan para petani dilanjutkan dengan pemberian Buku tabungan oleh Bupati Sleman kepada Kelompok Tani Dadi Subur, Ngudi Makmur, Sedya Rukun, Ringin Putih, Ngudi Mulyo, Pulerejo, Tani Maju, Sido Rukun dan Tani Rukun ( 9 Kelompok Tani ). Masing masing mendapatkan tabungan sebesar 2,9 Juta Rupiah. Bupati berpesan  agar uang tersebut bisa digunakan  untuk meningkatkan kesejahteraan para petani  yang  berkelanjutan, mengucapkan terima kasih atas bantuan alat pertanian berupa traktor, pompa Air, dan alat lainnya dari Kementrian Pertanian. Bupati juga menerima alat Caplak Legowo untuk Menanam padi dari BPPT DIY yang  selanjutnya diserahkan langsung  kepada 9 Kelompok Petani secara simbolis,                Irjen Kementrian Pertanian RI Ir.Aziz Hidayat dalam sambutannya berpesan kepada para petani Kabupaten  Sleman  khususnya untuk dapat meningkatkan produksi hasil panen yang rata-rata nasional sebesar 9 ton/hektar bisa  lebih  dari itu,Pada tahun 2015 produksi beras nasional ditargetkan mencapai 73 Juta Ton, sedangkan untuk DIY diprioritaskan bisa mencapai sebesar 1 Juta Ton.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.