Arsip Kategori: Berita

26
May

Tim Olahraga KORPRI Kabupaten Bandung Lakukan Pertandingan Persahabatan

Kunjungan tim olah raga Korpri Kabupaten Bandung di Kabupaten Sleman Jumat 23 Mei 2014 disambut hangat tim korpri olah raga Kabupaten Sleman. Dalam kunjungan persahabatan tim olah raga Korpri Kabupaten sleman tersebut diterima Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS.M.Hum di Aula lantai III Pemkab Sleman. Wakil Bupati antara lain menyampaikan bahwa dengan pertandingan olahraga  persahabatan tersebut dapat semakin mempererat jalinan silaturahmi antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sleman. Kemajuan di bidang olahraga juga menunjukkan kemajuan suatu bangsa. Bangsa-bangsa yang maju olah­raganya adalah bangsa-bangsa yang juga maju di bidang lain seperti ekonomi, sains, serta peradaban. Oleh karena Wabup mengajak untuk mengupayakan perkembangan dan kemajuan bidang olah raga. Saya berharap juga agar kedepan silaturahmi ini tetap terjaga dan dapat dikembangkan kerjasama di bidang lainnya.

Sedangkan  pimpinan rombongan tim olah raga Korpri Kabupaten Bandung yang juga Asisten Bidang Pemerintahan kabupaten Bandung H. Yudi Haryanto,  antara lain menyampaikan bahwa kunjungannya di Kabupaten Sleman dalam rangka silaturahmi dan meningkatkan persahabatan khususnya dalam bidang olah raga. Dengan persahabatan tersebut diharapkan dibidang olah raga kedua kabupaten  akan lebih maju. Rombongan tim olah raga Korpri kabupaten Bandung tersebut sebanyak 50 orang.
Cabang olah raga yang dipertandingkan dalam persahabatan tersebut berupa Bola Voli Putri, Bulu Tangkis Putra bertempat di GOR Pangukan, sedang cabang bilyar putra di Demangan, cabang Tenis Meja di Gedung Serbaguna sleman dan cabang Tenis Lapangan putra dan putri di lapangan Tenis Sleman. Untuk cabang Bola Voli baik tim olah raga Korpri Sleman maupun Bandung kebanyakan bermaterikan guru olah raga, hingga dalam pertandingan tersebut cukup menarik ditonton dan berjalan alot meskipun akhirnya dimenangkan tim bola voli kabupaten .


23
May

Empat Tenaga Kesehatan Sleman Dinilai Tim Penilai DIY

Empat tenaga kesehatan Sleman dinilai oleh tim Penilai DIY dalam rangka pemilihan tenaga kesehatan teladan. Tenaga kesehatan yang dinilai telah mengikuti ujian tertulis 30 April yang lalu dan kunjungan lapangan dilaksanakan Kamis, 22 Mei 2014. Kunjungan lapangan ke empat lokasi meliputi Puskesmas Seyegan untuk tenaga medis atas nama drg. Sri Wijayanti dan tenaga keperawatan atas nama Agung Sukmawati. Untuk Puskesmas Ngaglik I tenaga kesehatan Masyarakat atas nama Puspo Peni dan untuk Puskesmas Depok II bagi tenaga Pelaksana gizi atas nama Adi Nugrahawati.

Dalam kesempatan ini Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS. M.Hum dan Kepala Dinas Kesehatan menerima tim penilai DIY di Puskesmas Depok II yang dipimpin oleh drg. Ini Hekmatin, M.Kes bersama rombongan.
Dalam sambutannya Wakil Bupati mengemukakan penilaian ini merupakan momen yang sangat tepat untuk menge­va­luasi dan melihat kinerja sebenarnya dari tenaga kesehatan yang bersangkutan di lapangan  dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemkab Sleman beserta seluruh tenaga kesehatan di  pusat pelayanan kesehatan senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Peningkatan kualitas kesehatan tersebut, dilaksanakan antara lain dengan  pengadaan dan perbaikan sarana prasarana kesehatan, puskesmas dan rumah sakit, penyempurnaan sistem pelayanan dan peningkatan kualitas pelayanan, serta peningkatan kapasitas Sumber Daya kesehatan. Dalam melaksanakan misi meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat, diupayakan pelayanan kesehatan yang mudah diakses oleh setiap warga masyarakat Sleman. Keberhasilan di bidang kesehatan di Sleman selama ini tidak dapat dilepaskan dari peran tenaga medis dan tenaga kesehatan. Dengan demikian keberhasilan tidak hanya meningkatkan usia harapan hidup saja namun lebih persuasif kepada bentuk pelayanan pada masyarakat. Terlebih lagi kinerja tenaga kesehatan dapat meningkatkan kualitas institusi untuk memberi pelayanan yang terstandar.
Ditambahkan oleh Wakil Bupati peningkatan sarana dan prasarana kesehatan di Sleman dilakukan antara lain dengan peningkatan Puskesmas menjadi puskesmas rawat inap, yaitu Puskesmas Mlati II, Puskesmas Ngemplak I, Puskesmas Minggir, Puskesmas Kalasan dan Puskesmas Sleman. Selain itu, sejumlah 71 Puskesmas Pembantu juga mendukung pelayanan kesehatan di seluruh desa. Sementara itu, jumlah tenaga medis di 25 Puskesmas di Sleman sebanyak 11 tenaga medis yang meliputi 71 dokter umum, 39 dokter gigi termasuk 4 dokter gigi spesialis.  Sementara untuk mendukung pelayanan di tingkat dusun, di Kabupaten Sleman terdapat 1.516 posyandu yang tersebar di 1.212 padukuhan dengan jumlah posyandu yang aktif sebanyak 73,15%. di Sleman juga telah terbentuk tempat perawatan gizi buruk di 4 Puskesmas perawatan yang ditangani oleh tim yang terdiri dari dokter, ahli gizi perawat, serta psikolog yang juga telah dilatih penanganan gizi buruk serta didampingi dokter spesialis anak. Dalam rangka meningkatkan pelayanan upaya standarisasi pelayanan terus ditingkatkan. Sampai dengan tahun 2013 telah ada 23 puskesmas berstandard ISO dari 25 puskesmas yang ada. Disamping itu pengelolaan RSUD Sleman semakin baik dengan lulus ISO 9000:2008 serta penerapan sebagai BLUD .***


23
May

Sleman Raih WTP Tiga Kali Berturut-turut

Yogyakarta, 22 Mei 2014 bertempat di kantor BPK perwakilan DIY dilaksanakan penyerahan Laporan Hasil Pemerikasaan (LHP) BPK RI, terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten/Kota se-DIY.  Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Bupati dan walikota dan ketua DPRD se-DIY.

Kepala BPK RI perwakilan DIY, Sunarto menyatakan bahwa kegiatan pemeriksaan keuangan daerah ini dilaksanakan sesuai dengan amanah UU No.15 tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.  Pemeriksaan yang dilaksanakan oleh BPK ini meliputi laporan keuangan Pemerintah Daerah tahun 2013, laporan kepatuhan, dan laporan terhadap Sistem Pengendalian Intern.  Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK terhadap kabupaten dan kota se-DIY, didapatkan hasil yaitu, Pemkab. Sleman memperoleh opini WTP, Pemkab. Bantul memperoleh opini WTP, Pemkab. Kulon Progo memperoleh opini WTP, Kota Yogyakarta memperoleh opini WTP sedangkan Pemkab. Gunung Kidul pada tahun ini belum memperoleh opini WTP dalam laporan keuangannya, Pemkab Gunung Kidul masih mendapatkan opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian).  Pada tahun ini Pemkab Kulon Progo untuk pertama kalinya memperoleh opini WTP dari BPK RI, sedangkan untuk Kabupaten Sleman adalah untuk yang ke-3 kalinya secara berturut memperoleh opini WTP.  Meskipun demikian Sunarto berharap agar seluruh pemkab dan pemkot se-DIY dapat segera menindak lanjuti hasil pemeriksaan BPK selambat-lambat 60 hari setelah diberikannya LHP terhadap masing-masing Kabupaten/Kota.  Sunartro juga berharap agar Pemkab dan Pemkot yang telah memperoleh opini WTP agar terus meningkatkan kinerjanya dan tentunya harus dapat mempertahankan opini WTP tersebut, untuk Pemkab. Gunung Kidul, Sunarto berharap agar tahun depan sudah memperoleh opini WTP, Sunarto mempersilahkan pada pemerintah daerah untuk melakukan konsultasi dan koordinasi dengan BPK agar nantinya laporan keuangan yang diberikan sesuai dengan pelaksanaan pembangunan, transparan, dan akuntable.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo ditunjuk untuk memberikan sambutan untuk mewakili kepala daerah se-DIY.  Dalam sambutannya Hasto menyatakan bahwa untuk memperoleh opini WTP ini dibutuhkan kerja keras dari semua pihak.  Hasto sangat berterima kasih kepada tim BPK yang telah memberikan bimbingan, arahan dan wawasan yang baru sehingga akhirnya Pemkab. Kulon Progo memperoleh opini WTP.  Hasto menambahkan bahwa salah satu motivasi terbesar Pemkab. Kulon Progo untuk menuju opini WTP ini adalah Pemkab. Sleman, Hasto menilai banyaknya prestasi yang ditorehkan Kabupaten Sleman di tingkat Nasional memberikan motivasi besar bagi Pemkab. Kulon Progo untuk mengikuti jejaknya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo berterima kasih kepada seluruh jajaran aparat Pemkab. Sleman yang telah bekerja keras dalam mewujudkan hal tersebut, selain itu Sri Purnomo berharap agar Pemkab. Sleman segera menindak lanjuti hasil dari LHP BPK ini.***



Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.