Arsip Kategori: Berita

25
Feb

Tim Evaluasi EKPPD Tinjau Langsung Realisasi di Lapangan

Tim Nasional EKPPD (Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah) Nasional yang di pimpin Sukoco, SH, MSI Kasubdit Wilayah III Dirjend OTDA Kemendagri beserta 5 Anggota dari lintas Sektor Kementrian Pusat mengadakan kunjungan lapangan ke Kabupaten Sleman. Tim Diterima Bupati Sleman dan Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda dan pejabat Sleman lainnya, Senin malam 24 Feb 2014 di Aula Lantai III Pemkab Sleman. Kehadiran tim Nasional ini untuk melihat dilapangan dan croscek data terhadap LPPD Kabupaten Sleman yang telah disampaikan ke Depdagri. Ke depan LPPD akan ditingkatkan kualitasnya dan posisi LPPD mempunyai arti yang penting kalau dulu tidak ada sanksi terhadap keterlambatan penyampaian LPPD nanti akan ada sanksi yang jelas terhadap pimpinan dearah. Nantinya akan dipilih 3 propinsi terbaik dan 10 kabupaten serta 10 kota terbaik diselurh Indonesia.

4 Aspek yang akan dinilai dan dicroscek datanya yakni Pelayanan umum, pelayanan dasar pendidikan, pelayanan dasar kesehatan dan Pekerjaan Umum. Ditegaskan oleh Sukoco bahwa nantinya pelaksanaan dilakukan dengan obyektif dan walaupun kebanyakan tim penilai berasal dari Sleman dan DIY namun bila hasilnya bagus akan dinilai bagus dan bila belum baik akan diadakan koreksi seperlunya secara obyektif;

Pada pagi harinya Selasa, 25 Feb akan dikunjungi ke lapangan. Adapun jadwal yang telah disusun yang akan pertama mengunjungi Sahid Rich Hotel,  perempatan Demak Ijo, SMKN I Godean, Ruas Jalan Godean Seyegan, SMPN I Seyegan, Puskesmas Sleman, RSUD Sleman dan  Kantor Pelayanan Perijinan. Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan dengan kunjungan ke laangan diharapkan evaluasi pelaksanaan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Sleman tidak hanya didasarkan pada data angka namun juga langsung dilakukan terhadap realisasi di lapangan sehingga tim dapat memberikan masukan terhadap hasil pembangunan yang dilakukan.

LPPD di Kabupaten Sleman disusun oleh tim yang terdiri dari berbagai lintas instansi sehingga diharapkan data yang tertuang dalam LPPD tersebut benar-benar sesuai dengan pencapaian kondisi riil di lapangan. Apa yang tertuang dalam LPPD Kabupaten Sleman adalah merupakan rangkuman dari apa yang kami laksanakan, baik dalam meningkatkan kinerja pemerintahan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus berbagai upaya kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman.  Pada tahun 2012 Kabupaten Sleman terus berupaya mewujudkan visi Kabupaten Sleman pada tahun 2015 yakni ”Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera lahir batin, berdaya saing dan berkeadilan gender pada tahun 2015.”  Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan Pemkab Sleman berupaya mewujudkan clean and good governance di setiap aspek pemerintahan.  Pada tahun 2012, Pemkab Sleman menerima penghargaan atas kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah terbaik pertama di tingkat nasional dengan status kinerja sangat tinggi. Disamping itu atas penilaian Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Sleman berhasil meraih nilai B  dalam penilaian akuntabilitas kinerja instansi pemerintah kabupaten/kota tahun 2012. Sleman juga memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP), atas audit Laporan Keuangan Daerah tahun 2012 yang dilakukan oleh BPK RI.

Hal ini tidak terlepas dari upaya Pemerintah dalam mengupayakan tertib penyelenggaraan pengelolaan keuangan  daerah dan pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di berbagai bidang.  Pada tahun 2012 IPM Kabupaten Sleman  sebesar  75,29 yang membuktikan Sleman masuk ke dalam kelompok ‘menengah atas’. IPM Sleman di bidang kesehatan Sleman pada tahun 2012 sebesar 83,82 sedangkan IPM Sleman di bidang pendidikan sebesar 86,40. Pada tahun 2012 upaya Pemkab Sleman dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dihadapkan pada upaya pemulihan pasca bencana erupsi Merapi tahun 2010. Dalam masa pemulihan pasca bencana, upaya yang dilakukan didasari dengan semangat gotong royong masyarakat Sleman. Konsep gugur gunung menginspirasi kegiatan sosial masyarakat untuk saling membantu sehingga upaya percepatan pemulihan pasca bencana dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.

Tantangan yang dihadapi Pemkab Sleman untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan lahir batin pada tahun 2015 adalah permasalahan kemiskinan. Untuk mensinergikan dan mempercepat pengentasan kemiskinan, Pemkab Sleman telah membentuk Tim Penanggulangan Kemiskinan hingga ke tingkat dusun didamping juga meningkatkan kapasitas SDM penanggulangan kemiskinan. Sebagai bentuk apresiasi atas upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh Tim Penanggulangan Kemiskinan, Pemkab Sleman mulai tahun 2012 memberikan TPK Award kepada TPK di level kecamatan, desa dan dusun yang telah membuktikan kinerjanya dalam upaya penurunan kemiskinan di wilayahnya. Pada tahun 2012 terdapat 49 KK di Kecamatan Seyegan yang telah mengembalikan kartu miskin karena dirinya dan keluarganya merasa telah mandiri dan bantuan yang seharusnya diterima dapat dimanfaatkan oleh orang lain yang lebih membutuhkan.

Tim nasional evaluasi kinerja. penyelenggaraan pemerintah daerah. (ekppd) yang berasal sekretariat.  kabinet, bpkp, dan dirjen otda kemendagri yang  dari  dipimpin.  Sukoco SH, Msi pada hari selasa tgl 25. februari melakukan cek dan klarifikasi

Langsung ke fasilitas layanan publik.  yakni smkn 1 godean, smpn seyegan,  puskesmas sleman, rsud morangan dan kantor pelayanan  satu atap. Menunut.  sukoco setelah melakukan pengecekan dilapangan , banyak perkembangan. dan inovasi yg ditemukan.demikian juga pelayanan dasar kesehatan juga. secara langsung melihat layanan langsung ke pasien klas 3 cukup baik,  dan juga cukup banyak dilihat inovasi yg dikembangkan untuk memberikan. pelayanan masyarakat yang baik.. Data yang telah diperoleh akan dilakulan in put oleh ti m.  Hasil penilaian akan.  diumumkan pada hari otonomi daerah pada tgl 25 april.  Tim telah. memberikan masukan untuk penyempurnaan kedepan pada institusi. pelayanan yang menjadi sampel.

Dalam tinjauannya ke fasilitas pendidikan, salah satu anggota tim. bambang memberikan masukan bahwa dalam reformasi birokrasi yang harus diperhatikan termasuk sekolah agar menjadi unggul dan berdaya saing adalah: Komitmen pimpinan pemangku kepentingan untuk memajukan sekolah;  ada mesin penggerak untuk gerakan  industri yang dikembangkan; dan agenda sekolah agar siswa didik  unggul dan berbudi pekerti serta . mampu bersaing secara internasional. Prestasi yg dicapai diharapkan dapat  memotivasi sekolah untuk lebih maju. Dalam pelepasan  tim nasional penilai ekppd  Sekda kabupaten sleman sunartono mengatakan bahwa, data yg disajikan data apa  adanya dan telah teruji. Karena data sama yg disajikan untuk laporan akutanbilitas kinerja Pemerintah kabupaten Sleman.
25
Feb

PBB Sleman Tahun 2013 Lampaui Target

Kesadaran dan ketaatan seluruh warga masyarakat Sleman dalam membayar pajak, merupakan bentuk kepedulian masya­rakat yang sangat besar terhadap pelak­sa­naan pembangunan di Kabupaten Sleman. Namun demikian kesadaran masyarakat terhadap penunaian kewajiban membayar PBB masih perlu ditingkatkan. Hal itu disampaikan Bupati Sleman dalam sambutan penyerahan SPPT PBB-P2 tahun 2014, di Pendopo Parasamya Sleman, Selasa, 25 Februari 2014.

Dikatakan lebih lanjut, membayar pajak bukan hanya memenuhi kewajiban Undang-undang saja, tetapi juga berkaitan dengan rasa kebangsaan. Wajib pajak yang sudah melaksanakan kewajibannya di dalam jiwanya tertanam, jiwa kebangsaan yang kuat untuk berpartisipasi dalam pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, untuk mendukung kesuksesan pembayaran PBB oleh masyarakat, perlu diimbangi dengan peningkatan profesionalisme aparatur pajak termasuk kecepatan penyampaian SPPT PBB kepada para wajib pajak. Dengan penyampaian SPPT PBB lebih awal, diharapkan lebih mendorong para wajib pajak untuk sesegera mungkin membayar pajak. Kepada seluruh kepala desa untuk segera mendistribusikan SPPT PBB ini kepada para Dukuh, dan turut serta memantau pembayaran PBB masyarakat sehingga dapat selesai tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut dikatakan potensi PBB Kabupaten Sleman dari waktu ke waktu mengalami peningkatan. Pada tahun 2011, realisasi penerimaan PBB-P2 mencapai Rp. 46,21 Milyar. Sedangkan pada tahun 2012 yang lalu, penerimaan PBB-P2 mencapai 48,189 Milyar atau 104,04 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 46,31 Milyar dan pada tahun 2013, realisasi penerimaan PBB sebesar sebesar Rp. 57,6  Milyar atau 128% dari target yang ditetapkan yaitu Rp. 45 Milyar.  Pada tahun 2014 ini target yang ditetapkan adalah Rp.53 Milyar.

Saat ini PBB telah menjadi kewenangan daerah, namun proses pelayanan PBB tetap sama, hanya tempat pelayanan saja yang berubah, sekarang ini pembayaran PBB dapat dilakukan di Kantor Dipenda Sleman yang bertempat di ex Op Room, juga dapat dilakukan di seluruh cabang BPD DIY dan juga melalui ATM BPD DIY.  Sehingga jangkauan lokasi pembayaran PBB dapat semakin luas dan lebih dekat ke masyarakat wajib pajak dan nantinya dapat mengoptimalisasi realisasi penerimaan PBB P2 Kabupaten Sleman.

Sementara itu PLT Kepala Dipenda Sleman H. Hardo Kiswoyo, SE. MSI. Mengatakan tahun 2014 SPPT PBB-P2 sebanyak 597.336  lembar dengan nilai pokok ketetapan sebesar Rp 74,83 M sedang tahun 2013 tahun pertama Pemda melakukan pengelolaan PBB-P2 ini jumlah SPPT-P2 sebanyak 594.324. lembar dengan nilai ketetapan Rp 73.219 M. Dengan kebijakan dalam penetapan tahun 2014 Pemda Sleman tidak menaikkan NJOP, dan juga tidak menaikkan NJOPTKP. Sementara adanya kenaikan nilai pokok ketetapan dikarenakan adanya kegiatan pendataan obyek pajak di kawawan berkembang, adanya perubahan data obyek pajak yang semula tanah kosong tanpa bangunan menjadi obyek bangunan dan adanya tambahan obyek baru baik karena pemecahan atau pendaftaran obyek pajak yang bellum terdaftar.

Dalam kesempatan ini Bupati memberikan apresiasi kepada Desa Candibinangun, Catur Tunggal, dan Margodadi yang pada tahun lalu menunjukkan peningkatan dalam realisasi pembayaran PBB P2, sekaligus sefcara simbolis penyerahan SPPT-P2 kepada ketiga Kepala Desa Tersebut. Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Staf Ahli Bupati juga melakukan pembayaran PBB panutan di 4 Counter Bank BPD yang disediakan dipendopo Parasamya diikuti oleh pejabat Sleman lainnya. Sampai jam 12.00 WIB nilai transaksi pembayaran mencapai Rp 15. juta dengan 150 lembar ketetapan.
25
Feb

Gandeng Telkom, PKK Sleman Ajarkan Anggotanya Kenal IT untuk Pemasaran

Sleman, 25 Februari 2014 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, dilaksanakan kegiatan temu alumni Pengembangan Usaha Ekonomi Rumah Tangga (PUERT).  Program pelatihan PUERT dilaksanakan oleh Balai Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Yogyakarta Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesaia.  Kegiatan pelatihan ini merupakan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat untuk mengembangkan sektor-sektor usaha kecil seperti usaha rumah tangga.  Dalam laporannya Kepala Balai PMD DIY, Edi Suprianta menyatakan bahwa kegiatan pelatihan PUERT ini mempunyai tujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan ekononomi sekala kecil, selain itu diadakannya kegiatan ini juga untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat, dan yang paling utama adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Pelatihan tersebut telah dilaksanakan dalam 10 angkatan yang di mulai pada bulan Februari 2013 dan berakhir pada bulan November 2013.  Dalam setiap angkatan terdapat 30 orang peserta, dan pelatihan tersebut difokuskan pada pelatihan pembuatan olahan makanan dan minuman dan juga kerajinan.  Setelah dilaksanakan pelatihan tersebut, Balai PMD DIY akan melaksanakan pelatihan bagi kader-kader pelatiahan PUERT agar dapat memasarkan produk-produk mereka dengan mengadakan pelatihan IT.  Pelatihan IT tersebut direncanakan akan digelar pada tahun 2014 ini dan akan menggandeng PT. Telkom sebagai mitra untuk mengembangkan usaha ekonomi rumah tangga tersebut.

Dalam sambutannya Bupati Sleman, Sri Purnomo, meyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat positif, karena selain memberikan pelatihan yang nantinya dapat memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat, kegiatan ini juga merupakan ajang silaturahmi diantara para peserta pelatihan, terbukti dari berkumpulnya 300an orang peserta yang hadir dalam kegiatan ini, dari angkatan I hingga angkatan X bisa berkumpul dan mengenal satu dengan yang lainnya.  Dengan silaturahmi ini nantinya sesama peserta pelatihan dapat saling bertukar informasi tentang perkembangan dan pengembangan industri kecil sehingga nantinya dapat semakin meningkatkan kreatifitas masing-masing angota. Sri Purnomo berharap dengan temu alumni ini dapat memberikan kontribusi bagi Pemkab Sleman dalam meningkatkan  tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman melalui pengembangan usaha ekonomi rumah tangga serta menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman.  Selain itu Sri Purnomo berharap agar para peserta pelatihan dapat juga melakukan pemasaran produk-produknya, sehingga tidak hanya bisa produksi tetapi juga dapat memasarkannya.  Kemudian Bupati Sleman, bersama dengan Kepala Balai PMD DIY, dan Kepala PT. Telkom Sleman berkesempatan melakukan peninjauan ke stand-stand produk-produk makanan dan kerajinan peserta pelatihan.
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.