Arsip Kategori: Hari Jadi Sleman

6
May

Jemparingan, Lomba Panahan Tradisional Khas Sleman

Dalam rangka memperingati hari jadi Sleman ke 103, Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Lomba Panahan Tradisional (Jemparingan) bertempat di Lapangan Pemda Sleman pada hari Minggu (5/5). Pembukaan lomba jemparingan tersebut diawali dengan pelepasan burung merpati oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman dan yang diikuti oleh masing-masing perwakilan tim panahan.

Bandi Utama selaku Ketua penyelenggara Lomba Jemparingan mengatakan bahwa tercatat 281 peserta dari 46 klub panah dari berbagai wilayah di Pulau Jawa mengikuti lomba tersebut. Dalam perlombaan tersebut, para peserta mempunyai kesempatan lima sesi memanah dengan jarak objek panah 30 meter. Dimana setiap sesinya peserta berhak melepaskan empat kali anak panah.

Berbeda dengan panahan biasanya, jemparingan mewajibkan pesertanya menggunakan busana tradisional Jawa. Dalam melepaskan busur panah, para peserta menggunakan panah tradisional atau gandhewa dengan posisi duduk bersila dan sasarannya berwujud bandhulan. Sementara itu Kepala Dispora Kabupaten Sleman Agung Armawanta mengatakan dimaksudkan untuk mempromosikan kepada warga Sleman bahwa Hari Jadi Kabupaten Sleman adalah milik semua warga Sleman.

Lanjutnya, kegiatan tersebut juga merupakan salah satu wujud untuk mensosialisasikan dan melestarikan olahraga jemparingan yang merupakan warisan budaya. “Melalui kegiatan ini, selain untuk menyemarakkan kegiatan Hari Jadi Sleman ke 103 juga sebagai kegiatan untuk menumbuhkan semangat melestarikan budaya,” kata Agung.

30
Apr

Sleman Gelar Bhakti Sosial untuk Membantu Warga Kurang Mampu

Pemerintah Kabupaten Sleman gelar bakti sosial pasar murah dan rehab rumah tidak layak huni pada Senin (29/4/19) di Balai Desa Pondokrejo, Tempel. Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-103. Koordinator kegiatan baksos Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 103, Elli Widiastuti menjelaskan bahwa kegiatan baksos pasar murah ini diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Panitia menyediakan 150 kupon senilai Rp 100.000,- yang dapat ditebus warga hanya dengan membayar Rp 25.000,-. Selain itu panitia juga menyediakan pakaian pantas pakai dengan harga mulai Rp 1.000,-.

“Kupon tersebut untuk ditukarkan dengan paket sembako berupa bawang merah, teh, roti kaleng, minyak dan gula senilai seratus ribu rupiah,” jelas Elli. Selain paket sembako murah, dalam baksos tersebut panitia juga memberikan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) masing-masing sebesar Rp 15.000.000,-  beserta Ijin mendirikan Bangunan (IMB). Bantuan ini diberikan pada lima orang yaitu Sunarto (Tempel), Sumadi (Minggir), Wasilah (Moyudan), Kartinah (Moyudan), Yuri Widodo (Sleman).

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang hadir dalam acara tersebut menuturkan bahwa pasar murah  tersebut diadakan dengan tujuan membantu masyarakat dalam pemenuhan  kebutuhan pokok.

“Kegiatan pasar murah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan dan sandang warga dengan harga terjangkau,” jelas Muslimatun.

Sementara itu untuk rehab RTLH menurut Muslimatun merupakan upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas dan taraf kehidupan masyarakat. Dirinya berharap dengan bantuan tersebut masyarakat dapat mengembangkan kemampuan agar mampu mandiri, berkarya dan berusaha serta dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki secara optimal dan berkesinambungan.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa rehab RTLH ini juga dalam rangka upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman. Upaya koordinatif yang dilakukan melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah mulai dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat padukuhan. Kegiatan yang dilakukan mulai dari pemberdayaan sosial, peningkatan jejaring kerjasama pelaku usaha termasuk diantaranya meningkatkan kualitas potensi dan sumber kesejahteraan sosial. “Program dan kegiatan yang telah dilaksanakan berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar  0,71% menjadi 31.355 KK (8,77%) dari sebelumnya sejumlah 34.128 KK,” tambah Muslimatun.

30
Apr

Wujud Syukur Hari Jadi, Sleman Serahkan Santunan Bagi anak Yatim

Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sleman menyerahkan uang santunan kepada anak yatim sekaligus uang operasi katarak gratis kepada RSUD Kabupaten Sleman, Senin (29/4), di Masjid Agung Sleman. Kegiatan tersebut diadakan dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Hari Jadi yang ke-103 Kabupaten Sleman.

Santunan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, jumlah anak yatim yang mendapat santunan seluruhnya ada sebanyak 250 anak dengan jumlah santunan 500 ribu per anak. Sedangkan untuk pengobatan katarak yang diserahkan kepada RSUD Sleman senilai Rp 24.000.000,-.

Dia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan wujud syukur Pemerintah Kabupaten Sleman yang akan tepat berusia 103 tahun pada tanggal 15 Mei 2019 nanti. Dikatakan pula bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturrahmi antara jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman dengan masyarakat. Menurutnya hal tersebut sesuai dengan tema Hari Jadi ke-103 Kabupaten Sleman, yakni Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Menuju Sleman yang Berdaya Saing dan Mandiri. “Maka tema itu adalah tantangan bagi kita”, jelasnya.

Sri Muslimatun juga mengajak para hadirin untuk selalu merenungi serta menghayati hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, serta mengimplementasikannya pada pekerjaan sehari-hari. Menurutnya perintah sholat yang turun ketika peristiwa Isra’ Mi’raj sangat besar artinya bagi umat muslim. Selain dapat mencegah dari sifat-sifat keji, dia mengatakan sholat dapat melatih kita untuk mengelola waktu dengan baik sehingga kita dapat menjadi pribadi yang disiplin. “Apabila kita selalu menjalankan sholat lima waktu dengan disiplin, maka komitmen pemerintah untuk mewujudkan good governance akan tercapai”, kata Sri Muslimatun.

Acara tersebut juga diisi dengan doa bersama serta tausiyah bersama KH. Hasan Abdullah dari Pondok Pesantren Salafiyah Mlangi. Kegiatan tersebut diikuti oleh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman serta masyarakat umum. Hadir pula pada acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Iriansyah, Kepala Kemenag Sleman, Sya’ban Nuroni, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman, Agung Armawanto, serta perwakilan dari Polres dan Kodim Sleman.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.