Arsip Kategori: Kondisi Fisik dan Infrastruktur

28
Jul

Karakteristik Wilayah

Berdasarkan karakteristik sumberdaya, wilayah Kabupaten sleman terbagi menjadi empat kawasan, yaitu :

1. Kawasan Lereng Gunung Merapi, di mulai dari jalan yang menghubungkan Kota Tempel, Turi, Pakem, dan Cangkringan (rightbelt) sampai dengan Puncak Gunung Merapi. Wilayah ini kay sumberdaya air dan potensi elowisata yang beorientasi pada aktivitas gnung Merapi dan ekosistemnya.

2. Kawasan Timur yang meliputi Kecamatan Prambanan, Kalasan, Berbah. Wilayah ini kaya merupakan tempat peninggalan purbakala (candi) sebagai pusat wisata budaya dan daerah lahan kering serta sumber bahan batu putih.

3. Kawasan Tengah yaitu wilayah aglomerasi Perkotaan Yogyakarta yan meliputi Kecamatan Mlati, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Depok, dan Gamping. Wilayah ini cepat berkembang, merupakan pusat pendidikan, industri, perdagangan, dan jasa.

4. Kawasan Barat maliputi Kecamatan Godean, Minggir, Seyegan, dan Moyudan, merupakan daerah pertanian lahan basah dan penghasilan bahan baku kegiatan industry kerajinan mending, mambu, dan gerabah.

Berdasarkan pusat-pusat pertumbuhan, wilayah Kabupaten Sleman merupakan wilayah hulu kota Yogyakarta dan dapat dibedakan menjadi :

1. Wilayah agromenasi perkotaan Yogyakarta, yang meliputi Kecamatan Depok, Gamping, serta sebagian wilayah Kecamatan Ngaglik, Ngemplak, Kalasan Berbah, Sleman, dan Mlati.

2. Wilayah sub-urban, meliputi kota Kecamatan Godean, Sleman, dan Ngaglik, yang terletak cukup jauh dari kota Yogyakarta dan berkembang menjadi tujuan kegiatan masyarakat di wilayah kecamatan sekitarnya, sehingga menjadi pusat pertumbuhan.

3. Wilayah fungsi khusus atau wilayah penyangga (buffer zone) meliputi Kecamatan Tempel,Turi, Pakem, dan Cangkringan, yang merupakan pusat pertumbuhan bagi wilayah sekitarnya.

28
Jul

Prasarana dan Sarana

Sarana Perhubungan

Wilayah Kabupaten sleman dilewati jalur jalan negara sebagai jalur ekonomi utama di wilayah selatan Pulau Jawa, baik ke Jawa Timur, Jawa Tengah maupun Jawa Barat. Bandar udara Internasional Adisucipto terletak di Kecamatan Berbah, berdekatan dengan jalan raya Yogyakarta-Solo dan jalur kertea api Jakarta-Surabaya.

Rasio Panjang Jalan dan Jumlah Orang/Barang Pengguna Terminal

Tahun 2011-2016 Kabupaten Sleman

No

Uraian

Tahun

2011

2012

2013

2014

2015

2016

1.

Rasio Panjang jalan per jumlah kendaraan (km/kend)

0,1309

0,3101

0,1290

0,1232

0,006443

0,007333

2.

Jumlah orang/barang melalui terminal per tahun

5.641.029

4.463688

4.254.314

4.068.315

3.882.326

4.132.663

Sumber: Dinas Hubkominfo, 2016

Indikator Urusan Perhubungan

Tahun 2011-2016 Kabupaten Sleman

No

Indikator

Tahun

2011

2012

2013

2014

2015

2016

1.

Jumlah arus penumpang angkutan umum

5.170.429

4.463.688

4.254.314

4.068.315

4.011.122

4.265.321

2.

Rasio ijin trayek

527

290

285

287

288

268

3.

Jumlah uji kir angkutan umum (buah)

15.337

18.784

19.020

19.523

20.277

20.005

4.

Jumlah terminal bus (buah)

5

5

5

5

5

5

5.

Angkutan darat (%)

0,0206

0,0208

0.0209

0.08168

0,036

0,0198

6.

Kepemilikan KIR angkutan umum(buah)

1,825

1.873

1.787

3.323

3.137

3.178

7.

Lama pengujian kelayakan angkutan umum (KIR)

15 menit

15 menit

15 menit

15 menit

15-30 menit

15-30 menit

8.

Biaya pengujian kelayakan angkutan umum:

JBB < 5.000

JBB 5.000-10.000

JBB > 10.000

20.000

25.000

30.000

30.000

37.500

45.000

30.000

37.500

45.000

30.000

37.500

45.000

30.000

37.500

45.000

30.000

37.500

45.000

9.

Pemasangan rambu-rambu (unit)

220

285

149

300

300

300

Sumber: Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, 2016

Sarana Irigasi

Untuk memenuhi kebutuhan irigasi, sampai dengan akhir tahun 2009 telah dibangun 954 buah bending teknis, 205 buah bendung setengah teknis, dan 923 buah bending sederhana. Selain itu, terdapat pula 12 buah embung, 346,8 Km saluran irigasi primer, 421,4 Km saluran irigasi sekunder, 1.960,9 Km saluran tersier, 6,38 Km saluran pembuangan/suplesi, dan 1.579 buah pintu air.

Sarana Jaringan Listrik

Kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Sleman dipasok oleh PT.PLN (Persero), dengan daya terpasang pada tahun 2009 362.802 KVA untuk melayani 263.508 pelanggan (89,80% dari banyaknya KK yang ada). Penerangan jalan umum (PJU) terpasang sebanyak 9.192 buah.

Sarana Telekomunikasi

Sarana telekomunikasi yang tersedia berupa jaringan telepon 39.598 SST, warung telekomunikasi 657 buah, sarana telepon umum 582 buah, pelayanan instansi pemerintah 5.492 buah, pelayanan swasta perorangan 32.866 buah. Pada tahun 2008 Pemerintah Kabupaten Sleman memiliki 573 buah sarana telekomunikasi, 1 unit website, 500 unit internet/LAN, pengembangan SIM 16 buah, server 9 buah dan pengembangan infrastruktur WAN 36 buah. Kunjungan ke website http://www.slemankab.go.id pada tahun 2005 mencapai 15.526 kali dan pada tahun 2008 meningkat tajam menjadi 257.391 kali.

Sarana Perdagangan

Di Kabupaten Sleman terdapat 37 buah pasar kabupaten dengan luas 158.266 m2, ditempati oleh 13.031 pedagang dan dilengkapi 1.192 kios, 472 los dan 1.547 bango. Selqin pasar kabupaten, terdapat 1 buah mal, 3 hypermarket, 73 swalayan, 40 buah pasar desa, 5 pasar hewan dan 16 pasar ikan. Terdapat pula 44 lokasi pergudangan yang mendukung kegiatan perdagangan di Kabupaten Sleman.

Sarana Pendukung Pariwisata

Saran pendukung pariwisata meliputi 14 buah hotel berbintang dengan 1.548 kamar, 113 buah hotel melati dengan 1.786 kamar dan 236 buah pondok wisata dengan 1.081 kamar. Sarana penunjang pariwisata lainnya berupa 110 biro perjalanan wisata, 6 agen perjalanan wisata, 49 restoran dan 179 rumah makan.

Sarana Air Bersih

Rumah tangga yang memperoleh sambungan air bersih dari PDAM Sleman sebanyak 18.405 SRT. Untuk jenis pelanggan sosial sebanyak 158, kran umum 112, instansi 160 dan niaga sebanyak 46. Bahan baku air bersih PDAM Sleman sebagian besar berasal dari mataair pegunungan (Umbul Wadon) yang didistribusikan dengan sistem gravitasi, sedangkan sebagian lainnya berasal dari sumur bor. Ke depan, PDAM Sleman secara bertahap akan terus membangun jaringan baru yang diharapkan dapat terus meningkatkan pelayanan bagi 10.000 SRT baru.

Sarana Olah Raga

Prasarana dan sarana untuk kegiatan berbagai cabang olah raga di Kabupaten Sleman tersedia cukup, sampai ke tingkat desa bahkan pendukuhan. Semua pihak, baik pemerintah daerah, perguruan tinggi, pihak swaata, maupun masyarakat, terlibat dalam pembangunan dan pemeliharaan sarana olah raga tersebut. Perguruan tinggi yang memberi andil besar dalam hal ini adalah Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Gajah Mada.

Salah satu sarana olah raga yang menjadi kebanggaan masyarakat Sleman adalah Stadion Maguwoharjo, sebuah lapangan sepakbola bertaraf internasional dengan kapasitas 30.000 tempat duduk. Ke depan, lingkungan stadion ini akan dilengkapi dengan berbagai venue seperti : sirkuit go-kart, kolan renang, lapangan tenis indooor dll.

28
Jul

Sumber Daya Alam, Energi, dan Lingkungan Hidup

Luas Hutan Rakyat di Kabupaten Sleman pada tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 2,18% menjadi 4167,41 ha. Pengurangan lahan sangat kritis 2,59% dan pengurangan lahan kritis sebesar 6,17% ha. Penanaman perindang jalan 5.000 batang. Hasil produksi kehutanan adalah kayu bundar 9.422,22 m3, kayu olahan adalah 4.044,27 m3, bambu 691.244 batang, dan madu 4.030 kg.

Pembangunan taman kota meningkat tajam dari 37.838 m2 pada tahun 2008 menjadi 56.562 m2 pada tahun 2009. Luasa hutan kota di Kabupaten Sleman dapat dipertahankan 1,5 hektar dan secara kumulatif telah dilakukan perlindungan terhadap 138 mata air.

Dibidang energi alternatif, sampai dengan tahun 2009 telah dibangun 181 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), 3 unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), dan 105 unit instalasi biogas limbah ternak.

Sarana pengelolaan air limbah di Kabupaten Sleman ada93 unit terdiri dari IPAL idustri 22 unit, hotel 20 unit, rumah sakit 15 unit, IPAL komunal rumah tangga 11 unit, limbah tahu 8 unit, rumah makan 12 unit, plaza 4 unit, dan kantor/perguruan tinggi 1 unit. Untuk pengelolaan sampah padat terdapat 1 TPA bersama (milik Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul), 2 unit LDUS, 8 unit transfer depo. Sarana penunjang berupa 20 unit dumptruck, 5 unit armroll, 2 unit pick up, 1 unit wheel loader dan 1 unit bulldozer.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper,
maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.