Arsip Kategori: Berita

21
Jan

Pemilahan Arsip Penting Dilakukan

Dalam rangka menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, menjamin perlindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan masyarakat serta mendinamiskan sistem kearsipan Pemerintah Kabupaten Sleman maka diperlukan penyelenggaraan kearsipan yang sesuai prinsip, kaidah dan stándar kearsipan sebagaimana dibutuhkan oleh suatu sistem penyelenggaraan kearsipan yang handal. Terkait nilai guna arsip, bahwa fungsi arsip dalam berbangsa dan bernegara sangat menentukan dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, saya harap seluruh jajaran Pemkab Sleman agar turut menjaga dan melestarikan arsipnya dengan baik dan benar serta dijaga kehati-hatiannya, karena ketika arsip itu diproses pemusnahan atau penyusutannya berarti arsip tidak dapat diciptakan kembali sebab memusnahkan arsip berarti menghilangkan atau menghapuskan wujud fisik arsip itu sendiri dan informasi yang ditimbulkan oleh arsip tersebut, oleh sebab itulah sesuai dengan amanat Undang-Undang tidak boleh memusnahkan arsip tanpa dinilai terlebih dahulu melalui prosedur yang benar. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakaan Sekda dr. Sunartono,M.Kes pada penandatanganan berita acara pemusnahan Arsip Kepegawaiaan di BKD Selaasa 21 Januari 2014.
Lebih lanjut disampaikan bahwa
Arsip sebagai rekaman kegiatan lembaga mempunyai manfaat sebagai bahan pengambilan kebijakan, bukti akuntabilitas kinerja, memori dan identitas serta bahan pertanggungjawaban. Untuk itu arsip perlu dikelola, dipelihara dan diselamatkan agar arsip dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan publik. Namun seiring banyaknya kegiatan tentunya volume arsip terus bertambah. Meski demikian, tidak semua arsip disimpan selamanya sebagai arsip statis, sebagian besar arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna, telah habis retensinya dan berketerangan dimusnahkan berdasarkan Jadwal Retensi Arsip, tidak ada peraturan perundangan yang melarang dan tidak berkaitan dengan penyelesaian proses suatu perkara, harus dimusnahkan.

Pemusnahan arsip telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 pasal 52 ayat (1) yang menyatakan bahwa : “Setiap Lembaga Negara dan lembaga yang terkena kewajiban berdasarkan undang-undang ini dilarang melaksanakan pemusnahan arsip tanpa prosedur yang benar. Pemusnahan arsip merupakan tanggungjawab pimpinan pencipta arsip. Adapun prosedur dan tata cara pemusnahan arsip telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemusnahan Arsip.

Adapun tujuan pemusnahan arsip antara lain untuk efisiensi dan efektivitas kerja, serta penyelamatan informasi arsip itu sendiri dari pihak-pihak yang tidak berhak untuk mengetahuinya. Yang menjadi pertimbangan mendasar dalam pemusnahan arsip yaitu harus memperhatikan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Pemerintah Kabupaten Sleman di tahun 2013 yang lalu telah memproses pengajuan persetujuan pemusnahan arsip kepegawaian ke Arsip Nasional Republik Indonesia dan telah disetujui yaitu dengan Surat Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia. Berdasarkan surat persetujuan dari Arsip Nasional Republik Indonesia tersebut maka ditetapkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 523/Kep.KDH/A/2013 tanggal 18 Desember 2013 tentang Pemusnahan Arsip Kepegawaian.
Sedangkan kepala Kantor Arsip Daerah Dra. Hj. Sudarningsih, Msi pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa maksud dan tujuan pemusnahaan arsip tersebut untuk mengurangi volume arsip yang tidak mempunyai nilai guna sehingga dapat diketahui arsip-arsip yang bernilai guna dapat diselamatkan daan arsip yang tidak memiliki nilai guna dapat dimuasnahkan sesuai peraturan perundangt-undangan yang berlaku, dan untuk efisiensi sarana dan prasaarana serta memudahkan penemuan kembali arsip.Sasaran pemusnahan arsip adalah arsip kepegaawaian milik BKD yang sudah tidak memiliki nilai guna primer dan sekunder antara lain Arsip tentang laaporan Diklat Pegawai, aarsip tentang daftar hadir, arsip tentang permohonan satya lancana, arsip tentang ijin belajar, laporan selesai tugas belajar dan arsip tentang Dupak guru. Sementara metode pemusnahan arsip dilakukan secara total sehingga tidak dikenal lagi baik fisik maaupun informasinya dengan cara metode kimiawi (peleburan kertas) beklerjasama dengan UD. Samak Jaya Karton di Magelang. Sedang arsip kepegawaian yang dimuasnahkan sebanyak 7.488 berkas dan 3.377 buku, sebagimana tercantum dalam daftar arsip musnah.

Pemusnahan ditandai dengan penandatanganan berita acaara oleh Kepala Arsip Daerah Kabupaten Sleman dan pimpinan UD Samak Jaya Karton dan sebagai saksi Kepala BKD Drs. Iswoyo Hadiwarno, Kepala Inspektur Kabupaten Suyono, SH. M.Hum, Kepala Bagian Hukum Hery Dwikuryanto, SH.M.Hum dan disaksikan Sekda Sleman. Disamping itu juga penyerahan arsip yang dimusnahkan oleh Sekda daan diterima Kepala Arsip Daerah dan pemusnahan arsip di UD Samak Jaya Karton di Bojong Mungkit Magelang yang dimulai oleh Kepala Inspektur Kabupaten dan diikuti oleh Kepala Arsip Daerah.
20
Jan

Aset Bank Sleman Meningkat 20%

Bank Sleman diawal tahun baru 2014 mengadakan penarikan undian Tabungan Mutiara Ke VI, Jum’at, 17 Januari 2014 di Grha Sarina Vidi Jl. Magelang Mulungan Sendangadi Mlati Sleman. Menurut Muh Sigit, SE, MSI. Direktur Utama Bank Sleman hadiah yang disediakan yakni untuk hadiah utama 1 buah mobil New Zenia dan hadiah hiburan berupa 3 buah motor honda beat, 5 buah TV LED 29 In, 5 lemari es, 5 mesin cuci, 2 speaker aktif, 4 kompor gas dan 6 open. Penyediaan hadiah ini sebagai salah satu media untuk menarik nasabah menabung di Bank Sleman dan menurut Notaris Nuning Rahayu, SH. Jumlah point yang diundi mencapai 6,5 juta lebih.

Masih menurut Muh Sigit selama tahun 2013 asset Bank Sleman mencapai 432 M, tumbuh 20 % dibanding tahun 2012, kredit yang disalurkan 336 M tumbuh 21 % dan simpanan masyarakat dalam bentuk deposito dan tabungan mencapai 262 M. Sementara pertumbuhan laba mencapai 34 % yakni sebesar 15,5 M. Sementara untuk tahun 2014 telah disetujui oleh eksekutif dan DPRD dengan modal dasar sebesr 110 M yang pada tahun 2013 modal disetor sebesar 52 M.

Bank Sleman selama 4 tahun terakhir juga telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dan memberikan porsi kredit yang besar kepada UKM di Sleman, terbukti debitur dari UKM sebesar 55 % sisanya untuk umum. Dan komitmen Bank Sleman pada tahun 2014 menjadi banknya UKM Sleman. Pada tahun 2014 juga akan menyalurkan program baru yakni kredit murah Sembada bagi kelompok usaha mikro dengan bunga 0,78 % per bulan.

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan pengundian Tabungan Mutiara VI ini dapat menjadi salah satu pengungkit perekonomian di Kabupaten Sleman agar lebih maju dan semakin baik dari tahun-tahun. Hal ini dapat terjadi kalau strategi pengundian ini mampu menimbulkan efek ganda, yakni peningkatan nasabah, tabungan dan deposito, peningkatan realisasi kredit, peningkatan pendapatan/keuntungan dan pada gilirannya juga akan berpengaruh langsung pada sektor riil di Sleman. Pengundian hadiah ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menabung dan memberi motivasi untuk menekan sikap konsumerisme. Dana masyarakat yang terkumpul dalam tabungan dapat dimanfaatkan untuk menambah investasi, sehingga akan memacu kegiatan-kegiatan yang bersifat produktif dan memberi nilai tambah suatu produk yang mampu menarik pasar, dan akhirnya dapat meningkatkan perekonomian daerah.

Bupati juga berharap agar sebagai BUMD, Bank Sleman juga dapat semakin berperan dalam upaya Pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian. Dengan peran yang semakin penting, maka kehadiran BUMD ini semakin dirasakan kontribusinya untuk menopang dan memacu dinamika perekonomian daerah dan pada gilirananya dapat memberi peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di Kabupaten Sleman.

Setelah dilakukan pengundian oleh Bupati Sleman yang didampingi oleh Direktur Utama Bank Sleman maka keluar sebagai peraih hadiah utama New Xenia yakni Tri Haryono nomer rekening 1-11368-6. Sebelumnya untuk tabungan dari pemerintah desa Sinduharjo berkali-kali mendapat undian yang pertama mendapat kompor gas kemudian meningkat menjadi mesin cuci, kulkas dan terakhir mendapat sepeda motor honda beat dan berdasarkan peraturan yang dibacakan notaris sebelumnya yang diraih adalah hadiah tertinggi yakni berhak mendapat hadiah motor honda beat.

 

20
Jan

Sleman Terus Berupaya Meminimalisir Pengangguran dan Kemiskinan

Aspek perlindungan ketenagakerjaan sangat berpengaruh pada stabilitas usaha. Salah satu tantangan besar yang kita hadapi saat ini adalah meningkatkan kualitas SDM baik melalui optimalisasi Balai Latihan Kerja maupun kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga diklat swastra atau pusat diklat di perusahaan besar. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek perlindungan ketenaga kerjaan dan merupakan hak dasar dari setiap tenaga kerja yang ruang lingkupnya telah berkembang sampai pada keselamatan dan kesehatan masyarakat secara nasional. Untuk itu diperlukan upaya perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja melalui pelaksanaannya.Pelaksanaan K3 tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah namun juga menjadi tanggung jawab semua pihak khususnya masyarakat industri. Dengan demikian semua pihak terkait berkewajiban untuk berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya untuk melakukan berbagai upaya di bidang K3 secara terus menerus dan berkesinambungan serta menjadikan K3 sebagai bagian dari budaya kerja di setiap kegiatan sehingga dapat mencegah kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Hal ini tentunya akan mempengaruhi stabilitas dalam berusaha dan secara tidak langsung dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Hal tersebut disampaikan bupati sleman Drs. Sri Purnomo saat menjadi Irup pada upacara 17 an tanggal 17 Januari 2014 di Lapangan Pemda. Pada kesempatan tersebut bupati menghimbau, mengajak dan mendorong agar seluruh pihak di semua sektor baik pemerintah, cendekiawan, perguruan tinggi, organisasi profesi, asosiasi, pimpinan perusahaan, pekerja, masyarakat lain-lainnya untuk melakukan upaya konkrit pelaksanaan K3 di lingkungannya masing-masing. Pelaksanaan K3 ini tidak terbatas pada industri besar saja tapi juga pada industri kecil atau mikro.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman senantiasa berupaya untuk menekan angka pengangguran diantaranya melalui standardisasi Pelayanan AK.1 sesuai ISO 9001:2008, membuka bursa kerja melalui kerjasama dengan perguruan tinggi dan berbagai pihak dan penambahan peralatan bursa kerja online serta menambah fasilitas Sarkeling untuk memberikan layanan informasi ketenagakerjaan bagi masyarakat di wilayah pelosok. Jika pada tahun 2012 jangkauan Sarkeling hanya dapat menjangkau 43 lokasi, mulai tahun ini mobil Sarkeling akan memperluas cakupan lokasi yang dapat dikunjungi.

Pasar Kerja Keliling, tidak hanya memberikan informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutama angkatan kerja bagaimana cara mencari lowongan kerja secara on line di seluruh perusahaan di Indonesia, informasi pendidikan dan pelatihan ketrampilan di BLK Sleman. Selain itu saya juga berharap agar di wilayah Kabupaten Sleman ini semakin banyak tumbuh lapangan kerja baru sehingga dapat menyerap tenaga kerja yang ada. Penurunan angka pengangguran menjadi tantangan Kabupaten Sleman didalam mewujudkan peningkatan keseja-teraan masyarakat. Kehadiran Pasar Kerja Keliling, dapat menjawab kebutuhan bagi masyarakat terutama angkatan kerja maupun menjawab kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja terampil dan berkualitas. Upaya ini telah mampu menempatkan 62,6% dari total angkatan kerja Sleman yang berjumlah 7.233 tenaga kerja.

TPK Award merupakan upaya TPK Sleman untuk mendorong semua TPK bekerja lebih baik serta sebagai bentuk penghargaan atas kerelawanan para tokoh dari berbagai unsur masyarakat yang bersedia bekerja tanpa imbalan. Langkah ini dipandang penting mengingat peran TPK sangat strategis dalam penanggulangan kemiskinan. TPK merupakan lembaga yang paling mengetahui kondisi riil warga miskin di wilayah masing-masing. Oleh karena itu, TPK merupakan pihak yang paling tepat untuk mengkoordinasikan dan mensinergikan penanganan kemiskinan dengan memanfaatkan potensi lokal sehingga penanganan merupakan tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun swasta. Pada kesempatan tersebut bupati berharap TPK kecamatan, desa dan padukuhan dapat terus meningkatkan kinerjanya dalam upaya penanggulangan kemiskinan sehingga cita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dapat segera terwujud secara efektif, efisien dan berkesinambungan.

Pada klesempatan tersebut diserahkan pula Piala, Piagam dan seperangkat Komputer kepada TPK Kecamatan, Desa dan Padukuhan yang menjadi juara. Penilaian TPK dilakukan pada bulan Desember 2013 kepada 7 TPK Kecamatan, 11 TPK Desa dan 9 TPK Padukuhan. Para juara tersebut untuk TPK Award tingkat Kecamatan juara I TPK Kecmatan Depok, juara II TPK Kecamatan Sleman , juara III TPK kecamatan Berbah. TPK Award tingkat DEsa, juara I TPK Desa Tegaltirto Berbah, juara II TPK Desa Caturharjo Sleman, juaraa III TPK desa Minomartani Ngaglik. TPK Award tingkat Padukuhan juara I TPK Padukuhan Cungkuk Margorejo Tempel, juara II TPK padukuhan Somorai Margoagung Seyegan dan juara III TPK padukuhan Kwadungan Widodomartani Ngemplak. Sebagaai juara umum Kecamatan Berbah dan berhak mendapat Pilala bergilir bupati sleman.Piala, piagam dan seperangkat Komputer diserahkan bupati Sleman yang didampingi wakil bupati Sleman Yuni Satia Rahaayu, SS.M.Hum


Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.