Arsip Kategori: Berita

15
Jun

Bank Sleman Kembali Menggelar Khitanan Massal


Sebanyak 78 anak dari keluarga kurang mampu mengikuti khitanan masal yang diselenggarakan PD BPR Bank Sleman, Sabtu, 13 Juni 2015. Sebelumnya yang terdaftar ada 82 anak, namun 4 gagal karena 1 sakit panas, 1 tidak mendapat ijin orang tua dan 2 masih mengikuti kegiatan sekolah. Namun demikian bagi yang gagal ini masih bisa memanfaakan kegiatan tahun depan. Dalam kesempatan ini ikut hadir Sekda Sleman dr. Sunartono, Mkes. Selaku Ketua Dewan Pengawas Bank Sleman, Direktur Utama Bank Sleman Moh Sigit, Direktur Bank Sleman Yustinus Mahatma, perwakilan Bank Mandiri dan perwakilan Kagama Sleman.
Muh Sigit Direktur Utama Bank Sleman mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian Bank Sleman kepada masyarakat kurang mampu di Sleman untuk meringankan beban mereka khususnya dalam bentuk bantuan khitanan masal. Kegiatan ini telah 3 kali dilaksanakan secara rutin  setiap tahun, sehingga bagi masyarakat Sleman dan sekitarnya dapat memanfaatkan kegiatan ini. Peserta selain mendapatkan sarung, baju koko, peci juga mendapatkan uang saku dan bingkisan lainnya. Anak-anak yang disunat paling muda umur 5.5 tahun dan paling tua berusia 13 tahun.
Sementara itu sebelum pelaksanaan khitanan masal anak-anak dikumpulkan di aula untuk mendapatkan motivasi dan menyaksikan  pemutaran film anak agar anak tidak terlalu tegang  menjelang dikhitan oleh dr. Kunto bersama tim medis yang berjumlah 14 terdiri 2 dokter dan 12 perawat ahli yang telah berpengalaman di rumah sakit bedah. Menurut dr. Kunto timnya dalam melakukan khitan telah menggunakan alat modern dengan sistem laser dengan kelebihan tidak ada darah yang keluar dan dalam waktu maksimal 3 hari sudah sembuh dan dapat beraktifitas normal. Usai khitan anak-anak selain dikasih obat juga dipakaikan celana dalam khusus khitan sehingga dapat nyaman dipakai serta terhindar dari gesekan.

 


15
Jun

Sleman Peringati Hari LH Se Dunia di Kadirojo, Tempel

Dusun Kadirojo Margorejo Tempel dipilih sebagai tempat  Puncak Hari Lingkungan Hidup Se Dunia 2015. Acara dilaksanakan Jum’at 12 Juni 2015 ditandai dengan penyerahan hadiah lomba Lingkungan Hidup, Lomba Cerdas Cermat lingkungan hidup tingkat SMP/MTS dan SMK/SMA/MA, lomba pembuatan film dokumenter bidang lingkungan hidup, lomba emisi dan uji petik kendaraan bermotor roda 4, lomba kebersihan dan keteduhan kota se wilayah Kabupaten Sleman dan program penilaian perangkat kinerja perusahaan. Juga dilakukan penanaman bibit tanaman buah kepel dan pelepasan burung oleh Bupati Sleman, Direktur RSUP Dr. Sarjito dan Kepala BLH Sleman. Selain itu juga diadakan upacara susur kali dan doa untuk memohon berkah agar air dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran warga Margorejo Khususnya, Sleman dan DIY.

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI dalam sambutannya mencuplik sambutan Menteri Siti Nurbaya mengatakan Peringatan Hari Lingkungan Hidup dunia bertujuan untuk menegaskan komitmen dan aksi pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup semua negara di dunia, yang telah menjadi kesepakatan dan gerakan bangsa-bangsa di dunia. Di Indonesia, peringatan dimaksud dapat dieksplorasi lebih berarti lagi terutama dengan mengajak dan melibatkan secara aktif masyarakat serta spontanitas, kreativitas dan modal sosial yang kita miliki di daerah-daerah, sebagai bangsa, dalam menjaga sumber kekayaan alam kita yang merupakan salah satu unsur penting dalam membangun dan menjaga ketahanan nasional kita.
Badan Lingkungan Hidup Dunia atau United Nations Environment Programme (UNEP) menetapkan tema peringatan World Environmental Day tahun 2015 yaitu “Seven Billion Dreams, One Planet, Consume With Care”. Untuk peringatan di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan tema “Mimpi dan Aksi Bersama untuk Keberlanjutan Kehidupan di Bumi”.  Tema global ini merujuk dengan agenda aksi Sustainable Consumption and Production/SCP yang telah disepakati dalam Konferensi Pembangunan Berkelanjutan (Rio+20) bulan Juni 2012. Saat ini bumi berpenghuni sekitar 7,2 milyar jiwa. Untuk itu diperlukan sumberdaya alam yang besar untuk pemenuhan kebutuhan dasar untuk pewujudan kesejahteraan, melalui kegiatan konsumsi dan produksi dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan konsumsi dan produksi tersebut dapat menimbulkan tekanan yang besar pada keberlanjutan sumberdaya alam dan kualitas lingkungan hidup.***


12
Jun

Sleman Gelar Operasi Katarak Gratis

Banyaknya ditemukan kasus mata katarak di Sleman mendorong Pemkab Sleman menggelar operasi katarak gratis. Kegiatan ini dapat menjadi salah satu langkah awal dalam mengurangi kasus katarak di Indonesia, khususnya Kabupaten Sleman. Selanjutnya diharapkan akan ada kegiatan-kegiatan lain yang mendukung penanggulangan kasus katarak untuk mengurangi prevalensi  kebutaan di Indonesia.

Operasi Katarak Gratis kerjasama Pemerintah Kabupaten Sleman, khususnya Dinas Kesehatan dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata (PERDAMI) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta akan dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 Juni tahun 2015 di Puskesmas Ngemplak I. Pelaksana operasi adalah tim medis dari PERDAMI. Hal ini merupakan bentuk nyata dari penanggulangan kasus katarak. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh warga masyarakat Kabupaten Sleman dengan kriteria memiliki kasus katarak. Rangkaian kegiatan terdiri dari dua tahap, yaitu hari pertama, Senin, 15 Juni 2015 adalah screening untuk penentuan warga atau pasien yang bisa dioperasi, kemudian hari kedua, Selasa 16 Juni 2015 adalah pelaksanaan operasi katarak bagi warga yang sudah diskrining sebelumnya. Pelaksana operasi adalah tim medis dari PERDAMI.

Katarak adalah kondisi lensa mata yang terdapat bercak putih seperti awan. Kondisi ini membuat pandangan mata terganggu. Katarak dapat mempengaruhi jarak pandang mata dan mata silau. Berdasarkan hasil survey Riskesdas tahun 2013, terjadi penurunan prevalensi kebutaan penduduk umur ≥6 tahun dari 0,9 persen (2007) menjadi 0,4 persen (2013), sedangkan prevalensi katarak semua umur tahun 2013 adalah 1,8 persen, kekeruhan kornea 5,5 persen, serta pterygium 8,3 persen. Jumlah kasus katarak di Kabupaten Sleman tahun 2014 berdasarkan laporan LB 1 Puskesmas yang masuk ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman adalah 1.545 kasus dari total jumlah penduduk 1,062,801 jiwa, meliputi kunjungan kasus baru dan kasus lama. Banyak kasus katarak berkembang secara lambat dan tidak mengganggu pandangan mata pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan akan terganggu. Awalnya cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan mata, tetapi jika hal ini sangat mengganggu kegiatan sehari-hari, maka operasi merupakan prosedur yang dibutuhkan.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.