Arsip Kategori: Berita

5
Dec

6 Rumah ‘Dibedah’ di Kecamatan Sleman

Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kecamatan Sleman kembali melakukan bedah rumah pada Rabu, 4 Desember 2013. Bedah Rumah kali ini merupakan bedah rumah tahap ke-5 yang bertempat di Rumah Bapak Sudi Pawiro di Durenan-Beteng RT 03 RW 12, Tridadi, Sleman. Hadir dalam kesempatan ini Bupati Sleman, Sri Purnomo, Camat Sleman, Drs. Iriansya, Pimpinan BPD DIY Cabang Sleman, Nur Iswantoro dan Kepala Kantor Cabang Pembantu BSM Sleman, R. Digdo Hendarto Cahyono, SH yang merupakan stakeholder penyumbang dana pembangunan bedah rumah di Kecamatan Sleman.

Semenjak dibentuk pada tahun 2011, TPK Kecamatan Sleman telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahan dalam upaya meminimalisir kemiskinan di Kecamatan Sleman. Sejumlah stakeholder yang masih aktif hingga saat ini diantaranya PC GKBI, PT Primissima, PT Askes Sleman, Bank BRI Cab. Sleman, PD BPR Bank Sleman, BPD DIY Cabang Sleman, PT Persero Pegadaian dan Bank BNI 46 Sleman. Camat Sleman, Drs. Iriansya menyampaikan harapannya agar mitra kecamatan ini dapat bekerjasama bersama untuk membantu masyarakat Sleman yang masih miskin yang saat ini berjumlah 5.010 KK miskin atau 25,23% pada akhir tahun 2012 yang lalu.

Pada kesempatan kali ini TPK Kecamatan memberikan bantuan sebesar Rp. 50.000.000,00 dari BPD DIY dan Rp. 10.000.000,00 dari Bank Syariah Mandiri. Bantuan dari BPD DIY ditujukan untuk Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni kepada enam penerima manfaat yaitu Suwarni (kalangan, Trimulyo) sebesar Rp. 8.300.000,00, Hari Mulyono (Nyaen, Pandowoharjo) sebesar Rp. 8.300.000,00, Sudi Pawiro (Durenan, Tridadi) sebesar Rp. 8.400.000,00, Wardi Sihono (Murten, Tridadi) sebesar Rp. 8.400.000,00, Mujimin (Mangunan, Caturharjo) sebesar Rp. 8.300.000,00 dan Mulyadi (Temulawak, Trihar sebesar Rp. 8.300.000,00. Hingga bulan November 2013 total bantuan yang diterima TPK Kecamatan Sleman sebesar Rp. 411.513.300 yang dipergunakan seluruhnya untuk berbagai program penanggulangan kemiskinan di wilayah Kecamatan Sleman.

Selain melakukan peletakan batu pertama pembangunan bedah rumah Bapak Sudi Pawiro, Bupati Sleman juga meresmikan pengerasan jalan desa di Dusun Durenan, Tridadi. Dalam kesempatan ini Bupati Sleman berharap agar masyarakat dapat mengoptimalkan bantuan yang diberikan pemerintah dengan melakukan gotong royong pembangunan bedah rumah. Jika dana yang diperuntukkan untuk membayar tenaga pembangunan dapat diganti dengan gotong royong maka dana dapat dialokasikan untuk membangun sarana prasarana yang lain.

5
Dec

Satlinmas Sleman Gelar Apel Siaga Menyongsong Pileg dan Pilpres

Bupati Sleman Sri Purnomo  menjadi Irup pada gelar apel siaga Satuan Perlindungan Masyarakat di lapangan Pemkab Sleman, Selasa 3 Desember 2013. Menurut Bupati penyelenggaraan apel menandakan kesiapan dan kesiapsiagaan seluruh anggota Satlinmas dalam mewujudkan perlindungan bagi masyarakat. Melindungi masyarakat berarti menjaga dan menertibkan kondisi keamanan di lingkungan Kabupaten Sleman.

Apel tersebut dihadiri Kapolres Sleman AKBP Iksan Amin, Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS.M.Hum, Dandim, Kapolsek se Kabupaten Sleman, Camat se kabupaten sleman, Danramil dan KPU Kabupaten Sleman. Sedang peserta apel sebanyak 1500 orang dari litmas se kabupaten Sleman.

Disampaikan pula oleh Sri Purnomo bahwa agenda nasional tahun 2014 merupakan pelaksanaan pesta demokrasi yang akan diawali dengan pemilihan calon anggota legislatif, kemudian dilanjutkan pemilihan presiden dan wakil presiden. Dalam rangka mengamankan agenda nasional tersebut diperlukan sebuah upaya untuk menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat agar tercipta situasi yang kondusif sehingga semuanya dapat berjalan aman, tertib dan lancar. Bukan hal yang tidak mungkin terjadinya benturan dan gesekan antara elemen masyarakat maupun kelompok masyarakat karena adanya perbedaan paham dan perbedaan kepentingan. Untuk itu, peran Satuan Perlindungan Masyarakat sangat dibutuhkan guna mengeliminir kemungkinan-kemungkinan di atas. Pelatihan dan pembinaan yang diberikan Pemerintah Daerah kiranya dapat menjadi bekal dalam melaksanakan tugas perlindungan masyarakat.

Kepala Sat[pol PP Sleman, Joko Supriyanto pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa kegiatan perlindungan masyarakat melalui pembinaan bagi anggota Satlinmas telah dilakukan terhadap 6.393 anggota dalam 60 angkatan yang diselenggarakan di kabupaten sleman sebanyak 1 angkatan dan 59 angkatan di kecamaatan se kabupaaten sleman. Materi dalam pembinaan dan pembekalan tersebut antara lain pengetahuan mengenai dasar-dasar Linmas, pelatihan pengaturan lalu lintas, peraturan baris berbaris, pengetahuan deteksi dini cegah dini. Laebih lanjut dilaporkan bahwa keseluruhan satuan perlindungan masyarakat memiliki kekuatan 6.393 personil terdiri dari Satlinmas kabupaten sejumlah 100 anggota, Satlinmas Peleton inti kecamatan masing-masing 31 personil, Satlinmas Regu Inti Desa dimana setiap Desa masing-masing 11 personil dan 4.780 anggota disiapkan untuk tugas di TPS masing-masing 2 anggota.***

5
Dec

PT ASKES KCU Yogyakarta Sosialisasikan JKN pada Kades di Sleman

Pada tahun 2014 mendatang akan dilakukan reformasi jaminan kesehatan nasional. Mulai 1 Januari 2014 seluruh masyarakat akan dijamin kesehatannya dengan Jaminan Kesehatan Nasional. Demikian disampaikan oleh dr. Donni Hendrawan, MPH. Kepala Cabang PT Askes (persero) Yogyakarta dalam acara Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional bagi SKPD dan Kades se-Kabupaten Sleman. Acara ini digelar untuk memberikan kesadaran bagi SKPD, camat dan kepala desa tentang pentingnya jaminan kesehatan nasional bagi masyarakat.

Sosialisasi dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu pada Selasa, 3 Desember 2013 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Dalam sambutannya, Yuni Satia Rahayu menyampaikan bahwa penyelenggaraan sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional ini merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan terintegrasi pada tahun 2014 nanti, oleh karena itu disamping sosialisasi ini, Pemda Sleman juga menggalakkan sosialisasi serupa kepada kelompok informasi desa dan perangkat desa yang akan diselenggarakan oleh Bagian Humas pada Kamis, 5 Desember 2013 mendatang.

Peserta jaminan kesehatan di Kabupaten Sleman terdiri dari peserta Jamkesda miskin yaitu sebanyak 72.011 jiwa, peserta Jamkesda rentan miskin sebanyak 64.138 jiwa, peserta Jamkesos miskin sebanyak 19.000 jiwa, Jamkesos Kader sebanyak 7.503 jiwa dan Jamkesda mandiri sebanyak 24.000 jiwa, peserta askes 139.863 jiwa, peserta jamkesmas 317.180 jiwa, peserta Jamsostek: 25.792 jiwa dan peserta TNI/POLRI sebanyak. 8.479. Dari sejumlah 1.137.365 jiwa penduduk Sleman sejumlah 40% diantaranya telah memiliki jaminan kesehatan. Yuni Satia Rahayu berharap program JKN menjadi langkah strategis untuk memberikan layanan jaminan kesehatan bagi seluruh warga masyarakat Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.