Arsip Kategori: Berita

30
Jun

PPDB Hari Terakhir, SMP N 4 Pakem Raih Nilai Tertinggi

Hari terakhir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Rabu (29/6) di Kabupaten Sleman dari total 45 SMP Negeri terdapat 8 sekolah yang belum terisi siswa 100%.

Dari hasil rekap PPDB Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga SMP N 2 Depok dan SMPN 3 Turi baru terisi 94% pendaftar dari total 128 kursi yang disediakan calon siswa yang mendaftar 120 orang. Di SMPN 2 Godean dari 128 kursi yang disediakan masih kekurangan 12 siswa atau baru sekitar 91% persen jumlah kursi yang terisi. SMPN 2 Moyudan persentase terisi baru 91% dari 192 kursi yang disediakan hanya terisi 174. SMPN 2 Pakem dari 128 kursi baru terisi 109 atau 85% terpenuhi. SMPN 3 Ngaglik dari 128 kursi yang disediakan baru terisi 111 atau sekitar 87% yang terisi. Sedangkan untuk SMPN 2 Kalasan dan SMPN 5 Sleman hampir mencapai 100% yaitu 99% dan 98% dari 191 kursi yang disediakan SMPN 2 Kalasan sudah terisi 189 atau hanya kekurangan 2 siswa dan SMPN 5 Sleman dari 126 kursi yang disediakan sudah terisi 123 atau hanya kekurangan 3 murid saja.

Di hari terakhir  PPDB ini SMP N 4 Pakem masih menjadi sekolah tingkat menengah pertama dengan rata-rata tertinggi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri se Kabupaten Sleman yaitu dengan rerata 287,78 dengan nilai tertinggi 303,50 dan nilai terendah 281. Disusul SMP N 1 Godean dengan rerata 286.71 dimana nilai tertinggi 297,00 dan terendah 282. Ditempat ketiga masih sama seperti PPDB hari pertama yaitu SMPN 1 Kalasan rerata  280,54 dengan nilai tertinggi 296,00 dan terendah 273,50.
30
Jun

Rhodamin B dan Boraks Masih Ditemukan Pada Makanan Tradisional

Bupati Sleman Sri Purnomo bersama  Dinas Pasar, Disperindagkop, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kabupaten Sleman beserta Balai Besar POM DIY ‘blusukan’ pasar melakukan pengawasan peredaran barang dan jasa terpadu di Pasar Cebongan Mlati dan Pasar Kebon Agung Minggir Sleman pada Rabu (29/6).

Sri Purnomo mengungkapkan bahwa dari hasil pengawasan dan tes yang dilakukan BBPOM pada sampel 17 jenis makanan di Pasar Cebongan ditemukan satu jenis makanan yang mengandung Boraks. Sedangkan tes yang dilakukan dari 15 sampel makanan di Pasar Kebon Agung ditemukan tiga jenis makanan mengandung zat kimia Rhodamin B, yang mana Rhodamin B diketahui merupakan bahan pewarna sintetis.

“Di Pasar Cebongan kami menemukan Mie ‘Jowo’ atau mie kuning yang mengandung Boraks dan di Pasar Kebon Agung kami mendapati tiga makanan tradisional yaitu lanting, rengginang, dan kerupuk pasir mengandung Rhodamin B. Saya perintahkan lurah pasar untuk mengeksekusi agar dimusnahkan makanan yang mengandung zat berbahaya tersebut dan jangan sampai dijual pada masyarakat”, ungkap Sri Purnomo.

Kepala BBPOM Dra. I Gusti Ayu Adi Arya Patni Apt. menyampaikan bahwa menjelang hari raya pihaknya bersama dinas terkait selalu mengadakan intensifikasi pengawasan pangan. Menurutnya berdasarkan hasil pengetesan yang dilakukan, zat kimia berbahaya yang paling banyak ditemukan secara umum adalah Rhodamin B.

“Makanan yang banyak mengandung zat pewarna sintetis ini kebanyakan dari luar daerah sehingga perlu adanya koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasinya, karena Rhodamin B merupakan zat kimia berbahaya yang dampaknya baru terasa 10-15 tahun kemudian”, jelas I Gusti Ayu.

Ketua TPID Kabupaten Sleman Iswoyo Hadiwarno menjelaskan bahwa pemantauan barang dan jasa dilaksanakan pada tanggal 30 Mei hingga 29 Juni 2016 di 22 lokasi pasar. “Kami melakukan pemantauan di Pasar Wonosari, Kejambon, Rejodani, Turi, Pakem, Gentan, Gamping, Denggung, Ngijon, Godean, Sleman, Manggung, Condongcatur, Kalasan, Sambi Legi, Stan, Tempel, Ngino, Balangan, Potrojayan, dan terakhir di Pasar Cebongan dan Kebon Agung. Dari pantauan di 20 pasa sebelumnya kami temukan boraks pada mie basah dan Rhodamin B pada berbagai macam makanan tradisional”, jelas Iswoyo.

Sementara itu terkait kenaikan harga kebutuhan bahan pokok menjelang hari raya Ketua TPID Kabupaten Sleman Iswoyo Hadiwarno menjelaskan ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan dan penurunan harga pada minggu keempat dibandingkan minggu kelima . Kenaikan harga terjadi pada daging sapi dari harga Rp 118.750,- menjadi Rp 122.222,-, beras dari harga Rp 9.000,- menjadi Rp 9.407,-, ayam potong dari harga Rp 32.250,-, menjadi Rp 32.296,-, dan beberapa komoditi lain seperi bawang merah, bawang putih, kobis mengalami kenaikan Rp 300,- hingga Rp 6.500,-.

Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan yaitu gula pasir dari harga RP 15.589,- menjadi Rp 14.643,-, minyak goreng curah dari Rp 11.000,-, menjadi Rp 10.250,-, telur broiler dari harga Rp19.208,- menjadi Rp 19.000,-, serta harga cabe juga mengalami penurunan mulai Rp 700,- hingga Rp 5.500,-.
29
Jun

Pantauan di Pasar Godean Harga Naik Tapi Tidak Signifikan

Menjelang Hari Raya Idhul Fitri 1437 H  harga kebutuhan pokok di Sleman mengalami kecenderungan naik namun relatif kecil. Seperti yang terjadi di Pasar Tradisional Godean beberapa komodity kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Kondisi ini terlihat berdasarkan pemantauan pada Selasa (28/6) yang dilakukan oleh  Biro Administrasi, Perekonomian dan SDA Setda DIY dan Bagian Perekonomian Setda kabupaten Sleman.

Menurut Tri Mulyono, MM bahwa pemantauan harga tersebut dimaksudkan untuk memperoleh data tentang harga dan kondisi ketersediaan stok  komoditi bahaan pokok di beberap pasar tradisional di wilayaah DIY yang nantinya bisaa diinformasikan kepada masyarakat. Lebih lanjut disampaikan bahwa yang dipantau adalah komoditas yang dibutuhkan masyarakat , namun saat dilakukan pemantauan khusus di pasar Beringharjo dan Godean beberapa komoditi mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu tinggi, tetapi ada sebagian komoditi yang justru mengalami penurunan. Yang jelas tambah Tri Mulyono pemantauan harga tersebut sebagai upaya  tindak lanjut akan adanya fluktuasi harga.

Menyinggung stok barang, masyarakat tidak perlu kawatir karena stok sampai lebaran bahkan usai lebaran nanti cukup, memang diakui  beberapa komoditi barang kebutuhan harganya masih cukup tinggi, seperti daging sapi, daging ayam dan gula pasir.

Setelah dilakukan pemantauan beberapa komoditi seperti Daging sapi KW1 minggu lalu harganua Rp. 120.000 dan hari ini tetap , Daging KW 2 harga minggu lalu Rp. 108.000 dan hari ini tetap, Daging ayam potong minggu lalu harganya Rp. 30.000 dan saat dilakukan pemantauan di pasar godean harganya  naik menjadi Rp. 32.000, sementara daging ayam kampung harganya masih sama yaitu Rp. 65.000.

Sementara untuk gula pasir harganya masih sama Rp. 16.000 telur ayam ras (Broiler) Rp. 18.000 bawang merah naik menjadi Rp. 25.000 yang sebelumnya hanya Rp. 20.000, Bawang putih cincau harganya masih sama yaitu Rp. 32.000 dan bawang putih kating hargnya Rp. 36.000, Tepung segitiga biru harganya masih sama yaitu Rp. 8000, Tepung Cakra harganya masih sama yaitu Rp. 7.500, Cabe merah besar naik menjadi Rp. 20.000 yang sebelumnya hanya Rp. 15.000, cabe merah keriting naik menjadi Rp. 25.000 yang sebelumnya hanya Rp. 20.000, Cabe rawit hijau harganya masih sama yaitu Rp. 20.000, Cabe rawit merah naik menjadi Rp. 25.000 yang sebelumnya hanya Rp. 20.000, Lele harganya masih sama yaitu Rp. 22.000, Nila hitam dan nila merah harganya masih sama yaitu Rp. 32.000, Udang putih harganya masih sama yaitu Rp. 65.000, Kembung harganya masih sama yaitu Rp. 30.000, Gurami harganya masih sama yaitu Rp. 40.000, Bawal tawar harganya masih sama yaitu Rp. 27.000, Bandeng harganya masih sama yaitu Rp. 30.000, Minyak goreng curah barko harganya masih sama yaitu Rp. 13.000, Minyak goreng curah sawit harganya masih sama yaitu Rp. 10.000, Minyak goreng bimoli harganya masih sama yaitu Rp. 12.500.

Ikut memantau di pasar Godean tersebut antara lain Kepala Biro Adminsitrasi Paerekonomian daan SDA Setda DIY Drs. Tri Mulyono, MM, Kepala Bagian Perekonomian Setda kab. Sleman Ir. CC. Ambarwati, MM, juga dari Bank Indonesia Yogyakarta.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.