Arsip Kategori: Berita

13
Jul

KPU Sleman Adakan Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih

Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di wilayah Kabupaten Sleman kembali dilanjutkan setelah sebelumnya sempat dihentikan atas pertimbangan adanya pandemi Covid 19.

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Indah Sri Wulandari menyebut saat ini tahapan pemilu memasuki tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih.

“Sekarang kita berada dalam tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih yang akan hadapi adalah pencocokan dan penelitian (coklit),” jelas Indah Wulandari dalam kegiatan jumpa pers di Pendopo Parasamya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (9/7).

Menurut Indah, tahapan pemutakhiran data ini merupakan salah satu tahapan yang sangat krusial dan strategis bagi terselenggaranya Pilkada dalam hal ini pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman.

“Tahapan ini menentukan bagi tahapan pemilihan selanjutnya, mulai dari penentuan jumlah TPS, alokasi logistik, pola sosialisasi pemilihan, rekapitulasi hasil suara dan lain sebagainya. Maka jika tahapan ini bermasalah atau tidak valid, dapat dipastikan tahapan selanjutnya juga akan sangat terganggu,” katanya.

Selain berpengaruh kepada tahapan selanjutnya, pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih ini juga dianggap sebagai langkah dalam memberikan jaminan warga negara terdaftar sebagai pemilih tanpa diskriminasi. Jaminan tersebut melingkupi kemudahan untuk terdaftar sebagai pemilih dan mengetahui data pemilih tersebut serta memperbaiki elemen data di daftar pemilih.

Dalam pelaksanaan tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih ini, KPU Kabupaten Sleman dibantu oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilu (PPDP).

Adapun dalam prosesnya, Pencocokan data dan Penelitian (Coklit) akan dilakukan oleh petugas PPDP mulai 15 Juli 2020 sampai 13 Agustus 2020 dengan metode rumah ke rumah di wilayah Kabupaten Sleman.

Indah menilai proses pendataan dari rumah ke rumah oleh petugas PPDP tersebut cukup krusial. Maka dalam kesempatan tersebut dirinya mengharap masyarakat tidak melakukan penolakan bagi petugas yang datang. Pasalnya, setiap petugas yang melakukan pendataan dari rumah ke rumah telah dilakukan rapid test dan akan dibekali surat keterangan bebas covid 19. Hal tersebut disebut sebagai ketentuan pelaksanaan tahapan pemilu di tengah pandemi Covid 19 yang disertai protokol kesehatan.

“KPU Kabupaten Sleman berusaha semaksimal mungkin untuk menyesuaikan tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih  dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid 19 untuk melindungi diri, keluarga dan semua lapisan masyarakat yang terlibat dalam pemilihan,” jelas Indah Wulandari.

10
Jul

FKUB Kecamatan Mlati Bagikan Sembako Pada Tokoh Masyarakat dan Agama

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Mlati, Sleman, membagikan sembako kepada 28 tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Mlati, Kamis (9/7). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Ia menyambut baik kegiatan yang digagas oleh FKUB Kecamatan Mlati tersebut. Menurutnya tokoh masyarakat mempunyai peran yang sangat penting di tengah masyarakat. Tokoh agama, lanjut Sri Muslimatun, dapat menjadi perekat antar warga masyarakat, tak terkecuali dalam situasi krisis akibat Covid-19 seperti saat ini.

“Situasi covid ini bisa menjadikan warga yang rukun jadi tidak rukun, saling cemburu karena bantuan sosial dsb. Dalam kondisi seperti ini tokoh agama dan tokoh masyarakat lah yang lebih di dengarkan oleh warga” ucapnya.

Sementara Najmuddin, selaku Wali FKUB Kecamatan Mlati, menjelaskan bahwa sasaran pemberian bantuan ini bukan untuk warga kurang mampu sebagaimana yang sudah ada. Namun bantuan tersebut diberikan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Mlati. Tujuannya, kata Najmuddin, semata-mata untuk menjalin kerukunan antar tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Mlati dengan para stakeholder di Kecamtan Mlati. Dengan begitu diharapkan Kecamatan Mlati tetap aman dan lebih kondusif.

“Mereka berkumpul di sini tujuannya agar saling mengenal, sehingga dapat mewujudkan kerukunan dan kondusifitas di tengah masyarakat”, kata Najmuddin.

Turut dihadiri pada kegiatan tersebut oleh Camat Mlati, TNI serta Kepolisian Kecamatan Mlati. Acara tersebut juga menerapkan protokol kesehatan seperti social distancing dan pengecekan suhu tubuh.

10
Jul

BNPB Pusat Pantau Situasi Gunung Merapi

Bupati Sleman Sri Purnomo menerima kunjungan dari BNPB Pusat, Kamis (9/7) di Komplek Setda Sleman. Dalam kunjungan tersebut  Deputi Pencegahan BNPB Pusat, Lilik Kurniawan menjelaskan timnya datang ke Kabupaten Sleman untuk meninjau secara langsung terkait situasi Gunung Merapi.

“Sudah 10 tahun lalu terakhir letusan besar Merapi dan akhir – akhir ini terjadi letusan kecil. Hal itu yang membuat kami ingin meninjau langsung kesiapsiagaan masyarakat disekitaran lereng Merapi,” kata Lilik.

Menurutnya kesiapsiagaan bencana alam sangat penting bahkan ditengah wabah pandemi seperti saat ini. “Saat ini kita sedang diwabah pandemi, tapi kita jangan lengah, ada bencana alam yang juga harus selalu siapsiaga kapanpun,” katanya.

Berdasarkan data dari BPTTKG, timnya menyambangi 4 Kabupaten yang dekat dengan radius Merapi, yakni Klaten, Sleman, Boyolali dan Magelang. “Kemaren kami datang ke Klaten, salah satunya meninjau jalur evakuasi. Hari ini dilanjutkan dengan kampung disekitaran lereng Merapi yakni Cangkringan, Sleman” katanya.

Selain itu, dikunjungan tersebut BNPB juga meninjau perilaku kesiapsiagaan masyarakat Sleman dalam pencegahan Covid-19.

Sementara itu Sri Purnomo menjelaskan kunjungan tersebut sekaligus berkordinasi bersama BPPTKG dan BNPB membahas terkait rencana kontijensi Merapi yang sudah dibuat bulan Februari 2020 kemarin.

“Sleman sudah punya rencana kontijensi yang dibuat sebelum wabah Covid-19. Nanti rencana kontijensi tersebut akan dibahas kembali menyesuaikan protokol kesehatan Covid-19, seperti misal barak pengungsian yang menerapkan jaga jarak dan penyebaran pengungsi ke beberapa barak agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Selain itu, Sri Purnomo juga melaporkan terkait perilaku masyarakat Sleman dalam menghadapi wabah Covid-19. Menurutnya masyarakat Sleman sudah mengikuti arahan dan himbauan pemerintah. Bahkan kesadaran sudah terbentuk dikampung – kampung, yakni inisiatif masyarakat untuk melakukan scaning kepada siapapun yang ingin bertamu.

Pemkab Sleman juga telah melakukan simulasi pembukaan sektor pariwisata yang menerapkan protokol Covid-19 di era new normal. Langkah tersebut diambil untuk menanggulangi perekonomian yang terdampak di Kabupaten Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.